Home
Login.
Artikelilmiahs
35170
Update
ARYA ADI PRATAMA
NIM
Judul Artikel
KEANEKARAGAMAN SPESIES, DISTRIBUSI VERTIKAL DAN STATUS KONSERVASI BURUNG DIURNAL DI LERENG BARAT DAYA GUNUNG SLAMET
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Burung adalah salah satu kekayaan hayati yang dimiliki Indonesia. Keberadaan pakan, tempat bersarang dan tempat singgah merupakan faktor yang mempengaruhi kekayaan spesies burung. Status kondisi burung di Indonesia berdasarkan data Burung Indonesia, Indonesia memiliki 1.812 spesies burung dengan 31 spesies burung berstatus kritis (Critically endangered), 52 spesies burung berstatus terancam (Endangered) dan 96 spesies burung berstatus rentan (Vulnerable). Hutan di Pulau Jawa memiliki tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia yang tinggi dengan banyaknya sebaran burung yang endemik yang dikategorikan kedalam status kritis dan mengalami laju penurunan populasi yang cukup signifikan mengakibatkan banyak diantaranya berada pada ambang kepunahan salah satunya yaitu Ekek-geling Jawa (Cissa thalassina) dan Poksai Kuda (Garrulax rufifrons). Penelitian ini menggunakan metode point count atau titik hitung. Teknik titik hitung adalah teknik pengambilan sampel menggunakan titik dengan luas wilayah sampling dan waktu tertentu. Titik hitung ditempatkan dengan pertimbangan luas dan jarak antar titik hitung, sehingga mewakili habitat yang diteliti. Penelitian ini titik hitung ditempatkan di ketinggian 800 mdpl, 1000 mdpl, 1200 mdpl, 1400 mdpl dan 1600 mdpl, Pengamatan dilakukan pada pagi hari pukul 06.00-10.00 WIB dan sore hari pukul 15.00-18.00 WIB berdasarkan waktu aktivitas puncak burung. Data burung yang teramati ditulis pada tally sheet, meliputi nama spesies burung, jumlah individu, waktu ditemukannya, aktivitas burung dan keterangan yang lain. Hasil penelitian diperoleh 62 spesies burung yang termasuk dalam 34 familia. Nilai indeks keanekaragaman tertinggi pada ketinggian 1200 mdpl sebesar 3,48 dan terendah pada ketinggian 1600 mdpl sebesar 1,83. Nilai indeks kemerataan tertinggi pada ketinggian 1400 mdpl 0,96 dan terendah pada ketinggian 800 mdpl sebesar 0,89. Status konservasi berdasarkan IUCN terdapat 55 spesies berstatus Least Concern (LC), 2 spesies berstatus Near Theratened (NT), 4 spesies berstatus Vulnerable (VU) dan 1 spesies berstatus Endangered (EN), status perlindungan berdasarkan daftar CITES terdapat 4 spesies burung yang termasuk kedalam kategori Appendiks II, status perlindungan berdasarkan PerMen LHK No.P., 10 spesies dengan status dilindungi dan diperdagangkan, 2 spesies berstatus dilindungi dan tidak diperdagangkan, 7 spesies berstatus tidak dilindungi dan tidak diperdagangkan serta 43 spesies berstatus tidak dilindungi dan diperdagangkan, selain itu terdapat 9 spesies yang termasuk endemik Pulau Jawa
Abtrak (Bhs. Inggris)
Birds are one of the biodiversity’s riches that Indonesia has. The existence of feed, nesting place, and the layover is a factor that influences the richness of bird species. Bird condition status in Indonesia based on Indonesian Bird Data, Indonesia has 1.812 species of birds with 13 species of critical status (Critically endangered), 52 threatened status species (endangered), and 96 species of birds of vulnerable status (Vulnerable). Java island forests have a high level of biodiversity in Indonesia, with a large number of endemic birds categorized into the critical status and significant population decline resulting in many of them being on the verge of extinction, one of which is Ekek-geling Jawa (Cissa thalassina) and Poksai Kuda (Garrulax rufifrons). This research uses the point count method. The point count technique is a sampling technique using points with a specific sampling area and time. Count points are placed with the consideration of area and distance between count points, thus representing the habitat studied. This study's calculation points were placed at altitudes 800 masl, 1000 masl, 1200 masl, 1400 masl, and 1600 masl. Observations start in the morning at 06.00-10.00 WIB and afternoon at 15.00-18.00 WIB based on the time of peak bird activity. The bird data observed written on a tally sheet, including the name of the bird species, the number of individuals, the time it was found, the activity of the birds and other information. The results of the study were obtained by 62 species of birds included in 34 families. The highest diversity index value at a height of 1200 masl is 3.48 and the lowest at a height of 1600 masl is 1.83. The highest emergent index value at 1400 masl is 0.96 and the lowest at 800 masl is 0.89. Conservation status based on the IUCN has 55 Least Concern (LC) status species, 2 Near Threatened (NT) status species, 4 species of Vulnerable status (VU) and 1 Endangered status (EN), protection status based on CITES listing are 4 species of birds belonging to the Appendix II category, protection status based on PerMen LHK No.P., 10 species with protected and traded status, 2 status species protected and untraded, 7 species of status unstatused and untraded, 43 statused species are not protected and traded, in addition, 9 species include endemic to Java Island.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save