Artikelilmiahs

Menampilkan 281-300 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2816248C1K006005ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF BRAND TRUST, BRAND AFFECT AND BRAND QUALITY OF BRAND LOYALTY WITH BRAND PREFERENCE AS MEDIATION VARIABLES ON YAMAHA V-IXIONPenelitian ini berjudul pengaruh brand trust, brand affect dan brand quality terhadap brand loyalty dengan brand preference sebagai variabel mediasi pada motor Yamaha V-ixion. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna sepeda motor Yamaha V-ixion di sekitar Kampus Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.
Hasil penelitian menunjukkan brand trust, brand effect dan brand quality berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty dan brand preference pada sepeda motor merek Yamaha V-ixion, serta brand preference mempunyai pengaruh signifikan terhadap brand loyalty.
Kesan yang baik terhadap produk merek Yamaha perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan supaya persepsi konsumen juga terus meningkat dengan meningkatkan fungsi, feature dan ketahanan, serta Yamaha perlu terus memperluas daerah pemasaran sehingga dealer Yamaha berada di setiap wilayah dan produk selalu mudah untuk didapatkan
The study entitled effects of Brand Trust, brand and Brand Affect quality of Brand Loyalty and Brand Preference as mediation variables on Yamaha V-ixion. The respondents in this study are all users of motorcycles Yamaha V-ixion around Campus the Faculty of Economics of the University of General Soedirman Purwokerto.
The results showed Brand Trust, brand effect and Brand Quality influence significantly to Brand Loyalty and Brand Preference on the motorcycle brand Yamaha V-ixion, and Brand Preference had a significant influence on Brand Loyalty.
A good impression of the Yamaha brand products need to be maintained and improved continuously so that the perception of consumers also continued to increase with increasing functionality, features and durability, as well as Yamaha needs to continue to expand the marketing so that the dealers located in each region of the Yamaha and the product is always easy to get
2826249F1F007081A Kinesic Analaysis of Poppy Moore's Facial Expression (as the main character) in Wild Child MovieABSTRAK

Judul penelitian ini adalah analisis kinesik yang ditemukan pada ekspresi wajah Poppy Moore (sebagai tokoh utama) dalam film Wild Child. Tujuan dari penelitian ini adalah, (1) mencari tahu jenis kata-kata yang tidak diucapkan yang ada pada ekspresi Poppy, (2) mencari tahu jenis ekspresi wajah yang ada pada Poppy, (3) menginvestigasi hubungan antara kata-kata yang tidak diucapkan dan ekspresi wajah Poppy di film Wild Child. Data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil pengamatan kata-kata yang tidak diucapkan dan ekspresi wajah yang telah diklasifikasikan dan dianalisis. Dari pengumpulan data, 19 kata-kata yang tidak diucapkan ditemukan dalam 16 adegan film pada Wild Child dengan klasifikasi yang berbeda. Fokus penelitian ini adalah pada kata-kata yang tidak diucapkan dan ekspresi wajah Poppy dalam film Wild Child. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis data dibagi menjadi lima bagian. Bagian pertama adalah menonton film Wild Child dan mendapatkan informasi tentang kata-kata yang tidak diucapkan dalam ekspresi Poppy. Bagian kedua adalah mengelompokkan data berdasarkan kategori. Bagian ketiga adalah mengidentifikasi data tentang kata-kata yang tidak diucapkan dan ekspresi wajah. Bagian keempat adalah menganalisis data yang telah di identifikasi berdasarkan teori Analisis Ekspresi Wajah oleh Ekman. Ekspresi wajah dikategorikan dalam 6 jenis . Bagian terahir adalah membuat kesimpulan.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) ada 19 kata-kata yang tidak diucapkan: (berseru dengan jijik),(berceloteh), (berseru dengan jijik), (menjerit), (menghembuskan), (terengah-engah), (melenguh), (keduanya berteriak), (mencemooh), (mencemooh), (berseru), (melenguh), (berbisik), (menjerit), (mendesah), (tersedu-sedu), (mendesah), (mendesah), dan (mendesah). (2) Ada 5 jenis ekspresi wajah pada Poppy: sedih (5),takut (4),terkejut (4),marah (3),dan jijik (3). Peneliti menemukan hubungan antara kata-kata yang tidak diucapkan dan ekspresi wajah, yaitu: kata (mendesah) mendeskripsikan sedih, (berseru), (melenguh), (berbisik) dan (menjerit) mendeskripsikan terkejut, (mencemooh) dan (berteriak) mendeskripsikan marah, (menjerit), (menghembuskan), (terengah-engah) dan (melenguh) mendeskripsikan takut, (jijik) dan (berceloteh) mendeskripsikan jijik.

Tesis ini diharapkan memberikan beberapa manfaat bagi mereka yang tertarik di dalamnya. Hal ini dapat sebagai referensi tambahan, untuk siapa saja yang tertarik untuk melakukan penelitian tentang kata-kata yang tidak diucapkan dan ekspresi wajah. Selain itu, tesis ini memberikan kontribusi pengetahuan tentang ekspresi wajah dalam film.


ABSTRACT
The aims of this research are (1) to find out non-dialog audio in Poppy’s expression, (2) to find out kinds of facial expression of Poppy, (3) to investigate the relationship between non-dialog audio and Poppy Moore’s facial expression.
The main data used in this study are the observation result of the classification of non-dialog audio and facial expressions which have been classified and analyzed. From the data collection, 19 non-dialog audio were found in 16 scenes in Wild Child movie with different classifications. The focuses of this study are non-dialog audio and facial expressions of Poppy Moore in Wild Child movie. This study used descriptive qualitative method. The data analysis was divided into five parts. The first part is watching Wild Child movie and getting information about non-dialog audio of Poppy’s expression. The second part is classifying the data which relate to the research. The third part is identifying each non-dialog audio and facial expression. The forth part is analyzing the data that have been identified based on theory of Facial Expression Analysis by Ekman. Facial expression is classified into 6 kinds. The last part is drawing conclusion.
The result of this study shows that: (1) there are 19 non-dialog audio: (exclaims in disgust), (girls chattering), (exclaims in disgust), (shrieks), (exhales), (panting), (gasps), (both shouting), (scoff), (scoffs), (exclaims), (gasps), (whispers), (shrieks), (sighing), (sniffling), (sighing), (sighing), and (sighs), (2) There are 5 kinds of Poppy Moore’s facial expression: sadness (5), fear (4), surprise (4), anger (3), and disgust (3). The researcher finds the relation between non-dialog audio and facial expressions. They are the word of (sigh) for describing sadness, (exclaim), (gasp), (whisper), and (shriek) for describing surprise, (scoff) and (shout) for describing anger, (shriek), (exhale), (pant) and (gasp) for describing fear, (disgust) and (chatter) for describing disgust.

The thesis is projected to give some advantages for those who are interested in it. It can be an additional reference, for those who are interested in conducting a research about non-dialog audio and facial expression. In addition, the thesis gives contribution knowledge about the facial expression in movie.
2836251B1J008008STUDI MORFOLOGI DAN KANDUNGAN KALIUM ALGINAT RUMPUT LAUT Sargassum DARI PANTAI TEBENG TELUK PENYU CILACAPRumput laut Sargassum merupakan rumput laut yang berpotensi sebagai bahan baku alginat. Sargassum tersebar di beberapa perairan pantai Indonesia yang mempunyai substrat karang. Pantai Tebeng Teluk Penyu merupakan salah satu pantai di Kabupaten Cilacap yang mempunyai substrat karang. Pada substrat tersebut ditumbuhi berbagai jenis rumput laut, termasuk Sargassum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi jenis-jenis rumput laut Sargassum dari pantai Tebeng Teluk Penyu Cilacap dan kandungan alginatnya. Penelitian ini menggunakan metode survai. Pengambilan sampel secara acak terpilih dengan membuat kuadrat. Plot dibuat sebanyak 15 buah pada masing-masing substrat dengan ukuran plot 1x1m2. Pengambilan sampel rumput laut dilakukan pada saat surut terendah. Sampel rumput laut Sargassum diidentifikasi dengan menggunakan foto, spesimen, dan dicocokkan dengan buku. Kandungan kalium alginat diekstraksi menggunakan metode Kelco co, hasilnya dibandingkan dengan standar mutu FCC antara masing-masing jenis rumput laut Sargassum. Hasil penelitian diperoleh rumput laut cokelat sebanyak 3 spesies yaitu Sargassum polycystum, Sargassum duplicatum, dan Sargassum crassifolium. Ketiganya memiliki ukuran dan morfologi talus yang berbeda. Hasil rendemen kalium alginat dari Sargassum polycystum sebesar 78,27%, Sargassum duplicatum sebesar 36,73%, dan Sargassum crassifolium sebesar 22,97%. Hasil yang diperoleh sesuai dengan standar mutu FCC.
Sargassum is a potential seaweed as raw material of alginate. Sargassum spread across several Indonesian coastal waters which have coral substrate. Tebeng Penyu beach is one of the beaches in the Cilacap regency that has coral substrate. On that substrate is covered with various kinds of seaweed, including Sargassum. This study aims to determine the morphological types of Sargassum from the Tebeng Penyu beach Cilacap and the alginate content. This study used survey method. Sampling was randomly selected by making the square. Plot was made as many as 15 pieces on each substrate with a plot size 1x1 m2. Seaweed sampling was carried out during the lowest substides. The samples of Sargassum were identified using photographs, specimens, and matched with the identification book. Potassium alginate extracted using co Kelco method, the results were compared with FCC standards of quality between each type of Sargassum. The results obtained 3 species as brown seaweed, Sargassum polycystum, Sargassum duplicatum, and Sargassum crassifolium. All three have different talus in size and morphology. The content of potassium alginate from Sargassum polycystum is 78.27%, Sargassum duplicatum is 36.73%, and Sargassum crassifolium is 22.97%. The results of this study is accordance with the quality standards of FCC.
2846252C1A009037Analisis Ekonomi Produksi Bawang Daun Di Kecamatan Argapura Kabupaten MajalengkaPenelitian Ini Berjudul “Analisis Ekonomi Produksi Bawang Daun di Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor produksi luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk, dan obat-obatan secara bersama-samamaupun secara parsial terhadap produksi bawang daun di Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka, faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap produksi bawang daun, efisiensi penggunaan faktor produksi, dan titik impas produksi bawang daun.
Berdasarkan hasil analisisfungsi Cobb-Douglas variabel luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk, dan obat-obatan baik secara bersama-sama maupun secara parsial berpengaruh signifikan terhadap produksi bawang daun di Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka. Dilihat dari koefisien regresi bahwa variabel yang mempunyai pengaruh paling besar adalah luas lahan. Hasil perhitungan efisiensi alokatif menunjukan bahwa variabel luas lahan, pupuk, dan obat-obatan belum efisien, sedangkan variabel bibit dan tenaga kerja sudah efisien. Hasil perhitungan Break Even Point (BEP) menunjukan bahwa petani bawang daun di Kecamatan Argapura Kabupaten belum berada pada titik impas.

This research entitled "Economic Analysis of Production of Spring Onion in Argapura District, Majalengka. The purpose of this study is for analyzing the impact of the factors of production such as land, seed, labor, fertilizer, and medicines simultaneously or partially on production of spring onion in Argapura District, Majalengka Regency; the most influential factor on the production of spring onion; efficient usage of production factors; and the break-even point of spring onion production.
Based on the analysis of Cobb-Douglas function, variables of land, seed, labor, fertilizer, and medicines either simultaneously or partially affect significantly on spring onion production in Argapura District, Majalengka. Seen from the regression coefficient shows that variables that have the most impact is the area of land. Allocative efficiency calculation result shows that the variable of land, fertilizer, and medicines have not yet been efficient, while the seed and labor variables are. Result from calculation of Break Even Point (BEP) shows that farmers in Argapura districts have not yet been at the breakeven point.

2856253G1G009041PERBANDINGAN PENGARUH LARUTAN TABLET PEMBERSIH GIGITIRUAN TERHADAP SIFAT MEKANIS BASIS GIGITIRUAN NILON TERMOPLASTIK DERAJAT KRISTALIN TINGGI DAN RENDAHTeknik pembersihan gigitiruan dibedakan menjadi 2, yaitu cara mekanik dan cara kimia. Salah satu pembersih gigitiruan dengan cara kimia yaitu menggunakan larutan tablet pembersih gigitiruan. Pembersihan gigitiruan dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan kerusakan pada bahan basis gigitiruan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji perbandingan pengaruh larutan tablet pembersih gigitiruan terhadap kekuatan transversa dan modulus elastisitas basis gigitiruan nilon termoplastik derajat kristalin tinggi dan rendah. 16 sampel terdiri dari 8 nilon termoplastik derajat kristalin tinggi dan 8 nilon termoplastik derajat kristalin rendah. Tiap kelompok perlakuan direndam selama 15 menit dengan intensitas waktu perendaman 12 hari, dan dilakukan pengulangan perendaman sebanyak 15 kali setiap harinya. Kelompok kontrol direndam dengan aquades. Semua sampel kemudian diuji kekuatan transversa dan modulus elastisitas dengan alat Torse’s Universal Testing Machine. Hasil uji dianalisis menggunakan uji statistik Independent T-Test. Hasil analisis menunjukkan: 1) Terdapat perbedaan bermakna (p<0,05), kekuatan transversa antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan; 2) Terdapat perbedaan bermakna kekuatan transversa nilon termoplastik derajat kristalin tinggi dan rendah (p<0,05); 3) Tidak terdapat perbedaan bermakna pada modulus elasisitas antara kelompok kontrol dan perlakuan (p>0,05); 4) Terdapat perbedaan bermakna modulus elastisitas antara nilon termoplastik derajat kristalin tinggi dan rendah yang direndam dalam aquades maupun pembersih gigitiruan. Simpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan bermakna pada kekuatan transversa dan modulus elastisitas antara nilon termoplastik derajat kristalin tinggi dan rendah.
Kata kunci : Tablet pembersih gigitiruan, nilon termoplastik, kekuatan transsversa, modulus elastisitas
Kepustakaan : 41 (1991-2013)
ABSTRACT
Denture cleansing technique divided into two methods, there are mechanic and chemical method. Denture cleanser solution tablet is one of chemical method. Cleaning of the denture in a long period of time can caused a damage to the denture base material. The purpose of this study is to comparison effect of denture cleanser solution tablet on flexural strength and modulus elasticity of the denture base nylon thermoplastic with crystalline high and low degrees. 16 samples consists of 8 nylon thermoplastic with crystalline high degrees and 8 nylon thermoplastic with crystalline low degrees. The treatment groups ware soaked for 15 the intensity of soaking time were 12 days, and then it repeated soaking for 15 times every day. The control group was soaked with aquadest. All of the sample was tested of flexural strength and modulus elasticity used Torse’s Universal Testing Machine. The data was analized by Independent t-test. The analysis result indicated: 1) There was a significant difference (p<0,05) for flexural strength between control group and treatment group; 2) There was a significant difference in flexural strength of nylon thermoplastic with crystalline high and low degrees (p<0,05); 3) There was no significant differences between control and treatment group of modulus elasticity (p>0,05); 4) There was a significant differences for modulus elasticity between nylon thermoplastic with crystalline high and low degrees which soaked in aquades as well as denture cleanser. In conclusion that there was a significant difference of flexural strength and modulus elasticity on nylon thermoplastic with crystalline high and low degrees.
Keywords : Denture cleanser tablets, nylon thermoplastic, flexural strength,
modulus elasticity
References : 41 (1991-2013
2866254B1J006121KEANEKARAGAMAN GULMA PADA PERKEBUNAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI KECAMATAN
KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO
Penelitian yang berjudul “Keanekaragaman Gulma Pada Perkebunan Kentang (Solanum tuberosum L.) Di Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo”,. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan gulma pada ketinggian yang berbeda di perkebunan kentang di kecamatan Kejajar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel menggunakan petak kuadrat secara acak terpilih. Hasil penelitian memperoleh 32 jenis tumbuhan gulma yang termasuk ke dalam 17 suku dan 28 marga. Jenis -jenis tumbuhan gulma yang mendominasi pada ketinggian 1.000 m dpl, 1.200 m dpl, dan 1.400 m dpl berturut-turut adalah Cyperus rotundus L. (INP=6,71%), Cynodon dactylon Press (INP=10,5%), dan Andrographis paniculata (Burm.F.) (INP=13,3%). Keanekaragaman (H’) pada ketinggian 1.000 m dpl, dan 1.200 m dpl tergolong memiliki keanekaragaman yang tinggi yaitu 3,60 dan 3,35 sedangkan ketinggian 1.400 m dpl tergolong memiliki keanekaragaman yang sedang yaitu 2,99.A study, entitled " Weed Diversity At Potato Plantation (Solanum tuberosum L.) In the Kejajar District of Wonosobo regency ". This study aims to the diversity of weed species at different altitude in the Potatoes Plantations in District Kejajar. The method used is survey with a sampling techniques using squares randomly selected plots. The results showed that there were 32 weed species belonging to the 17 families and 28 genera. Weed plant species that dominate the were altitude of 1,000 m, 1,200 m above sea level and 1,400 m above sea level Cyperus rotundus L. (IVI = 6.71%), Cynodon dactylon Press (IVI = 10.5%), and Andrographis paniculata (Burm.F.) (IVI = 13.3%) respectively. Diversity (H ') at an altitude of 1,000 m, 1,200 m above sea level and has a relatively high diversity, namely 3.60 and 3.35, while the height of 1,400 m above sea level has a diversity that is being considered is 2.99.
2876256B1J007070Kelimpahan Relatif Tungau Predator Familia Phytoseiidae pada Tanaman Singkong yang Ditanam di Dataran Rendah dan Dataran TinggiPerbedaan ketinggian di wilayah dataran rendah dan dataran tinggi tinggi akan berpengaruh terhadap kelimpahan tungau predator familia Phytoseiidae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan relatif tungau predator familia Phytoseiidae pada tanaman singkong di dataran rendah dan dataran tinggi. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah tungau predator dari familia Phytoseiidae yang diperoleh dari tanaman singkong yang ditanam di dataran rendah dan dataran tinggi yaitu di kebun singkong Desa Tegal Kamulyan, Cilacap dan Desa Garung, Wonosobo. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara sistematis. Penentuan titik pengambilan sampel pada lokasi penelitian menggunakan metode diagonal dan titik tengah sisi perkebunan singkong. Sampel berupa daun singkong diambil sebanyak 5 tangkai daun dari tiap titik di setiap sudut dan bagian tengah kebun. Pengambilan sampel diulang sebanyak 4 kali, dengan interval waktu 1 minggu. Seluruh daun singkong diperiksa di bawah mikroskop stereo dan dihitung jumlah tungau predator familia Phytoseiidae yang ditemukan. Data pendukung yang diamati antara lain temperatur, kelembaban udara dan curah hujan. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis variansi multivariat dengan uji beda nyata terkecil pada tingkat kesalahan 20% dan dilanjutkan dengan uji Duncan dengan tingkat kesalahan yang sama. Hasil menunjukkan, bahwa kelimpahan relatif tungau predator Amblyseius sp. dan Phytoseius sp. di wilayah Cilacap dan Wonosobo tidak dipengaruhi oleh temperatur maupun kelembaban udara, kelimpahan relatif tungau Amblyseius sp. dan Phytoseius sp. di Cilacap dan Amblyseius sp. di Wonosobo juga tidak dipengaruhi oleh stadium. Namun, didapatkan hasil yang berbeda pada tungau predator Phytoseius sp. di Wonosobo, hasil menunjukkan bahwa kelimpahan relatif tungau predator Phytoseius sp. di dataran tinggi (Wonosobo) dipengaruhi oleh stadium.The differences of altitude in the lowlands and highlands will affect the abundance of predatory mites from Phytoseiidae family. The number of the relative abundance of mites Phytoseiidae family and Tetranychus urticae will give affect to each other. The aim of this research is to determine the relative abundance of predatory mites Phytoseiidae family on plantation of cassava in the lowlands and highlands. The material used in this study are predatory mites of family Phytoseiidae obtained from cassava grown in the lowlands and the highlands in Cilacap and Wonosobo in the plantation of cassava. The material used in this research are predatory mites of family Phytoseiidae were obtained from cassava plants which grow in the plantation of cassava, Tegal Kamulyan village, Cilacap and Garung village, Wonosobo. This Research use survey methods with a systematic sampling technique. Samples were taken from each of four corners, sides, and the midlle of the designated cassava plantation of each location. From each sampling point, 5 petioles of cassava leaves were taken, and were repeated 4 times, with an interval of one week. All cassava leaves were examined under a stereo microscope and the predatory mites found were counted. Additional data, temperature, air moisture, and humadity were recorded. The data were collected and analyzed using the method of univariate analysis with the error rate 20%, if the result shows the significant or very significant differences, there will be further testing using Duncan test at the same error rate. The Results showed that the relative abundance of predatory mites Amblyseius sp. and Phytoseius sp. in Cilacap and Wonosobo was not affected by temperature and humidity, the relative abundance of mites Amblyseius sp. and Phytoseius sp. in Cilacap and Amblyseius sp. in Wonosobo also not influenced by the stage. However, different results were obtained on predatory mites Phytoseius sp. in Wonosobo, the results showed that the relative abundance of predatory mites Phytoseius sp. in the highlands (Wonosobo) was influenced by the stage.

2886257B1J008088KEMAMPUAN TANAMAN GLODOGAN (Polyalthia longifolia Sonn.) SEBAGAI PENEDUH JALAN DALAM MENGAKUMULASI Pb UDARA BERDASARKAN RESPON ANATOMIS DAUN DI PURWOKERTO
Polyalthia longifolia merupakan salah satu jenis tanaman yang digunakan sebagai peneduh jalan di Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan tanaman P. longifolia dalam mengakumulasi Pb udara dan respon anatomisnya terhadap konsentrasi Pb yang ada di daun P. longifolia. Metode penelitian menggunakan metode survei. Sampel daun tanaman peneduh jalan diambil secara purposive sampling di enam lokasi jalan utama kota Purwokerto, yaitu Jenderal Soedirman, Dr. Soeparno, HR. Bunyamin, Komisaris Bambang Soeprapto, dan Gerilya. Variabel bebas dalam penelitian adalah Pb udara ambien dan Pb daun sedangkan variabel terikat adalah respon anatomis daun P. longifolia. Parameter utama yang diamati berupa konsentrasi Pb udara ambien, Pb daun, karakter anatomis stomata (jumlah, panjang dan lebar stomata) dan tebal jaringan mesofil. Parameter pendukung yaitu kepadatan lalu lintas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Pb udara ambien tertinggi di jalan Gerilya yaitu sebesar 0,1020 µg/m3 per jam dan terendah di jalan Dr. Soeparno sebesar 0,0048 µg/m3 per jam dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Pb udara ambien di keenam lokasi penelitian masih di bawah baku mutu kualitas udara ambien di Jawa Tengah yaitu sebesar 2 µg/m3 per 24 jam. Kemampuan tanaman P. longifolia dalam menyerap Pb dipengaruhi oleh konsentrasi Pb udara ambien. Konsentrasi Pb daun tertinggi terdapat di jalan HR. Bunyamin yaitu sebesar 0,4980 ± 0,004 ppm dan terendah di jalan Dr. Soeparno yaitu sebesar 0,2786 ± 0,008 ppm. Pb yang terakumulasi dalam daun berpengaruh secara sangat nyata p < 0,01 terhadap jumlah, panjang, dan lebar stomata serta tebal jaringan mesofil P. longifolia. Konsentrasi Pb daun P. longifolia berhubungan erat dengan menurunnya jumlah stomata dan tebal jaringan mesofil tetapi tidak berhubungan dengan panjang dan lebar stomata.Polyalthia longifolia is a plant that used as a roadside in Purwokerto. This study aimed to determine the ability of the plant P. longifolia in the air and accumulate Pb anatomic response to the Pb concentration in the leaves of P. longifolia. The methods of research used survey methods. Roadside plant leaf samples were taken by purposived sampling at six locationsmain street in Purwokerto, there are Jenderal Soedirman, Dr. Soeparno, HR. Bunyamin, Commisioner Bambang Soeprapto and Gerilya. The independent variable was the ambient air Pb and Pb leaf was the dependent variable. The main parameters investigated were air Pb concentrations, Pb leaves, stomata anatomical characters and thick mesophyll tissue. Parameter support was the traffic density. The results showed that the highest concentration of Pb in the air with a concentration of 0.1020 μg/m3 per hour on Gerilya street and the lowest in DR. Soeparno street with concentrations of 0.0048 μg/m3 per hour, it can be concluded that an ambient air Pb in six study sites are still under ambient air quality in Central Java, which is 2 μg/m3 per 24 hours. Leaf Pb concentration was highest in HR. Bunyamin street with a concentration of 0.4980 ± 0.004 ppm and lows in the DR. Soeparno street with concentrations of 0.2786 ± 0.008 ppm. Pb accumulated in leaves affects the density, length, and width of stomata and mesophyll tissue thickness P. longifolia. Pb concentrations was not correlate with the leaf Pb concentration P. longifolia. Pb concentrations of leaves of P. longifolia is closely linked with decreasing density of stomata and mesophyll tissue thickness but not related to the length and width of the stomata

2896258C1B009027Analisis Pengaruh Brand Communication Terhadap Brand Trust Dan Keputusan Pembelian (Studi Pada Konsumen Pasta Gigi Pepsodent)Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Brand Communication Terhadap Brand Trust dan Keputusan Pembelian (Studi Pada Konsumen Pasta Gigi Pepsodent)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh brand communication yang terdiri dari packaging, advertising, promotion, dan word-of-mouth terhadap brand trust dan pengaruh brand trust terhadap keputusan pembelian pada produk Pasta Gigi Pepsodent. Proses penelitian menggunakan lima pengembangan hipotesis sebagai model, dengan H1. Packaging mempunyai pengaruh positif terhadap brand trust; H2. Advertising mempunyai pengaruh positif terhadap brand trust; H3. Promotion mempunyai pengaruh positif terhadap brand trust; H4. Word-of-mouth mempunyai pengaruh positif terhadap brand trust; H5. Brand trust mempunyai pengaruh positif terhadap keputusan pembelian.
Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman dengan jumlah responden sebanyak 100 responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dan regresi linier sederhana. Sedangkan metode uji menggunakan uji statistik t untuk menguji pengaruh secara parsial.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa advertising dan promotion mempunyai pengaruh yang positif terhadap brand trust sedangkan packaging dan word-of-mouth tidak mempunyai pengaruh terhadap brand trust. Pada hasil selanjutnya diketahui bahwa brand trust mempunyai pengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Maka implikasi dari hasil penelitian tersebut diantaranya meningkatkan kualitas produk dengan inovasi.
The title of this research is “The Effect Analysis of Brand Communication toward Brand Trust And Purchase Decision (Study on consumer of Pepsodent Toothpaste)”. This research aimed to examine the effect of brand communication that consists packaging, advertising, promotion, and word-of-mouth toward brand trust and effect of brand trust towards purchase decision on Pepsodent Toothpaste products. The research processes five hypotheses development as the model, with H1. Packaging has a positive effect on brand trust; H2. Advertising has a positive effect on brand trust; H3. Promotion has a positive effect on brand trust; H4. Word-of-mouth has a positive effect on brand trust; H5. Brand trust has a positive effect on purchase decision.
The subject of this research is students of Economic Faculty of Jenderal Soedirman University with 100 respondents. Collect data method used questionnaire, beside data analyzed used multiple linear regression and simple linear regression. Meanwhile, this research using t statistic examination as the examination method.
The results of this research show that advertising and promotion have positive effects on brand trust, while packaging and word-of-mouth don’t. And on next result shows that brand trust has a positive effect on purchase decision. So the implication of the result is to increase the quality of the product with some innovation.
2906259O1A006040UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK DAUN SLATRI (Calophyllum soulattri) TERHADAP Candida albicansPenyakit fungi kulit (dermatomikosis) termasuk salah satu penyakit kulit yang masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Salah satu jenis dermatomikosis adalah kandidiasis, terutama kandidiasis kutis. Penyakit ini sebagian besar disebabkan oleh fungi C.albicans.
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui aktivitas antifungi dari ekstrak daun slatri yang dinyatakan dengan nilai IC50 dan identifikasi senyawa golongan terpenoid dan tanin. Uji aktivitas antifungi dilakukan dengan metode difusi cakram dengan 7 ekstrak daun. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan regresi linier.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun slatri mengandung golongan senyawa terpenoid dan tanin. Ekstrak dapat menghambat pertumbuhan fungi pada semua konsentrasi. Nilai IC50 ekstrak daun slatri yaitu sebesar 29,07%.
Fungal infectious diseases (dermatomycosis) is one of skin diseases that still become the health problem in Indonesia. One of dermatomycosis kind is candidiasis, especially candidiasis cutis. The disease is mostly caused by C.albicans.
The purpose of this study was to determine antifungal activity of slatri leaf extracts against C.albicans expressed by IC50 and identification of compound classes of terpenoids and tannins. Antifungal activity test carried out by disc diffusion method with 7 slatri leaf extract. The data obtained were analyzed using linear regression
The results showed that the slatri leaf extract contains a class of compounds terpenoids and tannins. Extract can inhibit the growth of fungi at all concentrations. IC50 values of slatri leaf extract is 29.07%.
2916171G1F009047ANALISIS KADAR KALSIUM URIN WARGA DESA DARMAKRADENAN MENGGUNAKAN METODE KOLORIMETRI
Konsumsi air minum dengan kadar kalsium (Ca2+) tinggi dapat meningkatkan kadar kalsium dalam darah dan urin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kalsium dalam urin warga Desa Darmakradenan yang mengkonsumsi air sumur di sekitar sungai sebagai sumber air minum.
Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental laboratorium yang meliputi pengambilan sampel dengan cara mengambil 3 sampel secara acak dari warga laki-laki di Desa Darmakradenan. Dilanjutkan analisis kadar kalsium urin menggunakan metode kolorimetri pada panjang gelombang 573,4 nm dengan pengompleks Ortho-Cresolphthalein Complexon. Data disajikan menggunakan analisis deskriptif dalam bentuk rerata dan standard error (SE).
Hasil rata-rata kadar kalsium urin warga Desa Darmakradenan adalah 203,184 ± 29,979 mg / 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kalsium rata-rata dalam urin warga Desa Darmakradenan tidak melebihi 300 mg / 24 jam, sehingga masih dalam kisaran kadar normal kalsium dalam urin.


High calcium levels in blood and urine can be caused by consumption of drinking water with high calcium levels. The aim of this study is to determine calcium levels in residents’s urine at Darmakredenan Village.
The study was conducted using laboratory experimental method. Sample was taken randomly from male residents in Darmakredenan Village, continued by analysis of calcium in urine using colorimetric method at wavelength 573,4 nm with ortho cresolphthalein complexon as reagent. Data was presented as mean and standard error (SE).
The result of average calcium levels in residents’s urine at Darmakredenan Village is 203,184 ± 29,979 mg / 24 hours. The study results showed that average calcium levels in residents’s urine at Darmakredenan Village did not exceed 300 mg / 24 hours, so that the calcium levels in urine still in the range of normal levels.


2926260B1J008174Kelimpahan Collembola Pada Pertanaman Pakcoy (Brassia rapa) Bermulsa Plastik dan Non Mulsa di Kawasan Agrowisata Serang Purbalingga Mulsa merupakan pelapis permukaan tanah tempat cocok tanam yang berguna untuk melindungi permukaan tanah dari terpaan hujan, erosi, dan menjaga kelembaban, struktur, kesuburan tanah, serta menghambat pertumbuhan gulma. Mulsa dapat berupa sisa tanaman, lembaran plastik, atau susunan batu yang disebar di permukaan tanah. Petani memanfaatkan mulsa plastik dalam budidaya tanaman. Praktek pemakaian mulsa plastik diduga berdampak terhadap fauna tanah, salah satunya Collembola yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan kelimpahan dan keragaman familia Collembola pada pertanaman pakcoy bermulsa plastik dan non mulsa serta korelasi antara kelimpahan dan keragaman familia Collembola dengan sifat fisika dan sifat kimia tanah. Metode penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara random menggunakan ‘line transek’ sepanjang 20 meter yang terbagi menjadi 5 kuadrat. Sampel diambil menggunakan perangkap pitfall trap (PF) dan core sampler (CS). Sampling dilakukan 1 bulan sekali sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati adalah kelimpahan Collembola dari masing-masing pertanaman. Parameter yang diamati berupa keragaman familia dan jumlah individu setiap familia Collembola. Parameter lain yang diukur adalah sifat fisika tanah (bahan organik, kelembaban dan temperatur tanah) dan sifat kimia tanah (kadar total C tanah, N tanah, Rasio C:N dan pH tanah). Data kelimpahan Collembola dianalisis menggunakan Uji-T dengan tingkat kesalahan 10% dan 20% sedangkan korelasi antara kelimpahan dan keragaman Collembola dengan sifat fisika tanah dan sifat kimia tanah dianalisis dengan Canonical Correspondence Analysis (CCA) menggunakan program Canoco versi 4.5. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan Collembola tertinggi terdapat pada pertanaman pakcoy non mulsa dengan perangkap Pitfall. Keragaman familia Collembola yang diperoleh dari kedua lahan diantaranya: Entomobrydae, Paronellidae, Isotomidae, Hypogastruridae, Cyphoderidae, Sminthuridae, dan Sminthurididae. Pertanaman pakcoy bermulsa plastik baik dengan perangkap Pitfall maupun dengan Core sampler diperoleh 6 familia sedangkan pertanaman non mulsa dengan perangkap Pitfall diperoleh 7 familia dan Core sampler diperoleh 2 familia. Hasil uji-t menunjukan bahwa kelimpahan Collembola di pertanaman bermulsa plastik dengan perangkap Pitfall dan non mulsa dengan perangkap Pitfall serta pertanaman bermulsa plastik dengan Core sampler dan non mulsa dengan Core sampler sangat berbeda nyata (t-hit = 2,28 dan 2,01) sedangkan hasil analisis CCA menunjukan korelasi sangat kuat (0,89) antara kelimpahan dan keragaman Collembola dengan faktor lingkungan (sifat fisika dan kimia tanah).
Kata kunci : Mulsa plastik, Pakcoy, Kelimpahan, Collembola.
Mulch is a surface coating that is used to protect soil surface from rain, erosion, and keep humidity, structure, soil fertility, and inhibit the growth of weeds. Mulch can be like crop residues, plastic sheets, or stone structure that are spread on the soil surface. Farmers are utilizing plastic mulch in cultivating the plants currently. The practice usage of plastic mulch is expected to impact to soil fauna, one of them is Collembola that have a role in maintaining the balance of the ecosystem. The purpose of this study was to determine the abundance and diversity of Collembola family in pakcoy field that used plastic mulch and non mulch also to know the correlation between the abundance and diversity of Collembola family with physical and chemical properties of the soil. This research method is a survey method with random sampling technique using line transect sampling of 20 meters long which is divided into 5 squares. Sampling technique used pitfall traps (PF) and core sampler (CS). Sampling was done once a month for 4 times. The variable was Collembola abundance from each crop. The parameter was the family diversity and numbers of each Collembola family. Other parameters were soil physical properties (organic matter, humidity and soil temperature) and soil chemical properties (total of soil C , soil N, ratio of C: N and soil pH). Collembola abundance data were analyzed by using T-test with 10% and 20% error rate, while the correlation between the abundance and diversity of Collembola with soil physical properties and soil chemical properties were analyzed by Canonical Correspondence Analysis (CCA) using Canoco program 4.5. version. The results showed that the highest Collembola abundance was in non mulch pakcoy field with PF. Collembola familiy diversity obtained from both fields include: Entomobrydae, Paronellidae, Isotomidae, Hypogastruridae, Cyphoderidae, Sminthuridae, and Sminthurididae. At PF and CS plastic mulched Pakcoy planting was obtained 6 families while at planting non mulch pakcoy was obtained 7 families and at CS was obtained 2 families. T-test results showed that the abundance of Collembola in PF plastic mulch with PF non mulch planting and CS plastic mulch with CS non mulch planting were significantly different, while the results of the CCA analysis showed the strong correlation between the abundance and diversity of Collembola with environmental factors (physical and chemical properties of the soil).
Keywords: plastic mulch, pakcoy, abundance, Collembola.
2936062B1J006154Pengaruh Bakteri Pelarut Fosfat dan Bakteri Penambat Nitrogen terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat pada Tanah MasamTanah masam merupakan lahan kering yang cukup berpotensi untuk pengembangan berbagai komoditas pertanian namun belum tertangani dengan baik. Tanah masam bereaksi masam pH<5,0, mempunyai potensi keracunan Al, miskin kandungan bahan organik dan peka terhadap erosi serta rendahnya kandungan unsur-unsur nitrogen (N) dan fosfor (P). Hal ini dapat diatasi salah satunya dengan menginokulasikan bakteri pelarut fosfat dan bakteri penambat nitrogen. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian inokulasi bakteri pelarut fosfat, inokulasi bakteri penambat nitrogen, dan inokulasi bakteri pelarut tanah ditambah bakteri penambat nitrogen terhadap bobot basah, tinggi, kadar nitrogen (N) serta kadar fosfor (P) tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental selama 6 minggu, menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu 1 perlakuan tanpa inokulasi bakteri serta 3 perlakuan dengan menggunakan inokulasi bakteri pelarut fosfat (BPF), inokulasi bakteri penambat nitrogen (BPN), dan inokulasi bakteri pelarut fosfat (BPF) ditambah bakteri penambat nitrogen (BPN), masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Hasil menunjukkan bahwa bakteri pelarut fosfat (BPF) ditambah bakteri penambat nitrogen (BPN) paling mampu dalam meningkatkan bobot basah, tinggi, kadar nitrogen (N) dan kadar fosfor (P) tanaman tomat pada tanah masam.Acid soil is the dried soil which has great potential for growing of agriculture commodity but this kind of soil has not been used optimally. The acid soil which has acidity reaction at pH<5,0 has Al poisonous potency, less of organic material and sensitivity toward erosion, and also less of nitrogen (N) and phosphor (P). Those problems can be solved by doing phosphate-solubilizing bacteria and nitrogen fixing bacteria inoculation. The aims of this study were to know the effect of phosphate-solubilizing bacteria, nitrogen fixing bacteria, and the mixture of both of them to the wet weight, height, level of nitrogen and phosphor of tomato plants. This research was conducted experimentally for six weeks by using completely randomized design (CRD) with 4 treatments. One treatment is a treatment without bacteria inoculation and the other treatments used bacteria inoculations which were phosphate-solubilizing bacteria inoculation, nitrogen fixing bacteria inoculation, and the mixture of both of them inoculations. Data were analyzed by using analysis of variance (ANOVA) at the 95% and 99% confidence level. The result proved the mixture of phosphate-solubilizing bacteria and nitrogen fixing bacteria is the most effective inoculation to improve the wet weight, height, level of nitrogen, and level of phosphor of tomato plant in acid soil.
2944151B1J006136KEANEKARAGAMAN PARASIT PADA BEBERAPA IKAN LAUT YANG DIDARATKAN DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) CILACAPTempat Pelelangan Ikan Cilacap berhadapan langsung dengan Samudra Indonesia yang dikenal memiliki potensi sumber daya ikan yang besar, antara lain ikan kembung (Rastrelliger kanagurta), ikan selar ubur-ubur (Alepes melanoptera) dan ikan mujair (Oreochromis mossambicus). Ikan-ikan tersebut dapat terinfeksi oleh berbagai jenis parasit baik ektoparasit maupun endoparasit. Parasit dapat masuk ke dalam tubuh inang melalui rantai makanan dan menempel pada permukaan tubuh melalui penetrasi langsung pada kulit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman parasit pada ikan A. melanoptera, ikan O. mossambicus, dan R. Kanagurta yang diperoleh dari TPI Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive. Banyaknya sampel ikan yang diambil 20 ekor ikan tiap spesiesnya. Variabel yang diamati meliputi keragaman parasit dengan parameter jumlah individu tiap spesies parasit yang terdapat pada setiap sampel ikan. Jenis parasit kemudian diidentifikasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan indeks ragam Shannon-Wiener. Hasil penelitian ditemukan adanya parasit Caligus sp. sebagai ektoparasit, Lecithocladium sp1,. Lecithocladium sp2., Hemiuridae indet., Hysterothylacium aduncum, Echinostoma sp. sebagai endoparasit. Hasil indeks ragam Shannon-Wiener endoparasit pada ikan selar ubur-ubur (A. melanoptera) 0,33 serta nilai Eveness 0,4, pada ikan mujair (O. mossambicus) nilai indeks ragam serta eveness 0, pada ikan kembung (R. kanagurta) nilai indeks ragam Shannon-Wiener 0,77 serta nilai eveness 0,7Cilacap fish public auction is right in front of Indonesian Ocean which is known for its big fishery resource potential, such as ‘kembung’ fish (Rastrelliger kanagurta), jellyfish (Alepes melanoptera), and ‘mujair’ fish (Oreochromis mossambicus). Those fish might be infected by ectoparasite or endoparasite. Parasite is able to enter host body through food chain and attaches on the surface body through direct skin penetration. This research is aimed to find out parasites diversity an A. melanoptera, O. mossambicus, and R. kanagurta fishes from Cilacap fish public auction (TPI Cilacap). This research uses survey method along with purposive sampling as the technique to get the sample. The number of samples were taken are 20 fish for each species. The observed variable covers parasites diversity with the amount individual of parasites for each species in a sample as the parameter. Afterwards, identifying the kind of parasites. The obtained data analyzed by Shannon-Wiener index. Result of shows that there are several kinds parasites such as Caligus sp. as ectoparasite, Lecithocladium sp1., Lecithocladium sp2., Hemiuridae indet., Hysterotylacium aduncum., Echinostoma sp. as endoparasite. The result of Shannon-Wiener index endoparasite on jelly fish (A. melanoptera) is 0,33 with 0,4 for its Eveness value, 0 on ‘mujair’ fish (O. mossambicus) and also 0 for its Eveness value, and on ‘kembung’ fish (R. kanagurta), the Shannon Wiener value is 0,77 with 0,7 for its Eveness value.
2956687A1L008192PENGARUH WAKTU DAN SUHU PENDINGINAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENTANG PADA SISTEM AEROPONIKPenelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui suhu yang tepat dan pengaruh pengaturan waktu pendinginan larutan nutrisi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang pada sistem aeroponik di dataran medium, 2) Mengetahui interaksi antara suhu dan waktu pendinginan larutan nutrisi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang pada sistem aeroponik di dataran medium. Penelitian ini dilaksanakan di screen house di Desa Karangmangu, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli 2012 sampai Oktober 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 7 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba adalah kontrol (C0), suhu 150C (C1), suhu 240C (C2), waktu siang (T1), waktu malam (T2) dan waktu siang-malam (T3). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis kontras ortogonal. Variabel yang diamati, meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot segar tajuk, bobot kering tajuk, bobot segar akar, bobot kering akar, jumlah umbi, bobot umbi dan diameter umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu 240C memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman. Suhu 150C memberikan hasil terbaik terhadap bobot segar tajuk, bobot segar akar dan bobot kering akar. Pengaturan waktu pendinginan larutan nutrisi pada waktu siang-malam hari (T3) memberikan hasil yang terbaik terhadap jumlah daun, bobot segar tajuk, bobot segar akar dan bobot kering akar. Interaksi antara perlakuan suhu 240C (C2) dengan waktu pendinginan malam hari (T2) memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman. Interaksi antara perlakuan suhu 150C (C1) dengan waktu pendinginan siang-malam hari (T3) memberikan hasil terbaik terhadap jumlah daun, panjang akar, bobot segar tajuk, bobot kering tajuk, bobot segar akar dan bobot kering akar.This research is aimed to 1) know the exact temperature and the effect of nutrient solution cooling time setting on the growth and the yield of potato plant on the aeroponic system in the medium altitude; 2) know the interaction between the temperature and the nutrient solution cooling time on the growth and the yield of potato plant in an aeroponic system in medium altitude. This research was carried out at the screen house in Karangmangu village, Baturaden district, Banyumas Regency. It was held started from July 2012 until October 2012. This study used a Randomized Complete Design (RAL), which consists of 7 treatments with three times of replication. Some factors treated are control (C0), temperature of 150C (C2), temperature of 240C (C3), daytime (T1), nighttime (T2) and day-night time (T3). The data obtained were analyzed using the analysis of orthogonal contrasts. The observed variables include plant height, the number of leaves, root length, stem fresh weight, stem dry weight, root fresh weight, root dry weight, the number of bulb, the weight of bulb and the diameter of bulb. The result showed that the temperature of 240C delivers the best results in the plant height. The temperature of 150C delivers the best result on the stem fresh weight, root fresh weight, and root dry weight. The nutrient solution cooling time setting in day-night time (T3) shows the best results on the number of leaves, stem fresh weight, root fresh weight and root dry weight. The interaction between the treatment with the temperature of 240C in the night cooling time (T2) delivers the best result on plant height. The interaction between the treatment with the temperature of 150C (C1) in day-night cooling time (T3) delivers the best result on the number of leaves, root length, stem fresh weight, stem dry weight, root fresh weight, root dry weight.
2966261B1J008069EFEK BAKTERI ENDOFIT TERHADAP DERAJAT PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) BERDASARKAN KEMAMPUAN PRODUKSI HORMON IAA
(Indole Acetic Acid)
Kedelai merupakan salah satu komoditi pangan utama di Indonesia. Kebutuhan akan komoditi kedelai terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu suatu alternatif peningkatan produksi kedelai, salah satunya yaitu dengan menyediakan bakteri yang mempunyai kemampuan meningkatkan produktivitas suatu tanaman. Bakteri yang sesuai adalah bakteri endofit yang diisolasi dari tanaman kedelai. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kemampuan bakteri endofit yang diisolasi dari tanaman kedelai dalam memproduksi hormon tumbuh IAA dan mengetahui pengaruh pemberian bakteri endofit terhadap peningkatan pertumbuhan tanaman kedelai. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian untuk mengetahui pengaruh aplikasi bakteri endofit terhadap pertumbuhan tanaman kedelai adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Berdasarkan hasil yang diperoleh, bakteri endofit yang berhasil diisolasi dari jaringan akar tanaman kedelai dan memiliki kemampuan menghasilkan IAA antara lain berasal dari genus Bacillus, Enterococcus, Pseudomonas, Neisseria, Streptococcus dan Micrococcus. Isolat dari genus Bacillus dan Neisseria merupakan isolat bakteri endofit yang menunjukkan performa terbaik dalam produksi IAA dan pengujian secara in vitro isolat-isolat yang menghasilkan IAA tinggi kurang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman kedelai.Soybean is one of the major food commodities in Indonesia. The soybean demand always increasing from year to year. Based on these problems, need an alternative for increasing a soybean production, one of which is to provide a bacteria that has the ability to increase the productivity of a crop. Appropriate bacteria are endophytic bacteria isolated from soybean plants. The aim of this research is knowing the ability of endophytic bacteria isolated from soybean plants grown in producing IAA hormones and determine the effect of endophytic bacteria on growth of soybean plants. Experimental method with a completely randomize design (RAL) was used to determinethe effect of endophytic bacteria for growth of soybeans. The results indicated that the bacteria isolated from the soybeans and has an ability to produce IAA were Bacillus, Enterococcus, Pseudomonas, Neisseria, Streptococcus and Micrococcus. Isolates from Bacillus and Neisseria’s genus showed the best performance in the production ofIAA and in vitro testing of isolates that produce high IAA is less effective in promoting growth of soybean plants.
2977197H1L009021RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KLINIK HEWAN BERBASIS WEB PADA KNS PET SHOPPet shop adalah sebuah tempat layanan jasa yang ditujukan untuk kebutuhan hewan peliharaan. Kebutuhan hewan tersebut dapat berupa makanan, aksesoris hingga perawatan kesehatan atau tindakan medis. Untuk mendukung pelayanan, seringkali pet shop menjadi satu dengan klinik hewan. Pada KnS pet shop terdapat proses pendataan hewan yang melakukan pemeriksaan kesehatan. Pencatatan data tersebut dilakukan secara manual pada lembar registrasi yang sudah tersedia. Perlu sebuah sistem yang dapat mempermudah proses pemeriksaan dan pendataan rekam medis hewan. Sistem Informasi Manajemen Klinik Hewan merupakan sebuah sistem berbasis web yang dibuat untuk memudahkan penggunanya dalam pencatatan riwayat penyakit pada hewan. Perancangan sistem informasi ini menggunakan Data Flow Diagram dan pembuatan sistem dengan bahasa pemrograman PHP versi 5 serta pengelolaan database dalam aplikasi ini menggunakan MySQL. Pada sistem ini ada empat pengguna yaitu administrator, pemilik klinik, dokter, dan pemilik hewan. Masing-masing pengguna memiliki hak akses yang berbeda terhadap sistem. Sistem informasi ini dapat menampilkan fitur yang dibutuhkan oleh penggunanya.


Pet shop has become service provider fulfilling pet’s needs. The pet needs are including food, accessories, health care or medical treatment. In order to support the service, sometimes pet shop also provides veterinary clinic. KnS pet shop has data collection process for the animal experiencing medical treatment. The process is performed manually with registration form. It needs a system to accomodate the checking and collecting process of animal medical record. Animal Health Care Information System is a web based system designed to enable users to record the history of animal health. This information system is designed using data flow diagram created by programming language PHP version 5. Meanwhile, the management and arrangement of database in this application uses MySQL. On this system, there are four users which are administrator, clinic owner, doctor, and pet owner. Each user has different permissions to the system. This system can display features needed by the user.
2986262P2CC11048KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DITINJAU DARI KEAKTIFAN, MOTIVASI BELAJAR, DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMKN 1 PURWOKERTO PADA MAPEL MATEMATIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis lima hal; pertama, efektifitas pembelajaran model Jigsaw dan model konvensional dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa; kedua, efektifitas pembelajaran model Jigsaw dan model konvensional dalam meningkatkan motivasi belajar siswa; ketiga, efektifitas pembelajaran model Jigsaw dan model konvensional dalam meningkatkan prestasi belajar siswa; keempat, pengaruh antara keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa dan kelima, pengaruh antara motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi yaitu pembelajaran Jigsaw untuk meningkatkan keaktivan, motivasi dan prestasi belajar siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Multimedia dan kelas XI TKJ SMKN 1 Purwokerto. Analisis data menggunakan uji t independent dan t dependent, serta analisis regresi ganda.
Hasil penelitian diperoleh kesimpulan lima hal; pertama, aktivitas belajar siswa pada kelompok pembelajaran model Jigsaw lebih tinggi dibandingkan kelompok konvensional; kedua, motivasi belajar siswa pada kelompok pembelajaran model Jigsaw lebih tinggi dibandingkan kelompok konvensional; ketiga, prestasi belajar siswa pada kelompok pembelajaran model Jigsaw lebih tinggi dibandingkan kelompok konvensional; keempat, aktivitas belajar siswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa dan kelima, motivasi belajar siswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa
This study entitled "The effectiveness of Cooperative Learning Model Type Jigsaw Seen From Activity, Motivation and Achievement Student of SMK 1 Purwokerto In Mathematics Subject". This study aims to identify and analyze five things: first, instructional effectiveness Jigsaw model and the conventional model in improving student learning activity; second, the effectiveness of Jigsaw model learning and conventional models in increasing students' motivation; Third, the effectiveness of learning models and the conventional model in Jigsaw improve student achievement; fourth, the influence of active learning among students on student achievement and the fifth, the effect of student motivation on student achievement
This study is a quasi experimental study is to improve keaktivan Jigsaw learning, motivation and student achievement. The subjects were students of class XI and class XI Multimedia TKJ SMK 1 Purwokerto. Data analysis using independent t test and t dependent, and a multiple regression analysis.
The results concluded five things: first, students 'learning activities in the learning group Jigsaw model is higher than the conventional group, the second on students' motivation in learning groups of Jigsaw model is higher than the conventional group; Third, student achievement on group learning models over Jigsaw higher than the conventional group; fourth, student activities and a significant positive effect on student achievement and fifth, student motivation, and a significant positive effect on student achievement
2996263B1J009153PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI Eucheuma cottonii YANG DITANAM MENGGUNAKAN SISTEM PENANAMAN DAN TINGKAT KEDALAMAN BERBEDA DI PERAIRAN PANDANSARI BREBESRumput laut (seaweed) merupakan salah satu komoditi yang potensial. Salah satu rumput laut yang bernilai ekonomis tinggi adalah Eucheuma cottonii yang dapat dijadikan sebagai bahan baku industri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi Eucheuma cottonii yang ditanam menggunakan sistem bertingkat di perairan Pandansari, Brebes. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan Split Plot sistem penanaman sebagai main plot yang terdiri dari sistem tali tunggal, jaring tabung dan jaring tubuler, sebagai subplotnya adalah kedalaman dengan tingkat level kedalaman 30-40 cm, 60-70 cm dan 90-100 cm. Bobot yang digunakan adalah 100 g dengan tiga kali ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F dengan taraf kepercayaan 95% dan 99% untuk mengetahui pengaruh faktor yang dicobakan dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sistem penanaman budidaya jaring tabung dengan tingkat kedalaman 30-40 cm menghasilkan pertumbuhan Eucheuma cottonii tertinggi yaitu sebesar 7, 833 g dan produksi basah tertinggi yaitu sebesar 3813,75 g/m2.


Seaweed is one of commodity potential and can a mainstay to efforts enterprise development small-scale and medium. Any seaweed economically valuable high is Eucheuma cottonii. The purpose of this research is to know the growth and production of Eucheuma cottonii planted using a multilevel system in waters Pandansari, Brebes. This research uses experimental methods, the draft used the Random Design Group (RAK) and a pattern of main plot is planting system modification-floor, single rope system, tubular mesh system and net tubes. Subplot is depth levels level depth of 30-40 cm, 60-70 cm and 90-100 cm. Weight is 100 g by three replication. Data were analyzed using observation results of test level F credentials 95% and 99% to know the influence factors for customers. If the results differ markedly, continued with the smallest Real Difference Test (BNT) to tell the difference between the treatments. The results show that observations on the use of planting system and different depth levels produce different Eucheuma cottonii growth at the age of 10, 20, hst hst hst hst 30 and 40 as well as different production. Treatment using the system net tube with a depth of 30-40 cm diameter produces the highest growth of Eucheuma cottonii 7, 833 g and the highest production of wet 3813,75 g/m2
3006264G1A006067BANKSY GRAFFITI AS HIS PROTEST TO STATE TERRORISMPenelitian ini membahas cara Banksy memprotes bentuk state terrorism di berbagai negara melalui graffiti yang ia buat. Banksy adalah artis jalanan yang sangat kontroversial di kancah dunia. Karya Banksy muncul di berbagai belahan dunia dan menghasilkan pengaruh terhadap dunia seni jalanan. Gambar dan pesan satirnya melewati batas antara seni, filosofi, politik, dan humor. Penelitian ini bertujuan untuk menerangkan cara banksy mengkritik state terrorism yang ada di perbatasan Amerika, Inggirs, dan West Bank, Palestina. Referensi state terrorism karya Ariel Heryanto dan teori culture studies karya Chris Barker dipilih untuk memahami dan mengungkapkan makna-makna yang terkandung dalam graffiti Banksy. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa graffiti yang Banksy buat mengungkapkan bentuk kritikan terhadap berbagai kondisi, diantaranya terror yang dilakukan Israel terhadap Palestina, terror yang dilakukan oleh negara yang memiliki kekuatan besar terhadap negara yang lemah, terror yang dilakukan pihak kapitalis terhadap para pekerja, terror yang dilakukan pihak kapitalis terhadap ruang publik dan menunjukkan keadaan sosial dan politik di negara tersebut. Melalui graffiti, Banksy dapat membuat pernyataan yang kuat terhadap isu politik dan menyebarkan pesan yang kuat pula kepada dunia.This research discusses the way how Banksy protests the state terrorism in some countries through his graffiti. Banksy is the most controversial street artist on the global stage. The works of Banksy have appeared around the world and made an impact to street art. His pictorial and satirical messages cross the boundaries between art, philosophy, politics, and, humor. This research aims to explain how Banksy criticizes state terrorism in United States, England, and West Bank Barrier, Palestine. The references of state terrorism by Ariel Heryanto and culture studies theory by Chris Barker are chosen to understand and uncover the meanings that are emerged in Banksy’s graffiti. The result of this research shows that graffiti made by Banksy reveals some conditions, such as terror which is done by Israel to Palestine, terror which is done by powerful state to the weak state, terror which is done by capitalist side to the workers, terror which is done by capitalist side to public space, and show the social and politic condition in that country. Using graffiti, Banksy can make strong statements toward political issues and also spread his powerful messages to the world.