Home
Login.
Artikelilmiahs
26600
Update
MUJI TRIYANI
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN POLA KONSUMSI MAKANAN KEMASAN, AKTIVITAS FISIK, LINGKAR PERUT DAN STRES DENGAN TEKANAN DARAH (Studi pada Polisi Laki-laki di Polres Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Tekanan darah tinggi dapat berkembang menjadi penyakit degeneratif yang menyebabkan kematian. Penyebab naiknya tekanan darah diantaranya pola makan tinggi natrium, aktivitas fisik kurang, obesitas sentral dan stres. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pola konsumsi makanan kemasan tinggi natrium, aktivitas fisik, lingkar perut dan tingkat stres dengan tekanan darah. Metodologi: Penelitian cross-sectional melibatkan 51 anggota polisi laki-laki di Polres Banyumas. Tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer, pola makan menggunakan FFQ, aktivitas fisik menggunakan IPAQ, lingkar perut menggunakan metlin, tingkat stres menggunakan Tes DASS21. Analisis bivariat menggunakan uji Rank Spearman. Hasil Penelitian: Sebanyak 21,6% responden memiliki tekanan darah sistolik tinggi dan 41,5% responden memiliki tekanan darah diastolik tinggi. Responden sering mengonsumsi makanan kemasan tinggi natrium (45,1%), aktivitas fisik sedang (56,9%), obesitas sentral (52,9%) dan tingkat stres normal (74,5%). Terdapat hubungan lingkar perut (p=0,009) dengan tekanan darah diastolik dengan nilai r=0,360. Tidak terdapat hubungan antara pola konsumsi makanan kemasan tinggi natrium (p=0,165), aktivitas fisik (p=0,933), lingkar perut (p=0,056) dan tingkat stres (p=0,194) dengan tekanan darah sistolik. Tidak terdapat hubungan pola konsumsi makanan kemasan tinggi natrium (p=0,422), aktivitas fisik (p=0,463) dan tingkat stres (p=0,151) dengan tekanan darah diastolik. Kesimpulan: Lingkar perut berhubungan dengan tekanan darah diastolik, namun tidak berhubungan dengan tekanan darah sistolik. Pola konsumsi makanan kemasan tinggi natrium, aktivitas fisik dan tingkat stress tidak berhubungan dengan tekanan darah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: High blood pressure can be developed into degenerative diseases that cause death. Causes of rising blood pressure include a high sodium diet, lack of physical activity, central obesity and stress. The purpose of this study was to determine the association of dietary patterns high sodium processed foods, physical activity, abdominal circumference and stress levels with blood pressure. Methodology: This was cross-sectional study with 51 policeman in Banyumas Regional Police as respondents. Blood pressure measured with sphygmomanometer, dietary pattern using FFQ, physical activity using IPAQ, abdominal circumference using metline, stress level using DASS21 Test. Bivariate analysis using the Spearman Rank test. Results: A total of 21.6% of respondents had a high systolic blood pressure and 41.5% of respondents had a high diastolic blood pressure. Respondents often consume high-sodium processed foods (45.1%), moderate physical activity (56.9%), central obesity (52.9%) and normal stress levels (74.5%). There was an association of abdominal circumference (p = 0.009) with diastolic blood pressure with a value of r = 0.360. There was no association of dietary pattern high sodium processed food (p = 0.165), physical activity (p = 0.933), abdominal circumference (p = 0.056) and stress level (p = 0.194) with systolic blood pressure. There was no association of dietary pattern high sodium processed food (p = 0.422), physical activity (p = 0.463) and stress level (p = 0.151) with diastolic blood pressure. Conclusion: Abdominal circumference was associated with diastolic blood pressure, but not associated with systolic blood pressure. Dietary patterns of high-sodium processed foods, physical activity and stress levels are not associated with blood pressure.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save