Home
Login.
Artikelilmiahs
35534
Update
INTAN MELIANA LUXSARI
NIM
Judul Artikel
Beban Ganda Istri Pada Masyarakat “Kampung Janda Musiman” Terhadap Pembagian Kerja di Keluarga Dalam Perspektif Keadilan Gender ( Studi di Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga )
Abstrak (Bhs. Indonesia)
BEBAN GANDA ISTRI PADA MASYARAKAT “KAMPUNG JANDA MUSIMAN” TERHADAP PEMBAGIAN KERJA DI KELUARGA DALAM PERSPEKTIF KEADILAN GENDER ( Studi di Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga) Oleh Intan Meliana Luxsari E1A018035 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembagian kerja suami dan istri yang diatur dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, menganalisis faktor-faktor yang cenderung menyebabkan para istri di Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga mengalami beban ganda dalam keluarga, menganalisis problem-problem yang muncul dalam keluarga mereka serta untuk menganalisis persepsi keadilan gender dalam pembagian kerja di keluarga menurut para istri dan suami di Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis data secara kualitatif menggunakan analisis isi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh empat hasil penelitian. Pertama, terdapat perbedaan status perempuan pada hukum positif di Indonesia. Menurut Undang-Undang No 1 Tahun 1974 tentang perkawinan senada dengan yang diatur dalam KHI yaitu istri sebagai ibu rumah tangga yang bertugas mengatur urusan rumah tangga sebaik-baiknya. Tetapi menurut UU No 23 Tahun 2004 tentang PKDRT terdapat status yang berbeda dimana istri lebih fleksibel apakah sebagai pencari nafkah atau penerima nafkah. Kedua, budaya perantauan menjadi faktor yang mendominasi penyebab para istri mengalami beban ganda. Ketiga, terdapat beberapa problem saat suami merantau antara lain tidak diberikannya nafkah, beban kerja istri yang lebih berat, kurang terpenuhinya kebutuhan seksual dan ketidakmampuan istri mendidik anak seorang diri. Keempat, persepsi keadilan gender menurut suami istri berbeda di tentukan berdasarkan tingkat pendidikan, pada tingkat pendidikan yang relatif lebih rendah persepsi keadilan gender menurut suami istri adalah sama, dimana antara suami dan istri dapat saling membantu pada urusan domestik maupun publik. Namun pada kenyataannya keterlibatan suami dalam urusan domestik belum signifikan. Sementara dalam keluarga yang memiliki pendidikan relatif lebih tinggi keadilan gender dimaknai sebagai persamaaan dalam hal terwujudnya tujuan bersama keluarga. Kata Kunci : Beban Ganda Istri, Pembagian Kerja Dalam Keluarga, Keadilan Gender
Abtrak (Bhs. Inggris)
DOUBLE BURDEN OF THE WIFE IN THE COMMUNITY OF “SEASONAL JANDA KAMPUNG” ON THE DISTRIBUTION OF WORK IN THE FAMILY IN A GENDER JUSTICE PERSPECTIVE ( Study in Sumampir Village, Rembang District, Purbalingga Regency ) By Intan Meliana Luxsari E1A018035 ABSTRACT This study aims to analyze the division of labor between husband and wife as regulated in Law No. 1 of 1974 concerning marriage, analyze the factors that tend to cause wives in Sumampir Village, Rembang District, Purbalingga Regency to experience double burdens in the family, analyze problems problems that arise in their families and to analyze perceptions of gender justice in the division of labor in the family according to wives and husbands in Sumampir Village, Rembang District, Purbalingga Regency. This research is a qualitative research with a sociological juridical approach and descriptive research specifications. The type of data used is primary data obtained from interviews and secondary data obtained from library research. Methods of data collection by interview, observation, literature study and documentation study. Data processing method with data reduction, data display and data categorization. Presentation of data in the form of narrative text with qualitative data analysis method using content analysis. Based on the research results obtained four research results. First, there are differences in the status of women in positive law in Indonesia. According to Law No. 1 of 1974 concerning marriage in line with what is regulated in the KHI, namely the wife as a housewife who is in charge of managing household affairs as well as possible. However, according to Law No. 23 of 2004 concerning PKDRT, there is a different status where the wife is more flexible, whether as a breadwinner or as a breadwinner. Second, overseas culture is a dominating factor that causes wives to experience a double burden. Third, there are several problems when the husband migrates, including not being given a living, the wife's workload being heavier, the lack of fulfillment of sexual needs and the inability of the wife to educate children alone. Fourth, the perception of gender justice according to husband and wife is different based on the level of education, at a relatively lower level of education the perception of gender justice according to husband and wife is the same, where husband and wife can help each other in domestic and public affairs. However, in reality, the husband's involvement in domestic affairs is not significant. Meanwhile, in families with relatively higher education, gender justice is interpreted as equality in terms of realizing common family goals. Keywords: Wife's Double Burden, Division of Work in the Family, Gender Justice
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save