Artikelilmiahs

Menampilkan 31.841-31.860 dari 50.034 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3184135031L1A016034JALUR PEMASARAN IKAN TENGGIRI (Scomberomorus commerson) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEKALONGANBanyaknya pelaku pemasaran yang terlibat pada proses pendistribusian ikan tenggiri di PPN Pekalongan menunjukkan bahwa jalur pemasaran tersebut tidak efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jalur pemasaran ikan tenggiri (scomberomorus commerson) dan nilai margin pada tiap jalur pemasarannya, meliputi perolehan farmer’s share yang digunakan sebagai indikator efisien atau tidaknya jalur pemasaran. Metode yang digunakan adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data yang digunakan berupa jalur pemasaran, margin pemasaran, dan farmer’s share. Dalam penelitian ini, wawancara dilakukan terhadap 25 responden yang terdiri dari nelayan, pedagang besar, pedagang sedang, dan pedagang kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 jalur pemasaran ikan tenggiri. Total nilai margin ikan tenggiri tertinggi terdapat pada jalur I. Persentase nilai farmer’s share tertinggi terdapat pada jalur III. Semua jalur yang ada dikategorikan efisien, namun jalur III tergolong jalur pemasaran paling efisien di PPN Pekalongan.The large number of marketing actors involved in the distribution process of mackerel at PPN Pekalongan shows that this marketing channel is not efficient. The purpose of this study was to determine the marketing channel of mackerel (Scomberomorus commerson) and the value of the margin in each marketing channel, including the acquisition of farmer's share which is used as an indicator of whether or not the marketing channels efficient. The method used is a survey method. The sampling technique used is purposive sampling. Analysis of the data used in the form of marketing channel, marketing margin, and farmer's share. In this study, interviews were conducted with 25 respondents consisting of fishermens, wholesalers, medium traders, and small traders. The results showed that there were 4 marketing channels for mackerel. The highest total value of mackerel margin is on channel I. The highest percentage of farmer's share value is on channel III. All existing channels are categorized as efficient, but channel III is classified as the most efficient marketing channel in PPN Pekalongan.
3184235032C1A015111ANALISIS PERMINTAAN MASYARAKAT TERHADAP BUS TRANS JATENG PURWOKERTO-PURBALINGGAPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tarif Trans Jateng, tarif AKDP, pendapatan, pekerjaan, jenis kelamin, umur, dan jumlah anggota keluarga terhadap permintaan jasa bus Trans Jateng Purwokerto-Purbalingga, menganalisis kesediaan membayar dan surplus konsumen pengguna bus Trans Jateng Purwokerto-Purbalingga. Analisis menggunakan regresi linear berganda dan contingent valuation method. Penelitian menggunakan data primer dari 100 reponden. Hasil penelitian menunjukkan tarif Trans jateng, tarif AKDP, pendapatan, dan umur berpengaruh negatif signifikan, jumlah anggota keluarga berpengaruh positif signifikan terhadap permintaan jasa bus Trans Jateng Purwokerto-Purbalingga, serta rata-rata permintaan jasa bus Trans Jateng Purwokerto-Purbalingga penumpang pekerja dan perempuan lebih tinggi daripada penumpang bukan pekerja dan bukan perempuan. Kesediaan membayar rata-rata penumpang khusus sebesar Rp3.928,57 sementara penumpang umum yaitu Rp5.630,43. Artinya pengguna masih bersedia membayar lebih dari tarif berlaku. Total surplus konsumen adalah Rp186.000,00 dengan surplus konsumen rata-rata sebesar Rp1.928,57 untuk penumpang khusus dan Rp1.630,43 untuk penumpang umum, artinya penumpang masih memperoleh manfaat lebih karena dapat membayar pada nilai tarif yang lebih rendah dari nilai yang bersedia dibayarkan. This study aims to analyze the influence of Trans Jateng fares, AKDP fares, income, occupation, gender, age, and the number of family members toward the demand of Trans Jateng Purwokerto-Purbalingga bus services, analyze the willingness to pay value and the consumer surplus value for Trans Jateng Purwokerto-Purbalingga bus passengers. Data analysis using multiple linear regression and contingent valuation method. This research uses primary data obtained from 100 respondents. The result showed that the Trans Jateng fare, AKDP fare, income, and age have a significant negative influence, while the number of family members has a significant positive impact on the demand for Trans Jateng Purwokerto-Purbalingga bus, and the estimated demand for Trans Jateng Purwokerto-Purbalingga bus services for workers and females is higher than nonworker and non-female passengers. The average willingness to pay value for specific passengers amounted to Rp3.928,57, while for general passengers were Rp5.630,43. It means that passengers are willing to pay more than the applicable fare. The total consumer surplus is Rp186.000,00 with the average consumer surplus being Rp1.928,57 for specific passengers and Rp1.630,43 for general passengers, meaning that the passengers still get more benefits because they pay at a rate of fares lower than the value they are willing to pay.
3184335033A1D017126PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA KONSENTRASI EKSTRAK RUMPUT LAUT DAN JENIS MEDIA TANAM HIDROPONIK BERBASIS AB MIXPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil bawang merah pada berbagai konsentrasi ekstrak rumput laut dan jenis media tanam, serta mengetahui interaksi antara konsentrasi ekstrak rumput laut dan jenis media tanam pada pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Desa Krandegan, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen pada bulan Februari-April 2021. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu konsentrasi ekstrak rumput laut (0 ml/L, 0,5 ml/L, 1 ml/L dan 1,5 ml/L). Faktor kedua yaitu jenis media tanam (arang sekam, cocopeat dan arang sekam + cocopeat 50:50). Data di analisis menggunakan ANOVA dan uji DMRT pada taraf 5%. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan, luas daun (cm2), jumlah umbi, diameter umbi (cm), bobot umbi segar (g), bobot kering umbi askip (g), bobot umbi kering oven (g), bobot tanaman segar (g), bobot tanaman kering (g), bobot akar segar (g), bobot akar kering (g) dan bobot hasil tanaman (t/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi esktrak rumput laut 1,5 ml/L memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman 24,02 cm, bobot umbi segar 16,43 g, bobot umbi kering askip 12,72 g, bobot umbi kering oven 1,59 g dan bobot hasil tanaman 4,54 t/ha. Arang sekam memberikan pengaruh terbaik terhadap bobot akar segar 0,96 g. Kombinasi arang sekam + cocopeat (50:50) memberikan pengaruh terbaik pada tinggi tanaman 24,63 cm, diameter umbi 1,37 cm, bobot umbi segar 18,30 g, bobot umbi kering askip 14,30 g, bobot umbi kering oven 1,63 g, bobot tanaman segar 22,36 g, bobot tanaman kering 3,58 g, bobot hasil tanaman 4,88 t/ha, jumlah anakan 3,93 anakan, luas daun 193,97 cm2. Interaksi antara konsentrasi ekstrak rumput laut dan jenis media tanam (konsentrasi 1,5 ml/L dan arang sekam 50% + cocopeat 50%) meningkatkan bobot umbi segar 20,45 g dan bobot umbi kering askip 16,51 g.The research aimed to determine growth and yiled of shallots due to the treatment of concentration of seaweed extract and media types, and determine the interaction between the concentration of seaweed extract and media types to growth and result of shallots. This research was carried out on February-April 2021 at Krandegan, Puring District, Kebumen Regency. The trial used a Completely Randomized Block with 2 factors and 3 replications. The first factor was concentration of seaweed extract (0 ml/L, 0.5 ml/L, 1 ml/L and 1.5 ml/L). The second factor was media types (husk charcoal, cocopeat and husk charcoal + cocopeat 50:50). Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and DMRT test at the 5% level. The observed variables were plant height (cm), number of leaves (leaves), number of tillers (tillers), leaf area (cm2), number of bulb, diameter of bulb (cm), fresh weight of bulb (g), dry weight of askip bulb (g), dry weight of oven bulb (g), fresh weight of plant (g), dry weight of plant (g), fresh weight of root (g), dry weight of root (g) and plant weight yield (t/ha). The results showed that application of 1,5 ml/L seaweed extract was the best concentration on plant height 24.02 cm, fresh weight of bulb 16.43 g, dry weight of askip bulb 12.72 g, dry weight of oven bulb 1.59 g and plant weight yield 4.54 t/ha. Husk charcoal was best media type on fresh weight of root 0.96 g, Husk charcoal + cocopeat with ratio of 50:50 was best media type on plant height of 24.63 cm, diameter of bulb 1.37 cm, fresh weight of bulb 18.30 g, dry weight of askip bulb 14.30 g, dry weight of oven bulb 1.63 g, fresh weight of plant 22.36 g, dry weight of plant 3.58 g, plant weight yield 4.88 t/ha, number of tillers 3.93 tillers and leaf area 193.97 cm2. The interaction between the concentration of seaweed extract and the media types (1.5 ml/L concentration and husk charcoal + cocopeat with ratio of 50:50) is the best interaction on the fresh weight of bulb 20.45 g and dry weight of askip bulb 16.51 g.
3184435034C1B017025PENGARUH PRODUK AUTENTIK, KELANGKAAN PRODUK, SPEKULASI PERTAMBAHAN NILAI, RISIKO CACAT PRODUK, DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PAKAIAN BEKASPenelitian ini merupakan survei individu yang telah melakukan pembelian pakaian bekas (thrift). Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Produk Autentik, Kelakangkaan Produk, Spekulasi Pertambahan Nilai, Risiko Cacat Produk, dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian Produk Pakaian Bekas (Studi pada Konsumen Thrift Shop)”.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh produk autentik, kelakangkaan produk, spekulasi pertambahan nilai, risiko cacat produk, dan citra merek memengaruhi keputusan pembelian. Responden dalam penelitian ini adalah individu yang telah melakukan pembelian pakaian bekas dengan jumlah sampel 110 responden. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling dan menggunakan metode sampling convenience sampling.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solution) menunjukkan bahwa: (1) Produk autentik tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen produk pakaian bekas. (2) Kelangkaan produk tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen produk pakaian bekas. (3) Spekulasi pertambahan nilai berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen produk pakaian bekas. (4) Risiko cacat produk tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen produk pakaian bekas. (5) Citra merek tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen produk pakaian bekas.
Implikasi dari penelitian ini adalah bagi toko yang menjual pakaian bekas, baik itu secara online atau offline agar tetap menjaga kualitas produk yang dijualnya, harus dapat berlaku jujur, dan harus transparan mengenai barang yang dijualnya. Penjual sebaiknya menjelaskan dengan detail mengenai kualitas barang yang diperjual belikan dengan pembelinya yang nantinya pembeli dapat mempertimbangkan untung dan ruginya sebelumnya karena mendapatkan informasi mengenai objek jual beli merupakan hak konsumen dan menjadi kewajiban dari seorang pedagang. Pada penelitian selanjutnya dapat ditambahkan variabel independen yang diharapkan lebih mengembangkan konseptual dan pemodelan pada objek-objek kajian penelitian yang lebih luas tentang keputusan pembelian khususnya pada produk pakaian bekas (thrift).
This study aims to determine the effect of authentic products, product scarcity, estimated value, risk of product defects, and brand image on purchasing decisions. Respondents in this study were individuals who had purchased clothing with a sample of 110 respondents. This research method uses quantitative research with non-probability sampling technique and uses convenience sampling method.
Based on the results of research and data analysis using SPSS (Statistical Product and Service Solution) shown that: (1) Authentic products have no significant effect on consumer purchasing decisions for used clothing products. (2) Product scarcity has no significant effect on consumer purchasing decisions for used clothing products. (3) Value-added speculation has a positive and significant impact on consumer purchasing decisions for used clothing products. (4) The risk of product defects has no significant effect on consumer purchasing decisions for used clothing products. (5) Brand image has no effect on consumer purchasing decisions for used clothing products.
The implication of this research is for stores that sell used clothing, either online or offline, to maintain the quality of the products they sell, must be honest, and be transparent about the goods they sell. The seller should explain in detail the quality of the goods being traded with the buyer so that later the buyer can consider the advantages and disadvantages beforehand because getting information about the object of buying and selling is the right of the consumer and the obligation of a trader. In further research, independent variables can be added which are expected to further develop conceptually and modeling on the objects of broader research studies regarding purchasing decisions, especially on used clothing products (thrift).
3184535618A1A018021STUDI KELAYAKAN USAHA MINYAK ATSIRI SERAI WANGI
(Studi Kasus pada PT. Natura Esensi Indonesia)
Usaha minyak atsiri serai wangi kerap mengalami permasalahan, diantaranya adalah pengadaan bahan baku, respon petani, proses produksi, tata niaga, teknologi pengolahan, dan peralatan penyulingan. Hambatan tersebut mengakibatkan minyak serai wangi yang dihasilkan tidak optimal dan menyebabkan rendemen serta mutu yang tidak konsisten. Sehingga perlu dilakukannya penelitian terkait kelayakan usaha minyak atsiri serai wangi dari aspek finansial dan non-finansial yang meliputi pasar dan pemasaran, teknis, legalitas usaha, dan dampak penyulingan atsiri serai wangi bagi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha minyak atsiri serai wangi yang dilakukan oleh perusahaan yang ditinjau dari segi non-finansial dan finansial perusahaan, mengetahui dampak lingkungan dari usaha yang dilakukan, serta mengetahui sensitivitas kelayakan usaha apabila terjadi kenaikan biaya sebesar 5% dan penurunan rendemen minyak atsiri serai wangi sebesar 20%. Metode penentuan responden dalam penelitian ini adalah purposive. Hasil analisis non-finansial yang meliputi aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis, aspek hukum, serta aspek lingkungan, menunjukkan bahwa usaha minyak serai wangi layak untuk dijalankan. Secara finansial diperoleh nilai NPV sebesar Rp775.025.230,85, IRR sebesar 35,96%, Net B/C sebesar 7,1, dan payback period selama 2 tahun, 1 bulan, 20 hari. Hasil analisis sensitivitas dengan asumsi kenaikan biaya produksi sebesar 5% diperoleh NPV sebesar Rp670.814.551,36, IRR 34,26%, Net B/C sebesar 6,63, payback period selama 2 tahun, 3 bulan, 25 hari. Hasil analisis sensitivitas untuk asumsi terjadinya penurunan rendemen sebesar 20% diperoleh NPV sebesar Rp23.436.602,48, IRR 12,28%, Net B/C sebesar 3,55, dengan payback period selama 4 tahun, 11 bulan, 12 hari.Usaha minyak atsiri serai wangi kerap mengalami permasalahan, diantaranya adalah pengadaan bahan baku, respon petani, proses produksi, tata niaga, teknologi pengolahan, dan peralatan penyulingan. Hambatan tersebut mengakibatkan minyak serai wangi yang dihasilkan tidak optimal dan menyebabkan rendemen serta mutu yang tidak konsisten. Sehingga perlu dilakukannya penelitian terkait kelayakan usaha minyak atsiri serai wangi dari aspek finansial dan non-finansial yang meliputi pasar dan pemasaran, teknis, legalitas usaha, dan dampak penyulingan atsiri serai wangi bagi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha minyak atsiri serai wangi yang dilakukan oleh perusahaan yang ditinjau dari segi non-finansial dan finansial perusahaan, mengetahui dampak lingkungan dari usaha yang dilakukan, serta mengetahui sensitivitas kelayakan usaha apabila terjadi kenaikan biaya sebesar 5% dan penurunan rendemen minyak atsiri serai wangi sebesar 20%. Metode penentuan responden dalam penelitian ini adalah purposive. Hasil analisis non-finansial yang meliputi aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis, aspek hukum, serta aspek lingkungan, menunjukkan bahwa usaha minyak serai wangi layak untuk dijalankan. Secara finansial diperoleh nilai NPV sebesar Rp775.025.230,85, IRR sebesar 35,96%, Net B/C sebesar 7,1, dan payback period selama 2 tahun, 1 bulan, 20 hari. Hasil analisis sensitivitas dengan asumsi kenaikan biaya produksi sebesar 5% diperoleh NPV sebesar Rp670.814.551,36, IRR 34,26%, Net B/C sebesar 6,63, payback period selama 2 tahun, 3 bulan, 25 hari. Hasil analisis sensitivitas untuk asumsi terjadinya penurunan rendemen sebesar 20% diperoleh NPV sebesar Rp23.436.602,48, IRR 12,28%, Net B/C sebesar 3,55, dengan payback period selama 4 tahun, 11 bulan, 12 hari.
Kata kunci: Serai wangi, minyak serai wangi, studi kelayakan, pertanian, penyulingan
ABSTRACT
Citronella oil business often experiences problems, these problems include the procurement of raw materials, farmer’s response, production processes, commerce, technology, and refining equipment. These obstacles result in the citronella oil produced is not optimal and causes inconsistent yield and quality. It is necessary to conduct research related to the feasibility of the citronella oil business from financial and non-financial aspects which include market and marketing, technical, business legality, and the impact of refining citronella for the environment. The purpose of this study is to find out the feasibility of the citronella oil business carried out by the company which is reviewed in terms of non-financial and financial companies, knowing the environmental impact of the business, and knowing the sensitivity of business feasibility if there is a 5% increase in costs and a decrease in the yield of citronella oil by 20%. The method of determining the respondents in this study is purposive. The results of non-financial analysis covering market and marketing aspects, technical aspects, legal aspects, and environmental aspects, show that the citronella oil business is feasible to run. Financially obtained NPV value of Rp775,025,230.85, IRR of 35.96%, Net B/C of 7.1, and payback period of 2 years, 1 month, 20 days. Then the results of the sensitivity analysis assuming a 5% increase in production costs obtained by NPV amounted to Rp670.814.551,36, IRR 34.26%, Net B / C by 6.63, payback period for 2 years, 3 months, 25 days. The results of the sensitivity analysis for the assumption of a 20% decrease in yield were obtained by NPV of Rp23.436.602,48, IRR 12,28%, Net B /C of 3,55, with a payback period of 4 years, 11 months, 12 days.
3184635035A1D017052INDUKSI BUNGA TANAMAN JERUK (Citrus sp.) MENGGUNAKAN
PAKLOBUTRAZOL DAN MANIPULASI LAMA KEKERINGAN
Produksi jeruk dapat ditingkatkan dengan merangsang pembungaan jeruk di luar waktu alaminya menggunakan zat pengatur tumbuh paklobutrazol dan manipulasi lama kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh aplikasi paklobutrazol dan mendapatkan dosis terbaik terhadap induksi bunga jeruk, (2) mengetahui pengaruh lama kekeringan dan mendapatkan lama kekeringan terbaik terhadap induksi bunga jeruk, (3) mengkaji interaksi dan mendapatkan kombinasi terbaik antara dosis paklobutrazol dan lama kekeringan terhadap induksi bunga jeruk. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari September 2020 sampai Januari 2021 di lahan Desa Rejasari, Purwokerto Barat, Banyumas dan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah perlakuan paklobutrazol dengan 3 taraf yaitu tanpa paklobutrazol, bahan aktif 0,75 g/ tanaman, bahan aktif 1,5 g/ tanaman dan faktor kedua adalah perlakuan lama kekeringan dengan 4 taraf yaitu kontrol (taraf kekeringan 0%), 1 minggu, 2 minggu dan 3 minggu (taraf kekeringan 60%), sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Paklobutrazol dapat menurunkan jumlah tunas vegetatif dan panjang tunas, serta meningkatkan kehijauan daun. Lama kekeringan dapat meningkatkan jumlah tunas generatif. Kombinasi perlakuan terbaik untuk menurunkan jumlah tunas vegetatif adalah paklobutrazol 1,5 g/tanaman dan lama kekeringan 3 minggu. Pemberian paklobutrazol dan manipulasi lama kekeringan berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif dan induksi bunga jeruk.Orange production can be increased by stimulated citrus flowering outside its natural time using the growth regulator paklobutrazole and manipulation of drought duration. This study aims to: (1) determine the effect of the application of paklobutrazole and get the best dose on citrus flower induction, (2) determine the effect of drought duration and get the best drought duration on citrus flower induction, (3) examine the interaction and get the best combination between doses of paclobutrazole and length of dryness on citrus flower induction. This research was carried out from September 2020 to January 2021 on the land of Rejasari Village, West Purwokerto, Banyumas and at the Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. The study used a completely randomized block design consisting of 2 factors with 3 replications. The first factor is the treatment of paclobutrazole with 3 levels, namely without paclobutrazole, the active ingredient is 0.75 g/plant, the active ingredient is 1.5 g/plant and the second factor is the long drought treatment with 4 levels, namely control (dry level 0%), 1 week , 2 weeks and 3 weeks (60% dryness level), so there were
12 treatment combinations. The results showed that: Paklobutrazol can reduce the number of vegetative shoots and shoot length, and increase the greenness of the leaves. Long drought can increase the number of generative shoots. The best treatment combination to reduce the number of vegetative shoots was paklobutrazole 1.5 g/plant and 3 weeks of dryness. The administration of paklobutrazole and manipulation of drought duration affected vegetative growth and citrus flower induction.
3184735036J0A018025The Use of English in Delivering Information of Tourism Destinations at Lokawisata BaturradenLaporan praktik kerja ini berjudul “The Use of English in Delivering Information of Tourism Destinations at Lokawisata Baturraden”.Kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan pada 15 Februari 2021 – 15 Maret 2021 di Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas.Tujuan dilaksanakan praktik kerja ini adalah untuk melakukan praktik penyampaian informasi berbahasa inggris kepada wisatawan asing tentang destinasi di Lokawisata Baturraden, mengetahui hambatan dalam penyampaian informasi kemudian menemukan solusi yang tepat dalam mengadapi hambatan sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan informasi.
Dalam melaksanakan praktik kerja, metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan praktik kerja langsung. Tujuan utama penyampaian informasi ini adalah untuk memberikan informasi kepada wisatawan secara detail sehingga bisa digunakan sesuai kebutuhan wisatawan. Hasil observasi dan wawancara, diketahui jumlah wisatawan semakin berkurang dan tidak ada wisatawan asing sehingga diputuskan untuk membuat leaflet informasi dan praktek langsung.
Dalam pembuatan leaflet, ada beberapa tahapan yaitu merancang sampul, merancang halaman daftar tujuan atau fasilitas, mengumpulkan data, dan menulis paragraf informasi. Setelah itu, selebaran itu diserahkan kepada anggota dinas pariwisata Banyumas dan kemudian diserahkan kepada dinas untuk diperbaiki. Setelah disetujui, hasil leaflet kemudian dicetak. Selanjutnya, dalam praktik langsung, penulis menyampaikan informasi dalam teks yang tersedia di pusat informasi Lokawisata Baturraden dan menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris.
Banyak kendala dalam pelatihan kerja seperti kurangnya pemahaman bahasa Inggris dari agensi, banyak pekerjaan yang harus dilakukan dalam pembuatan leaflet seperti merancang sampul, mengumpulkan data dan membuat paragraf informasi, dan tugas-tugas lain yang diberikan oleh agensi. Solusinya, latihan kerja dan menyelesaikan tugas, konsultasi dengan teman yang jago desain, sedangkan untuk memperbaiki grammar juga digunakan aplikasi “Grammarly”.
The final report is entitled “The Use of English in Delivering Information of Tourism Destinations at Lokawisata Baturraden”. This job training activity was held February 15 – March 15, 2021, at the Banyumas Regency Youth, Sports, Culture, and Tourism Office. The purpose of this job training is to practice delivering English-language information to foreign tourists of destinations in Lokawisata Baturraden, knowing the obstacles while delivering information, and knowing the right solution to improve the quality of information services.
On the course of job training, the method used were observation, interviews, documentation, and direct work practices. The main goal of delivering this information is to provide information to tourists in detail so that it can be used according to tourist needs. The results of the observations and interviews, revealed that the number of tourists was decreasing and there were no foreign tourists so it was decided to make information leaflets and direct practice.
In making the leaflet, the were several stages, namely designing the cover, designing the page for the list of destinations or facilities, collecting data, and writing informational paragraphs. After that, the leaflet was submitted to members of the Banyumas tourism office and than handed over to the agency for correction. After being approved, the results of the leaflets were then printed. Furthermore, indirect practice, the writer delivered information in the text available at the Lokawisata Baturraden information center and translated it into English.
There were many difficulties in job training such as lacks of understanding of English from the agency, a lot of work to be done in making leaflets such as making leaflet designs, collecting data and making information paragraphs, and other tasks assigned by the agency. As solutions is, job training and completing assignments, consulting with friends who were good at design, meanwhile to improve the grammar, “Grammarly” application was also used.
3184835043F1F014008ANALYSIS OF TRANSLATION TECHNIQUES AND READABILITY OF JOKES IN GINTAMA ONLINE COMICTujuan dari artikel ini adalah untuk menunjukan jenis joke apa yang presentesinya lebih tinggi didalam gintama komik online chapter 411-491, mengetahui teknik terjemahan apa saja yang ada ditiap-tiap jenis joke pada komik tersebut dan bagaimana kualitas keterbacaan pada komik tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada lima jenis lelucon dalam komik online Gintama bab 411-49. Mereka adalah (1) Physical 30%, (2) Courtship 24%, (3) Self-Deprecating 24, (4) Boasting 12% and (5) Inappropriate Behavior 10%. Kemudian, ada sebelas teknik penerjemahan yang dapat ditemukan pada setiap lelucon komik online Gintama. Mereka adalah (1) Literal Translation 44%, (2) Variaton 26%, (3) Adaptation and (4) Particularization 6%, (5) Established Equivalent and (6) Reduction 4%, (7) Linguistic Compression, (8) Linguistic Amplification, (9) Generalization, (10) Discursive Creation, (11) Description 2%. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua tingkat keterbacaan dalam komik online Gintama, yaitu namely (1) High Readable 90% and (2) Less Readable 10%.
The purpose of this article is to reveal the high percentage of jokes type in Gintama online comic chapters 411-491, reveal the translation techniques that found in each jokes of the comic and to determine the readability quality of each chapter in the comic. the translation readabality assessment that used in each part of the jokes in the comic.
The result of this research shows that there are five types of jokes in Gintama online comic chapters 411-49. They are (1) Physical 30%, (2) Courtship 24%, (3) Self-Deprecating 24, (4) Boasting 12% and (5) Inappropriate Behavior 10%. Then, there are eleven translation techniques than can be found on each jokes of Gintama online comic. They are (1) Literal Translation 44%, (2) Variaton 26%, (3) Adaptation and (4) Particularization 6%, (5) Established Equivalent and (6) Reduction 4%, (7) Linguistic Compression, (8) Linguistic Amplification, (9) Generalization, (10) Discursive Creation, (11) Description 2%. The end of this result shows that there are two readability levels in Gintama online comic, namely (1) High Readable 90%, and (2) Less Readable 10%.
3184935037K1B015021SIFAT-SIFAT HASIL KALI GEOMETRI ANTAR VEKTORArtikel ini membahas hasil kali geometri dan sifat-sifat hasil kali geometri antar vektor. Hasil kali geometri merupakan penjumlahan dari hasil kali dalam dan hasil kali luar. Hasil kali geometri memenuhi sifat asosiatif, distributif kiri maupun distributif kanan, serta kebebasan posisi terhadap perkalian dengan skalar. Secara umum, hasil kali geometri tidak memenuhi sifat komutatif maupun antikomutatif. Sifat komutatif hanya dipenuhi ketika dua buah vektor sejajar; dan sifat antikomutatif dipenuhi jika dua buah vektor saling tegak lurus. This research discusses geometric product and the properties of the geometric product between vectors. This product is the sum of the inner product and the outer product. The geometric product satisfies some properties: assosiative, left distributive and right distributive, as well as positional freedom of multiplication by scalar. In general, geometric products have neither commutative nor anticommutative properties. The commutative property is only satisfied when the two vectors are parallel; and the anticommutative property is satisfied if the two vectors are perpendicular.
3185035038K1B015020RUANG MULTIVEKTOR G^2 DAN G^3Penelitian ini membahas mengenai ruang multivektor G^2 dan G^3. Ruang G^2 adalah ruang dengan anggota multivektor yang berbentuk penjumlahan dari skalar di R, vektor di R^2, dan bivektor R^2. Sementara itu, ruang G^3 adalah ruang dengan anggota multivektor yang berbentuk penjumlahan dari skalar di R, vektor di R^3, bivektor R^3 dan trivektor di R^3. Operasi penjumlahan dan perkalian terhadap skalar berlaku di ruang multivektor G^2 dan G^3. Di kedua ruang tersebut, operasi penjumlahan bersifat tertutup, asosiatif, komutatif, mempunyai elemen identitas, mempunyai invers. Selanjutnya, operasi perkalian multivektor dengan skalar bersifat asosiatif, distributif kiri dan distributif kanan, serta terdapat skalar 1 yang merupakan unsur identitas perkalian. Dengan demikian ruang multivektor G^2 dan G^3 yang dilengkapi dengan operasi penjumlahan dan perkalian dengan skalar merupakan ruang multivektor.This research discusses the multivector space G^2 and G^3. The space G^2 is a space containing multivectors in the form of the sum of the scalars in R, the vectors in R^2, and the bivectors in R^2. Meanwhile, the space G^3 is a space containing multivector members in the form of sum of the scalars in R, vectors in R^3, bivectors in R^3, and trivectors in R^3. The addition and multiplication operations on scalars are valid in the multivector spaces G^2 and G^3. In each space, the addition operation is closed, associative, commutative, has an identity element, and an inverse. Furthermore, multivector multiplication operation with scalars in each space satisfies associative, left distributive and right distributive properties, and there is a scalar 1 which is an element of the multiplication identity. Thus, the multivector spaces G^2 and G^3 eqquipped with addition and multiplication operations with scalars are multivector spaces.
3185135039F1G014008Analisis Tematik dalam Novel Tarian Dua Wajah Karya S. Prasetyo UtomoPenelitian yang berjudul “Analisis Tematik Pada Novel Tarian Dua Wajah karya S. Prasetyo Utomo” bertujuan mendeskripsikan tema, tokoh, latar, dan alur dalam novel Tarian Dua Wajah. Manfaat bagi mahasiswa sendiri, diharapkan dapat memahami analisis novel, terutama yang membahas tentang tema.
Penelitian kali ini menggunakan metode deskriptif analisis yaitu metode yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang kemudian disusul dengan analisis yang dihubungkan dengan pendekaatan strukturalisme yang memuat analisis tema dalam novel Tarian Dua Wajah. Sumber data yang digunakan dalam novel Tarian Dua Wajah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca dan teknik catat. Dlam tahapan analisis data, yang digunakan adalah menganalisis keterkaitan tema dengan tokoh, latar, dan alur.
Hasil penelitian: Tokoh dalam novel Tarian Dua Wajah antara lain: Aji, Dewi Laksmi, Sukro, Aya, Bunda, Ayah, Kiai Sodik, Nyai Sodik, Astini, Salma, Tantri, Pakde Rustam, Bude Rustam, dan Pembantu bisu. Latar dalam novel Tarian Dua Wajah antara lain: 1) Latar tempat: bukit, penjara, makam Nyai Laras, pesantren, sanggar tari, panggung, dan masjid. 2) Latar waktu: pagi hari, sore hari, senja.
Alur dalam novel antara lain: kelahiran keturunan dan titisan Nyai Laras, kegelisahan perasaan Aji dan Dewi Laksmi, dan kenestapaan Dewi Laksmi. Dalam novel ini, alur yang digunakan alur maju. Oleh sebab itu, ceritanya beruntut.
Tema utama dalam novel Tarian Dua Wajah karya S. Prasetyo Utomo adalah dua wajah kehidupan yang berbeda. Dalam novel ini juga mengajarkan tentang perjuangan untuk meraih apa yang kita impikan dan jangan menyerah.
The research, entitled “Analisis Tematik Pada Novel Tarian Dua Wajah karya S. Prasetyo Utomo”, with the purpose of the research was to describe the theme, characters, setting and plots in novel Tarian Dua Wajah. The benefit for students themselves, is expected to understand the analysis of novels, especially those that discuss about the theme.
This research used is descriptive method of analysis that is where the method is done by describing the facts which is then followed by analysis that is connected by using structuralism approach that contains the analysis in the novel Tarian Dua Wajah. The data source used is the novel Tarian Dua Wajah. Data collection techniques in this study use reading techniques and note-recording techniques. In the data analysis stage, what is used is to analyze the relationship of the theme with the characters, settings and plots.
Research results: Characters in the novel Tarian Dua Wajah, among others: Aji, Dewi Laksmi, Sukro, Aya, Bunda, Ayah, Kiai Sodik, Nyai Sodik, Astini, Salma, Tantri, Pakde Rustam, Bude Rustam, dan Pembantu bisu. The setting in the novel Tarian Dua Wajah, among others: 1) The setting of the place: hill, jail, Nyai Laras grave, boarding school, dance studio, stage and mosque. 2) Background time: morning, afternoon, late afternoon.
Plots in the novel, among others: the birth of the offspring and incarnation of Nyai Laras, the anxiety of Aji and Dewi Laksmi's feelings, and the sadness of Dewi Laksmi. In this novel, the plot used is progressive plot. Therefore, the story is sequential.
The main theme in novel Tarian Dua Wajah karya S. Prasetyo Utomo is two different faces of life. This novel also teaches about the struggle to achieve what we dream of and don't give up.
3185235040J0B017041KEGIATAN PEMBUATAN VIDEO PROMOSI ANJUNGAN JAWA TENGAH BERBAHASA MANDARIN DI TAMAN MINI INDONESIA INDAH JAKARTA (TMII)Laporan praktik kerja ini berudul “Kegiatan Pembuatan Video Promosi Anjungan Jawa Tengah Di Taman Mini Indonesia Indah (TMII)”. Praktik kerja dilaksanakan pada tanggal 20 Januari hingga 20 Maret 2020. Tujuan dari praktik kerja ini adalah untuk mempromosikan Anjungan Jawa Tengah, dengan membuat video promosi menggunakan bahasa Mandarin. Penulis menggunakan empat metode dalam mengumpulkan data yaitu observasi, wawancara, jelajah internet, dan dokumentasi. Dalam proses penerjamahan penulis melakukan tulis dan lisan. Penulis menggunakan metode komunikatif dan juga teknik subtitle sebagai pendukung untuk menerjemahkan Laman Profil untuk subtitle promosi anjungan Jawa Tengah di TMII. Disaat pembuatan video promosi penulis menggunakan metode dan teknik tersebut, agar wisatawan lebih mudah menyerap bahasa yang digunakan saat menonton video promosi tersebut.Laporan praktik kerja ini berudul “Kegiatan Pembuatan Video Promosi Anjungan Jawa Tengah Di Taman Mini Indonesia Indah (TMII)”. Praktik kerja dilaksanakan pada tanggal 20 Januari hingga 20 Maret 2020. Tujuan dari praktik kerja ini adalah untuk mempromosikan Anjungan Jawa Tengah, dengan membuat video promosi menggunakan bahasa Mandarin. Penulis menggunakan empat metode dalam mengumpulkan data yaitu observasi, wawancara, jelajah internet, dan dokumentasi. Dalam proses penerjamahan penulis melakukan tulis dan lisan. Penulis menggunakan metode komunikatif dan juga teknik subtitle sebagai pendukung untuk menerjemahkan Laman Profil untuk subtitle promosi anjungan Jawa Tengah di TMII. Disaat pembuatan video promosi penulis menggunakan metode dan teknik tersebut, agar wisatawan lebih mudah menyerap bahasa yang digunakan saat menonton video promosi tersebut.
3185335458E1A017102PERLINDUNGAN PENCARI SUAKA TERITORIAL DI UNI EROPA MENURUT HUKUM INTERNASIONAL (Studi tentang Penanganan Krisis Pengungsi di Yunani pada 2020)Beberapa konflik di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara menyebabkan pergerakan besar pencari suaka teritorial menuju Uni Eropa pada 2020. Protokol Dublin Regulation menentukan bahwa tanggung jawab untuk memproses pengajuan suaka terletak pada negara anggota Uni Eropa yang menjadi tempat kedatangan pertama pencari suaka. Yunani sebagai negara yang berbatasan dengan kedua wilayah tersebut otomatis menjadi destinasi pertama para pencari suaka teritorial untuk memasuki wilayah Uni Eropa. Hal tersebut menyebabkan timbulnya krisis pengungsi berkepanjangan yang mendorong terjadinya perlakuan buruk terhadap pencari suaka teritorial yang mencoba mengajukan permohonan suaka di Yunani.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan perlindungan pencari suaka teritorial dalam hukum internasional dan penanganan krisis pengungsi di Yunani pada 2020 berdasarkan hukum regional Uni Eropa. Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder, metode pengumpulan data berdasarkan studi kepustakaan dengan melakukan inventarisasi data sekunder, kemudian dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan perlindungan pencari suaka teritorial dapat ditemukan dalam ketentuan hukum internasional yaitu di dalam Konvensi 1951 dan Protokol 1967 mengenai Status Pengungsi melalui Pasal 1A ayat (2) yang memberikan ketentuan mengikat terkait perlindungan hak mencari dan mendapat suaka, Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik 1966 melalui Pasal 12 ayat (1), (2), (3), dan (4) terkait hak seseorang untuk bepergian meninggalkan negaranya dan pergi ke wilayah negara lain sebagai wujud dari HAM di bidang sipil dan politik, dan Deklarasi PBB mengenai Suaka Teritorial 1967. Pengaturan perlindungan pencari suaka teritorial juga terdapat dalam ketentuan internasional regional seperti di kawasan Afrika, Amerika, Arab, Asia Tenggara, dan Eropa. Penanganan krisis pengungsi yang terjadi di Yunani pada 2020 bertumpu pada upaya reformasi dan pembaharuan beberapa Protokol dan kebijakan dalam Common European Asylum System sebagai aturan suaka utama yang berlaku di Uni Eropa. Dua upaya penting terkait hal tersebut adalah penambahan kebijakan Fairness Mechanism dalam Protokol Dublin Regulation dan penetapan sebuah lembaga suaka khusus di Uni Eropa.
Several conflicts in the Middle East and North Africa region led to a large movement of territorial asylum seekers to the European Union in 2020. The Dublin Regulation Protocol determines that the responsibility for processing asylum applications lies with the European Union member state which is the first place of arrival of asylum seekers. Greece as a country bordering the two regions automatically becomes the first destination for territorial asylum seekers to enter the European Union. This led to a protracted refugee crisis that led to poor treatment of territorial asylum seekers who tried to apply for asylum in Greece.
This study aims to identify and analyze the regulation of the protection of territorial asylum seekers in international law and the handling of the refugee crisis in Greece in 2020 based on European Union regional law. The approach method used is normative juridical. The data used is secondary data, the data collection method is based on literature study by conducting an inventory of secondary data, then analyzed by qualitative normative methods.
The results show that the regulation of the protection of territorial asylum seekers can be found in the international law, such in the 1951 Convention and the 1967 Protocol concerning the Status of Refugees through Article 1A paragraph (2) which provides binding provisions relating to the protection of the right to seek and obtain asylum, the International Covenant of Civil and Political Rights of 1966 through Article 12 paragraphs (1), (2), (3), and (4) related to the right of a person to leave his country and go to the territory of another country as a manifestation of human rights in the civil and political fields, and the United Nations Declaration concerning Territorial Asylum 1967. Regulations for the protection of territorial asylum seekers are also contained in regional international provisions such as in the regions of Africa, America, Arabia, Southeast Asia, and Europe. The handling of the refugee crisis that occurred in Greece in 2020 rests on efforts to reform and renew several protocols and policies in the Common European Asylum System as the main asylum rules applicable in the European Union. Two important efforts in this regard are the addition of a Fairness Mechanism policy in the Dublin Regulation Protocol and the establishment of a special asylum institution in the European Union.
3185435041C2A018019PENGARUH PARIWISATA, DEMOGRAFI, DAN HUMAN CAPITAL TERHADAP KEMISKINAN DI KAWASAN TIMUR INDONESIAProvinsi di Kawasan Timur Indonesia (KTI) memiliki angka kemiskinan yang relatif lebih tinggi dari Kawasan Barat Indonesia (KBI). Pariwisata merupakan sektor kegiatan ekonomi global yang dimanfaatkan oleh berbagai negara di dunia untuk meningkatkan partisipasi dalam pertumbuhan ekonominya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pariwisata yang diproyeksikan dengan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara, usia non-produktif, dan human capital yang diukur melalui pendidikan dan kesehatan terhadap kemiskinan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) pada tahun 2010-2019. Jenis dari penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis data panel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan variabel wisatawan domestik berpengaruh negatif terhadap kemiskinan sedangkan variabel usia non produktif berpengaruh positif terhadap kemiskinan. Variabel jumlah wisatawan mancanegara, pendidikan, dan kesehatan tidak berpengaruh terhadap kemiskinan di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Hasil ini mengimplikasikan bahwa 1) pemerintah harus turut melibatkan masyarakat lokal dalam perkembangan pariwisata, 2) pemerintah harus mengeluarkan kebijakan untuk mengatur pertumbuhan penduduk non produktif, 3) peningkatan pendidikan juga harus mengasah keterampilan hidup (life skill), 4) fasilitas dan layanan kesehatan harus mampu menyentuh semua lini masyarakat.Provinces in Eastern Indonesia (KTI) have a poverty rate that is relatively higher than the Western Region of Indonesia (KBI). Tourism is a sector of global economic activity that is used by various countries in the world to increase participation in their economic growth. This study aims to determine the projected influence of tourism with the number of domestic and foreign tourists, non-productive age, and human capital measured through education and health on poverty in Eastern Indonesia (KTI) in 2010-2019. The type of this research is descriptive quantitative using panel data analysis. The results of this study indicate that the variable of domestic tourists has a negative effect on poverty, while the variable of non-productive age has a positive effect on poverty. The variables of the number of foreign tourists, education, and health have no effect on poverty in Eastern Indonesia (KTI). These results imply that 1) the government must involve local communities in tourism development, 2) the government must issue policies to regulate non-productive population growth, 3) education improvement must also hone life skills, 4) health facilities and services must able to touch all levels of society.
3185535042K1B015007PEMROGRAMAN PEWARNAAN TITIK PADA GRAF FUZZY MENGGUNAKAN SOFTWARE MATLABGraf fuzzy merupakan graf dengan himpunan titik dan sisi fuzzy yang setiap elemennya memiliki derajat keanggotaan pada interval [0, 1]. Sejak diperkenalkan graf fuzzy, para peneliti mulai menggeneralisasi beberapa kajian graf tegas ke dalam graf fuzzy. Salah satu kajian yang dilakukan adalah menentukan bilangan kromatik fuzzy. Oleh karena itu, pada penelitian ini dibuat pemrograman pewarnaan titik pada graf fuzzy untuk menentukan bilangan kromatik fuzzy menggunakan alpha cut dengan bantuan software Matlab. Matlab merupakan bahasa pemrograman sekaligus sebagai alat visualisasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan algoritma, membuat model maupun aplikasi. Kesimpulan yang diperoleh pada penelitian ini dengan simulasi 10 titik adalah semakin rendah derajat keanggotaan alpha maka semakin banyak titik yang kompatibel pada pewarnaan titik graf fuzzy, sehingga diperlukan warna yang lebih banyak. Sedangkan semakin tinggi derajat keanggotaan alpha maka semakin sedikit titik yang kompatibel pada pewarnaan titik graf fuzzy, sehingga diperlukan warna yang lebih sedikit.. The fuzzy graph is a graph with the vertex set and the edge set is fuzzy in which all element have a degree of membership in the interval [0, 1]. Since the introduction of fuzzy graphs, researchers have begun to generalize several studies on firm graps into fuzzy graph. One of the studies conducted is to determine the fuzzy chromatic number. Therefore,in this study programming for point coloring on fuzzy graphs was made to determine fuzzy chromatic numbers using alpha cut with the help of Matlab software. Matlab is a programming language as well as a visualization tool that can be used to develop algorithms, create models and applications. The conclusions obtained in this study with a 10 point simulation are the lower the alpha membership degree, the more compatible points in the fuzzy graph point coloring, so more colors are needed. While the higher the alpha membership degree, the fewer compatible points in the fuzzy graph point coloring, so fewer colors are needed.
3185634280I1C017076HUBUNGAN KADAR OBAT GENTAMISIN DALAM DARAH TERHADAP
LUARAN KLINIS PASIEN PNEUMONIA ANAK DI RSUD AJIBARANG
Latar Belakang : Gentamisin merupakan obat dengan indeks terapi sempit yang perlu
dilakukan pemantauan kadar obat dalam darah karena dapat berpengaruh pada luaran
klinis pasien. Metode pendekatan farmakokinetika dapat digunakan sebagai cara untuk
memperkirakan kadar gentamisin agar mencapai efek terapi yang diharapkan.
Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain observasional dan
menggunakan data retrospektif. Pengumpulan data rekam medis pasien pneumonia
anak dilakukan selama 3 bulan dengan data rekam medik pasien rawat inap di RSUD
Ajibarang. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi
square untuk melihat hubungan kadar obat gentamisin dalam darah terhadap luaran
klinis pasien pneumonia.
Hasil Penelitian: Sebanyak 54 pasien memenuhi kriteria inklusi. Kombinasi antibiotik
yang diberikan pada pasien pneumonia anak paling banyak gentamisin dengan
ampisilin yaitu 23 pasien (42,6%).Terdapat 28 pasien (51,9%) yang memiliki kadar
sesuai dengan kisaran terapi dimana 14 pasien (25,9%) mendapatkan luaran klinis yang
baik dan 14 pasien (25,9%) mendapatkan luaran klinis yang buruk. Hasil uji chi square
menunjukkan p=0,571 sehingga tidak terdapat hubungan antara kadar obat gentamisin
dalam darah terhadap luaran klinis pasien
Kesimpulan : Estimasi kadar gentamisin dalam darah menggunakan parameter
farmakokinetika pada pasien pneumonia anak di RSUD Ajibarang sesuai dengan
rentang terapi (0,5-10mg/L) sebanyak 28 pasien (51,9%) . Luaran klinis yang dicapai
sebagian besar buruk yaitu 14 pasien (25,9%) karena ada parameter subjektif (demam,
sesak nafas, batuk dan pilek), tanda-tanda vital (Suhu, heart rate, dan respiration rate),
data laboratium (leukosit) serta data penunjang (foto thorax) belum mengalami
perbaikan.
Background : Gentamicin is a drug with a narrow therapeutic index that needs to be
monitored for drug levels in the blood because it can affect the patient's clinical
outcome. The pharmacokinetic approach method can be used as a way to estimate
gentamicin levels in order to achieve the expected therapeutic effect.
Methodology: This study is an observational study and uses retrospective data. The
collection of medical record data of pediatric pneumonia patients was carried out for 3
months with medical record data of inpatients at Ajibarang Hospital. The data analysis
used was univariate and chi square test to see the relationship between gentamicin drug
levels in the blood and clinical outcomes of pneumonia patients.
Results: A total of 54 patients met the inclusion criteria. The most combination of
antibiotics given to pediatric pneumonia patients was gentamicin and ampicillin,
namely 23 patients (42.6%). There were 28 patients (51.9%) who had levels according
to the therapeutic range where 14 patients (25.9%) had good clinical outcomes and 14
patients (25.9%) had poor clinical outcomes. The results of the chi square test showed
p = 0.571 so that there was no relationship between the level of gentamicin in the blood
and the clinical outcome of the patient.
Conclusion : Estimation of gentamicin levels in the blood using pharmacokinetic
parameters in pediatric pneumonia patients at Ajibarang Hospital according to the
therapeutic range (0.5-10mg/L) as many as 28 patients (51.9%) . Most of the clinical
outcomes achieved were poor, namely 14 patients (25.9%) because there were
subjective parameters (fever, shortness of breath, cough and runny nose), vital signs
(temperature, heart rate, and respiration rate), laboratory data (leukocytes) and
supporting data (thorax photos) have not improved
3185735044K1B016039Kuaternion dan Sifat Aljabar PenjumlahannyaPada makalah ini dibahas mengenai kuaternion serta sifat-sifat aljabar dari operasi penjumlahan. Kuaternion merupakan pengembangan dari bilangan kompleks. Jika bilangan kompleks merupakan jumlahan dari satu suku berupa bagian riil dan satu suku berupa bagian imajiner, maka kuaternion merupakan jumlahan dari satu suku berupa bagian riil dan tiga suku berupa bagian imajiner. Pada kuaternion dapat dilakukan operasi penjumlahan. Operasi penjumlahan pada himpunan kuaternion memenuhi sifat-sifat aljabar, yaitu sifat tertutup, sifat asosiatif, eksistensi elemen identitas dan elemen invers, serta sifat komutatif. Oleh karena itu, himpunan kuaternion yang dilengkapi dengan operasi penjumlahan merupakan grup komutatif.This research discusses the quaternions and their algebraic properties of the addition operation. Quaternions are an extension of complex numbers. A complex number is described as the sum of one term of real part and one term of imaginary part, while a quaternion is described as the sum of one term of real part and three terms of imaginary part. Addition operation can be done for the quaternions. The addition operation on the set of quaternions satisfies algebraic properties, namely closed property, associative property, existence of the identity and invers elements, as well as commutative property. Therefore, the set of quaternions eqquiped with the addition operation is a commutative group.
3185835027C1A015067ANALISIS DAMPAK WISATA BENGAWAN ADIRAJA DI LOKASI SEKITAR PELELANGAN IKAN DI DESA ADIRAJA, KECAMATAN ADIPALA, KABUPATEN CILACAP Penelitian ini mengambil judul “Analisis Dampak Wisata Bengawan Adiraja di Lokasi Sekitar Pelelangan Ikan di Desa Adiraja, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap”.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak Wisata Bengawan Adiraja terhadap pendapatan nelayan dilokasi sekitar tempat pelalangan ikan, dan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat setelah adanya Wisata Bengawan Adiraja.
Sampel dalam penelitian ini nelayan yang terlibat aktif dalam kegiatan Objek Wisata Bengawan Adiraja yang ada di Desa Adiraja yaitu 20 orang.
Berdasarkan hasil analisis dampak pendapatan terhadap nelayan di Desa Adiraja menggunakan metode Uji t dengan menggunakan aplikasi Statistical Package for the Social Sciences (SPSS), dari total 20 nelayan aktif ; adannya perubahan yang signifikan yang dibuktikan dengan Sig. (2-tailed) sebesar 0.00 atau kurang dari 0.05. Berdasarkan hasil analisis tabulasi dengan membandingkan pendapatan bersih nelayan terhadap UMK Kabupaten Cilacap, dari total 20 nelayan aktif; 19 di antaranya memiliki tingkat kesejahteraan yang baik menurut standar UMK Kabupaten Cilacap, tetapi masih ada 1 orang nelayan yang belum mengalami kesejahteraan.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu adanya Objek Wisata Bengawan Adiraja memberikan kenaikan pendapatan yang signifikan terhadap pendapatan nelayan yang terlibat aktif, sehingga nelayan tersebut dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Adiraja. Peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat Desa Adiraja juga dibarengi dengan tingkat pendidikan yang lebih baik. Adanya program pemerintah yang dapat menunjang kesejahteraan masyarakat di Desa Adiraja seperti program kejar paket untuk meningkatkan taraf pendidikan dan bantuan mesin beserta gas LPG untuk menekan biaya operasional nelayan di Desa Adiraja.
This study took the title "Analysis of the Impact of Bengawan Adiraja Tourism in Locations Around the Fish Auction in Adiraja Village, Adipala District, Cilacap Regency".
The purpose of this study was to analyze the impact of Bengawan Adiraja Tourism on the income of fishermen in locations around the fishing grounds, and to determine the level of community welfare after Bengawan Adiraja Tourism was introduced.
The sample in this study were fishermen who were actively involved in Bengawan Adiraja Tourism Object activities in Adiraja Village, namely 20 people.
Based on the analysis results using the t-test method by utilizing the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) application to analyze the impact of income on fishermen in Adiraja Village, from a total sample of 20 active fishermen; there is a significant change as evidenced by Sig. (2-tailed) of 0.00 or less than 0.05, as well as an increase in income of 81%. Based on the results of tabulation analysis by comparing the net income of fishermen to the UMK in Cilacap Regency, from a total of 20 active fishermen; 19 of them have a good level of welfare according to the UMK standards of Cilacap Regency, but there is still 1 fisherman who has not experienced the same level of welfare.
The implication of the conclusion above is that the Bengawan Adiraja Tourism Object provides a significant increase in income to the income of fishermen who are actively involved, so that these fishermen can meet their daily needs and can improve the economy of the people in Adiraja Village. The increase in the welfare level of the Adiraja Village community is also accompanied by a better level of education. There are government programs that can support the welfare of the community in Adiraja Village, such as the pursuit package program to improve education levels and machine assistance along with LPG to reduce the operational costs of fishermen in Adiraja Village.
3185935047A1F015037Pengaruh Waktu Sadap dan Lama Penyimpanan Nira Kelapa terhadap Karakteristik Mutu Gula Kelapa KristalBahan baku nira sangat berpengaruh pada mutu gula kelapa kristal yang dihasilkan. Faktor yang mempengaruhi mutu nira antara lain waktu sadap dan lama penyimpanan nira. Tujuan penelitian ini adalah; 1) Mengetahui pengaruh waktu sadap nira terhadap karakteristik mutu nira kelapa, 2) Mengetahui pengaruh lama peyimpanan nira kelapa terhadap karakteristik mutu nira kelapa, 3) Mengetahui interaksi waktu sadap dan lama penyimpanan nira terhadap karakteristik mutu nira kelapa dan produk gula kelapa kristal. Penelitian ini menggunakan eksperimental dengan faktor waktu sadap (W) dan lama penyimpanan nira (M). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu nira kelapa terbaik pada waktu sadap pagi-siang dengan variabel mutu volume 729ml, pH 5,84 dan TPT 13,57 0brix. Mutu nira kelapa terbaik pada lama penyimpanan 0 jam dengan variabel mutu pH 5,82 dan TPT 12,940brix. Kombinasi perlakuan waktu sadap pagi-siang dengan lama penyimpanan 0 jam menghasilkan mutu nira kelapa terbaik dengan variabel mutu pH 6,03 dan TPT 14,000brix. Kombinasi perlakuan waktu sadap pagi-siang dengan lama penyimpanan 2 jam menghasilkan mutu gula kelapa kristal terbaik dengan variabel mutu kadar air 4,71%, gula reduksi 5,68%, gula total 96,52%, sukrosa 86,29%, dan rendemen 11,94%.The raw material for sap is very influential on the quality of the crystal coconut sugar produced. Factors that affect the quality of sap include tapping time and storage time of sap. The aims of this research are; 1) Knowing the effect of tapping time on the quality characteristics of coconut sap, 2) Knowing the effect of storage time of coconut sap on the quality characteristics of coconut sap, 3) Knowing the interaction of tapping time and storage time of sap on the quality characteristics of coconut sap and crystalline coconut sugar products. This study used an experimental method with tapping time (W) and sap storage time (M). The results showed that the best quality of coconut sap was during the morning-afternoon tapping with quality variables of volume 729ml, pH 5.84 and TPT 13.57 0brix. The best quality of coconut sap at 0 hours of storage with quality variables pH 5.82 and TPT 12.94 0brix. The combination of morning-afternoon tapping time with 0 hours of storage resulted in the best quality of coconut sap with pH 6.03 and TPT 14.00 0brix as variables. The combination of the morning-afternoon tapping treatment with 2 hours of storage resulted in the best quality of crystal coconut sugar with variable quality of water content 4.71%, reducing sugar 5.68%, total sugar 96.52%, sucrose 86.29%, and yield. 11.94%.
3186035619D1B020011PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK BUNGA TELANG TERHADAP TOTAL BAL, ASAM LAKTAT, DAN pH KEFIR SUSU KAMBINGKefir memiliki warna putih kekuningan dan kandungan nutrisi yang kompleks. Warna dan kandungan kefir dapat ditingkatkan guna memiliki warna yang lebih menarik dan peningkatan fitokimia kefir dengan penambahan unsur lain. Bunga telang (Clitoria ternatea) merupakan jenis unsur yang dapat ditambahkan pada pembuatan kefir susu kambing karena mengandung zat antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan bubuk bunga telang terhadap total BAL, kadar asam laktat, dan nilai pH kefir susu kambing. Pembuatan kefir susu kambing menggunakan 24 unit sampel dengan penambahan bubuk bunga telang sebanyak 0%, 0.5%, 1%, 1.5%, 2%, dan 2.5% (6 perlakuan dan 4 ulangan). Variabel pada penelitian adalah total BAL (log cfu/g), kadar asam laktat (%), dan pH. Pengaruh penambahan bubuk bunga telang terhadap variabel penelitian adalah tidak berpengaruh nyata terhadap total BAL, berpengaruh sangat nyata terhadap kadar asam laktat, dan berpengaruh sangat nyata pada pH. Total BAL kefir susu kambing yang ditambahkan bubuk bunga telang memiliki rataan 9.2±0.18 log cfu/ml hingga 9.4±0.45 log cfu/ml (P>0.05), kadar asam laktat memiliki rataan kadar asam laktat pada kisaran 1.97±0.29% sampai 3.00±0.11% (P<0.01), dan nilai pH memiliki rataan 3.29±0.22 sampai 3.7±0.2 (P<0.01). Penambahan bubuk bunga telang dengan persentase 0.5% meningkatkan kadar asam laktat serta menurunkan pH tanpa menghambat pertumbuhan BAL.Kefir has a yellow-white color and a complex nutritional profile. Based on this, the color and content of kefir can be increased for more attractive colors, and the phytochemical content of kefir can be increased by adding other elements. Butterfly pea (Clitoria ternatea) is an element that can be added to goat's milk kefir because it contains antibacterial substances. The purpose of this study was to investigate the effect of adding butterfly bean powder on the total amount of lactic acid bacteria, lactic acid content and pH value in goat milk kefir. In the production of goat milk kefir, 24 sample units were used with addition of 0%, 0.5%, 1%, 1.5%, 2% and 2.5% of butterfly pea powder (6 treatments and 4 replicates). The variables in this study were total lactic acid bacteria (log cfu/g), lactic acid level (%), and pH. The effect of the addition of butterfly pea powder on the research variables was that it had no significant effect on total lactic acid bacteria, very significant effect on lactic acid levels, and very significant effect on pH. Total lactic acid bacteria of goat's milk kefir added with butterfly pea powder averaged 9.2±0.18 log cfu/ml to 9.4±0.45 log cfu/ml (P>0.05), lactic acid content had an average lactic acid level in the range of 1.97±0.29% to 3.00± 0.11% (P<0.01), and the pH values had a mean range of 3.29±0.22 to 3.7±0.2 (P<0.01). The addition of butterfly pea powder with a percentage of 0.5% increased lactic acid levels and lowered the pH without inhibiting the growth of lactic acid bacteria