Home
Login.
Artikelilmiahs
6184
Update
ENDAH UTAMI
NIM
Judul Artikel
FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS KESEHATAN KELUARGA DI DESA GENTAWANGI KECAMATAN JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini merupakan penelitian survei pada penduduk Desa Gentawangi Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menganbil judul: “Faktor Sosial Ekonomi Yang Berhubungan Dengan Status Kesehatan Keluarga di Desa Gentawangi Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana status kesehatan keluarga, faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan status kesehatan keluarga, dan seberapa besar persentase biaya kesehatan yang dikeluarkan oleh keluarga di Desa Gentawangi. Populasi dalam penelitian ini adalah Kepala Keluarga yang berada di wilayah Desa Gentawangi. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 100 responden. Simple Random Sampling digunakan dalam penentuan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1). Status kesehatan keluarga Desa Gentawangi berada pada status kesehatan sedang, hal ini dapat dilihat dari rata-rata lamanya sakit yaitu 5 hari, (2). Faktor Pendapatan, Jumlah tanggungan keluarga dan jarak berhubungan dengan status kesehatan keluarga sedangkan pendidikan dan biaya berobat tidak memiliki hubungan, (3). Pengeluaran rata-rata untuk biaya kesehatan sebesar 1,04 persen masih dibawah persentase ideal yaitu 4,00 persen per bulan. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu meningkatkan kesadaran penduduk untuk membiasakan hidup sehat dan bersih melalui program penyuluhan. Sehingga diharapkan kedepannya derajat kesehatan penduduk lebih meningkat lagi. Pada akhirnya akan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia khususnya bagi responden dan umumnya bagi masyarakat di Desa Gentawangi. Perlu adanya peningkatan pendapatan keluarga responden demi memenuhi kebutuhan sehari-hari terutama agar persentase dana kesehatan meningkat karena masih banyaknya keluarga dengan pendapatan masih dibawah standar KHL Kabupaten Banyumas. Misalnya dengan melakukan usaha sampingan lain dan mendorong anggota keluarga yang sudah tidak bersekolah dan telah cukup umur supaya bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Perlu peningkatkan partisipasi lebih aktif lagi kepada keluarga responden untuk mengikuti program KB. Hal ini bertujuan untuk menekan jumlah anak yang dimiliki keluarga responden karena berdasarkan hasil penelitian pendapatan dan besarnya jumlah anggota keluarga mempunyai hubungan signifikan dengan banyaknya anggota keluarga yang sakit. Pemerintah perlu mengadakan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap dan memadai bagi masyarakat agar kebutuhan akan kesehatan semakin terjangkau terutama bagi masyarakat miskin. Perlunya peningkatan biaya kesehatan di keluarga Desa Gentawangi minimal pada persentase ideal yaitu 4,00 persen agar anggota keluarga yang sakit mendapatkan fasilitas dan penanganan yang lebih baik. Disinilah pentingnya tabungan untuk dana kesehatan atau kondisi yang darurat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research is a survey of the residents of the Village Gentawangi Jatilawang Banyumas district. This study menganbil title: "Socio-Economic Factors Related to the Status of Family Health at the Village Gentawangi Jatilawang Banyumas district". The purpose of this study was to determine how the health status of the family, what factors are associated with health status of the family, and how big a percentage of medical expenses incurred by the family in the village of Gentawangi. The population in this study is the Head family residing in the village Gentawangi. The number of respondents who were taken in this study was 100 respondents. Simple random sampling is used in the determination of the respondent. Based on the research and analysis of the data showed that: (1). Family health status Gentawangi village located on the health status of being, it can be seen from the average duration of illness is 5 days, (2). Factor income, number of dependents and the distance associated with the health status of the family, while education and medical expenses not related, (3). Average expenditure for health care costs of 1.04 percent is still below the ideal percentage is 4.00 percent per month. The implications of the above conclusions are increasing awareness of the population to get used to living a healthy and clean through training programs. So expect the future health of the population increase even more. Will ultimately improve the quality of human resources especially for responders and the public in general for Gentawangi village. Need to increase the family income of respondents in order to meet daily needs, especially in order to increase the percentage of health funds because there are many families with incomes below the standard KHL still Banyumas. For example, by doing a side business and encourage other family members who are not in school and are old enough to work in order to help the family economy. Increasing need for more active participation of the respondents to follow the family planning program. It aims to reduce the number of children a family owned respondent because based on the amount of research income and family size had no significant relationship with the number of sick family members. Government health facilities need to conduct a more complete and adequate for the people that need health care more affordable, especially for the poor. The need for increased health care costs at a minimum Gentawangi family village on the ideal percentage of 4.00 percent in order to get a sick family member facilities and better handling. This is where the importance of savings to fund health or emergency conditions
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save