Artikelilmiahs

Menampilkan 23.781-23.800 dari 50.275 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2378126915E1A115111PENERAPAN PASAL 29 UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT DALAM PENGAMBILALIHAN SAHAM (AKUISISI) PT IFORTE SOLUSI INFOTEK OLEH PT PROFESIONAL TELEKOMUNIKASI INDONESIA (Studi Putusan KPPU Nomor : 05/KPPU-M/2017)
Pengambilalihan saham merupakan salah satu bentuk kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh pelaku usaha. Tindakan pengambilalihan saham disadari atau tidak, akan mempengaruhi persaingan antar pelaku usaha dalam pasar yang bersangkutan. Pengambilalihan saham diatur dalam Pasal 29 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat yang berakibat nilai aset dan/atau nilai penjualannya yang melebihi jumlah tertentu wajib diberitahukan kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha, selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal pengambilalihan.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data penelitian bersumber dari data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif kualitatif.
Hasil penelitian penerapan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat pada Putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha Nomor 05/KPPU-M/2017 sebagai berikut: PT. Profesional Telekomunikasi Indonesia melaksanakan pengambilalihan saham PT. Iforte Solusi Infotek yang nilai aset dan nilai penjualannya melebihi batas maksimum. PT Profesional Telekomunikasi Indonesia baru melaksanakan pemberitahuan kepada Komisi 79 (tujuh puluh sembilan) hari setelah pelaksanaan pengambilalihan saham. Komisi Pengawas Persaingan Usaha memberikan sanksi berupa denda sebesar Rp 1.000.000.000,00 atas keterlambatannya melakukan pemberitahuan pengambilalihan saham, maka telah sesuai dengan ketentuan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Acquisition of shares is one of economic activity carried out by business actors. The act of acquiring shares, whether it is realized or not, will affect competition between business actors in the relevant market. Acquisition is regulated in Article 29, Number 5, 1999 concerning in Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Business Competition, which results when the assets and/or sales value exceeding a certain amount must be notified to the Business Competition Supervisory Commission, no longer than 30 (thirty) days from the acquisition date.
The method used in this research is the normative juridical approach. Research data is gathered from secondary source. Data collection is gathered by library. The analytical method used in this research is qualitative normative.
The results of research on the application of Article 29, Number 5 of 1999 concerning Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Business Competition in the Decision of the Business Competition Supervisory Commission Number 05/KPPU-M/2017 as follows: PT. Profesional Telekomunikasi Indonesia carried out a acquisition of PT. Iforte Infotek Solution where asset value and sales value exceeds the maximum limit. PT Profesional Telekomunikasi Indonesia made a notice to the Commission 79 (seventy nine) days after the implementation of acquisition. The Business Competition Supervisory Commission provides punishment in the form of fines of Rp 1,000,000,000.00 for delay in notifying shares acquisition, so it is in accordance with the provisions of Article 29 of Law Number 5 Year 1999 concerning Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Business Competition.
2378226036C1H015051THE EFFECT OF PROFITABILITY, LEVERAGE, LIQUIDITY, AND ASSET UTILIZATION/TURNOVER OF COMPANIES ON SHAREHOLDER VALUE
(Studies on Trade, Service and Investment Sector Industries Listed in IDX from 2016-2018)
This research’s purpose is to examine the shareholder value of trade, service and investment sector industry listed in Indonesian Stock Exchange (IDX) from 2016-2018. The research aims to see whether profitability, leverage, liquidity and asset utilization have a significant effect on shareholder value. 42 companies became the samples of this research from 157 companies as a population.
Based on the result on the research by analyzing the data using multi[le regression analysis it has come to the conclusion : (1) Profitability has a positive impact toward shareholder value, (2) Liquidity has a positive impact toward shareholder value, (3) Leverage has a negative impact toward shareholder value, (4) Asset Utilization does not have a significant effect on shareholder value.
Trade, service, and investment sector companies need to give more attention to its profitability, liquidity, and leverage. the net income of a company increased it will affect the return to shareholders, so based on this research a company’s profitability affects the shareholder value of the company. A higher proportion debt will result in the harder the companies to be liquid because the companies will always have the obligation to pay their debt and this will result in a lower amount of return to shareholder The worst case of failing to cover long-term debt could result in the investor stopped their investment to a company and may result in bankruptcy.
Trade, service and investment sector companies should focus on prospering the shareholder and increase their rates of return to attract more shareholder. Lastly, the said sector should be encouraged by the AEC era, because the AEC era opens the competition to expand business activity and attract investors
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji nilai pemegang saham dari industri sektor perdagangan, jasa dan investasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari 2016-2018. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah profitabilitas, leverage, likuiditas dan pemanfaatan aset berpengaruh signifikan terhadap nilai pemegang saham. 42 perusahaan menjadi sampel penelitian ini dari 157 perusahaan sebagai populasi.
Berdasarkan hasil penelitian dengan menganalisis data menggunakan analisis regresi berganda, maka dapat disimpulkan: (1) Profitabilitas memiliki dampak positif terhadap nilai pemegang saham, (2) Likuiditas memiliki dampak positif terhadap nilai pemegang saham, (3) ) Leverage memiliki dampak negatif terhadap nilai pemegang saham, (4) Pemanfaatan Aset tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai pemegang saham.
Perusahaan sektor perdagangan, jasa, dan investasi perlu memberi perhatian lebih pada profitabilitas, likuiditas, dan leverage. laba bersih perusahaan yang meningkat akan memengaruhi pengembalian kepada pemegang saham, jadi berdasarkan penelitian ini, profitabilitas perusahaan memengaruhi nilai pemegang saham perusahaan. Hutang dengan proporsi yang lebih tinggi akan menyebabkan semakin sulit perusahaan untuk menjadi likuid karena perusahaan akan selalu memiliki kewajiban untuk membayar hutang mereka dan ini akan menghasilkan jumlah pengembalian yang lebih rendah kepada pemegang saham. Kasus terburuk jika gagal untuk menutupi hutang jangka panjang dapat mengakibatkan investor menghentikan investasi mereka ke perusahaan dan dapat mengakibatkan kebangkrutan.
Perusahaan sektor perdagangan, jasa, dan investasi harus fokus pada mensejahterakan pemegang saham dan meningkatkan tingkat pengembalian untuk menarik lebih banyak pemegang saham. Terakhir, sektor tersebut harus didorong oleh era MEA, karena era MEA membuka persaingan untuk memperluas aktivitas bisnis dan menarik investor.
2378326916H1D012063KAJI ULANG DIMENSI SALURAN DRAINASE KAWASAN DESA DUKUHWALUH KECAMATAN KEMBARAN SEBAGAI UPAYA MENGATASI PENINGKATAN LIMPASAN PERMUKAAN AKIBAT ALIH FUNGSI LAHAN YANG TERBANGUN ABSTRAK
Permasalahan banjir terjadi pada beberapa tahun terakhir, dimana secara hidrolika disebabkan karena beban pengaliran melampaui kapasitas pengaliran saluran drainase. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi rasio beban pengaliran terhadap kapasitas pengaliran saat ini. Metode untuk menghitung beban pengaliran (Qb) menggunakan Metode Rasional, sedangkan untuk menghitung kapasitas pengaliran saluran yang ada menggunakan rumus Qc = v x A. Rasio diperoleh dengan cara membandingkan beban pengaliran dan kapasitas pengaliran sebelum dan setelah adanya pembangunan. Penelitian dilakukan di saluran drainase di jalan sekitar Kampus UMP, Kecamatan Kembaran. Hasil analisis menunjukan bahwa saluran Jalan Senopati tidak dapat menampung beban pengaliran yang terjadi. Selain itu juga didapatkan rasio penurunan tutupan lahan hijau terhadap beban pengaliran yang ditimbulkan, setiap penutupan lahan hijau sebesar 1% diikuti dengan peningkatan beban pengaliran sebesar ± 3,35%. Beberapa penyebab terjadinya banjir di daerah penelitian adalah penggunaan lahan yang mengakibatkan berkurangnya lahan resapan, pengaliran limpasan yang kurang baik, dan adanya endapan sampah atau sedimen di dalam saluran. Solusi dari masalah tersebut adalah memperbaiki saluran yang ada, selanjutnya melakukan perawatan secara berkala.
Kata kunci: Evaluasi, drainase, limpasan, Metode Rasional
ABSTRACT
Flood problems occurred in recent years, which is hydraulically due to drainage loads exceeding drainage capacity. This research was conducted to evaluate the ratio of drainage load to drainage capacity. Drainage load (Qb) is calculated using Rational Method, while drainage capacity is calculated using the formula Qc = v x A. The drainage load ratio is obtained by comparing the drainage load and the drainage capacity before and after the development. The study was conducted in a drainage on the UMP campus road, Kembaran. The analysis results show that the along Senopati can not accommodate the drainage load. There is also a ratio of green land decrement to the drainage load caused, each green land decrement of 1 % will be followed by drainage load increment of ± 3.35%. Some of the causes of flooding in the study area are land use which leads to reduced soil absorption, poor runoff draining, and the presence of sediment in the channel. The solution of the problem is fixing the existing channel, then doing the maintenance periodically.
Keywords: Evaluation, drainage, runoff, Rational Method
2378426917F1A015014DIALEK NGAPAK SEBAGAI MEDIA KOHESI SOSIAL ANTARANGGOTA KOMUNITAS “REPUBLIK” NGAPAK DI JAKARTADialek ngapak merupakan salah satu variasi bahasa Jawa yang digunakan masyarakat Banyumasan dan sudah ada sejak zaman dahulu. Dalam Upaya memperkenalkan, mempertahankan, dan melestarikan dialek ngapak, hadir sebuah komunitas kedaerahan yang mengangkat budaya lokal di perantauan Jakarta yaitu Komunitas “Republik” Ngapak. Penelitian ini mendeskripsikan tentang dialek ngapak sebagai media kohesi sosial antaranggota Komunitas “Republik” Ngapak di Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sasaran dalam penelitian ini adalah pendiri, ketua umum, anggota Komunitas “Republik” Ngapak, masyarakat umum yang pernah berinteraksi dengan komunitas tersebut serta budayawan Banyumas. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis data interaktif. Hasil Penelitian ini menunjukan bahawa kohesivitas yang terbentuk di Komunitas “Republik” Ngapak yaitu melalui persamaan dialek ngapak. Melalui persamaan dialek ngapak, mereka bertemu, berkumpul dan menjalin hubungan dalam komunitas tersebut. Di komunitas, mereka membangun hubungan kekeluargaan untuk menyatukan anggota yang ada di dalamnya tanpa membedakan ststus sosial anggotanya. Mereka mempertahankan kohesivitas sosial dalam Komunitas “Republik” Ngapak melalui interaksi secara langsung dan tidak langsung. Interaksi secara langsung melalui kegiatan, sedangkan interaksi tidak langsung melalui media sosial facebook dan WhatsApp. Kohesivitas sosial dapat menciptakan komunitas yang efektif karena berkaitan dengan ikatan dan hubungan para anggota dalam kelompok tersebut.The ngapak dialect is a variation of Javanese that is used by the Banyumasan people and has existed since ancient times. In an effort to introduce, maintain, and preserve the ngapak dialect, a regional community that uplifts local culture in Jakarta, the Ngapak Community of the Republic, is present. This study describes the ngapak dialect as a social cohesion media among members of the Ngapak "Republican" Community in Jakarta. This research uses descriptive qualitative method. The targets in this study are the founder, general chairperson, members of the Ngapak "Republik" Community, the general public who have interacted with the community and the Banyumas culturalists. Data collection method is done by interview, observation and documentation. Data analysis was performed using interactive data analysis. The results of this study indicate that the cohesiveness formed in the Ngapak Community "Republic" is through the equality of the ngapak dialect. Through common ground, they meet, gather and build relationships in the community. In the community, they build family relationships to unite the members in it without differentiating the social status of their members. They maintain social cohesiveness in the Ngapak Community "Republic" through direct and indirect interaction. Direct interaction through activities, while indirect interaction through social media facebook and WhatsApp. Social cohesiveness can create an effective community because it is related to the bonds and relationships of the members in the group.
2378528805F1D015057Strategi Pemenangan Sigit Pujiono dalam Pemilihan
Kepala Desa Bulakan Tahun 2018
Penelitian ini berjudul “Strategi Pemenangan Sigit Pujiono dalam Pemilihan Kepala Desa Bulakan Tahun 2018”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi pemenangan Sigit Pujiono dalam Pilkades 2018. Strategi pemenangan di sini merupakanstrategi politik untuk mencapai kemenangan pada kontestasi pilkades. Strategi politik di sini adalah suatu pendekatan komunikasi politik yang dilakukan oleh para kontestan atau bakal calon untuk memenangkan kontestasi politik.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini memiliki fokus yaitu untuk menjelaskan strategi pemenangan Sigit Pujiono pada Pemilihan Kepala Desa Bulakan Tahun 2018 dan mengapa strategi tersebut dapat berhasil, serta apa faktor kontekstual yang mendukungnya. Sasaran penelitian yang diteliti adalah, Sigit Pujiono selaku kandidat Kepala Desa Bulakan Tahun 2018, Tim Sukses Sigit Pujiono, masyarakat setempat Desa Bulakan, Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan pesaing atau lawan politik Sigit Pujiono, atau tim sukses lawan. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan pengambilan data menggunakan wawancara mendalam serta dokumentasi, kemudian divalidasi dengan metode triangulasi data.
Hasil penelitian ini menunjukan gambaran keberhasilan strategi pemenangan Sigit Pujiono yang menerapkan konsep pemasaran politik sebagai strateginya. Pertama, Kemampuan Sigit Pujiono menggarap segmen masyarakat usia muda dan kalangan perempuan desa, serta menggalang kekuatan dari para perantau Jakarta yang memilik jumlah masa cukup banyak. Kedua, Sigit dan tim suksesnya menggunakan sosial media sebagai kekuatan utama dalam memassarkan tawaran politik, di mana media sosial tidak terlalu di dalami oleh pihak lawan. Ketiga, kemampuan Sigit Pujiono beserta tim suksesnya untuk menggerakkan masyarakat tentang arti perubahan melalui pergantian pemimpin desa yang memiliki kualitas sehingga isu identitas berbau agama dan kehadiran local strongman tidak berpengaruh terhadap elektabilitas Sigit. Keempat, Sigit dan timnya berhasil membentuk tim sukses yang solid yang secara gotong royong membantu Sigit dalam memenuhi kebutuhan modal baik modal uang ataupun tenaga dalam pencalonannya.
This thesis is entitled "Sigit Pujiono's Winning Strategy in 2018 Bulakan Village Election". The purpose of this study is to describe the strategy of winning Sigit Pujiono in the 2018 village election. The winning strategy here is a political strategy to achieve victory in the pilkades contestation. The political strategy here is an approach to political communication carried out by contestants or prospective candidates to win political contestation.

This thesis uses qualitative research methods with a case study approach. This research has a focus that is to answer how Sigit Pujiono's winning strategy in the 2018 Bulakan Village Head Election and why the strategy can succeed, and what contextual factors support it. The research objectives examined were Sigit Pujiono as a candidate for the Head of the Bulakan Village in 2018, the Sigit Pujiono Success Team, the local community of the Bulakan Village, the Voting Committee and Sigit Pujiono's political competitor or rival, or the opposing success team. The selection of informants using purposive sampling and data collection using in-depth interviews and documentation, then validated by the data triangulation method.

The results of this thesis show a description of the success of Sigit Pujiono's winning strategy applying the concept of political marketing as his strategy. The success of Sigit's winning strategy is due to its faction that precisely determines the parts of political marketing, such as determining segment, positioning, type of approach, and determining the political mix. The success factor is also due to the fact that the village has been running for so long that the community thinks more rationally and is more concerned with ideas than mere identity. The victory factor is also due to the building of a solid network of successful teams that makes people voluntarily help, both energy and money because they want change. Another factor is that the people of Bulakan Village, who have been marginalized for a long time and are rarely considered, make people choose leaders who want to serve in remote areas.
2378626919A1L114008PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP HASIL DAN
PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT PADA BERBAGAI MEDIA TANAM DI
POLYBAG
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendapatkan jenis pupuk organik cair yang tepat untuk hasil dan pertumbuhan tanaman tomat, (2) mendapatkan media tanam yang tepat untuk hasil dan pertumbuhan tanaman tomat, dan (3) mendapatkan kombinasi antara pupuk organik cair dan media tanam yang tepat untuk hasil dan pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di screen house dan laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, desa Karangwangkal, kecamatan Purwokerto Utara, kabupaten Banyumas. Penelitian ini berlangsung pada bulan Januari 2019 sampai dengan bulan Mei 2019. Rancangan yang digunakan adalah RAK dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu Pupuk organik cair NPK Jago Tani, BMW dan Nasa. Faktor kedua yaitu media tanam tanah ultisol, tanah ultisol dengan merang bakar, tanah ultisol dengan sekam bakar, dan tanah ultisol dengan merang bakar dan sekam bakar. Analisis data menggunakan uji F apabila menunjukkan pengaruh nyata dilakukkan uji lanjut DMRT dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair mampu meningkatkan rata-rata jumlah daun, rata-rata panjang akar, rata-rata jumlah buah tanaman-1, rata-rata bobot buah tanaman-1 dan bobot setiap buah dengan pupuk organik cair terbaik yaitu NPK Jago tani. Media tanam yang di gunakan kepada tanaman tomat belum memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Kombinasi antara jenis pupuk organik cair dengan media tanam belum memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat.This research aims to (1) get the right type of liquid organic fertilizer for the yield and growth of tomato plants, (2) get the right growing media for the yield and growth of tomato plants, and (3) get a combination of liquid organic fertilizer and the right growing media for the yield and growth of tomato plants. The research was conducted in the screen house and laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Karangwangkal village, North Purwokerto sub-district, Banyumas district. This research be held from January 2019 until May 2019. The design used was a randomized block design with two factors and three replications. The first factor is NPK Jago Tani, BMW and Nasa liquid organic fertilizers. The second factor is the ultisol soil growing media, ultisol soil with burnt straw, ultisol soil with burnt husk, and ultisol soil with burnt straw and roasted husk. Analysis using F test if it shows a real effect carried out further tests DMRT with an error level of 5%. The result of research is liquid organic fertilizer can increase the average number of leaves, the average root length, the average number of fruit plants, the average weight of plant fruit and the weight of each fruit with the best liquid organic fertilizer namely NPK Jago tani. Growing media used for tomato plants have not affected the growth and yield of tomato plants. The combination of types of liquid organic fertilizer with planting media has not had an effect on the growth and yield of tomato plants.
2378728634C1B016065Analisis Pengaruh Risiko Bank, Regulasi Pemerintah, dan Kompetisi terhadap Liquidity Creation : Studi Kasus pada 10 Bank Umum Terbesar di Indonesia Periode 2009-2018Penelitian ini merupakan penelitian dengan topik liquidity creation yang mengambil sampel sepuluh bank terbesar di Indonesia periode 2009-2018. Penelitian ini mengambil judul: Analisis Pengaruh Risiko Bank, Regulasi Pemerintah, dan Kompetisi terhadap Liquidity Creation dengan Pendekatan Panel ARDL : Studi Kasus pada 10 Bank Umum Terbesar di Indonesia Periode 2009-2018”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh risiko bank, regulasi pemerintah, dan kompetisi terhadap liquidity creation. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bank umum di Indonesia yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan sebanyak 1.122 observasi. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 10 bank terbesar di Indonesia periode 2018. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan sampel. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan metode Panel ARDL (Autoregressive Distributed Lag) menunjukkan bahwa: (1) risiko bank berpengaruh negatif signifikan terhadap liquidity creation dalam jangka panjang, sedangkan dalam jangka pendek tidak berpengaruh terhadap liquidity creation, (2) regulasi pemerintah dengan proksi reserve requirement (primer dan gabungan) berpengaruh negatif signifikan terhadap liquidity creation dalam jangka panjang, reserve requirement gabungan berpengaruh negatif signifikan terhadap liquidity creation dalam jangka pendek, reserve requirement primer tidak berpengaruh terhadap liquidity creation dalam jangka pendek, sedangkan reserve requirement (sekunder, valas, dan LDR) tidak bisa dilakukan pengujian karena terjadi near singular matrix, (3) kompetisi berpengaruh negatif signifikan terhadap liquidity creation dalam jangka panjang, sedangkan dalam jangka pendek tidak berpengaruh terhadap liquidity creation. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu pihak perbankan sebaiknya mempertimbangkan variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini dan berpengaruh terhadap liquidity creation untuk meningkatkan kinerja bank. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah sampel penelitian yang lebih besar. Selain itu, menambahkan variabel-variabel yang belum digunakan dalam penelitian liquidity creation di Indonesia. This research is liquidity creation and is entitled "Analysis of the Impact of Bank Risk, Government Regulation, and Competition on Liquidity Creation with Panel ARDL : a Case Study of Top Ten Banks in Indonesia in the Period 2009-2018". The sample of this research is taken from the top ten commercial banks in Indonesia. This research is aimed to know the impact of bank risk, government regulation, and competition on liquidity creation. The population of this research is all of commercial banks in Indonesia which are registered in Otoritas Jasa Keuangan (OJK) with 1.122 observation. The samples of this research are taken from top ten banks in Indonesia in the period 2018. The sampling method which is used in this research is purposive sampling method. Based on the result of the research and data analysis using Panel ARDL (Autoregressive Distributed Lag) method, it shows that: (1) bank risk has significant negative impact on long term and insignificant impact on short term liquidity creation, (2) government regulation with proxy reserve requirement (primary and combination) has significant negative impact on long term liquidity creation, reserve requirement combination has significant negative impact on short term liquidity creation, whereas reserve requirement (secondary, foreign exchnge, and LDR) cannot be examined because of a near singular matrix, (3) competition has significant negative impact on long term liquidity creation and insignificant impact on short term liquidity creation. The implication of above summary is bank party should consider the variables which are used in this research and their impacts on liquidity creation to improve bank performance. It is hoped that the next research can increase the number of samples and add variables that have not been used in liquidity creation research in Indonesia.
2378828635E1A015223IMPLEMENTASI STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PELAYANAN KESEHATAN KLINIK PRATAMA OLEH DOKTER DALAM UPAYA KESEHATAN
(Studi di Klinik Umum Pratama Berkat Agung, Bekasi)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Standar Prosedur Operasional Pelayanan Kesehatan Klinik Pratama oleh Dokter dalam Upaya Kesehatan di Klinik Umum Pratama Berkat Agung, Bekasi dan faktor yang cenderung memengaruhi implementasi Standar Prosedur Operasional Pelayanan Kesehatan Klinik Pratama oleh Dokter dalam Upaya Kesehatan di Klinik Umum Pratama Berkat Agung, Bekasi.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di Klinik Umum Pratama Berkat Agung, Bekasi. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer dengan wawancara, sedangkan data sekunder dengan studi pustaka dan studi dokumenter. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif. Metode analisis data secara kualitatif dengan content analysis dan comparative analysis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Standar Prosedur Operasional Pelayanan Kesehatan Klinik Pratama oleh Dokter dalam Upaya Kesehatan di Klinik Umum Pratama Berkat Agung, Bekasi adalah efektif. Hal ini dapat dilihat dari parameter yang meliputi terealisasinya tindakan pemeriksaan komprehensif pasien yang datang ke Klinik yang sesuai Standar Prosedur Operasional; terealisasinya tindakan membuat rekam medis pasien klinik yang sesuai Standar Prosedur Operasional; terealisasinya tindakan medis sesuai kondisi pasien yang sesuai Standar Prosedur Operasional; terealisasinya tindakan memberikan rujukan dan pindah rawat pasien yang sesuai Standar Prosedur Operasional; terealisasinya tindakan memberikan obat yang sesuai Standar Prosedur Operasional; terealisasinya tindakan melakukan suntikan yang sesuai Standar Prosedur Operasional. Adapun faktor yang memengrauhi implementasi Standar Prosedur Operasional pelayanan kesehatan klinik pratama oleh dokter dalam upaya kesehatan di Klinik Umum Pratama Berkat Agung, Bekasi adalah faktor personal dan faktor sosial.
Kata Kunci : Implementasi Hukum, Standar Prosedur Operasional Pelayanan Kesehatan, Personal, Sosial.


ABSTRACT
This study aims to determine the implementation of Standard Operating Procedures for Primary Clinical Health Services by Doctors in Health Efforts at the General Clinic of Pratama Berkat Agung, Bekasi and factors that tend to influence the implementation of Standard Operational Procedures for Primary Clinical Health Services by Doctors in Health Efforts at Pratama Berkat Agung Public Clinic, Bekasi.
This study uses qualitative research methods with an empirical juridical approach and descriptive research specifications. This research took place at the Berkat Agung Public Primary Clinic, Bekasi. The data used include primary data and secondary data. Primary data collection methods by interview, while secondary data by library research and documentary studies. Data processing methods with data reduction, data display, and data categorization. Presentation of data in the form of qualitative matrices and narrative texts. Qualitative data analysis methods with content analysis and comparative analysis.
The results showed that the implementation of Standard Operating Procedures for Primary Clinic Health Services by Doctors in Health Efforts at the Pratama Berkat Agung General Clinic, Bekasi was effective. This can be seen from the parameters that include the realization of the comprehensive examination of patients who come to the Clinic in accordance with Standard Operating Procedures; the realization of the act of making a clinical patient medical record in accordance with Standard Operating Procedures; realization of medical procedures according to the patient's condition in accordance with Standard Operating Procedures; the realization of the act of providing referral and transfer of patient care according to Standard Operating Procedures; the realization of the act of giving drugs that are in accordance with Standard Operating Procedures; the realization of the action to inject according to Standard Operating Procedures. The factors that influence the implementation of Standard Operating Procedures for pratama clinic health services by doctors in health efforts at the Pratama Berkat Agung General Clinic, Bekasi are personal factors and social factors.
Keywords: Legal Implementation, Standard Operating Procedures for Health Services, Personal , Social.
2378926921E2A016016PENERAPAN KETENTUAN PRESIDENTIAL THRESHOLD
DAN IMPLIKASINYA TERHADAP SISTEM PEMERINTAHAN PRESIDENSIAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
MARWONO, Program Studi Ilmu Hukum, Konsentrasi Hukum Tata Negara, Penerapan Ketentuan Presidential Threshold dan Implikasinya terhadap Sistem Pemerintahan Presidensial Berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Komisi Pembimbing, Ketua: Prof. Dr. Muhammad Fauzan, S.H., M.Hum., Anggota: Dr. Riris Ardhanariswari, S.H., M.H.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan ketentuan Presidential Threshold dan implikasinya terhadap sistem pemerintahan presidensial berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Presidential threshold sebagai syarat yang ditentukan dalam mekanisme pengusungan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden dengan ambang batas minimal yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang besarannya ditentukan dalam undang-undang dengan persentase perolehan kursi minimal 20% dari jumlah kursi DPR atau memperoeh prosentase minimal 25% dari suara sah secara nasional pada Pemilu anggota DPR sebelumnya, telah menimbulkan persoalan konstitusional dan praktik penyelenggaraan ketatanegaraan di Indonesia. yang dibuktikan dengan adanya bebrapa kali judicial review oleh Mahkamah Konstitusi dan pro-kontra di berbagai kalangan, baik di kalangan partai-partai politik di DPR, partai politik baru, maupun di kalangan masyarakat akademik dan nonakademik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yuridis normatif dengan sumber data sekunder dan analisis data dengan deskriptif kualitataif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan ketentuan presidential threshold sebagai syarat pencalonan dalam pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden yang terdapat dalam Pasal 5 ayat (4) UU No. 23 Tahun 2003 dan Pasal 9 UU No. 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, serta Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, bertentangan dengan UUD NRI Tahun 1945 terutama Pasal 6A ayat (2) dan ayat (5). Penerapan ketentuan presidential threshold sebagai syarat pencalonan Presiden dan Wakil Presiden menyebabkan terjadinya praktik koalisi antarpartai politik peserta pemilu dalam sistem pemerintahan presidensial. Implikasi penerapan ketentuan presidential threshold dalam sistem pemerintahan presidensial berdasarkan UUD NRI Tahun 1945 yaitu: a) Penerapan ketentuan Presidential Threshold berkontribusi terhadap berkembangnya praktik koalisi dalam sistem pemerintahan presidensial, b) Penerapan ketentuan presidential threshold sebagai syarat pengisian jabatan eksekutif tertinggi (Presiden) melemehkan sistem pemerintahan Presidensial, c) Tekanan politik partai koalisi pada masa pencalonan dan pemenangan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden dapat melemahkan hak prerogratif Presiden, dan d) Penerapan ketentuan presidential threshold akan mempengaruhi kekuasaan Presiden sebagai single executive dalam sistem pemerintahan presidensial.
.
Kata Kunci: Presidential Threshold, Sistem Pemerintahan Presidensial, UUD NRI Tahun 1945
MARWONO, Law Study Program, Concentration on State Administration Law, Application of Presidential Threshold Regulations and Its Implications on the Presidential Government System Based on the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, Supervising Commission, Chairperson: Prof. Dr. Muhammad Fauzan, S.H., M.Hum., Member: Dr. Riris Ardhanariswari, S.H., M.H.
This study aims to determine and analyze the application of Presidential Threshold provisions and their implications for the presidential government system based on the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia.
Presidential threshold as a condition determined in the mechanism for carrying out pairs of candidates for President and Vice President with the minimum threshold proposed by political parties or a combination of political parties participating in the election, the amount of which is determined in the law with a percentage of seats at least 20% of the total DPR seats or obtaining the percentage of at least 25% of the national valid votes in the previous General Election of DPR members has caused constitutional problems and the practice of state administration in Indonesia. as evidenced by the existence of several judicial reviews by the Constitutional Court and the pros and cons in various circles, both among political parties in the DPR, new political parties, as well as among the academic and non-academic communities. This research is a type of normative juridical research with secondary data sources and descriptive qualitative data analysis.
The results showed that the application of the presidential threshold provisions as a requirement for nomination in the general election of President and Vice President contained in Article 5 paragraph (4) of Law no. 23 of 2003 and Article 9 of Law No. 42 of 2008 concerning Presidential and Vice President Elections, as well as Article 222 of Law Number 7 of 2017 concerning General Elections, contradicts the 1945 NRI Constitution especially Article 6A paragraph (2) and paragraph (5). The application of the presidential threshold as a condition for the nomination of President and Vice President led to the practice of coalition between political parties participating in the election in a presidential government system. The implications of the application of presidential threshold provisions in the presidential government system based on the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia are: a) The application of Presidential Threshold provisions contributes to the development of coalition practices in presidential government systems, b) The application of presidential threshold provisions as a condition for filling the highest executive position (President) underestimates the government system Presidential, c) The political pressure of the coalition parties during the nomination and winning pairs of candidates for President and Vice President can weaken the prerogative rights of the President, and d) The application of presidential threshold provisions will affect the power of the President as a single executive in the presidential government system.

Keywords: Presidential Threshold, Presidential Government System, 1945 Constitution of the Republic of Indonesia
2379026922H1E012009PEMODELAN DAN ANALISIS KECEPATAN MOTOR DC BERBASIS KONTROL PROPORSIONAL, INTEGRAL DAN DERIVATIF Penelitian tentang pemodelan dan analisis kecepatan motor DC berbasis sistem kontrol proporsional, integral, dan derivatif (kontrol PID) telah dilakukan. Pemodelan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem kontrol yang diberikan pada sistem motor DC. Hal paling utama adalah memodelkan dan mensimulasikan hasil model fisis motor DC dan merepresentasi dengan Matlab. Setelah itu dilakukan simulasi dengan membuat model running program pada Matlab. Running program yang dibuat dengan dua sistem berbeda, yaitu sistem loop terbuka (tanpa ada sistem kontrol) dan dengan sistem loop tertutup (dengan adanya penambahan sistem kontrol). Hasil dari pemodelan yang disimulasikan dengan Matlab pada sistem tanpa sistem kontrol menghasilkan grafik dan mengalami kecepatan dalam keadaan stabil pada waktu 3,45 detik dan amplitude 0,099 meter. Sedangkan sistem loop tertutup (close loop) dengan penambahan nilai variabel kontrol proporsional (Kp) = 10, kontrol integral (Ti) = 30, dan kontrol derivatif (Td) = 9 pada grafik yang dihasilkan mengalami respon cepat, dengan lonjakan maximum pada waktu 1,44 detik dan amplitude 0,751 meter. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari grafik dengan penambahan sistem kontrol, respon kecepatan motor DC sudah terlihat baik, hanya saja nilai variabel dari sistem kontrol yang diberikan tidak diperhitungkan sesuai dengan referensi. Nilai variabel sistem kontrol yang diberikan pada penelitian ini menggunakan metode trial error (coba-coba). Dengan adanya pemodelan dari grafik respon kecepatan motor DC yang direpresentasikan dengan Matlab, memudahkan adanya perancangan motor DC secara komputasi, maka penelitian ini cukup berhasil. Hal ini dapat disimpulkan dengan memodelkan kecepatan motor dan penambahan sistem kontrol memudahkan pengguna dan perancang motor DC dengan mengkaji kecepatan yang dihasilkan.
Kata kunci : motor DC, loop terbuka (open loop), loop tertutup (close loop), kontrol proporsional, integral, dan derivatif
Research on modeling and analysis of DC motor speed based on proportional, integral, and derivative control systems (PID control) has been carried out. The modeling carried out aims to determine the effect of the control system given to the DC motor system. The main thing is to model and simulate the results of physical models of DC motors and represent them with Matlab. After that the simulation is done by making a model running program on Matlab. Running programs are made with two different systems, namely the open loop system (without a control system) and the closed loop system (with the addition of a control system). The results of modeling simulated with Matlab on systems without a control system produce graphs and experience a steady state speed at 3.45 seconds and an amplitude of 0.099 meters. While the closed loop system (closed loop) with the addition of the proportional control variable (Kp) = 10, integral control (Ti) = 30, and derivative control (Td) = 9 on the resulting graph experienced rapid response, with a maximum jump at time 1 , 44 seconds and amplitude 0.751 meters. Based on the results obtained from the graph with the addition of the control system, the speed response of the DC motor is already looking good, it's just that the value of the variable from the control system given is not calculated according to the reference. The value of the control system variable given in this study uses the trial error method. With the modeling of DC motor speed response graphs represented by Matlab, facilitating the design of DC motors computationally, this research is quite successful. This can be concluded by modeling the motor speed and the addition of a control system to make it easier for DC motor users and designers by reviewing the resulting speed.
Keywords: DC motor, open loop (closed loop), closed loop (close loop), proportional control, integral, and derivative
2379126926C1B014073PENGARUH BUDAYA KERJA TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR DENGAN KOMITMEN AFEKTIF SEBAGAI MEDIASITujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh budaya kerja terhadap organizational citizenship behavior dengan komitmen afektif dan disiplin kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini dilakukan di Owabong Waterpark dan Cottage. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel probabilitas dengan proportional random sampling. Dalam menentukan jumlah sampel digunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan sebesar 5% atau 0.05, diperoleh ukuran sampel dalam penelitian ini adalah 120 pegawai. Analisis data yang digunakan yaitu (1) nalisis regresi sederhana; (2) uji kelayakan model menggunakan R Square (R2) dan uji F; (3) uji hipotesis menggunakan analisis Regresi Variabel Mediasi dengan Metode Kausal Step dan Uji VAF.

The purpose of this study was to determine the effect of work culture on organizational citizenship behaviour with affective commitment and work discipline as a mediating variable. This research was conducted at Owabong Waterpark and Cottage. This research is a quantitative research with survey method. Data collection techniques using questionnaires. The sampling method in this study uses a probability sampling technique with proportional random sampling. In determining the number of samples Slovin formula was used with an error rate of 5% or 0.05, the sample size obtained in this study was 120 employees. Analysis of the data used are (1) simple regression analysis; (2) the feasibility test of the model using R Square (R2) and F test; (3) hypothesis testing using Mediation Variable Regression analysis with the Causal Step Method and VAF Test.
2379226920C1K014039The Impact of Service Quality and Service Operation Failures toward Overall Customer Satisfaction (Study in Kualanamu International Airport, Medan)Penelitian ini adalah survei yang dilakukan di Bandara Internasional Kualanamu di Medan, Sumatera Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pengaruh kualitas layanan termasuk semua fasilitas di terminal bandara dan kegagalan operasi layanan melibatkan mengelola proses layanan yang diberikan, memastikan tujuan perusahaan terpenuhi, sementara juga memperhatikan peningkatan berkelanjutan layanan kepada pelanggan kepuasan di Bandara Kualanamu, Medan. Ketika kinerja penyedia layanan gagal memenuhi harapan pelanggan, maka dapat terjadi kegagalan operasi layanan. Metode yang digunakan adalah metode survei dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah 130 responden yang ditentukan dengan kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis regresi berganda dengan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas layanan berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan, dan kegagalan operasi layanan berpengaruh negatif terhadap kepuasan pelanggan. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh perusahaan sebagai salah satu referensi untuk meningkatkan layanan dan meminimalkan kemungkinan kegagalan.This research is a survey conducted on Kualanamu International Airport in Medan, North Sumatra. The purpose of this research is to understand the influence of service quality including all facilities in terminal airport and service operations failures involves managing the process that deliver the service, ensuring the company objectives are met, while also paying attention to the continual improvement of service to customer satisfaction in Kualanamu Airport, Medan. When the performance of a service provider fails to meet customer expectations it can occur service operations failure. The method used is survey and sampling technique used is nonprobability sampling with purposive sampling. The population in this research is 130 respondents which determined by questionnaire. Data analysis used in this research is using multiple regression analysis with SPSS. The result of this research shown that service quality has positive effect on customer satisfaction, and service operation failures has negative effect on customer satisfaction. This reseach is expected to be used by company for one of reference for improving services and minimize the possibility of failures.
2379326817H1D014039PENGARUH PERKUATAN BAJA 3 mm DENGAN NEAR SURFACE MOUNTED (NSM) PADA KUAT TEKAN LENTUR BALOK BERTULANGStruktur dapat mengalami penurunan kapasitas ataupun peningkatan beban yang disebabkan karena mendapat gaya yang lebih besar dari perencanaanya. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah melakukan perkuatan. Balok beton bertulang merupakan salah satu komponen struktur yang dapat diperkuat untuk meningkatkan kapasitas lentur. Salah satu metode perkuatan balok adalah Near Surface Mounted (NSM) dimana, dilakukan perkuatan dengan penambahan material perkuatan di daerah permukaan struktur yang akan diperkuat sehingga memiliki keunggulan berupa tidak perlu adanya penambahan dimensi yang menyebabkan penambahan beban mati. Pada penelitian ini ingin melihat pengaruh perilaku lentur balok yang diperkuat dengan pelat baja tebal 3 mm seperti kapasitas maksimum lentur, daktilitas, kekakuan dan pola retak. Penelitian ini terdiri dari tiga tipe benda uji yaitu Balok kontrol tanpa perkuatan (BK), balok perkuatan dengan lebar pelat 20mm (BP2D) dan dengan lebar 40 mm (BP4D). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas maksimum lentur balok perkuatan BP2D dan BP4D mengalami peningkatan terhadap BK dengan rasio berturut-turut 1,92 dan 2,18. Indeks daktilitas balok perkuatan BP2D dan BP4D mengalami penurunan terhadap BK dengan nilai rasio berturut-turut 0,73 dan 0,19 . Nilai kekakuan awal dan kekakuan ekivalen balok perkuatan BP2D dan BP4D mengalami kenaikan dibandingkan BK dengan rasio kekakuan awal berturut-turut 2,42 dan 2,78 sedangkan rasio kekakuan ekivalen berturut-turut adalah 2,97 dan 3,45. Pola retak yang terjadi pada balok tipe BK, BP2D dan BP4D adalah keruntuhan lentur.Structures can experience a decrease in capacity or increase in load caused by obtaining a greater force from the planner. One of the solutions is to strengthen the structure. Reinforced concrete beams are one component of the structure that can be strengthened to increase flexural capacity. Near Surface Mounted (NSM) is one of its method that adding the reinforced material around the surface area of the structure that need to be strengthened. Its advantages is there are no dimensional addition that might caused dead loads. This study wanted to see the effect of flexural behavior of beam that is strengthened with 3mm thick steel plates, such as maximum flexural capacity, ductility, stiffness and crack patterns. The research consists of three types of specimens, there are beam without strengthen or control beam (BK), strengthen beam with 20 mm plate width (BP2D) and 40 mm width (BP4D). The result showed that the maximum flexural capacity of beam reinforcement BP2L and BP4L experienced an increase in BK with a ratio of 1.92 and 2.18 respectively. Ductility of beam BP2D and BP4D has decreased compared to BK with ratios were 0.73 and 0.19, respectively. The initial stiffness values and the equivalent stiffness of BP2D and BP4D has increased compared to BK with initial stiffness ratios were 2.42 and 2.78 respectively while the equivalent stiffness ratios were 2.97 and 3.45, respectively. Crack patterns that occur in the beam type BK, BP2D and BP4D are bending failure

2379426923E1A015276IMPLEMENTASI DIVERSI PADA TINDAK PIDANA PENCURIAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (Studi di Polres Banyumas)
Tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anak telah membawa dampak negatif terhadap anak, tetapi penerapan pidana yang diberikan terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku, karena itu didalam penerapan pidana terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian diharapkan tidak terlepas dari perlindungan anak dan dan apa yang menjadi hak-hak anak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, mengatur secara khusus bahwa Anak yang berkonflik dengan hukum pada tingkat penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan perkara Anak di pengadilan negeri wajib diupayakan Diversi yaitu pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana yang bertujuan mencapai perdamaian antara korban dan Anak, menyelesaikan perkara Anak di luar proses peradilan yang dikordinasikan oleh aparat penegak hukum baik dari kepolisian, kejaksaan dan pengadilan.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosilogis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi kepustakaan, dan wawancara dengan informan.
Hasil dari penelitian bahwa Penyidik Anak bagian Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) di Polres Banyumas dalam pemeriksaan pendahuluan pada tingkat penyidikan sudah menerapkan upaya Diversi. Perkara pencurian yang dilakukan oleh anak pada tahun 2017, 2018 dan 2019 terjadi 10 (sepuluh) perkara yang berhasil dilakukan diversi dengan hasil kesepakatan diversi yang berupa penyelesaian perdamaian dengan ganti kerugian dan selanjutnya Anak dikembalikan kepada orang tuanya dan 3 (tiga) gagal diupayakan divesi maka selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan.
The theft criminal act committed by a child has a negative impact toward child, on the other hand the application of a crime given to a child who has committed a theft is expected to cause a deterrent effect toward the prepetator, therefore in the application of a crime against a child who has committed a theft criminal criminal act is expected to be inseparable from child protection and what are the rights of children in accordance with Law Number 35 of 2014 about the Amendment to Law Number 23 of 2002 about Child Protection. Provisions of Law Number 11 of 2012 about the Child Criminal Justice System specifically regulate that Children in conflict with the law at the level of investigation, prosecution and examination of Children cases in district courts must be pursued Diversion, namely the transfer of the settlement of cases of Children from criminal justice processes to proceedings outside of criminal justice that is aimed to achieve peace between the victim and the child, resolving the case of the Child outside the judicial process which is coordinated by law enforcement officers from the police, prosecutors and the court.
The research method used is sosilogical juridical with descriptive research specifications. The types of data used are primary data and secondary data. Data collection technique used was literature study, and interviews with informants.
The results of the study that the Child Investigator of the Women's and Children's Services Unit (PPA) at the Banyumas Regency Police Department in the preliminary examination at the investigation level had implemented the Diversion effort. The theft criminal act cases committed by children in 2017, 2018 and 2019 occurred 10 (ten) cases which were successfully diversified with the results of a diversion agreement in the form of a peace settlement with compensation and subsequently the Childern were returned to their parents and 3 (three) were failed to be tried, thus they were delegated to court.
2379526924H1B015012ANALISIS STABILITAS LERENG DI PERBUKITAN KARANGANYAR PURBALINGGA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGAWilayah kecamatan karanganyar merupakan salah satu daerah yang memiliki resiko kelongsoran cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena di daerah tersebut memiliki jenis tanah lempung berlanau serta kemiringan lereng yang cukup curam. Oleh karena itu dibutuhkan suatu analisis stabilitas lereng untuk mengetahui faktor keamanan di lokasi penelitian dengan kondisi pendekatan yang sesuai dengan kondisi lapangan. Salah satunya dengan menggunakan bantuan program plaxis V.8.2 yang berbasis elemen hingga. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa parameter kemiringan lereng menjadi salah satu parameter yang berpengaruh terhadap tingkat kestabilan lereng. Kondisi lereng dengan kemiringan asli dilapangan sebesar 49,399° didapatkan nilai faktor aman sebesar 0,896. Setelah dilakukan variasi kemiringan dengan lereng sebesar 46° didapatkan nilai faktor aman= 0,981, Kemiringan 43° didapatkan faktor aman = 1,109, kemiringan 40° didapatkan nilai faktor aman= 1,162, kemiringan 37° dihasilkan nilai faktor aman= 1,163 dan kemiringan 34° dihasilkan nilai faktor aman= 1,324.Karanganyar is an area that has a high risk of landslides. This is due to the fact that the area has soil type of silt clay and fairly steep slope. Therefore we need a slope stability analysis to determine the safety factor at study site with approach conditions that are according to field conditions. One of slope stability analysis is by using a finite element based Plaxis V.8.2 program. Based on the results of study, show that the slope parameter is one of the parameters that affect the stability of the slope. Slope conditions with the original slope in the field of 49,399° obtained a safety factor value of 0,896. After it is given the variation of the slope with a slope of 46° obtained the value of the safety factor = 0,981, the slope of 43° obtained the safety factor = 1,109, the slope of 40° obtained the value of the safety factor =1,162, the slope of 37° obtained the value of the safety factor =1,163, and the slope of 34° the safety factor value is 1,324.
2379626925F1A013068Peran Fasilitator dalam Pemberdayaan Kelompok Tani Ternak Kambing QT (Qaryah Thayyibah) Lestari Desa Banjarsari Wetan Kecamatan SumbangArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan yang dilakukan fasilitator dalam pemberdayaan yang berkelanjutan pada kelompok tani ternak kambing QT Lestari. Penelitian dilakukan di Desa Banjarsari Wetan, kecamatan Sumbang. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sasaran penelitian berjumlah empat orang yang ditentukan dengan menggunakan purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi serta data sekunder yaitu data dari instansi atau lembaga yang berkaitan dengan penelitian, buku, literatur, jurnal penelitian, dan skripsi yang berkaitan dengan tema penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peranan dan strategi yang dilakukan oleh fasilitator kelompok Qt Lestari pada kegiatan pemberdayaan. Peran dan strategi fasilitator diantaranya melakukan pendampingan kelompok yaitu kunjungan rutin sebagai media edukasi dan konsultasi, adanya hubungan kerjasama dengan mahasiswa Unsoed dalam diseminasi inovasi melalui kegiatan penyuluhan, bermitra dengan yayasan Qaryah Thayyibah, adanya peran advokasi dalam membantu anggota dalam pengambilan keputusan dan peran fasilitasi sebagai media pemenuhan kebutuhan kelompok.

This article aims to describe the role played by the facilitator in sustainable empowerment of the QT Lestari goat’s farmer group. The study was conducted in the village of Banjarsari Wetan, Sumbang sub-district. The method used is descriptive qualitative. The target of the study were four people who were determined by using purposive sampling. Data obtained through interviews, observation and documentation as well as secondary data that is data from agencies or institutions relating to research, books, literature, research journals, and theses relating to the research theme. The results of this study indicate that there are roles and strategies undertaken by Qt Lestari group facilitators in empowerment activities. The role and strategy of the facilitator include conducting group assistance, namely regular visits as a media for education and consultation, the existence of cooperative relationships with Unsoed students in disseminating innovation through counseling activities, partnering with the Qaryah Thayyibah foundation, the role of advocacy in assisting members in decision making and the role of facilitation as a media meeting group needs.
2379726927F1B015015Kaspasitas Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dalam Pengelolaan Unit-Unit Usaha BUM Desa Kabul Ciptaku Desa Langgongsari Kecamatan Cilongok Kabupaten BanyumasBadan Usaha Milik Desa (BUM Desa) merupakan badan usaha yang dikelola oleh masyarakat desa dengan tujuan mengelola potensi yang dimiliki desa agar bisa menambah Pendapatan Asli Desa dan mensejahterakan masyarakatnya. Dalam mengelola potensi juga diperlukan kapasitas yang baik dari BUM Desa agar dalam pengelolaannya berjalan dengan baik. Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan potensi melalui unit-unit usaha BUM Desa, maka diperlukan studi mengenai kapasitas organisasi dari BUM Desa tersebut. Fokus penelitian ini adalah kapasitas BUM Desa dalam mengelola unit-unit usahanya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada BUM Desa Kabul Ciptaku Desa Langgongsari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan staff pengelola BUM Desa Langgongsari masih belum memahami mengenai tugas pokok dan fungsinya sebagai staff, ketersediaan dan kelayakan infrastruktur sudah mampu dipenuhi oleh BUM Desa Langgongsari, ketersediaan dan pemanfaatan teknologi sudah sesuai dengan kebutuhan pengelolaan unit-unit usaha BUM Desa Langgongsari, sumber daya keuangan BUM Desa Langgongsari sudah tercukupi tetapi belum bisa memberi pemasukan ke desa yang berupa PADes. Kepemimpinan masih belum melaksanakan fungsi pengambilan keputusan dan fungsi delegatif, dalam melaksanakan fungsi manajemen masih terdapat kendala pada tahap perencanaan, koordinasi yang dibangun pada internal BUM Desa berjalan dengan baik, sedangkan pihak BUM Desa Langgongsari tidak melakukan kerjasama dengan pihak luar.Village Owned Enterprises (BUM Desa) are business entities that are managed by the village community with the aim of managing the potential of the village in order to increase the village's original income and prosper the community. In managing the potential it is also necessary to have good capacity from BUM Desa so that the management will run well. To find out how to manage potential through BUM Desa business units, a study is needed on the organizational capacity of the BUM Desa. The focus of this research is BUM Desa's capacity in managing its business units. The research method used in this research is descriptive qualitative method. This research was conducted at BUM Desa Kabul Ciptaku Village, Langgongsari Village, Cilongok District, Banyumas Regency. Data analysis method used is an interactive analysis method. The rsult showed that Langgongsari BUM Desa management staff still do not understand the main duties and functions as staff, the availability and feasibility of infrastructure has been able to be fulfilled by BUM Desa Langgongsari, the availability and utilization of technology is in accordance with the management needs of Langgongsari BUM Desa business units, BUM Deas Langgongsari's financial resources are sufficient but can not provide income to the village in the form of PADes. Leadership still has not carried out the decision-making and delegative functions, in carrying out the management function there are still obstacles in the planning stage, coordination built in the BUM Desa internal works well, while the BUM Desa Langgongsari does not collaborate with outsiders.
2379826928E1A115112PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP BANK ATAS PENGALIHAN OBJEK JAMINAN FIDUSIA OLEH NASABAH DEBITUR TANPA SEPENGETAHUAN BANK DI PT. BANK JAWA BARAT DAN BANTEN, TBK KANTOR CABANG CIKARANGPelaksanaan pemberian kredit pada umumnya, dilakukan dengan dibuatnya perjanjian kredit. Perjanjian tersebut terdiri dari perjanjian pokok, yaitu perjanjian utang piutang dan di lanjutkan dengan perjanjian tambahan yaitu berupa perjanjian pemberian jaminan oleh pihak nasabah debitur. Jaminan fidusia merupakan jaminan kebendaan yang sering digunakan. Objek jaminan fidusia yang masih berada pada nasabah debitur ini akan memberikan kesempatan kepada nasabah debitur untuk menggelapkan atau mengalihkan objek jaminan fidusia tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan perlindungan hukum terhadap bank dan akibat hukum terhadap perbuatan nasabah debitur yang mengalihkan objek jaminan fidusia tanpa sepengetahuan bank di PT. Bank Jawa Barat dan Banten, Tbk Kantor Cabang Cikarang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, literatur, dokumen perusahaan, dan menggunakan data primer berupa hasil wawancara. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan studi dokumenter, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data dilakukan secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, penerapan perlindungan hukum terhadap bank atas pengalihan objek jaminan fidusia oleh nasabah debitur tanpa sepengetahuan bank di PT. Bank Jawa Barat dan Banten, Tbk Kantor Cabang Cikarang adalah dengan cara pendaftaran jaminan fidusia, serta mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Cikarang baik secara perdata maupun pidana guna memperoleh perlindungan akhir. Akibat hukum terhadap perbuatan nasabah debitur yang mengalihkan objek jaminan fidusia tanpa sepengetahuan bank di PT. Bank Jawa Barat dan Banten, Tbk Kantor Cabang Cikarang, yaitu merupakan perbuatan wanprestasi dan mengakibatkan pemberian sanksi berupa pidana penjara dan atau denda.
The implementation of credit in general is done by credit agreement. The agreement consists of the principal agreement, which is the debt agreement and additional agreement which is a guarantee agreement by the debtor customer. Fiduciary guarantees are the material guarantees that are often used. Fiduciary guarantee objects that are still in this debtor customers will give the debtor customer the opportunity to darken or divert the fiduciary guarantee object. The purpose of this study was to analyze the implementation of legal protection against banks and the legal consequences of debtor customer actions that divert fiduciary guarantee object without bank knowledge at PT. Bank Jawa Barat and Banten, Tbk Cikarang Branch Office.
The method used in this study is normative juridical with descriptive analytical research specifications. The data source used is secondary data in the form of legislation, literature, company documents, and using primary data as supporting data in the form of interviews. The method of data collection is done by library research and documentary studies, the data obtained are presented with narrative texts, and the method of data analysis is done qualitatively normatively.
Based on the results of the study, the implementation of legal protection against the Bank for the divert of fiduciary guarantee objects by debtor customers without the bank knowledge at PT. Bank Jawa Barat and Banten, Tbk Cikarang Branch Office is by means of registration of fiduciary guarantee and submit a lawsuit to the District Court of Cikarang both civil and criminal in order to obtain final protection. The legal consequences of debtor's customer actions that divert fiduciary guarantee objects without the bank knowledge in PT. Bank Jawa Barat and Banten, Tbk Cikarang Branch Office, which is an act of breach of contract and resulted in the provision of sanctions imprisonment and or fines.
2379926929L1C015001KOMPARASI KLOROFIL-A BERDASARKAN NILAI DIGITAL NUMBER (DN) MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT AQUA MODIS DAN JPSS VIIRSPenelitian ini berjudul “Komparasi Klorofil-a Berdasarkan Nilai Digital Number (DN) Menggunakan Data Citra Satelit Aqua MODIS dan JPSS VIIRS”. Klorofil-a adalah Pigmen hijau fitoplankton yang digunakan dalam proses fotosintesis yang sangat penting di suatu perairan. Keberadaanya dapat di deteksi oleh sensor satelit yang berkaitan dengan nilai digital number atau spektral. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan nilai Digital Number (DN) citra satelit dan perbandingan nilai konsentrasi klorofil-a dari citra satelit dan data klorofil-a in-situ, serta mengetahui pola sebaran klorofil-a pada lokasi penelitian. Metode yang digunakan adalah Metode survei pengambilan data secara acak berdasarkan dari data primer klorofil-a in-situ dan data sekunder dari citra satelit. Hasil penelitian menunjukan Nilai digital number (DN) satelit Aqua MODIS dan satelit JPSS VIIRS memiliki hubungan yang sangat kuat dengan nilai klorofil-a in-situ. Nilai korelasi Aqua MODIS sebesar 0,8209 dan JPSS VIIRS yaitu sebsar 0,8368. Hubungan klorofil-a in-situ dengan citra satelit menunjukan korelasi sangat kuat pada citra satelit Aqua MODIS dan JPSS VIIRS. Pola sebaran klorofil-a dari citra satelit Aqua MODIS terdapat persebaran konsentrasi klorofil-a yang mencapai kisaran 0.3 – 0.7 mg/m³ dan JPSS VIIRS kisaran 0.3 – 0.6 mg/m³.

Kata Kunci : Klorofil-a, Digital Number, Aqua MODIS, JPSS VIIRS
This study is entitled "Chlorophyll-a Comparison Based on Digital Number (DN) Value Using Aqua MODIS Satellite Image Data and JPSS VIIRS". Chlorophyll-a is a green pigment of phytoplankton that is used in photosynthesis which is very important in a waters. Its existence can be detected by satellite sensors related to digital number or spectral values. The purpose of this study was to determine the relationship between the Digital Number (DN) value of satellite imagery and the comparison between chlorophyll-a concentration values from satellite imagery and chlorophyll-a-in-situ data, and to determine the pattern of chlorophyll-a distribution at the study location. The method used is a survey method of data collection by random sampling based on primary chlorophyll-a in-situ data and secondary data from satellite imagery. The results showed the digital number (DN) value of the MODIS Aqua satellite and JPSS VIIRS satellite had a very strong relationship with the value of chlorophyll-a in-situ. The Aqua MODIS correlation value is 0.8209 and JPSS VIIRS is 0.8368. The relationship of chlorophyll-a in-situ with satellite imagery shows a very strong correlation on the Aqua MODIS satellite imagery and JPSS VIIRS. The distribution pattern of chlorophyll-a from Aqua MODIS satellite imagery shows that the distribution of chlorophyll-a concentrations reaches the range of 0.3 - 0.7 mg/m³ and JPSS VIIRS ranges from 0.3 - 0.6 mg/m³.
Key words: Chlorophyll-a, Digital Number, Aqua MODIS, JPSS VIIRS
2380026930E1A015159PENJAMIN (BORG) YANG DINYATAKAN PAILIT
(Suatu Kajian terhadap Tanggung Jawab Penjamin (borg) dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 808 K/Pdt.Sus-Pailit/2017)
Dalam hal timbulnya suatu utang-piutang macet antara Kreditur dan Debitur, kepailitan tidak jarang menjadi pranata yang digunakan sebagai jalan keluar dari penyelesaian proses utang-piutang yang macet. UUK-PKPU hanya mengkategorikan pihak yang dapat dinyatakan pailit dengan sebutan “Debitur”. Dalam proses kepailitan, hal ini menimbulkan resiko pada Penjamin (borg), manakala dimungkinkan diajukannya gugatan kepailitan kepada Penjamin (borg) tanpa dipailitkannya Debitur utama terlebih dahulu ataupun sekaligus bersama-sama dengan Debitur utama dalam satu putusan. Kasus yang berkaitan dengan latar belakang di atas salah satunya terdapat dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 808 K/Pdt.Sus-Pailit/2017.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, literatur yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang diteliti. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan studi dokumenter, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data dilakukan secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan yang berlaku saat ini pada faktanya memungkinkan bagi Penjamin (borg) dipailitkan tanpa Debitur utama terlebih dahulu ataupun sekaligus bersama-sama dengan Debitur utama dalam satu putusan. Sebagai studi kasus, dalam skripsi ini diteliti perkara kepailitan dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 808 K/Pdt.Sus-Pailit/2017.
When there is bad debt between the Creditor and the Debtor, bankruptcy is often the way to settle bad debts. Bankruptcy Law Number 37 of 2004 only categorizes parties that can be declared bankrupt as "Debtors". In the bankruptcy process, this poses a risk to the Guarantor (borg), because it is possible to submit a bankruptcy to the Guarantor (borg) without the bankruptcy of the main Debtor first or together with the main Debtor in one court ruling. Cases that relating to this background are contained in the Supreme Court Decision Number 808 K/Pdt.Sus-Pailit/2017.
The method that used in this research is normative juridical with descriptive research specifications. Data sources that used are secondary data in the form of laws and regulations, and literature that relating to the subject. The data collection method was carried out with a literature study and documentary study, the data obtained would be presented with a narrative text, and the method of data analysis was carried out in a qualitative normative manner.
Based on the results of the study, the results of the study indicate that the current regulation in fact allows for the Guarantor (borg) to be bankrupt without the main Debtor first or at the same time together with the main Debtor bankrupt in one court ruling. As a case study, this thesis investigates the bankruptcy case in the Supreme Court Decision Number 808 K/Pdt.Sus-Bankrupt/2017.