Artikelilmiahs

Menampilkan 22.741-22.760 dari 51.896 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2274125312J1B015016CITRA PEREMPUAN PADA NOVEL BIRUNYA SKANDAL
KARYA MIRA W
Penelitian berjudul “Citra perempuan pada novel Birunya Skandal Karya Mira W” dilatarbelakangi oleh perjuangan dalam memperoleh haknya. Novel berjudul “Birunya Skandal” karya Mira W menceritakan tokoh bernama Kartika yang memperjuangkan haknya sebagai seorang istri dan pengorbanan sebagai ibu.Sebagai perempuan, tokoh utama bernama Kartika mencerminkan sikap profeminis.
Masalah utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah citra perempuan dalam novel “Birunya Skandal” karya Mira W. Manfaat teoretis penelitian ini adalah mengungkapkan citra yang ada pada novel ini berkaitan dengan kedudukan, watak dan perilaku tokoh perempuan. Manfaat praktis penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya dan menambah pengetahuan bagi peneliti dan pembaca tentang citra perempuan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis. Fokus penelitian adalah mengungkap citra perempuan dalam novel Birunya Skandal karya Mira W. Data penelitian berupa novel berjudul Birunya Skandal. Data yang akan dikaji diperoleh melalui teknik baca, catat, dan mengelompokkan. Data yang telah diperoleh kemudian dikaji dengan menggunakan pendekatan kritik sastra feminis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh Kartika sebagai tokoh perempuan memiliki sikap berwibawa, tenang, dan pejuang perempuan dalam mempertahankan haknya. Karakter tokoh Kartika diperkuat oleh karakter lainnya, yaitu tokoh Anggda Subianto, tokoh Nurdin Sanjaya, tokoh Andromeda, dan tokoh Astri. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa Citra Perempuan terdapat pada tokoh Kartika dalam novel Birunya Skandal.
This research entitled “Citra Perempuan pada Novel Birunya Skandal karya Mira W” based on her struggle to get her right. It told about a character named Kartika who was struggling with her right as a wife and her sacrifices as a mother. As a woman, Kartika’s attitude reflected an act of pro-feminism.
The main issue of this research was analyzing the woman’s images on a novel: Birunya Skandal by Mira W. The theoretical significance of this research was to reveal woman’s images related to the position, characteristic, and behavior of the character in this novel, while the practical significance was that this research hopefully could be useful for the further research and could give more knowledge to the researcher and the readers about images of woman.
Analysis descriptive research was applied for this research, focused on revealing the images of woman on a novel Birunya Skandal by Mira W. The data were taken from a novel Birunya Skandal and collected through reading, note-taking and categorizing, then the collected data would be analyzed by using feminism-literary criticism approach.
The result showed that Kartika as a woman character behaved with authority, calm manner, and a woman’s fighter to defend her right. It also strengthened by the other characters, they were: Anggada Subianto, Nurdin Sanjaya, Andromeda, and Astri. This research concluded that the women’s image is found in the Kartika figure in the novel Birunya Skandal.
2274225938H1D013066ANALISIS LAJU EROSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE REVISED
UNIVERSAL SOIL LOSS EQUATION BERBASIS DATA SATELIT
(Studi kasus : Daerah Aliran Sungai Merawu, Kabupaten Banjarnegara)
Daerah Aliran Sungai (DAS) Merawu termasuk dalam wilayah Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah yang memiliki luas sebesar 21.860 ha yang mencakup Kecamatan Batur, Pejawaran, Wanayasa, Pagentan, Karangkobar, Madukara, Banjarmangu, dan Wanadadi. DAS Merawu termasuk salah satu kawasan rawan banjir di wilayah Kabupaten Banjarnegara. Permasalahan utama di DAS Merawu adalah tingginya curah hujan dan faktor konservasi lahan di DAS Merawu, sehingga potensi terjadinya erosi juga semakin besar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya tanah yang hilang akibat erosi pada DAS Merawu menggunakan metode RUSLE berbasis data satelit dan menentukan indeks bahaya erosi pada DAS Merawu, Kabupaten Banjarnegara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Sistim Informasi Geografis (SIG) yaitu dengan piranti lunak ArcMap GIS. Kelima jenis peta yang dibutuhkan pada penelitian ini diantaranya peta erosivitas hujan, erodibilitas tanah, panjang dan kemiringan lereng, vegetasi penutup tanah, dan konservasi lahan, di dalam ArcGIS dinyatakan sebagai layer-layer dalam skala yang sama. Kelima peta dilakukan tumpang tindih (overlay) dengan cara mengkalikan kelima peta tersebut sehingga menghasilkan peta tingkat bahaya erosi. Penelitian ini mengambil sampel data sebanyak 10 tahun dari tahun 2008 sampai tahun 2017. Berdasarkan hasil penelitian DAS Merawu dari tahun 2008 sampai 2017 mempunyai nilai erosi total sebesar 104.733.963,478 ton, dan mempunyai nilai rata-rata erosi sebesar 459,737 (ton/ha). Besar laju erosi yang terjadi di DAS Merawu mempunyai nilai yang berubah-ubah per tahun nya, hal ini disebabkan adanya pengaruh dari dua parameter yang lebih dominan, yaitu faktor vegetasi penutup tanah dan faktor konservasi lahan.The Merawu watershed (DAS) are located in Banjarnegara District, Central Java. Merawu watershed has an area of 21,860 ha and have sub-district are Batur, Pejawaran, Wanayasa, Pangentan, Karangkobar, Madukara, Banjarmangu, and Wanadadi. The Merawu watershed is one of the flood prone area in Banjarnegara District. The main problem in the Merawu watershed are because the higher rainfall and land conservation factor itself in the Merawu watershed, it could be potential for coming up the erosion in the area. This research was conducted to determine the amount of soil lost due to erosion in the Merawu watershed that are using the satellite data based RUSLE method and determine the erosion hazard index in the Merawu watershed in Banjarnegara district. The method of this research are using a Geographic Information System (GIS) approach and supported by using ArcMap GIS Software for analysing the data. This research are using five types of maps that which are rain erosivity maps, soil erodibility, slope length and slope, ground cover vegetation, and land conservation, ArcGIS software states as layers on the same scale. Thus five maps are overlapped (overlay) by multiplying the five maps to produce an erosion hazard map. This research took a sample of 10 years, started on 2008 to 2017. Based on the results, the merawu watershed started from 2008 to 2017 had an erosion value about 104,733,963,478 tons, and the average of erosion values has 459,737 tons/ha. The Merawu watershed has a different variable value per a year, that effected from two of dominant parameters, such as cover of vegetation and also it has influenced by land conservation factor.
2274325288A1A015032MANAJEMEN RISIKO PEDAGANG BUAH DI PASAR SEGAMAS KABUPATEN PURBALINGGA
Buah-buahan merupakan salah satu komoditas hasil pertanian yang mempunyai nilai penting bagi kehidupan manusia. Kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi buah ini akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya pendidikan dan pengetahuan masyarakat. Peningkatan konsumsi buah segar oleh masyarakat merupakan prospek pada tahun-tahun selanjutnya sehingga merupakan pangsa pasar usaha yang potensial di bidang pertanian khususnya usaha buah. Peningkatan konsumsi buah-buahan diharapkan memotivasi lembaga-lembaga pemasaran khususnya pedagang buah yang terlibat dalam penyediaan dan distribusi buah untuk mengembangkan usahanya. namun kenyataannya kelembagaan yang pernah dibangun selama ini tidak dapat berjalan sebagai mana mestinya dan hanya menguntungkan pada pihak tertentu dan merugikan suatu pihak. Kondisi ini juga terjadi pada penjualan buah, yang secara intrinsik buah memiliki sifat cepat busuk, rusak, dan susut besar. Hal ini merupakan masalah yang dapat menimbulkan resiko fisik dan harga yang berdampak pada fluktuasi penerimaan penjualan buahnya. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui risiko fisik dan risiko finansial, 2) mengetahui strategi penanganan risiko, 3) mengetahui hubungan diversifikasi usaha dengan upaya mengurangi risiko. Penelitian dilaksanakan di Pasar Segamas Kabupaten Purbalingga pada Bulan Januari 2019. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei. Metode yang digunakan untuk mengambil responden pedagang adalah sampling jenuh (sensus) sebanyak 30 orang responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 1) Risiko fisik yang dihadapi yaitu mudah rusak, susut berat serta susut mutu dan risiko finansial yang dihadapi akibat dari risiko fisik buah dan adanya fluktuasi harga 2) strategi penanganan risiko yang dapat dilakukan oleh pedagang buah yaitu dengan melakukan diversifikasi, diferensiasi harga dan kerjasama, 3) usaha diversifikasi dan diferensiasi harga memberikan pengaruh nyata terhadap profitabilitas pedagang buah sedangkan usaha kerjasama tidak berpengaruh secara nyata.Fruits are a commodity of agricultural products that have important values for human life. Public awareness about the importance of consuming this fruit will increase along with increasing education and knowledge of the community. Increased consumption of fresh fruit by the community is a prospect in subsequent years so that it is a potential business market share in agriculture, especially fruit business. Increased fruit consumption is expected to motivate marketing institutions, especially fruit traders involved in the supply and distribution of fruit to develop their businesses. but in reality the institutions that have been built so far cannot work as they should and only benefit certain parties and harm a party. This condition also occurs in the sale of fruit, which intrinsically has a fast rot, damaged, and large shrinkage. This is a problem that can cause physical risks and prices that have an impact on the fluctuations in the sales of fruit. This study aims to 1) know the physical risk and financial risk, 2) know the risk management strategy, 3) know the relationship between business diversification and efforts to reduce risk. The study was conducted at Pasar Segamas, Purbalingga Regency in January 2019. The research method used was the survey method. The method used to take the respondents of the traders is a saturated sampling (census) of 30 respondents. The results of this study indicate that there are 1) physical risks faced namely easy to damage, weight loss and quality loss and financial risks faced due to physical risk of fruit and price fluctuations 2) risk management strategies that can be carried out by fruit traders by diversifying , price differentiation and cooperation, 3) diversification and price differentiation efforts have a real influence on the profitability of fruit traders while the cooperative effort has no significant effect.
2274425292A1D015001Pengaruh Metabolit Sekunder Jamur Entomopatogen terhadap Hama Penggerek Batang padi Kuning (Scirpophaga incertulas) dan Musuh Alaminya pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metabolit sekunder jamur entomopatogen isolat asal Desa Cipete, Papringan, dan Pasir Kulon terhadap 1) intensitas serangan, 2) mortalitas hama, dan 3) populasi musuh alami hama penggerek batang padi kuning (Scircpophaga incertulas). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan sawah percobaan di Desa Pasir Kidul, Purwokerto Barat, Banyumas, Jawa Tengah pada bulan Oktober 2018 sampai Maret 2019 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan 11 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah kontrol (P0), isolat asal Desa Cipete dengan konsentrasi: 5 % (P1), 10 % (P2), 15 % (P3), isolat asal Papringan dengan konsentrasi: 5 % (P4), 10 % (P5), 15 % (P6), isolat asal Desa Pasir Kulon dengan konsentrasi 5 % (P7), 10 % (P8), 15 % (P9), dan insektisida imidakloprid 2 ml/L (P10). Variabel pengamatan yang diamati adalah mortalitas hama, intensitas serangan, dan populasi musuh alami hama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metabolit sekunder jamur entomopatogen: 1) isolat P3, P4 dan P6 dapat menekan intensitas serangan hama penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas) di lapang hingga 0 % pada fase vegetatif (7 mst). P3 dapat menekan intensitas serangan hingga paling rendah, yaitu 23,12 % di bawah perlakuan kontrol dan 17,65 % di bawah perlakuan insektisida pada fase generatif (13 mst); 2) isolat P7 menimbulkan kematian tercepat pada jam keempat dan berturut-turut P7, P4, dan P5 mampu menyebabkan kematian imago penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas) ≥ 80 % mulai hari kedua setelah aplikasi; 3) isolat asal Desa Cipete, Papringan, dan Pasir Kulon pada seluruh konsentrasi tidak berdampak negatif terhadap musuh alami yang meliputi Lycosa sp., Coccinella sp., Paederus sp., Oxyopes., Atypena sp., dan Agriosnemisfemina sp.This research was aimed for knowing the effect of secondary metabolites entomopathogenic fungi originated from Cipete, Papringan, and Pasir Kulon village on to intensity of the attack, on mortality, and on population of natural enemy of yellow stem borer (Scirpophaga incertulas). This research was conducted in Plant Protection Laboratory of Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University and the yield on Pasir Kidul village, Weast Purwokerto, Banyumas Regency, Center of Java on Oktober to March 2019. Laboratory test was used a completely randomized block (CRB) Non Factorial with 11 treatments and 3 replications. Each plastic confinement fill in by 10 adult and plot size is 2 m x 1 m with spacing 25 cm x 25 cm.. The treatments respectively were control (P0), isolate from Cipete village with concentration 5 percent (P1), isolate from Cipete village with concentration 10 percent (P2), isolate from Cipete village with concentration 15 percent (P3), isolate from Papringan with concentration 5 percent (P4), isolate from Papringan with concentration 10 percent (P5), isolate from Papringan with concentration 15 percent (P6), isolate from Pasir Kulon village with concentration 5 percent (P7), isolate from Pasir Kulon village with concentration 10 percent (P8), isolate from Pasir Kulon village with concentration 15 percent (P9), and insecticide with recommended dosage (P10). Observation variable is mortality, intensity of the attack, and natural enemies. Based on DMRT test with 5 percent real level, it showed that: 1) secondary metabolites entomopathogenic fungi P3 (isolate from Cipete with concentration 10 percent), P4 and P6 (isolate from Papringan with concentration 5 and 15 percent) can reduce attack of the intensity of yellow rice stem borer (Scirpophaga incertulas) on field till 0 percent (7 weeks after planting). While on generative phase (13 weeks after planting), P3 (isolate from Cipete with concentration 15 percent) cause the lowest attack of the intensity. It is 23,12 percent under the control and 17,65 percent under insecticide treatment (imidakloprid 2 ml/L); 2) isolates secondary metabolites entomopathogenic fungi P7 (isolate from Pasir Kulon with concentration 5 percents) cause the fastest mortality at four hours after application and P7 (isolate from Pasir Kulon with concentration 5 percents), P4 (isolate from Papringan with concentration 5 percents), P5 (isolate from Papringan with concentration 10) percents cause mortality of yellow rice stem borer (Scirpophaga incertulas) ≥ 80 percent began at day two after applicantion; 3) secondary metabolites entomopathogenic fungi from Cipete, Papringan, and Pasir Kulon were not given negative impact for natural enemies, covers to Lycosa sp., Coccinella sp., Paederus sp., Oxyopes., Atypena sp., and Agriosnemisfemina sp.
2274525305A1L014151PENGARUH APLIKASI EKSTRAK GULMA Mimosa invisa DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP KEBERADAAN HAMA DAN PREDATOR PADA PADI GOGO Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak gulma (Mimosa invisa) dan dosis pupuk NPK terhadap keberadaan hama dan predator pada padi gogo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2018, di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan tiga ulangan. Penelitian terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu pupuk NPK terdiri dari 100% dan 50% dosis anjuran. Faktor kedua yaitu konsentrasi ekstrak gulma M.invisa terdiri dari 0; 2,5; 5; 7,5 dan 10%. Data dianalisis menggunakan uji Analisis of Varians (Anova), dilanjutkan dengan uji DMRT 5% apabila ada yang berbeda nyata. Variabel yang diamati yaitu keberadaan hama dan predator, intensitas serangan hama, dan komponen hasil (jumlah gabah per rumpun, jumlah malai per rumpun, bobot gabah per rumpun, bobot gabah per petak efektif, bobot 1000 butir gabah, dan bobot gabah per hektar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak gulma M. invisa dan dosis pupuk NPK serta interaksi keduanya belum mampu menurunkan populasi hama dan meningkatkan populasi predator. Interaksi antara aplikasi ekstrak gulma M. invisa dan dosis pupuk NPK hanya berpengaruh pada variabel jumlah malai per rumpun.The aim of this research was to know the effect of application Mimosa invisa extract and dosage of NPK fertilizers on existence of pest and predators on upland rice. The research was conducted on March until July 2018, at Kalibagor District, Banyumas Regency. The experimental design was used in split plot design with three replications. This research consisted of two factors, i.e. the first factor was dose NPK fertilizers (100% and 50 % recommended dosage). The second factor of concentration of M. invisa extract consist of 0; 2,5; 5; 7,5 and 10%. Data were analyzed by Analysis of Variance (Anova). Continued tested by DMRT 5% if there were significantly different. The variables that observed were existence of pest and predators, intensity of pest attack and yield components (number of grain per clump, number of panicles per clump, grain weight per clump, grain weight per effective plot, weight of 1000 grain, and grain weight per hectare). The result showed that application of Mimosa invisa exstract and NPK fertilizer dosage and the interaction of both had not been able to reduce pest populations and increase predator populations. The interaction between the application of M. invisa extract and NPK fertilizer dose only affected the variable number of panicles per clump.
2274625313A1C014094MOTIVASI PETERNAK SAPI PERAH ANGGOTA KOPERASI PESAT DI KABUPATEN BANYUMASKoperasi PESAT adalah salah satu koperasi di Kabupaten Banyumas yang bergerak dibidang usaha persusuan. Koperasi berdiri dari Tahun 1987 dan aktif
hingga sekarang. Jumlah anggota Koperasi PESAT adalah 195 anggota yang terbagi dalam 20 Kelompok Ternak. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui kebutuhan eksistensi (exsistence needs), kebutuhan hubungan sosial (relatedness needs) dan kebutuhan pertumbuhan (growth needs) pada diri peternak anggota Koperasi PESAT dalam menjalankan usahatani sapi perah. 2) Mengetahui
motivasi kebutuhan eksistensi (exsistence needs), kebutuhan hubungan sosial (relatedness needs) dan kebutuhan pertumbuhan (growth needs) yang paling besar mendorong peternak anggota Koperasi PESAT dalam menjalanakan usahatani sapi perah. Penelitian dilaksanakan di tiga kelompok ternak yang tergabung dalam Koperasi PESAT di Kabupaten Banyumas. Waktu penelitian selama empat
bulan, dimulai dari Oktober 2018 sampai dengan Januari 2019. Objek penelitian adalah peternak sapi perah anggota Koperasi PESAT yang tergabung dalam Kelompok Peternak Margo Mulyo di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden; Kelompok Peternak Tirto Margo Utomo di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang dan Kelompok Peternak Tirta Sari Aji di Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas. Pemilihan objek dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Motivasi yang mendorong peternak sapi perah anggota Koperasi PESAT dalam menjalankan usahatani sapi perah terdiri dari: a) kebutuhan eksistensi (existence
needs) meliputi pencukupan kebutuhan sehari-hari, kemampuan menyekolahkan anak-anak dan pemenuhan kebutuhan sarana produksi susu;
b) kebutuhan hubungan sosial (relatedness needs) meliputi mengenal banyak penyuluh, mendapat bantuan dari pemerintah dan dapat menggunakan layanan Koperasi PESAT; dan c) kebutuhan pertumbuhan (growth needs) meliputi kemampuan
meningkatkan kesejahteraan keluarga, kemampuan membeli sapi untuk pengembangan usaha, dan menjadi pimpinan kelompok ternak. Motivasi terbesar
yang mendorong peternak anggota Koperasi PESAT dalam menjalankan usahataninya adalah kebutuhan hubungan sosial (relatedness needs).
PESAT Cooperative is one of the cooperatives in Banyumas Regency and is the only cooperative engaged in dairy business. This cooperative was established in 1987 and is still active today. The number of members of the PESAT Cooperative is 195 members which are divided into 20 Livestock Groups. The purpose of this study is 1) to know the needs, relatedness of needs and growth needs of the farmers in the PESAT Cooperative in conducting dairy farming, 2) to know the motivation (exsistence needs, relatedness needs and growth needs)
which is the most encouraging farmers in the PESAT Cooperative in farming dairy cows. The study was conducted in three sub-districts in Banyumas Regency, Central Java, namely Baturraden District, Sumbang District and Karanglewas District. The time for conducting research is four months, from October 2018 to January 2019. The object of research is dairy farmers who are members of the PESAT Cooperative who are members of the Margo Mulyo Breeders Group in Kemutug Lor Village, Baturraden District; Tirto Margo Utomo Farmer Group in Limpakuwus Village, Sumbang District and Tirta Sari Aji Farmer Group in Singasari Village, Karanglewas District. The selection of objects is done intentionally (purposive sampling). Motivation that encourages dairy farmers member of PESAT Cooperative in carrying out dairy farming consists of: a) existence needs include the fulfillment of daily needs, the ability to educate children and fulfill the needs of milk production facilities; b) the needs of social relations (relatedness needs) include getting to know a lot of extension agents, getting assistance from the government and being able to use PESAT Cooperative
services; and c) growth needs (growth needs) include the ability to improve family welfare, the ability to buy cattle for business development, and become a leader of livestock groups. The biggest motivation that drives PESAT Cooperative members in carrying out their farming is the need for social relations (relatedness needs).
2274725314A1L114028PENGARUH PEMBERIAN BERAGAM SUMBER SILIKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMATPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh pemberian berbagai jenis sumber silika terhadap pertumbuhan tomat dan 2) mengetahui pengaruh pemberian berbagai jenis sumber silika terhadap produksi tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan dalam bulan April 2018 sampai dengan Juni 2018 di screen house Fakultas Pertanian, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor. Faktor yang dicoba terdiri atas media tanam, media tanam yang diberi perlakuan seperti M0 tanpa penambahan sumber silika, M1 penambahan abu sekam padi, M2 penambahan abu jerami, M3 penambahan pasir silika, dan M4 penambahan SiO2. Jumlah ulangan masing perlakuan adalah 8, sehingga total jumlah tanaman adalah 40 tanaman.. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu tinggi tanaman, panjang akar, jumlah daun, luas bukaan stomata, warna daun, bobot kering akar, bobot kering tanaman, volume buah, jumlah buah dan bobot buah. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji F pada taraf kesalahan 5% dan jika terdapat perbedaan (signifikan) dilanjutkan dengan uji beda DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan taraf 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai macam silika tidak memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh variable pengamatanThis research was aimed to: 1) determine the effect of various types of silica sources on tomato growth and 2) to know the effect of various types of silica sources on the production of tomato plants. This research was conducted in April 2018 to June 2018 in the screen house of the Faculty of Agriculture, Agronomy and Horticulture Laboratory, and Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderall Sudirman University. The experimental design used was a randomized block design (RBD) of one factor. The factors tested consisted of planting media, planting media treated like M0 without additional sources of silica, M1 addition of rice husk ash, M2 addition of straw ash, M3 addition of silica sand, and M4 addition of SiO2. The number of replications of each treatment was 8, so the total number of plants was 40 plants. The variables observed in this study were plant height, root length, leaf number, stomatal opening area, leaf color, root dry weight, plant dry weight, fruit volume, number of fruit and fruit weight. The results of the study were analyzed using the F test at an error rate of 5% and if there was a difference (significant) followed by a different DMRT test (Duncan Multiple Range Test) with a level of 5% to determine the effect of good treatment. The results showed that the administration of various types of silica did not have a significant effect on all variables of observation.
2274825315A1L014237KARAKTERISASI ISOLAT BAKTERI RIZOSFER PADI (Oryza sativa L.) TOLERAN PESTISIDA SINTETIK BERBAHAN AKTIF BUPROFEZIN
SECARA MORFOLOGI DAN BIOKIMIA
ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan mengetahui karakterisasi isolat bakteri rizosfer padi toleran pestisida sintetik berbahan aktif buprofezin secara morfologi dan biokimia. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Laboratorium Agroekologi Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan sejak bulan November 2018 sampai dengan Februari 2019. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi menggunakan isolat bakteri SR-1, PA-1, dan GT-2 hasil kulturasi secara murni di mediun nutrient agar. Variabel yang diamati, meliputi karakterisasi morfologi (kelompok positif/negatif dengan pewarnaan gram dan pewarnaan spora) dan karakterisasi biokimia (respon positif/negatif dengan uji katalase, fermentasi karbohidrat, hidrolisis urea, methyl red, voges proskauer, indol, sitrat, motilitas, hidrolisis pati, produksi H2S, oksidasi-fermentasi, dan oksidase). Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik dari masing-masing isolat bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) karakter morfologi dari tiga isolat bakteri tersebut termasuk pada kelompok gram positif, bentuk sel batang, dan memiliki endospora. 2) karakter biokimia yang menunjukkan respon positif pada SRI meliputi uji katalase, fermentasi glukosa, fermentasi manitol, methyl red, motilitas, hidrolisis pati, dan bersifat aerob/anaerob fakultatif. PA1 meliputi uji katalase, methyl red, sitrat, motilitas, produksi H2S, oksidase dan bersifat aerob obligat. GT2 meliputi u ji katalase, fermentasi sukrosa, fermentasi laktosa, fermentasi manitol, methyl red, voges proskuer, indol, sitrat, motilitas, oksidasi-fermentasi, oksidase, dan bersifat aerob/anaerob fakultatif. 3) genus tiga isolat bakteri tersebut berdasarkan Bergeys’s Manual of Determinative Bacteriology 9th adalah Bacillus sp.
ABSTRACT

This research aims to know morphology and biochemistry character of bacteria isolate on rice plant root that tolerance to synthetic pesticide with buprofezin active compound. This study carried out in Pest and Plant Disease laboratory and Agroecology laboratoty of Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University. The study design is exploration using bacteria isolates SR1, PA1, and GT2 recultured to the agar medium. Variables observed on those 3 (three) bacteria isolates were shape, morphological character (positive/negative group on gram and spore staining) and biochemistry characterization (positive/negative respond on catalase test, carbohydrate fermentation, urea hydrolysis, methyl-red, voges-prostekuer, indole, cytrat, motility, starch hydrolysis, H2S production, fermentation-oxidation, and oxidase). The research data is analysed in a qualitative descriptive way to describe the characteristics of each bacteria isolate. The result of study show that 1) morphology character of the isolates found equation on it’s positive gram, bar shape, and posses endospore. 2) biochemistry character from those isolates that showed positive respond of SR-1 isolate were catalase, glucose and manitol fermentation, methyl red, and motility, starch hydrolysis, and is aerobic/anaerobic facultative. PA-1 were catalase, methyl red, citrate, motility, H2S production, oxidase, and is aerobic obligat. GT-2 were catalase, sucrose, lactose, and manitol fermentation, methyl red, voges proskauer, indole, citrate, motility, oxidase, and is aerobic/anaerobic facultative. 3) genus of three bacteria isolates bassed on Bergeys’s Manual of Determinative Bacteriology 9th is Bacillus sp.
2274924977C1A013089FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR BATUBARA INDONESIA DI ENAM NEGARA TUJUAN EKSPOR TERBESAR (INDIA, TIONGKOK, JEPANG, KOREA SELATAN, TAIWAN DAN MALAYSIA)Penelitian ini mengambil judul: “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ekspor Batubara Indonesia di Enam Negara Tujuan Ekspor Terbesar (India, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan Malaysia)”. Tujuan penelitian ini ada dua. Pertama, untuk mengetahui pengaruh variabel harga ekspor batubara Indonesia, pertumbuhan ekonomi negara tujuan ekspor, nilai tukar mata uang negara tujuan ekspor terhadap US Dollar, dan harga batubara Australia terhadap volume ekspor batubara Indonesia dari tahun 2012-2017. Kedua, memproyeksikan volume ekspor batubara Indonesia ke enam negara tujuan ekspor utama dalam lima tahun kedepan, yakni 2018-2022.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi data panel menunjukkan bahwa: (1) Harga batubara Indonesia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap volume ekspor, (2) Pertumbuhan ekonomi negara tujuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume ekspor, (3) Nilai tukarmata uang negara tujuan ekspor berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap volume ekspor, (4) harga batubara Australia berpengruh positif dan signifikan terhadap volume ekspor, (5) Tren volume ekspor batubara Indonesia ke enam negara tujuan utama adalah negatif atau menurun.
Implikasi dan kesimpulan yang dapat ditarik adalah pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan dan Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), dianjurkan menyodorkan kontrak dagang berjangka dengan negara-negara importir batubara Indonesia agar harga maupun jumlah ekspor batubara Indoensia stabil. Selain itu volume ekspor batubara Indonesia akan menurun dalam lima tahun kedepan. Faktor terbesar yang berkaitan dengan hal ini adalah isu global warming yang mengakibatkan penurunan pemakaian batubara hampir di seluru negara-negara di dunia.
This research is an analysis of factors affecting the amount of exported Indonesian coal to its six biggest importing countries (India, China, Japan, South Korea, Taiwan and Malaysia). This research titled “The Affecting Factors of Indonesian Coal Export Quantity in Six Biggest Importing Countries (India, China, Japan, South Korea, Taiwan and Malaysia).
There are two purposes aimed from this research. First, to discover the effect of Indonesian coal price, economic growth of importing countries, exchange rate of currency from importing countries, and Australian coal price from 2012-2017. Second, to project the amount of Indonesian coal export to six biggest importing countries in the next five years, from 2018-2022.
Based on the result of data analyisis using panel data regression this research shows: (1) Indonesian coal price affect the export amount negatively and significantly, (2) Economic growth on importing countries affect the export amount positively and significantly (3) Exchange rate of currency from importing countries affect the coal export amount positively but not significantly, (4) Australian coal price affect the amount of Indonesian coal export positively and significantly, (5) Trend shows the amount of Indonesian coal export to importing countries is negative or declining.
Concluding from the statement above, to optimalize Indonesian resources, Indonesian government need to take an extra atention to coal for it’s unrenewables sort of natural resource. Indonesian government, or in this particular matter Ministry of Trade and Ministry of Energy and Mineral Resources, should offer long-term contracts to the importing countries in order to mantain the stability of Indonesian coal export size and price. Trend analysis also stated that the quantity of Indonesian coal export will decline along five years ahead. Biggest related factor is a global warming issue resulting a reduction of coal usage in almost every countries.
2275025318J1B015002Proses Aktualisasi Diri Tokoh Utama pada Novel Merindu Baginda Nabi Karya Habiburrahman El shirazyPenelitian ini berjudul “Proses Aktualisasi Diri Tokoh Utama pada Novel Merindu Baginda Nabi Karya Habiburrahman El Shirazy.” Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra. Fokus Penelitian ini adalah menganalisis proses aktualisasi diri tokoh utama pada novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahman El Shirazy.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara membaca novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahman El Shirazy secara intensif sampai memahami keseluruhan isinya. Kemudian, menginventarisasi data yang berkaitan dengan penelitian. Selanjutnya, mengklasifikasikan data-data berdasarkan rumusan masalah dan teori yang ada.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama bernama Rifa dalam novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahman El Shirazy merupakan pribadi yang sehat dan mandiri karena dapat mengaktualisasikan dirinya. Tokoh utama menjalani proses aktualisasi diri melalui tahapan pemenuhan kebutuhan, yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa harga diri dan beranjak ke pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri. Aktualisasi diri yang dicapai tokoh utama adalah menjadi moderator dalam seminar internasional, menjadi guru bahasa Inggris dan matematika yang baik di Pesantren Darus Sakinah dan melaksanakan umrah, sedangkan kebutuhan aktualisasi diri yang masih dalam proses aktualisasi diri yaitu lulus Ujian Nasional dengan memperoleh nilai tertinggi di sekolah dan melanjutkan kuliah di Jerman.
This research is entitled "Self Actualization Process of the Main Figures in Novel Merindu Baginda Nabi by Habiburrahman El Shirazy." This research includes descriptive analysis research using a literary psychology approach. The focus of this research is to analyze the process of self-actualization of the main character in the novel Merindu Baginda Nabi by Habiburrahman El Shirazy.
The data collection techniques used are by reading the novel Merindu Baginda Nabi by HabiburrahmanEl Shirazy intensively until understanding the whole contents. Then, inventorying the data which is related to the research. Next, classifying the data based on the formulation of the problem and the existing theory.
The results showed that the main character named Rifa in the novel Merindu Baginda Nabi by Habiburrahman El Shirazy work is a healthy and independent personal because she can actualize herself. The main character undergoes a process of self-actualization through stages of fulfillment, in the form of physiological needs, the need for a sense of security, the need for a sense of self-worth, and go to the fulfillment of the need of self-actualization. Self-actualization achieved by the main character is to be a moderator in the international seminar, a good teacher of English and mathematics subjects in Darus Sakinah Islamic boarding school, and to perform a pilgrimage to Mecca, while self-actualization needs that are still in the process are passed the national exam by obtaining the highest score in the school and continued to study in Germany.
2275125319F1B013090EFEKTIVITAS PENERAPAN PROGRAM SAMSAT KELILING (STUDI TENTANG PROGRAM SAMSAT KELILING UNIT PELAYANAN PENDAPATAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH DI WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penerapan program samsat keliling dalam mendukung efektifitas kinerja Unit Pelayanan Pendapatan Daerah Propinsi Jawa Tengah di Wilayah Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif yang menggunakan pendekatan teori Lenvine yaitu menggunakan indikator Responsiveness atau responsivitas, yaitu daya tanggap penyedia pelayanan terhadap harapan, keinginan, aspirasi, maupun tuntutan penggunaan layanan, Responsibility atau responsibilitas yang menunjukkan seberapa jauh proses pemberian pelayanan publik itu dilakukan sesuai dengan prinsip prinsip atau ketentuan adaministrasi dan organisasi yang benar dan telah ditetapkan, dan indikator Accountability atau akuntabilitas yang menunjukkan seberapa besar proses penyelenggara pelayanan publik sesuai dengan kepentingan stakeholders dan norma-norma yang berkembang dalam masyarakat. Penelitian dilakukan di Kantor Samsat dan lokasi pelayanan samsat keliling di Kabupaten Banyumas. Sasaran pada penelitian ini adalah Kepala UPPD Kabupaten Banyumas, petugas samsat keliling, dan masyakat wajib pajak pengguna layanan samsat keliling dengan teknik pemilihan informan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pelayanan Samsat melalui inovasi samsat keliling menunjukkan adanya peningkatan signifikan pencapaian prosentase target UPPD Kabupaten Banyumas dari target yang di berikan oleh UPPD Pusat Provinsi Jawa Tengah. Dari aspek Responsivitas, kesesuaian program samsat keliling dilihat dari respon masyarakat menunjukan adanya kesesuaian terhadap harapan masyarakat. Dari aspek Responsibilitas, pelayanan yang professional, syarat yang sederhana dan pelayanan yang cepat menjadi faktor penerimaan positif masyarakat terhadap samsat keliling. Dari aspek akuntabilitas, penerapan samsat keliling memberikan pengaruh terhadap peningkatan pencapaian target Samsat Kabupaten Banyumas yang diberikan oleh UPPD Provinsi Jawa Tengah.



This program aims to learn how to implement the mobile samsat program in supporting the effectiveness of the Central Java Provincial Revenue Performance Unit in the Banyumas District.
This research is a qualitative method that uses Lenvine's theory, namely using indicators of responsiveness or responsiveness, namely responsiveness of service providers to expectations, desires, aspirations, assistance in use, responsibilities or responsibilities related to the public assistance process required by the principle administrative and organizational provisions that have truly been established, and indicators of accountability or accountability that point to the large process of public administration in accordance with the interests of stakeholders and the norms that develop in society. The study was conducted at the Samsat Office and the location of the mobile samsat service in Banyumas Regency. The objectives of this study were the Head of UPPD in Banyumas Regency, mobile samsat officers, and taxpayers using mobile samsat services with informant selection techniques in this study were purposive sampling with data tracking techniques through interviews, searches, and observations.
The results showed an increase in Samsat services through the innovation of mobile circumference showed a significant increase in the percentage of UPPD targets in Banyumas Regency from the targets given by the Central UPPD of Central Java Province. From the aspect of Responsiveness, the mobile samsat suitability program seen from the community response shows preferences in accordance with the expectations of the community. From the aspect of responsibility, professional service, simple requirements and fast service are positive factors for community acceptance of mobile samsat. From the aspect of accountability, the application of mobile samsat has an influence on increasing the achievement of targets of the Banyumas District Samsat given by the UPPD of Central Java Province.
2275226051C1L014018THE EFFECT OF SELF-EFFICACY, ACCOUNTING LITERACY, ENTREPRENEURIAL SKILL AND MENTORING BASED ON
E-LEARNING TOWARD BUSINESS PERFORMANCE
(Survei On Members Of Tangan Di Atas Community In Solo Region)
Fenomena tingginya angka pengangguran di Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara lain di Asia menunjukkan bahwa perlunya upaya untuk meningkatkan angka pengusaha agar dapat membuka lebih banyak lapangan kerja. Hal tersebut coba dilaksanakan oleh Komunitas TDA sebagai salah satu komunitas bisnis terbesar di Indonesia yang mampu meningkatkan kemampuan bisnis para anggotanya, salah satunya di regional Solo.
Penelitian menjelaskan bagaimana pengaruh efikasi diri, literasi akuntansi, kemampuan berwirausaha, dan pengajaran berbasis pembelajaran online terhadap performa bisnis para anggota komunitas Tangan Di Atas (TDA) di Solo. Teori Penetapan Tujuan atau Goal Setting Theory menjadi teori utama untuk menganalisa isu tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang kumpulkan dengan kuesioner dan data sekunder yang dikumpulkan dari bergabai sumber termasuk wawancara dengan ketua TDA Solo Raya. Data primer yang diperoleh sebesar 67 sampel dari 147 total populasi. Metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda.
Penelitian ini menunjukkan bahwa efikasi diri, literasi akuntansi, dan pengajaran berbasis pembelajaran online memiliki pengaruh positif terhadap performa bisnis anggota Komunitas TDA di Solo. Kemampuan berwirausaha tidak memiliki pengaruh terhadap performa bisnis anggota Komunitas TDA di Solo.
Unemployment in Indonesia is remain exist and need to be solved. Enhancing entrepreneurship is offered as one of the solutions to solve unemployment problem in Indonesia. TDA is a community focus on helping people to have business skill and provide mentoring to the businessman to have a good performance in their business.
This paper discusses the effect of self-efficacy, accounting literacy, entrepreneurial skill and mentoring based on E-learning toward business performance. Goal setting theory is a grand theory used to analyse the issue. The data is retrieved from 67 samples out of total population of 147. Multiple regressions are used as the statistical tools for analysis.
The result shows that self-efficacy, accounting literacy, and mentoring based on e-learning have positive effects on business performance. Entrepreneurial skill has no effect to the business performance.
2275325317F1D012012E-Demokrasi dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta Melalui Aplikasi Media Sosial QluePenelitian ini menjelaskaan dan menggambarkan E-Demokrasi dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta melalui Aplikasi Media Sosial Qlue. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Pengumpulan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling dengan memilih informan berdasarkan rekomendasi informan kunci.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ruang publik digital saat ini telah menjadi salah satu organ penting dalam berdemokrasi. Pengembangan e-demokrasi merupakan upaya untuk mengembangkan penyelenggaraan pemerintahan yang berbasis elektronik dalam rangka meningkatkan kualitas berdemokrasi dan layanan publik secara efektif dan efisien. Melalui aplikasi Qlue, masyarakat dapat melaporkan keluhan terhadap permasalahan pelayanan publik yang ada di lingkungan sekitarnya langsung kepada birokrat. Setiap keluhan warga dipantau progresnya oleh pemerintah untuk memastikan semua direspon dan ditindaklanjuti oleh unit kerja terkait. Saat ini Qlue memiliki sekitar 10.000 pengguna aktif dengan 2.000 laporan per harinya. Terdapat lima masalah publik yang paling banyak dilaporkan melalui Qlue yaitu mengenai pelanggaran aturan daerah, sampah, parkir liar, fasilitas umum dan kemacetan.
Ada tiga faktor pendorong penerapan aplikasi media sosial Qlue di Provinsi DKI Jakarta yaitu, (1) memangkas jalur birokrasi dan respon cepat birokrat, (2) meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pemerintah, (3) melibatkan banyak aktor pendukung. Selain itu, penelitian ini juga menemukan beberapa temuan penelitian dalam penggunaan aplikasi Qlue yaitu, (1) hanya berpengaruh pada tataran teknis, (2) belum memadahi semua kalangan, (3) sering disalahgunaan oleh pengguna.
Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan aplikasi media sosial Qlue terbukti mendukung proses e-demokrasi dilihat dari banyaknya laporan yang masuk setiap harinya. Selain itu melalui forum online semua pihak yang terlibat bisa saling berkomunikasi. Atas capaian ini, Qlue telah menjadi jalan baru dalam upaya memperkuat e-demokrasi sekaligus meningkatkan kepedulian warga terhadap permasalahan yang ada dilingkungan sekitar dengan memanfaatkan inovasi teknologi informasi.
This study explains and describes E-Democracy in the implementation of the Government of DKI Jakarta Province through the Qlue Social Media Application. The research method used is descriptive qualitative method with a case study approach. Data obtained from observations, interviews, and documentation studies. The collection of informants used purposive sampling and snowball sampling techniques by selecting informants based on key informant recommendations.
The results of this study show that today's digital public space has become an important part of democracy. The development of e-democracy is an effort to develop electronic-based governance in order to improve the quality of democracy and public services effectively and efficiently. Through the Qlue application, the public can report complaints about public service issues in the immediate environment directly to bureaucrats. Every citizen complaint is monitored by the government to ensure that everything that is responded and followed up by the relevant work unit. Qlue currently has around 10,000 active users with 2,000 reports per day. There are five most public problems reported through Qlue, namely violations of regional regulations, garbage, illegal parking, public facilities and traffic.
There are three factors driving the implementation of Qlue social media applications in the DKI Jakarta, there are, (1) cutting down the bureaucratic path and the bureaucrat's rapid response, (2) increasing government accountability and transparency, (3) involving many supporting actors. In addition, this study also found several research findings in the use of Qlue applications, namely, (1) only influences at the technical level, (2) has not yet met all groups, (3) often misused by users.
The conclusion obtained from this study is that the use of Qlue social media applications is proven to support the e-democracy process seen from the many entry reports every day. In addition, through online forums all parties involved can communicate with each other. For this achievement, Qlue has become a new way to strengthen e-democracy while at the same time increasing citizens' awareness of the problems that surround them by utilizing information technology innovations.
2275425320A1D015089UJI APLIKASI METABOLIT SEKUNDER Trichoderma harzianum PADA SERBUK EFFERVESCENT TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM TANAMAN CABAI KERITING (Capsicum annum L.)ABSTRAK

Penelitian bertujuan untuk (1) menentukan efektifitas perlakuan terbaik metabolit sekunder T. harzianum dalam bentuk tablet effervescent terhadap F. oxysporum f.sp capsici in vitro, (2) menentukan dosis perlakuan terbaik metabolit sekunder T. harzianum dalam bentuk tablet effervescent terhadap pertumbuhan cabai keriting in planta, (3) mengetahui kandungan senyawa fenol tanaman cabai akibat perlakuan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, pada bulan Desember 2018 hingga Maret 2019. Pengujian in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan, meliputi kontrol, 4 tablet, 6 tablet dan 8 tablet metabolit sekunder T. harzianum. Pengujian in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan, meliputi kontrol, fungisida (benomil), 4 tablet sehari sebelum atau sesudah inokulasi, 6 tablet sehari sebelum atau sesudah inokulasi, 8 tablet sehari sebelum atau sesudah inokulasi. Variabel yang diamati meliputi daya hambat, masa inkubasi, intensitas penyakit, kejadian penyakit, AUDPC, daya kecambah, tinggi tanaman, bobot segar akar, bobot segar tajuk, dan kandungan senyawa fenol (saponin, tannin, dan hidrokuenon) secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan formula tablet effervescent metabolit sekunder T. harzianum yang terbaik untuk menghambat pertumbuhan Fusarium oxysporum f.sp capsici adalah dengan menggunakan konsentrasi 4 tablet, yaitu sebesar 51,85%, memperpanjang masa inkubasi sebesar 64,11%, menekan kejadian penyakit layu fusarium sebesar 58,34%, menekan intensitas penyakit sebesar 80,45%, dan dapat meningkatkan tinggi tanaman 50,4%, meningkatkan kandungan senyawa saponin, tanin, hidrokuenon dalam tanaman apabila dibandingkan dengan kontrol.
ABSTRACT

This research aimed to know (1) the best treatment of secondary metabolites of Tichoderma harzianum formulated in effervescent tablets on Fusarium oxysporum f.sp capsici in vitro, (2) the best treatment dose of the secondary metabolites in the tablet to growth of chili by in planta, and (3) phenolic compounds content in chili crop. The research was conducted at the Plant Protection Laboratory and the screen house Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, from December 2018 until March 2019. Randomized Completely Design was used for in vitro test with 4 treatments and 6 replicates consisted of control, 4 tablet, 6 tablet dan 8 tablet of secondary metabolites of T. harzianum. Randomized Block Design was used for in planta test with 8 treatments and 4 replicates consisted of control, fungicide (benomile), 4 tablets a day before or after inoculation, 6 tablets a day before or after inoculation, 8 tablets a day before or after inoculation. Variables observed were inhibition level, incubation period, disease intensity, disease incidence, AUDPC, germination percentage, plant height, root fresh weigh, and phenolic compounds (saponins, tanin and hidrokuenon) qualitatively. Result of the research showed that the best dose of secondary metabolites of T. harzianum in the tablet to inhibits the growth of Fusarium oxysporum f. sp capsici with a concentration 4 tablet, that is 51,85%. The formula could extend the incubation period by 64,11%, suppress incidence of the disease by 58,34%, disease intensity by 80,45%, increase plant height 50,4%, and can increase the content of saponin, tanin, hidrokuenon in the crops.
2275525322A1C014092MOTIVASI BERPRESTASI PETANI DALAM BERUSAHATANI PADI SAWAH DI DESA DANARAJA KECAMATAN BANYUMAS KABUPATEN BANYUMASMotivasi berprestasi merupakan konsep personal yang merupakan faktor pendorong untuk meraih atau mencapai sesuatu yang diinginkannya agar meraih kesuksesan. Setiap orang mempunyai hambatan-hambatan yang berbeda untuk mencapai kesuksesan, dengan memiliki motivasi berprestasi yang tinggi, diharapkan hambatan-hambatan tersebut akan dapat diatasi dan kesuksesan yang dinginkan dapat diraih. Penelitian bertujuan untuk : (1) Menganalisis tingkat motivasi berprestasi petani dalam berusahatani padi sawah, dan (2) Menganalisis hubungan karakteristik petani dengan motivasi berprestasi petani dalam berusahatani padi sawah, yang pengambilan data dilaksanakan di Desa Danaraja Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Pemilihan lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive). Penelitian dilakukan tanggal 18 Agustus sampai dengan 16 September 2018. Rancangan pengambilan sampel digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengambilan Simple Random Sampling dengan sampel sebanyak 32 orang. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dibantu dengan metode Likert Summated Ratings untuk mengetahui tingkat motivasi berprestasi petani dan analisis korelasi Rank Spearman untuk mengetahui hubungan karakteristik petani dengan motivasi berprestasi petani dalam berusahatani padi sawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi berprestasi petani padi sawah di Desa Danaraja Kecamatan Banyumas secara keseluruhan berada dalam kategori sedang. Hubungan karakteristik petani dengan motivasi berprestasi petani padi sawah yang signifikan adalah tanggungan keluarga, sedangkan usia, pendidikan, pengalaman usahatani dan luas lahan garapan tidak signifikan. Achievement motivation is a personal concept which is a driving factor for achieving or achieving something that is desired in order to achieve success. Everyone has different obstacles to success, by having high achievement motivation, it is expected that these obstacles will be overcome and the desired success can be achieved. The research aims to: (1) Analyze the level of farmer achievement motivation in lowland rice farming, and (2) Analyze Relationship between farmer characteristics and farmer achievement motivation in lowland rice farming, which was carried out in Danaraja Village, Banyumas District, Banyumas Regency, Central Java. The choice of research location was chosen purposively. The study was conducted on August 18 to September 16, 2018. The sampling design used in this study was a Simple Random Sampling method with a sample of 32 people. Data analysis using descriptive analysis was assisted by Likert Summated Ratings method to determine the level of farmer achievement motivation and Spearman Rank Correlation analysis to determine the relationship of characteristics of farmers with achievement motivation of farmers in lowland rice farming. The results showed that the level of achievement motivation of lowland rice farmers in Danaraja Village, Banyumas District as a whole was in the moderate category. The relationship of the characteristics of farmers with significant achievement motivation of lowland rice farmers is family dependence, while age, education, farming experience and arable land area are not significant.
2275626052F1C015043Tourism Ambassador Sebagai Bentuk Pendukung Aktivitas Public Relations Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kabupaten BanyumasPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aktivitas public relations Paguyuban Kakang dan Mbekayu Banyumas sebagai tourism ambassador. Sasaran penelitian ini adalah Paguyuban Kakang dan Mbekayu Banyumas. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sistem yang berasumsi bahwa hal yang penting dari teori ini adalah hubungan sosialnya. Hubungan sosial yang baik merupakan hasil (output) dari suatu interaksi sosial yang dalam hal ini adalah interaksi antara organisasi dengan publiknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan memilih empat informan utama dan dua informan pendukung yang dipilih berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Analisis data dilakukan menggunakan model data interaktif Miles dan Huberman yang melalui tiga tahap yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Paguyuban Kakang dan Mbekayu Banyumas sebagai tourism ambassador menjadi pendukung aktivitas public relations dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas Peran public relations yang dilakukan PAKEMAS yaitu terlibat dalam kegiatan promosi wisata, publikasi melalui media sosial, media cetak, media elektronik dan media online. PAKEMAS sebagai duta wisata dapat menjadi ujung tombak atau perpanjangan tangan dari pemerintah daerah dan PAKEMAS dapat menjadi jembatan untuk memudahkan komunikasi antara Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas dengan generasi muda dan pokdarwis. The purpose of this study is to find out how the public relations activities of the Paguyuban Kakang and Mbekayu Banyumas as tourism ambassadors. The target of this study is the Paguyuban Kakang and Mbekayu Banyumas. The theory used in this study is system theory which assumes that the important thing about this theory is its social relations. Good social relations are the results (output) of a social interaction which in this case is the interaction between the organization and the public. This study used a qualitative approach by selecting four main informants and two supporting informants selected based on certain criteria. Data analysis was performed using Miles and Huberman's interactive data model which went through three stages, namely, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the results of research conducted by the Paguyuban Kakang and Mbekayu Banyumas of Friends as tourism ambassadors as supporters of public relations activities of the Department of Youth, Sports, Culture and Tourism in Banyumas, the public relations role of PAKEMAS is involved in tourism promotion activities, publications through social media, print media, electronic media and online media. PAKEMAS as a tourism ambassador can be the spearhead or an extension of the local government and PAKEMAS can be a bridge to facilitate communication between the Department of Sports, Culture, and Tourism of Banyumas Regency with the younger generation and pokdarwis.
2275725327E1A112094PERMOHONAN ITSBAT NIKAH (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan Nomor :3076/Pdt.G/2018/PA.JS)PERMOHONAN ITSBAT NIKAH (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan Nomor :3076/Pdt.G/2018/PA.JS)
Oleh : Estatika Permatasari
NIM : E1A112094

ABSTRAK

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam telah mengatur berbagai aturan mengenai perkawinan demi tercapainya tujuan dilakukannya perkawinan, didukung oleh Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Pasal 2 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan , seperti salah satu perkara yang terjadi di Pengadilan Agama Jakarta Selatan dengan Nomor : 3076/Pdt.G/2018/PA.JS.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan Hukum Hakim dalam mengabulkan permohonan Itsbat Nikah pada penetapan Pengadilan Agama Jakarta Selatan Nomor: 3076/Pdt.G/2018/PA.JS. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian ini adalah preskriptif analisis, metode pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi, metode analisis data normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Hakim dalam melakukan pertimbangan dalam Putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan Nomor : 3076/Pdt.G/2018/PA.JS merujuk pada Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Pasal 7 ayat (3) huruf (e) ,dan berdasarkan Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan. Menurut peneliti, telah memenuhi syarat perkawinan sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh Agama dan Perundang-undangan yang berlaku.

Kata Kunci : Permohonan Itsbat Nikah
APPLICATION OF ITSBAT NIKAH
(Juridical Review of the Decision of the South Jakarta Religious Court Number: 3076 / Pdt.G / 2018 / PA.JS)
By:
Estatika Permatasari
NIM : E1A112094

ABSTRACT

Law Number 1 Year 1974 concerning Marriage and Compilation of Islamic Law has regulated various rules regarding marriage to achieve the goal of marriage, supported by Government Regulation Number 9 of 1975 Article 2 concerning Implementation of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage, as wrong one case that occurred in the South Jakarta Religious Court Number: 3076 / Pdt.G / 2018 / PA.JS.
The problem in this research is how Judges' Legal considerations in granting the application for Itsbat Marriage in the determination of the South Jakarta Religious Court Number: 3076 / Pdt.G / 2018 / PA.JS. The approach method used in this study is a normative juridical approach, the specification of this study is prescriptive analysis, a method of collecting library data with an inventory, a method of qualitative normative data analysis.
The results of the study indicate that the Judge in carrying out his considerations in the stipulation of the South Jakarta Religious Court Number: 3076 / Pdt.G / 2018 / PA.JS refers to Law Number 1 Year 1974 and Article 7 paragraph (3) letter (e), and based on Article 34 paragraph (1) of Law Number 23 Year 2006 concerning Population Administration. According to the researcher, it has fulfilled the marriage requirements in accordance with the provisions regulated by Religion and the applicable Laws.

Keywords: Application for Itsbat Marriage

2275825328E1A015044TINJAUAN YURIDIS EKSISTENSI HONG KONG DAN MAKAU DALAM HUKUM INTERNASIONALHong Kong Special Administrative Region atau HKSAR dan Macau Special Administrative Region atau MSAR merupakan kawasan administratif khusus di Republik Rakyat China (RRC). Hubungan yang dimiliki antara RRC, Hong Kong dan Makau merupakan hubungan antara pemerintah pusat dengan pemerintah kawasan administratif khususnya. Namun demikian, Hong Kong dan Makau sebagai kawasan administratif khusus dapat membuat perjanjian internasional dan menjadi anggota organisasi internasional.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan mengenai Hong Kong dan Makau dikaitkan dengan perolehan wilayah negara dan eksistensi Hong Kong dan Makau dalam subjek hukum internasional. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan menggunakan metode pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan historis (historical approach), yang dianalisis secara normatif kualitatif berdasarkan norma-norma dan teori/doktrin ilmu hukum. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi kepustakaan (library research).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Inggris dan Portugal memiliki hak kepemilikan yang sah menurut hukum internasional atas wilayah Hong Kong dan Makau. Hong Kong dan Kowloon yang kemudian menjadi bagian wilayah Hong Kong, diperoleh melalui cara penaklukan. Portugal juga memperoleh wilayah Makau melalui cara penaklukan. New Territories yang menjadi wilayah Hong Kong, diperoleh melalui cara cesi. Pengembalian atau retrosesi wilayah Hong Kong dan Makau juga menggunakan cara cesi (penyewaan). Berdasarkan konstitusi Hong Kong yaitu Basic Law dan konstitusi Makau yaitu Lei Básica Pasal 152, 153 dan 156, Hong Kong dan Makau dapat membuat atau menjadi pihak dalam perjanjian internasional dan kontrak internasional, maupun ikut serta dalam organisasi internasional sepanjang perjanjian internasional dan organisasi internasional itu menentukan dibolehkannya wilayah otonomi untuk membuat perjanjian internasional atau menjadi anggota organisasi internasional.
The Hong Kong Special Administrative Region or HKSAR and the Macau Special Administrative Region or MSAR is a special administrative region of the People's Republic of China (PRC). Relations between the PRC, Hong Kong and Macau are relationships between the central government and the special administrative region. As special administrative regions, however Hong Kong and Macau are able to make international agreements and become members of international organizations.
The aims of this research are to understand the regulation regarding Hong Kong and Macau related to the acquisition of territory and the existence of Hong Kong and Macau in subjects of international law. This research is normative juridical research with statute approach and historical approach, analyzed by qualitative normative analysis based on norms and theories/doctrines of law. The research specifications used is descriptive analysis. The method of collecting data in this research used library research.
The results of this research indicate that Britain and Portugal have legal ownership rights under international law over Hong Kong and Macau. Hong Kong and Kowloon, which later became part of Hong Kong's territory, were obtained through conquest. Portugal also gained the territory of Macau through conquest. New Territories which are the territory of Hong Kong, obtained through cession (lease). The returns or retrocession of the Hong Kong and Macau territories are also use the cession method. Under the Hong Kong constitution, the Basic Law and the Macau constitution, Lei Básica Articles 152, 153 and 156, Hong Kong and Macau are able to make or become parties of international treaties and international contracts, or participate in international organizations as long as international agreements and international organizations permit autonomous regions to make international agreements or become members of international organizations.
2275926179A1A115025ANALISIS RISIKO USAHATANI CABAI RAWIT DI DESA PEKAJA KECAMATAN KALINAGOR KABUPATEN BANYUMASDesa Pekaja, Kecamatan Kalibagor merupakan sentra cabai rawit di Kabupaten Banyumas. Petani di Desa Pekaja melakukan usahatani cabai rawit hanya 1 kali musim tanam dikarenakan dominasi lahan tegalan. Kegiatan usahatani cabai rawit di lahan tegalan memiliki permasalahan budidaya dapat mengakibatkan penurunan hasil produksi yang berpengaruh terhadap harga dan pendapatan yang diterima petani menjadi tidak menentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani usahatani cabai rawit, mengetahui besarnya biaya dan pendapatan pada usahatani cabai rawit, mengetahui besar tingkat risiko produksi, risiko harga dan risiko pendapatan usahatani cabai rawit, dan mengetahui strategi manajemen risiko usahatani cabai rawit.
Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Penelitian dilakukan di Desa Pekaja Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas yang dipilih secara sengaja (purposive). Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2019. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Proportional Stratified Random Sampling dan diperoleh 44 petani responden. Responden penelitian adalah petani yang menjalankan usahatani cabai rawit pada musim tanam November 2017.
Karakteristik petani usahatani cabai rawit yaitu memiliki rata-rata usia 51 tahun dengan tingkat pendidikan sekolah dasar (SD), jumlah tanggungan keluarga sebanyak 3 orang dan pengalaman usahatani cabai rawit selama 19 tahun. Biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima petani dengan hasil panen normal lebih besar daripada petani hasil panen terserang organisme pengganggu tanaman. Petani dengan hasil panen normal tidak ada peluang kerugian dari produksi, harga dan pendapatan sedangkan petani dengan hasil panen terserang organisme pengganggu tanaman ada peluang kerugian dari produksi dan pendapatan. Strategi manajemen risiko yang diterapkan petani yaitu strategi manajemen risiko ex-ante, interactive dan ex-post.
Pekaja Village, Kalibagor Subdistrict is the center of cayenne in Banyumas District. Farmers in Pekaja Village do farming for only 1 planting season due to the dominance of dry land. The activity of cayenne farming on dry land has a problem of cultivation can cause a decrease in production so that it affects the price and income received by farmers. This study aims to determine the characteristics of farmers of cayenne farming, know the amount of costs and income on chili farming, know the level of production risk, price risk and risk of chili cultivation, and knowing the risk management strategies of cayenne chili farming.
The research method used is a Survey. The study was conducted in Pekaja Village, Kalibagor Subdistrict, Banyumas District, which was chosen purposively. The study was conducted from February to March 2019. Sampling method was carried out using the Proportional Stratified Random Sampling method and was obtained by 44 farmers. The research sample was farmers who farmed cayenne during growing season in November 2017.
Characteristics of cayenne chili farmers are having an average age of 51 years with elementary school (SD) level of education, the number of family dependents of 3 people and experience of cayenne chili farming for 19 years. Costs incurred and the income received by farmers with normal yields is greater than farmers affected by crop pests. Farmers with normal yields have no chance of loss from production, prices and income, while farmers with harvests are attacked by crop-disturbing organisms there is a chance of loss from production and income. Risk management strategies applied by farmers are ex-ante, interactive and ex-post risk management strategies.
2276025344A1C112024Analisis Risiko dan Penentuan Harga Pokok Produksi Produk Tahu Pada UD. Tahu Palasari Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten SumedangKabupaten Sumedang adalah salah satu kota yang mengembangkan industri olahan tahu dan menjadikannya menjadi ciri khas dari Kabupaten Sumedang. Salah satu tempat pembuatan industri tahu sumedang yaitu UD. Tahu Palasari UD. Perusahaan tersebut merupakan industri keluarga yang sekarang sudah dikelola oleh generasi kedua. Perusahaan tersebut bisa untuk diteliti, produksi tahu mencapai rata-rata 9650 butir per hari, dengan tenaga kerja 15 orang, dan untuk pemasarannya hanya dijual kepada konsumen lokal dan juga dijual sebagai oleh-oleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya penerimaan, keuntungan, risiko usaha, dan penentuan harga pokok Produksi pada UD. Tahu Palasari.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Studi Kasus. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2018. Penelitian ini mengenai Analisis Risiko dan Penentuan Harga Pokok Produksi Produk Tahu pada UD. Tahu Palasari Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya penerimaan, keuntungan, risiko, dan penentuan harga pokok produksi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa besarnya keuntungan yang diperoleh UD. Tahu Palasari sebesar Rp.71.100.428,62. Usaha industri tahu UD. Tahu Palasari di Kabupaten Sumedang memiliki risiko tinggi, dengan batas bawah pendapatan minus Rp.23.155.816,65 per bulannya dan nilai koefisien variasi sebesar 5,38 Harga pokok produksi tahu sumedang UD. Tahu Palasari dengan menggunakan metode full costing sebesar Rp.100.979.571,38 dengan harga pokok produksi tahu sumedang per butirnya sebesar Rp.352,09.
Sumedang Regency is one of the cities that develops the tofu processing industry and makes it a distinctive feature of Sumedang Regency. One place for making Sumedang tofu industry is UD. Tahu Palasari UD. The company is a family industry that is now managed by the second generation. The company can be investigated, tofu production reaches an average of 9650 items per day, with a workforce of 15 people, and for marketing it is only sold to local consumers and also sold as souvenirs. This study aims to determine the magnitude of costs revenues, profits, risks, and determining the cost of production at UD. Tahu Palasari.
The method used in this study is Case Study. Data retrieval is carried out from March to April 2018. This research is about Risk Analysis and Determination of Cost of Production of Tofu Products at UD. Tahu Palasari, North Sumedang District, Sumedang Regency. The analytical method used is the analysis of costs revenues, profits, risks, and determining the cost of production.
The results of the study show that the magnitude of the benefits obtained by UD. Tahu Palasari in the amount of Rp.71,100,428.62. The industrial industry knows UD. Tahu Palasari in Sumedang Regency has a high risk, with an income lower limit of minus Rp.23.155.816,65 per month and a variation coefficient value of 5.38 Sumedang tofu production price UD. Tahu Palasari by using the full costing method of Rp.104.216.496,67,00 with the cost of production of tofu sumedang per item of Rp.352.09.