Artikelilmiahs

Menampilkan 23.821-23.840 dari 50.274 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2382128580E1A016048CERAI GUGAT KARENA KEKERASAN PSIKIS (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor: 0639/PDT.G/2018/PA.JP)CERAI GUGAT KARENA KEKERASAN PSIKIS
(Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor: 0639/Pdt.G/2018/Pa.Jp)
ABSTRAK
Pengertian Perkawinan sebagaimana yang diatur dalam pasal 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Namun pada kenyataannya tujuan perkawinan itu tidak selalu tercapai, bahkan sebaliknya kandas atau gagal ditengah jalan, perkawinan yang keadaannya tidak harmonis tidak baik jika dibiarkan begitu saja, demi kepentingan kedua belah pihak suami-isteri, perkawinan yang tidak harmonis dapat diputus melalui perceraian. Perceraian merupakan putusnya ikatan perkawinan antara suami-isteri dengan putusan pengadilan melalui pemeriksaan di depan sidang pengadilan dan ada cukup alasan bahwa diantara suami isteri tidak akan dapat hidup rukun lagi sebagai suami-isteri, sebagaimana yang terdapat pada putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor:0639/Pdt.G/2018/PA.JP yang akan penulis teliti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertimbangan hukum apa yang hakim gunakan dalam memutus perkara gugat cerai dan akibat hukum dari putusan hakim terhadap kedua belah pihak.

Metode penelitian yang peneliti pakai adalah dengan pendekatan Yuridis Normatif, metode pendekatan dengan pendekatan Perundang-undangan, pendekatan analitis, spesifikasi penelitian dengan inventarisasi hukum positif dan sinkronisasi hukum, sumber data yang digunakan data sekunder, metode pengumpulan data dengan studi pustaka, metode penyajian data disajikan dalam bentuk uraian atau teks naratif dan metode analisis dengan menggunakan deskriptif kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hukum yang digunakan oleh Hakim Pengadilan Agama Jakarta Pusat adalah menggunakan Pasal 39 ayat (2) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 juntco Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975. Juntco Pasal 116 KHI, Peneliti berpendapat bahwa terdapat fakta hukum lain yaitu adanya unsur kekerasan psikis, sehingga alasan perceraian yang tercantum dalam pasal 39 ayat (2) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 juntco Pasal 19 huruf (d) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Juntco Pasal 116 huruf (d) KHI juga dapat dijadikan sebagai alasan mengabulkan gugatan, yaitu salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan terhadap pihak lain.
Kata Kunci : Cerai Gugat, Kekerasan Psikis.
DIVORCE IS SUED BECAUSE OF PSYCHIC VIOLENCE
(Juridical Review of Central Jakarta Religious Court Decision Number: 0639 / Pdt.G / 2018 / Pa.Jp)
ABSTRACT

The definition of marriage as regulated in article 1 of Law Number 1 of 1974 is a physical bond between a man and woman as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family (household) based on the Godhead of the Almighty. But in reality the purpose of marriage is not always achieved, even if it fails or fails in the middle of the road, marriages that are not in harmony are not good if left unchecked, for the sake of both partners, marriages that are not harmonious can be broken through divorce. Divorce is a broken marriage bond between husband and wife with a court decision through examination before a court hearing and there is sufficient reason that between husband and wife will not be able to live in harmony again as husband and wife, as contained in the decision of the Central Jakarta Religious Court Number: 0639 / Pdt.G / 2018 / PA.JP which the writer will examine. The purpose of this study was to determine what legal considerations the judge used in deciding divorce suit cases and the legal consequences of the judge's decision on both parties.

The research method that the author uses is the Normative Juridical approach, the method approach with the Legislative approach, analytical approach, research specifications with positive legal inventory and legal synchronization, data sources used secondary data, methods of data collection with literature study, data presentation methods are presented in the form of narrative text or description and analysis method using descriptive qualitative.

The resultsshowed that the legal considerations used by central Jakarta religious court judges were to use article 39 paragraph (2) of law number 1 of 1974 juncto article 19 letter (f) of government regulation number 9 of 1975 juntco of article 116 letter (f) KHI, examining the opinion that there are other legal facts namely the existence of element of psychological violence, so the reason for divorce contained in article 39 paragraph (2) of law number 1 of 1974 juncto article 19 letter (d) of government regulation number 9 of 1975 juntco of article 116 letter (d) KHI, can also be used as reason to grant a lawsuit, namely one of the parties commited atrocities or severe persecution that is harmful to other parties.
Keywords:
2382226945A1M014005PENDUGAAN UMUR SIMPAN MANISAN KERING KULIT JERUK LEMON DENGAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TESTING (ASLT) MODEL ARRHENIUS Jeruk lemon merupakan salah satu jeruk yang sangat penting, karena buah dan kulitnya memiliki banyak kegunaan, antara lain sebagai penyedap dan penyegar serta berbagai olahan makanan dan minuman. Pemanfaatan jeruk lemon dalam bidang industri salah satunya dijadikan menjadi olahan sirup. Salah satu perusahaan yang memanfaatkan jeruk lemon adalah CV. Promindo Utama. Perusahaan ini per hari mampu mengolah 1 ton jeruk lemon menjadi sirup, dan mampu menghasilkan 3 ton limbah kulit jeruk lemon. Limbah kulit jeruk lemon ini seringkali tidak dimanfaatkan, padahal kulit jeruk lemon memiliki kandungan vitamin C tinggi. Salah satu olahan kulit jeruk lemon yaitu manisan, memiliki rasa dan tekstur yang segar ketika dimakan. Pemanfaatan hasil kulit jeruk lemon untuk pembuatan manisan sejauh ini masih belum ada, Oleh karena itu pada penelitian ini mengkaji pemanfaatan kulit jeruk lemon untuk pembuatan manisan. Namun, hingga kini manisan kering kulit jeruk lemon belum diketahui umur simpannya. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang secara umum bertujuan untuk mengetahui umur simpan manisan kering kulit jeruk lemon metode ASLT (Accelerated Shelf-Life Testing) model Arrhenius, sedangkan secara spesifik bertujuan untuk: 1) Menentukan parameter kritis manisan kering kulit jeruk lemon selama penyimpanan; 2) Menentukan umur simpan manisan kering kulit jeruk lemon metode ASLT (Accelerated Shelf-Life Testing) model Arrhenius; 3) Mengetahui perubahan mutu manisan kering kulit jeruk lemon selama penyimpanan. Rancangan perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 15 perlakuan dan diulang dua kali. Perlakuan yang dicoba yaitu lama penyimpanan (L) dan suhu penyimpanan (S), L1=5 hari, L2=10 hari, L3=15 hari, L4=20 hari, dan L5=25 hari, S1=30°C, S2=40°C, dan S3=50°C. Variabel yang diamati fisikokimia dan sensoris meliputi kadar air, vitamin C dan gula reduksi, rasa, warna, tekstur dan kesukaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa selama penyimpanan manisan kering kulit jeruk lemon mengalami penurunan terhadap warna, rasa, kesukaan dan kenaikan pada tekstur. Umur simpan manisan kering kulit jeruk lemon apabila disimpan pada suhu 30°C adalah 24,37 hari apabila disimpan pada suhu 40°C adalah 21,93 hari dan apabila disimpan pada suhu 50°C adalah 20,49 hari. Selama penyimpanan manisan kering kulit jeruk lemon mengalami penurunan terhadap warna, rasa, kesukaan dan kenaikan pada tekstur. Lemon is one of the most important oranges, because the fruit and the peel have many uses, such as flavoring and refresher and processed various foods and drinks. One company to take advantage of lemons is CV. Promindo Utama. The company is able to process per day 1 ton of lemon into syrup, and produce 3 tons of lemon peel waste. Lemon peel waste is often not used, while the lemon peel has a high vitamin C content. One of the processed lemon peel is candied, has a fresh taste and texture when eaten. Utilization of lemon peels for making candied, This research will the studied of lemon peels for making candied. However, until now candied the peel orange lemon has not yet known its shelf life. This study is an experimental studied that generally aims to determine the shelf life of candied lemon peel with ASLT (Accelerated Shelf-Life Testing) method Arrhenius model, while specifically aimed to: 1) Determine the critical parameters of candied dried the peel lemon during storage; 2) Determine the shelf life candied of dried lemon peel in the ASLT (Accelerated Shelf-Life Testing) method Arrhenius model; 3) Determine changes in the quality of dried candied lemon peel during storage. This research treat used was a randomized block design (RBD) with 15 treatments and was repeated twice. The treatment be tried were storage duration (L) and storage temperature (S), L1 = 5 days, L2 = 10 days, L3 = 15 days, L4 = 20 days, and L5 = 25 days, S1 = 30°C, S2 = 40°C, and S3= 50°C. Variables observed physicochemical and sensory include water content, vitamin C and reducing sugars, taste, colour, texture and fondness. The results showed that during storage of dried candied lemon peel decreased in colour, taste, fondness and increase in texture. The shelf life of dried candied lemon peel when stored at 30°C is 24.37 days when stored at 40°C is 21.93 days and when stored at 50°C is 20.49 days. During the storage of dried candied lemon peel has a decreased colour, taste, fondness and increase in texture.
2382326946E1A015006PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH PROGRAM PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP
(STUDI DI KOTA BANJAR, JAWA BARAT)
Pendaftaran tanah sistematis lengkap merupakan suatu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam rangka memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum terhadap kepemilikan hak atas tanah. Permasalahan yang akan dibahas dalam artikel ilmiah ini adalah pertama pelaksanaan pendaftaran tanah sistematis lengkap di Kota Banjar, dalam pelaksanaannya telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah dan Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap dengan pengaturan lebih lanjut mengenai biaya pendaftaran tanah sistematis lengkap yang diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteria Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Desa PDTT Nomor 25 Tahun 2017 tentang Pembiayaan Persiapan Pendaftaran Tanah Sistematis. Permasalahan kedua adalah faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program pendaftaran tanah sistematis lengkap.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui wawancara dengan metode penentuan informan menggunakan teknik non probability sampling dan didukung dengan kepustakaan.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan pendaftaran tanah sistematis lengkap sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 19 UUPA dan peraturan perundang-undangan yang ada. Dalam pelaksanaan pendaftaran tanah sistematis lengkap dipengaruhi beberapa faktor yaitu kultur budaya yang ada di dalam masyarakat dan disharmonisasi peraturan.

Complete systematic land registration is a policy that issued by the government to give legal certainty and protection to land ownership. The problems examined in this study are first the complete systematic land registration execution in Banjar accordance with Government Regulation Number 24 Year 1997 on Land Registration and Regulation of the Minister ATR/BPN No. 6 year 2018 concerning the registration of systematic land with further arrangement regarding the cost of complete systematic land registration stipulated in the Joint Decree (SKB) of Agrarian Affairs and Spatial Planning/ Head of BPN, Minister of Home Affairs, and Minister of Villages PDTT number 25 year 2017 on Financing Preparation for Systematic Land Registration. Second, the factors that affect the complete systematic land registration execution.
Juridical empirical method is used as research method using qualitative approach. This study uses primary and secondary data which collected by interviewing using, non-probability sampling techniques is used as the method of determining informants and supported by literature.
Based on the result of the research, it is known that the complete systematic land registration execution accordance with the provisions in UUPA Article 19, laws and regulations. In complete systematic land registration execution, it is affected by some factors such as culture in society and regulatory inconsistency.

Key Word : Excution, Land Ownership, Complete Systematic Land Registration
2382426947C1A015013ANALISIS USAHA TANI UBI KAYU, KACANG TANAH DAN JAGUNG DENGAN SISTEM TUMPANGSARI
(Studi Kasus : Desa Suro Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas)
Penelitian ini berjudul “Analisis Usaha Tani Ubi Kayu, Kacang Tanah Dan Jagung Dengan Sistem tumpangsari (Studi Kasus : Usaha tani Di Desa Suro Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas)”.sistem tumpangsari yang dilakukan oleh petani di Desa Suro pada komoditas ubi kayu, kacang tanah, dan jagung diharapkan memberi peningkatan pendapatan bagi petani serta mengurangi resiko gagal panen yang dihadapi salah satu komoditas. Selain itu, usaha tani sering dianggap tidak layak dijalankan karena kurang efisennya usaha tani tersebut. Penerimaan yang diterima oleh petani nilainya tidak sebanding dengan jumlah modal yang dikeluarkan. Kemudian masa tanam ubi kayu yang dapat mencapai 9 bulan serta kacang tanah dan jagung yang dapat mencapai 4 bulan menjadikan usaha tani dengan tanam tumpangsari ini membutuhkan waktu yang cukup lama bagi petani untuk mendapatkan pendapatan, sedangkan petani memerlukan pendapatan dalam kurun waktu masa tanam tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Tujuan penelitian ini yang pertama yakni untuk menganalisis pendapatan bersih petani dengan sistem pola tumpangsari di Desa Suro Kecamatan Kalibagor. Kedua untuk menganalisis angka efisiensi usaha tani dengan dengan sistem tumpangsari di Desa Suro Kecamatan Kalibagor. Dan ketiga Untuk menganalisis persentase kontribusi pendapatan dari usaha tani dengan sistem tumpangsari terhadap pendapatan rumah tangga di Desa Suro Kecamatan Kalibagor.
Populasi dalam penelitian ini adalah petani di Desa Suro yang menerapkan sistem tumpangsari pada komoditas ubi kayu, kacang tanah, dan jagung pada lahan mereka. Kemudian pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan 69 responden yang diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok sampel berdasarkan luas lahan yakni 0,01-0,30 Ha, > 0,31-0,60 Ha, > 0,60-0,90 Ha, > 0,91-1,20 Ha, dan > 1,20-2,00 Ha. Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis keuntungan usaha tani, efisiensi usaha tani, dan kontribusi pendapatan usaha tani terhadap pendapatan rumah tangga petani.
Hasil analisis dalam penelitian ini adalah yang pertama, rata-rata hasil yang diperoleh petani dengan sistem tumpangsari di Desa Suro adalah Rp. 4.120.439 yang menunjukkan bahwa usaha tani dengan sistem tumpangsari ini menguntungkan. Kedua, rata-rata tingkat efisisensi usaha tani dengan sistem tumpangsari di Desa Suro adalah 1,55 yang menunjukkan bahwa usaha tani dengan sistem tumpangsari ini sudah efisien. Dan ketiga, usaha tani dengan sistem tumpangsari di Desa Suro memberikan kontribusi sebesar 15,77 persen yang menunjukkan bahwa usahtani dengan sistem tumpangsari memberikan kontribusi tidak mencapai persentase 50 persen atau rendah bagi pendapatan rumah tangga petani.




Implikasi dari hasil penelitian ini adalah beberapa kelompok petani, yakni kelompok petani dengan luas lahan > 0,60-0,90 Ha merupakan kelompok yang perlu dikembangkan usahataninya karena rata-rata pendapatan dan tingkat efisiensi kelompok tersebut merupakan yang terendah dibanding dengan kelompok petani lainnya. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan dengan memperbanyak komoditas ubi kayu dan kacang tanah pada lahan yang mereka karena menurut penulis kedua komoditas tersebut memiliki produktivitas dan harga jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan jagung. Kemudian pendapatan dari usaha tani ini perlu dikembangkan lagi sehingga mampu memberikan kontribusi pendapatan yang lebih besar bagi rumah tangga petani di Desa Suro.

Implikasi dari hasil penelitian ini adalah kelompok petani dengan luas lahan > 0,60-0,90 Ha merupakan kelompok yang perlu dikembangkan usaha taninya karena rata-rata pendapatan yang mereka peroleh jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata pendapatan keseluruhan. Selain itu, efisiensi usaha tani dengan sistem tumpangsari ini perlu ditingkatkan kembali dengan meningkatkan penerimaan melalui peningkatan produktivitas lahan yang mereka miliki serta penurunan biaya produksi. Kemudian pendapatan dari usaha tani ini perlu dikembangkan lagi sehingga mampu memberikan kontribusi pendapatan yang lebih besar bagi rumah tangga petani di Desa Suro.
This research entitled “Farming Analysis of Cassava, Peanut, and Corn’s Farmer in using polyculture system (Case study : Suro village, Kalibagor district, Banyumas Regency). Polyculture system has been used by farmer in Suro village on commodities cassava, peanut, and corn. Using polyculture system, Farmer expect increase in income and decrease in risk of crop failure in one commodity. Beside that, farming was deemed unsuitable for being run because of its uneficiency. Revenue that was received by farmer are not in proportion with issued capital. Long growing period which can reach nine month for cassava and four month for peanut and corn, making farming with polyculture system need a long time for farmer to get an income. Meanwhile, farmers need an income within growing season to satisfies a needs.
The purpose of this research are, first is to analyze farmer’s profitabilitiy that used polyculture system in Suro village, Kalibagor district. Second, is to analyze farming’s efficiency that used polyculture system in Suro village, Kalibagor district. Third, is to analyze a percentage of income’s contribution from farming which using polyculture system against household’s income in Suro village, Kalibagor district.
Population in this research is a farmer who apply a polyculture system to cassava, peanut, and corn on their field. Sample collection in this research used Slovin’s formula so 69 respondents are obtained. 69 respondent are classified into many group based on fields area. The fields area are 0,01-0,30 Ha, > 0,31-0,60 Ha, > 0,61-0,90 Ha, > 0,90-1,20 Ha, and > 1,20-2,00 Ha. In this research, author uses a farming’s income analysis, efficiency analysis, and income’s contribution towards household’s income.
The results of the analysis in this study are, firstly is the average yield obtained by farmers with polyculture systems in the Suro village is Rp. 4.120.439, has shown that farming with polyculture systems is profitable. Secondly, the average level of farming efficiency with polyculture system in suro village was 1.55, which shown that farming with polyculture systems is efficient. Thirdly, farming with intercropping system in suro village contributed 15.77 percent, indicating that polyculture farming did not contribute 50 percent or low to the household income of farmers.
The implication from this research is a farmer’s group with field’s large > 0,60-0,90 Ha is group who needed to be improved on their farming. It’s because their average income and efficiency rate is the lowest one from another farmer’s group. One of solution is increasing a planted commodity of cassava and peanut on their field because according to an author, both are comodities has a higher productivity and selling price than corn. Then, income from this farming is needed to be improved more so that it can contribute more for farming’s household in Suro village.
2382526968G1A015061EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa
oleifera) TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ
TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) HIPERURISEMIA
Latar belakang: Peningkatan kadar asam urat darah menyebabkan terjadinya inflamasi pada ginjal yang menurunkan klirens sehingga terjadi peningkatan kadar ureum dan kreatinin serum. Hiperurisemia dapat terjadi karena konsumsi purin tinggi. Daun kelor memiliki senyawa flavonoid, alkaloud dan asam fenolat yang berpotensi menurunkan kadar asam urat darah dan mencegah inflamasi ginjal.

Tujuan: Mengetahui efek pemberian ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar ureum dan kreatinin tikus putih (Rattus norvegicus) hiperurisemia.

Desain penelitian: Menggunakan desain rancangan acak lengkap dengan pendekatan post-test only with control group. Dua puluh lima hewan coba dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok A (kontrol sehat), B (kontrol sakit dengan induksi otak sapi 20 gr/hari), C, D, dan E (induksi hiperurisemia dan perlakuan ekstrak etanol daun kelor 300, 600, dan 1200 mg/kgBB/hari).

Hasil: Rerata kadar ureum kelompok A: 34,9±0,98; B: 101,9±25,81; C: 69,4±7,59; D: 50,88±3,95; E: 77,0±14,52. Analisa data menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji post-hoc Mann-Whitney menunjukkan hasil signifikan (p<0,05). Rerata kadar kreatinin kelompok A: 0,69±0,043; B: 0,86±0,057; C: 0,69±0,046; D: 0,71±0,056; E: 0,66±0,082. Analisa data menggunakan uji One Way ANOVA menunjukkan hasil signifikan (p<0,05). Analisa dilanjutkan uji post-hoc LSD menunjukkan hasil signifikan (p<0,05) antara kelompok B dengan kelompok C, D, dan E.
Kesimpulan: Pemberian ekstrak etanol daun kelor memiliki efek signifikan menurunkan kadar ureum dan kreatinin tikus putih hiperurisemia.
Background: Elevated uric acid levels could lead to renal inflammation which decreases clearance and elevates the serum urea and creatinine levels. Hyperuricemia could happen due to high purin consumption. Kelor leaves contain substances such as flavonoid, alkaloid and phenolic acid which has the potential to lessen uric acid levels and inhibits renal inflammation.

Objective: To reveal the effect of the administration of ethanol extract of kelor leaves (Moringa oleifera) to serum urea and creatinine levels on hyperuricemic white rats (Rattus norvegicus).

Study design: This was an experimental study with randomized design and post-test only with a control group approach. Twenty five experimental animals grouped into five groups, the A group (healthy control), B (sick control induced with 20gr cow brain/day), C, D, and E (induced with 20gr cow brain/day and given dosages of ethanol extract of kelor leaves of 300, 600, and 1200 mg/kgBW/day).

Results: Urea levels mean of group A: 34,9±0,98; B: 101,9±25,81; C: 69,4±7,59; D: 50,88±3,95; E: 77,0±14,52. Data analyzed using Kruskal-Wallis test and Mann-Whitney post-hoc test had shown a significant result (p<0,05). Creatinine levels mean of group A: 0,69±0,043; B: 0,86±0,057; C: 0,69±0,046; D: 0,71±0,056; E: 0,66±0,082. Data analyzed using One Way ANOVA test had shown a significant result (p<0,05). Resumed by the LSD post-hoc test which shows a significant result between group B with group C, D, and E.
Conclusion: Administration of ethanol extract of kelor leaves has a significant effect to lower urea and creatinine levels on hyperuricemic white rats.
2382626984A1F015038Optimasi Suhu dan Waktu Ekstraksi pada Proses Pembuatan Ekstrak Cair Batang Kecombrang (Etlingera elatior)Secara umum bahan pangan memiliki sifat mudah rusak (perishable) dikarenakan komponen gizi yang terkandung didalamnya. Oleh karena itu perlu adanya kegiatan untuk mencegah kerusakan bahan pangan salah satunya ialah penambahan bahan pengawet pada bahan pangan, salah satunya ialah kecombrang. Untuk mendapatkan senyawa bioaktif dalam tanaman kecombrang perlu dilakukan suatu kegiatan ekstraksi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah suhu dan waktu. Faktor tersebut perlu untuk dikendalikan agar ekstrak yang dihasilkan memiliki kualitas yang terbaik. Optimasi suhu dan waktu ekstraksi batang kecombrang dilakukan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan Central Composite Design (CCD) menggunakan aplikasi Design Expert ver.10. Faktor dalam penelitian ini adalah suhu dengan 3 taraf yaitu 40⁰C, 50⁰C dan 60⁰C dan waktu ekstraksi dengan 3 taraf yaitu 3,4 dan 5 jam. Dari 2 faktor tersebut didapatkan 13 formula optimasi. Respon yang diamati dalam penelitian adalah total fenol, total flavonoid dan pH. Formula optimum yang direkomendasikan RSM divalidasi dan diverifikasi serta dilakukan Uji t untuk mengetahui perbedaan hasil verifikasi dan nilai prediksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor suhu dan waktu ekstraksi tidak berpengaruh nyata terhadap nilai total fenol dan pH tetapi berpengaruh nyata terhadap total flavonoid. Kondisi optimum ekstrak cair batang kecombrang didapatkan pada suhu ekstraksi 40⁰C dengan waktu ekstraksi 5 jam dengan nilai flavonoid sebesar 23,99 mg QE/100 g, nilai fenol sebesar 11,14 mg TAE/100 g, dan nilai pH sebesar 3,85. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa ekstrak cair batang kecombrang positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida, saponin, fenolik dan triterpenoid.Food ingredients are perishable due to the nutritional component contained in theingredients. Therefore it is necessary to prevent damage of food, one of which is the addition of preservatives in food, one of which is kecombrang. To get bioactive compounds in kecombrang plants, extraction activities are needed. Extraction is influenced by several factors including temperature and time. These factors need to be controlled so that the extract has the best quality. Optimization of temperature and extraction time of kecombrang
rods is done using Response Surface Methodology (RSM) with Central Composite Design (CCD) using the Design Expert application ver.10. Factors in this study were temperature with 3 levels namely 40⁰C, 50⁰C and 60⁰C and extraction time with 3 levels namely 3.4 and 5 hours. From these 2 factors, 13 optimization formulas were obtained. The responses observed in the study were total phenol, total flavonoids and pH. The optimum formula recommended by RSM is validated and verified and t test is performed to determin differences in the results of verification and predictive value. The results showed that the temperature and extraction time factors did not significantly affect the total phenol and pH values but had a significant effect on the total flavonoids. The optimum condition ofkecombrang stem liquid extract was obtained at extraction temperature of 40⁰C with 5 hours extraction time with a flavonoid value of 23,99 mg QE / 100 g, phenol value of 11,14 mg TAE/ 100 g, and a pH value of 3,85. Qualitative test results show that liquid extracts of positivekecombrang stem contain alkaloids, flavonoids, glycosides, saponins, phenolics andtriterpenoids
2382728636F1D015014HIZBUT TAHRIR INDONESIA (HTI) DAN WACANA NEGARA KHILAFAH DALAM DRAFT CONSTITUTION OF THE KHILAFAH STATEArtikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wacana negara khilafah dalam Draft Constitution of The Khilafah State pada dimensi linguistik, praktik wacana, dan sosiokulturalnya. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan analisis wacana. Sehingga paradigma yang digunakan adalah konstruktivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang hadir dengan membawa wacana negara khilafah menarik untuk dikaji dalam penelitian karena membawa gejolak dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia.
Wacana negara khilafah dalam praktik analisisnya, pada dimensi aspek linguistik menunjukan bahwa melalui Draft Constitution of The Khilafah State, ideologi yang dibangun HTI merujuk pada Al-Quran dan tidak mempercayai ideologi lain. Pada praktik wacananya, HTI berupaya memberikan dan mendorong ideologi masyarakat untuk terkonstruksi oleh sistem yang dibangun dalam upaya pemecah persolaan masyarakat melalui Draft Constitution of The Khilafah State. Draft ini muncul dan berupaya memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan di Indonesia. Selanjutnya, pada dimensi sosiokulturalnya upaya HTI dalam penegakan negara khilafah di Indonesia memunculkan respon kontra oleh pemerintah hingga pada akhirnya HTI dicabut ijin organisasinya karena di anggap sebagai golongan organisasi resistensi dan mengancam kedaultan bangsa. Meskipun HTI telah resmi dibubarkan, ide-idenya tidak seketika hilang, hal ini dapat ditandai dengan masih aktifnya anggota-anggotanya secara gerilya dan menyebarkan ide-idenya terutama pada situs online yang masih dapat di akses secara bebas. Pada dasarnya, HTI memiliki konsep pemerintahan yang menurutnya ideal karena selama ini konsep pemerintah yang telah digunakan di Indonesia dianggap kurang menyejahterakan kelompok HTI dan kurang sesuai dengan basis ideologi HTI. Meski demikian, konsep dan ide HTI tidak dapat di terapkan di Indonesia karena Indonesia sendiri sudah memiliki dasar negara yaitu Pancasila. Terlepas dari itu, jika demokrasi dianggap sebagai sebuah keterbukaan, maka konsep dan ide HTI seharusnya dapat tetap hadir sejajar dengan konsep dan ide lain yang ada di tengah masyarakat Indonesia.
This research-based paper aims at to describe the khilafah state discourse in the Draft Constitution of the Khilafah State on its linguistic dimensions, discourse practices, and sociocultural. By using a qualitative method and discourse analysis approach. So, this research will us constructivism paradigm, the result of the research reveals that the Indonesian Hizb ut-Tahrir (HTI) organization which was present with the Khilafah state discourse was interesting to study in research because it brought turmoil in recent years in Indonesia.
Khilafah state discourse in the practice of its analysis, on the dimensions of linguistic aspects shows that through the Draft Constitution of the Khilafah State, the ideology built by HTI refers to the Koran and does not trust other ideologies. Then in the practice of the discourse, HTI seeks to provide and encourage the ideology of society to be constructed by a system that was built in an effort to solve the problem of community through the Draft Constitution of The Khilafah State. This draft appears and seeks to provide solutions to various problems in Indonesia. Furthermore, on the socio-cultural dimension, HTI's efforts in upholding the Khilafah state in Indonesia gave rise to a counter response by the government until eventually the HTI was revoked because of its perceived organizational resistance as a group of resistance organizations and threatened the nation's sovereignty. Although HTI has been officially dissolved, its ideas are not immediately lost, this can be marked by the active members of the guerrilla and spread their ideas, especially on online sites that can still be freely accessed. Basically, HTI has a concept of governance which, according to him, is ideal because so far the concept of government that has been used in Indonesia is considered to be less prosperous for HTI groups and not in accordance with HTI's ideological basis. However, HTI concepts and ideas cannot be applied in Indonesia because Indonesia itself already has a state foundation, namely Pancasila. Apart from that, if democracy is considered as an openness, then the concepts and ideas of HTI should still be present in line with other concepts and ideas that exist in Indonesian society.

2382826950E1A015189TEKNIK KEJAKSAAN AGUNG DALAM PENGUNGKAPAN TINDAK PIDANA KORUPSI INVESTASI DANA PENSIUN (DAPEN) PT PERTAMINA YANG DILAKUKAN OLEH ESS
(Studi di Kejaksaan Agung)
TEKNIK KEJAKSAAN AGUNG DALAM PENGUNGKAPAN TINDAK PIDANA KORUPSI INVESTASI DANA PENSIUN (DAPEN) PT PERTAMINA YANG DILAKUKAN OLEH ESS
(Studi di Kejaksaan Agung)

Disusun Oleh:
Hanifah Alya Husna
E1A015189

ABSTRAK

Dalam suatu pemberantasan korupsi, tahap penyidikan merupakan salah satu bagian penting dari tahap yang harus dilalui untuk menuju suatu pembuktian tindak pidana korupsi dan akan menghasilkan putusan yang mampu mendekati kebenaran materiil. Oleh sebab itu keberadaan tahap penyidikan tidak bisa dilepaskan dari adanya ketentuan perundangan yang mengatur tindak pidana korupsi yang penyidikannya dilakukan oleh KPK, Kepolisian dan Kejaksaan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Aparat penegak hukum dibebani tugas khusus untuk mengungkap suatu tindak pidana, seperti yang ketahui hal tersebut tidak mudah dilakukan oleh orang awam dan harus dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik kejaksaan dalam mengungkap tindak pidana korupsi investasi dana pensiun (dapen) PT Pertamina yang dilakukan oleh ESS dan kendala penyidik dalam penegakan hukum terkait dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang telah diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian yang tersistematis.
Berdasarkan penelitian, kewenangan penyidikan dalam kasus korupsi ini dilakukan oleh Kejaksaan Agung. Dalam proses penyidikan, penyidik bisa menggunakan upaya paksa khusus terhadap tersangka untuk menemukan barang bukti dan dapat menggunakan ilmu bantu lain di tingkat pemeriksaan. Dalam penegakan hukum terkait dengan kasus korupsi yang dilakukan oleh ESS ini, penyidik terkendala oleh faktor hukumnya, faktor masyarakat dan faktor budaya.
Kata kunci: Penyidikan, Tindak Pidana Korupsi, Kejaksaan Agung

TECHNIQUE OF KEJAKSAAN AGUNG TO DISCLOSING CRIMINAL ACT CORRUPTION OF PT PERTAMINA’S PENSION FUND BY ESS
(The Study in Kejaksaan Agung)
By :
Hanifah Alya Husna
E1A015189

ABSTRACT
In the fight against corruption, the investigation stage was one of the important part from the procedure that must be followed to get a proof of corruption, and will produced a decision which could approach the material truth. There fore the existence of investigation stage can not be separated from the existence of legislative provision that arranged corruption which the investigation was did by KPK, the police, and the attorney according to Act Number 30 Year 2002 about corruption eradication commission.
The law enforcement is burden with certain assignments to disclose a criminal act. It is known that it can only be done by equipped and skilled people. This research aims to determine the prosecutor techniques in uncovering the corruption of PT Pertamina's pension fund corruption committed by ESS and the obstacles of investigators in law enforcement related to the corrupt acts committed.
Socio-Legal approach is implemented for the research methodology combined with descriptive spesification. Data used for this research are primary and secondary data. The primary data is taken from an interview with an informant, while the secondary data is achieved from references. The data is , then, organized, and analyzed through qualitative method and explained in systematically structured analysis.
Based on the result of research, the investigation in corruption cases was did by Kejaksaan Agung. In the investigation process, investigator can used the special force against suspect to find the evidence and can used criminal psycology in the interrogation level. In upholding the law concerning the case of corruption by ESS, the investigators find three obstacles which are law, society and cultural factor.
Keywords : Disclosure Technique, Criminal Act of Corruption, Kejaksaan Agung.


2382926951H1B013020PEMBERDAYAAN LABORATORIUM FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN MELALUI STUDI KINERJA DAN RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI LABORATORIUMLaboratorium adalah unit penunjang pada lembaga pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Perkembangan pada teknologi informasi yang sangat cepat menjadi salah satu kebutuhan di era digital saat ini. Oleh karena itu laboratorium harus memadukan teknologi ke dalam kegiatan pelayanan. Salah satu metode untuk memadukan teknologi pada pelayanan laboratorium adalah sistem informasi laboratorium (SIM Lab). Pada penelitian ini, penulis merancang sistem informasi laboratorium untuk laboratorium Fakultas MIPA Universitas Jenderal Soedirman. Adapun proses perancangan yang dilakukan adalah melakukan studi kinerja laboratorium Fakultas MIPA Universitas Jenderal Soedirman dengan melakukan analisis Importance Performance Analysis dan Customer Satisfaction Index. Hasil studi kinerja laboratorium yang dilakukan, dapat dikatakan baik untuk pelayanan yang telah diberikan. Hal tersebut menjadi tolak ukur dalam perancangan SIM Lab. A laboratory is a supporting unit of an educational institution, research and community service. The very fast development of information technology becomes a requirement in this digital era. It is really necessary that a laboratory should combine the technology in its service. One of the method to combine the technology and laboratory's service is laboratory's information system or (SIM Lab in Indonesian). In this research, we design laboratory's information system for laboratory of Mathematics & Natural Science's Faculty at University of Jendral Soedirman. The designation process is done by conducting performance study at laboratory of Mathematics & Natural Sciences at University of Jenderal Soedirman. The performance study is analizing the important performance analysis and customer satisfaction index. Based on the result of laboratory's performance study conducted can be said to be good from the services provided. This is becomes a benchmark in laboratory information system designation.
2383026952C1C015109PENGARUH SISTEM PERPAJAKAN PRESEPSI KEADILAN RLIGIUSITAS TERHADAP PENGGELAPAN PAJAK (STUDI KASIS PENGUASAHA RESTORAN DI KABUPATEN BANYUMAS) RINGKASAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem perpajakan, presepsi keadilan, religiusitas terhadap penggelapan pajak ( studi kasus pengusaha restoran di Kabupaten Banyumas)
Populasi dalam penelitian ini adalah wajib pajak restoran yang terdaftar di BKD Kabupaten Banyumas, dengan teknik pengambilan sampel yaitu Purposive sampling. Sampel yang diambil berjumlah 108 Wajib Pajak Restoran. Data yang didapat dianalisis dengan teknik analisis regresi probit logit.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Sistem Perpajakan berpengaruh signifikan terhadap penggelapan pajak pada pengusaha restoran di Kabupaten Banyumas.; (2) Presepsi keadilan berpengaruh signifikan terhadap penggelapan pajak pada pengusaha restoran di Kabupaten Banyumas.; (3)Religiusitas berpengaruh signifikan terhadap penggelapan pajak pada pengusaha restoran di Kabupaten Banyumas.

Implikasi dari penelitian ini yaitu penerimaan pajak daerah di Kabupaten Banyumas dapat meningkat dengan memperhatikan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini membuktikan bahwa sistem perpajakan, presepsi keadilan, religiusitas dapat mempengaruhi penerimaan pajak daerah di Kabupaten Banyumas.


SUMMARY
This study aims to determine the effect of the taxation system, perceived justice, religiosity towards tax evasion (case study of restaurant entrepreneurs in Banyumas Regency)
The population in this study is restaurant taxpayers registered in BKD Banyumas Regency, with a sampling technique that is purposive sampling. Samples taken amounted to 108 Restaurant Taxpayers. The data obtained were analyzed using logit probit regression analysis techniques.

The results of this study indicate that: (1) Taxation system has a significant effect on tax evasion on restaurant entrepreneurs in Banyumas Regency; (2) Perception of justice has a significant effect on tax evasion on restaurant entrepreneurs in Banyumas Regency; (3) Religiosity has a significant effect on tax evasion on restaurant entrepreneurs in Banyumas Regency.
The implication of this research is that local tax revenue in Banyumas Regency can be increased by taking into account the factors that influence it. This research proves that the taxation system, the perception of justice, religiosity can affect local tax revenue in Banyumas Regency.
2383127093E1A014092TALAK RAJ’I (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Agama Kolaka Nomor:0243/Pdt.G/2018/PA.Klk)Perceraian adalah putusnya ikatan perkawinan antara suami isteri dengan putusan pengadilan melalui pemeriksaan di depan sidang pengadilan dan ada cukup alasan bahwa di antara suami isteri tidak akan dapat hidup rukun lagi sebagai suami isteri, seperti salah satu perkara mengenai perceraian karena perselisihan dan pertengkaran yang terjadi di Pengadilan Agama Kolaka dengan Putusan Nomor:0243/Pdt.G/2018/PA.Klk.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengenai Pertimbangan hukum Hakim dalam mengabulkan perceraian karena perselisihan dan pertengkaran yang terjadi di Pengadilan Agama Kolaka dengan Putusan Nomor:0243/Pdt.G/2018/PA.Klk. Metode penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, teknik pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi, penyajian data teks naratif, analisis data normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan perceraian karena perselisihan dan pertengkaran terhadap Putusan Pengadilan Agama Kolaka Nomor:0243/Pdt.G/2018/PA.Klk, dapat disimpulkan bahwa Hakim dalam pertimbangan hukumnya hanya mendasarkan Pasal 19 huruf (b) dan (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (b) dan (f) KHI, menurut peneliti, pertimbangan hukum Hakim di atas kurang lengkap, sebaiknya Hakim menambahkan ketentuan penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, Pasal 33 dan Pasal 34 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.
Divorce is the breaking up of marriage between husband and wife with a court decision thorough examination on a court and there is sufficient reason that between a husband and wife will not be able to live in harmony again, such as one of the cases regarding divorce due to disputes and quarrels that occur in Kolaka Religious Court with Decision Number: 0243/Pdt.G/2018/PA.Klk.
The problem in this research is regarding the legal considerations of judges in granting divorce due to disputes and quarrels that occurred in the Kolaka Religious Court with Decision Number: 0243/Pdt.G/2018/PA.Klk. This research method is normative juridical, prescriptive analytical research specifications, data collection techniques of library studies with inventory, presentation of narrative text data, and qualitative normative data analysis.
Based on the results of research and discussion of the legal considerations of judges in granting divorce due to disputes and quarrels against the Decision of the Kolaka Religious Court Number: 0243/Pdt.G/2018/PA.Klk, it can be concluded that the judges in their legal considerations only based on Article 19 letter (b) and (f) Government Regulation Number 9 of 1975 jo. Article 116 letters (b) and (f) KHI, according to the researcher, the judicial considerations above are incomplete, the judges should add the explanation provisions of Article 39 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974, Article 33 and Article 34 paragraph (1 ) and paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage.
2383226976C1G015038The Influnece of Macroeconomic Variables on Educated Unemployment in Central Java 1997-2017Judul penelitian ini adalah “Pengaruh Variabel Makroekonomi terhadap Pengangguran Terdidik di Jawa Tengah 1997-2017”. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa hubungan upah, inflasi, dan PDRB terhadap pengangguran terdidik di Jawa Tengah tahun 1997 sampai 2017. Data yang digunakan adalah data sekunder, diambil dari Jawa Tengah dalam Angka dan Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan analisis regresi berganda dengan metode OLS.
Berdasarkan hasil analisis regresi menunjukkan upah, inflasi, dan Produk Dometik Regional Bruto (PDRB) secara bersama-sama berpengaruh terhadap pengangguran terdidik di Provinsi Jawa Tengah tahun 1997 sampai 2017. Upah berpengaruh positif signifikan terhadap pengangguran terdidik, sedangkan inflasi dan PDRB berpengaruh negativ signifikan terhadap pengangguran terdidik
Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu semua variabel independen dalam penelitian ini harus mendapat perhatian lebih pemerintah. Dalam hal upah, banyak perusahaan memilih tenaga kerja berkualitas, peran pemerintah yang dapat dilakukan adalah memberikan pelatihan kepada SMA atau SMK untuk mendidik siswa agar menjadi lulusan siap pakai. Perguruan tinggi juga berperan dalam mengurangi pengangguran yaitu mengarahkan mahasiswa untuk menjadi penyedia lapangan kerja bukan mencari pekerjaan. Inflasi dan PDRB juga harus diperhatikan karena setiap adanya peningkatan inflasi dan PDRB mencerminkan keadaan perekonomian. Tingkat inflasi dan PDRB yang meningkat dapat mendorong aktivitas perekonomian, dengan meningkatnya aktivitas perekonomian maka mendorong perusahaan dalam berproduksi, dan semakin tinggi tingkat produksi, maka semakin tinggi pula kesempatan berkembang bagi perusahaan sehingga perusahaan akan meningkatkan jumlah tenaga kerja yang berarti tingkat pengangguran akan berkurang.

Kata kunci: pengangguran terdidik, upah, inflasi, PDRB
The title of this research is "The Effect of Macroeconomic Variables on Educated Unemployment in Central Java 1997-2017". The purpose of this study is to analyze the relationship between wages, inflation, and GDRP on educated unemployment in Central Java from 1997 to 2017. The data used are secondary data, taken from Central Java in Numbers and the Central Statistics Agency of Central Java Province. The data obtained were analyzed using multiple regression analysis with the OLS method.
Based on the results of regression analysis shows wages, inflation, and Gross Domestic Regional Product (GDRP) jointly influence educated unemployment in Central Java Province from 1997 to 2017. Wages have a significant positive effect on educated unemployment, while inflation and GDRP have a significant negative effect on educated unemployed
The implication of the above conclusion is that all independent variables in this study should receive more government attention. In terms of wages, many companies choose quality workers, the role of government that can be done is to provide training to high schools or vocational schools to educate students to become graduates ready to use. Higher education also plays a role in reducing unemployment by directing students to become providers of employment rather than finding work. Inflation and GDRP must also be considered because each increase in inflation and GDRP reflects the state of the economy. An increase in inflation and GDRP can encourage economic activity, with increased economic activity encourages companies to produce, and the higher the level of production, the higher the opportunity for developing companies so that companies will increase the number of workers, which means the unemployment rate will decrease.

Keywords: educated unemployment, wages, inflation, GDRP.
2383326953C1C015065 PENGARUH PAJAK, KEPEMILIKAN ASING, PROFITABILITAS, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP TOTAL HARGA TRANSFER (Studi Empiris pada Perusahaan Multinasional Sektor Manufaktur yang Terdaftar di BEI Periode 2016-2017)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pajak, kepemilikan asing, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap total harga transfer pada perusahaan multinasional sektor manufaktur. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria sampel yaitu terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2017, mendapatkan laba pada tahun tersebut, serta melakukan transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa. Sampel penelitian yang diperoleh berjumlah 40 perusahaan. Sumber data berupa annual report perusahaan dan analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Data Panel pada Eviews versi 11. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap total harga transfer dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap total harga transfer, namun pajak dan kepemilikan asing tidak berpengaruh positif terhadap total harga transfer.This study aims to determine the effect of tax, foreign ownership, profitability, and company size on the total transfer price of multinational manufacturing company. The sampling technique used is purposive sampling with sample criteria are listed in Indonesia Stock Exchange for the period of 2016-2017, have profits that year, and have transactions with related parties. The research samples obtained are 40 companies. The source of data is company’s annual report and data analysis used is Panel Data Regression Analysis in Eviews version 11. The results of this study indicate that profitability has a negative effect on total transfer price and company size has a positive effect on total transfer price, but tax and foreign ownership does not positively affect total transfer price.
2383427102E1A014054IZIN POLIGAMI (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama No.01/Pdt.G/2018/PA.Kras)
Kata poligami berasal dari bahasa yunani, yaitu poly atau polus yang berarti banyak dan gamein atau gamos yang berarti kawin atau perkawinan, dengan kata lain poligami adalah perkawinan antara seorang dengan dua orang atau lebih yang cenderung diartikan perkawinan satu orang suami dengan dua orang isteri atau lebih dalam waktu yang sama, seperti pada putusan Nomor 01/Pdt.G/2018/PA.Kras.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengenai pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan izin poligami karena Calon Isteri kedua terhadap Putusan Pengadilan Agama Karangasem: Nomor 01/Pdt.G/2018/PA.Kras. Metode penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, teknik pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi data, penyajian data teks naratif dan analisis data normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai izin poligami terhadap Putusan Pengadilan Agama Karangasem Nomor 01/Pdt.G/2018/PA.Kras, pertimbangan Hukum Hakim hanya mendasarkan pada pada Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan kurang lengkap karena Pasal 4 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan yang tidak terpenuhi. Menurut peneliti sebaiknya Hakim mempertimbangkan mengenai Pasal 4 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan sebagai syarat utama atas izin poligami dan bukan menjadikan alasan hamil Calon Isteri kedua sebagai syarat karena baik dalam Undang-undang maupun Islam tidak ada aturan mengenai izin poligami.
Polygamy comes from the Greek language, which is poly or polus which means a lot and gamein or gamos which means marriage, in other words polygamy is a marriage between one or two people or more which tends to mean the marriage of one husband with two or more wives in the same time, as in the decision Number 01 / Pdt.G / 2018 / PA.Kras.
The problem in this study is regarding the legal considerations of judges in granting polygamy permission because the Second Wife Candidate for the Karangasem Religious Court's Decision: Number 01 / Pdt.G / 2018 / PA.Kras. This research method is normative juridical, prescriptive analytical research specifications, data collection techniques for library study with data inventory, presentation of narrative text data and qualitative normative data analysis.
Based on the results of research and discussion on polygamy permits on Karangasem Religious Court's Decision Number 01 / Pdt.G / 2018 / PA.Kras, Judge's legal considerations are only based on Article 5 paragraph (1) of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage and less complete because Article 4 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage is not fulfilled. According to the researcher, the Judge should consider Article 4 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage as the main requirement for a polygamy permit and not make the reason for pregnancy of the second prospective wife as a condition because both in the Law and Islam there are no rules regarding polygamy permit.
2383527279H1K014006Hubungan Parameter Oseanografi dengan Keragaman Spiny lobster (Panulirus sp.) di perairan PurworejoPenelitian ini berjudul Hubungan Parameter Oseanografi dengan Keragaman Spiny Lobster (Panulirus sp.) di perairan Purworejo. Perairan tersebut merupakan salah satu lokasi yang potensial untuk kegiatan perikanan lobster. Keberadaan lobster di perairan dipengaruhi oleh parameter oseanografi dan parameter tersebut merupakan faktor pembatas bagi kehidupannya, sehingga berpengaruh terhadap keragamannya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan parameter oseanografi fisika dan kimia dengan keragaman lobster (Panulirus sp.) di perairan Purworejo. Metode survey ini mengkoleksi lobster (Panulirus sp.) yang diperoleh dari penangkapan secara langsung dengan menggunakan alat tangkap gillnet pada fishing ground yang merupakan titik stasiun pengamatan. Spiny lobster yang hidup diperairan Purworejo diperoleh 3 spesies yaitu P. homarus, P. ornatus, P. polyphagus. Keragaman spiny lobster (Panulirus sp.) di Perairan Purworejo diperoleh dalam kategori rendah (0,191-0,367). Parameter oseanografi di perairan Purworejo diperoleh pada kisaran parameter hidup spiny lobster. Temperatur 25-26 oC, kecepatan arus 0,19-0,22 m/s, salinitas 29-30 o/oo, dan nilai pH 7,8-8,2. Hubungan antara temperatur, kecepatan arus, salinitas dan pH dengan keragaman spiny lobster (Panulirus sp.) diperoleh kategori kuat sampai sangat kuat. Salinitas merupakan parameter yang berkorelasi paling tinggi terhadap keragaman spiny lobster dibandingkan dengan parameter yang lain.The study title is The Relationship of Oceanographic Parameters to the Diversity of Spiny Lobster (Panulirus sp.) In Purworejo Waters. The waters is one of the potential locations for lobster fishing activities. The existence of lobsters in the waters is influenced by oceanographic parameters and these parameters are as limiting factor for their life, so that it affects to their diversity. The purpose of this study was to determine the relationship between physical and chemical oceanographic parameters to the diversity of spiny lobsters (Panulirus sp.) In Purworejo waters. This survey method was collect lobsters (Panulirus sp.) by direct catching using gill net in the fishing ground which are the point observation of stations. Spiny lobsters inhabit in Purworejo waters obtained 3 species namely P. homarus, P. ornatus, P. polyphagus. The diversity of spiny lobster (Panulirus sp.) In the waters was found low category (0.191-0.336). Oceanographic parameters in the waters was obtained in range of life parameter of spiny lobster. Temperature 25-26 C, current speed 0.19-0.22 m / s, salinity 29-30 o / oo, and pH value 7.8-8.2. The relationship between temperature, current velocity, salinity and pH to diversity of spiny lobster (Panulirus sp.) was found strong to very strong categories. Salinity was a parameter that as highest relationship to spiny lobster diversity compared to other parameters.
2383627573A1C114007Partisipasi Pemuda Dalam Usahatani Kopi di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung Provinsi Jawa BaratPenelitian ini bertujuan untuk mengalisis: (1) tingkat partisipasi pemuda dalam usahatani kopi di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi pemuda dalam usahatani kopi di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Penelitian dilakukan di Desa Mekarmanik dan Desa Sindanglaya di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pengambilan data dilaksanakan bulan Maret tahun 2019 sampai dengan bulan April tahun 2019. Teknik sampling menggunakan simple random sampling dengan obyek penelitian ini adalah adalah pemuda di Desa Mekarmanik maupun Desa Sindanglaya, yang ikut berpartisipasi dalam usahatani kopi di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan bantuan alat ukur Likert’s Summated Ratings yang dilanjutkan dengan metode Successive Interval, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Partisipasi pemuda dalam usahatani kopi di Kecamatan Cimenyan secara keseluruhan berada dalam kategori sedang, yang digambarkan oleh komponen Kognitif (sedang), Afektif (sedang), dan Konatif (sedang), (2) Secara keseluruhan terdapat pengaruh antara faktor-faktor personal dan situasional terhadap partisipasi pemuda dalam usahatani kopi. Secara parsial faktor pendidikan, dorongan orang tua, dan dorongan tokoh masyarakat tidak berpengaruh secara nyata terhadap partisipasi pemuda dalam usahatani kopi di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, kemudian faktor umur, permintaan komoditas kopi, dan harga komoditas kopi berpengaruh secara nyata terhadap partisipasi pemuda dalam usahatani kopi di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. This study aims to analyze: (1) the level of youth participation in coffee farming in Cimenyan District, Bandung Regency, West Java Province and (2) factors that influence youth participation in coffee farming in Cimenyan District, Bandung Regency, West Java Province. The study was conducted in Mekarmanik Village and Sindanglaya Village in Cimenyan District, Bandung Regency, West Java Province. Data collection was carried out from March 2019 to April 2019. The sampling technique using simple random sampling with the object of this study were young people in Mekarmanik Village and Sindanglaya Village, who participated in coffee farming in Cimenyan District, Bandung Regency, West Java Province . Analysis of the data used is descriptive analysis with the help of a Likert's Summated Ratings measuring instrument followed by the Successive Interval method, and multiple linear regression analysis. The results showed that (1) Youth participation in coffee farming in Cimenyan District as a whole was in the medium category, which was described by Cognitive (moderate), Affective (moderate), and Conative (moderate), (2) Overall there was an influence between personal and situational factors on youth participation in coffee farming. Partially the factors of education, parents' encouragement, and the encouragement of community leaders did not significantly affect youth participation in coffee farming in Cimenyan District, Bandung Regency, then age, demand for coffee commodities, and coffee commodity prices significantly affected youth participation in coffee farming in Cimenyan District, Bandung Regency, West Java Province.
2383727645F1A014056KERUKUNAN DALAM PERBEDAAN AGAMAArtikel yang berjudul “Kerukunan dalam Perbedaan Agama” ini disarikan dari penelitian
mengenai kerukunan antarumat beragama di Desa Hargorojo yang terletak di Kecamatan
Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa tengah yang didalamnya terdapat 3 kelompok agama
yaitu Islam, Budha dan Katolik. Desa tersebut adalah Keadaan di Desa tersebut dapat di
jadikan contoh bagi daerah lain yang memiliki keberagaman juga.
Penelitian yang dilakukan di Desa Hargorojo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo ini
Penelitian ini menggunakan metode kualititif deskriptif, yakni bertujuan mendeskripsikan
potret kerukunan antarumat beragama di Desa Hargorojo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten
Purworejo. Sasaran dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive simpling. Teknik
pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi.
Teknik analisis data menggunakan teknik dengan model analisis interaktif.
Hasil dari penelitian ini adalah adanya kerukunan tpada kegiatan gotong royong, rukun
kematian, kegiatan hajatan, acara hari besar keagamaan, kegiatan arisan, tradisi sedekah
bumi, tasyakuran peringatan HUT RI dan jaringan penjualan gula semut. Faktor pendukung
kerukunan adalah saling menjaga, saling mengerti, saling menghormati, dan adanya ikatan
darah diantara umat beragama. Upaya menjaga kerukunan yaitu sikap adil aparat desa,
musyawarah desa dan tidak membesarkan masalah.
The study, titled Portrait of Religious Interfaith Harmony in Hargorojo Village,
Bagelen District, Purworejo District, was motivated by the unrest of researchers about the
condition of Indonesia which is prone to conflicts, especially conflicts caused by religious
diversity. History records several open conflicts in Indonesia related to religious differences
including: Poso Conflict, Ambon Conflict, Bandar Lampung Conflict and Tolikara Conflict. In the midst of fears of conflict between religious adherents, there is a village that should be an example in maintaining harmony among religious communities. The village is the village of Hargorojo. In this village there are 3 followers of Islam, Christianity, Buddhism and Buddhism who live side by side in peace. This research was conducted in Hargorojo Village, Bagelen District, Purworejo District.
This research uses descriptive qualitative method, which aims to describe the portrait
of interfaith harmony in the village of Hargorojo, Bagelen District, Purworejo Regency. The
target of this research is using purposive simpling technique. Data collection techniques
using in-depth interviews, documentation and observation. Data analysis techniques using techniques with interactive analysis models.
The results of this study explain the existence of interfaith harmony in the village of
Hargorojo. This harmony can be found in mutual cooperation activities, harmony, death
activities, religious holidays. arisan activities, earth alms traditions, Indonesian Independence Day commemoration and ant sugar sales network. Supporting factors for harmony are mutual mutilation, lack of respect, and the existence of blood ties between religious communities, while the inhibiting factors are misunderstanding and suspicion. Efforts to maintain harmony are carried out by village officials and Hargorojo villagers, Pemeriatan tries to protect and be fair to all members of the community regardless of their religion, Then the efforts made by the community in maintaining harmony between religious believers are deliberating in solving the problem of differences of opinion and not exaggerating theproblem of religion.
2383826937A1F015070Optimasi Proporsi Virgin Coconut Oil, Whey Protein Concentrate, dan Asam Laktat pada Pembuatan Keju Oles Analog Berbasis JagungKeju selain dapat menggunakan susu dari hewani seperti susu sapi, keju oles juga dapat dibuat dengan menggunakan bahan lain yang berasal dari nabati (keju analog) salah satunya yaitu dengan menggunakan susu jagung. Susu jagung memiliki kandungan yang baik untuk tubuh seperti lemak dan protein namun dalam jumlah yang tidak terlalu tinggi sehingga diperlukan bahan tambahan lain berupa Whey Protein Concentrate (WPC), Virgin Coconut Oil (VCO) dan asam laktat untuk meningkatkan mutu produk. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Menentukan proporsi formula optimum terbaik antara Virgin Coconut Oil, Whey Protein Concentrate, dan Asam Laktat pada pembuatan keju oles analog berbasis jagung; 2) Mengetahui karakteristik sensori keju oles analog berbasis jagung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Respone Surface Methodology (RSM) atau metode permukaan respon menggunakan aplikasi perangkat lunak Design Expert 10. Faktor yang diteliti yaitu konsentrasi Whey Protein Concentrate (9 – 10%), Virgin Coconut Oil (10 – 15%) dan asam laktat (0,75 – 1%). Terdapat 20 formula keju oles analog. Variabel sensori yang diuji meliputi aroma, rasa, daya oles, tekstur, warna, dan kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi formula optimum terbaik keju oles analog adalah konsentrasi WPC 14.9777%, konsentrasi VCO 12.7204%, dan konsentrasi asam laktat 0.850338%. Karakteristik sensori yang dihasilkan yaitu mudah dioles, tekstur halus, rasa agak asam, warna kuning keputihan, aroma sedang khas keju, dan agak disukai.Besides using animal milk such as cow's milk, cheese can also be made by using other ingredients from vegetable (analog cheese), such as corn milk. Corn milk has a good content like fat and protein but it’s not too high amounts, so they need to be added from other ingredients such as Whey Protein Concentrate (WPC), Virgin Coconut Oil (VCO) and lactic acid to improve product quality. The purpose of this research are: 1) to determine the best optimum formula proportion between Virgin Coconut Oil, Whey Protein Concentrate, and Lactic Acid to produce analogue spread cheese; 2) to know the sensory characteristics of analogue spread cheese.
This research was conducted using the Respone Surface Methodology (RSM) method or response surface method using Design Expert 10 software applications. The factors studied were the concentration of Whey Protein Concentrate (WPC), Virgin Coconut Oil (VCO), and lactic acid. Based on these factor, there are 20 obtained analogue spread cheese formulas. The sensory variables that have been studied are aroma, taste, spreading ability, texture, color, and preference.
The results showed that the best optimum proportion of analogue spread cheese formula was WPC concentration 14.9777%, VCO concentration 12.7204%, and lactic acid concentration 0.850338%. The sensory characteristics of analogue spread cheese based on the best optimum formula are easy to smear, soft texture, a slight taste of acid, whitish yellow color, a bit distinctive aroma of cheese, and rather preferred.
2383926955C1C015084PENGARUH DEMOGRAFI DAN INSENTIF PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR
(Studi pada Wajib Pajak Kendaraan Bermotor di SAMSAT Banyumas)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Gender, Usia, Sosialisasi Perpajakan, dan Pelayanan Fiskus terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor (Studi pada Wajib Pajak Kendaraan Bermotor di SAMSAT Banyumas).
Populasi dalam penelitian ini adalah wajib pajak kendaraan roda dua di Kabupaten Banyumas, dengan teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling, sampel yang diambil berjumlah 100 wajib pajak kendaraan bermotor roda dua. Data yang didapat dianalisis dengan teknik analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Gender berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor, (2) Usia tidak berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor, (3) Sosialisasi perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor, (4) Pelayanan Fiskus berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor.
Implikasi dari penelitian ini yaitu pegawai SAMSAT Banyumas diharapkan mampu meningkatkan pelayanan yang berkualitas secara professional, aktif, dan cepat untuk melayani wajib pajak dengan baik, serta memberikan sarana dan prasarana pada kantor SAMSAT Banyumas.

This study aims to determine the influence of Gender, Age, Tax Socialization and Tax Administration Services toward Motor Vehicle Taxpayer Compliance (Study on Motor Vehicle Taxpayers at SAMSAT Banyumas).
The population in this study is the taxpayer of two-wheeled vehicles in Banyumas Regency, with a sampling technique that is accidental sampling, the samples taken amounted to 100 taxpayers of two-wheeled motor vehicles. The data obtained were analyzed by using multiple linear regression analysis techniques.
Based on the results of the analysis showed that: (1) Gender influences motor vehicle taxpayer compliance, (2) Age did not positively influence on motor vehicle taxpayer compliance, (3) Tax socialization has a positively influence on motor vehicle taxpayer compliance, (4) Tax Administration Services has a positively influence on motor vehicle taxpayer compliance.
The implication of this research is that SAMSAT Banyumas employees are expected to be able to improve quality services in a professional, active, and fast manner to serve taxpayers well, and to provide facilities and infrastructure at the SAMSAT Banyumas office.
Keywords: Gender, Age, Taxation Socialization, Tax Administration Services, Motor Vehicle Taxpayer Compliance.
2384026956C1A015091ANALISIS INDUSTRI KECIL MENENGAH KONVEKSI DI KABUPATEN PURBALINGGA (Studi Kasus di Desa Sumampir, Kecamatan Rembang)
Penelitian ini merupakan penelitian tentang keuntungan, efisiensi, dan break even point IKM Konveksi yang berada di Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, penelitian ini mengambil judul; “Analisis Industri Kecil Menengah Konveksi di Kabupaten Purbalingga (Studi Kasus di Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga)”.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat keuntungan, efisiensi dan nilai BEP IKM Konveksi.Populasi dari penelitian ini yaitu seluruh IKM Konveksi di Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga sebanyak 12 IKM.Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampel jenuh yaitu semua populasi diambil sampel.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis TR-TC, analisis R/C Ratio. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukan bahwa: (1) IKM Konveksi memberikan keuntungan. (2) IKM Konveksi sudah efisien. (3) nilai penerimaan dan jumlah produksi IKM Konveksi di Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga sudah diatas nilai Break Even Point.
Implikasi dari penelitian ini adalah bagi pemilik IKM Konveksi diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang usaha konveksi agar dapat menciptakan inovasi dari hasil konveksi dengan cara yaitu membuat kelambu dengan tirai magnet anti nyamuk, gorden dengan menambahkan model border didalamnya, untuk mempertahankan usahanya para pemilik IKM Konveksi perlu membuat anggaran atau rencana keuangan, menentukan target produksi serta menambah skala usaha untuk meningkatkan produksi dan penerimaan. Bagi Dinas Perindustri & Perdagangan, dan Dinas UMKM untuk kedepannya bisa memberikan penyuluhan terkait dengan pengembangan IKM Konveksi serta memberikan bantuan modal agar IKM Konveksi dapat terus berkembang.

This research is a reseach the level of profit Convection Enterprise, efficiency and BEP value in Sumampir Village, Rembang Subdistrict, Purbalingga District. This study took the title; “Analysis of Efficiency Convection Enterprise in Purbalingga (Case study in Sumampir Village, Rembang Subdistrict). The purpose of this study was to analyze the level of profit, efficiency and value BEP.
The population in this research were all convection enterprise in Sumampir Village, Rembang Subdistrict, Purbalingga District, which were 12 respondent. The sampling technique used in this study was a saturated sample technique that is all participants were taken as samples.
The data analysis technique used is TR-TC analysis, R/C Ratio analysis, and Break Even Point analysis. This result of this research shows that (1) The convection enterprise is profitable. (2) the business is efficient and feasible. (3) revenue value and total production of convection enterprise in Sumampir Village, Rembang Subdistrict, Purbalingga District are already above the value of Break Even Point
The implication of this research is that Convection IKM owners are expected to be able to increase knowledge about convection efforts in order to create innovations from convection by making mosquito nets with magnetic mosquito blinds, curtains by adding a border model in it, to maintain the business, Convection IKM owners need to make budget or financial plan, determine production targets and increase business scale to increase production and revenue. For Department of Industry & Trade, and the MSME Office, they provide counseling related to the development of convection enterprise and provide capital assistance so that the Convection IKM can continue to develop so as to improve the economy of the Sumampir Village community, Rembang Subdistrict, Purbalingga Regency.