Artikelilmiahs

Menampilkan 31.341-31.360 dari 50.043 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3134134613G1B017014PERBEDAAN NILAI DIMENSI FRAKTAL PADA TULANG RAHANG ANAK THALASSEMIA MAYOR DAN NON THALASSEMIA MENGGGUNAKAN RADIOGRAFI PANORAMIK Penurunan densitas massa tulang (DMT) pada tulang rahang dapat meningkatkan risiko fraktur, gangguan jaringan periodontal, dan gangguan tumbuh kembang gigi geligi. Pasien thalassemia mayor memiliki gejala utama berupa anemia dan disertai dengan segala gejala turunannya, termasuk penurunan densitas massa tulang. Kendati demikian, penelitian mengenai kualitas tulang rahang pada pasien anak thalassemia mayor masih belum banyak dijumpai. Analisis dimensi fraktal dapat digunakan sebagai alternatif pemeriksaan tingkat kepadatan tulang rahang pada radiografi panoramik, sehingga dapat menyegerakan tindakan preventif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai dimensi fraktal tulang rahang anak thalassemia mayor dibandingkan dengan anak non thalassemia menggunakan radiografi panoramik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain cross sectional menggunakan sampel 48 radiografi panoramik yang terdiri atas 24 radiografi panoramik anak thalassemia mayor dan 24 radiografi panoramik anak non thalassemia. Analisis dimensi fraktal dilakukan dengan software ImageJ oleh 3 orang rater. Uji Independent t-Test dilakukan untuk mengetahui signifikansi perbedaan nilai dimensi fraktal antar kedua kelompok. Pada penelitian ini didapatkan nilai rata-rata dimensi fraktal pada kelompok anak thalassemia mayor dan non thalassemia secara berturut-turut sebesar 1,105±0,58148 dan 1,208±0,59753. Hasil statistik menunjukkan nilai p 0.000 (<0.05), yang berarti terdapat perbedaan bermakna antar kedua kelompok. Simpulan penelitian ini adalah nilai dimensi fraktal pada anak thalassemia mayor lebih rendah dibandingkan pada anak non thalassemia.Thalassemia major is the most severe thalassemia condition characterized by a decrease or loss of the hemoglobin-forming chain in red blood cells and anemia as the chief symptom accompanied by all its derivative symptoms, including bone mass density decrease. Fractal dimension analysis aims to perceive bone mineral density through its framework, structural complexity of the solid and non-solid parts of the bone. Fractal dimension analysis can be used in panoramic radiographs, often used in dental practice to evaluate jaw bone density. Rapid and convenient examination methods are needed to hasten preventive actions to reduce morbidity and disabilities in the future. This study purposed to differentiate the fractal dimension of the jawbone between children with thalassemia major and non-thalassemia using panoramic radiography. This study type was descriptive observational with a cross-sectional method exerting 48 panoramic radiographs consisting of 24 panoramic radiographs of thalassemia-major children and 24 panoramic radiographs of non-thalassemia children. Three raters assessed the fractal dimension of 48 radiographs using ImageJ software. An Independent T-test was performed to determine the fractal dimension differences between the two groups. In this study, the average value of fractal dimensions of thalassemia major and non-thalassemia children was 1.105 ± 0.58148 and 1.208 ± 0.5975, respectively. Statistical results showed a p-value of 0.000 (<0.05), which meant a significant fractal dimension difference between the two groups. In conclusion, the fractal dimension value in non-thalassemia children was higher than in thalassemia-major children.
3134234614I1C015087ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN WHATSAPP MESSENGER TERHADAP KEPATUHAN CAREGIVER DALAM PEMBERIAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ANAK DI PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA 1Latar Belakang: Tingginya prevalensi penyakit diare infeksi bakteri pada anak menyebabkan penggunaan antibiotik meningkat. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat memicu terjadinya resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui skor kepatuhan dan skor perbedaan kepatuhan caregiver pada kedua kelompok dalam pemberian antibiotik pada anak penderita infeksi di Puskesmas Purwokerto Utara 1.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling selama 1,5 bulan dengan jumlah 35 pasien anak beserta caregiver. Kepatuhan pemberian obat antibiotik diukur menggunakan kuesioner MARS. Hasil data diuji normalitas sebelum dilakukan uji hubungan menggunakan Mann-Whitney.
Hasil Penelitian: Hasil intrepretasi skor tingkat kepatuhan pengobatan dengan presentase kepatuhan tinggi (54,28%); sedang (34,28%); dan rendah (17,14%), hasil intrepretasi kepatuhan pengobatan berdasarkan item pertanyaan pada kesioner MARS (𝒙̅ = 6,11) dan berada di tingkat kepatuhan Sedang (4-7). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kepatuhan pemberian obat antibiotik pada pasien anak kelompok kontrol dan kelompok intervensi (p<0,001) dengan kekuatan uji sangat kuat (Mean rank = 25,78)
Kesimpulan: Semakin diberikan pengingat whatsapp diberikan, maka semakin tinggi kepatuhan pemberian obat antibiotik pada anak.
Background: The high prevalence of bacterial infectious diarrheal disease in children causes antibiotics to increase. Inappropriate use of antibiotics can lead to resistance. This study aims to determine the adherence score and the difference in caregiver compliance scores in the two groups in giving antibiotics to children with infections at the Puskesmas Purwokerto Utara 1.
Methods: This type of research is a Quasi Experiment with a Nonequivalent Control Group Design. The sampling technique used a total sampling for 1.5 months with 35 pediatric patients and their caregivers. Compliance with antibiotics was measured using the MARS questionnaire. The data results were tested for normality before testing the relationship using Mann-Whitney.
Results: The results of the interpretation of treatment adherence level scores with a high percentage of adherence (54.28%); moderate (34.28%); and low (17.14%), the results of the interpretation of treatment adherence based on the question items on the MARS questionnaire (𝒙̅ = 6.11) and were at the moderate level of adherence (4-7). The results of the Mann-Whitney test showed a significant relationship between adherence to antibiotics in pediatric patients in the control group and the intervention group (p<0.001) with an extreme test power (Mean rank = 25.78).
Conclusion: The more WhatsApp reminders are given, the higher the adherence to antibiotics in children.
3134337795J1A018030SUBTITLING OF CULTURAL TERMS; STRATEGIES AND ACCEPTABILITY ASSESSMENT OF NAS DAILY SUBTITLESMenerjemahkan budaya adalah tugas menantang yang dihadapi para penerjemah yang mengharuskan mereka menerapkan strategi yang tepat untuk memperoleh hasil terjemahan yang berkualitas. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi penerjemahan istilah budaya dalam subtitle video Nas Daily sekaligus menilai aspek keberterimaan subtitle dalam video tersebut. Data penelitian diperoleh dari video dan dianalisis secara kualitatif menggunakan teori kategori budaya Newmark (1988), teori penerjemahan subtitle Pedersen (2011), dan keberterimaan sebagai salah satu aspek dalam model penilaian kualitas terjemahan Nababan (2012). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kategori budaya yang disebutkan Newmark ditemukan di dalam video, kecuali kategori gesture dan habits. Adapun semua strategi yang disebutkan Pedersen juga diterapkan oleh penerjemah. Kemudian, retention strategy ditemukan paling dominan karena kurangnya padanan istilah dalam bahasa target untuk menggantikan istilah budaya dari bahasa sumber serta kepentingan pembuat konten untuk mempertahankan nuansa asing kepada penonton bahasa target. Penilaian kualitas menunjukkan bahwa sebagian besar subtitle dapat diterima, karena sangat sedikit kasus ditemukannya subtitle yang kurang familiar atau menyalahi aturan bahasa Indonesia.Translating culture is a challenging task faced by many subtitlers that compel them to use proper strategy to enhance the quality of the subtitles. Regarding it, this study aimed to identify the subtitling strategies applied in subtitling the cultural terms in Nas Daily videos and assess the acceptability aspect of these terms. For this purpose, the data was collected from the videos and qualitatively analyzed using Newmark’s (1988) cultural category, Pedersen’s (2011) typology and Nababan’s (2012) acceptability as one of the aspects of the quality assessment model. The study results showed that all cultural categories are found except for the gestures and habits category. As for the subtitling strategy, the translator used all of the strategies proposed by Pedersen. The subtitler dominantly applied the retention strategy for the lack of equivalent terms in the target language to change the source language terms and the urge of the content creator to retain the foreignness sense to the target language viewers. The quality assessment showed that most subtitles are acceptable, as in a few cases, there were some less natural subtitles or less common phrases.
3134434616G1A018019PERBEDAAN KADAR INTERFERON GAMMA (IFN-)
PASCA INDUKSI BERBAGAI MODEL STRES SLEEP DEPRIVATION PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN
Latar Belakang: Sleep deprivation (SD) masih menjadi suatu masalah kesehatan yang dikaitkan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas. Sleep deprivation melalui mekanisme sistem saraf simpatis dan aksis HPA (Hypothalamic-Pituitary-Adrenal) dapat menginduksi nuclear factor (NF)-B sehingga meningkatkan transkripsi sitokin pro-inflamasi, salah satunya IFN-. IFN- terlibat dalam regulasi inflamasi dan apoptosis. Dampak dari sleep deprivation dapat dikoreksi dengan sleep recovery (SR) dengan mengembalikan aktivitas antioksidan dalam menghambat stres oksidatif. Penelitian mengenai sitokin IFN- terkait perbedaan kadarnya setelah induksi sleep deprivation pada model hewan coba belum banyak dilakukan.
Tujuan: Mengetahui perbedaan kadar Interferon Gamma (IFN-) pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan pasca induksi berbagai model stres sleep deprivation.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain post-test only with control group. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar yang dibagi secara acak menjadi 5 kelompok percobaan yaitu kontrol, PSD (20 jam SD/hari selama 5 hari), TSD (24 jam SD/hari selama 5 hari), PSD+SR (20 jam SD/hari selama 5 hari dilanjutkan SR selama 5 hari), dan TSD+SR (24 jam SD/hari selama 5 hari dilanjutkan SR selama 5 hari).
Hasil: Uji One-way ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan kadar IFN- antar kelompok hewan coba (p=0,283). Rerata kadar IFN- tertinggi didapatkan pada kelompok TSD (1167,39±423,52 pg/ml). Peningkatan kadar IFN- tertinggi terdapat pada kelompok TSD yakni 1,12-fold.
Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan signifikan kadar sitokin pro-inflamasi IFN- pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan pasca induksi berbagai model stres sleep deprivation.
Introduction: Sleep deprivation (SD) still considered as a health problem that is associated with increased morbidity and mortality. Sleep deprivation through the mechanism of sympathetic nervous system and the HPA (Hypothalamic-Pituitary-Adrenal) axis can induce nuclear factor (NF)-B thereby increasing pro-inflammatory cytokines transcription, including IFN-. IFN- is involved in the regulation of inflammation and apoptosis. The impact of sleep deprivation can be corrected by sleep recovery (SR) by restoring antioxidant activity and inhibiting oxidative stress. Study on IFN- related to sleep deprivation in animal models has not been widely carried out.
Objective: To determine the differences of Interferon Gamma (IFN-) levels in male albino rats (Rattus norvegicus) after induction various stress models of sleep deprivattion.
Methods: True experimental study with postest only and control group design. Twenty five male albino rats were distributed into 5 groups consist of control group, PSD (20 hours of SD/day for 5 days), TSD (24 hours of SD/day for 5 days), PSD+SR (20 hours SD/day for 5 days then SR for 5 days), dan TSD+SR (24 hours SD/day for 5 day then SR for 5 day). Measurement of IFN- using Milliplex Bead-based Multiplex Assays.
Results: One-way ANOVA test showed no significant difference in IFN- levels (p=0.283). The highest mean IFN- level was in the TSD group (1167.39±423.52 pg/ml). The increase in IFN- level was highest in the TSD group (1.12 fold).
Conclusions: There is no significant difference of the IFN- level in male albino rats (Rattus norvegicus) after induction various stress models of sleep deprivation.
3134534615C1C017045Pengaruh Overconfidence Bias, Loss Aversion Bias dan Gender Terhadap Pemilihan Metode Pengambilan Keputusan InvestasiPenelitian ini dilakukan berdasarkan studi Adaptive Market Hypothesis dan Behavioral Finance. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh overconfidence bias, loss aversion bias dan gender terhadap pemilihan metode pengambilan keputusan investasi. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna aplikasi Stockbit yang mengikuti akun resmi Stockbit pada tanggal 20 Juni 2021. Peneliti menggunakan teknik convenience sampling, yaitu pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara bebas pada anggota populasi yang bersedia memberikannya. Sampel penelitian yang diperoleh sebanyak 104 investor. Data dianalisis menggunakan Logistic Regression Analysis pada SPSS IBM 25.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel overconfidence bias dan gender berpengaruh signifikan terhadap pemilihan metode pengambilan keputusan investasi, sedangkan variabel loss aversion bias tidak berpengaruh signifikan. Selanjutnya, investor dengan overconfidence bias yang tinggi akan berpeluang besar untuk memilih analisis teknikal daripada fundamental karena mereka memiliki karakteristik membutuhkan informasi yang cepat, sering mengambil keputusan mendadak, mengabaikan risiko, terlalu sering membeli dan menjual saham (overtrading), dimana hal ini difasilitasi oleh analisis teknikal. Laki-laki lebih cenderung memilih analisis fundamental daripada teknikal karena mereka lebih suka mengevaluasi keuangan mereka, lebih fokus pada tujuan dan pengembalian investasi, dan pandai mengelola keuangan pribadi. Variabel overconfidence bias, loss aversion bias, dan gender dapat menjelaskan 17,5% dari variabel pemilihan metode pengambilan keputusan investasi pada pengguna aplikasi Stockbit yang mengikuti akun resmi Stockbit pada tanggal 20 Juni 2021.
This research is conducted based on the Adaptive Market Hypothesis and Behavioral Finance study. This research aims to determine the effect of overconfidence bias, loss aversion bias and gender on the selection of investment decision making methods. The population in this study are Stockbit application users who follow the official Stockbit account on June 20, 2021. Researcher used convenience sampling technique, that the sampling in the study is conducted freely on members of the population who are willing to give it. The research sample obtained is 104 investors. Data is analyzed using Logistic Regression Analysis on SPSS IBM 25.
The results showed that the variables of overconfidence bias and gender have a significant effect on the selection of investment decision making methods, while the loss aversion bias variable had no significant effect. Furthermore, investors with high overconfidence bias will have a great probability to choose technical analysis over fundamentals because they have the characteristics of requiring fast information, often making sudden decisions, ignoring risk, buying and selling stocks too often (overtrading), which is facilitated by technical analysis. Men are more likely to choose fundamental analysis over technical because they prefer to evaluate their finances, focus more on goals and returns on investment, and good at managing personal finances. Overconfidence bias, loss aversion bias, and gender variables can explain 17.5% of the investment decision making methods selection in Stockbit application users who follow the official Stockbit account on June 20, 2021.
3134634617G1A018057PENGARUH PEMBERIAN SARI MARKISA UNGU (Passiflora edulis var edulis) BERBAGAI DOSIS TERHADAP KADAR SGOT DAN SGPT
Studi Uji Toksisitas Subkronis pada Tikus (Rattus norvegicus) Galur Wistar
Latar Belakang: Sari markisa ungu telah diketahui memiliki manfaat bagi kesehatan. Penelitian uji toksisitas subkronis digunakan untuk melihat kemungkinan adanya efek toksik, informasi dosis yang tidak menimbulkan efek toksik, serta sebagai pedoman perkiraan risiko pajanan sari markisa ungu pada manusia.
Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian sari markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) berbagai dosis dalam jangka waktu 28 hari terhadap kadar SGOT dan SGPT tikus (Rattus norvegicus) galur Wistar pada uji toksisitas subkronis.
Metode: Penelitian eksperimental dengan posttest only with control group design. Sejumlah 50 ekor tikus jantan dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I: kontrol normal, II: sari markisa ungu dosis 4,2 mL/200gBB/hari, III: 8,4 mL/200gBB/hari, IV: 12,6 mL/200gBB/hari, V: 16,8 mL/200gBB/hari dalam satu kali pemberian yang dipekatkan dengan teknik freeze drying. Pemeriksaan kadar SGOT dan SGPT menggunakan metode Kinetik.
Hasil: Rerata kadar SGOT kelompok I= 179,80 ± 17,66 U/L, II= 162,56 ± 20,59 U/L, III= 166,30 ± 20,72 U/L, IV= 196,22 ± 24,96 U/L, V= 183,67 ± 22,77 U/L. Uji Kruskal-Wallis dan Post Hoc Mann-Whitney (p>0,05) pada kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Rerata kadar SGPT kelompok I= 98,6 ± 19,01 U/L, II= 93 ± 21,09 U/L, III= 102,6 ± 27,07 U/L, IV= 85,3 ± 13,74 U/L, V= 89,8 ± 16,88 U/L. Uji One Way ANOVA menunjukkan p=0,403 (p>0,05).
Kesimpulan: Pemberian sari markisa ungu berbagai dosis tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kadar SGOT dan SGPT tikus galur Wistar pada uji toksisitas subkronis.
Background: Purple passion fruit juice has been known for its benefits for health. This sub-chronic toxicity test is used to examine the possibility of a toxic effect, the dosage that doesn’t cause a toxic effect, and as a guidance for risk estimation on the human consumption.
Objective: To understand the effect of the administration of purple passion fruit juice (Passiflora edulis var edulis) in various doses for 28 days on AST dan ALT levels of rats (Rattus norvegicus) of the Wistar strain in a sub-chronic toxicity test.
Methods: True experimental with posttest-only control-group design. A total 50 male rats were randomly assigned to 5 groups. Group I: control healthy group, II: juice-administered group with a dose of 4,2 mL/200gBB/day, III: 8,4 mL/200gBB/day, IV: 12,6 mL/200gBB/day, V: 16,8 mL/200gBB/day in one administration that had been concentrated with freeze-drying technique. AST and ALT levels were analyzed with Kinetic method.
Results: The mean AST level of Group I= 179,80 ± 17,66 U/L, II= 162,56 ± 20,59 U/L, III= 166,30 ± 20,72 U/L, IV= 196,22 ± 24,96 U/L, V= 183,67 ± 22,77 U/L. Kruskal-Wallis and Post Hoc Mann-Whitney test shows (p>0,05) between control group and treated group. The mean ALT level of Group I= 98,6 ± 19,01 U/L, II= 93 ± 21,09 U/L, III= 102,6 ± 27,07 U/L, IV= 85,3 ± 13,74 U/L, V= 89,8 ± 16,88 U/L. One Way ANOVA test shows p=0,403 (p>0,05).
Conclusion: The administration of purple passion fruit juice in various doses doesn’t significantly affect the AST and ALT levels of rats of Wistar strain in sub-chronic toxicity test.
3134735416E1A018037PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PRODUK
KOSMETIKA TANPA IZIN EDAR DARI BADAN PENGAWAS OBAT
DAN MAKANAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO. 8 TAHUN
1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (STUDI PUTUSAN
NOMOR 410/Pid.Sus/2020/PN.Pal)
Kemajuan teknologi membuat perederan kosmetika di Indonesia semakin
berkembang diikuti dengan meningkatnya budaya konsumtif masyarakat. Hal ini
menjadi celah bagi pelaku usaha yang tidak memiliki itikad baik dengan
mengedarkan produk kosmetika tanpa izin edar. Produk kosmetika tersebut sangat
merugikan hak-hak konsumen karena tidak memberikan informasi yang lengkap
serta mengandung bahan yang membahayakan kesehatan konsumen. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen produk
kosmetika tanpa izin edar dari badan Pengawas Obat dan Makanan berdasarkan
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi
Putusan Nomor 410/Pid.Sus/2020/PN.Pal).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan
spesifikasi peneilitan deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan
hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode
pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh
disajikan dengan teks deskriptif sistematis, dan metode analisis data yang
digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa konsumen sudah
mendapatkan perlindungan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-undang
Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dalam putusan nomor
410/Pid.Sus/2020/PN.Pal, Hakim menetapkan Yunita mandasari alias Uni telah
melanggar Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009
tentang Kesehatan yang menyatakan bahwa sediaan farmasi dan alat kesehatan
hanya dapat diedarkan setelah mendapat izin edar, hal tersebut sesuai dengan tidak
mengindahkan Pasal 4 huruf a dan huruf c, Pasal 7 huruf a, Pasal 9 ayat (1), dan
Pasal 10 huruf e Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan
Konsumen.
LEGAL PROTECTION OF CONSUMERS OF COSMETIC PRODUCTS
WITHOUT MARKETING PERMIT FROM THE DRUG AND FOOD
CONTROL BOARD BASED ON LAW NO. 8 OF 1999 CONCERNING
CONSUMER PROTECTION (STUDY DECISION NUMBER
410/Pid.Sus/2020/PN.Pal)
By:
Yunita Chairani Silalahi
E1A018037
ABSTRACT
Technology makes cosmetic progress in Indonesia growing rapidly with the
consumptive culture of society. This is a gap for business actors who do not have
good intentions by distributing cosmetic products without a distribution permit.
These cosmetic products are very detrimental to the rights of consumers because
they do not provide complete information and endanger the health of consumers.
This study aims to determine the legal protection of consumers of cosmetic products
without marketing authorization from the Food and Drug Supervisory Agency
based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection (Study of
Decision Number 410/Pid.Sus/2020/PN.Pal).
The method used in this research is normative juridical with descriptive
analytical research specifications. The data sources used are primary legal
materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data
collection method was carried out by literature study, the data obtained were
presented with descriptive systematic text, and the data analysis method used was
a qualitative normative method.
Based on the research results, it can be concluded that consumers have
received legal protection as regulated in Law Number 8 of 1999 concerning
Consumer Protection. In the decision number 410/Pid.Sus/2020/PN.Pal, the Judge
determined that Yunita mandasari alias Uni had violated Article 197 in conjunction
with Article 106 paragraph (1) of Law Number 36 of 2009 concerning Health which
stated that pharmaceutical preparations and medical devices only may die after
obtaining a distribution permit, this is in accordance with not heeding Article 4
letters a and c, Article 7 letter a, Article 9 paragraph (1), and Article 10 letter e of
Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.
3134835517C1I018030The Influence of Perceived Usefulness, Service Quality, and Quality of Self-Service Technology on Mobile Banking-Based Application User Satisfaction and Personal Finance as Variable Mediating (Study on South Tangerang City)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui seberapa besar pengaruh persepsi manfaat, kualitas layanan, dan kualitas Self-Service Technology aplikasi berbasis mobile banking terhadap kepuasan pengguna dan pengelolaan keuangan pribadi di Kota Tangerang Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner. Teknik pengumpulan sample dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 200 responden. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan Structural Equation Model (SEM) dengan bantuan SmartPLS 3.0. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persepsi manfaat, kualitas layanan, dan kualitas Self-Service Technology berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna dan pengelolaan keuangan pribadi. This study aims to analyze and determine how much perceived usefulness, service quality, and quality of Self-Service Technology mobile banking-based applications influence user satisfaction and personal finance in South Tangerang City. The method used in this study is a quantitative method using primary data obtained from distributing questionnaires. The sampling technique used is purposive sampling with a sample size of 200 respondents. The data analysis method in this study uses the Structural Equation Model (SEM) with SmartPLS 3.0. These results indicate that perceived usefulness, service quality, and quality of Self-Service Technology positively affect user satisfaction and personal finance.
3134934618E2A018036EFEKTIVITAS PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2016 DALAM PENYELESAIAN PERKARA PELANGGARAN LALU LINTAS DI
PENGADILANNEGERI CILACAP
YUNIUS MANOPPO, Program Study Magister Hukum, Universitas Jenderal Soedirman, “Efektivitas Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2016 Dalam Penyelesaian Perkara Pelanggaran Lalu Lintas Di Pengadilan Negeri Cilacap”. Komisi Pembimbing, Ketua. Dr. Budiyono, S.H., M.Hum., Anggota Dr. Setya Wahyudi, S.H. M.H. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas dan kendala Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2016 dalam penyelesaian perkara pelanggaran lalu lintas di Pengadilan Negeri Cilacap. Pendekatan yuridis sosiologis, bersifat deskriptif, Lokasi penelitian di Pengadilan Negeri Cilacap. Pengumpulan data primer dengan wawancara, data sekunder studi kepustakaan. Data disajikan dalam bentuk uraian, di analisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diketahui bahwa Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2016 dalam penyelesaian perkara pelanggaran lalu lintas di Pengadilan Negeri Cilacap belum efektif, karena tidak semua lapisan masyarakat mengetahui dan mengerti perkembangan teknologi informasi, karena proses peradilan perkara pelanggaran lalu lintas diakses dalam bentuk aplikasi pada ponsel yang berbasis android. Masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui sistem yang baru ini, sehingga masyarakat pelanggar tidak mengikuti prosedur penyelesaian perkara pelanggaran lalu lintas yang diselenggarakan secara terpadu berbasis elektronik melalui dukungan sistem informasi dan teknologi. Faktor – faktor yang menjadi kendala-kendala Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2016 dalam penyelesaian perkara pelanggaran lalu-lintas di Pengadilan Negeri Cilacap, dari faktor struktur hukum yaitu hakim tidak mempunyai kebebasan di dalam menentukan jumlah denda dalam pelanggaran lali lintas di Pengadilan Negeri Cilacap. Putusan atau denda yang dijatuhkan oleh hakim seolah-olah hanya menjadi legalitas atas apa yang dilakukan oleh petugas kepolisian dalam hal penentuan pasal yang dijatuhkan terhadap pelanggar lalu-lintas.YUNIUS MANOPPO, Master of Law Study Program, Jenderal Sudirman University, "The Effectiveness of the Regulation of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 12 of 2016 in the Settlement of Traffic Violations Cases at the Cilacap District Court". Advisory Committee, Chair. Dr. Budiyono, S.H., M.Hum., Member of Dr. Setya Wahyudi, S.H. M.H. The purpose of this study is to analyze the effectiveness and constraints of the Regulation of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 12 of 2016 in the settlement of traffic violation cases at the Cilacap District Court. Sociological juridical approach, descriptive, research location in Cilacap District Court. Primary data collection by interview, secondary data literature study. The data is presented in the form of a description, analyzed qualitativel. Based on the results of research and discussion, it can be concluded as follows: Regulation of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 12 of 2016 in the settlement of traffic violation cases at the Cilacap District Court has not been effective, because in seeking material truth in traffic violations the judge only determines the amount fines proposed by the police and traffic violators do not appear directly in court. The factors that become obstacles to the Regulation of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 12 of 2016 in the settlement of traffic violation cases at the Cilacap District Court, from the legal structure factor, namely the judge does not have the freedom to determine the amount of fines in traffic violations in the District Court Cilacap.
3135034620J1C017057Profesi Noukanshi dan Stigma Kegare Dalam Film Okuribito (Kajian Realisme Sosialis Georg Lukacs)Tujuan penelitian ini adalah meneliti tentang realitas sosial serta stigma kegare (najis) yang terjadi pada profesi perias mayat (noukanshi) dalam film Okuribito karya Yojiro Takita. Realitas sosial diteliti menggunakan pendekatan realisme sosialis Georg Lukacs yang membahas tentang realitas objektif, gerak dialektis, refleksi artistik, dan kritis emansipatoris. Selanjutnya terkait stigma kegare yang melekat pada profesi noukanshi akan diteliti berdasarkan konsep kegare sebagai salah satu konsep budaya di Jepang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik simak dan teknik catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep realisme sosialis yang tergambarkan pada film ini, terdapat 6 data realitas objektif, 2 data gerak dialektis, 3 data refleksi artistik, serta 1 data kritis emansipatoris. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa film Okuribito dapat memberikan gambaran mengenai realitas sosial atas profesi noukanshi di Jepang. Selanjutnya, ditemukan stigma pada profesi noukanshi yang berkaitan dengan konsep kegare jenis shi’e yang melekat pada profesi noukanshi. Dapat disimpulkan bahwa stigma kegare melekat pada profesi noukanshi karena pekerjaannya yang mengharuskan bersentuhan langsung dengan sumber kegare, sehingga profesi tersebut dianggap tabu dan dijauhi oleh masyarakat Jepang.The purpose of this study is to examine the social reality and the stigma of kegare (impurity) that occurs in the profession of a cadaver (noukanshi) in the film Okuribito by Yojiro Takita. This study used Georg Lukacs socialist realism approach to analyze the social reality which discusses objective reality, dialectical movement, artistic reflection, and emancipatory criticism. Moreover, related the stigma of kegare attached to the noukanshi profession will be analyzed based on the concept of kegare as one of the cultural concepts in Japan. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The data analysis technique used is the listening technique and the note-taking technique. The results of this study indicate that the concept of socialist realism depicted in this film, there are 6 data objective reality, 2 data dialectical motion, 3 data artistic reflection, and 1 data critical emancipatory social reality. From these data, it can be concluded that Okuribito film can provide an overview of the social reality of the noukanshi profession in Japan. Moreover, stigma was found in the noukanshi profession relating to the concept of kegare type shi’e attached to the noukanshi profession. It can be concluded that the stigma of kegare is attached to the noukanshi profession because it requires direct contact with the source of kegare, so that profession is considered taboo and shunned by Japanese society.
3135134627H1C016003GEOLOGI DAN ANALISIS POLA ARAH ALIRAN SEDIMEN TERHADAP KEBERADAAN POTENSI ENDAPAN MINERAL PLASER DI PERAIRAN BAKONG, PROVINSI BANGKABELITUNG Pulau Bangka termasuk kedalam Jalur Granit Utama Pembawa Timah (Main Tin Belt Granite). Jalur Granit Utama Pembawa Timah ini relative membentang melingkar mulai dari Myanmar, Thailand, Malaysia, Kepulauan Riau, Bangka, Belitung, Singkep hingga menerus ke Pulau Karimata disebelah Barat Kalimantan. Banyak potensi dari pulau Bangka yang masih belum terungkap terutama pada perairan Pulau Bangka. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kondisi geologi dan pola arah aliran sedimen terhadap potensi keberadaan endapan mineral plaser. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penafsiran data seismik refleksi dangkal saluran tunggal (Single Channel). Berdasarkan analisis 17 lintasan penampang seismik didapatkan pembagian lapisan berdasarkan perbedaan pola reflektor mulai dari yang muda hingga ke tua yaitu Unit 1, Unit 2, Unit 3 dan Unit 4. Pola arah aliran sedimen bergerak sebagian besar dari barat daya ke timur laut Potensi keberadaan endapan mineral plaser berada pada lapisan Unit 3 yang berada pada kedalaman 20 – 60 meter dibawah permukaan laut.Bangka Island includes into the Main Granite Line of Tin Carriers (Main Tin Belt Granite). This Main Cumber Timah Line relative spans circularly ranging from Myanmar, Thailand, Malaysia, Riau Islands, Bangka, Belitung, Singkep to continuously to Karimata Island next to West Borneo. Many of the potential of the island of Bangka remains unrevealed especially in the waters of Bangka Island. The study aimed to investigate geological conditions and sedimentary flow direction patterns against the potential presence of plasor mineral deposits. The method used in this study was the interpretation of single-channel shallow reflection seismic data (Single Channel). Based on analysis of 17 seismic cross section trajectories are obtained layer division based on reflector pattern differences ranging from young to old namely Unit 1, Unit 2, Unit 3 and Unit 4. The sedimentary flow direction pattern moves mostly from southwest to northeast The potential presence of plasser mineral deposits is at the Unit 3 layer which is at a depth of 20–60 meters below sea level.
3135234644K1C017009Karakteristik Sinar-X Terfilter dari Pesawat Linac 6 MV sebagai Pengembangan Radioterapi Fungsi Ganda Radiologi Menggunakan Metode Monte CarloElektron berenergi tinggi yang ditembakkan pada suatu target tungsten akan menghasilkan berkas foton berupa sinar-X. Sinar-X pada pesawat Linac yang berinteraksi dengan phantom air akan menghasilkan karakteristik radiasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik radiasi pada Linac 6 MV yang dapat diterapkan pada TPS radioterapi dan mengetahui besar energi setelah melewati material filter (Al dan Pb) dengan variasi ketebalan Al (3,85 cm, 7,7 cm dan 11,55 cm) dan Pb (7,8 cm, 10,4 cm, dan 13 cm) yang digunakan untuk penurunan energi MeV ke keV. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu simulasi pesawat Linac dengan beda tegangan pemercepat 6 MV pada fantom air dengan metode Monte Carlo menggunakan software MCNPX dengan medan radiasi 10 cm × 10 cm dan SSD 100 cm. Hasil penelitian dari simulasi Monte Carlo didapatkan karakteristik radiasi pesawat Linac 6 MV berupa spektrum radiasi, spektrum transmisi, dan total fluks radiasi serta penggunaan filter yang digunakan untuk penurunan energi dari MeV ke keV. Energi rata-rata spektrum radiasi berkas sinar-X yaitu 0,02 MeV, energi rata-rata spektrum transmisi berkas sinar-X yaitu 0,025 MeV dan total fluks radiasi pada permukaan fantom air dengan kolimator berbahan tungsten (W) yaitu 1,69 × 10-6 MeV/cm2. Sedangkan penggunaan filter Al dengan ketebalan (3,85 cm, 7,7 cm, dan 11,55 cm) dan filter Pb (Timbal) dengan ketebalan (7,8 cm, 10,4 cm, dan 13 cm) belum bisa menurunkan energi MeV ke keV, sehingga belum memenuhi syarat untuk diagnostik energi rendah. Oleh karena itu, pesawat Linac ini hanya berfungsi sebagai pesawat radioterapi saja.High-energy electrons fired at a tungsten target will produce a photon beam in the form of X-rays. X-rays on the Linac aircraft interacting with the water phantom will produce radiation characteristics. This study aims to determine the radiation characteristics of Linac 6 MV that can be applied to radiotherapy TPS and determine the amount of energy after passing through the filter material (Al and Pb) with variations in Al thickness (3.85 cm, 7.7 cm and 11.55 cm). and Pb (7.8 cm, 10.4 cm, and 13 cm) were used to decrease the energy of MeV to keV. The method used in this study is a simulation of a Linac aircraft with a 6 MV accelerator voltage difference on phantom water with the Monte Carlo method using MCNPX software with a radiation field of 10 cm × 10 cm and a 100 cm SSD. The results of the Monte Carlo simulation showed that the radiation characteristics of the Linac 6 MV aircraft were in the form of radiation spectrum, transmission spectrum, and total radiation flux and the use of filters used to reduce energy from MeV to keV. The average energy of the X-ray beam radiation spectrum is 0.02 MeV, the average energy of the X-ray beam transmission spectrum is 0.025 MeV and the total radiation flux on the surface of the water phantom with a collimator made of tungsten (W) is 1.69 × 10 -6 MeV/cm2. Meanwhile, the use of Al filters with thicknesses (3.85 cm, 7.7 cm, and 11.55 cm) and Pb (Lead) filters with thicknesses (7.8 cm, 10.4 cm, and 13 cm) has not been able to reduce energy. MeV to keV, so it is not yet eligible for low energy diagnostics. Therefore, this Linac aircraft only functions as a radiotherapy unit.
3135334680G1A018081Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Tentang Diabetes Melitus dan Perilaku Kesehatan dengan Pengendalian Kolesterol Total Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas 2 SumbangLatar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolik dengan ciri peningkatan kadar glukosa dara karena adanya kelainan insulin, kerja insulin, atau kombinasi keduanya. Diabetes melitus menduduki urutan kedua penyakit tidak menular di Jawa Tengah dan Kecamatan Sumbang merupakan salah satu kecamatan dengan kasus DM tipe II tertinggi. Kolesterol total merupakan komplikasi penyakit diabetes melitus yang harus dihindari.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang diabetes melitus dan pengendalian kolesterol total pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas 2 Sumbang.
Metode: Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini 48 responden. Pengumpulan data kolesterol total manggunakan uji laboratorium, tingkat pengetahuan dan perilaku kesehatan menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji alternatif Fisher dan dilanjutkan dengan uji korelasi koefisien kontingensi.
Hasil: Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan tentang diabetes melitus tinggi sebanyak 14 (29,1%) responden, rendah 34 (70,9%) responden. Pengendalian kolesterol total terkontrol sejumlah 10 (20,8%) responden, tidak terkontrol 38 (79,2%) responden. Hasil uji bivariat antara tingkat pengetahuan tentang diabetes melitus dengan pengendalian kolesterol total menggunakan uji Fisher menunjukan p value = 0,000 dengan nilai koefisien kontingensi C=0,624.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang diabetes melitus dan pengendalian kolesterol total pada penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas 2 Sumbang.
Kata Kunci: Diabetes Melitus, Pengendalian Kolesterol Total, Tingkat Pengetahuan Tentang Diabetes Melitus
Background: Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by increased blood glucose levels in the body due to insulin deficiency, insulin action, or both. Diabetes mellitus is second ranks in the non-communicable disease in Central Java and Sumbang district is one of the highest type II diabetes melitus cases.
Objectives: Knowing the relationship between knowledge levels about diabetes mellitus with total cholesterol control in type II diabetes mellitus patients in Sumbang Public Health Center.
Method: The research design was analytic observational with cross sectional study. The research sample was 48 respondents. Collecting data total cholesterol used laboratory test. Collecting data knowledge level and health behavior used a questionnaire. Bivariate analysis used Fisher’s alternative test and continued with contingency correlation coefficient test.
Result: Based on the results of the study, high level of knowledge is 14 (29.1%) respondents, low is 34(70.9%) respondents. Total cholesterol was controlled by 10 (20.8%) respondents, uncontrolled by 38 (79.2%) respondents. Bivariate results between knowledge level about diabetes mellitus and total cholesterol control using Fisher’s test shows p value = 0,000 with contingency coefficient of C=0,624.
Conclusion: The knowledge level about diabetes mellitus is related to total cholesterol control in type II diabetes mellitus patients in Sumbang Public Health Center.
Keywords: Diabetes mellitus, Total cholesterol control, Knowledge level about diabetes mellitus
3135434621E1A017368TINDAK PIDANA PENIPUAN
(Studi Kasus Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto
Nomor : 208/Pid.B/2020/PN Pwt)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur - unsur tindak pidana penipuan dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa. Metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi deskriptif analisis, Sumber data sekunder Putusan Pengadilan Negeri Banyumas Nomor. 208/Pid.B/2020/PN Pwt. Pengumpulan data studi kepustakaan, disajikan dalam bentuk uraian dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Majelis Hakim dalam menerapkan unsur-unsur tindak pidana penipuan telah sesuai dengan rumusan Pasal 378 KUHP. Perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi unsur-unsur : Unsur Barangsiapa: Terdakwa menguntungkan diri sendiri tidak mempunyai hak untuk menikmati keuntungan itu. Terdakwa dengan keadaan palsu, dengan tipu muslihat maupun karangan perkataan-perkataan bohong, membujuk orang supaya memberikan sesuatu barang. Dasar pertimbangan hukum Hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto No. 208/Pid.B/2020/PN Pwt, sebagai berikut: a) Pertimbangan terhadap fakta hukum yang memenuhi unsur-unsur pasal yang telah didakwakan; b) Pembuktian berdasarkan alat-alat bukti sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP, berupa : Keterangan Saksi ada 6 (enam) orang saksi, dan Keterangan Terdakwa yaitu Krisdiantoro Als Toro Bin Hadi Sucipto. c) Pertimbangan berdasarkan rumusan Pasal 197 ayat (1) huruf f KUHAP, berupa 1) Keadaan memberatkan: Perbuatan Terdakwa merugikan Saksi Agung Karyanto dan Saksi Dwi Arga Gesit; Terdakwa sudah menikmati hasil kejahatannya; 2) Meringankan: Terdakwa belum pernah dihukum; menyesal dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya; serta bersikap sopan dan tidak berbelit-belit didepan persidangan. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto, menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun; dan menetapkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan.
ABSTRACT

This research aims to discover the application elements of a criminal act of fraud and the basis of the judge's legal considerations in imposing a sentence to the defendant. The method used a normative juridical approach. Descriptive analysis specification from secondary data source of Banyumas District Court Decision Number. 208/Pid.B/2020/PN Pwt. The collection of literature study data are presented in form of a description and analysed by qualitative normative methods. The Panel of Judges in applying the elements of the criminal act of fraud has complied with the formulation of Article 378 KUHP. The defendant's actions have been proven legally and convincingly to fulfil the following elements: Whoever: The defendant who benefits theirself does not have right to enjoy the benefits. Defendants with false circumstances, with deceit or composing false words, persuade people to give something. The basis of the judge's legal considerations in imposing a sentence to the defendant in Purwokerto District Court Decision No. 208/Pid.B/2020/PN Pwt, as followed: a) Consideration of legal facts that meet the elements of the article that has been indicted; b) Evidence based on means of proof as regulated in Article 184 KUHAP, in form of: Witness testimony there are 6 (six) witnesses, and Statement of the Defendant, namely Krisdiantoro Als Toro Bin Hadi Sucipto. c) Considerations based on the formulation of Article 197 paragraph (1) letter f of the KUHAP, in the form of 1) Aggravating circumstances: The Defendant's actions harmed Witness Agung Karyanto and Witness Dwi Arga Agile; The defendant has enjoyed the proceeds of his crime; 2) Mitigate: The defendant has never been convicted; regret and promise not to do it again; and be polite and not complicated in front of the court. The Panel of Judges of the Purwokerto District Court, imposed a sentence of imprisonment for 2 (two) years; and decrees the defendant remained in custody.
3135534622E1A016157IMPLEMENTASI PENGAWASAN DAN PENGAMATAN OLEH HAKIM PENGAWAS DAN PENGAMAT DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK
(Studi di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Kutoarjo)
IMPLEMENTASI PENGAWASAN DAN PENGAMATAN OLEH HAKIM PENGAWAS DAN PENGAMAT DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK
(Studi di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Kutoarjo)
Oleh:
Anjas Kartikantoro
E1A016157

ABSTRAK

Skripsi ini membahas tentang Implementasi Pengawasan dan pengamatan oleh Hakim Pengawas dan Pengamat di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Kutoarjo. Pelaksanaan putusan pengadilan perlu diawasi dan diamati sehingga lahirnya lembaga Hakim Pengawas dan Pengamat dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Dimana kedudukan seorang hakim tidak hanya bertanggung jawab terhadap penjatuhan hukuman semata melainkan juga harus ikut bertanggung jawab hingga hukuman selesai dijalani si terpidana di lembaga pemasyarakatan melalui pola dan program pembinaan yang diberikan. Di samping tugas penjatuhan hukuman di dalam Pasal 277 KUHAP sampai dengan Pasal 283 KUHAP dibebankan tugas lain yaitu sebagai pengawas dan pengamat keputusan pengadilan. Rumusan masalah dari penelitian ini yang pertama yaitu mengenai bagaimana implementasi pengawasan dan pengamatan pembinaan oleh Hakim Pengawas dan Pengamat dalam pembinaan warga binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Kutoarjo dan yang kedua yaitu hambatan apakah yang dihadapi oleh Hakim Pengawas dan Pengamat dalam melakukan pengawasan dan pengamatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Kutoarjo. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa implementasi tugas Hakim Pengawas dan Pengamat dalam pelaksanaan putusan pengadilan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Kutoarjo belum berjalan maksimal. Dalam pelaksanaan tugas Hakim Pengawas dan Pengamat di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Kutoarjo masih dijumpai adanya hambatan-hambatan, yaitu faktor hukumnya sendiri, faktor penegak hukum, dan faktor sarana atau fasilitas.
SUPERVISION AND OBSERVATION MPLEMENTATION BY SUPERVISORY AND OBSERVATORY JUDGE IN CHILD GUIDANCE INSTITUTIONS
(Study at The Kutoarjo Class I Children's Special Guidance Institute)
by:
Anjas Kartikantoro
E1A016157

ABSTRACT

This thesis discusses about The Implementation Of Supervision and Observation by Supervisory Judges And Observers At The Kutoarjo Class I Children's Special Guidance Institute. The implementation of court decisions needs to be monitored and observed so that the institution of Supervisory Judges and Observers is born in Law Number 8 of 1981 concerning the Criminal Procedure Code. The rule of a judge is not only responsible for inflicting punishment but also must be responsible until the prisoner is finished serving the convict in the correctional institution through the pattern and program of guidance provided. In addition to the task of imposing convict in Article 277 of the Criminal Procedure Code to Article 283 of the Criminal Procedure Code, other duties are charged, namely as supervisors and observers of court decisions. The formulation of the problem from this research, the first is about how the implementation of supervision and observation of guidance by Supervisory Judges and Observers in fostering inmates in the Special Guidance Institute for Children Class I Kutoarjo and the second is what obstacles are faced by Supervisory Judges and Observers in carrying out supervision and observation. at the Kutoarjo Class I Children's Special Guidance Institute. The results of the research shows that the implementation of the duties of the Supervisory Judge and Observer in the implementation of court decisions at the Kutoarjo Class I Children's Special Guidance Institute has not run optimally. In carrying out the duties of Supervisory Judges and Observers at the Kutoarjo Class I Children's Special Guidance Institute, there are still obstacles, namely the legal factor itself, law enforcement factors, and facilities.
3135635417C1I017054ACCOUNTING STUDENTS MOTIVATION IN BANYUMAS RESIDENCY FOR CHOOSING CAREERS AS FORENSIC ACCOUNTANTSTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang memotivasi mahasiswa akuntansi Karesidenan Banyumas untuk berkarir sebagai akuntan forensik serta untuk menganalisis perbedaan motivasi mahasiswa akuntansi antara perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta di Karesidenan Banyumas. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif S1 Akuntansi Universitas Jenderal Sudirman, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dan Universitas Wijayakusuma. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 95 responden. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode survei dengan memberikan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SPSS menunjukkan bahwa: (1) Variabel motivasi internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemilihan karir mahasiswa akuntansi sebagai akuntan forensik, (2) Variabel motivasi eksternal berpengaruh positif dan signifikan. tentang pemilihan karir mahasiswa akuntansi sebagai akuntan forensik, (3) Tidak ada perbedaan motivasi antara mahasiswa akuntansi universitas negeri dan universitas swasta di Karesidenan Banyumas dalam memilih karir sebagai akuntan forensik. Implikasi dari penelitian ini adalah, para pendidik dan akademisi akuntansi dapat lebih mempertimbangkan penyusunan silabus atau kurikulum mata kuliah forensik yang sesuai untuk program sarjana. Beberapa mahasiswa akuntansi dari Universitas Wijayakusuma berharap adanya mata kuliah forensik tersendiri sebagai acuan dalam memilih karir sebagai akuntan forensikThe purpose of this study was to determine the internal and external factors that motivate accounting students in Banyumas Residency to have a career as forensic accountants as well as to analyze the differences in motivation of accounting students between public universities and private universities in Banyumas Residency. The population in this study were active undergraduate accounting students at Jenderal Sudirman University, Muhammadiyah University of Purwokerto, and Wijayakusuma University. The number of respondents taken in this study were 95 respondents. The data collection method in this study used a survey method by providing a questionnaire. Based on the results of research and data analysis using SPSS, it shows that: (1) Internal motivation variables have a positive and significant effect on career selection of accounting students as forensic accountants, (2) External motivation variables have a positive and significant effect on career selection of accounting students as forensic accountants, (3) There is no difference in motivation between accounting students at public universities and private universities in Banyumas Residency in choosing a career as a forensic accountant. The implication this research is, accounting educators and academics can be more consider the preparation of a suitable forensic courses’ syllabus or curriculum for undergraduate programme. Some accounting students from Wijayakusuma University hoped that there would be separate forensic courses as a reference in choosing a career as a forensic accountant.
3135734624C1G017042ANALYSIS OF INCOME AND MARKETING MARGIN OF GOLD FISH FARMING IN PURBALINGGA REGENCYPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi pendapatan, pemasaran, dan pemasaran bisnis budidaya ikan koki di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung melalui wawancara dengan pembudidaya ikan koki dan pedagang di Kabupaten Purbalingga dan data sekunder diperoleh dari pihak kedua, yaitu Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Purbalingga. Ada dua jenis populasi: petani dan pedagang. Karena populasi petani relatif kecil (40 petani), semuanya akan dipilih sebagai responden. Pedagang akan dipilih dengan sampling bola salju dengan menanyakan kepada siapa mereka menjual produk tersebut, kemudian kepada perantara akan diarahkan ke petani produk tersebut dijual ke konsumen akhir. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan, pemasaran pemasaran, dan pemasaran efisiensi. Hasil penelitian ini adalah (1) pembibitan petani menghasilkan pendapatan sebesar Rp 13.282.050,00 dengan laba Rp 8.427.550,00 dan petani pembesaran menghasilkan pendapatan sebesar Rp 26.047.500,00 dan laba Rp15.495.621,00. (2) pemasaran pembibitan petani memiliki margin Rp 138,00 dan pemasaran petani pembesaran memiliki margin Rp 7.500. (3) pemasaran pembibitan petani memiliki pangsa petani sebesar 83% dan pemasaran petani pembesaran memiliki pangsa petani sebesar 25%. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa petani dan calon petani dapat mengetahui saluran pemasaran, pemasaran, pendapatan yang diterima oleh petani dan efisiensi pemasaran di setiap jenis pembudidaya ikan koki.This study aims to analyze the income, marketing, and marketing efficiency of the gold fish farming business in Purbalingga Regency. This study uses primary and secondary data. Primary data was obtained directly through interviews with gold fish farmers and traders in Purbalingga Regency and secondary data was obtained from a second party, namely the Food and Fisheries Security Service (DKPP) of Purbalingga Regency. There were two types of population: farmers and traders. Because the population of farmers is relatively small (40 farmers), all of them will be selected as respondents. Traders will be selected by snowball sampling by asking who they sell the product to, then to the intermediary it will be directed to the farmer the product is sold to the final consumer. The analytical tools used in this research are income analysis, marketing marketing, and efficiency marketing. The results of this study are (1) nursery farmers generate income of Rp13,282,050.00 with a profit of Rp8,427,550.00 and enlargement farmers generate income of Rp26.047.500.00 and profit of Rp15,495,621.00. (2) marketing of nursery farmers has a margin of Rp. 138.00 and marketing of enlargement farmers has a margin of Rp. 7,500. (3) the marketing of nursery farmers has a share of farmers by 83% and marketing of enlargement farmers has a share of farmers of 25%. The implication of this research is that farmers and prospective farmers can find out the marketing channels, marketing, income received by farmers and marketing efficiency in each type of gold fish farmers.
3135834619G1A018058Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Kolesterol Total pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas 2 Sumbang BanyumasLatar belakang : Indonesia termasuk negara ke-8 dari 10 besar negara yang diprediksi akan memiliki jumlah penderita DM sebesar 16,6 juta pada tahun 2045. Pasien diabetes melitus tipe 2 diikuti oleh kadar profil lipid yang meningkat sehingga dapat memicu terjadinya dislipidemia. Peningkatan kadar kolesterol dalam darah salah satunya disebabkan oleh obesitas. Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur status gizi yaitu dapat menggunakan Indeks Massa Tubuh.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan kadar kolesterol total pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas 2 Sumbang Banyumas.
Metode : Rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi merupakan pasien Diabetes melitus tipe 2 yang tergabung dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis di Puskesmas 2 Sumbang Banyumas periode Agustus - September 2021. Pengambilan sampel menggunakan rumus penelitian analitis korelatif dengan besar sampel 37 responden. IMT diukur menggunakan microtoise dan timbangan. Pengukuran kadar kolesterol total dengan menggunakan metode CHOD-PAP dengan pengambilan darah vena oleh petugas Laboratorium Medico Labora.
Hasil : Hasil penelitian dengan uji Spearman menunjukkan nilai p = 0,584 (p> 0,05) maka tidak berhubungan dengan underweight (2,7%), normal (24,3%), overweight (18,9%), obesitas I (40,5%), dan obesitas II (13,5%). Serta kadar kolesterol total dengan kategori diinginkan (18,9%), sedikit tinggi (37,8%), dan tinggi (43,2%).
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar kolesterol total pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas 2 Sumbang Banyumas.
Background : Indonesia is the 8th country out of the top 10 countries which is predicted to have 16.6 million DM sufferers in 2045. Patients with type 2 diabetes mellitus are followed by elevated lipid profile levels that can trigger dyslipidemia. One of the causes of increased cholesterol levels in the blood is obesity. One indicator that can be used to measure nutritional status is the Body Mass Index.
Objective : To determine the relationship between BMI and total cholesterol levels in type 2 diabetes mellitus patients at Puskesmas 2 Sumbang Banyumas.
Methods : The research design used a cross sectional approach. The population is type 2 Diabetes mellitus patients who are members of the Chronic Disease Management Program at the Puskesmas 2 Sumbang Banyumas on period August - September 2021. Sampling uses a correlative analytical research formula with a sample size of 37 respondents. BMI was measured using a microtoise and a scale. Measurement of total cholesterol levels using the CHOD-PAP method with venous blood collection by Medico Labora Laboratory staff.
Results : The results of the study using the Spearman’s test showed p value = 0.584 (p> 0.05) was not related with underweight (2.7%), normal (24.3%), overweight (18.9%), obesity I (40, 5%), and obesity II (13.5%). As well as total cholesterol levels in the desired category (18.9%), borderline (37.8%), and high (43.2%).
Conclusion : There is no relationship between body mass index and total cholesterol levels in patients with type 2 diabetes mellitus at Puskesmas 2 Sumbang Banyumas.
3135935770L1C017011Hubungan Antara Ikan Corallivora dengan Kondisi Terumbu Karang di Kepulauan Derawan, Kalimantan TimurKepulauan Derawan merupakan kawasan perairan dengan keanekaragaman jenis karang batu serta biodiversitas ikan karang yang sangat tinggi. Salah satu faktor yg berpengaruh terhadap kondisi terumbu karang adalah keberadaan ikan famili Chaetodontidae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman ikan karang kelompok corallivora, persentase tutupan karang, hubungan antara kelimpahan dan keanekaragaman ikan karang kelompok corallivora dengan kondisi tutupan karang. Penelitian menggunakan metode survai. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Untuk mengetahui kondisi ikan karang kelompok corallivora digunakan metode Underwater Visual Census (UVC), selanjutnya data dianalisis menggunakan Microsoft Excell dan Kondisi tutupan karang diamati dengan metode Underwater Photo Transect (UPT), kemudian dianalisis dengan menggunakan Count Point with Excel extension (CPCe). Hubungan Antara Ikan Corallivora Dengan Kondisi Terumbu Karang dianalisis menggunakan analisis korelasi pearson dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan ikan karang 0,060 – 0,251 ind/m2; Keanekaragaman ikan karang 1,16 - 2,56 (rendah-sedang). Hubungan antara kelimpahan ikan karang kelompok corallivora dengan kondisi terumbu karang menunjukkan korelasi rendah (r=0,251) dan hubungan antara keanekaragaman ikan karang kelompok corallivora dengan kondisi terumbu karang korelasi sedang (r=0,580). Kajian ini dapat digunakan untuk upaya restorasi biologis ekosistem terumbu secara berkelanjutan.Derawan Islands are a water area with a very high diversity of coral reef species and reef fish biodiversity. One of the factors that affect the condition of coral reefs is the presence of fish from Chaetodontidae family. This study aims to determine abundance and diversity of reef fish in the corallivora group, the percentage of coral cover, the relationship between abundance and diversity of reef fish in corallivora group and condition of coral cover. The research used survey method. Samples were taken by purposive sampling method. To discover the condition of reef fish in corallivora group, Underwater Visual Census (UVC) method was used, then the data were analyzed using Microsoft Excell and coral cover was observed using Underwater Photo Transect (UPT) method, then analyzed using Count Point with Excel extension (CPCe). The relationship between Corallivorous Fish and Coral Reef Conditions was analyzed using Pearson correlation and regression analysis. The results showed that abundance of reef fish was 0.060 – 0.251 ind/m2; Reef fish diversity 1.16 - 2.56 (low-medium). The relationship between abundance of reef fish in the corallivora group and condition of coral reefs showed a low correlation (r=0,251) and the relationship between diversity of reef fish in corallivora group and condition of coral reefs was moderately correlated (r=0,580). This research can be used for sustainable ecological restoration of coral reef ecosystems management.
3136034623C1B017046PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL, DESAIN, KUALITAS, REPUTASI, DAN MINAT PEMBELIAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PERUMAHAN GRIYA SATRIA MANDALATAMAPenelitian ini berjenis Kuantitatif menggunakan metode survei pada pemilik
unit perumahan Griya Satria Mandalatama yang berada di Purwokerto. Penelitian
ini mengambil judul: Pengaruh Lingkungan Sosial, Desain, Kualitas, Reputasi, Dan
Minat Pembelian Terhadap Keputusan Pembelian Perumahan Griya Satria
Mandalatama.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh
lingkungan sosial, desain, kualitas produk, reputasi pengembang, dan minat
pembelian terhadap keputusan konsumen dalam pembelian perumahan.
Populasi dalam penelitian ini adalah pemilik unit perumahan Griya Satria
Mandalatama yang melakukan pembelian pada tahun 2019-2020. Jumlah
responden pada penelitian ini sebanyak 128 orang. Metode yang digunakan untuk
menentukan responden adalah Proportionate stratified random sampling
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan metode Regresi
Linear berganda dengan software IBM SPSS Statistic 26 menunjukkan : Hasil uji t
parsial variabel Lingkungan Sosial (X1) berpengaruh negatif dan tidak signifikan,
Desain Perumahan (X2) dan Minat Pembelian (X5) berpengaruh positif dan tidak
signifikan. Kualitas Produk (X3) dan Reputasi Pengembang (X4) berpengaruh
positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y). Hasil uji F simultan
menunjukkan seluruh variabel X secara bersama-sama berpengaruh signifikan
terhadap Variabel Keputusan Pembelian (Y).
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam meningkatkan keputusan
pembelian unit perumahan pihak Pengembang Griya Satria Group hendaknya
memperhatikan perlu diadakannya aktivitas sosial yang dapat mengakomodasi
seluruh latar belakang penghuni. Desain Perumahan diperlukan kombinasi gaya
lain untuk menarik minat konsumen yaitu industrial minimalis. Kualitas perumahan
dapat ditingkatkan dengan menggunakan material lebih premium begitu juga dalam
membangun sarana fasilitas umum. Untuk dapat mempertahankan reputasi yang
baik maka pihak pengembang perlu menerapkan manajemen risiko reputasi
perusahaan dengan tujuan mengantisipasi gangguan yang akan terjadi dan dapat
merusak reputasi sehingga berdampak pada keberlangsungan usaha. Untuk dapat
meningkatkan minat beli pengembang dapat melakukan kegiatan pameran produk
dengan tujuan untuk memberikan informasi tentang keunggulan unit perumahan
Griya satria Mandalatama.
This research is a quantitative type using a survey method on the owner of
the Griya Satria Mandalatama housing unit in Purwokerto. This research takes the
title: The Influence of Social Environment, Design, Quality, Reputation, And
Purchase Intentions Towards Purchasing Decisions for Griya Satria Mandalatama
Housing.
The purpose of this study was to determine and analyze the influence of
social environment, design, product quality, developer reputation, and purchase
intention on consumer decisions in housing purchases.
The population in this study is the owner of the Griya Satria Mandalatama housing
unit who made purchases in 2019-2020. The number of respondents in this study
were 128 people. The method used to determine the respondents is proportional
stratified random sampling
Based on the results of research and data analysis using the Multiple Linear
Regression method with IBM SPSS Statistic 26 software, it shows: The results of
the partial t-test of the Social Environment variable (X1) have a negative and
insignificant effect, Housing Design (X2) and Purchase Interest (X5) have a
positive and no positive effect. significant. Product Quality (X3) and Developer
Reputation (X4) have a positive and significant effect on Purchase Decisions (Y).
Simultaneous f test results show that all X variables together have a significant
effect on the Purchase Decision Variable (Y).
The implication of the conclusion above is that in improving the decision to
purchase housing units, the Griya Satria Group Developer should pay attention to
the need for holding social activities that can accommodate all occupants'
backgrounds. Housing design requires a combination of other styles to attract
consumers, namely industrial minimalism. The quality of housing can be improved
by using more premium materials as well as in building public facilities. To be able
to maintain a good reputation, the developer needs to implement the company's
reputation risk management with the aim of anticipating disturbances that will
occur and can damage the reputation so that it has an impact on business
continuity. In order to increase buying interest, developers can conduct product
exhibitions with the aim of providing information about the advantages of the Griya
Satria Mandalatama housing unit.