Home
Login.
Artikelilmiahs
28579
Update
DWI RIA MUSRIAWATI
NIM
Judul Artikel
Analisis Perbandingan Keuntungan dan Efisiensi Ekonomi Peternak Sapi Perah dan Sapi Potong (Studi Kasus di Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rasio laba dan efisiensi usaha antara peternak sapi potong dan sapi perah di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode deskriptif kuantitatif adalah penelitian yang digunakan untuk menggambarkan kondisi yang sebenarnya, karakteristik populasi tertentu, dimana dalam memperoleh data dari responden menggunakan penelitian instrumens. Teknik analisis data yang digunakan untuk membandingkan perbedaan keuntungan rata-rata antara peternak sapi potong dan sapi perah adalah dengan menggunakan uji statistik uji-t independen. Sementara itu, untuk mengetahui efisiensi bisnis menggunakan analisis rasio R / C. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa manfaat peternak sapi perah lebih tinggi dibandingkan peternak sapi potong dengan tingkat signifikansi 0,004 (0,004 <α, 0,05) dan selisih laba sebesar Rp3.315.639 / ekor. Sementara secara ekonomi, bisnis peternakan sapi perah lebih efisien dengan rasio R / C 2,28 dibandingkan dengan bisnis peternak sapi dengan rasio R / C 2,17. Secara efisien, peternak sapi perah memiliki tingkat efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan peternak sapi potong.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The purpose of this study was to determine the ratio of profit and business efficiency between beef cattle breeders and dairy cattle in Limpakuwus Village, Sumbang District, Banyumas Regency. This type of research is quantitative research. Quantitative descriptive method is a study used to describe conditions in fact, the characteristics of certain populations, where in obtaining data from respondents using instrumens research. Analysis technique of the data used to compare the differences in average profits between beef cattle farmers and dairy cattle is to use an independent t-test statistical test. Meanwhile, to find out business efficiency using R / C ratio analysis. Based on the results of the study, it was found that the benefits of dairy farmers were higher than those of beef cattle farmers with a significance level of 0.004 (0.004 <α, 0.05) and a difference in profit of Rp3,315,639/head. while economically, the dairy farm business is more efficient with an R/C ratio of 2.28 compared to the business of beef cattle breeders with an R/C ratio of 2.17. Efficiently, dairy farmers have a higher efficiency level compared to beef cattle breeders.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save