Artikelilmiahs

Menampilkan 31.381-31.400 dari 50.041 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3138134643K1A017045DOCKING MOLEKUL PADA SENYAWA EKONAZOL DENGAN SIKLODEKSTRIN SEBAGAI SELEKTOR KIRALEkonazol merupakan salah satu antijamur yang bersifat kiral. Pemisahan ekonazol telah banyak dilakukan dengan beberapa instrumen seperti Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dengan menggunakan selektor kiral siklodekstrin. Pendekatan komputasi dengan metode docking umum dilakukan sebelum dilakukan metode pemisahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan konformasi dari interaksi antara reseptor siklodekstrin dengan ligan ekonazol. Siklodekstrin yang digunakan meliputi S-β-CD dan HP-γ-CD. Software AutoDock Vina digunakan untuk mengetahui interaksi antara ekonazol dengan siklodekstrin. Tahap visualisasi interaksi ligan dengan reseptor dilakukan menggunakan Software AutoDock Tools. Proses analisis docking dilakukan dengan mengurutkan nilai energi ikatan yang diperoleh dan dihitung nilai RMSD-nya menggunakan software PyMOL. Berdasarkan penelitian, didapatkan R-ekonazol memiliki struktur yang lebih stabil karena nilai ΔG yang lebih besar daripada S-ekonazol. Sulfated-β-siklodekstrin memiliki aktivitas selektor kiral yang lebih baik dibandingkan dengan hydroxypropyl-γ-siklodekstrin.Econazole is a chiral antifungal. Econazole separation has been carried out with several instruments such as high performance liquid chromatography (HPLC) using a cycloedxtrin selector. The computational approach with the docking method is generally carried out before the separation method is carried out. This study aimed to show the conformation of the interaction between the cyclodextrin receptor and the econazole ligand. Cyclodextrins which had been used were S-β-CD and HP-γ-CD. AutoDock Vina was used to determine the interaction between ekonazol and siklodekstrin. The visualization stage of the interaction of the ligand with the receptor was carried out using AutoDock Tools. The docking analysis process is carried out by sorting the bond energy values obtained and calculating the RMSD value using PyMOL software. Based on the research, it was found that R-econazole has a more stable structure due to its higher ΔG value than S-econazole. Sulfated-β-cyclodextrin has better chiral selector activity than hydroxypropyl-γ-cyclodextrin.
3138234642C1A017079PENGARUH VARIABEL MONETER TERHADAP RETURN SAHAM SUBSEKTOR PERBANKAN YANG TERMASUK KEDALAM LQ45 DI BURSA EFEK INDONESIAPenelitian ini untuk menganalisis variabel moneter yang mempengaruhi return saham pada perusahaan perbankan yang termasuk kedalam indeks LQ-45 di Bursa Efek Indonesia pada 2010 – 2019. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 46 perusahaan yang termasuk kedalam perusahaan perbankan. Peneltian ini menggunakan metode proposive sampling dengan 4 kriteria sehingga didapat 4 perusahaan yang menjadi sampelnya. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan jenis data yang digunakan dalam peneltian ini adalah data sekunder yang menggunakan data laporan keuangan.
Penelitian ini menggunakan return saham sebagai variabel dependen. Variabel independennya adalah tingkat inflasi, tingkat suku bunga, dan nilai tukar rupiah. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi data panel dengan menggunakan bantuan program Eviews 9. Hasil penelitian ini secara parsial menunjukkan Tingkat Suku Bunga dan Nilai Tukar Rupiah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham sedangkan Tingkat Inflasi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Return saham.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa para investor harus terlebih dahulu memperhatikan tingkat suku bunga serta nilai tukar rupiah karena didasari dari hasil penelitian yang menyimpulkan bahwa dari tiga variabel yang diteliti (tingkat inflasi, tingkat suku bunga, dan nilai tukar rupiah), hanya variabel tingkat suku bunga dan nilai tukar rupiah yang dapat dibuktikan memenuhi hipotesis yang ada. Meskipun demikian, investor juga perlu memperhatikan variabel yang lainnya, meskipun didalam penelitian ini terdapat satu variabel yang tidak mempengaruhi return secara signifikan tetapi pada penelitian terdahulu, variabel tingkat inflasi ini ada yang memberikan pengaruh secara signifikan.
This study is to analyze monetary variables that affect stock returns in banking companies that are included in the LQ-45 index on the Indonesia Stock Exchange in 2010 - 2019. The population in this study is 46 companies that are included in banking companies. This research uses a proposive sampling method with 4 criteria so as to obtain 4 companies as samples. This type of research used is descriptive quantitative and the type of data used in this research is secondary data that uses financial statement data.
This study uses stock returns as the dependent variable. The independent variables are inflation rate, interest rate, and rupiah exchange rate. The analytical technique used in this study is descriptive analysis and panel data regression analysis using the help of the Eviews 9 program. The results of this study partially show that the Interest Rate and Rupiah Exchange Rate have a negative and significant effect on stock returns while the Inflation Rate has a positive but not significant effect. to Stock Return.
The results of this study indicate that investors have to more to pay attention to interest rates and the exchange rate because it is based on the results of research which concludes that of the three variables studied (inflation rate, interest rate, and exchange rate), only the interest rate variable interest and exchange rate that can be proven to meet the existing hypothesis. However, investors also need to pay attention to other variables, although in this study there is one variable that does not affect returns significantly, but in previous studies, this inflation rate variable has a significant influence.
3138335518E1B018013LEGAL PROTECTION FOR CONSUMERS WITH DISABILITIES AS FLIGHT PASSENGERS IN THE CASE OF DISCRIMINATION BY ETIHAD AIRWAYS BASED ON LAW NUMBER 8 OF 1999 CONCERNING CONSUMER PROTECTION (CASE STUDY OF DECISION NUMBER : 846/PDT.G/2016/PN.JKT.SEL
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen diharapkan dapat mendukung tercapainya perlindungan hak bagi konsumen. Jasa angkutan udara sebagai salah satu jasa angkutan paling efektif dalam operasionalnya mempunyai sebuah standar. Dalam kasus ini Dwi Aryani sebagai penumpang penyandang disabilitas merasa diperlakukan diskriminatif dan dilanggar hak-nya karena diturunkan dari pesawat padahal penyandang disabilitas juga merupakan konsumen, membutuhkan aksesibilitas untuk memenuhi kebutuhan baik kebutuhan materil maupun non-materil. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap penyandang disabilitas sebagai konsumen jasa penerbangan dalam hal adanya diskriminasi oleh maskapai penerbangan etihad airways berdasarkan undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat diambil simpulan bahwa, Dwi Aryani sebagai Konsumen penyandang disabilitas mendapatkan Perlindungan Hukum dalam hal adanya diskriminasi oleh pihak maskapai penerbangan yang terbukti telah melanggar ketentuan yang diatur dalam Pasal 4 Huruf (g), Pasal 7 Huruf (c), Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 5 huruf (v) Undang-Undang Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Serta melakukan Perbuatan Melawan Hukum yang mengakibatkan pelaku usaha berkwajiban membayar ganti rugi materil sebesar Rp.37.500.000,00 (Tiga puluh tujuh juta lima ratus rupiah) dan ganti kerugian Immateriil sebesar Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) serta permintaan maaf melalui media cetak kepada Dwi Aryani.
Law No. 8 of 1999 concerning Consumer Protection is expected to support the achievement of rights protection for consumers. Air freight services as one of the most effective transportation services in its operations have a standard. In this case Dwi Aryani as a passenger with a disability felt treated discriminatory and violated his rights because he was taken off the plane even though people with disabilities were also consumers, needing accessibility to meet the needs of both material and non-material needs. The purpose of this study is to find out how legal protection against persons with disabilities as consumers of aviation services in the event of discrimination by Etihad Airways airlines based on Law No. 8 of 1999 concerning Consumer Protection.
This research uses normative juridical approach methods with analytical descriptive research specifications. The data source used is secondary data. The method of data collection is carried out by literature studies, the data obtained is presented with narrative text, and the data analysis method used is a qualitative normative method.
Based on the results of research and discussions that have been conducted, it can be concluded that Dwi Aryani as a Consumer with a disability gets Legal Protection in the event of discrimination by airlines that are proven to have violated the provisions stipulated in Article 4 Letter (g), Article 7 Letter (c), Law No. 8 of 1999 concerning Consumer Protection and Article 5 letter (v) of Law No. 8 of 2016 concerning Persons with Disabilities, As well as committing unlawful acts that resulted in business actors being obliged to pay material damages of Rp.37,500,000.00 (Thirty-seven million five hundred rupiah) and Immateriil damages of Rp.500,000,000.00 (five hundred million rupiah) as well as an apology through print media to Dwi Aryani.
3138435675E1A016041PERLINDUNGAN HUKUM LANJUT USIA DALAM PELAYANAN KESEHATANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk perlindungan hukum lanjut usia dalam pelayanan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan analitis (analytical approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Spesifikasi penelitian dalam penelitian ini adalah inventarisasi peraturan perundang-undangan, sinkronisasi hukum, dan penemuan hukum in concreto. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa pengaturan perlindungan hukum lanjut usia dalam pelayanan kesehatan pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia telah menunjukkan taraf sinkronisasi. Akan tetapi ditemukan fakta normatif, bahwa dalam Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan terkait pelayanan kesehatan bagi lanjut usia hanya diatur dalam 1 (satu) pasal dan tidak memerintahkan untuk diatur lebih lanjut dalam peraturan dengan derajat lebih rendah, sehingga pengaturan pelayanan kesehatan lanjut usia belum diatur secara terperinci. Bentuk perlindungan hukum lanjut usia dalam pelayanan kesehatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang ada meliputi: jaminan pengaturan lanjut usia mendapatkan pelayanan geriatri secara terpadu dengan pendekatan multidisiplin yang bekerja secara interdisiplin; jaminan pengaturan rujukan Pasien Geriatri (lanjut usia) ke fasilitas pelayanan kesehatan tingkat lanjutan; jaminan pengaturan memperoleh layanan kesehatan tanpa adanya diskriminasi; jaminan pengaturan memperoleh pelayanan kesehatan pada sarana kesehatan milik Pemerintah; jaminan pengaturan ketersedian fasilitas pelayanan kesehatan lanjut usia; jaminan pengaturan pelayanan kesehatan terhadap kondisi fisik, mental dan sosialnya; jaminan pengaturan mendapatkan pelayanan kesehatan bagi lanjut usia yang tidak mampu dengan mendapatkan keringan biaya.This study aims to determine the synchronization of arrangements and forms of legal protection for the elderly in health services. The research method used is normative juridical with a statute approach, an analytical approach, and a conceptual approach. The research specifications in this study are an inventory of laws and regulations, legal synchronization, and legal findings in concreto. Based on the research conducted, the results show that the regulation of legal protection for the elderly in health services in the structure of Indonesian legislation has shown a level of synchronization. However, normative facts were found, that in Law no. 36 of 2009 concerning Health related to health services for the elderly is only regulated in 1 (one) article and does not order to be further regulated in regulations with a lower degree, so that the arrangement of health services for the elderly has not been regulated in detail. Forms of legal protection for the elderly in health services based on existing statutory regulations include: guarantees that the elderly will receive integrated geriatric services with a multidisciplinary approach that works in an interdisciplinary manner; guarantee arrangements for referral of Geriatric Patients (elderly) to advanced health care facilities; regulatory guarantees for obtaining health services without discrimination; guarantee of regulation of obtaining health services at government-owned health facilities; guarantee for the arrangement of the availability of health care facilities for the elderly; guarantee for the regulation of health services for their physical, mental and social conditions; guarantee arrangements to get health services for the elderly who can not afford by getting a fee waiver.
3138534645H1C016034STUDI GEOLOGI DAN IDENTIFIKASI GIPSUM DENGAN METODE RESISTIVITAS 2D DAERAH KARANGMALANG, TEGAL, JAWA TENGAHGipsum adalah salah satu mineral industri yang kegunaannya cukup luas terutama di bidang konstruksi. Dalam mengetahui karakteristik gipsum diperlukan studi geologi yang terperinci. Daerah Karangmalang, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal memiliki daya Tarik tersendiri untuk dilakukan kajian geologi untuk dieksplorasi terkait keberadaan gipsum yang muncul di permukaan. Kajian tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi dan sejarah geologi setempat agar nantinya dapat mengidentifikasi karakteristik serta genesa dari gipsum tersebut. Dalam pelaksanaannya, digunakan beberapa metode antara lain survey dan pemetaan geologi, survey dan akuisisi data geolistrik, didukung data analisis geokimia berupa XRD dan XRF, dan tahap akhir validasi dari data sumur uji. Stratigrafi daerah Karangmalang tersusun oleh batupasir, batulempung, batupasir befosil, dan endapan aluvial. Survey data geolistrik menunjukkan nilai resistivitas dengan rentang nilai 0 - ±50 Ωm dengan 0-3 Ωm diasumsikan tanah lempungan dan batulempung jenuh air, nilai 10-17,5 Ωm merupakan batupasir jenuh air, dan nilai 17,5 - ±50 Ωm batupasir dengan agregat gipsum dan tanah gipsifer. Gipsum yang ada di daerah penelitian memiliki karakteristik kristal selenite yang muncul sebagai bongkah di permukaan, urat gipsum pada rekahan batulempung, serta mikrokristalin gipsum pada batupasir. Dari data geokimia menunjukkan kandungan gipsum sebesar 42,41% dari jumlah kelompok mineral evaporit, serta kadar Ca dan S cukup dominan dan merupakan indikasi keberadaan gipsum yang dapat dikaji lagi untuk tahap eksplorasi lanjutan atau bahkan tahap eksploitasi.Gypsum is an industrial minerals whose uses are quite broad, especially in the construction sector. Defining the characteristics of gypsum requires a detailed geological study. The area of Karangmalang, Kedungbanteng District, Tegal Regency has its own attraction for geological studies to be explored regarding the presence of gypsum that appears on the surface. This study aims to determine the local geological conditions and history in order to later identify the characteristics and genesis of the gypsum. In its implementation, several methods are used, including geological survey and mapping, geoelectrical survey and data acquisition, supported by geochemical analysis data in the form of XRD and XRF, and the final stage of validation of the test-pit data. The stratigraphy of the Karangmalang area is composed of sandstone, claystone, fossiliferous sandstone, and alluvial deposits. The geoelectrical data survey shows resistivity values with a value range of 0 - ±50 m with 0-3 m assumed as clay and water-saturated claystone, a value of 10-17.5 m being water-saturated sandstone, and a value of 17.5 - ±50 m as sandstone with gypsum aggregate and gypsum soil. The gypsum in the study area has the characteristics of selenite crystals that appear as fragment on the surface, gypsum veins in claystone fractures, and microcrystalline gypsum in sandstones. Geochemical data shows that the gypsum content is 42.41% of the total evaporite mineral group, and the levels of Ca and S are quite dominant and are an indication of the presence of gypsum which can be studied again for the further exploration stage or even the exploitation stage.
3138634646C1A015086ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN UMKM BERBASIS BISNIS ON-LINE
(Studi Kasus di UMKM The Best Gift Company)
Penelitian ini merupakan penelitian mengenai pendapatan UMKM berbasis bisnis on-line di Kabupaten Banyumas dengan studi kasus UMKM The Best Gift Company. Penelitian ini mengambil judul “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan UMKM Berbasis Bisnis On-line (Studi Kasus UMKM The Best Gift Company)”.
RINGKASAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal, biaya produksi, biaya periklanan dan mengetahui variabel apa yang paling berpengaruh terhadap pendapatan UMKM The Best Gift Company. Data pada penelitian ini adalah jumlah pendapatan kotor serta modal, biaya produksi dan biaya periklanan UMKM The Best Gift Company dalam 2 tahun yaitu tahun 2019 dan 2020 yang dihitung periodik setiap satu bulan. Alat analisis yang digunakan adalah uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, uji statistik dan uji elastisitas. Penelitian ini memiliki kebaruan di mana objek yang diteliti memiliki sistem penjualan yang berbeda (bisnis on-line) yang belum pernah digunakan oleh peneliti lain.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh variabel, yaitu variabel modal, biaya produksi, dan biaya periklanan secara bersama-sama berpengaruh terhadap pendapatan UMKM The Best Gift Company. Variabel modal, biaya produksi dan biaya periklanan berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan variabel yang paling berpengaruh terhadap pendapatan UMKM The Best Gift Company adalah variabel biaya produksi.

Implikasi dari penelitian ini adalah dinas atau instansi pemerintah terkait harus berfokus untuk menambah dan mempermudah akses permodalan bagi pelaku UMKM untuk mampu meningkatkan kapasitas produksinya, sehingga masyarakat di Kabupaten Banyumas terutama yang bergerak dalam usaha mikro, kecil dan menengah dapat mengembangkan usahanya secara maksimal.

This research is a research on the income of MSMEs based on on-line business in Banyumas Regency with a case study of MSMEs The Best Gift Company. This research takes the title "Analysis of Factors Affecting MSME Income Based on On-line Business (Case Study of MSME The Best Gift Company)".
This study aims to analyze the effect of capital, production costs, advertising costs and find out what variables have the most influence on the income of MSME The Best Gift Company. The data in this study is the amount of gross income and capital, production costs and advertising costs of The Best Gift Company UMKM in 2 years, namely 2019 and 2020 which is calculated periodically every one month. The analytical tools used are classical assumption test, multiple regression analysis, statistical test and elasticity test. This research has a novelty where the object under study has a different sales system (on-line business) that has never been used by other researchers.
The results of this study indicate that all variables, namely capital variables, production costs, and advertising costs jointly affect the income of UMKM The Best Gift Company. The variables of capital, production costs and advertising costs have a positive and significant effect, while the variable that has the most influence on the income of The Best Gift Company UMKM is the production costs variable.
The implication of this research is that the relevant government agencies or agencies must focus on increasing and facilitating access to capital for MSME actors, so that people in Banyumas Regency, especially those engaged in micro, small and medium enterprises, can develop their businesses to the fullest.
3138734713G1A018060PENGARUH PEMBERIAN SARI MARKISA UNGU (Passiflora edulis var edulis) TERHADAP KADAR TOTAL PROTEIN
STUDI UJI TOKSISITAS SUBKRONIS PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR
Latar Belakang: Markisa ungu merupakan buah kaya akan antioksidan. Antioksidan berlebih dapat memengaruhi fungsi hepar. Fungsi hepar berkaitan dengan sintesis total protein.
Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian sari markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) dalam jangka waktu subkronis (28 hari) per oral terhadap kadar total protein pada hewan uji tikus (Rattus norvegicus) galur Wistar.
Metode: Penelitian eksperimental dengan post-test only with control group design. 50 ekor tikus dibagi ke dalam 5 kelompok secara acak. Kelompok K I: kontrol normal, K II: perlakuan sari markisa ungu berdosis 4,2 mL/200 g BB/hari , K III: perlakuan sari markisa ungu berdosis 8,4 mL/200 g BB/hari, K IV: perlakuan sari markisa ungu berdosis 12,6 mL/200 g BB/hari, K V: perlakuan sari markisa ungu berdosis 16,8 mL/200 g BB/hari. Kadar total protein diperiksa menggunakan metode Biuret. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis.
Hasil: Rerata kadar total protein pada K I, K II, K III, K IV, dan K V berturut-turut adalah 6,31 g/dL, 6,32 g/dL, 6,26 g/dL, 6,53 g/dL, dan 6,5 g/dL. Uji Kruskal-Wallis bernilai p=0,57 (p>0,05).
Kesimpulan: Pemberian sari markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) dalam jangka waktu subkronis (28 hari) per oral tidak berpengaruh terhadap kadar total protein pada hewan uji tikus (Rattus norvegicus) galur Wistar.
Background: Purple passion fruit was rich in antioxidants. Excessive amount of antioxidants could affect liver function. The liver function was associated with synthesis of protein total.
Aim: To understand the effect of 28 days of oral administration of purple passion fruit juice (Passiflora edulis var edulis) on the level of protein total of white rat (Rattus norvegicus) Wistar in a sub-chronic toxicity test.
Methods: Experimental studied with post-test only control group design. 50 rats was randomly divided into 5 groups. Group K I: normal control, K II: treated with purple passion fruit juice at 4.2 mL/200 g BB/day dose, K III: treated with purple passion fruit juice at 8.4 mL/200 g BB/day dose, K IV: treated with purple passion fruit juice at 12.6 mL/200 g BB/day dose, K V: treated with purple passion fruit juice at 16.8 mL/200 g BB/day dose. The protein total level checked by Biuret’s method. Data analyzed by Kruskal-Wallis’s test.


Results: The mean level of protein total in group K I, K II, K III, K IV, and K V are 6.31 g/dL, 6.32 g/dL, 6.26 g/dL, 6.53 g/dL, 6.5 g/dL. The Kruskal-Wallis’s test shows p value=0.57 (p>0.05).
Conclusion: The administration of purple passion fruit juice does not significantly affect the protein total level of white rat in sub-chronic toxicity test.
3138834766I1D017033HUBUNGAN PENYAKIT INFEKSI, PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN MPASI DENGAN STATUS GIZI (PB/U) PADA BALITA USIA 6-24 BULAN
(Studi di Wilayah Puskesmas Cilacap Selatan II)
Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat asupan yang tidak adekuat sehingga mengalami kekurangan gizi dalam jangka waktu panjang. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan penyakit infeksi, pemberian ASI eksklusif dan MPASI dengan status gizi (PB/U) pada balita usia 6-24 bulan di wilayah Puskesmas Cilacap Selatan II.

Metode: Penelitian dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 40 balita, dengan teknik total sampling. Variabel penelitian antara lain penyakit infeksi, pemberian ASI eksklusif, pemberian MPASI, dan status gizi (PB/U). Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan pengukuran PB dengan infantometer dengan nilai standar (z-score). Analisa data menggunakan uji Chi-Square (α=0,05).

Hasil Penelitian: Terdapat hubungan pemberian ASI eksklusif (p=0,015) dengan status gizi (PB/U) pada balita usia 6-24 bulan, dan pemberian MPASI dengan status gizi (PB/U) pada balita usia 6-24 bulan (p=0,045). Tidak terdapat hubungan penyakit infeksi (diare, ISPA, dan kecacingan) dengan status gizi (PB/U) pada balita usia 6-24 bulan (p=0,093; p=0,273; p=0,079).

Kesimpulan: Variabel yang berhubungan dengan status gizi (PB/U) adalah pemberian ASI eksklusif dan pemberian MPASI. Saran bagi responden perlu meningkatkan pengetahuan tentang ASI eksklusif dan makanan yang bergizi seimbang untuk balita.
Background: Stunting is a condition of failure to thrive due to inadequate intake so that they experience malnutrition in the long term. The purpose of this study was to determine the relationship between infectious diseases, exclusive breastfeeding and complementary feeding with nutritional status (PB/U) in toddlers aged 6-24 months in the Puskesmas Cilacap Selatan II

Method: Research with cross sectional approach. The number of samples is 40 toddlers, with a total sampling technique. The research variables included infectious diseases, exclusive breastfeeding, complementary feeding, and nutritional status (PB/U). Collecting data using a questionnaire, and measuring body length with an infantometer with a standard value (z-score). Data analysis used Chi-Square test (α=0.05).

Research results: There is a relationship between exclusive breastfeeding (p=0.015) with nutritional status (PB/U) in toddlers aged 6-24 months, and complementary feeding with nutritional status (PB/U) in toddlers aged 6-24 months (p= 0.045). There was no relationship between infectious diseases (diarrhea, Acute Respiratory Infections, and helminthiasis) with nutritional status (PB/U) in children aged 6-24 months (p=0.093; p=0.273; p=0.079).

Conclusion: Variables related to nutritional status (PB/U) are exclusive breastfeeding and complementary feeding. Suggestions for respondents need to increase knowledge about exclusive breastfeeding and nutritionally balanced foods for toddlers.
3138934767L1A017032Status Kualitas Air Berdasarkan Metode National Sanitation Foundation Water Quality Index (NSF-WQI) di Plawangan Timur Segara Anakan Cilacap.Perairan Plawangan Timur Segara Anakan Cilacap merupakan tempat bermuaranya beberapa sungai, sehingga akumulasi unsur hara serta sedimen menjadi tinggi, akibat masukan dari sungai serta kegiatan industri disekitar badan perairan. Hal tersebut membuat kajian mengenai monitoring serta evaluasi status kualitas air di perairan Plawangan Timur Segara Anakan Cilacap penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas air di Plawangan Timur, Segara Anakan, Cilacap berdasarkan National Sanitation Foundation Water Quality Index (NSF-WQI). Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2020 di Plawangan Timur Segara Anakan Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive Random Sampling. Lokasi penelitian dibagi menjadi 5 stasiun dengan stasiun I sungai Kembang Kuning, stasiun II sungai Sapuregel, stasiun III pertemuan sungai kembang Kuning dan Sapuregel, stasiun IV sungai Donan dan stasiun V pertemuan sungai Kembang Kuning, Sapuregel dan Donan. Data dianalisis secara deskriptif komparatif menggunakan NSF-WQI dan uji F (One way Anova) untuk mengetahui perbedaan kualitas air antar stasiun. Hasil menunjukan bahwa nilai NSF-WQI berkisar antara 53.94-68.29. Nilai skor tertinggi diperoleh oleh stasiun I dan terendah diperoleh pada stasiun IV. Secara umum, parameter kualitas air menunjukan perbedaan secara signifikan (P<0.05) kecuali parameter TSS, nitrat dan phospat. Berdasarkan evaluasi menggunakan metode NSF-WQI, kualitas air pada kawasan Plawangan Timur termasuk dalam kategori sedang atau masih sedikitnya limbah yang masuk ke perairan dan dianjurkan untuk dilakukanya pengelolaan terhadap perairan tersebut.Plawangan Timur Segara Anakan Cilacap is the place where rivers flow. Nutrients carried by rivers and industrial activities increased nutrients and sediments in these waters. It’s make monitoring and evaluation of water quality status in the waters of Plawangan timur Segara Anakan Cilacap important to do. This study aims to find out the condition of water quality in East Plawangan, Segara Anakan, Cilacap based on the National Sanitation Foundation Water Quality Index (NSF-WQI). The study was conducted in July 2020 in Plawangan timur Segara Anakan Cilacap. The research method used is a survey method with purposive random sampling techniques. The research site is divided into 5 stations with station I of Kembang Kuning river, station II of Sapuregel river, station III confluence of 2 rivers Kembang Kuning and Sapuregel rivers, station IV of the Donan river and station V of the confluence of the Kembang Kuning, Sapuregel and Donan rivers. The data was analyzed descriptively comparatively using NSF-WQI and One way Anova tests to determine the differences in water quality between stations. The results showed that NSF-WQI values ranged from 53.94-68.29. The highest score is obtained by station I and the lowest is obtained at station IV. In general, water quality parameters show a significant difference (P<0.05) except for TSS, nitrate and
phospat parameters. Based on the evaluation using NSF-WQI methods, water quality in the East Plawangan area is included in the moderate category or still at least waste that enters the waters and is recommended for management of these waters.
3139034800E1A017215AKIBAT CERAI-GUGAT TERHADAP HARTA PERKAWINAN (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN PENGADILAN TINGGI AGAMA MAKASSAR NOMOR 016/PDT.G/2020/PTA.MKS)Harta yang diperoleh selama perkawinan atau yang disebut sebagai harta perkawinan haruslah dibagi secara adil dan rata antara suami dan isteri sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku yang mana tidak boleh ada harta yang ditutup – tutupi oleh suami maupun isteri seperti dalam perkara mengenai pembagian harta perkawinan yang terjadi di Pengadilan Tinggi Agama Makassar dengan Putusan Nomor 016/Pdt.G/2020/PTA.Mks.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara harta perkawinan akibat dari cerai – gugat pada Putusan Pengadilan Tinggi Agama Nomor 016/Pdt.G/2020/PTA.Mks. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah perspektif analisis. Data yang digunakan adalah Putusan Pengadilan Tinggi Agama Makassar Nomor 016/Pdt.G/2020/PTA.Mks. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil simpulan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam memutus pembagian harta perkawinan pada Putusan Pengadilan Tinggi Agama Nomor 016/Pdt.G/2020/PTA.Mks hanya mendasarkan pada Pasal 1 huruf f dan Pasal 210 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam. Menurut peneliti dalam pertimbangan hukum hakim dapat melengkapi dengan Pasal 35 ayat (1) dan Pasal 36 ayat (1) Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, dan kurang dijelaskan dalam pertimbangan hakim.
Assets acquired during marriage or what are referred to as marital property must be divided fairly and equally between husband and wife in accordance with applicable legal provisions, which means that no property may be covered up by either husband or wife as in the case regarding the distribution of marital property that occurred. at the Makassar Religious High Court with Decision Number 016/Pdt.G/2020/PTA.Mks.
The problem in this study is how the judge's legal considerations are based in deciding cases of marital property as a result of divorce in the High Religious Court Decision Number 016/Pdt.G/2020/PTA.Mks. The approach method used is a normative juridical approach. The research specification used is an analytical perspective. The data used is the Makassar Religious High Court Decision Number 016/Pdt.G/2020/PTA.Mks. The data collection method used is literature study. The data analysis method used is a qualitative normative analysis method.
Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the judge's legal considerations in deciding the distribution of marital property in the High Religious Court Decision Number 016/Pdt.G/2020/PTA.Mks are only based on Article 1 letter f and Article 210 paragraph (2) of the Legal Compilation Islam. According to the researcher in legal considerations, the judge can supplement with Article 35 paragraph (1) and Article 36 paragraph (1) of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage, and it is not explained in the judge's consideration.
3139134469E1A017278PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM PENARIKAN PAKSA OBJEK JAMINAN FIDUSIA (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 54/Pdt/2020/PT. Kdi)Skripsi dengan judul “Perbuatan Melawan Hukum Dalam Penarikan Paksa Objek Jaminan Fidusia (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 54/Pdt/2020/PT. Kdi)" ini, dilakukan untuk menganalisisa perkara banding terhadap pelaksanaan penarikan objek jaminan fidusia oleh Tergugat. Perkara ini berawal dari adanya perjanjian kredit antara Penggugat dengan Tergugat dengan objek jaminan berupa Mobil Nissan All New March dan diikat jaminan fidusia. Ketika debitur melakukan wanprestasi, Tergugat dengan menggunakaan jasa debt collector melakukan penarikan secara paksa objek jaminan fidusia. Adapun tujuannya
adalah untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir kriteria-kriteria perbuatan melawan hukum dalam Putusan Nomor 54/Pdt/2020/PT. Kdi. dan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan tuntutan ganti kerugian di dalam Putusan Nomor 54/Pdt/2020/PT. Kdi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis dan analisis secara normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan, pertama, bahwa hakim mengkualifisir perbuatan Tergugat yang melakukan pengamanan barang jaminan dengan cara penarikan paksa kendaraan/mobil Penggugat dalam garasi rumah Penggugat dengan menggunakan jasa debt collector sebagai perbuatan melawan hukum yang melanggar kriteria kewajiban hukum si pelaku berupa melanggar Putusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019. Pertimbangan Hakim ini sejalan dengan kriteria-kriteria perbuatan melawan hukum yang bersifat alternatif. Menurut penulis, akan lebih tepat apabila pertimbangan hukum hakim terhadap tindakan penarikan tersebut bertentangan dengan Putusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019 karena dilakukan tidak atas dasar kesukarelaan Penggugat untuk menyerahkan objek jaminan serta Pasal 48 ayat (2) dan Pasal 48 ayat (3) huruf (c) jo Pasal 65 ayat (5) POJK Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan karena tidak adanya perjanjian kerjasama antara Tergugat dengan jasa debt collector tersebut dan jasa debt collector yang digunakan belum tersertifikasi profesi di bidang penagihan yang terdaftar di Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). Kedua,Hakim mengabulkan tuntutan ganti kerugian dalam bentuk pembayaran sejumlah uang terhadap Penggugat sejumlah Rp. 76.779.600,00- (tujuh puluh enam juta tujuh ratus tujuh puluh sembilan ribu enam ratus rupiah). Menurut penulis ganti kerugian yang diterapkan oleh Hakim termasuk kategori ganti rugi atas kerugian dalam bentuk berupa ganti kerugian atas rugi (schaden).
Thesis with the title "Unlawful Acts in The Forced Withdrawal of Fiduciary Bail Objects (Juridical Review of Verdict No. 54/Pdt/2020/PT. Kdi)" is done to analyze the appeal case against the implementation of the withdrawal of the fiduciary guarantee object by the Defendant. This case stems from the existence of a credit agreement between the Plaintiff and the Defendant with the object of the guarantee in the form of a Nissan All New March Car and tied to a fiduciary guarantee. When the debtor defaults, the Defendant by using the debt collector's services forcibly withdraws the fiduciary guarantee object. The purpose is to analyze the judge's legal considerations in qualifying the criteria of unlawful acts in Decision No. 54/Pdt/2020/PT. Kdi. and to analyze the judge's legal considerations in granting the claim for damages in Decision No. 54/Pdt/2020/PT. Kdi. The research method used is a normative juridical method, with descriptive analytical research specifications and qualitative normative analysis.
The results of the study showed, first, that the judge qualified the defendant's actions that secured the collateral goods by means of the forced withdrawal of the Plaintiff's vehicle/car in the garage of the Plaintiff's house by using the services of debt colletor as an unlawful act that violates the criteria of legal obligations of the perpetrator in violation of MK Decision No. 18/PUU-XVII/2019. The judgment of this Judge is in line with the criteria of unlawful acts that are alternative. According to the author, it would be more appropriate if the judge's legal consideration of the withdrawal action is contrary to The Court's Decision No. 18/PUU-XVII/2019 because it is done not on the basis of the plaintiff's willingness to submit the object of guarantee and Article 48 paragraph (2) and Article 48 paragraph (3) letter (c) jo Article 65 paragraph (5) POJK Number 35/POJK.05/2018 concerning the Implementation of Financing Company Business because there is no cooperation agreement between the Defendant and the debt collector service and the debt collector services used have not been certified profession in the field of billing registered with the Association of Indonesian Financing Companies (APPI). Second, the Judge granted the claim for damages in the form of payment of a sum of money against the Plaintiff amounting to Rp. 76,779,600.00-(seventy-six million seven hundred seventy-nine thousand six hundred rupiah). According to the author of the damages applied by the Judge including the category of compensation for losses in the form of damages for damages (schaden).
3139234648G1A018078Analisis Kesenjangan Aksesibilitas Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Diabetes Melitus (DM) Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kabupaten Banyumas Latar Belakang: Prevalensi DM tipe 2 semakin meningkat di Indonesia. Prolanis sebagai manfaat dari jaminan kesehatan nasional (JKN) bertujuan untuk mengendalikan prevalensi DM di Indonesia. Akses peserta JKN terhadap Prolanis masih sangat bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan aksesibilitas Prolanis DM pada peserta JKN di Kabupaten Banyumas.

Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional yang mengikutsertakan 628 peserta Prolanis dari 16 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di Kabupaten Banyumas. Aksesibilitas diukur berdasarkan rutinitas kunjungan, kesesuaian pengobatan dan pengendalian penyakit. Kesenjangan diukur berdasarkan status sosial ekonomi, jenis FKTP, jenis kepesertaan dan lokasi tinggal. Tingkat kesenjangan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan uji regresi logistik berganda.

Hasil: Dari 628 responden sebesar 67,2% rutin berkunjung, 71,8% telah sesuai pengobatannya dan 35,0% terkendali penyakitnya. Peserta JKN yang tinggal di perkotaan lebih rutin berkunjung dibanding peserta yang tinggal di perdesaan (OR = 1,68(95%CI)) dan peserta pekerja sektor informal lebih rutin berkunjung dibanding peserta pekerja sektor formal (OR = 2,65(95%CI)). Peserta yang tinggal di perkotaan berpeluang lebih tinggi mendapatkan pengobatan yang sesuai dibandingkan dengan peserta yang tinggal di perdesaan (OR = 2,37(95%CI)). Bila dibandingkan dengan Praktek Dokter Mandiri, peserta Prolanis yang berobat di Puskesmas (OR = 0,50(95%CI)) dan Klinik Pratama (OR = 0,50(95%CI)) berpeluang memiliki pengendalian penyakit yang lebih rendah.

Kesimpulan: Terdapat kesenjangan aksesibilitas Prolanis DM peserta JKN di Kabupaten Banyumas berdasarkan status sosial ekonomi, lokasi tinggal, dan jenis FKTP. Implementasi Prolanis perlu memperhatikan karakteristik peserta agar kesenjangan aksesibilitas dapat diminimalisir.



Kata Kunci: Aksesibilitas; diabetes melitus tipe 2; JKN; kesenjangan; prolanis
Background: The prevalence of type 2 DM is increasing in Indonesia. Chronic disease management (Prolanis) as benefit package of the national health insurance (JKN) aims to control the prevalence of DM in Indonesia. However, access of JKN beneficiaries to Prolanis is still varied. This study aims to assess the inequalities in the accessibility of Prolanis DM among JKN beneficiaries in Banyumas District.

Methods: This was a cross-sectional study involving 628 Prolanis participants from 16 primary healthcare facilities (FKTP) at Banyumas Regency. Accessibility was measured based on routine visits, appropriateness of treatment and disease control. The inequalities were measured based on socioeconomic status, type of FKTP, type of beneficiaries and place of residence. The extent of inequality was analyzed using the Chi-Square test and multiple logistic regression.

Results: From 628 participants, 67.2% had reguler visit, 71.8% had appropriate treatment and 35.0% had their disease under control. Participants living in urban areas visited more regularly compared to those who lived in rural areas (OR = 1.68(95%CI)) as well as participants who were informal workers compared to those who were formal workers (OR = 2, 65(95%CI)). Participants living in urban areas had a higher chance of receiving appropriate treatment compared to participants living in rural areas (OR = 2.37(95% CI)). When compared to solo practice, Prolanis participants who seek treatment at the Puskesmas (OR = 0.50(95%CI)) and Primary Clinics (OR = 0.50(95%CI)) have a lower chance of the disease undercontrol.

Conclusion: A relatively large inequalities in the accessibility of Prolanis DM exist among JKN beneficiaries at Banyumas Regency based on socioeconomic status, location of residence, and type of FKTP. The implementation of Prolanis needs to pay attention to the characteristics of the participants to improve the accessibility of the vulnerable group to the program.

Keywords: Accessibility; inequalities; JKN; prolanis; type 2 diabetes mellitus
3139334649G1A018076HUBUNGAN BEBAN KERJA MENTAL DENGAN TINGKAT STRES PADA TENAGA KEPENDIDIKAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANLatar Belakang : Stres dapat mempengaruhi kinerja dari tenaga kependidikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membantu menciptakan lulusan yang baik. Banyaknya tenaga pendidikan yang mengalami stres kerja merupakan dampak dari beban kerja mental yang di luar kapasitas. Tingkat stres tersebut berbeda tergantung dari kapasitas masing-masing individu. Oleh sebab itu, diperlukannya penyeimbangan beban kerja mental dan pengelolaan stres oleh tenaga kependidikan.
Tujuan : Mengetahui hubungan beban kerja mental dengantingkat stres pada tenaga kependidikan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman.
Metode : Penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional pada tenaga kependidikan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data beban kerja mental menggunakan Kuisioner NASA TLX dan tingkat stres menggunakan Kuisioner PSS. Analisis hipotesis menggunakan uji statistik Spearman Rank.
Hasil : Frekuensi beban kerja mental pada tenaga kependidikan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman pada kategori ringan sebesar 27,7%, sedang sebesar 43,1%, dan berat sebesar 29,2%. Sementara itu, tingkat stres dengan kategori ringan sebesar 46,2% , sedang sebesar 53,8%, dan berat sebesar 0,0%. Hasil uji statistik Spearman Rank yaitu p = 0,137.
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara hubungan beban kerja mental dengan tingkat stres pada tenaga kependidikan Universitas Jenderal Soedirman.
Background: Stress can affect someones work performance in an effort to improve institutional performance. The frequency of stress in education staff is caused by mental workload that demands extra effort out of their capacity. This stress levels may differ according to individual capabilities. Given the importance of the stress impact also the need to manage employees level of stress and mental workload, this study aims to explore the correlation between those variables.
Objective: To determine the relationship between mental workload and stress levels on educational staff at Faculty Of Medicine Jenderal Soedirman University.

Methods: An analytic observational study with cross-sectional model was conducted among educational staff at Faculty Of Medicine Jenderal Soedirman University with purposive sampling technique. Data of mental workload were collected using NASA TLX questionnaire and stress levels were collected using PSS questionnaire. Hypothesis was analysed using Spearman Rank.
Results: The level of mental workload on educational staff at Faculty Of Medicine Jenderal Soedirman University in the mild category is 27,7%, moderate is 43,1%, and high is 29,2%. Meanwhile, the level of stress in low category is 46,2%, moderate level of stress is 53,8% and the high level of stress is 0,0%. The results of Spearman Rank shows p = 0,137.
Conculusions: There is no correlation between mental workload and stress levels on educational staff at Faculty Of Medicine Jenderal Soedirman University.
3139434714I1E017066Evaluasi Program Pembinaan Prestasi Bola Voli Pelajar Kabupaten Banjarnegara
Tahun 2020
Bola voli di Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu olahraga yang sangat digemari mulai dari kalangan masyarakat sampai pelajar. Tujuan olahraga juga sering digunakan untuk mengasah kemampuan berolahraga, guna meraih prestasi di bidang olahraga tersebut. Dalam proses pencapaian prestasi tentunyaa harus dilaksanakan melalui pembinaan serta pengembangan secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi kebolahragaan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif Bola Voli Pelajar Kabupaten Banjarnegara. Subjek dalam penelitian ini meliputi:1) Ketua PBVSI periodee 2021, 2) DINDIKPORA, bidang pembinaan pemuda dan bolahraga, 3) Pelatih berlisensi, 4) Orang Tua atlet 5) Atlet, 6) variabel evaluasi program pembinaan prestasi bbola voli, 7) instrument penelitian menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan evaluasi program dengan model CIPP. Berdasarkan hasil wawancara yang diperoleh dari pengumpulan data menunjukan; 1) Program pembinaan berjalan dengan baik, 2) Sarana prasarana sudah memadai, 3) Proses recruitment pelatih dan atlet sudah baik, 4) Proses pembinaan atlet berkesinambungan 5) Perolehan prestasi sudah cukup baik. 1) Context Pelaksanaan pembinaan bola voli di Kabupaten Banjarnegara sudah tergolong baik, 2) Input pembinaan bola voli di Kabupaten Banjarnegara sudah tergolong baik, 3) Proses pembinaan bola voli di Kabupaten Banjarnegara sudah baik, 4) Product Pembinaan PBVSI berhasil.Volleyball in Banjarnegara Regency is one of the most popular sports from the community and students. The purpose of sport is also often used to hone the ability to exercise, achieve achievements in the field of sport. In the process of achieving achievements, of course, it must be carried out through coaching and development in a planned, tier. This research is a descriptive qualitative study of the Banjarnegara Regency student volleyball. The subject in this study includes: 1) pbvsi chairman periode 2021, 2) DINDIKPORA, Field of Youth and Sports Coaching, 3) licensed coach, 4) athlete's parents, 5) athlete, 6) Variable Evaluation of Volleyball Achievement Program Development, 7) Research instruments use observation, documentation and interviews. This research uses program evaluation with the CIPP model. Based on the results of the interviews yielded; 1) The coaching program is running well, 2) The infrastructure is adequate, 3) The recruitment process for coaches and athletes is good, 4) The athlete coaching process is continuous 5) Achievement is good enough. 1) Context The implementation of volleyball coaching in Banjarnegara district is good, 2) Volleyball coaching input in Banjarnegara district is good, 3) Volleyball coaching process in Banjarnegara district is good, 4) PBVSI coaching product is successful.
3139534776H1D014066PENGARUH SISTEM ZONASI SEKOLAH TERHADAP
KARAKTERISTIK PERJALANAN SISWA SMPN 1 PURBALINGGA
Sistem zonasi sekolah merupakan kebijakan yang membagi penerimaan siswa
baru ke dalam beberapa zona. Penerapan sistem zonasi sekolah merupakan upaya
pemerintah dalam pemerataan pendidikan secara menyeluruh, tidak lagi
berdasarkan sekolah unggulan dan non unggulan. Sistem ini dikeluarkan oleh
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) menyatakan
bahwa sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah wajib menerima
calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah paling
sedikit sebesar 90 persen dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang
diterima. Penerapan sistem zonasi menimbulkan beberapa konflik khususnya pada
peraturan panjang perjalanan siswa yang diatur oleh sistem zonasi sekolah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kebijakan sistem
zonasi dalam karakteristik perjalanan siswa di SMPN 1 Purbalingga. Jenis
penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan
deskriptif dengan memperoleh data dari hasil kuesioner, dan dokumentasi
langsung di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan sistem
zonasi sekolah khususnya di SMPN 1 Purbalingga, sistem zonasi mempengaruhi
karakteristik panjang perjalanan siswa jika ditinjau dari pemilihan moda
transportasi, dan pola perjalanannya seperti panjang perjalanan, waktu tempuh,
dan biaya perjalanan siswa menuju sekolah.
Zonation school system is a policy of admitting new students into several zones.
The implementation of the zonation school system is an effort by the government
to provide a comprehensive distribution of education, its not based on superior
and non-superior schools. This system is issued by the Regulation of the Minister
of Education and Culture (Permendikbud) in law number 14 of 2018 which states
that local govement school are required to accept prospective students who are
domiciled within the radius of the zone at least 90 percent of the total number of
students accepted. The application of the zoning system causes several conflicts,
especially length of a student's journey that has been regulated by the zonation
school system. This study purpose to determine the influence of the zoning system
policy on the characteristics of student’s journey at SMPN 1 Purbalingga. The
type of research used is qualitative research with a descriptive approach by
obtaining data from the results of questionnaires, and direct documentation in the
field. Resulting The results of this study indicate that the application of the
zonation school system, especially at SMPN 1 Purbalingga, the zoning system
affects the characteristics of the length student's journey based from the choice of
transportation mode, and the pattern of journey such as the length of the trip,
journey time, and the cost of the student's journey to school.
3139634806H1B017066PENGARUH PERGESERAN BAUT PADA PEKERJAAN SAMBUNGAN BALOK- BALOK DENGAN SAMBUNGAN TIPE SEMI KAKU PADA KONSTRUKSI BAJA DENGAN ANALISIS NUMERIKAL DENGAN BANTUAN SOFTWARE ABAQUSKomponen sambungan dalam konstruksi struktur baja merukapan komponen yang paling berbahaya. Kegagalan struktur paling banyak disebabkan oleh desain sambungan yang kurang layak. Pada jurnal ini membandingkan hasil dari pengaruh pergeseran baut pada sambungan baja balok – balok dengan tipe semi kaku dalam mutu baja A572 serta mutu baut A490 yang dikombinasikan menjadi 3 hasil analisis eksperimental dengan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis eksperimental dengan bantuan perangkat lunak Abaqus dengan tipe pergeseran pada lubang sambungan web yang bergeser arah vertikal ke bawah 10 mm dan arah horizontal ke kiri 10 mm, dimana perancangan dan pemodelan sambungan direncanakan dengan pembebanan sekuat profil serta memenuhi ketentuan dari SNI 1729:2020. Pada hasil jurnal ini didapatkan perbandingan 3 pemodelan dengan kategori yang cukup bervariasi pada tipe pergeseran sambungan. Pengaruh pergeseran baut pada mutu baja A572 dan baut A490 dengan kondisi bergeser kiri 10 mm pada pelat sambung badan sambungan baja balok – balok semi kaku dikategorikan dengan klasifikasi cukup signifikan, dengan nilai indeks komposit rerata 2,6 dalam kondisi komposit perubahan tegangan pada sambungan sebesar 10% - 30%, perubahan regangan sebesar 25% - 50% , perubahan reaction force Maksimum sebesar -15,3%, perubahan reaction force Minimum sebesar 193,37%, dan perubahan displacement sebesar - 1,67%. Serta Pengaruh pergeseran baut pada mutu baja A572 dan baut A490 dengan kondisi bergeser bawah 10 mm pada pelat sambung badan sambungan baja balok – balok semi kaku dikategorikan dengan klasifikasi signifikan, dengan nilai indeks komposit rerata 3,1 dalam kondisi komposit perubahan tegangan pada sambungan sebesar 31% - 50%, perubahan regangan sebesar 51% - 100% , perubahan reaction force Maksimum sebesar -0,10%, perubahan reaction force Minimum sebesar -11,62%, dan perubahan displacement sebesar 28,06%.Connection components in steel structure constructions are the most dangerous components. Most of the structural failures are caused by improper connection design. This study compares the results of the effect of bolt shifting on steel beam joints with semi rigid types in the quality of A572 and A36 steels and the quality of A325 and A490 bolts which are combined into 12 results of experimental analysis. The method used in this study is an experimental analysis method with the help of abaqus software with the type of shift in the web connection hole that shift verticaly downwards 10 mm and horizontaly to the left 10 m, where the design and modelling of the connections is planned with a loading as strong as the profile and meets the requirements provisions of SNI 1729-2020. At the quality of A572 steel and A490 bolts with 10 mm left shear condition, changes in the maximum reaction force of -15,30%, the minimum reaction force of 193,37%, and the change in displacement is -1,67%. At the quality of A572 steel and A490 bolts with under 10 mm shear condition, changes in the maximum reaction force of -0,10%,the minimum reaction force of -11,62%, and the change in displacement is 28,06%.
3139735418E1A018196TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA TERHADAP PENJUALAN PRODUK MAKANAN IMPOR DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN Nomor 228/Pid.B/2020/PN.SbsTanggung jawab merupakan perbuatan yang dilakukan oleh seseorang sebagai wujud dari kesadaran akan kewajibannya dalam menanggung suatu akibat dari perbuatan yang telah dilakukannya. Kerugian konsumen akibat mengkonsumsi atau menggunakan barang dan/atau jasa yang diperdagangkan oleh pelaku usaha membuat pelaku usaha berkewajiban untuk bertanggung jawab atas kerugian tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu masih kurangnya kesadaran pelaku usaha dalam memperhatikan ketentuan izin edar dan pencantuman informasi barang dengan mengunakan bahasa Indonesia dalam produknya.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang dibagi menjadi bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang bersumber pada studi kepustakaan dan peraturan perundang-undangan beserta peraturan pelaksanaannya. Data yang telah diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian berdasarkan Putusan Nomor 228/Pid.B/2020/Pn.Sbs bahwa hakim menyatakan Muhammad Andry Lamfield sebagai pelaku usaha telah melakukan perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha sebagaimana diatur dalam Pasal 8 ayat (1) huruf a dan huruf j Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen karena telah memperdagangkan sosis impor produk negara Malaysia yang tidak memiliki izin edar dan di dalam kemasan sosis produk negara Malaysia tersebut tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Tangung jawab Muhammad Andry Lamfield sebagai pelaku usaha adalah tanggung jawab pidana dengan denda sejumlah Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 2 (dua) bulan serta dijatuhkan hukuman tambahan sosis produk negara Malaysia tersebut dirampas untuk dimusnahkan.
Kata Kunci: Tanggung Jawab, Pelaku Usaha, Produk Makanan Impor
Responsibility is an act done by a person as a form of awareness of his obligation to bear a consequence of what he has done. Consumer losses due to consuming or using goods and /or services traded by business actors make business actors liable for such losses. The problem in this research is the awareness of business actors in paying attention to the provisions of the distribution permit and the inclusion of goods information by using Indonesian in their products.
The research method used is normative juridical with descriptive research specifications. The data used in this study is secondary data that is divided into primary legal materials and secondary legal materials that are sourced from literature studies and laws and regulations and their implementation regulations. The data that has been obtained is then processed and analyzed with qualitative normative methods.
The results of the study based on Decision No. 228/Pid.B/2020/Pn.Sbs showed that hakim declared Muhammad Andry Lamfield as a business actor to have committed prohibited acts for business actors as stipulated in Article 8 paragraph (1) letter a and letter j of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection for having traded imported sausages of Malaysian state products that do not have a license and in the packaging of sausages of Malaysian state products are not include information and/or instructions for the use of goods in Indonesian in accordance with applicable laws and regulations. Muhammad Andry Lamfield's responsibility as a businessman is a criminal liability with a fine of Rp 5,000,000.00 (five million rupiah) with the provision that if the unpaid fine is replaced with a criminal cage for 2 (two) months and imposed additional penalties that the sausage products of the Malaysian state are seized for destruction.
Keywords: Responsibilities, Business Actors, Imported Food Products
3139834651G1A018084HUBUNGAN LONG COVID-19 DENGAN KEJADIAN DEPRESI DI KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang: Kejadian Long Covid-19 saat ini semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19. Covid-19 memengaruhi kejadian depresi selama pandemi. Kejadian depresi banyak dilaporkan menetap atau bahkan baru muncul beberapa bulan setelah terkonfimasi Covid-19. Penelitian lebih jauh diperlukan agar masyarakat maupun tenaga fasilitas layanan kesehatan lebih memperhatikan dan dapat melakukan pencegahan maupun tata laksana depresi yang lebih dini terhadap penderita Long Covid-19
Tujuan: Mengetahui hubungan Long Covid-19 dengan kejadian depresi di Kabupaten Banyumas.
Metode: Penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional pada masyarakat umum yang telah melewati masa akut Covid-19 dan berdomisili di Banyumas dengan teknik consecutive sampling. Pengambilan data tingkat depresi menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory (BDI-II) dan Long Covid-19 melalui lembar identitas pasien. Analisis hipotesis menggunakan uji statistik Kolmogorov-Smirnov.
Hasil: Pada 40 responden yang telah melewati masa akut Covid-19 sebagian besar responden mengalami gejala Long Covid-19 (52,5%). Depresi (77,3%), fatigue (40,9%) dan anosmia (31,8%) merupakan gejala yang paling banyak dikeluhkan pada penderita long Covid-19. Depresi pada Long Covid-19 paling banyak dialami oleh responden berusia 17-25 tahun (76,1%) dan berjenis kelamin perempuan (57,1%). Hasil uji statistik bivariat Kolmogorov-smirnov pada Long Covid-19 dengan depresi menujukkan hasil berhubungan dengan p = 0,0,41.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara Long Covid-19 dengan kejadian depresi di Kabupaten Banyumas.
Background: The incidence of Long Covid-19 is currently increasing along with the increasing number of Covid-19 cases. Covid-19 affects the incidence of depression during the pandemic. Many cases of depression are reported appeared or even have persisted for a few months after the patient was confirmed Covid-19. Further research is needed so the community and health care facility staff can pay more attention, prevent, treat depression earlier in Long Covid-19 sufferers.
Objective: To find out the relationship between Long Covid-19 and the incidence of depression in Banyumas Regency.
Methods: An observational analytical study with a cross sectional design on the society who have passed the acute period of Covid-19 and domiciled in Banyumas with consecutive sampling technique. Depression level of data were collected using the Beck Depression Inventory (BDI-II) and Long Covid-19 questionnaires through patient identity sheets. Hypothesis analysis used an alternative statistical test Kolmogorov-Smirnov.
Result: In 40 respondents who had passed the acute period of Covid-19 most of the respondents experienced symptoms of Long Covid-19 (52,5%). Depression (77.3%), fatigue (40.9%) and anosmia (31.8%) were the most common symptoms in Covid-19 patients. Depression in Long Covid-19 was mostly experienced by respondents aged 17-25 years (76.1%) and female (57.1%). The results of the Kolmogorov-Smirnov bivariate statistical test on Long Covid-19 with depression shows the results are related to p=0.0.41.
Conclusion: There is a relationship between Long Covid-19 and the incidence of depression in Banyumas.
3139934652G1A018033EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP KADAR ENZIM KATALASE TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL HIPERURISEMIALatar Belakang : Hiperurisemia adalah keadaan yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal. Pada kondisi hiperurisemia dapat menyebabkan pembentukan ROS yang berdampak pada penurunan katalase (CAT). Katalase merupakan salah satu antioksidan endogen yang terdapat pada tubuh manusia. Ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu tanaman yang memiliki manfaat sebagai antioksidan dan dapat menurunkan kadar asam urat dalam tubuh.
Tujuan : Mengetahui efek dan dosis efektif pemberian ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terhadap peningkatan kadar CAT tikus putih (Rattus norvegicus) model hiperurisemia.
Metode : kuantitatif eksperimental menggunakan data penelitian yang belum dipublikasikan sebelumnya dengan post test only with control group design. Sebanyak tiga puluh ekor tikus putih dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok A: kelompok normal (n=6), B: kelompok hiperurisemia (n=6) sebagai kontrol sakit yang diberikan otak sapi 20 gram/ekor/hari selama 17 hari , C, D dan E: kelompok hiperurisemia dan diberikan ekstrak etanol daun kelor 300 mg/kgBB, 600 mg/kgBB, dan 1200 mg/kgBB 7 hari setelah hiperurisemia.
Hasil : Rerata kadar CAT kelompok A=6,70±0,07; B=4,77±0,07; C=5,87±0,01; D=6,15±0,03; E=6,33±0,03. Uji statistik yang digunakan adalah uji Kruskal-wallis dilanjutkan dengan uji Post-hoc Mann-Whitney menunjukkan nilai p < 0,05.
Kesimpulan : Pemberian ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) dapat meningkatkan kadar CAT tikus putih (Rattus norvegicus) model hiperurisemia.
Background: Hyperuricemia is a condition when the serum uric acid rise above normal. Hyperuricemia conditions can cause the formation of ROS that affect on decreasing catalase (CAT). Catalase is one of endogenous antioxidant in human body. Moringa oleifera ethanol leaf extract has is one of the plants that has some benefits as antioxidant and reduce blood uric acid level.
Objective: To determine the effect of Moringa oleifera ethanol leaf extract in increasing SOD levels in hyperuricemia white rats (Rattus norvegicus) Wistar strain.
Design: This study used experimental quantitative using research data that has not been published previously with post test only with control group design. Thirty white rats were divided into 5 groups. Group A: normal group (n=6); group B: hyperuricemia group (n=6) as pain control that given by cow brain in 17 days; groups C, D, and E: hyperuricemia group and treatment group with Moringa ethanol leaf extract in 300 mg/kg, 600 mg/kg, and 1200 mg/kg dose given in 7 days after hyperuricemia induction.
Result: The mean CAT level in group A=6,70±0,07; B=4,77±0,07; C=5,87±0,01; D=6,15±0,03; E=6,33±0,03. Data research were analyzed using Kruskal-Wallis and Post Hoc Mann-Whitney non parametric test that showed p value <0,005.
Conclusion: The administration of moringa ethanol leaf extract can increase CAT levels of Wistar strain male white rats induced by hyperuricemia.
3140034653G1A018069Hubungan Depresi dengan Kecenderungan Suicidal Thoughts Pada Pasien HIV dan AIDS di RSUD BanyumasDepresi merupakan suatu masalah kesehatan yang dapat dialami oleh berbagai kalangan. Banyak faktor yang dapat mencetuskan terjadinya depresi, salah satunya adalah penyakit kronis (kanker, HIV dan AIDS, DM, dll). Depresi akan menimbulkan perasaan, ide, dan upaya bunuh diri bila tidak tertangani dengan baik. Pasien HIV dan AIDS merupakan kalangan yang rentan mengalami depresi dan ide bunuh diri oleh karena tekanan sosial yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara depresi dengan munculnya ide bunuh diri pada pasien HIV dan AIDS di RSUD Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik cross-sectional dengan kuesioner BDI-II dan SSI. Responden penelitian merupakan pasien HIV dan AIDS di RSUD Banyumas dengan teknik pengambilan consecutive sampling sebanyak 53 orang. Analisis yang digunakan untuk menguji hubungan antarvariabel adalah bivariat Fisher Exact dengan kontingen koefisiensi. Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Fisher Exact adalah p=0,003 (p<0,05) yang artinya signifikan. Uji kontingen koefisiensi hubungan antarvariabel menunjukkan 0,442 yang artinya memiliki hubungan sedang. Terdapat hubungan antara variabel depresi dengan kecenderungan munculnya ide bunuh diri pada pasien HIV dan AIDS di RSUD Banyumas.Depression is a health problem that affected people on various background. There are many factors that associated with depression, such as chronic disease (cancer, HIV and AIDS, DM, etc). Depression will increase the risk of suicidal feeling, ideation, and attempt if not being handled properly. Patients with HIV and AIDS have a tendency to develop depression and suicidal thoughts because the social pressure they have got in society. This study aimed to know about the correlation between depression and suicidal thoughts tendency among patient with HIV and AIDS in RSUD Banyumas. This research was an observational analytic study with a cross-sectional design by questionnaire BDI-II and SSI. There were 53 patients HIV and AIDS in RSUD Banyumas being respondents with consecutive sampling. This research used Fisher Exact test and coefficient contingency to know about correlation between variable. Bivariate analysis with Fisher Exact test shows p=0,003 (p<0,05) which means significant. Coefficient contingency test shows value 0,442 which means there is moderate correlation between variable. There is a correlation between depression and suicidal thoughts tendency among patients with HIV and AIDS in RSUD Banyumas