Artikelilmiahs
Menampilkan 31.321-31.340 dari 50.043 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 31321 | 34600 | E1A014305 | TINDAK PIDANA PENADAHAN (Studi Kasus Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Banyumas Nomor : 34/Pid.B/2017/PN Bms.) | Tindak pidana penadahan merupakan tindak pidana yang sering terjadi di masyarakat, dan merupakan tindak pidana terusan dari tindak pidana di bidang harta kekayaan misalnya pencurian dan penggelapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur - unsur tindak pidana penadahan dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dalam Putusan Pengadilan Negeri Banyumas Nomor. 34/Pid.B/2017/PN Bms. Metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi deskriptif analisis, Sumber data sekunder Putusan Pengadilan Negeri Banyumas Nomor. 34/Pid.B/2017/PN Bms. Pengumpulan data studi kepustakaan, disajikan dalam bentuk uraian dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Majelis Hakim dalam Putusun Pengadilan Negeri Banyumas Nomor: 34/Pid.B/2017/PN Bms telah menerapkan unsur-unsur Pasal 480 ke 1 KUHP, perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi unsur : a) Barangsiapa adalah : Terdakwa Budiarto Als Budi Bin Sutaryo; b) Perbuatan yang dilakukan : Membeli sesuatu benda yang diketahui atau sepatutnya diduga bahwa benda tersebut diperoleh dari kejahatan, berupa 1 (satu) unit Sepeda Motor Yamaha Mio warna Biru tahun 2010 Nopol terpasang B-3576-SNO Noka: MH328D20CAJ862163, Nosin: 28D-1862325, tanpa dilengkapi dengan surat-surat atau dokumen resmi berupa STNK maupun BPKB. Dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana, terdapat 3 (tiga) hal penting yang dijadikan dasar pertimbangan hukum Hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa, yaitu: a) Pertimbangan terhadap fakta hukum yang memenuhi unsur-unsur pasal yang telah didakwakan. Terdakwa didakwa dengan dakwaan tunggal yaitu : perbuatan Terdakwa melanggar Pasal 480 ke-1 KUHP. b) Pembuktian berdasarkan alat-alat bukti sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP, berupa : keterangan saksi-saksi, dan keterangan terdakwa : c) Pertimbangan berdasarkan Pasal 197 Ayat (1) huruf (f) KUHAP berupa hal-hal yang memberatkan terdakwa dan yang meringankan terdakwa. Mejelis Hakim menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan. Menetapkan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan Rutan di Banyumas. | The crime of confiscation is a crime that often occurs in society, and is a continuation of criminal acts in the field of assets, such as theft and embezzlement. This study aims to determine the application of the elements of the criminal act of detention and to find out the basis of the judge's legal considerations in imposing a sentence on the defendant in the Banyumas District Court Decision No. 34/Pid.B/2017/PN Bms. Normative juridical approach method. Descriptive analysis specification, secondary data source Banyumas District Court Decision Number. 34/Pid.B/2017/PN Bms. The collection of literature study data, presented in the form of a description and analyzed by qualitative normative methods. The Panel of Judges in the Banyumas District Court Decision Number: 34/Pid.B/2017/PN Bms has applied the elements of Article 480 to 1 of the Criminal Code, the defendant's actions have been legally and convincingly proven to meet the following elements: a) Whoever is: Defendant Budiarto Als Budi Bin Sutaryo; b) Actions taken: Buying an object which is known or reasonably suspected that the object was obtained from a crime, in the form of 1 (one) unit of Blue Yamaha Mio Motorcycle in 2010 No.pol installed B-3576-SNO Noka: MH328D20CAJ862163, Nosin: 28D- 1862325, without being accompanied by letters or official documents in the form of STNK or BPKB. Based on the judge's legal considerations in imposing a sentence, there are 3 (three) important things that are used as the basis for the judge's legal considerations to impose a sentence on the defendant, namely: a) Consideration of legal facts that meet the elements of the article that has been indicted. The defendant was charged with a single charge, namely: the Defendant's actions violated Article 480 of the 1st Criminal Code. b) Evidence based on evidence as regulated in Article 184 of the Criminal Procedure Code, in the form of: statements of witnesses, and statements of the defendant: c) Considerations based on Article 197 Paragraph (1) letter (f) KUHAP in the form of things that incriminate the defendant and which relieve the defendant. The Panel of Judges sentenced the Defendant to imprisonment for 6 (six) months. Stipulates that the defendant remains in the detention center of the detention center in Banyumas. | |
| 31322 | 35414 | K1A018003 | Desain Fotokatalis Bismut Vanadat (BiVO4) Secara Kopresipitasi dan Uji Degradasinya Terhadap Metilen Biru | Degradasi zat warna metilen biru dilakukan melalui metode fotokatalisis dengan katalis BiVO4 dan bantuan sinar visibel. Untuk menegetahui karakteristik dan meningkatnyan aktivitas fotokatalitiknya, desain fotokatalis BiVO4 dilakukan melalui variasi nilai pH sintesis, suhu kalsinasi, dan pH metilen biru. Pengukuran laju kinetika reaksi dan mekanisme degradasi fotokataltik juga dilakukan dalam penelitian ini. Karakterisasi material yang dilakukan diantaranya pengamatan data XRD, citra SEM, dan UV-Vis DRS. Berdasarkan data, sintesis kopresipitasi dapat dipakai untuk menyintesis BiVO4 dengan kritstalinitas yang cukup baik. Variasi BiV(4)(400) dengan karakteristik monoklinik scheelite, citra SEM spheric-like, dan energi celah pita sebesar 2,46 eV memiliki aktivitas fotokatalitik yang baik. BiV(4)(400) memiliki laju kinetika degradasi sebesar 0,0125 menit-1 dengan persen degradasi fotokatalitik sebesar 74,56% dan degradasi total sebesar 88,45%. Waktu degradasi optimum adalah sebesar 180 menit, dengan kondisi penyinaran visibel, dan pH larutan sebesar 11. Tidak sempurnanya presentase degradasi diduga disebabkan oleh kinerja ROS digunakan untuk mendegradasi lebih lanjut intermediet metilen biru yang terbentuk dan adanya kemungkinan terjadinya rekombinasi elektron dan hole pada material. Berdasarkan data, spesi radikal dominan dalam aktivitas fotokatalitik BiVO4 yaitu radikal OH* dan O2-*. | The degradation of methylene blue dye was carried out by means of photocatalytic method with BiVO4 catalyst and the help of visible light. To determine the characteristics and increase in photocatalytic activity, the design of the BiVO4 photocatalyst was carried out by varying the synthesis pH value, calcination temperature, and pH of methylene blue. Measurements of the rate of reaction kinetics and the mechanism of photocatalytic degradation were also carried out in this study. Material characterization carried out included observations of XRD data, SEM images, and UV-Vis DRS. Based on the data, coprecipitation synthesis can be used to synthesize BiVO4 with high enough crystallinity. Variation of BiV(4)(400) with scheelite monoclinic characteristics, spheric-like SEM image, and band gap energy of 2.46 eV has good photocatalytic activity. BiV(4)(400) has a degradation kinetics rate of 0.0125 min-1 with a photocatalytic degradation percentage of 74.56% and a total degradation of 88.45%. The optimum degradation time was 180 minutes, with visible light conditions, and the pH of the solution was 11. The incomplete degradation percentage was thought to be caused by the performance of ROS used to further degrade the methylene blue intermediate formed and the possibility of electron and hole recombination in the material. Based on the data, the dominant radical species in the photocatalytic activity of BiVO4 are OH* and O2-* radicals. | |
| 31323 | 34602 | F1F017070 | Analisis Pengaruh Praktik Fishing Industry terhadap Modern Slavery di Thailand Tahun 2012-2014 | Penelitian yang berjudul “Analisis Pengaruh Praktik Fishing Industry Terhadap Modern Slavery Di Thailand Tahun 2012-2014” ini dianalisis berdasarkan konsep human security dan modern slavery. Fokus penelitian ini adalah menganalisis bagaimana fishing industry sebagai salah satu industri terpenting di Thailand mempengaruhi terjadinya modern slavery dalam kurun waktu 2012-2014, ketika sedang terjadi gejolak politik dalam tubuh pemerintahan Thailand. Ketidakstabilan pemerintahan Thailand saat itu pada akhirnya berpengaruh juga terhadap situasi fishing industry, dimana dalam hal ini fishing industry di Thailand memicu terjadinya modern slavery melalui praktik kerja paksa. Kerja paksa tersebut di identifikasi melalui 3 (tiga) ciri yaitu ketika terjadi apropriasi pekerja, lalu pekerja kehilangan kebebasan, serta adanya perilaku kekerasan yang seluruh cirinya ada dalam fishing industry di Thailand yang mana ditandai dengan upah pekerja yang rendah, adanya pekerja anak terjadinya over-work, lalu tidak terpenuhinya hak sosial pekerja, serta terancamnya keselamatan pekerja karena tingkat keamaan tempat kerja yang tidak sesuai dengan standar kelayakan | The research entitled "Analysis of the Influence of Fishing Industry Practices on Modern Slavery in Thailand in 2012-2014" was analyzed based on the concept of human security and modern slavery. The focus of this study is to analyze how the fishing industry as one of the most important industries in Thailand affects the occurrence of modern slavery in the period 2012-2014, when there was political instability in the Thai government. The instability of the Thai government at that time ultimately affected the situation of the fishing industry, where in this case the fishing industry in Thailand triggered modern slavery through forced labor practices. The forced labor is identified through 3 (three) characteristics, namely when there is an appropriation of workers, then workers lose their freedom, as well as violent behavior which all of the characteristics exist in the fishing industry in Thailand, which is characterized by low worker wages, the presence of child labor, the occurrence of over-employment. work, then the social rights of workers are not fulfilled, and the safety of workers is threatened because the level of security in the workplace is not in accordance with appropriate standards | |
| 31324 | 34601 | A1L014163 | RESPON TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) VARIETAS BIMA TERHADAP PEMUPUKAN TIGA SUMBER PUPUK KALIUM DI KECAMATAN MADUKARA KABUPATEN BANJARNEGARA | ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh aplikasi 3 jenis pupuk Kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-April 2021 di Desa Bantarwaru, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan percobaan 3 jenis pupuk Kalium yaitu ZK, KCl dan KNO3 pada dosis masing-masing 10 g/m2 dan percobaan diulang sebanyak 6 kali. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, bobot umbi. Data hasil percobaan danalisis dengan uji F. Jika terdapat perbedaan di antara perlakuan, dilakukan uji lanjutan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (Duncan’s Multiple Range Test DMRT) dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kalium dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. | ABSTRACT The research aims to examine the effect of application of 3 types of potassium fertilizer on the growth and yield of shallots. The research was carried out in February-April 2021 in Bantarwaru Village, Madukara District, Banjarnegara Regency. The experimental design used was a non-factorial randomized block design with 3 types of potassium fertilizers, namely ZK, KCl and KNO3 at a dose of 10 g/m2 each and repeated 6 times. The variables observed were plant height, number of leaves, number of tubers, tuber weight. The experimental data was analyzed using the F test. If there was a difference between the treatments, a further test was carried out using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) with an error rate of 5%. The results showed that the application of potassium fertilizer could increase the growth and yield of shallots. | |
| 31325 | 34603 | I1A017061 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BURNOUT PADA PERAWAT RUANG RAWAT INAP DI RST WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO | Latar Belakang: Pekerjaan apapun rentan mengalami burnout, terlebih bagi pekerjaan bidang “human service” seperti perawat. Burnout yang perawat rasakan dapat memberikan dampak buruk bagi keberlangsungan pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan burnout pada perawat rawat inap di RST Wijayakusuma Purwokerto. Metode: Penelitian cross sectional dengan populasi seluruh perawat ruang rawat inap di RST Wijayakusuma Purwokerto selain ruang perawatan intensif (ICU), sejumlah 107 perawat. Sampel sebanyak 65 perawat dengan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti adalah umur, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, beban kerja, dukungan sosial, motivasi kerja, dan burnout. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis secara univariat serta bivariat (chi square) dengan taraf signifikansi 5%. Hasil Penelitian: Responden berada pada kategori umur tidak berisiko (50,8%), jenis kelamin perempuan (72,3%), pendidikan D3 Keperawatan (81,5%), masa kerja lama (86,2%), beban kerja berat (63,1%), dukungan sosial baik (84,6%), motivasi kerja baik (67,7%), burnout berat (55,4%). Hasil uji chi square menunjukkan faktor yang berhubungan dengan burnout adalah umur (p value = 0,017), masa kerja (p value = 0,036), beban kerja (p value = 0,000), dan motivasi kerja (p value = 0,039). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara umur, masa kerja, beban kerja, dan motivasi kerja dengan burnout. Kata Kunci: Burnout, umur, masa kerja, beban kerja, motivasi kerja. | Background: Any kind of job are vulnerable to be burnout, especially for “human service” workers such as nurses. Burnout among nurses delivers bad impact for the continuity of service. This research aims to determine factors related to burnout among inpatient nurses at RST Wijayakusuma Purwokerto. Metodologi: A cross sectional study with entire nurses in inpatient room as a population, be sides intensive unit (ICU), amounts 107 nurses. A sample of 65 nurses was taken by purposive sampling technique. The variables are age, gender, education, years of career, workload, social support, work motivation, and burnout. Data were collected through a questionnaire and analyzed by univariate and bivariate (chi square) with 5% level of significance. Result: Respondents were in the non-risk age category (50,8%), female (72,3%), D3 nursing education (81,5%), long years of career (86,2%), heavy workloads (63,1%), social support (84,6%), work motivation (67,7%), heavy burnout (55,4%). Chi square test showed that the factors related to burnout were age (p value = 0,017), years of career (p value = 0,036), workload (p value = 0,000), and work motivation (p value = 0,039). Conclusion: There is a relationship between age, years of career, workload, and work motivation with burnout. Keywords: Burnout, age, years of career, workload, work motivation. | |
| 31326 | 34604 | C1C017005 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PEMERINTAH DESA DALAM PENGELOLAAN DANA DESA (Studi Empiris pada Desa di Wilayah Kabupaten Banyumas Bagian Timur) | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan judul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Pemerintah Desa dalam Pengelolaan Dana Desa”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor penerapan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), komitmen organisasi, motivasi kerja, dan transparansi berpengaruh terhadap kinerja pemerintah desa dalam pengelolaan dana desa. Penelitian dilaksanakan pada pemerintah desa di Kecamatan Kalibagor, Kecamatan Sokaraja, Kecamatan Banyumas, dan Kecamatan Somagede. Metode sampel jenuh yang digunakan dalam penelitian ini menghasilkan 51 sampel pemerintah desa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pengisian kuesioner. Responden dalam penelitian ini adalah sekretaris desa dan bendahara desa. Teknik analisis data yang digunakan antara lain uji kualitas data, statistika deskriptif, uji asumsi klasik, uji regresi berganda, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan aplikasi Siskeudes, komitmen organisasi, dan motivasi kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja pemerintah desa dalam pengelolaan dana desa sedangkan transparansi berpengaruh positif terhadap kinerja pemerintah desa. Implikasi dari penelitian ini yaitu pemerintah desa dan pemerintah daerah Kabupaten Banyumas untuk meningkatkan sosialisasi mengenai kesadaran dan pentinganya kualitas kinerja dalam pengelolaan dana desa mengingat alokasi dana desa selalu mengalami peningkatan setiap tahun. | This research is a quantitative study with the title "Factors Affecting Village Government Performance in Village Fund Management". This study aims to determine whether the factors of implementing the Village Financial System (Siskeudes) application, organizational commitment, work motivation, and transparency affect the performance of the village government in managing village funds. The research was conducted at the village government in Kalibagor District, Sokaraja District, Banyumas District, and Somagede District. The saturated sample method used in this study resulted in 51 village government samples. The data collection method used is filling out a questionnaire. Respondents in this study were the village secretary and village treasurer. Data analysis techniques used include data quality test, descriptive statistics, classical assumption test, multiple regression test, and hypothesis testing. The results of this study indicate that the application of the Siskeudes application, organizational commitment, and work motivation have no effect on the performance of the village government in managing village funds and transparency has a positive effect on the performance of the village government. The implication of this research is that the village government and the local government of Banyumas Regency to increase socialization regarding awareness and the importance of quality performance in managing village funds considering that the allocation of village funds always increases every year. | |
| 31327 | 35514 | B1A018144 | Pengaruh Pemberian NAA terhadap Pertumbuhan Tanaman Stroberi (Fragaria sp.) di Desa Serang Purbalingga | Stroberi (Fragaria sp.) adalah buah yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan mengandung banyak manfaat untuk kesehatan. Namun, produksi stroberi menghadapi hambatan yang cukup sulit, yaitu curah hujan yang tinggi, serangan penyakit, dan kesulitan dalam hal pembibitan. Maka dari itu, upaya untuk meningkatkan buah stroberi dapat dilakukan dengan pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) auksin, yaitu Napthalene Acetic Acid (NAA) untuk mempercepat pertumbuhan tanaman stroberi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian NAA terhadap pertumbuhan tanaman stroberi dan konsentrasi NAA yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman stroberi. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri atas 5 konsentrasi NAA, yaitu 0, 10, 20, 30, dan 40 ppm dengan 5 kali ulangan sehingga ada 25 perlakuan. Parameter yang diamati adalah jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah akar, panjang akar, bobot basah, dan bobot kering. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dengan taraf uji 95% dan 99%, dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf uji 95%.Hasil penelitian diperoleh bahwa pemberian NAA berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah akar, dan panjang akar dengan konsentrasi terbaik 20 ppm. Namun, NAA tidak berpengaruh terhadap jumlah daun, bobot basah, dan bobot kering tanaman stroberi. | Strawberry (Fragaria sp.) is a fruit that has high economic value and contains many health benefits. However, strawberry production faces quite difficult obstacles, namely high rainfall, disease attacks, and difficulties in breeding. Therefore, efforts to increase strawberry fruit can be done by giving an auxin Growth Regulator (ZPT), namely Napthalene Acetic Acid (NAA) to accelerate the growth of strawberry plants. The purpose of this study was to determine the effect of giving NAA on the growth of strawberry plants and the best concentration of NAA for the growth of strawberry plants. This research was conducted experimentally using a Completely Randomized Design (CRD). The treatments consisted of 5 concentrations of NAA, namely 0, 10, 20, 30, and 40 ppm with 5 replications so that there were 25 treatment. The parameters observed were number of leaves, plant height, number of roots, root length, wet weight, and dry weight. The data obtained were analyzed using analysis of variance with a test level of 95% and 99%, followed by a further test of Honest Significant Difference (BNJ) at a 95% test level. The results showed that the addition of NAA had an effect on plant height, number of roots, and root length with the best concentration of 20 ppm. However, NAA did not affect the number of leaves, wet weight, and dry weight of strawberry plants. | |
| 31328 | 35559 | B1B015015 | Species Diversity of Understorey Vegetation in Pinewood (Pinus merkusii) Forest in RPH Sempor, BKPH North Gombong | Tumbuhan bawah adalah jenis vegetasi dasar di bawah tegakan hutan kecuali pancang. Vegetasi tumbuhan bawah meliputi rerumputan, herba, perdu, dan paku-pakuan. Keberadaan vegetasi tumbuhan bawah dapat dijadikan sebagai indikator kondisi hutan dan diharapkan dapat mengurangi gangguan terhadap hutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan dominasi jenis tumbuhan bawah di bawah tegakan kayu pinus berdasarkan umur pinus di RPH Sempor, BKPH Gombong Utara. Penelitian ini dilakukan di hutan pinus RPH Sempor, BKPH Gombong Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan pinus 25 tahun memiliki keanekaragaman tumbuhan bawah yang lebih besar, yaitu 22 spesies dari 15 famili, sedangkan pada tegakan pinus 45 tahun terdapat 17 spesies dari 13 famili. Keanekaragaman tumbuhan bawah pada umur 25 dan 45 tahun di RPH Sempor, BKPH Gombong Utara tergolong sedang dengan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H') 2,57 untuk hutan pinus 25 tahun dan 2,27 untuk hutan pinus 45 tahun; kerataan tumbuhan bawah tergolong tinggi dengan indeks kemerataan Pielou (E) 0,83 untuk hutan pinus 25 tahun dan 0,8 untuk hutan pinus 45 tahun. Tidak ada spesies yang dominan di kedua lokasi tersebut karena indeks kemerataannya tinggi dan kemiripan antara kedua lokasi tersebut 25% diukur dengan indeks kesamaan Sorensen (SI). Hasil pengukuran faktor fisikokimia menunjukkan bahwa tutupan tajuk mempengaruhi suhu dan tingkat kelembaban sehingga mempengaruhi jumlah individu tumbuhan bawah dan jumlah spesies pada setiap tegakan. | Understorey plant is a type of basic vegetation under forest stands except for saplings. Understorey vegetation includes grasses, herbs, shrubs, and ferns. The presence of understorey vegetation can be used as an indicator of forest conditions and is expected to reduce disturbances to the forest. The purpose of this research is to determine the diversity of species and the dominance of understorey species under the pinewood stands based on pine ages in RPH Sempor, BKPH North Gombong. This research was conducted in pinewood forest of RPH Sempor, BKPH North Gombong. The research result showed that the 25 years of pine forest have the greater understorey diversity, that was 22 species from 15 families, while in the 45 years of pine stand there were 17 species from 13 families. Understorey diversity in the 25 and 45 years in RPH Sempor, BKPH North Gombong were classified as moderate with a Shannon-Wiener diversity index (H') 2.57 for 25 years pine forest and 2.27 for the 45 years pine forest; understorey evenness were classified as high with a Pielou evenness index (E) 0.83 for 25 years pine forest and 0.8 for the 45 years pine forest. There was no dominance species in the both locations because the evenness index was high and the similarity between both locations was 25% measured with Sorensen similarity index (SI). The physico-chemical factors measurement result showed that the canopy cover affected the temperature and humidity level, thus affecting the number of understorey individuals and the species number in each stand. | |
| 31329 | 34606 | H1E017016 | ELIMINASI WASTE UNTUK USULAN PERBAIKAN PROSES PRODUKSI MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA (STUDI KASUS PT.SUTANTO ARIFCHANDRA ELEKTRONIK) | PT. Sutanto ArifChandra Elektronik adalah perusahaan di Indonesia yang fokus memproduksi kabel. Melalui pengamatan langsung yang dilakukan, terdapat beberapa pemborosan yaitu : pekerja yang mengganggur, banyaknya defects, penumpukan tempat bahan baku yang sudah kosong, keterlambatan produksi. Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi waste yang paling dominan menggunakan Waste Assessment Model (WAM), serta mengelimininasi waste tersebut menggunakan 5 Why’s Analysis, Fishbone diagram, dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA). Dari hasil WAM didapatkan waste yang nilainya paling tinggi adalah Waste Defect sebesar 31,12%. Berdasarkan hasil WAM yang paling dominan adalah waste defect yang akan dilakukan minimasi menggunakan tahapan Define, Measure, Analyze, Improve (DMAI). Pada tahap define identifikasi melalui Critical To Quality (CTQ) didapatkan hasil 3 jenis defect yang ada yaitu visual, kaku, dan printing error. Dari hasil pareto diagram defect yang dipilih adalah jenis defect visual dengan persentase 91.21%, kemudian hasil pareto diagram pada kriteria defect visual yang dipilih adalah kriteria gelembung dan sambungan. Pada tahap measure didapatkan hasil nilai sigma sebesar 4,125. Pada tahap Analyze dilakukannya analisis untuk mencari penyebab, akar penyebab, dan memberikan bobot Risk Priority Number (RPN) menggunakan Fishbone diagram, 5 Why’s Analysis, dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA). Pada tahap Improve yang menghasilkan nilai RPN tertinggi sebesar 168 yaitu panas yang tidak merata pada mesin insulation dengan usulan perbaikan mengadakan jadwal perawatan mesin secara berkala. | PT. Sutanto ArifChandra Elektronik is an electronics company in Indonesia that specializes in the production of cables. Through direct observations made, there are several wastes, namely: Unemployed workers, Number of defects, Accumulation of empty raw material places, Production delays. The purpose of this study is to identify the most dominant waste using the Waste Assessment Model (WAM), and to eliminate this waste using 5 Why's Analysis, Fishbone diagrams, and Failure Mode Effect Analysis (FMEA). From the results of the WAM, the ranking of waste from the highest is Defect of 31.12%. Based on the results of the WAM, the most dominant is waste defect which will be minimized using the Define, Measure, Analyze, Improve (DMAI) stages. At the define identification stage through Critical To Quality (CTQ), 3 types of defects were found, namely visual, rigid, and printing errors. From the results of the Pareto diagram the defect selected is the type of visual defect with a percentage of 91.21%, then the results of the Pareto diagram on the selected visual defect criteria are lump and joint criteria. At the measure stage, the sigma value is 4.125. At the Analyze stage, an analysis is carried out to find the causes, root causes, and assign a weight to the Risk Priority Number (RPN) using Fishbone diagrams, 5 Why's Analysis, and FMEA. In the Improve stage, which produces the highest RPN value of 168, namely uneven heat on the insulation machine, with the proposed improvement, hold a regular machine maintenance schedule. | |
| 31330 | 34605 | G1A018075 | EFEK PEMBERIAN TEH BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior) TERHADAP KADAR COX-1 TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI ASPIRIN | Latar Belakang – Penggunaan obat aspirin dan OAINS dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai efek samping, salah satunya gangguan gastrointestinal. Diperlukan studi untuk mengeksplorasi bahan alternatif yang memiliki aktivitas antiinflamasi dan bersifat gastroprotektif. Kandungan flavonoid pada tanaman kecombrang terbukti mampu menurunkan aktivitas inflamasi. Tujuan – Mengetahui efek teh kecombrang terhadap kadar COX-1 tikus putih yang diinduksi aspirin Metode – Studi uji rancangan acak lengkap (RAL) with post test only with control group terhadap hewan coba tikus Ratus norvegicus Wistar jantan yang dibagi ke dalam beberapa kelompok kontrol dan perlakuan, yakni kelompok KST1 (kontrol positif); KNT1 (kontrol negatif); P1T1 (aspirin 10 hari dan teh 1,5 g/200gBB 7 hari); P2T1 (aspirin 10 hari dan teh 3 g/200gBB 7 hari); P3T1 (aspirin 10 hari dan teh 6 g/200gBB 7 hari); KST2 (kontrol positif); KNT2 (kontrol negatif); P1T2 (aspirin 10 hari dan teh 1,5 g/200gBB 14 hari); P2T2 (aspirin 10 dari dan teh 3 g/200gBB 14 hari); P3T2 (aspirin 10 hari dan teh 6 g/200gBB 14 hari); KST3 (kontrol positif), KNT3 (kontrol negatif); P1T3 (aspirin 10 hari dan teh 1,5 g/200gBB 28 hari); P2T3 (aspirin 10 dari dan teh 3 g/200gBB 28 hari); P3T3 (aspirin 10 hari dan teh 6 g/200gBB 28 hari). Induksi aspirin menggunakan dosis 120mg/hari untuk model tikus gastritis. Analisis data menggunakan uji KruskallWallis dengan post hoc Mann-Whitney dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil – Analisis bivariat menunjukkan setidaknya terdapat dua kelompok yang memiliki perbedaan bermakna. Pemberian teh kecombrang 6 gram selama 28 hari dapat menurunkan kadar COX-1 dari 7,34 ± 1,22 hingga 6,14 ± 0,25 µg/mL atau sebanyak 16% pada tikus model gastritis yang diinduksi aspirin (p<0,05). Kesimpulan – Pemberian teh kecombrang 6 gram selama 28 hari dapat menurunkan kadar COX-1 tikus putih yang diinduksi aspirin. Kata kunci: Aspirin, gastritis, COX-1, OAINS, teh kecombrang | Background – Long-term use of aspirin and NSAIDs can cause various side effects, one of which is gastrointestinal disturbances. Studies are needed to explore alternative ingredients that have anti-inflammatory activity and gastroprotective properties. The flavonoids content of kecombrang plants could reduce inflamatory activity. Objective – To determine the effect of kecombrang tea administration on TNF-α levels of aspirin-induced white rats. Methods – Randomized design study with post test only with control group on male rats of Ratus norvegicus Wistar strain divided into 2 control and 3 treatment groups, namely the KST1 group (positive control); KNT1 (negative control); P1T1 (10 d aspirin and 1.5 g/200gBW tea 7 d); P2T1 (aspirin 10 d and tea 3 g/200gBB 7 d); P3T1 (10 d aspirin and 6 g/200gBW tea 7 d); KST2 (positive control); KNT2 (negative control); P1T2 (10 d aspirin and 1.5 g/200gBW tea 14 d); P2T2 (aspirin 10 of and tea 3 g/200gBW 14 d); P3T2 (aspirin 10 d and tea 6 g/200gBW 14 d); KST3 (positive control), KNT3 (negative control); P1T3 (10 d aspirin and tea 1.5 g/200gBW 28 d); P2T3 (aspirin 10 d and tea 3 g/200gBW 28 d); P3T3 (10 d aspirin and 6g/200gBW tea 28 d). Aspirin induction using a dose of 120mg/day for a rat model of gastritis. Data analysis performed with KruskallWallis test with post hoc Mann-Whitney at significance level of 0.05. Results – Bivariate analysis showed that there were at least two groups that had significant differences. Administration kecombrang tea 6 grams for 28 days could reduce COX-1 levels from 7,34 ± 1,22 to 6,14 ± 0,25 µg/mL or 16% in rats model of aspirin-induced gastritis (p<0.05). Conclusions - Kecombrang tea 6 grams for 28 d can reduce COX-1 levels in white rats induced by aspirin. Keywords: Aspirin, COX-1, gastritis, NSAIDs, kecombrang tea | |
| 31331 | 34283 | I1E017003 | Evaluasi Pembinaan Prestasi Bola Voli di Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2020 | Evaluasi merupakan suatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Sebuah program memerlukan evaluasi untuk melihat keberhasilan tercapainya suatu program. Faktor yang berperan sangat penting dalam mewujudkan program prestasi yang optimal adalah dengan pelaksanaan program pembinaan prestasi. Dalam upaya peningkatan prestasi olahraga perlu diusahakan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan melalui pemanduan bakat, pembibitan, pendidikan dan pelatihan olahraga yang didasarkan pada ilmu pengetahuan secara efektif dan efisien. Olahraga bola voli merupakan olahraga kompetitif yang selalu dipertandingkan dalam setiap pesta olahraga. Orientasi pembinaan cabang olahraga bola voli mengacu pada pencapaian prestasi. Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya merupakan kecamatan yang cukup berprestasi pada cabang olahraga bola voli dibuktikan dengan pernah menjuarai Kejuaraan Kabuapaten salah satunya Kejurkab Tasikmalaya tahun 2016 dan 2019. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif, bertujuan untuk mengetahui pembinaan prestasi bola voli di Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya. Sampel pada penelitian ini yaitu atlet bola voli yang berjumlah 40 orang, pelatih bola voli yang berjumlah 5 orang, dan pengurus bola voli yang berjumlah 5 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada 24 sampai 28 Juli 2021. Teknik analisis data menggunakan rumus presentase. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil hasil bahwa pembinaan prestasi bola voli di Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya sudah berjalan cukup baik dengan presentase nilai rata-rata sebesar 77,4 %. | Evaluation of an action or process to determine the value of something. A program requires evaluation to see the success of achieving a program. The factor that plays a very important role in realizing an optimal achievement program is the implementation of an achievement coaching program. In an effort to improve sports achievement, it is necessary to develop directed and sustainable coaching through talent scouting, breeding, education and training based on science effectively and efficiently. Football is a competitive sport that is always competed in every sporting event. The orientation of the coaching of the ball sport refers to the achievements. Cikatomas Subdistrict, Tasikmalaya Regency, is a sub-district that has quite an achievement in soccer, it is proven that it has won the district, one of which is the Tasikmalaya District Court in 2016 and 2019. This research is a type of quantitative descriptive research, which aims to determine the development of volleyball achievements in Cikatomas District, Tasikmalaya Regency. The samples in this study were volleyball athletes totaling 40 people, volleyball coaches totaling 5 people, and volleyball administrators totaling 5 people. This research was conducted from 24 to 28 July 2021. The data analysis technique used the percentage formula. Based on the results of data analysis, the results showed that the development of volleyball achievements in Cikatomas District, Tasikmalaya Regency was running quite well with an average score percentage of 77.4%. | |
| 31332 | 35515 | G1B017025 | HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA DOKTER GIGI DALAM PENANGANAN PASIEN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS | Situasi yang mengancam pada masa pandemi COVID-19 mengakibatkan munculnya beberapa kemungkinan reaksi yang berhubungan dengan kecemasan yang terjadi pada dokter gigi. Peningkatan kecemasan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang salah satunya faktor individu. Faktor individu tersebut meliputi usia, jenis kelamin, status perkawinan dan masa kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor individu dengan tingkat kecemasan yang terjadi pada dokter gigi di wilayah Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sebanyak 111 responden dokter gigi yang ada di Kabupaten Banyumas. Proses pengambilan data dilakukan dengan menyebar kuesioner melalui google form. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Chi-square dan Uji Regresi Logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel usia memiliki p (0,002) dan coefficient contingency lemah (0,285), jenis kelamin memiliki p (0,017) dan coefficient contigency lemah (0,220) dan masa kerja memiliki p (<0,001) dan coefficient contingency lemah (0,355). Simpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara faktor individu meliputi usia, jenis kelamin dan masa kerja dengan tingkat kecemasan dan variabel yang paling berhubungan dengan tingkat kecemasan yaitu variabel jenis kelamin. | The threatening situation during the COVID-19 pandemic has resulted in the emergence of several possible reactions related to anxiety that occur in dentists. The increase in anxiety can be influenced by several factors, one of which is individual factors. The individual factors include age, gender, marital status and work period. The purpose of this study was to determine the correlation between individual factors and the level of anxiety that occurred in dentists in the Banyumas Regency. This type of research is an analytic survey with a cross sectional design. The sample was taken using a purposive sampling technique with a total of 111 dentists respondents in Banyumas Regency. The data collection process was carried out by distributing questionnaires via google form. Data analysis in this study used the chi-square test and logistic regression test. The result of this study indicate that the age variable has p (0,002) and the coefficient contingency is weak (0,285), gender has p (0.017) and the coefficient contingency is weak (0,220) and work period has p (<0,001) and the coefficient contingency is weak (0,355). The conclusion in this study is that there is a correlation between individual factors including age, gender and work period with anxiety levels and the variable most related to anxiety levels is the gender variable. | |
| 31333 | 34609 | H1D016061 | SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS PEMERIKSAAN PASIEN LABORATORIUM PMI BANYUMAS BERBASIS WEB (Web-based Patient Examination Medical Record Information System for PMI Banyumas Laboratory) | Proses rekam medis dalam dunia kesehatan adalah suatu proses yang merekam penyakit apa yang di derita oleh pasien dan sudah berapa lama pasien tersebut menderita penyakitnya. Namun,, dikarenakan banyaknya dokumen terkait dengan penyakit pasien sehingga dapat terjadinya hilangnya dokumen atau tertukarnya dokumen rekam medis pasien yang belum ter-komputerisasi. Sehingga dapat membuat tidak akuratnya informasi tentang penyakit yang di derita pasien. Dan pasien dalam hal mengantri di PMI Banyumas untuk memeriksakan penyakitnya masih menggunakan pemanggilan sehingga dapat terjadi penumpukan diruang tunggu pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sistem informasi untuk membantu dokter dalam mengelola rekam medis pasien dan pasien tidak perlu lagi menunggu di ruang tunggu dan sudah membuat janji dengan dokter untuk pemeriksaan. | The medical record process in the world of health is a process that records what disease the patient is suffering from and how long the patient has suffered from the disease. However, due to the large number of documents related to the patient's illness, there can be loss of documents or the exchange of patient medical records that have not been computerized. So that it can make inaccurate information about the disease suffered by the patient. And patients in terms of queuing at PMI Banyumas to check their illness still use calls so that there can be accumulation in the patient waiting room. The purpose of this study is to create an information system to assist doctors in managing patient medical records and patients no longer need to wait in the waiting room and have made an appointment with a doctor for an examination. | |
| 31334 | 34610 | J1B017038 | KRITIKAN DI KONTEN BERITA MR. KECE | Penelitian ini menganalisis tuturan Mr. Kece menggunakan teori prgamtik menggunakan pendekatan pelanggaran prinsip kesopanan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan objek berupa tuturan Mr. Kece pada bulan Januari 2020 pada kanal Youtube Opini.id. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode simak dengan teknik dasar berupa teknik sadap dan teknik lanjutan berupa teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode analisis data menggunakan metode padan untuk menganalisis tuturan melalui pendekatan pelanggaran prinsip kesopanan. Hasil analisis data disajikan secara formal dan informal. Hasil analisis pelanggaran prinsip kesopanan pada tuturan Mr. Kece pada bulan Januari 2020 dalam kanal Youtube Opini.id ditemukan 13 pelanggaran maksim kecocokan, 10 pelanggaran maksim kemurahan, 4 pelanggaran maksim kebijaksanaan, dan 1 pelanggaran maksim penerimaan. Kesimpulannya, banyak terjadi pelanggaran prinsip kesopanan dikarenakan Mr. Kece memberikan kritikan dalam beritanya. | This study aims to analyze the speech of Mr. Kece using a pragmatic theory using a violation of the principle of politeness approach. This research is a type of qualitative descriptive research with the object in the form of Mr. Kece in January 2020 on the Opini.id Youtube channel. The method used in this research is observation method with basic techniques is tapping technique and the advanced technique was uninvolved conversation observation technique and writing technique. The data analysis method uses the identity method to analyze speech through the approach of the principle of politeness in Mr. Kece in January 2020, the Opini.id Youtube channel found 13 violations of the maxim of compatibility, 10 violations of the maxim of generosity, 4 violations of the maxim of wisdom, and 1 violation of the maxim of acceptance. In conclusion, there are many violations of the principle of politeness because Mr. Kece gave criticism in his news. | |
| 31335 | 34608 | E1A018099 | STUDI KOMPARASI PENYIDIKAN DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI DI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI DAN DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL KHUSUS POLDA METRO JAYA | Tindak pidana korupsi merupakan extra ordinary crime yang dalam penanganannya diperlukan upaya khusus agar mempercepat pemberantasan tindak pidana korupsi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan kewenangan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya untuk melakukan penyidikan terhadap tindak pidana korupsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan penyidikan dan hambatan dalam proses penyidikan di Komisi Pemberantasan Korupsi dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian perbandingan hukum dan yuridis sosiologis. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Data yang didapatkan kemudian diolah dengan menggunakan reduksi dan kategorisasi data, lalu disajikan dalam uraian sistematis dan dianalisa dengan menggunakan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya memiliki persamaan dan perbedaan didalam melakukan penyidikan terhadap tindak pidana korupsi yaitu diantaranya mengenai struktur penyidik, wilayah hukum, subyek, obyek, mekanisme penyerahan SPDP, cara mencari bukti, penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan dan pengehentian penyidikan. Disamping itu juga terdapat beberapa hambatan yang ditemukan dalam melakukan penyidikan tindak pidana korupsi baik di Komisi Pemberantasan Korupsi maupun Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya diantaranya yaitu adanya batasan waktu, anggaran yang terbatas dan masyarakat yang kurang mendukung. Adapun saran yaitu perlu ada koordinasi yang lebih baik lagi antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya demi terciptanya pemberantasan tindak pidana korupsi yang maksimal. | COMPARATIVE STUDY OF INVESTIGATIONS IN CRIMINAL ACTIONS OF CORRUPTION AT THE CORRUPTION ERADICATION COMMISSION AND THE DIRECTORATE OF CRIMINAL RESERVATIONS, SPECIALLY POLDA METRO JAYA By : Eka Veronika E1A018099 ABSTRACT Corruption is an extraordinary crime which requires special efforts to eradicate corruption. One of the efforts made is to give authority to the Corruption Eradication Commission and the Directorate of Special Criminal Investigation of the Metro Jaya Police to conduct investigations into criminal acts of corruption. This causes the handling of the occurrence of integralization in corruption crimes so that there tends to be overlapping with authority. This study aims to find out the investigations and obstacles in the investigation process at the Corruption Eradication Commission and the Directorate of Special Criminal Investigation of the Polda Metro Jaya. This research is a qualitative research with sociological juridical research method. The data used are secondary data and primary data. The data obtained were then processed using data reduction and categorization, then described in a systematic description and analysis using qualitative analysis methods. The results of this study indicate that the Corruption Eradication Commission and the Directorate of Special Criminal Investigation of the Polda Metro Jaya have similarities and differences in conducting examinations of criminal acts of corruption, namely regarding the legal basis used, target, amount of loss, how to find evidence, arrest, detention, search, confiscation and termination of investigation. In addition, there are also several obstacles found in conducting investigations into criminal acts of corruption both at the Corruption Eradication Commission and the Special Criminal Investigation Directorate of the Polda Metro Jaya, including time constraints, limited budgets and unsupportive people. The suggestion is that there needs to be better coordination between the Eradication Commission and the Directorate of Special Criminal Investigation of the Polda Metro Jaya in order to create a maximum eradication of corruption. Keywords: Comparative Investigations Corruption Crimes, Corruption Eradication Commission, dan Directorate of Special Criminal Investigation of Polda Metro Jaya. | |
| 31336 | 35415 | E1A018110 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PRODUK MAKANAN DAN MINUMAN TANPA MENCANTUMKAN TANGGAL KEDALUWARSA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Putusan Nomor: 61/Pid.B/2018/PN CBn) | Perlindungan konsumen merupakan bagian tak terpisahkan dari kegiatan bisnis yang sehat. Banyak pelaku usaha yang seringkali tidak jujur dan melakukan kecurangan kepada konsumen, salah satu contohnya adalah memperdagangkan barang dan menawarkan produk yang berbahaya bagi konsumen yaitu dengan cara tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa pada kemasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang bersumber pada studi kepustakaan dan peraturan perundang-undnagan serta peraturan pelaksananya. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan metode normative kualitatif serta disajikan dalam uraian secara sistematis. Hasil penelitian berdasarkan Putusan Nomor: 61/Pid.B/2018/PN CBn menunjukan bahwa Subhan sebagai pelaku usaha telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 8 huruf (g) Jo Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yaitu mengenai memperdagangkan barang yang tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa dan menjual makanan dan minuman sebelum jangka waktu pengunaan atau pemanfaatan yang paling baik atas barang tertentu habis (best before), sehingga dalam hal ini konsumen atau masyarakat pembeli produk makanan dan minuman yang dijual oleh Subhan di Pasar Tradisional Harjamukti telah mendapat perlindungan hukum. Kata Kunci: Perlindungan Konsumen, Pelaku Usaha, Pangan | Consumer protection is an integral part of a healthy business. Many businesses are often dishonest and cheat on consumers, one example is trading goods and offering products that are harmful to consumers by not listing an expiration date on the packaging. The methods used in this study are normative juridical with descriptive research specifications. The data used in this study is secondary data sourced from literature studies and laws and regulations and implementation regulations. The data obtained is then processed and analyzed by qualitative methods and presented in a systematic description. The methods used in this study are normative juridical with descriptive research specifications. The data used in this study is secondary data consisting of primary legal materials and secondary legal materials sourced from literature studies and laws and regulations and implementing regulations. The data obtained is then processed and analyzed with qualitative normative methods and presented in a systematic description. The results of research based on Verdict Number: 61/Pid.B/2018/PN CBn show that Subhan as a business actor has been proven legitimately and convincingly guilty of committing criminal acts as stipulated in Article 8 letter (g) Jo Article 62 paragraph (1) of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection, namely regarding trading goods that do not list expiration dates and sell food and beverages before the best period of use or use of the Certain items are exhausted (best before), so in this case consumers or the community of buyers of food and beverage products sold by Subhan in Pasar Tradisional Harjamukti have received legal protection. | |
| 31337 | 35516 | A1A017060 | KAJIAN IMPLEMENTASI TEORI PERILAKU TERENCANA DALAM PENGELOLAAN MINYAK JELANTAH BERBASIS KOMUNITAS | Minyak goreng yang sudah terpakai berulang kali dapat dikategorikan sebagai minyak jelantah. Minyak jelantah merupakan jenis limbah yang hampir selalu ditemukan di setiap rumah tangga yang memiliki potensi bahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Sedangkan di sisi lain konsumsi minyak goreng di Indonesia cukup tinggi. Sehingga diperlukan upaya rekayasa sosial untuk menangani masalah tersebut, salah satunya melalui komunitas yang mengelola limbah minyak jelantah. Maka dari itu, untuk menunjang hal tersebut diperlukan diperlukan pemahaman terhadap perilaku masyarakat, yaitu melalui pendekatan Theory of Planned Behavior (teori perilaku terencana). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku terhadap niat dan mengetahui pengaruh niat terhadap perilaku, serta mengetahui pengaruh persepsi kontrol perilaku terhadap perilaku dalam pengelolaan minyak jelantah berbasis komunitas. Penelitian dilaksanakan pada Bulan September sampai November tahun 2021 pada 60 anggota Komunitas Sedekah Jelantah di Kabupaten Tegal yang dipilih berdasarkan purposive sampling dan data diambil baik secara daring melalui Google Form maupun secara langsung melalui survei lapang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis SEM (Structural Equation Modeling) dengan software yang digunakan adalah SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pada variabel sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku terhadap variabel niat serta pengaruh variabel niat terhadap variabel perilaku. Sedangkan pada variabel persepsi kontrol perilaku terhadap variabel perilaku, berpengaruh secara positif namun tidak signifikan. Sikap merupakan variabel yang berpengaruh paling tinggi terhadap niat dengan koefisien jalur sebesar 0,370. Kemudian diikuti variabel persepsi kontrol perilaku sebesar 0,296 dan norma subjektif sebesar 0,234. Adapun koefisien jalur variabel niat terhadap perilaku sebesar 0,443 dan variabel persepsi kontrol perilaku terhadap perilaku sebesar 0,057. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa anggota komunitas sedekah jelantah memiliki motivasi tinggi dan sikap positif terhadap pengelolaan minyak jelantah walaupun hal tersebut belum dianggap sebagai suatu kebutuhan. | Cooking oil that has been used repeatedly can be categorized as used cooking oil. Used cooking oil is a type of waste that is almost always found in every household that has potential hazards to the environment and health. Meanwhile, on the other hand, the consumption of cooking oil in Indonesia is quite high. So that social engineering efforts are needed to deal with these problems, one of which is through communities that manage used cooking oil waste. Therefore, to support this, an understanding of community behavior is needed, namely through the Theory of Planned Behavior approach. The purpose of this study was to determine the effect of attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control on intentions and to determine the effect of intentions on behavior, as well as to determine the effect of perceived behavioral control on behavior in community-based management of used cooking oil. The research was carried out from September to November 2021 on 60 members of the Sedekah Jelantah Community in Tegal Regency who were selected based on purposive sampling and data were taken either online through Google Form or directly through field surveys. The data analysis used is descriptive analysis and SEM (Structural Equation Modeling) analysis with the software used in SmartPLS. The results showed that there was a positive and significant influence on the attitude variable, subjective norm, and perceived behavioral control on the intention variable and the influence of the intention variable on the behavioral variable. Meanwhile, the perceived behavioral control variable on behavioral variable has a positive but not significant effect. Attitude is the variable that has the highest influence on the intention with a path coefficient of 0.370. Then followed by the perceived behavioral control variable of 0.296 and the subjective norm of 0.234. The path coefficient of the intention variable on behavior is 0.443 and the perceived behavioral control variable on behavior is 0.057. Based on these results, it can be concluded that the members of Sedekah Jelantah Community have high motivation and positive attitudes towards the management of used cooking oil even though this is not considered a necessity. | |
| 31338 | 37615 | I1A018111 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN LEPTOSPIROSIS DI INDONESIA: SYSTEMATIC REVIEW | Latar Belakang : Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira dan dapat ditularkan langsung maupun tidak langsung. Jumlah kasus leptospirosis di indonesia mengalami fluktuasi dari tahun 2011-2020 dan terjadi peningkatan kasus dari tahun 2017 hingga tahun 2020. Penelitian ini berutjuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian leptospirosis di indonesia berdasarkan kajian literatur. Metodologi : Penelitian ini menggunakan desain studi systematic review berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan. Database yang digunakan dalam pencarian literatur berasal dari google scholar, garuda, dan neliti.com dengan tahun publikasi yang digunakan dari tahun 2012-2021. Pencarian literatur dilakukan menggunakan kata kunci untuk di identifikasi dan diseleksi menggunakan PRISMA Flow Diagram dan PRISMA Checklist. Hasil penelitian : Diperoleh 11 artikel yang direview dan ditemukan 15 faktor yang berhubungan dengan kejadian leptospirosis di Indonesia, yaitu 8 faktor pejamu (riwayat luka, pemakaian APD, pekerjaan berisiko, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, aktifitas di air, perilaku, dan riwayat peran serta dalam kegiatan sosial) dan 7 faktor lingkungan (keberadaan tikus, keberadaan genangan air, kondisi selokan/SPAL, lingkungan fisik, kondisi tempat sampah, ketersediaan air bersih, dan keberadaan hewan piaraan). Kesimpulan : Faktor yang paling banyak ditemukan berhubungan dengan kejadian leptospirosis di Indonesia adalah keberadaan genangan air dengan jumlah sebanyak 5 artikel. | Background: Leptospirosis is a zoonotic disease caused by infection with Leptospira bacteria and can be transmitted directly or indirectly. The number of leptospirosis cases in Indonesia fluctuated from 2011-2020 and there was an increase in cases from 2017 to 2020. This study aims to determine the factors associated with the incidence of leptospirosis in Indonesia based on a literature review. Methodology: This research was a systematic review based on the inclusion and exclusion criteria. Literatur derived from the Google Scholar, Garuda, and Neliti.com with the year of pubication of the article used from 2012-2021. Literature search was carried out using keywords to be identified and selected using PRISMA Flow Diagrams and PRISMA Checklists. Findings: There are 11 articles reviewed and found 15 factors related to the incidence of leptospirosis in Indonesia. There are 8 host factors (wound history, use of PPE, risky occupations, education level, knowledge level, activity in water, behavior, and history of participation. in social activities) and 7 environmental factors (presence of rats, presence of standing water, condition of sewers/SPAL, physical environment, condition of trash cans, availability of clean water, and presence of pets). Conclusions: The most significant factor associated with the incidence of leptospirosis in Indonesia is the presence of standing water with a total of 5 articles. | |
| 31339 | 34611 | C1B016057 | PENGARUH SELF EFFICACY, RISK TOLERANCE, MOTIVASI INTRINSIK DAN PERSEPSI KEBEBASAN DALAM BEKERJA TERHADAP MINAT MAHASISWA MENJADI WIRAUSAHA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self efficacy, risk tolerance, motivasi intrinsik dan persepsi kebebasan dalam bekerja terhadap minat mahasiswa menjadi wirausaha. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling, sehingga diperoleh 110 responden mahasiswa FEB Unsoed yang telah mengambil mata kuliah kewirausahaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan mengedarkan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solution) menunjukkan bahwa: (1) Self efficacy berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha. (2) Risk Tolerance tidak berpengaruh terhadap minat berwirausaha. (3) Motivasi intrinsik berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha. (4) Persepsi kebebasan dalam bekerja berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha. | This study aims to determine the effect of self-efficacy, risk tolerance, intrinsic motivation and perceptions of freedom at work on students' interest in becoming entrepreneurs. The type of research used is quantitative research using survey methods. The method used in sampling is purposive sampling, in order to obtain 110 respondents from FEB Unsoed students who have taken entrepreneurship courses. The data collection technique used is by distributing questionnaires. Based on the results of research and data analysis using SPSS (Statistical Product and Service Solution) shows that: (1) Self-efficacy has a positive effect on interest in entrepreneurship. (2) Risk Tolerance does not affect the interest in entrepreneurship. (3) Intrinsic motivation has a positive effect on interest in entrepreneurship. (4) Perception of freedom in work has a positive effect on interest in entrepreneurship. | |
| 31340 | 34612 | A1D116041 | PENGARUH PUPUK DAUN DAN POC TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) | ABSTRAK Kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan tanaman sayuran yang banyak digemari masyarakat, karena rasanya yang lezat dan gurih. Tanaman ini banyak mengandung vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Pemupukan bertujuan untuk memberikan unsur hara bagi tanaman agar dapat berproduksi secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk: (1) mengetahui kosentrasi terbaik pupuk daun dalam budidaya tanaman kacang panjang, (2) mengetahui kosentrasi terbaik pupuk pupuk organik cair dalam budidaya tanaman kacang panjang, (3) mengetahui kombinasi terbaik antara pupuk daun dan pupuk organik cair terhadap budidaya tanaman kacang panjang. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Desember 2020–Maret 2021 di Laboratorium Tanah dan Sumber Daya Lahan, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, dan kebun percobaan screen house Fakulas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak kelompok Lengkap yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan, faktor pertama adalah perlakuan konsentrasi pupuk daun yang terdiri atas 3 macam taraf, yaitu 0 g/l, 3 g/l, 6 g/l dan faktor kedua adalah perlakuan konsentrasi pupuk organik cair yang terdiri atas 3 macam taraf, yaitu 0 ml/l, 3 ml/l, 6 ml/l. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: pupuk daun berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman, jumlah daun, dan bobot tanaman segar. Pupuk daun tidak pengaruh nyata terhadap panjang akar, bobot tanaman kering, luas daun, jumlah polong, dan bobot polong segar. Pupuk organik cair tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel. Kombinasi antara pupuk daun dan pupuk organik cair tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel. | ABSTRACT Long beans (Vigna sinensis L.) is a vegetable plant that is very popular with the public, because of its delicious and savory taste. This plant contains a lot of vitamin A, vitamin B, and vitamin C. Fertilization aims to provide nutrients for plants to produce optimally. This research was conducted to: (1) determine the best concentration of foliar fertilizer in the cultivation of long bean, (2) determine the best concentration of liquid organic fertilizer in the cultivation of long bean, (3) determine the best combination of foliar fertilizer and liquid organic fertilizeron the cultivation of long bean. This research was conducted from December 2020–March 2021 at the Laboratory of Soil and Land Resources, Laboratoryof Agronomy and Horticulture, and the screen house experimental garden of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This research was conducted with a completely randomized block design consisting of 2 factors with 3 replications, the first factor was the treatment of leaf fertilizer concentration which consisted of 3 levels, namely 0 g/l, 3 g/l, 6 g/l and the second factor was concentration treatment of liquid organic fertilizer which consists of 3 kinds of levels, namely 0 ml/l, 3 ml/l, 6 ml/l. The results of this study showed that: foliar fertilizer had a significant effect on plant length, number of leaves, and fresh plant weight. Leaf fertilizer had no significant effect on root length, dry plant weight, leaf area, number of pods, and fresh pod weight. Liquid organic fertilizer did not significantly affect all variables. The combination of foliar fertilizer and liquid organic fertilizer had no significant effect on all variables. |