Artikelilmiahs

Menampilkan 28.521-28.540 dari 50.125 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2852131982E1A016308TANGGUNG JAWAB HUKUM PALANG MERAH INDONESIA (PMI) DALAM PELAYANAN DARAH PADA STRUKTUR PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN INDONESIAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk tanggung jawab hukum Palang Merah Indonesia (PMI) dalam pelayanan darah pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (Statute Approach), pendekatan analitis (Analitical Aproach), dan pendekatan konseptual (Conseptual Approach). Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah inventarisasi hukum positif, sinkronisasi hukum dan penemuan hukum in concreto. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan serta metode analisis data dengan content analysis dan comparative analysis. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengaturan tanggung jawab hukum Palang Merah Indonesia (PMI) dalam pelayanan darah pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia telah menunjukkan taraf sinkronisasi. Hal tersebut dibuktikan dengan pengaturan tanggung jawab hukum Palang Merah Indonesia (PMI) dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 83 Tahun 2014 tentang Unit Transfusi Darah, Bank Darah Rumah Sakit, dan Jejaring Pelayanan Transfusi Darah, Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2011 tentang pelayanan darah, Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2016 tentang Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan telah didasarkan pada peraturan dengan derajat lebih tinggi, yakni Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Bentuk tanggung jawab hukum Palang Merah Indonesia (PMI) dalam pelayanan darah menurut peraturan perundang-undangan dapat dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu tanggung jawab hukum perdata, pidana dan administrasi.INDONESIAN RED CROSS LAW RESPONSIBILITY (PMI) IN BLOOD SERVICES IN INDONESIAN LAWS REGULATION STRUCTURE

By
Shita Saraswati
E1A016308

ABSTRACT

This study aims to determine the synchronization of the regulations and forms of legal responsibility of the Indonesian Red Cross (PMI) in blood services in the structure of Indonesian legislation. The research method used is a normative juridical method with a statutory approach method (Statute Approach), an analytical approach (Analytical Approach), and a conceptual approach (Conceptual Approach). The research specification used is a positive law inventory, legal synchronization and in-concreto legal discovery. The type of data used is secondary data with library research data collection methods and data analysis methods with content analysis and comparative analysis. Based on the research results, It can be concluded that the regulation of the Indonesian Red Cross (PMI) legal responsibility in blood services in the structure of Indonesian legislation has shown a degree of synchronization. This is evidenced by the legal responsibility regulation of the Indonesian Red Cross (PMI) in the Minister of Health Regulation Number 83 of 2014 concerning Blood Transfusion Units, Hospital Blood Banks, and Blood Transfusion Service Networks, Government Regulation Number 7 of 2011 concerning blood services, Government Regulations Number 47 of 2016 concerning Health Service Facilities, Law Number 36 of 2009 concerning Health, Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 2018 concerning Kepalangmerahan has been based on regulations of a higher degree, namely the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia.

Keywords: Legal Responsibility, Indonesian Red Cross (PMI), Blood Service.
2852231986D1B019007EKSPLORASI KANDUNGAN KALSIUM DAN WARNA TEPUNG CANGKANG TELUR AYAM RAS PETELUR DENGAN METODE DAN LAMA PEMASAKAN YANG BERBEDA UNTUK FORTIFIKASI BAHAN PANGANABSTRAK
Penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara metode dan lama pemasakan terhadap kadar kalsium dan kadar warna pada tepung cangkang telur ayam ras petelur. Serta pengaruh metode dan lama pemasakan terhadap kadar kalsium dan kadar warna tepung cangkang telur ayam ras petelur. Penelitian ini menggunakan Rangkaian Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Perlakuan yang diberikan terdiri dari 2 faktor dengan Faktor A= Metode Pemasakan (M) dengan taraf faktor M1= Metode Perebusan dan M2=Metode Pengukusan, Faktor B= Lama Pemasakan (L) dengan taraf faktor L0=Pemasakan 0 menit, L1=Pemasakan 20 menit, L2=Pemasakan 30 menit dan L3=Pemasakan 40 menit. Setiap kombinasi perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali dengan jumlah sampel sebanyak 24. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis variansi dengan uji lanjut Orthogonal Polynomial dan uji lanjut T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi metode pemasakan dan lama pemasakan tidak berpengaruh terhadap kadar warna tepung cangkang telur ayam ras petelur. Metode pemasakan berpengaruh nyata (Fatbel>Fhit) terhadap kadar kalsium, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap warna. Rataan hasil penelitian untuk kadar kalsium sebesar 39,510% - 37,597%. Metode pemasakan terbaik dihasilkan oleh metode perebusan yang menghasilkan kadar kalsium sebesar 38,4575 %, sedangkan metode pengukusan sebesar 38,0217%. Lama pemasakan berpengaruh nyata terhadap kadar kalsium, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap warna. Kesimpulan penelitian ini adalah pembuatan tepung cangkang telur ayam ras petelur terbaik menggunakan metode perebusan dengan lama pemasakan 10 menit.

ABSTRACT
This study was to determine the interaction between cooking method and duration on calcium content and color content in eggshell flour of laying hens. As well as the effect of cooking methods and time on calcium content and color content of eggshell flour in laying hens. This study used a completely randomized series (CRD) factorial pattern. The treatment given consisted of 2 factors with Factor A = Cooking Method (M) with a factor level M1 = Boiling Method and M2 = Steaming Method, Factor B = Cooking Time (L) with a factor level L0 = Cooking 0 minutes, L1 = Cooking 20 minutes, L2 = Cooking for 30 minutes and L3 = Cooking for 40 minutes. Each treatment combination was repeated 3 times with a total sample size of 24. The data obtained from the results of the study were analyzed using analysis of variance with further Orthogonal Polynomial test and T-Test continued test. The results showed that cooking method and cooking time interaction did not affect the color content of eggshell flour of laying hens. The cooking method had a significant effect on the calcium, but non significant on color. Average of calcium content of 39.510% until 37.597%. The best cooking method produced by the boiling method resulted in a calcium content of 38.4575%, while the steam method was 38.0217%. Cooking time had a very significant effect (F table> Fhit) on the calcium content, but non significant on the color. The conclusion of this study is the manufacture of the best eggshell flour using the boiling method with a cooking time of 10 minutes.


2852332032F1B016073Indeks Kepuasan Masyarakat dalam Pelayanan Perpanjangan Surat Izin Mengemudi (Penelitian Perpanjangan SIM C Di Satuan Penyelenggara Administrasi Polresta Banyumas Tahun 2020)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kepuasan masyarakat dalam pelayanan perpanjangan SIM C di Satuan Penyelenggara Administrasi Polresta Banyumas tahun 2020 dan kemudian menjawab hipotesis penelitian dengan Ho yaitu tidak terdapat perbedaan rata-rata atau mean di antara indikator indeks kepuasan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan survei. Sasaran penelitian ini adalah pemohon yang sudah pernah mendapatkan layanan perpanjangan SIM C di Satpas Polresta Banyumas tahun 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik sampling insidental. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif kuantitatif terhadap hasil hitung Indeks Kepuasan Masyarakat. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Berdasarkan hasil analisis data secara deskriptif kuantitatif dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa indeks kepuasan masyarakat dalam pelayanan perpanjangan SIM C di Satpas Polresta Banyumas tahun 2020 adalah sebesar 75,68. Artinya masyarakat merasa puas dengan pelayanan perpanjangan SIM C yang telah diterima di Satpas Polresta Banyumas. Berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,0001 < 0,05, hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan mean di antara indikator kepuasan layanan perpanjangan SIM C di Satpas Polresta Banyumas tahun 2020. Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney diketahui bahwa semua indikator selain prosedur pelayanan mempunyai perbedaan rata-rata atau mean dengan indikator lainnya.This study aims to determine the index of public satisfaction in the extension of driver’s license of C services at the administrative unit for the Banyumas Police in 2020 and then answer the research hypothesis with Ho, namely that there is no difference in the average or mean among the indicators of index of public satisfaction. This research uses descriptive quantitative research methods using a survey approach. The target of this research is applicants who have received the extension of driver’s license of C services at the administrative unit for the Banyumas Police in 2020 with a total sample of 100 people. The sampling technique was carried out using incidental sampling techniques. The data analysis in this study was carried out in a descriptive quantitative manner on the calculated results of the Public Satisfaction Index. Hypothesis testing in this study used the Kruskal-Wallis analysis technique and then continued with the Mann-Whitney test. Based on the results of quantitative descriptive data analysis in this research, it can be seen that the index of public satisfaction in the extension of driver’s license of C services at the administrative unit for the Banyumas Police in 2020 is 75.68. This means that the public are satisfied with the extension of driver’s license of C services that has been received at the administrative unit for the Banyumas Police. Based on the results of the Kruskal-Wallis test, a significance value of 0.0001 < 0.05, this means that Ho is rejected and Ha is accepted. This means that there is a mean difference between the satisfaction indicators of the extension of driver’s license of C services at the administrative unit for the Banyumas Police in 2020. Based on the results of the Mann-Whitney test, it is known that all of the indicators other than service procedures have differences in the average or mean with other indicators.
2852432055A1F017003PENGARUH PENAMBAHAN PLASTISIZER GLISEROL DAN SORBITOL TERHADAP KARAKTERISTIK EDIBLE FILM CAMPURAN GLUKOMANAN DAN KARAGINAN SEBAGAI PENGEMAS PRODUK JENANGPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran plastisizer gliserol dan sorbitol terhadap sifat fisik dan mekanik edible film dari campuran glukomanan dan karaginan sehingga dapat digunakan sebagai pengemas produk jenang dan pengaruh aplikasi edible film tersebut terhadap produk jenang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diteliti adalah plastisizer gliserol (G) yang terdiri dari gliserol 1% (G1); gliserol 1,5% (G2); dan gliserol 2% (G3); serta plastisizer sorbitol (S) yang terdiri dari sorbitol 1% (S1); sorbitol 1,5% (S2); dan sorbitol 2% (S3). Variabel pengukuran yang dilakukan pada edible film diuji ketebalan dan laju transmisi uap air. Perlakuan terbaik dari hasil ketebalan dan laju transmisi uap air dilakukan analisis kuat tarik dan pemanjangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yaitu G3S2 yang merupakan perlakuan penambahan plastisizer gliserol 2% dan plastisizer sorbitol 1,5%. Perlakuan tersebut menghasilkan ketebalan sebesar 0,091 mm; laju transmisi uap air sebesar 7,400 g/m2/jam; kuat tarik sebesar 1,170 MPa; dan persen pemanjangan sebesar 26,620 %. Hasil aplikasi edible film pada produk jenang menghasilkan bahwa edible film tersebut memiliki kemampuan yang sama baiknya dengan plastik komersial dalam menjaga kondisi jenang selama penyimpanan dilihat dari segi kadar air, kadar asam lemak bebas, dan tekstur.This research aims to determine the effect of a mixture of plasticizers glycerol and sorbitol on the physical and mechanical properties of edible film mixed glucomannan and carrageenan so that it can be used as a packaging for jenang products and the effect of the edible film application on jenang products. This study used an experimental method with a completely randomized design (CRD). The factors tested were glycerol (G) plasticizer consisting of 1% glycerol (G1); 1,5% glycerol (G2); and 2% glycerol (G3); and a sorbitol (S) plasticizer consisting of 1% sorbitol (S1); 1,5% sorbitol (S2); and 2% sorbitol (S3). Measurement variables that conducted on edible film were tested for thickness and water vapor transmission rate. The best treatment of thickness and water vapor transmission rate results is carried out by tensile strength analysis and elongation. The results showed that the best treatment was G3S2, which was the addition of 2% glycerol plasticizer and 1.5% sorbitol plasticizer. This treatment resulted in a thickness of 0.091 mm; water vapor transmission rate of 7,400 g / m2 / hour; tensile strength of 1,170 MPa; and percent lengthening of 26.620%. The results of the application of edible film on jenang products show that the edible film has the same ability as commercial plastics in maintaining stagnant conditions during storage in terms of moisture content, free fatty acid content, and texture.
2852531857E1A017356DISSENTING OPINION DALAM SENGKETA KETENAGAKERJAAN DI PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL TANJUNG KARANG (Studi Terhadap Putusan Nomor. 21/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Tjk jo. Putusan Nomor 435 K/Pdt.Sus-PHI/2016 )
Sengketa Ketenagakerjaan terjadi antara pengusaha/para pengusaha dengan pekerja/buruh/serikat pekerja karena perselisihan kepentingan, hak, pemutusan hubungan kerja, dan antarserikat pekerja/serikat buruh. Undang-undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) memberikan suatu cara untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di dalam hubungan industrial. PPHI diselesaikan melalui non-litigasi dan litigasi, non-litigasi dimulai dari bipatrit, konsiliasi/mediasi/arbitrase, kemudian apabila tidak terjadi kesepakatan maka dengan litigasi di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Sengketa Ketenagakerjaan PHI Tanjung Karang Nomor 21/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Tjk Tjk jo. Putusan Nomor 435 K/Pdt.Sus-PHI/2016 terjadi antara pekerja dengan pengusaha akibat penolakan mutasi amar putusan tidak dapat diterima dengan adanya Dissenting Opinion diantara Ketua Majelis Hakim (minority opinion) dengan 2(dua) Hakim Anggota (majority opinion) sementara Majelis Hakim tingkat kasasi mengabulkan sebagian. Dari perkara PHI ini akan dianalisis mengenai apakah Dissenting Opinion telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman dan ratio decidendi Majelis Hakim dalam memutus Niet Ontvankelijke Verklaard perkara aquo. Penelitian ini adalah yuridis normatif, data yang digunakan adalah data sekunder. Penelitian ini menemukan bahwa penerapan Dissenting Opinion pada perkara aquo telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman bahwa masing-masing hakim telah memberikan pendapatnya meskipun berbeda tetapi tetap dimuat dalam putusan, pengambilan putusan oleh majority opinion. Sementara mengenai ratio decendi Majelis Hakim PHI Tanjung Karang tidak tepat dalam memutus perkara aquo dengan amar menyatakan gugatan Penggugat Niet Ontvankelijke Verklaard dengan alasan gugatan terdapat obscuur libel sebagaimana yang terdapat dalam pertimbangan hakim, sebaliknya gugatan penggugat seharusnya diputus dengan amar dikabulkan karena penggugat terbukti melanggar perjanjian kerja.Employment disputes occur between employers / employers and workers / workers / trade unions because of disputes of interests, rights, termination of employment, and between unions / trade unions. Law No. 2 of 2004 on Industrial Relations Dispute Resolution (PPHI) provides a way to solve problems that occur in industrial relations. PPHI is resolved through non-litigation and litigation, non-litigation starting from bipatrit, mediation / conciliation / arbitration, then if there is no agreement then with litigation in the Industrial Relations Court (PHI). Phi Tanjung Karang Employment Dispute No. 21/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Tjk Tjk jo. Decision No. 435 K/Pdt.Sus-PHI/2016 occurred between workers and employers due to rejection of mutation amar the verdict is unacceptable with the existence of Dissenting Opinion among the Chairman of the Panel of Judges (minority opinion) with 2 (two) Member Judges (majority opinion) while the Panel of Judges of the cassation level granted a partial. From this PHI case will be analyzed as to whether Dissenting Opinion is in accordance with Law No. 48 of 2009 on The Power of Justice and ratio decidendi of the Panel of Judges in deciding Niet Ontvankelijke Verklaard aquo case. This research is juridical normative, the data used is secondary data. This study found that the application of Dissenting Opinion on aquo case has been in accordance with Law No. 48 of 2009 on the Power of Justice that each judge has given his opinion although different but still contained in the verdict, decision making by majority opinion. While regarding the ratio decendi PHI Tanjung Karang Judge Panel is not appropriate in deciding the case aquo with amar stated plaintiff's lawsuit Niet Ontvankelijke Verklaard on the grounds that the lawsuit there obscuur libel as contained in the consideration of the judge, otherwise the plaintiff's lawsuit should be decided with amar granted because the plaintiff was proven to violate the employment agreement.
Keywords: Industrial Relations Court, Dissenting Opinion, Obscuur Libel
2852631778I1B017012PENGARUH SEDUHAN BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia) DAN MADU TERHADAP KADAR UREUM TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN
Latar Belakang: Nefropati diabetik merupakan komplikasi dari diabetes yang diakibatkan oleh radikal bebas yang merusak jaringan ginjal. Kadar ureum merupakan salah satu parameter kerusakan ginjal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh seduhan bawang dayak dan madu terhadap kadar ureum dan dosis efektif kombinasi seduhan bawang dayak dan madu.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode true experiment dengan membandingkan selisih pre-post. Sampel yang digunakan adalah 30 ekor tikus putih yang dibagi secara acak menjadi 6 kelompok. Kontrol sehat (A), kontrol negatif (B), kelompok C, D, E (bawang dayak 100, 200 dan 400 mg/kgBB dengan penambahan madu 1 ml/kgBB untuk masing-masing dosis), dan kelompok F
(metformin 45 mg/kgBB). Perlakuan pada hewan coba dilakukan selama 14 hari. Hasil pemeriksaan kadar ureum diuji menggunakan Welch’s ANOVA dan uji post Hoc Games-Howell.
Hasil Penelitian: Rata-rata penurunan kadar ureum pada masing-masing dosis adalah 59,04±16,27 (C); 76,96±10,79 (D); dan 80,58±13,48 (E); berbeda signifikan dengan kelompok A, B dan tidak berbeda dengan F. Kombinasi seduhan bawang dayak dan madu terbukti dapat menurunkan kadar ureum tikus yang diinduksi STZ.
Kesimpulan: Pemberian kombinasi seduhan Bawang dayak (Eleutherine palmifolia) dosis 100 mg/kgBB dan madu 1 ml/kgBB 2 kali/hari merupakan dosis efektif dalam menurunkan kadar ureum.
Background: Diabetic nephropathy is a diabetes complication caused by free radical that damage kidney tissue. The aim of this research is to know the effect of steeped bawang dayak (Eleutherine palmifolia) and honey on urea level and to find
out the effective dosage.
Methods: This research used true experiment method (pretest post-test with control group design). The sample used is 30 white rats, devided into 6 groups randomly. Group A (healthy controlled group), group B (negative controlled group), group C,
D, E (bawang dayak 100, 200, 400 mg/kg with honey 1 ml/kg weight of rat each dose), and group F (Metformin 45 mg/kg weight of rat). Ttreatment was given for 14 days and the result of urea examination were tested using Welch’s ANOVA
followed by comparison test Games-Howell.
Results: The average decrease of urea level each dose are 59,04±16,27 (C); 76,96±10,79 (D); 80,58±13,48 (E); significantly different with A and B, but no difference with F. The combination of steeped bawang dayak and honey is proven to reduce ureum level in diabetic white rats.
Conclusion: The combination of steeped bawang dayak + honey (100 mg/kg + 1 ml/kg weight of rat) twice a day is the effective dose for lowering urea.
2852731861J1C017056Relevansi Kotowaza Bahasa Jepang Terhadap Penerapan Nilai Sosial Budaya Masyarakat Jepang: Sebuah Tinjauan Linguistik KognitifPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara makna leksikal dan makna idiomatikal yang terdapat pada kotowaza bahasa Jepang, serta menganalisis tingkat relevansi dari masing-masing kotowaza, terhadap penerapan nilai-nilai sosial budaya pada masyarakat Jepang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, untuk mendeskripsikan makna kotowaza melalui kajian linguistik kognitif. Sumber data berupa kutipan dialog pada novel-novel Jepang yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik pustaka dan catat. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat beberapa gaya bahasa yang umum digunakan pada novel Jepang yaitu metafora, metonimi, sinekdoke. Selain itu, kotowaza tersebut juga mencerminkan nilai sosial budaya yang sangat relevan dengan budaya masyarakat Jepang, seperti: budaya bekerja keras, bertanggung jawab, serta fokus dan teliti.This study aims to describe the relationships between the lexical and idiomatical meaning contained in the Japanese kotowaza, and analyze the level of significance of each kotowaza to socio-cultural implementation values in Japanese society. The method used in this research is a qualitative descriptive study to describe the meaning of kotowaza in cognitive linguistics. The data source is in the form of dialogue quotations on Japanese novels. The data collected using the references technique, by making the written sources as the data. Based on the research results, it can be concluded that there are several language styles commonly used in Japanese novels, namely metaphor, metonymy, synecdoche. Also, kotowaza also reflects socio-cultural values that are very relevant to the culture of Japanese society, such as: hard work culture, responsible, focus, and thoroughness.
2852831864I1C015054KADAR FENOL TOTAL EKSTRAK ETANOL JANTUNG PISANG RAJA (Musa x paradisiaca L.) SEBAGAI AGEN PENANGKAP RADIKAL BEBAS DPPHLatar Belakang: Ekstrak etanolik jantung pisang raja (Musa x paradisiaca L.) telah terbukti memiliki aktivitas antioksidan. Ekstrak etanol jantung pisang raja diketahui mengandung senyawa fenolik, tanin, terpenoid dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenol total di dalam ekstrak etanol jantung pisang raja dan aktivitas antioksidan dengan melihat persentase penangkapan radikal bebas dan nilai IC50.
Metodologi: Penelitian eksperimental laboratorium dianalisis secara kuantitatif. Uji penentuan kadar fenol total dilakukan dengan metode Follin-ciocalteu dengan standar asam galat. Penelitian ini menggunakan jantung pisang raja untuk mengetahui kadar fenol total menggunakan persamaan ekuivalen asam galat (GAE) dan potensi antioksidan dengan persentase penangkapan radikal bebas dan nilai IC50. Data persentase penangkapan radikal bebas dihitung menggunakan data absorbansi spektrofotometri dan nilai IC50 dianalisis menggunakan persamaan regresi linear.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol jantug pisang raja memiliki kadar fenol total sebesar 18,553 mg GAE/g. Aktivitas antioksidan jantung pisang raja yaitu dengan nilai IC50 sebesar 98,845 ppm.
Kesimpulan: Jantung pisang raja memiliki senyawa fenol total dan berpotensi sebagai antioksidan alami. Jantung pisang raja memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.
Background: The ethanolic extract of plantain (Musa x paradisiaca L.) has been shown to have antioxidant activity. The ethanol extract of banana flower is known to contain phenolic compounds, tannins, terpenoids and flavonoids. This study aims to determine the total phenol content in the ethanol extract of plantain flower and its antioxidant activity by looking at the percentage of free radical scavenging and the IC50.
Methods: Laboratory experimental studies were analyzed quantitatively. The total phenol level determination test was carried out by the Follin-ciocalteu method with gallic acid standard. This study used the banana flower to determine the total phenol content (TPC) using the gallic acid equivalent (GAE) equation and the potential for antioxidants with the percentage of free radical scavenging and the IC50 value. The percentage of free radical scavenging data was calculated using absorbance spectrophotometric data and the IC50 value was analyzed using linear regression equations.
Results: The results showed that the ethanol extract of banana flower (Musa x paradisiaca L.) had a total phenol content (TPC) of 18.553 mg GAE/g. The antioxidant activity of banana flower (Musa x paradisiaca L.) with IC50 value 98.845 ppm. Conclusion: banana flower (Musa x paradisiaca L.) has total phenolic compounds and has the potential as antioxidants. banana flower (Musa x paradisiaca L.) has strong antioxidant activity.
2852931894E1A017155Eksepsi Obscuur Libel yang Dikabulkan dalam Perkara Jual Beli Tanah (Studi Putusan Pengadilan Negeri Banyumas No 22/Pdt.G/2019/PN.Bms)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan eksepsi obscuur libel dalam putusan nomor 22/Pdt.G/2019/PN.Bms. dan untuk mengetahui akibat hukum dari putusan niet onvankelijk veerklaard terhadap pokok perkara. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian preskriptif dengan sumber data yaitu data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Kemudian metode pengumpulan data yaitu inventarisasi peraturan perundang-undangan dan inventarisasi kepustakaan dengan metode penyajian data secara naratif dan metode analisis data yaitu analisis normatif-kualitatif. Hasil penelitian diperoleh suatu kesimpulan bahwa: 1) Dasar pertimbangan hukum majelis hakim dalam mengabulkan eksepsi obscuur libel dalam perkara peralihan hak atas tanah pada putusan nomor 22/Pdt.G/2019/PN.Bms yaitu dikarenakan dalam surat gugatan mengandung cacat formil karena terjadi kontradiksi atau pertentangan antara posita dengan petitum gugatan. 2) Akibat hukum dari putusan niet onvankelijke verklaard terhadap pokok perkara yaitu majelis hakim tidak akan melanjutkan pemeriksaan materi gugatan di dalamnya/pokok perkara. Atas hal tersebut obyek sengketa pun tidak mengalami perubahan status apapun sedangkan posisi hukum dari para pihak masih seperti semula sebelum terjadi perkara tersebut. Terhadap putusan hakim pada perkara nomor 22/Pdt.G/2019/PN.Bms, dapat diajukan gugatan baru namun tidak dapat dilakukan upaya hukum banding karena nilai gugatan tidak memenuhi syarat formil upaya hukum banding. This research aims to discover the judge law consideration in granting the obscuur libel exception in the verdict number 22/Pdt.G/2019/PN.Bms and to find out the legal consequences of the (niet onvankelijk veerklaard) verdict on the subject matter. This research uses a normative juridical research type with a statutory approach method. The research specification uses prescriptive research with secondary sources, consisting of primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. The data collection method is an inventory of statutory regulations and a library inventory with the narrative presentation method and the analysis method, namely normative-qualitative analysis. The results of the research obtained a conclusion that: 1) The basis for the legal consideration of the panel of judges in granting the exception of obscuur libel in the case of transfer of land rights in decision number 22/Pdt.G/2019/PN.Bms is because the lawsuit contains formal defects due to contradictions or conflict between allegations and requisitions of the lawsuit. 2) The legal consequence of the (niet onvankelijke verklaard) verdict on the subject matter is that the panel of judges will not continue to examine the subject matter of the lawsuit. On this matter, the object of the dispute did not experience any change in status, while the legal position of the parties was still as it was before the case occurred. To the judge's decision number 22/Pdt.G/2019/PN.Bms, a new lawsuit can be filed but an appeal cannot be made because the value of the lawsuit does not meet the formal requirements for an appeal.
2853031904C1A016058ANALISIS KEUNTUNGAN, R/C RATIO, DAN KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PENGRAJIN BATU BATA DI DESA WIRADADI KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul “Analisis Keuntungan, R/C Ratio, dan Kesejahteraan Rumah Tangga Pengrajin Batu Bata di Desa Wiradadi Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas” yang bertujuan (1) untuk mengetahui keuntungan pengrajin batu bata di Desa Wiradadi Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas, (2) untuk menganalisis tingkat R/C ratio usaha batu bata di Desa Wiradadi Kecamatan Sokaraja Kabupetan Banyumas, (3) untuk menganalisis tingkat kesejahteraan rumah tangga pengrajin batu bata di Desa Wiradadi Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengrajin batu bata di Desa Wiradadi Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas yang berjumlah 24 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis keuntungan, analisis R/C ratio, dan analisis perbandingan pendapatan perkapita dengan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Kabupaten Banyumas 2020 sebesar Rp1.900.000.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) rata-rata keuntungan usaha batu bata di Desa Wiradadi Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas sebesar Rp2.504.385, (2) rata-rata nilai R/C ratio usaha batu bata di Desa Wiradadi Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas sebesar 1,21, (3) rata-rata nilai pendapatan perkapita pengrajin batu bata di Desa Wiradadi Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas sebesar Rp1.377.296 yang berarti belum memenuhi UMK Kabupaten Banyumas 2020 yaitu Rp1.900.000.
Implikasi dari penelitian ini adalah (1) pengrajin batu bata di Desa Wiradadi Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas yang sudah mampu memberikan keuntungan yang besar diharapkan dapat mempertahankannya dan keuntungan dapat ditingkatkan lagi dengan meningkatkan produk yang dihasilkan, (2) pengrajin batu bata di Desa Wiradadi Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas diharapkan mampu mempertahankan nilai R/C ratio dan apabila ingin meningkatkan nilai R/C ratio maka dapat dilakukan dengan cara menekan biaya produksi serta menggunakan alat yang modern untuk mendapatkan output yang maksimal, (3) pengrajin batu bata di Desa Wiradadi Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas diharapkan mempunyai pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mencapai kesejahteraan.
This study entitled "Analysis of Profits, R/C ratio, and Household Welfare of Brick Craftsmen in Wiradadi Village, Sokaraja District, Banyumas Regency" which aims (1) to determine the benefits of brick craftsmen in Wiradadi Village, Sokaraja District, Banyumas Regency, (2) to analyzing the level of R/C ratio of brick business in Wiradadi Village, Sokaraja District, Banyumas Regency, (3) to analyze the level of household welfare of brick craftsmen in Wiradadi Village, Sokaraja District, Banyumas Regency.
The population in this study were all brick craftsmen in Wiradadi Village, Sokaraja District, Banyumas Regency, totaling 24 respondents. The data analysis techniques used are profit analysis, R/C ratio analysis, and comparison analysis of per capita income with the 2020 Banyumas Regency Minimum Wage (UMK) of IDR1,900,000.
Based on the results of the research and data analysis, it shows that: (1) the average profit of the brick business in Wiradadi Village, Sokaraja District, Banyumas Regency is IDR 2,504,385, (2) the average R/C ratio of the brick business in Wiradadi Village, Sokaraja District Banyumas Regency is 1.21, (3) the average per capita income value of brick craftsmen in Wiradadi Village, Sokaraja District, Banyumas Regency is IDR 1,377,296 which means that it has not met the 2020 UMK of Banyumas Regency which is IDR 1,900,000.
The implications of this research are (1) brick craftsmen in Wiradadi Village, Sokaraja District, Banyumas Regency who have been able to provide big profits are expected to be able to maintain it and the profits can be increased again by increasing the product produced, (2) brick craftsmen in Wiradadi Village, Sokaraja District Banyumas Regency is expected to be able to maintain the value of the R/C ratio and if you want to increase the value of the R/C ratio, it can be done by reducing production costs and using modern tools to get maximum output, (3) brick craftsmen in Wiradadi Village, Sokaraja District, Regency Banyumas is expected to have a side job to fulfill daily needs and achieve prosperity.

2853131935C1B014103PENGARUH SELF EFFICACY TERHADAP KINERJA DENGAN KOMITMEN ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA KARYAWAN PT PLN (PERSERO) UNIT PELAKSANA TRANSMISI PURWOKERTOKeberhasilan suatu organisasi ditandai oleh kinerja (job performance) dari karyawannya. Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kinerja karyawan, diantaranya faktor kompetensi individu. Faktor kompetensi individu adalah kemampuan dan keterampilan, disiplin kerja, motivasi, sikap, self efficacy dan etos kerja, komitmen, dukungan manajemen (hubungan industrial, kepemimpinan) dan dukungan organisasi (berupa budaya kerja, struktur organisasi, kepuasan, teknologi dan peralatan, maupun kondisi kerja). Dalam penelitian ini penulis mencoba mencari tahu pengaruh self efficacy terhadap kinerja dengan komitmen organisasi dan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada karyawan di PT PLN Persero Unit Pelaksana Transmisi Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survei, yaitu metode yang bertujuan untuk mengumpulkan data sejumlah besar variabel melalui kuesioner. Dari penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa Self efficacy mempunyai pengaruh positif terhadap komitmen organisasi, kepuasan kerja, kinerja, kinerja dengan komitmen organisasi sebagai mediasi dan kinerja dengan kepuasan kerja sebagai mediasi pada karyawan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi Purwokerto. Komitmen organisasi dan kepuasan kerja juga mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja pada karyawan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi Purwokerto.The success of an organization is marked by the performance (job performance) of its employees. There are several factors that can affect employee performance, including individual competency factors. Individual competency factors are abilities and skills, work discipline, motivation, attitude, self-efficacy and work ethic, commitment, management support (industrial relations, leadership) and organizational support (in the form of work culture, organizational structure, satisfaction, technology and equipment, and conditions). work). In this study, the authors tried to find out the effect of self-efficacy on performance with organizational commitment and job satisfaction as mediating variables for employees at PT PLN Persero, Purwokerto Transmission Implementing Unit. The research method used is descriptive quantitative by using the survey method, namely a method that aims to collect data on a large number of variables through a questionnaire. From the research that the authors do, it can be concluded that self-efficacy has a positive influence on organizational commitment, job satisfaction, performance, performance with organizational commitment as mediation and performance with job satisfaction as mediation for employees of PT PLN (Persero) Purwokerto Transmission Implementation Unit. Organizational commitment and job satisfaction also have a positive influence on the performance of the employees of PT PLN (Persero) Purwokerto Transmission Implementation Unit.
2853231865J1C016062PERAN SOSIAL MIYABE KYUUZOU DALAM FILM THE ETERNAL ZERO KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
Penelitian ini membahas mengenai konflik peran yang dialami oleh tokoh utama dalam film The Eternal Zero dengan menggungakan teori konflik peran ditinjau dari perspektif sosiologi sastra. Tujuan dari penelitian ini untuk membahas bagaimana peran Miyabe Kyuuzou sehingga Miyabe bisa menjadi sosok yang di ceritakan sebagai pilot dengan kemampuan terbaik namun dianggap sebagai pengecut dan aib di dalam prajurit kekaisaran Jepang. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak catat. Teknik analisis data dilakukan dengan menganalisis dialog pada film yang berhubungan dengan teori peran dan pendapat dari peran pendukung mengenai peran yang dialami oleh tokoh utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa Miyabe dalam menjalankan perannya mengalami beberapa konflik peran yaitu, konflik peran dengan dirinya sendiri dan konflik peran dangan individu lainnya. Konflik peran yang di alami miyabe menyebabkan berbagai pandangan tentang bagaimana sosok Miyabe ketika menjalankan perannya. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peranan walaupun di jalankan dengan baik dan benar akan tetap menghasilkan dua pandangan yang berbeda.This research discusses about role conflicts by “The Eternal Zero” movie’s protagonist using the role conflict theory and in terms of sociology of literature. The purpose of this research is to discuss how Miyabe Kyuuzou's role is so that Miyabe can become a figure who is said to be a pilot with the best abilities but is considered a coward and disgrace in the Japanese imperial warriors. The method that used in this research was descriptive qualitative while the data collecting method was observing and note-taking technique. The data analysis technique are carried out by analyzing the dialogue in the movie related by the role conflict theory and supporting character’s opinions about the role conflict experienced by the protagonist. The results of the data analysis show that Miyabe in his role experienced some role conflict. This role conflict included, role conflict with him self and role conflict with another individual. The cause of the role conflict that Miyabe experienced cause various outlook about Miyabe when he do his role. From this research it can be concluded that the role even though it is executed properly and correctly will still produce two different views.
2853331867J1D016006Tindak Tutur Ekspresif Penjual dan Pembeli di Pasar Randudongkal Pemalang dan Relevansi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA“Tindak Tutur Ekspresif Penjual dan Pembeli di Pasar Randudongkal Pemalang dan Relevansi dalam Pembelajaran di SMA”. Skripsi . Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini berjudul “Tindak Tutur Ekspresif pada Penjual dan Pembeli di Pasar Randudongkal Pemalang dan Relevansi dalam Pembelajaran di SMA”. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui peristiwa tuturan yang terjadi pada penjual dan pembeli di pasar Randudongkal Kabupaten Pemalang tersebut dan dapat mengetahui makna yang terdapat pada peristiwa transaksi tersebut. Data pada penelitian ini berupa tuturan dari penjual dan pembeli saat melakukan transaksi jual beli, tuturan yang mengandung makna sebuah tindak tutur ekspresif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode dasar berwujud teknik sadap, teknik sadap disebut sebagai teknik dasar dalam metode simak, dengan teknik lanjutan yaitu teknik simak bebas libat cakap (SBLC). Relevansi penelitian ini dapat digunakan dalam pembelajaran pada SMA (Sekolah Menengah Atas) yang dapat disesuaikan dalam KD. 3.11 Menganalisis isi, struktur (orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, penutup) dan kebahasaan teks negosiasi.

“Expressive speech act between seller and buyers at Radudongkal market, Pemalang and its relevance in learning on SMA.” Thesis. Faculty of humanities, jenderal soedirman university. This study entitled “Expressive speech act between seller and buyers at Radudongkal market, Pemalang and its relevance in learning on SMA.”, This study aims to find out the speech act events that occur between sellers and buyers in the Randudongkal market, Pemalang Regency and to know the meaning in the transaction events. The data in this study are in the form of speeches from sellers and buyers when making buying and selling transactions, speeches that contain the meaning of an expressive speech act. This research uses a qualitative approach and uses the basic method in the form of tapping techniques, tapping technique is referred to as the basic technique in the listening method, with an advanced technique, namely the free-to-competent listening technique. The relevance of this research can be used in learning at SMA (Senior High School) which can be adjusted in KD. Analyze the content, strukture (orientation, submission, offer, approval, cover) and language of the negotiation text.

2853431862A1A116028PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KACANG EDAMAME OLEH KONSUMEN RUMAH TANGGA PADA PASAR SWALAYAN DI JAKARTA TIMUR, DKI JAKARTA Kacang edamame merupakan suatu produk yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan baik produksi maupun pemasarannya karena produk ini memiliki keunggulan, khususnya dari segi rasa dan gizi. Beberapa pasar swalayan saat ini sudah menjual kacang edamame, oleh karena itu, perlu diketahui variabel bauran pemasaran yang berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam pembelian kacang edamame. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui persepsi konsumen terhadap pelaksanaan bauran pemasaran kacang edamame pada pasar swalayan di Jakarta Timur, 2) Mengevaluasi pelaksanaan proses pengambilan keputusan pembelian produk kacang edamame pada pasar swalayan di Jakarta Timur, 3) Mengetahui besarnya pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian kacang edamame, 4) Mengetahui variabel bauran pemasaran yang paling besar pengaruhnya terhadap keputusan pembelian kacang edamame.
Penelitian ini dilaksanakan pada 10 September 2020 hingga 11 Oktober 2020 menggunakan metode penelitian survey. Jumlah responden sebanyak 100 orang. Responden merupakan konsumen kacang edamame yang telah berusia di atas 17 tahun dan pernah membeli dan mengkonsumsi kacang edamame minimal 2 kali. Penelitian ini dilakukan pada 4 pasar swalayan jenis hypermarket yang ditentukan secara secara purposive. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Metode analisis data menggunakan uji validitas dan reliabilitas, analisis deskriptif, uji asumsi klasik, analisis jalur dan uji hipotesis menggunakan uji F dan uji t.
Hasil penelitian menunujukkan bahwa 1) Persepsi konsumen terhadap pelaksanaan bauran pemasaran produk kacang edamame pada pasar swalayan di Kota Jakarta Timur berada pada kategori tinggi yang artinya sudah baik; 2)Tahapan-tahapan yang dilakukan konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian kacang edamame pada pasar swalayan di Kota Jakarta Timur meliputi: pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, pembelian, dan perilaku pasca pembelian berada pada kategori tinggi yang artinya sudah baik; 3) Bauran pemasaran secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian kacang edamame pada pasar swalayan di Kota Jakarta Timur; 4) Variabel bauran pemasaran yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian kacang edamame pada pasar swalayan di Kota Jakarta Timur adalah variabel promosi (X4).
Edamame is a product which has a big advantage to be developed, specifically by the product’s market, as it is good in terms of taste and nutrition. Hypermarkets nowadays sell edamame but they have not known what marketing mix affects consumer’s purchasing decision towards edamame. This research aimed to find: 1) Consumers’ perception of edamame’s marketing mix at hypermarkets in East Jakarta, 2) To Evaluate consumers’ purchasing decision of edamame at hypermarkets in East Jakarta, 3) The influence of edamame’s marketing mix affecting consumers’ purchasing decision, 4) The largest influence of edamame’s marketing mix which effect consumers’ purchasing decision.
The research was conducted on 10 September 2020, until 11 October 2021 to 100 respondents who are edamame consumers who are above 17 years old and have already bought and consumed edamame at a minimum of 2 times. This research was conducted at 4 hypermarkets located in East Jakarta which was selected purposively. The method of this research used was the survey method and the sampling method used was the non-probability sampling method with accidental sampling technique. A total of 100 respondents were calculated using the linear time function formula. The method of this research is descriptive analysis, path analysis, and hypothesis test.
The results showed that: 1) Edamame’s marketing mix is done well according to the continuum line, 2) Consumers’ purchasing decision of edamame is done well according to the continuum line, 3) The marketing mix simultaneously and significantly influenced consumers’ purchasing decision of edamame, 4) The promotion variable (X4) gives the biggest contribution towards influencing consumers’ purchasing decision of edamame.
2853531937H1D014049STUDI LEKATAN TULANGAN PADA BETON MEMADAT MANDIRI MUTU 40 MPa DENGAN BAHAN PENGIKAT PORTLAND POZZOLAN CEMENT AND FLY ASH DAN BAHAN TAMBAH CALCIUM STEARATEBeton dikenal sebagai material dengan kuat tekan yang tinggi, namun kuat tariknya rendah. Beton biasa dikombinasikan dengan baja tulangan untuk mengantisipasi gaya tarik yang mungkin terjadi pada beton. Akibat adanya kontak dari kedua komponen tersebut memungkinkan terjadinya lekatan beton terhadap baja tulangan. Bahan tambah campuran beton, seperti calcium stearate memiliki kemampuan merubah sifat beton menjadi hidrofobik dan calcium stearate menurunkan kuat tekan. Namun, pengaruh calcium stearate terhadap lekatan beton belum teridentifikasi secara jelas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan tambah calcium stearate terhadap lekatan beton dengan tulangannya. Penelitian berbasis pengujian pull-out, dimana benda uji yang digunakan adalah beton silinder (15 cm dan tinggi 30 cm) yang ditancapkan tulangan pada beton ulir diameter 19 mm. Mutu beton yang ditinjau adalah 40 MPa dengan bahan pengikat PPC dan fly ash. Kadar calcium stearate yang digunakan adalah 0, 1, 5, dan 10 kg/m3 dari 1 m3 volume beton.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tegangan lekat untuk masing- masing kadar calcium stearate 0, 1, 5, dan 10 kg/m3 rata-rata sebesar 8,202, 7,330, 7,169 dan 6,876 MPa. Disimpulkan bahwa semakin banyak kadar penambahan calcium stearate akan menurunkan nilai tegangan lekat beton. Selain itu, pola keruntuhan yang terjadi seluruhnya mengalami keruntuhan belah (splitting failure).
Concrete is a material with high compressive but low tensile strength and this usually leads to its combination with reinforcing steel to anticipate the possible tensile forces. Meanwhile, additive materials such as calcium stearate have the ability to change the concrete properties to hydrophobic, thereby, reducing its compressive strength but this effect has not been clearly identified.
This study, therefore, aims to determine the effect of calcium stearate on the bonds of reinforced concrete using the pull-out test. This involved the use of a 15 cm wide and 30 cm high cylindrical concrete anchored with reinforcement on a concrete screw at 19 mm diameter as the test object. Moreover, the concrete had a 40 MPa quality with PPC and fly ash applied as the binder while the calcium stearate used was varied at 0, 1, 5, and 10 kg/m3 per 1 m3 of concrete volume.
The results showed that the bond stress value for each calcium stearate level of 0, 1, 5, and 10 kg / m3 was 8,202, 7,330, 7,169, and 6,876 MPa. This means the addition of more calcium stearate has the ability to lower the bonding stress value of the concrete. It is also important to note that all the failure patterns were splitting failure.
2853631987D1B019009KAJIAN KADAR AIR, WAKTU LARUT DAN RENDEMEN TEPUNG CANGKANG TELUR AYAM NIAGA PETELUR DENGAN METODE DAN LAMA PEMASAKAN BERBEDA UNTUK BAHAN PAKANAbstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode dan lama pemasakan terhadap kadar air, waktu larut dan rendemen tepung cangkang telur ayam niaga petelur serta interaksi antara metode dengan lama pemasakan terhadap kadar air, waktu larut dan rendemen tepung cangkang telur ayam niaga petelur. Metode penelitian yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial. Perlakuan yang diberikan ada dua Faktor antara lain Faktor A = metode pemasakan (M) dengan taraf Faktor M1= metode pengukusan dan M2= metode pengukusan Faktor B= lama pemasakan (L) dengan taraf faktor L1= Lama pemasakan 0 menit, L2= lama pemasakan 10 menit, L3= lama pemasakan 20 menit, L4= lama pemasakan 30 menit. Setiap kombinasi perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali dengan jumlah 24 sampel. Data yang dipeoleh dari penelitian dianalisis menggunakan analisis variansi dengan uji lanjut t-test dan Uji lanjut orthogonal polinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pemasakan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar air, waktu larut dan rendemen tepung cangkang telur ayam dengan metode pengukusan yang lebih baik. Lama pemasakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar air dan rendemen tepung cangkang telur ayam dengan persamaan regresi linear kadar air Y = 0,825 + 0,00833333 X dan persamaan regresi linear rendemen Y= 98,07 + 0,0195 X. Interaksi antara metode dan lama pemasakan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar air dan rendemen tepung cangkang telur ayam dengan persamaan linear kadar air M1 Y=0,56666667 + 0,03166667 X dan M2 Y= 1,0833333 – 0,015X. Persamaan linear rendemen M1 Y= 97,37 + 0,04866667 X dan M2 Y= 98,77-0,00966667 X. Kesimpulan penelitian ini adalah Pembuatan tepung cangkang telur yang menghasilkan kadar air, waktu larut dan rendemen yang baik adalah metode pengukusan dengan lama pemasakan 10 menit. Metode pengukusan menghasilkan kadar air, waktu larut dan rendemen terbaik. Lama pemasakan yang menghasilkan kadar air, waktu larut dan rendemene terbaik selama 10 menit.Abstrack. This study aims to determine the effect of the method and duration of cooking on water content, solubility time and yield of eggshell flour for laying commercial hens and the interaction between the method and duration of cooking on water content, solubility time and yield of eggshell flour for laying commercial hens. The research method used was a completely randomized design (CRD) with a factorial pattern. There are two factors given the treatment, including factor A = cooking method (M) with a factor level M1 = steaming method and M2 = steaming method Factor B = cooking time (L) with a factor level L1 = cooking time 0 minutes, L2 = cooking time 10 minutes, L3 = cooking time 20 minutes, L4 = cooking time 30 minutes. Each treatment combination was repeated 3 times with a total of 24 samples. The data obtained from the study were analyzed using analysis of variance with the t-test advanced test and the orthogonal polynomial advanced test. The results showed that the cooking method had a very significant effect (P <0.01) on the moisture content, solubility time and yield of chicken eggshell flour with a better steaming method. Cooking time had a significant effect (P <0.05) on moisture content and yield of chicken egg shell flour with a linear regression equation for moisture content Y = 0.825 + 0.00833333 X and a linear regression equation yield Y = 98.07 + 0.0195 X. The interaction between the cooking method and duration had a very significant effect (P <0.01) on the moisture content and yield of chicken eggshell flour with the linear equation for moisture content M1 Y = 0.56666667 + 0.03166667 X and M2 Y = 1.0833333 - 0.015 X. Linear equation yield M1 Y = 97.37 + 0.04866667 X and M2 Y = 98.77-0.00966667 X. The conclusion of this study is the making of eggshell flour that produces good water content, dissolving time and yield is the steaming method with a cooking time of 10 minutes. The steaming method produces the best water content, dissolving time and yield. Cooking time that produces water content, solubility time and the best yield of 10 minutes.
2853731870H1C016013Model Geologi Struktur Bawah Permukaan Berdasarkan Data Gravitasi GGMPlus di Selatan Kabupaten CilacapDaerah Selatan Kabupaten Cilacap memiliki topografi yang terdiri dari dataran dan perbukitan dengan kontur renggang hingga rapat. Daerah ini termasuk kedalam zona rawan gerakan tanah. Kontrol utama pemicu gerakan tanah adalah kondisi struktur geologi. Oleh karena itu, tujuan dari kajian ini adalah melakukan analisis struktur geologi untuk mengetahui jenis-jenis struktur geologi dan arah tegasan utama yang membentuk struktur geologi pada bawah permukaan. Pada penelitian ini, penulis melakukan studi geologi bawah permukaan berdasarkan data gravitasi GGMPlus 2013 dan dilakukan pendekatan yaitu analisis pola kelurusan pada SRTM untuk mendapatkan indikasi sesar dan lipatan. Hasil analisis SRTM pola kelurusan bukit dan lembah dominan berarah barat-timur. Sementara itu, Data gravitasi GGMPlus 2013 untuk menghasilkan peta complete bouger anomaly, anomaly regional, dan anomaly residual. Peta Anomali Residual pada daerah penelitian dengan nilai berkisar -20.0 mGal sampai 35.0 mGal. Anomali graviti tinggi dominan berada di bagian barat daya dan timur laut dengan nilai berkisar lebih dari 0 mGal. Anomali graviti sedang dominan berada pada bagian tengah daerah penelitian dengan nilai berkisar 0 mGal hingga -10 mGal. Anomali rendah dominan terdapat pada bagian barat laut daerah penelitian dengan nilai gravity lebih rendah dari -10.0 mGal. Interpretasi struktur geologi dari peta anomaly residual dapat dilihat bahwa terdapat struktur sinklin, sesar kiri, patahan dan sistem patahan bawah permukaan. Patahan yang berkembang pada daerah penelitian berada diantara anomaly tinggi dan anomaly rendah, dan untuk sinklin serta sesar sinistral berada pada anomaly tinggi yang terletak dominan dibagian timur laut dengan kisaran nilai graviti antara 0 sampai 35.0 mGal. Sehingga, Daerah Selatan Kabupaten Cilacap memiliki struktur geologi yang kompleks berupa sinklin, sesar naik, sesar turun dan sesar kiri. Deformasi pada daerah tersebut merupakan re-orientasi dari struktur pola Jawa yang berorientasikan Utara-Selatan yang merupakan gaya utama pembentuk sesar Pamanukan-Cilacap. Struktur tersebut terbentuk akibat subduksi yang terjadi di selatan Jawa.The Southern area of Cilacap County has a topography consisting of plains and hills with loose to tight contours. This area belongs to the prone zone of ground movement. The main control of the ground movement trigger is the conditions of the geological structure. Hence this study's intent and purpose is to perform an analysis of geological structures to know the types of geological structures and the main stress directions that form those geological structures. On this study, the author conducted a subsurface geological study based on 2013 GGMPlus gravity data and undertook an approach which is an analysis of straightness patterns on SRTM to obtain fault and fold indications. The results of SRTM analysis of hill and valley lineament patterns are dominantly west-east direction. 2013 GGMPlus gravity data were processed to produces anomalies bouger complete maps, regional anomalies, and residual anomalies. Residual anomalies maps in the study area with values ranging from -20.0 mGal to 35.0 mGal. The dominant high gravity anomalies are in the southwest and northeast with values ranging more than 0 mGal. Medium gravity anomalies are dominant in the middle of the study area with values ranging from 0 mGal to -10 mGal. The low anomalies are dominant in the northwest part of the study area with a gravity value lower than -10.0 mGal. Interpretations of the geological structure of residual anomaly maps prove that there are synclinal structures, sinistral faults, faults and subsurface fault systems. For faults that develop in the study area are between high anomalies and low anomalies, syncline and sinistral faults are in high anomalies which are dominant in the northeast with a gravity value range between 0 to 35.0 mGal. The Southern area of Cilacap County has a complex geological structure in the form of syncline, ascending faults, down faults and sinistral faults. Deformation in the area is a reorientation of the North-South oriented Javanese pattern structure which is the main forming force of the Pamanukan-Cilacap fault. The structure was formed as a result of subduction occurring in southern Java.
2853837796D1A018088PENGARUH SUPLEMENTASI SELENIUM ANORGANIK DALAM PAKAN TERHADAP BOBOT YOLK, BOBOT ALBUMEN, RASIO BOBOT YOLK DAN ALBUMEN AYAM NIAGA PETELURLatar Belakang. Penelitian dengan judul “Pengaruh Suplementasi Selenium Anorganik dalam Pakan terhadap Bobot Albumen, Bobot Yolk, Rasio Bobot Yolk dan Albumen Ayam Niaga Petelur” bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi natrium selenite dalam pakan terhadap bobot albumen, bobot yolk, rasio bobot yolk dan albumen ayam niaga petelur. Materi dan Metode. Materi penelitian terdiri dari 80 ekor ayam niaga petelur berumur 35 minggu. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental dengan suplementasi natrium selenite dalam pakan dengan level yang berbeda. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 level perlakuan penambahan natrium selenite (S0 0%; S1 0,2 mg/kg; S2 0,4 mg/kg ; S3 0,6 mg/kg) dan setiap perlakuan akan diulang sebanyak 5 kali. Setiap Satu unit percobaan terdiri dari 4 ekor ayam niaga petelur. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu bobot yolk, bobot albumen, rasio bobot yolk dan albumen ayam niaga petelur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA). Hasil. Hasil Analisis variansi menunjukkan bahwa bobot yolk, bobot albumen, rasio bobot yolk dan albumen pada masing-masing perlakuan berpengaruh tidak nyata (P > 0,05). Rata-rata bobot yolk hasil penelitian yaitu S0 16,52±0,31 g; S3 16,46±0,28 g; S2 16,27±0,42 g; S1 16,10±0,39 g, lalu rata-rata bobot albumen yaitu S1 37,81±2,00 g; S2 37,53±1,82 g; S0 36,85±1,35 g; S3 36,60±2,02 g, kemudian rata-rata rasio bobot yolk dan albumen yang didapat sebesar S0 0,45±0,01; S3 0,45±0,03; S1 0,43±0,02; S2 0,43±0,02. Kesimpulan. Suplementasi natrium selenite dalam pakan ayam niaga petelur hingga 0,6mg/kg pakan belum dapat meningkatkan bobot albumen, bobot yolk, rasio bobot yolk dan albumen, tetapi menghasilkan nilai yang relatif sama dengan perlakuan kontrol.Background. The research entitled “The Effect of Inorganic Selenium Supplementation in Feed on Albumen Weight, Yolk Weight, Yolk and Albumen Weight Ratio in Laying Chickens” aims to determine the effect of sodium selenite supplementation in feed on albumen weight, yolk weight, yolk and albumen weight ratio in laying chickens. Materials and Methods. The research material consisted of 80 laying hens aged 35 weeks. The research was used an experimental method with sodium selenite supplementation in the feed at different levels. The research design used was CRD (Completely Random Design) with 4 levels of treatment with sodium selenite (S0 0%; S1 0.2 mg/kg; S2 0.4 mg/kg and S3 0.6 mg/kg) and each treatment would be repeated 5 times. Each experimental unit consisted of 4 laying hens. The data generated in the research were then analyzed using analysis of variance (ANOVA). Results. The results of the analysis of variance showed that the yolk weight, albumen weight, ratio of yolk and albumen weight in each treatment did not significant (P>0.05). Results of the research showed that the average yolk weight was S0 16.52±0.31 g; S3 16.46±0.28 g; S2 16.27±0.42 g; S1 16.10±0.39 g, then the average albumen weight was S1 37.81±2.00 g; S2 37.53±1.82 g; S0 36.85±1.35 g; S3 36.60±2.02 g, then the average ratio of yolk and albumen weights was S0 0.45±0.01; S3 0.45±0.03; S1 0.43±0.02; S2 0.43±0.02. Conclusion. Supplementation of sodium selenite in laying chicken up to 0.6mg/kg of feed has not been able to increase albumen weight, yolk weight, ratio of yolk and albumen weight, but produces relatively the same value as the control treatment.
2853931863K1B017068SOLUSI EKSAK PERSAMAAN
NONLINEAR SCHRODINGER DENGAN METODE INVERSE SCATTERING TRANSFORM
Penelitian ini mengkaji penjabaran penyelesaian solusi eksak persamaan nonlinear Schrodinger (NLS) dengan metode Inverse Scattering Transform (IST). Sebelum masuk ke metode IST terlebih dahulu ditentukan lax pair persamaan nonlinear Schrodinger (NLS) untuk mencari persamaan diferensial biasa liniernya. Metode IST terdiri dari tiga langkah yaitu: menyelesaikan direct scattering problem, menentukan evolusi waktu untuk scattering data, dan menyelesaikan invers scattering problem. Hasil akhir dari solusi persamaan NLS dibentuk dalam soliton tunggal yang dibantu dengan triplet matriks yang kemudian diekspresikan ke dalam matriks eksponensial.The main purpose of this research is to explore the exact solution of the nonlinear Schrodinger equation (NLS) using the Inverse Scattering Transform (IST) method. Before reviewing the IST method, the lax pair of the nonlinear Schrodinger (NLS) equation has to be determined to find the linear ordinary differential equation. The IST method consists of three steps, there are resolving the direct scattering problem, determining the time evolution for the scattering data, and resolving the inverse scattering problem. The final result of the NLS equation solution is formed in a single soliton assisted by a matrix triplet then expressed in an exponential matrix.
2854031872K1C017026SIMULASI PENJALARAN GELOMBANG LAUT AKIBAT GEMPABUMI DI PULAU LOMBOK DAN SEKITARNYA Keberadaan Indonesia pada pertemuan tiga lempeng utama, yaitu lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik dan Lempeng Indo-Australia mengakibatkan terciptanya komplek tektonik, terutama di batas-batas lempeng yang terletak di Indonesia bagian Timur. Pulau Lombok dan sekitarnya memiliki zona seismisitas yang aktif, yaitu pada busur belakang Flores serta subduksi antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Keberadaan zona seismisitas yang aktif dapat menghasilkan peristiwa gempabumi. Jika gempabumi terjadi di wilayah laut maka akan terjadi gelombang laut tinggi yang bersifat merusak. Penelitian ini membuat simulasi gelombang laut yang terjadi akibat gempabumi di utara serta selatan Pulau Lombok dan sekitarnya. Data yang digunakan adalah parameter gempabumi di utara serta selatan Pulau Lombok dan sekitarnya. Proses pengolahan data menggunakan perangkat aplikasi WinITDB v.6.52 untuk simulasi gelombang laut, software ArcGIS untuk pemetaan gelombang laut, software Microsoft Excel untuk pengolahan data hasil dari simulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa gelombang laut akibat gempabumi di utara Pulau Lombok dan sekitarnya menjalar ke arah sudut azimuth 61° dan gelombang laut akibat gempabumi di selatan Pulau Lombok dan sekitarnya menjalar ke arah sudut azimuth 80°. Estimasi ketinggian yang dihasilkan dari gelombang laut di utara Pulau Lombok dan sekitarnya setinggi 1.9 m dengan klasifikasi bahaya, sedangkan ketinggian yang dihasilkan dari gelombang laut di selatan Pulau Lombok dan sekitarnya setinggi 4.7 m dengan klasifikasi sangat bahaya. Gelombang laut akibat gempabumi dapat ditimbulkan dari sumber seismisitas yang aktif, dengan terjadinya gempabumi kedalaman kurang dari 60 km, memiliki patahan lempeng jenis dip-slip dan magnitudo gempabumi dengan besar lebih dari M6.5. The existence of Indonesia at the meeting of the three main plates, namely the Eurasian plate, Pacific plate, and Indo-Australian plate resulted in the creation of tectonic complexes, especially in the boundaries of plates located in eastern Indonesia. Lombok island and its surroundings have an active seismicity zone, namely on the Flores back arc thrust and subduction between the Indo-Australian and Eurasian plates. The existence of an active seismicity zone can produce earthquake events. If an earthquake occurs in the sea area, there will be high sea waves that are destructive. This research simulates sea waves that occur due to earthquakes in the north and south of Lombok Island and its surroundings. The data used is the parameters of earthquakes in the north and south of Lombok Island and its surroundings. Data processing using WinITDB v.6.52 application device for sea wave simulation, ArcGIS software for sea wave mapping, Microsoft Excel for data processing results from the simulation. The results of this study showed that the sea waves caused by earthquakes in the north of Lombok Island and its surroundings spread towards the angle of azimuth 61° and sea waves caused by earthquakes in the south of Lombok Island and surrounding areas spread towards the angle of azimuth 80°. The estimated altitude generated from the sea waves in the north of Lombok Island and its surroundings is as high as 1.9 m with hazard classifications, while the altitude generated from the sea waves in the south of Lombok Island and its surroundings is as high as 4.7 m with very dangerous classifications. Ocean waves caused by earthquakes can be caused by active sources of seismicity, with earthquakes with a depth of fewer than 60 km, faults of dip-slip type plates, and magnitudes of earthquakes with a magnitude of more than M6.5.