Artikelilmiahs
Menampilkan 22.661-22.680 dari 51.895 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 22661 | 25244 | E1A115058 | DISSENTING OPINION TERHADAP DWANGSOM YANG DIKABULKAN DALAM PERKARA GANTI KERUGIAN (Suatu Studi Terhadap Putusan Nomor.11/Pdt.G/2011/PN.Jkt.sel) | ABSTRAK DISSENTING OPINION TERHADAP DWANGSOM YANG DIKABULKAN DALAM PERKARA GANTI KERUGIAN (Suatu Studi Terhadap Putusan Nomor.11/Pdt. G/2011/PN. Jkt. Sel) Oleh: Tresna Naufal Irfantoro E1A115058 Dissenting Opinion dapat terdiri dari beberapa bagian pendapat yang dimungkinkan karena adanya sejumlah alasan, yaitu interprestasi yang berbeda dari kasus hukum ataupun penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dari fakta-fakta. Obyek Penelitian ini adalah Putusan Nomor.11/Pdt. G/2011/PN. Jkt. Sel yang dari isinya terdapat Dissenting Opinion terhadap Dwangsom yang dikabulkan dalam perkara ganti kerugian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Dissenting Opinion berdasarkan Undang-Undang Nomor 48 tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman dan penerapannya serta Implikasi penerapan Dwangsom dengan 606 RV. Metode penelitian ini adalah yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hakim dalam penerapan Dissenting Opinion pada Putusan Nomor.11/Pdt. G/2011/PN. Jkt. Sel telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman bahwa pada saat rapat permusyawaratan yang bersifat rahasia, masing-masing hakim tersebut telah memberikan pertimbangan. Pendapat yang berbeda ini pun telah dimuat dalam putusan. Putusan Nomor 11/Pdt.G/2011/PN. Jkt. Sel. tidak cermat dalam mengkualifikasikan perbuatan hukum antara para tergugat dan penggugat, karena perbuatan hukum para tergugat dan penggugat masuk dalam prestasi berupa melakukan sesuatu, sehingga terhadap tuntutan Dwangsom yang dikabulkan tidak tepat dan berakibat menambah beban para tergugat. Hakim harus memperhatikan hukum acara perdata, khususnya dalam menjatuhkan Dwangsom Hakim dalam hal ini semestinya melihat aturan di dalam Pasal 606 Rv. Kata Kunci : Dissenting Opinion, Dwangsom, Ganti Kerugian. | ABSTRACT DISSENTING OPINION TOWARD DWANGSOM WHICH IS GRANTED IN THE CASE OF COMPENSATION (A Study on Decision No.11/Pdt. G/2011/PN. Jkt. Sel) By: Tresna Naufal Irfantoro E1A115058 Dissenting Opinion may consists of some parts of opinion that caused by several reasons, such as different interpretation of the law case or the use of different principles toward the facts. The object of this research is Decision No.11/Pdt. G/2011/PN. Jkt. Sel which is contain the granted Dissenting opinion about Dwangsom in compensation case. The research aims to understand dissenting opinion based on Undang-Undang Nomor 48 tahun 2009 about Judicial Power and its implementation, also implication of the Dwangsom implementation with 606 RV. The method of this research is juridical-normative method by using legislation approach, case approach and conceptual approach. The research shows that in the implementation of Dissenting opinion on Decision No.11/Pdt. G/2011/PN. Jkt. Sel, the judges have conform with Undang-Undang Nomor 48 tahun 2009 about Judicial Power, where each judges has presenting consideration at the judges confidential meeting conference. Those dissent of opinion has contained in the Decision as well. The Decision No.11/Pdt. G/2011/PN. Jkt. Sel is not precise enough to qualify the law behavior between the defendant and the plaintiff, because the defendants and the plaintiffs’s law behavior include in an achievement like doing an obligation, so that it isn’t proper and even augmenting the charge of the defendants. The judges should notice the civil court, especially in case of giving Dwangsom. The judges have to take a look at the regulations in article 606 RV. Key Word : Dissenting Opinion, Dwangsom, Compensation. | |
| 22662 | 25242 | E1A014091 | PERLINDUNGAN HUKUM PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL PENERIMA BANTUAN IURAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN (Studi Tentang Hak-Hak Peserta Jaminan Kesehatan Nasional Dalam Struktur Peraturan Perundang-Undangan Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan perlindungan hukum dan bentuk perlindungan hukum peserta jaminan kesehatan penerima bantuan iuran dalam struktur peraturan perundang-undangan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (Statue Approach), pendekatan analitis (Analytical Approach), dan pendekatan konseptual (Conceptual Approach). Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah inventarisasi hukum dan sinkronisasi hukum. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan dan studi dokumenter. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengaturan mengenai perlindungan hukum peserta jaminan kesehatan penerima bantuan iuran dalam struktur peraturan perundang-undangan Indonesia telah menunjukkan taraf sinkronisasi. Artinya, bahwa peraturan yang lebih rendah derajatnya telah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi derajatnya dan peraturan yang lebih tinggi derajatnya menjadi dasar pembentukan peraturan yang lebih rendah. Bentuk perlindungan hukum peserta jaminan kesehatan penerima bantuan iuran pada struktur peraturan perundang-undangan di Indonesia meliputi jaminan pengaturan mendapatkan nomor identitas tunggal peserta, jaminan pengaturan memperoleh manfaat pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan, jaminan pengaturan memilih fasilitas kesehatan tingkat pertama yang bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan sesuai yang diinginkan, jaminan pengaturan mendapatkan informasi mengenai hak dan kewajiban serta prosedur untuk mendapatkan hak dan memenuhi kewajiban, jaminan pengaturan memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan dan jaminan pengaturan memperoleh informasi tentang data kesehatan dirinya termasuk tindakan dan pengobatan yang telah maupun yang akan diterimanya dari tenaga kesehatan. Kata kunci : Perlindungan Hukum, Peserta Jaminan Kesehatan Nasional, Penerima Bantuan Iuran, Pelayanan Kesehatan. | This research aims to observe the synchronizationbetween the legislations of legal protection and the forms of protection for the participants of health insurance as the receivers of medical assistance contribution in legal framework of Indonesian legislations. This type of research is Normative Legal Research. It employs descriptive qualitative method with several approaches. Those are Statue Approach, Analytical Approach, and Conceptual Approach. The research specification used are the legal inventory and the legal synchronization. The type of data in this research is the secondary data that were obtained from a study literature review and study documentaries. Based on the results of this research, it can be concluded that the legislations of legal protection for the participants of health insurance as the receivers of medical assistance contribution in legal framework of Indonesian legislations have shown the level of synchronization. It means that the lower level legislations have been convenient with the higherlevel legislations and the higher level legislations have became the formulation of lower level legislations.The forms of legal protection for the participants of health insurance as the receivers of medical assistance contribution in legal framework of Indonesian legislations include the regulatory guarantee to obtain the single identity number for each participant, the regulatory guarantee to obtain the benefits of health services in every health facilities which is collaborated with Social Insurance Administration Organization, the regulatory guarantee to select the desirable first-level health facility which is collaborated with Social Insurance Administration Organization, the regulatory guarantee to obtain information and to complain about the health services within National Health Insurance, arranged guaranntee for obtaining rights and obligations information as well as procedures for obtaining rights and fulfilling obligations, arranged guarantee for gaining access to health sector resources and arranged guarantee for obtaining information about health data including medical actions and treatments that have been and will be received from health workers. Keywords: Legal Protection, The Participants of National Health Insurance, The Receivers of Medical Assistance Contribution, Health Services. | |
| 22663 | 25930 | H1K012029 | ANALISIS KANDUNGAN BAHAN ORGANIK TOTAL DALAM SEDIMEN PANTAI TELUK PENYU, CILACAP | Penelitian ini berjudul Analisis Kandungan Bahan Organik Total Dalam Sedimen Pantai Teluk Penyu, Cilacap. Sedimen disusun oleh partikel organik dan anorganik dan bahan organik merupakan partikel organik. Eksistensi bahan organik di wilayah pasang surut dipengaruhi oleh kondisi oseanografis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan bahan organik total dalam sedimen pada saat Pasang dan Surut di Pantai Teluk Penyu Cilacap. Metode penelitian LOI (Loss On Ignition) untuk menganalisis kandungan bahan organik total dalam sedimen. Bahan organik dalam sedimen di wilayah pasang surut Pantai Cilacap diperoleh pada saat pasang dengan kisaran 0,69 - 1,30 g/100 g dengan rata-rata 0,93 g/100 g dan pada saat surut dengan kisaran 0,70 – 4,91 g/100 g dengan rata-rata 1,47 g/100 g. Rasio rata-rata kandungan bahan organik pada saat pasang dibanding surut, untuk bagian barat dan timur muara Serayu adalah 0,882; 1,276 dan 0,649. Uji beda kandungan bahan organik total dalam sedimen pada saat pasang dan surut diperoleh tidak terdapat perbedaan P(0,05) < (0,372). | Research is entitled Analysis of Total Organic Matter in Sediments of Teluk Penyu Coastal, Cilacap. Sediments are composed of organic and inorganic particles and organic material is an organic particle. The existence of organic matter in the tidal area is influenced by oceanographic conditions. Research purpose is determine the total organic matter content in sediments during high tide and low tide in Teluk Penyu Coastal, Cilacap. Research methods LOI (Loss On Ignition) to analyze the total organic matter content in the sediment. The content of organic matter in the tidal region of Coastal Cilacap at high tide was obtained 0,69 – 1,30 g/100 g with an average 0,93 g/100 g and at low tide 0,70 – 4,91 g/100 g with an average 1,47 g/100 g. The average ratio of the content of organic materials at high tide to at low tide, western and eastern at Serayu estuary were obtained 0,882; 1,276 and 0,649. The difference content of total organic matter in sediments at high tide to low tide was not difference P(0,05) < (0,372). | |
| 22664 | 26048 | H1C014014 | IMPLEMENTASI SVM (SUPPORT VECTOR MACINE) DALAM INDENTIFIKASI MORFOLOGI SEL DARAH PUTIH (LEUKOSIT) | Dalam tubuh manusia terdapat darah sebesar 10% dari bobot manusia. Darah adalah suatu cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup yang berfungsi untuk mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh, dan hasil metabolisme, dan berperan sebagai pertahanan tubuh dari virus atau bakteri. Dalam sel-sel darah terdapat sel darah putih yang berfungsi menghasilkan antibodi untuk melawan infeksi. Karena pentingnya sel darah putih dalam tubuh manusia penulis berniat untuk melakukan identifikasi terhadap sel darah putih dengan metode SVM (support vector machine). Metode penelitian dalam tugas akhir ini meliputi tahap persiapan yang terdapat tinjauan pustaka serta pengumpulan data, tahap perancangan mencakup desain sistem serta pembuatan sistem, tahap pengujian dan evaluasi meliputi pengujian sistem terhadap citra uji dan mengevaluasi hasilnya agar sistem menjadi lebih baik dan terakhir tahap pembuatan laporan penelitian dalam bentuk laporan tugas akhir. Hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu SVM yang diterapkan pada citra uji yang disegmentasi dengan metode watershed dengan 5 jenis cropping image menghasilkan akurasi klasifikasi sebesar 95,13% untuk bentuk cropping rectangle dan polygon serta akurasi 97,56% untuk bentuk cropping circle, ellipse dan square. Citra uji yang disegmentasi dengan metode active contour dengan 5 jenis cropping image juga menghasilkan akurasi klasifikasi sebesar 95,13% untuk bentuk cropping rectangle dan circle serta akurasi 97,56% untuk bentuk cropping square, ellipse dan polygon. Selain itu juga diperoleh hasil perbandingan akurasi SVM yang lebih baik dari K-NN, naïve bayes, dan backpropagation karena jumlah akurasi terkecilnya lebih sedikit. | In the human body there is blood by 10% of human weight. Blood is a fluid found in all living things that functions to send substances and oxygen needed by the body, and metabolic results, and acts as the body's defense from viruses or bacteria. Blood cells are all cells in all forms that are normally found in the blood, in the blood cells there are white blood cells that function to produce antibodies to fight infection. Because of the importance of white blood cells in the human body the authors intend to identify white blood cells using the SVM method (support vector machine). The research method in this final project includes the preparation stage that has a literature review and data collection, the design phase includes sistem design and sistem creation, testing and evaluation stages include testing the sistem against test images and evaluating the results so that the sistem becomes better and finally the research report preparation stage in the form of a final report. The results obtained from the study, namely SVM applied to test images segmented by the watershed method with 5 types of cropping images resulted in a classification accuracy of 95.13% for the form of cropping rectangles and polygons and an accuracy of 97.56% for cropping circle, ellipse and square. . Test images segmented by the active contour method with 5 types of cropping images also produce classification accuracy of 95.13% for cropping rectangles and circles and accuracy of 97.56% for cropping square, ellipse and polygon. In addition, the comparison of SVM accuracy is better than K-NN, naïve bayes, and backpropagation because of the smallest amount of accuracy. | |
| 22665 | 25248 | A1C114005 | ANALISIS PERMINTAAN CABAI MERAH DI PROVINSI JAWA TENGAH | Cabai merah termasuk salah satu komoditas hortikultura yang cukup penting di Indonesia karena komoditas ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Tingkat konsumsi rata – rata cabai merah seminggu per kapita penduduk Jawa Tengah mengalami fluktuasi. Perubahan pola konsumsi masyarakat mengindikasikan adanya perubahan permintaan. Hal tersebut disebabkan harga cabai merah yang berada di pasaran berfluktuasi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis faktor seperti harga cabai merah, harga cabai rawit, jumlah penduduk, dan produksi cabai merah yang mempengaruhi permintaan cabai merah di Provinsi Jawa Tengah; 2) menganalisis elastisitas permintaan dan elastisitas silang cabai merah di Provinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data historis runtut waktu (time series) dari tahun 2010 sampai dengan 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kenaikan harga cabai merah, harga cabai rawit, dan produksi cabai merah akan menurunkan permintaan cabai merah. Kenaikan atau penurunan jumlah penduduk tidak akan menaikkan atau menurunkan jumlah permintaan cabai merah di Provinsi Jawa Tengah. Perubahan permintaan cabai merah tidak peka terhadap perubahan harga cabai merah di Provinsi Jawa Tengah. Cabai rawit merupakan barang pelengkap dari cabai merah | Red chili is one of the most important horticultural commodities in Indonesia because this commodity has high economic value. The average consumption level of red chili per week per capita of the population of Central Java has fluctuated. Changes in consumption patterns indicating a change in demand. This is due to the fluctuating price of red chili. This research aims to: 1) analyze factors such as the price of red chili, the price of cayenne pepper, total population, and the production of red chili which affect the demand for red chili in Central Java Province; 2) analyze the elasticity of demand and cross elasticity for red chili in Central Java Province. The method used in this research is descriptive analytical method. The data used in this study is time series historical data (time series) from 2010 to 2017. The results showed that any increase in the price of red chili, the price of cayenne pepper, and the production of chili will reduce the demand for red chili. The increase or decrease in population will not increase or decrease the number of demand for red chili in Central Java Province. Changes in the demand for red chili are not sensitive to changes in the price of red chili in Central Java Province. Cayenne pepper is a complementary item of red chili. | |
| 22666 | 25249 | C1C012050 | Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Informasi Akuntansi pada Usaha Kecil dan Menengah di Kabupaten Banyumas | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei dan wawancara. Penelitian ini memiliki judul : “Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi Penggunaan Informasi Akuntansi pada Usaha Kecil dan Menengah di Kabupaten Banyumas”.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh umur perusahaan, jenjang pendidikan formal pemilik/manajer, dan persepsi manfaat terhadap penggunaan informasi akuntansi pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Usaha Kecil dan Menengah (UKM) kerajinan emas di Kecamatan Purwokerto Barat. Metode pengambilan sampel penelitian menggunakan sampel jenuh dengan jumlah 30 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei dengan cara menyebarkan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah uji regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umur perusahaan dan persepsi manfaat berpengaruh positif signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi. Namun jenjang pendidikan formal pemilik/manajer tidak berpengaruh signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi. Implikasi dari penelitian ini adalah UKM dapat mempekerjakan karyawan yang memiliki pengetahuan akuntansi sehingga informasi yang diperoleh dan dimanfaatkan UKM akan meningkat. | This research is a quantitative research used survey and interview method. This research entitled “analysis of factors that influence the use of accounting information in small and medium enterprises in the Banyumas district”. The aims of research is to know the impact of firm age, owner/manager formal education level, and perceived usefulness on accounting information usage of small and medium enterprises (SMEs). The population in this study is all small and medium enterprises of gold craft in West Purwokekrto District. Sample selection method used in this research is saturated sample as many as 30 respondens. The data used in this research is primary data. Data collection techniques with survey techniques by distributing questionnaires. The analytical method that used is multiple regression analysis. The result of the study show that firm age perceived usefulness has a positif significant effect on use of accounting information. However, owner/manager formal education level has no effect on use of accounting information. The implication of this study is that SMEs can hired worker which have knowlegde in accounting so that the accounting information obtained and used by SMEs will increase. | |
| 22667 | 25250 | D1B017009 | Pengaruh Jenis Dan Level Bahan Perekat Terhadap Kualitas Warna Nyala Dan Kondisi Asap Briket Bioarang Berbahan Baku Feses Sapi Potong | Penelitian bertujuan untuk mengetahui warna nyala dan kondisi asap briket feses sapi potong terbaik dengan tepung tapioka dan jiho pada level yang berbeda. Penelitian dimulai tanggal 15 Desember 2018 sampai 15 januari 2019 di Greenhouse dan Laboratorium Teknoloogii Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Sedirman Purwokerto. Materi yang digunkanan feses sapi potong 720 gram, serbuk gergaji 240 gram, air, tepung tapioka 54 gram dan limbah sohun ’Ji Ho’ 54 gram. Metode yang gunakan eksperimental menggunakan rancangan acak pola tersarang dengan 6 perlakuan yaitu G1 (Arang + Tapioka), G2 (Arang + Jiho), A1 (perekat level 10 %), A2 (perekat level 20 %) dan A3 (perekat level 30%) setiap perlakuan diulang 4 kali. Penelitian yang diukur yaitu warna nyala dan kondisi asap briket bioarang. Hasil analisis menunjukan jenis perekat berpengaruh nyata terhadap warna nyala api briket bioarang dan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kondisi asap. Level perekat tidak berpengaruh nyata terhadap warna nyala dan level perekat berpengaruh terhadap kondisi asap. Level perekat baik tapioka dan jiho 20% pada briket bioarang menghasilkan warna nyala terbaik (biru). Sedangkan kondisi asap terbaik pada level perekat 10% baik jiho maupun tapioka. kesimpulan dari penelitian adalah bahan perekat jiho level 20% lebih optimum terhadap warna nyala dan jiho level 10 % lebih baik terhadap kondisi asap | The research aims to find out the flame color and smoke conditions of the best beef cattle feces raw material with tapioca flour and sohun ’Ji Ho’ at different levels. The research began on December 15, 2018 until January 15, 2019 in the greenhouse and laboratory of livestock technology of the Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The material used in the research was 720 gram of beef cattle feces raw material, 240 gram of sawdust, water, 54 grams of tapioca flour, and 54 gram of sohun ’Ji Ho’ waste. The experimental method used randomized nested patterns with 6 treatments, namely G1 (Charcoal + Tapioca), G2 (Charcoal + Jiho), A1 (adhesive level 10%), A2 (adhesive level 20%), and A3 (adhesive level 30%) each treatment reapeated for 4 times . The research measured were flame color and bio charcoal briquette smoke conditions. The results of the analysis result that the type of adhesive had a significant effect on the flame color of bio charcoal briquette but did not significantly effect at the smoke conditions. The adhesive level has not significant effect on flame color and the adhesive level affects the smoke condition. The adhesive level of tapioca and jiho 20% on the bio charcoal briquette result the best flame color (blue). While the best smoke conditions at the adhesive level of 10% jiho and tapioca. The conclusion of the research are the adhesive material at jiho level 20% result best flame color (blue) and the best smoke condition at level 10% jiho. | |
| 22668 | 25262 | E1A014002 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN MIE BASAH BERFORMALIN BERDASARKAN UNDANG – UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi putusan Nomor : 41/Pid.B/2018/PN.Sim) | ABSTRAK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN MIE BASAH BERFORMALIN BERDASARKAN UNDANG – UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi putusan Nomor : 41/Pid.B/2018/PN.Sim) Oleh: Ekawangi Mayang Sunda E1A014002 Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap konsumen pembeli mie basah yang menggunakan bahan tambahan pangan yang dilarang yaitu formalin berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber Data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, literatur yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang diteliti. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data dilakukan secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dalam Putusan Nomor 41/Pid.B/2018/PN.Sim menunjukan bahwa Tn. Peri Winata terbukti telah melakukan kecurangan dengan memproduksi mie basah dengan menambahkan bahan pengawet formalin. Dapat dilihat bahwa hakim dalam memutus putusannya, menyatakan Tn. Peri Winata telah melanggar Pasal 136 huruf b Jo Pasal 75 Ayat (1) huruf b Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan untuk menjerat Peri Winata, tetapi hakim tidak menggunakan Pasal 4 huruf (a),(c), Pasal 7 huruf (a),(b) serta Pasal 8 ayat 1 huruf (a) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen untuk menjerat pelaku usaha. | ABSTRACT Legal Protection For Formalin Wet Noodles Consumer Based On Law Number 8 of 1999 about Consumer Protection (study number decision : 41/Pid.B/2018/PN/.Sim) By: Ekawangi Mayang Sunda This research was conducted for analyze the legal protection to consumers wet noodles that used food additive which is forbbiden like formalin based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection Approach method that used in this research is normative juridice method. This reseach used secondary data such as literature books, legislation with literature study method , that is invest the data then presented in a systematic description. This data is analyzed and explained based on legal norms relating to the objeck of research, and the method of data analysis is done qualitatively normatively. The Result from this research based on the verdict number : 41/Pid.B/2018/PN.Sim show that Mr. Peri winata is proven cheating by producing wet noodles with adding formalin. It can be seen the judge deciding the decision, that Mr. Peri winata is contravene 136 alphabeth b , Pasal 75 paragraph (1) but the judge didn’t used Article 4 alphabeth (a),(c), Article 7 alphabeth (a),(b) and Article 8 paragraph 1 alphabeth (a) Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection to trap the bussinessmen. | |
| 22669 | 25276 | H1F014021 | STUDI GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK MANIFESTASI PANAS BUMI DAERAH REMBUL DAN SEKITARNYA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH | Daerah penelitian berada di Desa Rembul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi dan kondisi manifestasi panas bumi pada daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasi lapangan, pemetaan geologi detail dan analisis geokimia air panas bumi. Satuan geomorfologi pada daerah penelitian yaitu Satuan Geomorfologi Punggungan Aliran Lahar (PALH), Satuan Geomorfologi Lembah Aliran Lava (PALV) dan Satuan Geomorfologi Punggungan Aliran Lava (PALV). Stratigrafi pada daerah penelitian dari tua ke muda yaitu Satuan Satuan Aliran Lava Gunung Slamet, Satuan Breksi dan Satuan Aliran Lava Gunung Slamet. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian yaitu sesar turun geser kiri rembul. Terdapat 3 manifestasi air panas bumi yaitu MAP Cahaya, MAP Pengasihan dan MAP Gua. Hasil analisis data geokimia air panas bumi pada daerah penelitian, diketahui tipe air panas berupa air bikarbonat dengan kondisi air immature water dan manifestasi panas bumi dari satu sistem panas bumi. Hasil analisis temperatur reservoir dengan metode silika-entalpi diperkirakan bersuhu 168°C. Rasio percampuran air panas bumi dan air metorik berdasarkan metode klorida-entalpi yaitu MAP Cahaya 95% air meteorik dan 5% air panas, MAP Pengasihan 88% air meteorik dan 12% air panas bumi dan MAP Gua 97% air meteorik dan 3% air panas bumi. Perhitungan teori Han dkk yaitu MAP Cahaya 97,8% air meteorik dan 2,2% air panas bumi, MAP Pengasihan 90% air meteorik dan 10% air panas bumi dan MAP Gua 99,5% air meteorik dan 0,5% air panas bumi. Perhitungan sumber daya spekulatif sebesar 1,449045 MWe dan termasuk dalam sistem temperatur rendah (SNI 13-6482-2000). | The research area is in Rembul Village, Bojong District, Tegal Regency, Central Java. This study aims to determine the geological conditions and conditions of geothermal manifestations in the study area. The research method used is field observation, detailed geological mapping and geochemical analysis of geothermal water. Geomorphological units in the study area are the Lahar Flow Geomorphology Unit (PALH), Lava Flow Geomorphology Unit (PALV) and Lava Flow Geomorphology Unit (PALV). Stratigraphy in the study area from old to young, namely the Unit of Mount Slamet Lava Flow Unit, Breccia Unit and Mount Slamet Lava Flow Unit. The geological structure that developed in the study area is the fault down left shear rembul. There are 3 manifestations of geothermal water, namely MAP Cahaya, MAP Pengasihan and MAP Gua. The results of analysis of geochemical data on geothermal water in the study area, it is known the type of hot water in the form of bicarbonate water with immature water water conditions and geothermal manifestations from one geothermal system. The results of reservoir temperature analysis using the silica-enthalpy method are estimated to be 168° C. The mixing ratio of geothermal water and metoric water based on the chloride-enthalpy method is MAP Cahaya 95% meteoric water and 5% hot water, MAP Pengasihan 88% meteoric water and 12% geothermal water and MAP Gua 97% meteoric water and 3% hot water earth. Calculation of the theory of Han et al, namely MAP Cahaya 97,8% meteoric water and 2,2% geothermal water, MAP Pengasihan 90% meteoric water and 10% geothermal water and MAP Gua 99.5% meteoric water and 0,5% of geothermal water. Speculative resource calculation is 1.449045 MWe and is included in the low temperature system (SNI 13-6482-2000). | |
| 22670 | 25251 | F1D014046 | PERAN KOPERASI UNIT DESA (KUD) MINOSAROYO DAN HIMPUNAN NELAYAN SELURUH INDONESIA (HNSI) DALAM PENGELOLAAN TEMPAT PELELANGAN IKAN MENURUT UNDANG-UNDANG NO. 23 TAHUN 2014 DI KABUPATEN CILACAP | Artikel hasil penelitin ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran dan relasi aktor yang terkait dalam pengelolaan tempat pelelangan ikan khususnya merujuk pada regulasi UU No. 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah di Kabupaten Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan paradigma konstruktivisme, serta menggunakan perspektif strukturalisme dan pendekatan studi kasus. Dalam menentukan pemilihan informan, peneliti menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini sendiri dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Kerangka pemikiran yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya adalah Birokrasi, Kebijakan Publik, Relasi Kuasa. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diketahui bahka implementasi UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintah daerah khususnya mengenai kewenangan daerah dalam pengelolaan perikanan di Kabupaten Cilacap bisa disimpulkan UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintaha Daerah pada akhirnya kurang berjalan dengan masksimal khususnya dalam hal pengelolaan tempat pelelangan ikan. Walaupun tidak secara eksplisit mengatur tentang tata kelola pelelangan ikan, tapi semangat dalam membangun daerah pada akhirnya terlepas karena pemerintah daerah sendiri khususnya Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam hal pengelolaan TPI tidak mempunyai keuntungan yang didapat. Pengelolaan tempat pelelangan ikan pada akirnya di kuasai oleh KUD Mino Saroyo secara penuh sebagai bentuk usaha koperasi. Walaupun pada awalnya memang ada keterlibatan dalam pengelolan TPI, tapi pada akhirnya Pemda Cilacap tidak mempunyai otoritas yang kuat dalam mengambil alih atau mempunyai kuntungan dari BAL yang diterapkan di TPI. Yang pada awalnya memang ada retribusi yang masuk. Adanya peran HNSI dalam memobilisir nelayan untuk menjual hasil tangkapnya ke TPI mempunyai pengaruh yang signifikan, karena pada akhirnya di tahun 2015 HNSI mempunyai anggaran tetap dari BAL yang di kenakan kepada nelayan dan bakul di TPI. | This research-based paper aims at describe how the roles and relations of the actors involved in the management of the fish auction site in particular refer to the UU No. 23 of 2014 about regional government in Cilacap Regency. The method used in this research is a qualitative method using the constructivism paradigm, and uses the perspective of structuralism and a case study approach. To determining the selection of informants, researchers used purposive sampling and snowball sampling techniques. Data collection used in this reasearch itself was carried out by observation techniques, in-depth interviews, and documentation. The framework that used in this research include Bureaucracy, Public Policy, Power Relations. Based on the results of the study, it can be seen that the implementation of UU No. 23 of 2014 about regional government, especially on regional authority in fisheries management in Cilacap Regency, it can be concluded that UU No. 23 of 2014 about Regional Government in the end has not run optimally, especially in terms of management of fish auction sites. Although it does not explicitly regulate the governance of fish auctions, the enthusiasm to building the local in the end is undone because the local government itself, especially the Government of Cilacap Regency, in terms of the management of TPI has no benefits. The management of the fish auction site is finally controlled full by the KUD Mino Saroyo as a form of cooperative business. Although initially there was involvement in the management of TPI, in the end the Cilacap Regional Government did not have a strong authority to taking over or having profits from the BAL that applied at TPI. At first there was an entry fee. The role of HNSI in mobilizing fishermen to sell their catch to TPI has a significant influence, because in the end in 2015 HNSI had a fixed budget from BAL that was worn to fishermen and baskets in TPI. | |
| 22671 | 25252 | E1A015102 | TINJAUAN YURIDIS PENGHENTIAN BANTUAN DANA DARI AMERIKA SERIKAT KEPADA UNITED NATIONS RELIEF AND WORKS AGENCY (UNRWA) | United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) adalah badan subsider Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di bawah Majelis Umum (Pasal 22 Piagam PBB), didirikan pada 8 Desember 1949 dan mulai beroperasi pada Mei 1950. Tugas UNRWA adalah memberikan bantuan kepada pengungsi Palestina di Yordania, Lebanon, Suriah, Tepi Barat, dan Jalur Gaza. Sebagian besar pembiayaan UNRWA berasal dari bantuan sukarela anggota PBB. Selama bertahun-tahun sampai 2017, Amerika Serikat merupakan pendonor terbesar UNRWA dengan menyumbang lebih dari US$350 juta. Tetapi pada 2018, Amerika Serikat menghentikan bantuan sekitar US$290 juta. Menurut Saeb Erekat (Sekretaris Jenderal Palestine Liberation Organization/ PLO), dengan memotong bantuan dana, Amerika Serikat melanggar hukum internasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi UNRWA dalam menangani pengungsi Palestina dan untuk mengetahui akibat hukum dari penghentian bantuan dana dari Amerika Serikat kepada UNRWA. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, serta spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data sekunder yang telah terkumpul disajikan dalam bentuk naratif serta dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa eksistensi UNRWA berdasarkan Resolusi Majelis Umum 302 (IV) berperan penting dalam permasalahan pengungsi Palestina. Peran UNRWA dari awal berdirinya pada tahun 1949 sampai dengan sekarang yaitu membantu pengungsi Palestina dalam bidang pendidikan, kesehatan, bantuan modal, ketahanan pangan, dan pengembangan jangka panjang. Mengenai penghentian bantuan dana oleh Amerika Serikat, berdasarkan Resolusi Majelis Umum 212 (III), tidak berakibat hukum karena bantuan bersifat sukarela, namun berdasarkan ketentuan hukum internasional, Amerika Serikat melanggar Pasal 25 dan 26 Universal Declaration of Human Rights (UDHR) mengenai hak dasar manusia, International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) mengenai non-derogable rights, dan framework agreement kerja sama antara Amerika Serikat dengan UNRWA. | The United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) is a United Nations (UN) subsidiary organ under General Assembly (Article 22 UN Charter) that was established on December 8, 1949 and began the operations in May 1950. The task of UNRWA is to provide aid for Palestinian refugees who live in Jordan, Lebanon, Syria, West Bank, and Gaza Strip. Most of UNRWA's funding comes from voluntary assistance from UN members. For years until 2017, the United States was UNRWA's biggest donor by contributing more than US$350 million. However, in 2018, the United States suspended assistance of around US$290 million. According to Saeb Erekat (Secretary General of the Palestine Liberation Organization/ PLO), by cutting aid, the United States is violating international law. The aim of this research is to find out the existence of UNRWA in dealing with Palestinian refugees and to find out the legal consequences of terminating financial assistance from the United States to UNRWA. This study uses a normative juridical research method with legal approach and case approach, and the research specifications uses descriptive analytical. The type of data used by writer is secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials. Secondary data that has been collected is presented in the form of narrative and analyzed by qualitative normative methods. The results of the study show that the existence of UNRWA based on General Assembly Resolution 302 (IV) has an important role in the issue of Palestinian refugees. The role of UNRWA from its inception in 1949 to the present is to assist Palestinian refugees in the fields of education, health, capital assistance, food security, and long-term development. Regarding the termination of financial assistance by the United States, based on General Assembly Resolution 212 (III), it does not have any legal consequences, whereas under international law, the United States violates Article 25 and 26 Universal Declaration of Human Rights (UDHR), non-derogable rights on International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR), and the framework agreement between the United States and UNRWA | |
| 22672 | 25291 | A1C112033 | ANALISIS KINERJA MANAJEMEN KOPERASI PETERNAK SATRIA (PESAT) MENGGUNAKAN PENDEKATAN MANAJEMEN BY OBJECTIVE (MBO) DI KABUPATEN BANYUMAS | Koperasi Peternak Satria merupakan satu-satunya koperasi yang berbasis agribisnis usaha peternakan sapi perah di wilayah Kabupaten Banyumas. Tujuan didirikannya koperasi peternak satria (PESAT) adalah sebagai wadah usaha para peternak sapi perah yang ada di wilayah Banyumas, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah Banyumas. Pengukuran kinerja merupakan hal penting dalam suatu pekerjaan, dimana kinerja ini berperan sebagai tolok ukur dalam pelaksanaan tugas dan kewajiban yang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah 1) Menganalisis kinerja manajemen Koperasi Peternak Satria (PESAT) menggunakan pendekatan Management by Objective (MBO). 2) Menentukan aspek yang perlu dievaluasi dari manajemen Koperasi Peternak Satria (PESAT). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Penelitian dilaksanakan di Koperasi Peternak Satria (PESAT) di Kabupaten Banyumas. Penentuan Koperasi Peternak Satria (PESAT) Kabupaten Banyumas sebagai tempat penelitian dilakukan secara sengaja atau purposive karena merupakan satu-satunya koperasi yang berbasis agribisnis usaha peternakan sapi di wilayah Kabupaten Banyumas. Pengambilan data mengenai penelitian tersebut dilakukan pada bulan November-Januari 2019. Hasil penelitian menununjukkan bahwa kinerja manajemen koperasi PESAT dengan menggunakan pendekatan Management by Objective hasil yang dicapai oleh koperasi PESAT tidak sesuai dengan target yang telah ditentukan. Perkembangan jumlah produksi susu segar, perkembangan susu jumlah susu pasteurisasi, perkembangan penjualan susu segar, perkembangan penjualan susu pasteurisasi mengalami penurunan dalam waktu 3 tahun terakhir. Kinerja manajemen Koperasi PESAT yang perlu dilakukan evaluasi adalah target dengan nilai rata-rata 22,7. | Peternak Satria Cooperative is the only one cooperative where based on dairy farming agribusiness in Banyumas Regency. The aim of establishing Peternak Satria Cooperative (PESAT) is to create a forum for the business of dairy farming in the Banyumas region while increase community welfare of the Banyumas dairy farmers. Performance measurement is an important key in work that as a benchmark role in the implementation of duties and obligations. The purpose of this study is 1) Analyze of performance management of the Peternak Satria Cooperative (PESAT) using Management by Objective (MBO) approach. 2)Determine aspects that need to be evaluated from Peternak Satria Cooperative management (FAST). The research method used is a case study. The research was held at the Peternak Satria Cooperative (PESAT) in Banyumas Regency. Determination of setting the research place has done deliberate or purposively since the only cooperative based on dairy farming agribusiness in Banyumas Regency. Data collection on the study were conducted in November until January 2019 . The results of this research shown that PESAT cooperative management which approaches with Management by Objective were not in accordance with the specified goal. The development of the amount of fresh milk production, milk amount of pasteurized milk, sales of fresh milk, and sales of pasteurized milk have decreased in the last 3 years. Management performance The PESAT cooperative that needs to be evaluated is a target with an average value of 22,7. | |
| 22673 | 25263 | F1D012011 | RELASI SANGGAR BELAJAR OEMAH BEJO DAN PEMERINTAH DESA DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA RANDEGAN, KECAMATAN WANGON, KABUPATEN BANYUMAS | Pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan agar masyarakat bisa lebih maju dan mandiri. Pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan oleh pemerintah, individu maupun lembaga kemasyarakatan. Seperti yang terjadi di desa Randegan Kecamatan Wangon, pemberdayaan masyarakat dilakukan oleh Oemah Bejo. Pemberdayaan masyarakat oleh Oemah Bejo dikatakan berhasil, oleh karena itu peneliti melakukan penelitian tentang pemberdayaan masyarakat desa oleh Oemah Bejo dan relasinya dengan pemerintah desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola relasi Oemah Bejo dengan pemerintah desa dalam pemberdayaan masyarakat desa, dan apakah ada tarik ulur kepentingan antara Oemah Bejo dengan pemerintah desa? Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dengan wawancara kepada informan, dan observasi. Informan penelitian ini adalah pendiri Oemah Bejo, anggota Oemah Bejo, Kepala Desa dan Perangkat Desa Randegan, dan tokoh masyarakat desa Randegan. Analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Relasi Oemah Bejo dengan pemerintah desa adalah tidak selalu melakukan komunikasi langsung.interaksi antara Oemah Bejo dengan Pemerintah Desa yang berbentuk oposisi dan kerjasama, 2) Tarik ulur kepentingan antara sanggar Oemah Bejo dengan Pemerintah Desa kadang terjadi, karena ada program kegiatan Oemah Bejo yang juga merupakan program pembangunan pemerintah desa. Namun dalam tarik ulur kepentingan tersebut tidak menimbulkan konflik kepentingan. | Society empowerment needs to do for increasing and stand own the society. Society empowerment could done by government, individual, or society institutions. Like being at Randegan village at Wangon District, society empowerment been doing by Oemah Bejo Lesson’s Institution. Society empowerment by Oemah Bejo could said success, so that the author doing the research about village society empowerment by Oemah Bejo and the relation with local government. This research purpose to knowing how relation format between Oemah Bejo with local goverment in the village society empowerment, and does there was an importantlypull and extend between Oemah Bejo with local government? This research using primary data which collecting by interview to informan, and abservation. Informan this research were Oemah Bejo owner, member of Oemah Bejo, Head of Village and Staff Randegan Village, and head society of Randegan Village. Data analyze using interactive models. Result of this research shown that: 1) relation of Oemah Bejo with local government was not always direct comunication. The interaction between Oemah Bejo with local government in oposition and partnership format, 2) importantlypull and extend between Oemah Bejo with local government sometimes been being, caused there are Oemah Bejo’s program have same with local government developing program. But in those importantlypull and extend not caused importantly conflict. | |
| 22674 | 25253 | A1D015014 | Aplikasi Pupuk Organik Cair Berbasis Azolla (Azolla microphylla) dan Limbah Teh Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) | Produksi bayam merah di Indonesia termasuk masih rendah sehingga perlu suatu usaha agar dapat meningkatkan produksi bayam merah. Salah satu usaha yang dapat dilakukan yaitu memperluas lahan untuk budidaya bayam merah atau ekstensifikasi lahan pertanian. Tanah inceptisol merupakan salah satu lahan marginal yang berpotensi untuk budidaya tanaman, namun memiliki kesuburan yang rendah (Sudirja et al., 2017). Upaya untuk meningkatkan kesuburannya dapat dilakukan pemupukan menggunakan pupuk organik seperti pupuk organik cair Azolla dan limbah teh. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh aplikasi konsentasi pupuk organik cair berbasis Azolla microphylla terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah, 2) mengetahui pengaruh aplikasi dosis limbah teh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah dan 3) mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi Pupuk organik cair Azolla dan dosis limbah teh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018-Januari 2019 di screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok lengkap (RAKL) dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi pupuk organik cair Azolla (25 ml/L, 75 ml/L, dan 125 ml/L) dan faktor kedua yaitu dosis limbah teh (60 g/polibag, 80 g/polibag, dan 100 g/polibag), sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, bobot segar dan kering tanaman, panjang akar, serta bobot segar dan kering akar. Data yang diperoleh dianalisis keragaman (Uji F) pada taraf kesalahan 5%. Apabila terdapat perbedaan nyata dan sangat nyata, dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair Azolla 75 ml/L dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar dan bobot kering tanaman secara berturut-turut yaitu 56,74 cm, 73,44 helai, 151,33 g dan 20,54 g. | The production of red spinach in Indonesia is still low, so an effort is needed to increase the production of red spinach. One effort that can be done is to expand the land for red spinach cultivation or extensification of agricultural land. Land inceptisol is one of the marginal lands that has the potential for crop cultivation, but has low fertility. Efforts to increase fertility can be done fertilizing using organic fertilizers such as Azolla liquid organic fertilizer and tea waste.This research aims to determine the effect of the application of the search for organic fertilizer based on Azolla microphylla on the growth and yield of red spinach, 2) find out the effect of the application of tea waste on the growth and yield of red spinach and 3) determine the effect of the interaction between Azolla liquid organic fertilizer concentration and dosage of tea waste against the growth and yield of red spinach. This research was held in December 2018-January 2019 at the screen house of the Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. This research used a complete randomized block design (RAKL) of two factors. The first factor is the concentration of Azolla liquid organic fertilizer (25 ml / L, 75 ml / L, and 125 ml / L) and the second factor is the tea waste dose (60 g / polybag, 80 g / polybag, and 100 g / polybag), so that 9 combination of treatments were obtained and repeated 3 times. Variables observed included plant height, number of leaves, stem diameter, leaf area, fresh and dry weight of plants, fresh and dry weight of roots, and root length. The data were analyzed using diversity (F Test) at the error level of 5%. If there are real and very significant differences, proceed with the Duncan Multiple Range Test on the 5% error level. The results showed that the concentration of Azolla liquid organic fertilizer 75 ml / L can increase plant height, number of leaves, fresh weight and dry weight of plants, respectively 56.74 cm, 73.44 strands, 151.33 g and 20.54 g. | |
| 22675 | 25235 | E1A115028 | PERMOHONAN PENINJAUAN KEMBALI YANG DIAJUKAN DUA KALI OLEH MARY JANE DALAM TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Tinjauan Yuridis Surat Penetapan Nomor 02/Pid.PK/2015/Pn.Smn) | Permohonan Peninjauan Kembali Yang Diajukan Dua Kali Oleh Mary Jane Dalam Tindak Pidana Narkotika ( Tinjauan Yuridis Surat Penetapan Nomor 02/Pid.Pk/2015/Pn.Smn) Oleh : Vina Yuliantika E1A115028 ABSTRAK Peninjauan kembali hanya dapat diajukan sekali seperti yang diatur dalam Pasal 268 ayat (3) KUHAP. Pasca Pasal 268 ayat (3) KUHAP di judicial review dan dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi dengan di keluarkannya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 34/PUU-XI/2013 menyatakan bahwa peninjauan kembali dapat diajukan lebih dari sekali dalam perkara pidana. Mahkamah Agung di penghujung tahun 2014 mengeluarkan SEMA RI Nomor 7 Tahun 2014 yang menyatakan bahwa peninjauan kembali hanya dapat diajukan satu kali saja dan terbatas pada ketentuan SEMA Nomor 10 Tahun 2009. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Peninjauan kembali kedua kali yang diajukan Mary Jane bertentangan atau tidak sesuai dengan asas dalam hukum acara pidana meliputi asas peradilan cepat, sederhana dan biaya ringan serta asas litis finiri oportet. Dalam peradilan pidana menghendaki adanya suatu peradilan yang tidak berlarut-larut, bertele-tele, membebani terpidana dengan biaya yang dikeluarkan dan setiap perkara harus ada akhirnya dimana tidak ada upaya hukum yang diajukan lagi. Pertimbangan Mahkamah Agung tidak menerima permohonan peninjauan kembali kedua Mary Jane mengacu kepada SEMA Nomor 7 Tahun 2014 dan SEMA Nomor 10 Tahun 2009 bahwa peninjauan kembali dapat diajukan lebih dari sekali apabila ada dua atau lebih putusan yang saling bertentangan satu sama lain. Kata kunci : Upaya Hukum, Peninjauan Kembali, Sistem Peradilan Pidana. | The Second Judicial Review Pl ea Which Was Filed Mary Jane In Narcotic Crime (Judicial Review Of Decree Court Number 02/Pid.Pk/2015/Pn.Smn) By : Vina Yuliantika E1A115028 ABSTRACT The attempt for judicial review can only by submitted once as stipulated in Article 268 paragraph (3) of the criminal procedure code. Article 268 paragraph (3)of the criminal prosedure code in a judicial review and granted by contitutional cpurt with the issuance of the constitutional court verdict, number 34/PUU-XI/2013 stating that judicial review can be submitted more than one in a criminalcase. The supreme court at the end of 2014 issued the Republic Indonesia Circular of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 7 of 2014 stating judicial review cpuld only be submitted once and is limited to the provisions of Circular of the Supreme Court of the Republic of Number 10 of 2009. Mary Jane submitted a request for judicial review based on contititional court verdict number 34/PUU-XI/2013 but was rejected by the supreme court with the issuance of decree letter number 02/pid.pk/2015/Pn.Smn by the chairperson of the Sleman district court. Thr approach method used in this study is a normative judicial review approach. The data used are secondary data consisting of primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. The second judicil review subminteed by Mary Jane was contradictory or not in accordance with the principles in criminal prosedural law covering fast, simple and low cost judicial principles and the principle of litis finiri oportet. In criminal justice requires a trial that is not protected, long winded, burdends the convict with the costs incurred and each case must end in which there are no legal remeides submintted again. The consideration of the supreme court did not accept the second judicial review request by Mary Jane referred to Circular of the Supreme Court of the Republic of Number 7 Of 2014 and Circular of the Supreme Court of the Republic of number 10 of 2009 that the judcial review could subintted more than omce if there were two or more conflicting. Kata kunci : Legal Attempt, Review, Criminal Justice System. | |
| 22676 | 25254 | H1D013016 | IDENTIFIKASI KERUSAKAN LAPISAN PERMUKAAN JALAN AKIBAT PENGARUH KONDISI TANAH DASAR (Studi Kasus Wilayah Kecamatan Purbalingga, Kecamatan Kalimanah, dan Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah) | Jalan raya merupakan prasarana yang sangat dibutuhkan dalam suatu wilayah. Jalan raya haruslah memiliki tingkat pelayanan yang baik serta aman karena digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Kondisi jalan raya yang baik dan nyaman sangat didambakan oleh setiap pengguna prasarana jalan (user). Salah satu penyebab kondisi jalan raya yang tidak baik adalah karena adanya penurunan fungsi dari lapisan perkerasan itu sendiri. Sifat tanah sangatlah berpengaruh pada kerusakan jalan dikarenakan memiliki pergerakan dinamis yang mengakibatkan daya ikat antar penyusun jalan mengalami penurunan daya dukungnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kerusakan jalan akibat pengaruh jenis atau kondisi tanah dasar di 3 (tiga) kecamatan yang ada di Kabupaten Purbalingga yaitu Kecamatan Kalimanah, Kecamatan Purbalingga dan Kecamatan Kemangkon. Proses penelitian dimulai dengan mengukur tingkat kekasaran pada lapisan permukaan jalan pada setiap lokasi tinjauan penelitian menggunakan parameter International Roughness Index (IRI) untuk selanjutnya digunakan mengklasifikasikan kondisi kerusakan jalan. Kondisi tanah dasar yang dipakai untuk melihat pengaruhnya terhadap potensi kerusakan jalan adalah jenis tanah dasar berdasarkan nilai Rf dan daya dukung tanah berdasarkan nilai qc. Data sekunder berupa data sondir yang ada pada lokasi penelitian diklasifikasikan berdasarkan jenis tanah menggunakan nilai Friction ratio (Rf). Sedangkan nilai qc dari data sondir digunakan untuk menentukan daya dukung dari tanah dasar. Data tersebut dimasukkan ke pemodelan QGIS dengan metode interpolasi IDW dan Krigging. Data spasial yang digabungkan untuk mendapatkan layermap yang menunjukkan potensi kerusakan pada lapisan permukaan jalan akibat pengaruh kondisi tanah dasar. Berdasarkan tumpeng tindih (superimpose) peta tersebut, potensi kerusakan pada lapisan permukaan jalan terjadi pada tingkat kekasaran >8% dalam skala nilai IRI. Berdasarkan analisis indikasi kerusakan jalan pada lapisan permukaan jalan, jenis kerusakan yang berpotensi terjadi karena kondisi tanah dasar timbul pada jenis tanah clay dengan nilai Rf 4,1% - 7% dan daya dukung tanah dasar dengan nilai qc <40. Potensi kerusakannya berupa retak dan distorsi. Kata kunci: perkerasan jalan, klasifikasi jenis tanah, daya dukung tanah, kondisi tanah dasar, data spasial, International Roughness Index (IRI). | Road is an infrastructure that is needed in an area. In this regard road must have a good and safe level of service as it supports daily activities. Good and comfortable road conditions are highly coveted by road user. One of the causes of poor road conditions is due to a decrease of function of the pavement itself. Soil in this respect, has a big role on road distress as it has a dynamic movement that cause decreasing the binding amongst road pavement-material-components. This condition then resulted decreasing carrying capacity of the road..This research investigates road distress that potentially occurs as an effect of soil type or condition in 3(three) sub-districts in Purbalingga Regency,i.e.Kalimanah sub-district, Purbalingga sub-district and Kemangkon sub-district. The investigation began by measuring the level of roughness on road surface parameter. CPT data is used to identify soil types and soil carrying capacity reffering Friction ratio (Rf) value and qc values respectively. Further, utilised QGIS modeling through IDW and Krigging interpolation methods those value are spatially drawed to depict the area of each soil types and carrying capacity levels. By superimposing the maps resulted from earlier process a final map can be presented. This map shows potential road distress as an effect of subgrade conditions. Resulted from this research, the potential distress road pavement surface occurs at the roughness level >8% on the IRI value scale. Subgrade conditions that affect to potential road distress is the type of subgrade regarding Rf values, that represent soil types, and the value of qc that represents carrying capacity’s soil levels.The road distress potentially occurs on the road with soil in clay types with Rf values of 4.1% - 7% and carrying capacity of subgrade with value of qc<40. Here the road pavement distress that can appear aare cracks and distortions. Keywords: road pavement, soil type classification, soil carrying capacity, subgrade conditions, spatial data, International Roughness Index (IRI). | |
| 22677 | 25255 | D1B017028 | PENGARUH MACAM PEREKAT DENGAN LEVEL YANG BERBEDA TERHADAP NILAI KALOR DAN KADAR ABU BIOARANG BERBAHAN BAKU FESES SAPI POTONG | Penelitian bertujuan untuk mengetahui nilai kalor dan kadar abu bioarang briket bioarang dan mengetahui perekat yang optimal briket bioarang berabahan baku feses sapi potong. Materi yang digunakan adalah arang feses sapi potong 360 g, arang sebuk gergaji 120 g, tepung tapioka 24 g, dan tepung jiho 24 g. Alat yang digunakan yaitu timbangan, seperangkat alat pencetak briket, baki 6 buah, 1 kompor, wajan 1 buah, oven, bomb calorimeter, dan tanur. Metode penelitian yang digunakan adalah pola tersarang dengan 6 perlakuan, 4 kali ulangan dan uji lanjut menggunakan beda nyata jujur (BNJ). Perlakuan yang digunakan G1(jiho), G2(tapioka), A1(10%), A2(20%), dan A3(30%). Variabel yang diukur adalah nilai kalor dan kadar abu. Hasil analisis jenis perekat yang berbeda tidak berpengaruh terhadap nilai kalor dan kadar abu briket bioarang (P>0,05). Sebaliknya level amilum berpengaruh terhadap nilai kalor dan kadar abu (P<0,05). Analisis nilai kalor dengan perlakuan G1A1, G1A2 dan G1A3 sebesar 3564,68; 3831,53 dan 3877,74 kal/g dan G2A1, G2A2 dan G2A3 sebesar 3981,90; 3669,00 dan 3325,53 kal/g. Hasil analisis kadar abu dengan perlakuan G1A1, G1A2 dan G1A3 sebesar 41,79; 36,59 dan 34,24% sedangkan perlakuan G2A1, G2A2 dan G2A3 sebesar 35,63; 33,53 dan 33,11%. Kesimpulan penelitian ini adalah level terbaik briket bioarang dengan perekat jiho adalah 30%, briket bioarang dengan perekat tapioka terbaik adalah level untuk nilai kalor 10% namun kadar abu diperoleh level 30%. | The research aimed to investigate calories value and ash content produced by bioarang briquettes, and find out the optimal type of adhesive bioarang briquettes made from feces. The material used were 360 gr cattle charcoal, 120 gr sawdust, 24 gr tapioca flour, 24 gr. The tools used are scales, a set of briquettes equipment, 6 pieces of tray, 1 stove, 1 fruit pan, oven, calorimeter bomb, and furnace. The research using Nested Classification with 6 treatments, 4 replications in further using honesly significant difference test (HSD). Treatment used G1(jiho), G2(tapioka), A1(10%), A2(20%), and A3(30%). The variables measured are the calories value and ash content. The results showed that different adhesive types is not affect the calories value and ash content bioarang briquettes(P>0.05), but adhesive levels affect calories (P<0.05). The average calories value with treatments G1A1, G1A2 and G1A3 namely 3564.68; 3831.53 and 3877.74 cal/g while G2A1, G2A2 and G2A3 were 3981.90; 3669.00 and 3325.53 cal/g. The average ash content with the treatment of G1A1, G1A2 and G1A3 namely 41.79; 36.59 and 34.24% while treatments G2A1, G2A2 and G2A3 amounted to 35.63; 33.53 and 33.11%. It can be concluded the best level of bioarang briquettes with jiho is 30%, the best level tapioca for making bioarang briquettes to product the highest calories value is 10% but the lowest ash content is 30%. | |
| 22678 | 25256 | H1E015027 | PERBANDINGAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING, ALGORITMA CRAFT DAN ALGORITMA BLOCPLAN UNTUK PERBAIKAN DI LANTAI PRODUKSI CHOCO TOSS PT. BTCU | Tata letak fasilitas yang baik dan optimal dapat mengurangi biaya produk karena dapat meminimumkan biaya penanganan material, meningkatkan efisiensi dan produktivitas sistem, sehingga mampu meningkatkan daya saing perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode tata letak fasilitas SLP, CRAFT dan BLOCPLAN. Usulan tata letak fasilitas dipilih berdasarkan momen dan waktu pemindahan yang paling efisien. Objek penelitian ini adalah layout produk olahan cokelat di PT. BTCU yang belum ditata sesuai dengan metode penataan layout, memiliki urutan proses produksi terpanjang dan telah diekspor. Berdasarkan kondisi tersebut, perlu dilakukan analisis lebih lanjut agar dapat memberikan susunan layout lebih efisien. Pengambilan data dilakukan dengan pengamatan langsung lantai produksi, waktu pemindahan material diukur menggunakan metode stopwatch time study, kemudian dilakukan uji keseragaman, kecukupan dan kenormalan data. Layout saat ini memiliki momen pemindahan 81067,5 meter/bulan dan waktu pemindahan 151624,03 detik/bulan. Hasil metode SLP memberikan 4 alternatif layout, kemudian dipilih satu alternatif terbaik sebagai usulan layout. Hasil metode CRAFT menunjukkan layout awal sudah optimal. Hasil metode BLOCPLAN memberikan satu usulan layout. Perhitungan momen dan waktu pemindahan secara manual divalidasi menggunakan Microsoft Excel. Perbandingan metode tata letak dapat dilihat berdasarkan jumlah langkah perhitungan, dimulai dari paling sederhana yaitu SLP, CRAFT, BLOCPLAN. Berdasarkan kebutuhannya, metode SLP memerlukan pemahaman konsep yang sistematis dan dilakukan secara manual. Metode CRAFT hanya dapat menata departemen sesuai urutan proses yang berdekatan, sedangkan BLOCPLAN hanya memberikan layout usulan dalan bentuk persegi panjang. Pemilihan metode mempertimbangkan karakterisitik layout yang dievaluasi. Hasil analisis ditinjau dari segi momen pemindahan menunjukkan efisiensi metode SLP sebesar 48,94%, CRAFT 0% dan dan BLOCPLAN 41,46%. Ditinjau dari segi waktu pemindahan material efisiensi dari metode SLP sebesar 53,85%, CRAFT 0%, dan BLOCPLAN 47,82%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil rancangan metode SLP merupakan layout usulan yang paling efisien dengan nilai momen pemindahan 41390,5 meter/bulan dan waktu pemindahan 69971,94 detik/bulan. | The optimal facility layout can reduce product costs because it can minimize the material handling cost, improve efficiency and system productivity, with the result of company’s competitiveness escalation. The purpose of this research is to compare the facility layout methods of SLP, CRAFT, and BLOCPLAN. Recommended facility layout is selected based on the most efficient transportation moment and time. The object of this research is a layout of a chocolate-based product in PT. BTCU which has not been arranged according to layout arrangement method, has a longest production process, and the product has been exported. Based on the conditions explained, further analysis needs to be executed to be able to give a more efficient layout. Data collection was done by directly observations on the production floor, material handling time was measured using the stopwatch time study method, then uniformity, adequacy, and normality test of the data. Preliminary observations showed that the current layout has a transportation moment of 81067,5 meters/month and material handling time of 151624,03 seconds/month. The results of the SLP method provides 4 alternative layouts, then the best alternative is chosen as a recommended layout. CRAFT method shows that the initial layout is optimal. The BLOCPLAN method provides one layout recommendation. Manual calculations of transportation moment and time are validated using Microsoft Excel. Comparison of layout methods can be seen based on the number of calculation steps, starting from the simplest, namely SLP, CRAFT, BLOCPLAN. Based on the requirements, SLP method requires an understanding of systematic concepts and only done manually. The CRAFT method can only arrange departments based on the contiguous process orders, while BLOCPLAN only provides a layout recommendation in rectangular forms. The choice of method considers the evaluated layout’s characteristic. Analysis results was reviewed in terms of transportation moment showed the SLP method efficiency 48,94%, CRAFT 0% and BLOCPLAN 41,46%. In terms of material handling time the efficiency of the SLP method was 53,85%, CRAFT 0%, and BLOCPLAN 47,82%. Thus it can be concluded that the results of the SLP method design is the most efficient proposal layout with the moving moment 41390,5 meters/month and material handling time of 69971,94 seconds/month. | |
| 22679 | 25245 | H1F013021 | TEKTONIK STRATIGRAFI DAN CEBAKAN HIDROKARBON FORMASI JATIBARANG, TALANGAKAR DAN BATURAJA, SUB CEKUNGAN JATIBARANG, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA | Area Melandong barada di Daerah Indramayu-Subang dan merupakan bagian dari Sub Cekungan Jatibarang. Sub Cekungan Jatibarang merupakan salah satu sub cekungan yang termasuk dalam Cekungan Jawa Barat Utara. Cekungan ini sudah terbukti sebagai hidrocarbon province penghasil minyak dan gas bumi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tatanan tektonik, stratigrafi, sedimentasi dan menentukan zona prospek hidrokarbon yang difokuskan pada interval Formasi Jatibarang, Talang Akar dan Baturaja yang terendapkan sejak Oligosen Awal hingga Miosen Awal. Data yang digunakan adalah data seismik, log, cutting, dan core. Metode penelitian meliputi studi geologi yaitu analisis geomorfologi; analisis struktur geologi; analisis seismik; analisis log, cutting dan core. Hasil analisis tektonikstratigrafi akibat tektonik ekstensional menunjukan bahwa fase syn-rift 1 diisi oleh batuan Formasi Jatibarang, fase syn-rift 2 diisi oleh batuan Formasi Talang Akar, dan fase post-rift diisi oleh batuan Formasi Baturaja. Laju penurunan cekungan tersebut juga mempengaruhi lingkungan pengendapan dan sedimentasi. Formasi Jatibarang terendapkan dilingkungan darat, Formasi Talang Akar terendapkan dilingkungan transisi dan Formasi Baturaja terendapkan dilingkungan laut dangkal. Penyebaran fasies yang terjadi selama perkembangan cekungan, memegang peran penting dalam penentuan sistem petroleum dan zona prospek Area Melandong. | Melandong Area is located at Indramayu-Subang Regency and a part of Jatibarang Sub Basin. Jatibarang Sub Basin is a part of Northern West Java Basin. This basin has been proven as hydrocarbon province which produce oil and natural gas. The purposes of this research are to know tectonic order, stratigraphy, sedimentation, and determine hydrocarbon prospect zone which are focused on Jatibarang, Talang Akar, and Baturaja Formation that had been deposited since Early Oligocene until Early Miocene. The data used on this research are seismic, log, cutting, and core data. The method used on this research are geological study which consists geomorphology; structural geology analysis; seismic analysis; log analysis; cutting and core. The results of tectonostratigraphy analysis caused by extensional tectonic show that in the first syn-rift phase is filled by Jatibarang Formation rocks, second syn-rift phase is filled by Talang Akar Formation rocks, and post-rift phase is filled by Baturaja Formation rocks. The rate of basin degradation is also have an impact to depositional environment and sedimentation. Jatibarang Formation was deposited on terrestrial environment, Talang Akar Formation was deposited on transitional environment, and Baturaja Formation was deposited on shallow marine environment. The distribution of facies that happened during the basin development play an important role to the determination of petroleum system and Melandong Area prospect zone. | |
| 22680 | 25257 | E1A115032 | TEKNIK PENGUNGKAPAN PELAKU TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN PREDICATE CRIME KEJAHATAN NARKOTIKA (Studi Kriminalistik Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur) | Teknik Pengungkapan Tindak Pidana merupakan hal yang penting dalam rangka menentukan Pelaku. Ilmu bantu yang digunakan dalam pengungkapan tindak pidana adalah Kriminalistik. Perkembangan teknologi yang semakin maju pesat membawa pengaruh terhadap perkembangan diberbagai sektor baik di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya, salah satu yang turut berkembang pesat adalah masalah kriminalitas yang dilakukan tidak hanya dalam batas wilayah satu negara namun meluas melintas batas wilayah negara lain sehingga sering disebut dengan transnasional crime, dalam kejahatan transnasional harta kekayaan hasil dari kejahatan biasanya oleh pelaku disembunyikan kemudian dikeluarkan lagi seolah-olah dari hasil legal. Hal tersebut dikenal dalam dunia Internasional dengan istilah pencucian uang atau (Money Laundering). Tindak Pidana Pencucian Uang merupakan tidak pidana yang tidak berdiri sendiri akan tetapi terdapat tindak pidana asal yang tercantum dalam undang-undang nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang pasal 2 ayat (1) huruf c yaitu salah satunya narkotika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik pengungkapan pelaku tindak pidana pencucian uang dengan predicate crime kejahatan narkotika yang dilakukan BNNP Jawa Timur berdasarkan asas praduga tak bersalah. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah metode pendekatan Yuridis-Sosiologis. Data yang digunakan adalah datasekunder dan data primer yang diperoleh dari wawancara dan data studi kepustakaan. Metode analisis data menggunakan kualitatif. Pegungkapan Tindak Pidana Pencucian Uang yang bersumber dari kejahatan Narkotika yang berwenang melakukan penyelidikan dan penyidikan adalah Badan Narkotika Nasional (BNN). Terdapat asas-asas dalam melaksanakan penyidikan untuk membuat terang suatu perkara yang sepatutnya diketahui, terpenuhi dan dilaksanakan dalam pengungkapan perkara tindak pidana pada saat melaksanakan penyidikan. Asas tersebut salah satunya adalah asas Praduga Tak Bersalah. | Disclosure Technique of Crimes is an important thing to determine the perpetrator. Criminalistics will be used as auxiliary study to uncover criminal act. Rapid technological developments influence the development of many sectors, such as politics, economics, social, and culture. One of them which also develop rapidly is criminality, not only within the territory of one country but extends cross borders to other countries, or it is called as transnational crime. In transnational crime, the wealth results from crime is usually concealed and then re-drawn by the perpetrator as if from a legal. Internationally, it is known as Money Laundering. Money Laundering Crime is a crime which does not stand alone but comes from a predicate crime, regarding On Law Number 8 Year 2010 of Countermeasure and Eradication of Money Laundering Article 2 Section 1 sub-section c about narcotic. The purpose of this research is to find out the disclosure technique of money laundering crimes perpetrator with predicate crime ‘narcotics crime’ which is conducted BNN province of east java based on principle of presumption of innocence. The approach method use in the researchis the Juridical Sociological approach. The data used are secondary data and primary data, each of wich is sourced or obtained from interviews and literature studies, as well as qualitative data analysis method. The National Narcotics Agency (BNN) is authorized to do the preliminary investigation and full investigation over the disclosure of money laundering crime from narcotic crime. There are principles in conducting full investigation to make a case clear, that should be known, fulfilled, and done in disclosure the criminal case when doing the investigation. One of them is the principle of presumption of innocence. |