Artikelilmiahs

Menampilkan 201-220 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2016195C1A008096ANALISIS PENGARUH INVESTASI ASING (PMA), TENAGA KERJA, PENGELUARAN RUTIN , DAN PENGELUARAN PEMBANGUNAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DIKOTA SEMARANG (2001-2010)Penelitian ini berjudul “ Analisis Pengaruh Investasi Asing (PMA), Tenaga Kerja, Pengeluaran Rutin, dan Pengeluaran Pembangunan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kota Semarang 2001 – 2010 “.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah variabel investasi asing (PMA), tenaga kerja, pengeluaran rutin, dan pengeluaran pembangunan secara bersama-sama maupun parsial berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang, serta kemudian untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data sekunder secara berkala (time series) dari dinas terkait serta studi perbandingan dari studi-studi yang telah dilakukan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan empat variabel independen yaitu investasi asing (PMA), tenaga kerja, pengeluaran rutin, dan pengeluaran pembangunan,dengan analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik (normalitas, heteroskedastisitas, multikolinearitas dan autokolerasi), dan uji statistik (uji t dan uji f ).
Hasil penelitian yang didapat yaitu variabel investasi asing (PMA), tenaga kerja, pengeluaran rutin, dan pengeluaran pembangunan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang. Variabel investasi asing (PMA) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang, variabel tenaga kerja secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang, variabel pengeluaran rutin secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang, serta pengeluaran pembangunan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang, dan variabel pengeluaran rutin merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang.
Implikasi untuk penelitian ini adalah pemerintah daerah Kota Semarang diharapkan semakin berupaya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, baik melalui kebijakan pemerintah daerah terkait pengembangan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan sarana dan prasarana ekonomi dan sosial, mengelola potensi - potensi unggulan di daerah serta mendorong pertumbuhan sektor – sektor swasta di daerah yang relatif tertinggal agar dapat membantu memberdayakan ekonomi masyarakat Kota di Semarang.
This research entitle "Analysis of Foreign Investment (FI), Labor, Routine Expenditure and Development Expenditure on Economic Growth in the city of Semarang 2001-2010". The method used in this study was secondary data analysis periodically (time series) of relevant agency as well as comparative study of the studies that have been done. The method of analysis used in this study was using four independent variables, namely foreign direct investment (FDI), labor, routine expenditure and development expenditure, as well as multiple linear regression analysis, classical assumption test (normality, heteroscedasticity, multicollinearity and autokolerasi), and test statistic (t and f test). The results obtained were variable foreign direct investment (FDI), labor, routine expenditure and development expenditure simultaneously have significant effect on economic growth in the city of Semarang. Foreign direct investment (FDI) variable partially has no significant effect on economic growth in the city of Semarang, labor variable partially has no significant effect on economic growth in the city of Semarang, routine expenditure variable partially has significant effect on economic growth in the city of Semarang, as well as development expenditure variable partially has significant effect on economic growth in the city of Semarang, and routine expenditure variable was variable influence the most on economic growth in the city of Semarang.
2026157C1B009032PENGARUH MOTIVASI KERJA, KEPUASAN KERJA, KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BIMA MULTI FINANCE PURWOKERTO
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan, pengaruh kepuasan terhadap kinerja karyawan, komitmen organisasi mempengaruhi kinerja karyawan, kinerja karyawan di PT. Bima Purwokerto. 50 Multi Finance PT sampel adalah semua karyawan. Bima Multi Finance Purwokerto menggunakan metode jenuh sampling. untuk menganalisis data, menggunakan regresi linier berganda dan uji elastisitas analisisis dengan bantuan IBM SPSS Statistik Program 17:00. Hasil jika penelitian ini adalah: 1) Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan PT. Bima multi FinancePurwokerto. 2) Kepuasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Bima Multi Finance Purwokerto. 3) Komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Bima Multi Finance Purwokerto.The purpose of this study was to analyze the effect of motivation on employee performance, the influence of satisfaction on employee performance, organizational commitment affect the performance of the employee, the employee's performance in PT. Bima Purwokerto. 50 Multi Finance PT sample is all employees. Bima Multi Finance Purwokerto using saturated sampling method. to analyze the data, using multiple linear regression and analisisis elasticity test with the help of IBM SPSS Statistics Program 17:00. Result if this study were: 1) Motivation positive and significant effect on Employee Performance PT. Bima Multi FinancePurwokerto. 2) Satisfaction positive and significant impact on the performance of employees of PT. Bima Multi Finance Purwokerto. 3) Organizational commitment and significant positive effect on the performance of employees of PT. Bima Multi Finance Purwokerto.
2036158C1B009028PENGARUH FAKTOR MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA (Studi Pada Industri Rumah Tangga Olahan Buah Carica Di Kabupaten Wonosobo)Penelitian ini berjudul: PENGARUH FAKTOR MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA (Studi Pada Industri Rumah Tangga Olahan Buah Carica Di Kabupaten Wonosobo). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel-variabel motivasi yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan keselamatan, kebutuhan sosial dan kebutuhan penghargaan terhadap produktivitas tenaga kerja. Untuk mengetahui dan menganalisis variabel motivasi mana yang mempunyai pengaruh dominan terhadap produktivitas tenaga kerja.
Hipotesis yang diajukan adalah variabel-variabel motivasi mempunyai pengaruh positif terhadap produktivitas tenaga kerja. Faktor fisiologis mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap produktivitas tenaga kerja.
Alat analisis yang digunakan adalah analisis analisis regresi berganda dengan uji F, uji t dan uji elastisitas.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Motivasi kerja mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap produktivitas. Kebutuhan fisiologis mempunyai pengaruh paling besar terhadap produktivitas dibandingkan motivasi kerja lainnya seperti kebutuhan keselamatan, kebutuhan sosial dan kebutuhan penghargaan.
Implikasi dari penelitian ini adalah, untuk meningkatkan produktivitas dari karyawan industri rumah tangga olahan buah carica di Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo, pimpinan hendaknya terus merangsang motivasi kerja, yaitu dengan memenuhi berbagai kebutuhan fisiologis, keselamatan, sosial dan kebutuhan penghargaan. Kebutuhan fisiologis hendaknya menjadi titik berat pengelola usaha pengolahan buah carica di Kecamatan Mojotengah dan Kabupaten Wonosobo dalam rangka meningkatkan produktivitas karyawan yaitu dengan memberikan upah yang dapat memenuhi kebutuhan papan, sandang, pangan dan untuk biaya rekreasi karyawan.
The study is titled: MOTIVATION FACTORS INFLUENCE ON LABOR PRODUCTIVITY (Studies in Household Industry Processed Fruit Carica In Wonosobo regency). The research objective is to investigate and analyze the influence of motivational variables are physiological needs, safety needs, social needs and esteem needs on labor productivity. To determine and analyze the motivation variable which has dominant influence on labor productivity.
The hypothesis is motivational variables have a positive effect on labor productivity. Physiological factors have the most dominant effect on labor productivity.
The analytical tool used is the analysis of multiple regression analysis with the F test, t test and elasticity.
Based on the results of this study concluded that work motivation has a significant positive effect on productivity. Physiological needs have the most impact on labor productivity than other motivations such as safety needs, social needs and esteem needs. The implication of this study is, to increase the productivity of domestic industry employees carica fruit processed at Wonosobo regency Mojotengah District, the leadership should continue to stimulate motivation, namely to meet the various needs of physiological, safety, social and esteem needs. Physiological needs should be the focus of management carica fruit processing business in the District Mojotengah and Wonosobo regency in order to increase the productivity of employees by providing wage that can meet the needs of shelter, clothing, food, and for the cost of employee recreation.
2046159B1J008125FAKTOR KUNCI PENENTU KELIMPAHAN TUNGAU HAMA
Tetranychus urticae DAN TUNGAU PREDATOR Phytoseius sp.
DI DATARAN TINGGI DAN RENDAH
Penelitian tentang faktor kunci yang menentukan kelimpahan tungau hama Tetranychus urticae dan tungau predator Phytoseius sp. di dataran tinggi dan rendah telah di lakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menentukan kelimpahan tungau hama T. urticae dan tungau predator Phytoseius sp. di dataran tinggi dan rendah serta faktor kunci mana yang menentukan kelimpahan tungau hama T. urticae dan tungau predator Phytoseius sp. di dataran tinggi dan rendah. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara sistematis. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode analisis variansi univariate pada tingkat kesalahan 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan tungau hama T. urticae di dataran rendah dipengaruhi oleh faktor sudut duduk daun dan kultivar tanaman singkong, sedangkan di dataran tinggi ke dua faktor tersebut tidak berpengaruh. Kelimpahan tungau predator Phytoseius sp. di dataran rendah dipengaruhi oleh faktor kultivar tanaman singkong dan suhu lingkungan, sedangkan faktor yang berpengaruh di dataran tinggi adalah faktor suhu lingkungan dan kelembaban udara serta sudut duduk daun. Faktor kunci penentu kelimpahan tungau hama T. urticae di dataran rendah adalah sudut duduk daun. Faktor kunci penentu kelimpahan tungau predator Phytoseius sp. di dataran rendah adalah kultivar tanaman singkong sedangkan di dataran tinggi adalah sudut duduk daun.A study on the key factors that determine the abundance of pest mites Tetranychus urticae and predatory mites Phytoseius sp. in highland and lowland has been conducted. The aim of this research was to find the key factors that determined the abundance of pest mites T. urticae and predatory mites Phytoseius sp. in highland and lowland. This research used a survey method with a systematic sampling technique. The data were analyzed using a univariate analysis with the error rate of 20%. The results showed that the factors determining the abundance of pest mites T. urticae in lowland was leaf seat angel and cassava cultivar, the factor determining the abundance of predatory mites Phytoseius sp. in lowland was cassava cultivar and temperature, in highland was humidity and leaf seat angel. The key factor determining the abundance of pest mites T. urticae in Cilacap was leaf seat angel. The key factor determining the abundance of predatory mites Phytoseius sp. in lowland was cassava cultivars, whereas in highland was leaf seat angel.
2056160E1A009033KEBUTUHAN BIOLOGIS SEBAGAI ALASAN IZIN POLIGAMI (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Banyumas Nomor : 0519/Pdt.G/2009/PA.Bms.)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan Hakim dalam memberikan izin poligami karena alasan ketidaksanggupan memenuhi kebutuhan biologis tiap hari serta mengenai syarat-syarat poligami pada putusan Pengadilan Agama Banyumas Nomor: 0519/Pdt.G/2009/PA.Bms
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis dapat diketahui bahwa pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Banyumas dalam putusan Nomor : 0519/Pdt.G/2009/PA.Bms. yang mengabulkan permohonan izin poligami Pemohon dengan alasan isteri tidak dapat memenuhi kebutuhan biologis tiap hari, dapat digolongkan termasuk alasan poligami bahwa isteri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai isteri. Hakim dalam mempertimbangkan alasan Pemohon didasarkan Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 41 huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 dan Pasal 57 Kompilasi Hukum Islam serta Al-Quran Surat An Nisa (3) tanpa mempertimbangkan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Pasal 3 Kompilasi Hukum Islam mengenai tujuan perkawinan serta Pasal 33 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 mengenai kewajiban suami isteri.
Pertimbangan Hakim pada putusan Pengadilan Agama Banyumas Nomor 0519/Pdt.G/2009/PA.Bms mengabulkan permohonan izin poligami Pemohon karena telah terpenuhinya seluruh syarat-syarat poligami yaitu mendasarkan Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 41 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 dan Pasal 55 serta Pasal 58 Kompilasi Hukum Islam yang menyebutkan : a) adanya persetujuan isteri/ isteri-isteri. b) adanya kepastian bahwa suami mampu menjamin keperluan-keperluan hidup isteri-isteri dan anak-anak mereka. c) adanya jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap isteri-isteri dan anak-anak mereka.
This study aims to determine the basic consideration in the judge gave permission for polygamy for reasons of inability to meet the biological needs of each day as well as to the terms of polygamy on Religious Court Decision Banyumas Number: 0519/Pdt.G/2009/PA.Bms
Based on the results of research conducted by the authors to note that the consideration of Religious Court Judge in ruling Banyumas Number: 0519/Pdt.G/2009/PA.Bms. the permission granted to the applicant polygamous wives reason can not meet the biological needs of every day, can be classified including polygamy reason that a wife can not fulfill their obligations as wives. Judge in considering the applicant reasons based Article 4 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 in conjunction with Article 41 letter a Government Regulation Number 9 of 1975 and Section 57 Compilation of Islamic Law and the Quran Surat An Nisa (3) without regard to Article 1 Law Number 1 of 1974 and Article 3 of the Compilation of Islamic Law concerning marriage and the purpose of Article 33 of Law Number 1 of 1974 concerning conjugal obligations.
Judge consideration The Religious Court Decision Banyumas 0519/Pdt.G/2009/PA.Bms granted the applicant permission for polygamy because it has fulfilled all the conditions of polygamy are basing Article 5 paragraph (1) of Law No. 1 of 1974 in conjunction with Article 41 Government Regulation No. 9 of 1975 and Article 55 and Article 58 of the Compilation of Islamic Law which states: a) the approval of the wife / wives. b) the certainty that the husband is able to guarantee the necessities of life wives and their children. c) the assurance that her husband would be fair to the wives and their children.

2066161C1C009056PENGARUH ETIKA, TEKANAN KETAATAN DAN KAPASITAS INDIVIDU TERHADAP BUDGETARY SLACK (Survei pada Individu Pemegang Jabatan Perusahaan Daerah di Kabupaten Purbalingga)
Telah banyak studi tentang budgetary slack tetapi masih jarang yang melakukan penelitian pada Perusahaan Daerah atau BUMD. Terdapat sistem reward berdasarkan penilaian kinerja. Dasar dari penilaian kinerja tersebut adalah hasil pencapaian target anggaran. Oleh karena itu akan menimbulkan potensi untuk menciptakan senjangan anggaran. Penelitian ini adalah jenis survei, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor personal, yaitu etika, tekanan ketaatan dan kapasitas individu terhadap budgetary slack pada Perusahaan Daerah Kabupaten Purbalingga. Populasi dalam penelitian ini adalah semua individu sebagai manajer tingkat menengah seperti Kepala Bidang atau Kepala Divisi, Pimpinan Cabang dan Kepala Seksi yang berpartisipasi dalam penyusunan anggaran pada Perusahaan Daerah Kabupaten Purbalingga. Instrumen penelitian adalah kuesioner yang didasarkan pada indikator penelitian masing-masing variabel. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara etika variabel, tekanan ketaatan dan kapasitas individu terhadap budgetary slack. Akhirnya, melalui penelitian ini diharapkan dapat membantu organisasi untuk mengurangi atau mencegah budgetary slack karena dapat merugikan perusahaan.Have been many studies of budgetary slack but still rarely research on Local-Owned Enterprises. There are reward system based on performance appraisal. The performance appraisal look at the results of the achievement of budget targets. Thus may have potential to create budgetary slack. This study is a type of survey, which aims to determine the influence of personal factors, namely ethics, obedience pressure and individual capacity toward budgetary slack on Local-Owned Enterprises of Purbalingga Regency. The population in this study was all individuals as mid-level managers such as Chief or Head of Division, Branch Manager and Section Head who have participate in the preparation budget on Local-Owned Enterprises of Purbalingga Regency. The research instrument is a questionnaire that is based on research indicators of each variable. The method of analysis used in this study is Multiple Linear Regression. The results showed that there is a significant relationship between the variables ethics, obedience pressure and individua capacity toward budgetary slack. Finally, through this research we hope it can help the organizations to reduce or prevent of budgetary slack because it can harm to the company.
2076162H1L008009RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN SISWA BARU
DI SMA N 4 PURWOKERTO MENGGUNAKAN FRAMEWORK ZEND
Artikel ini membahas tentang penerimaan siswa baru menggunakan system online pada SMA N 4 Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode waterfall. Hasil dari penelitian ini adalah sistem informasi penerimaan siswa baru yang berguna bagi calon siswa untuk mempermudah proses pendaftaran sampai dengan proses pemantauan jurnal nilai yang dapat diakses secara realtime. Calon siswa diharuskan untuk melewati tahapan-tahapan penerimaan siswa baru yang semuanya dilakukan secara online, kecuali tahapan verifikasi berkas dan pembayaran biaya pendaftaran. Untuk kemudahan proses pendaftaran user interface sistem dibuat semudah mungkin agar calon siswa mengerti dan paham alur pendaftaran siswa baru secara online. This article discusses about students admissions online system. The method of this research was waterfall method. Result of this research was the accessible information system for new admission student from registration process to journal monitor in real time. Perspective student have to pass the registration stages by online except the data verification and payment transaction. The user interface registration process was made as easy as possible so that the student would understand the flow how of online registration.
2086165C1B009064ANALISIS PENGARUH IKLAN TELEVISI TERHADAP MINAT BELI DENGAN PRODUCT INVOLVEMENT SEBAGAI VARIABEL MODERASIPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh slogan, model iklan dan repetisi terhadap minat beli dengan product involvement sebagai variabel moderasi. Pada penelitian ini menggunakan objek Aqua untuk mewakili produk low involvement dan Honda untuk mewakili produk high involvement dan digunakan regresi berganda dan regresi metode sub-group sebagai alat analisis. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto yang berjumlah 100 responden. Hasil dari penelitian ini adalah slogan, model iklan dan repetisi memiliki pengaruh positif terhadap minat beli. Selain itu, product involvement memoderasi pengaruh antara slogan, model iklan dan repetisi terhadap minat beli.This research were aim to analyze the influence of slogan, endorser, and repeatition towards purchase intention with product involvement as moderation variable. The object of this research were Aqua as low involvement product and Honda as high involvement product and used Multiple Regression and Regression Sub-Group Method as analysis tool. The samples in this study were students of the Faculty of Economics, Jenderal Soedirman University Purwokerto totaling 100 people. The results of this research were slogan, endorser, and repeatition had positive influence on purchase intention. Furthermore, product involvement had moderating influence between slogan, endorser, and repeatition on purchase intention.
2096166G1D009057HUBUNGAN INDEKS MASA TUBUH DAN USIA DENGAN KADAR ASAM URAT PADA REMAJA PRA-OBESE DAN OBESE DI PURWOKERTOLatar belakang: Asam urat adalah hasil akhir dari metabolisme purin, suatu bahan penting dalam tubuh sebagai komponen dari asam nukleat dan penghasil energi dalam inti sel. Berat badan yang berlebih sering dihubungkan dengan kadar asam urat serum. Obesitas atau obese merupakan masalah kesehatan yang dapat menyerang berbagai usia, termasuk usia remaja.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara indeks masa tubuh dan usia dengan kadar asam urat pada remaja pra-obese dan obese di Purwokerto.
Metode: Desain penelitian ini adalah desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Responden penelitian ini adalah sebanyak 36 anak yang termasuk kategori remaja pra-obese dan obese. Analisis data menggunakan uji statistik Pearson Product Moment.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan hasil uji Pearson Product Moment pada hubungan indeks masa tubuh dan kadar asam urat remaja diperoleh nilai p=0,49 dan pada hubungan usia dan kadar asam urat remaja diperoleh nilai p=0,16.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara indeks masa tubuh dan usia dengan kadar asam urat pada remaja pra-obese dan obese di Purwokerto.
Background: Uric acid is the last product of purine metabolism, an important substance in body as a component of nucleatic acid and energy producer inside nucleus. Obesity and overweight are often correlated with serum uric acid level. Obesity or obese is a health problem which can attack every ages, includes teenage.
Objective: This study is to know the correlation between body mass index and age with uric acid level at pre-obese and obese teenagers in Purwokerto.
Methods: The design in this study was correlative design with cross sectional approach. The sampling method used purposive sampling. The respondents in this study were 36 students who were categorized as pre-obese and obese teenagers. Data analysis used the Pearson Product Moment statistical test.
Results: The result of Pearson Product Moment test toward the correlation between body mass index and uric acid level showed p value = 0, 49 and toward the correlation between age and uric acid level showed p value = 0,16.
Conclusion: There was no correlation between body mass index and age with uric acid level at pre-obese and obese teenagers in Purwokerto.
2106167F1F007087THE INTELLIGENCES OF ROS AND GUIL IN TOM STOPARD’S
ROSENCRANTZ AND GUILDENSTERN ARE DEAD
Penelitian yang berjudul “Intelligences of Ros and Guil in Tom Stopard’s
Rosencrantz and Guildenstern are Dead” bertujuan untuk menganalisa
kecerdasan – kecerdasan yang dimilki Ros dan Guil serta peran dari kecerdasan-kecerdasan tersebut ketika dihadapkan pada masalah-masalah kehidupan Ros adan
Guil. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah adalah drama karya Tom
Stopard yang berjudul Rosencrantz and Guildenstern are Dead. Drama tersebut
dianalisa menggunakan dua teori yaitu teori kecerdasan ganda milik Howard
Gardner dan teori kebutuhan dasar manusia milik Abraham Maslow. Berdasarkan
penelitian diketahui bahwa Ros dan Guil memiliki beberapa kecerdasan tetapi
yang paling menonjol dalam diri Ros adalah kecerdasan interpersonal dan
kecerdasan intrapersonal, sedangkan Guil menonjol dalam kecerdasan bidang
logic-matematic dan kecerdasan interpersonal. Kecerdasan-kecerdasan tersebut
sebagian besar berhasil dan sebagian lagi gagal untuk menyelesaikan masalah-masalah kehidupan mereka.
The research entitled “The Intelligences of Ros and Guil in Tom Stopard’s
Rosencrantz and Guildenstern are Dead,” is focused on analyzing the
intelligences of Ros and Guil and their role in facing life problems to get
happiness. The primary data used in this research is a drama entitled Rosencrantz
and Guildenstern are Dead by Tom Stopard. For the analysis, the researcher uses
two theories: theory of multiple intelligences by Howard Gardner and human
basic needs by Abraham Maslow. The research results an understanding that Ros
has two prominent intelligences; intelligence of interpersonal and intelligence of
intrapersonal while Guil has intelligence of logical-mathematic and intelligence of
interpersonal. Ros and Guil with their intelligences succeed solving most of their
problems thus they get happiness and failed in some other problems thus they get
sadness.
21114088B1J011081DAYA DUKUNG AZOSPIRILLUM SPP. TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF KEDELAI (GLYCINE MAX) PADA CAMPURAN TANAH PASIR BESI DAN KOMPOSAzospirillum adalah salah satu genus terbaik dari kelompok genera plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR). Azospirillum spp. yang bersinergis dengan tanaman menyediakan unsur hara esensial yang dibutuhkan pada pertumbuhan vegetatif. Tanaman kedelai (Glycine max) merupakan salah satu komoditi tanaman pangan penting di Indonesia.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh jenis media tumbuh terhadap kemampuan Azospirillum spp. dalam mendukung pertumbuhan tanaman kedelai, pengaruh isolat Azospirillum spp. yang mampu mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman kedelai pada komposisi media tumbuh berbeda, dan pengaruh komposisi media dan isolat Azospirillum spp. terhadap pertumbuhan tanaman kedelai.
Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL Faktorial). Perlakuan terdiri atas 2 faktor yaitu faktor pertama adalah komposisi media tumbuh tanaman dengan 3 taraf sedangkan faktor kedua adalah jenis isolat Azospirillum spp. dengan 5 taraf. Perlakuanan dilakukan 3 kali pengulangan. Parameter yang diamati adalah kandungan klorofil, tinggi tanaman, panjang akar, dan konsentrasi IAA yang dihasilkan. Data dianalisis dengan analisis varians (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbeda nyata sehingga dilanjutkan dengan uji BNT pada tingkat kesalahan yang sama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam tanah pasir besi ditambah kompos dengan perbandingan 1:1 secara umum mendukung pertumbuhan vegetatif yang ditunjukkan dengan rataan tinggi tanaman terbaik yaitu 36,25, rataan kadar klorofil tertinggi yaitu 15,19, dan panjang akar tanaman terbaik yaitu 30,2. Pemberian isolat campuran Azospirillum spp. KR110, HR121, dan KP27 berpengaruh pada tinggi tanaman yaitu 36,94 cm, isolat Azospirillum spp. KR110 berpengaruh terhadap kadar klorofil yaitu 13,6 cci, dan isolat Azospirillum spp. KP27 mendukung pertumbuhan panjang akar yaitu 32,2 cm. Interaksi antara media tanam (1:1) dengan isolat campuran Azospirilum spp. (P1B4) mendukung peningkatan tanaman kedelai yaitu 41,93 cm, dengan isolat Azospirillum spp. KR110 berpengaruh pada kadar klorofil 16,7 cci, dan dengan isolat Azospirillum spp. KP27 mendukung pertambahan panjang akar yaitu 32,7 cm.
Azospirillum is of the best genus from plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR) genera. Soybean (Glycine max) is one of the most important crops commodity in Indonesia. The purpose of this study was to determine the influence of media grow type toward the ability of Azospirillum spp. to supporting the growth of soybean plants, the influence of Azospirillum spp. isolate that can support the vegetative growth of soybean plants in different growth media composition, and the influence of media composition and Azospirillum spp. isolates on the growth of soybean plants. The study was conducted with experimental methods using factorial completely randomized design (CRD Factorial). Parameters measured were chlorophyll content, plant height, root length, and the concentration of IAA produced. The results showed that the composition of the iron sand soil media plus compost with 1:1 ratio is generally supporting the vegetative growth, the allocation of Azospirillum spp. mixture isolate KR110, HR121, and KP27 generally supporting the vegetative growth, and the interaction between the growing medium (1:1) with Azospirilum spp. isolate the mixture (P1B4) support the vegetative growth of soybean plants shown by the increasing of plant height, chlorophyll content and root length that was different from the other treatments.
2126223B1J007186EFEK PERBEDAAN STRATEGI PEMBERIAN PAKAN TERHADAP
AKTIVITAS PROTEASE DAN AMILASE PADA IKAN
CUPANG PLAKAT (Betta splendens)
Strategi pemberian pakan adalah pemberian pakan dengan seminimal mungkin tetapi pertumbuhan ikan tidak terhambat, salah satunya dapat dilakukan dengan pemuasaan dan pemberian pakan kembali. Pemuasaan dan pemberian pakan kembali pada ikan akan mempengaruhi penambahan dan pengurangan asupan pakan yang pada akhirnya akan mempengaruhi aktivitas digesti ikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas protease dan amilase pada ikan cupang plakat (Betta splendens) yang diberi pakan dengan strategi berbeda. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 macam perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah (K): ikan diberi pakan setiap hari, (P1): ikan dipuasakan 1 hari dan diberi pakan 6 hari, (P2): ikan dipuasakan 3 hari dan diberi pakan 4 dan (P3): ikan dipuasakan 5 hari dan diberi pakan 2 hari. Hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata aktivitas protease yaitu P0: 24.181±18.180 U/mg/menit, P1: 18.734±6.165 U/mg/menit, P2: 17.772±5.526 U/mg/menit dan P3: 18.281±3.024 U/mg/menit dan aktivitas amilase yaitu P0: 8.556±4.506 U/mg/menit, P1: 21.051±9.134 U/mg/menit, P2: 41.497±57.284 U/mg/menit dan P3: 101.917±172.936 U/mg/menit. Namun, aktivitas protease dan amilase yang diperoleh tersebut tidak berbeda secara signifikan (P>.05) diantaraperbedaan strategi pemberian pakan yang diuji. Jadi dapat disimpulkan bahwa aktivitas enzim digesti terutama protease dan amilase ikan cupang plakat (Betta splendens) tidak dipengaruhi oleh efek perbedaan strategi pemberian pakan.Feeding strategies are the minimum level of feeding but fish growth is not resisted, one of which can be carried out with fasting and re-feeding. This strategy on fish will influence the increasing and the decreasing of meals with the result that it will have an effect on fish digestion activity. This study aimed to determine the activity of protease and amylase in betta fish (Betta splendens) which is fed with different strategies. Method used was experimental method with Completely Randomized Design (CRD), 4 treatments and repeated 6 times. The treatments tested are (K): fish were fed every day, (P1): fish were fasted for 1 day and fed for 6 days, (P2): fish were fasted for 3 days and fed for 4 days, and (P4): fish were fasted for 5 days and fed for 2 days. The result is obtained that the average values from protease activity are P0: 24.181±18.180 U/mg/minute, P1: 18.734±6.165 U/mg/minute, P2: 17.772±5.526 U/mg/minute, and P3: 18.281±3.024 U/mg/minute; and amylase activity are P0: 8.556±4.506 U/mg/minute, P1: 21.051±9.134 U/mg/minute, P2: 41.497±57.284 U/mg/minute, and P3: 101.917±172.936 U/mg/minute. However, this protease and amylase activity is not significantly different (P>.05) among variance feeding strategies tested. Thus, it can be concluded that digestive enzymes activity of betta fish (Betta splendens), especially protease and amylase, are not affected with variance feeding strategies.
2136169F1G008034“ TINJAUAN ATAS STRUKTUR NOVEL TEMBANG TOLAK BALA
KARYA HAN GAGAS ”
Penelitian ini berjudul “Tinjauan Atas Struktur Novel Tembang Tolak Bala karya Han Gagas”. Novel Tembang Tolak Bala menceritakan tentang bocah yang mengalami koma selama 35 hari yang membawanya dalam kehidupan di tempat Ki Ageng Mirah dan Eyang Tejowulan. Penelitian ini memanfatkan tinjauan struktur novel yang terdiri dari tema, amanat, plot, tokoh dan penokohan, latar atau setting dan sudut pandang. Manfaat teoritis penelitian ini yaitu untuk memberikan sumbangan bagi ilmu sastra mengenai analsis struktur novel Sedangkan manfaat praktis yaitu dapat menambah pengetahuan pembaca tentang struktur novel Tembang Tolak Bala karya karya Han Gagas.
Penelitian ini menggunakan metode deskriftif analisis yaitu mendeskripsikan unsur-unsur instrinsik karya fiksi kemudian menghubungkan keterkaitan antarunsur satu dengan unsur yanng lain. Sumber data yang digunakan adalah novel Tembang Tolak Bala karya Han Gagas. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan ialah menganalisis struktur novel Tembang Tolak Bala karya Han Gagas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama dalam novel ini adalah Hargo “Tokoh Aku” dengan dibantu beberapa tokoh untuk membangun sebuah cerita tentang kesenian reog Ponorogo serta dendam keturunan antara dua keluarga, seperti Mei, Nenek, Ki Ageng Mirah, Eyang Tejowulan, Juni, and Juli. Amanat yang digambarkan adalah penyampaian amanat religius, arti sebuah pengabdian dan kesetian yang diperankan oleh tokoh Tejowulan. Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur campuran. Latar dalam novel ini terbagi menjadi tiga yaitu latar tempat, latar waktu dan latar sosial. Novel Tembang Tolak Bala karya Han Gagas ini menggunakan sudut pandang first personal-central atau “Aku” sebagai tokoh utama. Hubungan yang terkait dalam hal ini adalah hubungan antara tokoh dengan alur, latar dengan Alur, latar dengan tokoh serta tokoh dengan latar dan alur.
The research is titled "Tinjauan Atas Struktur novel Tembang Tolak Bala karya Han Gagas ". Novel Tembang Tolak Bala told about a child undergone coma for 35 days and brought him to Ki Ageng Mirah and Eyang Tejowulan life. This research aims to find out about the structure which is consists theme, message, alur or plot, characters and characterizations, background or setting and stylistic point of view. Theoritical benefits of this research was giving a contribution to science literature and adding knowledgement to the reader about novel structure Tembang Tolak Bala novel karya Han Gagas.
This research used descriptive method analysis, was describe intrinsic elements fiction inovation and combining intercorelation among elements with the other. Data resources which is used novel Tembang Tolak Bala karya Han Gagas. Collecting data tehnic which used is reading and writing ones. Analysis data tehnic used is analyzing novel structure of Tembang Tolak Bala karya Han Gagas.
The research result showed that the main actor in this novel is Hargo “Tokoh Aku” by help of other actor to buld a storyof reog Ponorogo and everlasting revenge between two families, like Mei, Nenek, Ki Ageng Mirah, Eyang Tejowulan, Juni, and Juli. The message describe was religious message, the meaning of abdication and loyality played by Tejowulan. The sequence used on this novel is mixed one. The scen of this novel consist three mainly place scane, time scane and social one. Novel Tembang Tolak Bala karya Han Gagas use fist personal-sentral or “Aku” point of view as a main actor. The correlation that is related with, is correlation between scene and sequence, scene and actor, sequence with actor, theme with a sequence, scene and actor, message with theme and actor.
2146172C1A007091LAMA KEPERGIAN, PENDAPATAN, KONSUMSI DAN KESEJAHTERAAN WARGA DESA KARANGLEWAS KIDUL KECAMATAN KARANGLEWAS PELAKU MOBILITAS ULANG-ALIK KE LUAR WILAYAH KECAMATAN KARANGLEWAS UNTUK BEKERJAPenelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang di laksanakan di Desa Karanglewas Kidul Kecamatan Karanglewas. Penelitian ini mengambil judul: “Lama Kepergian, Pendapatan, Konsumsi, dan Kesejahteraa Warga Desa Karanglewas Kidul Kecamtan Karanglewas Pelaku Mobilitas Ulang-Alik ke Luar Wilayah Kecamatan Karanglewas Untuk Bekerja”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi lama kepergian, pendapatan, dan konsumsi responden, serta untuk mengetahui perbandingan pendapatan responden terhadap konsumsi dan KHL responden.
Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi lama kepergian, pendapatan, dan konsumsi responden menggunakan alat analisis tabulasi. Untuk mengetahui perbandingan pendapatan dengan konsumsi responden menggunakan analisis APC, serta untuk mengetahui perbandingan pendapatan dengan KHL adalah dengan cara membandingkan pendapatan perkapita responden dengan daftar KHL yang ditetapkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigasi untuk wilayah Kabupaten Banyumas.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan dan jenis kendaraan berpengaruh positif terhadap lama kepergian responden, sedangkan usia berpengaruh negatif terhadap lama kepergian responden. Selanjutnya tingkat pendidikan, lama kepergian, dan jumlah tanggungan berpengaruh positif terhadap pendapatan dan konsumsi responden, sebaliknya usia berpengaruh negatif terhadap pendapatan dan konsumsi responden. Dari hasil penelitian juga dapat diketahui bahwa pendapatan responden sudah mampu memenuhi konsumsi dan KHL responden.
Implikasi dari kesimpulan di atas adalah responden sudah dikategorikan sejahtera dengan indikator terpenuhi konsumsi dan KHL, akan tetapi diharapkan tetap bijaksana dalam menggunakan pendapatan dan sisihkan sebagian untuk menabung untuk kebutuhan yang tidak terduga dan kebutuhan di masa yang akan datang.
This research is a case study carried on in the Desa Karanglewas Kidul, Kecamatan Karanglewas. This research takes the title: “Long Gone, Income, Consumption and welfare of village residents Karanglewas Kidul district Karanglewas offender mobility shuttle into outer districts Karanglewas to work”. Purpose of this study was to determine the factors that influence the departure time, income, and consumption of the respondents, as well as to compare the respondent’s income with consumption and KHL respondents.
To determine the factors that influence the departure time, income, and consumption of respondents use analysis tools tablature. To determine the ratio of income to consumption of respondents using APC analysis tools, as well as to determine the ratio of income to the KHL is by comparing the per capita income of the respondents with a list of KHL established by the Department of Manpower an Transmigration for Kabupaten Banyumas.
Based on the results of this study concluded that the level of education and positive influence on the type of vehicle respondent long gone, while the old age negatively affect the respondent’s departure. The next, level of education, length of departure and number of dependents positive effect on income and consumption respondent, otherwise age negatively affect respondent’s income and consumption. From the results of the study also showed that the respondent’s income has been able to meet consumption and KHL respondents.
The implications of the above conclusions are already categorized respondents prosperous with consumption indicators are met and KHL, but is expected to remain prudent in the use of income and set aside some for saving for unexpected needs and requirements in the future.

2156174C1A006041PENDAPATAN DAN KONSUMSI PETANI PADI
KABUPATEN BANYUMAS
(Studi Kasus pada Kelompok Tani Sri Sembada di Desa Karangtalun Kidul Kecamatan Purwojati)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi pendapatan petani padi Kelompok Tani Sri Sembada di Desa Karangtalun Kidul di Kecamatan Purwojati terhadap pendapatan rumah tangga, untuk mengetahui seberapa besar kontribusi pendapatan rumah tangga petani padi Kelompok Tani Sri Sembada di Desa Karangtalun Kidul di Kecamatan Purwojati terhadap pemenuhan pengeluaran rumah tangga, untuk mengetahui pendapatan rumah tangga petani padi Kelompok Tani Sri Sembada di Desa Karangtalun Kidul di Kecamatan Purwojati sudah bisa memenuhi kriteria standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Kabupaten Banyumas tahun 2013 atau belum. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukan petani padi di Kelompok Tani Sri Sembada Desa Karangtalun Kidul di Kecamatan Purwojati terhadap pendapatan rumah tangga cukup besar karena. Hanya 3 responden yang kontribusi pendapatan sebagai petani padi lebih kecil dibandingkan sumbangan pendapatan di luar usahatani dan 27 responden kontribusi pendapatannya sebagai petani padi besar. Tingkat kecukupan dari pendapatan rumah tangga petani padi di Kelompok Tani Sri Sembada Desa Karangtalun Kidul Kecamatan Purwojati sudah cukup. Artinya dengan berbagai tingkat pendapatan rumah tangga petani padi sudah mampu mencukupi kebutuhan konsumsinya. Dilihat dari ukuran Kebutuhan Hidup Layak (KHL), dapat diketahui bahwa masih banyak keluarga petani padi di Kelompok Tani Sri Sembada Desa Karangtalun Kidul Kecamatan Purwojati masih dalam kondisi tidak sejahtera. Hal ini disebabkan mayoritas lahan yang dimiliki responden sempit, sedangkan keahlian yang doperoleh responden hanya dibidang pertanian.The purpose of this study was to determine the contribution of income rice farmers Farmers in Sri Sembada Karangtalun Kidul village in District Purwojati on household income, to determine the contribution of the household income of rice farmers Farmers in Sri Sembada Karangtalun Kidul village in District Purwojati the fulfillment of the household expenses, to determine household income of rice farmers Farmers in Sri Sembada Karangtalun Kidul village in District Purwojati been able to meet the standard criteria Living Needs (KHL) Banyumas in 2013 or not. Based on the research and analysis of the data showed rice farmers in Sri Sembada Farmers Karangtalun Kidul village in District Purwojati on household incomes large enough for. Only 3 respondents as rice farmers income contribution is smaller than the contribution of off-farm income and 27 respondents as the revenue contribution of the rice farmers. The adequacy of the level of household income of rice farmers in Sri Sembada Village Farmers Karangtalun Kidul District Purwojati enough. Means with different levels of household income of rice farmers are able to meet their consumption needs. Judging from the size of the Living Needs (KHL), it is known that there are many families of paddy farmers in Sri Sembada Village Farmers Karangtalun Purwojati Kidul District is still in a state of peace. This is due to the majority of the respondents owned land narrow, whereas respondents doperoleh expertise to the field of agriculture.
2166175C1A008073Kesejahteraan Ekonomi Pedagang Pakaian Di kios Pasar Wonokriyo Kecamatan Gombong Kabupaten KebumenPenelitian ini mengambil judul “Kesejahteraan Ekonomi Pedagang Pakaian
Di kios Pasar Wonokriyo Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen”.Penelitian
ini diambil atas dasar masih dominannya tenaga kerja disektor informal contohnya
adalah pedagang pakaian di pasar Wonokriyo, selain itu letak pasar Wonokriyo
yang cukup strategis guna menunjang perdagangan.Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui pengaruh modal, jam kerja, lama usaha, pendidikan terhadap
pendapatan pedagang pakaian.Untuk mengetahui sumbangan pendapatan
pedagang pakaian terhadap pendapatan keluarga, serta mengetahui kemampuan
pendapatan pedagang pakaian dalam memenuhi konsumsi keluarganya.
Penelitian ini dilakukan dengan metode survey.Data diperoleh dari hasil
wawancara dan penyebaran kuisioner.Jumlah responden yang diambil dalam
penelitian ini sebanyak 37 responden.Teknik analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda, uji F dan uji t.
Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data menggunakan analisis
regresi linier berganda diketahui bahwa variabel modal, lama usaha, pendidikan
berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang pakaian sedangkan jam
kerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan pedagang
pakaian.Pendapatan pedagang pakaian memberikan kontribusi yang besar
terhadap pendapatan keluarga.Pendapatan yang diperoleh pedagang pakaian sudah
mampu untuk memenuhi konsumsi keluarganya.Implikasi yang bisa ditarik dalam
penelitian ini adalah pedagang pakaian diharapkan tetap fokus dalam menekuni
usahanya dengan memperhatikan semua variabel yang berpengaruh signifikan
guna mempertahankan usahanya.Pedagang diharapkan lebih memperhatikan lagi
pola pengeluaran konsumsinya, supaya lebih sejahtera.
This research took the title "Economic Welfare of Clothing Traders In The Traditional Market Wonokriyo Gombong Kebumen District". This research was taken on the basis of the dominance of informal sector employment, as example is clothing seller in market Wonokriyo, besides the location is quite strategic, Wonokriyo market is support for trading. The purpose of this research were to determine the effects of capital, working hours, length of business time, education to income, to find revenue contribution to the family income, and to determine the ability of the revenue to meet family consumption.
The research was conducted by survey method. Data obtained from interviews and questionnaires. The number of respondents in this study were taken by 37 respondents. Data analysis techniques used in this study is multiple linear regression analysis, F test and t test.
Based on the results of research and data processing that use multiple linear regression analysis, it finds that capital, length of business, and have education significantly influence to income, but working hours has no significant influence on income. Income of the seller contributes significantly to the family income and able to meet the family consumption. Implications that can be drawn in this study is clothing seller are expected to remain focused in their efforts into all the variables that have significant effect in order to maintain their business. The seller will be expected to be more paying attention to the pattern of consumption expenditure, to become more prosperous.
2176176C1A006081FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDAPATAN PENJUAL SOTO SOKARAJA (Kasus di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas).FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT
PENDAPATAN PENJUAL SOTO SOKARAJA

(Kasus di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas).

Isye Kurnianingwulan, Sukarsih, Lilis Siti Badriah

Fakultas Ekonomi Unsoed Purwokerto
ABSTRACT

This research is entitled “The Factors that influence income of sotosokaraja sellers.” This research was done by survey, data was got directly from responden in Sokaraja in district of SokarajaBanyumas regency.
Based on this research the capital, work hour, and work experience significantly influence to income of sotosokaraja sellers, the education level did not influence to income sotosokaraja sellers. Thirty sampels of soto sokaraja selleres was choised from fivety soto sokaraja sellers. To find out the highes effect to income soto Sokaraja selleres Elasticity form was used in this research.
Implication of this research the soto sokaraja sellers who has high capital would get higher income, the high work hour will be got higher income, also longer experience will be got higher income, the level of education not important for sotosokaraja sellers.
2186177I1A006019WIRELESS SENSOR NETWORK APPLICATIONS FOR GROUND MOVEMENT MEASUREMENT USING 3 AXES ACCELEROMETER IN VULNERABLE LANDSLIDE AREASSalah satu upaya dalam mitigasi tanah longsor adalah pemantauan pergerakan tanah secara berkala. Hal ini dimungkinkan jika ada perangkat yang memiliki kemampuan untuk mengukur perpindahan tanah. Accelerometer H48C adalah sebuah alat yang mampu mengukur percepatan dinamis dan statis sehingga memungkinkan untuk mengukur perpindahan material tanah. Masalah dalam desain sistem pengukuran perpindahan tanah adalah daerah yang umumnya terletak di lereng bukit atau pegunungan. Pembuatan sistem secara wireline pasti akan memiliki keterbatasan dalam hal fleksibilitas dan portabilitas. Jaringan Sensor Nirkabel (JSN) merupakan salah satu solusi untuk masalah ini. Transfer data pada JSN dapat menggunakan modul RF XBee menggunakan jaringan komunikasi ZigBee.One of the efforts in mitigating landslides are periodic monitoring of soil movement. It is possible if there is a device that have abillity to measuring ground displacement. H48C accelerometer is a device that capable of measuring dynamic and static acceleration so that it is possible to measure the displacement of the soil material. Problem in the design of ground displacement measurement system is a field that is generally located on the slopes of hills or mountains. Manufacture of wireline system will certainly have limitations in terms of flexibility and portability. Wireless Sensor Networks (WSN) is one solution to these problems. Transfer data on WSN can use the XBee RF module using ZigBee communication network.One of the efforts in mitigating landslides are periodic monitoring of soil movement. It is possible if there is a device that have abillity to measuring ground displacement. H48C accelerometer is a device that capable of measuring dynamic and static acceleration so that it is possible to measure the displacement of the soil material. Problem in the design of ground displacement measurement system is a field that is generally located on the slopes of hills or mountains. Manufacture of wireline system will certainly have limitations in terms of flexibility and portability. Wireless Sensor Networks (WSN) is one solution to these problems. Transfer data on WSN can use the XBee RF module using ZigBee communication network.
2196178P2CB12028ANTESEDEN DAN KONSEKUEN LOYALITAS PELANGGAN (Studi Kasus pada Siswa Aktif di Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional LIA Cabang Kerjasama Purwokerto)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh customer delight yang terdiri dari justice, esteem, dan finishing touch sebagai variable anteseden dari loyalitas, dan pengaruh loyalitas terhadap word of mouth dan willingness to pay more sebagai variable konsekuen. Penelitian ini dilakukan di LBPP LIA Cabang Kerjasama Purwokerto.
Sampel dari penelitian ini sebanyak 195 responden menggunakan metode proportional random sampling.Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan program Amos 18. Uji validitas indicator dilakukan dengan uji Confirmatory Factor Analysis (CFA) dimana semua indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid.Model penelitian ini memenuhi kriteria goodness of fit, dan data penelitian ini memenuhi asumsi SEM.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa p value untuk justice, esteem, dan willingness to pay more lebih dari 0.05, jadi hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh positif antara justice dan esteem terhadap loyalitas ditolak, begitu juga untuk loyalitas terhadap willingness to pay more. Finishing touch dan word of mouth mempunyai p value kurang dari 0.05, di hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh positif antara finishing touch terhadap loyalitas dan loyalitas terhadap word of mouth diterima.Oleh sebab itu, finishing touch mempunyai pengaruh positif terhadap loyalitas, begitu juga loyalitas mempunyai pengaruh positif terhadap word of mouth.

The purpose of this study is to analyze the influence of costumer delight variables that consist of justice, esteem and finishing touch as the antecedents of loyalty, and loyalty towards word of mouth and willingness to pay more as the consequences. This research was conducted at LBPP LIAPurwokerto.
The sample of this study was 195 respondents using proportional random sampling method. The analytical tool in this study is Structural Equation Modeling (SEM) with Amos 18 program. The validity test of the indicators done by Confirmatory Factor Analysis (CFA) in which all the indicators that are used are valid. This research model meets goodness of fit criteria, and the data meets the assumptions of SEM.
The results of this study indicate that the p value for justice, esteem, and willingness to pay mores are more than 0.05, so the hypothesis that states there is a positive effect between justice and esteem toward loyalty are rejected, so does for loyalty toward willingness to pay more. Finishing touch and word of mouth has p value less than 0.05, so the hypothesis that states there is a positive effect between finishing touch toward loyalty and loyalty toward word of mouth are supported. therefore, finishing touch has in effect toward loyalty, as well as loyalty has an effect toward word of mouth.
2206179F1F008082THE IMPLEMENTATION OF TASK-BASED LEARNING METHOD TO IMPROVE STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY (An Experimental Study on the Tenth Grade Students of SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas Academic Year 2012/2013)Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Metode Task-Based Learning dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa, untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi siswa kelas X dalam menguasai kosakata bahasa Inggris, dan mengetahui keefektifan metode Task-Based Learning dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas X SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas Tahun Ajaran 2012/2013.
Dalam mengumpulkan data penelitian, peneliti menggunakan tiga macam instrumen yang terdiri dari: tes, observasi, dan wawancara. Kesimpulan dari penelitian ini dijabarkan dalam penerapan metode Task-Based Learning, permasalahan yang dihadapi siswa dalam menguasai kosakata, dan keefektifan metode Task-Based Learning untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa. Penelitian ini membahas mengenai kajian linguistik terapan dimana penelitian ini fokus pada implementasi metode Task-Based Learning dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa. Penelitian ini menganalisis penerapan metode Task-Based Learning berdasarkan teori Willis.
Hasil penelitian menyatakan bahwa dalam mengimplementasikan Task-Based Learning, guru bahasa Inggris mengikuti langkah-langkah Task-Based Learning yang dinyatakan oleh Willis. Dalam menguasai kosakata bahasa Inggris, siswa mengalami beberapa permasalahan, diantaranya: permasalahan dalam menemukan makna kosakata dan frasa, menyusun kalimat, pengucapan dan penulisan kosakata bahasa Inggris. Implementasi Task-Based Learning dapat membantu siswa mengatasi permasalahannya dalam mempelajari kosakata. Untuk membantu siswa dalam menemukan makna kosakata tertentu, dalam Task-Based Learning guru meminta mereka untuk mencari makna kosakata tersebut didalam kamus dan meminta mereka untuk mendiskusikannya dengan pasangan mereka, sehingga mereka akan memahami dan mengingat makna dari kosakata tersebut. Untuk membantu siswa dalam menulis, guru meminta siswa untuk menulis kalimat dengan menggunakan kosakata tersebut. Hal ini akan membantu mereka untuk melatih dan mengembangkan kemampuan menulis mereka. Mempresentasikan hasil tugas di depan kelas, dapat membantu siswa melatih dan mengembangkan pronunciation mereka. Task-Based Learning memberikan efek yang positif terhadap penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa. Hal ini ditunjukkan dengan hasil perhitungan t-test yang lebih tinggi dari t-table pada level signifikansi 0,05.
The research was aimed to describe the implementation of Task-Based Learning Method in improving students’ vocabulary mastery, find out the problems encountered by the tenth grade students in mastering English vocabulary, and find out the effectiveness of Task-Based Learning in improving students’ vocabulary mastery of the tenth grade students of SMK Ma’arif NU 2 Karanglewas.
In collecting the data, the researcher used three instruments which consist of test, observation, and interview. The conclusion of the research is drawn based on the implementation of Task-Based Learning method, the students’ problems in mastering English vocabulary and the effectiveness of Task-Based Learning method. The field of this research is applied linguistics which focuses on the implementation of task-based learning method in improving students’ vocabulary mastery. This research analyzed the implementation of Task-Based Learning method based on Willis’ theory.
The result reveals that in implementing Task-Based Learning, the English teacher followed the stages of Task-Based Learning proposed by Willis. In mastering English vocabulary, the students faced some problems in finding the meanings of certain words and phrases, in sentence arrangement, pronunciation, and in writing the words accurately. The implementation of Task-Based Learning helped them solve their problems in learning vocabulary. To solve the students’ problem in finding the meaning of certain words, the teacher asked them to look for the meaning of certain words and asked them to discuss it with their partner so they would understand and remember the meaning of the words. To help them in writing, the teacher asked them to write sentences using those words. It could help them practice writing and develop their writing ability. Presenting or reading the tasks’ result could help them practice and develop their pronunciation. Task-Based Learning gave positive effect to the students vocabulary mastery. It was shown by the result of t-test computation in which t-count value was higher than t-table value at the significance level of 0,05 with the d.f of 46.