Artikelilmiahs
Menampilkan 241-260 dari 52.028 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 241 | 6209 | C1B006139 | ANALISIS PENGARUH RASIO PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA | Penelitian ini berjudul "Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Indonesia". Populasi penelitian adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2010 sampai 2012. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan 26 perusahaan perbankan sebagai sampel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh rasio profitabilitas terhadap harga saham yang diukur dengan ROA (Return On Assets), ROE (Return on Equity), Dan NIM (Net Interest Margin). Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Return On Assets dan Net Interest Margin berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan harga saham. Sedangkan Return on Equity berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap perubahan harga saham. | This research entitled “Analysis of the effect of profitability ratios of the stock price on banking companies in Indonesia Stock Exchange”. The study population is a banking companies registered in Indonesia Stock Exchange from 2010 until 2012. Determination of sampel using purposive sampling and obtained a total of 26 companies were being sampled. The purpose of this study is to analyze the influence of profitability ratios of the stock price as measured by ROA (Return On Assets), ROE (Return on Equity), dan NIM (Net Interest Margin). The analysis method used in this research is multiple regression analysis. The results of this research show that Return On Assets and Net Interest Margin of the positive and significant effect to changes in stock prices. The result of the other found that Return on Equity of the positive but not significant effect to changes in stock prices. | |
| 242 | 6211 | C1A009014 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TAHUN 1991-2010 | Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 1991-2010”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh inflasi, tenagakerja, konsumsi, pengeluaran pemerintah serta jumlah penduduk terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 1991-2010, serta untuk mengetahui variable manakah yang paling mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 1991-2010. Metode penelitian ini adalah metode penelitian data sekunder dengan pendekatan studi kuantitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa koefisien determinasi sebesar (R2) 0,810. Hal ini berarti pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 1991-2010 sebesar 81 persen dipengaruhi oleh inflasi, tenagakerja, konsumsi, pengeluaran pemerintah dan jumlah penduduk. Hasil dari pengujian secara keseluruhan variable inflasi, tenagakerja, konsumsi, pengeluaran pemerintah serta jumlah penduduk terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 1991-2010 digunakanuji F, diperoleh F hitung (17,174) > F tabel (4,89), sehingga infasi, tenagakerja, konsumsi, pengeluaran pemerintah serta jumlah penduduk secara bersama-sama berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat diterima. Hasil pengujian secara parsial menggunakan t hitung dua sisi terdapat t hitung yang lebih besar dari t table dan t hitung yang lebih kecil dari t tabel. Dimana inflasi (-6.526 > -1,753), tenaga kerja(0,031 < 1,753), konsumsi (2,185 > 1,753), pengeluaran pemerintah (-1,988 > -1,753) serta jumlah penduduk (-0,712 < -1,753), sehingga secara parsial variable inflasi (X1) berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia (Y), variable tenaga kerja (X2) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia (Y), variable konsumsi (X3) berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia (Y), variable pengeluaran pemerintah (X4) berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia (Y), serta variable jumlah penduduk (X5) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia (Y). Hasil dari pengujian elastisitas koefisien regresi variable inflasi (X1) sebesar -0,218, variabel tenaga kerja (X2) sebesar 0,700, variable konsumsi (X3) sebesar 8,913, variable pengeluaran pemerintah (X4) sebesar -4,470, serta variable jumlah penduduk (X5) sebesar -35,309. Dari hasil koefisien elastisitas tersebut dapat diketahui bahwa koefisien elastisitas variable konsumsi (X3) nilainya lebih besar dibandingkan nilai koefisien elastisitas variable lainnya, dengan demikian dapat diartikan bahwa variable konsumsi memberikan pengaruh yang paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 1991-2010. Implikasi dari penelitian ini adalah tingkat inflasi seharusnya terus dijaga agar tetap stabil karena angka inflasi yang terlampau tinggi dapat menyebabkan krisis ekonomi dan juga krisis moneter, tenaga kerja di Indonesia seharusnya ditempatkan pada proyek-proyek padat karya agar kemampuan kerja mereka dapat terserap dengan baik, pemerintah harus dapat menggali potensi di pedesaan dan perkotaan untuk meningkatkan konsumsi di Indonesia, pengeluaran pemerintah harus dapat seimbang antara pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan agar tetap tercapai tujuan pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta jumlah penduduk di Indonesia harus dibekali dengan hard skill dan soft skill agar memiliki daya saing terhadap penduduk lainnya. | This research entitled "Factor Affecting Indonesia's Economic Growth in 1991-2010".The purpose of this study was to determine the effect of inflation, labor, consumption, government expenditure and total population towards economic growth in Indonesia in 1991-2010, as well as to determine which variables most affecting Indonesia's economic growth from 1991 to 2010. This research method is a method of secondary data research with quantitative study approach. The analysis used is multiple linear regression analysis. Based on the survey result revealed that the determination coefficient by (R2) 0.810. This means that economic growth in Indonesia in 1991-2010 by 81 percent affected by inflation, labor, consumption, government expenditure and population. The result of the overall test of variables inflation, labor, consumption, government expenditure,economic growth and total population toward Indonesia's economic growth in 1991-2010 used the F test, obtained F counted (17.174)> F table (4.89), thus inflation, labor, consumption, government expenditure and total population altogether affect Indonesia's economic growth was acceptable. Partial test results using two-sided t counted consisted of t counted greater than the t table and t counted smaller than t table. Where inflation (-6526> -1.753), labor (0.031 <1.753), consumption (2.185> 1.753), government expenditure (-1.988> -1.753) and population (-0.712 <-1.753), so in partial inflation (X1) variable affects Indonesia's economic growth (Y), labor (X2) variable has no effect on the growth of the Indonesian economy (Y), consumption variable (X3) has effect on economic growth in Indonesia (Y), government expenditure variable (X4) has effect on Indonesia's economic growth (Y), and total population variable (X5) has no effect on the growth of the Indonesian economy (Y). Result test of regression coefficient elasticity of inflation variable (X1) by -0,218, labor variable (X2) by 0,700, consumption variable (X3) by 8,913, government expenditure variable (X4) by -4,470, also total population variable (X5) -35,309. From the elasticity coefficient result revealed that the value of elasticity coefficient of consumption variable (X3) was bigger than the value of other variable elasticity coefficient, thus can be concluded that consumption variable gaive the biggest effect in Indonesia's economic growth in1991-2010. The implication of this research were the inflation rate should be maintained in order to remain stable because too high inflation rate can cause economic and monetary crisis, Indonesia's labor should be placed on labor-intensive projects so that their skill can be absorbed well, the government should be able to explore the potential in rural and urban areas in Indonesia to boost consumption, government expenditure must be balanced between regular expenditure and development expenditure in order to achieve the goals of economic growth in Indonesia, as well as people in Indonesia should be equipped with hard skills and soft skills in order to have a competitive edge against other resident. | |
| 243 | 6241 | C1A007040 | Pendapatan dan Konsumsi Rumah Tangga Tukang Becak Di Purwokerto | Penelitian ini berjudul: Pendapatan dan Konsumsi Rumah Tangga Tukang Becak Di Purwokerto. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jam kerja dengan pendapatan yang diperoleh tukang becak. untuk mengetahui hubungan pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga terhadap konsumsi rumah tangga tukang becak dan untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga tukang becak. Hipotesis yang diajukan adalah jam kerja dan status kepemilikan dengan pendapatan yang diperoleh tukang becak, Pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga tukang becak adalah untuk konsumsi bahan makanan pokok. Alat analisis yang digunakan adalah analisis tabulasi dan analisis deskriptif. berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Jam kerja mempunyai hubungan dengan tingkat pendapatan tukang becak. 2. Pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga mempunyai hubungan positif dengan pengeluaran konsumsi rumah tangga tukang becak. semakin besar pendapatan yang diterima tukang becak, semakin besar pula konsumsi rumah tangga. semakin banyak jumlah tanggungan keluarga, semakin besar jumlah barang dan jasa yang di konsumsi oleh rumah tangga sehingga konsumsi rumah tangga semakin besar. semakin tinggi pendapatan tukang becak, maka akan terjadi pergeseran kebutuhan bahan makanan dengan kebutuhan bukan bahan makanan. Implikasi dari penelitian ini bahwa Tukang becak hendaknya lebih memanfaatkan jam kerjanya seefektif mungkin untuk menarik becak agar pendapatannya meningkat. Pengeluaran untuk konsumsi hendaknya disesuaikan dengan tingkat pendapatan. Untuk mencukupi kebutuhan banyaknya tanggungan keluarga, keluarga tukang becak bisa menambah pendapatan tukang becak itu sendiri maupun pendapatan dari sumber lain. pemenuhan kebutuhan pokok (bahan makanan) diutamakan dengan tetap berusaha mencukupi kebutuhan lain dengan mempertimbangkan pendapatan yang dimiliki. | ABSTRACT The study is titled: Household Income and Consumption rickshaw driver in Purwokerto. The research objective was to determine the relationship of work hours with income earned rickshaw driver. To determine the relationship of family income and number of dependents in the household expenditure and the rickshaw driver to determine the pattern of family consumption expenditure cycle rickshaw. Based on the results of this study concluded that the hours used rickshaw drivers associated with the level of income received by cycle rickshaw. Income and number of dependents was positively related to household consumption expenditure cycle rickshaw. The greater the respondent earned income, the greater the household consumption expenditure. The greater the number of dependents, the greater number of goods and services consumed by households that household consumption increases. The higher the income obtained rickshaw drivers, there will be a shift between grocery needs with the needs of non-food materials. The implications of this study that the rickshaw drivers should take better advantage of his working hours as effectively as possible to pull a rickshaw in order to increase their income. Consumption expenditure rickshaw drivers should be tailored to the level of income. To meet the many needs of dependents, family rickshaw drivers can increase the revenue cycle rickshaw itself or income from other sources. Fulfillment of basic needs (food ingredients) preferred to keep trying to meet the needs of others by considering the income they have. Keyword: income, comsumption, household | |
| 244 | 6210 | C1A006049 | STUDI KELAYAKAN AGROWISATA KEBUN JAMBU BIJI DI DESA TAMBAKSOGRA KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul “Studi Kelayakan Agrowisata Kebun Jambu Biji di Desa Tambaksogra Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisi karakteristik pengunjung agrowisata kebon jambu di Desa Tarmaksorga, menganalisis kelayakan usaha agrowisata kebon jambu di Desa Tambaksogra dan menganalisis tingkat kepekaan atau sensitivitas kondisi kelayakan usaha agrowisata kebon jambu di Desa Tambaksogra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengunjung dan menganalisis kelayakan usaha agrowisata kebun jambu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu menghitung analisis kelayakan usaha dengan kriteria NPV, BCR dan IRR. Kemudian penelitian ini juga menghitung periode pengembalian modal (pay back period) dan analisis sensitivitas. Karakteristik pengunjung Agrowisata Kebon Jambu adalah responden berjenis kelamin perempuan sebesar 54%. Pendidikan terakhir pengunjung adalah SMA sebesar 45%. Sebagian besar pengunjung bekerja sebagai wiraswasta sebesar 35%. Pendapatan pengunjung adalah Rp 2.000.000 sampai Rp 3.000.000 sebesar 52%. Frekuensi jumlah kunjungan sebagian besar pengunjung mencapai 2 sampai 3 kali kunjungan sebesar 51%. Kemudian pengunjung menginginkan penambahan fasilitas outlet jus sebesar 51%, dari hasil karakteristik pengunjung diatas dapat diketahui bahwa agrowisata kebun jambu biji memiliki prospek yang bagus dan peluang pengembanganya semakin terbuka. Dari hasil analisis kelayakan, usaha agrowisata kebon jambu biji di Desa Tambaksorga layak untuk dijalankan karena berdasarkan perhitungan diperoleh Net Present Value (NPV) lebih besar daripada 0 yaitu Rp 378.985.412,72, Benefit Cost Ratio (BCR) lebih besar dari pada 1 yaitu 1,90 dan Internal Rate of Return (IRR) lebih besar dari tingkat suku bunga deposito (6%) yaitu 59,85 persen. Payback Period yaitu 5 tahun, 1 bulan, 28 hari. Usaha ini lebih sensitif terhadap penurunan pendapatan dibandingkan kenaikan biaya. Kenaikan biaya mencapai 90%, NPV yang diperoleh sebesar (1.828.369,78). Kemudian penurunan pendapatan mencapai 48% akan menghasilkan (5.398.400,08). Karena persentase penurunan pendapatan lebih kecil dibandingkan persentase kenaikan biaya, maka penurunan pendapat lebih sensitif daripada kenaikan biaya. Dari hasil tersebut dapat diimplikasikan bahwa usaha agrowisata kebon jambu biji dapat dikembangkan pada daerah lain untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi wisata dan ekonomi Kabupaten Banyumas. Harga jual dan produktivitas setiap pohon jambu biji harus dipertahankan dan diusahakan untuk meningkat karena terbukti penurunan pendapatan lebih sensitif terhadap kelayakan usaha dibanding kenaikan biaya produksi. Untuk meningkatkan produktivitas setiap pohon jambu dapat dilakukan dengan cara perawatan secara berkala, perluasan skala usaha, mengembangkan produk baru serta mengembangkan penggunaan teknologinya. | This study entitled "Feasibility Study of Agro gardens in the village of Guava Tambaksogra Contribute Banyumas district". The purpose of this study was to analyze the characteristics of guava garden visitors in the village agrotourism Tarmaksorga, analyze the feasibility agro cashew garden at Village Tambaksogra and analyze the sensitivity or sensitivity feasibility conditions agro cashew garden at Village Tambaksogra. This study aimed to investigate the characteristics of visitors and analyze the feasibility agro guava orchard. The method used in this study, the feasibility analysis to calculate the NPV criteria, BCR and IRR. Then this study also calculates the payback period (pay back period) and sensitivity analysis. Visitor characteristics Agro Cashew Kebun is female respondents by 54%. Last visitors are high school education by 45%. Most visitors to work as self-employed by 35%. Visitor revenue was Rp 2,000,000 to Rp 3,000,000 by 52%. The frequency of the number of visits for most visitors reach 2 to 3 visits by 51%. Then visitors want additional facilities juice outlets by 51%, from the results of visitor characteristics above can be seen that the guava orchard agro-tourism has good prospects and opportunities pengembanganya more open. From the results of the feasibility analysis, agro enterprise guava garden in the village Tambaksorga feasible because the calculation is based on the Net Present Value (NPV) is greater than 0, Rp 378.985.412,72, Benefit Cost Ratio (BCR) greater than 1 is 1 , 90 and the Internal Rate of Return (IRR) is greater than the deposit interest rate (6%) is 59,85 percent. Payback Period 5 years, 1 months, 28 days. This effort is more sensitive to the decrease in revenue compared to cost increases. Cost increases to 90%, NPV obtained for (1.828.369,78) Then reached 48% decline in revenue will result in (5.398.400,08). Because the percentage of revenue decreased less than the percentage increase in costs, the decline is more sensitive than the opinion of cost increases. From the results it can be implied that the guava garden ecotourism businesses can be developed in other areas to develop and harness the economic potential of tourism and Banyumas. Selling prices and productivity every guava trees should be preserved and cultivated to increase as incomes decline proved more sensitive to feasibility than the increase in production costs. To increase the productivity of each tree nuts can be done by way of regular maintenance, expansion of business scale, developing new products and expanding the us e of technology. | |
| 245 | 6216 | C1A009064 | PERAN AKTIF WANITA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA MISKIN : STUDI KASUS WANITA PEMBATIK DI KECAMATAN SUSUKAN, KABUPATEN BANJARNEGARA | Penelitian ini Berjudul “Peran Aktif Wanita Dalam Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga Miskin: (Studi Kasus Wanita Pembatik di Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel umur, jam kerja, produksi, lama bekerja, dan ketrampilan wanita pembatik terhadap pendapatan wanita pembatik di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara dan akan dapat ditemukan juga kontribusi pendapatan wanita pembatik terhadap pendapatan rumah tangga di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara tahun 2013. Jumlah responden sebanyak 76 di mana seluruh populasi sebanyak 320 orang wanita pembatik. pengambilan data dilakukan dengan metode quota purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi berganda (double log model). Berdasarkan analisis regresi berganda diperoleh bahwa variabel jam kerja, produksi, dan ketrampilan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan wanita pembatik. Sedangkan variabel umur dan lama bekerja secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan wanita pembatik. hasil pengujian secara bersama-sama menyatakan bahwa variabel umur, jam kerja, produksi, lama bekerja, dan ketrampilan wanita pembatik secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan wanita pembatik di Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Ditemukan pula bahwa persentase kontribusi pendapatan wanita pembatik terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 50,95 persen atau dapat dikatakan kontribusinya besar. Implikasi dari penelitian ini adalah Untuk meningkatkan pendapatan pembatik dapat dilakukan dengan memperbanyak jam kerja, memperbanyak produksi kain, dan meningkatkan ketrampilan dalam membatik. Sehingga dengan peningkatan pendapatan maka kesejahteraan keluarga akan semakin meningkat. Pekerjaan sebagai pembatik hendaknya ditekuni dengan baik oleh ibu rumah tangga karena dapat meningkatkan pendapatan keluarga yang cukup besar bagi rumah tangga di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. Sehingga selain mengurus rumah tangga, ibu rumah tangga juga dapat ikut berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan keluarga dengan pekerjaanya sebagai pembatik. | This study Titled " Role Of Women In Improving Poor Household Income: (A Case Study in the District Women's Batik Susukan, Banjarnegara). This study aimed to analyze the variables of age, hours of work, production, old work, and the skills on income women in the District of batik Susukan Banjarnegara. It is also to count the contributing of revenue batik women on household incomes in the district. Number of respondents were couted of 76 samples in which the entire population of 320 women batik. Data collection was conducted by using purposive quota sampling. Data analysis method that used is multiple regression (by double log model). Based on multiple regression analysis it found that the variable hours of work, production, and skill in partially have positive and significant effect on income women batik. While the variable age and long work partially no significant effect on female earnings batik. The test results the variable of age, hours of work, production, old work, and skills women jointly significant effect on income women in the District Susukan batik. It was also found that the percentage of contribution income batik women on household income determinate by 50.95 percent or it can be said to be a hight contribution. The implication of this research is to increase revenue batik can be done by extending working hours, increased production of cloth, and improve skills in batik. So, it will increase family income. Working as batik should be well occupied by the housewife because it can increase their family income significant to households in the District Susukan Banjarnegara. Beside to take care of the household, housewives can also contribute in increasing the family income with then activity by batik workers. | |
| 246 | 6212 | C1C009003 | PENGUKURAN AKUNTANSI SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENGUNGKAPANNYA PADA LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) SE-EKS KARESIDENAN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul “Pengukuran Akuntansi Sumber Daya Manusia dan Pengungkapannya pada Laporan Keuangan Perusahaan Daerah Air minum (PDAM) Se-Eks Karesidenan Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah biaya sumber daya manusia yang dapat dikonversi menjadi nilai aset perusahaan dan mengetahui perbedaan laba antara laporan keuangan berdasarkan akuntansi konvensional dengan akuntansi sumber daya manusia. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis data sekunder. Data diperoleh dari laporan keungan yang disusun Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) se-eks Karesidenan Banyumas. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis uji t. Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat perbedaan laba antara Akuntansi Konvensioanl dengan Akuntansi Sumber Daya Manusia (ASDM), hal ini ditunjukkan nilai p (0,040) < 0,05. Akuntansi sumber daya manusia layak untuk dipergunakan oleh PDAM karena informasi mengenai SDM dapat didefinisikan, terukur, relevan dan nilainya dapat diandalkan. Namun demikian, PDAM seeks karesidenan Banyumas belum menerapkan ASDM. Implikasi penelitian sebaiknya PDAM mempertimbangkan untuk menerapkan akuntansi sumber daya manusia dalam menyusun laporan keuangan. Kata kunci : Sumber daya manusia, laba operasional, akuntansi. | This research entitled “ The measuring and disclosure of Human Reseources Accounting on Financial Statement of Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banyumas Regions”. The purpose of this research are to find out the amount of fees human resources that can be converted into the company asset and to finding out significance difference between earnings on conventional accounting financial statements with the accounting of human resources. The research was conducted with secondary data analysis method. Data obtained from financial statements of PDAM Banyumas Region. The t-test is used to analysis data. Base on the research can be conclussion that significance difference between earnings on conventional accounting financial statements with the accounting of human resources ( p = 0.040 < 0.05 ). Accounting human resources can be used by PDAM because information on the human reseources can be defined, measurable, relevant and reliable value. In fact, PDAM of the Banyumas Region have not apply human reseources accounting. Base on the conclussion can suggested that PDAM of Banyumas Region should consider to apply accounting human resources in financial report. Keywords : Human resources, operational income, accounting. | |
| 247 | 6213 | C1K009034 | THE INFLUENCE OF BI RATE, LEVEL OF INFLATION, WORLD GOLD PRICE, OIL PRICE, AND IDR EXCHANGE RATE AGAINST USD TOWARDS THE LQ-45 INDEXES IN THE INDONESIAN STOCK EXCHANGE | This research is entitled ” The Influence of BI Rate, Level of Inflation, World Gold Price, Oil Price, and IDR Exchange Rate against USD on the LQ-45 Indexes in the Indonesian Stock Exchange”. The aim of this research was to examine the influence of inflation, world gold price, oil price, and IDR exchange rate against USD on the LQ-45 indexes in the Indonesian Stock Exchange. During the observation period between the years 2009-2012 occurred a phenomenon in which the relationship between macroeconomic variables with the LQ-45 index movement was not in accordance with the theory. This study used multiple linier regression analysis as the method perform with SPSS 16.0. The results of this research indicated that BI rate and IDR exchange rate against USD had negative effect on LQ-45 index, level of inflation and oil prices had no effect on LQ-45 index, and world gold prices had positive effect on LQ-45 index in Indonesian Stock Exchange. | This research is entitled ” The Influence of BI Rate, Level of Inflation, World Gold Price, Oil Price, and IDR Exchange Rate against USD on the LQ-45 Indexes in the Indonesian Stock Exchange”. The aim of this research was to examine the influence of inflation, world gold price, oil price, and IDR exchange rate against USD on the LQ-45 indexes in the Indonesian Stock Exchange. During the observation period between the years 2009-2012 occurred a phenomenon in which the relationship between macroeconomic variables with the LQ-45 index movement was not in accordance with the theory. This study used multiple linier regression analysis as the method perform with SPSS 16.0. The results of this research indicated that BI rate and IDR exchange rate against USD had negative effect on LQ-45 index, level of inflation and oil prices had no effect on LQ-45 index, and world gold prices had positive effect on LQ-45 index in Indonesian Stock Exchange. | |
| 248 | 6186 | C1B008126 | pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh tuntutan tugas, tuntutan peran, dan tuntutan antar pribadi terhadap stres kerja. Pengaruh stres kerja terhadap kinerja. Disamping itu untuk mengetahui variabel mana yang member pengaruh paling besar antara tuntutan tugas, tuntutan peran dan tuntutan antar pribadi terhadap stres kerja. Sampel yang digunakan adalah karyawan lapangan PT. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Purwokerto sebanyak 74 responden. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah regresi linear berganda dan regresi linear sederhana, dengan menggunakan program SPSS statistik 17. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tuntutan tugas, peran dan antar prbadi memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap stres kerja. Stres kerja memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja. Serta tuntutan antar pribadi memberikan pengaruh yang paling besar terhadap stres kerja. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu: (1) PT. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG perlu mengelola tuntutan tugas untuk mengurangi tingkat stres dengan cara memberikan kelonggaran waktu bagi karyawan dalam meyelesaikan pekerjaannya, target yang akan diberikan perlu disesuaikan lagi dengan kemampuan masing-masing karyawan, atasan perlu memberikan feedback mengenai tugas-tugas apa saja yang akan karyawan lakukan agar tidak terjadi suatu kebingungan. (2) T. Asuransi Jiwa Sinarmas juga sebaiknya memperhatikan pengaruh tuntutan peran karena tuntutan peran yang selama ini dialami oleh karyawan berdampak menaikkan stres pada karyawan. Perusahaan perlu memperhatikan lagi konflik peran yang terjadi pada setiap karyawan, menyediakan segala macam informasi yang dibutuhkan karyawan untuk dapat meyelesaikan pekerjaannya, serta memilih karyawan dengan keahlian dan pengetahuan yang sama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. (3) Untuk mengurangi tingkat stres karyawan, PT. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG sebaiknya memperhatikan pengaruh tuntutan antar pribadi karena tuntutan antar pribadi yang selama ini dialami oleh karyawan berdampak menaikkan stres pada karyawan. Perusahaan harus dapat menciptakan suatu kondisi kerja yang kondusif bagi karyawan antara lain dengan menjalin komunikasi yang lebih baik sehingga akan menimbulkan saling pengertian baik antara karyawan dengan atasan maupun antara karyawan satu dengan yang lainnya. (4) Pentingnya mengurangi stres kerja karena dapat berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan adalah hasil dari penelitian ini, jadi PT. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Purwokerto harus lebih memperhatikan jika para karyawannya telah mengalami gejala stres kerja maka harus segera diselesaikan, karena walaupun tingkat stres kerja pada PT. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Purwokerto saat ini adalah kecil atau rendah namun itu bisa saja langsung berubah sewaktu - waktu. (5) Tuntutan antar pribadi mempunyai pengaruh paling besar terhadap stres kerja pada karyawan, mendasari hal itu PT. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Purwokerto harus lebih meningkatkan lagi hubungan antar karyawan dan juga hubungan antara karyawan dengan atasan agar tingkat stres dapat dikurangi dengan cara berlibur bersama – sama untuk meningkatkan keakraban dan memberikan pelatihan untuk memahami kepribadian seseorang. | This research aimed to determine the effect of job demands, role demands, and interpersonal demands of the work stress. The effect of work stress on performance. In addition to knowing where the member variables most impact between the job demands, role demands and interpersonal demands of the work stress. The samples are field employees of PT. Life insurance Sinarmas MSIG Purwokerto by 74 respondent. The method used to analyze the data is linear regression and simple linear regression, using the statistical program SPSS 17. The result of this research was concluded that job demands, role demands and interpersonal demands provide a positive and significant effect on work stress. Work stress provide a positive and significant impact on performance. And interpersonal demands the greatest impact on job stress. The implications of the above conclusions are: (1) PT. Life insurance Sinarmas MSIG Purwokerto needs to manage the demands of the task to reduce stress levels by providing a grace period for employees to finish the job, targets will need to be adjusted again be given to the ability of each employee, leaders need to provide feedback on what tasks employees are going to do in order to avoid a confusion. (2) Because of the nature of stress is damaging the PT. Life insurance Sinarmas MSIG Purwokerto should also pay attention to the influence of the demands of the role due to the demands of the role that had been experienced by raising the affected employee stress on employees. Companies need to pay attention more role conflict occurs in every employee, provide all kinds of information needed to be able to finish the job the employee, and select employees with the same skills and knowledge to complete a job. (3) To reduce the stress levels of employees, PT. Life insurance Sinarmas MSIG Purwokerto should pay attention to the demands of interpersonal influence as interpersonal demands that had been experienced by raising the affected employee stress on employees. Companies must be able to create a conducive working conditions for employees, among others, to establish better communication that will lead to better understanding between employees and employers and between employees with one another. (4) The importance of reducing job stress because it can have a significant effect on employee performance is the result of this study, so PT. Life insurance Sinarmas MSIG Purwokerto should pay more attention if the employees have experienced the symptoms of job stress should be resolved, although the level of work stress on PT. Sinarmas MSIG Insurance Purwokerto today are small or low, but it could have been directly change at any time. (5) Interpersonal demands have the most influence on employee job stress, underlying that PT. Life insurance Sinarmas MSIG Purwokerto should further enhance the relationship between employees and also the relationship between employees and employers that stress levels can be reduced by way of a vacation together to increase familiarity and provide training to understand the personality of a person. | |
| 249 | 6215 | C1B009009 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA | Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Dalam Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Pertambangan Di Bursa Efek Indonesia”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel current ratio, debt to equity ratio, return on equity, return on asset dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh sebanyak 12 perusahaan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah 1) Current Ratio berpengaruh positif terhadap pengungkapan CSR. 2) Debt to Equity Ratio berpengaruh negatif terhadap pengungkapan CSR. 3) Return On Equity berpengaruh positif terhadap pengungkapan CSR. 4) Return On Asset berpengaruh positif terhadap pengungkapan CSR. 5) Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan CSR. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda dengan syarat lolos uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, multikolinieritas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa debt to equity ratio terbukti mempunyai pengaruh negatif terhadap pengungkapan CSR dan ukuran perusahaan juga terbukti mempunyai pengaruh positif terhadap pengungkapan CSR, sedangkan variabel lain yaitu current ratio, return on equity, return on asset tidak berpengaruh terhadap pengungkapan CSR. Sebagai implikasi dari penelitian ini, pihak manajemen perusahaan agar dapat lebih lengkap dalam dalam mengungkapkan tanggung jawab sosial perusahaan dalam laporan tahunan agar dapat menjadi informasi tambahan yang dapat digunakan sebagai strategi bisnis untuk kemakmuran para stakeholder. | The title of this study "The Factors That Can Influence Of Corporate Social Responsibility (CSR) Towards Financial Performance on the Corporate Sector Mining Listed in Indonesia Stock Exchange Period 2008-2011". Purpose of this study is to investigate and analyze the effect of current ratio, debt to equity ratio, return on equity, return on asset, and firm size of the Corporate Social Responsibility . Determination of sample using purposive sampling and obtained as many as 12 companies. The hypothesis of this study is 1) current ratio positive effect on CSR. 2) debt to equity ratio negative effect on CSR. 3) return on equity positive effect on CSR. 4) return on assets negative effect on CSR. 5) firm size positive effect on CSR. Analysis of the data used in this study is a multiple regression analysis with the proviso passed the test of classical assumption of normality test, multicollinearity, heteroscedasticity, and autocorrelation. The results stated that debt to equity ratio to have a negative effect on the CSR and firm size to have a positive effect on the CSR, while the other variables are current ratio, return on equity and return on asset has no effect on the CSR. As the implications of this research, the company's management in order to more fully in Corporate Social Responsibility expressed in the annual report so that it can be additional information that can be used as a business strategy for the prosperity of the stakeholders. | |
| 250 | 5724 | E1A009021 | Peran Polri Dalam Pengamanan Unjuk Rasa Dalam Perspektif Perlindungan Hak Asasi Manusia | Konsekuensi logis dari ditetapkannya konsep Negara hukum, bahwa segala penyelenggaraan pemerintahan harus berdasarkan hukum (baik hukum tertulis maupun hukum tidak tertulis). Dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan dikenal bentuk-bentuk instrument hukum dalam bentuk peraturan perundang-undangan, peraturan kebijakan, keputusan tata usaha negara, rencana bahkan bentuk peraturan intern (Interne Regeling). Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai pengayom, pelindung, dan penjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat, dalam menjalankan tugasnya selalu bersinggungan dengan masyarakat (Hak). Dalam konteks Polri sebagai penjaga ketertiban juga wajib melaksanakan tugasnya yang didasarkan pada ketentuan peraturan hukum. PROTAP Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai salah satu interne regeling yang secara hirarki peraturan mengikat pada setiap anggota Polri. Disisi lain, PROTAP Kepolisian Negara Republik Indonesia tentang pengamanan unjuk rasa, secara substansi bersinggungan dengan undang-undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Dalam penanggulangan unjuk rasa yang anarkis Polri diperbolehkan melakukan tindakan kekerasan berupa upaya represif dan tidak melanggar hukum, karena Polri menjalankan perintah Undang-Undang dan dapat dibenarkan karena diatur pengecualian tentang tindakan tersebut, namun sebisa mungkin menghindari upaya represif tersebut dan menggunakan cara lain yang menghindari tindakan kekerasan. Polri dalam hal tersebut melakukan tindakan tidak sesuai dengan PROTAP Kepolisian Negara Republik Indonesia maka merupakan suatu tindakan kekerasan yang melanggar Hak Asasi Manusia dan konsekuensi dari pada pelanggaran tersebut bagi anggota Polri dikenakan sanksi, berupa sanksi kode etik dan disiplin Polri. | Logical consequence of the enactment of the concept of rule of law, that all governance must be based on the law (both written law and unwritten law). In the implementation of governance known forms of legal instrument in the form of legislation, policy regulations, administrative decisions, plans and even the form of internal regulation (InterneRegeling). Indonesian National Police, as a protector, protector, and maintain order and peace of the community, in carrying out its duties are always in contact with the public (right). In the context of police to maintain order also required to perform duties which are based on the provisions of the law. Indonesian National Police Department Standard Operating Procedure as one interne Regeling hierarchy that rules binding on every member of the Police. On the other hand, Indonesian National Police Department Standard Operating Procedure about security demonstrations, substantially intersect with law No.. 39 Year 1999 on Human Rights. In response to protests anarchist police be allowed to commit acts of violence and repressive efforts are not breaking the law, because the Police Act execute commands and can be justified as an exception set on the action, but as much as possible to avoid the repressive efforts and using other means to avoid action violence. Police in that case did not act in accordance with the Indonesian National Police Department Standard Operating Procedure is a violent act that violates human rights and the consequences of the offense penalized for police officers, a code of conduct and disciplinary sanctions Police. | |
| 251 | 6217 | C1C008030 | PENGARUH PENGETAHUAN DEWAN TENTANG ANGGARAN TERHADAP PELAKSANAAN PENGAWASAN ANGGARAN: HUBUNGAN LEGISLATIF-EKSEKUTIF SEBAGAI VARIABEL MODERATING (Survey pada DPRD Eks-Karesidenan Banyumas) | Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh anggota badan anggaran DPRD di Eks-Karisidenan Banyumas. penilitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh antara pengetahuan dewan tentang anggaran terhadap pelaksanaan pengawasan anggaran dengan menggunakan variabel moderasi yaitu hubungan legislatif-eksekutif. penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan data primer dengan sampel seluruh anggota badan anggaran yang terlibat langsung dalam proses penyusunan dan pengawasan anggaran. metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. analisis data yang digunakan yaitu uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, sedangkan untuk pengujian hipotesis menggunakan regresi sederhana dan uji nilai selisih mutlak. hasilnya adalah semua variabel valid dan dapat diandalkan , serta uji asumsi klasik dapat terpenuhi. hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dewan tentang anggaran berpengaruh positif signifikan terhadap pelaksanaan pengawasan anggaran. namun, hubungan legislatif-eksekutif tidak memoderasi hubungan antara pengetahuan dewan tentang anggaran terhadap pelaksanaan pengawasan anggaran | the subjects of this research were all members of parliament in the agency budgets in ex-Karisidenan Banyumas. this research is to examine the relationship between budgeting knowledge councuil and implementation of budget control by incorporating moderating variable, namely legislative-executive relations. this research is quantitative research using primary data with samples all members of the budget agency who involved in the process of preparing and monitoring the budget. data collecting method used is a questionnaire. data analyze methods are validity and reliability tests, classic assumption analysis, hypothesis analysis that used are single regression and absolut difference analysis. the result are all variables valid and reliable, fulfill classic assumption analysis. the result in this research show that budgeting knowledge council has a significant positive effect on the implementation of the budget control. however, legislative-executive relations didn't moderate the relationship between budgeting knowledge council and implementation of budget control | |
| 252 | 6219 | G1F009043 | EVALUASI PENERAPAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KOTA TASIKMALAYA | Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek telah diatur oleh Kepmenkes RI Nomor 1027/Menkes/SK/IX/2004. Hasil penelitian di beberapa kota menunjukkan bahwa pelayanan kefarmasian yang dilakukan di apotek masih dikategorikan kurang memenuhi standar yang telah ditentukan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui gambaran pelaksanaan dan penerapan standar pelayanan kefarmasian di apotek kota Tasikmalaya. Metode penelitian dilakukan secara deksriptif dengan pendekatan cross sectional, dan pengambilan sampel secara acak sederhana. Sampel adalah apotek di kota Tasikmalaya yang tidak berada dalam naungan rumah sakit dan terdaftar di Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya yaitu berjumlah 50 apotek. Responden adalah Apoteker Pengelola Apotek, atau Apoteker Pendamping, atau Tenaga Teknis Kefarmasian. Cara pengumpulan data adalah dengan wawancara dan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 4 bagian, yaitu demografi apotek, aspek pengelolaan sumber daya, aspek pelayanan dan aspek evaluasi mutu pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan 70% apotek merupakan milik Pemilik Sarana Apotek, 8% apotek mempunyai apoteker pendamping, dan 52% apotek menerima resep kurang dari 10 lembar setiap harinya. Apoteker yang hadir selama jam buka apotek hanya 6%, dan pelayanan home care belum dilaksanakan oleh 80% apotek. Rata-rata skor penerapan standar pelayanan kefarmasian di apotek kota Tasikmalaya pada tahun 2013 dapat dikategorikan cukup dengan skor 65,40%. Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai acuan dan bahan evaluasi, sehingga pelayanan kefarmasian di apotek kota Tasikmalaya dapat lebih ditingkatkan lagi. Perlu dilakukan penelitian tentang evaluasi pelayanan kefarmasian di apotek dengan responden yaitu konsumen dari apotek. | Standard of pharmaceutical services in the pharmacy has been governed by the decision of Kepmenkes RI Nomor 1027/Menkes/SK/IX/2004. From several studies in several city perfomed that pharmaceutical services in the pharmacy still considered not meet the standards. The purpose of this study is to describe the implementation and application of standards of pharmaceutical services in Tasikmalaya pharmacies. The method of this research conducted with cross-sectional approach. Random sampling is done by the number of samples is 50 pharmacies at Tasikmalaya city, with respondens is pharmacists (APA), or co-pharmacists, or pharmacist assitans (TTK) at pharmacies. The data collected by interview and by using a questionnaire that consists of 4 part : demography of pharmacies, aspect of resource management, services, and service quality evaluation. The results showed that 70% pharmacies belong to the owner of the pharmacy (PSA), 8% pharmacies have co-pharmacists, and 52% pharmacies accepted less than 10 recipe every day. Only 6% APA were present during operating pharmacies, and 80% pharmacies not implemented yet is home care services. The average score of the implementation of pharmaceutical services in pharmacy at Tasikmalaya city during 2013 can be categorized good enough by having a score of 65,40%. It can be used as a reference and evaluation materials that pharmaceutical services in Tasikmalaya pharmacies can be further enhanced. Needing to held a research with respondens is client of pharmacies. | |
| 253 | 6221 | C1B006057 | ANALISIS PENGARUH MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA DAN KOMUNIKASI ORGANISASI TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN KOPERASI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul: Analisis Pengaruh Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja Dan Komunikasi Organisasi Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Dinas Perindustrian, Perdagangan Dan Koperasi Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja, lingkungan kerja, komunikasi organisasi terhadap prestasi pegawai pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas. Juga untuk mengetahui variabel yang memberikan pengaruh paling besar diantara motivasi kerja, lingkungan kerja dan komunikasi organisasi terhadap prestasi kerja pegawai Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas. Hipotesis yang diajukan adalah Motivasi kerja, Lingkungan kerja, Komunikasi organisasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi pegawai pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas. Motivasi mempunyai pengaruh paling besar terhadap terhadap prestasi kerja pegawai Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas. Alat analisis yang digunakan adalah analisis jalur, pengujian hipotesis diakukan dengan perhitungan uji F, uji t dan perbandingan pengaruh proporsional. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Motivasi kerja, Lingkungan kerja, Komunikasi organisasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi pegawai pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas. Motivasi mempunyai pengaruh paling besar terhadap terhadap prestasi kerja pegawai Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas dibandingkan faktor lingkungan kerja dan juga komunikasi. Implikasi dari penelitian ini adalah Untuk meningkatkan prestasi kerja pegawai, pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas sebaiknya terus mempertahankan bahkan terus meningkatkan motivasi kerja, Kondisi lingkungan kerja dan Komunikasi organisasi. Dan untuk mencapai prestasi kerja yang lebih optimal, pimpinan dapat lebih menitikberatkan pada pembinaan dan pengembangkan motivasi kerja pegawai. | This research is entitled: Analysis of Effect of Work Motivation, Work Environment and Organizational Communication Against Employee Job Performance of Industry, Trade and Cooperatives Banyumas. The research objective was to determine the effect of work motivation, work environment, organizational communication on the performance of employees at the Department of Industry, Trade and Cooperatives Banyumas. Also to determine the variables that provide the most impact among work motivation, work environment and organizational communication on job performance employee Department of Industry, Trade and Cooperatives Banyumas. The hypothesis is work motivation, work environment, organizational communication has a significant influence on the performance of employees at the Department of Industry, Trade and Cooperatives Banyumas. Motivation has the most impact on employee job performance of Industry, Trade and Cooperatives Banyumas. Analysis tool used is path analysis, hypothesis testing waged calculation F test, t test and comparisons proportional influence. Based on the results of this study concluded that the work motivation, work environment, organizational communication has a significant influence on the performance of employees at the Department of Industry, Trade and Cooperatives Banyumas. Motivation has the most impact on employee job performance of Industry, Trade and Cooperatives Banyumas than work environment factors as well as communication. The implication of this research is to improve the performance of the employee, the Department of Industry, Trade and Cooperatives Banyumas should continue to maintain and continuously improve work motivation, working conditions and organizational communication. And to achieve a more optimal performance, leaders can focus on building and development of the employees' work motivation. | |
| 254 | 6222 | G1A006115 | An Analysis of Modality and Politeness in “Mulan” The Movie | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan modality dan strategi politeness pada ujaran-ujaran yang gunakan oleh tokoh-tokoh di film Mulan. Dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data. Data dari penelitian ini adalah ujaran-ujaran yang gunakan oleh tokoh-tokoh di film Mulan yang mengandung ekspresi modal dan strategi politeness. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 50 ujaran dengan ekspresi modal. Ujaran-ujaran ini dikelompokkan ke dalam jenis modality Modalization dan Modulation. Terdapat 40 ujaran yang termasuk ke dalam Modalization dan 10 ujaran yang termasuk ke dalam Modulation. Berdasarkan strategi politeness, 50 ujaran-ujaran yang digunakan oleh tokoh-tokoh di film Mulan dikelompokkan ke dalam empat kelompok. Terdapat 30 ujaran yang menggunakan Bald On-record, 9 ujaran yang menggunakan Positive politeness, 6 ujaran yang menggunakan Negative politeness, dan 4 ujaran yang menggunakan Off-record. Peneliti menemukan hubungan antara modality dan strategi politeness yaitu bahwa keduanya memiliki kesamaan penggunaan dalam menyampaikan maksud dan niat pembicara kepada pendengar. Kata kunci: modal, modality, strategi politeness, ujaran | ABSTRACT The research was aimed to identify the use of modality and politeness strategy in the utterances of the characters in Mulan the movie. In this research, descriptive qualitative method is used to analyze the data. The data are utterances of the character in Mulan the Movie that contain modal expression and politeness strategy. The result shows that there are 50 utterances with modal expression. Those utterances are classified into Modalization and Modulation type of modality. There are 40 utterances that belong to Modalization type and 10 utterances belong to Modulation type. Based on politeness strategy, the 50 utterances of the characters in Mulan the movie are categorized into four classifications. There are 30 utterances that belong to Bald On-record, 9 utterances that belong to Positive politeness, 6 utterances that belong to Negative politeness, and 4 utterances that belong to Off-record. The researcher found the relationship between modality and politeness strategy that is both modality and politeness strategy has similarity in use to deliver the meaning and the intention of the speaker to the hearer. Keywords: modal, modality, politeness strategy, utterance | |
| 255 | 6218 | C1B006093 | PENGARUH STOCK SPLIT, LIKUIDITAS SAHAM DAN VOLUME PERDAGANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN DI BURSA EFEK INDONESIA | Penelitian ini berjudul : Pengaruh Stock Split, Likuiditas Saham Dan Volume Perdagangan Terhadap Return Saham Perusahaan Di Bursa Efek Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh Stock split, likuiditas saham dan volume perdagangan saham terhadap return saham. Hipotesis yang diajukan adalah Stock split mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap return saham, likuiditas saham mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap return saham dan volume perdagangan mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap return saham. Alat analisis yang digunakan adalah analisis analisis regresi berganda dengan uji F, uji t dan uji asumsi klasik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Stock split mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap return saham, likuiditas saham mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap return saham dan volume perdagangan tidak mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap return saham. Implikasi dari penelitian ini adalah pada harga saham yang terlalu tinggi hendaknya perusahaan di Bursa Efek Indonesia Stock Split untuk meningkatkan return. Bagi Investor dapat memanfaatkan momentum Stock Split, karena setelah Stock Split, suatu saham menjadi lebih sering diperjual belikan dan berpeluang untuk mendapatkan return. Investor tidak perlu memperhatikan peningkatan volume perdagangan saham, karena peningkatan volume perdagangan saham tidak mempengaruhi return. | The study is entitled: Effect of Stock Split, Stock Liquidity and Stock Return Against Company Trading Volume In Indonesia Stock Exchange. The research objective was to determine the effect of stock split, stock liquidity and trading volume on stock returns. The hypothesis is Stock split has a significant positive effect on stock returns, liquidity stock has a significant positive effect on stock returns and trading volume has a significant positive effect on stock returns. The analytical tool used is the analysis of multiple regression analysis with the F test, t test and the classical assumptions. Based on the results of this study concluded that the stock split has a significant positive effect on stock returns, liquidity stock has a significant positive effect on stock returns and trading volume does not have a significant positive effect on stock returns. The implication of this research is on the share price is too high should companies in Indonesia Stock Exchange Stock Split to boost returns. Investors can take advantage of the momentum for Stock Split, because after a stock split, a stock to be traded more frequently and get a chance to return. Investors do not need to pay attention to the increased volume of stock trading, stock trading volume due to the increase does not affect the return. | |
| 256 | 6224 | G1A006008 | GENDER INJUSTICE IN MARGARET LANDON’S ANNA AND THE KING OF SIAM | Abstrak Penelitian ini menganalisis representasi dari ketidakadilan gender serta sebab dan akibatnya dalam novel yang berjudul Anna and the King o Siam karya Margaret Landon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui macam-macam representasi ketidakadilan gender serta sebab dan akibatnya dalam novel tersebut. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan teori feminis dari Simine de Beauvoir. Ada 4 macam representasi dari ketidakadilan gender yaitu: gender dan stereotip, gender dan subordinasi, gender dan marginalisasi, serta gender dan kekerasan. Penyebab adanya ketidakadilan gender yaitu: budaya dan tradisi, serta agama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari analisis data 2 ditemukan bahwa ada 3 representasi dari ketidakadilan gender diantaranya: pertama stereotip yang menempel pada perempuan sebagai makhluk yang lemah dan sebagai mesin pencetak anak. Kedua adalah subordinasi yang memposisikan perempuan pada posisi yang lemah. Ketiga adalah kekerasan, dalam hal ini kekerasan secara psikologis dan seksual. Adapun penyebab dari ketidakadilan dalam novel ini adalah budaya. Sedangkan akibatnya adalah: pemberontakan Tuptim dan kurangnya perhatian dari raja Mongkut terhadap anak-anaknya. Kata kunci: gender, patriarki, anggapan, subordinasi, kekerasan | Abstract This research analyzes representations of gender injustice and its causes and effects which are found in a novel entitled “Anna and the King of Siam”. The purposes of this research are to find out the representations of gender injustice and its causes and effects as reflected in the novel. The data are analyzed by using the theory of feminism by Simone de Beauvoir. This research uses descriptive qualitative method. There are four representations of gender injustice such as: gender and stereotypes, gender and marginalization, gender and subordination, as well as gender and violence. The causes of gender injustice namely: culture and tradition, and also religion. The result shows that there are three representations of gender injustice found in this novel. The first is stereotypes which are attached to women as a weak creature and as a child making machines. The second is subordination which is placed women in unimportant position. The third is violence included in the form of psychological and sexual violence. Meanwhile, the cause of gender injustice found in this novel is culture. In addition, the effects of gender injustice in this novel are a rebellion of Tuptim and the king’s lack of attention to his children. Keywords: gender, patriarchy, stereotype, subordination, violence | |
| 257 | 6226 | C1A009043 | PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI DAN SEKTOR INDUSTRI TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2010-2011 | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Sektor Industri terhadap Ketimpangan Pendapatan di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010-2011”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat ketimpangan pendapatan yang ada di Provinsi Jawa Tengah tahun 2010-2011, serta mengetahui pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Sektor Industri terhadap ketimpangan pendapatan. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis data sekunder. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah. Alat analisis yang digunakan adalah regresi logaritma natural berganda dengan model statistik untuk pengujian secara parsial menggunakan uji t dan secara bersama-sama menggunakan uji F. Hasil dari pengujian secara keseluruhan dengan uji F bahwa Ftabel 3,13 lebih kecil dari Fhitung 13,098 yang artinya variabel pertumbuhan ekonomi dan sektor industri secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Sedangkan hasil uji secara parsial menggunakan uji t, ketiga variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel terikatnya. Hasil penelitian diketahui koefisien determinasi (R2) sebesar 0,281. Hal ini berarti variasi tingkat ketimpangan pendapatan dapat dijelaskan oleh variasi pertumbuhan ekonomi dan sektor industri sebesar 28 persen. Sedangkan sisanya sebesar 72 persen dijelaskan oleh variabel- variabel lain diluar model yang tidak ikut diteliti. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semua variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini secara bersama-sama dan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Jawa Tengah tahun 2010-2011. Implikasi dari penelitian ini adalah Ketimpangan pendapatan di Jawa Tengah dapat dikendalikan dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang keduanya berhubungan negatif dalam penelitian ini. Pertumbuhan ekonomi sebaiknya dioptimalkan di semua sektor perekonomian tiap-tiap kabupaten/kota dan perlunya pengolahan serta pendistribusian yang adil oleh pemerintah sehingga manfaatnya dapat dirasakan merata bagi setiap masyarakat. Pertumbuhan sektor Industri yang tinggi justru meningkatkan ketimpangan pendapatan sehingga perlu dilakukan pengembangan dan pemantapan sektor industri unggulan setiap daerah dan output atau manfaat industri tersebut dapat terorganisir merata bagi keseluruhan masyarakat daerah. | This research entitled “Effect of Economic Growth and Income Inequality Industry Sector of the Province of Central Java in 2010-2011”. The purpose of this study was to determine the level of income inequality that exist in Central Java province in 2010-2011, as well as determine the effect of economic growth and income inequality of the Industrial Sector. Data of research was obtained from Central Statistic Bureau of the Province of Central Java. This research used multiple natural logarithmic regression analysis by applying ordinary least square method with t-test for partial examination and F-test for joint examination. The conclusion of this research is all the independent variables used in this study together and partially have significant effect on income inequality in Central Java 2010-2011. | |
| 258 | 6227 | C1A008045 | ANALISIS PENGARUH PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO, PENDIDIKAN, DAN PENGANGGURAN TERHADAP KEMISKINAN DI KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2009–2011 | RINGKASAN Penelitian ini mengambil judul “Analisis Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto, Pendidikan, dan Pengangguran terhadap Kemiskinan di Kabupaten Kebumen tahun 2009-2011”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Produk Domestik Regional Bruto terhadap kemiskinan, pengaruh pendidikan terhadap kemiskinan, dan pengaruh pengangguran terhadap kemiskinan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut : 1. Diduga PDRB, pendidikan, dan pengangguran secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. 2. Diduga PDRB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. 3. Diduga pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. 4. Diduga pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel. Hasil penelitian menunjukan bahwa Produk Domestik Regional Bruto, pendidikan, dan pengangguran secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Kabupaten Kebumen. Variabel PDRB berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kemiskinan, variabel pendidikan yang diproksi dengan jumlah penduduk lulusan SLTA ke atas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, variabel pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di Kabupaten Kebumen. Implikasinya adalah meningkatkan total produksi barang dan jasa yang dihasilkan di seluruh kecamatan di Kabupaten Kebumen, memeratakan pembangunan/pertumbuhan ekonomi di setiap sektor yaitu diantaranya dengan usaha memeratakan ketersediaan sumber daya alam yang ada di masing-masing kecamatan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga produktivitas kerja meningkat. Pemerintah Kabupaten Kebumen hendaknya lebih banyak mengadakan program pelatihan tenaga kerja bagi penduduk yang belum mendapatkan pekerjaan dan program transmigrasi untuk membantu masyarakat memperluas kesempatan kerja, serta memberikan informasi apabila terdapat lowongan pekerjaan melalui berbagai media. Meningkatkan investasi daerah untuk memperluas lapangan pekerjaan yang padat karya dengan mengurangi penggunaan teknologi modern, sehingga banyak tenaga kerja yang terserap. Kata Kunci: Kemiskinan, PDRB, Pendidikan, dan Pengangguran. | SUMMARY This research entitled "Analysis of the effect of Gross Domestic Product, Education and Unemployment toward Poverty in Kebumen Regency yeat 2009-2011". The purpose of this research was to find out the effect of Gross Domestic Product toward poverty, the effect of Eeducation toward poverty, and the effect of unemployment toward poverty. Hypothesis submitted in this research were: 1. Assumed that GDP, education, and unemployment altogether affecting poverty significantly. 2. Assumed that GDP affecting poverty negatively and significantly. 3. Assumed that education affecting poverty negatively and significantly. 4. Assumed that unemployment affecting poverty positively and significantly. Analysis tool used in this research was panel data. Research result shows that Gross Domestic Product, education and unemployment altogether significantly affecting poverty in Kebumen Regency. GDP variable affecting positively but unsignificant toward poverty, education variable of high schoolgraduated and higher affecting poverty negatively and significantly, unemployment variable affecting poverty positively and significantly in Kebumen Regency. The implications are to increase the total production of goods and services produced in all Kebumen Regency, to equalize economic development / economic growth in every sector by equalize the availability of natural resources that exist in each sub-district and improving the quality of human resources so that labor productivity increased. Government of Kebumen Regency should hold more workforce training programfor people who have not gotten a job and transmigration program to help communities expand employment opportunity, as well as provide information if there are job openingthrough a variety of media. Increase local investment to expand intensive job area to reduce the use of modern technology, so many workers will be absorbed. Keywords: poverty, GDP, Education, and Unemployment. | |
| 259 | 6229 | C1A008106 | KINERJA RETRIBUSI DAERAH DI KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2001-2011 | Penelitian ini berjudul “Kinerja Retribusi Daerah di Kabupaten Purbalingga Tahun 2001-2011”. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui kinerja penerimaan retribusi daerah terhadap PAD berdasarkan tingkat kontribusi dan tingkat efektivitas serta prospek perkembangan penerimaan retribusi daerah di kabupaten Purbalingga tahun 2001-2011. Teknis analisis data menggunakan analisis kontribusi, efektivitas, dan trend linier dengan least square method yang berasal dari data sekunder, yang diperoleh dari data Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah, dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Purbalingga dengan time series dari tahun 2001- 2011. Hasil dari penelitian ini adalah kinerja penerimaan retribusi daerah berdasarkan tingkat kontribusi di Kabupaten Purbalingga tahun 2001-2011 sudah memberikan kontribusi yang signifikan, namun kontribusi terhadap APBD sangat kecil. Kinerja penerimaan retribusi daerah berdasarkan tingkat efektivitas di Kabupaten Purbalingga tahun 2001-2011 sudah efektif. Prospek perkembangan penerimaan retribusi daerah mempunyai trend positif dan perkembangan dapat meningkat. Implikasi dari penelitian yaitu pemerintah daerah hendaknya mempertahankan tingkat kontribusi retribusi daerah dengan cara optimalisasi pemungutan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi retribusi daerah. Intensifikasi dilakukan pada sumber retribusi pelayanan kesehatan, pelayanan pasar, dan retribusi pemakaian kekayaan daerah. Ekstensifikasi dilakukan pada retribusi perijinan tertentu yang masih belum tergali. Pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan pihak lain misalnya akademis untuk menghitung target yang semestinya dicapai dengan melihat potensi yang ada. Retribusi Jasa Umum harus lebih ditingkatkan karena retribusi ini bersifat komersil yang masih dapat ditingkatkan kembali penerimaannya. Pemerintah daerah juga hendaknya terus mengelola sumber penerimaan retribusi daerah lainnya, dengan cara memperbaiki prosedur manajemen pemungutan dan meningkatkan koordinasi antar dinas terkait. | This research is entitled “The Levies Performances in Purbalingga Regency 2001-2011”. The objective of this research is to determine perfomance of the levies revenue toward local revenue based on the level of levies contribution and effectiveness as well as the prospect of the levies growth revenue in Purbalingga Regency 2001-2011. Results from this research was the performance of levies based on the level of contribution in Purbalingga 2001-2001 provide significant contribution with average amount 61,39 percent. The levies revenue performance based on effectiveness levels was effective amount 102,48 percent. Prospects for the development of levies revenue in Purbalingga Regency 2001-2011 have a positive trend and growth can be increase in the future. | |
| 260 | 6230 | F1G008026 | ANALISIS KUMPULAN PUISI DIKSI PARA PENDENDAM KARYA BADRUDDIN EMCE | Penelitian ini berjudul Analisis Kumpulan Puisi Diksi Para Pendendam Karya Badruddin Emce. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan puisi berdasarkan kategori tertentu seperti 1. Hubungan penyair dengan Negara, 2. Hubungan Penyair dengan dlingkungannya sendiri, 3. Hubungan penyair dengan lingkungan dan wilayah sosailnya, 4. Hubungan penyair dengan sejarah, 5. Hubungan penyair dengan sahabat dan kerabatnya, 6. Hubungan penyair dengan dirinya sendiri . Penelitian ini menggunakan teori heremeneutik retroaktif tentang heruistik berdasarkan konvensi bahasa dan hermeneutik tentang penafsiran terhadap puisi Diksi Para Pendendam. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Penelitian ini dilakukan dengan cara membaca naskah yang menjadi objek penelitian secara berulang-ulang dan teliti. Mengklasifikasikan data-data yang mendukung penelitian, kemudian memilih puisi-puisi yang akan diteliti dengan kategori tertentu, serta membaca data tambahan sesuai dengan referensi. Tahap terakhir adalah mencatat data-data penting sesuai dengan fokus penelitian yang berkaitan dengan penelitian. Puisi-puisi yang terpilih berdasarkan kategori diteliti menggunkan teori hermeneutik retroaktif. Analisis kumpulan puisi Diksi Para Pendendam karya Badruddin Emce memiliki kompleksitas wacana terkait dengan isu-isu besar di wilayah lokal maupun di nasional. Isu-isu lokal yang digambarkan dalam puisi Diksi Para Pendendam adalah potret kehidupan masyarakat peisisran menghadapi persoalan-persoalan seperti sumber daya alam yang dikuasai oleh penguasa, habitat hewan laut yang mulai punah, prostitusi-prostitusi di sekitar peisiran dan mitologi daerah pesisiran (Cilacap). Isu-isu nasional yang gambarkan dalam puisi Diksi Para Pendendam adalah seputar kekuasaan Orde Baru yanng bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat. | This research entitled Analisis Kumpulan Puisi Diksi Para Pendendam Karya Badrudin. It is aimed to explain the poem based on certain category like : 1. The relation of versifier with nation, 2. The relation of versifier with the environment itself, 3. The relation of the versifier with his own social living, 4. The relation of the versifier with the history, 5. The relaton of the versifier withhis close friend, 6. The relation of the versifier with himself. This research is using hermeniotic theory about heuristic based on of convency of language and hermeniotic of translation of the poem Diksi Para Pendendam. The methods using is descriptive analysis. This research is done with reading text methods that focussed on through research with trail and error. Classified the datas with support to research, then choice the poem with will be analysis the certain category, and read the proper of reference. The last way or methods is decided the certain datas that focussed on research. The chosen poem based on hermeniotic retroactive theory. The analysis of poem Diksi Para Pendendam writen by Badrudin Emce have the complexities that related to the text even local rumors and international rumors. Local rumors is describing in poem of Diksi Para Pendendam habitat, the prostitution surrounding the seashore and in surrounding mythology(Cilacap) national rumors that described in poem of Diksi Para Pendendam are arround the power of Orde Baru the ruled his society in arbitariness. |