Home
Login.
Artikelilmiahs
28809
Update
RIZZA BIMA PERMATA
NIM
Judul Artikel
BIAYA PAKAN, BIAYA OBAT, DAN R/C RASIO AYAM BROILER DENGAN PAKAN NON ANTIBIOTIC GROWTH PROMOTERS PADA KANDANG TERBUKA DI WILAYAH YANG BERBEDA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis biaya pakan, biaya obat, dan R/C rasio ayam broiler yang diberi pakan NAGP karena pengaruh perbedaan wilayah (Kabupaten Banyumas, Purbalingga dan Cilacap) pada kandang terbuka. Rancangan penelitiannya menggunakan GLM (Generalize Linier Modelin), data yang diperoleh dianalisis menggunakan Univariate One Way Analysis of Variance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis deskriptif, terdapat perbedaan antara biaya pakan, biaya obat dan R/C rasio di wilayah Banyumas, Purbalingga dan Cilacap. Hasil analisis stastistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata antara biaya pakan dan biaya obat, tetapi terdapat perbedaan yang sangat nyata antara R/C rasio di wilayah Banyumas, Purbalingga dan Cilacap. Hasil analisis rataan biaya pakan per ekor dari yang terendah hingga tertinggi (Tabel 1) secara berturut-turut yaitu wilayah Purbalingga Rp. 31.216 ± 5.146, wilayah Banyumas Rp. 32.364 ± 5.573, dan wilayah Cilacap Rp. 34.105 ± 6.549. Rataan biaya obat per ekor dari yang terendah hingga tertinggi (Tabel 2) secara berturut-turut yaitu wilayah Cilacap Rp. 216 ± 100, wilayah Purbalingga Rp. 295 ± 144, dan wilayah Banyumas Rp. 326 ± 173. Rataan R/C rasio dari yang terendah hingga tertinggi (Tabel 3) secara berturut-turut yaitu wilayah Cilacap sebesar 0,55 ± 0,41, wilayah Purbalingga sebesar 1,01 ± 0,24, dan wilayah Banyumas sebesar 1,07 ± 0,11.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The purpose of this study was to analyze the cost of feed, drug costs, and R/C ratio of broiler chickens fed with NAGP due to the influence of regional differences (Banyumas, Purbalingga and Cilacap districts) in open cages. The research design uses GLM (Generalize Linear Modelin), the data obtained are analyzed using Univariate One Way Analysis of Variance. The results showed that based on descriptive analysis, there were differences between feed costs, drug costs and R/C ratios in the Banyumas, Purbalingga and Cilacap regions. Statistical analysis results show that there is no significant difference between the cost of feed and drug costs, but there is a very significant difference between the R/C ratio in the Banyumas, Purbalingga and Cilacap regions. The results of the analysis of the average cost of feed per head from the lowest to the highest (Table 1) in a row ie Purbalingga region Rp. 31,216 ± 5,146, Banyumas area Rp. 32,364 ± 5,573, and the Cilacap region Rp. 34,105 ± 6,549. The average cost of drugs per head from the lowest to the highest (Table 2) in a row that is the Cilacap region Rp. 216 ± 100, Purbalingga area Rp. 295 ± 144, and the Banyumas area Rp. 326 ± 173. The average R/C ratio from the lowest to the highest (Table 3) in a row is Cilacap area of 0,55 ± 0,41, Purbalingga area of 1,01 ± 0,24, and Banyumas area of 1,07 ± 0,11.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save