Artikelilmiahs
Menampilkan 31.401-31.420 dari 50.046 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 31401 | 34654 | L1C017019 | HUBUNGAN ANTARA REKRUTMEN KARANG DENGAN TUTUPAN KARANG DI KEPULAUAN DERAWAN, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR | Kepulauan Derawan memiliki potensi ekosistem terumbu karang yang merupakan tempat untuk spawning ground, nursery ground dan feeding ground. Terjadi penurunan %tutupan karang oleh adanya faktor alami dan antropogenik. Salah satu upaya restorasi biologis dengan rekrutmen karang. Kajian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan Lifeform rekrutmen karang, persentase tutupan karang, dan hubungan antara rekrutmen karang dengan tutupan karang. Metode yang digunakan adalah Purposive sampling. Kepadatan rekrutmen karang dan %tutupan karang (Underwater Photo Transect (UPT)) yang selanjutnya diolah menggunakan Count with Excel extension (CPCe), dikelompokkan dalam 3 kelas ukuran yaitu kecil (<3cm), sedang (3-6 cm) sampai besar (>6 cm dan 10 cm). Hubungan dianalisis menggunakan analisis regresi dan korelasi pearson. Kepadatan terumbu karang 1,41 – 3,13 ind/m2 (kategori rendah); persentase tutupan karang 12,8% - 45,93% (kategori buruk-sedang); dan hubungan antara kepadatan rekrutmen karang (ukuran sedang) dengan tutupan karang y= -28,96x+55,07, R2 =0,673, r = -0,82, Sig. N (0,002 <0,01). Hasil menunjukan korelasi kuat dan adanya hubungan yang berkebalikan antara rekrutmen karang dengan %tutupan karang. Kajian ini dapat digunakan untuk upaya restorasi biologis ekosistem terumbu secara berkelanjutan. | Derawan islands has a potential coral reef ecosystem which place for spawning ground, nursery ground and feeding ground. There is a decrease of coral cover percentage by natural and antropogenic factors. One of the restoration efforts is coral recruitment. The purpose of this research was to know density and lifeform coral recruitment, percentage coral cover and the relationship between coral recruitment and percentage coral cover. The method was used the Purposive sampling method. Density coral recruitment and percentage coral cover (Underwater Photo Transect (UPT)) which is then processed using Count with Excel extension (CPCe), grouped into 3 classes: Small (<3 cm), Medium (3-6 cm), and Large (> 6 cm and 10 cm ≤). The relationship were analyzed using regression and correlation pearson analysis. Density of coral recruitment is 1,41 – 3,13 ind/m2 (low category). Percentage coral cover is 12,8 - 45,93% (Poor to Medium category). The relationship between the coral recruitment (medium category) and percentage coral cover is y = -28,96x + 55,07, (R2)=0,673, r = -0,82, Sig. N (0,002 <0,01). The result was shows the strong correlation and there opposite relationship between coral recruitment and percentage coral cover. This research can be used for sustainable ecological restoration of coral reef ecosystems management. | |
| 31402 | 34656 | E1A014101 | PENGAWASAN BAKU MUTU AIR LIMBAH TAHU BERDASARKAN PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH DI KECAMATAN CAKUNG KOTA ADMINISTRATIF JAKARTA TIMUR | Pengawasan terkait dengan baku mutu air dilakukan oleh pemerintah bertujuan untuk mengendalikan pencemaran air untuk limbah industri tahu mengandung polutan organik dan anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengawasan baku mutu air limbah tahu berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah di Kecamatan Cakung Kota Administratif Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan hukum secara sosiogis, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Data yang diperoleh disajikan secara sistematis dan terperinci, dan analisis data dilakukan secara kualitatif. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa Pengawasan terkait dengan baku mutu air dilakukan oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur didasarkan Pasal 74 huruf (g) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yaitu petugas mengambil sampel limbah cair tahu diperiksa kadar baku mutu yang dihasilkan dari proses pembuatan tahu memiliki parameter pH BOD, TSS, COD dan minyak serta lemak yang berpedoman pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No.5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah, Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Pengolahan Kedelai. Apabila terdapat kadar BOD dan COD yang melebihi batas yang ditentukan, maka petugas langsung memberikan teguran secara lisan kepada pihak pengusaha tahu hal ini sesuai dengan Pasal 76 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, saknsi administratif berupa teguran lisan. Adapun kendala-kendala yang dihadapi dalam pengawasan baku mutu air di Kecamatan Cakung Kota Administrasi Jakarta Timur, diantaranya yaitu kendala internal yaitu minimnya aparat di lapangan sehingga aparat tidak dapat mengawasi secara terpadu, belum adanya laboratorium serta anggaran dalam pembangunan laboratorium sebagai penunjang pengawasan. Sedangkan kendala eksternalnya yaitu penanggung jawab usaha dari pemilik industri tahu yang tidak mengikuti setiap peraturan yang telah ditetapkan. Kata kunci : Pengawasan, Baku Mutu Air | Supervision related to water quality standards carried out by the government aims to control water pollution for tofu industrial waste containing organic and inorganic pollutants. This study aims to determine and analyze the quality standards of tofu waste water control based on the Regulation of the Minister of the Environment Number 5 of 2014 concerning Wastewater Quality Standards in Cakung District, East Jakarta Administrative City. This study uses a sociological legal approach, with descriptive research specifications. In this study, the data sources used were secondary data and primary data. The data obtained are presented in a systematic and detailed manner, and the data analysis is carried out qualitatively. From the results of the research and discussion, it can be seen that the supervision related to water quality standards is carried out by the East Jakarta City Environment Agency based on Article 74 letter (g) of Law Number 32 of 2009 concerning Environmental Protection and Management, namely officers taking waste samples Liquid tofu is checked for quality standard levels produced from the process of making tofu with pH parameters BOD, TSS, COD and oil and fat based on the Regulation of the Minister of the Environment of the Republic of Indonesia No. 5 of 2014 concerning Wastewater Quality Standards, Wastewater Quality Standards for Businesses And/or Soybean Processing Activities. If there are BOD and COD levels that exceed the specified limit, the officer immediately gives a verbal warning to the entrepreneur knowing this is in accordance with Article 76 Paragraph (2) of Law Number 32 Year 2009 concerning Environmental Protection and Management, administrative sanctions in the form of verbal warning. The obstacles faced in monitoring water quality standards in the Cakung District, East Jakarta Administrative City, include internal constraints, namely the lack of officers in the field so that the officers cannot supervise in an integrated manner, the absence of laboratories and the budget for laboratory construction to support supervision. Meanwhile, the external constraint is the person in charge of the business from the tofu industry owner who does not follow any established regulations. Keywords: Supervision, Water Quality Standard | |
| 31403 | 34657 | G1A018037 | KORELASI ANTARA ACADEMIC SELF EFFICACY DENGAN NILAI UJIAN MCQ MAHASISWA TAHUN PERTAMA JURUSAN KEDOKTERAN UMUM FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar belakang : Prestasi akademik mahasiswa di fakultas kedokteran dipengaruhi oleh tingkat keberhasilan dalam adaptasi yang dipengaruhi oleh Academic Self Efficacy(ASE). Berdasarkan teori presage-process-product (3P), ASE adalah keyakinan yang dimiliki mahasiswa akan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas untuk meraih prestasi akademik yang diharapkan. ASE termasuk dalam faktor presage. Faktor presage akan memengaruhi hasil penilaian akhir belajar yang termasuk dalam faktor product. Jurusan Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran Unsoed (Jurusan KU, FK Unsoed) menerapkan Multiple Choice Question (MCQ) sebagai salah satu bentuk penilaian hasil belajar. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya korelasi antara Academic Self Efficacy dengan nilai ujian MCQ mahasiswa tahun pertama Jurusan KU, FK Unsoed. Metode : Penelitian analitik observasional dengan rancangan belah lintang pada mahasiswa semester 1 Jurusan KU, FK Unsoed angkatan 2021 yang ditentukan secara total sampling. Data diambil menggunakan kuesioner MSLQ Sub-skala Efikasi Diri dalam Belajar dan Performa berbahasa Indonesia dengan hasil uji validitas 0,142 dan uji reliabilitas 0,85. Analisis data dengan uji korelasi Pearson dan tingkat kebermaknaan p<0,05. Hasil : Didapatkan data 126 mahasiswa (response rate sebesar 100%). Proporsi terbesar nilai ujian MCQ pada kategori D. Sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat ASE tinggi. Hasil uji korelasi Pearson mendapatkan nilai p=0,149 dengan nilai korelasi (r) berarah positif sebesar 0,129. Kesimpulan : Terdapat korelasi tidak signifikan dengan arah positif, serta kekuatan korelasi sangat lemah antara skor ASE dengan nilai ujian MCQ mahasiswa tahun pertama Jurusan Kedokteran FK Unsoed. | Introduction: Academic achievement of medical faculty’s students was influenced by the level of success in adaptation which is influenced by Academic Self Efficacy (ASE). Based on the 3P theory, ASE refers to belief in an individual's ability to complete tasks to achieve the expected academic achievement. ASE included in presage factor. The presage factor would affect the final assessment of learning which is included in the product factor. The Department of General Medicine, Faculty of Medicine Jenderal Soedirman University has applied Multiple Choice Questions (MCQ) as a form of assessment of learning outcomes. Objective: The aim of the study was to analyze the correlation between ASE and MCQ test scores for first-year students of the School of medicine, Jenderal Soedirman University. Methods: The study was conducted using observational analytic method with a cross sectional design. First semester students of the School of medicine, Jenderal Soedirman University batch 2021 were selected using the total sampling method. The data of ASE was collected using the Indonesian version of MSLQ Sub-scale Self Efficacy for Learning and Performance. Univariate and bivariate analysis was conducted with significancy level at p<0,05. Results: The response rate is 100%. The biggest proportion of the MCQ test scores is at level D. Most students have high ASE scores. Pearson test shows the p value=0,149, with correlation coefficient (r) is 0,129. Conclusion: There is a non-significant correlation with positive and very weak strength between ASE and MCQ test scores in the first-year students of the School of medicine, Jenderal Soedirman University. | |
| 31404 | 35519 | E1B018024 | Legal Protection Of Consumers Air Freight Service Users PT. Lion Mentari Airlines In Flight Cancellation Based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection (Case Study Decision Number: 85/Pdt/2020/Pt Ptk) | Tanggung jawab perusahaan penerbangan merupakan kewajiban dari perusahaan angkutan udara untuk memberikan ganti kerugian yang dialami oleh penumpang dari adanya keterlambatan atau pembatalan penerbangan. Dalam kasus ini H. Mikraj Sedekti Embau, S.H., MH., CIL., sebagai pengguna jasa angkutan udara merasa dirugikan atas adanya pembatalan penerbangan pada hari keberangkatannya tanpa memberitahukan alasan yang jelas. Majelis Hakim menguatkan kembali putusan Pengadilan Negeri Pontianak yang menyatakan bahwa gugatan Penggugat tidak dapat diterima, karena surat gugatan Penggugat mengandung cacat yuridis formil. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Perlindungan Hukum terhadap pengguna jasa angkutan udara dalam hal pembatalan penerbangan berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat diambil simpulan bahwa, H. Mikraj Sedekti Embau, S.H., MH., CIL., sebagai konsumen pengguna jasa angkutan udara belum mendapatkan perlindungan hukum dalam hal adanya pembatalan penerbangan oleh pihak maskapai PT. Lion Mentari Airlines yang dianggap telah melakukan suatu perbuatan melawan hukum karena sebagai pelaku usaha telah melanggar hak orang lain serta belum terpenuhinya perlindungan hukum dari putusan hakim karena putusan tersebut tidak dapat diterima dengan alasan cacat yuridis formil | The responsibility of the airline company is the obligation of the air transport company to provide compensation experienced by passengers from flight delays or cancellations. In this case, H. Mikraj Sedekti Embau, S.H., MH., CIL., as a user of air transportation services felt aggrieved by the cancellation of the flight on the day of his departure without telling a clear reason. The Panel of Judges reaffirmed the decision of the Pontianak District Court which stated that the plaintiff's lawsuit was inadmissible because the plaintiff's lawsuit letter contained a juridical defformalrmil. The purpose of this study is to find out how legal protection of air freight service users in the case of flight cancellations based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. This study uses a normative juridical approach with descriptive analytical research specifications. The data source used is secondary data. The data collection method was carried out by literature study, the data obtained were presented with narrative text, and the data analysis method used was a qualitative normative method. Based on the results of research and discussions that have been carried out, it can be concluded that H. Mikraj Sedekti Embau, S.H., MH., CIL., as a consumer of air transportation service users has not received legal protection in the event of flight cancellations by pt. Lion Mentari Airlines is considered to have committed an act against the law because as a business actor has violated the rights of others and has not fulfilled the legal protection of the judge's ruling which is unacceptable because it has a juridical defect formal. | |
| 31405 | 35560 | E1A017159 | KEGIATAN PENAMBANGAN DI RUANG ANGKASA MENURUT HUKUM INTERNASIONAL (Kajian Penerapan United States of America Commercial Space Launch Competitiveness Act 2015 | Berdasarkan Outer Space Treaty 1967 dan Moon Agreement 1979, ruang angkasa termasuk bulan dan benda-benda langit lainnya, harus menjadi wilayah bersama umat manusia. Salah satu kegiatan eksplorasi dan eksploitasi di ruang angkasa adalah penambangan ruang angkasa yang bernilai tinggi secara ekonomis. Berdasarkan hal tersebut, Amerika Serikat mengeluarkan ketentuan nasional yang mengatur tentang eksplorasi dan eksploitasi ruang angkasa yang dilakukan oleh warga negaranya dalam America Commercial Space Launch Competitiveness Act 2015. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan penambangan ruang angkasa menurut hukum internasional dan penerapan United States of America Commercial Space Launch Competitiveness Act 2015 ditinjau dari hukum internasional. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian secara deskriptif analitis. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode normatif-kualitatif. Berdasarkan penelitian, kegiatan penambangan ruang angkasa belum diatur secara jelas dalam Outer Space Treaty 1967 dan Moon Agreement 1979. Bila kegiatan tersebut merupakan kepentingan bersama umat manusia dan pelaksanaannya sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah disebutkan dalam kedua peraturan tersebut, maka kegiatan penambangan ruang angkasa boleh dilakukan oleh setiap negara. Amerika Serikat memberikan hak kepada warga negaranya untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumber daya ruang angkasa yang sesuai dengan prinsip kebebasan eksplorasi dan penggunaan. Amerika Serikat juga menegaskan tidak melaksanakan kedaulatan atas benda ruang angkasa manapun sehingga ketentuan ini sesuai dengan prinsip non-kepemilikan yang terdapat dalam Outer Space Treaty 1967. | Based on The 1967 Outer Space Treaty and the 1979 Moon Agreement, outer space including the moon and other celestial bodies, shall be the province of all mankind. One of the exploration and exploitation activities in space is space mining which has high economic value. Based on this, the United States issued a national regulation that regulates the exploration and exploitation of space carried out by its citizens in the America Commercial Space Launch Competitiveness Act of 2015. This study aims to analyze space mining activities according to international law and the implementation of the United States of America Commercial Space Launch Competitiveness Act 2015 in terms of international law. This study uses a normative juridical approach with a descriptive analytics research specification. This study used a normative-qualitative data analysis method. Based on research, space mining activities have not been clearly regulated in the 1967 Outer Space Treaty and the 1979 Moon Agreement. If the activity is in the common interest of mankind and its implementation is in accordance with the principles stated in the two regulations, then space mining may be permitted and carried out by each state. The United States grants its citizens rights to exploration and exploitation space resources is in accordance with freedom of exploration and use principle. United States also insists it does not exercise any control over any space object this provision is in accordance with the principle of non-ownership contained in the 1967 Outer Space Treaty. | |
| 31406 | 34659 | G1A018006 | HUBUNGAN PREHOSPITAL DELAY DENGAN KEPARAHAN STROKE ISKEMIK BERDASARKAN KRITERIA NIHSS DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO | Latar belakang : Pasien stroke di Indonesia banyak mengalami keterlambatan kedatangan di rumah sakit atau prehospital delay. Pencegahan dalam mengurangi kematian dan meminimalkan kerusakan otak adalah penanganan yang cepat dan tepat sesuai golden period. Prehospital delay akan menghalangi terapi reperfusi pada pasien stroke iskemia. Derajat kerusakan saraf pada pasien stroke akan mempengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan : Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan antara prehospital delay dengan derajat kerusakan saraf pada pasien stroke iskemia. Metode : Penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional dengan data sekunder dari rekam medik NIHSS pasien stroke iskemia di RSUD Margono Soekarjo dari bulan April sampai dengan November 2021 dengan Teknik total sampling. Didapatkan sebanyak 78 pasien yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi terdiri dari 43 pasien yang mengalami prehospital delay < 24 jam dan 35 pasien yang mengalami prehospital delay > 24 jam. Hasil : Hasil analisis bivariat antara prehospital delay dengan derajat kerusakan saraf berdasarkan kriteria NIHSS menunjukkan nilai (p= 0,831 dan r= -0,25) pada pasien stroke iskemia. Tidak terdapat korelasi yang bermakna antara prehospital delay dengan derajat kerusakan saraf pada pasien stroke iskemia dengan kekuatan korelasi yang lemah dan arah korelasi negatif, artinya semakin rendah skor NIHSS semakin lama prehospital delay. Kesimpulan : Tidak terdapat korelasi prehospital delay dengan derajat kerusakan saraf berdasarkan kriteria NIHSS pada pasien stroke iskemia. | Background : Many stroke patients in Indonesia have prehospital delay. Preventive action in reducing mortality and brain damage are treat stroke patients in accordance with its golden period. Prehospital delay will delay reperfusion therapy in ischemic stroke patients. The stroke severity will affect the patient’s quality of life. Objective : This study aims to determine the association between prehospital delay and stroke severity in ischemic stroke patients. Methods : An observational analytic study with a cross sectional design with secondary data from the NIHSS medical record of ischemic stroke patients at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital, Purwokerto, Indonesia from April until November 2021 with a total sampling. There were 78 patients who met the exclusion criteria, consisting of 43 patients who experienced prehospital delay <24 hours and 35 patient who experienced prehospital delay >24 hours. Results : This results of bivariate analysis between prehospital delay and NIHSS criteria showed p=0.831 and r= -0,25. This means that there is no significant correlation between prehospital delay and stroke severity based on the NIHSS criteria with a weak correlation strength and a negative correlation direction, it means that the lower NIHSS score or stroke severity, the longer prehospital delay. Conclusion : There is no significant correlation between prehospital delay and the stroke severity based on NIHSS criteria in ischemic stroke patients. | |
| 31407 | 34660 | K1C017002 | ANALISIS KARAKTERISTIK PERCENTAGE DEPTH DOSE (PDD) DAN PROFIL DOSIS PADA PESAWAT LINEAR ACCELERATOR (LINAC) 6-25 MV MENGGUNAKAN PHITS CODE | Komisioning pada pesawat radioterapi Linac dilakukan untuk mengetahui keluaran berkas radiasi. Berkas radiasi perlu dikombinasikan dengan simulasi pesawat Linac menggunakan metode Monte Carlo. Kualitas berkas radiasi dapat dilihat dari distribusi dosis dan profil berkas radiasi di dalam air. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis persentasi dosis pada kedalaman (PDD) dan profil dosis radiasi sehingga menjadi referensi dalam pengukuran eksperimen menggunakan TPS radioterapi. Penelitian dilakukan menggunakan metode Monte Carlo dengan program PHITS code untuk membuat model kepala Linac berkas foton 6 MV, 10 MV, 18 MV, dan 25 MV serta fantom air. Simulasi PHITS menghasilkan transport partikel di sepanjang komponen Linac dan fantom air, sehingga dapat mengetahui distribusi dosis radiasi di dalam fantom air. Hasil penelitian mencakup spektrum radiasi sinar-X, kurva PDD, dan profil dosis pada masing-masing variasi energi Linac. Keempat variasi Linac terjadi puncak spektrum radiasi sinar-X pada energi 0,5 MeV, kurva PDD dengan nilai build up nya yang menunjukkan kesesuaian dengan referensi, kecuali pada nilai build up Linac 25 MV yang memiliki deviasi 10%, serta kurva profil dosis yang merata di kedalaman 20 cm dengan nilai deviasi flatness > 10%. | Radiotherapy Linac Commissioning and quality control are necessary to determine the output of the radiation beam. The beam should be combined by Linac simulation using the Monte Carlo method. To obtain a good quality of the radiation beam is by measuring the dose distribution and beam profile in the water. The aims of this study is to analyze the percentage depth dose (PDD) and the dose profile, so it would be a reference in experimental measurements using TPS radiotherapy. The PHITS codes program has been used to simulate 6, 10, 18, and 25 MV photon beams from a Siemens Primus Linac head and its water phantom. PHITS produced particle transport along with the Linac component and water phantom to determine the dose distribution in a water phantom. The results are the X-ray energy spectrum, PDD curve, and dose profile for each Linac energy variation. Those various Linac energies had the peak distribution of the X-ray spectrum at 0.5 MeV, the PDD curve with its build-up value shows a good agreement with the reference, except the build-up value of 25 MV Linac’s has a 10% deviation, and the uniform dose profile at a depth of 20 cm with the flatness value > 10%. | |
| 31408 | 34661 | E1A017212 | TINJAUAN YURIDIS PERJANJIAN JUAL BELI PADA SITUS WWW.BUKALAPAK.COM | Transaksi elektronik kian sering ditemui seiring menjamurnya platform e-commerce khususnya di Indonesia serta meningkatnya tren belanja masyarakat. Salah satu yang menyediakan platform e-commerce di Indonesia adalah PT Bukalapak.com. Adapun platform e-commerce yang disediakan PT Bukalapak.com yaitu www.bukalapak.com, di mana pengguna dapat melakukan transaksi jual beli barang. Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis keabsahan perjanjian jual beli melalui www.bukalapak.com dan untuk menganalisis tanggung jawab PT Bukalapak.com dalam hal terjadi wanprestasi dalam perjanjian jual beli melalui www.bukalapak.com. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analisis, dengan menggunakan data sekunder, pengumpulan data dengan studi kepustakaan, serta data yang dikumpulkan kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan analisis data normatif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis: pertama, keabsahan perjanjian jual beli antara Pembeli dan Penjual tidak dapat dipastikan. Hal itu karena umur dan status perkawinan Penjual tidak ditemukan. Berdasarkan uraian tersebut, maka kedewasaan pihak Penjual tidak dapat ditentukan. Dengan demikian, syarat kecakapan sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata tidak bisa ditentukan secara pasti pemenuhannya. Kedua, PT Bukalapak.com dalam hal terjadi wanprestasi yang dilakukan oleh Penjual terhadap Pembeli, bertanggungjawab memastikan bahwa sistem secara otomatis memberikan feedback negatif dan reputasi tolak pesanan kepada Penjual, serta mengembalikan seluruh dana (refund) yang terdiri dari harga barang, ongkos kirim dan biaya penaganan ke Pembeli. Tanggung jawab ini timbul karena PT Bukalapak.com sebagai pihak ketiga di luar perjanjian jual beli, mengikatkan diri (meletakkan kewajiban pada dirinya) terhadap Penjual dan Pembeli. | Electronic transactions are increasingly encountered as there are many e-commerce platforms, especially in Indonesia and the increasing trend of public spending. One that provides an e-commerce platform in Indonesia is PT Bukalapak.com. The e-commerce platform provided by PT Bukalapak.com is www.bukalapak.com, where users can make buying and selling transactions. The purpose of this research is to analyze the validity of the sale and purchase contract through www.bukalapak.com and to analyze the responsibility of PT Bukalapak.com in the event of a default in the sale and purchase contract through www.bukalapak.com. This study uses a normative juridical approach with prescriptive analysis research specifications, using secondary data, data collection by literature study, and the data collected is then presented in the form of narrative texts and qualitative normative data analysis. Based on the analysis results: First, the validity of the sale and purchase contract between the Buyer and the Seller cannot be ascertained. This is because the age and marital status of the seller were not found. Based on this description, the maturity of the Seller cannot be determined. Thus, the requirements for competency as regulated in Article 1320 of the Civil Code cannot be determined with certainty. Second, PT Bukalapak.com in the event of a default by the Seller against the Buyer, is responsible for ensuring that the system automatically provides negative feedback and reputation for refusing orders to the Seller, as well as returning all funds (refunds) consisting of the price of goods, shipping cost and handling fee to Buyer. This responsibility arises because PT Bukalapak.com as a third party outside the sale and purchase contract, binds itself (places obligations on itself) to the Seller and Buyer. | |
| 31409 | 34658 | C1A017104 | Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Impor Gula di Indonesia Tahun 1995-2019 | Impor gula di Indonesia menjadi salah satu persoalan yang diperhatikan oleh pemerintah. Impor gula di Indonesia terus mengalami kenaikan sejak tahun 1967 dikarenakan konsumsi gula yang terus mengalami peningkatan sementara peningkatan produksi gula domestik tidak mampu memenuhi peningkatan konsumsi gula tersebut. Kehadiran gula hampir selalu melekat dalam setiap kebutuhan dan juga gaya hidup manusia saat ini, baik skala besar dalam industri maupun skala kecil dalam rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsumsi gula, pendapatan perkapita, luas lahan perkebunan tebu, dan produktivitas tebu terhadap impor gula di Indonesia serta mengidentifikasi variabel yang memiliki pengaruh paling besar. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data time series periode 1995-2019 dan menggunakan teknik analisis regresi berganda. Teknik pengambilan data dalam penelitian menggunakan penelitian pustaka dengan data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, Kementerian Pertanian, serta USDA Foreign Agricultural Service. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan elastisitas untuk mengetahui variabel yang memiliki pengaruh paling besar terhadap impor gula tahun 1995-2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula dan pendapatan perkapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap impor gula, sedangkan luas lahan perkebunan tebu berpengaruh negatif dan signifikan terhadap impor gula. Sementara itu, produktivitas tebu tidak berpengaruh secara signifikan terhadap impor gula di Indonesia. Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan sebagai langkah mengurangi impor gula antara lain menekan konsumsi gula melalui edukasi dan kampanye gaya hidup sehat serta memperluas lahan perkebunan tebu selain revitalisasi dan penambahan pabrik gula. | Importing sugar in Indonesia is one of the issues that the government pays attention to. Imports of sugar in Indonesia have continued to increase since 1967 due to the continuous increase in sugar consumption while the increase in domestic sugar production was unable to meet the increase in sugar consumption. The presence of sugar is almost always inherent in every need and human lifestyle today, both on a large scale in industry and on a small scale in the household. This study aims to analyze the effect of sugar consumption, per capita income, sugarcane plantation area, and sugarcane productivity on sugar imports in Indonesia and identify the variables that have the greatest influence. The data used in this study isdata time series period 1995-2019 and using multiple regression analysis techniques. The data collection technique in this study uses library research with data sourced from the Central Statistics Agency, the Ministry of Agriculture, and the USDA Foreign Agricultural Service. Penelitian elasticity, this approach to determine the variables that have the most effect on sugar imports in 1995-2019. Research result shows that sugar consumption and per capita income have a positive and significant effect on sugar imports, while the area of sugarcane plantations has a negative and significant effect on sugar imports. Meanwhile, sugarcane productivity has no significant effect on sugar imports in Indonesia. Several things that can be considered as steps to reduce sugar imports include reducing sugar consumption through education and healthy lifestyle campaigns as well as expanding sugarcane plantations in addition to revitalizing and adding sugar factories. | |
| 31410 | 34715 | G1A018028 | HUBUNGAN STRATEGI COPING DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA ORANG TUA YANG MEMPUNYAI ANAK USIA SD DALAM MENGHADAPI PEMBELAJARAN DARING | Latar belakang : Pandemi Covid-19 memberikan dampak besar bagi berbagai kebijakan di Indonesia seperti penutupan sekolah yang menyebabkan pembelajaran dilakukan secara daring. Pembelajaran daring pada anak usia SD memerlukan peran besar orang tua karena kemampuan anak masih terbatas. Kewalahan orang tua dalam melakukan pendampingan pembelajaran daring dapat menimbulkan kecemasan. Penelitian hubungan strategi coping dengan tingkat kecemasan pada orang tua yang mempunyai anak usia SD dalam menghadapi pembelajaran daring di Purwokerto belum pernah dilakukan. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan strategi coping dengan tingkat kecemasan pada orang tua yang mempunyai anak usia SD dalam menghadapi pembelajaran daring. Metode : Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan di SDN 2 Sokaraja Tengah. Subjek penelitian berjumlah 80 orang. Pengambilan sampel diperoleh dari data primer melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil : Terdapat hubungan signifikan dengan korelasi searah antara strategi coping adaptif terhadap tingkat kecemasan dengan nilai p-value 0,013 (p<0,05) dan strategi coping maladaptif terhadap tingkat kecemasan dengan nilai p-value 0,001 (p<0,05). Analisis kekuatan hubungan yaitu berkorelasi lemah untuk strategi coping adaptif (r=0,276) dan berkorelasi lemah untuk strategi coping maladaptif (r=0,374). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara strategi coping adaptif dan strategi coping maladaptif dengan tingkat kecemasan pada orang tua yang mempunyai anak usia SD dalam menghadapi pembelajaran daring. Kekuatan hubungan antara strategi coping adaptif dan strategi coping maladaptif terhadap tingkat kecemasan yaitu berkorelasi lemah dengan arah korelasi yang searah. | Background: The Covid-19 pandemic has had a major impact on various policies in Indonesia, such as school closures which have led to online learning. Online learning for elementary school-aged children required a big role from parents because children’s abilities were still limited. Parents being overwhelmed in providing online learning assistance and can caused anxiety. Research on the association between coping strategies and anxiety levels in parents of elementary age children in online learning in Purwokerto has never been done. Objective: To determine the association between coping strategies and anxiety levels in parents of elementary age children in online learning. Methods: Analytical observational study with cross-sectional design was conducted at SDN 2 Sokaraja Tengah. The number of samples used was 80 people. Sampling was obtained from primary data from the questionnaire. Data were analyzed using the Spearman correlation test. Results: There is a significant association with a positive correlation between adaptive coping strategies and anxiety levels with p-value of 0.013 (p<0.05) and maladaptive coping strategies on anxiety level with p-value of 0.001 (p<0.05). Analysis of the strength of correlation results in a weak correlation for the adaptive coping strategies (r=0.276) and a weak correlation for the maladaptive coping strategies (r=0.374). Conclusion: There is a significant association between adaptive coping strategies and maladaptive coping strategies with anxiety levels in parents of elementary age children in online learning. There is a positive weak correlation between adaptive coping strategies and maladaptive coping strategies with anxiety levels. | |
| 31411 | 34768 | J1D017006 | KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL NODA TAK KASAT MATA KARYA AGNES JESSICA DAN RELEVANSINYA PADA PEMBELAJARAN MENGANALISIS PESAN DARI BUKU FIKSI | Novel merupakan cerita fiksi berisi rangkaian kisah kehidupan para tokoh dan perilakunya yang merepresentasikan kehidupan nyata. Novel tidak terlepas dari konflik yang terjadi antar satu tokoh dengan tokoh lain maupun dengan kelompok. Konflik sosial diakibatkan karena munculnya hubungan sosial antar manusia. Konflik sosial dapat berupa perburuhan, penindasan, percekcokan, peperangan, maupun kasus lain yang berkaitan dengan hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) wujud konflik sosial tokoh-tokoh dalam novel Noda Tak Kasat Mata karya Agnes Jessica, (2) relevansi konflik sosial pada novel Noda Tak Kasat Mata karya Agnes Jessica terhadap pembelajaran menganalisis pesan dari buku fiksi. Bentuk penelitian ini ialah kualitatif, dengan metode deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh berupa kutipan isi novel. Data kualitatif diperoleh dengan metode baca, simak, dan catat. Data dianalisis menggunakan metode analisis isi, dengan penyajian informal. Hasil penelitian terdapat 18 data, 13 data konflik pribadi, dan 5 data konflik politik. Hasil analisis novel ini dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sastra karena menggambarkan berbagai konflik sosial di masyarakat, serta sebagai acuan memahami pesan pada buku fiksi. Penelitian ini dapat dijadikan media ajar pembelajaran sastra secara luring maupun daring pada siswa kelas XI SMA untuk KD 3.11 menganalisis pesan dari satu buku fiksi yang dibaca. | Novel is a fictional story contains a series stories of the lives of the characters and the behavior that represents real life. Novel is not in spite of the conflicts that occur between one character with another character or with a group. Social conflict caused due to the emergence of social relations between human beings. Social conflict can be in the form of labour, oppression, strife, war, and other cases related to social relations. This study aims to describe (1) Social conflict the characters in the novel Noda Tak Kasat Mata by Agnes Jessica, (2) Relevance of social conflict in the novel Noda Tak Kasat Mata by Agnes Jessica to analyze the message from fiction book. The form of this research is qualitative with descriptive qualitative method. The data obtained in the form of a quote the contents of the novel. The qualitative data obtained by the method of read, listen, and record. Data were analyzed using the method of content analysis, with the presentation of the informal. The results of the research, there are 18 data, 13 data personal conflicts, and 5 data of political conflict. The results of analysis novel can be used as a instructional media of literature because it describes a variety of social conflicts in the society, as well as a reference to understand book on fiction books. This study can be used as a medium of teaching learning of literature in offline and online at students of class XI SMA to KD 3.11 analyzing the message from one fiction book that is read. | |
| 31412 | 34662 | A1C016008 | Kajian Motivasi Konsumen Terhadap Pembelian Masakan Padang Di Kota Bandung Menggunakan Metode Means-End Chain | Penelitian ini meneliti tentang motivasi konsumen dalam mengonsumsi Masakan Padang di Kota Bandung dengan tujuan untuk 1) menganalisis atribut yang melekat pada masakan Padang, konsekuensi yang diakibatkan pembelian masakan Padang, dan nilai personal yang menjadi hasil dari konsekuensi dalam pembelian dan, 2) mengetahui motivasi (atribut, konsekuensi, nilai personal) manakah yang paling dominan dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen masakan Padang di Kota Bandung. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Multi Stage Sampling dan penelitian ini dilakukan di Rumah Makan Padang di Kota Bandung dengan memilih 3 Kecamatan paling padat penduduk di Kota Bandung. Pengambilan sampel dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2020. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Means End Chain (MEC) dengan wawancara dalam tiga tahap yaitu wawancara terkait sosiodemografi responden, pengetahuan responden tentang masakan Padang, dan wawancara laddering. Sampel yang diambil berjumlah 66 orang dengan sasaran konsumen yang makan di Rumah Makan Padang di Kota Bandung. Kemudian akan dilakukan analisis konten dari data hasil wawancara laddering, dengan tahapan yaitu 1) pengkodean (konten analisis), 2) pembuatan Hierarchy Value Map (HVM) bersadarkan nilai Abstracness Ratio dan Centrality Index, dan yang terakhir adalah 3) interpretasi HVM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosiodemografi dari responden sebagian besar berjenis kelamin laki-laki dan memiliki dominan usia 20-30 tahun. Jenjang pendidikan terakhir dari responden yaitu tingkat SMA/SMK, pekerjaan responden didominasi oleh karyawan swasta berpenghasilan ≤ Rp. 5.000.000. Anggota keluarga yang dimiliki responden berjumlah 4-6 orang, dan pengeluaran makanan dalam seminggu sebesar ≤ Rp.500.000. Setelah dilakukan konten analisis dari hasil wawancara laddering, juga perhitungan menggunakan software MECanalyst didapatkan hasil akhir yaitu nilai Abstractness ratio (Ar) dan Centrality index (Ci) sebagai bahan utama pembuatan HVM. Pada elemen atribut, didominasi oleh “nafsu makan” dengan nilai (Ci) 0,9. Pada elemen konsekuensi, didominasi oleh “kegiatan sehari-hari” dengan nilai (Ci) yaitu 0,11. Dan terakhir pada elemen nilai, didominasi oleh “kebahagiaan” nilai (Ci) 0,05. Setelah HVM dibuat, maka terlihat sebuah jalur utama yang dimana jalur tersebut menunjukan rata-rata alasan responden mengonsumsi masakan Padang, yaitu “enak” → “nafsu makan” → “bernutrisi” → “menambah energi” → “kegiatan sehari-hari” → “menyehatkan” → “kebahagiaan”. Jalur ini mencerminkan alasan responden dalam mengonsumsi masakan Padang agar mendapatkan tambahan energi sehingga dapat menjalani aktivitas/pekerjaan yang dilakukan sehari-hari dan memunculkan nilai pribadi yaitu kebahagiaan untuk dirinya sendiri. | This study examines consumer motivation in consuming Padang cuisine in Bandung City with the intention of 1) analyzing the attributes attached to Padang cuisine, the consequences resulting from the purchase of Padang cuisine, and personal values that are the result of the consequences in purchasing and, 2) knowing the motivation (attributes, consequences, personal values) which are the most dominant in influencing consumer purchasing decisions for Padang cuisine in Bandung City. Sampling was carried out using the Multi Stage Sampling technique and this research was conducted at Padang Restaurant in Bandung City by selecting the 3 most densely populated sub-districts in Bandung City. Sampling was carried out from February to April 2020. The method used in this study was Means End Chain (MEC) with interviews in three stages, with interviews in three stages, the first is an interview related to the sociodemography of the respondent, respondent's knowledge about Padang cuisine, and then laddering interviews. The samples taken were 66 people with the target consumers who are eating at the Padang Restaurant in Bandung City. Then the content analysis of the laddering interview data will be carried out, with stages namely 1) coding (content analysis), 2) making Hierarchy Value Map (HVM) based on the Abstracness Ratio and Centrality Index values, and the last is 3) HVM interpretation. The results showed that the sociodemographics of the respondents were mostly male and had a dominant age of 20-29 years. The last education level of the respondents is Senior High School level, the respondent's occupation is dominated by private employees between Rp. 1,100,000 – Rp. 3,000,000. The number of family members owned by the respondent amounted to ≤ 4, and expenses for food in a week is ≤ Rp. 500,000. After doing content analysis from the laddering interview results, also calculations using MECanalyst software, the final results are the Abstractness ratio (Ar) and Centrality index (Ci) values as the main ingredients for making HVM. The attribute element is dominated by the value of "appetite" with a (Ci) value of 0.9. The consequence element is dominated by “daily activities” with a (Ci) value of 0.11. And lastly on the value element, dominated by "happiness" with a (Ci) value of 0.05. After the HVM is made, a main route can be seen which shows the average reasons for respondents to consume Padang cuisine, that is “tasty” → “appetite” → “nutritious” → “add more energy” → “daily activities” → “healthy” → “happiness”. This path showing the respondents' reasons for consuming Padang cuisine in order to get additional energy so that they can carry out daily activities/work and bring out a personal value that is happiness for himself. | |
| 31413 | 34663 | G1A017100 | Hubungan antara Pengetahuan dengan Sikap Swamedikasi Obat Analgetik pada Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman | Latar Belakang: Swamedikasi merupakan suatu upaya yang dilakukan seseorang untuk mengobati diri sendiri dengan menggunakan obat bebas, obat bebas terbatas, atau obat keras yang masuk ke dalam daftar wajib apotek. Analgetik adalah salah satu obat yang banyak digunakan untuk swamedikasi dalam mengatasi nyeri ringan sampai sedang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap swamedikasi analgetik pada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel digunakan dengan teknik simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 355 mahasiswa di Universitas Jenderal Soedirman. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian diperoleh pengetahuan mahasiswa terhadap swamedikasi obat analgetik tergolong baik (52,4%), sikap mahasiswa terhadap obat analgetik tergolong buruk (82,5%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap sikap swamedikasi obat analgetik, dengan analisis menggunakan chi-square didapatkan hasil (p = 0,001>0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap swamedikasi obat analgetik pada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. | Background: Self-medication is an effort that done by someone to cure/treat/medicate themselves by using free medicine, limited free medicine, or strong medicine which is in mandatory list of drug store. Analgesic is a medicine which often use for self-medication to overcome mild until moderate pain. Objective: The purpose of this study is to determine the relation between knowledge and attitude in self-medication of analgesic for students of Jenderal Soedirman University. Methods: This study used an observational analytic method with a cross sectional design. The sampling technique used simple random sampling with total number of respondents 355 students of Jenderal Soedirman University. The data were collected using the questionnaires. Results: The results of this study obtained the students knowledge about self- medication of analgesic was good category (52,4%), student’s attitudes about self-medication of analgesic was bad category (82,5%). The results of statistical test show that there is a significant relation between knowledge and attitudes in self-medication of analgesic, with chi-square analysis it is obtained that (p = 0,001>0,05). Conclusion: Based on the results of the study, it can be concluded that there is a significant relation between knowledge and attitude in self-medication of analgesic for students of Jenderal Soedirman University. | |
| 31414 | 34664 | E1A116026 | PENERAPAN TINDAK PIDANA PENADAHAN (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 157/Pid.B/2016/PN Pwt) | Abstrak Penadahan semakin marak terjadi di lingkungan masyarakat baik di kota maupun di daerah. Suatu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu penyebab semakin maraknya terjadi tindak pidana pencurian mengakibatkan semakin maraknya juga tindak pidana penadahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur - unsur tindak pidana penadahan dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana. Metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi deskriptif analisis, Sumber data sekunder Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor : 157/Pid.B/2016/PN Pwt, Pengumpulan data studi kepustakaan, disajikan dalam bentuk uraian dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Majelis Hakim dalam menerapkan unsur-unsur tindak pidana penadahan telah sesuai dengan rumusan Pasal 480 ayat (2) KUHP. Perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi unsur-unsur berikut: a) Barang siapa dalam perkara ini adalah : Winarto Alias Tamin Bin Arsamenawi; b) Perbuatan yang dilakukan adalah : Menarik keuntungan dari hasil sesuatu benda, yang diketahui atau sepatutnya harus diduga bahwa benda tersebut diperoleh dari kejahatan. Dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 157/Pid.B/2016/PN Pwt, sebagai berikut : a) Pertimbangan terhadap unsur - unsur Pasal yang didakwakan oleh Penuntut Umum, yaitu Pasal 480 ayat (2) KUHP; b) Pembuktian berdasarkan alat-alat bukti sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP berupa : keterangan saksi, dan keterangan terdakwa; c) Pertimbangan berdasarkan Pasal 197 Ayat (1) huruf (f) KUHAP berupa hal-hal yang memberatkan dan yang meringankan Terdakwa. Majelis Hakim menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 4 (empat) bulan; Menetapkan Terdakwa tetap ditahan. Kata kunci: Tindak Pidana, Penadahan | Abstract Holdings are increasingly prevalent in the community, both in the city and in the region. One thing that cannot be denied is that one of the causes of the increasing incidence of criminal acts of theft has resulted in the increasing number of criminal acts of detention. This study aims to determine the application of the elements of the criminal act of detention and to determine the basis of the judge's legal considerations in imposing a sentence. Normative juridical approach method. Descriptive analysis specification, secondary data source Purwokerto District Court Decision Number: 157/Pid.B/2016/PN Pwt, Collection of library study data, presented in the form of a description and analyzed by qualitative normative methods. Based on the results of the research, it is known that the Panel of Judges in applying the elements of the criminal act of treason is in accordance with the formulation of Article 480 paragraph (2) of the Criminal Code. The defendant's actions have been legally and convincingly proven to fulfill the following elements: a) Whoever in this case is: Winarto Alias Tamin Bin Arsamenawi; b) The acts committed are: Taking advantage of the proceeds of an object, which is known or properly suspected that the object was obtained from a crime. The basis for the judge's legal considerations in imposing a criminal sentence against the defendant in the Purwokerto District Court Decision Number 157/Pid.B/2016/PN Pwt, as follows: a) Consideration of the elements of the Article charged by the Public Prosecutor, namely Article 480 paragraph (2) Criminal Code; b) Evidence based on the evidence as regulated in Article 184 of the Criminal Procedure Code in the form of: witness statements and statements of the defendant; c) Considerations based on Article 197 Paragraph (1) letter (f) KUHAP in the form of things that are aggravating and mitigating the Defendant. The Panel of Judges sentenced the Defendant to imprisonment for 4 (four) months; Determined that the defendant remains in custody. Keywords: Crime, Detention | |
| 31415 | 34665 | A1A016044 | STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI KOPI ROBUSTA (STUDI KASUS PETANI KOPI DI DESA CAPAR KECAMATAN SALEM KABUPATEN BREBES) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pegembangan usahatani kopi robusta di Desa Capar. Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu petani kopi robusta yang aktif mengikuti kegiatan kelompok tani, berpengalaman serta memiliki tanaman kopi yang sudah menghasilkan. Adapun instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan Matriks IFE (1) Matriks EFE (2) Matriks IE (3) Matriks SWOT (4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis matriks IFE usahatani kopi robusta di Desa Capar tergolong kuat dengan nilai 2,876. Hasil dari matriks EFE juga menunjukan bahwa usahatani kopi robusta di Desa Capar tergolong kuat dengan nilai 3,421. Posisi tersebut berada pada sel II yaitu pada grow and build strategy melalui strategi disverifikasi. Berdasarkan hasil matriks SWOT diperoleh sembilan alternatif strategi yaitu meningkatkan produktivas, meningkatkan kualitas dan kontinyuitas kopi robusta, bekerjasama dengan pemerintah dan intansi untuk mengenalkan kopi robusta yang lebih luas, menambah penggunaan lahan untuk budidaya kopi robusta, pemberian bantuan teknologi, alat dan mesin pertanian untuk petani oleh pemerintah sehingga dapat meningkatkan produksi, peningkatan keterampilan dengan pemberian penyuluhan mengenai budidaya kopi robusta, pengolahan dan pemasaran kopi robusta untuk meningkatkan produksi (hasil/kualitas), mengoptimalkan produksi kopi robusta dari segi kualitas sehingga dapat memenuhi permintaan pasar, meningkatkan pemberian edukasi kepada petani mengenai pengunaan teknologi yang tepat dalam budidaya kopi robusta yang disesuaikan dengan keadaan di Desa Capar. | This study aims to analyze the strategy for developing robusta coffee farming in Capar Village. The design of this research is descriptive qualitative. The subjects of this research are robusta coffee farmers who actively participate in farmer group activities, are experienced and have coffee plants that are already producing. The research instrument is the researcher himself. Data collection techniques used in this study were interviews, observation, and documentation. The data analysis method used is IFE Matrix (1) EFE Matrix (2) IE Matrix (3) SWOT Matrix (4). The results showed that the IFE matrix analysis of robusta coffee farming in Capar Village was classified as strong with a value of 2.876. The results of the EFE matrix also show that robusta coffee farming in Capar Village is classified as strong with a value of 3,421. This position is in cell II, namely in the grow and build strategy through disverification. Based on the results of the SWOT matrix, nine alternative strategies were obtained, namely increasing productivity, improving the quality and continuity of robusta coffee, collaborating with the government and agencies to introduce a wider range of robusta coffee, increasing land use for robusta coffee cultivation, providing technological assistance, agricultural tools and machines for farmers. by the government so that it can increase production, increase skills by providing counseling on robusta coffee cultivation, processing and marketing of robusta coffee to increase production (yield/quality), optimizing robusta coffee production in terms of quality so that it can meet market demand, increasing the provision of education to farmers regarding the use of appropriate technology in robusta coffee cultivation that is adapted to the conditions in Capar Village. | |
| 31416 | 34668 | H1E017027 | Analisis dan Usulan Perbaikan Bottleneck pada Produksi Gula Merah Cetak dengan Line Balancing dan Simulasi | UD XYZ merupakan UKM yang memproduksi gula merah cetak. Dalam memenuhi permintaan pelanggan, UKM ini memproduksi gula dengan sistem make to order. Berdasarkan observasi awal, ditemukan indikasi botlleneck berupa penumpukan barang pada proses kerja. Setelah dilakukan identifikasi, bottleneck terjadi pada stasiun kerja 4 dimana waktu siklus pada stasiun kerja 4 melebihi takt time produksi. Bottleneck mengakibatkan perusahaan mengalami keterlambatan dalam pemenuhan target produksi. Untuk memperbaiki masalah bottleneck, dilakukan penyeimbangan stasiun kerja menggunakan metode rank positional weight. Metode RPW merupakan metode heuristik yang memiliki keunggulan dalam hal performansi dan mudah untuk diterapkan dalam permasalahan nyata. Hasil dari perbaikan kemudian disimulasikan menggunakan software extend. Line balancing dengan metode RPW menghasilkan 2 buah usulan pembagian stasiun kerja. Usulan pertama membagi stasiun kerja ke dalam 6 stasiun kerja dengan hasil perhitungan idle time 91,298 menit dan line efficiency sebesar 76,2 %. Usulan kedua membagi stasiun kerja ke dalam 5 stasiun kerja dengan hasil idle time 57,31 menit dan line efficiency 83,6 %. Berdasarkan hasil simulasi kedua usulan tidak ditemukan adanya bottleneck dengan rata-rata output simulasi 4 batch. Usulan perbaikan yang disarankan adalah dengan melakukan pembagian stasiun kerja sesuai dengan usulan 2. | UD XYZ is a Small Medium Enterprise that produces printed brown sugar. In fulfilling customer’s demand, this SME produces sugar with a make to order system. Based on first observations, found indications of bottlenecks in the form of accumulation of goods in the work process. After identification, the bottleneck occurs at work station 4 where the cycle time at work station 4 exceeds the production takt time. Bottlenecks cause companies to experience delays in meeting production targets. To fix the bottleneck problem, work stations are balanced using the rank positional weight method. The RPW method is a heuristic method that has advantages in terms of performance and is easy to apply in real problems. The results of the repair are then simulated using extend software. Line balancing with the RPW method resulted in 2 proposed divisions of work stations. The first proposal divides the work station into 6 work stations with the calculation of idle time of 91,298 minutes and line efficiency of 76.2%. The second proposal divides work stations into 5 work stations with an idle time of 57.31 minutes and line efficiency of 83.6%. Based on the simulation results of the two proposals, no bottleneck was found with an average simulation output of 4 batches. The suggested improvement is to divide the work stations according to proposal 2. | |
| 31417 | 34669 | G1A018059 | KORELASI ANTARA SELF-DIRECTED LEARNING READINESS DENGAN NILAI UJIAN SOCA MAHASISWA TAHUN PERTAMA JURUSAN KEDOKTERAN UMUM FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar belakang: Structured Oral Case Analysis (SOCA) merupakan salah satu bentuk penilaian hasil belajar yang diterapkan dalam Jurusan Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Jurusan KU, FK Unsoed). Dalam teori presage-process-product (3P), nilai ujian SOCA yang termasuk dalam faktor product dapat dipengaruhi oleh faktor presage ataupun faktor process. Salah satu faktor presage yang akan disoroti dalam penelitian ini adalah tingkat kesiapan mahasiswa dalam melakukan proses belajar yang diarahkan oleh diri sendiri, yang dikenal sebagai Self-Directed Learning Readiness (SDLR). Tujuan: Mengetahui adanya korelasi antara SDLR dengan nilai ujian SOCA mahasiswa tahun pertama Jurusan KU, FK Unsoed. Metode: Rancangan penelitian cross sectional dilakukan pada mahasiswa semester 1 Jurusan KU, FK Unsoed angkatan 2021 yang dipilih melalui teknik total sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Pengambilan data menggunakan kuesioner SDLR milik Nyambe, Hasan, Harsono (2015) berbahasa Indonesia dalam bentuk formulir elektronik. Data nilai ujian SOCA diambil dari Bapendik Jurusan KU, FK Unsoed. Uji hipotesis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil: Didapatkan data 122 mahasiswa (response rate sebesar 96,82%). Nilai ujian SOCA dengan proporsi terbesar (61,5%) yaitu pada kategori E. Sebagian besar (54,9%) mahasiswa memiliki tingkat SDLR tinggi. Hasil uji korelasi Pearson mendapatkan nilai p=0,686 dengan nilai korelasi (r) berarah positif sebesar 0,037. Kesimpulan: Terdapat korelasi yang tidak signifikan dengan arah korelasi positif, serta kekuatan korelasi sangat lemah antara skor SDLR dengan nilai ujian SOCA mahasiswa tahun pertama Jurusan Kedokteran FK Unsoed. | Introduction: Structured Oral Case Analysis (SOCA) is a form of assessment of learning outcomes that are applied in the Department of General Medicine, Faculty of Medicine University of Jenderal Soedirman. In the presage-process-product (3P) theory, the SOCA test scores which are included in the product factor can be influenced by the presage factor or the process factor. One of the presage factors that will be highlighted in this study is the level of student readiness in carrying out a self-directed learning process, known as Self-Directed Learning Readiness (SDLR). Objectiv : The aim of the study was to analyze the correlation between SDLR and SOCA test scores for first-year students of the School of medicine, Universitas Jenderal Soedirman. Methods: The cross-sectional research design was carried out on first semester students of the School of medicine, Universitas Jenderal Soedirman batch 2021 who were selected through a total sampling technique by taking into account the inclusion criteria and exclusion criteria. Data retrieval using the SDLR questionnaire belonging to Nyambe, Hasan, Harsono (2015) in Indonesian in the electronic form. Data on SOCA test scores were taken from Bapendik KU Department, FK Unsoed. Hypothesis test using Pearson correlation test. Results: Data were obtained from 122 students (response rate of 96.82%). The SOCA test scores with the largest proportion (61.5%) are in category E. Most (54.9%) students have a high SDLR level. The results of the Pearson correlation test get a p-value = 0.686 with a positive correlation (r) value of 0.037. Conclusion: There is an insignificant correlation with the direction of the positive correlation, and the strength of the correlation is very weak between SDLR scores and SOCA test scores for first-year students of the Medical Faculty of Unsoed. | |
| 31418 | 34670 | A1D116064 | PENGARUH KONSENTRASI POC URIN KELINCI DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAGODA (Brassica narinosa L.) | Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui konsentrasi POC urin kelinci yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda, (2) mengetahui komposisi media tanam paling baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda, (3) mengetahui kombinasi antara konsentrasi POC urin kelinci dan komposisi media tanam yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2021 sampai Mei 2021 di screenhouse Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Faktultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan yang digunakan pada percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi POC urin kelinci, yaitu K0= 0 ml/L, K1= 20 ml/L, K2= 40 ml/L, K3= 60 ml/L. Faktor kedua adalah komposisi media tanam, yaitu M1= tanah, M2= tanah + kompos (1:1), M3= tanah + arang sekam (1:1). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), kehijaun daun, diameter tajuk (cm), bobot tajuk segar (g), bobot tajuk kering (g), bobot akar segar (g), bobot akar kering (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi POC urin kelinci 60 ml/L memberikan hasil yang tertinggi pada variabel tinggi tanaman 14,68 cm, jumlah daun 45,22 helai, diameter tajuk 23,37 cm, bobot tajuk segar 101,29 g, bobot tajuk kering 6,63 g, bobot akar segar 5,61 g dan bobot akar kering 0,46 g. Komposisi media tanam M2 (tanah + kompos 1:1) memberikan hasil terbaik pada variabel tinggi tanaman 16,15 cm, jumlah daun 55,67 helai, luas daun 87,21 cm2, kehijaun daun 53,90, diameter tajuk 27,49 cm, bobot segar tajuk 158,32 g, bobot tajuk kering 9,54 g, bobot akar segar 6,43 g dan bobot akar kering 0,54 g. Tidak terdapat interaksi antara konsentrasi POC urin kelinci dan komposisi media tanam untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda. | This study aims to (1) determine the best rabbit urine LOF concentration for the growth and yield of pagoda mustard, (2) determine the best growing media composition for the growth and yield of pagoda mustard, (3) determine the best combination between rabbit urine LOF concentration and the composition of the growing media for the growth and yield of pagoda mustard. The study was conducted from March 2021 to May 2021 in the screen house of the Faculty of Agriculture and the Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The experimental design used was a Randomized Block Design (RBD) with two factors. The first factor was the concentrations of rabbit urine LOF, namely K0 = 0 ml/L, K1 = 20 ml/L, K2 = 40 ml/L, K3 = 60 ml/L. The second factor the composition of the planting media which, namely M1 = soil, M2 = soil + compost (1:1), M3 = soil + husk charcoal (1:1). The variables observed were plant height (cm), number of leaves (strands), leaf area (cm2), leaf greenness, crown diameter (cm), fresh crown weight (g), dry crown weight (g), fresh root weight (g), root dry weight (g). The results showed that the concentration of rabbit urine LOF 60 ml/L gave the highest yield on variable plant height 14.68 cm, leaf number 45.22, crown diameter 23.37 cm, fresh crown weight 101.29 g, dry crown weight 6.63 g, fresh root weight 5.61 g and dry root weight 0.46 g. The composition of the planting medium M2 (soil + compost 1:1) gave the best results on the variable plant height 16.15 cm, leaf number 55.67, leaf area 87.21 cm2, leaf greenness 53.90, crown diameter 27.49 cm , weight of fresh crown 158.32 g, weight of dry crown 9.54 g, weight of fresh root 6.43 g and weight of dry root 0.54 g. There was no interaction between the concentration of in rabbit urine and the composition of the growing media for growth and yield of pagoda mustard. | |
| 31419 | 34671 | C1H017042 | THE EFFECT OF OWNERSHIP STRUCTURE AND CORPORATE GOVERNANCE ON EARNINGS MANAGEMENT (Empirical Study on Manufacture Companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015-2019) | Penelitian ini merupakan jenis penelitian asosisatif kuantitatif pada perusahaan manufaktur sub industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2015 – 2019. Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Struktur Kepemilikan dan Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2019)” Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabel kepemilikan manajerial, komite audit, ukuran dewan direksi terhadap manajemen laba dengan menggunakan variabel kontrol ukuran. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur sub industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2015-2019. Untuk analisis data menggunakan uji asumsi klasik, uji deskriptif, uji regresi data panel, uji determinasi, dan uji t. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 11 perusahaan. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa variabel kepemilikan manajerial dan ukuran dewan direksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba. Sedangkan, variabel komite audit tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktuk sub industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015 – 2019. Implikasi dari penelitian ini adalah dari ketiga variabel yang diuji, variabel komite audit tidak mempunyai hubungan dengan manajemen laba. Sehingga, investor bisa melihat dari variabel lain yaitu kepemilikan manajerial dan ukuran dewan direksi untuk menjadi indikator menilai perusahaan sebelum melakukan investasi. | This research is a type of quantitative associative research on manufacturing industry sub-consumer goods companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015 - 2019. This study takes the title "The Influence of Ownership Structure and Corporate Governance on Earnings Management (Empirical Study on Manufacturing Companies Listed on the Stock Exchange) Indonesian Securities 2015-2019)” The purpose of this research is to analyze the effect of managerial ownership variable, audit committee, board of directors size on earnings management by using the size control variable. The population used in this study were all manufacturing industry sub-consumer goods companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015-2019. For data analysis using classical assumption test, descriptive test, panel data regression test, determination test, and t test. Determination of the sample using purposive sampling method. The sample in this study were 11 companies. The results of the study show that the managerial ownership and the size of the board of directors have a positive and significant effect on earnings management. Meanwhile, the audit committee variable has no significant effect on earnings management in consumer goods manufacturing sub-industry companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015 – 2019. The implication of this research is that from the three variables tested, the audit committee variable has no relationship with earnings management. Thus, investors can see from other variables, namely managerial ownership and the size of the board of directors to be indicators of assessing the company before investing. | |
| 31420 | 34672 | I1H018001 | PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS KOTA PEKALONGAN | Latar Belakang : Penyakit Tuberkulosis Paru masih menjadi penyakit dengan prevalensi tertinggi di Indonesia. Ketidakpatuhan terhadap pengobatan merupakan salah satu faktor terpenting dalam keberhasilan terapi pengobatan tuberkulosis dan mengakibatkan tingginya angka kegagalan pengobatan tuberkulosis, yang akan meningkatkan risiko kesakitan, dan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat anti tuberkulosis pada pasien tuberkulosis paru. Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan data secara prospektif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Instrumen yang digunakan berupa wawancara dengan kuesioner kepada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas, kemudian dilakukan skoring, analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman untuk mengetahui pengaruh antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis. Hasil Penelitian : Sebanyak 52 responden digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian tingkat pengetahuan masuk dalam kategori sedang dengan persentase 48,08 %, sedangkan kepatuhan pasien minum OAT masuk dalam kategori baik dengan persentase 86,5 %. Terdapat adanya pengaruh tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan minum OAT dimana nilai p=0,001 . Kesimpulan : Terdapat pengaruh tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan minum OAT. Apabila tingkat pengetahuan semakin tinggi maka kepatuhan pasien minum OAT akan semakin baik | Background: : Pulmonary Tuberculosis is still a disease with the highest prevalence in Indonesia. Non-adherence to treatment is one of the most important factors in the success of tuberculosis treatment therapy and results in a high rate of tuberculosis treatment failure, which will increase the risk of illness and death. This study aims to analyze whether there is a relationship between the level of knowledge and adherence to taking anti-tuberculosis drugs in pulmonary tuberculosis patients. Methodology: This study is an observational study using prospective data. Sampling was done by total sampling method. The instrument used in the form of interviews with questionnaires to pulmonary tuberculosis patients at health centers, then scoring, univariate analysis, bivariate analysis using a Spearman rank Correlation test to determine the effect of the level of knowledge with adherence to taking anti-tuberculosis drugs. Results: : A total of 52 respondents were used in this study.The results of the study showed that the level of knowledge was in the moderate category with a percentage of 48.08%, while the patient's adherence to taking OAT was in the good category with a percentage of 86.5%. There is an influence of the level of knowledge on adherence to taking OAT with a value of p=0,001 Conclusion: Adherence is strongly influenced by level of knowledge. If the level of knowledge is higher , the patient's compliance with taking OAT will be better |