Artikelilmiahs
Menampilkan 22.861-22.880 dari 50.222 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 22861 | 25402 | I1I017002 | HUBUNGAN ASUPAN ENERGI, PROTEIN, KADAR UREUM DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP STATUS GIZI PASIEN HEMODIALISA DI RSUD KOTA TANJUNGPINANG | Latar Belakang : Malnutrisi merupakan masalah utama yang sering terjadi pada pasien hemodialisa, disebabkan antara lain asupan zat gizi inadekuat dan peningkatan katabolisme protein. Tingginya kadar ureum salah satu penyebab menurunnya asupan energi dan protein. Dukungan keluarga diperlukan untuk memotivasi pasien dalam proses rehabilitasi, penyembuhan dan memperbaiki asupan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan energi, protein, kadar ureum, dan dukungan keluarga terhadap status gizi pasien hemodialisa. Metode : Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan jumlah responden 70 orang diambil secara Total sampling. Pengukuran asupan makanan menggunakan metode Food recall 2x24 jam. Kadar ureum dianalisis menggunakan metode autofotometer, dukungan keluarga menggunakan kuesioner dan status gizi menggunakan IMT. Hasil Penelitian : Sebagian besar responden jenis kelamin perempuan, umur 55-64 tahun, penyakit penyerta hipertensi, asupan energi dan protein sangat kurang, kadar ureum tinggi, dukungan keluarga baik, status gizi normal. Hasil uji Pearson dan Spearman ditemukan tidak terdapat hubungan antara asupan energi (p=0,557), protein (p=0,944), kadar ureum (p=0,75), dan dukungan keluarga (p=0,768) dengan IMT. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara asupan energi, protein, kadar ureum, dan dukungan keluarga terhadap status gizi. | Background : Malnutrition is a major problem that often occurs in hemodialysis patients, caused by several factors, among them inadequate nutrient intake, increased energy use, and increased protein catabolism. The high level of urea is one of the causes of decreased energy and protein intake. Family support is needed to motivate patients in the process of rehabilitation, healing and improving food intake. The purpose of this study was to determine the relationship of energy intake, protein intake, urea levels, and family support to nutritional status of hemodialysis patients Methods : The design of this study is using the cross-sectional method with the number of respondents 70 people taken in total sampling. Food intake is carried out by 2x24 hour food recall method. Urea levels by autofotometer examination, family support using questionnaires and nutritional status using BMI. Result : The majority of respondens are female, age 55-64 years, hypertensive comorbidities, very low energy intake and protein intake, high urea level, good family support, normal nutritional status. With the Pearson and Spearman test it was found that there was no relationship between energy intake (p = 0.557), protein (p = 0.944), urea level (p = 0.75), and family support (p = 0.768) with BMI. Conclusion : There is no relationship between energy intake, protein, urea levels, and family support for nutritional status. | |
| 22862 | 26056 | H1F014039 | Geologi dan Pengaruh Mineral Lempung Terhadap Gerakan Tanah di Watukumpul Pemalang Jawa Tengah | Daerah Watukumpul, pemalang, Jawa Tengah merupakan daerah dengan morfologi yang terjal berupa perbukitan dan lembah dengan tingkat kemiringan lereng landai-sangat curam dan sering terjadi gerakan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi, keterdapatan jenis mineral lempung dan pengaruhnya pada sifat mekanik tanah yang mempengaruhi gerakan tanah pada hasil lapukan batuan dasar yang berbeda. Secara koordinat watukumpul terletak di koordinat 9207400-9212400mN dan 322800-327800 mE. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi studi literatur, observasi lapangan, pengambilan sampel tanah dan batu, analisis XRF, XRD, Mekanika Tanah, Petrografi,dan Mikropaleontologi sehingga didapat informasi mengenai geologi daerah penelitian dan pengaruh mineral lempung terhadap gerakan tanah yang terjadi di Watukumpul. Daerah penelitian terdiri dari beberapa satuan Geomorfologi yaitu satuan Perbukitan Sinklin dan Antiklin (S9), satuan Perbukitan Struktural Curam (S3) dan satuan Perbukitan Intrusi Sill (S11). Satuan batuan penyusun daerah penelitian berupa satuan batuan tidak resmi Batulempung, Batupasir, Batulempung karbonatan, Breksi Epiklastik, dan Intrusi Diorit. Struktur geologi berupa sesar dan lipatan juga terdapat didaerah penelitian yaitu Sesar Lumeneng, Antiklin Bodas, Sinklin Belik, Antiklin Belik, Sinklin Kededelan, Sinklin Majakerta dan Antiklin Majakerta. Hasil analisis XRF menunjukan bahwa batuan pada daerah penelitian sudah sangat lapuk, maka hasil lapukan tersebut di analisis mineral lempung nya dan dikaitkan dengan gerakan tanah yang terjadi di daerah penelitian. Sampel tanah diambil dari hasil lapukan batuan yang berbeda yaitu lapukan Breksi Epiklastik (AMH-01), lapukan Batulempung (AMH-02), dan Lapukan Batupasir (AMH-03). Sampel -sampel tersebut lakukan uji XRD dan di dapat AMH-01 terdapat mineral Nontronit dan Haloisit, sampel AMH-02 terdapat mineral Haloisit dan Illit, sedangkan sampel AMH-03 terdapat mineral nontronit.Terdapatnya mineral lempung tersebut sangat mempengaruhi kemampuan tanah dalam menyerap air. Hal ini yang kemudian sangat berperan pada nilai IP sehingga aktivitas dan potensi pengembangan tanah ikut terpengaruh. Pada sampel AMH-01 menunjukan nilai pengembangan tanah yang rendah, AMH-02 menunjukan nilai Pengembangan tanah sangat tinggi dan AMH-03 menunjukan nilai pengembangan tanah yang tinggi. Sehingga tanah pada sampel AMH-02 yang sangat terpengaruh oleh keberadaan mineral lempungnya mempunyai potensi gerakan tanah terbesar dibanding sampel tanah yang lain. | Watukumpul area, Pemalang, Central Java is an area with steep morphology in the form of hills and valleys with a very steep-slope. Watukumpul coordinates are located at coordinates 9207400-9212400mN and 322800-327800 mE.The methods used in this study include literature studies, field observations, soil and rock sampling, XRF and XRD, Soil Mechanics, Petrography, and Micropaleontology Analysis so the information about the geology of the study area and the effect of clay minerals on landslide.The research area consists of several Geomorphological units, namely Synchronous Hills and Anticline (S9), Steep Structural Hill (S3) and Sill Intrusion Hills (S11). The rock constituent of the study area is in the form of an informal rock unit of Old Claystone, Sandstone, Young Claystone, Eiclastic Breccia, and Diorite Intrusion. The geological structure in the form of faults and folds is also found in the study area, namely Lumeneng Fault, Bodas Anticline, Belik Syncline, Belik Anticline, Kedelan Syncline, Majakerta Syncline and majakerta Anticline. The results of the XRF analysis showed that the rock in the study area is very weathered. Soil samples were taken from the results of different rock weatherings, namely Epiclstic Breccia (AMH-01), Claystone (AMH-02), and Sandstone (AMH-03). The samples carried out XRD tests and obtained AMH-01 with Nontronite and Halloysite minerals, AMH-02 samples contained Halloysite and Illite minerals, while AMH-03 samples contained Nontronite minerals .The presence of these clay minerals greatly affects the ability of the soil to absorb water. This then plays a role in the value of PI so that the activities and potential for Soil Expansion are affected. In the AMH-01 sample showed a low value of Soil Expansion, AMH-02 showed that the value of Soil Expansion was very high and AMH-03 showed a high value of Soil Expansion. So that the soil in the AMH-02 sample which is strongly affected by the presence of clay minerals has the greatest potential for landslide compared to other soil samples. | |
| 22863 | 25404 | F1C015059 | Hubungan antara Terpaan Tayangan Pemberitaan Kekerasan Seksual pada Anak di Televisi dengan Kecemasan Orang Tua Siswa SMP Negeri 1 Lumbir | Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara terpaan tayangan pemberitaan kekerasan seksual pada anank di televisi dengan kecemasan orang tua. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Kultivasi yang berasumsi bahwa kontribusi menonton televisi secara berlebihan dapat berpengaruh terhadap pola pikir dan perilaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi orang tua dari siswa SMP Negeri 1 Lumbir. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 82 orang dengan teknik Simple Random Sampling. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman Rank, dan Regresi Linear Sederhana dan menggunakan software SPSS ver 20. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat korelasi yang positif dan signifikan dengan koefisien korelasi sebesar 0,292. Nilai tersebut berada pada kategori hubungan yang cukup. Pengaruh variabel terpaan media terhadap kecemasan dalam penelitian ini hanya sebesar 6,9%, hal ini disebabkan oleh faktor lain seperti lingkungan, emosi yang ditekan, dan pengalaman individu | This study aims to explain the relationship between exposure to television news coverage on children on television with parental anxiety. The theory used in this research is Cultivation Theory which assumes that the contribution of watching television excessively can influence mindset and behavior. This research uses a quantitative approach with a parent population of Lumbir 1 Junior High School students. The sample used in this study amounted to 82 people with the Simple Random Sampling technique. Data analysis was performed using Spearman Rank correlation test and Simple Linear Regression and using SPSS ver 20 software.The results of this study indicate that there is a positive and significant correlation with a correlation coefficient 0.292. This value means that the two variables in this study have a positive relationship direction and the strength of the relationship is in the category of sufficient relationships. The influence of media exposure variables on anxiety in this study was only 6.9%, the low number of influences was caused by other factors such as the environment, suppressed emotions, and individual experiences. | |
| 22864 | 25417 | B1A015047 | KARAKTERISASI DAN HUBUNGAN ANTARA MORFOLOGI BUNGA DENGAN LEBAH Trigona laeviceps DI SEKITAR KEBUN STRAWBERRY SERANG, PURBALINGGA | Hubungan antara serangga dengan variasi ciri-ciri bunga kemungkinan merupakan gambaran potensi yang sangat penting yang dapat menjelaskan bagaimana serangga dapat mengunjungi suatu bunga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakterisktik morfologi bunga dengan lebah Trigona laeviceps di sekitar kawasan kebun strawberry Serang, Purbalingga. Data hasil pengamatan dianalisis dengan cara identifikasi yang mengacu pada buku Flora untuk Sekolah di Indonesia tahun 1981 dan deskriptif untuk untuk menentukan hubungan karakter morfologi dari spesies bunga yang paling banyak dikunjungi oleh lebah T. laeviceps. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 bunga di sekitar kebun stroberi hanya 3 bunga yang dikunjungi oleh lebah Trigona laeviceps, yaitu bunga strawberry (Fragraria x anannasa), bunga caisin (Brassica chinensis L), bunga jotang kuda (Synedrella nodiflora L.). di mana ketiganya memiliki bunga kecil sesuai dengan ukuran tubuh lebah T. laeviceps, merangkai bunga majemuk, mahkota putih, putik dan benang sari kuning, tetapi warna bunga tidak terkait dengan penglihatan lebah dan bunga memiliki posisi putik yang lebih rendah dari benang sari, sehingga lebah lebih mudah mengambil serbuk sari atau nektar. | The relationship between insects and the various characteristics of flower probably was a very important of potential image that can be illustrate how can be an insects visits a flower. The purpose of this research is to find out the relationship of flower morphological characteristic with Trigona laeviceps bee around the region of strawberry garden Serang, Purbalingga. The data were analyzed identification which refers to the 1981 Flora for School book in Indonesia and was descriptively to determine the relationship of the morphological characters of the flower species most visited by bee T. laeviceps. The results showed that from the 10 flowers around the strawberry garden only 3 flowers were visited by Trigona laeviceps bee, which are strawberry flower (Fragraria x anannasa), caisin flower (Brassica chinensis L), jotang kuda flower (Synedrella nodiflora L.). where the three have small flowers according to the body size of the bee T. laeviceps, compound flower arrangement, white crown, pistil and yellow stamens, but the color of the flower is not related to the vision of bees and flowers have a lower pistil position than stamens, making it easier for bees take pollen or nectar. | |
| 22865 | 25405 | F1F014024 | The Verbal signs in michael jackson's song "they don't care about us" on political and social injustice issues ( a semiotic approach) | Penelitian ini berfokus pada analisis tanda verbal dalam lirik lagu di bidang studi Semiotik. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk menemukan tanda-tanda verbal dalam lirik lagu They Don’t Care About Us, 2) Untuk mengetahui bagaimana tanda-tanda verbal melambangkan masalah ketidakadilan politik dan sosial, dan 3) Untuk mengetahui bagaimana mitos dibangun melalui tanda dan makna. Untuk mendapatkan hasil analisis, teori signifikasi Roland Barthes digunakan untuk menganalisis lirik. Dalam penelitian ini, sumber data diambil dari lagu Michael Jackson yang berjudul They Don’t Care About Us. Sedangkan data penelitiannya adalah tanda-tanda verbal dalam lirik lagu Michael Jackson dalam bentuk kata, frasa, dan kalimat. Metode pengumpulan data yaitu pengumpulan sampel purposif dan signifikasi mitos two-order digunakan untuk menemukan arti dari lirik lagu They Don’t Care About Us. Berdasarkan hasil penelitian, tanda-tanda verbal yang ditemukan dalam lagu They Don’t Care About Us memiliki korelasi dengan masalah ketidakadilan politik dan sosial di Amerika pada awal tahun 1990-an. Tanda-tanda verbal yang disampaikan tentang sekelompok orang yang merasa tidak adil, yaitu skinhead, deadhead, kata ganti kita, pria kulit hitam dan orang Yahudi. Lebih lanjut, tanda-tanda verbal dalam lirik yang berisi masalah politik, antara lain, kebrutalan polisi, pemerintah, Roosevelt dan Martin Luther. Tahap kedua penandaan melambangkan bahwa lirik tersebut mengeksplorasi pengalaman Jackson sebagai seorang Afrika-Amerika yang menjadi simbol diskriminasi ras, kebohongan media, kebrutalan polisi dan ketidakadilan sosial. Beberapa pernyataan dibungkus secara implisit menggunakan beberapa perangkat retoris, seperti kiasan, paradoks, dan pertanyaan retoris. Mitos yang terbangun di dalam lirik lagu ini adalah sistem pemerintahan dan hukum di Amerika Serikat pada awal 1990-an di bawah kepemimpinan presiden George H.W. Bush yang gagal menawarkan keadilan dalam masyarakat Amerika yang majemuk. | This research focuses on analyzing the verbal sign in the song lyric under the semiotic field of study. Taking descriptive qualitative method as the research design, this res earch is aimed 1) at finding out the verbal signs in the song lyrics of They Don’t Care About Us, 2) figuring out how the verbal signs symbolize political and sosial injustice issues, and 3) figuring out how are myth constructed through sign and meaning. In order to get the result from the analysis, Roland Barthes’ theory of signification is used to analyze the lyric. In this research, the data source is taken from a Michael Jackson’s song entitled They Don’t Care About Us. While, the data are the verbal signs in the lyric of Michael Jackson’s song in the form of the word, phrase, and sentence. The data collection method is purposive sampling and myth’s two-order signification is used to find out the meaning of the lyrics of the song. Based on the research result, the verbal signs that found in the song they don’t care about us correlate with the political and social injustice issues in America in 1990s. The verbal signs which conveyed about the group of people who felt injustice, include skinhead, deadhead, the pronoun us, black male and jew. Futher, the verbal signs in the lyrics which contain political issues, among others, police brutality, government, Roosevelt and Martin Luther. The second order of signification symbolizes the Jackson’s experiences as an African-American who becomes a symbol of racial discrimination, media-lies, police brutality and social injustice. Some statements are wrapped implisitly using several rhetorical devices, such as allusions, paradox, and rethorical questions. The myth of the lyric is the system of government and law in the United States of America in the early 1990s under the leadership of the president of George H.W. Bush fails to offer justice in a plural American society. | |
| 22866 | 25406 | F1C014050 | STRATEGI KOMUNIKASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA PAPRINGAN SEBAGAI SENTRA BATIK BANYUMASAN | Desa Papringan merupakan salah satu Desa di Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah yang memiliki kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan industri batik. Pengrajin batik di Desa papringan mayoritas merupakan buruh batik dan kini telah berkembang menjadi salah satu sentra batik banyumasan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan komponen komunikasi yang terjadi dalam pengembangan sentra batik banyumasan di Desa Papringan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas serta menganalisis strategi komunikasi pemberdayaan masyarakat yang digunakan dalam mengembangkan Desa Papringan sebagai sentra batik banyumasan. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan memakai strategi SWOT sebagai analisis strateginya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komponen komunikasi yang dilakukan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Papringan meliputi : (1) Komunikator atau pihak yang menyampaikan pesan adalah Pmerintah Desa Papringan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Banyumas, dan Bank Indonesia Cabang Purwokerto. (2) Pesan yang disampaikan merupakan pesan ajakan (persuasif) pada masyarakat agar berpartisipasi dalam program pemberdayaan yang dilakukan. (3) Media yang digunakan dalam berkomunikasi yaitu secara langsung (tatap muka) dan secara tidak langsung (melalui surat, telepon dan media sosial WhatsApp). (4) Penerima pesan dalam hal ini yaitu masyarakat Desa Papringan yang berprofesi sebagai pengrajin batik. (5) Dampak program pemberdayaan masyarakat yang dirasakan yaitu masyarakat menjadi bertambah pengetahuan mengenai teknik membatik, pengelolaan usaha dan meningkatkan pendapatan. Strategi komunikasi pemberdayaan masyarakat dalam mengembangkan Desa Papringan menjadi sentra batik banyumasan dilakukan dengan : musyawarah / rembug desa, pelibatan tokoh dan lembaga desa, mengadakan pelatihan-pelatihan, penguatan lembaga, studi banding ke daerah pembatik, mengikuti event dan pameran, membangun kerjasama pemasaran dan pemanfaatan sosial media. | Papringan Village is one of the villages in Banyumas District, Banyumas Regency, Central Java Province which has community empowerment activities in the development of the batik industry. The majority of batik craftsmen in Papringan Village are batik laborers and have now developed into one of the banyumasan batik centers. This research purposes to describe the communication component engaged in developing Batik Banyumasan Central in Papringan, Banyumas and analyzing communication strategy of people empowerment applied in developing Papringan Village as the center of Batik Banyumasan. This research has done by taking qualitative method along with case study approach and SWOT strategy as the analysis strategy. Result shows that communication component applied in empowering people in Papringan Village pervades: (1) Communicator or the one who acts as the messenger are Papringan Village’s Administation, Department of Industry and Trade of Banyumas, and Bank Indonesia Branch Purwokerto, (2) The message that delivered persuasively embraced people to participate in ongoing empowerment program, (3) Communication media in generating a connection directly (interface) and indirectly (by letter, phone, and WhatsApp), (4) Responder of this communication is people of Papringan Village that occupy as batik crafter, (5) Current program affects people as they become more educated in crafting batik, managing business and increasing income. Communication strategy of people empowerment in establishing Papringan Village into center of Batik Banyumas has done by: internal discussion, engaging public figure and village administrators, conducting training and mentoring, department strengthening, field study to batik producer areas, joining events and exhibitions, enlarging market, and social media utilization. | |
| 22867 | 25448 | B1K014031 | OPTIMIZATION OF MEDIUM AND INCUBATION TIME ON THE PRODUCTION OF ANTIBACTERIAL COMPOUND CRUDE EXTRACT OF Streptomyces sp. SA404 | Streptomyces dikenal luas di bidang industri sebagai mikroorganisme yang kaya akan senyawa antibakteri. Streptomyces sp. SA404 yang diisolasi dari Segara Anakan Cilacap diketahui memiliki kemampuan dalam menghasilkan senyawa antibakteri. Produksi senyawa antibakteri dapat dipengaruhi oleh nutrisi dan waktu inkubasi. Perlakuan optimasi komposisi media (sumber C dan N) serta waktu inkubasi untuk Streptomyces sp. SA404 dapat secara signifikan meningkatkan pertumbuhan mikroba dan sintesis metabolit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui media dan waktu inkubasi yang optimal serta interaksi keduanya dalam menghasilkan ekstrak kering senyawa antibakteri dari Streptomyces sp. SA404. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor dan 3 kali pengulangan. Faktor pertama merupakan tipe media: A (g/Ll: medium basal; glukosa 0.5%; starch 1%; yeast extract 0,2%), B (g/L: medium basal; glukosa 0.5%; starch 1%; sodium nitrat 0,2%), C (g/L: medium basal; oatmeal 1%; yeast extract 0,2%), dan D (g/L: medium basal; oatmeal 1%; sodium nitrat 0,2%) serta faktor kedua merupakan waktu inkubasi (7, 14, dan 21 hari). Parameter utama adalah bobot kering ekstrak, dan parameter pendukung adalah konsentrasi gula reduksi, bobot kering miselium, pH filtrat, diameter zona hambat filtrate, dan diameter zona hambat ekstrak. Hasil menunjukkan bahwa bobot kering ekstrak tertinggi dihasilkan pada medium A (0,802 mg) dan inkubasi 21 hari (0,640 mg). Tidak ditemukan interaksi antara komposisi medium dan waktu inkubasi dalam produksi bobot kering ekstrak. | Streptomyces species are widely recognized as industrially important microorganisms as they are a rich source of antibacterial compounds. Streptomyces sp. SA404 was isolated from Segara Anakan Cilacap known in producing antibacterial compound. The production of antibacterial compounds can be influenced by nutrient and incubation time. Optimization of media composition (C and N sources) and incubation time for Streptomyces sp. SA404 may significantly improve microbial growth and metabolite synthesis. The aims of this study were to know the optimal medium, incubation time and their interaction on producing antibacterial compounds crude extract by Streptomyces sp. SA404. This research were conducted experimentally using Completely Randomized Design with 2 factors and 3 replications. The first factor was types of media: A (g/Ll: basal medium; glucose 0.5%; starch 1%; yeast extract 0,2%), B (g/L: basal medium; glucose 0.5%; starch 1%; sodium nitrate 0,2%), C (g/L: basal medium; oatmeal 1%; yeast extract 0,2%), and D (g/L: basal medium; oatmeal 1%; sodium nitrate 0,2%) and the second factor was incubation times (7, 14, and 21 days). The main parameter was crude extract mass and the supporting parameters were glucose concentration, mycelium dry weight, value of filtrate pH, diameter of filtrate inhibitory zone, and diameter of extract inhibitory zone. The result showed that the highest production of crude extract mass was showed in medium A (0,802 mg) and 21 days incubation (0,640 mg). There were no interaction between medium composition and incubation time in producing crude extract mass. | |
| 22868 | 25454 | B1A015023 | Dampak Edge Effect Terhadap Keanekaragaman Kupu-kupu di Cagar Alam Bantarbolang, Pemalang, Jawa Tengah | Kupu-kupu (ordo Lepidoptera) merupakan fauna yang sangat penting untuk kelangsungan hidup tumbuhan. Kupu-kupu sangat sensitif terhadap perubahan faktor lingkungan. Padahal kondisi faktor lingkungan antara di dalam hutan dan wilayah batasan hutan sangat berbeda sebagai dampak dari adanya pengaruh edge effect. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis kupu-kupu pada jarak batasan hutan yang berbeda-beda dan mengetahui hubungan antara faktor lingkungan dan keanekaragaman kupu-kupu pada jarak yang berbeda. Penelitian menggunakan metode stratified sampling. Jarak dari tepi hutan ke arah interior hutan dibedakan atas lima strata yaitu 0 m, 50 m, 100 m, 150 m, dan 200 m. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan indeks diversitas Shannon-Wienner (H), indeks kemerataan jenis (E), dan indeks similaritas Bray-Curtis dengan bantuan software Biodiversity Pro dan ANOVA. Diantara kelima jarak yang diteliti, jarak 0 meter merupakan yang paling banyak ditemukan jumlah spesies dan jumlah individunya. Jarak 150 meter memiliki jumlah individu paling sedikit. Temperatur pada jarak 0 meter ini merupakan temperatur paling tinggi dan kelembapannya merupakan yang paling rendah diantara jarak yang lainnya. Intensitas cahaya semakin menurun ke arah interior hutan. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener paling tinggi yaitu pada jarak 0 meter (H’=2.719). Indeks Dominansi Simpson paling tinggi berada pada jarak 0 meter (D=0.92). Indeks kemerataan Evenness paling tinggi pada jarak 150 meter (E=0.8185). Kelompok kupu-kupu yang paling mirip dimiliki jarak 50, 100, dan 200 meter. | Butterflies (order Lepidoptera) are fauna which are very important for the survival of plants. Butterflies are very sensitive to changes in environmental factors. Whereas the conditions of environmental factors between forests and forest boundaries are very different as a result of the effect of edge effects. The purpose of this study was to determine the diversity of butterfly species at different boundaries of forest boundaries and determine the relationship between environmental factors and diversity of butterflies at different distances. The study used a stratified sampling method. The distance from the edge of the forest towards the interior of the forest is divided into five strata namely 0 m, 50 m, 100 m, 150 m, and 200 m. Species found were identified using the Butterflies of Westjava book. The data obtained were analyzed using the Shannon-Wienner diversity index (H), the type evenness index (E), and the Bray-Curtis similarity index with the help of Biodiversity Pro and ANOVA software. Among the five distances studied, the distance of 0 meters is the most found number of species and the number of individuals. The distance of 150 meters has the least number of individuals. The temperature at a distance of 0 meters is the highest temperature and the humidity is the lowest among the other distances. The intensity of the light decreases towards the interior of the forest. The highest Shannon-Wiener diversity index value is at a distance of 0 meters (H '= 2.719). Simpson highest dominance index is at a distance of 0 meters (D = 0.92). Evenness evenness index is highest at a distance of 150 meters (E = 0.8185). The most similar groups of butterflies have a distance of 50, 100 and 200 meters. | |
| 22869 | 25407 | F1F014006 | Supernatural Element in The Sixth Sense Film | Penelitian yang berjudul “Supernatural Elements in The Sixth Sense Film” ini mempunyai tujuan untuk menjelaskan elemen supernatural yang ada di dalam film The Sixth Sense. Teori ini dibagi menjadi enam elemen, tetapi peneliti hanya menggunakan tiga elemen yang berhubungan dengan isu supernatural, yaitu kejadian supernatural, atmosfere suspense, setting tempat di bangunan tua. Cinematic code digunakan untuk menganalisis film The Sixth Sense seperti menggunakan lighting,framing, sound-effect, costume dan properti. Data utama pada penelitian ini adalah film The Sixth Sense. Dalam menganalisa penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Peneliti menemukan kejadian-kejadian supernatural yang dialami Cole bahwa dia dapat melihat dan berkomunikasi dengan hantu. Terdapat tiga elemen supernatural di dalam film. Pertama, kejadian supernatural dibagi menjadi dua bagian yaitu Cole berinteraksi dengan hantu Dr. Malcolm dan Cole diganggu hantu yang mengerikan. Kedua, atmosfere suspense dibagi menjadi tiga bagian yaitu terror hantu, Cole mendengar suara sensurround dan terjadinya terror di rumah Dr. Malcolm. Ketiga, penggunana bangunan tua dibagi menjadi tiga bagian yaitu sekolah Cole, bangunan basement tua dan rumah Derrick | This research entitled “Supernatural Elements in The Sixth Sense Film” is aimed to describe supernatural element existing in The Sixth Sense. Acccording to Harris theory, it is divided into six elements, yet in this analysis, the researcher only focused on the three elements that related with the supernatural issue, namely: supernatural event, the atmosphere of suspense and the use of old buildings. Cinematic codes used in analyzing the film are lighting, framing, sound-effect, costume, and property. The primary data are taken from The Sixth Sense film. In analyzing the data, the study uses a qualitative method. After analyzing the data, the researcher finds supernatural events experienced by Cole that he can see and communicate with the ghost. There are three supernatural elements inside the film. First, supernatural events divided into two part such as friendly interaction between human and ghost and ghost as scary creatures to human. Second, the atmosphere of suspense divided into three parts such as ghost terror, sensurround sound and terror in Dr. Malcolm house. Third, the use of old building divided into three part such as Cole’s school, old basement and Derrick’s house. | |
| 22870 | 25408 | A1D115013 | ISOLASI DAN AKTIVASI ENZIM ASETIL-KOA KARBOKSILASE DARI BUAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) | Produk utama tanaman kelapa sawit adalah minyak kelapa sawit. Produksi tanaman kelapa sawit Indonesia masih rendah yakni baru mencapai 23,53 juta ton atau masih berkisar antara 3-4 ton tandan buah segar (TBS)/ha per tahun. Asam lemak rantai panjang disintesis oleh enzim asetil-KoA karboksilase (ACCase), berbagai hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi antara aktivitas ACCase dan kecepatan sintesis asam lemak maupun dengan akumulasi minyak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik pengendapan protein menggunakan amonium sulfat (NH4SO4) terhadap kualitas enzim asetil-KoA karboksilase serta mengetahui pengaruh penambahan aktivator terhadap aktivitas enzim asetil-KoA karboksilase. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biokimia dan Biologi Molekuler Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia Bogor pada bulan Oktober 2018 sampai dengan April 2019. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi protein dengan tris HCl, EDTA dan β-merkaptoetanol sebagai bahan pelarut. Sampel yang diperoleh kemudian ditambahkan amonium sulfat (NH4SO4) dan dilakukan dialisis. Tahap selanjutnya adalah pengujian profil protein menggunakan SDS PAGE untuk sampel crude extract, crude extract + dialisis dan crude extract + amonium sulfat + dialisis, kemudian dilakukan kromatografi filtrasi gel sephadex G-25 yang dilanjutkan dengan pengujian konsentrasi protein menggunakan uji bradford. Pengukuran aktivitas enzim asetil-KoA dilakukan menggunakan HPLC (High Performance Liquid Chromatography) untuk sampel crude extract, dialisis dan sampel hasil kromatografi filtrasi gel sephadex G-25 dan dilanjutkan dengan pengukuran aktivitas enzim asetil-KoA karboksilase dengan penambahan beberapa konsentrasi asam glutamat. Variabel yang diamati adalah konsentrasi protein, profil protein dan juga aktivitas enzim asetil-KoA karboksilase. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa pengendapan dengan amonium sulfat menyebabkan protein menjadi jenuh, hasil terbaik untuk variabel pengukuran protein pada SDS PAGE adalah sampel crude extract + dialisis. Konsentrasi protein yang didapat dari hasil kromatografi filtrasi gel sephadex G-25 yang terbesar sebanyak 11,543 mg/ml. Pengukuran aktivitas enzim asetil-KoA tertinggi didapatkan pada sampel kromatografi filtrasi gel sebesar 46,034 gram per liter asetil per menit . Penambahan asam glutamat mampu meningkatkan aktivitas enzim asetil-KoA sampai 2x lipat dengan aktivitas tertinggi sebesar 19,702 gram per liter asetil per menit dengan konsentrasi optimum penambahan sebsar 20 ppm. | The main product of oil palm plants is palm oil. Indonesia is the top occupies position in achieving the area and production of world palm oil which reaches 8.9 million hectares with 6.5 million hectares in the form of producing plants (TM). The production of oil palm plants from the area of the plantations is still low, reaching only 23.53 million tons or still around 3-4 tons of fresh fruit bunches (TBS) / ha per year. Long chain fatty acids are synthesized by the acetyl-CoA carboxylase (ACCase) enzyme, various research results indicate a correlation between the activity between ACCase and the speed of fatty acid synthesis as well as oil accumulation. This study aims to determine the effect of protein deposition techniques using ammonium sulfate the quality of the enzyme acetyl-CoA carboxylase and knowing the effect of adding activators to the activity of the enzyme acetyl-CoA carboxylase. The research was conducted at the Laboratory of Biochemistry and Molecular Biology, Bogor Indonesia Biotechnology and Bioindustry Research Center in October 2018 to April 2019. This study used a protein extraction method with tris HCl, EDTA and β-mercaptoetanol as solvents. The samples obtained were then added ammonium sulfate (NH4SO4) and dialysis. The next stage is protein profile testing using SDS PAGE for crude extract samples, crude extract + dialysis and crude extract + ammonium sulfate + dialysis. The next step is sephadex G-25 gel filtration chromatography followed by protein concentration testing using the Bradford test. Measurement of acetyl-CoA enzyme activity was carried out using HPLC (High Performance Liquid Chromatography) for crude extract, dialysis samples and sephadex G-25 gel filtration chromatography samples and continued by measuring the activity of the enzyme acetyl-CoA carboxylase by adding several concentrations of glutamic acid. The variables observed were protein concentration, protein profile and also the activity of the enzyme acetyl-CoA carboxylase. The results of this study are that precipitation with ammonium sulfate causes protein to become saturated, the best result for the protein measurement variable in SDS PAGE is a sample of crude extract + dialysis. The greatest concentration of protein obtained from sephadex G-25 gel filtration chromatography was 11,543 mg / ml. The highest measurement of acetyl-CoA enzyme activity was obtained in gel filtration chromatography samples of 46,034 gram per liter acetyl per minute . The addition of glutamic acid was able to increase the activity of the acetyl-CoA enzyme to 2x with the highest activity of 19.702 gram per liter acetyl per minute with optimum concentration of addition of 20 ppm glutamic acid. | |
| 22871 | 25409 | H1A015046 | AUTOMATED GUIDED VEHICLE BERBASIS GLOBAL POSITIONING SYSTEM DENGAN PENDATAAN DATABASE MELALUI PAPAN MIKROKONTROLER RODIT | Dalam era Revolusi Industri 4.0 saat ini, pengaplikasian teknologi dalam dunia industri sudah berkembang sangat pesat yang ditandai dengan banyaknya sistem otomatis. Tetapi pada proses pendistribusian, banyak sistem yang digunakan masih secara manual. Melalui sistem otomatisasi khususnya dalam proses pendistribusiann, pelaku industri akan mendapatkan lebih banyak keuntungan. Sistem pendistribusian otomatis ini dilakukan oleh kendaraan otomatis yang dikenal sebagai Automated Guided Vehicle (AGV). AGV dalam mendistribusikan barang, dikendalikan melalui data lokasi yang sudah direkam, sehingga AGV dapat berjalan sesuai dengan yang telah ditentukan lalu mendata object yang ada. Sistem AGV inilah yang menjadi studi kasus penelitian tugas akhir penulis. Pada penelitian tugas akhir ini, metode yang digunakan adalah metode penyesuaian antara data eksak AGV dengan waypoint yang sudah ditentukan (data perkiraan. Kemudian terdapat pendataan pada object yang disimpan menuju website yang dimonitoring. Selanjutnya untuk menghindari adanya kecelakaan kerja ditambahkan sensor ultrasonic sebagai pendeteksi penghalang. Dari hasil penelitian ini, dipilih rute dengan enam waypoint dan data hasil penelitian yang menunjukkan keberhasilan dalam mendistribusikan object di waypoint yang telah ditentukan yakni 2,3, dan 5. Adapun galat yang ditimbulkan mendekati 0% (0.0000134% sampai -0.0077001%) sehingga cukup membuktikan bahwa penelitian ini dapat direalisasikan. | In the current era of the Industrial Revolution 4.0, the application of technology in the industrial world has developed very rapidly which is characterized by the many automatic systems. But in the process of distribution, many systems are used manually. Through automation systems, especially in the distribution process, industry players will get more profits. This automatic distribution system is carried out by automatic vehicles known as Automated Guided Vehicles (AGV). AGV in distributing goods, is controlled through location data that has been recorded, so that AGV can run according to what has been determined and then record existing objects. This AGV system is the final thesis research case. In this final project research, the method used is the method of adjusting between exact AGV data and predetermined waypoints (estimated data. Then there is data collection on objects stored towards the website being monitored. Furthermore, to avoid work accidents ultrasonic sensors are added as barrier detectors. From the results of this study, a route with six waypoints and research data that shows success in distributing objects in the specified waypoints is 2.3, and 5. The errors caused are close to 0% (0.0000134% to -0.0077001%) so that it is sufficient prove that this research can be realized. | |
| 22872 | 25411 | B1A015075 | INTENSITAS Trichodina sp. PADA BENIH IKAN LELE MUTIARA (Clarias gariepinus) MILIK PETANI IKAN DI KUTASARI KABUPATEN PURBALINGGA | Kutasari merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Salah satu mata pencaharian masyarakat di Kutasari adalah sebagai petani ikan. Salah satu ikan yang dibudidayakan oleh petani ikan di Kutasari adalah ikan lele. Ikan lele merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang diunggulkan peningkatan produksinya oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ikan lele yang dibudidayakan oleh petani ikan di Kutasari adalah ikan lele strain Mutiara. Namun, ternyata dalam budidaya ikan lele memunculkan suatu kendala yakni infeksi serangan berbagai parasit. Salah satu jenis protozoa yang menyerang ikan lele yaitu Trichodina sp.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas dan spesies parasit Trichodina sp. yang menginfeksi benih ikan lele mutiara (Clarias gariepinus) yang dibudidayakan oleh petani ikan di Kutasari Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilakukan pada benih ikan lele mutiara yang berukuran 2-5 cm. Trichodina sp. diamati dari lendir ikan yang kemudian diwarnai dengan AgNO3. Intensitas Trichodina sp. pada penelitian ini adalah 145,56 individu/ekor dan termasuk dalam kategori tingkat infeksi yang sangat parah. Hasil identifikasi spesies Trichodina sp. pada benih ikan lele mutiara milik petani ikan di Kutasari ditemukan 3 spesies, yaitu (1) T. heterodentata, (2) T. magna, dan (3) T. acuta. | Kutasari is one of the sub-districts in Purbalingga Regency, Central Java. One of Kutasari Citizen livelihood is fish farming. One of the fish cultivated by fish farmers in Kutasari is catfish. Catfish is one of the freshwater fisheries commodities in which is favored by the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries for its production to increase. Catfish cultivated by fish farmers in Kutasari are catfish from pearl strains. However, catfish farming can raise obstacle which is various parasitic attacks. One of protozoa species reported attacking catfish is Trichodina sp. This study aims to determine the intensity of Trichodina sp. and to identify the species of Trichodina sp. found in pearl catfish (C. gariepinus) which cultivated by fish farmers in Kutasari, Purbalingga Regency. This study was done to pearl catfish fish sized 2-5 cm. Trichodina sp. was obeserved from fish mucus and later stained with AgNO3. The intesity of Trichodina sp. in this study is 145,56 individual/head and categorized as very severe. The identification of Trichodina sp. species in pearl catfish fries from fish farmers in Kutasari detected 3 spesies, which are (1) T. heterodentata, (2) T. magna, dan (3) T. acuta. | |
| 22873 | 26239 | D1A015152 | Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Pendapatan dan Efisiensi Usaha Ternak Itik Petelur Di Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga | Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 11 Maret 2019 sampai dengan 7 April 2019. Bertempat di Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mengetahui pendapatan dan efisiensi usaha ternak itik petelur di Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga; 2) Menganalisis pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap pendapatan dan efisiensi usaha ternak itik petelur di Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survei terhadap peternak itik petelur di Kecamatan Kaligondang. Teknik penetapan sampel wilayah dilakukan secara purposive sampling (sengaja) dengan memilih daerah yang mempunyai populasi ternak itik terbanyak. Sampel peternak sebagai responden diambil secara sensus di Kecamatan Kaligondang yaitu diperoleh sebanyak 34 peternak. Pendapatan peternak dianalisis secara cashflow yaitu penerimaan dikurangi biaya produksi, sedangkan efisiensi usaha dianalisis dengan membandingkan penerimaan dengan biaya produksi. Pengaruh faktor-faktor sosial ekonomi terhadap pendapatan dan efisiensi usaha dianalisis dengan regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata pendapatan sebesar Rp. 47.711.374,15 per tahun, sedangkan efisiensi usaha nilainya adalah 1,84. Pendapatan dan efisiensi usaha dipengaruhi oleh faktor jumlah kepemilikan ternak dan biaya pakan. Usaha ternak itik petelur di Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga menguntungkan dan efisien serta memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan dengan menambah jumlah kepemilikan ternak. | The research was conducted on March 11, 2019 until April 7, 2019. Located research in Kaligondang District, Purbalingga Regency, Central Java. The purpose of this research was : 1) To determine the income and business efficiency of laying duck in Kaligondang District, Purbalingga Regency; 2) Analyzing the influence of social economic factors on income and business efficiency of laying duck in Kaligondang District, Purbalingga Regency. The research was conducted by using survey method for laying duck farmers in Kaligondang. Determination technique of sample area conducted by purposive sampling (deliberately) by selecting area that have the highest duck population. The farmers sample as respondents was taken by a census in Kaligondang District, as many as 34 farmers. Farmers income is analyzed by cash flow that is by revenue minus production costs, while business efficiency is analyzed by comparison between revenue and production costs.The influence of social economic factors on income and business efficiency is analyzed by multiple linear regression. The results showed that : 1) The average income is Rp. 47.711.374,15 per year,while business efficiency is 1,84. The social economic factors that influence income and business efficiency are the amount of livestock ownership and feed cost. Laying duck business in Kaligondang District Purbalingga Regency has profitable, efficient and good prospects with increase the number of livestock ownership. | |
| 22874 | 25412 | B1A015105 | STOK KARBON TEGAKAN CENGKEH (Syzygium aromaticum) DI DESA BASEH KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS | Pemanasan global terjadi karena adanya peningkatan Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer. Untuk mengurangi peningkatan GRK maka perlu adanya penyerapan karbon. Penyerapan karbon dapat dilakukan oleh tegakan pohon. Salah satu tegakan pohon yaitu tegakan cengkeh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stok karbon pada tegakan cengkeh serta mengetahui hubungan antara umur dengan stok karbon tegakan cengkeh. Hasil perhitungan stok karbon cengkeh menunjukkan bahwa semakin bertambah umur tegakan maka semakin meningkat stok karbon yang disimpan. Hasil perhitungan stok karbon pada kelompok umur 1-5 tahun yaitu 0,82 toh.ha-1, kelompok umur >5-10 tahun yaitu 14,79 toh.ha-1, kelompok umur >10-15 tahun yaitu 45,25 ton.ha-1, kelompok umur >15-20 tahun yaitu 111,29 ton.ha-1, dan kelompok umur >20-25 tahun yaitu 195,56 ton.ha-1. Pola hubungan yang terbentuk antara umur dengan stok karbon yang terbentuk yaitu eksponensial, sebesar 89,57%umur tegakan mempengaruhi stok karbon dan 10,43% dipengaruhi oleh faktor lain. | Global warming is due to an increase Greenhouse Gases in the atmosphere. This results in an increase in the average temperature of the earth's surface. To reduce the increase in Greenhouse Gases, carbon sequestration is needed. Carbon absorption can be carried out by trees. One of the trees is the clove tree. This study aims to determine the carbon stock in clove trees and find out the relationship between age and carbon stock clove trees. The results of the clove carbon stock indicate that the more the stand age increases, the more carbon stock stored. The results of the calculation of carbon stock in the 1-5 year age group are 0.82 tons.ha-1, the age group> 5-10 years is 14.79 tons.ha-1, age group >10-15 years is 45.25 tons.ha-1, age group> 15-20 years is 111.29 tons.ha-1, and age group> 20-25 years is 195.56 ton.ha-1. The relationship pattern that is formed between age and the carbon stock formed is exponential, 89.57% of stand age affects carbon stocks and 10.43% is influenced by other factors. | |
| 22875 | 25413 | B1J013071 | KERAGAMAN TUNGAU HAMA PADA TANAMAN MELATI GAMBIR (Jasminum officinale) DI DESA CIPAWON, BUKATEJA, PURBALINGGA, JAWA TENGAH | Tanaman melati gambir (Jasminum officinale) yang terdapat di Desa Cipawon memiliki manfaat dan nilai ekonomis yang cukup tinggi. Manfaat J. officinale sebagai pengharum teh. Keberhasilan penanaman J. officinale terletak pada lingkungan hidupnya (habitat, temperatur dan kelembaban) dan pemeliharaan yang tepat. Salah satu yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan J. officinale adalah serangan hama tungau yang dapat menyebabkan kerusakan tanaman dan berakhir dengan kematian. Tungau hama menyerang tanaman disebabkan oleh faktor lingkungan yang mendukung yaitu suhu dan kelembaban yang sesuai dengan pertumbuhan tungau, daun yang memiliki trikoma sebagai pelindung tungau dan letak sudut duduk daun yang menutupi sinar matahari (fototropinegatif). Keragaman dan kelimpahan tungau hama mempengaruhi kestabilan ekosistem pada tanaman melati gambir. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keragaman dan kelimpahan tungau pada tanaman melati gambir (J. officinale). Tahapan penelitian ini meliputi penentuan jumlah sampel dan pengambilan sampel; pengukuran temperatur, kelembaban udara dan curah hujan; menghitung jumlah trikoma; mengukur luas daun; mengukur sudut duduk daun; penentuan kelimpahan tungau pada kultivar; preparasi dan fiksasi tungau; clearing tungau; mounting tungau; dan identifikasi menggunakan prinsip chetotaksi. Hasil identifikasi keragaman tungau hama pada J. officinale terdapat 443 individu meliputi delapan spesies, yaitu (1) Brevipalpus phoenicis Geijskes, 2) Brevipalpus californicus Banks, 3) Brevipalpus papayensis Baker, 4) Brevipalpus obovatus Donnadieu, 5) Tetranychus urticae Koch, 6) Tetranychus kanzawai Kishida, 7) Tetranychus cinnabarinus Carmine, dan 8) Thyrophagus putrescentiae Schrank). Hasil keragaman spesies tungau hama menggunakan indeks Shannon-Wienner (H^') memperoleh data yang menunjukan bahwa B. phoenicis memiliki kerapatan populasi tertinggi dibanding tungau hama lainnya. Nilai keragaman (H^') tungau hama tergolong rendah. Hasil analisis nilai kemerataan menggunakan uji Shannon-Evennes pada keseluruhan tungau hama merata seluruh bagian ekosistem J. officinale. Hasil analisis regresi logistik multivariat memperoleh persamaan regresi untuk tungau hama pada J. officinale yang melibatkan dua faktor (a) dan (b) Y = 0,399 + 0,043 (a) + 0,012 (b). | Gambir jasmine plants (Jasminum officinale) found in Cipawon Village have high economic benefits and value. Benefits of J. officinale as tea fragrances. The success of planting J. officinale lies in the environment (habitat, temperature and humidity) and proper maintenance. One that inhibits the growth and development of J. officinale is the attack of mite pests that can cause damage to plants and end in death. Pest mites attack plants caused by supporting environmental factors, namely temperature and humidity that are in accordance with the growth of mites, leaves that have a protective trichome as well as the location of the sitting corner of the leaf that covers the sun (phototropinegative). Diversity and abudance of pest mites affect ecosystem stability in J. officinale. The purpose of this study was to determine the diversity and abundance of mites in J. officinale. The stages of this study include determining the number of samples and sampling; measurement of temperature, air humidity and rainfall; count the number of trichomes; measuring leaf area; measuring leaf sitting angle; determination of mite abundance in cultivars; mite preparation and fixation; mite clearing; mounting mites; and identification using the principle of chetotaksi. The results of identification of pest diversity in J. officinale contained 443 individuals including eight species, namely (1) Brevipalpus phoenicis Geijskes, 2) Brevipalpus californicus Banks, 3) Brevipalpus papayensis Baker, 4) Brevipalpus obovatus Donnadieu, 5) Tetranychus urticae Koch, 6) Tetranychus kanzawai Kishida, 7) Tetranychus cinnabarinus Carmine, and 8) Thyrophagus putrescentiae Schrank). The results of the diversity of pest mites using the Shannon-Wienner index (H^') obtained data showing that B. phoenicis had the highest population density compared to other pest mites. Diversity value (H^') of pest mites is low . The results of the evenness value analysis using the Shannon-Evennes test for all pest mites are evenly distributed throughout the J. officinale ecosystem. The results of multivariate logistic regression obtained a regression equation for pest mites in Jasminum officinale involving two factors (a) and (b) Y = 0.399 + 0.043 (a) + 0.012 (b). | |
| 22876 | 25414 | B1A015102 | HUBUNGAN ANTARA KUALITAS AIR, KERAGAMAN DAN KELIMPAHAN ZOOPLANKTON DI KAWASAN SEGARA ANAKAN BAGIAN TIMUR, CILACAP | Kualitas air merupakan kondisi suatu perairan yang dapat diukur dan diuji berdasarkan parameter-parameter tertentu. Salah satu indikator biologi yang baik digunakan untuk mengetahui perubahan kualitas air adalah zooplankton. Perairan Segara Anakan Cilacap mendapat masukkan material padatan dari lingkungan yang berasal dari buangan limbah industri dan pemukiman, sehingga perlu dikaji kualitas air dan pengaruhnya terhadap zooplankton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air di Segara Anakan, mengetahui keragaman dan kelimpahan zooplankton di Segara Anakan, dan mengetahui hubungan antara kualitas air dan kelimpahan zooplankton. Hasil penelitian didapatkan bahwa secara keseluruhan kualitas air di Segara Anakan Cilacap masih tergolong baik. Keragaman zooplankton masih tergolong rendah hingga sedang yang tersusun atas 43 spesies dari 8 ordo. Kelimpahan zooplankton berkisar antara 175 - 1907 ind.l-1. Spesies yang paling melimpah adalah Laophonte brevirostris dan Leptodiaptomus ashlandii. Hubungan antara faktor lingkungan dan kelimpahan zooplankton sesuai hasil analisis regresi didapatkan persamaan Kelimpahan = 3427 - 271 Salinitas + 0.74 TDS + 1090 BOD dengan nilai R2 adalah 0.863. | Water quality is a water condition that can be measured and tested based on certain parameters. Measurement of environtmental factors are divided into three, there are physical, chemistry, and biology. One of the the biological indicators which used to determine changes in water quality is zooplankton. Segara Anakan Cilacap waters has received input of solid material from industrial and residential waste, which made the water quality and its effect on zooplankton need to be studied. The purpose of this study is to determine the water quality of Segara Anakan, to find out the diversity and abundance of zooplankton in Segara Anakan, and also to know the relation between the water quality and the abundance of zooplankton. The result of the research found that over all the water quality in Segara Anakan Cilacap is still quiet good. The diversity of zooplankton is still relatively low to medium which is composed of 43 species of 8 orders. The abundance of zooplankton is around 175 - 1907 ind.l-1. The most abundant species is Laophonte brevirostris and Leptodiaptomus ashlandii. The relationship between the environmental factor and the abundance of zooplankton based on the regression analysis result found that the abundance equation = 3427 - 271 Salinitas + 0.74 TDS + 1090 BOD with R2 value is 0.863. | |
| 22877 | 25947 | A1C015020 | ANALISIS PERILAKU KONSUMEN BERAS LOKAL DI KOTA PADANG: PERMODELAN INTEGRASI ALPHABET THEORY DAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOUR | Beras lokal merupakan salah satu komoditas pertanian yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia. Karena Indonesia meraih peringkat pertama didunia dengan konsumsi beras terbanyak didunia sebesar 139 kg/kapita/tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan model Structural Equation Modelling (SEM) dengan melihat seberapa fit model dengan data yang ada. Kemudian penelitian ini menggunakan alat analisis model yaitu Confirmatory Factor Analysis untuk melihat seberapa berpengaruh baik indikator dalam menjelaskan faktor yang membentuknya. Sampel yang diambil berjumlah 200 responden dengan sasaran konsumer yang berbelanja beras lokal di pasar tradisional dan modern di Kota Padang, dengan teknik pengambilan yang digunakan adalah stratified sampling, menggunakan kuesioner skala likert. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan aplikasi AMOS 21. Hasil dari penelitian ini ada 4 faktor yang dapat menjelaskan dengan baik yaitu Informasi Pengetahuan (0.513), Intensi (0.672), Kebiasaan (0.512), dan Perilaku (2.009). Ada tiga faktor yang sangat berpengaruh dalam mengonsumsi dan membeli beras lokal di Kota Padang, yaitu Faktor Norma sosial terhadap sikap (0.668), Korelasi antara faktor Informasi Pengetahuan dengan Kontrol Perilaku, Korelasi antara faktor Intensi dengan Norma Sosial (0.757). Artinya bahwa dalam membeli dan mengonsumsi beras lokal adanya pengaruh yang tinggi dalam norma sosial masyarakat terhadap sikap untuk memilih karakteristik sesuai kebutuhan konsumen dalam membeli dan mengonsumsi beras lokal. Kemudian adanya korelasi yang erat antara faktor Informasi Pengetahuan dengan kontrol prilaku dan norma sosial dengan intensi. Dengan demikian, bahwa semakin tinggi kontrol perilaku konsumen dalam mendapatkan beras lokal akan semakin tinggi juga Informasi dan Pengetahuan konsumen beras lokal yang didapatkan untuk memperoleh beras lokal. Serta semakin tinggi norma sosial yang diterima dan didapatkan dalam kehidupan konsumen akan semakin tinggi juga intensi konsumen beras lokal didalam membeli dan mengonsumsi beras lokal. | Local rice is are of the most consumed agricurtural commodities in Indonesia. This is because Indonesia is one of the largest agricurtural countries in the world amunt 139 kg/capita/year. This study uses the Structural Equation Modeling (SEM) approach by lookung at how fit the model is with the exiting data. This study also used Confirmatory Factor Analysis as the tool analysis model to see how far the indicator has a good influence in explaining factors that shape it. Samples which has been taken are 200 respondents with the target is consumer who shops local rice in modern and traditional market in Padang city, with stratified sampling and used scala likert quetioner. The analysis data in this study is done by uses AMOS 21 application. The result of this study is that there are 4 factors which can clearly explain which are Knowldege Information (0.513), Intention (0.672), Habit (0.512), and Behaviour (2,009). In influenceffactor, there are 3 influencing factors in consuming and buying local rice in Padang City: Social norm factor for attitudes (0.668), the correlation between knowledge information factors with behavioural control, social norm (0.757). it means that in buying and consuming local rice norm of society towards the attitude to choose characteristic according to consumer needs in buying and consuming local rice. Forther more, ther is close correlation between Knowledge Information factors with behavioural control and social norms with intentions. In conclusion, the higher control of consumer behaviour in obtaining to get local rice and the higher the social norms received and obtained in the lives of consumers means the higher the intention of consumers of local rice in buying and consuming local rice. | |
| 22878 | 25416 | B1A015110 | Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Bawah Akibat Pengaruh Efek Tepi di Kawasan Cagar Alam Bantarbolang Blok 16-18 Pemalang Jawa Tengah | Cagar Alam Bantarbolang merupakan salah satu kawasan hutan yang berbatasan dengan berbagai bentuk penggunaan lahan. Oleh karena itu vegetasi yang terbentuk relatif banyak dipengaruhi oleh penggunaan lahan di sekitarnya yang disebut efek tepi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari efek tepi terhadap keanekaragaman jenis tumbuhan bawah dan mengetahui jenis tumbuhan bawah yang paling dominan di Cagar Alam Bantarbolang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Cagar Alam Bantarbolang terdapat jenis tumbuhan bawah sebanyak 72 jenis. Efek tepi sangat berpengaruh terhadap keanekaragaman tumbuhan bawah. Pada setiap jarak dari tepi hutan memiliki keragaman vegetasi tumbuhan bawah yang berbeda. Wilayah tepi hutan memiliki jenis tumbuhan bawah yang lebih beragam dibandingkan wilayah bagian dalam hutan. | Bantarbolang Nature Reserve is one of the forest areas bordering various forms of land use. Therefore, the vegetation that is formed is relatively much influenced by surrounding land use called edge effects. This study aims to determine the effect of edge effects on the diversity of understorey species and find out the most dominant types of understorey in the Bantarbolang Nature Reserve. The results showed that in the Bantarbolang Nature Reserve there were 72 species of understorey. Edge effects greatly influence the diversity of understorey. At each distance from the edge of the forest has a different diversity of understorey vegetation. The edge of the forest has a type of understorey that is more diverse than the interior of the forest. | |
| 22879 | 25418 | B1A015038 | PENGARUH PEMBERIAN INOKULUM FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) CAMPURAN TERHADAP KEMUNCULAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DAN MELON (Cucumis melo L.) | Mentimun (Cucumis sativus L.) dan Melon (Cucumis melo L.) merupakan contoh dari sayuran dan buah yang banyak di konsumsi oleh masyarakat, dan juga memiliki banyak manfaat. Permintaan pasar untuk mentimun dan melon sangat tinggi, maka produksinya harus mengikuti. Ada beberapa masalah dalam produksi, dan salah satunya adalah penyakit layu yang disebabkan oleh Fusarium. Secara konvensional, penggunaan fungisida sintetik dianggap sebagai solusi yang tepat untuk mengendalikan layu fusarium. Namun demikian, dengan mempertimbangkan dampak negatif dari fungisida tersebut, penggunaan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) menjadi alternatif pilihan yang ditempuh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dosis berbeda dari inokulum FMA campuran (0, 5, 10, 15, 20 g FMA dengan medium pembawa zeolit / tanaman). Parameter utama adalah intensitas penyakit, sedangkan parameter pendukungnya adalah pH tanah, temperatur, kelembapan, masa inkubasi penyakit, dan derajat infeksi FMA terhadap akar tanaman. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Uji ragam (uji F) denganStandar Kesalahan 5%. Berdasarkan hasil penelitian, tanaman yang diinokulasi dengan inokulum mikoriza lebih tahan terhadap penyakit layu fusarium. Dosis optimal FMA campuran untuk mengurangi intensitas penyakit layu fusarium pada tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) adalah adalah M3BT (inokulasi FMA campuran 15 g/tanaman) dan melon (Cucumis melo L.) adalah M2BM (inokulasi FMA campuran 10 g/tanaman) | Cucumber (Cucumis sativus L.) and Melon (Cucumis melo L.) are examples of vegetable and fruit that are widely consumed by the community, and also have many benefits. Market demand for cucumbers and melons is very high, therefore the production should meet the demand. There are several problems in production, and one of them is wilt caused by Fusarium. Conventionally, the use of synthetic fungicides is considered as the right solution for controlling fusarium wilt. However, taking into account the negative effects of these fungicides, the use of Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) is an alternative choice taken. This study used a Completely Randomized Design (CRD) of mixed AMF inoculums (0, 5, 10, 15, 20 g AMF with zeolite/plant carrier medium). The main parameters observed were disease intensity, while the supporting parameters observed were pH, temperature, air humidity, disease incubation period and degree of infection. The data obtained were analyzed using a Variety Test (F test) with a Standard Error of 5%. Based on the reseach result, plants which are inoculated by mycorrhizae inoculum is more resistant to fusarium wilt disease. The optimal dose of FMA mixture to reduce the intensity of fusarium wilt in cucumber (Cucumis sativus L.) plants is M3BT (FMA inoculation of 15 g / plant mixture) and melon (Cucumis melo L.) is M2BM (10 g / plant FMA mixture inoculation) | |
| 22880 | 25419 | F1F015056 | ANALISIS KEBIJAKAN LUAR NEGERI TIONGKOK DALAM MEMBANTU PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PELABUHAN HAMBANTOTA DI SRI LANKA TAHUN 2008-2017 | ABSTRAK Penelitian yang berjudul " Analisis Kebijakan Luar Negeri Tiongkok Dalam Membantu Pembangunan Infrastruktur Pelabuhan Hambantota Di Sri Lanka Tahun 2008-2017" berdasarkan perspektif Liberalisme Institusionalisme dan menggunakan Konsep Geopolitik dan Kepentingan Nasional. Fokus penelitian ini adalah menganalisis mengapa Tiongkok membantu pembangunan infrastruktur Pelabuhan Hambantota di Sri Lanka tahun 2008-2017. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Tiongkok ingin memiliki pengaruh di Asia Selatan khususnya Sri Lanka, memiliki hubungan kerjasama yang baik dengan Sri Lanka dan Tiongkok mendapatkan kepentingan nasionalnya. Kata Kunci : Tiongkok, Sri Lanka, Geopolitik, Liberalisme Institusionalisme, Kepentingan Nasional. | The study entitled Analysis of Chinese Foreign Policy in assisting Hambantota Port Infrastructure Development in Sri Lanka in 2008-2017 "based on the perspective of Institutionalism Liberalism and using the Geopolitical and National Interest. The focus of this study is to analyze why China is supporting the construction of Hambantota Port infrastructure in Sri Lanka in 2008-2017. The conclusion of this study is that China wants to have influence in South Asia especially Sri Lanka, has a good cooperative relationship with Sri Lanka and get a national interests. Keyword: China, Sri Lanka, Geopolitics, Liberalism Institutionalism, National Interest. |