Artikelilmiahs

Menampilkan 31.881-31.900 dari 50.033 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3188135532B1A018063APLIKASI IBA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN STROBERI (Fragaria sp.) DI SERANG, PURBALINGGAStroberi (Fragaria sp.) merupakan salah satu komoditas penting di dunia dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Stroberi banyak dibudidayakan di daerah dataran tinggi, salah satunya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupten Purbalingga. Salah satu permasalahan yang dihadapi petani dalam budidaya stroberi adalah menurunnya kualitas dan kuantitas produksi stroberi. Pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) auksin pada tanaman stroberi dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi stroberi. Indole Butyric Acid (IBA) merupakan jenis auksin yang berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan bibit tanaman. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian IBA terhadap pertumbuhan stroberi dan mengetahui konsentrasi IBA yang optimum terhadap pertumbuhan stroberi.
Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan 5 konsentrasi IBA yaitu 0 ppm, 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm dan 4 ppm, masing-masing perlakuan diulang 5 kali sehingga didapat 25 unit perlakuan. Parameter yang diamati meliputi jumlah akar, panjang akar, jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah tunas, bobot basah dan bobot kering tanaman. Data hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan analisis ragam dengan taraf uji 95% dan 99%.
Hasil penelitian menunjukkann bahwa aplikasi IBA pada konsentrasi 1,2,3 dan 4 ppm tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman stroberi. Konsentrasi IBA terbaik tidak dapat ditentukan karena tidak terdapat pengaruh IBA terhadap pertumbuhan tanaman stroberi.
Strawberry (Fragaria sp.) is one of the important commodities in the world and has high economic value. Strawberries are widely cultivated in highland areas, one of which is in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency. One of the problems faced by farmers in strawberry cultivation is the decline in the quality and quantity of strawberry production. The application of auxin growth regulators (ZPT) to strawberry plants can increase the quality and quantity of strawberry production. Indole Butyric Acid (IBA) is a type of auxin that functions to accelerate the growth of plant seeds. The purpose of this study was to determine the effect of giving IBA on the growth of strawberries and to determine the optimum concentration of IBA on the growth of strawberries.
This research was conducted experimentally using a completely randomized design (CRD) with 5 treatments of IBA concentrations, namely 0 ppm, 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm and 4 ppm, each treatment was repeated 5 times so that 25 treatment units were obtained. Parameters observed included number of roots, root length, number of leaves, plant height, number of shoots, wet weight and plant dry weight. The research data were analyzed statistically using analysis of variance with test levels of 95% and 99%.
The results showed that the application of IBA at concentrations of 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm and 4 ppm had no significant effect on the growth of strawberry plants. The best IBA concentration could not be determined because there was no effect of IBA on the growth of strawberry plants.
3188235567E1A018304IMPLEMENTASI PEMBERIAN IZIN BERUSAHA BERBASIS RISIKO MELALUI SISTEM ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) DI KABUPATEN KULON PROGOSistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (Online Single Submission) yang selanjutnya disebut Sistem OSS adalah sistem elektronik terintegrasi yang dikelola dan diselenggarakan oleh lembaga OSS untuk penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko. Perizinan berusaha berbasis risiko melalui sistem OSS ditujukan untuk percepatan dan peningkatan penanaman modal dan berusaha serta mempermudah pelaku usaha dalam hal pendaftaran/pengurusan perizinan kegiatan usaha. Metode pendekatakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan penekatan analisis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan yang relevan dan buku-buku literatur. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko mendorong kemudahan perizinan melalui digitalisasi, pembagian berdasarkan tingkat risiko, penerbitan otomatis,perizinan tunggal bagi usaha mikro kecil beresiko rendah. Namun, dalam pelaksanaannya masih terhambat oleh tingkat pengetahuan pelaku usaha dan akses internet yang kurang memadahi.The Electronically Integrated Business Licensing System (Online Single Submission) hereinafter referred to as the OSS System is an integrated electronic system managed and organized by the OSS Institution for the implementation of Risk-Based Business Licensing. Licensing seeks to be risk-based through the OSS system aimed at accelerating and increasing investment and trying and facilitating Business Actors in terms of registration / management of business activity licensing. The short method used in this study is a method of normative juridical approach with a statutory approach and analysis attachment. The data used is secondary data in the form of relevant laws and regulations and literature books. Keywords: Risk-based business licensing, online single submission, ease of licensing. Based on the results of the study, it can be concluded that the implementation of risk-based licensing permits encourages ease of licensing through digitization, division based on risk level, automatic issuance, single licensing for low-risk small micro-businesses. However, in its implementation is still hampered by the level of knowledge of business actors and internet access that is less crowded.
3188335579E1A018140PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS KESALAHAN PENGEMBALIAN DANA DALAM TRANSAKSI JUAL BELI ONLINE LAZADA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN NOMOR : 588/Pdt.G/2020/PN Jkt.Brt.Perlindungan hukum terhadap konsumen pengguna suatu barang dan/atau jasa masih sangat lemah di Indonesia. Perkembangan hukum bisnis saat ini berkembang sangat pesat. Disamping itu perkembangan teknologi serta maju dan hukum harus mengikuti perkembangan zaman. Di Indonesia mulai berkembang istilah-istilah perbuatan yang disebut Transaksi Elektronik. Ada kemungkinan itu akan terjadi menimbulkan masalah hukum. Sehubungan dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen di Indonesia, telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Transaksi Elektronik dalam perdagangan memberikan kemudahan bagi konsumen dalam melakukan aktivitas penjualan atau pembelian barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan Konsumen.
Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normative dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan mencakup bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif sistematis, dan metode analisis menggunakan normatif kualitatif.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa konsumen belum mendapatkan perlindungan hukum dalam hal terjadinya pelanggaran Hak Konsumen sebagaimana diatur dalam Pasal 4 huruf (a), dan huruf (h) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Berdasarkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat nomor 588/Pdt.G/2020/PN Jkt.Brt, Putusan yang merupakan gugatan perdata dalam tingkat pertama yang masuk wewenang Pengadilan Negeri harus diajukan kepada Ketua Pengadilan Negeri yang daerah hukumnya terletak tempat tinggal Tergugat, dikarenakan Tergugat berdomisili diwilayah Jakarta Selatan, maka Pengadilan Negeri Jakarta Barat tidak berwenang memeriksa perkara ini,dan belum ada upaya penyelesaian melalui lembaga/badan yang berwenang menangani permasalahan ini diluar Pengadilan sesuai yang diatur dalam Undang-undang Nomor 8 Tahuan 1999 yaitu Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen/BPSK terlebih dahulu.
Legal protection for consumers who use goods and/or services is still very weak in Indonesia. The development of business law is currently growing very rapidly. Besides, technological developments as well as advances and laws must follow the times. In Indonesia began to develop terms of action called Electronic Transactions. There is a possibility that it will cause legal problems. In relation to the Consumer Protection Act in Indonesia, it has been regulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. Electronic transactions in trade provide convenience for consumers in conducting sales or purchasing activities of goods and services in accordance with the needs of consumers.
The approach method used is a normative juridical approach with descriptive research specifications. The data used is secondary data which includes primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. The data obtained are presented with a systematic narrative text, and the analytical method uses a qualitative normative.
The results of the study indicate that consumers have not received legal protection in the event of a violation of Consumer Rights as regulated in Article 4 letter (a), and letter (h) of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. Based on the decision of the panel of judges at the West Jakarta District Court number 588/Pdt.G/2020/PN Jkt.Brt, the decision which is a civil lawsuit in the first instance which is within the authority of the District Court must be submitted to the Head of the District Court whose jurisdiction is located where the Defendant resides, because The Defendant is domiciled in the South Jakarta area, the West Jakarta District Court is not authorized to examine this case, and there has been no attempt to settle this matter through an authorized institution/body to handle this issue outside the Court as regulated in Law Number 8 Tahun 1999, namely the Consumer Dispute Settlement Agency/ BPSK first.
3188435064I1E017067Pengaruh Model Latihan Small Sided Games Terhadap Akurasi Passing Pada Atlet Sekolah Sepakbola U13-15 Elang Muda PurwokertoPermainan sepakbola adalah permainan yang sudah terkenal di dunia. Passing adalah salah satu teknik dasar dalam permainan sepak bola. Kemampuan passing sangat berperan penting dalam mengatur ritme permainan dan mengatur strategi. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hasil latihan small sided games terhadap akurasi passing pada atlet U13-15 Sekolah Sepakbola Elang Muda Purwokerto. Metode penelitian ini adalah quasi experimental dengan rancangan nonequivalent control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 22 atlet sekolah sepak bola U13-15 Elang Muda Purwokerto yang kemudian dibagi menjadi kelompok A (treatment) dan kelompok B (kontrol) dengan masing-masing 11 atlet. Teknik analisis data menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test. Berdasarkan interpretasi data penelitian sebagai berikut; 1) Pemberian latihan small sided games terhadap akurasi passing pada atlet U13-15 Sekolah Sepak Bola Elang Muda Purwokerto meningkat dengan signifikansi sebesar 0,000. 2) Pemberian latihan kelompok kontrol terhadap akurasi passing pada atlet U13-15 Sekolah Sepak Bola Elang Muda Purwokerto meningkat dengan signifikansi sebesar 0,003. 3) Hasil uji independent sample t-test memperoleh nilai signifikansi post-test kelompok treatment sebesar 0,046. Berdasarkan analisis data menunjukan bahwa model latihan small sided games berpengaruh terhadap akurasi passing pada atlet sekolah sepakbola U13-15 Elang Muda Purwokerto.Football is a game that is well known in the world. Passing is one of the basic techniques in the game of football. The ability to pass plays an important role in setting the rhythm of the game and setting strategy. The training model to train passing accuracy is small sides games. The purpose of research was to determine the results small sided games training has an effect on the accuracy of passing from athlete U13-15 Elang Muda Purwokerto Football Academy. This research method is a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The sampling technique used a total sampling of 22 athletes from the U13-15 Elang Muda Purwokerto Football Academy which were then divided into group A (treatment) and group B (control) with 11 athletes each. The data analysis technique used paired sample t-test and independent sample t-test. Based on the interpretation of the research data as follows; 1) The provision of small sided games on the accuracy of passing for athletes U13-15 Elang Muda Purwokerto Football Academy increased a significance by 0,000. 2) The control group training on accuracy of passing for athletes U13-15 Elang Muda Purwokerto Football Academy increased a significance by 0,003. 3) The results of the independent sample t-test obtained a significance value of the post-test treatment group of 0,046. Based on data analysis, it shows that the small sided games training model has an effect on the accuracy of passing on the football academy athletes U13-15 Elang Muda Purwokerto.
3188535068A1A017080ANALISIS KELAYAKAN USAHA DAGANG TEH CAP “GUNUNG SLAMET” DI DESA KRACAK, KECAMATAN AJIBARANG, KABUPATEN BANYUMASUsaha kecil yang mengolah hasil-hasil pertanian (agroindustri) merupakan salah satu alternatif dalam membangun kembali perekonomian Indonesia. Salah satu usaha kecil yang ada yaitu usaha teh kemasan Cap Gunung Slamet. Usaha dagang tempat penelitian ini dalam menjalankan usahanya belum melakukan analisis kelayakan khususnya dari segi finansial atau keuangan untuk mengetahui kelayakan dalam penanaman investasinya. Penelitian ini bertujuan untuk 1). mengetahui biaya, penerimaan dan pendapatan usaha dagang teh kemasan “Teh Gunung Slamet”, 2). menganalisis Break Even Point (BEP) dari usaha dagang teh kemasan “Teh Gunung Slamet”, 3). menganalisis kelayakan finansial dari usaha dagang teh kemasan “Teh Gunung Slamet”, 4). menganalisis kelayakan non finansial dari usaha dagang teh kemasan “Teh Gunung Slamet”.
Penelitian ini dilakukan dengan melakukan studi kasus di usaha dagang teh kemasan “Teh Gunung Slamet” yang terletak di Dusun Pulasari RT 05 RW 10, Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni 2021 sampai bunlan Agustus 2021. Survei pendahuluan dilakukan ke tempat penelitian untuk mengamati permasalahan yang ada. Variabel yang diamati adalah biaya yang meliputi biaya investasi dan biaya operasional, penerimaan, pendapatan, Net Present Value (NPV), B/C Ratio, Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), serta Break Even Point (BEP).
Hasil penelitian menunjukan bahwa kelayakan finansial dinyatakan layak dengan nilai NPV sebesar Rp352.171.849 ,00 nilai IRR adalah sebesar 33%, B/C Ratio sebesar 1,237, Payback Period-nya 11 Bulan 12 Hari. Sedangkan untuk hasil analisis sensitivitas dinyatakan layak dengan kedua indikator utama yang meliputi kenaikan biaya produksi 5% dan penurunan kapasitas produksi 5%. Dan usaha dinyatakan tidak layak ketika mengalami kenaikan biaya produksi 25% serta penurunan kapasitas produksi 20%.
Small businesses that process agricultural products (agro-industry) are an alternative in rebuilding the Indonesian economy. One of the existing small businesses is the Cap Gunung Slamet packaging business. The business where this research is running has not carried out an exact analysis from a financial or financial perspective to find out how to invest. This study aims to 1). knowing, acceptance and income of the packaging business of “Gunung Slamet" tea, 2). Analyzing the Break Even Point (BEP) with the packaged trading business "Gunung Slamet" tea, 3). financial analysis of the packaged merchandise business "Gunung Slamet" tea, 4). non-financial analysis of the packaged trading business "Teh Gunung Slamet".
This research was conducted by conducting a case study in a packaged trading business "Teh Gunung Slamet" located in Pulasari Hamlet RT 05 RW 10, Kracak Village, Ajibarang District, Banyumas Regency. The research was implemented from July 2021 to August 2021. A preliminary survey was conducted at the research site to observe the existing problems. Variables such as exchange rates or interest rates, investments, operations, bonds, bonds, Net Present Value (NPV), B/C Ratio, Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), break Break Even Point (BEP).
The results showed that the financial feasibility was declared feasible with an NPV value of Rp352.171.849 ,00, the IRR value is 33%, the B/C Ratio is 1.237, the Payback Period is 11 months 12 days. Meanwhile, the results of the sensitivity analysis were declared feasible with the two main indicators covering an increase in production costs of 5% and a decrease in production capacity of 5%. And the business is declared unfit when it experiences a 25% increase in production costs and a 20% decrease in production capacity.
3188635069J1C016067PENGGUNAAN KANDOU “IMPRESI”
DALAM ANIME BOKU WA TOMODACHI GA SUKUNAI SEASON 1
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang penggunaan kandoushi yang didalamnya memiliki beberapa jenis khususnya jenis kandou. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan kajian semantik. Penelitian ini berupa tuturan-tuturan kandoushi yang menyatakan kandou. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik simak catat. Sumber data dalam penelitian ini adalah anime Boku wa Tomodachi ga Sukunai season 1. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tuturan yang mengandung kata kandoushi serta menyatakan kandou (impresi) dalam anime. Hasil penelitian ini ditemukan 30 (tiga puluh) bentuk kandoushi yang menyatakan kandou pada anime Boku wa Tomodachi ga Sukunai season 1 yaitu terdiri atas 5 (lima) tuturan e, 16 (enam belas) tuturan nani, 6 (enam) tuturan aa, 2 (dua) tuturan ee, 1 (satu) tuturan are. Kandoushi merupakan kata yang mengungkapkan secara langsung maksud dari jawaban, panggilan, ajakkan, peringatan, semua yang berhubungan dengan kesenangan, kebingungan, kekagetan dan sebagainya memperjelas jawaban. Kemudian tuturan-tuturan kandoushi khususnya jenis kandou yaitu terdapat rasa kagum, rasa terkejut, rasa bingung atau heran dan rasa kesal atau marah. Pada penelitian ini bentuk kandoushi yang menyatakan kandou yang paling banyak muncul dalam anime Boku wa Tomodachi ga Sukunai season 1 adalah bentuk tuturan nani. The purpose of this study is to describe the use of kandoushi in which it has several types, especially the type of kandou. The theory used in this research is to use semantic studies. This research is in the form of kandoushi utterances that express kandou. This study used descriptive qualitative method. Data collection in this study used the note-taking technique. The source of data in this study is the anime Boku wa Tomodachi ga Sukunai season 1. The data used in this study is speech that contains the word kandoushi and states kandou (inpression) in anime. The results of this study found 30 (thirty) forms of kandoushi which state kandou in the anime Boku wa Tomodachi ga Sukunai season 1 which consists of 5 (five) e utterances, 16 (sixteen) nani utterances, 6 (six) aa utterances, 2 ( two) ee speech, 1 (one) are speech. Kandoushi is a word that expresses directly the meaning of answers, calls, invitations, warnings, everything related to pleasure, confusion, surprise and so on to clarify answers. Then the kandoushi utterances, especially the kandou type, are amazed, surprised, confused or surprised and annoyed or angry. In this study, the form of kandoushi which states that kandou appears the most in the anime Boku wa Tomodachi ga Sukunai season 1 is the form of nani speech.
3188735070F1F017013Analisis Kepentingan Indonesia dalam Kerja Sama Lingkungan Indonesia-Denmark
Melalui Environmental Support Programme Phase 3 (ESP3)
Penelitian yang berjudul “Analisis Kepentingan Indonesia dalam Kerja Sama Lingkungan Indonesia-Denmark Melalui Environmental Support Programme Phase 3 (ESP3)” menjelaskan mengenai kepentingan yang dicapai Indonesia melalui kerja sama lingkungan melalui program Environmental Support Programme Phase 3 (ESP3) oleh Denmark. Dalam penelitian ini penulis menggunakan konsep kepentingan nasional yang berfokus kepada klasifikasi kepentingan nasional menurut K.J. Holsti. Berdasarkan 3 klasifikasi yang dikemukakan oleh Holsti dan data-data yang diperoleh, ditemukan bahwa terdapat 3 kepentingan utama Indonesia dalam kerja sama lingkungan melalui ESP3, yang pertama yaitu kepentingan lingkungan sebagai core value, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya proyek-proyek perbaikan lingkungan dan energi. Kedua, yaitu kepentingan ekonomi sebagai middle-range objectives, dimana dari kerja sama tersebut dapat tercapai pertumbuhan ekonomi karena dengan menggunakan tenaga alternatif, Indonesia dapat mengembalikan neraca perdagangan dengan mengurangi volume impor minyak dan gas. Kemudian yang terakhir yaitu kepentingan politik yang masuk kedalam long-range goals, melalui kerja sama ini Indonesia dapat menumbuhkan kesan yang baik karena usahanya untuk meningkatkan penggunaan energi alternatif dan mengurangi kerusakan lingkungan.The study entitled "Analysis of Indonesia's Interests in Indonesia-Denmark Environmental Cooperation Through Environmental Support Program Phase 3 (ESP3)" explains the interests achieved by Indonesia through environmental cooperation through the Environmental Support Program Phase 3 (ESP3) by Denmark. In this study, the author uses the concept of national interest which focuses on the classification of national interests according to K.J. Holsti. Based on the 3 classifications proposed by Holsti and the data obtained, it is found that there are 3 main interests of Indonesia in environmental cooperation through ESP3, the first is the interest of the environment as a core value, this is evidenced by the many projects to improve the environment and energy. Second, economic interests as middle-range objectives, where from this cooperation economic growth can be achieved because by using alternative energy, Indonesia can restore the trade balance by reducing the volume of oil and gas imports. Then the last one is political interests that are included in long-range goals, through this cooperation Indonesia can create a good impression because of its efforts to increase the use of alternative energy and reduce environmental damage.
3188835071E1A017109Peran Organisasi Penerbangan Sipil Internasional Dalam Sengketa Blokade Wilayah Udara (Studi Tentang Kasus Blokade Wilayah Udara Qatar oleh Mesir dan Negara-Negara Teluk pada 2017)Hukum internasional mengenal penyelesaian sengketa dengan dua cara, yaitu penyelesaian secara damai dan kekerasan. Hukum internasional juga telah menetapkan kewajiban minimum kepada anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyelesaikan sengketa internasionalnya secara damai dalam Pasal 33 Piagam PBB. Sengketa blokade wilayah udara terjadi antara Qatar dengan Mesir dan Negara-negara Teluk yaitu Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab pada 2017. Blokade udara diterapkan oleh Mesir dan Negara-negara Teluk dengan melarang penerbangan maskapai Qatar ke wilayah Mesir dan Negara-negara Teluk tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan blokade menurut hukum internasional dan peran Organisasi Penerbangan Sipil Internasional dalam penyelesaian sengketa blokade wilayah udara antara Qatar dengan Mesir dan Negara-Negara Teluk. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis dengan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data yakni berdasarkan studi kepustakaan yang disajikan dalam bentuk uraian deskriptif dengan metode analisis normatif kualitatif.
Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa awalnya blokade merupakan operasi militer Angkatan Laut yang diatur dalam beberapa ketentuan seperti Deklarasi Paris 1856 tentang Penghormatan Hukum Maritim dan Deklarasi London 1909 tentang Hukum Perang Laut. Blokade wilayah udara saat ini diatur dalam Pasal 41 dan 42 Piagam PBB 1945 yang memberikan persetujuan suatu tindakan sanksi oleh Dewan Keamanan kepada negara yang melanggar Piagam PBB. Peran OPSI dalam menyelesaikan sengketa blokade wilayah udara antara Qatar dengan Mesir dan Negara-Negara Teluk, yaitu dengan mengeluarkan keputusan yang meminta Mesir dan Negara-negara Teluk untuk membuka kembali blokade wilayah udara yang mereka lakukan terhadap Qatar. Keputusan tersebut diperkuat dengan Putusan Mahkamah Internasional No. 173 tertanggal 14 Juli 2020. Pada akhirnya sengketa mengenai blokade udara tersebut diselesaikan dengan cara damai sesuai dengan Pasal 33 Piagam PBB.
International law resolves disputes in two ways, namely peaceful and violent settlements. International law also has set minimum obligations for members of the United Nations (UN) to settle international disputes peacefully in Article 33 of the United Nations Charter. The airspace blockade dispute occurred between Qatar with Egypt and the Gulf States those are Kingdom of Saudi Arabia, Bahrain, and Uni Arab Emirates in 2017. The airspace blockade was implemented by Egypt and the Gulf States by banning Qatari airlines from flying to the territory of Egypt and the Gulf States.
This research aims to analyze the blockade regulation according to international law and the role of International Civil Aviation Organization (ICAO) in resolving the airspace blockade dispute between Qatar and the Gulf States. This research is juridical research with a statutory and case approach. The data that is used in this research is secondary data. The data collection method is based on a literature study which is presented in the form of a descriptive description with a qualitative normative analysis method.
The results and discussion of this research shows that the blockade was originally a Naval military operation that set out in several provisions such as the 1856 Paris Declaration on Respect for Maritime Law and the 1909 London Declaration on the Law of Naval Warfare. The current airspace blockade is set out in Articles 41 and 42 of the 1945 UN Charter which gives approval of a sanctioned action by the Security Council to a country in violation of the 1945 UN Charter. The role of ICAO in resolving the airspace blockade dispute between Qatar and the Gulf States, namely by issuing a decision asking Egypt and the Gulf countries to reopen the airspace blockade that they carried out towards Qatar. The decision was strengthened by the International Court of Justice Decision No. 173 dated 14 July 2020. In the end, the dispute regarding the air blockade was carried out peacefully as it stated in Article 33 of UN Charter.
3188935072A1A015065MOTIVASI PETANI UNTUK BERGABUNG DALAM KELOMPOK TANI MAJU MAKMUR DI DESA ALASMALANG KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS
Kelompok Tani Maju Makmur merupakan kelompok tani bibit durian yang berada di Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, Kebupaten Banyumas. Kelompok tani ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan anggotanya sehingga petani termotivasi unuk bergabung dalam Kelompok Tani Maju Makmur. Tujuan peneltian yaitu (1) mengetahui tingkat motivasi petani untuk bergabung dalam Kelompok Tani Maju Makmur, dan (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi petani untuk bergabung dalam Kelompok Tani Maju Makmur.
Metode penelitian menggunakan metode survey dan dilaksanakan pada tanggal 13 September – 20 Oktober 2020. Obyek penelitian adalah petani yang bergabung dalam Kelompok Tani Maju Makmur. Pengambilan sampel menggunakan metode sensus dan diperoleh jumlah sebanyak 30 orang. Hasil pengumpulan data ditabulasi dan dianalisis menggunakan metode deskriptif, Likert's Summated Ratings (LSR), Methods Successive Interval (MSI), dan analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan motivasi petani untuk bergabung dalam Kelompok Tani Maju Makmur di Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas berada pada skala rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani untuk bergabung dalam Kelompok Tani Maju Makmur yaitu Pendapatan, Kompensasi, Hubungan Sosial, dan Aktualisasi Diri, sedangkan Penghargaan tidak berpengaruh terhadap motivasi petani.
Maju Makmur farmer group is a durian seed farmer group located in Alasmalang Village, Kemranjen Subdistrict, Banyumas Regency. This farmer group was established to meet the needs of its members so that farmers are motivated to join Maju Makmur farmer group. The research objectives are (1) to determine the level of motivation of farmers to join Maju Makmur farmer groups, and (2) to determine the factors that influence farmers to join Maju Makmur farmer groups.
The research method uses a survey method and was carried out on September 13 – October 20, 2020. The object of research is farmers who join Maju Makmur farmer group. Sampling using the census method and obtained a total of 30 people. The results of data collection were tabulated and analyzed using descriptive methods, Likert's Summated Ratings (LSR), Methods Successive Interval (MSI), and multiple linear regression analysis.
The results showed the motivation of farmers to join Maju Makmur farmer group in Alasmalang Village, Kemranjen Subdistrict, Banyumas Regency is on a low scale. The factors that influence the motivation of farmers to join Maju Makmur farmer groups are Income, Compensation, Social Relations, and Self Actualization, while the Award does not affect the motivation of farmers.
3189035073G1A018062Perbedaan Pengaruh antara High Intensity Interval Training (HIIT) dan
Moderate Intensity Continuous Training (MICT) terhadap Waist-Hip Ratio (WHR)
Wanita Obesitas
Pendahuluan: Model latihan fisik yang sering dilakukan masyarakat untuk
mengatasi obesitas adalah High Intensity Interval Training (HIIT) dan Moderate
Intensity Continuous Training (MICT). Namun, HIIT dianggap lebih efisien dari
segi waktu dalam mengatasi obesitas. Obesitas dapat ditentukan dengan Waist
Hip Ratio (WHR) karena dinilai oleh WHO lebih kuat dalam mendeskripsikan
distribusi lemak tubuh dibandingkan degan hanya dengan pengukuran IMT atau
persen lemak saja. Tujuan: mengetahui perbedaan pengaruh HIIT dan MICT
dalam menurunkan WHR pada wanita dengan obesitas di Purwokerto. Metode:
Penelitian menggunakan metode observasional dengan analisis data sekunder.
Subyek dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok HIIT dan MICT. Masingmasing kelompok terdiri dari 16 subyek. Pengumpulan subyek dilakukan dengan
metode purposive sampling. Setiap subyek melakukan intervensi selama 8
minggu dengan 3 sesi setiap minggu. WHR diukur sebelum dan setelah
intervensi. Hasil: Hasil menunjukkan ada penurunan WHR pada kedua model
intervensi. HIIT dapat menurunkan WHR sebesar 0,03±0,02 dan MICT dapat
menurunkan WHR sebesar 0,02±0,02. Hasil uji t-berpasangan menunjukkan
adanya penurunan yang signifikan (p=0,000) pada kedua kelompok. Uji t-tidak
berpasangan terhadap perubahan rerata WHR antara kedua kelompok
menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p=0,038). Kesimpulan: HIIT
memiliki pengaruh yang lebih besar daripada CT dalam menurunkan WHR
wanita obesitas pada 8 minggu intervensi.
Introduction: High Intensity Interval Training (HIIT) and Moderate Intensity
Continuous Training (MICT) are the most common model of physical exercise
to treat obesity. HIIT is more efficient in time aspect for dealing with obesity.
Obesity can be determined by Waist Hip Ratio (WHR). According to WHO,
WHR is stronger parameter in describing the distribution of body fat compared
to Body Mass Index (BMI) or prcent fat alone. Objective: To understand the
difference of effectiveness of HIIT and MICT in reducing WHR in obese
women in Purwokerto. Methods: This study used an observational study design
with secondary data analysis. The 32 subjects were divided into two groups of
intervention (HIIT and MICT), collected by purposive sampling method. Each
subject did the intervention for 8 weeks with 3 session each week. WHR was
measured before intervention and after intervention. Results: There was
significant decrease in WHR for both HIIT and MICT intervention. After 8
weeks intervention, HIIT could reduce WHR by 0,03±0,02 and CT could reduce
BMI by 0,02±0,02. Paired t-test results showed significant decrease (p=0.000) in
both groups. Independent t-test on changes the average of WHR between groups
showed a significant difference (p=0,038). Conclusion: HIIT has more
influence than MICT in reducing WHR in obese woman at 8 weeks intervention.
3189135023A1C014020ANALISIS PROFITABILITAS USAHA KECAP SAMIROSO KUTOWINANGUN KEBUMENAgroindustri pengolahan hasil pertanian yang berkembang di Indonesia salah satunya yaitu agroindustri kecap. Kecap merupakan cairan cokelat gelap yang memiliki aroma khas dan rasa asin yang biasa ditambahkan sebagai penyedap masakan. Manajemen biaya dan modal yang baik dalam suatu usaha sangat diperlukan mendapat efisiensi penggunaan modal dalam menghasilkan keuntungan. Nilai profitabilitas dalam suatu usaha menunjukkan perbandingan pendapatan dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba pada berbagai tingkat operasi sehingga rasio ini akan mencerminkan efektifitas keberhasilan manajemen secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui biaya produksi dan penjualan Kecap Samiroso dalam satu bulan, 2) mengetahui tingkat pendapatan yang diperoleh Kecap Samiroso dalam satu bulan, dan 3) mengetahui tingkat profitabilitas usaha Kecap Samiroso. Penelitian dilaksanakan di Pabrik Kecap Samiroso Desa Kutowinangun, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen pada 8 September sampai 8 Oktober 2021. Objek penelitian ini adalah pabrik Kecap Manis Samiroso dan profiitabilitas industri kecap manis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penarikan responden pada penelitian ini secara sengaja (purposive) pada pengusaha Agroindustri Kecap Samiroso (Burung Garuda) yang dianggap paling lama di Kabupaten Kebumen. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara dengan pemilik ataupun karyawan Agroindustri Kecap Samiroso (Burung Garuda). Data sekunder diperoleh dari dokumen catatan yang dimiliki oleh perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi Kecap Samiroso dalam satu bulan produksi adalah Rp.96.969.540,59 sedangkan penjualan sebesar Rp.138.915.000,00. Pendapatan yang diperoleh Kecap Samiroso dalam satu bulan produksi adalah Rp.37.750.913,47. Tingkat profitabilitas usaha Kecap Samiroso berdasarkan nilai Net Profit Margin, Gross Profit Margin, ROI, ROA, dan ROE yaitu sebesar 27,1%; 30,2%; 0,43; 39% dan 0,39.One of the agroindustries for processing agricultural products in Indonesia is soy sauce agroindustry. Soy sauce is a dark brown liquid that has a distinctive smell and salty taste which is usually added as a flavoring dish. Good cost and capital management in a business is very necessary to get efficient use of capital in generating profits. The value of profilabilitas in an effort indicated revenues and corporate performance in profitability at various operating levels, which would reflect the effevtiveness of overall management. This study aims to 1) determine the production costs and revenues of Samiroso Soy Sauce in one month, 2) determine the level of income earned by Samiroso Soy Sauce in one month, and 3) determine the level of profitability of the Samiroso Soy Sauce business. The research was carried out at the Samiroso Soy Sauce Industry in Kutowinangun, Kutowinangun, Kebumen Regency from September 8 to October 8, 2021. The object of this research is the Samiroso Sweet Soy Sauce Industry and the profitability of the sweet soy sauce industry using a quantitative descriptive method. Withdrawal of respondents in this study purposively on the Soy Sauce Agroindustry Samiroso (Burung Garuda) which is considered the longest in Kebumen Regency. The data used in this study consisted of primary data and secondary data. Primary data was obtained by conducting interviews with owners or employees of the Samiroso (Burung Garuda) Soy Sauce Agroindustry. Secondary data is obtained from document records owned by the company. The results showed that the production cost of Samiroso soy sauce in one month of production was 96.969.540.59 IDR while the revenue was 138,915,000.00 IDR. The income obtained by Soy Sauce in one month of production is Rp.37.750.913,47 IDR. The level of profitability of the Samiroso Soy Sauce based on the value of Net Profit Margin, Gross Profit Margin, ROI, ROA, and ROE is 27,1%; 30.2%; 0.43; 39% and 0.39.
3189235079E1A017066Tinjauan Yuridis terhadap Pembuktian dan Pertimbangan Hakim dalam Menjatuhkan Pidana Penyalahgunaan Narkotika ( Studi Putusan Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2019/PN Bek)Penelitian ini di latarbelakangi oleh permasalahan Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika dengan cara membeli Narkotika kepada DPO dengan tujuan untuk pemakaian sendiri, hal ini seperti kasus dalam Putusan Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2019/PN Bek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hakim dalam Putusan Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2019/PN Bek, sudah tepat dan adil atau belum. Hakim memutuskan dengan menggunakan Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Metode penelitian ini menggunakan metode normative, yang dikaju dalam penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat preskriptif. Sumber hukum yang digunakan data primer, data sekunder dan tersier. Metode pengumpulan dan pengolahan bahan hukum adalah studi dokumen (studi kepustakaan) dan metode analisis bahan hukum yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis normative kualitatif. Berdasarkan hasil dari Putusan Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2019/PN Bek hakim telah menganalisa penerapan sanksi yang sesuai dengan perbuatan yang dilakukan dan hakim telah memperhatikan unsur keadilan. Hakim memutus dengan Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Narkotika yang ada pada Putusan Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2019/PN Bek ini adalah berupa Shabu, yang mana dapat dijadikan sebagai alat bukti dalam putusan tersebut. Pada putusan ini hakim telah memutus dengan seadil-adilnya dan memberikan sanksi pidana penjara terhadap terdakwa.This background of this study is the problem of the drug abuse crime by buying drug from wanted lists for their own purposes. The case is like from Verdict Number 2/Pid.Sus-Anak/2019/PN Bek. This study aims to assess the judge’s consideration deciding a case in Verdict Number 2/Pid.Sus-Anak/2019/PN Bek. The judge decided a case by using the Law of the Republic of Indonesia Number 35 of 2009 concerning Narcotics. The method of this research used a normative method, which is studied a prescriptive research. This research used primary data, secondary data, and tertiary data in sources of law. The data collection and legal materials processing used literature study. The data analyzed using qualitative normative analysis method. Based on the results of Verdict Number 2/Pid.Sus-Anak/2019/PN Bek., the judge has analyzed the sanctions imposed for the drug abuse and the judge had paid attention to the justice element. The judge decided with Article 127 paragraph (1) letter a of the Law of the Republic of Indonesia Number 35 of 2009 about Narcotics. The narcotics are mention in Verdict Number 2/Pid.Sus-Anak/2019/PN Bek. are methamphetamine, which can be used as evidence in this decision. In this decision, the judge had decided fairly and given the prison sentence for the defendant.
3189335075F1C016043Strategi Komunikasi Eksternal Public Relation PT Dairi Prima Mineral dalam Membangun Citra Positif pada Masyarakat Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Provinsi Sumatra UtaraPenelitian ini membahas tentang kegiatan Eksternal Public Relationa PT Dairi Prima Mineral dalam mengimplementasikan strategi komunikasi untuk membangun citra positif perusahaan pada masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisa strategi Eksternal Public Relation PT Dairi Prima Mineral dalam membangun citra positif perusahaan pada masyarakat, serta tanggapan dari masyarakat lingkar tambang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan humanistik. Metode pengumpulan data dengan data primer berupa wawancara mendalam dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahawa strategi komunikasi Eksternal Public Relation PT DPM dalam membangun citra positif pada masyarakat dilakukan dengan menciptakan dan memelihara hubungan baik dengan seluruh pihak yang berkepentingan di Kabupaten Dairi yaitu pemerintah, tokoh masyarakat serta organisasi masyarakat, media, dan masyarakat di sekitar operasional perusahaan. Eksternal relation bertugas untuk memelihara hubungan dengan publiknya untuk menunjukkan komitmen dan keseriusan PT DPM dalam mendukung pembangunan Kabupaten Dairi. Hal ini dilakukan melalui program-program kerjasama, pembangunan, dan pemberian bantuan kepada pemerintah dan masyarakat melalui program CSR PPM.
This study discusses the activities of PT Dairi Prima Mineral's External Public Relations in implementing a communication strategy to build a positive image of the company in the community. The purpose of this study is to analyze the External Public Relations strategy of PT Dairi Prima Mineral in building a positive image of the company in the community, as well as responses from the community around the mine. This study uses a qualitative method with a humanistic approach. Data collection methods with primary data in the form of in-depth interviews and documentation.
The results showed that PT DPM's External Public Relations communication strategy in building a positive image in the community was carried out by creating and maintaining good relations with all interested parties in Dairi Regency, namely the government, community leaders and community organizations, media, and communities around the company's operations. External relations is tasked with maintaining relations with the public to show PT DPM's commitment and seriousness in supporting the development of Dairi Regency. This is done through cooperation, development programs, and providing assistance to the government and the community through the PPM CSR program.
3189435076A1L014063RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG MANIS DAN PERKEMBANGAN MIKORIZA PADA BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA TANAM Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan tanaman jagung dan perkembangan mikoriza. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Oktober 2018 di screen house Desa Purwosari, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acar Kelompok Non Faktorial dengan 6 komposisi media dengan 4 ulangan. Perlakuan yang dicoba adalah komposisi media tanam pasir-zeolit terdiri dari 0% pasir-100% zeolite, 20% pasir-80% zeolite, 40% pasir-60% zeolite, 60% pasir-40% zeolite, 80% pasir-20% zeolite dan 100% pasir-0% zeolite. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam yang didomiansi zeolite menghasilkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering dan bobot akar kering terbaik. Media tanam 60% pasir-40% zeolite menghasilkan jumlah spora dan infeksi mikoriza tertinggi.Research aim to examine the effect of differences in the composition of the growing media on maize growth and mycorrhizal development. The research was conducted from July to October 2018 at the screen house in Purwosari Village, Baturaden District, Banyumas Regency and the Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. The experimental design used was the Non-Factorial Group Pickled Design with 6 media compositions with 4 replications. The treatment that was tried was the composition of the sand-zeolite growing media consisting of 0% sand-100% zeolite, 20% sand-80% zeolite, 40% sand-60% zeolite, 60% sand-40% zeolite, 80% sand-20% zeolite and 100% sand-0% zeolite. The results showed that the composition of the growing media which was dominated by zeolite resulted in the best growth in plant height, number of leaves, fresh crown weight, dry crown weight and root dry weight. The growing media of 60% sand-40% zeolite produced the highest number of spores and mycorrhizal infections.
3189535077A1D015193RESPONS PERTUMBUHAN DAN HASIL DELAPAN GENOTIPE TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA TINGKAT KAPASITAS LAPANG BERBEDABawang merah merupakan tanaman hortikultura yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat dalam bentuk bumbu masakan atau bahan baku industri. Kebutuhan akan bawang merah yang terus naik perlu diimbangi dengan tingkat produksi yang stabil. Kendala berupa kekeringan lahan menjadi salah satu penghambat bagi pemenuhan kebutuhan bawang merah di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui respons variabel pertumbuhan dan hasil tanaman beberapa varietas bawang merah pada tingkat kapasitas lapang berbeda, 2) mengetahui korelasi antara variabel pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tingkat kapasitas lapang yang berbeda, 3) mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung antara variabel pertumbuhan terhadap hasil tanaman bawang merah. Metode penelitian berupa percobaan eksperimental dalam polibag di rumah penelitian Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama, dua tingkat kapasitas lapang yang terdiri dari kapasitas lapang 100% dan 50%. Faktor kedua, terdiri dari delapan jenis genotipe bawang merah, yaitu Ambassador, Lokananta, Bima Brebes, Mentes, Sanren, Tiron, Trisula dan Tuktuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas lapang berpengaruh terhadap variabel jumlah daun, bobot segar tanaman, jumlah umbi, luas daun, diameter umbi dan umur panen. Delapan genotipe yang diuji berbeda nyata pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, jumlah umbi, luas daun dan diameter umbi. interkasi antara kapasitas lapang dan genotipe berpengaruh pada variabel bobot segar tanaman dan umur panen. Kapasitas lapang 50% menurunkan nilai variabel pertumbuhan dan hasil pada tanaman bawang merah. Pada kapasitas lapang 100% dan 50%, Tuktuk memiliki tingkat pertumbuhan terbaik pada variabel tinggi tanaman dan diameter umbi, Sanren pada jumlah umbi sedangkan Trisula pada jumlah daun, luas daun, serta bobot segar umbi. Pada kapasitas lapang 100%, variabel yang berkaitan erat terhadap hasil ialah jumlah daun dan umur panen, sedangkan pada kapasitas lapang 50% hanya variabel umur panen. Nilai koefisien sidik lintas tertinggi pada kapasitas lapang 100% ialah jumlah daun, sedangkan pada kapasitas lapang 50% ialah umur panen. Shallots are horticultural crops that are needed by the community in the form of cooking spices or industrial raw materials. The need for shallots that continues to rise needs to be balanced with a stable level of production. Constraints in the form of land drought are one of the obstacles to meeting the needs of shallots in the community. This study aims to: 1) determine the response of the growth and yield variables of several shallot varieties at different field capacity levels, 2) determine the correlation between the growth and yield variables of shallots at different field capacity levels, 3) determine the direct and indirect effects directly between the growth variables on the yield of shallots. The research method was an experimental experiment in polybags at the research house of the Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University using a randomized block design (RAK) with two factors. The first factor, two levels of field capacity consisting of 100% and 50% field capacity. The second factor consisted of eight types of shallot genotypes, namely Ambassador, Lokananta, Bima Brebes, Mentes, Sanren, Tiron, Trisula and Tuktuk. The results showed that field capacity had an effect on the variables of leaf number, plant fresh weight, number of tubers, leaf area, tuber diameter and harvest age. The eight genotypes tested were significantly different on the variables of plant height, number of leaves, plant fresh weight, number of tubers, leaf area and tuber diameter. The interaction between field capacity and genotype affects the variables of plant fresh weight and harvest age. Field capacity of 50% reduced the value of growth and yield variables on shallot plants. At 100% and 50% field capacity, Tuktuk had the best growth rate on plant height and tuber diameter variables, Sanren on number of tubers while Trisula on number of leaves, leaf area, and tuber fresh weight. At 100% field capacity, the variables that are closely related to yield are the number of leaves and harvest age, while at 50% field capacity only the harvest age variable. The highest cross-print coefficient at 100% field capacity is the number of leaves, while at 50% field capacity is the age of harvest.
3189635074E1A017054DISSENTING OPINION HAKIM DALAM PERKARA TINDAK PIDANA PENADAHAN
(Studi Putusan No.80/Pid.B/2020/Pn.Pyh)
Tindak pidana penadahan diatur dalam Pasal 480 KUHP, dimana salah satu unsur penadahan adalah unsur kesengajaan, yang berarti bahwa si pelaku penadahan dapat dianggap patut harus dapat menyangka asalnya barang dari kejahatan. Pada proses musyawarah hakim pada putusan Pengadilan Negeri Payakumbuh Nomor 80/Pid.B/2020/Pn.Pyh terjadi dissenting opinion. Hakim mayoritas menyatakan terdakwa diputus bersalah melakukan tindak pidana penadahan, sedangkan Hakim Anggota II sebagai hakim minoritas menyatakan dalam perkara ini tidak terdapat alat bukti yang cukup untuk mengatakan terdakwa telah terbukti bersalah berdasarkan ketentuan Pasal 183 KUHAP. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pembuktian tindak pidana pendahan dalam putusan No.80/Pid.B/2020/Pn.Pyh dan bagaimana dissenting opinion hakim dalam putusan No.80/Pid.B/2020/Pn.Pyh. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif.sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan berupa bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif kualitatif. Hasil penelitian pembuktian tindak pidana penadahan dalam putusan No.80/Pid.B/2020/Pn.Pyh Hakim mayoritas berdasarkan pembuktian yang diajukan oleh Jaksa penuntut umum berupa 2 alat bukti yaitu keterangan saksi, keterangan terdakwa dan barang bukti, hakim memperoleh keyakinan bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penadahan dan menjatuhkan pidana 6 bulan penjara tidak seperti dalam tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut 1 tahun. Dissenting opinion yang diajukan oleh Hakim anggota II sebagai hakim minoritas yang menyatakan dalam perkara ini tidak terdapat alat bukti yang cukup berdasarkan Pasal 183 KUHAP untuk menyatakan terdakwa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana. Alat bukti yang relevan dengan pembuktian kesalahan dan perbuatan terdakwa hanyalah keterangan dari Terdakwa sendiri, dimana terdakwa tidak pernah menerangkan dirinya mengetahui atau patut menduga HP yang dibelinya berasal dari kejahatan dan terdakwa harus diputus lepas.Criminal offense of fencing is as regulated in Article 480 of the KUHP, where one of the elements of detention is intentional, which means that the perpetrator of the confiscation can be considered appropriate and must be able to suspect the origin of the goods from the crime. In the process of deliberation of judges on the decision of the Payakumbuh District Court Number 80/Pid.B/2020/Pn.Pyh there was a dissenting opinion. The majority judge stated that the defendant was found guilty of the crime of detention, while the Member Judge II as a minority judge stated that in this case there was not sufficient evidence to say that the defendant had been proven guilty under the provisions of Article 183 of the Criminal Procedure Code. The formulation of the problem in this study is how to prove a criminal offense in the decision No.80/Pid.B/2020/Pn.Pyh and how to dissenting the judge's opinion in the decision No.80/Pid.B/2020/Pn.Pyh. The problem approach used in this research is the normative juridical method. The source of the data used is secondary data obtained from library research in the form of primary, secondary and tertiary legal materials. The data analysis used in this research is normative qualitative. The results of the research on proof of criminal acts of detention in decision No.80/Pid.B/2020/Pn.Pyh The majority of judges are based on the evidence submitted by the public prosecutor in the form of evidence of witness testimony, testimony of the defendant and evidence, the judge obtained the conviction that the defendant was found guilty commits a criminal act of detention and imposes a sentence of 6 months in prison unlike in the demands of the public prosecutor who demands 1 year. The dissenting opinion submitted by Judge member II as a minority judge stated that the Defendant had insufficient evidence to be found guilty under Article 183 KUHAP and the defendant must be released.
3189735130A1L014062KERAGAMAN PLASMA NUTFAH NANAS (Ananas comosus (L.) Merr)
BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI DI KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui keragaman plasma nutfah tanaman nanas (Ananas comosus (L.) Merr) berdasarkan karakter morfologi di Kabupaten Banyumas. 2) Mengetahui hubungan kekerabatan plasma nutfah tanaman nanas berdasarkan karakter morfologi di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2021 dengan menggunakan metode survey bedasarkan buku panduan deskriptor nanas UPOV (Internationan Union For the Protection of New Varieties Of Plants) dengan teknik pengambilan wilayah sacara purposive sampling dan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tanaman nanas yang diamati memiliki keragaman pada karakter kualitatif dan kuantitatif. Keragaman pada karakter kualitatif antara lain: tipe tumbuh tanaman, warna hijau bagian atas daun, pewarnaan antosianin, alur daun, duri daun, kerapatan duri, posisi duri pada tepi daun, warna duri, ukuran duri, jumlah mahkota, perilaku mahkota, ukuran mahkota, bentuk mahkota, bentuk buah, warna utama buah, ukuran mata buah, bentuk mata buah, dan warna daging buah. Keragaman karakter kuantitatif antara lain: jumlah daun, panjang daun, lebar daun, panjang buah, diameter buah, bobot buah, dan kadar kemanisan daging buah. 2) aksesi nanas yang diuji dapat dikelompokkan menjadi empat klaster. Klaster pertama yaitu K1, K4, dan K6. Klaster kedua yaitu K3. Klaster Ketiga yaitu K2 dan klaster ke empat yaitu K5.This reseach aim to: 1) determind the diversity of pineapple germplasm based on morphological characteristics in Banyumas Regency. 2) determind the relationship of pineapple germplasm based on morphological characteristics in Banyumas Regency. This survey was conducted in November 2021 using survey metod based on UPOV (Internationan Union For the Protection of New Varieties Of Plants) Pineapple Commentary Guide, using rational sampling and accidental sampling techniques. The results of this reseach reaveal that: 1) pineapple plants in Banyumas regency have diversity with qualitative characters and quantitative characters. The qualitative characters consist of plant growth habit, green color of upper side, anthocyanin coloration, leaf piping, leaf spines, density of spines, position of spines on margin, color of spines, size of spines, crown number, crown attitude, crown size, crown shape, fuitshape, fruit predominant color, fruit size of eye fruit eye profile, and fruit color of flesh. The quantitative character consist the number of leaves, leaf length, leaf width, fruit length, fruit diameter, fruit size, and flesh sweetness. 2) pineapple analisys be clustered into four clusters. The first cluster consist of K1, K4, and K6. The second cluster consist of K3. The third cluster consist of K2. The fourth cluster consist of K5.
3189835461E1A018012Pertimbangan Hukum Hakim Dalam Menerapkan Asas Ultra Petita Pada Tindak Pidana Korupsi Juliari Batubara
(Studi Kasus Putusan Nomor 29/Pid.Sus-TPK/2021/PN Jkt.Pst)
Mantan Menteri Sosial RI Periode Tahun 2019 sampai 2024 dijatuhi vonis oleh Majelis Hakim dengan pidana penjara selama 12 tahun dan denda sebesar Rp. 500 juta serta pidana tambahan berupa uang pengganti sejumlah Rp. 14.597.450.000,00 dan pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama empat tahun setelah selesai menjalani pidana pokok. Dalam putusan pengadilan tersebut, Majelis Hakim telah menerapkan asas ultra petita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kesesuaian antara asas ultra petita yang diterapkan oleh hakim dengan asas kebebasan hakim serta untuk mengetahui bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam menerapkan asas ultra petita dalam putusan Nomor 29/Pid.Sus-TPK/2021/PN Jkt. Pst. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, metode pendekatan ini digunakan untuk mengkaji asas-asas dan norma hukum dalam peraturan perundang-undangan, yurisprudensi dan hukum kebiasaan yang berlaku di masyarakat. Spesifikasi penelitian ini adalah preskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk memberikan pandangan atau penilaian mengenai hukum yang diterapkan terhadap peristiwa hukum dari hasil penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan berdasar pada data sekunder dan disajikan dalam bentuk uraian teks naratif dengan metode analisis normatif kualitatif.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Majelis Hakim dalam menerapkan asas ultra petita dalam putusan ini tidak tepat apabila berdasarkan dengan asas kebebasan hakim. Hakim dalam perkara ini telah melewati batasan dari asas kebebasan hakim yaitu peraturan atau perundang-undangan yang berlaku, yaitu asas ultra petita dilarang dalam HIR dan R.Bg namun Hakim tetap menerapkan asas tersebut dalam Putusan Nomor 29/Pid.Sus-TPK/2021/PN Jkt. Pst. Karena meskipun hakim bebas dalam menjatuhkan putusan atas perkara yang dihadapkan kepadanya, namun kebebasan hakim tidaklah mutlak sehingga hakim harus tetap tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.The former Minister of Social Affairs of the Republic of Indonesia for the period 2019 to 2024 was sentenced by the Panel of Judges to a prison term of 12 years and a fine of Rp. 500 million as well as additional punishment in the form of replacement money in the amount of Rp. 14,597,450,000.00 and revocation of the right to be elected in public office for four years after serving the main sentence. In the court's decision, the Panel of Judges has applied the ultra petita. The purpose of this study was to determine and analyze the suitability of the ultra petita applied by judges with the judge's freedom principle and to find out how the judge's legal considerations in applying the ultra petita in the decision Number 29/Pid.Sus-TPK/2021/PN Jkt. Pst. This research uses a normative juridical approach, this approach method is used to examine legal principles and norms in legislation, jurisprudence and customary law that applies in society. The specification of this research is prescriptive, namely research that aims to provide views or judgments about the law that is applied to legal events from the results of the research. The data collection method was carried out based on secondary data and presented in the form of a narrative text description using a qualitative normative analysis method. The results of this study indicate that the Panel of Judges in applying the ultra petita in this decision is not appropriate if it is based on the principle of judge freedom. The judge in this case has crossed the limits of the principle of judge freedom, namely the applicable regulations or legislation, namely the ultra petita prohibited in HIR and R.Bg but the Judge continues to apply the principle in Decision Number 29/Pid.Sus-TPK/2021/ PN Jkt. Pst. Because even though judges are free to make decisions on cases before them, the freedom of judges is not absolute, so judges must remain subject to the applicable laws and regulations.
3189935080A1D115046KAJIAN KANDUNGAN C-ORGANIK DAN SULFUR PADA LAHAN SAWAH DI DAERAH ALIRAN SUNGAI SERAYU
KECAMATAN KEMANGKON, KABUPATEN PURBALINGGA
Kandungan C-organik dan sulfur dibutuhkan dalam jumlah yang cukup bagi tanaman padi sehingga diperlukan kajian kandungan C-organik dan sulfur pada lahan sawah di Daerah Aliran Sungai Serayu, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Tujuan penelitian adalah untuk: 1) mengetahui agihan C-organik dan sulfur tanah di DAS Serayu Kecamatan Kemangkon, 2) mengetahui korelasi antara C-organik dan sulfur terhadap hasil tanaman padi di lokasi penelitian, dan 3) menentukan jumlah kebutuhan pupuk organik dan sulfur untuk tanaman padi sawah di lokasi penelitian. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah Kecamatan kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian dilakukan dengan penetapan titik sampel diawali dengan pembuatan peta SLH (Satuan Lahan Homogen) yang dibuat dengan cara menggabungkan peta (overlay) dari Peta administrasi Kecamatan Kemangkon, peta jenis tanah, peta kelerengan, dan peta penggunaan lahan Kecamatan Kemangkon dengan skala 1:50.000. Penentuan titik sampel didasarkan pada SLH, dengan menggunakan metode transek. Pengambilan sampel tanah dilakukan metode purposive random sampling. Sampel tanah yang digunakan pada kedalaman 0-25 cm dan 25-50 cm. Variabel yang digunakan yaitu pH KCl, pH H2O, DHL, potensial redoks, C-organik dan S-tersedia dan hasil tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan C-organik tanah dilokasi penelitian berharkat rendah, sedangkan kandungan sulfur berharkat tinggi hingga sangat tinggi. C-organik dan sulfur dengan hasil tanaman memiliki korelasi rendah dan sangat rendah. yang bernilai positif. Penamabahan pupuk yang di perlukan dari harkat sangat rendah ke sedang untuk C-organik di lokasi penelitian menggunakan pupuk kandang ayam berkisar 0,826-,932 ton/ha, kandang sapi 0,892-1,006 ton/ha, dan pupuk petroganik berkisar 1,236-1,394 ton/ha. Penambahan pupuk untuk sulfur mengunakan pupuk ZA di lokasi penelitian berkisar antara 34,19-192,52 kg/haThe content of C-organic and sulfur is required in sufficient quantities for rice plants so it is necessary to study the content of C-organic and sulfur in paddy fields in the serayu watershed of Kemangkon District, Puralingga Regency. The purpose of this research is to : 1) determine the distribution of C-organic and soil sulfur in the Serayu Watershed, Kemangkon District, 2) determine the correlation between C-organic with plant yields and sulfur with plant yields at the research site, and 3) determine the amount of organic fertilizer and sulfur needed for lowland rice plants in the research location The research was carried out in the rice fields of Kemangkon District, Purbalingga Regency. The research method was carried out by determining the sample points starting with making a LU map (Land Unit) which was made by combining a map (overlay) from the Kemangkon District administrative map, soil type map, slope map, and Kemangkon District land use Map with a scale of 1:50,000. Determination of sample points is based on LU, using the transect method. Soil samples were taken using purposive random sampling method. Soil samples were used at a depth of 0-25 cm and 25-50 cm. The variables used were pH KCl, pH H2O, EC, redox potential, C-organic, S-available and rice yields. The results showed that the C-organic content of the soil at the study site was of very low value, while the sulfur content was of high to very high value. C-organic and S-avilable with crop yields have low and very low correlation. The addition of fertilizer required from very low to moderate levels for C-organic at the study site uses chicken manure ranging from 0,826-0,932 tons/ha, cow manure 0,892-1,006 tons/ha, and petroganic fertilizers ranged from 1,236 to 1,394 tons/ha. The addition of sulfur fertilizer using ZA fertilizer at the research location ranged from 34.19-192.52 kg/ha
3190035533L1C016030VARIASI KESETIMBANGAN INCOMING SHORTWAVE RADIATION DAN
OUTGOING LONGWAVE RADIATION SERTA PENGARUHNYA TERHADAP
SUHU PERMUKAAN LAUT DI PERAIRAN SELATAN JAWA
Interaksi laut-atmosfer mempunyai peran yang sangat penting karena dapat mempengaruhi dinamika dan kondisi baik di perairan laut maupun di lingkungan atmosfer. Analisis mengenai radiasi matahari dan hubungannya dengan perairan penting dilakukan karena interaksinya terjadi secara terus menerus dan saling mempengaruhi. Salah satu perairan Indonesia yang unik dan kompleks adalah perairan Selatan Jawa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui variabilitas Incoming Shortwave Radiation (ISR) dan Outgoing Shortwave Radiation (OLR), variabilitas Suhu Permukaan Laut (SPL), serta hubungan antara kesetimbangan ISR dan OLR terhadap SPL di perairan Selatan Jawa. Metode yang digunakan adalah metode observasi untuk mengetahui kesetimbangan ISR dan OLR dengan SPL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabilitas tertinggi dan terendah ISR pada tahun 2018 adalah 470.89 W/m2 dan 454.67 W/m2, OLR adalah 422.85 W/m2 dan 393.78 W/m2. Sedangkan tahun 2019 variabilitas tertinggi dan terendah ISR adalah 470.94 W/m2 dan 453.80 W/m2, OLR adalah 423.00 W/m2 dan 393.54 W/m2. Kemudian variabilitas tertinggi dan terendah SPL pada tahun 2018 adalah 29.17ºC dan 26.11ºC sedangkan pada tahun 2019 adalah 29.27ºC dan 25.72ºC. Hubungan kesetimbangan ISR dan OLR dengan SPL pada tahun 2018-2019 adalah sebesar 76.7% dan 63.8%.Ocean-atmosphere interaction has a very important role because it can affect the dynamics and conditions of both marine waters and the atmospheric environment. The analysis of solar radiation and the relationship with the waters is important because the interactions occur continuously and influence each other. One of the unique and complex waters of Indonesia is the Southern Waters of Java. The purposes of study were to determined the variability of (Incoming Shortwave Radiation) ISR and (Outgoing Shortwave Radiation) OLR, variability (Sea Surface Temperature) SST, and the correlation of equilibrium ISR and OLR to SST in the Southern Waters of Java. The observation method was used to determine the correlation of equilibrium ISR and OLR to SST. The results showed that the highest and lowest ISR variability in 2018 were 470.89 W/m2 and 454.67 W/m2, OLR were 422.85 W/m2 and 393.78 W/m2. While in 2019, the highest and lowest ISR variabilities were 470.94 W/m2 and 453.80 W/m2, OLR were 423.00 W/m2 and 393.54 W/m2. Then the highest and lowest SST variability in 2018 were 29.17ºC and 26.11ºC, while in 2019 it were 29.27ºC and 25.72ºC. The Equilibrium ISR and OLR with SPL in 2018-2019 were 76.7% and 63.8%, respectively.