Artikelilmiahs

Menampilkan 22.801-22.820 dari 51.896 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2280125364I1B015035PENGARUH APLIKASI GAPIN (GADGET PINTAR) TENTANG SEKS PRANIKAH TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA SMAPENGARUH PEMBERIAN APLIKASI GAPIN (GADGET PINTAR) TENTANG SEKS PRANIKAH TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA SMA
Slamet Turah1, Mekar Dwi Anggraeni2, Nina Setiawati2

Latar Belakang : Perilaku seks pranikah pada remaja memiliki dampak negatif seperti dampak psikologis, fisiologis, sosial dan fisik. Fenomena ini semakin meningkat tiap tahunnya. Salah satu pencegahan perilaku seks pranikah pada remaja melalui pemberian pendidikan kesehatan menggunakan media Aplikasi gapin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media Aplikasi gapin terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang seks pranikah di SMA Muhamadiyah 1 Purwokerto dan SMA Ma’arif NU 1 Sokaraja.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi experiment dengan one group only with pretest and posttest design. Teknik sampling menggunakan quota sampling, yakni sebanyak 53 siswa SMA pada masing-masing kelompok. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner tentang pengetahuan dan sikap. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon dan Uji Paired Sampel T Test.
Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan Aplikasi gapin yang signifikan dengan nilai p=0,000 (p<0,05).
Kesimpulan : Aplikasi gapin efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap perilaku seks pranikah pada remaja.

Kata kunci: Aplikasi gapin, perilaku seks pranikah, remaja.



1 Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman.
2 Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal
Soedirman.
THE EFFECT OF GAPIN (GADGET PINTAR) APPLICATION ABOUT PREMARITAL SEX ON KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF ADOLESCENT IN SENIOR HIGH SCHOOL
Slamet Turah1, Mekar Dwi Anggraeni2, Nina Setiawati2

Background: Premarital sex behavior in adolescents has several negative impacts such as psychological, physiological, social and physical impact. This phenomenon increasing every year. One of premarital sex behavior prevention in adolescents is through giving education, especially with smartphone aplication. This study aimed to determine the effect of health education with the "aplikasi gapin" to the adolescents knowledge and attitude in premarital sex.
Research Method: This research used quasi experiment with one group only with pretest and posttest design. Sampling technique used quota sampling, which involved 53 students. Data were collected using a questionnaire of knowledge and attitude. Data were analysed using Wilcoxon test and Independent sampel T test.
Results: The study results showed that there was a significant difference of knowledge and attitude between before and after given health education with p value = 0,000 (p <0,05).
Conclusion: “aplikasi gapin” was effective to improve knowledge and attitude of premarital sex behavior in adolescents.

Keywords: aplikasi gapin, Premarital sex behavior, adolescents.


1 Nursing Department Student, Health Sciences Faculty, University Jenderal Soedirman.
2 Nursing Department, Health Sciences Faculty, University Jenderal Soedirman
2280225331E1A012091ANALISIS LEGALITAS PENYELENGGARAAN PRAKTIK
KEPERAWATAN MANDIRI DALAM STRUKTUR PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui legalitas penyelenggaraan praktik
keperawatan mandiri dalam struktur peraturan perundang-undangan Indonesia dan
untuk mengetahui tanggung jawab hukum perawat dalam penyelenggaraan praktik
keperawatan mandiri.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan
perundang-undangan dan pendekatan analitis. Penelitian ini menggunakan sumber
data sekunder dengan spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian
inventarisasi peraturan perundang-undangan, penelitian taraf sinkronisasi hukum
dan penelitian asas-asas hukum. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah
studi kepustakaan, studi peraturan perundang-undangan dan studi dokumenter
dengan metode analisis normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan mengenai legalitas
penyelenggaraan praktik keperawatan mandiri dalam struktur peraturan perundangundangan

Indonesia telah menunjukan adanya legalitas hukum dan taraf
sinkronisasi. Artinya, bahwa peraturan perundang-undangan Indonesia telah
memberikan pengesahan hukum terhadap perawat sehingga dapat secara legal
menyelenggarakan praktik keperawatan mandiri dan pengaturan mengenai
penyelenggaraan praktik keperawatan mandiri juga telah menunjukan taraf
sinkronisasi vertikal antara peraturan yang di tingkat bawah terhadap peraturan
yang tingkatnya lebih tinggi. Tanggung jawab hukum perawat dalam
penyelenggaraan praktik keperawatan mandiri digolongkan menjadi tanggung
jawab berdasarkan hukum perdata, hukum pidana dan hukum administrasi.
This research aims to determine the legality of the implementation of
independent nursing practices in the structure of Indonesian legislation and to
determine the legal responsibilities of nurses in the implementation of independent
nursing practices.
This research uses a normative-juridical method with a legal approach
and analytical approach. This research uses secondary data sources with the
specifications of the study used are research on inventory of laws and regulations,
research on the level of legal synchronization and research on legal principles. The
data collection methods used are library studies, legislation studies and
documentary studies with the normative-qualitative analysis methods.
The results of the research indicate that the regulation regarding the
legality of implementing independent nursing practices in the structure of
Indonesian legislation has shown the existence of legal legality and the level of
synchronization. Indonesian legislation has provided legal ratification of nurses so
can legally implementing independent nursing practices and regulations regarding
the implementation of independent nursing practices have also shown a level of
vertical synchronization between lower-level regulations on higher-level
regulations. The legal responsibility of nurses in the implementation of independent
nursing practices is classified as a responsibility based on civil law, criminal law
and administrative law.
2280325356G1G014044PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK NANO HIDROKSIAPATIT
CANGKANG KERANG DARAH (Anadara granosa) TERHADAP KEKUATAN KOMPRESI RESIN AKRILIK HEAT CURED SEBAGAI PROVISORIS CROWN
Kekuatan kompresi resin akrilik heat cured yang rendah membuat provisoris crown rapuh. Serbuk nano hidroksiapatit (HAp) cangkang kerang darah (Anadara granosa) adalah material biokeramik yang dapat digunakan sebagai filler untuk meningkatkan kekuatan provisoris crown. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk nano hidroksiapatit cangkang kerang darah terhadap kekuatan kompresi resin akrilik heat cured sebagai provisoris crown. Jenis penelitian yang digunakan eksperimental laboratoris, rancangan penelitian posttest-only control group design dan menggunakan 32 sampel yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok 1 (serbuk nano HAp 0,75 g), kelompok 2 (serbuk nano HAp 1,5 g), kelompok 3 (serbuk nano HAp 2,25 g) dan kelompok kontrol (tanpa penambahan serbuk nano HAp). Hasil uji XRD menunjukkan puncak tertinggi hidroksiaptit terbentuk pada sudut 2θ derajat 31,80. Hasil uji TEM menunjukkan partikel berbentuk spherical berukuran 20-200 nm. Hasil uji rerata kekuatan kompresi tertinggi pada kelompok 1 yaitu 98,669 MPa. Hasil uji One Way Anova menunjukkan adanya pengaruh penambahan serbuk nano hidroksiapatit cangkang kerang darah terhadap kekuatan kompresi resin akrilik heat cured sebagai provisoris crown yaitu 0,000 (p<0,01) dan post hoc LSD menunjukkan adanya perbedaan sangat bermakna dari pengaruh penambahan serbuk nano hidroksiapatit cangkang kerang darah terhadap kekuatan kompresi resin akrilik heat cured yaitu 0,000 (p<0,01) antara kelompok 1, 2, 3 dengan kontrol. Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pengaruh penambahan serbuk nano hidroksiapatit cangkang kerang darah terhadap kekuatan kompresi resin akrilik heat cured sebagai provisoris crown.The compression strength of the low heat cured acrylic resin made the provisoris crown brittle. Hydroxyapatite (HAp) clamshell (Anadara granosa) is a bioceramic material can be used as a filler to increase the strength of provisoris crown. The purposed of this study was to determine the effect of adding clamshell hydroxyapatite nano powder to the compression strength of heat cured acrylic resin as a provisoris crown. This type of research was use laboratory experimental, research design used posttest-only control group design with 32 samples divided into 4 groups. Group 1 (HAp 0.75 g), group 2 (HAp 1.5 g), group 3 (HAp 2.25 g) and control group (without the addition of HAp). The XRD test results showed that the highest hydroxyaptite peak is formed at an angle of 2θ degrees 31,80. The TEM test results showed spherical shaped particles measuring 20-200 nm. The average test results of the highest compression strength in group 1 were 98,669 MPa. The One-Way ANOVA test results showed the effect of adding clamshell hydroxyapatite nano powder to the strength compression of heat cured acrylic resin as provisoris crown ie 0,000 (p <0.01) and post hoc LSD showed a very significant difference from the effect of adding hydroxyapatite nano powder clamshell shells against the strength compression of heat cured acrylic resin is 0,000 (p <0.01) between groups 1, 2, 3 with controls. The results of this study concluded that there was an effect of adding clamshell hydroxyapatite nano powder to the strength compression of heat cured acrylic resin as provisoris crown.
2280425357G1A015032EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP KADAR TUMOR NECROSIS FACTOR- α TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL HIPERURISEMIALatar Belakang: Hiperurisemia merupakan peningkatan kadar asam urat dalam darah >7,0mg/dL pada laki-laki dan 5,7mg/dL pada perempuan. Kondisi ini dapat menyebabkan beberapa komplikasi penyakit, seperti gout atau penyakit kardiovaskular. Salah satu penyebab hiperurisemia yaitu meningkatnya konsumsi purin. Kadar asam urat tinggi menstimulasi sel makrofag untuk menghasilkan sitokin proinflamasi seperti TNF-α. Daun kelor mengandung flavonoid, vitamin C, vitamin E, saponin, dan karotenoid yang bekerja sebagai anti inflamasi dan antioksidan. Zat-zat tersebut berpotensi menurunkan kadar TNF-α dalam darah pada tikus hiperurisemia.
Tujuan: Mengetahui efek pemberian ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar TNF-α tikus putih (Rattus norvegicus) model hiperurisemia.
Desain Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain rancangan acak lengkap dengan pendekatan post test only with control group. Dua puluh lima hewan coba dibagi dalam lima kelompok, yaitu kelompok A sebagai kontrol sehat, kelompok B sebagai kontrol sakit (diberikan induksi otak sapi 20 gram/hari), kelompok C, D, E sebagai kelompok perlakuan (diberikan induksi otak sapi 20 gram/hari dan dosis ekstrak etanol daun kelor dengan dosis 300,600,1200 mg/KgBB/hari). Analisa data penelitian ini menggunakan uji non parametrik Kruskall-Wallis dan dilanjut dengan uji Mann-Whitney.
Hasil: Hasil rerata kadar TNF-α darah pada kelompok A: 29,59±10,67, kelompok B: 122,58±40,45, kelompok C: 108,80±19,89, kelompok D: 60,54±8,40, kelompok E: 36,12±8,07. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan rerata yang bermakna (p=0,001) diantara kelima kelompok perlakuan dan terdapat perbedaan yang bermakna antara setiap kelompok.
Kesimpulan: Pemberian ekstrak etanol daun kelor berbagai dosis dapat menurunkan kadar TNF-α darah tikus putih model hiperurisemia. Dosis 1200 mg/KgBB memberikan efek yang signifikan dalam penurunan kadar TNF-α.
Background: Hyperuricemia is an increased uric acid levels in the blood >7,0mg/dL in men >5,7mg/dL in men and women, respectively. This can cause several complications, such as gout or cardiovascular diseases. One cause of hyperuricemia is the increased consumption of purine. High uric acid levels stimulate macrophages to produce proinflammatory cytokines such as TNF-α. Moringa oleifera contains flavonoids, vitamin C, vitamin E, saponins, and carotenoids that work as anti-inflammatory and antioxidant. These subtances could reduce TNF-α levels in hyperuricemic mice.
Objective: The aim of this study is to determine the administration effect of ethanol extract of Moringa oleifera leaves on TNF-α levels of hyperuricemic-model white rats (Rattus norvegicus).
Design: This study used a complete randomized design with a post-test only approach with a control group. Twenty-five subjects were divided into five groups, A as healthy control, B as unhealthy control (given cow brain 20 grams/day), C, D, E as treatment group (given cow brain 20 grams/day and Moringa leaf ethanol extract at a dose of 300, 600, 1200 mg/KgW/day respectively). Data analysis used was the Kruskall-Wallis followed by the Mann-Whitney.
Results: The mean results of blood TNF-α levels in group A: 29,59±10,67, group B: 122,58±40,45, group C: 108,80±19,89, group D: 60,54±8,40, group E: 36,12±8,07 Results showed that there were significant differences (p=0,001) between the five groups and significant mean differences between each group.
Conclusion: Administration of ethanol extract of kelor leaves with various doses can reduce TNF-α levels in hyperuricemic-model white rats. The dose of 1200 mg/KgW had the most significant effect.
2280525358I1B015064Hubungan Dukungan Sosial dan Religiusitas dengan Stres Mahasiswa yang Mengerjakan Skripsi di Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal SoedirmanAbstrak
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DAN RELIGIUSITAS DENGAN
STRES MAHASISWA YANG MENGERJAKAN SKRIPSI DI FAKULTAS
ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Hesti Renita1, Rahmi Setiyani2, Wastu Adi Mulyono3
Latar Belakang : Mahasiswa yang sedang menyusun skripsi memiliki
kemungkinan untuk mengalami stres. Stres dapat memiliki dampak yang positif
namun stres juga dapat menimbulkan dampak negatif. Dukungan sosial yang
diberikan oleh teman sebaya dan religiusitas diduga menjadi mekanisme koping
untuk mengatasi dampak negatif dari stres. Tujuan dalam penelitian ini adalah
untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dan religiusitas dengan stres pada
mahasiswa yang mengerjakan skripsi.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Jumlah
responden dalam penelitian sebanyak 195 mahasiswa semester 7 yang diambil
secara acak. Pengukuran dukungan sosial menggunakan instrumen empat dimensi,
religiusitas menggunakan instrumen lima dimensi dan stres menggunakan
instrumen dari Safaria dan Saputra yang diadaptasi oleh Sundari.
Hasil : Skor dukungan sosial median adalah 61,00 (32-80), median skor
religiusitas 109,00 (85-121) dan median skor stres 33,00 (7-87). Hasil uji korelasi
Spearman antara dukungan sosial dengan stres mahasiswa memiliki nilai r = -
0,203 dengan p-value 0,004 sedangkan religiusitas dengan stres memiliki nilai r =
-0,148 dengan p-value 0,039 yang artinya keduanya memiliki hubungan dan
korelasi negatif dengan kekuatan lemah.
Kesimpulan : Hubungan antara dukungan sosial dan religiusitas dengan stres
memiliki hubungan, semakin tinggi dukungan sosial dan religiusitas maka
semakin rendah stres yang dimiliki.
Kata Kunci: Dukungan sosial, religiusitas, skripsi, stres
1Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas
Jenderal Soedirman
2,3Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal
Soedirman
Abstract
RELATIONSHIP BETWEEN SOCIAL SUPPORT RELIGIOUSITY
AND STRESS OF AMONG STUDENTS TAKING THESIS UNIT
COURSE IN HEALTH SCIENCES FACULTY OF JENDERAL
SOEDIRMAN UNIVERSITY
Hesti Renita1, Rahmi Setiyani2, Wastu Adi Mulyono3
Research Background: The students might experience stress while finishing
their thesis. Both o negative and positive sides become the impact o the stress. In
this case, the social support and religiousity be expected the coping mechanism
for the negative impact from the stress. This research aims to find out the relation
between the social support and religiosity with the stress o the students who are
finishing their thesis.
Research Method: This research used cross sectional design. The respondents of
this research were 195 students who are the in the 7th semester randomly choosen.
Social support measurement used four dimensional instrument, religiousity
measurement used five dimensional instrument and stress measurement used
Sundari which adapted from Safaria and Saputra instrument.
Research Result: The social support median score is 61.00 (32-80), the
religiousity median score is 109.00 (85-121) and the stress median score is 33.00
(7-87). The Spearman correlation test result between the social support and stress
shows the value on r = -0.203 with p-value 0.004, while the result between
religiousity and the stress shows the value on r = -0.148 with p-value 0.039. The
result means that there is a relation and negative correlation with less power.
Conclusion: The relation between social support and religiousity with the stress is
valid. The higher social support and religiousity given, the stress will be lower.
Keyword: Social support, religiousity, thesis, stress
1 Nursing Departement Student, Health Sciences Faculty, Jenderal Soedirman
University
2,3 Nursing Departement, Health Sciences Faculty, Jenderal Soedirman
2280625359I1B015007GAMBARAN PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL PADA ANAK USIA SEKOLAH DI PANTI ASUHAN AL-AMIN KECAMATAN TAROGONG KALER KABUPATEN GARUTLatar Belakang : Anak usia sekolah berisiko tinggi mengalami masalah psikososial. Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan psikososial adalah lingkungan, yaitu tempat tinggal anak. Masalah perkembangan pada anak yang tinggal di panti asuhan cenderung lebih banyak dibandingkan dengan yang diasuh oleh orangtua kandung. Tujuan : Mengetahui gambaran perkembangan psikososial pada anak usia sekolah di Panti Asuhan Al-Amin Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut. Metode : Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dan besar sampel 76 responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen perkembangan psikososial anak yang diadopsi dari kuesioner Nasution (2017). Hasil : Mayoritas responden pada kategori usia 10-12 tahun (35,5%), berjenis kelamin laki-laki (55,3%), masuk ke panti dengan diantar oleh keluarga (96,1%), dan anak berstatus piatu (59,2%). Perkembangan psikososial berada pada kategori baik (63,2%). Perkembangan psikososial baik dialami oleh anak dengan kategori usia 8-9 tahun (76%), berjenis kelamin perempuan (67,6%), anak yang diantar oleh dinas sosial (100%) dan berstatus yatim (65,2%). Kesimpulan : Perkembangan psikososial pada anak usia sekolah di Panti Asuhan Al-Amin Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut berada pada kategori baik.

Research Background: School-age children have the highest risk of psychosocial matters. Environment, for instance, resident, is one of an influential factor in psycho-social development. The problems on children development have higher number on the children who stay in an orphanage comparing to the children who stay with their family. Research Objective: This research aimed to find out the psycho-social portrayal of school-age children in Al-Amin orphanage in Tarogong Kaler subdistrict, Garut regency. Research Method: This research used a quantitative descriptive method using a cross-sectional design. The samples were 76 respondents taken using the total sampling technique. Children psycho-social development was the research instrument and adopted from Nasution questionnaire (2017) and used for collecting data. Research Result: Most of the respondents were in the age of 10-12 years old (35,5%), male respondents (55,3%), orphaned children (59,2%), and children with families (96,1%). The psycho-social development in the good category (63,2%). The good category of psycho-social development occurred in the 8-9 years old children (76%), female children (67,6%), orphaned children (65,2%) and the children who were sent by the social department (100%). Conclusion: The psycho-social development portrayal of school-age children in Al-Amin orphanage in Tarogong Kaler subdistrict, Garut regency was in the good category.

2280725361F1B113053PENGARUH KOMPETENSI PEGAWAI, PEMBERIAN INSENTIF DAN FASILITAS KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI BADAN KEUANGAN DAERAH (BKD) KABUPATEN BANYUMASTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompetensi pegawai terhadap kinerja pegawai, pengaruh pemberian insentif terhadap kinerja pegawai, pengaruh fasilitas kerja terhadap kinerja pegawai dan pengaruh kompetensi pegawai , pemberian insentif dan fasilitas kerja terhadap kinerja pegawai di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey. Metode analisis data yang digunakan product moment, korelasi parsial, korelasi ganda dan regresi berganda. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu adalah kuisioner. Hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini menunjukkan Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi pegawai terhadap kinerja pegawai ; Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pemberian insentif terhadap kinerja pegawai ; Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara fasilitas kerja terhadap kinerja pegawai dan Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi pegawai, pemberian insentif dan fasilitas kerja terhadap kinerja pegawai.

Kata Kunci: Kompetensi Pegawai, Pemberian Insentif, Fasilitas Kerja Kinerja Pegawai.
ABSTRACK

This research purposes to know the influence of employe competency on employee’s performance, influence of incentive giveaway on employee’s performance, influence of work facilities on employee’s performance. And the influence of employe competency , incentive giveaway , work facilities on employee’s performance in Regional Finance Agency of Banyumas. This research uses quantitative methods with a survey approach. Also data analysis methods are product moment, partial correlation, multiple correlation and multiple regression which followed by questionnaire data collection. This quantitative research indicates: Firstly, There is a positive and significant influence between employe competency on employee’s performance . Secondly, a positive and significant effect can be seen between incentive giveaway to employee’s performance in the . Thirdly, a positive and significant influence between work facilities on employee’s performance. Lastly, There is a positive and significant influence between all of the factors such as employe competency, incentive giveaway and work facilities on employee’s performance.

Keywords: Employe Competency, Incentive Giveaway, Work Facilities, Employee’s Performance.
2280825360G1I014009HUBUNGAN KOORDINASI MATA-TANGAN, DAYA LEDAK OTOT LENGAN, DAN TUNGKAI DENGAN KEMAMPUAN AKURASI FLYING SHOOT PERMAINAN BOLA TANGAN SMP AL IRSYAD PURWOKERTOLatar Belakang: Kemampuan akurasi flying shoot permainan bola tangan dipengaruhi oleh koordinasi mata-tangan, daya ledak otot lengan dan tungkai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara koordinasi mata-tangan, daya ledak otot lengan dan tungkai dengan kemampuan akurasi flying shoot permainan bola tangan SMP Al Irsyad Purwokerto.
Metodelogi: Instrumen penelitian koordinasi mata-tangan menggunakan lempar tangkap bola tenis (10 lemparan tangan kanan dan 10 lemparan tangan kiri), daya ledak otot lengan menggunakan Two-Hand Medicine Ball Push (meter), daya ledak otot tungkai menggunakan Standing Broad Jump (meter), dan akurasi flying shoot menggunakan tembakan ke gawang tiga posisi: kiri, tengah, kanan (poin). Analisa data menggunakan uji asumsi klasik, pearson product moment dan korelasi berganda.
Hasil Penelitian: Terdapat hubungan antara antara koordinasi mata-tangan dengan kemampuan akurasi flying shoot sebesar r = 0,347. Terdapat hubungan antara daya ledak otot lengan dengan kemampuan akurasi flying shoot sebesar r = 0,381. Tidak terdapat hubungan antara daya ledak otot tungkai dengan kemampuan akurasi flying shoot sebesar r = 0,325. Tidak terdapat hubungan antara koordinasi mata-tangan, daya ledak otot lengan dan tungkai secara bersama-sama dengan kemampuan akurasi flying shoot sebesar r = 0,236.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara koordinasi mata-tangan dengan kemampuan akurasi flying shoot. Terdapat hubungan antara daya ledak otot lengan dengan kemampuan akurasi flying shoot. Tidak terdapat hubungan antara daya ledak otot tungkai dengan kemampuan akurasi flying shoot. Tidak terdapat hubungan antara koordinasi mata-tangan, daya ledak otot lengan dan tungkai secara bersama-sama dengan kemampuan akurasi flying shoot.
Kata Kunci: Koordinasi Mata-Tangan, Daya Ledak Otot Lengan, Daya Ledak Otot Tungkai, Akurasi Flying Shoot.
Research background : the accuracy capability in flying shoot handball game is influenced by the coordation of eye-hand, arm and leg muscle explosive power. The aim of this study is to determine the relation between eye-hand coordination, arm and leg muscle explosive power with the accuracy in flying shoot handball game of Al Irsyad Junior School in Purwokerto.
Methodology: The research’s instrument of eye-hand coordination research uses tennis ball throw-catch (10 right hand throws and 10 left hand throws), arm explosive power uses Two-Hand Medicine Ball Push (meter), leg muscle explosive power uses Broad Jump Standing (meter) and accuracy flying shoot uses a shot to three goal positions: left, center, right (points). Data analysis uses classical assumption test, pearson product moment and multiple correction.
Research Results: There is a correlation between eye-hand coordination and the accuracy ability of flying shoot is r = 0.347. There is a correlation between the arm muscle explosive power and the accuracy ability of the flying shoot is r = 0.381. There is no correlation between the leg muscle explosive power of and the accuracy ability of the flying shoot is r = 0.325. There is no correlation between eye-hand coordination, the explosive power of the arm and leg muscles together with the accuracy ability of the flying shoot r = 0.236.
Conclusion: There is a correlation between eye-hand coordination and the accuracy ability of flying shoot. There is a correlation between the arm muscle explosive power and the accuracy ability of the flying shoot. There is no correlation between the leg muscle explosive power of and the accuracy ability of the flying shoot. There is no correlation between eye-hand coordination, the explosive power of the arm and leg muscles together with the accuracy ability of the flying shoot..
Keywords: Eye-Hand Coordination, Arm Muscle Explosive Power, Leg Muscle Explosive Power, Flying Shoot Accuracy.
2280925362F1B112021PENGARUH MOTIVASI KERJA, KOMITMEN ORGANISASI, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP
ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR (OCB) PEGAWAI
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CILACAP
ABSTRAK
Keberadaan sumber daya manusia dalam institusi pemerintah, tidak terkecuali yang bergerak dalam bidang pelayanan kepada masyaraka, sangatlah penting. Setiap individu dalam institusi pemerintah tersebut, dituntut untuk mendukung dan menunjukan tujuan organisasi, yang salah satu di antaranya melalui Organizational Citizenship Behaviour (OCB). Demikian halnya dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap sebagai institusi pemerintah yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan. Terwujudnya OCB akan dipengaruhi oleh motivasi kerja, komitmen organisasi, dan kepuasan kerja. Dengan demikian, motivasi kerja, komitmen kerja, dan kepuasan kerja akan mempengaruhi OCB Pegawai RSUD Cilacap.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi kerja, komitmen organisasi dan kepuasan kerja terhadap OCB pegawai di RSUD Cilacap
Penelitian ini menggunakan metode survai, sebagai salah satu jenis dalam metode penelitian kuantitatif. Teknik sampling menggunakan proportionate random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner, observasi, dan dokumentasi. Uji validitas instrumen menggunakan teknik analisis butir. Sedangkan uji reliabilitas instrumen menggunakan teknik alpha cronbach. Metode analisis data menggunakan korelasi kendal tau c, korelasi konkordansi kendal w, dan regresi ordinal.
Hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini menunjukkan: (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi kerja terhadap OCB pegawai sebesar 20,3%; (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara komitmen organisasi terhadap OCB pegawai sebesar 10,8%; dan (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kepuasan kerja terhadap OCB pegawai sebesar 4,7%; dan (4) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi kerja, komitmen organisasi, dan kepuasan kerja terhadap OCB pegawai sebesar 24,1%.
Kesimpulan hasil penelitian ini adalah bahwa semua variabel independen mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu OCB pegawai di RSUD Cilacap.

Kata kunci : Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, dan Motivasi Kerja
ABSTRACT
The existence of human resources in government institutions, including those engaged in service to the community, is very important. Each individual in the government institution is required to support and demonstrate organizational goals, one of which is through Organizational Citizenship Behavior (OCB). Likewise with the Regional General Hospital (RSUD) Cilacap as a government institution engaged in the field of health services. The realization of OCB will be influenced by work motivation, organizational commitment, and job satisfaction. Thus, work motivation, work commitment, and job satisfaction will affect OCB Cilacap Hospital staff.
The purpose of this study was to determine and analyze the effect of work motivation, organizational commitment and job satisfaction on OCB employees in Cilacap Hospital
This research uses survey methods, as one type in quantitative research methods. The sampling technique uses proportionate random sampling. Methods of data collection using questionnaires, observation, and documentation. Test the validity of the instrument using item analysis techniques. While the instrument reliability test uses alpha cronbach technique. The method of data analysis uses correlation kendal tau c, correlation concordance kendal w, and ordinal regression.
The results of the quantitative analysis in this study indicate: (1) There is a positive and significant effect between work motivation on employee OCB of 20,3%; (2) There is a positive and significant influence between organizational commitment to employee OCB of 10,8%; and (3) There is a positive and significant influence between employee satisfaction with OCB of 4,7%; and (4) There is a positive and significant influence between work motivation, organizational commitment, and job satisfaction on employee OCB of 24,1%.
The conclusion of the results of this study is that all independent variables have a positive and significant influence on the dependent variable, namely OCB employees in Cilacap Hospital.

Keywords: Job Satisfaction, Organizational Commitment, and Work Motivation
2281025941A1L114059APLIKASI ROOTONE F DAN BIO P60 TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT CABUTAN KOPI ARABIKA DENGAN PERBEDAAN JARAK POTONG AKARPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh hormon eksogen terhadap pertumbuhan bibit kopi arabika, (2) pengaruh jarak pemotongan akar terhadap pertumbuhan bibit kopi arabika dan mencegah akar bengkok, (3) pengaruh interaksi antara hormon eksogen dan jarak pemotongan akar terhadap pertumbuhan bibit kopi arabika. Dilaksanakan di KP. Kaliwining Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia sejak Desember 2018 hingga Maret 2019. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama, pemotongan akar dengan 3 jarak: tanpa pemotongan, pemotongan 3 cm, dan 6 cm dari leher akar. Faktor kedua, hormon eksogen pada akar dengan 3 macam: tanpa hormon, Rootone F dan Bio P60. Variabel yang diamati: (1) variabel nondestruktif: tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang, (2) variabel destruktif 50 hst dan 100 hst: panjang akar, volume akar, jumlah akar primer, bobot segar tanaman, bobot segar akar, bobot kering tanaman, dan bobot kering akar. Data dianalisis uji F dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (taraf kesalahan 5%). Hasil penelitian: (1) aplikasi Bio P60 dan Rootone-F meningkatkan selisih tinggi tanaman 25,71-28,05%, jumlah daun 15,56-18,98%, dan diameter batang 20,37-24,69%, serta meningkatkan pertumbuhan panjang akar 7,62-8,5%, volume akar 13,09-44,36%, bobot segar tanaman 29,93-45,35%, bobot segar akar 36,26-61,69%, bobot kering tanaman 26,81-39,37%, dan bobot kering akar 28,57-51,26%., (2) jarak pemotongan akar 3 cm meningkatkan jumlah akar primer 100 hst dan mencegah akar bengkok, (3) tidak terjadi interaksi antara hormon eksogen dan jarak pemotongan akar.This research aimed to know: (1) the effect of exogenous hormones on the root growth of arabica coffee seedlings (2) the effect of root cutting distance on root growth of arabica coffee seedlings and prevent the bent roots, and (3) the effect of the relationship between exogenous hormone and root cutting distance on the root growth of arabica coffee seedlings. This research was conducted at Indonesia Coffee and Cocoa Research Institue Farm from December 2018 to March 2019. Randomized Block Design with two factors and three replicaties. The first factor was measurement cut roots with 3 distances, without cut roots, 3 cm, and 6 cm cut roots from the kollum. The second factor was the application of exogenous hormone on the roots with three types, without hormones application, Rootone F and Bio P60. The variables observed: (1) non-destructive variables: plant height, number of leaves, and stem diameter. (2) destructive variables on 50 days and 100 days: root length, root volume, primary root number, plant fresh weight, root fresh weight, plant dry weight, and root dry weight. Data were analyzed by F test and further testing Duncan Multiple Range Test (5% error level). The results: (1) Rootone-F and Bio P60 application can improve plant height 25,71-28,05%, leaf number increase 15,56-18,98%, and stem diameter increase 20,37-24,69%, and improve the growth of root length 7,62-8,5%, root volume 13,09-44,36%, plant fresh weight 29,93-45,35%, root fresh weight 36,26-61,69%, plant dry weight 26,81-39,37%, and dry root weight 28,57-51,26%, (2) 3 cm cutting from the neck of the root incireases number of primary roots at 100 days and prevent the bent roots, (3) The interaction of the two treatments did not have a significant effect on all variables.
2281126156F1C015016Analisis Wacana Kritis Penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia
Pada Akun Youtube Geolive ID
Penelitian ini membahas tentang analisis wacana kritis pada video Geolive ID dalam menegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia. Menggunakan model analisis Teun A Van Dijk, peneliti tidak hanya membedah secara tekstual, tetapi juga proses produksi dan konteks sosial politik masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan Geolive ID dalam mewacanakan penegakan HAM di Indonesia melalui akun youtubenya, proses produksi dan konteks sosial politik yang mempengaruhi wacana tersebut. Penentuan informan dalam penelitian ini dengan purposive sampling. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Validitas data dalam penelitian ini dilakukan dengan serius membaca, melihat kembali, dan mengintensifkan analisis data.
Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa dalam mewacanakan penegakan HAM di Indonesia, Geolive ID konsisten menekankan prinsip kebebasan dan keberagaman disetiap unggahan videonya. Hal tersebut tidak terlepas dari ideologi liberal para penggeraknya yang menjunjung tinggi kebebasan individu dan selalu kritis pada setiap kebijakan publik yang dibuat pemerintah. Geolive ID hadir di tengah kondisi sosial politik masyarakat Indonesia yang masih minim perhatian pada kasus-kasus pelanggaran HAM.
This research discusses the analysis of critical discourse on the Geolive ID video in upholding Human Rights (HAM) in Indonesia. Using the Teun A Van Dijk analysis model, researchers not only dissect textually, but also the production process and the socio-political context of society. The purpose of this research is to describe the Geolive ID in the discourse of upholding human rights in Indonesia through its YouTube account, production processes and socio-political context that influence the discourse. the determination of informants in this research by purposive sampling. Data collection was carried out using interviews and documentation. The validity of the data in this research was done by seriously reading, looking back, and intensifying data analysis.
The results of this research reveal that in discussing human rights enforcement in Indonesia, Geolive ID consistently emphasizes the principle of freedom and diversity in every upload of its video. This is inseparable from the liberal ideology of its movers which upholds individual freedom and is always critical of any public policy made by the government. Geolive ID is present in the midst of the socio-political conditions of Indonesian people who are still lacking attention in cases of human rights violations.
2281225365F1B114009Kinerja Badan Narkotika Nasional dalam Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di Kabupaten BanyumasBadan Narkotika Nasional Kabupaten Banyumas (BNNK) merupakan instansi vertikal dari Badan Narkotika Nasional (BNN) yang bertugas melaksanakan kebijakan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kabupaten Banyumas. Salah satu fungsi BNNK Banyumas adalah pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pencegahan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas dalam upaya pencegahan peyalahgunaan narkotika di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kinerja BNNK Banyumas dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Banyumas sudah cukup optimal. Aspek Input, secara kuantitas jumlah pegawai seksi pencegahan BNNK Banyumas masih kurang. Sedangkan, secara kualitas sumber daya manusia yang ada di seksi pencegahan BNNK Banyumas dapat dikatakan sudah memadai. Kondisi sarana dan prasarana di kantor BNNK Banyumas sebagian besar sudah sesuai dengan standar sarana prasarana. Anggaran program pencegahan BNNK Banyumas jika dilihat dari segi penyerapan sudah efektif dan efisien karena anggaran terserap 100%. Perencanaan dan penentuan program upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika BNNK Banyumas diusulkan oleh BNN Republik Indonesia, kemudian diputuskan oleh BNNK Banyumas dengan melihat kebutuhan serta kemungkinan untuk dilaksanakan atau tidak. Idealnya perencanaan dan penentuan program atau kegiatan ditentukan oleh BNNK Banyumas. Aspek Process, program diseminasi informasi melalui sosialisasi dirasa cukup efektif untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman terkait bahaya narkotika. Pelaksanaan program advokasi yang dilaksanakan berupa koordinasi dalam rangka pelaksanaan advokasi pembangunan berwawasan anti narkotika ke instansi terkait, pendampingan dalam pembuatan kebijakan guna mendukung kebijakan P4GN, asistensi penguatan pembangunan berwawasan anti narkotika, dan melaksanakan kegiatan penyuluhan serta pembentukan kader sadar narkotika. Aspek Output, program yang dilaksanakan BNNK Banyumas masih mengalami beberapa kendala yang menyebabkan penurunan kuantitas diseminasi informasi pada tahun 2018. Akan tetapi, masyarakat merasa sudah memperoleh pengetahuan terkait narkotika, jenis-jenis, dan bahayanya. The National Anti-Narcotics Agency of Banyumas Regency (Badan Narkotika Nasional Kabupaten/BNNK) is a vertical agency of The National Anti-Narcotics Agency (Badan Narkotika Nasional/BNN) responsible for implementing the Prevention, Eradicating Narcotics Abuse and Drug Trafficking, (known as Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika/P4GN in Indonesian) in Banyumas Regency. One function performed by BNNK Banyumas is to implement the technical policies in the field of preventing narcotics abuse in Banyumas Regency. This study aims to describe the performance of BNNK Banyumas in an effort to prevent narcotics abuse in Banyumas Regency. This research uses descriptive qualitative method. The results indicates that the performance of BNNK Banyumas regarding its efforts to prevent narcotics abuse in Banyumas Regency is quite optimal. The Input Aspect related to the number of employees working in prevention department of BNNK Banyumas considered to be lacking. Meanwhile, the quality of human resources in BNNK Banyumas prevention department considered to be adequate. The condition of facilities and infrastructure in BNNK Banyumas office is in accordance with the standards of infrastructure. The budget for the prevention program performed by BNNK Banyumas when analyzed in terms of absorption has been effective and efficient because the budget is absorbed 100%. The planning and determination of BNNK Banyumas narcotics abuse prevention program was proposed by the National Narcotics Agency of the Republic of Indonesia, then it is to be decided by BNNK Banyumans to look at the needs and possibilities wheter it should be implemented or not. Ideally, the planning and determination of the program or activity is determined by BNNK Banyumas. The Process Aspect, the information dissemination program through socialization is considered effective enough to provide knowledge and understanding regarding the dangers of narcotics. The implementation of advocacy programs is carried out in the form of coordination in the implementation of anti-narcotics-oriented development advocacy to relevant agencies, assistance in policy making to support P4GN policies, assistance in strengthening anti-narcotics-oriented development, and conducting counseling activities as well as forming narcotics-aware cadres. The Output Aspect, the program carried out by BNNK Banyumas currently experiencing some obstacles which caused a decrease in the quantity of information dissemination in 2018. However, the society feels that they have obtained knowledge on narcotics types as well as its dangers.
2281325366J1B015037Gambaran Struktur Novel Gerbang Dialog Danur Karya Risa SaraswatiSkripsi ini berjudul “Gambaran Struktur Novel Gerbang Dialog Danur Karya Risa Saraswati”. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui struktur novel Gerbang Dialog Danur karya Risa Saraswati. Penelitian ini menggunakan tinjauan struktural yang terdiri dari alur atau plot, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, tema, dan amanat. Manfaat penelitian ini yaitu untuk memberikan sumbangan bagi ilmu sastra mengenai gambaran struktur pada novel Gerbang Dialog Danur Karya Risa Saraswati.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan struktur novel kemudian menganalisis struktur novel. Sumber data yang digunakan adalah novel Gerbang Dialog Danur. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan ialah mendeskripsikan dan menganalisis struktur novel Gerbang Dialog Danur Karya Risa Saraswati. Novel tersebut bercerita tentang persahabatan tokoh Risa seorang manusia dengan tokoh Peter, William, Hans, Hendrik, dan Janshen yang di dalam novel itu diceritakan sebagai hantu Belanda.
Alur dalam novel Gerbang Dialog Danur adalah menggunakan alur maju. Tokoh yang mendominasi dalam novel Gerbang Dialog Danur adalah Risa, Peter, William, Hans, Hendrik, Janshen. Dari awal hingga akhir, pengarang lebih banyak menceritakan penokohan atau karakter dari Risa, Peter, William, Hans, Hendrik, Janshen tersebut. Tokoh tambahan yang mendukung jalannya cerita dalam novel Gerbang Dialog Danur adalah Samantha, Asih, Sarah dan Jane, Papa, Elizabeth, Ardiah. Latar atau settingpada novel Gerbang Dialog Danur terbagi menjadi tiga yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar sosial budaya. Sudut pandang pada novel Gerbang Dialog Danur karya Risa Saraswati ini menggunakan sudut pandang first personal-central atau akuan sertaan, atau “Aku” tokoh utama. Tema besar yang terdapat di novel Gerbang Dialog Danur yaitu persahabatan antara manusia dengan hantu Belanda. Tema tambahan yang terdapat dalam novel Gerbang Dialog Danur di klasifikasikan menjadi empat jenis yaitu: (a) tema jasmaniah, (b) tema sosial, (c) tema egoik, (d) tema ketuhanan. Pengarang memberi amanat kepada pembaca tentang ajaran bahwa jangan terlalu bergantung kepada orang lain dan sebagai manusia harus selalu mensyukuri semua ciptaan Tuhan.

This thesis was entitled "Gambaran Struktur Novel Gerbang Dialog Danur Karya Risa Saraswati". The aim of this thesis was to found out the structure of the novel Gerbang Dialog Danur by Risa Saraswati. This study used a structural review and consist of plot, character and characterization, background, point of view, theme, and mandate. The benefit of this research was contributed to the literary knowledge of the structure novel Gerbang Dialog Danur by Risa Saraswati.
This study used qualitative descriptive method, which described the structure of the novel then analyzed the structure of the novel. The technique of data collecting used reading and note taking techniques. The technique of data analysis were describing and analysing the structure of the novel Gerbang Dialog Danur by Risa Saraswati. The novel told the friendship story of Risa's character with Peter, William, Hans, Hendrik, and Janshen, who were told in the novel as ghosts of the Dutch.
The plot in the novel Gerbang Dialog Danur was forward plot. The people who dominated the novel Gerbang Dialog Danur were Risa, Peter, William, Hans, Hendrik, and Janshen. From the beginning to the end, the author told more about characterization or characters from Risa, Peter, William, Hans, Hendrik, and Janshen. Additional character that supported the story in the novel Gerbang Dialog Danur were Samantha, Asih, Sarah and Jane, Papa, Elizabeth, and Ardiah. The setting of the novel Gerbang Dialog Danur was divided into three, such as: the place, time, setting, and socio-cultural background. The point of view of the novel Gerbang Dialog Danur by Risa Saraswati was the first personal-central point of view, or "I", the main character. The big theme in the novel Gerbang Dialog Danur is friendship between humans and ghosts. Additional themes contained in the novel of Gerbang Dialog Danur novel were (a) physical themes, (b) social themes, (c) egoic themes, (d) divine themes. The author delivered a message to the reader not be too dependent on others and as human beings, we must always be grateful for all God's creations.
2281425367I1B015069Hubungan Penggunaan Smartphone dengan Kedisiplinan Anak Usia Sekolah di SD Negeri 1 dan 2 Purwokerto LorABSTRAK

HUBUNGAN PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN KEDISIPLINAN ANAK USIA SEKOLAH DI SD NEGERI 1 DAN 2 PURWOKERTO LOR
Ajeng Aprianti1, Made Sumarwati2, Eni Rahmawati3

Latar belakang: Perkembangan smartphone tiap tahun semakin meningkat. Pengguna smartphone tidak hanya pada usia dewasa, namun pada usia anak sekolah. Pengguna smartphone pada anak usia sekolah juga semakin meningkat. Smartphone dapat memberikan dampak positif dan negatif, salah satunya pada kedisiplinan anak.
Tujuan: Mengetahui hubungan penggunaan smartphone dengan kedisiplinan anak usia sekolah di SD Negeri 1 dan 2 Purwokerto Lor.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional (study potong lintang). Teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling dengan analisis Somers’d. Responden penelitian ini adalah siswa kelas 4 dan 5 di SD Negeri 1 dan 2 Purwokerto Lor sebanyak 184 responden. Instrumen penelitian ini yaitu kuisioner penggunaan smartphone dan kedisiplinan anak.
Hasil: Terdapat hubungan antara penggunaan smartphone dengan kedisiplinan anak usia sekolah dengan nilai p = 0,000 dan nilai r = -0,313
Kesimpulan: Penggunaan smartphone dapat menyebabkan menurunnya kedisiplinan pada anak.
Kata kunci: penggunaan smartphone dan kedisiplinan anak.

1Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
2Departemen Keperawatan Dasar Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
3Departemen Keperawatan Anak Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

ABSTRACT

RELATIONSHIP OF THE USE OF SMARTPHONE WITH THE DISCIPLINE OF SCHOOL-AGE CHILDREN IN SD NEGERI 1 and 2 PURWOKERTO LOR
Ajeng Aprianti1, Made Sumarwati2, Eni Rahmawati3

Background: The development of smartphone users is increasing every years. Smartphone users is not only adults, but it is also used by children who are still in elementary school also increasing. Smartphone have a positive and negative impact, one of them is about the discipline of children.
Research Objective: The purpose of this research for knowing the relationship of the use of smartphone with the discipline of school-age children in junior high school 1 and 2 purwokerto lor.
Method: This research used cross sectipnal design with Somers’d analysis. Data collected technique is total sampling. This research respobdent is 4th and 5th grade students of junior high school 1 and 2 purwokerto lor. This research instrumen is a kuisioner of the use of the smartphone and children's discipline.
Result: There is a relationship between the use of smartphone with the discipline of school-age with the score p = 0.000 and score r = -313.
Conclusion: The use of smartphone can decrease the children's discipline
Keyword: The use of smartphone with children's discipline

1Nursing Department Student, Health Sciences Faculty, Jenderal Soedirman University
2Basic Nursing, Nursing Department, Health Sciences Faculty, Jenderal Soedirman University
3Pediatric Nursing, Nursing Department, Health Sciences Faculty, Jenderal Soedirman University

2281525368I1B015083FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PASIEN POST STROKE DALAM MENJALANI REHABILITASI MEDIK DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJOAbstrak


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PASIEN POST STROKE DALAM MENJALANI REHABILITASI MEDIK DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO

Fatkhul ‘Ulum, Atyanti Isworo, Arif Imam Hidayat


Latar Belakang: Rehabilitasi medik merupakan salah satu strategi dalam penanganan stroke. Rehabilitasi medik perlu didudukung dengan kepatuhan sehingga dapat meringankan kecacatan pasien. Kepatuhan rehabilitasi medik dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien post stroke dalam menjalani rehabilitasi medik.
Metodologi: Penelitian ini deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah responden 84 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan format pengkajian National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS). Analisis dalam penelitian ini menggunakan Uji Fisher’s Exact.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan sikap memiliki perbedaan yang signifikan dengan kepatuhan rehabilitasi medik (p=0,034). Sementara itu, jenis stroke (p=0,232), lama menjalani rehabilitasi medik (p=0,248), pemanfaatan asuransi kesehatan (p=1,000), dan tingkat keparahan stroke (p=0,568) tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan kepatuhan rehabilitasi medik.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara sikap dengan kepatuhan menjalani rehabilitasi medik. Tidak ada perbedaan antara jenis stroke, lama menjalani rehabilitasi medik, pemanfaatan asuransi kesehatan, dan tingkat keparahan stroke dengan kepatuhan rehabilitasi medik.

Kata Kunci: Asuransi, Kepatuhan, NIHSS, Rehabilitasi Medik, Sikap, Stroke
Abstract


FACTORS THAT INFLUENCE THE ADHERENCE TO MEDICAL REHABILITATION IN POST STROKE PATIENT AT RSUD. PROF. DR. MARGONO SOEKARJO

Fatkhul ‘Ulum, Atyanti Isworo, Arif Imam Hidayat


Background: Medical rehabilitation is one of the right strategies in managing stroke. Medical rehabilitation needed to be supported with good adherence that could reduce the level of disability in stroke patients. Adhere to medical rehabilitation was influenced by various factors. This study discussed factors that associated with the adherence to medical rehabilitation in post-stroke patients.

Methods: This study used a descriptive analytic with cross sectional design. The sampling technique in this study used accidental sampling with 84 respondents. Instruments that was used in this study were questionnaires and National Institutes of Health Stroke Scale assessment form. Analysis in this study used Fisher's Exact Test.

Results: There was a significant difference between attitudes and adherence to medical rehabilitation (p=0.034. While type of stroke (p=0.232), length of medical rehabilitation (p=0.248), utilization of health insurance (p=1,000), and severity of stroke (p=0.568) had no significant difference with adherence to medical rehabilitation.

Conclusion: There was a significant difference between attitude with the adherence to medical rehabilitation. There were no significant differences among the type of stroke, the length of medical rehabilitation, utilization of health insurance, and stroke severity with the adherence to medical rehabilitation.

Keywords: Adherence, Attitude, Insurance, Medical Rehabilitation, NIHSS, Stroke
2281625369I1B015002PENGARUH KOMBINASI TERAPI MUROTTAL DAN HIDROTERAPI WUDHU TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSIAbstrak

PENGARUH KOMBINASI TERAPI MUROTTAL DAN HIDROTERAPI WUDHU TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI

Nadya Gita Puspita1, Iwan Purnawan2, Rahmi Setiyani3

Latar Belakang:
Hipertensi merupakan silent killer, sehingga dibutuhkan terapi untuk menurunkan tekanan darah. Terapi murottal dan hidroterapi wudhu dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi terapi murottal dan hidroterapi wudhu terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi.
Metodologi:
Desain penelitian yang digunakan yaitu true eksperiment dengan pretest-posttest with control group design dan teknik simple random sampling. Jumlah sampel 42 responden yang terbagi menjadi tiga kelompok (A: terapi murottal, B: hidroterapi wudhu, C: terapi kombinasi). Analisis data menggunakan Uji Repeated Anova, Friedman, Kruskal-Wallis dan General Linear Model.
Hasil Penelitian:
Responden berusia antara 60-74 tahun dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan, pekerjaan ibu rumah tangga, pendidikan terakhir SD dan IMT normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah sebelum intervensi dan sesudah (0’ dan 20’) pada ketiga kelompok dengan nilai p value 0,000 (p < 0,05), sistolik pre-0’; sistolik pre-20’; diastolik pre-0’ dan diastolik pre-20’. Penurunan terbesar tekanan darah pada kelompok C, diikuti kelompok A dan B.
Kesimpulan: Terapi kombinasi lebih efektif untuk menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.
Kata Kunci: terapi murottal, hidroterapi wudhu, hipertensi.

1Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
2Dosen Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
3Dosen Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
Abstract

THE EFFECT OF COMBINATION OF MUROTTAL THERAPY AND WUDHU HYDROTHERAPY ON BLOOD PRESSURE REDUCTION IN ELDERLY WITH HYPERTENSION

Nadya Gita Puspita1, Iwan Purnawan2, Rahmi Setiyani3

Background:
Hypertension is a silent killer. A therapy is needed to decrease the blood pressure. Murottal therapy and wudhu hydrotherapy can be used to decrease blood pressure. This research is aimed at knowing the effect of combination of murottal therapy and wudhu hydrotherapy on blood pressure reduction in elderly with hypertension.
Methods:
This research used were true experiment design with pretest-posttest with control group. The sample was chosen by simple random sampling. A total of 42 respondents were divided into 3 groups (A: murottal therapy, B: wudhu hydrotherapy, C: combination therapy). Data analysis were used Repeated Anova Test, Friedman, Kruskal-Wallis and General Linear Model.
Result:
Mayority of respondents were aged between 60-74 yeard old, were female, work as housewives, elementary school graduated and normal BMI. GLM test showed a significant difference in mean blood pressure pre and post (0’ and 20’) in all three groups p value 0,000 (p < 0,05), for systolic pre-0’; systolic pre-20’; diastolic pre-0’ and diastolic pre-20’. The highest mean blood pressure reduction was showed group C, followed by group A and B.
Conclusion:
An combination of murottal therapy and wudhu hydrotherapy was to effective reduction blood pressure in the elderly with hypertension.
Keyword: murottal therapy, wudhu hydrotherapy, hypertension.

1Students of Nursing Study Program, Health Science Faculty, Universitas Jenderal Soedirman
2The lecturer of Nursing Study Program, Health Science Faculty, Universitas Jenderal Soedirman
3The lecturer of Nursing Study Program, Health Science Faculty, Universitas Jenderal Soedirman
2281725370H1F013007STUDI GEOLOGI DAN PALINOLOGI AREA SUWI KECAMATAN MUARA SAMU, KABUPATEN PASER, KALIMANTAN TIMURPulau Kalimantan, khususnya provinsi Kalimantan Timur, merupakan salah satu provinsi yang kaya akan sumber daya batubara. Batubara merupakan salah satu sumber energi primer yang banyak dieksploitasi. Daerah penelitian terdiri atas formasi warukin sebagai formasi pembawa batubara yang secara umum terbentuk pada daerah darat. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis palinologi, serta interpretasi hasil pengaruh kualitas batubara terhadap lingkungan pengendapannya. Analisis palinologi dilakukan pada 21 sampel cutting hasil pemboran sumur E2 dan didapatkan jumlah 29 jenis polen dan spora, yang kemudian dibagi menjadi 3 zona palinologi yaitu zona 1 yang memperlihatkan kondisi jumlah polen ekologi Back Mangrove cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan yang lainnya, dicirikan oleh salah satunya Discoidites Borneensis. Zona polen 2, cenderung memperlihatkan jumlah polen dengan ekologi Mangrove yang meningkat, dicirikan oleh Zonocostites Ramonae. Zona polen 3, cenderung memperlihatkan jumlah polen dengan ekologi Marine yang meningkat, dicirikan oleh Foraminifera Test Lining. Berdasarkan log sumur bor E2 dan analisis palinologi terdapat 3 seam batubara yaitu sampel F2B1 (11,80-16,40 m) termasuk kedalam zona polen 3 dengan rata-rata ash content (ASH/%) 4,98% dan Total Sulphur (TS/%) 0,18% diinterpretasi berada pada lingkungan pengendapan Lower Delta Plain. Sampel F4B2 (33,60-40,50 m) termasuk kedalam zona polen 3 dengan rata-rata ash content (ASH/%) 6,35% dan Total Sulphur (TS/%) 0,21% diinterpretasi berada pada lingkungan pengendapan Upper Delta Plain-Lower Delta Plain. Sampel F7B3 (61,80-67,00 m) termasuk kedalam zona polen 2 dengan rata-rata ash content (ASH/%) 7,80% dan Total Sulphur (TS/%) 0,23% dan diinterpretasi berada pada lingkungan pengendapan Upper Delta Plain-Lower Delta Plain. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, terjadi perubahan ekologi yang mulai terendapkan pada lingkungan transisi arah marine secara periodik menunjukkan pergeseran lingkungan semakin ke arah darat.East Kalimantan, Borneo, has widely known for its abundant coal resources. Coal is one of the important resources for its usability in the energy industry. Research area is located in Muara Samu, Paser, focused in Warukin Formation, the coal-bearing formation deposited in the terrestrial environment. Geological, palynological, and coal quality analysis were conducted in this research to interpret and analyze the coal deposition of Warukin Formation. 21 cuttings sample obtained from the drilling well E2 that contains 29 kinds of pollen and spores; grouped into 3 palynological zonations: Zone 1, Zone 2, and Zone 3. Palynological analysis shows that Zone 1 contains high abundance of back mangroves pollen characterized by Discoidites Borneensis; whereas Zone 2 contains significant abundance of mangrove pollen identified by Ramonae Zonocotites; and Zone 3 shows the increasing amount of marine pollen, characterized by Foraminifera Tests Lining. Based on the well log interpretation, three coal seams were identified as Seam F2B1, F4B2, and F7B3. Seam F2B1 (11.80-16.40 m) located at Zone 3 with an average of ash content (ASH/%) 4.98% and Total Sulphur (TS/%) 0.18%, interpreted as Upper Delta Plain–Transitional Lower Delta Plain deposits. Seam F4B2 (33.60-40.50 m) located at Zone 3 with an average of ash content (ASH/%) 6.35% and Total Sulphur (TS/%) 0.21%, interpreted as an Upper Delta Plain deposits. Seam F7B3 (61,80 – 67.00 m) located at Zone 2 with an average of ash content (ASH/%) 7.80% and Total Sulphur (TS/%) 0.23%, interpreted as an Upper Delta Plain deposits. Results of the analysis concluded that the ecological changes occurred during deposition of Warukin Formation; started from the near marine environment periodically shift toward the terrestrial area..
2281825371I1B015074faktor-faktor yang mempengaruhi amputasi pada pasien ulkus diabetes melitus Abstrak
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AMPUTASI PADA PASIEN ULKUS DIABETES MELITUS
Novi Ratnasari1, Yunita Sari2, Akhyarul Anam2

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik karena kelainan sekresi insulin. Kelainan tersebut dapat menimbulkan ulkus diabetikum yang berdampak amputasi. Banyak faktor yang mempengaruhi amputasi terutama di Indosnesia yaitu lama menderita, pola diet, olahraga, usia, jenis kelamin, merokok, hipertensi, lama ulkus dan perawatan kaki, selain itu faktor yang jarang diketahui oleh masyarakat yaitu kepatuhan pengobatan. Sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai faktor-faktor tersebut untuk mencegah dan menambah pengetahuan pada penderita diabetes melitus.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi amputasi pada pasien ulkus diabetes melitus di RSUD Banyumas dan klinik Banyumas Wound Care.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control. Pengambilan sampel menggunakan metode convenience sampling. Sampel sebanyak 56 terdiri dari 28 pasien post amputasi ulkus diabetes melitus dan 28 pasien tidak amputasi ulkus diabetes melitus. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuisioner perawatan kaki dan kepatuhan pengobatan menggunakan Morisky Medication Adlherance Scale (MMAS). Data dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi square, dan multivariat dengan uji regresi logistik berganda.
Hasil: Faktor umur (p=0,011), riwayat hipertensi (p=0,000), lama ulkus (p=0,000), dan perawatan kaki (p=0,003) merupakan faktor yang mempengaruhi terjadinya amputasi ulkus diabetes melitus sedangkan jenis kelamin (p=0,584), riwayat merokok (p=1,000), dan kepatuhan pengobatan (p=0,108) tidak mempengaruhi terjadinya amputasi ulkus diabetes melitus.
Kesimpulan: Faktor lama ulkus merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi amputasi ulkus diabetes melitus. Penderita ulkus diabetes melitus yang mempunyai durasi ulkus lebih lama karena adanya infeksi atau hal lain yang dapat berisiko 19,726 kali terjadinya amputasi ulkus.
FACTORS AFFECTING AMPUTATION ON PATIENT WITH DIABETES MELLITUS ULCER
Novi Ratnasari1, Yunita Sari2, Akhyarul Anam2

Abstract
Background: Diabetes mellitus refers to a metabolic disease caused by the abnormal insulin secretion. This abnormal insulin production can cause diabetic ulcer which impacts on amputation. Many factors could affect amputation, especially in Indonesia, namely duration of suffering, diet pattern, workout, age, gender, smoking, hypertension, the suffering period from ulcer, and foot care, as well factor that was rarely known by people namely medication adherence. Thus, there was a need to study those factors in order to prevent and improve knowledge on people with diabetes mellitus.
Objective: This research aimed to identify the factors that affect amputation on patient with diabetes mellitus ulcer in RSUD Banyumas and klinic Banyumas Wound Care.
Method: This research used case control design. The sampling technique used convenience sampling. Sample in this research were 56 people consisted of 28 patients with post amputation on diabetes mellitus ulcer and 28 patients with no amputation on diabetes mellitus ulcer. The instruments used in this research were questionnaire on foot care and medication adherence by Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). The data were analyzed by univariate, bivariate with Chi square test, and multivariate with multiple logistic regression test.
Result: General factor (p=0,011), hypertension history (p=0,000), ulcer suffering period (p=0,000), and foot care (p=0,003) were factors that affect amputation on diabetes mellitus ulcer, meanwhile gender (p=0,584), smoking history (p=1,000), and medication adherence (p=0,108) did not affect amputation on diabetes mellitus ulcer.
Conclusion: The ulcer suffering period was the most dominant factor in affecting the amputation on diabetes mellitus ulcer. People with diabetes mellitus ulcer who have longer duration of suffering because of infection or other reasons could risk 19.726 times ulcer amputation.
2281925372I1B015028Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kanker Serviks di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo PurwokertoAbstrak

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KANKER SERVIKS DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Silvia Salwa1, Yunita Sari2, Agis Taufik2
Latar Belakang: Kanker serviks menjadi penyakit pembunuh wanita nomer satu di Indonesia. Hal ini dikarenakan kurangnya informasi dan deteksi dini. Oleh karena itu, perlu adanya pencegahan yaitu mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian kanker serviks.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian kanker serviks di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel 50 responden di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuisioner. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat.
Hasil: Faktor yang berhubungan dengan kejadian kanker serviks yaitu external vaginal douching dengan p 0,021, usia pertama kali hamil dengan p 0,007, paritas dengan p 0,015, dan jarak persalinan dengan p 0,015. Faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian kanker serviks yaitu jenis persalinan dengan p 1,000 dan riwayat abortus dengan p 0,442.
Kesimpulan: Faktor external vaginal douching menjadi faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian kanker serviks dengan nilai OR sebesar 18,602 yang artinya bahwa external vaginal douching berisiko sebesar 18,602 kali terhadap kejadian kanker serviks.
Kata Kunci: Kanker Serviks, External Vaginal Douching, Usia Pertama Kali Hamil, Paritas, Jarak Persalinan

1Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
2Departemen Keperawatan Medikal Bedah Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
Abstract

FACTORS ASSOCIATED WITH CERVICAL CANCER IN RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Silvia Salwa1, Yunita Sari2, Agis Taufik2
Background: Cervical cancer has become Indonesia’s number one disease that cause death of females. This is due to insufficient information and early detection. Therefore, prevention is needed which that is to recognize the factors that can cause cervical cancer.
Purpose: This research was aimed to determine any factors that are related to cervical cancer at RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Methods: This research was an analytical research with a cross sectional design. The technique that was used to collect samples was a consecutive sampling with the total samples of 50 responders at RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto. The instrument that was used in this research was a questionnaires. Data analysed univariate, bivariants, and multivariates.
Results: Factors that were related to cervical cancer are external vaginal douching factor with p 0.021, first stage in pregnancy with p 0.007, parity with p 0.015, and childbirth with p 0.015. A factor that is not related to the cervical cancer is abortus breeding with p 1.000 and abortive history with p 0.442.
Conclusion: The external vaginal douching factor has become the dominant factor that is associated with cervical cancer which means that the external vaginal douching is at 18.602 risk for cervical cancer.
Keywords: Cervical Cancer, External Vaginal Douching, First Stage In Pregnancy, Parity, Childbirth

1Nursing Departement Student of Health Sciences Faculty of Jederal Soedirman University
2Departement of Medical Surgery Nursing of Nursing Departement of Health Sciences Faculty of Jenderal Soedirman University
2282025373I1B015045Efek Video Perawatan Di Rumah Untuk Bayi Berat Lahir Rendah Saat Discharge Planning terhadap Keterampilan Orang TuaLatar Belakang: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) berisiko tinggi mengalami hipotermi dan kurang nutrisi akibat dari kelemahan refleks isap. Masalah tersebut dapat menjadi salah satu penyebab bayi lama di rawat di rumah sakit. Risiko tersebut dapat diatasi dengan latihan teknik menyusui yang benar dan teknik Kangoroo Mother Care (KMC).
Tujuan: Mengidentifikasi efek video perawatan di rumah untuk bayi berat lahir rendah saat discharge planning terhadap keterampilan (menyusui dan KMC) orang tua.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif quasy experiment pretest and posttest with control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Masing-masing kelompok mempunyai 18 responden sehingga total responden berjumlah 36. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi menyusui dan KMC.
Hasil: Skor menyusui diperoleh p value = 0,005 dan KMC dengan p = value 0,016 dimana keduanya mempunyai p value = < 0,05. Terdapat perbedaan yang signifikan antara video terhadap keterampilan ibu dalam menyusui dan KMC.
Kesimpulan: Video perawatan di rumah untuk BBLR efektif dalam meningkat keterampilan orang tua dalam teknik menyusui dan KMC.
Background: Low Birth Weigh Babies (LBWB) were at high risk of experiencing hyphothermia and lack of nurtition due to the weakness in suction reflex. That issue could be a cause for babies to be long hospitalized. The risk can be tackled with practicing the right breastfeeding technique and Kangaroo Mother Care (KMC) technique.
Method: This type of research was quantitative with quasy experimental pretest and posttest with control group design. The sampling technique used quota sampling. Each group had 18 repondents made the total of respondents to be 36 people. The instruments in this research were observation sheets of breastfeeding and KMC.
Result: It was obtained the score of breastfeeding with P value = 0.005 and KMC with P value = 0.016 in which both had P value = <0.05. There was significant difference of the video on the mother skill of breastfeeding and KMC.
Conclusion: Home care video for Low Birth Weight Baby was effective in improving the parent’s skill on breastfeeding and KMC technique.