Artikelilmiahs
Menampilkan 22.881-22.900 dari 50.222 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 22881 | 26175 | D1B016008 | HUBUNGAN PERAN KETUA KELOMPOK DENGAN KOHESIVITAS ANGGOTA KELOMPOK PETERNAK SAPI PERAH DI KECAMATAN WANAYASA KABUPATEN BANJARNEGARA | Banyak peran yang harus dijalankan oleh ketua kelompok untuk menciptakan kohesivitas kelompok, diantaranya yaitu kemampuan memberikan arahan dan perhatian. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan peran ketua kelompok dengan kohesivitas anggota kelompok peternak sapi perah di Kabupaten Banjarnegara. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Penetapan sampel wilayah dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu pemilihan wilayah yang memiliki populasi sapi perah terbanyak di Kabupaten Banjarnegara yaitu Kecamatan Wanayasa. Kelompok peternak diambil secara sensus (2 kelompok) yaitu kelompok Brahman Jaya dan Setia Budi. Pengambilan responden peternak diambil secara sensus yaitu sebanyak 51 peternak. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat (0,605) antara peran ketua dalam memberikan arahan dengan kohesivitas anggota kelompok peternak sapi perah dan terdapat hubungan yang kuat (0,697) antara peran ketua dalam memberikan perhatian dengan kohesivitas anggota kelompok peternak sapi perah. | Many roles must be performed by the group leader to create group cohesiveness, including the ability to provide direction and attention. The study aims to determine the relationship between the role of group leaders and the cohesiveness of members of the dairy farmers group in Banjarnegara Regency. The study was conducted by survey method. Determination of regional samples is carried out by purposive sampling method, namely the selection of regions that have the highest dairy cattle population in Banjarnegara Regency, namely Wanayasa District. The group of farmers was taken census (2 groups), namely the Brahman Jaya and Setia Budi groups. Retrieval of farmer respondents was taken by census as many as 51 farmers. The analysis used was deskriptive analysis and Rank Spearman correlation. The results of this study indicate that there is a strong relationship (0.605) between the role of the chairman in providing direction and cohesiveness of members of the dairy farmer group and there is a strong relationship (0.697) between the role of chairman in giving attention to the cohesiveness of members of the dairy farmers group. | |
| 22882 | 25420 | F1A012053 | DIENG CULTURE FESTIVAL (Studi Tentang Peran Kelompok Sadar Wisata “Dieng Pandawa” Dalam Pelaksanaan Dieng Culture Festival) | Dieng Culture Festival merupakan sebuah pagelaran budaya yang diadakan di daerah Dieng. Pagelaran budaya ini adalah pengemasan ulang dari Tradisi Ruwatan Rambut Gimbal yang sudah ada di Dieng. Pengemasan ulang Tradisi Ruwatan Rambut Gimbal tersebut pertama kali diinisiasi oleh Kelompok Sadar Wisata Dieng Pandawa pada tahun 2010. Dieng Pandawa sendiri merupakan pokdarwis pertama di daerah Dieng yang telah berdiri sejak tahun 2007. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran Pokdarwis Dieng Pandawa dalam pelaksanaan Dieng Culture Festival di Dieng, untuk mengetahui potensi pariwisata Dieng Culture Festival dalam dunia Pariwisata di Dieng, untuk mengetahui keterkaitan Pokdarwis Dieng Pandawa dengan Dieng Culture Festival, serta untuk mengetahui model pemberdayaan masyarakat oleh Pokdarwis Dieng Pandawa dalam Dieng Culture Festival. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Kajian teori dalam penelitian ini menggunakan teori Tindakan Sosial Max Weber. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan metode snowball sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pokdarwis Dieng Pandawa sendiri memiliki peran sebagai inisiator dan aktor utama dalam setiap pelaksanaan Dieng Culture Festival. Festival tersebut memiliki tiga potensi utama yaitu potensi ekonomi, potensi kebudayaan, serta potensi promosi pariwisata daerah. Selain Pokdarwis Dieng Pandawa sebagai pelaksana inti, pelaksanaan Dieng Culture Festival tersebut juga dibantu oleh pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Banjarnegara, pihak swasta, dan masyarakat setempat Desa Dieng Kulon. Peran Pokdarwis Dieng Pandawa dalam pelaksanaan Dieng Culture Festival tersebut menunjukan sebuah model pemberdayaan komunitas dalam masyarakat wisata di daerah Dieng. Kata kunci: Dieng Culture Festival, Pokdarwis Dieng Pandawa, Pariwisata, Pemberdayaan. | Dieng Culture Festival is a cultural performance held in the Dieng area. This cultural performance is a repackaging of the Dreadlocks Ruwatan Tradition that already exists in Dieng. Repackaging the Dreadlocks Hair Ruwatan Tradition was first initiated by Pokdarwis Dieng Pandawa in 2010. Dieng Pandawa itself is the first pokdarwis in the Dieng area that has been established since 2007. The purpose of this research is to know the role of the Pokdarwis Dieng Pandawa in implementating Dieng Culture Festival, to find out the tourism potential of Dieng Culture Festival in Dieng plateau, to know the linkages between Pokdarwis Dieng The Pandawa with Dieng Culture Festival, and to know the community empowerment model by Pokdarwis Dieng Pandawa in Dieng Plateau. This research uses qualitative descriptive approach. Theory of this study is using Max Weber's theory of Social Action. Determination of informants in this study using the method of snowball sampling. Method of data collection is done by means of in-depth interviews, observation, and documentation. The results of this research show that Pokdarwis Dieng Pandawa themselves have a role as the initiator and main actors in any implementation of the Dieng Culture Festival. The Festival has three potential major; economic potential, the potential of culture, and the potential for promoting the regional tourism. In addition Pokdarwis Dieng Pandawa as main actor. The implementation of the Dieng Culture Festival by Dieng Pandawa was also assisted by the Regional Government of Banjarnegara Regency, the private sector, and the local community of Dieng Kulon Village. The role of Pokdarwis Dieng Pandawa in the implementation of the Dieng Culture Festival shows a model of community empowerment in the tourism community in the Dieng area. Keywords: Dieng Culture Festival, Pokdarwis Dieng Pandawa, tourism, empowerment. | |
| 22883 | 25950 | A1D015092 | PENGARUH PEMBERIAN PUPUK LIMBAH ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) | Mentimun merupakan salah satu pilihan komoditas hortikultura untuk kegiatan usahatani. Peningkatan produksi mentimun dapat dilakukan menggunakan pupuk limbah organik seperti limbah kulit nanas dan air cucian beras. Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui konsentrasi POC limbah kulit nanas yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun; 2) mengetahui konsentrasi POC air cucian beras yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun; dan 3) mengetahui pengaruh kombinasi antara POC limbah kulit nanas dan POC air cucian beras yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian dilaksanakan di screen house Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, pada bulan Januari sampai Juni 2019. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi POC limbah kulit nanas yaitu 0, 10, 20, dan 30 ml/l. Faktor kedua adalah konsentrasi POC air cucian beras yaitu 0, 10, 20, dan 30 ml/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) konsentrasi 30 ml/l limbah kulit nanas meningkatkan bobot buah per tanaman dibandingkan tanpa perlakuan sebesar 606,02 g : 45,48%, panjang buah 15,99 cm : 9,22%, dan volume buah 163,87 ml : 13,37%; 2) konsentrasi POC air cucian beras tidak meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun; dan 3) kombinasi antara konsentrasi POC limbah kulit nanas dan air beras memberikan respon yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. | Cucumber is one of the choices of horticultural commodities for farming activities. To increase the production of cucumber can be done by using organic waste fertilizers, such as pineapple peel waste and rice washing water. This research aims: 1) to know the best concentration of liquid organic fertilizer of pineapple peel waste for growth and yield of cucumber; 2) to know the best concentration of liquid organic fertilizer of rice washing water for growth and yield of cucumber; and 3) to know the best combination of concentration of liquid organic fertilizer of pineapple peel waste and liquid organic fertilizer of rice washing water for growth and yield of cucumber. The research was conducted at screen house located in Tambaksogra Village, Sumbang Sub-district, Banyumas Regency and the Laboratory Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, on Januari until June 2019. The experiment design used was Completely Randomized Block Design with 2 factors and 3 replication. The first factor was the concentration of liquid organic fertilizer of pineapple peel waste, namely 0, 10, 20, and 30 ml/l. The second factor was the concentration of liquid organic fertilizer of rice washing water, namely 0, 10, 20, and 30 ml/l. The results showed that: 1) the concentration 30 ml/l of liquid organic fertilizer of pineapple peel waste increased fruit weight per plant compared to the control treatment of 606,02 g : 45,48%, fruit length 15,99 cm : 9,22%, and fruit volume 163,87 ml : 13,37%; 2) the concentration liquid organic fertilizer of rice washing water did not increased the growth and yield of cucumber plants; and 3) the combination of concentrations liquid organic fertilizer of pineapple peel waste and rice washing water gave the same response to plant growth and yield. | |
| 22884 | 25421 | I1A015058 | Analisis Implementasi Clinical Pathway TB Paru di Unit Rawat Inap RSUD Banyumas | Latar Belakang: Peningkatan jumlah kasus tuberkulosis menyebabkan perlunya prosedur pengobatan yang tepat dan terstandarisasi guna meningkatkan angka kesembuhan dan mencegah timbulnya TB-RO. RSUD Banyumas berkomitmen menyelenggarakan pelayanan bermutu tinggi dan terstandarisasi lewat penyusunan clinical pathway TB paru pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi clinical pathway TB paru di RSUD Banyumas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami implementasi clinical pathway TB paru di RSUD Banyumas. Sumber data didapatkan lewat wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan observasi. Hasil Penelitian: Clinical pathway TB paru berdampak pada pemberian terapi yang lebih fokus dan mudah. Rendahnya kuantitas sumber daya manusia, ketersediaan ruang air-borne, dan alat TCM menjadi kendala pelaksanaan hingga monitoring clinical pathway TB Paru di RSUD Banyumas. Komitmen manajemen dan profesi terkait menjadi faktor pendukung dalam implementasi clinical pathway TB paru. Simpulan: Implementasi clinical pathway TB paru di RSUD Banyumas belum berjalan optimal karena kendala kuantitas sumber daya manusia dan keterbatasan fasilitas. | Background:. The increasing number of tuberculosis cases requires appropriate and standardized treatment procedures to increase cure rates and prevent TB-RO. Banyumas Hospital is committed to providing high-quality and standardized services by compiling a pulmonary TB clinical pathway in 2018. This study aims to analyze the implementation of clinical pathway pulmonary TB in Banyumas Hospita. Method: The research used qualitative with a phenomenological approach to understand the implementation of clinical pathway pulmonary TB in Banyumas Hospital. Data sources were obtained through in-depth interviews, documentation studies, and observations. Results: Clinical pathways of pulmonary TB have an impact on providing more focused and easy therapy. The low quantity of human resources, the availability of water-borne space, and TCM tools are obstacles to the implementation and monitoring the clinical pathway pulmonary TB in Banyumas Hospital. Management and profession related commitments are supporting factors in the implementation of pulmonary TB clinical pathways. Conclusion: Implementation of clinical pathway pulmonary TB in Banyumas Hospital doesn’t run optimally due to a lack of human resources and limited facilities. | |
| 22885 | 28569 | C1I016021 | THE EFFECT OF TOURIST NUMBERS AND HOTEL NUMBERS TOWARD EFFECTIVENESS OF HOTEL TAX REVENUE IN CENTRAL JAVA (Study in 5 regencies in Central Java) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah wisatawan dan jumlah hotel terhadap efektivitas penerimaan pajak hotel. Populasi dalam penelitian ini adalah kabupaten / kota di Jawa Tengah pada tahun 2013-2017. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 25 sampel dari 5 kabupaten dalam periode 5 tahun. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa angka wisatawan berpengaruh positif terhadap efektivitas penerimaan pajak hotel, sedangkan angka hotel tidak berpengaruh terhadap efektivitas penerimaan pajak hotel. | The purpose of this research is to determine the effect of tourist numbers and hotel numbers on the effectiveness of hotel tax revenue.Population in this research is a regency / city in Central Java in the 2013-2017. The samples used in this research were 25 samples from 5 regencies in 5 years period. The sampling technique used was purposive sampling and data analysis used was multiple linear regression analysis. The results of this research indicate that the tourist numbers has a positive effect on the effectiveness of hotel tax revenue, while the hotel numbers has no effect on the effectiveness of hotel tax revenue. | |
| 22886 | 25948 | A1D015179 | PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN BIO P60 UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassia rapa L.) PADA HIDROPONIK WICK SYSTEM | Pakcoy merupakan tanaman yang banyak diminati sehingga perlu ditingkatkan produktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) memperoleh konsentrasi pupuk organik cair (POC) yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy pada hidroponik wick system; 2) memperoleh konsentrasi Bio P60 yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy pada hidroponik wick system; 3) memperoleh kombinasi antara pupuk organik cair dan Bio P60 bagi pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy pada hidroponik wick system. Penelitian ini dilaksanakan di screen house yang terletak di Kroya, Kabupaten Cilacap, berlangsung pada bulan Maret sampai April 2019. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan perlakuan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu konsentrasi pupuk cair (AB mix 0,5 % (kontrol), POC 0,5 %, POC 1,0 %, dan POC 1,5%). Faktor kedua yaitu konsentrasi Bio P60 (0 %, 0,4 % dan 0,8%). Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, kadar kehijauan daun, panjang akar, bobot akar segar, dan bobot tanaman segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) penggunaan pupuk organik cair tidak sebaik penggunaan AB mix dalam meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, kadar kehijauan daun, panjang akar, bobot tanaman segar dan bobot akar segar jika dibandingkan dengan AB mix; 2) penggunaan Bio P60 tidak meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, kadar kehijauan daun, panjang akar, bobot tanaman segar dan bobot akar segar; 3) Kombinasi perlakuan pupuk organik cair dan Bio P60 tidak mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. | Pakcoy is a vegetable that is in great demand so that productivity needs to be increased. The research aimed to 1) gain the best concentration of organic liquid fertilizer to increase the growth and yield of pakcoy in wick system hydroponics; 2) gain the best concentration of Bio P60 to increase the growth and yield of pakcoy in wick system hydroponic; 3) gain the best combination of organic liquid fertilizer and Bio P60 to increase the growth and yield of pakcoy in wick system hydroponics. The research was carried out at screen house in Kroya Cilacap, lasted on March until April 2019. We used a completely random block design, with 2 factors and 3 replication. The first factor was concentration of liquid fertilizer (AB mix, OLC 0.5%, 1.0%, 1.5%), and the second factor was concentration of Bio P60 (0%, 0.4% dan 0.8%). Measurable variables were the height of plants, number of leaves, leaf areas, chlorophyll content, length of roots, the weight of roots and weight of fresh biomass. The result showed 1) application of liquid organic fertilizer was not good as AB mix in increasing height of plants, number of leaves, leaf areas, chlorophyll content, length of roots, weight of roots and weight of fresh biomass; 2) application of Bio P60 did not increase the height of plants, number of leaves, leaf areas, chlorophyll content, length of roots, weight of roots and weight of fresh biomass. 3) The combination of liquid organic fertilizer and Bio P60 does not affect growth and yield of pakcoy | |
| 22887 | 29458 | F1A016058 | PEMBERDAYAAN DAN PERUBAHAN PENDAPATAN EKONOMI MASYARAKAT DALAM KAMPUNG MARKETER (DESA TAMANSARI, KECAMATAN KARANGMONCOL, KABUPATEN PURBALINGGA) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan Kampung Marketer dalam pemberdayaan masyarakat diwilayah Kabupaten Purbalingga, terutama di Desa Tamansari Kecamatan Karangmoncol. Penelitian menggunakan metode mix metod sekuensial eksplanatori (kuantitatif yang dilanjutkan dengan kualitatif), dengan jumlah responden 35 (SDM 2017) dan informan yang terdiri dari partner, pengurus Kampung Marketer, SDM 2017, SDM yang telah keluar, dan pemerintah Desa Tamansari. Data Kuntitatif menggunakan analisis deskriptif (modus) dan analisis asosiatif (Chi Square). Data kualitatif menggunakan Purposive sampling. Hasil penelitian menyataan bahwa tahap pemberdayaan seperti penyadaran, pengkapasitasan, dan pendayaan telah sesaui dengan tujuan dan meningkatkan kemampuan SDM. Pendapatan dari Kampung Marketer setara dengan UMK Purbalingga. Kampung Marketer bermanfaat dalam berkurangnya angka pengangguran dan urbanisasi, meningkatnya kemampuan masyarakat dalam bidang digital, meningkatnya sektor perdagangan di wilayah desa, dan meningkatnya perekonomian masyarakat. | This study aims to determine the activities carried out by Kampung Marketer in community empowerment in the Purbalingga Regency area, especially in the Tamansari Village, Karangmoncol District. The research used the explanatory sequential mix method method (quantitative followed by qualitative), with the number of respondents 35 (HR 2017) and informants consisting of partners, managers of Kampung Marketer, HR 2017, HR who had left, and the village government of Tamansari. Quantitative data using descriptive analysis (mode) and associative analysis (Chi Square). Qualitative data using purposive sampling. The results of the study stated that the empowerment stages such as awareness, capacity building, and empowerment were in accordance with the objectives and increased human resource capabilities. The income from Kampung Marketer is equivalent to the UMK Purbalingga. Kampung Marketer is useful in reducing unemployment and urbanization, increasing community capacity in the digital field, increasing the trade sector in rural areas, and increasing the community's economy. | |
| 22888 | 25447 | C1I015018 | THE COMPARISON ANALYSIS OF VALUE-ADDED INTELLECTUAL CAPITAL ON KNOWLEDGE BASED BUSINESS AND NON-KNOWLEDGE BASED BUSINESS IN INDONESIA | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal intelektual, tipe bisnis terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas perusahaan sebagai variabel moderasi. Populasi dalam penelitian ini adalah perusaahaan manufaktur sektor konsumsi yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia selama 2015 – 2017 dan perusahan yang masuk ke dalam nominasi Most Admire Knowledge Entreprises (MAKE). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 31 perusahaan dalam 3 periode berturut – turut. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cluster sampling dan analisis dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda dan regresi moderasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa modal intelektual dan tipe bisnis tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Dalam variabel tipe bisnis, perusahaan dikategorikan menjadi perusahaan berbasis penetahuan (KBB) dan perusahaan padat karya (N-KBB). Hasil analisis menunjukan bahwa di Indonesia, sektor konsumsi masih memiliki nilai perusahaan dan pertumbuhan yang tinggi dibandingkan dengan sektor jasa. Hasil analisis yang lain menunjukan bahwa profitabilitas mampu memoderasi hubungan antara modal intelektual dan nilai perusahaan. Implikasi dari penelitian ini adalah dibutuhkan kebijakan atau perhitungan yang akurat untuk mengukur dan mengungkapkan intellectual capital, karena hingga saat ini belum ada alat ukur maupun kebijakan untuk intellectual capital. Peneliti selanjutnya yang berkaitan dengan modal intelektual dan nilai perusahaan diharapkan dapat memberikan kualitas hasil penelitian yang lebih tinggi dengan mempertimbangkan variable lain, memperluas sample penelitian, mengambil sampel berdasarkan sektor atau subsektor perusahaan dan menambahkan tahun pengamatan dan penelitian. | This study aim to examine the influence of intellectual capital, type of business on company value with profitability as a moderating variable. The populations used in this study are the manufacture companies especially consumption sector that listed in Indonesia Stock Exchange on 2015 – 2017 and the company that listed on Most Admire Knowledge Enterprise (MAKE) nominee. The samples are taken as much as 31 companies within 3 period in a row. The sampling techniques was carried out using cluster sampling and the analysis was conducted using multiple regression analysis and moderating regression. The result of this study shows that intellectual capital and type of business have no positive effects on company value. Type of business was categorized the company into two groups, knowledge based business (KBB) and non-knowledge based business (N-KBB). The result shows that in Indonesia, consumption sector have a good development and company value compared to the services sector. The other result shows that profitability can moderates the relationship between intellectual capital and company value. The implication of this study is policy and tools needed to measure and disclose the intellectual capital, because there is no policy and tools for intellectual capital. Furthermore, future research related to the intellectual capital and company value is expected to provide high quality research by considering the additional proxies on independent variables, expand the research sample, take samples based on the company’s sector or sub sector, and add longer years of observation. | |
| 22889 | 25423 | B1A015098 | KELIMPAHAN Trichodina sp. PADA BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI PASAR IKAN BEJI KABUPATEN BANYUMAS | Beji Fish Market in Banyumas Regency is one of freshwater fish buying and selling center in Banyumas Regency, especially in Purwokerto area. Fish market as it functions as a center to sell and distribute fish fry to fish farmers, can provide spreading of some types of diseases, especially fish parasites. One of most traded freshwater fish in Beji Fish Market is nile tilapia fish (Oreochromis niloticus). The purpose of this research study is to find the abundance of Trichodina sp. in nile tilapia fry and to identify Trichodina sp. species found in nile tilapia fry from Beji Fish Market in Banyumas Regency. This research study is done to nile tilapia fry sized 5-7 cm. Trichodina sp. is observed from nile tilapia fry’s fins, gills and mucus. The abundance of Trichodina sp. found in thish study is 40,94 individuals/head in which is categorized as abundant. Trichodina sp. found to attack mucus and gills most. The results of identification of Trichodina sp. from nile tilapia fry in this study found 6 species in which are (1) T. acuta, (2) T. heterodentata, (3) T. magna, (4) T. compacta, dan T. centrostrigeata. | Pasar Ikan Beji di Kabupaten Banyumas menjadi salah satu tempat kegiatan pusat jual beli ikan air tawar di Kabupaten Banyumas, khususnya daerah Purwokerto. Pasar ikan sebagai sentra jual beli serta tempat lalu lintas distribusi benih ikan ke petani ikan dapat memungkinkan terjadinya penyebaran suatu jenis penyakit tertentu khususnya parasit ikan sehingga menimbulkan kerugian bagi petani maupun pedagang ikan. Salah satu jenis ikan air tawar yang diperdagangkan di Pasar Ikan Beji antara lain adalah ikan nila (Oreochromis niloticus). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui spesies serta kelimpahan Trichodina sp. yang terdapat pada benih ikan nila yang didapat dari Pasar Ikan Beji Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan pada benih ikan nila yang berukuran 5-7 cm. Trichodina sp. diamati dari sirip-sirip, insang dan lendir ikan yang kemudian diwarnai dengan AgNO3. Kelimpahan Trichodina sp. pada penelitian ini adalah 40,94 individu/ekor dan termasuk dalam kategori melimpah. Trichodina sp. yang ditemukan paling banyak menyerang organ lendir dan insang. Hasil identifikasi spesies Trichodina sp. pada benih ikan dari Pasar Beji Banyumas meliputi 6 spesies, yaitu (1) T. acuta, (2) T. heterodentata, (3) T. magna, (4) T. compacta, dan T. centrostrigeata. | |
| 22890 | 25424 | B1A015088 | PREVALENSI Trichodina sp. PADA BENIH IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus) DI BALAI BENIH IKAN (BBI) SIDABOWA KABUPATEN BANYUMAS | Balai Benih Ikan (BBI) Sidabowa merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berdiri di bawah naungan Dinas Perikanan untuk menghasilkan benih ikan dan untuk membina usaha budidaya ikan, salah satunya adalah ikan Tawes (Barbonymus gonionotus). Salah satu permasalahan yang sering terjadi dalam budidaya ikan dan menjadi penyebab turunnya tingkat produksi ikan, yaitu disebabkan oleh parasit, dimana parasit yang sering menyerang ikan adalah Trichodina sp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi Trichodina sp. dan mengetahui jenis-jenis Trichodina sp. pada benih ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) di Balai Benih Ikan (BBI) Sidabowa, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan pada benih ikan tawes berukuran 3-7 cm. Trichodina sp. diamati pada insang, dan sirip-sirip pada benih ikan, kemudian dipreparasi dan diwarnai menggunakan AgNO3. Prevalensi yang didapatkan pada penelitian ini adalah 75% dan termasuk dalam kategori “usually”, dimana Trichodina sp. banyak ditemukan di insang. Hasil identifikasi spesies Trichodina sp. pada benih ikan tawes (Barbonymus gonionotus) di Balai Benih Ikan Sidabowa Kabupaten Banyumas diantaranya spesies Trichodina acuta, Trichodina nobilis, dan Trichodina heterodentata. | Fish Hatcheries Center (BBI) Sidabowa is a Technical Implementation Unit (UPT) which is established under the auspices of the Fisheries Service to produce fish fries and to foster fish farming, one of which is Java Barb fish (Barbonymus gonionotus). One of the problems which often occur in fish farming and become the cause of the decline in the level of fish production is caused by parasites, in which parasites that often attack fish are Trichodina sp. This research study aims to determine the prevalence of Trichodina sp. and to identify the species of Trichodina sp. on the Java Barb fries (Barbonymus gonionotus) from the Sidabowa Fish Hatcheries Center (BBI) in Banyumas Regency. This research study is done to Java Barb fry sized 3-7 cm. Trichodina sp. is observed from Java Barb fry’s gills and fins, then the fish is prepared and stained with AgNO3. Prevalence of Trichodina sp. in the Java Barb fish fries at Sidabowa Fish Hatcheries Center in Banyumas Regency is 75%, and categorized as "usually", in which Trichodina sp. is found many in gills. Identification results of Trichodina sp. on the java barb fish found Trichodina acuta, Trichodina nobilis, and Trichodina heterodentata species. | |
| 22891 | 25422 | H1E014030 | “KARAKTERISASI KONDUKTIVITAS TERMAL DAN SIFAT MEKANIK GENTENG SOKKA KEBUMEN BERDASARKAN LETAK PEMBAKARAN” | Penelitian ini memiliki tujuan yang pertama menentukan nilai kuat tekan sampel genteng dengan melihat nilai konduktivitas termalnya, yang kedua mengetahui hubungan konduktivitas termal pada sampel genteng Sokka dengan kuat tekan dan ketiga mengetahui hubungan antara konduktivits termal dengan porositasnya. Penelitian diawali dengan persiapan alat dan bahan, pengukuran dimensi sampel, perancangan ruang pengukuran, pengukuran konduktivitas termal, menghitung posositas, dan menghitung kuat tekan dari masing-masing sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai konduktivitas termal dan kuat tekan terbesar pada sampel genteng Sokka yang paling dekat dengan perapian yaitu sebesar 0,979 W/m ºC dan 34202,544 N/cm2 serta nilai porositas terbesar terdapat pada sampel yang paling jauh dari perapian sebesar 0,0254% Penelitian ini menemukan bahwa adanya hubungan antara konduktivitas termal kuat tekan dan porositas pada sampel genteng Sokka yaitu semakin besar konduktivitas temal akan semakin besar nilai kuat tekan dan semakin kecil nilai porositasnya. | The study was to first analyze the value of the compressive strength of tile samples by looking at the value of their thermal conductivity, the second determine the relationship of thermal conductivity to the Sokka tile samples with their compressive strength and porosity. The research begins with the preparation of tools and materials, measuring the dimensions of the sample, designing the measurement room, measuring thermal conductivity, calculating pososity, and calculating the compressive strength of each sample. The results showed that the value of thermal conductivity and the greatest compressive strength in the Sokka tile samples closest to the fireplace were 0,979 W/mºC and 34202,544 N/cm2 and the largest porosity values were found in the samples farthest from the fireplace by 0,0254%. This study found that the thermal conductivity of the compressive strength and porosity of the Sokka tile samples, the greater the thermal conductivity, the greater the compressive strength and the smaller porosity values. | |
| 22892 | 25949 | A1F015002 | PENGUJIAN BEBERAPA JENIS PENGAWET NIRA TERHADAP MUTU GULA KELAPA CETAK DI DESA KALISALAK, KECAMATAN KEBASEN, BANYUMAS | Gula kelapa terbuat dari bahan baku utama nira kelapa. Nira yang dimasak sangat mempengaruhi mutu gula kelapa. Nira mudah mengalami kerusakan karena adanya aktivitas mikrobia. Nira juga mudah terkontaminasi dan terfermentasi secara alami yang menyebabkan pH nira turun (asam). Untuk menjaga kualitas nira kelapa, maka perlu adanya bahan tambahan berupa bahan pengawet. Adapun pengawet yang dapat ditambahkan pada nira kelapa berupa pengawet kapur dan kayu nangka, kapur dan kulit buah manggis, pengawet nira alami merk TANGKIS serta pengawet sodium metabisulfit. Perbedaan jenis pengawet tersebut memungkinkan adanya perbedaan mutu gula kelapa yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh jenis pengawet nira terhadap mutu gula kelapa cetak, 2) mengetahui jenis pengawet nira yang mengahasilkan gula kelapa cetak terbaik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti terdiri dari 1 faktor yaitu jenis pengawet nira (L) yang terdiri dari 4 taraf yaitu, sodium metabisulfit (L1); kombinasi kapur dan kayu nangka (L2); kombinasi kapur dan kulit buah manggis (L3); pengawet nira alami merek TANGKIS (L4). Variabel yang diamati pada penelitian ini teridiri dari variabel fisikokimia. Data variabel fisikokimia dianalisis dengan menggunakan Uji F pada taraf 5%, apabila hasil analisis menunjukkan pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan Uji Duncan’s Multiple Range Test pada taraf 5%. Penentuan jenis pengawet nira terbaik menggunakan Uji Indeks Efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan jenis pengawet nira yang berbeda menghasilkan nilai intensitas browning, kadar air, kadar gula reduksi, kadar sukrosa dan total padatan tidak terlarut gula kelapa cetak yang berbeda, namun nilai tekstur objektif dan kadar abu gula kelapa cetak menunjukkan tidak adanya perbedaan. Jenis pengawet TANGKIS menghasilkan gula kelapa cetak yang lebih baik diantara jenis pengawet lainnya. | Coconut sugar is made from the main raw material of coconut palm. The cooked nira greatly affects the quality of coconut sugar. Nira is easily damaged due to the activity of Microbial. Nira is also easily contaminated and naturally fermented which causes the pH to drop (acid).To maintain the quality of coconut palm, there is a need for additional ingredients in the form of preservatives. As for preservatives that can be added to coconut palm nira in the form of lime and wood preservatives, lime and bark mangosteen, natural nira preservatives of TANGKIS and preservatives sodium metabisulfite. Different types of preservatives allow the difference in the stability of coconut sugar products produced during storage. This research aims to: 1) know the influence of the type of preservatives to the quality of coconut sugar, 2) know the type of preservatives that can provide the best coconut sugar. This research uses experimental methods with Rangcangan Acak Kelompok (RAK). The researched factor consists of 1 factors, including the type of preservatives (L) consisting of 4 levels namely, sodium metabisulfite (L1); Combination of lime and wood jackfruit (L2); Combination of lime and the bark of Mangosteen (L3); Preservatives Natural Nira TANGKIS brand (L4). The variables observed in this study are from physicochemical variables. Physicochemical variable Data is analyzed using Test F at 5%, if the analysis results in a noticeable effect, it is followed by the test of Dunn's Multiple Range Test at a 5% level. Determination of the best type of preservatives using the effectiveness index test. The results showed different types of nira preservatives produced the value of browning intensity, moisture content, reduced sugar levels, sucrose levels, and total solids undissolved coconut sugar print different, but the value of the objective texture And the ash content of palm sugar prints indicates no difference. The type of TANGKIS preservatives produces palm sugar with more the best between other preservatives types. | |
| 22893 | 29464 | J1B016046 | Perjalanan hidup | ceritanya saya ini di katakan Anak jatim piatu yang ditinggalkan oleh Ibu dan Bapak. Bapak meninggal saya masih minum susu Mama dan belum sekolah SD, pada saat itu saya ikut mama pergi ke kampung fef dan pagi- pagi saya lihat Anak-anak pergi mandi dan mereka pake pakaian seragam SD begitu rapih pergi sekolah. Saya Setelah lihat balik bilang Mama saya pingin sekolah, Mama bilang belum ada pakaian seragam ini bagimana anak pergi sekolah pakai pakaian biasa saja. Saya bilang Mama tidak papa saya pakai pakaian biasa saja sekolah dulu. Lewat beberapa minggu Mama langsung pergi bicara dengan Kaka Niko Bofra dan pada waktu itu beliau jabatan sebagai kepala sekolah SD di Fef. Kaka Niko bilang kalau begitu besok pagi Mama antar Anak ke sekolah untuk didaftarkan sekolah dan paginya Mama lansung suruh saya mandi dan pakai pakaian biasa berangkat daftar disekolah. Di bawah ini: saya ceritakan sedikit tentang perkataan Mama saat jatuh sakit dan Akhirnya di panggil Tuhan, perkataan Mama saat sakit dan Mama bicara ke saya. Anak tetap tinggal sekolah di kampung, saya dengarkan perkataan Mama dan saya milih tinggal untuk sekolah tidak ikut antar Mama. Mama bilang anak tinggal sekolah takutnya alpa di sekolah, Mama jalan sembuh pasti balik jaga Anak sekolah di kampung. Mama bilang saya jangan dengar perkataan kaka Dong karena itu ajakan ibris membuat anak bisa tidak sekolah. Niat kaka dong punya maksud bilang saya ikut jaga Mama di hutan untuk dapat baca pake obat alam tapi nasip tidk tertolong. Ternyata Mama jalan terus tidak kembali ketemu saya lagi, saya dapat berita Duka dari kaka Matias pagi- pagi begini saya lihat kaka datang dari jauh sudah menangis dan kaka Matias bilang Ade Mama sudah meninggal dunia. Pada saat itu saya di kelas 2 ( dua) SD, Saya ikut kaka Niko Bofra bersama kaka Matias dan keluarga lainnya berangkat pemakaman Mama di Dusun kelapa dua. Setelah itu saya kembali lanjut sekolah SD dan tidak sekecil hati tetap semangat untuk sekolah. Saat saya kembali sekolah SD tinggal dengan keluarga Mama karena kaka dong waktu itu semua sudah Nikah dan tinggal jauh semua. Saya sudah dikelas 5 ( lima) SD baru Bapak Mauritz Bame datang dari sorong untuk perbaikan Rumah di Fef dan Bapak Panggil saya bantu perbaiki Rumah di samping pohon jeruk. Saya bantu Bapak perbaiki rumah sampai selesai, Bapak bilang saya tinggal sekolah jangan ikut Bapak dulu ke sorong, saya milih tinggal sekolah. Bapak jalan bawa kaka perempuan dengan anak-anaknya datang ke Fef. Saya datang tinggal kaka perempuan bersama Bapak Mauritz Bame. Saya tamatan SD tahun 2010 dan lanjut sekolah SMP di Seminari pertus van diepen dapat biaya gratis oleh Bapak Uskup Hilarion Datus Lega, saya tdk betah sekolah di Seminari maka milih kembali sekolah SMP di fef dan saya di Angkat ketua OSIS waktu itu oleh kepala sekolah SMP Ibu Anserma Baru. Saya tamatan SMP tahun 2013, pas dengan adanya program ADEM, kepala sekolah panggil saya bersama teman ada 4 orang jadinya kita ada 5 orang ikut tes program ADEM. Yang lolos 3 orang yakni Silvester Yeblo, Yesaya Yekwam, Sergius Yewen dapat kirim sekolah SMA di jawa. sampai di Jawa kita 3 orang ini dipisah sekolah. Silvester sama Yesaya satu sekolah di kabupaten Pemalang jawa Tengah, saya sendiri sekolah SMA di kabupaten Lamongan, jawa Timur. Kita 3 orang tamatan SMA tahun 2016 dan kemudian lanjut kuliah, Yesaya Yekwam milih kembali kuliah di sorong dan Silvester Yeblo kuliah di universitas Mataram, (NTB). Saya kuliah di Universitas Negeri Jenderal Soedirman, purwokerto, Jawa Tengah. Akhirnya Saya Memperoleh gelar sarjana S. S. ( sarjana Bahasa dan Sastra Indonesia), saya menyelesaikan studi tepat waktu 3 tahun dan 8 bulan. | My story is said to be an orphan who was responded to by Mrs. and Mr. Father died I was still drinking Mama's milk and not yet in elementary school, at that time I joined my mother to go to the village of Fef and in the morning I saw the children going to take a shower and they were wearing SD uniforms so neatly going to school. After looking back, I said that I wanted to go to school, Mama said that there was no uniform, how do children go to school wearing normal clothes. I said Mama is not daddy, I just wore normal school clothes first. After a few weeks Mama went straight to talk with Kaka Niko Bofra and at that time she was the principal of an SD school in Fef. Kaka Niko said that tomorrow morning Mama will take the children to school to register for school and in the morning Mama directly told me to take a shower and wear my usual clothes to go to school. Below this: I will tell you a little about what Mama said when she fell ill and finally she was called by God, Mama said when she was sick and she talked to me. The child still lives in school in the village, I listen to Mama's words and I choose to stay for school not to accompany Mama. Mama says the child stays at school, he is afraid that he will be neglected at school. Mama said I shouldn't listen to Kaka Dong's words because that was Ibris's invitation to prevent children from going to school. Kaka's intention is to say that I will take care of Mama in the forest to be able to read using natural medicine, but it can't be helped. It turned out that Mama kept walking and didn't come back to see me anymore, I got the news of Grief from Kaka Matias early this morning, I saw that Kaka had come from far away crying and Kaka Matias said that Ade Mama had died. At that time I was in grade 2 (two) elementary school, I joined Kaka Niko Bofra with Kaka Matias and other families to go to Mama's funeral in Kelapa Dua hamlet. After that I returned to elementary school and was not discouraged, but I was excited about going to school. When I returned to elementary school, I lived with my mother's family because at that time everyone was married and all lived far away. I am already in grade 5 (five) of the new elementary school Mr. Mauritz Bame came from Sorong to repair the house in Fef and Mr. Call me to help repair the house next to the orange tree. I helped you repair the house until it was finished, you said I had to stay in school, don't go to Sorong first, I chose to stay at school. The father walked and brought his sister and her children to Fef. I came to live with my older sister with Mr. Mauritz Bame. I graduated from elementary school in 2010 and continued to junior high school at the pertus van diepen Seminary, I got free fees by Bishop Hilarion Datus Lega, I didn't feel comfortable going to seminary so I chose to go back to junior high school in FEF and I was appointed as the student council president at that time by the principal of the SMP Ibu New Anserma. I graduated from junior high school in 2013, right with the ADEM program, the principal called me with a friend, there were 4 people, so we had 5 people taking the ADEM program test. Those who passed 3 people, namely Silvester Yeblo, Isaya Yekwam, Sergius Yewen were able to send high school to Java. When we arrived in Java, these 3 people were separated from schools. Silvester and Isaya went to school in Pemalang district, Central Java. I myself went to high school in Lamongan district, East Java. We are 3 high school graduates in 2016 and then continue studying, Yesaya Yekwam chose to return to study in Sorong and Silvester Yeblo studied at the University of Mataram, (NTB). I studied at Jenderal Soedirman State University, Purwokerto, Central Java. Finally I obtained an S. degree (bachelor of Indonesian Language and Literature), I finished my studies on time 3 years and 8 monthsmonths. | |
| 22894 | 25415 | F1I014044 | Peran Malala Fund Terhadap Peningkatan Akses Pendidikan Perempuan di Pakistan Tahun 2013-2017 | Pendidikan merupakan salah satu modal yang sangat penting bagi suatu negara. Perkembangan ekonomi yang diupayakan oleh negara dipengaruhi salah satunya oleh faktor pendidikan. Pakistan merupakan negara yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah disbanding negara-negara lain di dunia. Latar belakang negara Pakistan sangat berperan terhadap kondisi pendidikan di negara ini terutama pendidikan bagi kaum perempuan. Penelitian ini membahas tentang bagaimana peran Malala Fund, selaku komunitas global yang bergerak dalam bidang pendidikan yang mengampu beberapa negara. Penelitian ini berfokus pada negara Pakistan. Malala Fund memiliki visi untuk memperjuangkan perempuan khususnya untuk mendapatkan hak mereka mengenyam pendidikan yang layak. Malala Fund sendiri dilatarbelakangi oleh sang pendirinya yaitu Malala Yousafzai dari Pakistan yang ditembak oleh militan Taliban. Pasca insiden penembakan tersebut, Yousafzai menjadi lebih aktif untuk menyerukan hak-hak pendidikan di seluruh dunia. Sejak tahun berdirinya Malala Fund tahun 2013, komunitas ini terus aktif untuk membantu kesejahteraan pendidikan di negara-negara yang mengalami krisis pendidikan. | Education is one of the points that is very important for a country. Economic development sought by the state is influenced by one of them by education. Pakistan is a country that has a low level of education compared to other countries in the world. The background of the country of Pakistan greatly contributes to the condition of education in this country, especially education for women. This study discusses how the role of the Malala Fund, as a global community engaged in education for several countries in this world. This study focuses on the country of Pakistan. Malala Fund has a vision to fight for women to get their rights to receive proper education. Malala Fund itself was motivated by its founder, Malala Yousafzai from Pakistan who was shot by Taliban militants. After the shooting incident, Yousafzai became more active in calling for educational rights throughout the world. Since the year of the establishment of the Malala Fund in 2013, this community has continued to be active in assisting the welfare of education in countries with an educational crisis. | |
| 22895 | 25426 | F1A012019 | HAK TANAH ADAT SUKU MARIND (Melihat Peran Lembaga Adat Suku Marind dalam Pelepasan Tanah Adat di Kuper Kabupaten Merauke) | Lembaga Masyarakat Adat Marind merupakan sebuah Lembaga yang didirikan oleh Suku Marind pada tahun 1959atas saran seorang non Papua. Lembaga ini dibentuk untuk mempertahankan budaya dan adat istiadat suku Marind. Kepercayaan suku Marind meyakini tanah adalah rahim ibu dan harus dijaga, sehingga tanah yang ada di seluruh dataran di Merauke adalah tanah milik adat. Penelitian ini berjudul “Hak Tanah Adat Suku Marind (Melihat Peran Lembaga Masyarakat Adat Suku Marind Dalam Pelepasan Tanah Adat di Kuper Kabupaten Merauke)”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran Lembaga Masyarakat Adat Suku Marind Kuper dalam pelepasan tanah adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Kajian teori dalam penelitian ini menggunakan teori strukturasi Anthony Giddesns. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Metode penggumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran Lembaga Masyarakat Adat Suku Marind di Kuper Kabupaten Merauke sebagai media mediasi. Mediasi ini membantu proses pelepasan tanah adat Suku Marind Kuper, mempertemukan antara pihak pertama (suku Marind) dan pihak kedua (pendatang) untuk mendapat satu kesepakatan. Pelepasan tanah adat tersebut dibantu oleh pihak pemerintah Kampung Kuper, Kabupaten Merauke. Pemerintah kampung tersebut hanya membantu dalam pengadministrasian atau hanya mengeluarkan surat jual beli yang sudah disahkan oleh ketua suku atau Ketua Lembaga Masyarakat Adat Suku Marind Kuper.Peran Lembaga Adat Suku Marind Kuper tersebut menunjukkan sebuah strukturasi dalam proses pelepasan tanah adat. Kata kunci : Peran, Suku Marind, Lembaga Adat, Pelepasan Tanah Adat | Marind Tribal Indigenous Community is a Community that established by the tribal indigenous people of Marind in 1959 based by a non-Papuan person, the community itself was established to protect the cultures and customs of Marind. The Marind tribe beliefs that every lands is as sacred as mother’s womb, therefore it’s their duty to protect the lands and every lands in Merauke are customary lands belonged to their rights. This research is titled "The Marind Tribe Customary Land Rights (Seeing the Role of the Marind Tribal Indigenous Community Institution in the Release of Indigenous Land in Kuper, Merauke District)". The purpose of this study was to determine the role of the Kuper Marind Trial Indigenous Community on Kuper in releasing customary land. This study uses a descriptive qualitative approach. The theoritical review in this study uses structuration theory by Anthony Giddesns. The informants determinations technique in this study using purposive sampling technique, while the data collection method is done by interview, observation, and documentation. The result of this research shows that the role of the Marind Tribal Indigenous Community in Kuper, Merauke District is as a mediating medium in the agreement. Marind Kuper Tribal Indigenous Community as the mediation media helped the process of releasing the customary land of the Marind Kuper tribe by brought together the first party (the Marind tribe) and the second party (migrants) to achieve a mutual agreement. The release of customary land was assisted by the Kuper Village government in Merauke district. The village government only assisted in administering or only issued land release letters that had been approved by the tribal chief or the chairman of the Marind Kuper Tribal Indigenous Community. The role of the Indigenous Marind Kuper Tribal Indigenous Community shows a structuration between the Marind Tribe and the migrants in the process of releasing customary lands. | |
| 22896 | 25427 | F1I014029 | IMPLIKASI DARI REFERENDUM BREXIT (BRITISH EXIT) TERHADAP PEREKONOMIAN INGGRIS DITINJAU DARI SEGI FDI (FOREIGN DIRECT INVESTMENT) PADA TAHUN 2016-2018 | Penelitian ini membahas befokus pada isu ekonomi politik internasional yang terjadi di Inggris. Mengangkat isu mengenai fenomena British Exit atau yang sering disebut sebagai Brexit, penelitian ini menjelaskan bagaimana keluarnya Inggris dari keanggotan Uni Eropa membawa dampak yang cukup besar bagi perekonomian Inggris khususnya pada bidang Investasi Asing atau Foreign Direct Investment. Pada tahun 2016 Inggris melakukan referendum kepada rakyatnya untuk memilih apakah Inggris harus tetap tinggal menjadi anggota Uni Eropa atau keluar melepaskan keanggotaannya dari organisasi multilateral regional tersebut. hasilnya sebanyak 48,1% memilih untuk tetap tinggal dan sisanya sebanyak 51,9% memilihj Inggris untuk keluar dari Uni Eropa. Meskipun selisih angka antara kedua kubu terbilang sangat kecil namun Inggris telah membulatkan keputusannnya untuk meninggalkan Uni Eropa, yang mana langkah politik yang diambil Inggris membawa dampak yang sangat besar pada beberapa bidang politik dan ekonomi. | This research examines on how British Exit phenomenon or usually shortened as “brexit” having such a big impact on British’s economy itself. In this case the researcher focused on Foreign Direct Investment. This sector on British’s economy has became affected by the political choice that British has taken to move out from European Union. In 2016 United Kingdom decided to conduct a referendum for its people to choose should British remain or leave European Union. The result of the vote reported 48,1 % choosed to remain in UE and the other 51,9% choosed to leave UE. However the difference between who voted remain and leave is not big, but it already decided The United Kingdom to leave European Union, which obviously this step that British has taken would bring abundant change to British’s politic and economy. | |
| 22897 | 26057 | A1C015008 | KEBUTUHAN AIR TANAMAN PADA PRODUKSI BENIH KENTANG (Solanum Tuberosum L) DI DATARAN TINGGI BANJARNEGARA DENGAN SISTEM AEROPONIK | Sistem aeroponik mulai dikembangkan untuk produksi benih kentang di dataran tinggi karena dapat menghasilkan benih bermutu dan kontinyu. Air (nutrisi) dan penambahan cahaya merupakan faktor yang mendukung pertumbuhan tanaman kentang aeroponik di dataran tinggi. Namun, informasi kebutuhan air pada sistem aeroponik dengan penambahan pencahayaan belum banyak diteliti, oleh karena itu penelitian ini penting dilakukan. Penelitian bertujuan: 1) mendapatkan informasi kebutuhan air, dan 2) mengetahui pertumbuhan tanaman kentang di dataran tinggi dengan sistem aeroponik. Penelitian dilaksanakan dari bulan November 2018-Maret 2019 berlokasi di greenhouse Perusahaan Benih Difa Banjarnegara. Lokasi berada di ketinggian ± 1663 mdpl. Sistem aeroponik yang digunakan: 1) box kontrol (tanpa lampu LED), dan 2) box dengan lampu LED 10 Watt jarak 110 cm. Tanaman pada masing-masing box berjumlah 125 tanaman. Variabel penelitian yang diamati meliputi pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah dan bobot umbi), iklim mikro (suhu, kelembapan, kecepatan angin, intensitas cahaya matahari), dan kehilangan air. Data (iklim mikro dan kebutuhan air tanaman) dianalisis dengan persamaan Penman-Monteith dan grafik (pertumbuhan tanaman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman kentang aeroponik dengan penambahan lampu LED 10 Watt jarak 110 cm memberikan pertumbuhan dengan hasil lebih tinggi dibandingkan kontrol. Tanaman dengan lampu LED 10 Watt memiliki tinggi rata-rata 45,1 cm/tanaman; jumlah daun 90 helai/tanaman; jumlah umbi 12 umbi/tanaman dan bobot umbi 16,6 gram/tanaman. Tanaman kontrol memiliki tinggi rata-rata 38,4 cm/tanaman; jumlah daun 84 helai/tanaman; jumlah umbi 10 umbi/tanaman dan bobot umbi 18,6 gram/tanaman. Kebutuhan air tanaman pada penambahan lampu LED 4,56 mm/hari sedangkan tanaman kontrol adalah 3,67 mm/hari. | Aeroponic systems are being developed for the production of potato seeds in the highlands because they can produce quality and continuous seeds. Water (nutrition) and the addition of light are factors that support the growth of aeroponic potato plants in the highlands. However, information on water requirements in aeroponic systems with the addition of lighting has not been widely studied, therefore this research is important to do. The research aims: 1) obtain information on water requirements, and 2) find out the growth of potato plants in the highlands with an aeroponic system. The study was conducted from November 2018 to March 2019 located in the greenhouse of the Difa Banjarnegara Seed Company. The location is at an altitude of ± 1663 masl. Aeroponic systems used: 1) control box (without LED lights), and 2) box with 10 Watt LED lights 110 cm high. Plants in each box numbered 125 plants. The research variables observed included plant growth (plant height, number of leaves, number and weight of tubers), microclimate (temperature, humidity, wind speed, sunlight intensity), and water losses. Data (micro climate and plant water requirements) were analyzed by the Penman-Monteith equation and graphically (plant growth). The results showed that aeroponic potato plants with the addition of 10 Watt LED lights 110 cm high gave growth with higher yields than controls. Plants with 10 Watt LED lights have an average height of 45.1 cm/plant; number of leaves of 90 strands/plants; the number of tubers 12 tubers/plant and tuber weight of 16.6 grams/plant. Control plants have an average height of 38.4 cm/plant; number of leaves 84 leaves/plant; the number of tubers is 10 tubers / plant and the tuber weight is 18.6 grams/plant. One- season plant water requirements for the addition of LED lights are 4.56 mm/day while the control plants are 3.67 mm/day. | |
| 22898 | 25438 | B1A015001 | PENGARUH ASAM HUMAT PADA MEDIA TANAM ZEOLIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN VITAMIN C SAWI HIJAU (Brassica juncea) | Sawi hijau (Brassica juncea) sebagai salah satu sayuran yang umum dikonsumsi dan berperan sebagai salah satu sumber vitamin C utama disamping buah-buahan. Vitamin C sangat dibutuhkan untuk tubuh karena memiliki daya antioksidan. Asam humat merupakan komponen asam organik tanah yang dapat meningkatkan produksi tanaman pangan dan perkebunan. Zeolit memiliki struktur berongga yang memungkinkan digunakan sebagai karier asam humat. Selain sebagai karier zeolit yang diaplikasikan dengan asam humat dapat berperan sebagai bahan amelioran, hal ini bermanfaat dalam peningkatan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek asam humat dengan media tanam zeolit terhadap pertumbuhan dan kandungan vitamin C pada tanaman sawi hijau dan mengetahui konsentrasi asam humat yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kandungan vitamin C pada tanaman sawi hijau. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan dan Green House, Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dengan menggunakan metode eksperimental. Penelitian dilaksanakan dari Januari 2019 hingga Februari 2019 menggunakan rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang digunakan yaitu jumlah daun, berat basah dan berat kering akar, batang, daun serta kandungan vitamin C. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan analisis ragam pada taraf kepercayaan 95% dan 99%, analisis dilanjutkan dengan analisis BNT 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asam humat pada media tanam zeolit memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertumbuhan dan kandungan vitamin C sawi hijau. Asam humat dengan konsentrasi 4 g.Kg-1 merupakan konsentrasi yang paling efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan kandungan vitamin C sawi hijau. | Green mustard (Brassica juncea) as one of the commonly consumed vegetables and acts as one of the main sources of C vitamin in addition to fruits. C vitamin is needed for the body because it has antioxidant. Humic acid is a component of organic acid soil which can increase the production of food crops and plantations. Zeolites have a hollow structure that allows use as a carrier of humic acid. Aside from being a career zeolite which is applied with humic acid can act as an ameliorant material, this is useful in increasing crop production. The objectives of this study are to determine the effect of humic acid with zeolite planting media on the growth and content of C vitamin on green mustard plants and determine the concentration of humic acid which most influences the growth and content of C vitamin in green mustard plants. The research was conducted at the Laboratory of Plant Physiology and Green House, Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University, Purwokerto using an experimental method. The study was carried out from January to February 2019 using an experimental design namely Completely Randomized Design (CRD). The parameters were the number of leaves, wet weight and dry weight of roots, stems, leaves and C vitamin. The data obtained will be analyzed by analysis of variance at the confidence level of 95% and 99%, if the results are significantly different then analysis continued with LSD at 95%. The results showed that application of humic acid in zeolite planting media had a very significant effect on growth and C vitamin content of green mustard. Humic acid with a concentration of 4 g.kg-1 is the most efficient concentration in increasing growth and C vitamin content of green mustard. | |
| 22899 | 25428 | B1A015028 | PRODUKSI BEBERAPA STRAIN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreotus) YANG DITANAM PADA KOMPOSISI MEDIUM BERBEDA | Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus Jacq. ex. Fr.) P. Kumm merupakan salah satu jamur pangan yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena dapat dikembangkan dan diarahkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara komposisi medium tanam dengan strain terhadap produksi jamur tiram putih (P.ostreatus), mengetahui komposisi medium tanam yang paling baik terhadap produksi jamur tiram putih (P. ostreatus), serta mengetahui strain yang paling baik terhadap produksi jamur tiram putih (P. ostreatus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata produksi bobot basah tubuh buah jamur tiram putih tertinggi pada komposisi medium tanam III sebesar 101,111 g, diikuti komposisi medium tanam 89,000 g, dan komposisi medium tanam II 86,000 g. Strain InaCC F209 menghasilkan rerata produksi bobot basah tubuh buah tertinggi sebesar 105,333 g, diikuti oleh strain Purbalingga 90,333 g, dan strain InaCC F216 sebesar 80,444 g. | White oyster mushroom (Pleurotus ostreatus Jacq. Ex. Fr.) P. Kumm is one of the edible mushrooms which has a high nutrient content and is widely cultivated in Indonesia because it can be directed to develope and increase people's income. The purpose of this study was to determine the interaction between the composition of the planting medium with strains on the production of white oyster mushroom (P. ostreatus), to know the best composition of the planting medium for the production of white oyster mushroom (P. ostreatus), and to find out the best strain of white oyster mushroom production (P. ostreatus). The results showed that the highest average production of the white oyster mushroom’s body weight was in the composition of planting medium III, 101.111 g, followed by the composition of the planting medium 89.000 g, and the composition of the medium of planting II 86.000 g. The InaCC F209 strain produced the highest body weight average of the fruit body production 105.333 g, followed by the Purbalingga 90.333 g strain, and the InaCC F216 strain 80.444 g. | |
| 22900 | 25429 | F1C014052 | Pola Komunikasi Antar Umat Beragama dalam Menjaga Kerukunan (Studi Kasus Masyarakat Desa Purwodadi, Kuwarasan,Kebumen | Indonesia mengakui enam agama. Kemajemukan ini, membuat Indonesia menghargai akan adanya toleransi. Namun Indonesia juga tidak dapat lepas dari konflik antar umat beragama. Kurangnya dialog yang baik antar umat beragama menjadi salah satu penyebabnya. Anomali terjadi di Desa Purwodadi, bahwasanya lingkup sekecil desa terdapat tiga agama yakni Islam, Kristen, dan Buddha yang masyarakatnya dapat hidup rukun dan saling bekerjasama dalam membangun desa. Penelitian pada dasarnya membahas pola komunikasi yang membentuk masyarakat Desa Purwodadi bisa hidup rukun dan selalu mengutamakan hubungan antar manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kerukunan yang terjadi serta pola komunikasi yang ada di Desa Purwodadi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan ditentukan dengan cara purposive sampling. Informan berasal dari tokoh agama, dan tokoh masyarakat Desa Purwodadi. Wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Terakhir valditas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini adalah kerukunan pada dasarnya muncul karena kesadaran masing-masing pihak. Kesadaran ini muncul karena interaksi antar umat beragama yang rutin terjadi di berbagai kesempatan mulai dari bidang ekonomi, budaya, sosial, dan politik. | Indonesia recognizes six religions. This plurality makes Indonesia appreciate tolerance. But Indonesia also cannot escape the inter-religious conflict. The lack of good dialogue between religious communities is one of the causes. Anomalies occur in Purwodadi Village, that the scope is as small as a village, there are three religions, namely Islam, Christianity and Buddhism whose people can live in harmony and cooperate with each other in developing villages. Research basically discusses communication patterns that form the community of Purwodadi Village to live in harmony and always prioritize relations between humans. The purpose of this study was to describe the harmony that occurred and the communication patterns that existed in Purwodadi Village. The method used is qualitative with a case study approach. The informants were determined by purposive sampling. Informants came from religious leaders, and community leaders from Purwodadi Village. In-depth interviews, documentation, and observations are used to collect data. Finally, data reliability uses source triangulation. The results of this study are that harmony is basically due to the awareness of each party. This awareness arises because routine inter-religious interactions occur on various occasions ranging from economic, cultural, social, and political fields. |