Home
Login.
Artikelilmiahs
25418
Update
NADYA SOFIA SITI SA'ADAH
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PEMBERIAN INOKULUM FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) CAMPURAN TERHADAP KEMUNCULAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DAN MELON (Cucumis melo L.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Mentimun (Cucumis sativus L.) dan Melon (Cucumis melo L.) merupakan contoh dari sayuran dan buah yang banyak di konsumsi oleh masyarakat, dan juga memiliki banyak manfaat. Permintaan pasar untuk mentimun dan melon sangat tinggi, maka produksinya harus mengikuti. Ada beberapa masalah dalam produksi, dan salah satunya adalah penyakit layu yang disebabkan oleh Fusarium. Secara konvensional, penggunaan fungisida sintetik dianggap sebagai solusi yang tepat untuk mengendalikan layu fusarium. Namun demikian, dengan mempertimbangkan dampak negatif dari fungisida tersebut, penggunaan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) menjadi alternatif pilihan yang ditempuh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dosis berbeda dari inokulum FMA campuran (0, 5, 10, 15, 20 g FMA dengan medium pembawa zeolit / tanaman). Parameter utama adalah intensitas penyakit, sedangkan parameter pendukungnya adalah pH tanah, temperatur, kelembapan, masa inkubasi penyakit, dan derajat infeksi FMA terhadap akar tanaman. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Uji ragam (uji F) denganStandar Kesalahan 5%. Berdasarkan hasil penelitian, tanaman yang diinokulasi dengan inokulum mikoriza lebih tahan terhadap penyakit layu fusarium. Dosis optimal FMA campuran untuk mengurangi intensitas penyakit layu fusarium pada tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) adalah adalah M3BT (inokulasi FMA campuran 15 g/tanaman) dan melon (Cucumis melo L.) adalah M2BM (inokulasi FMA campuran 10 g/tanaman)
Abtrak (Bhs. Inggris)
Cucumber (Cucumis sativus L.) and Melon (Cucumis melo L.) are examples of vegetable and fruit that are widely consumed by the community, and also have many benefits. Market demand for cucumbers and melons is very high, therefore the production should meet the demand. There are several problems in production, and one of them is wilt caused by Fusarium. Conventionally, the use of synthetic fungicides is considered as the right solution for controlling fusarium wilt. However, taking into account the negative effects of these fungicides, the use of Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) is an alternative choice taken. This study used a Completely Randomized Design (CRD) of mixed AMF inoculums (0, 5, 10, 15, 20 g AMF with zeolite/plant carrier medium). The main parameters observed were disease intensity, while the supporting parameters observed were pH, temperature, air humidity, disease incubation period and degree of infection. The data obtained were analyzed using a Variety Test (F test) with a Standard Error of 5%. Based on the reseach result, plants which are inoculated by mycorrhizae inoculum is more resistant to fusarium wilt disease. The optimal dose of FMA mixture to reduce the intensity of fusarium wilt in cucumber (Cucumis sativus L.) plants is M3BT (FMA inoculation of 15 g / plant mixture) and melon (Cucumis melo L.) is M2BM (10 g / plant FMA mixture inoculation)
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save