Artikelilmiahs

Menampilkan 241-260 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2416200C1L007054THE EFFECTS OF PROFITABILITY, SIZE, LIQUIDITY, DIVIDEN POLICY AND LEVERAGE ON FIRM VALUE OF CONSUMER GOODS COMPANIES
(Empirical Study on Manufacturing Companies Listed on Indonesia Stock Exchange)
Abstraksi

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Return on Asset (ROA), Ukuran Perusahaan, Rasio Lancar (CR), Dividen Payout Ratio (DPR) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Price to Book Value (PBV) perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada 2009-2011. Metode penelitian yang digunakan adalah studi empiris dengan beberapa metode analisis regresi. Berdasarkan hasil analisis, itu mendapat nilai t statistik profitabilitas, ukuran perusahaan dan variabel kebijakan dividen masing-masing lebih besar dari t tabel, nilai t statistik variabel likuiditas lebih kecil dari t tabel dan nilai t statistik variabel leverage yang lebih kecil dari t tabel. Oleh karena itu hipotesis pertama, kedua, keempat dan kelima dapat diterima, sedangkan hipotesis ketiga ditolak.
Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa profitabilitas, ukuran perusahaan serta kebijakan dividen berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, likuiditas berpengaruh positif tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
ABSTRACT

The aims of research are to analyze the effects of Return on Assets (ROA) Firm Size, Current Ratio (CR), Dividend Payout Ratio (DPR) and Debt to Equity Ratio (DER) on Price to Book Value (PBV) of manufacturing companies listed on Indonesia Stock Exchange in 2009-2011. The method of research is empirical study with multiple regression method analysis. Based on the result analysis, it got the t statistic value of profitability, firm size and dividend policy variables is each greater than the t table, the t statistic value of liquidity variable is smaller than the t table and the t statistic value of leverage variables is smaller than the -t table. Therefore the first, second, fourth and fifth hypotheses can be accepted, while the third hypothesis is rejected.
Based on the results of data analysis, it can be concluded that profitability, firm size as well as dividend policy has positive and significant effect on firm value, liquidity has positive but no significant effect on firm value, while leverage has negative and significant effect on firm value of consumer goods companies listed on Indonesia Stock Exchange.
2426202H1F007046GEOLOGI DAN ANALISIS STRUKTUR GEOLOGI DAERAH LANGKAP DAN SEKITARNYA KECAMATAN KARANGANYAR, KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAHLokasi penelitian terletak di Langkap dan sekitarnya, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga. Secara geografis daerah penelitian terletak pada koordinat UTM 326000 mE – 331000 mE dan 9192000 mN – 9198000 mN dengan luas daerah 5 x 7 km.
Geoloi dearah penelitian dibagi kedalam tiga satuan geomorfologi, yaitu Satuan Perbukitan Zona Sesar Tunjungmuli, Satuan Perbukitan Zona Sesar Langkap dan Satuan Dataran Denudasional Struktur Patahan Karangasem. Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi 3 satuan litostratigrafi tidak resmi, yaitu satuan breksi (Miosen Akhir), satuan batulempung-batupasir (Pliosen Awal) dan satuan batulempung (Pliosen Akhir). Hubungan ketiga satuan batuan tersebut adalah selaras.
Di daerah Langkap dan sekitarnya terdapat dua arah kelurusan struktur geologi. Kelurusan-kelurusan tersebut adalah kelompok sesar yang berarah Baratlaut – Tenggara dan Timurlaut – Baratdaya. Sesar yang berarah Baratlaut – Tenggara terdiri dari Sesar Kali Langkap (N3350E ), Sesar Banjaran (N3350E ), Sesar Kali Muli (N3280E) dan Sesar Karangasem (N 3300E). Sesar yang berarah Timurlaut – Baratdaya terdiri dari Sesar Kali Singa (N130E) dan Sesar Kali Winong ( N150E). Hasil rekonstruksi arah tegasan purba yang didasarkan pada studi sesar-sesar minor dan kekar-kekar gerus diperoleh arah tegasan utama yaitu selatan-utara. Tegasan yang terjadi pada Sesar Kali Langkap mempunyai arah δ1 sebesar 320, N2120E, Sesar Kali Muli, δ1 sebesar 2 0, N1560E, Sesar Kali Winong δ1 sebesar 180, N1770E, Sesar Banjaran, δ1 sebesar 340, N2350E, Sesar Karangasem, δ1 sebesar 350, N2170E dan Sesar Kali Singa, δ1 sebesar 350, N2170E.
Abstract
Location of research at Langkap area and its closed surrounding, Karanganyar District, Purbalingga Regency, Central Java Province. Geografis location at UTM is 326000 mE – 331000 mE dan 9192000 mN – 9198000, the large of this area is 5x7 km.
There are 3 units of geomorphology in Langkap area and its closed surrounding, they are Satuan Perbukitan Zona Sesar Tunjungmuli, Satuan Perbukitan Zona Sesar Langkap and Satuan Dataran Denudasional Struktur Patahan Karngasem. There are 3 units of Stratigrafi, they are satuan breksi (Late Miosen), satuan batulempung-batupasir (Early Pliosen) and satuan batulempung (Late Pliosen). The relationship of those stratigrafi units is conformity.
There are two trends of geological structures in Langkap area and its closed surrounding. Those trends of geological structures are classified as fault groups in the direction of NW – SE and NE-SW. Fault groups in the direction of NW – SE are: Kali Langkap fault (N3350E ), Banjaran fault (N3350E ), Kali Muli fault (N3280E) and Karangasem fault (N 3300E). Fault groups in the direction of NE – SW are: Kali Singa fault (N130E) and Kali Winong fault (N150E). The result of the paleostress reconstruction based on the minor faults and shear fractures, point to axis direction of principle stress is S-N.
Kali Langkap stress with the δ1 direction between 320, N2120E, Kali Muli stress with the δ1 direction between 2 0, N1560E, Kali Winong stress with the δ1 direction between 180, N1770E, Banjaran stress with the δ1 direction between 340, N2350E, Karangasem stress with δ1 direction between 350, N2170E and Kali Singa stress with the δ1 direction between 350, N2170E.
2436203G1F009015FORMULASI TABLET DARI EKSTRAK ETANOL BAWANG MERAH (Allium cepa) SEBAGAI ANTIDIABETES MENGGUNAKAN PENGIKAT TEPUNG AGARFormulation of Red Onion (Allium cepa) Extract Ethanolic Tablets As Antidiabetic Using Agar Powder As a Binder
Red onion empirically been shown to have efficacy as antidiabetic. Red onion which is known to contain the flavonoid quercetin which has potential to reduce hyperglycemia. Diabetes is a disease associated with elevated levels of glucose in the blood due to insulin deficiency. This study aims to get a tablet formula of ethanol extract of red onion with agar powder to fill the requirements of the standard dosage tablets and determine the effect of concentration variations of agar powder as a binder to the physical properties of tablets.
The making of the tablets using wet granulation method. The physical test of the tablet include covering physical appearance, hardness test, friability, uniformity of size, uniformity of weight and disintegration time. Each tablet formulation using different variations of agar powder, with a concentration of 0,5; 0,75; 1,0; 1,25; 1,5 and 2,0. Analysis of the data using one-way ANOVA with a level of 95%.
The results showed that the ethanol extract of red onion tablet has physical characteristics that qualify the physical properties of the tablet, and from the data obtained, it can be concluded that the increased levels of flour to the onion ethanol extracts tablet no significant effect on the physical properties of tablets that have been made. This can be seen in the results of the study are not uniform.
2446204G1F009060AKTIVITAS DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas) TERHADAP SKOR ARTRITIS DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI PANUS SENDI TIKUS YANG TERINDUKSI COMPLETE FREUND ADJUVANTJarak pagar merupakan salah satu tanaman herbal indonesia yang telah terbukti sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Rheumatoid Artritis merupakan penyakit inflamasi kronik yang menyerang persendian menyebabkan terhambatnya aktivitas dan mobilitas penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiartritis ekstrak etanol daun jarak pagar pada tikus terinduksi Complete Freund Adjuvant(CFA).
Sebanyak 40 tikus dibagi dalam 5 kelompok (n=8) dan diberi minum standar ad libitum. Kelompok I (kelompok kontrol normal): tanpa perlakuan. Kelompok II (kelompok kontrol negatif), diinduksi Complete Freund’s Adjuvant (CFA) 0,1 ml, dibiarkan selama 30 hari. Kelompok III, IV, dan V diinduksi CFA 0,1 ml, dan diberi ekstrak etanol daun jarak pagar masing-masing dengan dosis 150mg/kgBB po, 300mg/kgBB po, dan 600mg/kgBB po. Induksi CFA dilakukan pada hari ke-1 dan hari ke-5, lalu didiamkan sampai hari ke-13 sedangkan pemberian sediaan uji diberikan pada hari ke-14 sampai hari ke-28. Aktivitas antiartritis dilakukan melalui pengamatan Skor Atritis dilakukan pada hari ke-0, 1, 4, 8, 12, 16, 20, 24 dan ke-28, sedangkan pengamatan histologi panus sendi diamati pada hari ke-29.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak etanol daun J. Curcas aktivitas antiartritis terhadap artritis dan panus sendi pada tikus yang diinduksi complete freud’s adjuvant (CFA) berdasarkan pengamatan skoring artritis dan pengamatan histopatologi panus sendi. Dosis yang paling baik menurunkan artritis adalah ekstrak etanol daun jarak pagar dosis 150mg/kgBB karena mampu menurunkan skor artritis dan gambaran histopatologi yang paling baik yaitu menurunkan inflamasi, pengurangan edema rongga sendi dan perbaikan kartilago.
Jatropha is one of Indonesian herbal plants which have been proven as an antioxidant and anti-inflammatory. Rheumatoid Arthritis is a disease that attacks the joints causing delays patient activity and mobility. The aims of this study is to determine the activity of the ethanol extract of leaves antiartritis jatropha in rats induced by Complete Freund's Adjuvant (CFA).
This study used rats were divided into 5 groups (n = 8) and given a standard drink ad libitum. Group I (normal control group), no treatment. Group II (negative control group), which induced CFA 0.1 ml, were left for 30 days. Group III, IV, and V which induced CFA 0.1 ml, given the ethanol extract of leaves of Jatropha each with dose 150mg/kgBB po,300mg/kgBB po, and 600mg/kgBB po. Induction CFA performed on 1st day and 5th, and then were left until 13th day while administration extract dosage was given on 14th until 28th day. The activities of Antiartritis conducted through observation arthritis score performed on days 0, 1st, 4rd, 8th, 12th, 16th, 20th, 24th and 28th, while, the observations of histological panus joints were observed on 29th day.
Result of the study show the extract of leaves of J. Curcas has antiartritis activity against arthritis and joint panus in rats induced complete Freud's adjuvant (CFA) based on the observation scoring panus arthritis and joint histopathology observations. The best dose is decrease arthritis ethanol extract of leaves of Jatropha 150mg/kgBB dose because it can reduce arthritis score and histopathological best picture that reduce inflammation, edema reduction cavity joints and cartilago repair.
2456205G1B007119PERILAKU MASYARAKAT DALAM KONSUMSI JAJANAN PASAR YANG MENGANDUNG ZAT PEWARNA SINTESIS (RHODAMIN B) YANG DIJUAL DI PASAR WAGE PURWOKERTORhodamin B merupakan zat warna tambahan yang dilarang penggunaannya dalam produk-produk pangan. Rhodamin B bersifat racun dan dapat menyebabkan kanker. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan metode wawancara mendalam yang bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat dalam konsumsi jajanan pasar yang mengandung Rhodamin B yang dijual di Pasar wage Purwokerto. Informan utama adalah pembeli jajanan pasar yang berwarna merah/merah muda dan informan pendukung adalah penjual jajanan pasar yang berwarna merah/merah muda. Hasil penelitian menunjukkan 6 dari 10 sampel jajanan pasar positif mengandung Rhodamin B. Ciri-ciri makanan yang mengandung zat pewarna sintesis Rhodamin B yaitu berwarna merah mencolok, memiliki rasa yang sedikit pahit dan tidak pudar warnanya meskipun terkena sinar matahari. Pengetahuan tentang Rhodamin B sangat kurang. Sikap terhadap zat pewarna kurang baik karena informan merasa perlu menambahkan zat pewarna dengan alasan penampilan. Informan dalam prakteknya masih mengkonsumsi jajanan pasar yang mengandung Rhodamin B. Disarankan kepada informan agar lebih meningkatkan pengetahuan tentang Rhodamin B dan kemanan pangan.Rhodamine B dye addition is banned for use in food products. Rhodamine B is toxic and can cause cancer. This research is a qualitative, in-depth interview method that aims to determine people's behavior in the consumption of traditional food containing Rhodamine B is sold at Pasar Wage Purwokerto. The main informants is a traditional food buyers in red / pink and supporting informans is a tradisional food sellers in red/pink. The results showed 6 out of 10 positive samples of traditional foods containing Rhodamine B. The characteristics of foods that contain synthetic dyes Rhodamine B is a striking red color, has a slightly bitter taste and the color does not fade in the sun though. Knowledge of Rhodamine B is very less. Attitudes toward dye poorly because the informant felt the need to add dye to the appearance reasons. Informants in practice still consume traditional foods containing Rhodamine B. Recommended to the informant in order to further enhance the knowledge of Rhodamine B and food safety.
2466206H1L009020ANALISIS KEAMANAN PROTOKOL ESP PADA JARINGAN VIRTUAL PRIVATE NETWORK BERBASIS IPSECVirtual Private Network (VPN) merupakan suatu cara untuk menerapkan jaringan komputer yang bersifat pribadi dan aman menggunakan jaringan publik seperti internet. Jaringan publik yang tersedia saat ini sangat rentan terhadap ancaman keamanan seperti pencurian dan manipulasi data. Oleh karena itu dibutuhkan jaringan yang tidak bisa diakses oleh publik atau pihak yang tidak berwenang. Salah satu solusinya yaitu dengan mengaplikasikan VPN berbasiskan IPSec. IPSec adalah sebuah standar yang dibuat oleh Internet Engineering Task Force (IETF) yang berguna untuk mengamankan transmisi data dalam jalur komunikasi data yang tidak terproteksi seperti pada internet. IPSec juga menyediakan kontrol akses untuk lalu lintas yang melaluinya. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan, konfigurasi, dan serangan. Serangan yang dilakukan yaitu sniffing, syn attack, dan network spoofing. Berdasarkan ujicoba yang telah dilakukan IPSEC memiliki tingkat keamanan yang baik dalam menjaga keamanan transaksi data.
Virtual Private Network (VPN) is a way to implement a computer network that are private and secure using a public network such as the internet. The public network available today are very susceptible to security threats such as data theft and data manipulation. Therefore it takes network that cannot be accesed by the public or other parties are needed. One of the solution is to apply the IPSEC-based VPN. IPSEC is a standard that developed by the Internet Engineering Task Force (IETF) for secure data transmission in data communication lines that are not protected safely as on the internet. IP Security also provides access control for traffic through it. This research was conducted on the creation, configuration, and attack. The attack used are sniffing, syn attack, and network spoofing. Based on testing that has been done IPSEC has a pretty good level of security in maintaining the security of data transaction.
2476207B1J009080PREVALENSI DAN TINGKAT SERANGAN RAYAP TANAH TERHADAP POHON PELINDUNG DI SEPANJANG JALAN GERILYA KOTA PURWOKERTOPohon pelindung sangat dibutuhkan untuk penghijauan kota dengan persyaratan mempunyai batang yang besar dan tinggi sehingga memiliki daya tahan terhadap kekeringan atau cuaca ekstrim, mudah tumbuh pada tanah yang padat, tidak mempunyai akar yang besar di permukaan serta tahan terhadap serangan jamur dan rayap. Makanan rayap tanah berupa bahan yang mengandung selulosa. Rayap tanah berpotensi menyerang pohon pelindung. Serangan yang disebabkan oleh rayap tanah diduga dapat menyebabkan kerusakan pada pohon pelindung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis rayap tanah yang menyerang pohon pelindung, mengetahui jenis pohon pelindung serta mengetahui prevalensi dan tingkat serangan rayap tanah terhadap pohon pelindung di sepanjang Jalan Gerilya Kota Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Pengambilan sampel dengan teknik pengumpanan yaitu menggunakan kayu Albasia falcata berukuran 2 cm x 2 cm x 25 cm dengan 20 cm dari panjangnya yang ditancapkan di bawah tanah dan 5 cm di atas permukaan tanah untuk memudahkan ketika mengambil sampel. Pengambilan sampel dilakukan satu minggu setelah umpan ditanam. Pengamatan sebanyak empat kali dengan interval satu minggu untuk setiap pengamatan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah prevalensi dan tingkat serangan rayap tanah terhadap pohon pelindung di sepanjang Jalan Gerilya Kota Purwokerto, dengan variabel pendukung yang diamati meliputi jenis tanah, kelembaban tanah dan kebersihan lingkungan. Parameter yang diukur meliputi jenis rayap tanah, jenis pohon pelindung, persentase jenis pohon pelindung terserang, serta volume serangan terhadap pohon pelindung / m3, dengan parameter pendukung meliputi temperatur udara, intensitas cahaya, kelembaban tanah dan pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis rayap tanah yang ditemukan yaitu Microcerotermes spp., Macrotermes gilvus (Hagen) dan Odontotermes indrapurensis Holmgren. Jenis pohon pelindung yang terserang rayap tanah yaitu Angsana (Pterocarpus indicus Willd), Mahoni (Swetnia mahagoni L) dan Bunga kupu-kupu (Bauhinia purpurea L). Prevalensi pohon pelindung yang terserang oleh rayap tanah sebesar 1,54% dengan volume tingkat serangan sangat rendah kurang dari 2%.
Kata kunci : Prevalensi, tingkat serangan, rayap tanah, pohon pelindung
Protective tree is needed for greening cities, it requires are great and tall stalk, so it resistant to dryness or extreme weather, should easy to grow on solid ground and nothing large root on the surface, and has resistantce to fungi and termites attack. The feed of termites land are selulose. The termites are able to attack protective tree. Attacking by termites is estimated caused the damaging of protective tree. Research aims is to know the species of land termites that attacked protective trees, species of protective trees and then the prevalence and rate attacked by termites on protective tree in Gerilya Street, Purwokerto. The research used survey method by biting technique with Albasia falcata, its size is 2 cm x 2 cm x 25 cm with 20 cm from the length was planted under ground and 5 cm above the ground surface to easy when took a sample. Sample was observed a week after feed was planted about four times observations with one week for intervals to each observations. Main variable observed were the species of land termites,the species of protective trees, prevalence and attacking levels of land termites. While the supporting variable were soil type, soil moisture and healthy environment. Parameters observed were percentage of infected tree by termites to total tree observed, species of protective tree, and volume attacked on protective tree/m3, and the other parameters were air temperature, luminous intensity; soil moisture and ground pH. The results showed that the land termites specieses consist of Microcerotermes spp., Macrotermes gilvus (Hagen) and Odontotermes indrapurensis Holmgren. The specieses of protective tree which is attacked by termites, consist of angsana (Pterocarpus indicus Willd), mahoni (Swetnia mahagoni L) dan bunga kupu-kupu (Bauhinia purpurea L). With attacked prevalence was 1,54 %, wood volume level attacked was very low, less than 2 %.

Keyword : Prevalence, rate attack, land termite, protective tree
2486209C1B006139ANALISIS PENGARUH RASIO PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIAPenelitian ini berjudul "Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Indonesia". Populasi penelitian adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2010 sampai 2012. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan 26 perusahaan perbankan sebagai sampel.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh rasio profitabilitas terhadap harga saham yang diukur dengan ROA (Return On Assets), ROE (Return on Equity), Dan NIM (Net Interest Margin).
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Return On Assets dan Net Interest Margin berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan harga saham. Sedangkan Return on Equity berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap perubahan harga saham.
This research entitled “Analysis of the effect of profitability ratios of the stock price on banking companies in Indonesia Stock Exchange”. The study population is a banking companies registered in Indonesia Stock Exchange from 2010 until 2012. Determination of sampel using purposive sampling and obtained a total of 26 companies were being sampled.
The purpose of this study is to analyze the influence of profitability ratios of the stock price as measured by ROA (Return On Assets), ROE (Return on Equity), dan NIM (Net Interest Margin).
The analysis method used in this research is multiple regression analysis.
The results of this research show that Return On Assets and Net Interest Margin of the positive and significant effect to changes in stock prices. The result of the other found that Return on Equity of the positive but not significant effect to changes in stock prices.
2496211C1A009014FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TAHUN 1991-2010Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 1991-2010”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh inflasi, tenagakerja, konsumsi, pengeluaran pemerintah serta jumlah penduduk terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 1991-2010, serta untuk mengetahui variable manakah yang paling mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 1991-2010.
Metode penelitian ini adalah metode penelitian data sekunder dengan pendekatan studi kuantitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa koefisien determinasi sebesar (R2) 0,810. Hal ini berarti pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 1991-2010 sebesar 81 persen dipengaruhi oleh inflasi, tenagakerja, konsumsi, pengeluaran pemerintah dan jumlah penduduk.
Hasil dari pengujian secara keseluruhan variable inflasi, tenagakerja, konsumsi, pengeluaran pemerintah serta jumlah penduduk terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 1991-2010 digunakanuji F, diperoleh F hitung (17,174) > F tabel (4,89), sehingga infasi, tenagakerja, konsumsi, pengeluaran pemerintah serta jumlah penduduk secara bersama-sama berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat diterima. Hasil pengujian secara parsial menggunakan t hitung dua sisi terdapat t hitung yang lebih besar dari t table dan t hitung yang lebih kecil dari t tabel. Dimana inflasi (-6.526 > -1,753), tenaga kerja(0,031 < 1,753), konsumsi (2,185 > 1,753), pengeluaran pemerintah (-1,988 > -1,753) serta jumlah penduduk (-0,712 < -1,753), sehingga secara parsial variable inflasi (X1) berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia (Y), variable tenaga kerja (X2) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia (Y), variable konsumsi (X3) berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia (Y), variable pengeluaran pemerintah (X4) berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia (Y), serta variable jumlah penduduk (X5) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia (Y).
Hasil dari pengujian elastisitas koefisien regresi variable inflasi (X1) sebesar -0,218, variabel tenaga kerja (X2) sebesar 0,700, variable konsumsi (X3) sebesar 8,913, variable pengeluaran pemerintah (X4) sebesar -4,470, serta variable jumlah penduduk (X5) sebesar -35,309. Dari hasil koefisien elastisitas tersebut dapat diketahui bahwa koefisien elastisitas variable konsumsi (X3) nilainya lebih besar dibandingkan nilai koefisien elastisitas variable lainnya, dengan demikian dapat diartikan bahwa variable konsumsi memberikan pengaruh yang paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 1991-2010.
Implikasi dari penelitian ini adalah tingkat inflasi seharusnya terus dijaga agar tetap stabil karena angka inflasi yang terlampau tinggi dapat menyebabkan krisis ekonomi dan juga krisis moneter, tenaga kerja di Indonesia seharusnya ditempatkan pada proyek-proyek padat karya agar kemampuan kerja mereka dapat terserap dengan baik, pemerintah harus dapat menggali potensi di pedesaan dan perkotaan untuk meningkatkan konsumsi di Indonesia, pengeluaran pemerintah harus dapat seimbang antara pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan agar tetap tercapai tujuan pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta jumlah penduduk di Indonesia harus dibekali dengan hard skill dan soft skill agar memiliki daya saing terhadap penduduk lainnya.
This research entitled "Factor Affecting Indonesia's Economic Growth in 1991-2010".The purpose of this study was to determine the effect of inflation, labor, consumption, government expenditure and total population towards economic growth in Indonesia in 1991-2010, as well as to determine which variables most affecting Indonesia's economic growth from 1991 to 2010.
This research method is a method of secondary data research with quantitative study approach. The analysis used is multiple linear regression analysis.
Based on the survey result revealed that the determination coefficient by (R2) 0.810. This means that economic growth in Indonesia in 1991-2010 by 81 percent affected by inflation, labor, consumption, government expenditure and population.
The result of the overall test of variables inflation, labor, consumption, government expenditure,economic growth and total population toward Indonesia's economic growth in 1991-2010 used the F test, obtained F counted (17.174)> F table (4.89), thus inflation, labor, consumption, government expenditure and total population altogether affect Indonesia's economic growth was acceptable. Partial test results using two-sided t counted consisted of t counted greater than the t table and t counted smaller than t table. Where inflation (-6526> -1.753), labor (0.031 <1.753), consumption (2.185> 1.753), government expenditure (-1.988> -1.753) and population (-0.712 <-1.753), so in partial inflation (X1) variable affects Indonesia's economic growth (Y), labor (X2) variable has no effect on the growth of the Indonesian economy (Y), consumption variable (X3) has effect on economic growth in Indonesia (Y), government expenditure variable (X4) has effect on Indonesia's economic growth (Y), and total population variable (X5) has no effect on the growth of the Indonesian economy (Y).
Result test of regression coefficient elasticity of inflation variable (X1) by -0,218, labor variable (X2) by 0,700, consumption variable (X3) by 8,913, government expenditure variable (X4) by -4,470, also total population variable (X5) -35,309. From the elasticity coefficient result revealed that the value of elasticity coefficient of consumption variable (X3) was bigger than the value of other variable elasticity coefficient, thus can be concluded that consumption variable gaive the biggest effect in Indonesia's economic growth in1991-2010.
The implication of this research were the inflation rate should be maintained in order to remain stable because too high inflation rate can cause economic and monetary crisis, Indonesia's labor should be placed on labor-intensive projects so that their skill can be absorbed well, the government should be able to explore the potential in rural and urban areas in Indonesia to boost consumption, government expenditure must be balanced between regular expenditure and development expenditure in order to achieve the goals of economic growth in Indonesia, as well as people in Indonesia should be equipped with hard skills and soft skills in order to have a competitive edge against other resident.
2506241C1A007040Pendapatan dan Konsumsi Rumah Tangga Tukang Becak Di PurwokertoPenelitian ini berjudul: Pendapatan dan Konsumsi Rumah Tangga Tukang Becak Di Purwokerto. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jam kerja dengan pendapatan yang diperoleh tukang becak. untuk mengetahui hubungan pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga terhadap konsumsi rumah tangga tukang becak dan untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga tukang becak.
Hipotesis yang diajukan adalah jam kerja dan status kepemilikan dengan pendapatan yang diperoleh tukang becak, Pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga tukang becak adalah untuk konsumsi bahan makanan pokok. Alat analisis yang digunakan adalah analisis tabulasi dan analisis deskriptif.
berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Jam kerja mempunyai hubungan dengan tingkat pendapatan tukang becak. 2. Pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga mempunyai hubungan positif dengan pengeluaran konsumsi rumah tangga tukang becak. semakin besar pendapatan yang diterima tukang becak, semakin besar pula konsumsi rumah tangga. semakin banyak jumlah tanggungan keluarga, semakin besar jumlah barang dan jasa yang di konsumsi oleh rumah tangga sehingga konsumsi rumah tangga semakin besar. semakin tinggi pendapatan tukang becak, maka akan terjadi pergeseran kebutuhan bahan makanan dengan kebutuhan bukan bahan makanan.
Implikasi dari penelitian ini bahwa Tukang becak hendaknya lebih memanfaatkan jam kerjanya seefektif mungkin untuk menarik becak agar pendapatannya meningkat. Pengeluaran untuk konsumsi hendaknya disesuaikan dengan tingkat pendapatan. Untuk mencukupi kebutuhan banyaknya tanggungan keluarga, keluarga tukang becak bisa menambah pendapatan tukang becak itu sendiri maupun pendapatan dari sumber lain. pemenuhan kebutuhan pokok (bahan makanan) diutamakan dengan tetap berusaha mencukupi kebutuhan lain dengan mempertimbangkan pendapatan yang dimiliki.
ABSTRACT
The study is titled: Household Income and Consumption rickshaw driver in
Purwokerto. The research objective was to determine the relationship of work hours with
income earned rickshaw driver. To determine the relationship of family income and
number of dependents in the household expenditure and the rickshaw driver to determine
the pattern of family consumption expenditure cycle rickshaw.
Based on the results of this study concluded that the hours used rickshaw drivers
associated with the level of income received by cycle rickshaw. Income and number of
dependents was positively related to household consumption expenditure cycle rickshaw.
The greater the respondent earned income, the greater the household consumption
expenditure. The greater the number of dependents, the greater number of goods and
services consumed by households that household consumption increases. The higher the
income obtained rickshaw drivers, there will be a shift between grocery needs with the
needs of non-food materials.
The implications of this study that the rickshaw drivers should take better
advantage of his working hours as effectively as possible to pull a rickshaw in order to
increase their income. Consumption expenditure rickshaw drivers should be tailored to the
level of income. To meet the many needs of dependents, family rickshaw drivers can
increase the revenue cycle rickshaw itself or income from other sources. Fulfillment of
basic needs (food ingredients) preferred to keep trying to meet the needs of others by
considering the income they have.
Keyword: income, comsumption, household
2516210C1A006049STUDI KELAYAKAN AGROWISATA KEBUN JAMBU BIJI DI DESA TAMBAKSOGRA KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini berjudul “Studi Kelayakan Agrowisata Kebun Jambu Biji di Desa Tambaksogra Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisi karakteristik pengunjung agrowisata kebon jambu di Desa Tarmaksorga, menganalisis kelayakan usaha agrowisata kebon jambu di Desa Tambaksogra dan menganalisis tingkat kepekaan atau sensitivitas kondisi kelayakan usaha agrowisata kebon jambu di Desa Tambaksogra.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengunjung dan menganalisis kelayakan usaha agrowisata kebun jambu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu menghitung analisis kelayakan usaha dengan kriteria NPV, BCR dan IRR. Kemudian penelitian ini juga menghitung periode pengembalian modal (pay back period) dan analisis sensitivitas.
Karakteristik pengunjung Agrowisata Kebon Jambu adalah responden berjenis kelamin perempuan sebesar 54%. Pendidikan terakhir pengunjung adalah SMA sebesar 45%. Sebagian besar pengunjung bekerja sebagai wiraswasta sebesar 35%. Pendapatan pengunjung adalah Rp 2.000.000 sampai Rp 3.000.000 sebesar 52%. Frekuensi jumlah kunjungan sebagian besar pengunjung mencapai 2 sampai 3 kali kunjungan sebesar 51%. Kemudian pengunjung menginginkan penambahan fasilitas outlet jus sebesar 51%, dari hasil karakteristik pengunjung diatas dapat diketahui bahwa agrowisata kebun jambu biji memiliki prospek yang bagus dan peluang pengembanganya semakin terbuka.
Dari hasil analisis kelayakan, usaha agrowisata kebon jambu biji di Desa Tambaksorga layak untuk dijalankan karena berdasarkan perhitungan diperoleh Net Present Value (NPV) lebih besar daripada 0 yaitu Rp 378.985.412,72, Benefit Cost Ratio (BCR) lebih besar dari pada 1 yaitu 1,90 dan Internal Rate of Return (IRR) lebih besar dari tingkat suku bunga deposito (6%) yaitu 59,85 persen. Payback Period yaitu 5 tahun, 1 bulan, 28 hari. Usaha ini lebih sensitif terhadap penurunan pendapatan dibandingkan kenaikan biaya. Kenaikan biaya mencapai 90%, NPV yang diperoleh sebesar (1.828.369,78). Kemudian penurunan pendapatan mencapai 48% akan menghasilkan (5.398.400,08). Karena persentase penurunan pendapatan lebih kecil dibandingkan persentase kenaikan biaya, maka penurunan pendapat lebih sensitif daripada kenaikan biaya.
Dari hasil tersebut dapat diimplikasikan bahwa usaha agrowisata kebon jambu biji dapat dikembangkan pada daerah lain untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi wisata dan ekonomi Kabupaten Banyumas. Harga jual dan produktivitas setiap pohon jambu biji harus dipertahankan dan diusahakan untuk meningkat karena terbukti penurunan pendapatan lebih sensitif terhadap kelayakan usaha dibanding kenaikan biaya produksi. Untuk meningkatkan produktivitas setiap pohon jambu dapat dilakukan dengan cara perawatan secara berkala, perluasan skala usaha, mengembangkan produk baru serta mengembangkan penggunaan teknologinya.
This study entitled "Feasibility Study of Agro gardens in the village of Guava Tambaksogra Contribute Banyumas district". The purpose of this study was to analyze the characteristics of guava garden visitors in the village agrotourism Tarmaksorga, analyze the feasibility agro cashew garden at Village Tambaksogra and analyze the sensitivity or sensitivity feasibility conditions agro cashew garden at Village Tambaksogra.
This study aimed to investigate the characteristics of visitors and analyze the feasibility agro guava orchard. The method used in this study, the feasibility analysis to calculate the NPV criteria, BCR and IRR. Then this study also calculates the payback period (pay back period) and sensitivity analysis.
Visitor characteristics Agro Cashew Kebun is female respondents by 54%. Last visitors are high school education by 45%. Most visitors to work as self-employed by 35%. Visitor revenue was Rp 2,000,000 to Rp 3,000,000 by 52%. The frequency of the number of visits for most visitors reach 2 to 3 visits by 51%. Then visitors want additional facilities juice outlets by 51%, from the results of visitor characteristics above can be seen that the guava orchard agro-tourism has good prospects and opportunities pengembanganya more open.
From the results of the feasibility analysis, agro enterprise guava garden in the village Tambaksorga feasible because the calculation is based on the Net Present Value (NPV) is greater than 0, Rp 378.985.412,72, Benefit Cost Ratio (BCR) greater than 1 is 1 , 90 and the Internal Rate of Return (IRR) is greater than the deposit interest rate (6%) is 59,85 percent. Payback Period 5 years, 1 months, 28 days. This effort is more sensitive to the decrease in revenue compared to cost increases. Cost increases to 90%, NPV obtained for (1.828.369,78) Then reached 48% decline in revenue will result in (5.398.400,08). Because the percentage of revenue decreased less than the percentage increase in costs, the decline is more sensitive than the opinion of cost increases.
From the results it can be implied that the guava garden ecotourism businesses can be developed in other areas to develop and harness the economic potential of tourism and Banyumas. Selling prices and productivity every guava trees should be preserved and cultivated to increase as incomes decline proved more sensitive to feasibility than the increase in production costs. To increase the productivity of each tree nuts can be done by way of regular maintenance, expansion of business scale, developing new products and expanding the us e of technology.
2526216C1A009064PERAN AKTIF WANITA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA MISKIN : STUDI KASUS WANITA PEMBATIK DI KECAMATAN SUSUKAN, KABUPATEN BANJARNEGARAPenelitian ini Berjudul “Peran Aktif Wanita Dalam Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga Miskin: (Studi Kasus Wanita Pembatik di Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel umur, jam kerja, produksi, lama bekerja, dan ketrampilan wanita pembatik terhadap pendapatan wanita pembatik di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara dan akan dapat ditemukan juga kontribusi pendapatan wanita pembatik terhadap pendapatan rumah tangga di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara tahun 2013.
Jumlah responden sebanyak 76 di mana seluruh populasi sebanyak 320 orang wanita pembatik. pengambilan data dilakukan dengan metode quota purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi berganda (double log model).
Berdasarkan analisis regresi berganda diperoleh bahwa variabel jam kerja, produksi, dan ketrampilan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan wanita pembatik. Sedangkan variabel umur dan lama bekerja secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan wanita pembatik. hasil pengujian secara bersama-sama menyatakan bahwa variabel umur, jam kerja, produksi, lama bekerja, dan ketrampilan wanita pembatik secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan wanita pembatik di Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Ditemukan pula bahwa persentase kontribusi pendapatan wanita pembatik terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 50,95 persen atau dapat dikatakan kontribusinya besar.
Implikasi dari penelitian ini adalah Untuk meningkatkan pendapatan pembatik dapat dilakukan dengan memperbanyak jam kerja, memperbanyak produksi kain, dan meningkatkan ketrampilan dalam membatik. Sehingga dengan peningkatan pendapatan maka kesejahteraan keluarga akan semakin meningkat. Pekerjaan sebagai pembatik hendaknya ditekuni dengan baik oleh ibu rumah tangga karena dapat meningkatkan pendapatan keluarga yang cukup besar bagi rumah tangga di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. Sehingga selain mengurus rumah tangga, ibu rumah tangga juga dapat ikut berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan keluarga dengan pekerjaanya sebagai pembatik.
This study Titled " Role Of Women In Improving Poor Household Income: (A Case Study in the District Women's Batik Susukan, Banjarnegara). This study aimed to analyze the variables of age, hours of work, production, old work, and the skills on income women in the District of batik Susukan Banjarnegara. It is also to count the contributing of revenue batik women on household incomes in the district.
Number of respondents were couted of 76 samples in which the entire population of 320 women batik. Data collection was conducted by using purposive quota sampling. Data analysis method that used is multiple regression (by double log model).
Based on multiple regression analysis it found that the variable hours of work, production, and skill in partially have positive and significant effect on income women batik. While the variable age and long work partially no significant effect on female earnings batik. The test results the variable of age, hours of work, production, old work, and skills women jointly significant effect on income women in the District Susukan batik. It was also found that the percentage of contribution income batik women on household income determinate by 50.95 percent or it can be said to be a hight contribution.
The implication of this research is to increase revenue batik can be done by extending working hours, increased production of cloth, and improve skills in batik. So, it will increase family income. Working as batik should be well occupied by the housewife because it can increase their family income significant to households in the District Susukan Banjarnegara. Beside to take care of the household, housewives can also contribute in increasing the family income with then activity by batik workers.
2536212C1C009003PENGUKURAN AKUNTANSI SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENGUNGKAPANNYA PADA LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) SE-EKS KARESIDENAN BANYUMAS

Penelitian ini berjudul “Pengukuran Akuntansi Sumber Daya Manusia dan Pengungkapannya pada Laporan Keuangan Perusahaan Daerah Air minum (PDAM) Se-Eks Karesidenan Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah biaya sumber daya manusia yang dapat dikonversi menjadi nilai aset perusahaan dan mengetahui perbedaan laba antara laporan keuangan berdasarkan akuntansi konvensional dengan akuntansi sumber daya manusia.
Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis data sekunder. Data diperoleh dari laporan keungan yang disusun Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) se-eks Karesidenan Banyumas. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis uji t.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat perbedaan laba antara Akuntansi Konvensioanl dengan Akuntansi Sumber Daya Manusia (ASDM), hal ini ditunjukkan nilai p (0,040) < 0,05. Akuntansi sumber daya manusia layak untuk dipergunakan oleh PDAM karena informasi mengenai SDM dapat didefinisikan, terukur, relevan dan nilainya dapat diandalkan. Namun demikian, PDAM seeks karesidenan Banyumas belum menerapkan ASDM.
Implikasi penelitian sebaiknya PDAM mempertimbangkan untuk menerapkan akuntansi sumber daya manusia dalam menyusun laporan keuangan.
Kata kunci : Sumber daya manusia, laba operasional, akuntansi.
This research entitled “ The measuring and disclosure of Human Reseources Accounting on Financial Statement of Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banyumas Regions”. The purpose of this research are to find out the amount of fees human resources that can be converted into the company asset and to finding out significance difference between earnings on conventional accounting financial statements with the accounting of human resources.
The research was conducted with secondary data analysis method. Data obtained from financial statements of PDAM Banyumas Region. The t-test is used to analysis data.
Base on the research can be conclussion that significance difference between earnings on conventional accounting financial statements with the accounting of human resources ( p = 0.040 < 0.05 ). Accounting human resources can be used by PDAM because information on the human reseources can be defined, measurable, relevant and reliable value. In fact, PDAM of the Banyumas Region have not apply human reseources accounting.
Base on the conclussion can suggested that PDAM of Banyumas Region should consider to apply accounting human resources in financial report.
Keywords : Human resources, operational income, accounting.

2546213C1K009034THE INFLUENCE OF BI RATE, LEVEL OF INFLATION, WORLD GOLD PRICE, OIL PRICE, AND IDR EXCHANGE RATE AGAINST USD TOWARDS THE LQ-45 INDEXES IN THE INDONESIAN STOCK EXCHANGEThis research is entitled ” The Influence of BI Rate, Level of Inflation, World Gold Price, Oil Price, and IDR Exchange Rate against USD on the LQ-45 Indexes in the Indonesian Stock Exchange”. The aim of this research was to examine the influence of inflation, world gold price, oil price, and IDR exchange rate against USD on the LQ-45 indexes in the Indonesian Stock Exchange. During the observation period between the years 2009-2012 occurred a phenomenon in which the relationship between macroeconomic variables with the LQ-45 index movement was not in accordance with the theory.
This study used multiple linier regression analysis as the method perform with SPSS 16.0. The results of this research indicated that BI rate and IDR exchange rate against USD had negative effect on LQ-45 index, level of inflation and oil prices had no effect on LQ-45 index, and world gold prices had positive effect on LQ-45 index in Indonesian Stock Exchange.
This research is entitled ” The Influence of BI Rate, Level of Inflation, World Gold Price, Oil Price, and IDR Exchange Rate against USD on the LQ-45 Indexes in the Indonesian Stock Exchange”. The aim of this research was to examine the influence of inflation, world gold price, oil price, and IDR exchange rate against USD on the LQ-45 indexes in the Indonesian Stock Exchange. During the observation period between the years 2009-2012 occurred a phenomenon in which the relationship between macroeconomic variables with the LQ-45 index movement was not in accordance with the theory.
This study used multiple linier regression analysis as the method perform with SPSS 16.0. The results of this research indicated that BI rate and IDR exchange rate against USD had negative effect on LQ-45 index, level of inflation and oil prices had no effect on LQ-45 index, and world gold prices had positive effect on LQ-45 index in Indonesian Stock Exchange.
2556186C1B008126pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh tuntutan tugas, tuntutan peran, dan tuntutan antar pribadi terhadap stres kerja. Pengaruh stres kerja terhadap kinerja. Disamping itu untuk mengetahui variabel mana yang member pengaruh paling besar antara tuntutan tugas, tuntutan peran dan tuntutan antar pribadi terhadap stres kerja. Sampel yang digunakan adalah karyawan lapangan PT. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Purwokerto sebanyak 74 responden.
Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah regresi linear berganda dan regresi linear sederhana, dengan menggunakan program SPSS statistik 17. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tuntutan tugas, peran dan antar prbadi memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap stres kerja. Stres kerja memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja. Serta tuntutan antar pribadi memberikan pengaruh yang paling besar terhadap stres kerja.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu: (1) PT. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG perlu mengelola tuntutan tugas untuk mengurangi tingkat stres dengan cara memberikan kelonggaran waktu bagi karyawan dalam meyelesaikan pekerjaannya, target yang akan diberikan perlu disesuaikan lagi dengan kemampuan masing-masing karyawan, atasan perlu memberikan feedback mengenai tugas-tugas apa saja yang akan karyawan lakukan agar tidak terjadi suatu kebingungan. (2) T. Asuransi Jiwa Sinarmas juga sebaiknya memperhatikan pengaruh tuntutan peran karena tuntutan peran yang selama ini dialami oleh karyawan berdampak menaikkan stres pada karyawan. Perusahaan perlu memperhatikan lagi konflik peran yang terjadi pada setiap karyawan, menyediakan segala macam informasi yang dibutuhkan karyawan untuk dapat meyelesaikan pekerjaannya, serta memilih karyawan dengan keahlian dan pengetahuan yang sama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. (3) Untuk mengurangi tingkat stres karyawan, PT. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG sebaiknya memperhatikan pengaruh tuntutan antar pribadi karena tuntutan antar pribadi yang selama ini dialami oleh karyawan berdampak menaikkan stres pada karyawan. Perusahaan harus dapat menciptakan suatu kondisi kerja yang kondusif bagi karyawan antara lain dengan menjalin komunikasi yang lebih baik sehingga akan menimbulkan saling pengertian baik antara karyawan dengan atasan maupun antara karyawan satu dengan yang lainnya. (4) Pentingnya mengurangi stres kerja karena dapat berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan adalah hasil dari penelitian ini, jadi PT. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Purwokerto harus lebih memperhatikan jika para karyawannya telah mengalami gejala stres kerja maka harus segera diselesaikan, karena walaupun tingkat stres kerja pada PT. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Purwokerto saat ini adalah kecil atau rendah namun itu bisa saja langsung berubah sewaktu - waktu. (5) Tuntutan antar pribadi mempunyai pengaruh paling besar terhadap stres kerja pada karyawan, mendasari hal itu PT. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Purwokerto harus lebih meningkatkan lagi hubungan antar karyawan dan juga hubungan antara karyawan dengan atasan agar tingkat stres dapat dikurangi dengan cara berlibur bersama – sama untuk meningkatkan keakraban dan memberikan pelatihan untuk memahami kepribadian seseorang.
This research aimed to determine the effect of job demands, role demands, and interpersonal demands of the work stress. The effect of work stress on performance. In addition to knowing where the member variables most impact between the job demands, role demands and interpersonal demands of the work stress. The samples are field employees of PT. Life insurance Sinarmas MSIG Purwokerto by 74 respondent.
The method used to analyze the data is linear regression and simple linear regression, using the statistical program SPSS 17. The result of this research was concluded that job demands, role demands and interpersonal demands provide a positive and significant effect on work stress. Work stress provide a positive and significant impact on performance. And interpersonal demands the greatest impact on job stress.
The implications of the above conclusions are: (1) PT. Life insurance Sinarmas MSIG Purwokerto needs to manage the demands of the task to reduce stress levels by providing a grace period for employees to finish the job, targets will need to be adjusted again be given to the ability of each employee, leaders need to provide feedback on what tasks employees are going to do in order to avoid a confusion. (2) Because of the nature of stress is damaging the PT. Life insurance Sinarmas MSIG Purwokerto should also pay attention to the influence of the demands of the role due to the demands of the role that had been experienced by raising the affected employee stress on employees. Companies need to pay attention more role conflict occurs in every employee, provide all kinds of information needed to be able to finish the job the employee, and select employees with the same skills and knowledge to complete a job. (3) To reduce the stress levels of employees, PT. Life insurance Sinarmas MSIG Purwokerto should pay attention to the demands of interpersonal influence as interpersonal demands that had been experienced by raising the affected employee stress on employees. Companies must be able to create a conducive working conditions for employees, among others, to establish better communication that will lead to better understanding between employees and employers and between employees with one another. (4) The importance of reducing job stress because it can have a significant effect on employee performance is the result of this study, so PT. Life insurance Sinarmas MSIG Purwokerto should pay more attention if the employees have experienced the symptoms of job stress should be resolved, although the level of work stress on PT. Sinarmas MSIG Insurance Purwokerto today are small or low, but it could have been directly change at any time. (5) Interpersonal demands have the most influence on employee job stress, underlying that PT. Life insurance Sinarmas MSIG Purwokerto should further enhance the relationship between employees and also the relationship between employees and employers that stress levels can be reduced by way of a vacation together to increase familiarity and provide training to understand the personality of a person.
2566215C1B009009FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Dalam Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Pertambangan Di Bursa Efek Indonesia”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel current ratio, debt to equity ratio, return on equity, return on asset dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh sebanyak 12 perusahaan.

Hipotesis dalam penelitian ini adalah 1) Current Ratio berpengaruh positif terhadap pengungkapan CSR. 2) Debt to Equity Ratio berpengaruh negatif terhadap pengungkapan CSR. 3) Return On Equity berpengaruh positif terhadap pengungkapan CSR. 4) Return On Asset berpengaruh positif terhadap pengungkapan CSR. 5) Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan CSR. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda dengan syarat lolos uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, multikolinieritas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi.

Hasil penelitian menyatakan bahwa debt to equity ratio terbukti mempunyai pengaruh negatif terhadap pengungkapan CSR dan ukuran perusahaan juga terbukti mempunyai pengaruh positif terhadap pengungkapan CSR, sedangkan variabel lain yaitu current ratio, return on equity, return on asset tidak berpengaruh terhadap pengungkapan CSR.

Sebagai implikasi dari penelitian ini, pihak manajemen perusahaan agar dapat lebih lengkap dalam dalam mengungkapkan tanggung jawab sosial perusahaan dalam laporan tahunan agar dapat menjadi informasi tambahan yang dapat digunakan sebagai strategi bisnis untuk kemakmuran para stakeholder.
The title of this study "The Factors That Can Influence Of Corporate Social Responsibility (CSR) Towards Financial Performance on the Corporate Sector Mining Listed in Indonesia Stock Exchange Period 2008-2011". Purpose of this study is to investigate and analyze the effect of current ratio, debt to equity ratio, return on equity, return on asset, and firm size of the Corporate Social Responsibility . Determination of sample using purposive sampling and obtained as many as 12 companies.

The hypothesis of this study is 1) current ratio positive effect on CSR. 2) debt to equity ratio negative effect on CSR. 3) return on equity positive effect on CSR. 4) return on assets negative effect on CSR. 5) firm size positive effect on CSR. Analysis of the data used in this study is a multiple regression analysis with the proviso passed the test of classical assumption of normality test, multicollinearity, heteroscedasticity, and autocorrelation.

The results stated that debt to equity ratio to have a negative effect on the CSR and firm size to have a positive effect on the CSR, while the other variables are current ratio, return on equity and return on asset has no effect on the CSR.

As the implications of this research, the company's management in order to more fully in Corporate Social Responsibility expressed in the annual report so that it can be additional information that can be used as a business strategy for the prosperity of the stakeholders.
2575724E1A009021Peran Polri Dalam Pengamanan Unjuk Rasa Dalam Perspektif Perlindungan Hak Asasi ManusiaKonsekuensi logis dari ditetapkannya konsep Negara hukum, bahwa segala penyelenggaraan pemerintahan harus berdasarkan hukum (baik hukum tertulis maupun hukum tidak tertulis). Dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan dikenal bentuk-bentuk instrument hukum dalam bentuk peraturan perundang-undangan, peraturan kebijakan, keputusan tata usaha negara, rencana bahkan bentuk peraturan intern (Interne Regeling). Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai pengayom, pelindung, dan penjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat, dalam menjalankan tugasnya selalu bersinggungan dengan masyarakat (Hak). Dalam konteks Polri sebagai penjaga ketertiban juga wajib melaksanakan tugasnya yang didasarkan pada ketentuan peraturan hukum. PROTAP Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai salah satu interne regeling yang secara hirarki peraturan mengikat pada setiap anggota Polri. Disisi lain, PROTAP Kepolisian Negara Republik Indonesia tentang pengamanan unjuk rasa, secara substansi bersinggungan dengan undang-undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Dalam penanggulangan unjuk rasa yang anarkis Polri diperbolehkan melakukan tindakan kekerasan berupa upaya represif dan tidak melanggar hukum, karena Polri menjalankan perintah Undang-Undang dan dapat dibenarkan karena diatur pengecualian tentang tindakan tersebut, namun sebisa mungkin menghindari upaya represif tersebut dan menggunakan cara lain yang menghindari tindakan kekerasan. Polri dalam hal tersebut melakukan tindakan tidak sesuai dengan PROTAP Kepolisian Negara Republik Indonesia maka merupakan suatu tindakan kekerasan yang melanggar Hak Asasi Manusia dan konsekuensi dari pada pelanggaran tersebut bagi anggota Polri dikenakan sanksi, berupa sanksi kode etik dan disiplin Polri.Logical consequence of the enactment of the concept of rule of law, that all governance must be based on the law (both written law and unwritten law). In the implementation of governance known forms of legal instrument in the form of legislation, policy regulations, administrative decisions, plans and even the form of internal regulation (InterneRegeling). Indonesian National Police, as a protector, protector, and maintain order and peace of the community, in carrying out its duties are always in contact with the public (right). In the context of police to maintain order also required to perform duties which are based on the provisions of the law. Indonesian National Police Department Standard Operating Procedure as one interne Regeling hierarchy that rules binding on every member of the Police. On the other hand, Indonesian National Police Department Standard Operating Procedure about security demonstrations, substantially intersect with law No.. 39 Year 1999 on Human Rights. In response to protests anarchist police be allowed to commit acts of violence and repressive efforts are not breaking the law, because the Police Act execute commands and can be justified as an exception set on the action, but as much as possible to avoid the repressive efforts and using other means to avoid action violence. Police in that case did not act in accordance with the Indonesian National Police Department Standard Operating Procedure is a violent act that violates human rights and the consequences of the offense penalized for police officers, a code of conduct and disciplinary sanctions Police.
2586217C1C008030PENGARUH PENGETAHUAN DEWAN TENTANG ANGGARAN TERHADAP PELAKSANAAN PENGAWASAN ANGGARAN: HUBUNGAN LEGISLATIF-EKSEKUTIF SEBAGAI VARIABEL MODERATING (Survey pada DPRD Eks-Karesidenan Banyumas)Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh anggota badan anggaran DPRD di Eks-Karisidenan Banyumas. penilitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh antara pengetahuan dewan tentang anggaran terhadap pelaksanaan pengawasan anggaran dengan menggunakan variabel moderasi yaitu hubungan legislatif-eksekutif. penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan data primer dengan sampel seluruh anggota badan anggaran yang terlibat langsung dalam proses penyusunan dan pengawasan anggaran. metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. analisis data yang digunakan yaitu uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, sedangkan untuk pengujian hipotesis menggunakan regresi sederhana dan uji nilai selisih mutlak. hasilnya adalah semua variabel valid dan dapat diandalkan , serta uji asumsi klasik dapat terpenuhi. hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dewan tentang anggaran berpengaruh positif signifikan terhadap pelaksanaan pengawasan anggaran. namun, hubungan legislatif-eksekutif tidak memoderasi hubungan antara pengetahuan dewan tentang anggaran terhadap pelaksanaan pengawasan anggaranthe subjects of this research were all members of parliament in the agency budgets in ex-Karisidenan Banyumas. this research is to examine the relationship between budgeting knowledge councuil and implementation of budget control by incorporating moderating variable, namely legislative-executive relations. this research is quantitative research using primary data with samples all members of the budget agency who involved in the process of preparing and monitoring the budget. data collecting method used is a questionnaire. data analyze methods are validity and reliability tests, classic assumption analysis, hypothesis analysis that used are single regression and absolut difference analysis. the result are all variables valid and reliable, fulfill classic assumption analysis. the result in this research show that budgeting knowledge council has a significant positive effect on the implementation of the budget control. however, legislative-executive relations didn't moderate the relationship between budgeting knowledge council and implementation of budget control
2596219G1F009043EVALUASI PENERAPAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KOTA TASIKMALAYAStandar Pelayanan Kefarmasian di Apotek telah diatur oleh Kepmenkes RI Nomor 1027/Menkes/SK/IX/2004. Hasil penelitian di beberapa kota menunjukkan bahwa pelayanan kefarmasian yang dilakukan di apotek masih dikategorikan kurang memenuhi standar yang telah ditentukan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui gambaran pelaksanaan dan penerapan standar pelayanan kefarmasian di apotek kota Tasikmalaya.
Metode penelitian dilakukan secara deksriptif dengan pendekatan cross sectional, dan pengambilan sampel secara acak sederhana. Sampel adalah apotek di kota Tasikmalaya yang tidak berada dalam naungan rumah sakit dan terdaftar di Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya yaitu berjumlah 50 apotek. Responden adalah Apoteker Pengelola Apotek, atau Apoteker Pendamping, atau Tenaga Teknis Kefarmasian. Cara pengumpulan data adalah dengan wawancara dan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 4 bagian, yaitu demografi apotek, aspek pengelolaan sumber daya, aspek pelayanan dan aspek evaluasi mutu pelayanan.
Hasil penelitian menunjukkan 70% apotek merupakan milik Pemilik Sarana Apotek, 8% apotek mempunyai apoteker pendamping, dan 52% apotek menerima resep kurang dari 10 lembar setiap harinya. Apoteker yang hadir selama jam buka apotek hanya 6%, dan pelayanan home care belum dilaksanakan oleh 80% apotek. Rata-rata skor penerapan standar pelayanan kefarmasian di apotek kota Tasikmalaya pada tahun 2013 dapat dikategorikan cukup dengan skor 65,40%. Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai acuan dan bahan evaluasi, sehingga pelayanan kefarmasian di apotek kota Tasikmalaya dapat lebih ditingkatkan lagi. Perlu dilakukan penelitian tentang evaluasi pelayanan kefarmasian di apotek dengan responden yaitu konsumen dari apotek.
Standard of pharmaceutical services in the pharmacy has been governed by the decision of Kepmenkes RI Nomor 1027/Menkes/SK/IX/2004. From several studies in several city perfomed that pharmaceutical services in the pharmacy still considered not meet the standards. The purpose of this study is to describe the implementation and application of standards of pharmaceutical services in Tasikmalaya pharmacies.
The method of this research conducted with cross-sectional approach. Random sampling is done by the number of samples is 50 pharmacies at Tasikmalaya city, with respondens is pharmacists (APA), or co-pharmacists, or pharmacist assitans (TTK) at pharmacies. The data collected by interview and by using a questionnaire that consists of 4 part : demography of pharmacies, aspect of resource management, services, and service quality evaluation.
The results showed that 70% pharmacies belong to the owner of the pharmacy (PSA), 8% pharmacies have co-pharmacists, and 52% pharmacies accepted less than 10 recipe every day. Only 6% APA were present during operating pharmacies, and 80% pharmacies not implemented yet is home care services. The average score of the implementation of pharmaceutical services in pharmacy at Tasikmalaya city during 2013 can be categorized good enough by having a score of 65,40%. It can be used as a reference and evaluation materials that pharmaceutical services in Tasikmalaya pharmacies can be further enhanced. Needing to held a research with respondens is client of pharmacies.
2606221C1B006057ANALISIS PENGARUH MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA DAN KOMUNIKASI ORGANISASI TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN KOPERASI KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini berjudul: Analisis Pengaruh Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja Dan Komunikasi Organisasi Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Dinas Perindustrian, Perdagangan Dan Koperasi Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja, lingkungan kerja, komunikasi organisasi terhadap prestasi pegawai pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas. Juga untuk mengetahui variabel yang memberikan pengaruh paling besar diantara motivasi kerja, lingkungan kerja dan komunikasi organisasi terhadap prestasi kerja pegawai Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas.
Hipotesis yang diajukan adalah Motivasi kerja, Lingkungan kerja, Komunikasi organisasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi pegawai pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas. Motivasi mempunyai pengaruh paling besar terhadap terhadap prestasi kerja pegawai Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas.
Alat analisis yang digunakan adalah analisis jalur, pengujian hipotesis diakukan dengan perhitungan uji F, uji t dan perbandingan pengaruh proporsional.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Motivasi kerja, Lingkungan kerja, Komunikasi organisasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi pegawai pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas. Motivasi mempunyai pengaruh paling besar terhadap terhadap prestasi kerja pegawai Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas dibandingkan faktor lingkungan kerja dan juga komunikasi.
Implikasi dari penelitian ini adalah Untuk meningkatkan prestasi kerja pegawai, pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas sebaiknya terus mempertahankan bahkan terus meningkatkan motivasi kerja, Kondisi lingkungan kerja dan Komunikasi organisasi. Dan untuk mencapai prestasi kerja yang lebih optimal, pimpinan dapat lebih menitikberatkan pada pembinaan dan pengembangkan motivasi kerja pegawai.
This research is entitled: Analysis of Effect of Work Motivation, Work Environment and Organizational Communication Against Employee Job Performance of Industry, Trade and Cooperatives Banyumas. The research objective was to determine the effect of work motivation, work environment, organizational communication on the performance of employees at the Department of Industry, Trade and Cooperatives Banyumas. Also to determine the variables that provide the most impact among work motivation, work environment and organizational communication on job performance employee Department of Industry, Trade and Cooperatives Banyumas.
The hypothesis is work motivation, work environment, organizational communication has a significant influence on the performance of employees at the Department of Industry, Trade and Cooperatives Banyumas. Motivation has the most impact on employee job performance of Industry, Trade and Cooperatives Banyumas.
Analysis tool used is path analysis, hypothesis testing waged calculation F test, t test and comparisons proportional influence.
Based on the results of this study concluded that the work motivation, work environment, organizational communication has a significant influence on the performance of employees at the Department of Industry, Trade and Cooperatives Banyumas. Motivation has the most impact on employee job performance of Industry, Trade and Cooperatives Banyumas than work environment factors as well as communication.
The implication of this research is to improve the performance of the employee, the Department of Industry, Trade and Cooperatives Banyumas should continue to maintain and continuously improve work motivation, working conditions and organizational communication. And to achieve a more optimal performance, leaders can focus on building and development of the employees' work motivation.