Home
Login.
Artikelilmiahs
26917
Update
ELIN NURHAYATI
NIM
Judul Artikel
DIALEK NGAPAK SEBAGAI MEDIA KOHESI SOSIAL ANTARANGGOTA KOMUNITAS “REPUBLIK” NGAPAK DI JAKARTA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Dialek ngapak merupakan salah satu variasi bahasa Jawa yang digunakan masyarakat Banyumasan dan sudah ada sejak zaman dahulu. Dalam Upaya memperkenalkan, mempertahankan, dan melestarikan dialek ngapak, hadir sebuah komunitas kedaerahan yang mengangkat budaya lokal di perantauan Jakarta yaitu Komunitas “Republik” Ngapak. Penelitian ini mendeskripsikan tentang dialek ngapak sebagai media kohesi sosial antaranggota Komunitas “Republik” Ngapak di Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sasaran dalam penelitian ini adalah pendiri, ketua umum, anggota Komunitas “Republik” Ngapak, masyarakat umum yang pernah berinteraksi dengan komunitas tersebut serta budayawan Banyumas. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis data interaktif. Hasil Penelitian ini menunjukan bahawa kohesivitas yang terbentuk di Komunitas “Republik” Ngapak yaitu melalui persamaan dialek ngapak. Melalui persamaan dialek ngapak, mereka bertemu, berkumpul dan menjalin hubungan dalam komunitas tersebut. Di komunitas, mereka membangun hubungan kekeluargaan untuk menyatukan anggota yang ada di dalamnya tanpa membedakan ststus sosial anggotanya. Mereka mempertahankan kohesivitas sosial dalam Komunitas “Republik” Ngapak melalui interaksi secara langsung dan tidak langsung. Interaksi secara langsung melalui kegiatan, sedangkan interaksi tidak langsung melalui media sosial facebook dan WhatsApp. Kohesivitas sosial dapat menciptakan komunitas yang efektif karena berkaitan dengan ikatan dan hubungan para anggota dalam kelompok tersebut.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The ngapak dialect is a variation of Javanese that is used by the Banyumasan people and has existed since ancient times. In an effort to introduce, maintain, and preserve the ngapak dialect, a regional community that uplifts local culture in Jakarta, the Ngapak Community of the Republic, is present. This study describes the ngapak dialect as a social cohesion media among members of the Ngapak "Republican" Community in Jakarta. This research uses descriptive qualitative method. The targets in this study are the founder, general chairperson, members of the Ngapak "Republik" Community, the general public who have interacted with the community and the Banyumas culturalists. Data collection method is done by interview, observation and documentation. Data analysis was performed using interactive data analysis. The results of this study indicate that the cohesiveness formed in the Ngapak Community "Republic" is through the equality of the ngapak dialect. Through common ground, they meet, gather and build relationships in the community. In the community, they build family relationships to unite the members in it without differentiating the social status of their members. They maintain social cohesiveness in the Ngapak Community "Republic" through direct and indirect interaction. Direct interaction through activities, while indirect interaction through social media facebook and WhatsApp. Social cohesiveness can create an effective community because it is related to the bonds and relationships of the members in the group.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save