| NIM | B1J013071 |
| Namamhs | CITRA NADIA |
| Judul Artikel | KERAGAMAN TUNGAU HAMA PADA TANAMAN MELATI GAMBIR (Jasminum officinale) DI DESA CIPAWON, BUKATEJA, PURBALINGGA, JAWA TENGAH |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tanaman melati gambir (Jasminum officinale) yang terdapat di Desa Cipawon memiliki manfaat dan nilai ekonomis yang cukup tinggi. Manfaat J. officinale sebagai pengharum teh. Keberhasilan penanaman J. officinale terletak pada lingkungan hidupnya (habitat, temperatur dan kelembaban) dan pemeliharaan yang tepat. Salah satu yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan J. officinale adalah serangan hama tungau yang dapat menyebabkan kerusakan tanaman dan berakhir dengan kematian. Tungau hama menyerang tanaman disebabkan oleh faktor lingkungan yang mendukung yaitu suhu dan kelembaban yang sesuai dengan pertumbuhan tungau, daun yang memiliki trikoma sebagai pelindung tungau dan letak sudut duduk daun yang menutupi sinar matahari (fototropinegatif). Keragaman dan kelimpahan tungau hama mempengaruhi kestabilan ekosistem pada tanaman melati gambir. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keragaman dan kelimpahan tungau pada tanaman melati gambir (J. officinale). Tahapan penelitian ini meliputi penentuan jumlah sampel dan pengambilan sampel; pengukuran temperatur, kelembaban udara dan curah hujan; menghitung jumlah trikoma; mengukur luas daun; mengukur sudut duduk daun; penentuan kelimpahan tungau pada kultivar; preparasi dan fiksasi tungau; clearing tungau; mounting tungau; dan identifikasi menggunakan prinsip chetotaksi. Hasil identifikasi keragaman tungau hama pada J. officinale terdapat 443 individu meliputi delapan spesies, yaitu (1) Brevipalpus phoenicis Geijskes, 2) Brevipalpus californicus Banks, 3) Brevipalpus papayensis Baker, 4) Brevipalpus obovatus Donnadieu, 5) Tetranychus urticae Koch, 6) Tetranychus kanzawai Kishida, 7) Tetranychus cinnabarinus Carmine, dan 8) Thyrophagus putrescentiae Schrank). Hasil keragaman spesies tungau hama menggunakan indeks Shannon-Wienner (H^') memperoleh data yang menunjukan bahwa B. phoenicis memiliki kerapatan populasi tertinggi dibanding tungau hama lainnya. Nilai keragaman (H^') tungau hama tergolong rendah. Hasil analisis nilai kemerataan menggunakan uji Shannon-Evennes pada keseluruhan tungau hama merata seluruh bagian ekosistem J. officinale. Hasil analisis regresi logistik multivariat memperoleh persamaan regresi untuk tungau hama pada J. officinale yang melibatkan dua faktor (a) dan (b) Y = 0,399 + 0,043 (a) + 0,012 (b). |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Gambir jasmine plants (Jasminum officinale) found in Cipawon Village have high economic benefits and value. Benefits of J. officinale as tea fragrances. The success of planting J. officinale lies in the environment (habitat, temperature and humidity) and proper maintenance. One that inhibits the growth and development of J. officinale is the attack of mite pests that can cause damage to plants and end in death. Pest mites attack plants caused by supporting environmental factors, namely temperature and humidity that are in accordance with the growth of mites, leaves that have a protective trichome as well as the location of the sitting corner of the leaf that covers the sun (phototropinegative). Diversity and abudance of pest mites affect ecosystem stability in J. officinale. The purpose of this study was to determine the diversity and abundance of mites in J. officinale. The stages of this study include determining the number of samples and sampling; measurement of temperature, air humidity and rainfall; count the number of trichomes; measuring leaf area; measuring leaf sitting angle; determination of mite abundance in cultivars; mite preparation and fixation; mite clearing; mounting mites; and identification using the principle of chetotaksi. The results of identification of pest diversity in J. officinale contained 443 individuals including eight species, namely (1) Brevipalpus phoenicis Geijskes, 2) Brevipalpus californicus Banks, 3) Brevipalpus papayensis Baker, 4) Brevipalpus obovatus Donnadieu, 5) Tetranychus urticae Koch, 6) Tetranychus kanzawai Kishida, 7) Tetranychus cinnabarinus Carmine, and 8) Thyrophagus putrescentiae Schrank). The results of the diversity of pest mites using the Shannon-Wienner index (H^') obtained data showing that B. phoenicis had the highest population density compared to other pest mites. Diversity value (H^') of pest mites is low . The results of the evenness value analysis using the Shannon-Evennes test for all pest mites are evenly distributed throughout the J. officinale ecosystem. The results of multivariate logistic regression obtained a regression equation for pest mites in Jasminum officinale involving two factors (a) and (b) Y = 0.399 + 0.043 (a) + 0.012 (b). |
| Kata kunci | Kelimpahan, Keragaman, Aroma teh, Kemerataan, Jasminum officinale |
| Pembimbing 1 | Dr. Bambang Heru Budianto, MS |
| Pembimbing 2 | Dr. Hery Pratiknyo, M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2019-05-26 15:50:23.135771 |
|---|