Artikelilmiahs
Menampilkan 221-240 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 221 | 6188 | C1I006021 | PENGARUH PEMBERIAN KREDIT, PENDIDIKAN DAN GAJI PEGAWAI TERHADAP KESEJAHTERAAN (STUDI EMPIRIS DI PT. BPR SURYA YUDHA CABANG PURWAREJA KELAMPOK KABUPATEN BANJARNEGARA) | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Pemberian Kredit, Pendidikan Dan Gaji Pegawai Terhadap Kesejahteraan (Studi Empiris Di PT. BPR Surya Yudha Cabang Purwareja Kelampok Kabupaten Banjarnegara)”. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kredit pegawai, pendidikan dan gaji pegawai terhadap kesejahteraan nasabah PT. BPR Surya Yudha Cabang Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara. Untuk mengetahui manakah diantara kredit pegawai, pendidikan dan gaji pegawai yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap kesejahteraan nasabah PT BPR Surya Yudha Cabang Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara. Metode smpling yang digunakan random sampling, sampel berjumlah 79 pegawai baik negeri maupun swasta nasabah PT BPR Surya Yudha Cabang Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara. Hipotesis yang diajukan adalah kredit pegawai, pendidikan dan gaji pegawai secara bersama-sama dan parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kesejahteraan nasabah PT. BPR Surya Yudha Cabang Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara. Gaji mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap kesejahteraan nasabah PT. BPR Surya Yudha Cabang Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara. Dari hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis regresi linear berganda diperoleh kesimpulan bahwa : Kredit pegawai mempunyai pengaruh signifikan terhadap tingkat kesejahteraan nasabah PT BPR Surya Yudha Cabang Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara. Pendidikan mempunyai pengaruh signifikan terhadap tingkat kesejahteraan nasabah PT BPR Surya Yudha Cabang Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara. Gaji pegawai mempunyai pengaruh signifikan terhadap tingkat kesejahteraan nasabah PT BPR Surya Yudha Cabang Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara. Mengingat gaji pegawai mempunyai pengaruh terhadap kesejahteraan, diharapkan para pelaku usaha dan organisasi yang menggunakan tenaga kerja mampu meningkatkan gai pegawainya agar kesejahteraan pegawainya dapat meningkat. Agar kesejahteraan pegawai dapat meningkat diharapkan PT BPR Surya Yudha Cabang Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara dapat meningkatkan penyaluran kredit pegawai kepada masyarakat Purwareja Klampok agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang menjadi pegawai di Kecamatan Purwareja KLampok baik PNS mapun swasta. | This study entitled "Effect of Credit, Education And Welfare Of Employee Salaries (Empirical Study in PT. BPR Yudha Surya Purwareja Klampok Banjarnegara Branch)".The purpose of this study is to investigate and analyze the influence of employee credit, education and salaries for the welfare of clients PT. BPR Surya Yudha Branch Purwareja Klampok Banajarnegara. To find out which of employee credit, education and salary employees who have the most impact on the welfare of clients PT BPR Surya Yudha Branch Purwareja Klampok Banjarnegara. Sampling method used random sampling, sample of 79 employees in both public and private clients of PT BPR Surya Yudha Branch Purwareja Klampok Banjarnegara. The hypothesis advanced is that an employee credit, education and salaries together and partially having a significant effect on the welfare of clients PT.BPR Surya Yudha Branch Purwareja Klampok Banjarnegara. Salaries have the greatest impact on the welfare of clients PT. BPR Surya Yudha Branch Purwareja Klampok Banajarnegara. From the results of research and data analysis using multiple linear regression analysis concluded that: Credit employees have a significant influence on the welfare of customers PT BPR Surya Yudha Branch Purwareja Klampok Banjarnegara district. Education has a significant influence on the welfare of customers PT BPR Surya Yudha Branch Purwareja Klampok Banjarnegara district. Employee salary has a significant influence on the welfare of customers PT BPR Surya Yudha Branch Purwareja Klampok Banjarnegara district. Given the employees' salary have an influence on well-being, expect the businesses and organizations that use labor-gai employees in order to improve the welfare of employees can be increased. In order to increase the welfare of employees expected PT BPR Surya Yudha Branch Purwareja Klampok Banjarnegara district to increase lending to the public employee Purwareja Klampok in order to improve the welfare of the people especially who are employees in the District Purwareja Klampok both private mapun civil servants. | |
| 222 | 6181 | F1F008071 | EXPLORING THE IMPLEMENTATION OF SUPERHERO ANIMATED FILM AS A TEACHING MEDIUM IN COMPOSING DESCRIPTIVE PARAGRAPH OF THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMK MA’ARIF NU 2 KARANGLEWAS ACADEMIC YEAR 2012/2013 | Terdapat banyak kesulitan yang mungkin dihadapi oleh para siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar. Media pembelajaran merupakan salah satu solusi alternatif yang dipilih guru dalam menyelesaikan kesulitan-kesulitan tersebut. Media pembelajaran pada umumnya didefinisikan sebagai berbagai perlengkapan yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam menguasai materi pelajaran. Terdapat beberapa jenis media pembelajaran, seperti media cetak, media visual, media audio, dan media audio-visual. Media audio-visual sering dianggap sebagai media yang paling efektif karena media tersebut membuat proses belajar mengajar menjadi semakin dekat dengan situasi sebenarnya. Film animasi merupakan salah satu contoh media audio-visual yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar. Dalam penelitian ini, film animasi digunakan sebagai media pembelajaran dalam menyusun paragraf deskriptif. Dengan menonton film animasi, para siswa akan memperoleh gambaran yang jelas mengenai tokoh yang akan dideskripsikan sehingga mereka hanya mengeksplorasi apa yang telah mereka tonton menjadi paragraf. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teknik dalam mengumpulkan data, yaitu observasi, kuesioner, wawancara, dan analisis dokumen. Peneliti mengadakan observasi selama tiga pertemuan. Setelah itu, peneliti mendistribusikan kuesioner kepada siswa. Peneliti juga mewawancarai guru dan siswa supaya memperoleh lebih banyak data yang diperlukan. Kemudian, peneliti mengumpulkan daftar nilai dan tugas portofolio siswa untuk medukung data yang diperoleh melalui observasi, kuesioner, dan wawancara. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Peneliti menjabarkan hasil penelitian dalam bentuk kata-kata daripada angka. Peneliti memfokuskan pada proses selama guru menerapkan metode tersebut dan hasil yang diperoleh setelah menggunakan metode tersebut. Peneliti juga mengadakan penelitian berdasarkan kondisi yang sebenarnya tanpa memberikan perlakuan apapun kepada siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan yang dihadapi siswa dalam menyusun paragraf deskriptif adalah mengenai ejaan, penggunaan bahasa yang tidak tepat, pembentukan paragraf, dan kosakata. Berdasarkan wawancara dengan guru, peneliti menemukan bahwa terdapat tiga tahapan dalam penerapan film animasi superhero sebagai media pembelajaran di kelas. Ketiga tahapan tersebut adalah pembukaan, kegiatan siswa, dan penutup. Kegiatan siswa menjadi poin terpenting dalam metode ini karena pada tahapan ini guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi semua kemampuan yang mereka miliki. Para siswa mempunyai pendapat yang berbeda mengenai penerapan film animasi superhero dalam proses belajar mengajar, tetapi kebanyakan memberikan pendapat yang positif terhadap metode tersebut. Mereka menganggap metode ini adalah sebuah pengalaman baru dan mereka menyukai penerapan metode tersebut.Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa penerapan metode ini dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun paragraf deskriptif. | There are many problems that can be faced by the students in following teaching learning process. Teaching medium is one of alternative solutions that is chosen by the teacher to solve those problems. Teaching medium is usually defined as any tools that can be used to help the students in mastering teaching material. There are some types of teaching medium. They are printed media, visual media, audio media, and audio-visual media. Audio-visual media is often considered as the most effective media because it makes teaching learning process become closer to real life situation. Animated film is one of the examples of audio-visual media that can be used in teaching learning process. In this research, animated film is used as teaching medium in composing descriptive paragraph. By watching animated film, the students will get clear description about the character that will be described so that they only explore what they have watched into paragraphs. In this research, the researcher uses some techniques in collecting the data. They are observation, questionnaire, interview, and documentary analysis. The researcher observes the class in three meetings. After that, the researcher distributes the questionnaire to the students. The researcher also interviews the teacher and the students in order to get more information needed. Then, the researcher collects students’ scores list and student portfolios of written work to support the data from observation, questionnaire, and interview. This research belongs to qualitative research. The researcher explains the result of the research in the form of words rather than number. The researcher focuses on the process during the teacher applies his method and the outcome of the method. The researcher also conducts the research in natural setting without giving any treatment to the students. The result of this research shows that the problems encountered by the students in composing descriptive paragraph are about spelling, using incorrect language, forming paragraphs, and vocabulary. Based on the interview with the teacher, the researcher find that there are three steps in applying superhero animated film as a teaching medium in the class. They are opening, activity, and closing. Activity becomes the most important point in this method because in this part the teacher gives opportunities to the students to explore all of the ability they have. The students have different opinions about the implementation of superhero animated film in teaching learning process, but most of them give positive opinions toward this method. They think this method is new experience for them and they enjoy the implementation of this method. The result also shows that the implementation of this method can improve the students’ skill in composing descriptive paragraph. | |
| 223 | 6054 | B1J008115 | HUBUNGAN KONSENTRASI NITRAT, ORTOFOSFAT DAN SILIKA DENGAN KELIMPAHAN Chrysophyta DI PERAIRAN WADUK PENJALIN KABUPATEN BREBES | Nitrat, Ortofosfat dan Silika merupakan nutrien yang sangat dibutuhkan Chrysophyta. Chrysophyta termasuk fitoplankton yang sebagian besar berbentuk uniselluler atau koloni yang hidup pada habitat air tawar dan air laut. Chrysophyta memiliki pigmen fucoxanthin yang memberikan warna coklat keemasan yang merupakan warna karakteristik dari Chrysophyta. Penelitian dilakukan di Waduk Penjalin Kabupaten Brebes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsentrasi nitrat, ortofosfat, silika dengan kelimpahan Chrysophyta dan hubungan konsentrasi nitrat, ortofosfat, silika secara bersama dengan kelimpahan Chrysophyta di perairan Waduk Penjalin. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode survai. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling pada tujuh stasiun yang dibedakan berdasarkan rona lingkungan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali. Hubungan konsentrasi nitrat, ortofosfat silika dengan kelimpahan Chrysophyta dianalisa menggunakan analisis korelasi regresi. Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara konsentrasi nitrat, ortofosfat dan silika terhadap kelimpahan Chrsophyta mempunyai korelasi dengan tingkat hubungan sangat lemah hingga lemah. Hubungan korelasi yang paling berpengaruh ditunjukkan oleh korelasi secara bersama antara konsentrasi nitrat, ortofosfat dan silika dengan kelimpahan Chrysophyta dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,3958 dengan tingkat hubungan lemah. Kehandalan hubungan ditunjukkan oleh koefisien determinasi (R2) sebesar 15,67%. | Chrysophyta require nutrients such as nitrate, orthophosphate and silica for growth. Chrysophyta are phytoplankton, generally unicelluler or colonial and are found in a variety of environments, mostly in freshwater Chrysophyceae possess a carotenoid (pigment) called fucoxanthin which gives them a golden-brown color and that is a characteristic of the Chrysophyta. The purpose of this study was to analyze the relationship between nitrate, orthophosphate and silica concentrations separately and collectively with the abundance of Chrysophyta in Penjalin Reservoir. This study was conducted applying the survey method and purposive sampling. Sampling was conducted in 7 different station based on environmental setting in Penjalin Reservoir and replicated 3 times with 4 weeks interval. The relationships between nitrate, orthophosphate and silica concentrations with the abundance of Chrysophyta were analyzed using correlation analysis. The result showed that nitrate, orthophosphate and silica concentarions correlated to the Chrysophyta abundance with the degree of correlation was very weak to weak. The most influential correlation shown by the collectively of correlation between nitrate, orthophosphate and silica concentarions with the abundance of Chrysophyta with correlation coefficient (r) 0.3958 with the level of weak ties. Reliability of the correlation shown by the coefficient of determination (R2) for 15.67%. | |
| 224 | 6183 | C1K009003 | THE IMPACTS OF RIGHT ISSUE ON STOCK RETURN AND LIQUIDITY (STUDY ON INDONESIA STOCK EXCHANGE) | ABSTRAK Penelitian ini berjudul " Pengaruh Right Issue Terhadap Abnormal Return dan Likuiditas (Studi pada Bursa Efek Indonesia)". Right Issue merupakan salah satu informasi yang tersedia di pasar modal. Umumnya para investor akan menggunakan informasi yang tersedia sebagai pertimbangan dalam berinvestasi. Terdapat perusahaan-perusahaan yang mengeluarkan right issue disertai dengan waran. Waran adalah pemanis, sehingga dapat menarik investor untuk membeli saham. Dengan menggunakan purposive sampling, penelitian ini menggunakan 49 perusahaan dengan 50 kejadian right issue yang digunakan sebagai sampel. Sampel dibagi menjadi 3 kategori, yaitu sample secara keseluruhan (penerbit waran dan non waran), penerbit waran, dan non waran. Penelitian ini menggunakan studi peristiwa. Pengujian hipotesis menggunakan uji rata-rata satu sampel untuk abnormal return dan uji sampel berpasangan untuk volume perdagangan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan uji rata-rata satu sampel dan uji sampel berpasangan kesimpulannya adalah: (1) Terdapat negative abnormal return disekitar pengumuman right issue oleh penerbit waran dan non waran (2) Terdapat negative abnormal return disekitar pengumuman right issue oleh penerbit non waran. | ABSTRACT This research is entitled ”The Impacts of Right Issue on Stock Return and Liquidity (Study on Indonesia Stock Exchange)”. Right Issue is one of information that available in the capital market. Generally investors will be used available information as a consideration on a decision making of investment. There are companies that issued right with warrant. Warrant is a sweetener, it can attract investors for buying the stock. By using Purposive sampling, this research use 49 companies and 50 event right issue as a samples. The Samples are divided by 3 categories, there are all samples (warrant and non warrant issuer), warrant issuer, and non warrant issuer. This research using event study method. The hypothesis testing used one sample t test for Abnormal Return and paired sample t test for Trading Volume Activity. Based on the result of research and data analysis using one sample t test and paired sample t test the conclusion are: (1) There was negative abnormal return around the announcement date of right issue by warrant and non warrant issuer (2) There was negative abnormal return around the announcement date of right issue by non warrant issuer. | |
| 225 | 6184 | C1A009077 | FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS KESEHATAN KELUARGA DI DESA GENTAWANGI KECAMATAN JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini merupakan penelitian survei pada penduduk Desa Gentawangi Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menganbil judul: “Faktor Sosial Ekonomi Yang Berhubungan Dengan Status Kesehatan Keluarga di Desa Gentawangi Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana status kesehatan keluarga, faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan status kesehatan keluarga, dan seberapa besar persentase biaya kesehatan yang dikeluarkan oleh keluarga di Desa Gentawangi. Populasi dalam penelitian ini adalah Kepala Keluarga yang berada di wilayah Desa Gentawangi. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 100 responden. Simple Random Sampling digunakan dalam penentuan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1). Status kesehatan keluarga Desa Gentawangi berada pada status kesehatan sedang, hal ini dapat dilihat dari rata-rata lamanya sakit yaitu 5 hari, (2). Faktor Pendapatan, Jumlah tanggungan keluarga dan jarak berhubungan dengan status kesehatan keluarga sedangkan pendidikan dan biaya berobat tidak memiliki hubungan, (3). Pengeluaran rata-rata untuk biaya kesehatan sebesar 1,04 persen masih dibawah persentase ideal yaitu 4,00 persen per bulan. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu meningkatkan kesadaran penduduk untuk membiasakan hidup sehat dan bersih melalui program penyuluhan. Sehingga diharapkan kedepannya derajat kesehatan penduduk lebih meningkat lagi. Pada akhirnya akan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia khususnya bagi responden dan umumnya bagi masyarakat di Desa Gentawangi. Perlu adanya peningkatan pendapatan keluarga responden demi memenuhi kebutuhan sehari-hari terutama agar persentase dana kesehatan meningkat karena masih banyaknya keluarga dengan pendapatan masih dibawah standar KHL Kabupaten Banyumas. Misalnya dengan melakukan usaha sampingan lain dan mendorong anggota keluarga yang sudah tidak bersekolah dan telah cukup umur supaya bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Perlu peningkatkan partisipasi lebih aktif lagi kepada keluarga responden untuk mengikuti program KB. Hal ini bertujuan untuk menekan jumlah anak yang dimiliki keluarga responden karena berdasarkan hasil penelitian pendapatan dan besarnya jumlah anggota keluarga mempunyai hubungan signifikan dengan banyaknya anggota keluarga yang sakit. Pemerintah perlu mengadakan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap dan memadai bagi masyarakat agar kebutuhan akan kesehatan semakin terjangkau terutama bagi masyarakat miskin. Perlunya peningkatan biaya kesehatan di keluarga Desa Gentawangi minimal pada persentase ideal yaitu 4,00 persen agar anggota keluarga yang sakit mendapatkan fasilitas dan penanganan yang lebih baik. Disinilah pentingnya tabungan untuk dana kesehatan atau kondisi yang darurat. | This research is a survey of the residents of the Village Gentawangi Jatilawang Banyumas district. This study menganbil title: "Socio-Economic Factors Related to the Status of Family Health at the Village Gentawangi Jatilawang Banyumas district". The purpose of this study was to determine how the health status of the family, what factors are associated with health status of the family, and how big a percentage of medical expenses incurred by the family in the village of Gentawangi. The population in this study is the Head family residing in the village Gentawangi. The number of respondents who were taken in this study was 100 respondents. Simple random sampling is used in the determination of the respondent. Based on the research and analysis of the data showed that: (1). Family health status Gentawangi village located on the health status of being, it can be seen from the average duration of illness is 5 days, (2). Factor income, number of dependents and the distance associated with the health status of the family, while education and medical expenses not related, (3). Average expenditure for health care costs of 1.04 percent is still below the ideal percentage is 4.00 percent per month. The implications of the above conclusions are increasing awareness of the population to get used to living a healthy and clean through training programs. So expect the future health of the population increase even more. Will ultimately improve the quality of human resources especially for responders and the public in general for Gentawangi village. Need to increase the family income of respondents in order to meet daily needs, especially in order to increase the percentage of health funds because there are many families with incomes below the standard KHL still Banyumas. For example, by doing a side business and encourage other family members who are not in school and are old enough to work in order to help the family economy. Increasing need for more active participation of the respondents to follow the family planning program. It aims to reduce the number of children a family owned respondent because based on the amount of research income and family size had no significant relationship with the number of sick family members. Government health facilities need to conduct a more complete and adequate for the people that need health care more affordable, especially for the poor. The need for increased health care costs at a minimum Gentawangi family village on the ideal percentage of 4.00 percent in order to get a sick family member facilities and better handling. This is where the importance of savings to fund health or emergency conditions | |
| 226 | 6187 | C1I006020 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH SIMPANAN NASABAH DI BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) BANK SURYA YUDHA CABANG PURBALINGGA | Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Simpanan Nasabah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Surya Yudha Cabang Purbalingga” Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pendidikan,jumlah tanggungan keluarga, dan pendapatan terhadap jumlah simpanan nasabah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Surya Yudha Cabang Purbalingga. Pengambilan sampel responden menggunakan metode random sampling, sampel berjumlah 100 nasabah simpanan baik tabungan maupun deposito di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Surya Yudha Cabang Purbalingga. Hipotesis yang diajukan adalah pendidikan, jumlah tanggungan keluarga dan pendapatan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap jumlah simpanan nasabah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Surya Yudha Cabang Purbalingga. Dari hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis tabulasi silang diperoleh kesimpulan bahwa : pendidikan, jumlah tanggungan keluarga dan pendapatan mempunyai pengaruh terhadap jumlah simpanan nasabah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Surya Yudha Cabang Purbalingga. Berdasarkan kesimpulan tersebut, saran-saran yang dapat diajukan adalah dalam usaha untuk meningkatkan jumlah simpanan nasabah hal yang utama yang perlu diperhatikan oleh manajemen adalah menjaga nasabah yang ada dengan meningkatkan pelayanan dan memberi reward kepada nasabah setia, serta melakukan inovasi marketing yang berbeda dengan yang dilakukan oleh bank atau lembaga keuangan lain kepada calon-calon nasabah berpotensi sehingga tepat sasaran dan mereka akan tertarik dan mempercayakan dana mereka untuk disimpan di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Surya Yudha Cabang Purbalingga, misalnya dengan memberikan hadiah kepada nasabah yang bisa mempertahankan jumlah simpanannya dalam jangka waktu tertentu. | This study entitled "Analysis of Factors Affecting Total Deposits from Customers in rural banks Surya Yudha Bank Branch Purbalingga". Purpose of this study is to investigate and analyze the influence of education, number of dependents and income to total customer deposits in rural banks Surya Yudha Bank Branch Purbalingga. Sampling of respondents using random sampling method, the sample of 100 customers both savings deposits and time deposits in rural banks Surya Yudha Bank Branch Purbalingga. The hypothesis is education, number of dependents and income have a significant influence on the amount of customer deposits in rural banks Surya Yudha Bank Branch Purbalingga. From the research and data analysis using cross tabulation analysis we concluded that: education, number of dependents and income have an influence on the amount of customer deposits in rural banks Surya Yudha Bank Branch Purbalingga. Based on these conclusions, the suggestions that can be raised is in an effort to increase the amount of customer deposits are the main things that need to be considered by the management is to maintain existing customers to improve service and provide rewards to loyal customers, and innovate marketing different to those of a bank or other financial institution to nasabahberpotensi candidates so that they will be targeted and interested and to entrust their funds deposited in rural banks Surya Yudha Bank Branch Purbalingga, for example by giving gifts to customers with a certain amount of savings can sustain that amount for a certain period. | |
| 227 | 6193 | C1B009070 | ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, CASH POSITION, DEBT TO EQUITY RATIO, DAN PERPUTARAN PERSEDIAAN TERHADAP DIVIDEND PAYOUT RATIO PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2010-2011 | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dividend payout rasio pada sektor manufactur Bursa Efek Indonesia. Faktor-faktor yang diwakili oleh beberapa variabel seperti return on asset, posisi kas, debt to equity ratio, dan perputaran persediaan. Sampel dari penelitian ini ditentukan secara purposive sampling pada periode 2010-2011. Jumlah 10 perusahaan diambil sebagai sampel dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa return on asset, posisi kas, debt to equity rasio, dan perputaran persediaan berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio. | The purpose of the research is to analyze the factors that can effect dividend payout ratio in manufactur sector of Bursa Efek Indonesia. The factors represented by some variables such as return on assets, cash position, debt to equity ratio, and inventory turnover. The sample of this research is determine through purposive sampling period 2010-2011. Total 10 companies were taken as study’s sample. This research is used Multiple Linier Regresion analyze. The result of this research show that return on assets, cash position, debt to equity ratio, and inventory turnover had significant influence on dividend payout ratio. | |
| 228 | 6190 | C1B006115 | PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN, LIKUIDITAS, RISIKO, DAN PROFITABILITAS TERHADAP KINERJA | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Struktur Kepemilikan, Likuiditas, Risiko, dan Profitabilitas Terhadap Kinerja”. Kinerja merupakan faktor penting untuk kelangsungan perusahaan, dengan kinerja yang baik, maka baik pula daya saingnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan, faktor inilah yang akan menjadi pusat perhatian manajemen untuk perencanaan perusahaan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hipotesis dalam penelitian ini adalah : a.i.1. Kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. a.i.2. Kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan. a.i.3. Likuiditas berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. a.i.4. Risiko berpengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan. a.i.5. Profitabilitas berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Metode analisis yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja yaitu dengan menggunakan Regresi Linier Berganda, dengan menggunakan analisis Regresi linier Berganda dapat diketahui faktor yang mempengaruhi kinerja dengan signifikan atau tidak. Berdasarkan perhitungan dapat diketahui dengan analisis Regresi Linier Berganda bahwa kepemilikan institusional tidak mempengaruhi kinerja, dengan t hitung sebesar 1,417 yang lebih kecil dari t tabel sebesar 2,042. Kepemilikan manajerial mempengaruhi signifikan negatif terhadap kinerja, dengan -t hitung sebesar -3,068 yang lebih kecil dari –t tabel -2,042. Likuiditas tidak mempengaruhi kinerja, dengan t hitung sebesar 0,189 yang lebih kecil dari t tabel sebesar 2,042. Risiko mempengaruhi signifikan positif terhadap kinerja, dengan t hitung sebesar 2,881 lebih besar dari t tabel 2,042. Profitabilitas tidak mempengaruhi kinerja, dengan t hitung sebesar 1,929 lebih kecil dari t tabel 2,042. Perusahaan diharapkan mampu meningkatkan kinerja yang lebih baik lagi untuk meningkatkan daya saing perusahaan. | The study is titled "The Effect of Ownership Structure, Liquidity, Risk, and Profitability To Performance". Performance is an important factor for the survival of the company, with a good performance, the better the competitiveness. The purpose of this study was to determine the factors that affect the performance of the company, these factors will be the center of attention for the management of corporate planning in the short term and long term. The hypothesis of this study is: 1. Institutional ownership has a positive effect on firm performance. 2. Negative effect of managerial ownership on firm performance. 3. Liquidity has a positive effect on firm performance. 4. The risk of a negative impact on corporate performance. 5. Profitability has a positive effect on firm performance. The analytical method used to determine the factors that affect the performance by using Multiple Linear Regression, using Multiple linear regression analysis can be determined by factors that affect performance significantly. Based on the calculations can be determined by linear regression analysis that institutional ownership does not affect performance, with a count of 1.417 t smaller than t table is 2.042. Managerial ownership significantly negative influence on the performance, with the-t count of -3.068 which is smaller than -2.042-t table. Liquidity does not affect performance, with t of 0.189 which is smaller than t table is 2.042. Risk of significant positive influence on performance, with a count of 2.881 t greater than t table 2.042. Profitability does not affect performance, with a count of 1.929 t less than t table 2.042. The company is expected to improve the performance even better to improve the competitiveness of enterprises. | |
| 229 | 6052 | E1A007333 | PEMBINAAN NARAPIDANA PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN YANG MELEBIHI KAPASITAS (Studi Kasus Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto) | Pembinaan narapidana merupakan masalah penegakan hukum. Hal ini dapat diketahui dari pelaksanaan pembinaan narapidana di beberapa Rumah Tahanan Negara (RUTAN) maupun Lembaga Pemasyarakatan, salah satunya pelaksanaan pembinaan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto yang melebihi kapasitas. Kelebihan kapasitas yang terjadi di LAPAS Purwokerto pembinaannya mengalami beberapa hambatan-hambatan yaitu faktor ekstern dan faktor intern. Adapun mengenai faktor-faktor intern yang menghambat berjalannya proses pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Puwokerto adalah faktor penegak hukum, sarana gedung yang kurang memadai dan sarana fasilitas pembinaan. Petugas Lembaga Pemasyarakatan sebagai salah satu penegak hukum, dalam hal ini harus ditunjang dengan mutu dan kualitas pegawai atau personil lembaga pemasyarakatan khususnya Lembaga Pemasyasrakatan Kelas IIA Purwokerto. Biaya operasional dan sarana fasilitas proses pembinaan seperti alat-alat untuk kerajinan yang tergolong sedikit dan harganya yang relatif mahal menjadikan para narapidana tidak seluruhnya dapat ikut serta dalam proses pembinaan keterampilan. Selain itu faktor ekstern yang menghambat berjalannya pembinaan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto adalah faktor ekonomi yang diikuti dengan minimnya lapangan kerja yang ada atau tersedia setelah narapidana itu bebas, dan faktor pendidikan bagi narapidana yang minim baik pendidikan formal maupun non formal. | The construction performing Prisoner is problem of straightening law . It can be known from construction performing prisoner at severally State Prison (Rumah Tahanan Negara / RUTAN) and also the Correctional Institution, one of the is implementing coaching inmate in prisons class IIA Purwokerto over capacity. Over capacity that occurs Purwokerto supporting them in prisons experienced some obstacles are external factors and internal factors. As to the internal factors that impede the passage of the coaching process in Prison Class IIA is a factor Puwokerto law enforcement, inadequate building facilities and facility construction facility. Prisons officers as one of law enforcement, in this case must be supported by the quality and quality of employees or personnel of the penitentiary institution especially Pemasyasrakatan Class IIA Purwokerto. Operational costs and infrastructure facilities such as the coaching process to craft tools are relatively small and the price is relatively expensive to make the inmate is not fully participate in the process of skill development. Besides external factors that impede the passage of coaching Penitentiary inmates in Purwokerto is the economic factor, followed by the lack of jobs available or available after the prisoner free, and educational factors for inmates who lack both formal and non-formal education. | |
| 230 | 6246 | G1F009024 | Aktivitas Antibakteri Dari Ekstraksi Bertingkat Biji Semangka (Citrullus lanatus) Terhadap Propionibacterium acnes | Acne vulgaris (jerawat) merupakan penyakit kulit yang biasa terjadi pada usia remaja. Salah satu bakteri yang menyebabkan munculnya jerawat adalah Propionibacterium acnes. Biji semangka (Citrullus lanatus) mengandung tannin, saponin, flavonoid dan alkaloid yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil ekstraksi bertingkat biji semangka yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri P. acnes yang dinyatakan dengan diameter zona hambat serta dapat mengetahui aktivitas KHM dan KBM ekstrak biji semangka yang paling aktif terhadap bakteri P. acnes. Teknik ekstraksi dalam penelitian ini adalah dengan maserasi bertingkat menggunakan n-heksan, kloroform, etil asetat, dan metanol. Uji difusi dilakukan pada keempat ekstrak. Uji dilusi dilakukan pada ekstrak yang memiliki zona hambat terbaik dalam rentang konsentrasi 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, 1,56% dan 0%. Hasilnya kemudian dianalisis nilai KHM dan KBM. Selanjutnya dilakukan identifikasi senyawa aktif dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol biji semangka memiliki aktivitas antibakteri terbesar terhadap P.acnes dengan nilai rerata zona hambat 12,79 mm. Nilai KHM yang didapat adalah 21,8%, sedangkan nilai KBM didapatkan pada konsentrasi 24,4%. Hasil identifikasi dengan KLT menunjukkan bahwa ekstrak metanol biji semangka mengandung senyawa tanin. | Acne vulgaris is a skin disease which is usually happening in adolescent. One of the causative bacteria is Propionibacterium acnes. Watermelon seeds (Citrullus lanatus) containing tannin, saponin, flavonoid and alkaloid which can be used as an antibacterial. The objective of this research was to know the result of the multilevel extraction of watermelon seeds which is assumed having antibacterial activity against P.acnes. The antibacterial activity was revealed from the drag zone, MIC and MBC results from watermelon seed extract that have the greatest antibacterial activity toward P.acnes. Extraction of this research by multy level of maceration with n-hexane, chloroform, ethyl acetate and methanol. Diffusion method performed on fourth extract. Dilution test performed on extract that have the best inhibitory zone within the range concentration 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, 1,56% and 0%. The result then analysed MIC and MBC value. Next step is identification active coumpound with Thin Layer Chromatography (TLC). The result showed that extract methanol of watermelon seeds had the largest activity as antibacterial toward P.acnes with a mean of 12,79 mm inhibition zone. MIC value was 21,8% and MBC value was 24,4%. Identification with TLC showed that methanol extract of watermelon seeds contain tannin. | |
| 231 | 6332 | G1D009050 | HUBUNGAN KEMAMPUAN KELUARGA DALAM PENERAPAN TUGAS KESEHATAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KOTA PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS | Latar belakang :Penyakit diabetes mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh akibat penurunan insulin dan kerja insulin di pankreas. Diabetes mellitus tipe 2 tidak selalu membutuhkan insulin, melainkan cukup dengan diet dan antidiabetik oral. Seseorang yang terkena penyakit diabetes, akan mengalami perubahan pola hidup dalam dirinya. Perubahan dan masalah yang dihadapi dapat mempengaruhi kualitas hidupnya. Peran keluarga dalam tugas kesehatan keluarga sangat dibutuhkan, dimana status kesehatan anggotanya sangat penting bagi setiap aspek perawatan kesehatan anggota keluarga yang nantinya juga akan berpengaruh terhadap kualitas hidupnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemampuan keluarga dalam penerapan tugas kesehatan keluarga dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2 di Kota Purwokerto Kabupaten Banyumas. Metode :Desain dalam penelitian ini mengunakan pendekatan Cross sectional dengan jumlah sampel 57 pasien DM tipe 2. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner data demografi, kuesioner tugas kesehatan keluarga dan kuesioner kualitas hidup. Hasil pengumpulan data diuji menggunakan uji korelasi spearman rank yang digunakan untuk melihat hubungan keluarga dalam penerapan tugas kesehatan keluarga dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Hasil :hasil penelitian menunjukan ada hubungan kemampuan keluarga dalam penerapan tugas kesehatan keluarga dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2 di Kota Purwokerto Kabupaten Banyumas. Hasil koefisisen korelasi Spearman Rank menunjukan p value<0.01 yaitu 0.001 dengan r =0.416. Kesimpulan : Ada hubungan kemampuan keluarga dalam penerapan tugas kesehatan keluarga dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2 di Kota Purwokerto Kabupaten Banyumas. Kata kunci : DM tipe 2, Tugas kesehatan keluarga, Kualitas Hidup. | Background : Diabetes Mellitus is an chronic disease that shown with body glucose rates improvement is caused by decrease of insulin and the insulin function in pancreas. Type 2 DM does not always need insulin, but it needs a dietary and oral antidiabetic. Someone who have DM will be a living pattern changes in their life. Some changes and problem can affect their quality of life. Family participate in family health part is so needed. Familiy’s health status is very important for familiy’s health care aspects that will be effected into quality of life. Purpose : to exam correlation between family’s ability to role family health task with quality of life of Diabetes Mellitus type 2 in Purwokerto, Banyumas. Methods : this research design use cross sectional design with 57 number of diabetes type 2 patients. Instrument used quality of life quisioner. Analysis of data collected used Spearmen rank correlation to exam correlation between family’s ability to role family health task with quality of life of Diabetes Mellitus type 2. Result : the result showed there is a relation between family’s ability to role family health task with quality of life of Diabetes Mellitus type 2 in Purwokerto, Banyumas. Spearmen corelation coeficien showed p value = 0,001. It means p value < 0,01, r = 0.416. Conclusion : there is a relation between family’s ability to role family health task with quality of life of Diabetes Mellitus type 2 in Purwokerto, Banyumas. Keyword : type 2 DM, family health task, quality of life. | |
| 232 | 6192 | C1J009041 | INCOME, CONSUMPTION PATTERN AND WELFARE LEVEL OF STREET VENDORS (pkl IN LAWEYAN SUB DISTRIC SURAKARTA CITY | The study entitled "Income, Consumption Pattern And Welfare Level of Stretvendors (PKL) in Laweyan Sub Distric, Surakarta City". The purpose of this study was to analyze variables that affect income, consumption patterns and welfare level of street vendors in Laweyan sub district, Surakarta city. The population in this research is the streetvendors in Laweyan Sub district, Surakarta city. The sampling method was random sampling. Analysis tools are used multiple linear regression. The analysis showed that the variable capital, business period, working hours and level of education jointly affect the earnings of street vendors in Laweyan sub district Surakarta. Household consumption patterns of street vendors (PKL) in Laweyan is mostly used for food consumption. Thus is because the Surakarta City Government provides financial assistance fee waivers or subsidies for health and education, so that household consumption of non-food vendors (PKL) in sub Laweyan is smaller in comparison with the consumption of food. Most of the household income of street vendors (PKL) in Laweyan meet the Living Needs (KHL), which earned income for individual is larger than the living needs (KHL). of IDR 977,859.00 > IDR 938,702.00. The number shows that the household income street vendors (PKL) is sufficient to meet the needs of decent living (KHL) in Laweyan Sub District, Surakarta. The implication of the study was the In addition to the granting of subsidies for education and health costs to society, Governments need to give the city of Surakarta in other assistance to street vendors in the fulfillment of consumption patterns able to allocate its income to savings to improve life quality. In addition to the granting of subsidies for education and health costs to the society, Surakarta City Government needs to provide other assistance that the street vendors in fulfilling the consumption pattern may allocate income to savings in order to improve the quality of better life. | The study entitled "Income, Consumption Pattern And Welfare Level of Stretvendors (PKL) in Laweyan Sub Distric, Surakarta City". The purpose of this study was to analyze variables that affect income, consumption patterns and welfare level of street vendors in Laweyan sub district, Surakarta city. The population in this research is the streetvendors in Laweyan Sub district, Surakarta city. The sampling method was random sampling. Analysis tools are used multiple linear regression. The analysis showed that the variable capital, business period, working hours and level of education jointly affect the earnings of street vendors in Laweyan sub district Surakarta. Household consumption patterns of street vendors (PKL) in Laweyan is mostly used for food consumption. Thus is because the Surakarta City Government provides financial assistance fee waivers or subsidies for health and education, so that household consumption of non-food vendors (PKL) in sub Laweyan is smaller in comparison with the consumption of food. Most of the household income of street vendors (PKL) in Laweyan meet the Living Needs (KHL), which earned income for individual is larger than the living needs (KHL). of IDR 977,859.00 > IDR 938,702.00. The number shows that the household income street vendors (PKL) is sufficient to meet the needs of decent living (KHL) in Laweyan Sub District, Surakarta. The implication of the study was the In addition to the granting of subsidies for education and health costs to society, Governments need to give the city of Surakarta in other assistance to street vendors in the fulfillment of consumption patterns able to allocate its income to savings to improve life quality. In addition to the granting of subsidies for education and health costs to the society, Surakarta City Government needs to provide other assistance that the street vendors in fulfilling the consumption pattern may allocate income to savings in order to improve the quality of better life. | |
| 233 | 6191 | C1B009123 | PENGARUH BUDAYA ORGANISASI KECERDASAN EMOSIONAL KOMPENSASI DAN KOMPETENSI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PT KERETA API INDONESIA (PERSERO) DAOP V PURWOKERTO | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan menganalisis Budaya Organisasi, Kecerdasan Emosional, Kompensasi, dan Kompetensi terhadap Kepuasan Kerja Karyawan. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan tetap PT KAI DAOP V Purwokerto yang berkantor di Jl. Jenderal Sudirman No.209 Purwokerto Timur yang berjumlah 65 orang dari total karyawan 185 orang. Pengumpulan data menggunakan metode penyebaran kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan IBM SPSS 20.0 menunjukan bahwa: (1) Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan, (2) Kecerdasan Emosional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan, (3) Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan, dan (4) Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan. | The purpose of this study is to determine and analyze the influence of Organizational Culture, Emotional Intelligence, Compensation, and Competency on Employee Job Satisfaction. The samples in this study were permanent employees at PT KAI DAOP V Purwokerto which the office on Jl. Jenderal Sudirman No.209 East Purwokerto amounting to 65 from a total of 185 employees. The data that collected using questionnaires. Based on the research and analysis of data through IBM SPSS 20.0 showed that: (1) Organizational Culture positively and significantly impact on Employee Job Satisfaction, (2) Emotional Intelligence negatively and significantly impact the Employee Job Satisfaction, (3) Compensation positively and significantly impact on Employee Job satisfaction, and (4) Competency positively and significantly impact on Employee Job Satisfaction. | |
| 234 | 6234 | G1B006023 | analisis tematik novel fairish karya esti kinasih | Skripsi ini berjudul “Analisis Tematik novel Fairish Karya Esti Kinasih”. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui unsur-unsur intrinsik terutama tokoh, penokohan, latar, tema dan setting serta tema dalam novel Fairish. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini mengambil fokus penelitian tentang tematik dalam novel Fairish. Data primer untuk penelitian ini adalah novel Fairish karya Esti Kinasih. Data sekunder ini di dapat dari buku-buku teori, makalah, baik dari sumber media cetak maupun elektronik yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan pendekatan struktural peneliti mampu mendeskripsikan tema yang terdapat dalam novel Fairish. Tema utama yang terdapat pada novel Fairish adalah tentang percintaan anak SMA yang terjadi ketika tokoh yang diceritakan masih duduk di bangku SMA dan tema-tema minor dalam bab yang ada dalam novel adalah bab 1 (Persahabatan), bab2 (Kesabaran sangat diperlukan), bab 3 (Tetap berusaha dalam keadaan sulit), bab 4 (Dibalik kesulitan terdapat kemudahan), bab 5 (Permasalahan harus dihadapi), bab 6 (Witing tresno jalaran soko kulino), bab 7 (Kesempatan jangan disia-siakan), bab 8 (Terus terang), bab 9 (Balas dendam), bab 10 (Kenangan), dan bab 11 (Kebahagiaan). | The thesis entitle “Thematic Analysis of Fairish novel by Esti Kinasih”. The aim is to know intrinsic unsure especially characters, characterization, background, theme, setting and also theme within the novel of Fairish. The method which is used in this research is descriptive qualitative. Focus of research is about thematic within the novel of Fairish. Primary data for the research is the novel itself Fairish by Esti Kinasih. Secondary data is taken from theory’s books, printed or electronic paper which relevant with the research. The result of research shown by using structural approach the researcher is able to describe the theme in the novel of Fairish. The main theme in the novel of Fairish is about the love of Senior High School student that happened when the character still in Senior High School and the minor themes in chapters of the novel are first chapter (friendship), second chapter (the needs of patient), third chapter (keep trying in the difficult situation), fourth chapter (there is an easy way behind difficulties), fifth chapter (faces the problem), sixth chapter (witing tresno jalaran soko kulino), seventh chapter (do not waste the chance), chapter eighth (honestly), chapter ninth (revenge), chapter tenth (memory), and chapter eleventh (happines). | |
| 235 | 6250 | G1B009050 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN KADER KESEHATAN TENTANG THALASSAEMIA DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Jumlah penderita thalassaemia di Kabupaten Banyumas terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Yayasan Thalassaemia Indonesia Cabang Banyumas mencatat dari tahun 2009 hingga 2012 jumlah penderita meningkat dari 44 menjadi 235 penderita. Tindakan pencegahan perlu dilakukan yang salah satunya dengan meningkatkan peran kader kesehatan sebagai faktor penguat dalam perubahan perilaku masyarakat. Perannya akan dapat terlaksana jika tingkat pengetahuan kader kesehatan tentang kesehatan khususnya thalassaemia memadai. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan kader kesehatan tentang thalassaemia di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian adalah penelitian analitik menggunakan rancangan cross sectional. Populasi adalah seluruh kader kesehatan di Kecamatan Sumbang berjumlah 76 orang. Sampel berjumlah 30 kader kesehatan yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan angket, yang dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi square. Berdasarkan hasil analisis bivariat, ada hubungan antara minat (p=0,014) dan keaktifan menjadi kader kesehatan (p=0,034) dengan tingkat pengetahuan tentang thalassaemia. Tidak ada hubungan antara umur, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengalaman, keterpaparan informasi dan masa kerja dengan tingkat pengetahuan tentang thalassaemia. Saran bagi kader kesehatan adalah aktif dalam menyebarluaskan informasi mengenai thalassaemia kepada masyarakat. | The number of thalassaemia patients in Kabupaten Banyumas continues to increas every year. Indonesian Thalassaemia Foundation or YTI (Yayasan Thalassaemia Indonesia) in Banyumas records that from 2009 until 2012 the number of patients increase from 44 to 235 patients. Prevention is necessary to decrease the number of thalassaemia patients by health volunteer’s role as an enabling factor to change public behavior. It will happen if only the health volunteer has the sufficient level of knowledge, especially about thalassaemia. This research to determine about factors related to health volunteer’s level of knowledge about thalassaemia in Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. This research is an analytic research with cross sectional design. The population of this research is all of health volunteers (76 people) in Kecamatan Sumbang. The sample is 30 health volunteers that selected with purposive sampling method. The data that used a primer data that collected by questionnaire and analyzed in univariate and bivariate analysis with chi square test. Based on bivariate analysis result, there are a relation between interest (p=0,014) and being active as a health volunteer (p=0,034) with the level of knowledge about thalassaemia. There are no relation between age, education, occupation, income, experience, information exposure and period of service with the level of knowledge about thalassaemia. Suggestion for health volunteers is active disseminating information to the public about thalassaemia. | |
| 236 | 6194 | C1B009093 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMODALAN PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA DI INDONESIA | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi permodalan Bank yang diukur dengan Capital Adequacy Ratio. Faktor-faktor yang berpengaruh diwakili oleh beberapa variabel seperti Return on Assets, Return on Equity, Loan to Deposit Ratio, Non Performing Loan, Net Interest Margin, and Rasio Biaya Operasional Pendapatan Operasional. Sampel dari penelitian ini adalah 21 Bank Umum Swasta Nasional Devisa yang Terdaftar di Direktori Perbankan Indonesia selama 2008 hingga 2012, yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Untuk membuktikan hipotesis, penelitian ini menggunakan model analisis regresi berganda dan model fixed effect. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Returm on Equity, Loan to Deposit Ratio, Net Interest Margin, dan Rasio Biaya Operasional Pendapatan Operasional berpengaruh signifikan terhadap Capital Adequacy Ratio, sedangkan Return on Assets dan Non Performing Loan tidak berpengaruh signifikan terhadap Capital Adequacy Ratio. | The purpose of this research is to analyze the factors that can influence Banking capitalization that measured by Capital Adequacy Ratio. The factors are represented by some variables such as Return on Assets, Return on Equity, Loan to Deposit Ratio, Non Performing Loan, Net Interest Margin, and Operational Efficiency. The sample of this research were 21 Foreign Exchange Commercial Bank listed in Indonesia Banking Directory during 2008 until 2012, they were selected using purposive sampling technique . To prove the hypothesis, this research is applied Multivariate Linear Regression Model and use fixed effect model. The result of this research shows that Returm on Equity, Loan to Deposit Ratio, Net Interest Margin, and Operational Efficiency had significant influence on Capital Adequacy Ratio, while Return on Assets and Non Performing Loan had no significant influence on Capital Adequacy Ratio. | |
| 237 | 6197 | B1J008004 | PENGARUH PENAMBAHAN Amorphophallus onchophyllus DAN IOTA KARAGINAN TERHADAP PENINGKATAN RANDEMEN AGAR Gracilaria gigas MELALUI PEMANASAN UAP | Agar-agar dapat diekstrak dari Glacilaria gigas. Kualitas agar ditentukan oleh warna randemen, kadar air, kadar abu dan viskositas. Penambahan bahan aditif dapat meningkatkan randemen dan juga dapat memperbaiki kualitas agar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Amorphophallus onchophyllus (iles iles) dan Iota Karaginan terhadap peningkatan randemen agar G. gigas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan ulangan masing – masing 3 kali dan melakukan percobaan langsung pengolahan rumput laut kering G.gigas dengan penambahan A. onchophyllus (A) dengan konsentrasi 0 % (A0), 1 % (A1), 1,5 % (A2) dan 2 % (A3) serta penambahan iota karaginan (K) sebanyak 0 % (K0), 2 % (K1), 3 % (K2) dan 4 % (K3) pada setiap 100 g G. gigas kemudian diolah menggunakan pemanasan uap. Metode analisis menggunakan Uji F taraf kepercayaan 95% dan 99%. Parameter utama yang diamati adalah randemen. Parameter pendukungnya adalah kadar air, kadar abu, warna agar dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan A. onchophylus dan iota Karaginan dapat meningkatkan randemen dan kualitas agar G. gigas menggunakan sistem pemanasan uap. Randemen agar hasil ekstraksi menggunakan pemanasan uap dengan penambahan A. onchophylus {2 %} dan iota Karaginan {4 %} menghasilkan bobot agar yang paling tinggi dengan mutu III. | Gelatin can be extracted from Glacilaria gigas. The quality can be determined by the color of yield, water content, ash content and viscosity. The addition of additives can improve the yield and also can improve the quality of the agar. This study aimed to determine the effect of the addition of Amorphophallus onchophyllus (iles-iles) and Iota Carragenan to increase the yield of G.gigas’s. The experimental design which used in this study was completely randomized design with factorial and each treatment replicatted for 3 times. The first factor is addition of A. onchophyllus (A), which the level were 0 % (A0), 1 % (A1), 1.5 % (A2) and 2 % (A3) and the second factor is addition of Iota Carrageenan (K) which the levels were 0 % (K0), 2 % (K1), 3 % (K2) and 4 % (K3) in each 100 g G. gigas then processed using steam heating. Methods of analysis using F-test in level of 95% and 99%. The prime parameter watched is yield. The second parameters is water content, ash content, color of yield and viscosity. The results showed that the addition of A. onchophylus and Iota Carragenan can improve the yield and the quality of G. gigas’s agar using the steam heating system. The yield that extracted using steam heating with the addition of A. onchophylus {2 %} and Iota Carragenan {4 %} produce the highest of quality and weight of agar (into quality III). | |
| 238 | 6198 | H1C009004 | PERANCANGAN APLIKASI PENGHILANG DERAU SUARA (Adaptive Noise Cancelling) MENGGUNAKAN TAPIS ADAPTIF BERBASIS ALGORITMA LMS (Least Mean Square) | Proses penghapusan interfererensi suara di bidang telekomunikasi dapat dilakukan menggunakan prinsip kerja Adaptive Noise Cancelling (ANC). ANC merupakan tapis adaptif yang wataknya dapat berubah sesuai dengan aturan yang diprogramkan, sehingga sistem tetap dapat bekerja baik ketika lingkungan berubah. Dalam proses penghapusannya digunakan algoritma adaptif Least Mean Square (LMS) yang digunakan untuk mengatur koefisien dari tapis digital sehingga mean square error (MSE) sinyal nilainya minimum. Penggunaan algoritma LMS karena algoritma LMS sederhana dan komputasi yang mudah. Suara derau yang digunakan yaitu suara periodis dan non-periodis yang berupa suara kompressor, mesin pengayak pasir dan sepeda motor. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini berdasarkan perubahan panjang tapis dan ukuran langkah. Hasilnya yaitu jika MSE semakin minimum, maka sinyal yang dihasilkan semakin mirip dengan sinyal yang diinginkan. Perancangan aplikasi penghilang derau yang menggunakan tapis adaptif berbasis algoritma LMS tersebut berhasil melakukan penekanan derau yang berasal dari suara kompressor, mesin pengayak pasir dan sepeda motor. MSE yang dihasilkan dari simulasi untuk menekan derau kompressor yaitu MSE minimum sebesar 0.000162296445823 dengan panjang tapis 9 pada ukuran langkah 0.5. MSE derau mesin pengayak pasir yaitu sebesar 0.000122924022834 dengan panjang tapis 7 pada ukuran langkah 0.001. Dan MSE yang dihasilkan dari derau sepeda motor yaitu sebesar 0.000837441141526 dengan panjang tapis 3 pada ukuran langkah 0.5. | Interference noise cancelling process in the field of telecommunications can be done using the principle of Adaptive Noise Cancelling (ANC). ANC is an adaptive filter that character can be changed in accordance with the prescribed rules, so that the system can still work well when the environment changes. In the adaptive algorithm is used to eliminate the Least Mean Square (LMS) is used to adjust the coefficients of a digital filter so that the mean square error (MSE) signal minimum value. The use of LMS algorithm for LMS algorithm is simple and easy computing. Noise sounds used are sound periodically and non-periodically in the form of sound compressor, sand sieving machines and motorcycles. The analysis conducted in this study is based on changes in filter length and step size. The result is if the minimum MSE, the resulting signal is similar to the desired signal. Designing applications that use the noise removal filter-based adaptive LMS algorithm is successfully suppressing noise that comes from the sound of the compressor, sand sieving machines and motorcycles. MSE resulting from the simulation to reduce the compressor noise MSE 0.000162296445823 minimum length filter 9 at step size 0.5. MSE sand sieving machine noise is equal to 0.000122924022834 with length of filter 7 on the step size 0.001. And MSE resulting from motorcycle noise is equal to 0.000837441141526 with 3 filter length on step size 0.5. | |
| 239 | 6199 | C1C008046 | PENGARUH KEPATUHAN WAJIB PAJAK DAN PEMERIKSAAN PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN BADAN DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA PURWOKERTO | Penelitian ini merupakan penelitian survai wajib pajak yang terdaftar di KPP Pratama Purwokerto. Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemeriksaan Pajak Terhadap Pajak Penghasilan Badan Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purwokerto”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kepatuhan wajib pajak dan pemeriksaan pajak terhadap penerimaan pajak baik secara simultan maupun parsial. Berdasarkan hasil penelitian dan analis data dengan menggunakan SPSS Statistic 16.0 for windows menunjukan bahwa : kepatuhan wajib pajak dan pemeriksaan pajak memiliki pengaruh terhadap penerimaan pajak baik secara simultan maupun parsial. Setelah mengetahui bahwa pemeriksaan pajak berpengaruh terhadap penerimaan pajak baik secara parsial maupun simultan, maka dalam hal ini instansi perpajakan yang vertikal dibawah Direktorat Jenderal Pajak seperti KPP Pratama khususnya seksi intensifikasi perlu lebih mengintensifkan pemeriksaan dan sosialisasi peraturan dan perundang-undangan perpajakan terhadap setiap Wajib Pajak secara tegas, transparan, efektif sesuai etika peraturan dan tata cara yang berlaku agar praktek kecurangan perpajakan yang tidak disengaja maupun kecurangan yang disengaja mampu berkurang dan mampu dihindari secara total. Sehingga kinerja penerimaan pajak menjadi semakin lancar dan penerimaan pajak akan semakin optimal. Setelah mengetahui bahwa kepatuhan Wajib Pajak berpengaruh terhadap penerimaan pajak baik secara parsial maupun simultan, maka dalam hal ini instansi perpajakan yang vertikal dibawah Direktorat Jenderal Pajak seperti KPP Pratama khususnya seksi ekstensifikasi harus lebih giat dan detail dalam mendata Wajib Pajak yang lama maupun semakin memperluas potensi pajak dengan menjaring Wajib Pajak yang baru dengan asumsi agar meningkatkan penerimaan pajak dan edukasi melalui setiap aspek media mengenai pentingnya membayar pajak dan bagaimana cara membayarkan pajak dengan tepat dan benar untuk lebih merekatkan masyarakat dengan kesadaran perpajakan dan tidak asing dengan perpajakan karena dengan meningkatnya kepatuhan Wajib Pajak maka penerimaan pajak pun semakin meningkat. | This study was a survey research of registered taxpayers in KPP Pratama Purwokerto. The title of this study is "Effect of Tax Compliance and Tax Assessment Toward Tax Revenue On Tax Office KPP Pratama Purwokerto". The purpose of this study was to examine the effect of tax compliance and the tax assessment toward tax revenue either simultaneously or partially. Based on the results of research and data analyst using SPSS 16.0 for windows Statistics revealed that: tax compliance and tax assessment has positive effects on tax revenue either simultaneously or partially. After learning that affect tax audit tax revenue either partially or simultaneously, so in this case the vertical tax authority under the Directorate General of Taxation as particularly sexy intensification of KPP Pratama Purwokerto need to further intensify inspection and socialization regulations and taxation laws to each taxpayer is firm, transparent, effective, appropriate ethical rules and procedures that apply in order to practice fraud or tax fraud unintentional intentional able to afford reduced and totally avoided. So the tax revenue performance to be better and the tax revenue would be more optimal. After learning that affect tax compliance to tax revenues either partially or simultaneously, so in this case the vertical tax authority under the Directorate General of Taxation as particularly sexy extending of KPP Pratama Purwokerto should be more active and record detail in the old taxpayer and further expand the potential tax Taxpayers with a new recruit with the assumption that increasing tax revenue and education through every aspect of the media on the importance of paying taxes and how to pay taxes to the appropriate and correct for people with more glue and no stranger awareness taxation with taxation due to the increase in the tax compliance tax revenue is increasing. | |
| 240 | 6201 | G1A009033 | Hubungan Resistensi Insulin dan Kadar Asam Urat Serum pada Pasien Diabetes Melitus tipe II Obes di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo | Latar Belakang : Peningkatan kadar asam urat serum sering dijumpai dan berkaitan dengan faktor-faktor yang berperan penting pada sindrom metabolik seperti hipertrigliseridemia, obesitas, hipertensi, dan hiperglikemia. Konsentrasi asam urat serum bisa menjadi surrogate marker sindrom metabolik yang sangat baik. Pemeriksaan asam urat serum perlu dipertimbangkan dikerjakan walaupun tanpa ada tanda dan gejala gout oleh karena jika meningkat, asam urat dapat sebagai penanda yang murah untuk menduga adanya resistensi insulin sehingga akibat lanjutannya dapat diantisipasi lebih dini. Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji resistensi insulin dan kadar asam urat serum pada pasien Diabetes Melitus tipe II obes di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Metode Penelitian : Penelitian cross sectional yang melibatkan pasien Diabetes Melitus tipe II obes. Kadar asam urat serum, insulin, glukosa plasma puasa, dan HOMA IR diukur. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil : Dari 38 subyek, sebanyak 14 dan 24 merupakan laki-laki dan perempuan. Rerata glukosa plasma puasa 9.02, rerata insulin 7.06, rerata kadar asam urat serum 5.16. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kadar asam urat serum dengan resistensi insulin (p=0,022) dengan kekuatan korelasi lemah (r=0,370) dan memiliki arah korelasi positif. Kesimpulan : Terdapat korelasi positif yang signifikan (p-0,022;r=0,370) antara resistensi insulin dan kadar asam urat serum dalam penelitian ini. | Background of study : Elevated serum uric acid concentrations are commonly and associated with the factors that play an important role in the metabolic syndrome such as hypertriglyseridemia, obesity, hypertension, and hyperglycemia. Serum uric acid concentration maybe a good surrogate marker of metabolic syndrome. Examination of serum uric acid to be considered done even without any signs and symptoms of gout by as if increased, uric acid as a marker that can be inexpensive to suspect that due to subsequent insulin resistance can be anticipated earlier. Purpose of the study : The purpose of this study was used to examine the correlation between insulin resistance and serum uric acid levels in type II Diabetes Mellitus’s obese patients at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Methodology : A cross sectional study that involved type II Diabetes Mellitus’s obese patients. Serum uric acid, insulin, fasting plasma glucose and HOMA IR was measured. Statistical analysis was performed using pearson correlation test. Result: Of the 38 subjects, 14 and 24 were male and female. The mean fasting plasma glucose was 9.02, insulin was 7.06, serum uric acid levels was 5.16. The result of this analysis shows that there was a correlation between insulin resistance and serum uric acid levels (p=0,022) in weak correlation (r=0,370) thus, it belongs to positive correlation. Conclusion : There was a significant positive correlation (p=0,022;r=0,370) between insulin resistance and serum uric acid levels in this study. |