Artikel Ilmiah : J1C016009 a.n. TRIANA HANIFA JULIANTI

Kembali Update Delete

NIMJ1C016009
NamamhsTRIANA HANIFA JULIANTI
Judul ArtikelRepresentasi Ekofeminisme dalam Animasi Princess Mononoke
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul Representasi Ekofeminisme Dalam Animasi Princess Mononoke yang bertujuan untuk mendeskripsikan representasi perempuan pada tiga bentuk perspektif ekofeminisme yang digambarkan dalam animasi Princess Mononoke. Animasi ini memperlihatkan perjuangan San, para hewan, dan Ashitaka dalam melawan bentuk ekploitasi di dalam hutan shishigami oleh para warga desa Tatara-ba, Eboshi sama, dan suruhan kaisar Asano. Berlandaskan pada kajian ekofeminisme yang dibagi kedalam tiga perspektif ekofeminisme, yaitu pengetahuan, intuisi dan spiritual. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukan bahwa San, Ashitaka, dan hewan hutan sebagai pelindung alam yang pengetahuan serta intuisi mereka dibentuk oleh alam, melihat alam itu sendiri dikuasai, ditindas, dan dieksploitasi. Menyebabkan ketidakseimbangan alam seperti konflik lingkungan yang direpresentasikan dari perlawanan San dan hewan hutan terhadap Eboshi sama.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research title is The representation of ecofeminism from anime called Princess Mononoke the purposed of research to describe women representation in three form of ecofeminism perspective depicted in the anime called Princess Mononoke. This anime showing how San, Ashitaka, and the living creature against formed of exploitation by the Tatara-ba villagers, Eboshi sama, and the accomplices of Asano Emperor in sishigamy forest. Based on ecofeminism study that divide into three perspective of ecofeminism that is knowledge, intuition, and spiritual. Using qualitative research method with Roland Barthes semiotics approach. Result of study show that San, Ashitaka, and the forest living creature as an forest guard which is formed with the forest knowledge and intuition saw the forest being mastered, oppressed, and exploited. This caused an imbalance nature like environmental conflict that represented San and the forest living creature against Eboshi sama.
Kata kunciPrincess Mononoke, Ekofeminisme. Semiotika Roland Barthes
Pembimbing 1Dr. Haryono, M.Pd
Pembimbing 2Muammar Kadafi, S.S., M.Hum
Pembimbing 3Dr. Yusida Lusiana, M.Si., M.Pd
Tahun2021
Jumlah Halaman19
Tgl. Entri2021-02-23 03:16:58.982072
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.