Artikel Ilmiah : F1D008023 a.n. PUGUH KRIDAJATI
| NIM | F1D008023 |
|---|---|
| Namamhs | PUGUH KRIDAJATI |
| Judul Artikel | DINAMIKA INDUSTRI BATIK DI DESA PAPRINGAN KECAMATAN BANYUMAS DALAM PERSPEKTIF EKONOMI POLITIK |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini berjudul “Dinamika Industri Batik di Desa Papringan Kecamatan Banyumas dalam Perspektif Ekonomi Politik”. Tulisan ini bermaksud untuk memahami dan mendeskripsikan perkembangan industri batik di Desa Papringan dalam perspektif ekonomi politik. Ekonomi politik dianalisis menggunakan 3 variabel, yaitu variabel nilai, kepentingan, dan kekuasaan. Penelitian ini juga menganalisis peran pemerintah desa dalam perkembangan industri batik Desa Papringan dan interaksi antar aktor yang terlibat. Selain itu, penelitian ini juga menjelaskan mengenai faktor yang mempengaruhi perkembangan industri batik di Desa Papringan Kecamatan Banyumas, baik faktor yang mendukung, maupun faktor yang menghambat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis model interaktif. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan trianggulasi data. Hasil penelitian ini menjelaskan proses perkembangan industri batik di Desa Papringan. Awal perkembangan industri batik Desa Papringan dimulai pada tahun 2010, dimana adanya keprihatinan dari pemerintah desa akan nasib pembatik di desanya yang selama ini hanya menjadi pengobeng (buruh batik) bagi juragan batik di Banyumas dan Sokaraja. Berbagai upaya telah dilakukan namun belum membuahkan hasil yang memuaskan. Gebrakan yang signifikan terjadi pada tahun 2013 ketika BI masuk sebagai BI dalam pengembangan batik Desa Papringan. Setelah BI menjalin kemitraan dengan Desa Papringan, terbentuklah KUB (Kegiatan Usaha Bersama) Batik Pringmas yang menjadi sarana pengembangan industri batik Desa Papringan. Faktor yang menjadi penghambat dalam perkembangan industri batik Desa Papringan adalah pola pikir masyarakat yang sudah terbiasa menjadi buruh batik. Hal inilah yang masih terus dibenahi oleh BI dengan terus mengadakan bimbingan dan pelatihan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research entitled “The Dynamic of Batik Industri in the Village of Papringan in Sub district of Banyumas in the Perspective of Politic Economy”. This research intended to understand and describe the development of the batik industri in the Village of Papringan in the perspective of politic Economy. Politic economy was analyzed by using 3 variables, they were variable of value, interest, and power. This research also analyzed the role of the village government in the development of batik industri in the Village of Papringan and interaction between the actors that were involved. Beside that this research also explained about the factors that affected the development of batik industri in the Village of Papringan in Sub district of Banyumas, whether the supported factors or impeded factors. This research used the method of qualitative by using the approach of case study. Type of data in this research used the primary and secondary data. Data had been obtained from the result of observation, interview, and documentation study. Technique of data analysis used the analysis of interactive model. Data validity in this research used the data triangulation. The result of research explained the process of the development of batik industri in the Village of Papringan. At the beginning of the development of batik industri in the Village of Papringan started in 2010 where there was big sadness from the village government for the batik maker destiny in their villages which along this time they only became batik labors for their batik boss in Banyumas and Sokaraja. Many efforts had been conducted but had not produced the satisfied result. Significant action had been conducted in 2013 when BI entered as the BI in the development of batik industri in the Village of Papringan. After BI made the partnership with the Village of Papringan and then established KUB (Business Activity Cooperation) of Pringmas Batik that became the development infrastructure of batik industri in the Village of Papringan. The factor that impeded in the development of batik industri in the Village of Papringan was the thinking pattern of society that had been used to become the batik labor. This must be repaired by BI by doing gradual counseling and training. |
| Kata kunci | ekonomi politik, industri batik,pola interaksi aktor |
| Pembimbing 1 | Dr. Sofa Marwah, S.IP., M.Si |
| Pembimbing 2 | Drs. Solahuddin Kusumanegara, M.Si |
| Pembimbing 3 | Waluyo Handoko, S.IP., M.Sc |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2015-08-24 21:21:20.114388 |