Artikelilmiahs
Menampilkan 261-280 dari 52.036 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 261 | 6233 | C1C009139 | Analisis Pengaruh Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi, dan Akuntabilitas Publik Terhadap Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah Kota Tegal | Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi, dan Akuntabilitas Publik Terhadap Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah Kota Tegal”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel komitmen organisasi, budaya organisasi dan akuntabilitas publik terhadap kinerja rumah sakit. Untuk mengukur kinerja rumah sakit, alat pengukurannya yaitu dengan menggunakan Balance Scorecard. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda yang di dalamnya untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel. Dalam penelitian ini juga digunakan uji F untuk melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara bersama-sama, dan uji t untuk melihat pengaruh secara parsial. Hasil dari pengujian analisis regresi berganda, menunjukkan bahwa variabel komitmen organisasi, budaya organisasi dan akuntabilitas publik secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja rumah sakit, sedangkan secara parsial variabel budaya organisasi, komitmen organisasi, dan akuntabilitas publik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja rumah sakit serta budaya organisasi merupakan faktor paling dominan yang mempengaruhi kinerja rumah sakit. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat ditarik implikasi. Para manajerial Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah Kota Tegal perlu memperhatikan faktor-faktor yang berkaitan dengan budaya organisasi, komitmen organisasi dan akuntabilitas publik, baik secara keseluruhan maupun secara parsial. Cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan menerapkan nilai-nilai organisasi yang dapat mendorong para pegawai untuk melaksanakan tugas berdasarkan standar profesi yang telah ditetapkan, menciptakan kondisi lingkungan kerja yang nyaman demi mendorong terjalinnya kerja sama yang harmonis dan profesional di antara para pegawai, menerapkan sistem pengelolaan tata kerja yang jelas dan tegas terkait dengan bidang tugas maupun tanggung jawab dari masing-masing bagian dalam organisasi serta memberikan dukungan yang kuat terhadap para pegawai dalam melaksanakan tugas agar komitmen mereka terhadap organisasi dapat senantiasa terpelihara demi mewujudkan tata kelola organisasi yang sehat dan bersih serta memberikan informasi keuangan kepada masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. | This research entitled “The Analysis of Organizational Culture influence, Organizational Commitment, and Public Accountability Towards Performance of Regional Public Hospital Kardinah Tegal. This research aims to know influence variable of organizational culture, organizational commitment, and public accountability towards hospital performance. To measure hospital performance, its measurement tool is Balance Scorecard. Analysis tool used is multiple regression analysis, which is to know each variable influence. In this research also used F test to know independent variable towards dependent variable simultaneously and t test for partial influence. Multiple regression analysis test Result shows that variabel of organizational commitment, organizational culture, and public accountability simultaneously give positive impact and significant towards hospital performance, meanwhile variabel of organizational commitment, organizational culture, and public accountability partially give positive influence and significant towards hospital performance and organizational culture is dominant factor that influence hoospital performance. Based on this result, the implications are managerial of Regional Public Hospital Kardinah Tegal need to notice factors that related with organizational culture, organizational commitment, and public accountability simultaneously and partially. The ways are doing work based on fixed profession standard, creating comfort work environment condition to support related cooperation that harmonious and professional among employer, implementing clear work procedure management system and firm related with field assignment or responsibility from each part in organization and giving strong support towards employee on doing assignment so their commitment towards organization can always be maintained to create good corporate governance and giving financial information to society and stakeholders according to legal law. | |
| 262 | 6236 | C1B007121 | PENGARUH KOMUNIKASI, KEPUASAN KERJA, DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PDAM KOTA BANJARNEGARA | Penelitian ini berjudul pengaruh komunikasi, kepuasan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PDAM Kota Banjarnegara. Penelitian ini merupakan studi kasus pada karyawan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Banjarnegara yang berjumlah 83 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh komunikasi, kepuasan kerja, disiplin kerja terhadap kinerja karyawan, serta untuk mengetahui variabel manakah diantara ketiga variabel yang paling berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi, kepuasan kerja, dan disiplin kerja memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan PDAM Kota Banjarnegara, serta kepuasan kerja mempunyai pengaruh paling besar terhadap kinerja karyawan dibanding variabel komunikasi dan disiplin kerja. | ABSTRACT The title from this research is the effect of communications , job satisfaction and discipline of works towards PDAM Banjarnegara employees works performance. This research is a case study towards PDAM banjarnegara employees which total amount of 83 peoples . This research aim to analyzed the effect of communications , job satisfaction and discipline of works towards PDAM Banjarnegara employees works performance and also to find out which variable have the biggest effect toward employees works performance among those three variables. The obtained result using mulitiple linear regression analysis calculating shows that communications , job satisfaction and discipline of works significantly have positive effect towards PDAM Banjarnegara employees works performance, and compared with communications and discipline of works variables, the job satisfaction variable have the biggest effect towards employee works performance. | |
| 263 | 6237 | P2CB10008 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEPERCAYAAN PADA ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN DI SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kepercayaan Pada Organisasi Dan Kepuasan Kerja Karyawan Di Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Purbalingga”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dan praktek manajemen sumber daya manusia terhadap kepercayaan karyawan serta untuk menjelaskan dan menganalisis pengaruh kepercayaan terhadap kepuasan kerja karyawan SKPD Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif, obyek penelitian ini adalah persepsi karyawan SKPD Kabupaten Purbalingga terhadap kepercayaan dan kepuasan kerja, sedangkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 263 responden. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi. Hasil penelitian menunujukkan bahwa 1) gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kepercayaan. 2) Komunikasi berpengaruh positif terhadap kepercayaan. 3) Pelatihan berpengaruh positif terhadap kepercayaan. 4) Promosi berpengaruh positif terhadap kepercayaan. 5) Keamanan kerja berpengaruh positif terhadap kepercayaan. 6) Kepercayaan pada organisasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja intrinsik. 7) Kepercayaan pada organisasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja ekstrinsik. | The study is titled "Factors Influencing Against Belief In Organization and Employee Satisfaction At Work Unit Area Purbalingga". The purpose of this study is to describe and analyze the effect of leadership style and human resource management practices on employee trust as well as to explain and analyze the effect of trust on employee job satisfaction on education Purbalingga. This study is associative, the object of this research is the perception of employees on beliefs Purbalingga on education and job satisfaction, while the samples in this study were 263 respondents. Analysis tools used in this study is regression analysis. The results menunujukkan that 1) leadership style has a positive effect on confidence. 2) Communication positive effect on confidence. 3) Training positive effect on confidence. 4) Promotion of a positive effect on confidence. 5) Job security has a positive effect on confidence. 6) Belief in the organization has a positive effect on intrinsic job satisfaction. 7) The belief in the organization has a positive effect on extrinsic job satisfaction. | |
| 264 | 6239 | P2CC09045 | ANALISIS PERFORMANCE, FITUR, DESAIN, DAN SERVICEABILITY TELEPON SELULER DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN BLACKBERRY | Penelitian ini dengan judul: Analisis Produk Telepon Seluler Dalam Keputusan Pembelian BlackBerry (Studi Kasus di Indosat Purwokerto). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh performance, serviceability, fitur dan desain terhadap keputusan pembelian produk Balckberry. Sampel dalam penelitian ini adalah pengguna BlackBerry di Purwokerto dan teknik pengambilan sample yang akan dilakukan yaitu menggunakan accidental sampling. Metode analisis digunakan adalah regresi berganda dengan perhitungan uji F dan uji t. Dari hasil penelitian dan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa performance, fitur, serviceability dan desain secara simultan dan parsial mempunyai pengaruh yang berarti terhadap keputusan pembelian. Untuk menarik minat konsumen membeli produk BlackBerry, perusahaan hendaknya menambah jejaring sosial agar konsumen dapat menambah wawasan baru dalam jejaring sosial di dunia maya, menambah hiburan yang agar konsumen dapat lebih menikmati BlackBerry di mana saja sesuai kebutuhan dan juga menambah aplikasi tambahan BlackBerry yang memungkinkan kita bekerja, bermain dan melakukan berbagai hal lain. Selain itu perusahaan juga dapat meningkatkan keputusan pembelian melalui peningkatan kualitas multimedia, memberikan kemudahan dalam serviceability dan menyediakan banyak gerai BlackBerry yang khusus memberikan pelayanan terhadap berbagai keluhan konsumen tentang produk BlackBerry. | This research entitled: The Analysist Performance, Serviciability, Fitur and Design of Mobile Phone on Buying Decision Blackberry. This reseach aimed to know the influences of performance, serviciability, fitur, and desain of mobile phone on BlackBerry consumer buying decision. The sample was BlackBerry users in Indosat Purwokerto obtained with Accidental Sampling technique and the analysis method used Multiple Regression Analysis with F test and t test calculation. Research result showed that simultaneous and partial performance, feature, serviceability and design had significant effect on buying decision. To attract consumer interest in buying BlackBerry products, company should put on more social network so that the consumer get fresh knowledge in virtual social network, add more entertainment to enable the consumer enjoy BlackBerry at any place as needed, and add more BlackBerry application to enable us to work, play and many other activity. The company furthermore could increase consumer buying decision through improving multimedia quality, giving easy serviceability access, and providing many BlackBerry outlets specialized in handling customer complaint on BlackBerry product. | |
| 265 | 6242 | P2FB09083 | ACCOUNTABILITY OF VILLAGE FUNDING ALLOCATION AT DISTRICT OF KLIRONG REGENCY OF KEBUMEN | Maksud pemberian bantuan langsung Alokasi Dana Desa adalah sebagai bantuan stimulasi atau dana perangsang untuk mendorong dalam membiayai program pemerintah desa yang ditunjang dengan partisipasi swadaya gotong royong masyarakat dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat. Dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa di Kecamatan Klirong Tahun Anggaran 2009, mengalami kendala yaitu dari 24 desa di wilayah Kecamatan Klirong, 11 desa terlambat melaporkan pertanggungjawaban pengelolaan Alokasi Dana Desa kepada Bupati. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses akuntabilitas pengelolaan Alokasi Dana Desa, dan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menjadi penyebab pengelola Alokasi Dana Desa dalam pengelolaan administrasi keuangan belum seperti yang diharapkan.. Teori yang digunakan adalah teori tentang akuntabilitas vertikal (vertical accountability ) dan akuntabilitas horizontal (horizontal accountability ). Metodhe penelitian, jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan mengambil sampel 2 desa yaitu desa Kebadongan dan desa Podoluhur, pengambilan sumber data menggunakan metode “purposive sampling” dengan mengambil jumlah informan 18 orang meliputi aparat Kecamatan Klirong, pengelola Alokasi Dana Desa, unsur Lembaga dan masyarakat. Fokus kajian, aspek kajian akuntabilitas vertikal (vertical accountability) adapun sub aspek kajian ketepatan waktu laporan pertanggungjawaban Alokasi Dana Desa, kelengkapan dokumen pertanggungjawaban Alokasi Dana Desa, pencairan Alokasi Dana Desa, pelaksanaan kegiatan Alokasi Dana Desa. Aspek kajian akuntabilitas horizontal (horizontal accountability), dengan sub aspek perencanaan, pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan Alokasi Dana Desa kepada Badan Permusyawaratan Desa, dan penyampaian pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan Alokasi Dana Desa kepada masyarakat. Data primer, dengan mencari data langsung dengan wawancara dengan informan. Data sekunder dengan mencari data dari laporan-laporan yang berkaitan dengan akuntabilkitas pengelolaan Alokasi Dana Desa. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Dengan menggunakan tekhnik analisis model interaktif, terdiri dari 3 alur, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data, peneliti menggunakan cara triangulasi sumber data yaitu membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan dan membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara. Hasil analisis, bahwa akuntabilitas vertikal (vertical accountability), meliputi ketepatan waktu laporan pertanggungjawaban Alokasi Dana Desa yaitu tepat waktu, kelengkapan dokumen pertanggungjawaban Alokasi Dana Desa lengkap, pencairan Alokasi Dana Desa sesuai dengan prosedur, pelaksanaan kegiatan Alokasi Dana Desa, baik. Hasil analisis akuntabilitas horizontal (horizontal accountability), meliputi perencanaan kegiatan Alokasi Dana Desa dengan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa , pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan Alokasi Dana Desa kepada Badan Permusyawaratan Desa sudah dilaksanakan yaitu dengn pertanggungjawaban APBDes, karena pertanggungjawaban Alokasi Dana Desa terintegrasi dengan pertanggungjawaban APBDes, dan penyampaian pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan Alokasi Dana Desa kepada masyarakat sudah disampaikan kepada masyarakat yaitu dalam pertemuan di desa missal di yasinan, di pertemuan Rukun Tetangga. Dengan demikian bisa ditarik kesimpulan bahwa akuntabilitas vertikal (vertical accountability) dan akuntabilitas horizontal (horizontal accountability), sudah terwujud namun belum optimal. Adapun faktor-faktor penyebab pengelola kegiatan Alokasi Dana Desa belum sesuai harapan yaitu karena kurang kemampuan administratif pengelola Alokasi Dana Desa, kurang koordinasi antar pengelola Alokasi Dana Desa, tidak adanya sangsi bagi desa yang terlambat melaporkan pertanggungjawaban pengelolaan Alokasi Dana Desa dan kurang control Badan Permusyawaran Desa dan kurang transparannya pemerintah desa dalam sosialisasi pengelolaan Alokasi Dana Desa kepada masyarakat, sehingga masyarakat yang merasa jadi “orang kecil” hanya menerima saja apa yang telah dikerjakan Pemerintah Desa kaitan dengan kegiatan Alokasi Dana Desa tanpa memahami kaitan dengan keterlambatan surat pertanggung jawaban pengelolaan Alokasi Dana Desa. | The purpose of distributing direct ministration Village Allocation Fund is as a stimulation aid or stimulus funds to encourage villagers in finance government programs which is supported by self-help mutual aid society participation in carrying out the activities of government and community empowerment. There is a constraint in the management of Village Allocation Fund at Klirong Sub-district Fiscal Year 2009, that is 11 villages from 24 villages in the Sub-district of Klirong are late to report accountability reports of Village Allocation Fund to the Regent. The purposes of this research are to describe the process of management accountability Village Allocation Fund, and to determine the factors which makes the manager of Village Allocation Fund were late to report accountability reports of Village Allocation Fund in some village in Klirong sub-district. The theory used in this research is the theory of accountability. This kind of research is a qualitative descriptive study, by taking a sample of two villages, there are Kebadongan Village and Podoluhur Village. Data sources is took by using the "purposive sampling", by taking 18 informants, includes apparatus Klirong Sub-district, manager of Village Allocation Fund, an element of the Institute and the society. To collect data, the researcher used in-depth interviews, observation and documentation. By using an interactive model of analysis techniques, consisting of 3 grooves, there are data reduction, data display, and conclusion. The result of analysis is that accountability in management of Village Allocation Fund is consist of vertical accountability and horizontal accountability. Vertical accountability has been realized but still not optimal yet, because there is 11 villages from from 24 villages in Klirong Sub-district were late in reporting the report about of Village Allocation Fund. And the factors caused these problems are a lack of manager capability in managing Village Allocation Fund, lack of coordination among manager of Village Allocation Fund, and the lack of sanctions giving to apparatus village for a tardiness in reporting management accountability Village Fund Allocation. Horizontal accountability has been realized but still not optimal yet, because of some problems. The problems are there is an insufficiency of Village Consultative Institution in controlling management of the village in managing the Village Fund Allocation, the manager didn’t understand the technical management of the Village Fund. The other problems in implementation of horizontal accountability is the lack of transparency in government village in socialization about Village Allocation Fund to the public, so that people who feel as “the lower class” just accept what has been done with Village Government about Village Allocation Fund activities without understanding the terms of a late report of management accountability Village Fund Allocation. | |
| 266 | 6243 | C1C006140 | Analisis Corporate Social Responsibility (CSR) pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Banyumas | Penelitian ini berjudul “Analisis Corporate Social Responsibility (CSR) pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan CSR pada tingkat usaha kecil dan menengah (UKM). Aspek yang diteliti meliputi motivasi pelaksanaan CSR, jenis aktivitas CSR dan penganggaran dana serta hambatan CSR. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan skala kecil dan menengah (UKM) yang ada di Kabupaten Banyumas. Penentuan sampel menggunakan metode convenience sampling yang akhirnya menghasilkan 65 sampel. Data yang dapat dianalisis adalah 57 sampel karena data lainnya tidak cukup memadai untuk dimasukkan dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis faktor menunjukkan bahwa : 1. Motivasi yang mendorong pelaksanaan CSR pada UKM meliputi 3 faktor yaitu faktor bisnis, faktor kepedulian terhadap lingkungan dan faktor kepedulian terhadap masyarakat. Faktor dominan motivasi pelaksanaan CSR adalah faktor bisnis. 2. Aktivitas CSR yang dilakukan oleh UKM terbagi dalam 4 faktor yaitu faktor pelanggan, faktor tenaga kerja, faktor lingkungan perusahaan dan faktor masyarakat. Faktor dominan aktivitas CSR adalah faktor pelanggan. 3. Mayoritas UKM belum melakukan penganggaran atas aktivitas usaha maupun aktivitas CSRnya. Sedangkan faktor yang menjadi pertimbangan dalam menyusun anggaran CSR oleh UKM yang telah melakukan penganggaran atas aktivitas CSRnya meliputi besarnya laba yang diperoleh perusahaan dan kondisi lingkungan sekitar perusahaan. 4. Faktor yang menjadi hambatan pelaksanaan CSR pada UKM adalah kurangnya waktu, dana dan persepsi bahwa CSR tidak berhubungan dengan aktivitas utama perusahaan. Implikasi dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Diharapkan pemerintah dan lembaga yang terkait dengan CSR dan UKM untuk lebih menggiatkan pengenalan CSR pada UKM, khususnya mengenai manfaat pelaksanaan CSR dari segi bisnis. 2. UKM diharapkan dapat meningkatkan aktivitas CSR lain diluar aktivitas yang berhubungan dengan pelanggan seperti melakukan menghemat penggunaan energi, mengatur pembuangan limbah agar tidak mencemari lingkungan, memperhatikan keselamatan tenaga kerja dan terlibat serta mendukung kegiatan yang bersifat positif bagi masyarakat. 3. UKM diharapkan dapat melakukan penganggaran baik untuk aktivitas usaha maupun aktivitas CSRnya. 4. UKM dapat berupaya untuk melakukan aktivitas CSR yang lebih efisien dan bersifat mengurangi dampak negatif perusahaan terhadap lingkungan sekitar. | This study entitled "Analysis of Corporate Social Responsibility (CSR) in Small and Medium Enterprises (SMEs) in Banyumas Regency". This study aims to determine the level of implementation of CSR in small and medium enterprises (SMEs). Aspects studied include the motivation of CSR implementation, CSR activities, CSR budgeting and Barrier of CSR. The population in this study is small and medium-scale enterprises (SMEs) in Banyumas Regency. Determination of the sample using a convenience sampling method which eventually resulted in 65 samples. Only 57 samples can be analyzed as other data are not adequate to be included in the study. Based on the research and analysis of the data using factor analysis showed that: 1. Motivations that drive the implementation of CSR in SMEs includes 3 factors: business factors, environmental factors and factors of concern for concern for the community. Dominant factor of the motivation of CSR is business factors. 2. CSR activities undertaken by SMEs is divided into four factors: customer factors, labor factors, environment surrounding the company factors and community factors. Dominant factor is the factor of customer CSR activity. 3. The majority of SMEs do not perform business activities and budgeting on their CSR activities. While the factors to be considered in preparing the budget CSR by SMEs who have been doing their CSR activities include budgeting on the profits made by the company and the environmental conditions surrounding the company. 4. Factors that become barriers to the implementation of CSR in SMEs is the lack of time, funds and the perception that CSR is not related to the main activity of the company. The implications of this study are as follows: 1. Government and institutions associated with CSR and SMEs should to give further introduction of CSR to SMEs, particularly regarding the benefits of CSR in terms of business. 2. SMEs are expected to improve other CSR activities such as energy saving, manage waste disposal in order not to pollute the environment, pay attention to the safety of the workforce, engage and support activities that are positive for the community. 3. SMEs are expected to perform better budgeting for business activities and CSR activities. 4. SMEs can seek to perform CSR activities that are more efficient and reduce the negative impact of the company on the surrounding environment. | |
| 267 | 6245 | B1J008079 | Deodorisasi Limbah Cair Batik Menggunakan Limbah Baglog Pleurotus ostreatus Dengan Kombinasi Volume dan Waktu Inkubasi Berbeda | Limbah cair batik yang dibuang ke lingkungan tanpa diolah terlebih dahulu dapat bersifat mencemari dan memunculkan bau tidak sedap, maka diperlukan penanganan untuk mengurangi kadar bahan pencemarnya. Limbah baglog Pleurotus ostreatus dapat digunakan sebagai alternatif deodorisasi (penghilangan bau) limbah cair batik karena merupakan pengolahan limbah yang ramah lingkungan, mudah dan murah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemampuan limbah baglog P. ostreatus dengan kombinasi antara volume dan waktu inkubasi berbeda dalam mendeodorisasi limbah cair batik, dan mengetahui perlakuan yang optimum dalam mendeodorisasi limbah cair batik. Penelitian menggunakan metode eksperimental berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Variabel yang digunakan yaitu variabel bebas berupa kombinasi antara bobot limbah baglog P. ostreatus (g), volume limbah cair batik (ml) dan waktu inkubasi (jam). Variabel tergantung berupa kemampuan deodorisasi dan degradasi senyawa organik. Parameter yang diamati berupa parameter utama yaitu tingkat kebauan dan persentase penurunan nilai BOD5 dan COD limbah cair batik. Parameter pendukung yaitu pengukuran pH dan suhu sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah baglog P. ostreatus dengan kombinasi volume dan waktu inkubasi berbeda mampu mendeodorisasi limbah cair batik. Perlakuan optimum dalam mendeodorisasi limbah cair batik adalah kombinasi limbah baglog P. ostreatus 25 g, volume limbah cair batik 100 ml dan waktu inkubasi 96 jam yang menghasilkan skala 3 (tidak bau) serta diikuti persentase penurunan nilai BOD5 93,95% (3301 mg/l menjadi 200 mg/l) dan COD 79,66% (15200 mg/l menjadi 3120 mg/l). | Batik sewage discharged into the environment without being processed before can cause contamination and bad odor, which needs to be handled properly to reduce the contaminant’s concentration. Baglog Pleurotus ostreatus’s waste can be used as an alternative deodorant (odor removal) for batik sewage because it has an environmentally friendly, easy and cheap waste treatment method. The aim of this research is to study the ability of baglog P. ostreatus’s waste as deodorant for batik sewage by using different combination of volume and incubation time as treatment, and to find out the optimum treatment in deodorating batik sewage. This research uses experimental method. The experimental method uses Completely Randomized Design (RAL) with 12 treatments and 3 repeat.The Variables used are independent variables which is a combination between weight of baglog P. ostreatus’s waste, batik sewage volume (ml) and incubation time (hour). The dependent variable is deodoration ability and degradation of organic compound. Observed parameter includes the main parameter which is odor scale and the percentage reduction in the value of BOD5 & COD. The dependent parameters pH, and temperature before and after treatment. The result shows that baglog P. Ostreatus’s waste with a different combination of volume and incubation time can deodorization batik sewage. The optimum treatment in deodorizing batik sewage is acquired on combination of weight of baglog P. ostreatus’s waste 25 g, volume of batik sewage 100 ml and incubation time 96 hours with 3 odor scale (no odor) which followed the percentage reduction in the value of BOD5 93,95% (3301 mg/l to 200 mg/l) and COD 79,66% (15200 mg/l to 3120 mg/l). | |
| 268 | 6244 | B1J009123 | KOMUNITAS COLLEMBOLA PADA BAHAN-BAHAN ORGANIK DENGAN PERBANDINGAN BOBOT BERBEDA | Collembola dikenal sebagai organisme yang berperan dalam perombakan bahan organik tanah. Bahan organik tanah kemudian akan mengalami proses dekomposisi dan proses tersebut sangat ditentukan oleh perbandingan C/N. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan bobot bahan organik yang optimal sebagai mikrohabitat collembola pada lahan pertanian dan laju dekomposisinya, mengetahui perubahan temporal komunitas collembola selama proses dekomposisi bahan organik dengan perbandingan bobot berbeda, dan mengetahui komposisi familia collembola pada bahan organik dengan perbandingan bobot berbeda yang terdekomposisi dan korelasinya dengan faktor lingkungan. Serasah yang digunakan dikelompokkan berdasarkan dua kelompok C/N (C/N < 20 dan C/N 20-60) terdiri dari daun kacang panjang (Vigna sinensis), daun pisang (Musa sp), dan daun jagung (Zea mays), sedangkan kelompok kedua C/N 20 – 60 adalah tanaman padi (Oryza sativa) dan batang kacang panjang (Vigna sinensis). Penelitian dilaksanakan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji terdiri atas (T0) tanah pertanian, (T1) perbandingan bobot bahan organik 3 : 7, (T2) perbandingan bobot bahan organik 1 : 1, dan (T3) perbandingan bobot bahan organik 7 : 3. Kelimpahan collembola dan penurunan bobot sisa bahan organik dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian didapatkan bahwa perbandingan bobot bahan organik secara signifikan berpengaruh terhadap kelimpahan collembola (p=0,024), tetapi tidak pada penurunan bobot sisa bahan organik (p=0,476). Perbandingan bobot bahan organik terbaik terhadap kelimpahan collembola didapat pada perlakuan T1 (perbandingan bobot bahan organik 3 : 7), sedangkan penurunan bobot sisa bahan organik tercepat didapat pada perlakuan T3 (perbandingan bobot bahan organik 7 : 3). Sembilan collembola yang teridentifikasi meliputi familia Entomobryidae, Tomoceridae, Paronellidae, Cyphoderidae, Isotomidae, Neanuridae, Hypogastruridae, Onychiuridae, dan Sminthurididae. | Collembolans are known as organisms that play roles in decomposition of soil organic matter, in which this process is determined by its C/N ratio. The objectives of this study were to determine the best weight ratio of organic matter as microhabitat of collembolans in agricultural land, to measure decomposition rate of treated organic matter, to observe temporal changes in collembola communities during decomposition of organic matter, and to examine collembolan composition inhabit the organic matter, as well as collembolan abundance and composition correlation with the environmental factors. Litters used was separated by two groups of C/N (C/N < 20 and C/N 20-60) consisted of Vigna sinensis, Musa sp, Zea mays, and Oryza sativa. Research was carried out experimentally using completely randomized design. The treatments consisted of (T 0) agricultural land, (T 1) weight ratio of organic matter 3 : 7, (T 2) weight ratio of organic matter 1 : 1, and (T 3) weight ratio of organic matter 7 : 3. The abundance of collembolans and organic matter lost were analyzed with analysis of variance followed by Least Significant Difference test. The results showed that the weight ratio of organic matter significantly affect the abundance of collembola (p=0,024), but not on the weight lost of organic matter (p= 0,476). The best weight combination where abundance of collembolans was observed and demonstrated by T1 (weight ratio of organic matter 3 : 7), while the fastest decay showed by T3 (weight ratio of organic matter 7 : 3). Nine families collembolans were identified including Entomobryidae, Tomoceridae, Paronellidae, Cyphoderidae, Isotomidae, Neanuridae, Hypogastruridae, Onychiuridae, and Sminthurididae. | |
| 269 | 6247 | F1F007106 | A SEMIOTIC ANALYSIS OF THE COLOR AND ITS MEANING TO REPRESENT THE COMPANY’S IDEA IN THE LOGO OF MOBILE PHONES IN INDONESIA | Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang sistem tanda. Melalui semiotika, peneliti dapat menemukan dan mengenali tipe-tipe dari dari logo dan tanda yang digunakan pada logo-logo telepon seluler untuk menggambarkan pemikiran perusahaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan tipe-tipe logo, menjabarkan makna dari tiap warna dan mencari tahu pemikiran yang perusahaan tersebut ingin gambarkan dalam tiap logo telepon seluler. Metode deskriptif qualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisa berbagai tipe logo, makna dari warna dan pemikiran perusahaan. Sumber data dari penelitian ini didapat dari website resmi, majalah, koran, dan juga box resmi produk telepon seluler tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada 3 tipe dari logo: tipe tulisan teks atau wordmark, ikon atau simbolik, dan kombinasi keduanya. Disamping itu, penelitian ini juga memaparkan bahwa ada 3 tipe dari warna pada desain visual: warna dingin, hangat, dan netral. Lebih jauh lagi, kesimpulan dari penelitian ini menjelaskan bahwa seluruh perusahaan menggunakan dua atau tiga warna pada logo untuk menggambaran pemikiran perusahaan. Seluruh logo mereprentasikan visi, misi dan nilai filosofis dari pemikiran perusahaan. | Semiotics is a study of analyzing the system of sign. Through semiotic analysis, the researcher can find and determine the type of logo and sign that are used in the logo of mobile phones to represent the company’s idea. The aims of this research are to explain the types of logo, describe the meaning of each color, and find out the idea of the company in each mobile phones logo. Method of descriptive qualitative is applied in this research to analyze the types of mobile phone’s logo, the color’s meaning and the company’s idea. The data sources are taken from official websites, magazines, newspaper and also the original box of mobile phone’s products. Total numbers of data are 12 logos based on Indonesian Cellular Show Awards’ winners. The result of this research showed that there are 3 types of logo: typographic or wordmark, iconic or symbolic, and combination mark. Besides, there are also 3 types of color in visual design: cool, warm and neutral color. Furthermore, the conclusion showed that most of all companies used two or three colors in the logos to represent the ideas. All of the logos represented the company’s visions, missions and philosophical values as the company’s idea. | |
| 270 | 6163 | G1D009045 | Pengaruh Terapi Clay Dalam Menurunkan Tingkat Depresi Pada Lansia di Unit Rehabilitasi Sosial "Dewanata" Cilacap | Penuaan adalah suatu proses alami yang tidak dapat dihindari, berjalan secara terus-menerus, dan berkesinambungan. Depresi merupakan masalah mental yang paling banyak ditemui pada lansia. Terapi clay adalah terapi untuk memfasilitasi ekpresi emosi dan katarsis. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi clay terhadap penurunan tingkat depresi lansia di Unit Reahabilitasi Sosial “Dewanata” Cilacap. Metode : Penelitian ini menggunakan metode pra eksperiment dengan rancangan penelitian one group pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini lansia yang tinggal di Unit Rehabilitasi Sosial “Dewanata” Cilacap sebanyak 90 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 20 responden. Waktu penelitian pada bulan Mei-Juni 2013. Hasil : Hasil uji analisis statistik nonparametrik dengan menggunakan uji Wilcoxon menunjukan bahwa nilai p= 0,00 dengan taraf signifikansi 5 % (0,05). Dapat ditarik kesimpulan bahwa Ha diterima. P= 0,00 < 0,05 Kesimpulan : ada pengaruh dari terapi clay dalam menurunkan tingkat depresi di Unit Rehabilitasi Sosial “Dewanata” Cilacap. | Aging is a natural process that can not be avoided, run continuously and sustainable. Depression is a mental problem mostly found in the elderly. Clay therapy is a therapy to facilitate the expression of emotion and catharsis. To determine the effect of clay therapy to decrease the level of depression in the elderly at "Dewanata" Social Rehabilitation Unit Cilacap. This study used a pre-experimental method with one group pretest-posttest design. The population in this research was the elderly live in the "Dewanata" Social Rehabilitation Unit Cilacap as many as 90 people. The samples were taken by using purposive sampling of 20 respondents. The research was conducted on May-June 2013. The result of nonparametric statistical analysis using the Wilcoxon test showed that the value of p = 0.00 with significance level of 5% (0,05). It can be deduced that Ha is accepted. P = 0.00 <0.05. There was a significant effect of clay therapy in decreasing the level of depression in the elderly at “Dewanata” Social Rehabilitation Unit Cilacap. | |
| 271 | 6265 | B1J009145 | PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii DAN Eucheuma edule YANG DIBUDIDAYA DENGAN SISTEM TUBULER BERTINGKAT DI PERAIRAN PANDANSARI, BREBES | Eucheuma cottonii dan Eucheuma edule merupakan spesies rumput laut yang penting untuk dikembangkan. Peningkatan pertumbuhan rumput laut dapat dilakukan dengan budidaya yang lebih efektif disesuaikan dengan lahan budidaya. Penanaman dengan sistem jaring tubuler yang tepat akan menghasilkan produksi rumput laut yang maksimal. Sistem bertingkat akan mempengaruhi letak bibit sehingga mempengaruhi pertumbuhan rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedalaman pada sistem tubuler bertingkat terhadap pertumbuhan Eucheuma yang dibudidayakan di perairan Pandansari, Brebes. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAL pola split plot, sebagai main plot yaitu Eucheuma cottonii (A1), dan Eucheuma edule (A2). Sub plot, yaitu (B1) kedalaman 30-40 cm, (B2) kedalaman 60-70 cm dan (B3) kedalaman 90-100 cm dengan 3 kali ulangan. Bobot awal yang digunakan adalah 100 g. Variabel yang diamati meliputi variabel utama yaitu spesies Eucheuma, variabel tergantung adalah pertumbuhan. Variabel bebasnya yaitu kedalaman penanaman, dan parameter pendukungnya antara lain : salinitas air, suhu air, pH air dan penetrasi cahaya. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang dicobakan. Hasil uji F berpengaruh nyata hingga sangat nyata sehingga dilanjutkan dengan uji BNT untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eucheuma cottonii pada kedalaman 30-40 cm menghasilkan pertumbuhan tertinggi sebesar 259,44 g dan pertumbuhan terendah dihasilkan oleh Eucheuma edule pada kedalaman 90-100 cm yaitu sebesar 238,33 g. | Eucheuma cottonii and Eucheuma edule is a type of seaweed that are essential development value. An increase in the growth of seaweed cultivation can be done more effectively and efficiently adapted to the cultivation of land. Planting with the right tubular nets system will result in the production of seaweed. Multilevel systems will affect the layout of the seedlings so that it will affect the growth of seaweed. This research to know the effect of depth on a tubular system of multilevel against growth of Eucheuma seaweed with different types of cultivated in waters Pandansari, Brebes. The design used in this study are RAL pattern of split plot, as the main plot is a species of Eucheuma cottonii, (A1) and (A2) Eucheuma edule. Sub plot is depth, (B1) to a depth of 30-40 cm, depth (B2) 60-70 cm (B3) and a depth of 90-100 cm with three replicates. The initial weights that are 100 g. The observed variables include that is variable depending on the species of Eucheuma, observed is the growth of seaweed. Free variable is the depth of the planting, and his supporters include: water salinity, water temperature, pH of the water and the light intensity. The Data obtained were analyzed with F-test to find out the effect of the treatment for customers. The result is real or very influential real then proceed with test BNT to know the differences between the treatments. The results showed that Eucheuma cottonii at a depth of 30-40 cm diameter produces the highest growth of 259,44 g and the lowest growth generated by Eucheuma edule at a depth of 90-100 cm of 238,33 g. | |
| 272 | 6248 | C1K006005 | ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF BRAND TRUST, BRAND AFFECT AND BRAND QUALITY OF BRAND LOYALTY WITH BRAND PREFERENCE AS MEDIATION VARIABLES ON YAMAHA V-IXION | Penelitian ini berjudul pengaruh brand trust, brand affect dan brand quality terhadap brand loyalty dengan brand preference sebagai variabel mediasi pada motor Yamaha V-ixion. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna sepeda motor Yamaha V-ixion di sekitar Kampus Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan brand trust, brand effect dan brand quality berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty dan brand preference pada sepeda motor merek Yamaha V-ixion, serta brand preference mempunyai pengaruh signifikan terhadap brand loyalty. Kesan yang baik terhadap produk merek Yamaha perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan supaya persepsi konsumen juga terus meningkat dengan meningkatkan fungsi, feature dan ketahanan, serta Yamaha perlu terus memperluas daerah pemasaran sehingga dealer Yamaha berada di setiap wilayah dan produk selalu mudah untuk didapatkan | The study entitled effects of Brand Trust, brand and Brand Affect quality of Brand Loyalty and Brand Preference as mediation variables on Yamaha V-ixion. The respondents in this study are all users of motorcycles Yamaha V-ixion around Campus the Faculty of Economics of the University of General Soedirman Purwokerto. The results showed Brand Trust, brand effect and Brand Quality influence significantly to Brand Loyalty and Brand Preference on the motorcycle brand Yamaha V-ixion, and Brand Preference had a significant influence on Brand Loyalty. A good impression of the Yamaha brand products need to be maintained and improved continuously so that the perception of consumers also continued to increase with increasing functionality, features and durability, as well as Yamaha needs to continue to expand the marketing so that the dealers located in each region of the Yamaha and the product is always easy to get | |
| 273 | 6249 | F1F007081 | A Kinesic Analaysis of Poppy Moore's Facial Expression (as the main character) in Wild Child Movie | ABSTRAK Judul penelitian ini adalah analisis kinesik yang ditemukan pada ekspresi wajah Poppy Moore (sebagai tokoh utama) dalam film Wild Child. Tujuan dari penelitian ini adalah, (1) mencari tahu jenis kata-kata yang tidak diucapkan yang ada pada ekspresi Poppy, (2) mencari tahu jenis ekspresi wajah yang ada pada Poppy, (3) menginvestigasi hubungan antara kata-kata yang tidak diucapkan dan ekspresi wajah Poppy di film Wild Child. Data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil pengamatan kata-kata yang tidak diucapkan dan ekspresi wajah yang telah diklasifikasikan dan dianalisis. Dari pengumpulan data, 19 kata-kata yang tidak diucapkan ditemukan dalam 16 adegan film pada Wild Child dengan klasifikasi yang berbeda. Fokus penelitian ini adalah pada kata-kata yang tidak diucapkan dan ekspresi wajah Poppy dalam film Wild Child. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis data dibagi menjadi lima bagian. Bagian pertama adalah menonton film Wild Child dan mendapatkan informasi tentang kata-kata yang tidak diucapkan dalam ekspresi Poppy. Bagian kedua adalah mengelompokkan data berdasarkan kategori. Bagian ketiga adalah mengidentifikasi data tentang kata-kata yang tidak diucapkan dan ekspresi wajah. Bagian keempat adalah menganalisis data yang telah di identifikasi berdasarkan teori Analisis Ekspresi Wajah oleh Ekman. Ekspresi wajah dikategorikan dalam 6 jenis . Bagian terahir adalah membuat kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) ada 19 kata-kata yang tidak diucapkan: (berseru dengan jijik),(berceloteh), (berseru dengan jijik), (menjerit), (menghembuskan), (terengah-engah), (melenguh), (keduanya berteriak), (mencemooh), (mencemooh), (berseru), (melenguh), (berbisik), (menjerit), (mendesah), (tersedu-sedu), (mendesah), (mendesah), dan (mendesah). (2) Ada 5 jenis ekspresi wajah pada Poppy: sedih (5),takut (4),terkejut (4),marah (3),dan jijik (3). Peneliti menemukan hubungan antara kata-kata yang tidak diucapkan dan ekspresi wajah, yaitu: kata (mendesah) mendeskripsikan sedih, (berseru), (melenguh), (berbisik) dan (menjerit) mendeskripsikan terkejut, (mencemooh) dan (berteriak) mendeskripsikan marah, (menjerit), (menghembuskan), (terengah-engah) dan (melenguh) mendeskripsikan takut, (jijik) dan (berceloteh) mendeskripsikan jijik. Tesis ini diharapkan memberikan beberapa manfaat bagi mereka yang tertarik di dalamnya. Hal ini dapat sebagai referensi tambahan, untuk siapa saja yang tertarik untuk melakukan penelitian tentang kata-kata yang tidak diucapkan dan ekspresi wajah. Selain itu, tesis ini memberikan kontribusi pengetahuan tentang ekspresi wajah dalam film. | ABSTRACT The aims of this research are (1) to find out non-dialog audio in Poppy’s expression, (2) to find out kinds of facial expression of Poppy, (3) to investigate the relationship between non-dialog audio and Poppy Moore’s facial expression. The main data used in this study are the observation result of the classification of non-dialog audio and facial expressions which have been classified and analyzed. From the data collection, 19 non-dialog audio were found in 16 scenes in Wild Child movie with different classifications. The focuses of this study are non-dialog audio and facial expressions of Poppy Moore in Wild Child movie. This study used descriptive qualitative method. The data analysis was divided into five parts. The first part is watching Wild Child movie and getting information about non-dialog audio of Poppy’s expression. The second part is classifying the data which relate to the research. The third part is identifying each non-dialog audio and facial expression. The forth part is analyzing the data that have been identified based on theory of Facial Expression Analysis by Ekman. Facial expression is classified into 6 kinds. The last part is drawing conclusion. The result of this study shows that: (1) there are 19 non-dialog audio: (exclaims in disgust), (girls chattering), (exclaims in disgust), (shrieks), (exhales), (panting), (gasps), (both shouting), (scoff), (scoffs), (exclaims), (gasps), (whispers), (shrieks), (sighing), (sniffling), (sighing), (sighing), and (sighs), (2) There are 5 kinds of Poppy Moore’s facial expression: sadness (5), fear (4), surprise (4), anger (3), and disgust (3). The researcher finds the relation between non-dialog audio and facial expressions. They are the word of (sigh) for describing sadness, (exclaim), (gasp), (whisper), and (shriek) for describing surprise, (scoff) and (shout) for describing anger, (shriek), (exhale), (pant) and (gasp) for describing fear, (disgust) and (chatter) for describing disgust. The thesis is projected to give some advantages for those who are interested in it. It can be an additional reference, for those who are interested in conducting a research about non-dialog audio and facial expression. In addition, the thesis gives contribution knowledge about the facial expression in movie. | |
| 274 | 6251 | B1J008008 | STUDI MORFOLOGI DAN KANDUNGAN KALIUM ALGINAT RUMPUT LAUT Sargassum DARI PANTAI TEBENG TELUK PENYU CILACAP | Rumput laut Sargassum merupakan rumput laut yang berpotensi sebagai bahan baku alginat. Sargassum tersebar di beberapa perairan pantai Indonesia yang mempunyai substrat karang. Pantai Tebeng Teluk Penyu merupakan salah satu pantai di Kabupaten Cilacap yang mempunyai substrat karang. Pada substrat tersebut ditumbuhi berbagai jenis rumput laut, termasuk Sargassum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi jenis-jenis rumput laut Sargassum dari pantai Tebeng Teluk Penyu Cilacap dan kandungan alginatnya. Penelitian ini menggunakan metode survai. Pengambilan sampel secara acak terpilih dengan membuat kuadrat. Plot dibuat sebanyak 15 buah pada masing-masing substrat dengan ukuran plot 1x1m2. Pengambilan sampel rumput laut dilakukan pada saat surut terendah. Sampel rumput laut Sargassum diidentifikasi dengan menggunakan foto, spesimen, dan dicocokkan dengan buku. Kandungan kalium alginat diekstraksi menggunakan metode Kelco co, hasilnya dibandingkan dengan standar mutu FCC antara masing-masing jenis rumput laut Sargassum. Hasil penelitian diperoleh rumput laut cokelat sebanyak 3 spesies yaitu Sargassum polycystum, Sargassum duplicatum, dan Sargassum crassifolium. Ketiganya memiliki ukuran dan morfologi talus yang berbeda. Hasil rendemen kalium alginat dari Sargassum polycystum sebesar 78,27%, Sargassum duplicatum sebesar 36,73%, dan Sargassum crassifolium sebesar 22,97%. Hasil yang diperoleh sesuai dengan standar mutu FCC. | Sargassum is a potential seaweed as raw material of alginate. Sargassum spread across several Indonesian coastal waters which have coral substrate. Tebeng Penyu beach is one of the beaches in the Cilacap regency that has coral substrate. On that substrate is covered with various kinds of seaweed, including Sargassum. This study aims to determine the morphological types of Sargassum from the Tebeng Penyu beach Cilacap and the alginate content. This study used survey method. Sampling was randomly selected by making the square. Plot was made as many as 15 pieces on each substrate with a plot size 1x1 m2. Seaweed sampling was carried out during the lowest substides. The samples of Sargassum were identified using photographs, specimens, and matched with the identification book. Potassium alginate extracted using co Kelco method, the results were compared with FCC standards of quality between each type of Sargassum. The results obtained 3 species as brown seaweed, Sargassum polycystum, Sargassum duplicatum, and Sargassum crassifolium. All three have different talus in size and morphology. The content of potassium alginate from Sargassum polycystum is 78.27%, Sargassum duplicatum is 36.73%, and Sargassum crassifolium is 22.97%. The results of this study is accordance with the quality standards of FCC. | |
| 275 | 6252 | C1A009037 | Analisis Ekonomi Produksi Bawang Daun Di Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka | Penelitian Ini Berjudul “Analisis Ekonomi Produksi Bawang Daun di Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor produksi luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk, dan obat-obatan secara bersama-samamaupun secara parsial terhadap produksi bawang daun di Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka, faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap produksi bawang daun, efisiensi penggunaan faktor produksi, dan titik impas produksi bawang daun. Berdasarkan hasil analisisfungsi Cobb-Douglas variabel luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk, dan obat-obatan baik secara bersama-sama maupun secara parsial berpengaruh signifikan terhadap produksi bawang daun di Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka. Dilihat dari koefisien regresi bahwa variabel yang mempunyai pengaruh paling besar adalah luas lahan. Hasil perhitungan efisiensi alokatif menunjukan bahwa variabel luas lahan, pupuk, dan obat-obatan belum efisien, sedangkan variabel bibit dan tenaga kerja sudah efisien. Hasil perhitungan Break Even Point (BEP) menunjukan bahwa petani bawang daun di Kecamatan Argapura Kabupaten belum berada pada titik impas. | This research entitled "Economic Analysis of Production of Spring Onion in Argapura District, Majalengka. The purpose of this study is for analyzing the impact of the factors of production such as land, seed, labor, fertilizer, and medicines simultaneously or partially on production of spring onion in Argapura District, Majalengka Regency; the most influential factor on the production of spring onion; efficient usage of production factors; and the break-even point of spring onion production. Based on the analysis of Cobb-Douglas function, variables of land, seed, labor, fertilizer, and medicines either simultaneously or partially affect significantly on spring onion production in Argapura District, Majalengka. Seen from the regression coefficient shows that variables that have the most impact is the area of land. Allocative efficiency calculation result shows that the variable of land, fertilizer, and medicines have not yet been efficient, while the seed and labor variables are. Result from calculation of Break Even Point (BEP) shows that farmers in Argapura districts have not yet been at the breakeven point. | |
| 276 | 6253 | G1G009041 | PERBANDINGAN PENGARUH LARUTAN TABLET PEMBERSIH GIGITIRUAN TERHADAP SIFAT MEKANIS BASIS GIGITIRUAN NILON TERMOPLASTIK DERAJAT KRISTALIN TINGGI DAN RENDAH | Teknik pembersihan gigitiruan dibedakan menjadi 2, yaitu cara mekanik dan cara kimia. Salah satu pembersih gigitiruan dengan cara kimia yaitu menggunakan larutan tablet pembersih gigitiruan. Pembersihan gigitiruan dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan kerusakan pada bahan basis gigitiruan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji perbandingan pengaruh larutan tablet pembersih gigitiruan terhadap kekuatan transversa dan modulus elastisitas basis gigitiruan nilon termoplastik derajat kristalin tinggi dan rendah. 16 sampel terdiri dari 8 nilon termoplastik derajat kristalin tinggi dan 8 nilon termoplastik derajat kristalin rendah. Tiap kelompok perlakuan direndam selama 15 menit dengan intensitas waktu perendaman 12 hari, dan dilakukan pengulangan perendaman sebanyak 15 kali setiap harinya. Kelompok kontrol direndam dengan aquades. Semua sampel kemudian diuji kekuatan transversa dan modulus elastisitas dengan alat Torse’s Universal Testing Machine. Hasil uji dianalisis menggunakan uji statistik Independent T-Test. Hasil analisis menunjukkan: 1) Terdapat perbedaan bermakna (p<0,05), kekuatan transversa antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan; 2) Terdapat perbedaan bermakna kekuatan transversa nilon termoplastik derajat kristalin tinggi dan rendah (p<0,05); 3) Tidak terdapat perbedaan bermakna pada modulus elasisitas antara kelompok kontrol dan perlakuan (p>0,05); 4) Terdapat perbedaan bermakna modulus elastisitas antara nilon termoplastik derajat kristalin tinggi dan rendah yang direndam dalam aquades maupun pembersih gigitiruan. Simpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan bermakna pada kekuatan transversa dan modulus elastisitas antara nilon termoplastik derajat kristalin tinggi dan rendah. Kata kunci : Tablet pembersih gigitiruan, nilon termoplastik, kekuatan transsversa, modulus elastisitas Kepustakaan : 41 (1991-2013) | ABSTRACT Denture cleansing technique divided into two methods, there are mechanic and chemical method. Denture cleanser solution tablet is one of chemical method. Cleaning of the denture in a long period of time can caused a damage to the denture base material. The purpose of this study is to comparison effect of denture cleanser solution tablet on flexural strength and modulus elasticity of the denture base nylon thermoplastic with crystalline high and low degrees. 16 samples consists of 8 nylon thermoplastic with crystalline high degrees and 8 nylon thermoplastic with crystalline low degrees. The treatment groups ware soaked for 15 the intensity of soaking time were 12 days, and then it repeated soaking for 15 times every day. The control group was soaked with aquadest. All of the sample was tested of flexural strength and modulus elasticity used Torse’s Universal Testing Machine. The data was analized by Independent t-test. The analysis result indicated: 1) There was a significant difference (p<0,05) for flexural strength between control group and treatment group; 2) There was a significant difference in flexural strength of nylon thermoplastic with crystalline high and low degrees (p<0,05); 3) There was no significant differences between control and treatment group of modulus elasticity (p>0,05); 4) There was a significant differences for modulus elasticity between nylon thermoplastic with crystalline high and low degrees which soaked in aquades as well as denture cleanser. In conclusion that there was a significant difference of flexural strength and modulus elasticity on nylon thermoplastic with crystalline high and low degrees. Keywords : Denture cleanser tablets, nylon thermoplastic, flexural strength, modulus elasticity References : 41 (1991-2013 | |
| 277 | 6254 | B1J006121 | KEANEKARAGAMAN GULMA PADA PERKEBUNAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO | Penelitian yang berjudul “Keanekaragaman Gulma Pada Perkebunan Kentang (Solanum tuberosum L.) Di Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo”,. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan gulma pada ketinggian yang berbeda di perkebunan kentang di kecamatan Kejajar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel menggunakan petak kuadrat secara acak terpilih. Hasil penelitian memperoleh 32 jenis tumbuhan gulma yang termasuk ke dalam 17 suku dan 28 marga. Jenis -jenis tumbuhan gulma yang mendominasi pada ketinggian 1.000 m dpl, 1.200 m dpl, dan 1.400 m dpl berturut-turut adalah Cyperus rotundus L. (INP=6,71%), Cynodon dactylon Press (INP=10,5%), dan Andrographis paniculata (Burm.F.) (INP=13,3%). Keanekaragaman (H’) pada ketinggian 1.000 m dpl, dan 1.200 m dpl tergolong memiliki keanekaragaman yang tinggi yaitu 3,60 dan 3,35 sedangkan ketinggian 1.400 m dpl tergolong memiliki keanekaragaman yang sedang yaitu 2,99. | A study, entitled " Weed Diversity At Potato Plantation (Solanum tuberosum L.) In the Kejajar District of Wonosobo regency ". This study aims to the diversity of weed species at different altitude in the Potatoes Plantations in District Kejajar. The method used is survey with a sampling techniques using squares randomly selected plots. The results showed that there were 32 weed species belonging to the 17 families and 28 genera. Weed plant species that dominate the were altitude of 1,000 m, 1,200 m above sea level and 1,400 m above sea level Cyperus rotundus L. (IVI = 6.71%), Cynodon dactylon Press (IVI = 10.5%), and Andrographis paniculata (Burm.F.) (IVI = 13.3%) respectively. Diversity (H ') at an altitude of 1,000 m, 1,200 m above sea level and has a relatively high diversity, namely 3.60 and 3.35, while the height of 1,400 m above sea level has a diversity that is being considered is 2.99. | |
| 278 | 6256 | B1J007070 | Kelimpahan Relatif Tungau Predator Familia Phytoseiidae pada Tanaman Singkong yang Ditanam di Dataran Rendah dan Dataran Tinggi | Perbedaan ketinggian di wilayah dataran rendah dan dataran tinggi tinggi akan berpengaruh terhadap kelimpahan tungau predator familia Phytoseiidae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan relatif tungau predator familia Phytoseiidae pada tanaman singkong di dataran rendah dan dataran tinggi. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah tungau predator dari familia Phytoseiidae yang diperoleh dari tanaman singkong yang ditanam di dataran rendah dan dataran tinggi yaitu di kebun singkong Desa Tegal Kamulyan, Cilacap dan Desa Garung, Wonosobo. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara sistematis. Penentuan titik pengambilan sampel pada lokasi penelitian menggunakan metode diagonal dan titik tengah sisi perkebunan singkong. Sampel berupa daun singkong diambil sebanyak 5 tangkai daun dari tiap titik di setiap sudut dan bagian tengah kebun. Pengambilan sampel diulang sebanyak 4 kali, dengan interval waktu 1 minggu. Seluruh daun singkong diperiksa di bawah mikroskop stereo dan dihitung jumlah tungau predator familia Phytoseiidae yang ditemukan. Data pendukung yang diamati antara lain temperatur, kelembaban udara dan curah hujan. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis variansi multivariat dengan uji beda nyata terkecil pada tingkat kesalahan 20% dan dilanjutkan dengan uji Duncan dengan tingkat kesalahan yang sama. Hasil menunjukkan, bahwa kelimpahan relatif tungau predator Amblyseius sp. dan Phytoseius sp. di wilayah Cilacap dan Wonosobo tidak dipengaruhi oleh temperatur maupun kelembaban udara, kelimpahan relatif tungau Amblyseius sp. dan Phytoseius sp. di Cilacap dan Amblyseius sp. di Wonosobo juga tidak dipengaruhi oleh stadium. Namun, didapatkan hasil yang berbeda pada tungau predator Phytoseius sp. di Wonosobo, hasil menunjukkan bahwa kelimpahan relatif tungau predator Phytoseius sp. di dataran tinggi (Wonosobo) dipengaruhi oleh stadium. | The differences of altitude in the lowlands and highlands will affect the abundance of predatory mites from Phytoseiidae family. The number of the relative abundance of mites Phytoseiidae family and Tetranychus urticae will give affect to each other. The aim of this research is to determine the relative abundance of predatory mites Phytoseiidae family on plantation of cassava in the lowlands and highlands. The material used in this study are predatory mites of family Phytoseiidae obtained from cassava grown in the lowlands and the highlands in Cilacap and Wonosobo in the plantation of cassava. The material used in this research are predatory mites of family Phytoseiidae were obtained from cassava plants which grow in the plantation of cassava, Tegal Kamulyan village, Cilacap and Garung village, Wonosobo. This Research use survey methods with a systematic sampling technique. Samples were taken from each of four corners, sides, and the midlle of the designated cassava plantation of each location. From each sampling point, 5 petioles of cassava leaves were taken, and were repeated 4 times, with an interval of one week. All cassava leaves were examined under a stereo microscope and the predatory mites found were counted. Additional data, temperature, air moisture, and humadity were recorded. The data were collected and analyzed using the method of univariate analysis with the error rate 20%, if the result shows the significant or very significant differences, there will be further testing using Duncan test at the same error rate. The Results showed that the relative abundance of predatory mites Amblyseius sp. and Phytoseius sp. in Cilacap and Wonosobo was not affected by temperature and humidity, the relative abundance of mites Amblyseius sp. and Phytoseius sp. in Cilacap and Amblyseius sp. in Wonosobo also not influenced by the stage. However, different results were obtained on predatory mites Phytoseius sp. in Wonosobo, the results showed that the relative abundance of predatory mites Phytoseius sp. in the highlands (Wonosobo) was influenced by the stage. | |
| 279 | 6257 | B1J008088 | KEMAMPUAN TANAMAN GLODOGAN (Polyalthia longifolia Sonn.) SEBAGAI PENEDUH JALAN DALAM MENGAKUMULASI Pb UDARA BERDASARKAN RESPON ANATOMIS DAUN DI PURWOKERTO | Polyalthia longifolia merupakan salah satu jenis tanaman yang digunakan sebagai peneduh jalan di Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan tanaman P. longifolia dalam mengakumulasi Pb udara dan respon anatomisnya terhadap konsentrasi Pb yang ada di daun P. longifolia. Metode penelitian menggunakan metode survei. Sampel daun tanaman peneduh jalan diambil secara purposive sampling di enam lokasi jalan utama kota Purwokerto, yaitu Jenderal Soedirman, Dr. Soeparno, HR. Bunyamin, Komisaris Bambang Soeprapto, dan Gerilya. Variabel bebas dalam penelitian adalah Pb udara ambien dan Pb daun sedangkan variabel terikat adalah respon anatomis daun P. longifolia. Parameter utama yang diamati berupa konsentrasi Pb udara ambien, Pb daun, karakter anatomis stomata (jumlah, panjang dan lebar stomata) dan tebal jaringan mesofil. Parameter pendukung yaitu kepadatan lalu lintas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Pb udara ambien tertinggi di jalan Gerilya yaitu sebesar 0,1020 µg/m3 per jam dan terendah di jalan Dr. Soeparno sebesar 0,0048 µg/m3 per jam dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Pb udara ambien di keenam lokasi penelitian masih di bawah baku mutu kualitas udara ambien di Jawa Tengah yaitu sebesar 2 µg/m3 per 24 jam. Kemampuan tanaman P. longifolia dalam menyerap Pb dipengaruhi oleh konsentrasi Pb udara ambien. Konsentrasi Pb daun tertinggi terdapat di jalan HR. Bunyamin yaitu sebesar 0,4980 ± 0,004 ppm dan terendah di jalan Dr. Soeparno yaitu sebesar 0,2786 ± 0,008 ppm. Pb yang terakumulasi dalam daun berpengaruh secara sangat nyata p < 0,01 terhadap jumlah, panjang, dan lebar stomata serta tebal jaringan mesofil P. longifolia. Konsentrasi Pb daun P. longifolia berhubungan erat dengan menurunnya jumlah stomata dan tebal jaringan mesofil tetapi tidak berhubungan dengan panjang dan lebar stomata. | Polyalthia longifolia is a plant that used as a roadside in Purwokerto. This study aimed to determine the ability of the plant P. longifolia in the air and accumulate Pb anatomic response to the Pb concentration in the leaves of P. longifolia. The methods of research used survey methods. Roadside plant leaf samples were taken by purposived sampling at six locationsmain street in Purwokerto, there are Jenderal Soedirman, Dr. Soeparno, HR. Bunyamin, Commisioner Bambang Soeprapto and Gerilya. The independent variable was the ambient air Pb and Pb leaf was the dependent variable. The main parameters investigated were air Pb concentrations, Pb leaves, stomata anatomical characters and thick mesophyll tissue. Parameter support was the traffic density. The results showed that the highest concentration of Pb in the air with a concentration of 0.1020 μg/m3 per hour on Gerilya street and the lowest in DR. Soeparno street with concentrations of 0.0048 μg/m3 per hour, it can be concluded that an ambient air Pb in six study sites are still under ambient air quality in Central Java, which is 2 μg/m3 per 24 hours. Leaf Pb concentration was highest in HR. Bunyamin street with a concentration of 0.4980 ± 0.004 ppm and lows in the DR. Soeparno street with concentrations of 0.2786 ± 0.008 ppm. Pb accumulated in leaves affects the density, length, and width of stomata and mesophyll tissue thickness P. longifolia. Pb concentrations was not correlate with the leaf Pb concentration P. longifolia. Pb concentrations of leaves of P. longifolia is closely linked with decreasing density of stomata and mesophyll tissue thickness but not related to the length and width of the stomata | |
| 280 | 6258 | C1B009027 | Analisis Pengaruh Brand Communication Terhadap Brand Trust Dan Keputusan Pembelian (Studi Pada Konsumen Pasta Gigi Pepsodent) | Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Brand Communication Terhadap Brand Trust dan Keputusan Pembelian (Studi Pada Konsumen Pasta Gigi Pepsodent)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh brand communication yang terdiri dari packaging, advertising, promotion, dan word-of-mouth terhadap brand trust dan pengaruh brand trust terhadap keputusan pembelian pada produk Pasta Gigi Pepsodent. Proses penelitian menggunakan lima pengembangan hipotesis sebagai model, dengan H1. Packaging mempunyai pengaruh positif terhadap brand trust; H2. Advertising mempunyai pengaruh positif terhadap brand trust; H3. Promotion mempunyai pengaruh positif terhadap brand trust; H4. Word-of-mouth mempunyai pengaruh positif terhadap brand trust; H5. Brand trust mempunyai pengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman dengan jumlah responden sebanyak 100 responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dan regresi linier sederhana. Sedangkan metode uji menggunakan uji statistik t untuk menguji pengaruh secara parsial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa advertising dan promotion mempunyai pengaruh yang positif terhadap brand trust sedangkan packaging dan word-of-mouth tidak mempunyai pengaruh terhadap brand trust. Pada hasil selanjutnya diketahui bahwa brand trust mempunyai pengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Maka implikasi dari hasil penelitian tersebut diantaranya meningkatkan kualitas produk dengan inovasi. | The title of this research is “The Effect Analysis of Brand Communication toward Brand Trust And Purchase Decision (Study on consumer of Pepsodent Toothpaste)”. This research aimed to examine the effect of brand communication that consists packaging, advertising, promotion, and word-of-mouth toward brand trust and effect of brand trust towards purchase decision on Pepsodent Toothpaste products. The research processes five hypotheses development as the model, with H1. Packaging has a positive effect on brand trust; H2. Advertising has a positive effect on brand trust; H3. Promotion has a positive effect on brand trust; H4. Word-of-mouth has a positive effect on brand trust; H5. Brand trust has a positive effect on purchase decision. The subject of this research is students of Economic Faculty of Jenderal Soedirman University with 100 respondents. Collect data method used questionnaire, beside data analyzed used multiple linear regression and simple linear regression. Meanwhile, this research using t statistic examination as the examination method. The results of this research show that advertising and promotion have positive effects on brand trust, while packaging and word-of-mouth don’t. And on next result shows that brand trust has a positive effect on purchase decision. So the implication of the result is to increase the quality of the product with some innovation. |