Artikelilmiahs
Menampilkan 261-280 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 261 | 6222 | G1A006115 | An Analysis of Modality and Politeness in “Mulan” The Movie | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan modality dan strategi politeness pada ujaran-ujaran yang gunakan oleh tokoh-tokoh di film Mulan. Dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data. Data dari penelitian ini adalah ujaran-ujaran yang gunakan oleh tokoh-tokoh di film Mulan yang mengandung ekspresi modal dan strategi politeness. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 50 ujaran dengan ekspresi modal. Ujaran-ujaran ini dikelompokkan ke dalam jenis modality Modalization dan Modulation. Terdapat 40 ujaran yang termasuk ke dalam Modalization dan 10 ujaran yang termasuk ke dalam Modulation. Berdasarkan strategi politeness, 50 ujaran-ujaran yang digunakan oleh tokoh-tokoh di film Mulan dikelompokkan ke dalam empat kelompok. Terdapat 30 ujaran yang menggunakan Bald On-record, 9 ujaran yang menggunakan Positive politeness, 6 ujaran yang menggunakan Negative politeness, dan 4 ujaran yang menggunakan Off-record. Peneliti menemukan hubungan antara modality dan strategi politeness yaitu bahwa keduanya memiliki kesamaan penggunaan dalam menyampaikan maksud dan niat pembicara kepada pendengar. Kata kunci: modal, modality, strategi politeness, ujaran | ABSTRACT The research was aimed to identify the use of modality and politeness strategy in the utterances of the characters in Mulan the movie. In this research, descriptive qualitative method is used to analyze the data. The data are utterances of the character in Mulan the Movie that contain modal expression and politeness strategy. The result shows that there are 50 utterances with modal expression. Those utterances are classified into Modalization and Modulation type of modality. There are 40 utterances that belong to Modalization type and 10 utterances belong to Modulation type. Based on politeness strategy, the 50 utterances of the characters in Mulan the movie are categorized into four classifications. There are 30 utterances that belong to Bald On-record, 9 utterances that belong to Positive politeness, 6 utterances that belong to Negative politeness, and 4 utterances that belong to Off-record. The researcher found the relationship between modality and politeness strategy that is both modality and politeness strategy has similarity in use to deliver the meaning and the intention of the speaker to the hearer. Keywords: modal, modality, politeness strategy, utterance | |
| 262 | 6218 | C1B006093 | PENGARUH STOCK SPLIT, LIKUIDITAS SAHAM DAN VOLUME PERDAGANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN DI BURSA EFEK INDONESIA | Penelitian ini berjudul : Pengaruh Stock Split, Likuiditas Saham Dan Volume Perdagangan Terhadap Return Saham Perusahaan Di Bursa Efek Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh Stock split, likuiditas saham dan volume perdagangan saham terhadap return saham. Hipotesis yang diajukan adalah Stock split mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap return saham, likuiditas saham mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap return saham dan volume perdagangan mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap return saham. Alat analisis yang digunakan adalah analisis analisis regresi berganda dengan uji F, uji t dan uji asumsi klasik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Stock split mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap return saham, likuiditas saham mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap return saham dan volume perdagangan tidak mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap return saham. Implikasi dari penelitian ini adalah pada harga saham yang terlalu tinggi hendaknya perusahaan di Bursa Efek Indonesia Stock Split untuk meningkatkan return. Bagi Investor dapat memanfaatkan momentum Stock Split, karena setelah Stock Split, suatu saham menjadi lebih sering diperjual belikan dan berpeluang untuk mendapatkan return. Investor tidak perlu memperhatikan peningkatan volume perdagangan saham, karena peningkatan volume perdagangan saham tidak mempengaruhi return. | The study is entitled: Effect of Stock Split, Stock Liquidity and Stock Return Against Company Trading Volume In Indonesia Stock Exchange. The research objective was to determine the effect of stock split, stock liquidity and trading volume on stock returns. The hypothesis is Stock split has a significant positive effect on stock returns, liquidity stock has a significant positive effect on stock returns and trading volume has a significant positive effect on stock returns. The analytical tool used is the analysis of multiple regression analysis with the F test, t test and the classical assumptions. Based on the results of this study concluded that the stock split has a significant positive effect on stock returns, liquidity stock has a significant positive effect on stock returns and trading volume does not have a significant positive effect on stock returns. The implication of this research is on the share price is too high should companies in Indonesia Stock Exchange Stock Split to boost returns. Investors can take advantage of the momentum for Stock Split, because after a stock split, a stock to be traded more frequently and get a chance to return. Investors do not need to pay attention to the increased volume of stock trading, stock trading volume due to the increase does not affect the return. | |
| 263 | 6224 | G1A006008 | GENDER INJUSTICE IN MARGARET LANDON’S ANNA AND THE KING OF SIAM | Abstrak Penelitian ini menganalisis representasi dari ketidakadilan gender serta sebab dan akibatnya dalam novel yang berjudul Anna and the King o Siam karya Margaret Landon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui macam-macam representasi ketidakadilan gender serta sebab dan akibatnya dalam novel tersebut. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan teori feminis dari Simine de Beauvoir. Ada 4 macam representasi dari ketidakadilan gender yaitu: gender dan stereotip, gender dan subordinasi, gender dan marginalisasi, serta gender dan kekerasan. Penyebab adanya ketidakadilan gender yaitu: budaya dan tradisi, serta agama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari analisis data 2 ditemukan bahwa ada 3 representasi dari ketidakadilan gender diantaranya: pertama stereotip yang menempel pada perempuan sebagai makhluk yang lemah dan sebagai mesin pencetak anak. Kedua adalah subordinasi yang memposisikan perempuan pada posisi yang lemah. Ketiga adalah kekerasan, dalam hal ini kekerasan secara psikologis dan seksual. Adapun penyebab dari ketidakadilan dalam novel ini adalah budaya. Sedangkan akibatnya adalah: pemberontakan Tuptim dan kurangnya perhatian dari raja Mongkut terhadap anak-anaknya. Kata kunci: gender, patriarki, anggapan, subordinasi, kekerasan | Abstract This research analyzes representations of gender injustice and its causes and effects which are found in a novel entitled “Anna and the King of Siam”. The purposes of this research are to find out the representations of gender injustice and its causes and effects as reflected in the novel. The data are analyzed by using the theory of feminism by Simone de Beauvoir. This research uses descriptive qualitative method. There are four representations of gender injustice such as: gender and stereotypes, gender and marginalization, gender and subordination, as well as gender and violence. The causes of gender injustice namely: culture and tradition, and also religion. The result shows that there are three representations of gender injustice found in this novel. The first is stereotypes which are attached to women as a weak creature and as a child making machines. The second is subordination which is placed women in unimportant position. The third is violence included in the form of psychological and sexual violence. Meanwhile, the cause of gender injustice found in this novel is culture. In addition, the effects of gender injustice in this novel are a rebellion of Tuptim and the king’s lack of attention to his children. Keywords: gender, patriarchy, stereotype, subordination, violence | |
| 264 | 6225 | C1A009115 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI NLAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLLAR AMERIKA TAHUN 2007.I-2011.IV | Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Amerika Tahun 2007.I-2011.IV”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika dengan variabel penelitiannya BI Rate, pinjaman dollar Amerika, jumlah uang beredar (M2), inflasi dan cadangan devisa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis kuantitatif menggunakan metode analisis regresi linier berganda, uji statistik (Uji R2, Uji t, Uji F) dan uji asumsi klasik (Multikolinieritas, Heterokedastisitas, Autokorelasi dan Normalitas). Data yang digunakan adalah data time series, yaitu data triwulanan periode 2007.I-2011.IV atau jumlah data sebanyak 20 pengamatan. Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel BI Rate, pinjaman dollar Amerika, jumlah uang beredar, inflasi dan cadangan devisa berpengaruh secara simultah terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Namun secara parsial variabel BI Rate, pinjaman dollar Amerika dan jumlah uang beredar (M2) yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Sementara itu, hasil uji elastisitas menunjukkan bahwa jumlah uang beredar (M2) merupakan variabel yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika tetap stabil, BI Rate yang merupakan instrumen kebijakan Bank Indonesia sebaiknya fleksibel mengikuti perkembangan ekonomi domestik maupun dunia, persediaan atau supply dollar Amerika juga perlu diperhatikan karena apabila kebutuhan akan dollar Amerika tidak tercukupi akan menyebabkan rupiah terdepresiasi, sementara untuk jumlah uang beredar (M2) pemerintah dan Bank Indonesia juga perlu mengaturnya karena terlalu banyak jumlah uang beredar akan menyebabkan inflasi dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika terdepresiasi. | This research is entitled “The Factors That Effect of Exchange Rate of Rupiah Against The U.S Dollar 2007.I-2011.IV Period”. The aims of the research are to find out the factors of the influence of exchange rate Rupiah/U.S. Dollar using variables are BI Rate, commercial loan (U.S. Dollar), broad money (M2), inflation and foreign exchange reserves. The research methods that used in this study are quantitative analysis using multiple linear regression , statistical tests (R2 test, t test, F test) and classical assumption tests (multicollinearity, heteroskedasticity, autocorrelation and normality). The data used in the research are time series data in quarter period from 2007.I-2011.IV or as many as 20 observations. Based on the result of multiple linear regression test shows that the variable BI Rate, commercial loan (U.S. Dollar), broad money (M2), inflation and foreign exchange reserves simultaneously has significant effect to exchange rate Rupiah/U.S. Dollar. However, partially the variable of inflation and foreign exchange reserves that has significant effect to exchange rate Rupiah/U.S Dollar. Meanwhile, the result of elasticity test explains that the broad money variable is a variable that has the most impact to exchange rate Rupiah/U.S Dollar. The implications of the research are BI rate is main instrument Central Bank of Indonesia’s policy must be flexible according to Indonesia and global economic, supply of US dollar must be sufficient to fulfilled US dollar loan demand and broad money (M2) are regulated by government and Bank Indonesia not occur inflation and depreciation, in order to stability of exchange rate rupiah/US dollar. | |
| 265 | 6226 | C1A009043 | PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI DAN SEKTOR INDUSTRI TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2010-2011 | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Sektor Industri terhadap Ketimpangan Pendapatan di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010-2011”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat ketimpangan pendapatan yang ada di Provinsi Jawa Tengah tahun 2010-2011, serta mengetahui pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Sektor Industri terhadap ketimpangan pendapatan. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis data sekunder. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah. Alat analisis yang digunakan adalah regresi logaritma natural berganda dengan model statistik untuk pengujian secara parsial menggunakan uji t dan secara bersama-sama menggunakan uji F. Hasil dari pengujian secara keseluruhan dengan uji F bahwa Ftabel 3,13 lebih kecil dari Fhitung 13,098 yang artinya variabel pertumbuhan ekonomi dan sektor industri secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Sedangkan hasil uji secara parsial menggunakan uji t, ketiga variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel terikatnya. Hasil penelitian diketahui koefisien determinasi (R2) sebesar 0,281. Hal ini berarti variasi tingkat ketimpangan pendapatan dapat dijelaskan oleh variasi pertumbuhan ekonomi dan sektor industri sebesar 28 persen. Sedangkan sisanya sebesar 72 persen dijelaskan oleh variabel- variabel lain diluar model yang tidak ikut diteliti. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semua variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini secara bersama-sama dan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Jawa Tengah tahun 2010-2011. Implikasi dari penelitian ini adalah Ketimpangan pendapatan di Jawa Tengah dapat dikendalikan dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang keduanya berhubungan negatif dalam penelitian ini. Pertumbuhan ekonomi sebaiknya dioptimalkan di semua sektor perekonomian tiap-tiap kabupaten/kota dan perlunya pengolahan serta pendistribusian yang adil oleh pemerintah sehingga manfaatnya dapat dirasakan merata bagi setiap masyarakat. Pertumbuhan sektor Industri yang tinggi justru meningkatkan ketimpangan pendapatan sehingga perlu dilakukan pengembangan dan pemantapan sektor industri unggulan setiap daerah dan output atau manfaat industri tersebut dapat terorganisir merata bagi keseluruhan masyarakat daerah. | This research entitled “Effect of Economic Growth and Income Inequality Industry Sector of the Province of Central Java in 2010-2011”. The purpose of this study was to determine the level of income inequality that exist in Central Java province in 2010-2011, as well as determine the effect of economic growth and income inequality of the Industrial Sector. Data of research was obtained from Central Statistic Bureau of the Province of Central Java. This research used multiple natural logarithmic regression analysis by applying ordinary least square method with t-test for partial examination and F-test for joint examination. The conclusion of this research is all the independent variables used in this study together and partially have significant effect on income inequality in Central Java 2010-2011. | |
| 266 | 6227 | C1A008045 | ANALISIS PENGARUH PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO, PENDIDIKAN, DAN PENGANGGURAN TERHADAP KEMISKINAN DI KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2009–2011 | RINGKASAN Penelitian ini mengambil judul “Analisis Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto, Pendidikan, dan Pengangguran terhadap Kemiskinan di Kabupaten Kebumen tahun 2009-2011”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Produk Domestik Regional Bruto terhadap kemiskinan, pengaruh pendidikan terhadap kemiskinan, dan pengaruh pengangguran terhadap kemiskinan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut : 1. Diduga PDRB, pendidikan, dan pengangguran secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. 2. Diduga PDRB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. 3. Diduga pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. 4. Diduga pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel. Hasil penelitian menunjukan bahwa Produk Domestik Regional Bruto, pendidikan, dan pengangguran secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Kabupaten Kebumen. Variabel PDRB berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kemiskinan, variabel pendidikan yang diproksi dengan jumlah penduduk lulusan SLTA ke atas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, variabel pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di Kabupaten Kebumen. Implikasinya adalah meningkatkan total produksi barang dan jasa yang dihasilkan di seluruh kecamatan di Kabupaten Kebumen, memeratakan pembangunan/pertumbuhan ekonomi di setiap sektor yaitu diantaranya dengan usaha memeratakan ketersediaan sumber daya alam yang ada di masing-masing kecamatan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga produktivitas kerja meningkat. Pemerintah Kabupaten Kebumen hendaknya lebih banyak mengadakan program pelatihan tenaga kerja bagi penduduk yang belum mendapatkan pekerjaan dan program transmigrasi untuk membantu masyarakat memperluas kesempatan kerja, serta memberikan informasi apabila terdapat lowongan pekerjaan melalui berbagai media. Meningkatkan investasi daerah untuk memperluas lapangan pekerjaan yang padat karya dengan mengurangi penggunaan teknologi modern, sehingga banyak tenaga kerja yang terserap. Kata Kunci: Kemiskinan, PDRB, Pendidikan, dan Pengangguran. | SUMMARY This research entitled "Analysis of the effect of Gross Domestic Product, Education and Unemployment toward Poverty in Kebumen Regency yeat 2009-2011". The purpose of this research was to find out the effect of Gross Domestic Product toward poverty, the effect of Eeducation toward poverty, and the effect of unemployment toward poverty. Hypothesis submitted in this research were: 1. Assumed that GDP, education, and unemployment altogether affecting poverty significantly. 2. Assumed that GDP affecting poverty negatively and significantly. 3. Assumed that education affecting poverty negatively and significantly. 4. Assumed that unemployment affecting poverty positively and significantly. Analysis tool used in this research was panel data. Research result shows that Gross Domestic Product, education and unemployment altogether significantly affecting poverty in Kebumen Regency. GDP variable affecting positively but unsignificant toward poverty, education variable of high schoolgraduated and higher affecting poverty negatively and significantly, unemployment variable affecting poverty positively and significantly in Kebumen Regency. The implications are to increase the total production of goods and services produced in all Kebumen Regency, to equalize economic development / economic growth in every sector by equalize the availability of natural resources that exist in each sub-district and improving the quality of human resources so that labor productivity increased. Government of Kebumen Regency should hold more workforce training programfor people who have not gotten a job and transmigration program to help communities expand employment opportunity, as well as provide information if there are job openingthrough a variety of media. Increase local investment to expand intensive job area to reduce the use of modern technology, so many workers will be absorbed. Keywords: poverty, GDP, Education, and Unemployment. | |
| 267 | 6229 | C1A008106 | KINERJA RETRIBUSI DAERAH DI KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2001-2011 | Penelitian ini berjudul “Kinerja Retribusi Daerah di Kabupaten Purbalingga Tahun 2001-2011”. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui kinerja penerimaan retribusi daerah terhadap PAD berdasarkan tingkat kontribusi dan tingkat efektivitas serta prospek perkembangan penerimaan retribusi daerah di kabupaten Purbalingga tahun 2001-2011. Teknis analisis data menggunakan analisis kontribusi, efektivitas, dan trend linier dengan least square method yang berasal dari data sekunder, yang diperoleh dari data Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah, dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Purbalingga dengan time series dari tahun 2001- 2011. Hasil dari penelitian ini adalah kinerja penerimaan retribusi daerah berdasarkan tingkat kontribusi di Kabupaten Purbalingga tahun 2001-2011 sudah memberikan kontribusi yang signifikan, namun kontribusi terhadap APBD sangat kecil. Kinerja penerimaan retribusi daerah berdasarkan tingkat efektivitas di Kabupaten Purbalingga tahun 2001-2011 sudah efektif. Prospek perkembangan penerimaan retribusi daerah mempunyai trend positif dan perkembangan dapat meningkat. Implikasi dari penelitian yaitu pemerintah daerah hendaknya mempertahankan tingkat kontribusi retribusi daerah dengan cara optimalisasi pemungutan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi retribusi daerah. Intensifikasi dilakukan pada sumber retribusi pelayanan kesehatan, pelayanan pasar, dan retribusi pemakaian kekayaan daerah. Ekstensifikasi dilakukan pada retribusi perijinan tertentu yang masih belum tergali. Pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan pihak lain misalnya akademis untuk menghitung target yang semestinya dicapai dengan melihat potensi yang ada. Retribusi Jasa Umum harus lebih ditingkatkan karena retribusi ini bersifat komersil yang masih dapat ditingkatkan kembali penerimaannya. Pemerintah daerah juga hendaknya terus mengelola sumber penerimaan retribusi daerah lainnya, dengan cara memperbaiki prosedur manajemen pemungutan dan meningkatkan koordinasi antar dinas terkait. | This research is entitled “The Levies Performances in Purbalingga Regency 2001-2011”. The objective of this research is to determine perfomance of the levies revenue toward local revenue based on the level of levies contribution and effectiveness as well as the prospect of the levies growth revenue in Purbalingga Regency 2001-2011. Results from this research was the performance of levies based on the level of contribution in Purbalingga 2001-2001 provide significant contribution with average amount 61,39 percent. The levies revenue performance based on effectiveness levels was effective amount 102,48 percent. Prospects for the development of levies revenue in Purbalingga Regency 2001-2011 have a positive trend and growth can be increase in the future. | |
| 268 | 6230 | F1G008026 | ANALISIS KUMPULAN PUISI DIKSI PARA PENDENDAM KARYA BADRUDDIN EMCE | Penelitian ini berjudul Analisis Kumpulan Puisi Diksi Para Pendendam Karya Badruddin Emce. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan puisi berdasarkan kategori tertentu seperti 1. Hubungan penyair dengan Negara, 2. Hubungan Penyair dengan dlingkungannya sendiri, 3. Hubungan penyair dengan lingkungan dan wilayah sosailnya, 4. Hubungan penyair dengan sejarah, 5. Hubungan penyair dengan sahabat dan kerabatnya, 6. Hubungan penyair dengan dirinya sendiri . Penelitian ini menggunakan teori heremeneutik retroaktif tentang heruistik berdasarkan konvensi bahasa dan hermeneutik tentang penafsiran terhadap puisi Diksi Para Pendendam. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Penelitian ini dilakukan dengan cara membaca naskah yang menjadi objek penelitian secara berulang-ulang dan teliti. Mengklasifikasikan data-data yang mendukung penelitian, kemudian memilih puisi-puisi yang akan diteliti dengan kategori tertentu, serta membaca data tambahan sesuai dengan referensi. Tahap terakhir adalah mencatat data-data penting sesuai dengan fokus penelitian yang berkaitan dengan penelitian. Puisi-puisi yang terpilih berdasarkan kategori diteliti menggunkan teori hermeneutik retroaktif. Analisis kumpulan puisi Diksi Para Pendendam karya Badruddin Emce memiliki kompleksitas wacana terkait dengan isu-isu besar di wilayah lokal maupun di nasional. Isu-isu lokal yang digambarkan dalam puisi Diksi Para Pendendam adalah potret kehidupan masyarakat peisisran menghadapi persoalan-persoalan seperti sumber daya alam yang dikuasai oleh penguasa, habitat hewan laut yang mulai punah, prostitusi-prostitusi di sekitar peisiran dan mitologi daerah pesisiran (Cilacap). Isu-isu nasional yang gambarkan dalam puisi Diksi Para Pendendam adalah seputar kekuasaan Orde Baru yanng bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat. | This research entitled Analisis Kumpulan Puisi Diksi Para Pendendam Karya Badrudin. It is aimed to explain the poem based on certain category like : 1. The relation of versifier with nation, 2. The relation of versifier with the environment itself, 3. The relation of the versifier with his own social living, 4. The relation of the versifier with the history, 5. The relaton of the versifier withhis close friend, 6. The relation of the versifier with himself. This research is using hermeniotic theory about heuristic based on of convency of language and hermeniotic of translation of the poem Diksi Para Pendendam. The methods using is descriptive analysis. This research is done with reading text methods that focussed on through research with trail and error. Classified the datas with support to research, then choice the poem with will be analysis the certain category, and read the proper of reference. The last way or methods is decided the certain datas that focussed on research. The chosen poem based on hermeniotic retroactive theory. The analysis of poem Diksi Para Pendendam writen by Badrudin Emce have the complexities that related to the text even local rumors and international rumors. Local rumors is describing in poem of Diksi Para Pendendam habitat, the prostitution surrounding the seashore and in surrounding mythology(Cilacap) national rumors that described in poem of Diksi Para Pendendam are arround the power of Orde Baru the ruled his society in arbitariness. | |
| 269 | 6231 | C1A008057 | EFISIENSI TEKNIS DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN SUPIR TAKSI (STUDI EMPIRIS DI KOBATA PURWOKERTO) | Penelitian ini mengambil judul “Efisiensi Teknis dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Supir Taksi (Studi Empiris di KOBATA Purwokerto)”. Subjek penelitian ini adalah supir-supir taksi KOBATA Purwokerto. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji tingkat efisiensi secara teknis dari supir taksi KOBATA serta untuk mengetahui pengaruh jam kerja, masa kerja, serta tingkat pendidikan supir taksi KOBATA terhadap pendapatan supir taksi KOBATA di Purwokerto. Hipotesis penelitian ini adalah : 1. Tingkat efisiensi teknis supir taksi KOBATA belum efisien. 2. Jam kerja, masa kerja, dan tingkat pendidikan berpengaruh positif terhadap pendapatan supir taksi KOBATA di Purwokerto. Penelitian ini menggunakan alat analisis DEA (Data Envelopment Analysis) untuk mengetahui tingkat efisiensi teknis dari supir taksi KOBATA, dan alat analisis Regresi Linier Berganda untuk mengetahui pengaruh jam kerja, masa kerja dan tingkat pendidikan terhadap pendapatan supir taksi KOBATA. Hasil dari penelitian ini adalah secara teknis supir taksi KOBATA belum seluruhnya efisien. Ada pengaruh positif dari variabel jam kerja terhadap pendapatan supir taksi KOBATA, ada pengaruh positif dari variabel masa kerja terhadap tingkat pendapatan supir taksi KOBATA, sedangkan variabel tingkat pendidikan tidak memiliki pengaruh positif terhadap tingkat pendapatan supir taksi KOBATA. Oleh karena itu, supir taksi KOBATA harus lebih memperhatikan kombinasi input dan output guna mendapatkan pendapatan yang lebih maksimal, serta meningkatkan jam kerja untuk memperoleh jumlah penumpang yang lebih. Peningkatan pelayanan juga harus dipertimbangkan oleh para supir taksi untuk memberikan kepuasan kepada para pengguna taksi KOBATA di Purwokerto. | This research took the title "Technical Efficiency and Factors Affecting Income Taxi Driver (Empirical Studies in KOBATA Purwokerto)". The subjects were KOBATA taxi drivers of Purwokerto. The purpose of this research was to examine the technical efficiency level of KOBATAtaxi drivers as well as to determine the effect of working hours, work experience, and levelof education to income KOBATA taxi drivers in Purwokerto. The hypothesis of this research are: 1. Technical efficiency level of KOBATA taxi drivers is not yet efficient. 2. Working hours, work experience, and level of education has a positive effect on income KOBATA taxi drivers in Purwokerto. This research uses analysis tools DEA (Data Envelopment Analysis) to determine the technical efficiency level of KOBATAtaxi drivers, and multiple linear regression analysis tools to determine the effect of hours worked, work experience and level of education on income KOBATA taxi drivers.The results of this research are technically taxi drivers KOBATA not entirely efficient. There is a positive effect of the variable hours of work to income KOBATA taxi drivers, there is a positive effect of the variable work experience to the KOBATA taxi drivers income level, level of education while the variable doesn’t have a positive influence on the level of income KOBATA taxi drivers. Therefore, KOBATA taxi drivers should pay more attention to the combination of inputs and outputs in order to obtain maximum revenue, and increase working hours to obtain greater number of passengers. Improvement of services should also be considered by the taxi drivers to give satisfaction to the users taxi KOBATA in Purwokerto. | |
| 270 | 6233 | C1C009139 | Analisis Pengaruh Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi, dan Akuntabilitas Publik Terhadap Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah Kota Tegal | Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi, dan Akuntabilitas Publik Terhadap Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah Kota Tegal”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel komitmen organisasi, budaya organisasi dan akuntabilitas publik terhadap kinerja rumah sakit. Untuk mengukur kinerja rumah sakit, alat pengukurannya yaitu dengan menggunakan Balance Scorecard. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda yang di dalamnya untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel. Dalam penelitian ini juga digunakan uji F untuk melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara bersama-sama, dan uji t untuk melihat pengaruh secara parsial. Hasil dari pengujian analisis regresi berganda, menunjukkan bahwa variabel komitmen organisasi, budaya organisasi dan akuntabilitas publik secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja rumah sakit, sedangkan secara parsial variabel budaya organisasi, komitmen organisasi, dan akuntabilitas publik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja rumah sakit serta budaya organisasi merupakan faktor paling dominan yang mempengaruhi kinerja rumah sakit. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat ditarik implikasi. Para manajerial Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah Kota Tegal perlu memperhatikan faktor-faktor yang berkaitan dengan budaya organisasi, komitmen organisasi dan akuntabilitas publik, baik secara keseluruhan maupun secara parsial. Cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan menerapkan nilai-nilai organisasi yang dapat mendorong para pegawai untuk melaksanakan tugas berdasarkan standar profesi yang telah ditetapkan, menciptakan kondisi lingkungan kerja yang nyaman demi mendorong terjalinnya kerja sama yang harmonis dan profesional di antara para pegawai, menerapkan sistem pengelolaan tata kerja yang jelas dan tegas terkait dengan bidang tugas maupun tanggung jawab dari masing-masing bagian dalam organisasi serta memberikan dukungan yang kuat terhadap para pegawai dalam melaksanakan tugas agar komitmen mereka terhadap organisasi dapat senantiasa terpelihara demi mewujudkan tata kelola organisasi yang sehat dan bersih serta memberikan informasi keuangan kepada masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. | This research entitled “The Analysis of Organizational Culture influence, Organizational Commitment, and Public Accountability Towards Performance of Regional Public Hospital Kardinah Tegal. This research aims to know influence variable of organizational culture, organizational commitment, and public accountability towards hospital performance. To measure hospital performance, its measurement tool is Balance Scorecard. Analysis tool used is multiple regression analysis, which is to know each variable influence. In this research also used F test to know independent variable towards dependent variable simultaneously and t test for partial influence. Multiple regression analysis test Result shows that variabel of organizational commitment, organizational culture, and public accountability simultaneously give positive impact and significant towards hospital performance, meanwhile variabel of organizational commitment, organizational culture, and public accountability partially give positive influence and significant towards hospital performance and organizational culture is dominant factor that influence hoospital performance. Based on this result, the implications are managerial of Regional Public Hospital Kardinah Tegal need to notice factors that related with organizational culture, organizational commitment, and public accountability simultaneously and partially. The ways are doing work based on fixed profession standard, creating comfort work environment condition to support related cooperation that harmonious and professional among employer, implementing clear work procedure management system and firm related with field assignment or responsibility from each part in organization and giving strong support towards employee on doing assignment so their commitment towards organization can always be maintained to create good corporate governance and giving financial information to society and stakeholders according to legal law. | |
| 271 | 6236 | C1B007121 | PENGARUH KOMUNIKASI, KEPUASAN KERJA, DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PDAM KOTA BANJARNEGARA | Penelitian ini berjudul pengaruh komunikasi, kepuasan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PDAM Kota Banjarnegara. Penelitian ini merupakan studi kasus pada karyawan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Banjarnegara yang berjumlah 83 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh komunikasi, kepuasan kerja, disiplin kerja terhadap kinerja karyawan, serta untuk mengetahui variabel manakah diantara ketiga variabel yang paling berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi, kepuasan kerja, dan disiplin kerja memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan PDAM Kota Banjarnegara, serta kepuasan kerja mempunyai pengaruh paling besar terhadap kinerja karyawan dibanding variabel komunikasi dan disiplin kerja. | ABSTRACT The title from this research is the effect of communications , job satisfaction and discipline of works towards PDAM Banjarnegara employees works performance. This research is a case study towards PDAM banjarnegara employees which total amount of 83 peoples . This research aim to analyzed the effect of communications , job satisfaction and discipline of works towards PDAM Banjarnegara employees works performance and also to find out which variable have the biggest effect toward employees works performance among those three variables. The obtained result using mulitiple linear regression analysis calculating shows that communications , job satisfaction and discipline of works significantly have positive effect towards PDAM Banjarnegara employees works performance, and compared with communications and discipline of works variables, the job satisfaction variable have the biggest effect towards employee works performance. | |
| 272 | 6237 | P2CB10008 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEPERCAYAAN PADA ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN DI SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kepercayaan Pada Organisasi Dan Kepuasan Kerja Karyawan Di Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Purbalingga”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dan praktek manajemen sumber daya manusia terhadap kepercayaan karyawan serta untuk menjelaskan dan menganalisis pengaruh kepercayaan terhadap kepuasan kerja karyawan SKPD Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif, obyek penelitian ini adalah persepsi karyawan SKPD Kabupaten Purbalingga terhadap kepercayaan dan kepuasan kerja, sedangkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 263 responden. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi. Hasil penelitian menunujukkan bahwa 1) gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kepercayaan. 2) Komunikasi berpengaruh positif terhadap kepercayaan. 3) Pelatihan berpengaruh positif terhadap kepercayaan. 4) Promosi berpengaruh positif terhadap kepercayaan. 5) Keamanan kerja berpengaruh positif terhadap kepercayaan. 6) Kepercayaan pada organisasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja intrinsik. 7) Kepercayaan pada organisasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja ekstrinsik. | The study is titled "Factors Influencing Against Belief In Organization and Employee Satisfaction At Work Unit Area Purbalingga". The purpose of this study is to describe and analyze the effect of leadership style and human resource management practices on employee trust as well as to explain and analyze the effect of trust on employee job satisfaction on education Purbalingga. This study is associative, the object of this research is the perception of employees on beliefs Purbalingga on education and job satisfaction, while the samples in this study were 263 respondents. Analysis tools used in this study is regression analysis. The results menunujukkan that 1) leadership style has a positive effect on confidence. 2) Communication positive effect on confidence. 3) Training positive effect on confidence. 4) Promotion of a positive effect on confidence. 5) Job security has a positive effect on confidence. 6) Belief in the organization has a positive effect on intrinsic job satisfaction. 7) The belief in the organization has a positive effect on extrinsic job satisfaction. | |
| 273 | 6239 | P2CC09045 | ANALISIS PERFORMANCE, FITUR, DESAIN, DAN SERVICEABILITY TELEPON SELULER DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN BLACKBERRY | Penelitian ini dengan judul: Analisis Produk Telepon Seluler Dalam Keputusan Pembelian BlackBerry (Studi Kasus di Indosat Purwokerto). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh performance, serviceability, fitur dan desain terhadap keputusan pembelian produk Balckberry. Sampel dalam penelitian ini adalah pengguna BlackBerry di Purwokerto dan teknik pengambilan sample yang akan dilakukan yaitu menggunakan accidental sampling. Metode analisis digunakan adalah regresi berganda dengan perhitungan uji F dan uji t. Dari hasil penelitian dan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa performance, fitur, serviceability dan desain secara simultan dan parsial mempunyai pengaruh yang berarti terhadap keputusan pembelian. Untuk menarik minat konsumen membeli produk BlackBerry, perusahaan hendaknya menambah jejaring sosial agar konsumen dapat menambah wawasan baru dalam jejaring sosial di dunia maya, menambah hiburan yang agar konsumen dapat lebih menikmati BlackBerry di mana saja sesuai kebutuhan dan juga menambah aplikasi tambahan BlackBerry yang memungkinkan kita bekerja, bermain dan melakukan berbagai hal lain. Selain itu perusahaan juga dapat meningkatkan keputusan pembelian melalui peningkatan kualitas multimedia, memberikan kemudahan dalam serviceability dan menyediakan banyak gerai BlackBerry yang khusus memberikan pelayanan terhadap berbagai keluhan konsumen tentang produk BlackBerry. | This research entitled: The Analysist Performance, Serviciability, Fitur and Design of Mobile Phone on Buying Decision Blackberry. This reseach aimed to know the influences of performance, serviciability, fitur, and desain of mobile phone on BlackBerry consumer buying decision. The sample was BlackBerry users in Indosat Purwokerto obtained with Accidental Sampling technique and the analysis method used Multiple Regression Analysis with F test and t test calculation. Research result showed that simultaneous and partial performance, feature, serviceability and design had significant effect on buying decision. To attract consumer interest in buying BlackBerry products, company should put on more social network so that the consumer get fresh knowledge in virtual social network, add more entertainment to enable the consumer enjoy BlackBerry at any place as needed, and add more BlackBerry application to enable us to work, play and many other activity. The company furthermore could increase consumer buying decision through improving multimedia quality, giving easy serviceability access, and providing many BlackBerry outlets specialized in handling customer complaint on BlackBerry product. | |
| 274 | 6242 | P2FB09083 | ACCOUNTABILITY OF VILLAGE FUNDING ALLOCATION AT DISTRICT OF KLIRONG REGENCY OF KEBUMEN | Maksud pemberian bantuan langsung Alokasi Dana Desa adalah sebagai bantuan stimulasi atau dana perangsang untuk mendorong dalam membiayai program pemerintah desa yang ditunjang dengan partisipasi swadaya gotong royong masyarakat dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat. Dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa di Kecamatan Klirong Tahun Anggaran 2009, mengalami kendala yaitu dari 24 desa di wilayah Kecamatan Klirong, 11 desa terlambat melaporkan pertanggungjawaban pengelolaan Alokasi Dana Desa kepada Bupati. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses akuntabilitas pengelolaan Alokasi Dana Desa, dan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menjadi penyebab pengelola Alokasi Dana Desa dalam pengelolaan administrasi keuangan belum seperti yang diharapkan.. Teori yang digunakan adalah teori tentang akuntabilitas vertikal (vertical accountability ) dan akuntabilitas horizontal (horizontal accountability ). Metodhe penelitian, jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan mengambil sampel 2 desa yaitu desa Kebadongan dan desa Podoluhur, pengambilan sumber data menggunakan metode “purposive sampling” dengan mengambil jumlah informan 18 orang meliputi aparat Kecamatan Klirong, pengelola Alokasi Dana Desa, unsur Lembaga dan masyarakat. Fokus kajian, aspek kajian akuntabilitas vertikal (vertical accountability) adapun sub aspek kajian ketepatan waktu laporan pertanggungjawaban Alokasi Dana Desa, kelengkapan dokumen pertanggungjawaban Alokasi Dana Desa, pencairan Alokasi Dana Desa, pelaksanaan kegiatan Alokasi Dana Desa. Aspek kajian akuntabilitas horizontal (horizontal accountability), dengan sub aspek perencanaan, pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan Alokasi Dana Desa kepada Badan Permusyawaratan Desa, dan penyampaian pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan Alokasi Dana Desa kepada masyarakat. Data primer, dengan mencari data langsung dengan wawancara dengan informan. Data sekunder dengan mencari data dari laporan-laporan yang berkaitan dengan akuntabilkitas pengelolaan Alokasi Dana Desa. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Dengan menggunakan tekhnik analisis model interaktif, terdiri dari 3 alur, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data, peneliti menggunakan cara triangulasi sumber data yaitu membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan dan membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara. Hasil analisis, bahwa akuntabilitas vertikal (vertical accountability), meliputi ketepatan waktu laporan pertanggungjawaban Alokasi Dana Desa yaitu tepat waktu, kelengkapan dokumen pertanggungjawaban Alokasi Dana Desa lengkap, pencairan Alokasi Dana Desa sesuai dengan prosedur, pelaksanaan kegiatan Alokasi Dana Desa, baik. Hasil analisis akuntabilitas horizontal (horizontal accountability), meliputi perencanaan kegiatan Alokasi Dana Desa dengan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa , pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan Alokasi Dana Desa kepada Badan Permusyawaratan Desa sudah dilaksanakan yaitu dengn pertanggungjawaban APBDes, karena pertanggungjawaban Alokasi Dana Desa terintegrasi dengan pertanggungjawaban APBDes, dan penyampaian pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan Alokasi Dana Desa kepada masyarakat sudah disampaikan kepada masyarakat yaitu dalam pertemuan di desa missal di yasinan, di pertemuan Rukun Tetangga. Dengan demikian bisa ditarik kesimpulan bahwa akuntabilitas vertikal (vertical accountability) dan akuntabilitas horizontal (horizontal accountability), sudah terwujud namun belum optimal. Adapun faktor-faktor penyebab pengelola kegiatan Alokasi Dana Desa belum sesuai harapan yaitu karena kurang kemampuan administratif pengelola Alokasi Dana Desa, kurang koordinasi antar pengelola Alokasi Dana Desa, tidak adanya sangsi bagi desa yang terlambat melaporkan pertanggungjawaban pengelolaan Alokasi Dana Desa dan kurang control Badan Permusyawaran Desa dan kurang transparannya pemerintah desa dalam sosialisasi pengelolaan Alokasi Dana Desa kepada masyarakat, sehingga masyarakat yang merasa jadi “orang kecil” hanya menerima saja apa yang telah dikerjakan Pemerintah Desa kaitan dengan kegiatan Alokasi Dana Desa tanpa memahami kaitan dengan keterlambatan surat pertanggung jawaban pengelolaan Alokasi Dana Desa. | The purpose of distributing direct ministration Village Allocation Fund is as a stimulation aid or stimulus funds to encourage villagers in finance government programs which is supported by self-help mutual aid society participation in carrying out the activities of government and community empowerment. There is a constraint in the management of Village Allocation Fund at Klirong Sub-district Fiscal Year 2009, that is 11 villages from 24 villages in the Sub-district of Klirong are late to report accountability reports of Village Allocation Fund to the Regent. The purposes of this research are to describe the process of management accountability Village Allocation Fund, and to determine the factors which makes the manager of Village Allocation Fund were late to report accountability reports of Village Allocation Fund in some village in Klirong sub-district. The theory used in this research is the theory of accountability. This kind of research is a qualitative descriptive study, by taking a sample of two villages, there are Kebadongan Village and Podoluhur Village. Data sources is took by using the "purposive sampling", by taking 18 informants, includes apparatus Klirong Sub-district, manager of Village Allocation Fund, an element of the Institute and the society. To collect data, the researcher used in-depth interviews, observation and documentation. By using an interactive model of analysis techniques, consisting of 3 grooves, there are data reduction, data display, and conclusion. The result of analysis is that accountability in management of Village Allocation Fund is consist of vertical accountability and horizontal accountability. Vertical accountability has been realized but still not optimal yet, because there is 11 villages from from 24 villages in Klirong Sub-district were late in reporting the report about of Village Allocation Fund. And the factors caused these problems are a lack of manager capability in managing Village Allocation Fund, lack of coordination among manager of Village Allocation Fund, and the lack of sanctions giving to apparatus village for a tardiness in reporting management accountability Village Fund Allocation. Horizontal accountability has been realized but still not optimal yet, because of some problems. The problems are there is an insufficiency of Village Consultative Institution in controlling management of the village in managing the Village Fund Allocation, the manager didn’t understand the technical management of the Village Fund. The other problems in implementation of horizontal accountability is the lack of transparency in government village in socialization about Village Allocation Fund to the public, so that people who feel as “the lower class” just accept what has been done with Village Government about Village Allocation Fund activities without understanding the terms of a late report of management accountability Village Fund Allocation. | |
| 275 | 6243 | C1C006140 | Analisis Corporate Social Responsibility (CSR) pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Banyumas | Penelitian ini berjudul “Analisis Corporate Social Responsibility (CSR) pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan CSR pada tingkat usaha kecil dan menengah (UKM). Aspek yang diteliti meliputi motivasi pelaksanaan CSR, jenis aktivitas CSR dan penganggaran dana serta hambatan CSR. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan skala kecil dan menengah (UKM) yang ada di Kabupaten Banyumas. Penentuan sampel menggunakan metode convenience sampling yang akhirnya menghasilkan 65 sampel. Data yang dapat dianalisis adalah 57 sampel karena data lainnya tidak cukup memadai untuk dimasukkan dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis faktor menunjukkan bahwa : 1. Motivasi yang mendorong pelaksanaan CSR pada UKM meliputi 3 faktor yaitu faktor bisnis, faktor kepedulian terhadap lingkungan dan faktor kepedulian terhadap masyarakat. Faktor dominan motivasi pelaksanaan CSR adalah faktor bisnis. 2. Aktivitas CSR yang dilakukan oleh UKM terbagi dalam 4 faktor yaitu faktor pelanggan, faktor tenaga kerja, faktor lingkungan perusahaan dan faktor masyarakat. Faktor dominan aktivitas CSR adalah faktor pelanggan. 3. Mayoritas UKM belum melakukan penganggaran atas aktivitas usaha maupun aktivitas CSRnya. Sedangkan faktor yang menjadi pertimbangan dalam menyusun anggaran CSR oleh UKM yang telah melakukan penganggaran atas aktivitas CSRnya meliputi besarnya laba yang diperoleh perusahaan dan kondisi lingkungan sekitar perusahaan. 4. Faktor yang menjadi hambatan pelaksanaan CSR pada UKM adalah kurangnya waktu, dana dan persepsi bahwa CSR tidak berhubungan dengan aktivitas utama perusahaan. Implikasi dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Diharapkan pemerintah dan lembaga yang terkait dengan CSR dan UKM untuk lebih menggiatkan pengenalan CSR pada UKM, khususnya mengenai manfaat pelaksanaan CSR dari segi bisnis. 2. UKM diharapkan dapat meningkatkan aktivitas CSR lain diluar aktivitas yang berhubungan dengan pelanggan seperti melakukan menghemat penggunaan energi, mengatur pembuangan limbah agar tidak mencemari lingkungan, memperhatikan keselamatan tenaga kerja dan terlibat serta mendukung kegiatan yang bersifat positif bagi masyarakat. 3. UKM diharapkan dapat melakukan penganggaran baik untuk aktivitas usaha maupun aktivitas CSRnya. 4. UKM dapat berupaya untuk melakukan aktivitas CSR yang lebih efisien dan bersifat mengurangi dampak negatif perusahaan terhadap lingkungan sekitar. | This study entitled "Analysis of Corporate Social Responsibility (CSR) in Small and Medium Enterprises (SMEs) in Banyumas Regency". This study aims to determine the level of implementation of CSR in small and medium enterprises (SMEs). Aspects studied include the motivation of CSR implementation, CSR activities, CSR budgeting and Barrier of CSR. The population in this study is small and medium-scale enterprises (SMEs) in Banyumas Regency. Determination of the sample using a convenience sampling method which eventually resulted in 65 samples. Only 57 samples can be analyzed as other data are not adequate to be included in the study. Based on the research and analysis of the data using factor analysis showed that: 1. Motivations that drive the implementation of CSR in SMEs includes 3 factors: business factors, environmental factors and factors of concern for concern for the community. Dominant factor of the motivation of CSR is business factors. 2. CSR activities undertaken by SMEs is divided into four factors: customer factors, labor factors, environment surrounding the company factors and community factors. Dominant factor is the factor of customer CSR activity. 3. The majority of SMEs do not perform business activities and budgeting on their CSR activities. While the factors to be considered in preparing the budget CSR by SMEs who have been doing their CSR activities include budgeting on the profits made by the company and the environmental conditions surrounding the company. 4. Factors that become barriers to the implementation of CSR in SMEs is the lack of time, funds and the perception that CSR is not related to the main activity of the company. The implications of this study are as follows: 1. Government and institutions associated with CSR and SMEs should to give further introduction of CSR to SMEs, particularly regarding the benefits of CSR in terms of business. 2. SMEs are expected to improve other CSR activities such as energy saving, manage waste disposal in order not to pollute the environment, pay attention to the safety of the workforce, engage and support activities that are positive for the community. 3. SMEs are expected to perform better budgeting for business activities and CSR activities. 4. SMEs can seek to perform CSR activities that are more efficient and reduce the negative impact of the company on the surrounding environment. | |
| 276 | 6245 | B1J008079 | Deodorisasi Limbah Cair Batik Menggunakan Limbah Baglog Pleurotus ostreatus Dengan Kombinasi Volume dan Waktu Inkubasi Berbeda | Limbah cair batik yang dibuang ke lingkungan tanpa diolah terlebih dahulu dapat bersifat mencemari dan memunculkan bau tidak sedap, maka diperlukan penanganan untuk mengurangi kadar bahan pencemarnya. Limbah baglog Pleurotus ostreatus dapat digunakan sebagai alternatif deodorisasi (penghilangan bau) limbah cair batik karena merupakan pengolahan limbah yang ramah lingkungan, mudah dan murah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemampuan limbah baglog P. ostreatus dengan kombinasi antara volume dan waktu inkubasi berbeda dalam mendeodorisasi limbah cair batik, dan mengetahui perlakuan yang optimum dalam mendeodorisasi limbah cair batik. Penelitian menggunakan metode eksperimental berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Variabel yang digunakan yaitu variabel bebas berupa kombinasi antara bobot limbah baglog P. ostreatus (g), volume limbah cair batik (ml) dan waktu inkubasi (jam). Variabel tergantung berupa kemampuan deodorisasi dan degradasi senyawa organik. Parameter yang diamati berupa parameter utama yaitu tingkat kebauan dan persentase penurunan nilai BOD5 dan COD limbah cair batik. Parameter pendukung yaitu pengukuran pH dan suhu sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah baglog P. ostreatus dengan kombinasi volume dan waktu inkubasi berbeda mampu mendeodorisasi limbah cair batik. Perlakuan optimum dalam mendeodorisasi limbah cair batik adalah kombinasi limbah baglog P. ostreatus 25 g, volume limbah cair batik 100 ml dan waktu inkubasi 96 jam yang menghasilkan skala 3 (tidak bau) serta diikuti persentase penurunan nilai BOD5 93,95% (3301 mg/l menjadi 200 mg/l) dan COD 79,66% (15200 mg/l menjadi 3120 mg/l). | Batik sewage discharged into the environment without being processed before can cause contamination and bad odor, which needs to be handled properly to reduce the contaminant’s concentration. Baglog Pleurotus ostreatus’s waste can be used as an alternative deodorant (odor removal) for batik sewage because it has an environmentally friendly, easy and cheap waste treatment method. The aim of this research is to study the ability of baglog P. ostreatus’s waste as deodorant for batik sewage by using different combination of volume and incubation time as treatment, and to find out the optimum treatment in deodorating batik sewage. This research uses experimental method. The experimental method uses Completely Randomized Design (RAL) with 12 treatments and 3 repeat.The Variables used are independent variables which is a combination between weight of baglog P. ostreatus’s waste, batik sewage volume (ml) and incubation time (hour). The dependent variable is deodoration ability and degradation of organic compound. Observed parameter includes the main parameter which is odor scale and the percentage reduction in the value of BOD5 & COD. The dependent parameters pH, and temperature before and after treatment. The result shows that baglog P. Ostreatus’s waste with a different combination of volume and incubation time can deodorization batik sewage. The optimum treatment in deodorizing batik sewage is acquired on combination of weight of baglog P. ostreatus’s waste 25 g, volume of batik sewage 100 ml and incubation time 96 hours with 3 odor scale (no odor) which followed the percentage reduction in the value of BOD5 93,95% (3301 mg/l to 200 mg/l) and COD 79,66% (15200 mg/l to 3120 mg/l). | |
| 277 | 6244 | B1J009123 | KOMUNITAS COLLEMBOLA PADA BAHAN-BAHAN ORGANIK DENGAN PERBANDINGAN BOBOT BERBEDA | Collembola dikenal sebagai organisme yang berperan dalam perombakan bahan organik tanah. Bahan organik tanah kemudian akan mengalami proses dekomposisi dan proses tersebut sangat ditentukan oleh perbandingan C/N. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan bobot bahan organik yang optimal sebagai mikrohabitat collembola pada lahan pertanian dan laju dekomposisinya, mengetahui perubahan temporal komunitas collembola selama proses dekomposisi bahan organik dengan perbandingan bobot berbeda, dan mengetahui komposisi familia collembola pada bahan organik dengan perbandingan bobot berbeda yang terdekomposisi dan korelasinya dengan faktor lingkungan. Serasah yang digunakan dikelompokkan berdasarkan dua kelompok C/N (C/N < 20 dan C/N 20-60) terdiri dari daun kacang panjang (Vigna sinensis), daun pisang (Musa sp), dan daun jagung (Zea mays), sedangkan kelompok kedua C/N 20 – 60 adalah tanaman padi (Oryza sativa) dan batang kacang panjang (Vigna sinensis). Penelitian dilaksanakan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji terdiri atas (T0) tanah pertanian, (T1) perbandingan bobot bahan organik 3 : 7, (T2) perbandingan bobot bahan organik 1 : 1, dan (T3) perbandingan bobot bahan organik 7 : 3. Kelimpahan collembola dan penurunan bobot sisa bahan organik dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian didapatkan bahwa perbandingan bobot bahan organik secara signifikan berpengaruh terhadap kelimpahan collembola (p=0,024), tetapi tidak pada penurunan bobot sisa bahan organik (p=0,476). Perbandingan bobot bahan organik terbaik terhadap kelimpahan collembola didapat pada perlakuan T1 (perbandingan bobot bahan organik 3 : 7), sedangkan penurunan bobot sisa bahan organik tercepat didapat pada perlakuan T3 (perbandingan bobot bahan organik 7 : 3). Sembilan collembola yang teridentifikasi meliputi familia Entomobryidae, Tomoceridae, Paronellidae, Cyphoderidae, Isotomidae, Neanuridae, Hypogastruridae, Onychiuridae, dan Sminthurididae. | Collembolans are known as organisms that play roles in decomposition of soil organic matter, in which this process is determined by its C/N ratio. The objectives of this study were to determine the best weight ratio of organic matter as microhabitat of collembolans in agricultural land, to measure decomposition rate of treated organic matter, to observe temporal changes in collembola communities during decomposition of organic matter, and to examine collembolan composition inhabit the organic matter, as well as collembolan abundance and composition correlation with the environmental factors. Litters used was separated by two groups of C/N (C/N < 20 and C/N 20-60) consisted of Vigna sinensis, Musa sp, Zea mays, and Oryza sativa. Research was carried out experimentally using completely randomized design. The treatments consisted of (T 0) agricultural land, (T 1) weight ratio of organic matter 3 : 7, (T 2) weight ratio of organic matter 1 : 1, and (T 3) weight ratio of organic matter 7 : 3. The abundance of collembolans and organic matter lost were analyzed with analysis of variance followed by Least Significant Difference test. The results showed that the weight ratio of organic matter significantly affect the abundance of collembola (p=0,024), but not on the weight lost of organic matter (p= 0,476). The best weight combination where abundance of collembolans was observed and demonstrated by T1 (weight ratio of organic matter 3 : 7), while the fastest decay showed by T3 (weight ratio of organic matter 7 : 3). Nine families collembolans were identified including Entomobryidae, Tomoceridae, Paronellidae, Cyphoderidae, Isotomidae, Neanuridae, Hypogastruridae, Onychiuridae, and Sminthurididae. | |
| 278 | 6247 | F1F007106 | A SEMIOTIC ANALYSIS OF THE COLOR AND ITS MEANING TO REPRESENT THE COMPANY’S IDEA IN THE LOGO OF MOBILE PHONES IN INDONESIA | Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang sistem tanda. Melalui semiotika, peneliti dapat menemukan dan mengenali tipe-tipe dari dari logo dan tanda yang digunakan pada logo-logo telepon seluler untuk menggambarkan pemikiran perusahaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan tipe-tipe logo, menjabarkan makna dari tiap warna dan mencari tahu pemikiran yang perusahaan tersebut ingin gambarkan dalam tiap logo telepon seluler. Metode deskriptif qualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisa berbagai tipe logo, makna dari warna dan pemikiran perusahaan. Sumber data dari penelitian ini didapat dari website resmi, majalah, koran, dan juga box resmi produk telepon seluler tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada 3 tipe dari logo: tipe tulisan teks atau wordmark, ikon atau simbolik, dan kombinasi keduanya. Disamping itu, penelitian ini juga memaparkan bahwa ada 3 tipe dari warna pada desain visual: warna dingin, hangat, dan netral. Lebih jauh lagi, kesimpulan dari penelitian ini menjelaskan bahwa seluruh perusahaan menggunakan dua atau tiga warna pada logo untuk menggambaran pemikiran perusahaan. Seluruh logo mereprentasikan visi, misi dan nilai filosofis dari pemikiran perusahaan. | Semiotics is a study of analyzing the system of sign. Through semiotic analysis, the researcher can find and determine the type of logo and sign that are used in the logo of mobile phones to represent the company’s idea. The aims of this research are to explain the types of logo, describe the meaning of each color, and find out the idea of the company in each mobile phones logo. Method of descriptive qualitative is applied in this research to analyze the types of mobile phone’s logo, the color’s meaning and the company’s idea. The data sources are taken from official websites, magazines, newspaper and also the original box of mobile phone’s products. Total numbers of data are 12 logos based on Indonesian Cellular Show Awards’ winners. The result of this research showed that there are 3 types of logo: typographic or wordmark, iconic or symbolic, and combination mark. Besides, there are also 3 types of color in visual design: cool, warm and neutral color. Furthermore, the conclusion showed that most of all companies used two or three colors in the logos to represent the ideas. All of the logos represented the company’s visions, missions and philosophical values as the company’s idea. | |
| 279 | 6163 | G1D009045 | Pengaruh Terapi Clay Dalam Menurunkan Tingkat Depresi Pada Lansia di Unit Rehabilitasi Sosial "Dewanata" Cilacap | Penuaan adalah suatu proses alami yang tidak dapat dihindari, berjalan secara terus-menerus, dan berkesinambungan. Depresi merupakan masalah mental yang paling banyak ditemui pada lansia. Terapi clay adalah terapi untuk memfasilitasi ekpresi emosi dan katarsis. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi clay terhadap penurunan tingkat depresi lansia di Unit Reahabilitasi Sosial “Dewanata” Cilacap. Metode : Penelitian ini menggunakan metode pra eksperiment dengan rancangan penelitian one group pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini lansia yang tinggal di Unit Rehabilitasi Sosial “Dewanata” Cilacap sebanyak 90 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 20 responden. Waktu penelitian pada bulan Mei-Juni 2013. Hasil : Hasil uji analisis statistik nonparametrik dengan menggunakan uji Wilcoxon menunjukan bahwa nilai p= 0,00 dengan taraf signifikansi 5 % (0,05). Dapat ditarik kesimpulan bahwa Ha diterima. P= 0,00 < 0,05 Kesimpulan : ada pengaruh dari terapi clay dalam menurunkan tingkat depresi di Unit Rehabilitasi Sosial “Dewanata” Cilacap. | Aging is a natural process that can not be avoided, run continuously and sustainable. Depression is a mental problem mostly found in the elderly. Clay therapy is a therapy to facilitate the expression of emotion and catharsis. To determine the effect of clay therapy to decrease the level of depression in the elderly at "Dewanata" Social Rehabilitation Unit Cilacap. This study used a pre-experimental method with one group pretest-posttest design. The population in this research was the elderly live in the "Dewanata" Social Rehabilitation Unit Cilacap as many as 90 people. The samples were taken by using purposive sampling of 20 respondents. The research was conducted on May-June 2013. The result of nonparametric statistical analysis using the Wilcoxon test showed that the value of p = 0.00 with significance level of 5% (0,05). It can be deduced that Ha is accepted. P = 0.00 <0.05. There was a significant effect of clay therapy in decreasing the level of depression in the elderly at “Dewanata” Social Rehabilitation Unit Cilacap. | |
| 280 | 6265 | B1J009145 | PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii DAN Eucheuma edule YANG DIBUDIDAYA DENGAN SISTEM TUBULER BERTINGKAT DI PERAIRAN PANDANSARI, BREBES | Eucheuma cottonii dan Eucheuma edule merupakan spesies rumput laut yang penting untuk dikembangkan. Peningkatan pertumbuhan rumput laut dapat dilakukan dengan budidaya yang lebih efektif disesuaikan dengan lahan budidaya. Penanaman dengan sistem jaring tubuler yang tepat akan menghasilkan produksi rumput laut yang maksimal. Sistem bertingkat akan mempengaruhi letak bibit sehingga mempengaruhi pertumbuhan rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedalaman pada sistem tubuler bertingkat terhadap pertumbuhan Eucheuma yang dibudidayakan di perairan Pandansari, Brebes. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAL pola split plot, sebagai main plot yaitu Eucheuma cottonii (A1), dan Eucheuma edule (A2). Sub plot, yaitu (B1) kedalaman 30-40 cm, (B2) kedalaman 60-70 cm dan (B3) kedalaman 90-100 cm dengan 3 kali ulangan. Bobot awal yang digunakan adalah 100 g. Variabel yang diamati meliputi variabel utama yaitu spesies Eucheuma, variabel tergantung adalah pertumbuhan. Variabel bebasnya yaitu kedalaman penanaman, dan parameter pendukungnya antara lain : salinitas air, suhu air, pH air dan penetrasi cahaya. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang dicobakan. Hasil uji F berpengaruh nyata hingga sangat nyata sehingga dilanjutkan dengan uji BNT untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eucheuma cottonii pada kedalaman 30-40 cm menghasilkan pertumbuhan tertinggi sebesar 259,44 g dan pertumbuhan terendah dihasilkan oleh Eucheuma edule pada kedalaman 90-100 cm yaitu sebesar 238,33 g. | Eucheuma cottonii and Eucheuma edule is a type of seaweed that are essential development value. An increase in the growth of seaweed cultivation can be done more effectively and efficiently adapted to the cultivation of land. Planting with the right tubular nets system will result in the production of seaweed. Multilevel systems will affect the layout of the seedlings so that it will affect the growth of seaweed. This research to know the effect of depth on a tubular system of multilevel against growth of Eucheuma seaweed with different types of cultivated in waters Pandansari, Brebes. The design used in this study are RAL pattern of split plot, as the main plot is a species of Eucheuma cottonii, (A1) and (A2) Eucheuma edule. Sub plot is depth, (B1) to a depth of 30-40 cm, depth (B2) 60-70 cm (B3) and a depth of 90-100 cm with three replicates. The initial weights that are 100 g. The observed variables include that is variable depending on the species of Eucheuma, observed is the growth of seaweed. Free variable is the depth of the planting, and his supporters include: water salinity, water temperature, pH of the water and the light intensity. The Data obtained were analyzed with F-test to find out the effect of the treatment for customers. The result is real or very influential real then proceed with test BNT to know the differences between the treatments. The results showed that Eucheuma cottonii at a depth of 30-40 cm diameter produces the highest growth of 259,44 g and the lowest growth generated by Eucheuma edule at a depth of 90-100 cm of 238,33 g. |