Home
Login.
Artikelilmiahs
35947
Update
AZALIA EVANTHI DEVI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP EKONOMI KREATIF INDONESIA: STUDI KASUS COOL JAPAN TERHADAP USAHA KULINER JEPANG DI SEMARANG TAHUN 2017-2021
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian yang berjudul “Pengaruh globalisasi terhadap ekonomi kreatif Indonesia: studi kasus Cool Japan terhadap usaha kuliner Jepang di Semarang tahun 2017-2021” ini dianalisis berdasarkan konsep globalisasi dan juga ekonomi kreatif. Fokus penelitian ini adalah menganalisis bagaimana Cool Japan sebagai program yang dibangun oleh pemerintahan Jepang dengan memanfaatkan globalisasi, dapat mempengaruhi ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya di Semarang. Berdasarkan data-data yang diperoleh, Cool Japan yang sudah hadir di Indonesia sejak tahun 90an dan semakin berkembang di tiap dekadenya ternyata juga memberikan dampak positif bagi masyarakat kota Semarang, sebagai kota yang memiliki persentase UMKM bidang kuliner tertinggi, dengan peningkatan yang semakin tinggi pula tiap tahunnya. Perkembangan ini juga tak lepas dari makin menjamurnya festival Jepang di Semarang mulai dari 2017 sampai 2021 meskipun adanya pandemi akibat dari covid-19. Kala festival Jepang di Semarang menjamur, persebaran bisnis kuliner dengan mengunsur tema Jepang juga semakin menjamur, hingga sampai ke titik dimana masyarakat bisa merasakan citarasa khas Jepang tersebut dengan harga yang relatif murah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research entitled "The effect of globalization on Indonesia's creative economy: a case study of Cool Japan on Japanese culinary businesses in Semarang in 2017-2021" is analyzed based on the concept of globalization and also the creative economy. The focus of this research is to analyze how Cool Japan, as a program built by the Japanese government by utilizing globalization, can affect the creative economy in Indonesia, especially in Semarang. Based on the data obtained, Cool Japan, which has been present in Indonesia since the 90s and is growing in each decade, turns out to also have a positive impact on the people of the city of Semarang, as a city that has the highest percentage of MSMEs in the culinary field, with a higher increase every year. year. This development is also inseparable from the proliferation of Japanese festivals in Semarang from 2017 to 2021 despite the pandemic due to COVID-19. When the Japanese festival in Semarang mushroomed, the spread of culinary businesses with elements of Japanese themes was also mushrooming, to the point where people could taste the Japanese specialties at relatively low prices.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save