Artikel Ilmiah : H1C017024 a.n. BAYU SARIFUDIN

Kembali Update Delete

NIMH1C017024
NamamhsBAYU SARIFUDIN
Judul ArtikelANALISIS ZONA KERENTANAN GERAKAN TANAH MENGGUNAKAN METODE STATISTIK WEIGHT OF EVIDENCE DAERAH KALIORI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KARANGANYAR, KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)Daerah Kaliori dan Sekitarnya memiliki 3 satuan batuan, dimulai dari yang paling tua yaitu satuan
batulempung, satuan batupasir, dan endapan aluvial, bentukan morfologi dengan kemiringan lereng yang
cenderung curam, dan memiliki curah hujan tahunan yang tinggi, menjadikannya memiliki catatan kejadian
gerakan tanah yang tinggi. Hal ini lah yang mendasari perlunya analisis zonasi gerakan tanah yang menggunakan
data; litologi, kemiringan lereng, elevasi, tata guna lahan, jarak sungai, arah lereng, curah hujan, jenis tanah,
kurvatur, dan jarak struktur sebagai parameter penentuan daerah kerentanan. Metode WoE digunakan dalam
menentukan jenis parameter yang berpengaruh pada kejadian gerakan tanah berdasarkan kejadian gerakan tanah
yang telah terjadi, dan dari 10 data yang dipakai, hanya 7 yang bisa dijadikan sebagai parameter pemodelan akhir,
yaitu; litologi, kemiringan lereng, elevasi, tata guna lahan, arah lereng, kurvatur, dan jarak struktur. Dalam
validasinya metode ini akan memperhatikan kurva AUC dalam penentuan tingkat akurasi pemodelan dengan
mempertimbangkan 79 titik pengamatan gerakan tanah yang diambil dari lapangan, dan didapatkan 4 kelas
kerentanan yang telah disesuaikan dengan standar yang ada, yaitu; Zona Kerentanan Sangat Rendah dengan 5%
total gerakan tanah, Zona Kerentanan Rendah dengan 10% total gerakan tanah, Zona Kerentanan Menengah
dengan 15% total gerakan tanah, dan Zona Kerentanan Tinggi dengan 70% total gerakan tanah.
Abtrak (Bhs. Inggris)The Kaliori area and its surroundings have 3 rock units, starting with the oldest, namely claystone
units, sandstone units, and alluvial deposits, morphological formations with slopes that tend to be steep, and have
high annual rainfall, making them have a record of high mass movement events. This is what underlies the need
for mass movement zoning analysis using data as such; lithology, slope, elevation, land use, river distance, slope
direction, rainfall, soil type, curvature, and structure distance as parameters for determining vulnerable areas.
The WoE method is used to determine the types of parameters that affect the occurrence of ground motion based
on the occurrence of mass movement that has occurred, and of the 10 data used, only 7 can be used as the final
modeling parameters, namely; lithology, slope, elevation, land use, slope direction, curvature, and structural
distance. In the validation of this method will pay attention to the AUC curve in determining the level of modeling
accuracy by considering 79 observation points of mass movement taken from the field, and obtained 4 classes of
vulnerability that have been adapted to existing standards, namely; Very Low Vulnerability Zone with 5% total
ground movement, Low Vulnerability Zone with 10% total ground motion, Medium Vulnerability Zone with 15%
total ground motion, and High Vulnerability Zone with 70% total ground motion.
Kata kunciGerakan Tanah, Karanganyar, Purbalingga, SIG, Weight of Evidence
Pembimbing 1Dr. Indra Permanajati, S.T., M.T.
Pembimbing 2Ir. Januar Aziz Zaenurrohman, S.T., M.Eng.,
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2022-02-01 11:08:49.798868
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.