Artikelilmiahs

Menampilkan 23.801-23.820 dari 51.908 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2380128807H1C014024Analisis Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida Surya-Angin Untuk Beban Penerangan Jalan di Desa Surorejan Kabupaten KebumenKabupaten Kebumen yang menyimpan potensi energi surya yang bisa digunakan sebagai sumber energi pembangkit listrik. Pemanfaatan energi surya sebagai PLTS dan angin sebagai PLTB sangat diminati dan mulai dikembangkan untuk kebutuhan listrik sehari-hari, salah satunya sebagai penerangan jalan. Dengan pemasangan lampu jalan ini akan digunakan untuk penerangan jalan dimalam hari dimana lampu penerangan jalan ini akan diaplikasikan pada jalan kampung menuju pantai dan biasanya terletak pada jangkauan yang jauh dari saluran distribusi PLN, sehingga harus menyediakan catu dayanya secara mandiri. PLTS tidak sepenuhnya bisa menyuplai beban listrik untuk penerangan jalan dengan sendiri oleh karena itu perlu digabungkan dengan PLTB agar sistem bekerja secara optimal. Dari masalah tersebut maka dilakukan penelitian dengan tujuan simulasi perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) surya-angin untuk beban penerangan jalan. Jumlah beban yang akan disuplai oleh sistem PLTH adalah sebesar 3,6 kW dari total penggunaan energi listrik per hari. Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) surya-angin untuk beban penerangan jalan menggunakan software HOMER untuk menganalisis tentang total cost dan perbandingan kehandalan dalam hal electrical. Berdasarkan hasil simulasi Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) menghasilkan produksi energi 2.270 kWh/yr yaitu dari photovoltaic sebesar 72,5% dan turbin angin sebesar 27,5% dengan menggunakan PV 80 Wp sebanyak 15, turbin angin 300 Wp sebanyak 2 dan baterai VRLA KAYABA 18 Ah 12 V sebanyak 40. Total Cost Perencanaan PLTH adalah sebesar Rp. 67.823.157 dengan COE sebesar Rp. 2.608. Net Present Value akan bernilai positif pada tahun ke 2. Berdasarkan hasil simulasi Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) surya-angin untuk beban penerangan jalan di desa Surorejan Kabupaten Kebumen tersebut sangat layak untuk diusahakan.Kebumen Regency which stores the potential of solar energy that can be used as an energy source for electricity generation. Utilization of solar energy as PLTS and wind as PLTB are in great demand and have begun to be developed for daily electricity needs, one of which is as street lighting. With the installation of this street lamp will be used for street lighting at night where the street lighting will be applied to the village road to the beach and is usually located at a distance far from the PLN distribution channel, so it must provide its power supply independently. PLTS cannot fully supply the electricity load for street lighting by itself and therefore needs to be combined with PLTB so that the system works optimally. From this problem, a study was carried out with the aim of simulating solar-wind hybrid power plant planning for street lighting loads. The total load to be supplied by the PLTH system is 3.6 kW of the total electricity usage per day. Solar-Wind Hybrid Power Plant Planning for street lighting loads using HOMER software to analyze the total cost and reliability comparison in electrical matters. Based on the simulation results of the Hybrid Power Plant (PLTH) produces 2,270 kWh / yr of energy production from photovoltaics by 72.5% and wind turbines by 27.5% by using 80 80 Wp PV as much as 15, 300 Wp wind turbines by 2 and VRLA batteries KAYABA 18 Ah 12 V as many as 40. The total cost of PLTH planning is Rp. 67,823,157 with COE of Rp. 2,608. Net Present Value will be positive in year 2. Based on the simulation results of solar-wind Hybrid Power Generation (PLTH) for road lighting loads in the village of Surorejan, Kebumen Regency is very feasible to be undertaken.
2380226958G2A017004PERBANDINGAN GEN ica A/D PADA Methicilin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) PENGHASIL BIOFILM ANTARA TENAGA KESEHATAN DI
RUMAH SAKIT DENGAN MASYARAKAT UMUM DI BANYUMAS
Latar Belakang: Staphylococcus berasal dari kata staphyle berarti kelompok buah anggur, coccus berarti bulat dan aureus berarti keemasan. Methicilin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) telah menjadi pathogen utama di Negara berkembang. Munculnya strain bakteri yang resisten terhadap banyak antibiotik termasuk bakteri Staphylococcus aureus, merupakan masalah yang serius, apalagi didukung kemampuan bakteri ini dalam membentuk biofilm, menyebabkan agen antimikroba dan respon sistem imun tidak efektif dalam mengeliminasi sel biofilm. Menurut data yang diumumkan WHO, lebih dari 60 % infeksi mikroba disebabkan oleh biofilm. Produksi biofilm pada S. aureus difasilitasi oleh adanya gen ica, yang merupakan suatu gen operon terdiri atas ica A, B, C dan D
Tujuan: Mengetahui perbandingan gen ica A/D pada MRSA penghasil biofilm antara tenaga kesehatan di rumah sakit dan masyarakat umum di Banyumas.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang bertujuan menggambarkan gen ica AD pada MRSA penghasil biofilm antara tenaga kesehatan di RS TK.III Wijayakusuma Purwokerto dibandingkan dengan masyarakat umum di Banyumas. Sampel diambil menggunakan metode nasal swab. Pemeriksaan mikrobiologis dilakukan untuk identifikasi strain MRSA. Identifikasi biofilm menggunakan microtiter plate biofilm assay, setelah itu mendeteksi gen ica A/D.
Hasil: Total 120 sampel yang diperiksa, satu sampel (0,008%) menunjukkan hasil MRSA dan 6 sampel (0,05%) menunjukkan hasil MSSA. Total 7 sampel dilakukan pemeriksaan biofilm menunjukkan satu sampel dengan hasil moderate biofilm, 2 sampel weak biofilm, 4 sampel non biofilm. Pemeriksaan deteksi gen ica A/D dilakukan pada 3 sampel yang menunjukkan hasil moderate biofilm dan weak biofilm. Hasil yang didapatkan yaitu pada 3 sampel menunjukkan hasil gen ica A/D yang positif. Perbandingan antara gen ica A/D pada tenaga kesehatan di Rumah Sakit dengan masyarakat umum tidak dapat dilakukan, karena sampel MRSA hanya ditemukan pada kelompok tenaga kesehatan di Rumah Sakit.
Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan gen ica A/D pada MRSA penghasil biofilm antara tenaga kesehatan di Rumah Sakit dibandingkan dengan masyarakat umum di Kabupaten Banyumas, karena hanya ditemukan 1 sampel MRSA yaitu pada kelompok tenaga kesehatan.
The emergence bacterial strains which are resistant to an antibiotic, including MRSA has become a serious problem, especially when supported by the bacteria’s ability to produce biofilm can cause microbial agent not effective in eliminating the biofilm. Biofilm production in S. aureus is facilitated by the existence of the ica AD gene. The aims of this study is to know the positivity of ica A/D gen in biofilm-producing MRSA between healthcare workers in hospital and general population. This study was a cross-sectional study aimed to portray the ica AD gen of biofilm-producing MRSA between healthcare workers in Hospital compared to the general population. Biofilm was identified using microtiter plate biofilm assay, the ica A/D gen detection was done. The results is one sample (0,008%) showed MRSA result and six samples (0,05%) showed an MSSA result. Total of 7 samples underwent biofilm examination, there was one sample with moderate biofilm, two samples with weak biofilm, and four samples showed no biofilm. It was known that 3 samples showed positive ica A/D gen. Comparison of ica A/D gen in healthcare workers and general population could not be done, because the MRSA samples were found only in the healthcare workers.
2380326941C1A015016Analisis Pendapatan Usaha Kerajinan Kepek Jago di Desa Nusawungu Kecamatan Nusawungu Kabupaten CilacapPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keuntungan, dan efisiensi usaha kerajinan kepek jago di Desa Nusawungu Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap. Analisis data yang digunakan adalah analisis keuntungan dan analisis R/C ratio. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa usaha kepek jago merupakan usaha yang menguntungkan. Besarnya keuntungan yang diperoleh adalah sebagai berikut. Keuntungan usaha kerajinan kepek jago rotan sebesar Rp.577.546,00 per bulan. Keuntungan usaha kerajinan kepek jago fiber sebesar Rp.863.265,00 per bulan, kemudian keuntungan usaha kerajinan kepek jago plastik sebesar Rp.547.414,00 per bulan, sedangkan keuntungan usaha kerajinan kepek jago bambu sebesar Rp.863.484,00 per bulan. Secara ekonomis, usaha kerajinan kepek jago sudah efisien dengan nilai R/C ratio masing-masing sebesar 2,11 untuk kepek jago rotan, 2,38 untuk kepek jago fiber, 2,94 untuk kepek jago plastik, dan 6,78 untuk kepek jago bambu. The purpose of this study was to determine the profitability and efficiency of kepek jago handicraft business in Nusawungu Village, Nusawungu District, Cilacap Regency. Analysis of the data used is profit analysis and R / C ratio analysis. Based on the results of the study, it was found that handicfart business of kepek jago is a profitable business, the profitability of rattan kepek jago craft is Rp.577,546.00. The profit of the fiber kepek jago craft business is Rp.863,265.00, then the profit of the plastic kepek jago craft business is Rp.547,414.00, while the profit of the bamboo kepek jago craft business is Rp.863,484.00. Economically, the business of kepek jago craft is efficient with an R / C ratio of 2.11 for rattan kepek jago, 2.38 for fiber kepek jago, 2.94 for plastic kepek jago, and 6.78 for bamboo kepek jago.
2380426709K1C015054PEMBUATAN ALAT UKUR LAJU ALIRAN SUNGAI SECARA REALTIME MENGGUNAKAN PELAMPUNG BER-GPS DAN MODUL GSMLaju aliran sungai menjadi salah satu faktor yang penting untuk diketahui karena dapat berpengaruh terhadap kondisi bawah air di hulu sungai hingga ke hilir. Namun belum tersedia alat ukur yang dapat menentukan laju aliran sungai pada banyak titik. Penelitian ini telah membuat alat ukur laju aliran sungai yang dapat mengukur pada banyak titik dengan menggunakan pelampung yang ditanami modul GPS dan GSM sehingga dapat dipantau secara realtime jarak jauh. Berdasarkan hasil pengujian akurasi dan presisi posisi GPS didapatkan nilai rata-rata pergeseran antara titik sebenarnya dan titik uji sebesar 10,97 meter dan nilai rata-rata akurasi laju GPS sebesar 84,20 %. Pengujian alat mendapatkan nilai rata-rata laju aliran sungai pada bendungan gerak sungai serayu sebesar 0,0342 m/s. Alat ini dapat dipantau secara realtime dengan selang waktu rata-rata antar pengiriman data sebesar 41 detik, dan selang waktu rata-rata antara waktu data terukur dan terkirim sebesar 18 detik. Alat ini mengirimkan informasi data laju, posisi dan waktu sehingga dapat mengetahui laju aliran sungai pada tiap titik yang dilewatinya dan juga dapat mengetahui laju rata-rata.River flow velocity can be an important factor to know because it can effect the underwater condition of the river. But there is no measurement tool that can determine river flow velocity at each point. This research has made a measuring instrument for the river flow velocity using a buoy planted with GPS and GSM modules so it can be monitored in realtime over long distances. Based on the results of testing the accuracy and precision of the GPS position, the average value of the actual point and test point shift is 10,97 meters and the average value of GPS speed accuracy is 84,20%. Based on the result of testing this measuring instrument, the average river flow velocity of serayu river moving dam is 0,0342 m/s. This device can be monitored in realtime with an average interval between data transfer is 41 seconds, and the average time interval between the measured time and sent data is 18 seconds. This device sends it’s velocity and position data information so it can know the river flow velocity at multi point.
2380526939G1G014013Pengaruh Aplikasi Gel Ekstrak Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa) Terhadap Kadar Deoksipiridinolin (DPD) pada Tikus (Rattus norvegicus) Galur Sprague dawley Model PeriodontitisPeriodontitis merupakan kondisi inflamasi kronis pada jaringan pendukung gigi yang ditandai dengan adanya kehilangan perlekatan gigi dan resorpsi tulang alveolar, yang disebabkan oleh degradasi kolagen tipe I dan menimbulkan peningkatan kadar deoksipiridinolin (DPD). Ekstrak kelopak bunga rosela memiliki berbagai senyawa aktif seperti antosianin, flavonoid, fenol, tannin, dan vitamin C yang dapat berperan sebagai antioksidan dengan menghambat reaksi stress oksidatif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh gel esktrak kelopak bunga rosela terhadap kadar DPD pada tikus (Rattus norvegicus) galur Sprague dawley model periodontitis. Rancangan penelitian ini yaitu post-test only control group design menggunakan dua puluh lima ekor tikus (Rattus norvegicus) galur Sprague dawley jantan terbagi 5 kelompok: kelompok perlakuan menggunakan gel ekstrak rosela konsentrasi 5% (P1), 10% (P2), 20% (P3), kelompok kontrol sehat (K1), dan kelompok kontrol negatif (K2). Induksi periodontitis menggunakan Aggregatibacter actinomycetemcomitans (Aa) pada kelompok K2, P1, P2, dan P3 dengan dosis 1 McFarland dimasukkan pada sulkus gingiva gigi insisivus bawah tikus selama 7 hari. Tikus pada kelompok perlakuan diberikan gel ekstrak rosela selama 14 hari setelah induksi bakteri Aa. Eutanasia tikus dilakukan setelah pengambilan saliva pada hari ke-15. Kadar DPD pada saliva ditentukan menggunakan metode ELISA dan data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan analisis Post-Hoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar DPD pada kelompok P1 (14,903 ng/mL), P2 (14,888 ng/mL), P3 (14,770 ng/mL), dan K1 (16,062 ng/mL) lebih rendah dibandingkan dengan K2 (18,930 ng/mL). Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p<0,05). Hasil uji Post-Hoc LSD menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p<0,05) antara K2 dengan K1 dan K2 dengan semua kelompok perlakuan, namun tidak ada perbedaan bermakna (p>0,05) antara K1 dengan kelompok perlakuan dan antar kelompok perlakuan. Penelitian ini membuktikan bahwa aplikasi gel ekstrak kelopak bunga rosela berpengaruh terhadap kadar DPD pada tikus model periodontitis.Periodontitis is a chronic inflammatory disease that causes periodontal tissue damage characterized by attachment loss and alveolar bone resorption, which is caused by the degradation of type I collagen and causes an increase in deoxypyridine levels (DPD). Roselle extract has various active compounds such as anthocyanin, flavonoid, phenol, tannin, dan vitamin C as antioxidant by inhibiting oxidative stress reactions. This study was to discover the effect of roselle calyx extract gel toward DPD levels of Sprague dawley rat (Rattus norvegicus) in periodontitis model. Design of this research was post-test only control group design used twenty-five male Sprague dawley rats divided into 5 groups: treatment groups using roselle extract gel concentration 5% (P1), 10% (P2), 20% (P3), healthy control group (K1), and negative control group (K2). Aggregatibacter actinomycetemcomitans (Aa) dose of 1 McFarland inserted to gingival sulcus of mandible for 7 days in K2, P1, P2, and P3 groups to induced the periodontitis. Rats in treatment groups were received roselle extract gel for 14 days after induced by Aa. Euthanasia was carried out after saliva collection on the 15th day. Levels of DPD in saliva were determined using the ELISA method and data were analyzed using One-Way ANOVA and Post-Hoc LSD. The results showed a lower of DPD levels in P1 (14,903 ng/mL), P2 (14,888 ng/mL), P3 (14,770 ng/mL), and K1 (16,062 ng/mL) compare to K2 (18,930 ng/mL). One-Way ANOVA test showed there were significant differences (p<0,05). Post-Hoc LSD test showed significant differences (p<0,05) K2 compare to K1 and K2 compare to all treatment groups, but no significant differences K1 compare to all treatment groups and inter-treatment groups (p>0,05). Rosella extract gel is proven to effect the DPD levels of a rat model of periodontitis.
2380628639H1B015027PEMODELAN STABILITAS LERENG DAN ANALISIS HUJAN PADA DAERAH RAWAN LONGSOR DI KABUPATEN PURBALINGGA

(SLOPE STABILITY MODELING AND RAIN ANALYSIS OF LANDSLIDE PRONE AREAS IN PURBALINGGA DISTRICT)
Menurut data 10 tahun terakhir yang dihimpun oleh BNPB yang dipublikasikan online (bnpb.go.id), menyatakan bahwa ada 63 kejadian tanah longsor, dengan rincian : 46 rumah rusak berat, 54 rumah rusak sedang, 31 rumah rusak ringan, 9 orang meninggal dunia, dan 8 orang luka-luka. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lokasi-lokasi daerah rawan longsor di Kabupaten Purbalingga berdasarkan nilai faktor keamanan lereng dan juga untuk mengetahui korelasi antara stabilitas lereng dengan curah hujan harian. Metode yang digunakan dalam menentukan faktor keamanan lereng adalah dengan perhitungan mekanik menggunakan data spasial yang didapatkan dengan interpolasi kriging pada aplikasi R Studio dan juga menggunakan interpolasi IDW pada aplikasi QGIS. Perhitungan dianalisis dengan asumsi bahwa tanah lempung organik dan juga longsor akan terjadi bila tanah jenuh atau kadar air mencapai 100%. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu validasi 47,17%, merupakan hasil perbandingan antara 50 daftar desa pada analisis faktor keamanan lereng dengan 106 desa yang pernah terjadi longsor dan juga semakin lebat curah hujan, maka semakin berpengaruh untuk kestabilan lereng tersebut. According to the last 10 years of data compiled by BNPB published on (bnpb.go.id), there were 63 occurrences of landslides causing 46 houses heavily damaged, 54 houses were moderately damaged, 31 houses were lightly damaged, 9 people died, and 8 people were injured. This research aims to map the locations of landslide prone areas in Purbalingga district based on the slope stability or safety factor values and also to find out the correlation between slope stability and daily rainfall. The method used in determining the safety factor of slope is by calculation of parameters triggering landslide mechanism using spatial data obtained from field measurements and interpolated in space using kriging and IDW interpolation in the R Studio application. Calculations are analyzed assuming that soil organic clay and also landslide will occur when the soil is saturated or water content reaches 100%. The results shows that the model can predict landslide locations about 47.17%. This is obtained from a comparison between 50 villages from the safety factor analysis with 106 villages that have landslide incidents record. Moreover, it is found that increasingly dense rainfall as the more influential for the stability of the slope.
2380726918E1A015196PERAN SATUAN PETUGAS ANTI MAFIA BOLA TERHADAP PENGUNGKAPAN TINDAK PIDANA PENGATURAN SKOR (MATCH FIXING) Di Indonesia telah terjadi kejahatan dalam olahraga sepak bola ,salah satu jenis kejahatan yang terjadi pada dunia olahraga sepak bola Indonesia saat ini yaitu Tindak Pidana Pengaturan Skor. Tindak Pidana Pengaturan Skor biasanya dilakukan oleh lebih dari satu orang dalam suatu kelompok dan dilakukan secara terorganisir. Dalam proses penegakan hukum yang dilakukan oleh satuan petugas anti mafia bola terhadap tindak pidana Pengaturan Skor diawali dengan proses penyelidikan lalu penyidikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implementasi satuan petugas anti mafia bola dalam mengungkap tindak pidana pengaturan skor.
Metode pndekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis, dengan spesifikasi deskriptif, dan lokaso penelitian di Polda Metro Jaya. Jenis dan sumber data adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data terdiri dari data primer berupa wawancara dan data sekunder berupa studi kepustakaan. Metode penyajian data berbentuk teks naratif dan metode analisis kualitatif.
Dari hasil penelitian ini menyebutkan bahwa pejabat penyidik di Satuan Petugas Anti Mafia Bola Polda Metro Jaya dalam pemeriksaan pendahuluan pada tingkat penyidikan sudah menetapkan lebih dari 14 tersangka setelah melalui proses-proses tahapan penyelidikan, penyidikan, dan penetapan tersangka dan Satuan Petugas Anti Mafia Bola Polda Metro Jaya telah sesuai dengan PERKAP Nomor 14 Tahun 2012 Tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana dalam melakukan proses penyelidikan, penyidikan.
In Indonesia there has been a crime in football sports, one of the types of crimes that occur in the world of Indonesian football sports today is match fixing. The match fixing arrangement is usually done by more than one person in a group and performed in an organized. In the process of law enforcement conducted by a unit of anti Mafia ball officers against the criminal offence the score was initiated by the investigation process and investigation. The purpose of this research is to know how to implement an Anti Mafia ball officer unit in revealing criminal offence scoring settings.
The approach method used in the study was sociological juridical, with descriptive specifications, and local research at Polda Metro Jaya. Data types and sources are primary data and secondary data. Data collection methods consist of the primary data of interviews and secondary data of literature studies. Methods of presenting data form narrative text and qualitative analysis methods.
From the results of the study mentions that the investigator office in the Anti Mafia Ball Officers unit of the police in a preliminary examination at the investigation level has set more than 14 suspects after going through the investigation stage process, Investigation, and determination of suspects and the Anti Mafia ball officers of the police of Metro Jaya has been in accordance with the PERKAP 14 year 2012 about the management of criminal investigation in conducting investigation process, investigation.
2380826972L1C015018PERUBAHAN LUASAN LAGUNA BERDASARKAN SEBARAN TSS DAN ARUS DI LAGUNA SEGARA ANAKAN BARAT, CILACAPABSTRAK
Laguna Segara Anakan (LSA) memiliki karakteristik wilayah yang unik dengan keanekaragaman hayati sumber daya alam yang tinggi. Wilayah LSA dipengaruhi oleh faktor alami (aliran air tawar muara DAS Citanduy dan tingginya tingkat sedimentasi), faktor tersebut menyebabkan perubahan pada tanah, karena memicu penurunan luasan badan air laguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan luasan laguna berdasarkan sebaran TSS dan Arus. Diperlukan pendekatan spasial sementara untuk menghindari pengaruh faktor tersebut, Pendekatan spasial dilakukan dengan menggunakan metode penginderaan jauh dengan Sistem Informasi Geografis, dengan pengolahan data citra Landsat Multi-Temporal (tahun 2008, 2013 dan 2018) data citra landsat digunakan untuk menganalisis perubahan luasan laguna dan untuk pendugaan nilai TSS menggunakan algoritma TSS. Hasil analisis perubahan luasan laguna menunjukkan bahwa terjadi perubahan luas laguna dari tahun 2008 1.150 ha turun menjadi 1,023 ha pada tahun 2013 lalu luasan kembali mengalami penurunan luasan pada tahun 2018 menjadi 952,27 ha. 1.199 ha menjadi 1.043 ha, hal ini sesuai dengan nilai konsentrasi TSS yang tinggi di Laguna Segara Anakan Barat yaitu dari hasil analisa citra satelit Landsat-8 didapatkan nilai material padatan tersuspensi berkisar 0-255 mg/L pada hasil pengolahan citra.

ABSTRACT
Segara Anakan Lagoon (SAL) has unique regional characteristics with high biodiversity of natural resources. LSA areas are affected by natural factors (the flow of freshwater estuary in the Citanduy watershed and high levels of sedimentation), these factors cause changes in the soil, because it triggers a decrease in lagoon water bodies. The purpose of this study was to determine changes in lagoon area based on the distribution of TSS and Flow. A temporary spatial approach is needed to avoid the influence of these factors. The spatial approach is carried out using the remote sensing method with Geographic Information Systems, with processing of Multi-Temporal Landsat image data (in 2008, 2013 and 2018) Landsat image data is used to analyze changes in lagoon area and to estimation of TSS values using the TSS algorithm. The results of the analysis of changes in lagoon area indicate that there was a change in lagoon area from 2008 1,150 ha down to 1,023 ha in 2013 and then the area again decreased in 2018 to 952.27 ha. 1,199 ha to 1,043 ha, this is in accordance with the high TSS concentration value in Laguna Segara Anakan Barat, from the analysis of Landsat-8 satellite imagery obtained the value of suspended solid material ranging from 0-255 mg / L in the results of image processing.

2380926942L1B015053PENGARUH PENAMBAHAN VITAMIN C PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)


Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas budidaya air tawar yang digemari masyarakat. Setiap tahun permintaan akan konsumsi ikan nila terus meningkat. Oleh karena itu produksi budidaya ikan nila(Oreochromis niloticus) terus ditingkatkan. Peningkatan produksi harus diingringi dengan ketersdiaan nutrisi yang mencukupi. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan memberikan tambahan vitamin C pada pakan untuk mendukung pertumbuhan dan metabolisme ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai pertumbuhan berat mutlak dan pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan harian (LPH), Laju pertumbuhan spesifik (LPS) dan kelulushidupan (SR) pada ikan nila (Oreochromis niloticus) yang dipelihara dan diberikan penambahan vitamin C pada pakan dengan dosis berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental yang terdiri dari 4 perlakuan dan 10 kali ulangan ikan. Perlakuan yang diberikan antara lain (P1) Pakan komersil tanpa penambahan vitamin C, (P2) Pakan komersil dengan penambahan vitamin C sebanyak 150mg/kg pakan, (P3) Pakan komersil dengan penambahan vitamin C sebanyak 300 mg/kg pakan dan (P4) Pakan komersil dengan penambahan vitamin C sebanyak 450 mg/kg pakan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan hanya berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan harian (P<0.05). Perlakuan menggunakan Pakan komersil dengan penambahan vitamin C sebanyak 450 mg/kg pakan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan.

Kata kunci : Ikan nila (Oreochromis niloticus), Vitamin C, Pertumbuhan, Kelulushidupan.
Tilapia (Oreochromis niloticus) is one of the freshwater commodities favored by the community. Every year the demand for tilapia consumption continues to increase. Therefore the production of tilapia (Oreochromis niloticus ) continues to be improved. Increased production must be supplemented with adequate nutritional availability. One method used is to provide additional vitamin C in feed to support growth and metabolism of fish. This study aims to determine the value of growth absolute weight and absolute length growth, daily growth rate (DGR), specific growth rate (SGR) and survival (SR) in tilapia (Oreochromis niloticus) which is maintained and given the addition of vitamin C to diets with different doses. The research consists of 4 treatments and 10 repetitions of fish. The treatment given includes (P1) Commercial feed without the addition of vitamin C, (P2) Commercial feed by adding vitamin C as much as 150mg / kg of feed, (P3) Commercial feed by adding vitamin C as much 300 mg / kg feed and (P4) Commercial feed with additive Vitamin C ingredients as much as 450 mg / kg of feed. Based on the results of the study it was known that the treatment only significantly affected the daily growth rate (P <0.05). The treatment using commercial feed with the addition of vitamin C as much as 450 mg / kg of feed has a significant effect on growth and survival.
Keywords : tilapia (Oreochromis niloticus ), Vitamin C, Growth, Survival Rate.



2381026943L1C015007PROFIL SUHU VERTIKAL DAN POTENSI PEMANFAATANNYA SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF OCEAN THERMAL ENERGY CONVERSION (OTEC) DI PERAIRAN INDONESIAPenelitian ini berjudul profil suhu vertikal dan potensi pemanfaatannya sebagai energi alternatif Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC). Kebutuhan energi di era sekarang ini sangat meningkat terutama energi listrik, dimana hampir semua peralatan membutuhkan energi listrik, sementara sumber energi listrik masih banyak berasal dari sumberdaya non hayati sehingga diperlukan energi alternatif guna mendukung kelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Salah satu energi alternatif adalah OTEC. OTEC merupakan sebuah teknologi yang memanfaatkan energi panas yang berasal dari perbedaan suhu permukaan dan air laut dalam dan menghasilkan listrik. Metode yang digunakan yaitu metode survei dengan data sekunder, data diperoleh dari HYCOM dan dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan suhu permukaan di beberapa wilayah perairan Indonesia yaitu berkisar sebesar 27 ˚C - 29 ˚C. Selisih suhu 20 ˚C rata - rata didapat pada kedalaman perairan yang mencapai 500 m. Berdasarkan keempat musim potensi daya OTEC tertinggi terdapat pada wilayah Papua sebesar 175 MW sedangkan terendah wilayah Sulawesi Tenggara 82 MW di musim timur. Berdasarkan potensi rata – rata keempat musim daya tertinggi juga didapat pada wilayah papua 168 MW dan terendah pada Sulawesi Utara 88 MW.This study entitled the vertical temperature profile and its potential use as an alternative energy Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) in Indonesian waters. Energy needs are greatly increasing in this era, especially electricity, where almost all equipment requires electrical energy, while there are still many sources of electrical energy from non-biological resources and alternative energy is needed to support sustainable environment. One alternative energy is OTEC. OTEC is a technology that utilizes thermal energy from different surface temperatures and deep sea water and produces electricity. The method used is a survey method with secondary data, data obtained from HYCOM and analyzed descriptively and quantitatively. The results of the study showed the surface temperature in some areas of Indonesia, ranging from 27 °c to 29 °c. The temperature difference of 20 °c on average is obtained at a depth of water reaching 500 m. Based on the fourth season, the highest potential of OTEC power is in Papua region of 175 MW while the lowest region of Southeast Sulawesi 82 MW in east season. Based on the average potency of the fourth highest power season also gained in Papua 168 MW and lows in North Sulawesi 88 MW.
2381126911C1A015010ANALISIS KOMPARATIF USAHA BUDIDAYA UDANG SISTEM TRADISIONAL DENGAN SISTEM SEMI-INTENSIF
DI DESA PANTAI BAKTI KECAMATAN MUARAGEMBONG KABUPATEN BEKASI
Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Komparatif Usaha Budidaya Udang Sistem Tradisional dengan Sistem Semi-Intensif Di Desa Pantai Bakti Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi”. Penelitian ini merupakan penelitian yang membahas tentang perbandingan keuntungan antara usaha budidaya udang sistem tradisional dengan sistem semi-intensif.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbandingan pendapatan dan efisiensi antara usaha budidaya udang sistem tradisional dengan sistem semi-intensif. Jumlah responden yang di ambil dalam penelitian ini berjumlah 84 responden, dimana 79 responden merupakan petambak udang dengan sistem tradisional dan 5 responden merupakan petambak udang dengan sistem semi-intensif, penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode purposive random sampling.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis keuntungan dan uji t sampel independen untuk data keuntungan usaha budidaya udang, didapatkan bahwa keuntungan dalam usaha budidaya udang sistem semi-intensif lebih tinggi bila dibandingkan dengan keuntungan dalam usaha budidaya udang sistem tradisional dengan nilai probabilitas kesalahan sebesar 0,004 dan selisih keuntungan sebesar Rp352.322 per 100 m2. Selain itu, dalam analisis efisiensi ekonomis menggunakan rumus nilai R/C rasio dan uji t sampel independen untuk data nilai R/C rasio usaha budidaya udang, didapatkan bahwa nilai R/C rasio usaha budidaya udang sistem tradisional lebih tinggi bila dibandingkan dengan nilai R/C rasio usaha budidaya udang sistem semi-intensif dengan nilai probabilitas kesalahan sebesar 0,000.
Implikasi dari penelitian ini yaitu dalam budidaya udang dengan sistem tradisional di Desa Pantai Bakti, petambak dapat meningkatkan keuntungan dengan cara menggunakan pakan dalam proses budidaya. Hal tersebut dapat dilakukan untuk menambah bobot berat pada udang. Apabila dilihat pada nilai efisiensi ekonomis, usaha budidaya udang sistem semi-intensif lebih rendah bila dibandingkan dengan sistem tradisional. Hal tersebut terjadi karena usaha budidaya udang sistem semi-intensif masih dalam tahap permulaan. Oleh karena itu dalam tahap permulaan usaha budidaya udang sistem semi-intensif diperlukan adanya pembinaan mengenai budidaya dengan sistem tersebut sehingga petambak dapat menjalankan budidaya dengan tepat.
This research entitled: "Comparative Analysis of Traditional Shrimp Farming System and Semi-intensive Shrimp Farming System at Pantai Bakti Village Muaragembong Subdistrict Bekasi Regency”. This research entitled: "Comparative Analysis of Traditional Shrimp Farming System and Semi-intensive Shrimp Farming System.
The purpose of this research are to compare the profit and the efficiency of traditional shrimp farming system and semi-intensive shrimp farming system. The The number of respondents in this research were 84 respondents, which is 79 respondents are shrimp farmers with traditional system farming and 5 respondents are shrimp farmers with semi-intensive system farming,the respondents is determined by using purposive random sampling method.
Based on the results of research and data analysis using profit analysis and independent sample t test for data on the profitability of shrimp farming, it was found that the profits in the semi-intensive shrimp farming system was higher when compared to the profits in the traditional shrimp farming system with an error of probability value is 0.004 and the difference of the profit is IDR 352,322 per 100 m2. In addition, in the analysis of economic efficiency using the formula R/C ratio value and independent sample t test for data on the R/C value of the shrimp farming systems, it was found that the R/C ratio of the traditional shrimp farming system was higher when compared to the R/C ratio of semi-intensive shrimp farming system with an error of probability value is 0,000.
The implication of this research is that in traditional shrimp farming system in Pantai Bakti Village, farmers can increase profits by using feed in the cultivation process. This can be done to add weight of the shrimp. When viewed in terms of economic efficiency), the semi-intensive shrimp farming system is lower than the traditional shrimp farming system. That happens because the semi-intensive shrimp farming system is still in its initial stages. Therefore, in the early stages of the semi-intensive shrimp farming system, it is necessary to provide guidance regarding cultivation with the system so that farmers can carry out the cultivation appropriately.
2381228580E1A016048CERAI GUGAT KARENA KEKERASAN PSIKIS (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor: 0639/PDT.G/2018/PA.JP)CERAI GUGAT KARENA KEKERASAN PSIKIS
(Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor: 0639/Pdt.G/2018/Pa.Jp)
ABSTRAK
Pengertian Perkawinan sebagaimana yang diatur dalam pasal 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Namun pada kenyataannya tujuan perkawinan itu tidak selalu tercapai, bahkan sebaliknya kandas atau gagal ditengah jalan, perkawinan yang keadaannya tidak harmonis tidak baik jika dibiarkan begitu saja, demi kepentingan kedua belah pihak suami-isteri, perkawinan yang tidak harmonis dapat diputus melalui perceraian. Perceraian merupakan putusnya ikatan perkawinan antara suami-isteri dengan putusan pengadilan melalui pemeriksaan di depan sidang pengadilan dan ada cukup alasan bahwa diantara suami isteri tidak akan dapat hidup rukun lagi sebagai suami-isteri, sebagaimana yang terdapat pada putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor:0639/Pdt.G/2018/PA.JP yang akan penulis teliti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertimbangan hukum apa yang hakim gunakan dalam memutus perkara gugat cerai dan akibat hukum dari putusan hakim terhadap kedua belah pihak.

Metode penelitian yang peneliti pakai adalah dengan pendekatan Yuridis Normatif, metode pendekatan dengan pendekatan Perundang-undangan, pendekatan analitis, spesifikasi penelitian dengan inventarisasi hukum positif dan sinkronisasi hukum, sumber data yang digunakan data sekunder, metode pengumpulan data dengan studi pustaka, metode penyajian data disajikan dalam bentuk uraian atau teks naratif dan metode analisis dengan menggunakan deskriptif kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hukum yang digunakan oleh Hakim Pengadilan Agama Jakarta Pusat adalah menggunakan Pasal 39 ayat (2) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 juntco Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975. Juntco Pasal 116 KHI, Peneliti berpendapat bahwa terdapat fakta hukum lain yaitu adanya unsur kekerasan psikis, sehingga alasan perceraian yang tercantum dalam pasal 39 ayat (2) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 juntco Pasal 19 huruf (d) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Juntco Pasal 116 huruf (d) KHI juga dapat dijadikan sebagai alasan mengabulkan gugatan, yaitu salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan terhadap pihak lain.
Kata Kunci : Cerai Gugat, Kekerasan Psikis.
DIVORCE IS SUED BECAUSE OF PSYCHIC VIOLENCE
(Juridical Review of Central Jakarta Religious Court Decision Number: 0639 / Pdt.G / 2018 / Pa.Jp)
ABSTRACT

The definition of marriage as regulated in article 1 of Law Number 1 of 1974 is a physical bond between a man and woman as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family (household) based on the Godhead of the Almighty. But in reality the purpose of marriage is not always achieved, even if it fails or fails in the middle of the road, marriages that are not in harmony are not good if left unchecked, for the sake of both partners, marriages that are not harmonious can be broken through divorce. Divorce is a broken marriage bond between husband and wife with a court decision through examination before a court hearing and there is sufficient reason that between husband and wife will not be able to live in harmony again as husband and wife, as contained in the decision of the Central Jakarta Religious Court Number: 0639 / Pdt.G / 2018 / PA.JP which the writer will examine. The purpose of this study was to determine what legal considerations the judge used in deciding divorce suit cases and the legal consequences of the judge's decision on both parties.

The research method that the author uses is the Normative Juridical approach, the method approach with the Legislative approach, analytical approach, research specifications with positive legal inventory and legal synchronization, data sources used secondary data, methods of data collection with literature study, data presentation methods are presented in the form of narrative text or description and analysis method using descriptive qualitative.

The resultsshowed that the legal considerations used by central Jakarta religious court judges were to use article 39 paragraph (2) of law number 1 of 1974 juncto article 19 letter (f) of government regulation number 9 of 1975 juntco of article 116 letter (f) KHI, examining the opinion that there are other legal facts namely the existence of element of psychological violence, so the reason for divorce contained in article 39 paragraph (2) of law number 1 of 1974 juncto article 19 letter (d) of government regulation number 9 of 1975 juntco of article 116 letter (d) KHI, can also be used as reason to grant a lawsuit, namely one of the parties commited atrocities or severe persecution that is harmful to other parties.
Keywords:
2381326945A1M014005PENDUGAAN UMUR SIMPAN MANISAN KERING KULIT JERUK LEMON DENGAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TESTING (ASLT) MODEL ARRHENIUS Jeruk lemon merupakan salah satu jeruk yang sangat penting, karena buah dan kulitnya memiliki banyak kegunaan, antara lain sebagai penyedap dan penyegar serta berbagai olahan makanan dan minuman. Pemanfaatan jeruk lemon dalam bidang industri salah satunya dijadikan menjadi olahan sirup. Salah satu perusahaan yang memanfaatkan jeruk lemon adalah CV. Promindo Utama. Perusahaan ini per hari mampu mengolah 1 ton jeruk lemon menjadi sirup, dan mampu menghasilkan 3 ton limbah kulit jeruk lemon. Limbah kulit jeruk lemon ini seringkali tidak dimanfaatkan, padahal kulit jeruk lemon memiliki kandungan vitamin C tinggi. Salah satu olahan kulit jeruk lemon yaitu manisan, memiliki rasa dan tekstur yang segar ketika dimakan. Pemanfaatan hasil kulit jeruk lemon untuk pembuatan manisan sejauh ini masih belum ada, Oleh karena itu pada penelitian ini mengkaji pemanfaatan kulit jeruk lemon untuk pembuatan manisan. Namun, hingga kini manisan kering kulit jeruk lemon belum diketahui umur simpannya. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang secara umum bertujuan untuk mengetahui umur simpan manisan kering kulit jeruk lemon metode ASLT (Accelerated Shelf-Life Testing) model Arrhenius, sedangkan secara spesifik bertujuan untuk: 1) Menentukan parameter kritis manisan kering kulit jeruk lemon selama penyimpanan; 2) Menentukan umur simpan manisan kering kulit jeruk lemon metode ASLT (Accelerated Shelf-Life Testing) model Arrhenius; 3) Mengetahui perubahan mutu manisan kering kulit jeruk lemon selama penyimpanan. Rancangan perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 15 perlakuan dan diulang dua kali. Perlakuan yang dicoba yaitu lama penyimpanan (L) dan suhu penyimpanan (S), L1=5 hari, L2=10 hari, L3=15 hari, L4=20 hari, dan L5=25 hari, S1=30°C, S2=40°C, dan S3=50°C. Variabel yang diamati fisikokimia dan sensoris meliputi kadar air, vitamin C dan gula reduksi, rasa, warna, tekstur dan kesukaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa selama penyimpanan manisan kering kulit jeruk lemon mengalami penurunan terhadap warna, rasa, kesukaan dan kenaikan pada tekstur. Umur simpan manisan kering kulit jeruk lemon apabila disimpan pada suhu 30°C adalah 24,37 hari apabila disimpan pada suhu 40°C adalah 21,93 hari dan apabila disimpan pada suhu 50°C adalah 20,49 hari. Selama penyimpanan manisan kering kulit jeruk lemon mengalami penurunan terhadap warna, rasa, kesukaan dan kenaikan pada tekstur. Lemon is one of the most important oranges, because the fruit and the peel have many uses, such as flavoring and refresher and processed various foods and drinks. One company to take advantage of lemons is CV. Promindo Utama. The company is able to process per day 1 ton of lemon into syrup, and produce 3 tons of lemon peel waste. Lemon peel waste is often not used, while the lemon peel has a high vitamin C content. One of the processed lemon peel is candied, has a fresh taste and texture when eaten. Utilization of lemon peels for making candied, This research will the studied of lemon peels for making candied. However, until now candied the peel orange lemon has not yet known its shelf life. This study is an experimental studied that generally aims to determine the shelf life of candied lemon peel with ASLT (Accelerated Shelf-Life Testing) method Arrhenius model, while specifically aimed to: 1) Determine the critical parameters of candied dried the peel lemon during storage; 2) Determine the shelf life candied of dried lemon peel in the ASLT (Accelerated Shelf-Life Testing) method Arrhenius model; 3) Determine changes in the quality of dried candied lemon peel during storage. This research treat used was a randomized block design (RBD) with 15 treatments and was repeated twice. The treatment be tried were storage duration (L) and storage temperature (S), L1 = 5 days, L2 = 10 days, L3 = 15 days, L4 = 20 days, and L5 = 25 days, S1 = 30°C, S2 = 40°C, and S3= 50°C. Variables observed physicochemical and sensory include water content, vitamin C and reducing sugars, taste, colour, texture and fondness. The results showed that during storage of dried candied lemon peel decreased in colour, taste, fondness and increase in texture. The shelf life of dried candied lemon peel when stored at 30°C is 24.37 days when stored at 40°C is 21.93 days and when stored at 50°C is 20.49 days. During the storage of dried candied lemon peel has a decreased colour, taste, fondness and increase in texture.
2381426946E1A015006PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH PROGRAM PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP
(STUDI DI KOTA BANJAR, JAWA BARAT)
Pendaftaran tanah sistematis lengkap merupakan suatu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam rangka memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum terhadap kepemilikan hak atas tanah. Permasalahan yang akan dibahas dalam artikel ilmiah ini adalah pertama pelaksanaan pendaftaran tanah sistematis lengkap di Kota Banjar, dalam pelaksanaannya telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah dan Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap dengan pengaturan lebih lanjut mengenai biaya pendaftaran tanah sistematis lengkap yang diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteria Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Desa PDTT Nomor 25 Tahun 2017 tentang Pembiayaan Persiapan Pendaftaran Tanah Sistematis. Permasalahan kedua adalah faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program pendaftaran tanah sistematis lengkap.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui wawancara dengan metode penentuan informan menggunakan teknik non probability sampling dan didukung dengan kepustakaan.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan pendaftaran tanah sistematis lengkap sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 19 UUPA dan peraturan perundang-undangan yang ada. Dalam pelaksanaan pendaftaran tanah sistematis lengkap dipengaruhi beberapa faktor yaitu kultur budaya yang ada di dalam masyarakat dan disharmonisasi peraturan.

Complete systematic land registration is a policy that issued by the government to give legal certainty and protection to land ownership. The problems examined in this study are first the complete systematic land registration execution in Banjar accordance with Government Regulation Number 24 Year 1997 on Land Registration and Regulation of the Minister ATR/BPN No. 6 year 2018 concerning the registration of systematic land with further arrangement regarding the cost of complete systematic land registration stipulated in the Joint Decree (SKB) of Agrarian Affairs and Spatial Planning/ Head of BPN, Minister of Home Affairs, and Minister of Villages PDTT number 25 year 2017 on Financing Preparation for Systematic Land Registration. Second, the factors that affect the complete systematic land registration execution.
Juridical empirical method is used as research method using qualitative approach. This study uses primary and secondary data which collected by interviewing using, non-probability sampling techniques is used as the method of determining informants and supported by literature.
Based on the result of the research, it is known that the complete systematic land registration execution accordance with the provisions in UUPA Article 19, laws and regulations. In complete systematic land registration execution, it is affected by some factors such as culture in society and regulatory inconsistency.

Key Word : Excution, Land Ownership, Complete Systematic Land Registration
2381526947C1A015013ANALISIS USAHA TANI UBI KAYU, KACANG TANAH DAN JAGUNG DENGAN SISTEM TUMPANGSARI
(Studi Kasus : Desa Suro Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas)
Penelitian ini berjudul “Analisis Usaha Tani Ubi Kayu, Kacang Tanah Dan Jagung Dengan Sistem tumpangsari (Studi Kasus : Usaha tani Di Desa Suro Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas)”.sistem tumpangsari yang dilakukan oleh petani di Desa Suro pada komoditas ubi kayu, kacang tanah, dan jagung diharapkan memberi peningkatan pendapatan bagi petani serta mengurangi resiko gagal panen yang dihadapi salah satu komoditas. Selain itu, usaha tani sering dianggap tidak layak dijalankan karena kurang efisennya usaha tani tersebut. Penerimaan yang diterima oleh petani nilainya tidak sebanding dengan jumlah modal yang dikeluarkan. Kemudian masa tanam ubi kayu yang dapat mencapai 9 bulan serta kacang tanah dan jagung yang dapat mencapai 4 bulan menjadikan usaha tani dengan tanam tumpangsari ini membutuhkan waktu yang cukup lama bagi petani untuk mendapatkan pendapatan, sedangkan petani memerlukan pendapatan dalam kurun waktu masa tanam tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Tujuan penelitian ini yang pertama yakni untuk menganalisis pendapatan bersih petani dengan sistem pola tumpangsari di Desa Suro Kecamatan Kalibagor. Kedua untuk menganalisis angka efisiensi usaha tani dengan dengan sistem tumpangsari di Desa Suro Kecamatan Kalibagor. Dan ketiga Untuk menganalisis persentase kontribusi pendapatan dari usaha tani dengan sistem tumpangsari terhadap pendapatan rumah tangga di Desa Suro Kecamatan Kalibagor.
Populasi dalam penelitian ini adalah petani di Desa Suro yang menerapkan sistem tumpangsari pada komoditas ubi kayu, kacang tanah, dan jagung pada lahan mereka. Kemudian pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan 69 responden yang diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok sampel berdasarkan luas lahan yakni 0,01-0,30 Ha, > 0,31-0,60 Ha, > 0,60-0,90 Ha, > 0,91-1,20 Ha, dan > 1,20-2,00 Ha. Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis keuntungan usaha tani, efisiensi usaha tani, dan kontribusi pendapatan usaha tani terhadap pendapatan rumah tangga petani.
Hasil analisis dalam penelitian ini adalah yang pertama, rata-rata hasil yang diperoleh petani dengan sistem tumpangsari di Desa Suro adalah Rp. 4.120.439 yang menunjukkan bahwa usaha tani dengan sistem tumpangsari ini menguntungkan. Kedua, rata-rata tingkat efisisensi usaha tani dengan sistem tumpangsari di Desa Suro adalah 1,55 yang menunjukkan bahwa usaha tani dengan sistem tumpangsari ini sudah efisien. Dan ketiga, usaha tani dengan sistem tumpangsari di Desa Suro memberikan kontribusi sebesar 15,77 persen yang menunjukkan bahwa usahtani dengan sistem tumpangsari memberikan kontribusi tidak mencapai persentase 50 persen atau rendah bagi pendapatan rumah tangga petani.




Implikasi dari hasil penelitian ini adalah beberapa kelompok petani, yakni kelompok petani dengan luas lahan > 0,60-0,90 Ha merupakan kelompok yang perlu dikembangkan usahataninya karena rata-rata pendapatan dan tingkat efisiensi kelompok tersebut merupakan yang terendah dibanding dengan kelompok petani lainnya. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan dengan memperbanyak komoditas ubi kayu dan kacang tanah pada lahan yang mereka karena menurut penulis kedua komoditas tersebut memiliki produktivitas dan harga jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan jagung. Kemudian pendapatan dari usaha tani ini perlu dikembangkan lagi sehingga mampu memberikan kontribusi pendapatan yang lebih besar bagi rumah tangga petani di Desa Suro.

Implikasi dari hasil penelitian ini adalah kelompok petani dengan luas lahan > 0,60-0,90 Ha merupakan kelompok yang perlu dikembangkan usaha taninya karena rata-rata pendapatan yang mereka peroleh jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata pendapatan keseluruhan. Selain itu, efisiensi usaha tani dengan sistem tumpangsari ini perlu ditingkatkan kembali dengan meningkatkan penerimaan melalui peningkatan produktivitas lahan yang mereka miliki serta penurunan biaya produksi. Kemudian pendapatan dari usaha tani ini perlu dikembangkan lagi sehingga mampu memberikan kontribusi pendapatan yang lebih besar bagi rumah tangga petani di Desa Suro.
This research entitled “Farming Analysis of Cassava, Peanut, and Corn’s Farmer in using polyculture system (Case study : Suro village, Kalibagor district, Banyumas Regency). Polyculture system has been used by farmer in Suro village on commodities cassava, peanut, and corn. Using polyculture system, Farmer expect increase in income and decrease in risk of crop failure in one commodity. Beside that, farming was deemed unsuitable for being run because of its uneficiency. Revenue that was received by farmer are not in proportion with issued capital. Long growing period which can reach nine month for cassava and four month for peanut and corn, making farming with polyculture system need a long time for farmer to get an income. Meanwhile, farmers need an income within growing season to satisfies a needs.
The purpose of this research are, first is to analyze farmer’s profitabilitiy that used polyculture system in Suro village, Kalibagor district. Second, is to analyze farming’s efficiency that used polyculture system in Suro village, Kalibagor district. Third, is to analyze a percentage of income’s contribution from farming which using polyculture system against household’s income in Suro village, Kalibagor district.
Population in this research is a farmer who apply a polyculture system to cassava, peanut, and corn on their field. Sample collection in this research used Slovin’s formula so 69 respondents are obtained. 69 respondent are classified into many group based on fields area. The fields area are 0,01-0,30 Ha, > 0,31-0,60 Ha, > 0,61-0,90 Ha, > 0,90-1,20 Ha, and > 1,20-2,00 Ha. In this research, author uses a farming’s income analysis, efficiency analysis, and income’s contribution towards household’s income.
The results of the analysis in this study are, firstly is the average yield obtained by farmers with polyculture systems in the Suro village is Rp. 4.120.439, has shown that farming with polyculture systems is profitable. Secondly, the average level of farming efficiency with polyculture system in suro village was 1.55, which shown that farming with polyculture systems is efficient. Thirdly, farming with intercropping system in suro village contributed 15.77 percent, indicating that polyculture farming did not contribute 50 percent or low to the household income of farmers.
The implication from this research is a farmer’s group with field’s large > 0,60-0,90 Ha is group who needed to be improved on their farming. It’s because their average income and efficiency rate is the lowest one from another farmer’s group. One of solution is increasing a planted commodity of cassava and peanut on their field because according to an author, both are comodities has a higher productivity and selling price than corn. Then, income from this farming is needed to be improved more so that it can contribute more for farming’s household in Suro village.
2381626968G1A015061EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa
oleifera) TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ
TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) HIPERURISEMIA
Latar belakang: Peningkatan kadar asam urat darah menyebabkan terjadinya inflamasi pada ginjal yang menurunkan klirens sehingga terjadi peningkatan kadar ureum dan kreatinin serum. Hiperurisemia dapat terjadi karena konsumsi purin tinggi. Daun kelor memiliki senyawa flavonoid, alkaloud dan asam fenolat yang berpotensi menurunkan kadar asam urat darah dan mencegah inflamasi ginjal.

Tujuan: Mengetahui efek pemberian ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar ureum dan kreatinin tikus putih (Rattus norvegicus) hiperurisemia.

Desain penelitian: Menggunakan desain rancangan acak lengkap dengan pendekatan post-test only with control group. Dua puluh lima hewan coba dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok A (kontrol sehat), B (kontrol sakit dengan induksi otak sapi 20 gr/hari), C, D, dan E (induksi hiperurisemia dan perlakuan ekstrak etanol daun kelor 300, 600, dan 1200 mg/kgBB/hari).

Hasil: Rerata kadar ureum kelompok A: 34,9±0,98; B: 101,9±25,81; C: 69,4±7,59; D: 50,88±3,95; E: 77,0±14,52. Analisa data menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji post-hoc Mann-Whitney menunjukkan hasil signifikan (p<0,05). Rerata kadar kreatinin kelompok A: 0,69±0,043; B: 0,86±0,057; C: 0,69±0,046; D: 0,71±0,056; E: 0,66±0,082. Analisa data menggunakan uji One Way ANOVA menunjukkan hasil signifikan (p<0,05). Analisa dilanjutkan uji post-hoc LSD menunjukkan hasil signifikan (p<0,05) antara kelompok B dengan kelompok C, D, dan E.
Kesimpulan: Pemberian ekstrak etanol daun kelor memiliki efek signifikan menurunkan kadar ureum dan kreatinin tikus putih hiperurisemia.
Background: Elevated uric acid levels could lead to renal inflammation which decreases clearance and elevates the serum urea and creatinine levels. Hyperuricemia could happen due to high purin consumption. Kelor leaves contain substances such as flavonoid, alkaloid and phenolic acid which has the potential to lessen uric acid levels and inhibits renal inflammation.

Objective: To reveal the effect of the administration of ethanol extract of kelor leaves (Moringa oleifera) to serum urea and creatinine levels on hyperuricemic white rats (Rattus norvegicus).

Study design: This was an experimental study with randomized design and post-test only with a control group approach. Twenty five experimental animals grouped into five groups, the A group (healthy control), B (sick control induced with 20gr cow brain/day), C, D, and E (induced with 20gr cow brain/day and given dosages of ethanol extract of kelor leaves of 300, 600, and 1200 mg/kgBW/day).

Results: Urea levels mean of group A: 34,9±0,98; B: 101,9±25,81; C: 69,4±7,59; D: 50,88±3,95; E: 77,0±14,52. Data analyzed using Kruskal-Wallis test and Mann-Whitney post-hoc test had shown a significant result (p<0,05). Creatinine levels mean of group A: 0,69±0,043; B: 0,86±0,057; C: 0,69±0,046; D: 0,71±0,056; E: 0,66±0,082. Data analyzed using One Way ANOVA test had shown a significant result (p<0,05). Resumed by the LSD post-hoc test which shows a significant result between group B with group C, D, and E.
Conclusion: Administration of ethanol extract of kelor leaves has a significant effect to lower urea and creatinine levels on hyperuricemic white rats.
2381726984A1F015038Optimasi Suhu dan Waktu Ekstraksi pada Proses Pembuatan Ekstrak Cair Batang Kecombrang (Etlingera elatior)Secara umum bahan pangan memiliki sifat mudah rusak (perishable) dikarenakan komponen gizi yang terkandung didalamnya. Oleh karena itu perlu adanya kegiatan untuk mencegah kerusakan bahan pangan salah satunya ialah penambahan bahan pengawet pada bahan pangan, salah satunya ialah kecombrang. Untuk mendapatkan senyawa bioaktif dalam tanaman kecombrang perlu dilakukan suatu kegiatan ekstraksi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah suhu dan waktu. Faktor tersebut perlu untuk dikendalikan agar ekstrak yang dihasilkan memiliki kualitas yang terbaik. Optimasi suhu dan waktu ekstraksi batang kecombrang dilakukan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan Central Composite Design (CCD) menggunakan aplikasi Design Expert ver.10. Faktor dalam penelitian ini adalah suhu dengan 3 taraf yaitu 40⁰C, 50⁰C dan 60⁰C dan waktu ekstraksi dengan 3 taraf yaitu 3,4 dan 5 jam. Dari 2 faktor tersebut didapatkan 13 formula optimasi. Respon yang diamati dalam penelitian adalah total fenol, total flavonoid dan pH. Formula optimum yang direkomendasikan RSM divalidasi dan diverifikasi serta dilakukan Uji t untuk mengetahui perbedaan hasil verifikasi dan nilai prediksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor suhu dan waktu ekstraksi tidak berpengaruh nyata terhadap nilai total fenol dan pH tetapi berpengaruh nyata terhadap total flavonoid. Kondisi optimum ekstrak cair batang kecombrang didapatkan pada suhu ekstraksi 40⁰C dengan waktu ekstraksi 5 jam dengan nilai flavonoid sebesar 23,99 mg QE/100 g, nilai fenol sebesar 11,14 mg TAE/100 g, dan nilai pH sebesar 3,85. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa ekstrak cair batang kecombrang positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida, saponin, fenolik dan triterpenoid.Food ingredients are perishable due to the nutritional component contained in theingredients. Therefore it is necessary to prevent damage of food, one of which is the addition of preservatives in food, one of which is kecombrang. To get bioactive compounds in kecombrang plants, extraction activities are needed. Extraction is influenced by several factors including temperature and time. These factors need to be controlled so that the extract has the best quality. Optimization of temperature and extraction time of kecombrang
rods is done using Response Surface Methodology (RSM) with Central Composite Design (CCD) using the Design Expert application ver.10. Factors in this study were temperature with 3 levels namely 40⁰C, 50⁰C and 60⁰C and extraction time with 3 levels namely 3.4 and 5 hours. From these 2 factors, 13 optimization formulas were obtained. The responses observed in the study were total phenol, total flavonoids and pH. The optimum formula recommended by RSM is validated and verified and t test is performed to determin differences in the results of verification and predictive value. The results showed that the temperature and extraction time factors did not significantly affect the total phenol and pH values but had a significant effect on the total flavonoids. The optimum condition ofkecombrang stem liquid extract was obtained at extraction temperature of 40⁰C with 5 hours extraction time with a flavonoid value of 23,99 mg QE / 100 g, phenol value of 11,14 mg TAE/ 100 g, and a pH value of 3,85. Qualitative test results show that liquid extracts of positivekecombrang stem contain alkaloids, flavonoids, glycosides, saponins, phenolics andtriterpenoids
2381828636F1D015014HIZBUT TAHRIR INDONESIA (HTI) DAN WACANA NEGARA KHILAFAH DALAM DRAFT CONSTITUTION OF THE KHILAFAH STATEArtikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wacana negara khilafah dalam Draft Constitution of The Khilafah State pada dimensi linguistik, praktik wacana, dan sosiokulturalnya. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan analisis wacana. Sehingga paradigma yang digunakan adalah konstruktivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang hadir dengan membawa wacana negara khilafah menarik untuk dikaji dalam penelitian karena membawa gejolak dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia.
Wacana negara khilafah dalam praktik analisisnya, pada dimensi aspek linguistik menunjukan bahwa melalui Draft Constitution of The Khilafah State, ideologi yang dibangun HTI merujuk pada Al-Quran dan tidak mempercayai ideologi lain. Pada praktik wacananya, HTI berupaya memberikan dan mendorong ideologi masyarakat untuk terkonstruksi oleh sistem yang dibangun dalam upaya pemecah persolaan masyarakat melalui Draft Constitution of The Khilafah State. Draft ini muncul dan berupaya memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan di Indonesia. Selanjutnya, pada dimensi sosiokulturalnya upaya HTI dalam penegakan negara khilafah di Indonesia memunculkan respon kontra oleh pemerintah hingga pada akhirnya HTI dicabut ijin organisasinya karena di anggap sebagai golongan organisasi resistensi dan mengancam kedaultan bangsa. Meskipun HTI telah resmi dibubarkan, ide-idenya tidak seketika hilang, hal ini dapat ditandai dengan masih aktifnya anggota-anggotanya secara gerilya dan menyebarkan ide-idenya terutama pada situs online yang masih dapat di akses secara bebas. Pada dasarnya, HTI memiliki konsep pemerintahan yang menurutnya ideal karena selama ini konsep pemerintah yang telah digunakan di Indonesia dianggap kurang menyejahterakan kelompok HTI dan kurang sesuai dengan basis ideologi HTI. Meski demikian, konsep dan ide HTI tidak dapat di terapkan di Indonesia karena Indonesia sendiri sudah memiliki dasar negara yaitu Pancasila. Terlepas dari itu, jika demokrasi dianggap sebagai sebuah keterbukaan, maka konsep dan ide HTI seharusnya dapat tetap hadir sejajar dengan konsep dan ide lain yang ada di tengah masyarakat Indonesia.
This research-based paper aims at to describe the khilafah state discourse in the Draft Constitution of the Khilafah State on its linguistic dimensions, discourse practices, and sociocultural. By using a qualitative method and discourse analysis approach. So, this research will us constructivism paradigm, the result of the research reveals that the Indonesian Hizb ut-Tahrir (HTI) organization which was present with the Khilafah state discourse was interesting to study in research because it brought turmoil in recent years in Indonesia.
Khilafah state discourse in the practice of its analysis, on the dimensions of linguistic aspects shows that through the Draft Constitution of the Khilafah State, the ideology built by HTI refers to the Koran and does not trust other ideologies. Then in the practice of the discourse, HTI seeks to provide and encourage the ideology of society to be constructed by a system that was built in an effort to solve the problem of community through the Draft Constitution of The Khilafah State. This draft appears and seeks to provide solutions to various problems in Indonesia. Furthermore, on the socio-cultural dimension, HTI's efforts in upholding the Khilafah state in Indonesia gave rise to a counter response by the government until eventually the HTI was revoked because of its perceived organizational resistance as a group of resistance organizations and threatened the nation's sovereignty. Although HTI has been officially dissolved, its ideas are not immediately lost, this can be marked by the active members of the guerrilla and spread their ideas, especially on online sites that can still be freely accessed. Basically, HTI has a concept of governance which, according to him, is ideal because so far the concept of government that has been used in Indonesia is considered to be less prosperous for HTI groups and not in accordance with HTI's ideological basis. However, HTI concepts and ideas cannot be applied in Indonesia because Indonesia itself already has a state foundation, namely Pancasila. Apart from that, if democracy is considered as an openness, then the concepts and ideas of HTI should still be present in line with other concepts and ideas that exist in Indonesian society.

2381926950E1A015189TEKNIK KEJAKSAAN AGUNG DALAM PENGUNGKAPAN TINDAK PIDANA KORUPSI INVESTASI DANA PENSIUN (DAPEN) PT PERTAMINA YANG DILAKUKAN OLEH ESS
(Studi di Kejaksaan Agung)
TEKNIK KEJAKSAAN AGUNG DALAM PENGUNGKAPAN TINDAK PIDANA KORUPSI INVESTASI DANA PENSIUN (DAPEN) PT PERTAMINA YANG DILAKUKAN OLEH ESS
(Studi di Kejaksaan Agung)

Disusun Oleh:
Hanifah Alya Husna
E1A015189

ABSTRAK

Dalam suatu pemberantasan korupsi, tahap penyidikan merupakan salah satu bagian penting dari tahap yang harus dilalui untuk menuju suatu pembuktian tindak pidana korupsi dan akan menghasilkan putusan yang mampu mendekati kebenaran materiil. Oleh sebab itu keberadaan tahap penyidikan tidak bisa dilepaskan dari adanya ketentuan perundangan yang mengatur tindak pidana korupsi yang penyidikannya dilakukan oleh KPK, Kepolisian dan Kejaksaan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Aparat penegak hukum dibebani tugas khusus untuk mengungkap suatu tindak pidana, seperti yang ketahui hal tersebut tidak mudah dilakukan oleh orang awam dan harus dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik kejaksaan dalam mengungkap tindak pidana korupsi investasi dana pensiun (dapen) PT Pertamina yang dilakukan oleh ESS dan kendala penyidik dalam penegakan hukum terkait dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang telah diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian yang tersistematis.
Berdasarkan penelitian, kewenangan penyidikan dalam kasus korupsi ini dilakukan oleh Kejaksaan Agung. Dalam proses penyidikan, penyidik bisa menggunakan upaya paksa khusus terhadap tersangka untuk menemukan barang bukti dan dapat menggunakan ilmu bantu lain di tingkat pemeriksaan. Dalam penegakan hukum terkait dengan kasus korupsi yang dilakukan oleh ESS ini, penyidik terkendala oleh faktor hukumnya, faktor masyarakat dan faktor budaya.
Kata kunci: Penyidikan, Tindak Pidana Korupsi, Kejaksaan Agung

TECHNIQUE OF KEJAKSAAN AGUNG TO DISCLOSING CRIMINAL ACT CORRUPTION OF PT PERTAMINA’S PENSION FUND BY ESS
(The Study in Kejaksaan Agung)
By :
Hanifah Alya Husna
E1A015189

ABSTRACT
In the fight against corruption, the investigation stage was one of the important part from the procedure that must be followed to get a proof of corruption, and will produced a decision which could approach the material truth. There fore the existence of investigation stage can not be separated from the existence of legislative provision that arranged corruption which the investigation was did by KPK, the police, and the attorney according to Act Number 30 Year 2002 about corruption eradication commission.
The law enforcement is burden with certain assignments to disclose a criminal act. It is known that it can only be done by equipped and skilled people. This research aims to determine the prosecutor techniques in uncovering the corruption of PT Pertamina's pension fund corruption committed by ESS and the obstacles of investigators in law enforcement related to the corrupt acts committed.
Socio-Legal approach is implemented for the research methodology combined with descriptive spesification. Data used for this research are primary and secondary data. The primary data is taken from an interview with an informant, while the secondary data is achieved from references. The data is , then, organized, and analyzed through qualitative method and explained in systematically structured analysis.
Based on the result of research, the investigation in corruption cases was did by Kejaksaan Agung. In the investigation process, investigator can used the special force against suspect to find the evidence and can used criminal psycology in the interrogation level. In upholding the law concerning the case of corruption by ESS, the investigators find three obstacles which are law, society and cultural factor.
Keywords : Disclosure Technique, Criminal Act of Corruption, Kejaksaan Agung.


2382026951H1B013020PEMBERDAYAAN LABORATORIUM FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN MELALUI STUDI KINERJA DAN RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI LABORATORIUMLaboratorium adalah unit penunjang pada lembaga pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Perkembangan pada teknologi informasi yang sangat cepat menjadi salah satu kebutuhan di era digital saat ini. Oleh karena itu laboratorium harus memadukan teknologi ke dalam kegiatan pelayanan. Salah satu metode untuk memadukan teknologi pada pelayanan laboratorium adalah sistem informasi laboratorium (SIM Lab). Pada penelitian ini, penulis merancang sistem informasi laboratorium untuk laboratorium Fakultas MIPA Universitas Jenderal Soedirman. Adapun proses perancangan yang dilakukan adalah melakukan studi kinerja laboratorium Fakultas MIPA Universitas Jenderal Soedirman dengan melakukan analisis Importance Performance Analysis dan Customer Satisfaction Index. Hasil studi kinerja laboratorium yang dilakukan, dapat dikatakan baik untuk pelayanan yang telah diberikan. Hal tersebut menjadi tolak ukur dalam perancangan SIM Lab. A laboratory is a supporting unit of an educational institution, research and community service. The very fast development of information technology becomes a requirement in this digital era. It is really necessary that a laboratory should combine the technology in its service. One of the method to combine the technology and laboratory's service is laboratory's information system or (SIM Lab in Indonesian). In this research, we design laboratory's information system for laboratory of Mathematics & Natural Science's Faculty at University of Jendral Soedirman. The designation process is done by conducting performance study at laboratory of Mathematics & Natural Sciences at University of Jenderal Soedirman. The performance study is analizing the important performance analysis and customer satisfaction index. Based on the result of laboratory's performance study conducted can be said to be good from the services provided. This is becomes a benchmark in laboratory information system designation.