Artikelilmiahs
Menampilkan 23.761-23.780 dari 51.908 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 23761 | 26688 | G1I014012 | HUBUNGAN POWER TUNGKAI, POWER LENGAN, DAN KOORDINASI MATA TANGAN DENGAN KEMAMPUAN FREE-THROW BOLA BASKET PADA MAHASISWA PJKR UNSOED | HUBUNGAN POWER TUNGKAI, POWER LENGAN, DAN KOORDINASI MATA TANGAN DENGAN KEMAMPUAN FREE-THROW BOLA BASKET PADA MAHASISWA PJKR UNSOED Rifki Fauzi1), M Nanang Himawan Kusuma2), Topo Suhartoyo3) 1) 2) 3)Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Email: rifkirfm@gmail.com ABSTRAK Latar Belakang: Kemampuan free-throw bola basket dipengaruhi oleh power tungkai, power lengan, dan koordinasi mata tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan power tungkai, power lengan, dan koordinasi mata tangan dengan kemampuan free-throw bola basket pada mahasiswa PJKR Unsoed. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan data menggunakan tes dan pengukuran. Sampel dalam penelitian ini menggunakan 41 mahasiswa PJKR Unsoed diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian pada power tungkai menggunakan vertical jump test, power lengan menggunakan two-hand medicine ball put test, koordinasi mata tangan menggunakan tes lempar tangkap bola tenis, dan kemampuan free-throw menggunakan tes 10 kali melakukan free-throw. Analisa data pada uji prasyarat, uji normalitas menggunakan shapiro wilk, uji linearitas menggunakan ramsey reset test, dan uji homogenitas menggunakan gletser. Analisis data pada uji hipotesis menggunakan pearson product moment dan korelasi berganda. Hasil Penelitian: Terdapat hubungan antara power tungkai dengan kemampuan free-throw sebesar r = 0,537 (25,77%). Terdapat hubungan antara power lengan dengan kemampuan free-throw sebesar r = 0,738 (37,19%). Terdapat hubungan antara koordinasi mata tangan dengan kemampuan free-throw sebesar r = 0,421 (10,86%). Terdapat hubungan antara power tungkai, power lengan, dan koordinasi mata tangan secara bersama-sama dengan kemampuan free-throw sebesar r = 0,590 F = 11,205. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara power tungkai dengan kemampuan free-throw. Terdapat hubungan antara power lengan dengan kemampuan free-throw. Terdapat hubungan antara koordinasi mata tangan dengan kemampuan free-throw. Terdapat hubungan antara power tungkai, power lengan, dan koordinasi mata tangan secara bersama-sama dengan kemampuan free-throw. Kata Kunci: Power, Koordinasi Mata Tangan, Free-throw. | THE CORRELATION BETWEEN LEG POWER, ARM POWER, & HAND-EYE COORDINATION WITH BASKETBALL FREE-THROW ABILITY TOWARDS PJKR STUDENTS OF UNSOED Rifki Fauzi1), M Nanang Himawan Kusuma2), Topo Suhartoyo3) 1) 2) 3)Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Email: rifkirfm@gmail.com ABSTRACT Background of Study: Basketball free-throw ability was affected by leg power, arm power, and hand-eye coordination. The purpose of this study was to find out the correlation between leg power, arm power, and hand-eye coordination with basketball free-throw ability towards PJKR students of Unsoed. Methods of Study: This study was a correlational research followed by cross sectional approach. The method used survey with tests and measurements as data collection techniques. The sample in this study used 41 PJKR Unsoed students taken by purposive sampling technique. Leg power instrument used vertical jump test, Arm power used two-hand medicine ball put test, hand-eye coordination used throw and catch of tennis ball, and free-throw ability used 10 times free-throw test. Analysis of prerequisite test data on normality test used shapiro wilk, linearity test used ramsey reset test, and gletser as homogenity test. The data analys of hypothesis testing used, pearson product moment and double correlation. Result of Study: There was a correlation between leg power and free-throw ability about r = 0,537 (25,77%). There was a correlation between arm power and free-throw ability about r = 0,738 (37,19%). There was a correlation between hand-eye coordination and free-throw ability about r = 0,421 (10,86%). There was a correlation between leg power, arm power, and hand-eye coordination at the same time with free-throw ability about r = 0,590 F = 11,205. Conclusion: Based on result of the study above, There was a correlation between leg power and free-throw ability. There was a correlation between arm power and free-throw ability. There was a correlation between hand-eye coordination and free-throw ability. There was a correlation between leg power, arm power, and hand-eye coordination at the same time with free-throw ability. Keywords: Power, Hand-Eye Coordination, Free-throw. | |
| 23762 | 26908 | J1A015010 | PSYCHOLINGUISTICS ANALYSIS OF AUTISM DEPICTED ON AUTISM FAMILY’S YouTube CHANNEL | Penelitian ini berjudul Psycholinguistics Analysis of Autism Depicted on Autism Family’s YouTube Channel. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) untuk menemukan jenis-jenis kekhasan bahasa yang diproduksi oleh Ian yang tergambar di channel YouTube Autism Family dan 2) menjelaskan bagaimana respon kognitif Ian di dalam percakapan ketika dia memproduksi kekhasan bahasa. Penelitian ini menggunakan teori Bogdashina (2005) tentang kekhasan bahasa dan teori Rothwell (2000) tentang respon kognitif. Data dari penelitian ini berbentuk ujaran yang menggambarkan jenis-jenis kepelikan bahasa dan respon kognitif yang diproduksi oleh Ian. Hasilnya menunjukkan dua hal penting. Pertama, ada tujuh jenis kekhasan bahasa yang ditemukan. Ketujuh jenis kekhasan bahasa tersebut antara lain: echolalia, pronoun reversal, extreme literalness, repetitive questioning, demanding the same verbal scenario, autistic discourse style, dan poor control of prosody. Kedua, ada 2 jenis response kognitif yang ditemukan, yaitu cognitively irrelevant responses dan cognitively relevant responses. Ian memproduksi Extreme literalness dengan kuantitas yang tinggi karena Ian sering menggunakan bahasa yang mempunyai makna secara harfiah dibandingkan menciptakan kata-kata baru yang mempunyai makna bukan sesungguhnya. Cognitively irrelevant response ditemukan dengan jumlah yang besar karena Ian tidak mengetahui bagaimana cara untuk mempertahankan percakapan. | This research is entitled Psycholinguistics Analysis of Autism Depicted on Autism Family’s YouTube Channel. The objectives of this research are to find out the kinds of language peculiarities that are produced by Ian depicted on Autism Family’s YouTube channel and describe how the cognitive responses of Ian in conversation when he produces language peculiarities. This research uses Bogdashina’s theory (2005) about kinds of language peculiarities and Rothwell’s theory (2000) about cognitive responses. The data in this research are in the form of utterances which reflect the kinds of language peculiarities and the cognitive responses that are produced by Ian. The results show two important points. First, there are 7 kinds of language peculiarities: echolalia pronoun reversal, extreme literalness, repetitive questioning, demanding the same Verbal Scenario, autistic discourse style, and poor control of prosody. Second, there are 2 kinds of cognitive responses: cognitively irrelevant responses and cognitively relevant responses. Ian produces extreme literalness in the high quantity because he often uses literal language instead creates new words that have nonliteral meaning. The cognitively irrelevant response is also found in a large number because he does not know how to maintain conversation. | |
| 23763 | 26907 | F1F014011 | “POLITICAL ISSUES MANIFESTED THROUGH SIGNS ON DONALD TRUMP CARTOONS IN MORINTOON INSTAGRAM ACCOUNT” | Prakoso, Mokhamad Janis Sidik, 2019. “Political Issues Manifested Through Signs on Donald Trump Cartoon In Morintoon Instagram Account” Skripsi. Pembimbing 1: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. Pembimbing 2: Kristanto Setiawan, S.S.,MA. Penguji: Dr. Chusni Hadiati, S.S., M.Hum. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto. Penelitian ini berfokus pada analisis tanda visual dan verbal dalam kartun Donald Trump yang dibuat oleh Jim Morin untuk menemukan masalah politik melalui tanda-tanda tersebut. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai desain penelitian, penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui penanda dan penandaan setiap kartun Donald Trump di Akun Instagram Morintoon, dan 2) menafsirkan makna dalam kartun Donald Trump, terutama masalah politik yang tercermin melalui penanda dan tanda pada kartun Donald Trump. Untuk mendapatkan hasil dari analisis, teori Roland Barthes digunakan untuk menganalisis kartun. Dalam penelitian ini,data diambil dari akun instagram bernama Morintoon. Sementara itu, data berupa tanda-tanda visual dan verbal dari kartun politik tentang Donald Trump. Metode pengumpulan data adalah purposive sampling dan signifikasi dua tahap penandaan digunakan untuk mengetahui makna kartun Donald Trump. Berdasarkan hasil penelitian, tanda-tanda visual yang ditemukan dalam kartun tersebut memperlihatkan penampilan Donald Trump, Vladimir Putin, seorang polisi, Mitch McConnell George Washington, bayi yang menangis, seorang anak, Osama Bin Laden, dan Tentara Amerika. Selanjutnya, Makna di balik kartun politik Donald Trump dapat disimpulkan menjadi enam tema yaitu peretasan Rusia dan pengaruh Rusia dalam pemilihan Amerika Serikat, Kebijakan Donald Trump untuk membangun tembok, kebijakan Donald Trump untuk memisahkan orang tua dan anak-anak mereka untuk imigran ilegal yang datang ke Wilayah Amerika, Penghapusan Obamacare dalam kepemimpinan Donald Trump, Larangan kaum Muslim dalam kepemimpinan Donald Trump, dan keterlibatan Amerika dalam perang Suriah. | Prakoso, Mokhamad Janis Sidik, 2019. “Political Issues Manifested Through Signs On Donald Trump Cartoon In Morintoon Instagram Account. Supervisor I: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. Supervisor II: Kristanto Setiawan, S.S., MA. Examiner: Dr. Chusni Hadiati, S.S., M.Hum. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Language and Literature Department, Purwokerto, 2019. This research focuses on analyzing the visual and verbal sign in Donald Trump cartoon made by Jim Morin to find the political issues through the signs. Taking descriptive qualitative method as the research design, this research is aimed at 1) finding out the signifiers and signifieds of each Donald Trump cartoons in Morintoon Instagram Account, and 2) interpreting the meanings inside Donald Trump cartoons, especially political issues that reflected through the signifier and signified on Donald Trump cartoon. In order to get the result from the analysis, Barthes’ theory is used to analyze the cartoons. In this research, the data were taken from Instagram account named Morintoon. Meanwhile, the data were the visual and verbal signs of political cartoons about Donald Trump. The data collection method is purposive sampling and two-order of signification is used to find out the meanings of the Donald Trump cartoons. Based on the research result, the visual signs that found in the cartoon are showing the appearances of Donald Trump, Vladimir Putin, a police man, Mitch McConnell George Washington, a crying baby, a child, Osama Bin Laden, and American Army. Furthermore, the meanings behind political cartoons of Donald Trump can be concluded into six themes which are Russian hacking and Russian influences in the United States election, Donald Trump’s Policy to build a wall, Donald Trump’s policy to separate parents and their children for ilegal immigrant who come to America Territory, The removal of Obama care in Donald Trump’s leadership, Muslim Ban in Donald Trump’s leadership and America involvement in Syria war. In addition, the researcher also limited to analyze the cartoons that talk about political issues. | |
| 23764 | 26909 | F1F014015 | An analysis of articulation disorders produced by children with down syndrome found in special books by special kids yotube channel | Penelitian ini adalah studi psikolinguistik berfokus pada gangguan bicara terutama gangguan artikulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu karakteristik gangguan artikulasi yang diproduksi oleh anak down syndrome. Selain itu, dalam penelitian ini, peneliti juga menganalisis bagaimana kemampuan motorik oral dapat mempengaruhi anak down syndrome dalam memproduksi gangguan artikulasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai sumber data video Special Books by Special Kids Youtube Channel. Untuk menganalisis data, peneliti mengidentifikasi dan mengklasifikasikan data berdasarkan ASHA teori tentang karakterteristik gangguan artikulasi. Hasil penelitian menunjukan ada lima adisi, enam distorsi, empat omisi, dan 5 substitusi yang ditemukan. Distorsi adalah karakteristik gangguan artikulasi terbanyak yang ditemukan di dalam penelitian. Hal ini terjadi karena kemampuan motorik oral yang sering digunakan adalah rahang. Seorang anak yang menggunakan rahang cenderung untuk mengucapkan ucapan dengan lebih tidak jelas dibandingkan tipe lainnya yang susah dipahami. Selanjutnya, ada tiga kemampuan motorik oral yang ditemukan sebagai pemicu seorang anak memproduksi gangguan artikulasi. Ketiga kemampuan motorik oral tersebut adalah rahang, bibir dan lidah. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan motorik oral dapat mempengaruhi pembicara dalam memproduksi ucapan. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan struktur dalam anak down syndrome yang mempunyai rongga mulut kecil dengan lidah yang relatif besar serta langit-langit mulut yang tinggi dan sempit. | This study is a psycholinguistic study focusing on speech disorder, especially articulation disorders. This study aims at figuring out the characteristics of articulation disorders produced by children with down syndrome. Besides, this study also analyzes how oral-motor skills influence the children producing articulation disorders. This study uses descriptive qualitative method as the data source Special Books by Special Kids Youtube Channel videos. To analyze the data, the researcher identified and classified the data based on ASHA’s theory of articulation disorders characteristics. The result shows there are 5 addition, 6 distortion disorder, 4 omision disorder, and 5 substituion disorder found in the data. Distortion is the most frequent disorder to appear. It happens because in this video, oral motor skill that is mostly used is jaw. The children who use jaw tend to produce the utterances more unclearly than other types that are hardly understood. Furthermore, there are three oral motor skills that were found as causes in leading the children produce articulation disorders. Those are jaw, lips, and tongue.It can be concluded that oral motor skills can influence the speaker to produce utterances. It happens because of the structural differences of children with down syndrome including a small oral cavity with a relativity large tongue and a narrow, high arched palate. | |
| 23765 | 26910 | F2A017013 | PROSES COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN DI KECAMATAN SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses collaborative governance dalam pembangunan kawasan perdesaan yang dilakukan di Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas melalui proses kolaborasi pihak yang terlibat koordinasi pembangunan kawasan perdesaan yang dilakukan oleh beberapa pihak yaitu tim koordinasi pembangunan kawasan perdesaan Kabupaten Banyumas, masyarakat kelompok tani dan kelompok sadar wisata serta pihak pendamping dari Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan model pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses kolaborasi dalam pembangunan kawasan perdesaan di Kabupaten Banyumas sudah berjalan efektif. Hal tersebut ditunjukkan dari proses dialog tatap muka yang sudah melibatkan tiga pihak yaitu tim koordinasi pembangunan kawasan perdesaan, masyarakat dan pihak ketiga dari akademisi yaitu Universitas Jenderal Soedirman. Sikap stakeholder terkait pembangunan kawasan perdesaan ditunjukan dengan sikap saling mendukung. Adanya ketergantungan masing-masing stakeholder memunculkan suatu komitmen. Adanya kesamaan tujuan dari para stakeholder memunculkan suatu sikap saling memahami. Capaian sementara yang ditunjukkan dengan adanya sadar wisata dan pengelolaan pertanian serta adanya dampak sosial, ekonomi, dan budaya dalam masyarakat, seperti halnya penerapan-penerapan strategi pemasaran dan pengenalan potensi-postensi yang ada di desa kawasan perdesaan di Kabupaten Banyumas. | COLLABORATIVE GOVERNANCE PROCESS IN RURAL AREA DEVELOPMENT IN SOMAGEDE DISTRICT, BANYUMAS DISTRICT ABSTRACT. This study aims to study the collaborative governance process in the development of rural areas carried out in Somagede District, Banyumas Regency through the collaboration process of parties involved in rural area development carried out by several parties namely the Banyumas Regency rural area development team, farmers' groups and organizations visited by tourists . a companion from Jenderal Soedirman University. The study was conducted using qualitative methods using a case study model. Data collection techniques are done through interviews, observation, and documentation. The results showed that the collaborative process in the development of rural areas in Banyumas Regency had run effectively. Associated with the dialogue process, face to face which has involved three parties, namely the rural development development team, the community and parties from academics namely Jenderal Soedirman University. Stakeholders Related attitudes Depending on each stakeholder raises commitment. The existence of praising the objectives of the stakeholders. Temporary achievements related to tourism awareness and agricultural management as well as social, economic, and cultural representation in society, such as coordination of marketing planning and potential development in rural villages in Banyumas Regency. | |
| 23766 | 25904 | C1B014075 | Pengaruh Self Efficacy dan Perceived Organizational Support terhadap Resistance to Change Dimediasi Readiness for Change | Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh self efficacy dan perceived organizational support terhadap resistance to change karyawan Waroeng SS dengan readiness for change sebagai variabel mediasi. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 86 responden dengan menggunakan simple random sampling. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis regresi berganda dengan software SPSS. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa self efficacy dan perceived organizational support berpengaruh negatif terhadap resistance to change karyawan dengan readiness for change sebagai variabel mediasi. | The purpose of this study is to analyze the influence of Self Efficacy and Perceived Organizational Support on Waroeng SS Employee Resistance to Change with Readiness for Change as mediating variable. There were 86 employees chosen as respondent of the research by using purposive sampling method. This research using quantitative approach. Analysis tool used in this research is Multiple Regression with SPSS software. Based on the result of the analysis, it can be concluded that Self Efficacy and Perceived Organizational Support has negative effect on Waroeng SS Employee Resistance to Change with Readiness for Change as a mediating variable. | |
| 23767 | 26913 | C1A015107 | Analisis Efisiensi Usaha Pada Industri Kerajinan Kayu di Desa Kemutug Kidul Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas | Kayu merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan secara optimal karena kayu memiliki sifat yang sangat kompleks yang tidak dimiliki oleh bahan bangunan lainnya, selain itu kayu juga merupakan hasil hutan yang terbarukan. Dengan sifatnya tersebut kayu dapat dikembangkan untuk mendapatkan nilai tambah yang tinggi secara ekonomis dan bermanfaat dalam kehidupan manusia. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah kayu adalah dengan adanya industri kayu. Industri kayu merupakan industri yang mengolah hasil hutan seperti kayu untuk diubah menjadi kayu olahan dalam berbagai bentuk seperti meja, kursi, lemari, kusen, dan lain-lain yang mempunyai nilai tambah yang lebih tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efisiensi usaha pada industri kerajinan kayu di Desa Kemutug Kidul Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis yaitu Break Event Point (BEP) dan Revenue Cost Ratio (R/C Ratio). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai BEP yang diperoleh industri kerajinan kayu yaitu BEP Produksi sebesar 3 unit, BEP Harga sebesar Rp 111.731 dan BEP Penerimaan sebesar Rp 618.477 dan nilai R/C Ratio sebesar 1,10. Artinya Produk yang dihasilkan, harga yang ditetapkan dan penerimaan yang didapatkan industri kerajinan kayu sudah mencapai titik impas (BEP) dan nilai R/C Ratio > 1 artinya industri kerajinan kayu di Desa Kemutug Kidul Kecamatan Baturraden menguntungkan dan layak untuk diusahakan. | Wood is one of the natural resources that can be used optimally because wood has a very complex nature that is not owned by other building materials, besides wood is also a renewable forest product. With its nature, wood can be developed to get high added value economically and useful in human life. One effort to increase the added value of wood is the presence of a timber industry. The wood industry is an industry that processes forest products such as wood to be converted into processed wood in various forms such as tables, chairs, cabinets, frames, and others that have higher added value. The purpose of this study was to analyze the efficiency of business in the wood craft industry in the Kemutug Kidul Village, Baturraden District, Banyumas Regency. The analytical method used in this study is a quantitative descriptive analysis method with analytical techniques namely Break Event Point (BEP) and Revenue Cost Ratio (R / C Ratio). The results of this study indicate that the BEP value obtained by the wood craft industry is the BEP Production of 3 units, the BEP Price of Rp 111,731 and the Receipt BEP of Rp 618,477 and an R / C Ratio of 1.10. This means that the product produced, the price set and the revenue obtained by the wood craft industry has reached the break-even point (BEP) and the value of R / C Ratio> 1 means that the wood craft industry in the Kemutug Kidul Village, Baturraden District is profitable and worth the effort. | |
| 23768 | 26861 | I1C015100 | Analisis Persepsi Masyarakat terhadap Peran Apoteker pada Layanan Kefarmasian di Apotek Kota Purwokerto | ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERAN APOTEKER PADA LAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KOTA PURWOKERTO Gita Damai Christin LT, Hening Pratiwi, Masita Wulandari S. Latar Belakang : Pelayanan apotek yang berubah paradigma dari drug oriented menjadi patient oriented menuntut apoteker dapat memenuhi keinginan dan selera masyarakat yang tinggi yang didasarkan standar pelayanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan mengetahui general awareness, persepsi, harapan dan pengalaman masyarakat terhadap peran apoteker dalam memberikan layanan kefarmasian di apotek Kota Purwokerto. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian rancangan cross sectional. Penentuan sampel dilakukan Accidental Sampling kepada 110 pengunjung apotek. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kota Purwokerto, general awareness responden terhadap peran apoteker baik (84%), persepsi responden terhadap peran apoteker baik (76.5%), harapan responden terhadap peran apoteker baik (91%) dan pengalaman responden terhadap peran apoteker baik (83%). Kesimpulan : Masyarakat di Kota Purwokerto menyadari peran penting apoteker sebagai tenaga profesional kesehatan, namun hasil dari harapan masyarakat, pelayanan di apotek harus lebih ditingkatkan sesuai standar pelayanan kefarmasian agar menghasilkan suatu persepsi yang tinggi terhadap apoteker sebagai tenaga profesional kesehatan. Kata Kunci : Apotek, Persepsi, Peran Apoteker, Kota Purwokerto | ANALYSIS PERCEPTION OF GENERAL PUBLIC TOWARDS ROLE OF PHARMACIST IN PHARMACEUTICAL CARE AT PHARMACY OF PURWOKERTO CITY Gita Damai Christin LT, Hening Pratiwi, Masita Wulandari S. Background: Pharmacy services that change the paradigm from drug oriented to patient-oriented require pharmacists to meet the desires and tastes of the hight society based on pharmaceutical service standards. This study aims to determine general awareness, perceptions, hopes, and experiences of the community towards the role of pharmacists in providing pharmaceutical care in the pharmacy of Purwokerto City. Method: This study is a cross-sectional approach. The determination of the sample was done by accidental sampling to 110 pharmacy visitors. Instruments in this study were a questionnaire and analyzed by statistical analysis. Result: The results showed that in Purwokerto City, respondents general awareness of the role of pharmacists was good (84%), respondents perceptions of the role of pharmacists were good (76.5%), respondents expectations of the role of pharmacists were good (91%) and respondents experience of the role of pharmacists were good (83%). Conclusion: Communities in Purwokerto City are aware of the important role of pharmacists as health professionals, but as a result of community expectations, services in pharmacies must be further improved according to pharmacy service standards to produce a high perception of pharmacists as health professionals. Keywords: Pharmacy, Perception, Role of Pharmacist, Purwokerto City | |
| 23769 | 26912 | E1A015256 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERSYARATAN PERMOHONAN PAILIT DAN PEMBUKTIAN SEDERHANA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 37 TAHUN 2004 TENTANG KEPAILITAN DAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG DALAM PUTUSAN NOMOR 11/PDT.SUS-PAILIT/2018/PN.NIAGA.SEMARANG | Perusahaan yang tidak mampu membayar utang-utangnya dapat mengajukan permohonan Kepailitan ke Pengadilan Niaga. Debitor dapat dinyatakan pailit apabila memenuhi syarat yang terkandung dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Kewajiban Penundaan Pembayaran Utang selanjutnya apabila memenuhi syarat tersebut, maka Majelis Hakim dapat menjatuhkan putusan pailit apabila terdapat fakta atau keadaan sederhana berdasarkan Pasal 8 ayat (4) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Kewajiban Penundaan Pembayaran Utang. Karena utang yang lebih besar daripada harta kekayaan yang dimilikinya. Dalam hal ini hukum jaminan memliki arti penting guna pembagian sisa harta kekayaan perusahaan kepada para kreditor dengan adil, sesuai besar kecil tagihan yang dimiliki seperti pada kasus putusan Nomor 11/Pdt-susPailit/2018/PN.Niaga.Semarang.Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder. Analisis data-data yang diperoleh dianalisis dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan degan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa Majelis Hakim telah tepat dalam menerapkan Pasal 2 ayat (1) mengenai syarat permohonan Kepailitan, serta pasal 8 ayat (4) mengenai pembuktian sederhana dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Kewajiban Penundaan Pembayaran Utang. | Companies that cannot afford and pay their debts could plea for bankruptcy adjuration to the Commercial Court. Debtors could be declared bankrupt if they qualify the requirements contained in Article 2 paragraph (1) of Constitution 37th of 2004 About Bankruptcy and Suspension Of Obligations for Payment of Debts. Hereafter if they have the adequate requirements, the Panel of Judges could impose a verdict bankruptcy if there are facts or simple circumstances based on Article 8 paragraph (4) of Constitution 37th of 2004 About Bankruptcy and Suspension Of Obligations for Payment of Debts since the debt amount is larger than the wealth that they have. In this case, the guarantee law possesses an important meaning for the fair distribution of the remaining assets of the company to the creditors, following the size of the invoice owned as in the case of decision number: 11/Pdt.sus-Pailit/2018/ PN.Niaga.Semarang.This study applied a normative juridical approach and used secondary data. Analysis of the data obtained is analyzed and described based on legal norms related to the object of research. The results showed that the Panel of Judges was right in applying Article 2 paragraph (1) regarding the requirements for bankruptcy applications, as well as article 8 paragraph (4) regarding simple verification in Constitution 37th of 2004 About Bankruptcy and Suspension Of Obligations for Payment of Debts. And the application of the guarantee law to the decision number: 11/Pdt.sus-Pailit/2018/ PN.Niaga.Semarang Now it is following the provisions of the Law of the guarantee in the Civil Code | |
| 23770 | 26125 | I1A015055 | Analisis Kesesuaian dan Alternatif Lokasi Penambahan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle di Kota Purwokerto Menggunakan Sistem Informasi Geografis | Latar Belakang : Sampah masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia. Jawa Tengah khususnya Kota Purwokerto menghasilkan timbulan sampah yang meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesesuaian lokasi dan memprediksi kebutuhan TPS 3R pada 20 tahun mendatang. Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pemodelan spasial statistik. Subjek penelitian ini yaitu seluruh TPS 3R di Kota Purwokerto berjumlah 6 unit. Adapun data selain lokasi TPS 3R yang dianalisis yaitu proyeksi jumlah TPS 3R dan kontainer residu. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur titik koordinat menggunakan aplikasi GPS Essential pada smartphone. Analisis data yang dilakukan yaitu proyeksi dan spasial. Hasil Penelitian : Hasil penelitian didapatkan upaya pengurangan sampah pada TPS 3R di Kota Purwokerto menyisakan residu >75%. Analisis kesesuaian lokasi TPS 3R didapatkan tiga lokasi termasuk kelas tinggi dan tiga lokasi lainnya kelas sedang. Hasil proyeksi jumlah penduduk didapatkan perlu penambahan 157 TPS 3R dan 26 kontainer pada tahun 2038. Alternatif lokasi penambahan TPS 3R ditempatkan pada 28 titik strategis dengan modifikasi TPS 3R Tipe II atau Tipe III. Kesimpulan : Upaya pengurangan sampah di Kota Purwokerto belum maksimal disebabkan kurangnya fasilitas pengelola sampah yang semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk. | Background : Waste is one of the main health issue in Indonesia. In Central Java, especially Purwokerto waste production increase as the population growth. This research aim to assess location suitability and predict the need of 3R WPF for the next 20 years. Methods : This research is a quantitive-descriptive research with spatial statistic modelling. The subject of this research is all 6 units of 3R WPF in Purwokerto. This research also predict the figures of 3R WPF and residue container needed in the future. Data gathered using coordinate from GPS Essential application on smartphone, and analized using projection and spatial. Results : The reduction of waste in Purwokerto left more than 75% residue. Location assessment of existing 3R WPF found that 3 location is location in high demand area, while the other 3 located in medium demand area. From the projection of total population, there is needs of additional 157 3R WPF and 26 residue container in 2038. The alternative location placed in 28 strategic locations, with modified Type II 3R WPF, or Type III 3R WPF. Conclusion : Waste reduction effort in Purwokerto is far from maximal because lack of waste processing facilities compared with high population growth. | |
| 23771 | 26914 | H1L012024 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI KUNJUNGAN PERPUSTAKAAN BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN REALTIME DATABASE (STUDI KASUS PERPUSTAKAAN KAYU COKLAT) | Perpustakaan Kayu Coklat adalah sebuah perpustakaan di desa Banjaranyar kecamatan Sokaraja yang menampung koleksi buku bacaan dan majalah dari bantuan desa dan beberapa donatur. Beberapa layanan di perpustakaan ini diantaranya adalah koleksi buku bacaan dan majalah, peminjaman dan pengembalian buku, katalog online, ruang baca publik dan akses multimedia. Registrasi pengunjung adalah salah satu jenis layanan di perpustakaan Kayu Coklat yang belum menerapkan teknologi informasi. Pencatatan kunjungan sendiri merupakan upaya perpustakaan untuk mengetahui jumlah kunjungan harian dan bulanan yang kedepannya akan digunakan sebagai bahan evaluasi dan laporan pihak perpustakaan. Penelitian ini mencoba menyelesaikan masalah yang ada dengan menyusun sistem informasi kunjungan perpustakaan berbasis android menggunakan realtime database. Penggunaan perangkat bergerak Android akan sangat membantu berjalannya sistem karena pada umumnya fitur pemindai kode QR dan jaringan internet yang menjadi bagian utama sistem sudah terpasang dalam perangkat tersebut. Dari sistem ini pengunjung perpustakaan dapat melakukan registrasi kunjungan secara tertib dan terkomputerisasi berkat konsep realtime database dan pemindaian kode QR. Selain itu admin perpustakaan juga dapat melihat laporan kunjungan melalui sistem. | Kayu Coklat Library is a library in the village of Banjaranyar in the Sokaraja sub-district that houses a collection of reading books and magazines from village assistance and donors. Some of the services in this library include a collection of reading books and magazines, borrowing and returning books, online catalogs, public reading rooms and multimedia access. Visitor registration is a one of service in the Kayu Coklat library that has not yet implemented information technology. The recording of the visit itself is an attempt by the library to find out the number of daily and monthly visits that will be used as a material for evaluation and reports from the library in the future. This study tries to resolve existing problems by compiling an Android-based library visit information system using a realtime database. The use of an Android mobile device will greatly help the system run because in general the QR code scanner feature and the internet network that are the main parts of the system are already installed in the device. From this system library visitors can register an orderly and computerized visit thanks to the concept of realtime database and QR code scanning. Besides the library admin can also see the report of the visit through the system. | |
| 23772 | 26915 | E1A115111 | PENERAPAN PASAL 29 UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT DALAM PENGAMBILALIHAN SAHAM (AKUISISI) PT IFORTE SOLUSI INFOTEK OLEH PT PROFESIONAL TELEKOMUNIKASI INDONESIA (Studi Putusan KPPU Nomor : 05/KPPU-M/2017) | Pengambilalihan saham merupakan salah satu bentuk kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh pelaku usaha. Tindakan pengambilalihan saham disadari atau tidak, akan mempengaruhi persaingan antar pelaku usaha dalam pasar yang bersangkutan. Pengambilalihan saham diatur dalam Pasal 29 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat yang berakibat nilai aset dan/atau nilai penjualannya yang melebihi jumlah tertentu wajib diberitahukan kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha, selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal pengambilalihan. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data penelitian bersumber dari data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif kualitatif. Hasil penelitian penerapan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat pada Putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha Nomor 05/KPPU-M/2017 sebagai berikut: PT. Profesional Telekomunikasi Indonesia melaksanakan pengambilalihan saham PT. Iforte Solusi Infotek yang nilai aset dan nilai penjualannya melebihi batas maksimum. PT Profesional Telekomunikasi Indonesia baru melaksanakan pemberitahuan kepada Komisi 79 (tujuh puluh sembilan) hari setelah pelaksanaan pengambilalihan saham. Komisi Pengawas Persaingan Usaha memberikan sanksi berupa denda sebesar Rp 1.000.000.000,00 atas keterlambatannya melakukan pemberitahuan pengambilalihan saham, maka telah sesuai dengan ketentuan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. | Acquisition of shares is one of economic activity carried out by business actors. The act of acquiring shares, whether it is realized or not, will affect competition between business actors in the relevant market. Acquisition is regulated in Article 29, Number 5, 1999 concerning in Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Business Competition, which results when the assets and/or sales value exceeding a certain amount must be notified to the Business Competition Supervisory Commission, no longer than 30 (thirty) days from the acquisition date. The method used in this research is the normative juridical approach. Research data is gathered from secondary source. Data collection is gathered by library. The analytical method used in this research is qualitative normative. The results of research on the application of Article 29, Number 5 of 1999 concerning Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Business Competition in the Decision of the Business Competition Supervisory Commission Number 05/KPPU-M/2017 as follows: PT. Profesional Telekomunikasi Indonesia carried out a acquisition of PT. Iforte Infotek Solution where asset value and sales value exceeds the maximum limit. PT Profesional Telekomunikasi Indonesia made a notice to the Commission 79 (seventy nine) days after the implementation of acquisition. The Business Competition Supervisory Commission provides punishment in the form of fines of Rp 1,000,000,000.00 for delay in notifying shares acquisition, so it is in accordance with the provisions of Article 29 of Law Number 5 Year 1999 concerning Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Business Competition. | |
| 23773 | 26036 | C1H015051 | THE EFFECT OF PROFITABILITY, LEVERAGE, LIQUIDITY, AND ASSET UTILIZATION/TURNOVER OF COMPANIES ON SHAREHOLDER VALUE (Studies on Trade, Service and Investment Sector Industries Listed in IDX from 2016-2018) | This research’s purpose is to examine the shareholder value of trade, service and investment sector industry listed in Indonesian Stock Exchange (IDX) from 2016-2018. The research aims to see whether profitability, leverage, liquidity and asset utilization have a significant effect on shareholder value. 42 companies became the samples of this research from 157 companies as a population. Based on the result on the research by analyzing the data using multi[le regression analysis it has come to the conclusion : (1) Profitability has a positive impact toward shareholder value, (2) Liquidity has a positive impact toward shareholder value, (3) Leverage has a negative impact toward shareholder value, (4) Asset Utilization does not have a significant effect on shareholder value. Trade, service, and investment sector companies need to give more attention to its profitability, liquidity, and leverage. the net income of a company increased it will affect the return to shareholders, so based on this research a company’s profitability affects the shareholder value of the company. A higher proportion debt will result in the harder the companies to be liquid because the companies will always have the obligation to pay their debt and this will result in a lower amount of return to shareholder The worst case of failing to cover long-term debt could result in the investor stopped their investment to a company and may result in bankruptcy. Trade, service and investment sector companies should focus on prospering the shareholder and increase their rates of return to attract more shareholder. Lastly, the said sector should be encouraged by the AEC era, because the AEC era opens the competition to expand business activity and attract investors | Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji nilai pemegang saham dari industri sektor perdagangan, jasa dan investasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari 2016-2018. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah profitabilitas, leverage, likuiditas dan pemanfaatan aset berpengaruh signifikan terhadap nilai pemegang saham. 42 perusahaan menjadi sampel penelitian ini dari 157 perusahaan sebagai populasi. Berdasarkan hasil penelitian dengan menganalisis data menggunakan analisis regresi berganda, maka dapat disimpulkan: (1) Profitabilitas memiliki dampak positif terhadap nilai pemegang saham, (2) Likuiditas memiliki dampak positif terhadap nilai pemegang saham, (3) ) Leverage memiliki dampak negatif terhadap nilai pemegang saham, (4) Pemanfaatan Aset tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai pemegang saham. Perusahaan sektor perdagangan, jasa, dan investasi perlu memberi perhatian lebih pada profitabilitas, likuiditas, dan leverage. laba bersih perusahaan yang meningkat akan memengaruhi pengembalian kepada pemegang saham, jadi berdasarkan penelitian ini, profitabilitas perusahaan memengaruhi nilai pemegang saham perusahaan. Hutang dengan proporsi yang lebih tinggi akan menyebabkan semakin sulit perusahaan untuk menjadi likuid karena perusahaan akan selalu memiliki kewajiban untuk membayar hutang mereka dan ini akan menghasilkan jumlah pengembalian yang lebih rendah kepada pemegang saham. Kasus terburuk jika gagal untuk menutupi hutang jangka panjang dapat mengakibatkan investor menghentikan investasi mereka ke perusahaan dan dapat mengakibatkan kebangkrutan. Perusahaan sektor perdagangan, jasa, dan investasi harus fokus pada mensejahterakan pemegang saham dan meningkatkan tingkat pengembalian untuk menarik lebih banyak pemegang saham. Terakhir, sektor tersebut harus didorong oleh era MEA, karena era MEA membuka persaingan untuk memperluas aktivitas bisnis dan menarik investor. | |
| 23774 | 26916 | H1D012063 | KAJI ULANG DIMENSI SALURAN DRAINASE KAWASAN DESA DUKUHWALUH KECAMATAN KEMBARAN SEBAGAI UPAYA MENGATASI PENINGKATAN LIMPASAN PERMUKAAN AKIBAT ALIH FUNGSI LAHAN YANG TERBANGUN | ABSTRAK Permasalahan banjir terjadi pada beberapa tahun terakhir, dimana secara hidrolika disebabkan karena beban pengaliran melampaui kapasitas pengaliran saluran drainase. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi rasio beban pengaliran terhadap kapasitas pengaliran saat ini. Metode untuk menghitung beban pengaliran (Qb) menggunakan Metode Rasional, sedangkan untuk menghitung kapasitas pengaliran saluran yang ada menggunakan rumus Qc = v x A. Rasio diperoleh dengan cara membandingkan beban pengaliran dan kapasitas pengaliran sebelum dan setelah adanya pembangunan. Penelitian dilakukan di saluran drainase di jalan sekitar Kampus UMP, Kecamatan Kembaran. Hasil analisis menunjukan bahwa saluran Jalan Senopati tidak dapat menampung beban pengaliran yang terjadi. Selain itu juga didapatkan rasio penurunan tutupan lahan hijau terhadap beban pengaliran yang ditimbulkan, setiap penutupan lahan hijau sebesar 1% diikuti dengan peningkatan beban pengaliran sebesar ± 3,35%. Beberapa penyebab terjadinya banjir di daerah penelitian adalah penggunaan lahan yang mengakibatkan berkurangnya lahan resapan, pengaliran limpasan yang kurang baik, dan adanya endapan sampah atau sedimen di dalam saluran. Solusi dari masalah tersebut adalah memperbaiki saluran yang ada, selanjutnya melakukan perawatan secara berkala. Kata kunci: Evaluasi, drainase, limpasan, Metode Rasional | ABSTRACT Flood problems occurred in recent years, which is hydraulically due to drainage loads exceeding drainage capacity. This research was conducted to evaluate the ratio of drainage load to drainage capacity. Drainage load (Qb) is calculated using Rational Method, while drainage capacity is calculated using the formula Qc = v x A. The drainage load ratio is obtained by comparing the drainage load and the drainage capacity before and after the development. The study was conducted in a drainage on the UMP campus road, Kembaran. The analysis results show that the along Senopati can not accommodate the drainage load. There is also a ratio of green land decrement to the drainage load caused, each green land decrement of 1 % will be followed by drainage load increment of ± 3.35%. Some of the causes of flooding in the study area are land use which leads to reduced soil absorption, poor runoff draining, and the presence of sediment in the channel. The solution of the problem is fixing the existing channel, then doing the maintenance periodically. Keywords: Evaluation, drainage, runoff, Rational Method | |
| 23775 | 26917 | F1A015014 | DIALEK NGAPAK SEBAGAI MEDIA KOHESI SOSIAL ANTARANGGOTA KOMUNITAS “REPUBLIK” NGAPAK DI JAKARTA | Dialek ngapak merupakan salah satu variasi bahasa Jawa yang digunakan masyarakat Banyumasan dan sudah ada sejak zaman dahulu. Dalam Upaya memperkenalkan, mempertahankan, dan melestarikan dialek ngapak, hadir sebuah komunitas kedaerahan yang mengangkat budaya lokal di perantauan Jakarta yaitu Komunitas “Republik” Ngapak. Penelitian ini mendeskripsikan tentang dialek ngapak sebagai media kohesi sosial antaranggota Komunitas “Republik” Ngapak di Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sasaran dalam penelitian ini adalah pendiri, ketua umum, anggota Komunitas “Republik” Ngapak, masyarakat umum yang pernah berinteraksi dengan komunitas tersebut serta budayawan Banyumas. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis data interaktif. Hasil Penelitian ini menunjukan bahawa kohesivitas yang terbentuk di Komunitas “Republik” Ngapak yaitu melalui persamaan dialek ngapak. Melalui persamaan dialek ngapak, mereka bertemu, berkumpul dan menjalin hubungan dalam komunitas tersebut. Di komunitas, mereka membangun hubungan kekeluargaan untuk menyatukan anggota yang ada di dalamnya tanpa membedakan ststus sosial anggotanya. Mereka mempertahankan kohesivitas sosial dalam Komunitas “Republik” Ngapak melalui interaksi secara langsung dan tidak langsung. Interaksi secara langsung melalui kegiatan, sedangkan interaksi tidak langsung melalui media sosial facebook dan WhatsApp. Kohesivitas sosial dapat menciptakan komunitas yang efektif karena berkaitan dengan ikatan dan hubungan para anggota dalam kelompok tersebut. | The ngapak dialect is a variation of Javanese that is used by the Banyumasan people and has existed since ancient times. In an effort to introduce, maintain, and preserve the ngapak dialect, a regional community that uplifts local culture in Jakarta, the Ngapak Community of the Republic, is present. This study describes the ngapak dialect as a social cohesion media among members of the Ngapak "Republican" Community in Jakarta. This research uses descriptive qualitative method. The targets in this study are the founder, general chairperson, members of the Ngapak "Republik" Community, the general public who have interacted with the community and the Banyumas culturalists. Data collection method is done by interview, observation and documentation. Data analysis was performed using interactive data analysis. The results of this study indicate that the cohesiveness formed in the Ngapak Community "Republic" is through the equality of the ngapak dialect. Through common ground, they meet, gather and build relationships in the community. In the community, they build family relationships to unite the members in it without differentiating the social status of their members. They maintain social cohesiveness in the Ngapak Community "Republic" through direct and indirect interaction. Direct interaction through activities, while indirect interaction through social media facebook and WhatsApp. Social cohesiveness can create an effective community because it is related to the bonds and relationships of the members in the group. | |
| 23776 | 28805 | F1D015057 | Strategi Pemenangan Sigit Pujiono dalam Pemilihan Kepala Desa Bulakan Tahun 2018 | Penelitian ini berjudul “Strategi Pemenangan Sigit Pujiono dalam Pemilihan Kepala Desa Bulakan Tahun 2018”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi pemenangan Sigit Pujiono dalam Pilkades 2018. Strategi pemenangan di sini merupakanstrategi politik untuk mencapai kemenangan pada kontestasi pilkades. Strategi politik di sini adalah suatu pendekatan komunikasi politik yang dilakukan oleh para kontestan atau bakal calon untuk memenangkan kontestasi politik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini memiliki fokus yaitu untuk menjelaskan strategi pemenangan Sigit Pujiono pada Pemilihan Kepala Desa Bulakan Tahun 2018 dan mengapa strategi tersebut dapat berhasil, serta apa faktor kontekstual yang mendukungnya. Sasaran penelitian yang diteliti adalah, Sigit Pujiono selaku kandidat Kepala Desa Bulakan Tahun 2018, Tim Sukses Sigit Pujiono, masyarakat setempat Desa Bulakan, Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan pesaing atau lawan politik Sigit Pujiono, atau tim sukses lawan. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan pengambilan data menggunakan wawancara mendalam serta dokumentasi, kemudian divalidasi dengan metode triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukan gambaran keberhasilan strategi pemenangan Sigit Pujiono yang menerapkan konsep pemasaran politik sebagai strateginya. Pertama, Kemampuan Sigit Pujiono menggarap segmen masyarakat usia muda dan kalangan perempuan desa, serta menggalang kekuatan dari para perantau Jakarta yang memilik jumlah masa cukup banyak. Kedua, Sigit dan tim suksesnya menggunakan sosial media sebagai kekuatan utama dalam memassarkan tawaran politik, di mana media sosial tidak terlalu di dalami oleh pihak lawan. Ketiga, kemampuan Sigit Pujiono beserta tim suksesnya untuk menggerakkan masyarakat tentang arti perubahan melalui pergantian pemimpin desa yang memiliki kualitas sehingga isu identitas berbau agama dan kehadiran local strongman tidak berpengaruh terhadap elektabilitas Sigit. Keempat, Sigit dan timnya berhasil membentuk tim sukses yang solid yang secara gotong royong membantu Sigit dalam memenuhi kebutuhan modal baik modal uang ataupun tenaga dalam pencalonannya. | This thesis is entitled "Sigit Pujiono's Winning Strategy in 2018 Bulakan Village Election". The purpose of this study is to describe the strategy of winning Sigit Pujiono in the 2018 village election. The winning strategy here is a political strategy to achieve victory in the pilkades contestation. The political strategy here is an approach to political communication carried out by contestants or prospective candidates to win political contestation. This thesis uses qualitative research methods with a case study approach. This research has a focus that is to answer how Sigit Pujiono's winning strategy in the 2018 Bulakan Village Head Election and why the strategy can succeed, and what contextual factors support it. The research objectives examined were Sigit Pujiono as a candidate for the Head of the Bulakan Village in 2018, the Sigit Pujiono Success Team, the local community of the Bulakan Village, the Voting Committee and Sigit Pujiono's political competitor or rival, or the opposing success team. The selection of informants using purposive sampling and data collection using in-depth interviews and documentation, then validated by the data triangulation method. The results of this thesis show a description of the success of Sigit Pujiono's winning strategy applying the concept of political marketing as his strategy. The success of Sigit's winning strategy is due to its faction that precisely determines the parts of political marketing, such as determining segment, positioning, type of approach, and determining the political mix. The success factor is also due to the fact that the village has been running for so long that the community thinks more rationally and is more concerned with ideas than mere identity. The victory factor is also due to the building of a solid network of successful teams that makes people voluntarily help, both energy and money because they want change. Another factor is that the people of Bulakan Village, who have been marginalized for a long time and are rarely considered, make people choose leaders who want to serve in remote areas. | |
| 23777 | 26919 | A1L114008 | PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP HASIL DAN PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT PADA BERBAGAI MEDIA TANAM DI POLYBAG | Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendapatkan jenis pupuk organik cair yang tepat untuk hasil dan pertumbuhan tanaman tomat, (2) mendapatkan media tanam yang tepat untuk hasil dan pertumbuhan tanaman tomat, dan (3) mendapatkan kombinasi antara pupuk organik cair dan media tanam yang tepat untuk hasil dan pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di screen house dan laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, desa Karangwangkal, kecamatan Purwokerto Utara, kabupaten Banyumas. Penelitian ini berlangsung pada bulan Januari 2019 sampai dengan bulan Mei 2019. Rancangan yang digunakan adalah RAK dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu Pupuk organik cair NPK Jago Tani, BMW dan Nasa. Faktor kedua yaitu media tanam tanah ultisol, tanah ultisol dengan merang bakar, tanah ultisol dengan sekam bakar, dan tanah ultisol dengan merang bakar dan sekam bakar. Analisis data menggunakan uji F apabila menunjukkan pengaruh nyata dilakukkan uji lanjut DMRT dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair mampu meningkatkan rata-rata jumlah daun, rata-rata panjang akar, rata-rata jumlah buah tanaman-1, rata-rata bobot buah tanaman-1 dan bobot setiap buah dengan pupuk organik cair terbaik yaitu NPK Jago tani. Media tanam yang di gunakan kepada tanaman tomat belum memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Kombinasi antara jenis pupuk organik cair dengan media tanam belum memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. | This research aims to (1) get the right type of liquid organic fertilizer for the yield and growth of tomato plants, (2) get the right growing media for the yield and growth of tomato plants, and (3) get a combination of liquid organic fertilizer and the right growing media for the yield and growth of tomato plants. The research was conducted in the screen house and laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Karangwangkal village, North Purwokerto sub-district, Banyumas district. This research be held from January 2019 until May 2019. The design used was a randomized block design with two factors and three replications. The first factor is NPK Jago Tani, BMW and Nasa liquid organic fertilizers. The second factor is the ultisol soil growing media, ultisol soil with burnt straw, ultisol soil with burnt husk, and ultisol soil with burnt straw and roasted husk. Analysis using F test if it shows a real effect carried out further tests DMRT with an error level of 5%. The result of research is liquid organic fertilizer can increase the average number of leaves, the average root length, the average number of fruit plants, the average weight of plant fruit and the weight of each fruit with the best liquid organic fertilizer namely NPK Jago tani. Growing media used for tomato plants have not affected the growth and yield of tomato plants. The combination of types of liquid organic fertilizer with planting media has not had an effect on the growth and yield of tomato plants. | |
| 23778 | 28634 | C1B016065 | Analisis Pengaruh Risiko Bank, Regulasi Pemerintah, dan Kompetisi terhadap Liquidity Creation : Studi Kasus pada 10 Bank Umum Terbesar di Indonesia Periode 2009-2018 | Penelitian ini merupakan penelitian dengan topik liquidity creation yang mengambil sampel sepuluh bank terbesar di Indonesia periode 2009-2018. Penelitian ini mengambil judul: Analisis Pengaruh Risiko Bank, Regulasi Pemerintah, dan Kompetisi terhadap Liquidity Creation dengan Pendekatan Panel ARDL : Studi Kasus pada 10 Bank Umum Terbesar di Indonesia Periode 2009-2018”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh risiko bank, regulasi pemerintah, dan kompetisi terhadap liquidity creation. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bank umum di Indonesia yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan sebanyak 1.122 observasi. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 10 bank terbesar di Indonesia periode 2018. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan sampel. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan metode Panel ARDL (Autoregressive Distributed Lag) menunjukkan bahwa: (1) risiko bank berpengaruh negatif signifikan terhadap liquidity creation dalam jangka panjang, sedangkan dalam jangka pendek tidak berpengaruh terhadap liquidity creation, (2) regulasi pemerintah dengan proksi reserve requirement (primer dan gabungan) berpengaruh negatif signifikan terhadap liquidity creation dalam jangka panjang, reserve requirement gabungan berpengaruh negatif signifikan terhadap liquidity creation dalam jangka pendek, reserve requirement primer tidak berpengaruh terhadap liquidity creation dalam jangka pendek, sedangkan reserve requirement (sekunder, valas, dan LDR) tidak bisa dilakukan pengujian karena terjadi near singular matrix, (3) kompetisi berpengaruh negatif signifikan terhadap liquidity creation dalam jangka panjang, sedangkan dalam jangka pendek tidak berpengaruh terhadap liquidity creation. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu pihak perbankan sebaiknya mempertimbangkan variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini dan berpengaruh terhadap liquidity creation untuk meningkatkan kinerja bank. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah sampel penelitian yang lebih besar. Selain itu, menambahkan variabel-variabel yang belum digunakan dalam penelitian liquidity creation di Indonesia. | This research is liquidity creation and is entitled "Analysis of the Impact of Bank Risk, Government Regulation, and Competition on Liquidity Creation with Panel ARDL : a Case Study of Top Ten Banks in Indonesia in the Period 2009-2018". The sample of this research is taken from the top ten commercial banks in Indonesia. This research is aimed to know the impact of bank risk, government regulation, and competition on liquidity creation. The population of this research is all of commercial banks in Indonesia which are registered in Otoritas Jasa Keuangan (OJK) with 1.122 observation. The samples of this research are taken from top ten banks in Indonesia in the period 2018. The sampling method which is used in this research is purposive sampling method. Based on the result of the research and data analysis using Panel ARDL (Autoregressive Distributed Lag) method, it shows that: (1) bank risk has significant negative impact on long term and insignificant impact on short term liquidity creation, (2) government regulation with proxy reserve requirement (primary and combination) has significant negative impact on long term liquidity creation, reserve requirement combination has significant negative impact on short term liquidity creation, whereas reserve requirement (secondary, foreign exchnge, and LDR) cannot be examined because of a near singular matrix, (3) competition has significant negative impact on long term liquidity creation and insignificant impact on short term liquidity creation. The implication of above summary is bank party should consider the variables which are used in this research and their impacts on liquidity creation to improve bank performance. It is hoped that the next research can increase the number of samples and add variables that have not been used in liquidity creation research in Indonesia. | |
| 23779 | 28635 | E1A015223 | IMPLEMENTASI STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PELAYANAN KESEHATAN KLINIK PRATAMA OLEH DOKTER DALAM UPAYA KESEHATAN (Studi di Klinik Umum Pratama Berkat Agung, Bekasi) | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Standar Prosedur Operasional Pelayanan Kesehatan Klinik Pratama oleh Dokter dalam Upaya Kesehatan di Klinik Umum Pratama Berkat Agung, Bekasi dan faktor yang cenderung memengaruhi implementasi Standar Prosedur Operasional Pelayanan Kesehatan Klinik Pratama oleh Dokter dalam Upaya Kesehatan di Klinik Umum Pratama Berkat Agung, Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di Klinik Umum Pratama Berkat Agung, Bekasi. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer dengan wawancara, sedangkan data sekunder dengan studi pustaka dan studi dokumenter. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif. Metode analisis data secara kualitatif dengan content analysis dan comparative analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Standar Prosedur Operasional Pelayanan Kesehatan Klinik Pratama oleh Dokter dalam Upaya Kesehatan di Klinik Umum Pratama Berkat Agung, Bekasi adalah efektif. Hal ini dapat dilihat dari parameter yang meliputi terealisasinya tindakan pemeriksaan komprehensif pasien yang datang ke Klinik yang sesuai Standar Prosedur Operasional; terealisasinya tindakan membuat rekam medis pasien klinik yang sesuai Standar Prosedur Operasional; terealisasinya tindakan medis sesuai kondisi pasien yang sesuai Standar Prosedur Operasional; terealisasinya tindakan memberikan rujukan dan pindah rawat pasien yang sesuai Standar Prosedur Operasional; terealisasinya tindakan memberikan obat yang sesuai Standar Prosedur Operasional; terealisasinya tindakan melakukan suntikan yang sesuai Standar Prosedur Operasional. Adapun faktor yang memengrauhi implementasi Standar Prosedur Operasional pelayanan kesehatan klinik pratama oleh dokter dalam upaya kesehatan di Klinik Umum Pratama Berkat Agung, Bekasi adalah faktor personal dan faktor sosial. Kata Kunci : Implementasi Hukum, Standar Prosedur Operasional Pelayanan Kesehatan, Personal, Sosial. | ABSTRACT This study aims to determine the implementation of Standard Operating Procedures for Primary Clinical Health Services by Doctors in Health Efforts at the General Clinic of Pratama Berkat Agung, Bekasi and factors that tend to influence the implementation of Standard Operational Procedures for Primary Clinical Health Services by Doctors in Health Efforts at Pratama Berkat Agung Public Clinic, Bekasi. This study uses qualitative research methods with an empirical juridical approach and descriptive research specifications. This research took place at the Berkat Agung Public Primary Clinic, Bekasi. The data used include primary data and secondary data. Primary data collection methods by interview, while secondary data by library research and documentary studies. Data processing methods with data reduction, data display, and data categorization. Presentation of data in the form of qualitative matrices and narrative texts. Qualitative data analysis methods with content analysis and comparative analysis. The results showed that the implementation of Standard Operating Procedures for Primary Clinic Health Services by Doctors in Health Efforts at the Pratama Berkat Agung General Clinic, Bekasi was effective. This can be seen from the parameters that include the realization of the comprehensive examination of patients who come to the Clinic in accordance with Standard Operating Procedures; the realization of the act of making a clinical patient medical record in accordance with Standard Operating Procedures; realization of medical procedures according to the patient's condition in accordance with Standard Operating Procedures; the realization of the act of providing referral and transfer of patient care according to Standard Operating Procedures; the realization of the act of giving drugs that are in accordance with Standard Operating Procedures; the realization of the action to inject according to Standard Operating Procedures. The factors that influence the implementation of Standard Operating Procedures for pratama clinic health services by doctors in health efforts at the Pratama Berkat Agung General Clinic, Bekasi are personal factors and social factors. Keywords: Legal Implementation, Standard Operating Procedures for Health Services, Personal , Social. | |
| 23780 | 26921 | E2A016016 | PENERAPAN KETENTUAN PRESIDENTIAL THRESHOLD DAN IMPLIKASINYA TERHADAP SISTEM PEMERINTAHAN PRESIDENSIAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 | MARWONO, Program Studi Ilmu Hukum, Konsentrasi Hukum Tata Negara, Penerapan Ketentuan Presidential Threshold dan Implikasinya terhadap Sistem Pemerintahan Presidensial Berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Komisi Pembimbing, Ketua: Prof. Dr. Muhammad Fauzan, S.H., M.Hum., Anggota: Dr. Riris Ardhanariswari, S.H., M.H. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan ketentuan Presidential Threshold dan implikasinya terhadap sistem pemerintahan presidensial berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Presidential threshold sebagai syarat yang ditentukan dalam mekanisme pengusungan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden dengan ambang batas minimal yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang besarannya ditentukan dalam undang-undang dengan persentase perolehan kursi minimal 20% dari jumlah kursi DPR atau memperoeh prosentase minimal 25% dari suara sah secara nasional pada Pemilu anggota DPR sebelumnya, telah menimbulkan persoalan konstitusional dan praktik penyelenggaraan ketatanegaraan di Indonesia. yang dibuktikan dengan adanya bebrapa kali judicial review oleh Mahkamah Konstitusi dan pro-kontra di berbagai kalangan, baik di kalangan partai-partai politik di DPR, partai politik baru, maupun di kalangan masyarakat akademik dan nonakademik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yuridis normatif dengan sumber data sekunder dan analisis data dengan deskriptif kualitataif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan ketentuan presidential threshold sebagai syarat pencalonan dalam pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden yang terdapat dalam Pasal 5 ayat (4) UU No. 23 Tahun 2003 dan Pasal 9 UU No. 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, serta Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, bertentangan dengan UUD NRI Tahun 1945 terutama Pasal 6A ayat (2) dan ayat (5). Penerapan ketentuan presidential threshold sebagai syarat pencalonan Presiden dan Wakil Presiden menyebabkan terjadinya praktik koalisi antarpartai politik peserta pemilu dalam sistem pemerintahan presidensial. Implikasi penerapan ketentuan presidential threshold dalam sistem pemerintahan presidensial berdasarkan UUD NRI Tahun 1945 yaitu: a) Penerapan ketentuan Presidential Threshold berkontribusi terhadap berkembangnya praktik koalisi dalam sistem pemerintahan presidensial, b) Penerapan ketentuan presidential threshold sebagai syarat pengisian jabatan eksekutif tertinggi (Presiden) melemehkan sistem pemerintahan Presidensial, c) Tekanan politik partai koalisi pada masa pencalonan dan pemenangan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden dapat melemahkan hak prerogratif Presiden, dan d) Penerapan ketentuan presidential threshold akan mempengaruhi kekuasaan Presiden sebagai single executive dalam sistem pemerintahan presidensial. . Kata Kunci: Presidential Threshold, Sistem Pemerintahan Presidensial, UUD NRI Tahun 1945 | MARWONO, Law Study Program, Concentration on State Administration Law, Application of Presidential Threshold Regulations and Its Implications on the Presidential Government System Based on the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, Supervising Commission, Chairperson: Prof. Dr. Muhammad Fauzan, S.H., M.Hum., Member: Dr. Riris Ardhanariswari, S.H., M.H. This study aims to determine and analyze the application of Presidential Threshold provisions and their implications for the presidential government system based on the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. Presidential threshold as a condition determined in the mechanism for carrying out pairs of candidates for President and Vice President with the minimum threshold proposed by political parties or a combination of political parties participating in the election, the amount of which is determined in the law with a percentage of seats at least 20% of the total DPR seats or obtaining the percentage of at least 25% of the national valid votes in the previous General Election of DPR members has caused constitutional problems and the practice of state administration in Indonesia. as evidenced by the existence of several judicial reviews by the Constitutional Court and the pros and cons in various circles, both among political parties in the DPR, new political parties, as well as among the academic and non-academic communities. This research is a type of normative juridical research with secondary data sources and descriptive qualitative data analysis. The results showed that the application of the presidential threshold provisions as a requirement for nomination in the general election of President and Vice President contained in Article 5 paragraph (4) of Law no. 23 of 2003 and Article 9 of Law No. 42 of 2008 concerning Presidential and Vice President Elections, as well as Article 222 of Law Number 7 of 2017 concerning General Elections, contradicts the 1945 NRI Constitution especially Article 6A paragraph (2) and paragraph (5). The application of the presidential threshold as a condition for the nomination of President and Vice President led to the practice of coalition between political parties participating in the election in a presidential government system. The implications of the application of presidential threshold provisions in the presidential government system based on the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia are: a) The application of Presidential Threshold provisions contributes to the development of coalition practices in presidential government systems, b) The application of presidential threshold provisions as a condition for filling the highest executive position (President) underestimates the government system Presidential, c) The political pressure of the coalition parties during the nomination and winning pairs of candidates for President and Vice President can weaken the prerogative rights of the President, and d) The application of presidential threshold provisions will affect the power of the President as a single executive in the presidential government system. Keywords: Presidential Threshold, Presidential Government System, 1945 Constitution of the Republic of Indonesia |