Artikel Ilmiah : C1A006049 a.n. SEH RINGGONO
| NIM | C1A006049 |
|---|---|
| Namamhs | SEH RINGGONO |
| Judul Artikel | STUDI KELAYAKAN AGROWISATA KEBUN JAMBU BIJI DI DESA TAMBAKSOGRA KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini berjudul “Studi Kelayakan Agrowisata Kebun Jambu Biji di Desa Tambaksogra Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisi karakteristik pengunjung agrowisata kebon jambu di Desa Tarmaksorga, menganalisis kelayakan usaha agrowisata kebon jambu di Desa Tambaksogra dan menganalisis tingkat kepekaan atau sensitivitas kondisi kelayakan usaha agrowisata kebon jambu di Desa Tambaksogra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengunjung dan menganalisis kelayakan usaha agrowisata kebun jambu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu menghitung analisis kelayakan usaha dengan kriteria NPV, BCR dan IRR. Kemudian penelitian ini juga menghitung periode pengembalian modal (pay back period) dan analisis sensitivitas. Karakteristik pengunjung Agrowisata Kebon Jambu adalah responden berjenis kelamin perempuan sebesar 54%. Pendidikan terakhir pengunjung adalah SMA sebesar 45%. Sebagian besar pengunjung bekerja sebagai wiraswasta sebesar 35%. Pendapatan pengunjung adalah Rp 2.000.000 sampai Rp 3.000.000 sebesar 52%. Frekuensi jumlah kunjungan sebagian besar pengunjung mencapai 2 sampai 3 kali kunjungan sebesar 51%. Kemudian pengunjung menginginkan penambahan fasilitas outlet jus sebesar 51%, dari hasil karakteristik pengunjung diatas dapat diketahui bahwa agrowisata kebun jambu biji memiliki prospek yang bagus dan peluang pengembanganya semakin terbuka. Dari hasil analisis kelayakan, usaha agrowisata kebon jambu biji di Desa Tambaksorga layak untuk dijalankan karena berdasarkan perhitungan diperoleh Net Present Value (NPV) lebih besar daripada 0 yaitu Rp 378.985.412,72, Benefit Cost Ratio (BCR) lebih besar dari pada 1 yaitu 1,90 dan Internal Rate of Return (IRR) lebih besar dari tingkat suku bunga deposito (6%) yaitu 59,85 persen. Payback Period yaitu 5 tahun, 1 bulan, 28 hari. Usaha ini lebih sensitif terhadap penurunan pendapatan dibandingkan kenaikan biaya. Kenaikan biaya mencapai 90%, NPV yang diperoleh sebesar (1.828.369,78). Kemudian penurunan pendapatan mencapai 48% akan menghasilkan (5.398.400,08). Karena persentase penurunan pendapatan lebih kecil dibandingkan persentase kenaikan biaya, maka penurunan pendapat lebih sensitif daripada kenaikan biaya. Dari hasil tersebut dapat diimplikasikan bahwa usaha agrowisata kebon jambu biji dapat dikembangkan pada daerah lain untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi wisata dan ekonomi Kabupaten Banyumas. Harga jual dan produktivitas setiap pohon jambu biji harus dipertahankan dan diusahakan untuk meningkat karena terbukti penurunan pendapatan lebih sensitif terhadap kelayakan usaha dibanding kenaikan biaya produksi. Untuk meningkatkan produktivitas setiap pohon jambu dapat dilakukan dengan cara perawatan secara berkala, perluasan skala usaha, mengembangkan produk baru serta mengembangkan penggunaan teknologinya. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study entitled "Feasibility Study of Agro gardens in the village of Guava Tambaksogra Contribute Banyumas district". The purpose of this study was to analyze the characteristics of guava garden visitors in the village agrotourism Tarmaksorga, analyze the feasibility agro cashew garden at Village Tambaksogra and analyze the sensitivity or sensitivity feasibility conditions agro cashew garden at Village Tambaksogra. This study aimed to investigate the characteristics of visitors and analyze the feasibility agro guava orchard. The method used in this study, the feasibility analysis to calculate the NPV criteria, BCR and IRR. Then this study also calculates the payback period (pay back period) and sensitivity analysis. Visitor characteristics Agro Cashew Kebun is female respondents by 54%. Last visitors are high school education by 45%. Most visitors to work as self-employed by 35%. Visitor revenue was Rp 2,000,000 to Rp 3,000,000 by 52%. The frequency of the number of visits for most visitors reach 2 to 3 visits by 51%. Then visitors want additional facilities juice outlets by 51%, from the results of visitor characteristics above can be seen that the guava orchard agro-tourism has good prospects and opportunities pengembanganya more open. From the results of the feasibility analysis, agro enterprise guava garden in the village Tambaksorga feasible because the calculation is based on the Net Present Value (NPV) is greater than 0, Rp 378.985.412,72, Benefit Cost Ratio (BCR) greater than 1 is 1 , 90 and the Internal Rate of Return (IRR) is greater than the deposit interest rate (6%) is 59,85 percent. Payback Period 5 years, 1 months, 28 days. This effort is more sensitive to the decrease in revenue compared to cost increases. Cost increases to 90%, NPV obtained for (1.828.369,78) Then reached 48% decline in revenue will result in (5.398.400,08). Because the percentage of revenue decreased less than the percentage increase in costs, the decline is more sensitive than the opinion of cost increases. From the results it can be implied that the guava garden ecotourism businesses can be developed in other areas to develop and harness the economic potential of tourism and Banyumas. Selling prices and productivity every guava trees should be preserved and cultivated to increase as incomes decline proved more sensitive to feasibility than the increase in production costs. To increase the productivity of each tree nuts can be done by way of regular maintenance, expansion of business scale, developing new products and expanding the us e of technology. |
| Kata kunci | studi kelayakan |
| Pembimbing 1 | Agus Arifin SE, M.Sc |
| Pembimbing 2 | Drs.Sudjarwanto M.Si |
| Pembimbing 3 | Drs.Supadi M.Si |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 16 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |