Home
Login.
Artikelilmiahs
31491
Update
SITI NUR AENI
NIM
Judul Artikel
APLIKASI JAMUR PATOGEN GULMA PADA GULMA DAUN LEBAR DI LAPANGAN TERBATAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis jamur patogen gulma dan efektivitasnya dalam mengendalikan gulma daun lebar, jenis gulma daun lebar yang dapat dikendalikan dengan menggunakan jamur patogen gulma, dan pengaruh aplikasi jamur patogen gulma terhadap persentase perkecambahan biji gulma daun lebar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga November 2020, bertempat di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Lapangan Terbatas, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan penelitian yang digunakan yakni Rancangan Acak Kelompok untuk percobaan di lapangan terbatas dan Rancangan Acak Lengkap untuk percobaan di Laboratorium. Rancangan percobaan terdiri atas dua faktor perlakuan, yaitu faktor gulma daun lebar (babadotan, krokot, dan bayam duri), dan faktor jamur patogen gulma (Kontrol, Fusarium oxysporum, Chaetomium sp., dan Curvularia sp.). Variabel yang diamati meliputi gejala dan tanda penyakit, masa inkubasi, intensitas penyakit, kejadian penyakit, laju infeksi, nilai AUDPC, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tajuk segar, bobot akar segar, bobot tajuk kering, bobot akar kering, dan perkecambahan biji. Data diuji F dan apabila terdapat keragaman antar-perlakuan dilanjutkan Duncan Multiple Range Test pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chaetomium sp. merupakan jamur patogen pengendali gulma yang paling efektif karena mampu mempercepat masa inkubasi 35%, meningkatkan intensitas penyakit 23,01%, dan meningkatkan nilai AUDPC 21% dibandingkan kontrol. Gulma babadotan merupakan gulma yang paling rentan terhadap serangan jamur patogen karena memiliki masa inkubasi lebih cepat dan laju infeksi tertinggi dibandingkan dengan gulma krokot dan bayam duri. Seluruh jamur patogen gulma mampu menekan persentase perkecambahan biji gulma daun lebar, dengan persentase penekanan F. oxysporum 41,28%, Chaetomium sp. 30,47%, dan Curvularia sp. 26,13% dibandingkan kontrol.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aimed to determine the weed pathogenic fungi effectiveness in controlling broadleaf weeds, the most susceptible broadleaf weeds controlled by weed pathogenic fungi, and the effect of the pathogenic fungi application on the germination percentage of broadleaf weed seeds. This research was conducted from August to November 2020 at the Laboratory of Plant Protection and the experimental field, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. Randomized block design was used for experiments in limited fields and completely randomized design was used for laboratory experiments. The experimental researcvh consisted of two factors, i.e., broadleaf weed (babadotan, purslane, and thorns spinach), and the fungal pathogenic (control, Fusarium oxysporum, Chaetomium sp., and Curvularia sp.). Variables observed included symptoms and signs of disease, incubation period, disease intensity, disease incidence, infection rate, AUDPC value, plant height, number of leaves, shoot fresh and dry weight, root fresh and dry weight, and seed germination. The data were tested by F test and if there was variation between treatments, continued by Duncan Multiple Range Test at an error level of 5%. Result of the researh showed that Chaetomium sp. was the most effective pathogenic fungi for controlling weed indicated by accelerating the incubation period by 35%, increasing disease intensity as 23.01%, and AUDPC value by 21% compared to control. Babadotan is the most susceptible weed to the pathogenic fungal attack indicated by faster incubation period and the highest infection rate compared to purslane and thorn spinach. All pathogenic fungi were able to suppress the germination percentage of broadleaf weed seeds indicated by decreasing the percentage of suppression by F. oxysporum as 41.28%, by Chaetomium sp. as 30.47%, and by Curvularia sp. as 26.13% compared to control.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save