Artikelilmiahs

Menampilkan 22.641-22.660 dari 50.201 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2264125222A1L014019APLIKASI KOMPOSISI PUPUK NP-SR PADA GENANGAN AIR TERHADAP KANDUNGAN N TANAH, PENGUAPAN GAS DAN HASIL PADI SAWAHPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat genangan air dan komposisi pupuk NP-SR terhadap volatilisasi NH3 serta sifat kimia tanah dan hasil padi sawah. Penelitian ini dilakukan di laboratorium tanah dan screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2018 sampai Januari 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) pola faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah ketinggian genangan air sedangkan faktor kedua adalah komposisi pupuk NP-SR. Variabel yang diamati meliputi komponen hasil produksi padi sawah seperti jumlah gabah bernas, jumlah gabah hampa, bobot gabah bernas, bobot 1000 biji, bobot kering gabah hampa, N total tanah, dan volatilisasi NH3. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi pupuk NP-SR pada grade 15.90-15 dan ketinggian genangan air 2-3 cm mampu menurunkan gas Amonia terhadap volatilisasi NH3 yaitu menurunkan penguapan gas NH3 antara 1-5% dan meningkatkan variabel hasil tanaman seperti jumlah gabah bernas, dan bobot gabah bernas. Komposisi pupuk NP-SR pada grade 18,94-20 dan ketinggian genangan air 23 cm dapat meningkatkan harkat pada kandungan N tanah.The study aims to determine th effect of NP-SR fertilizer. This research was conducted at the soil laboratory and the faculty screen house, Jenderal Soedirman University, The study was conducted in July 2018 until January 2019. This study used a Complete Group Randomized Design (RAKL) factorial pattern with two factor. The first factor is the high inundation while the second factor is NP-SR fertilizer. The variables observed included result components and soil chemicals and also volatilization of NH3. The variables observed included the components of paddy rice production such as the number of rice grain, number of empty grain, weighted grain weight, weight of 1000 seeds, empty grain dry weight, total soil N, and NH3 volatilization. The results of this study indicate that The treatment of NP-SR fertilizer composition at grade 15.90-15 and height of 2-3 cm water inundation can reduce Ammonia gas against volatilization of NH3 which is reducing NH3 gas evaporation between 1-5% and increasing plant yield variables such as number of rice grain, and grain weight is high. The treatment of NP-SR fertilizer composition at grade 18.94-20 and waterlogging height of 2-3 cm can increase the value of soil N content.
2264225223E1A115047KAJIAN YURIDIS TERHADAP KEDUDUKAN SITA UMUM KEPAILITAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 37 TAHUN 2004 TENTANG KEPAILITAN DAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG DALAM PUTUSAN NOMOR 16/Pdt.Sus-GGL/2017/PN.Niaga.JKT.PSTMelakukan suatu kegiatan usaha atau bisnis, maka berutang merupakan hal yang lazim demi kelancaran kegiatan usaha. Permasalahan akan timbul apabila kemudian debitor tidak mampu membayar utang sehingga debitor harus dinyatakan pailit (bankrupt). Kepailitan dapat terjadi dengan makin pesatnya perkembangan perekonomian dan perdagangan sehingga muncul berbagai macam permasalahan utang piutang yang timbul dalam rangka meningkatkan modal ataupun kinerja perusahaan. Pada kegiatan bisnis dapat terjadi salah satu pihak tidak dapat melakukan kewajibannya membayar utang-utangnya kepada pihak lain sehingga mengakibatkan terjadi penyitaan atas harta (aset) perusahaan untuk melunasi utang tersebut setelah adanya gugatan oleh pihak yang berpiutang (kreditor) ke pengadilan dalam hal ini sering disebut dengan terjadi pailit terhadap perusahaan (debitor). Seringkali terjadi pertentangan terkait penyitaan dalam sita umum kepailitan dengan bentuk penyitaan lainnya, termasuk dalam putusan nomor 16/Pdt.Sus-GGL/2017/PN.Niaga.JKT.PST.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, literatur yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang diteliti. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan studi dokumenter, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data dilakukan secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, kedudukan sita umum kepailitan dalam putusan nomor 16/Pdt.Sus-GGL/2017/PN.Niaga.JKT.PST , melalui putusan hakim sudah sesuai yaitu mempunyai kedudukan yang kuat mengacu pada Pasal 31 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (UUK) yang mengatur bahwa sita umum kepailitan mempunyai kedudukan yang terjadi demi hukum, sehingga sita umum kepailitan menghapus sitaan lainnya, termasuk sita pidana dalam kasus a quo.
Conducting a business or business activity, then debt is a common thing for the smooth running of business activities. Problems will arise if the debitor is then unable to pay the debt so the debitor must be bankrupt. Bankruptcy can occur with the rapid development of the economy and trade, so that various kinds of problems arise in the debt debt arising in order to increase capital or company performance. In business activities, somtimes people may not be able to carry out its obligations to pay its debts to another people, resulting in the seizure of the company's assets to pay off the debt after a claim by the creditor to the court in this case is often called with bankruptcy against the company (debitor). There are often conflicts regarding seizures in general bankruptcy confiscations with other forms of confiscation, including in the decision number 16 / Pdt.Sus-GGL / 2017 / PN.Niaga.JKT.PST.
The method used in this study is normative juridical with descriptive research specifications. Sources of data used are secondary data in the form of legislation, literature related to the subject matter under study. The method of data collection is done by library research and documentary studies, the data obtained are presented with narrative texts, and the method of data analysis is done qualitatively normatively.
Based on the results of the study, the general status of bankruptcy is in the decision number 16 / Pdt.Sus-GGL / 2017 / PN.Niaga.JKT.PST, through a judge's decision that is appropriate, having a strong position referring to Article 31 paragraph (1) and (2 ) Law Number 37 of 2004 concerning Bankruptcy and Postponement of Debt Payment Obligations which stipulates that the general bankruptcy of bankruptcy has a position that occurs by law, so that the general seizure of bankruptcy removes other confiscations, including criminal seizures in the a quo case.
2264325227H1D015044SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN JUMLAH PRODUKSI BARANG DENGAN FUZZY INFERENCE SYSTEM TSUKAMOTOAbstrak : Produksi merupakan pengolahan barang setengah jadi atau barang mentah menjadi barang yang memiliki nilai lebih. PT. John Toys Indonesia merupakan perusahaan ekspor-impor barang yang berfokus pada produksi mainan anak-anak (boneka). Pengambilan Keputusan merupakan salah satu hal terpenting untuk menentukan jumlah produksi dari suatu permintaan (pre-order) suatu perusahaan yang berfokus pada pembuatan barang. Perusahaan ini masih menggunakan metode konvensional dalam penentuan keputusan oleh general manager dan tidak terdokumentasinya rekapitulasi data pre-order yang masuk serta data yang telah menjadi keputusan. Sehingga, dibutuhkannya suatu sistem yang mampu sebagai penunjang (pendukung) pengambilan keputusan produksi dari general manager. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan ini akan dikembangkan dengan metode pengembangan Waterfall agar mudah disesuaikan dengan kebutuhan pengguna dan dengan bahasa pemrograman PHP dengan framework CodeIgniter serta menggunakan DBMS MySQL.Abstract : Production is manufacture of a semi-finished product item or unripe product become an item with more valuability. PT. John Toys Indonesia is an export-import corporation which focus on kid toys production (doll). Make a decision is one of the important things to determined amount of product item from a request (pre-order) the company which focus on manfacture of goods. The Company still use conventional method to make a decision by general manager and undocumented recapiltulation of incoming data request until become a decision. Because of that, it is needed a system what can be support the decision from general manager. The decision support system will made with Waterfall development method in order to be adapted with user requirement and with programming languange PHP with framework CodeIgniter and as well use DBMS MySQL.
2264425228D1E014074PENGGUNAAN FERMEHERBAFIT ENKAPSULASI DALAM PAKAN TERHADAP WATER HOLDING CAPACITY DAN COOKING LOSSES DAGING AYAM SENTUL JANTANPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengunaan fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan terhadap water holding capacity dan cooking losses daging ayam Sentul. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 60 ekor ayam Sentul jantan yang dipelihara dari umur 4 bulan sampai umur 6 bulan. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), sebagai perlakuan yaitu fermeherbafit tanpa enkapsulasi sebesar : 2% (R1), fermeherbafit enkapsulasi sebesar 2% (R2), 4% (R3), dan 6% (R4). Setiap perlakuan terdiri dari empat kali ulangan dan masing-masing ulangan terdiri dari tiga ekor ayam. Variabel yang diamati adalah water holding capacity dan cooking losses. Rata-rata water holding capacity (%) daging ayam Sentul untuk R0, R1, R2 , R3 dan R4 secara berturut-turut adalah 30,10 ± 1,65, 30,93 ± 1,52, 28,93 ± 1,68, 30,90 ± 1,73, dan 30,32 ± 1,66. Rata-rata cooking losses (%) daging ayam Sentul untuk R0, R1, R2 , R3 dan R4 secara berturut-turut adalah 29,45 ± 3,87, 30,05 ± 1,49, 30,82 ± 2,09, 30,29 ± 1,85, dan 29,59 ± 2,99. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa pemberian fermeherbafit enkapsulasi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap water holding capacity dan cooking losses. Kesimpulan dari penelitian ini adalah taraf penggunaan fermeherbafit enkapsulasi sampai 6 % sebagai pakan tambahan menghasilkan water holding capacity dan cooking losses yang relatif sama pada daging ayam Sentul jantan.This study aims to study the use of fermeherbafite encapsulation in feeds on water holding capacity and cooking losses of Sentul chicken meat. The material used in this study was 60 male Sentul chickens which were kept from 4 months to 6 months of age. The research method was carried out experimentally using Completely Randomized Design (CRD), as a treatment namely fermeherbafite without encapsulation (R1), fermeherbafit encapsulation of 2% (R2), 4% (R3), and 6% (R4). Each treatment consisted of four replications and each replication consisted of three chickens. The variables observed were water holding capacity and cooking losses. The average water holding capacity (%) of Sentul chicken meat for R0, R1, R2, R3 and R4 are respectively 30,10 ± 1,65, 30,93 ± 1,52, 28,93 ± 1,68, 30,90 ± 1,73, dan 30,32 ± 1,66. The average cooking losses (%) Sentul chicken meat for R0, R1, R2, R3 and R4 are respectively 29,45 ± 3,87, 30,05 ± 1,49, 30,82 ± 2,09, 30,29 ± 1,85, dan 29,59 ± 2,99. The results of the variance analysis showed that fermeherbafite encapsulation no significant effect (P>0.05) on water holding capacity cooking losses. The conclusion of this study is the level of use fermeherbafite encapsulation up to 6% as additional feed produces relatively similar water holding capacity and cooking losses in male Sentul chicken meat.
2264525229D1E014044PENGARUH PERENDAMAN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DAN LAMA PENYIMPANAN YANG BERBEDA TERHADAP TINGKAT KEBUSUKAN, TOTAL BAKTERI DAN pH DAGING KAMBING BAGIAN PAHA

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui interaksi, konsentrasi perendaman yang paling tepat dan pengaruh lama penyimpanan daging kambing bagian paha yang direndam belimbing wuluh terhadap total bakteri, tingkat kebusukan dan pH daging. Materi yang digunakan adalah buah Belimbing Wuluh 1 kg dan daging kambing bagian paha 1,2 kg. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, sebagai perlakuan yaitu konsentrasi larutan belimbing wuluh dan lama penyimpanan sebesar: 0%;6 jam (R1P1), 30%;6 jam (R2P1), 60%;6 jam (R3P1), 0%;12 jam (R1P2), 30%;12 jam (R2P2), dan 60%;12 jam (R3P2) dengan empat kali ulangan. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa interaksi antara konsentrasi belimbing wuluh dengan lama penyimpanan yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total bakteri, konsentrasi larutan belimbing wuluh berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tingkat kebusukan, dan konsentrasi larutan belimbing wuluh berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai pH. Kesimpulan, interaksi antara konsentrasi belimbing wuluh dengan lama penyimpanan yang berbeda dapat menurunkan total bakteri, tetapi tingkat kebusukan dan pH tetap.The purpose of the research is to determine the interaction, the most appropriate immersion concentration and the effect of the storage time of thigh goat meat soaked by wuluh starfruit on total bacteria, the level of decay and pH of the meat. The material used is Wuluh Star fruit 1 kg and thigh goat meat 1.2 kg. The method used is the experimental method using a factorial randomized block design (RBD) as a treatment, remains the concentration of wuluh starfruit and storage time of: 0%; 6 hours (R1P1), 30%; 6 hours (R2P1), 60%; 6 jam (R3P1), 0%; 12 hours (R1P2), 30%; 12 hours (R2P2), and 60%; 12 hours (R3P2) and each treatment is repeated 4 times. The results of the variance analysis showed that the interaction between the concentration of wuluh starfruit with different storage times had a very significant effect (P <0.01) on total bacteria, the concentration of wuluh starfruit solution significantly (P<0.05) on the level of decay, and the concentration of starfruit solution wuluh has a very significant effect (P<0.01) on the pH value. Conclusion, the interaction between the concentration of starfruit with different storage times can reduce total bacteria, but the level of decay and pH remains.
2264625230H1A015006PERANCANGAN JARINGAN AKSES FIBER TO THE HOME (FTTH) MENGGUNAKAN TEKNOLOGI GIGABIT PASSIVE OPTICAL NETWORK (GPON) DI PERUMAHAN GRIYA SATRIA BANTARSOKA PURWOKERTODewasa ini kebutuhan komunikasi semakin meningkat terutama dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Kebutuhan tersebut dapat terealisasikan dengan adanya jaringan komunikasi yang cepat dan terjamin intensitas kecepetannya tersebut. Pada masa kini di setiap tempat tentunya di butuhkan akses komunikasi yang cepat salah satu contohnya di Perumahan Griya Satria Bantarsoka Purwokerto. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka digunakan jaringan kabel serat optik yang merupakan salah satu media transmisi yang memiliki kapasitas bandwidth yang besar. Teknologi jaringan kabel serat optik yang digunakan sebagai media transmisi ini disebut juga dengan JARLOKAF (Jaringan Lokal Akses Fiber) dimana salah satu aplikasi dari JARLOKAF yang ditempatkan di Titik Konversi Optik (TKO) tepat berada di rumah pelanggan (end user) yaitu konfigurasi jaringan Fiber To The Home (FTTH). Teknologi yang digunakan dalam jaringan Fiber To The Home (FTTH) adalah teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON) sebagai standar perangkat dalam jaringan Fiber To The Home (FTTH). Perumahan Griya Satria Bantarsoka Purwokerto dipilih sebagai objek penelitian karena pada lokasi ini diperlukan peningkatan kapasitas bandwidth dengan memperhatikan parameter-parameter kelayakan jaringan akses yang baik seperti Power Link Budget, Rise Time Budget, PowerTransmit, Power Receive (Pr), jumlah traffic yang dibutuhkan, dan analisis Bit Error Rate (BER). Today, communication needs are increasing, especially in the fields of Information and Communication Technology. These needs can be realized by the existence of a fast communication network and guaranteed the speed of the speed. At present in every place, of course, you need access to fast communication, one example of which is Griya Satria Bantarsoka Residence Purwokerto. To meet these needs, fiber optic cable networks are used which is one of the transmission media that has a large bandwidth capacity. The fiber optic cable network technology used as a transmission medium is also called JARLOKAF (Local Fiber Access Network) where one application from JARLOKAF which is placed at the Optical Conversion Point (TKO) is right at the customer's home (end user), namely Fiber To The Home (FTTH) network configuration. The technology used in Fiber To The Home (FTTH) networks is a Gigabit Passive Optical Network (GPON) technology as a standard device in Fiber To The Home (FTTH) networks. Griya Satria Bantarsoka Residence Purwokerto was chosen as the object of research because at this location it was necessary to increase bandwidth capacity by paying attention to the good network access feasibility parameters such as Power Link Budget, Rise Time Budget, Power Transmission, Power Receive (Pr), the amount of traffic needed, and Bit Error Rate (BER) analysis.
2264726044G1B015013PENGARUH PENAMBAHAN NANOSELULOSA SEKAM PADI
( Oryza sativa L. ) TERHADAP KEKUATAN KOMPRESI PADA
PLAT ORTODONTI RESIN AKRILIK SELF-CURE
DENGAN METODE SPRAY-ON
Piranti ortodonti lepasan adalah alat yang digunakan untuk mengoreksi keadaan maloklusi ringan. Salah satu komponen piranti ortodonti lepasan adalah adalah basis akrilik yang saat ini telah banyak dimodifikasi dengan penambahan bahan alam untuk meningkatkan kekuatan serta ketahananya yaitu selulosa. Pada penelitian ini selulosa dari sekam padi bentuknya ditingkatkan menjadi nanoselulosa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan nanoselulosa sekam padi terhadap kekuatan kompresi resin akrilik self-cure sebagai piranti orotodonti lepasan. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian post test only control group design dan menggunakan 32 sampel dibagi menjadi 4 kelompok sampel. Kelompok 1 (nanoselulosa sekam padi 1%), kelompok 2 (nanoselulosa sekam padi 3%), kelompok 3 (nanoselulosa sekam padi 5%) dan kelompok kontrol (tanpa penambahan nanoselulosa). Hasil uji FTIR menunjukan bahwa nanoselulosa dan resin akrilik memiliki gugus fungsi yang memeuhi kualifikasi. Hasil uji TEM menunjukan bahwa nanoselulosa yang dihasilkan berbentuk whiskers berukuran 60-80 nm. Hasil uji rerata kekuatan kompresi tertinggi pada kelompok 2 yaitu 143,95 Mpa. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan adanya pengaruh penambahan nanoselulosa sekam padi terhadap kekuatan kompresi resin akrilik self-cure sebagai piranti ortodonti lepasan yaitu 0,002 (p<0,01) dan post hoc LSD menunjukkan adanya perbedaan bermakna yaitu 0,002 (p<0,01) antara kelompok 1,2,3 dengan kontrol. Simpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan dari penambahan nanoselulosa sekam padi pada resin akrilik self-cure untuk piranti ortodonti lepasan.A removable orthodontic device is a device used to correct the state of mild malocclusion. One of the components of removable orthodontic devices is the acrylic base which has now been modified with the addition of natural ingredients to increase the strength and resistance of cellulose. In this study cellulose from rice husk was increased to nanocellulose. The purpose of this study was to determine the effect of adding rice husk nanocellulose to the compression strength of the self-cure acrylic resin as a removable orotodontic device. This type of research is laboratory experimental with a post-test only control group design study design and using 32 samples divided into 4 sample groups. Group 1 (1% nanoselulose rice husk), group 2 (rice husk nanocellulose 3%), group 3 (rice husk nanoselulose 5%) and control group (without nanocellulose addition). The FTIR test results show that nanocellulose and acrylic resin have functional groups that meet the qualifications. TEM test results show that the resulting nanocellulose is in the form of whiskers measuring 60-80 nm. The highest test results of the compression strength in group 2 were 143.95 Mpa. The One-Way ANOVA test results showed the effect of adding rice husk nanocellulose to the compression strength of self-cure acrylic resin as removable orthodontic device which was 0.002 (p <0.01) and post hoc LSD showed a significant difference of 0.002 (p <0.01) between groups 1,2,3 with controls. The conclusion of this study was that there were significant differences in the effect of adding rice husk nanocellulose to the self-cure acrylic resin for removable orthodontic devices.
2264825234A1L012011Respons Pertumbuhan dan Hasil Seledri (Apium graveolens L.) pada Perlakuan Jenis Pupuk Kandang dan Kerapatan TanamanTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perlakuan jenis pupuk kandang dan kerapatan tanaman terhadap pertumbuhan dan hasil seledri (Apium graveolens L.). Penelitian dilaksanakan bulan April sampai Juni 2018 di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Indonesia. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis pupuk kandang, yaitu: pupuk kandang ayam (P1), pupuk kandang kambing (P2), dan pupuk kandang sapi (P3), dengan dosis 20 ton/ha. Faktor kedua adalah kerapatan tanaman, yaitu: 20 tanaman (K1), 25 tanaman (K2), 30 tanaman (K3) per m2. Aplikasi pupuk kadang yang berasal dari kotoran ayam, kambing dan sapi serta kerapatan tanaman 20, 25 dan 30 per m2 belum mampu meningkatkan karakter pertumbuhan dan hasil seledri. This research was carried out with the following objectives to know a response growth and yield of celery (Apium graveolens L.) by the effective treatment of the types of manure and plant density. The research was carried in Limpakuwus Village Sumbang District Banyumas, Indonesia from April until June 2018. Analysis chlorofil of celery was doing in Laboratory of Agroecology and Laboratory of Agronomy and Horticulture Faculty of Agriculture Jenderal Soedirman University Purwokerto, Indonesia. An experiment was arranged in Randomized Block Design by using 2 factors: The first factor is a variety of manure, that is chicken manure (P1), goat manure (P2), and cow manure (P3), with dose 20 ton/hectare, The second factor is the density of plants, that is 20 crops (K1), 25 crops (K2), 30 crops (K3)m-2. Characters of growth and yield celery haven't been able to improve by application of chicken manure, goat manure and cow manure and the plant density of 20, 25 and 30 crops per m2.
2264925442B1A015035KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BAWAH YANG BERKHASIAT OBAT DI CAGAR ALAM BANTARBOLANG BLOK 16-18 PEMALANG JAWA TENGAH KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BAWAH YANG BERKHASIAT OBAT DI CAGAR ALAM BANTARBOLANG BLOK 16-18 PEMALANG JAWA TENGAH Cagar Alam Bantarbolang merupakan salah satu Cagar Alam yang mempunyai struktur dan komposisi vegetasi yang khas dan kompleks. Vegetasi tersebut memiliki kekhasan sebagai vegetasi dataran rendah. Vegetasi di Cagar Alam Bantarbolang terdiri atas vegetasi pepohonan dan vegetasi tumbuhanmbawah. Beberapa jenis tumbuhan bawah ada yang berkhasiat sebagai obat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dari efek tepi Cagar Alam Bantarbolang terhadap keanekaragaman tumbuhan bawah yang berkhasiat obat dan mengetahui jenis tumbuhan bawah berkhasiat obat yang dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Cagar Alam Bantarbolang terdapat 48 jenis tumbuhan bawah yang berkhasiat obat. Jenis-jenis tumbuhan bawah berkhasiat obat tersebut terpengaruh oleh efek tepi hutan. Indeks keanekaragaman tumbuhan obat cenderung menurun sejalan dengan semakin jauhnya jarak dari tepi hutan sampai 200 m ke arah dalam hutan, sedangkan jumlah individunya cenderung semakin meningkat. Jenis tumbuhan obat yang dominan pada jarak 0 dan 50 m adalah Agerathum conyzoides (25,63% dan 33,43%), 100 m adalah Piper caducibrachteum (40,46%), 150 m adalah Piper betle (45,35%), dan 200 m adalah Stenochlaena palustris (65,18%). Namun, jenis-jenis tersebut belum dapat dikatakan dominan karena pada setiap lokasi jarak memiliki nilai indek kemerataannya relatif tinggi.Bantarbolang sanctuary is one of natural conservation which has fixed and firm the structure and composition vegetation that distinctive and complex .Vegetation has specific of as vegetation the lowlands of .Vegetation in sanctuary Bantarbolang consisting upon vegetation the growth of the trees and vegetation a family of understorey. Several species of a understorey family was who efficacious as drugs.The purpose of this research that to know the influence of from the effects of the edge of Bantarbolang sanctuary against the diversity of understorey which it was efficacious of drugs by an arizona and to knows sorts of understorey efficacious a drug that dominant. The result showed there were 48 kind of understorey which efficacious as a drugs in Bantarbolang sanctuary. The kind of understorey efficacious as a drugs affected by the effects of the forest edge. The diversity index plant drug tended to fall in line with the physical distance from the edge of the forest until 200 m in the direction in the woods, while the number of the individual tends to be increased. The understorey efficacious as a drugs are dominant in the distance 0 and 50 m is Agerathum conyzoides (25.63% and 33.43%), 100 m is Piper caducibrachteum (40.46%), 150 m is Piper betle (45.35 %), and 200 m is Stenochlaena palustris (65.18%). Nevertheless, kind of those types of understorey have not said to be dominant because at every location distance having index value evenness of relatively high.
2265025233E1A015151TINJAUAN YURIDIS PEMBERIAN HAK KEKEBALAN DAN HAK ISTIMEWA DIPLOMATIK KEPADA KELUARGA KEPALA NEGARA (Studi tentang Kasus Pemberian Kekebalan Diplomatik kepada Grace Mugabe oleh Afrika Selatan Tahun 2017)Kepala negara berhak atas kekebalan dan keistimewaan diplomatik untuk menjamin terlaksananya tugas kepala negara secara efisien. Kekebalan dan keistimewaan ini dapat berlaku juga untuk anggota keluarganya, namun dalam praktiknya sering disalahgunakan. Pada 14 Agustus 2017, Grace Mugabe, istri dari Robert Mugabe (yang saat itu masih menjabat sebagai Presiden Zimbabwe), dilaporkan telah melakukan penyerangan yang menyebabkan korban mengalami luka fisik. Saat proses penuntutan sedang berjalan, Grace Mugabe mendapat kekebalan diplomatik dari Afrika Selatan. Pemberian kekebalan diplomatik tersebut menjadi perdebatan karena Grace Mugabe datang ke Afrika Selatan tidak menggunakan paspor diplomatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan dalam hukum diplomatik mengenai pemberian kekebalan dan hak istimewa diplomatik untuk kepala negara dan anggota keluarganya serta mengetahui pengaturan hukum internasional mengenai pemberian kekebalan diplomatik oleh Afrika Selatan kepada Grace Mugabe. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus dan menggunakan metode penyajian teks naratif. Hasil penelitian penulisan ini yaitu pengaturan mengenai kekebalan dan hak istimewa diplomatik untuk kepala negara dan anggota keluarganya dapat ditemukan dalam Konvensi New York 1969 tentang Misi Khusus. Kepala negara juga mempunyai kekebalan kepala negara yang bersumber dari hukum kebiasaan internasional. Pemberian kekebalan diplomatik kepada Grace Mugabe bertentangan dengan Konvensi New York 1969 tentang Misi Khusus dan Pasal 6 (a) Undang-Undang Republik Afrika Selatan Nomor 87 Tahun 1981 tentang Kekebalan Negara-Negara Asing.The heads of State have the right to diplomatic immunities and privileges to ensure the efficient implementation of the duties of heads of State. These immunities and privileges can also apply to their family members, but in practice it is often misused. On August 14, 2017, Grace Mugabe, wife of Robert Mugabe (who was still a President of Zimbabwe), was reported to have carried out an attack that caused the victim to suffer physical injuries. When the prosecution was underway, Grace Mugabe got diplomatic immunity from South Africa. This decision has sparked widespread debate because Grace Mugabe was not traveling to South Africa on a diplomatic passport. The aims of this research are to understand the regulation in diplomatic law regarding the granting of diplomatic immunities and privileges to heads of State and their family members and to understand about international law’s regulation for the granting of diplomatic immunity by South Africa to Grace Mugabe. This research is normative juridical research with statute approach and case approach and served by descriptive narative method. The results of this research are the regulation of diplomatic immunity and privileges for heads of State and their family members can be found in the New York Convention 1969 on Special Missions. The heads of State also have the heads of State immunity which derived from international customary law. Diplomatic immunity that given to Grace Mugabe contradicts with the New York Convention 1969 on Special Missions and Article 6 (a) Republic of South Africa Foreign States Immunities Act 87 of 1981.
2265125231E1A012246IZIN LINGKUNGAN DALAM PEMANFAATAN PANAS BUMI DI WILAYAH HUTAN DENGAN FUNGSI LINDUNG GUNUNG SLAMET
(Tinjauan Yuridis Izin Lingkungan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Wilayah Hutan dengan Fungsi Lindung Gunung Slamet)
Izin lingkungan merupakan instrument penting dalam rangka pelaksanaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Khususnya dalam pemanfaatan sumber daya lingkungan hidup melalui pelaksanaan izin usaha atau kegiatan. Izin usaha atau kegiatan dimaksud di atas adalah aktivitas yang didasarkan pada dampaknya sehingga wajib Amdal atau UKL-UPL. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) WKP Baturraden menjadi sorotan berbagai pihak karena sempat membuat pencemaran air yang sangat parah di Curug Cipendok, air irigasi Andong Bang, dan irigasi Karang Tengah pada tanggal 30 September 2017 menjadi Fenomena yang menarik untuk dikaji.
Penelitian ini dilakukan dengan medote pendekatan yuridis normatif, penelitian untuk mengkaji makna dalam aturan perundang-undangan sekaligus penerapannya serta menganalisis data sekunder dan data primer hasi wawancara. Analisis data yang disajikan secara deskriptif naratif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah menyatakan PT. SAE telah melakukan prosedur yang benar seuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 2012 tentang Izin Lingkungan. Namun kenyataannya PT. SAE telah melanggar ketentuan Pasal 109 UUPPLH karena tidak memperhatikan Pasal 1 angka (35) UUPPLH dengan melakukan tahapan Prakontruksi Eksplorasi Panas Bumi sebelum adanya izin Lingkungan. PT. SAE dianggap tidak maksimal dalam melakukan implementasi kewajiban izin lingkungan yang telah dilampirkan dalam Rekomendasi izin lingkungan Nomor 660.1/BLH.II/1374 yang memuat kewajiban izin lingkungan PT. SAE.
Environmental permits are important instruments in the context of implementing environmental protection and management. Especially in the utilization of environmental resources through the implementation of business or activity permits. The business permit or activity referred to above is an activity that is based on its impact so that it is obligatory Environmental Impact Assessment (Amdal) or Environmental Management Efforts and Environmental Monitoring Efforts Form (UKL-UPL). The construction of the Baturraden Geothermal Power Plant (PLTP) was highlighted by various parties because it had made very severe water pollution in Cipendok waterfall, Andong Bang irrigation water, and Karang Tengah irrigation on September 30, 2017 an interesting phenomenon to study.
This research was conducted by using a normative juridical approach, research to examine the meaning of legislation as well as its application and analyze secondary data and primary data from interviews. Data analysis presented in descriptive narrative.
The results of the study show that the Environmental and Forestry Service Office of Central Java Province stated that PT. SAE has carried out the correct procedure according to Government Regulation Number 27 of 2012 concerning Environmental Permits. But in reality PT. SAE has violated the provisions of Article 109 UUPPLH because it does not pay attention to Article 1 number (35) of UUPPLH by carrying out the stages of Pre-Construction of Geothermal Exploration prior to the existence of Environmental permits. PT. SAE is considered not optimal in implementing environmental permit obligations that have been attached to the Recommendation for environmental permits Number 660.1 / BLH.II / 1374 which contains the environmental permit requirements of PT. SAE.
2265226046C1C015113Pengaruh Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual, Profesionalisme dan Independensi terhadap Kinerja Auditor di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik IndonesiaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, profesionalisme dan independensi terhadap kinerja auditor. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh auditor yang aktif bekerja di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan sampel berjumlah 92 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik survei dengan menyebarkan kuesioner kepada responden. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dibantu dengan software SPSS.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja auditor di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, (2) Kecerdasan spiritual berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja auditor di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, (3) Profesionalisme berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja auditor di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, (4) Independensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja auditor di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Hasil pengujian Adjusted R Square menunjukkan bahwa pengaruh kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, profesionalisme dan independensi terhadap kinerja auditor sebesar 56,8% sedangkan 43,2% dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti. Implikasi dari penelitian ini yaitu untuk dapat meningkatkan kinerja auditor di BPK yaitu (1) lebih mendalami sisi kecerdasan khususnya kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dengan mengikuti aktivitas kemanusiaan dan keagamaan, (2) lebih memahami Standar Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (SPKN) dan memahami Kode Etik Badan Pmeriksa Keuangan (BPK).
This study aims to determine the effect of emotional intelligence, spiritual intelligence, professionalism and independence on auditor performance. This type of research is a survey research. The population in this study are all auditors who are actively working in the Supreme Audit Board (BPK) of the Republic of Indonesia. The sampling technique used was simple random sampling with a sample of 92 respondents. Data collection techniques in this study used survey techniques by distributing questionnaires to respondents. Data analysis techniques in this study used multiple regression analysis assisted with SPSS software.
The results of this study indicate that: (1) Emotional intelligence has a positive and significant effect on the performance of auditors at BPK-RI, (2) Spiritual intelligence has a positive and significant effect on the performance of auditors at BPK-RI, (3) Professionalism has a positive and significant effect on the performance of auditors at BPK-RI, (4) Independence has a positive and significant effect on the performance of auditors at BPK-RI. Adjusted R Square test results show that the influence of emotional intelligence, spiritual intelligence, professionalism and independence on auditor performance by 56.8% while 43.2% can be explained by other variables not examined. The implication of this research is to be able to improve the performance of auditors in BPK, namely (1) deepening the intelligence side, especially emotional intelligence, spiritual intelligence by participating in humanitarian and religious activities, (2) better understanding of the Republic of Indonesia Financial Auditing Standards (SPKN) and understanding the Code of Ethics The State Audit Board (BPK).
2265325237C1B015037PENGARUH DAYA TARIK, KEPERCAYAAN DAN KEAHLIAN BEAUTY VLOGGER TERHADAP CITRA MEREK DAN MINAT PEMBELIAN KONSUMEN (Studi Pada Beauty Vlogger Abel Cantika Untuk Merek Maybelline)Penelitian ini merupakan studi empiris dengan judul “Analisis Pengaruh Daya Tarik, Kepercayaan dan Keahlian Beauty Vlogger Terhadap Citra Merek dan Minat Pembelian Konsumen Sudi pada Beauty Vlogger Abel Cantika untuk Merek Maybelline”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel daya tarik, kepercayaan dan keahlian beauty vlogger terhadap variabel citra merek dan minat pembelian konsumen. Populasi dalam penelitian ini adalah responden yang berumur ≥17 tahun, pernah menonton video tutorial beauty vlogger Abel Cantika dan mengetahui merek Maybelline. Sampel penelitian ini sebanyak 145 responden diambil menggunakan metode convenience sampling. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan analisis Structural Equation Modelling (SEM) menunjukkan bahwa variabel daya tarik dan kepercayaan berpengaruh terhadap citra merek, sedangkan variabel keahlian tidak berpengaruh terhadap citra merek. Dan variabel citra merek berpengaruh terhadap minat pembelian konsumen. Perusahaan Maybelline sebaiknya memprioritaskan kebijakan yang terkait dengan daya tarik beauty vlogger dan kepercayaan beauty vlogger, seperti memperkuat karakter, keahlian dan daya tarik Abel Cantika selaku beauty vlogger untuk mempromosikan merek Maybelline di YouTube, memperkuat persepsi konsumen dan penilaian positif mereka terhadap Abel Cantika selaku beauty vlogger produk merek Maybelline di YouTube. Selain itu, Maybelline sebaiknya menggunakan beauty vlogger yang berbeda-beda dari setiap segmen konsumen, agar audiens mengetahui produk dengan melihat keahlian yang berbeda dari beauty vlogger lain selain Abel Cantika agar memiliki refernsi yang berbeda juga dalam setiap pengaplikasian produk. Perusahaan Maybelline perlu untuk membuat strategi pemasaran yang berprioritas pada citra merek dari Maybelline untuk meningkatkan minat pembelian konsumen. Cara-cara tersebut dapat dilakukan dengan selalu meningkatkan kualitas, manfaat, pelayanan dan citra dari setiap produk Maybelline, sehingga ciri khas dari setiap produk Maybelline tetap melekat dengan harga yang kompetitif.

This research is an empirical study with the title "Analysis of the Effect of Attractiveness, Trustworthiness and Expertise of Beauty Vlogger on Brand Image and Consumer Purchase Intention Study in Abel Cantika Vlogger for the Maybelline Brand". This study aims to analyze the variables of attractiveness, trustworthiness and beauty vlogger expertise on the variable brand image and consumer purchase intention. The population in this study were respondents who were invited ≥17 years old, had watched the Abel Cantika tutorial video and know the Maybelline brand. The sample of this study was 145 respondents who were taken using the convenience sampling method. Based on the results of research using Structural Equation Modeling (SEM) analysis shows that the variables of attraction and trustworthiness of beauty vlogger have effect on brand image, while the expertise variable has no effect to brand image. And the brand image variable supports and has effect to the consumer purchase intention variable. The approved Maybelline company prioritizes policies related to the beauty of vlogger and vlogger beauty beliefs, such as Abel Cantika's character, expertise and attractiveness as a beauty vlogger to support the Maybelline brand on YouTube, strengthening consumers who positively rate Abel Cantika as a beauty product vlogger Maybelline brand on YouTube. In addition, Maybelline needs to use different beauty vloggers from each consumer segment, the audience can search for products by looking at the different skills of the beauty vlogger besides Abel Cantika in order to have different references for each product application. Maybelline company needs to make a marketing strategy that prioritizes the brand image of Maybelline to increase interest in consumer purchases. These methods can be done by always improving the quality, benefits, service and image of every Maybelline product, making the distinctive features of every Maybelline product stick with competitive prices.
2265425238E1A013346PENEMBAKAN SEORANG TERSANGKA DALAM PERSPEKTIF ASAS PRADUGA TAK BERSALAH (Studi di Polres Purbalingga)Penembakan Seorang Tersangka Dalam Perspektif Asas Praduga Tak Bersalah
(Studi di Polres Purbalingga)

Oleh :

Prawira Ichsan Pratama Langgeng Styo Wibowo

E1A013346

ABSTRAK

Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian mengatur bahwa penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian untuk mencegah pelaku kejahatan atau tersangka melarikan diri atau melakukan tindakan yang membahayakan anggota Polri atau masyarakat. Dalam implementasinya harus berprinsip pada Pasal 8 ayat (2) bahwa Penggunaan kekuatan dengan senjata api atau alat lain merupakan upaya terakhir untuk menghentikan tindakan pelaku kejahatan atau tersangka.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan yuridis empiris, dan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Penelitian ini dilakukan di Polres Purbalingga dengan jenis sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode wawancara langsung. Data yang terkumpul selanjutnya disusun secara sistematis dan disajikan dalam bentuk uraian yang dihubungkan antara satu dengan yang lainya, lalu disesuaikan dengan pokok permasalahan yang diteliti sebagai satu kesatuan yang utuh dan berkesinambungan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara empiris kualitatif, yaitu menjabarkan dan menafsirkan data berdasar fakta lapangan dan studi kepustakaan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penembakan seorang tersangka tidak dikatakan melanggar asas praduga tak bersalah jika memang dilakukan sesuai dengan standart operational pelaksanaan wewenang penembakan terhadap tersangka. Selain itu, pertanggungjawaban dari setiap aparat Kepolisian yang telah menggunakan kekuatan dengan kendali senjata api harus dapat dipertanggungjawabkan terhadap pengawas internal maupun eksternal.
Kata Kunci : Penembakan, Tersangka, Asas Praduga Tak Bersalah
Penembakan Seorang Tersangka Dalam Perspektif Asas Praduga Tak Bersalah
(Studi di Polres Purbalingga)


Prawira Ichsan Pratama Langgeng Styo Wibowo

E1A013346

ABSTRACT

Regulation of the Chief of the Indonesian National Police Number 1 of 2009 concerning the Use of Strengths in Actions The police (Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian). regulate that the use of force in police actions to prevent criminals or suspects from escaping or taking actions that endanger members of the Indonesian National Police or the community. In its implementation, it must be based on Article 8 paragraph (2) that the use of force with firearms or other tools is a last resort to stop the actions of criminals or suspects.

This research uses research methods with an empirical juridical approach, and descriptive analytical research specifications. This research was conducted at Purbalingga Regional Police with the types of data sources including primary data and secondary data obtained by direct interview method. The collected data is then arranged systematically and presented in the form of a description that is connected between one another, then adjusted to the subject matter under investigation as a whole and continuous unity. The analytical method used in this study was carried out in a qualitative empirical way, namely describing and interpreting data based on field facts and literature studies.

The results showed that the shooting of a suspect was not said to violate the presumption of innocence if it was carried out in accordance with the standard operational implementation of the shooting authority of the suspect. In addition, the accountability of every police officer who has used force with the control of firearms must be accountable for internal and external supervisors.

Keywords: Shooting, Suspects, Presumption of innoncence
2265524574D1E014066HUBUNGAN MODAL SOSIAL DENGAN KONFORMITAS KELOMPOK PETERNAK SAPI PERAH DI KABUPATEN BANYUMAS Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan modal sosial dengan konformitas kelompok peternak sapi perah di Kabupaten Banyumas. Sasaran penelitian adalah peternak sapi perah di Kecamatan Cilongok dan Baturaden, Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan metode survei. Penetapan sampel wilayah secara purposive sampling yaitu memilih wilayah dengan pertimbangan tertentu, yaitu wilayah yang memiliki kelompok peternak sapi perah cukup banyak. Selanjutnya, penetapan sampel kelompok secara sensus yaitu seluruh kelompok peternak sapi perah di Kecamatan Cilongok dan Baturaden. Pengambilan responden peternak diambil secara random sampling yaitu 75% dari total anggota kelompok. Jumlah responden sebanyak 57 orang. Analisis yang digunakan yaitu Analisis Deskriptif dan Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepercayaan anggota dalam kategori tinggi (70%), pengertian anggota dalam kategori sedang (68%) dan kebersamaan anggota dalam kategori rendah (53%) serta konformitas kelompok dalam kategori sedang (68%). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat antara kepercayaan dengan konformitas kelompok (0,445), antara pengertian dengan konformitas kelompok (0.101), serta antara kebersamaan dengan konformitas kelompok (0,277) peternak sapi perah di Kabupaten Banyumas. This study aims to determine the relationship of social capital with the conformity of the dairy farmers group in Banyumas Regency. The research target is dairy farmers in Cilongok and Baturaden Subdistricts, Banyumas Regency. Research that uses survey methods. Determination of area samples by purposive sampling is to select areas with particular considerations, namely areas that have a large group of dairy farmers. Furthermore, the determination of census group samples, namely the whole group of dairy farmers in the District of Cilongok and Baturaden. Retrieval of farmer respondents taken by random sampling is 75% of the total group members. The number of respondents is 57 people. The analysis used is Descriptive Analysis and Spearman Rank Correlation. The results showed that members' trust was in the high category (70%), understanding members in the medium category (68%) and togetherness of members in the low category (53%) and group conformity in the medium category (68%). The results showed that there was a strong relationship between trust and group conformity (0.445), between understanding the group conformity (0.101), and between togetherness with group conformity (0.277) dairy farmers in Banyumas Regency.
2265625239D1E014222Hubungan Persepsi dan Kebanggaan Anak Peternak dengan Minat Anak Melanjutkan Usaha Sapi Perah Orangtuanya di Kecamatan Pekuncen Kabupaten BanyumasTujuan penelitian adalah untuk mengetahui persepsi, kebanggaan dan minat anak peternak untuk melanjutkan usaha sapi perah orangtuanya di Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, serta menganalisis hubungan persepsi dan kebanggaan anak peternak dengan minat anak untuk melanjutkan usaha sapi perah orangtuanya di Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan metode survei. Pengambilan sampel wilayah secara purposive sampling yaitu pemilihan wilayah dengan pertimbangan tertentu. Selanjutnya, penetapan sampel dengan mengambil responden anak peternak diambil secara sensus, responden sebanyak 37 anak peteernak yang tinggal bersama orangtuanya. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi anak peternak termasuk dalam kategori cukup baik, kebanggaan anak peternak termasuk dalam kategori cukup bangga, dan minat anak peternak untuk melanjutkan usaha sapi perah masuk dalam kategori cukup berminat. Ada hubungan, signifikan antara persepsi anak peternak (rs= 0,43) dan kebanggaan (rs= 0,09) anak peternak dengan minat anak untuk melanjutkan usaha sapi perah.The purpose of this research to perceive perception, admiration, and farmer’s children interest in continuing the business of dairy cattle of his parents In Pekuncen subdistrict, Banyumas Distritct, along with to analyze the correlation between perception and admiration with farmer’s children interest in continuing the business of dairy cattle in Pekuncen Subdistrict, Banyumas DIstrict. The research was carried out using a survey method. The region sample was undertaken in purpose sampling towards the subdistrict which has the most population of a dairy cattle farmer in Banyumas, chosen in the Pekuncen Subdistrict. Furthermore, the respondent sample determined was undertaken in random sampling by the census over farmer’s children wholive with the parents, the respondent was 37 person. The research reported that the perception of farmer’s children isincluded in pretty well enough category and the admiration is included in fair category. The interest of farmer’s children in continuing the business of dairy cattle is included in the fair category. There was a correlation, signifies between the perception (rs= 0,43) and admiration (0, 09) with the interest of continuing the business of dairycattle.
2265725246A1L014166EFISIENSI PENGGUNAAN HARA P DAN PERTUMBUHAN
ENTRES MUTAN 3 VARIETAS TANAMAN JERUK
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pertumbuhan tiga sambungan entres mutan jeruk yang hidup dari batang bawah Siam Pontianak, (2) mengetahui efisiensi penggunaan hara P dari tiga sambungan entres mutan jeruk, (3) mengetahui interaksi antara pemupukan dan varietas jeruk. Penelitian dilaksanakan selama empat bulan, dari bulan Agustus sampai dengan Desember 2018. Penelitian bertempat di Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Wilayah Banyumas, Kebun Benih Kandeman, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama dosis pupuk AB Mix yaitu P0 (0 ml / 20 l / pohon) dan P1 (120 ml / 20 l / pohon), faktor kedua varietas jeruk yaitu V1 (Tawangmangu), V2 (Siam Pontianak), dan V3 (Rimau Gerga Lebong). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutan varietas Siam Pontianak dan Rimau Gerga Lebong mampu bergabung dengan baik dibanding mutan varietas Tawangmangu. Pertumbuhan mutan Rimau Gerga Lebong juga lebih baik dibandingkan mutan Siam Pontianak dan Tawangmangu. Mutan Rimau Gerga Lebong lebih responsif terhadap pemupukan P dibandingkan Mutan Siam Pontianak. Kenyataan ini didukung pula oleh nilai kadar P daun, serapan hara P, dan nilai Efisiensi Penggunaan Fosfor. Interaksi terjadi hanya pada persentase keberhasilan sambungan. Kombinasi terbaik yaitu pada varietas Rimau Gerga Lebong dipupuk AB Mix dengan persentase keberhasilan 90%.This study aimed to (1) determine the mutant growth of three different orange variety grafted to Siam Pontianak rootstock, (2) evaluate phosphate use efficiency of those three mutants, (3) determine the interaction between fertilization and orange varieties. The study was carried out for four months, i.e. from August to December 2018. The research farm of the Regional Seed Agency for Food and Horticulture Crops (BBTPH) is located at the Kandeman Seed Garden, Kandeman District, Batang Regency, Central Java. This research was set out in a factorial Randomized Complete Block Design with four replications. The first factor was AB Mix fertilizer dose, P0 (0 ml / 20 l / tree) and P1 (120 ml / 20 l / tree), whilts the second factor was mutant of orange variety, i.e.: V1 (Tawangmangu), V2 (Siam Pontianak), and V3 (Rimau Gerga Lebong. The results showed that Siam Pontianak and Rimau Gerga Lebong mutant was able to build graft union than Tawangmangu mutant. The growth of Rimau Gerga Lebong mutant was also better then that of Siam Pontianak and Tawangmangu mutant. Rimau Gerga Lebong mutant was more responsif to P fertilizer added than the other two mutants. Mutant Rimau Gerga Lebong had the highest value of P content, P absorbed, and Phosphorus Utilization Efficency. Interaction occurs only in the percentage of successful graft union. The best combination is in the Rimau Gerga Lebong variety fertilized by AB Mix with a 90% success percentage.
2265825196I1C015019STUDI ETNOFARMAKOGNOSI RAMUAN OBAT TRADISIONAL BERDASARKAN PENGETAHUAN LOKAL (INDIGENOUS KNOWLEDGE) MASYARAKAT KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang:. Indonesia terdiri atas berbagai etnik bangsa yang memiliki
keanekaragaman obat tradisional dari bahan alami bumi Indonesia, termasuk
tumbuhan obat. Kabupaten Banyumas memiliki keanekaragaman hayati yang
tinggi dan mempengaruhi kebudayaan pengobatan masyarakat lokal Banyumas.
Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri dan mendokumentasikan ramuan obat
tradisional menurut pengetahuan lokal masyarakat Banyumas dan mengkaji
kebenaran khasiatnya berdasarkan bukti-bukti ilmiah.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penggalian informasi
dilakukan melalui teknik wawancara dan dokumentasi. Hasil informasi yang
diperoleh dilakukan identifikasi dan dikaji literatur ilmiahnya. Penelitian ini
dilakukan di enam kecamatan di Kabupaten Banyumas selama lima bulan.
Hasil Penelitian: Penggalian informasi ramuan obat tradisional berhasil
memperoleh 43 ramuan obat tradisional, yang tersusun atas 153 komposisi dengan
56 jenis tumbuhan. Ramuan obat tradisional tersebut memiliki 17 macam khasiat
yakni sebagai ramuan untuk mengatasi demam, batuk, konstipasi, diabetes,
mengembalikan stamina tubuh, kejang demam, masuk angin, jerawat, gatal,
penyakit kulit, asam urat, flek paru, kencing batu dan cedera serta untuk ibu
setelah melahirkan. Penggunaan tumbuhan dalam komposisi ramuan obat
tradisional menurut pengetahuan lokal masyarakat kabupaten Banyumas sudah
sesuai dengan bukti-bukti ilmiah yang ada saat ini.
Kesimpulan: Sebagian besar penggunaan tumbuhan dalam ramuan obat
tradisional menurut pengetahuan lokal masyarakat Banyumas telah didukung oleh
informasi dan bukti ilmiah.
Background: Indonesia consists of various ethnic groups that have a diversity of
traditional medicines from Indonesia's natural earth ingredients, including
medicinal plants. Banyumas has a high biodiversity and it affects the medical
culture of the Banyumas local community. This study aims to explore and
document the ingredients of traditional medicine according to the local knowledge
of the Banyumas community and examine the truth of their properties based on
scientific evidence.
Methodology: This study uses a qualitative method research design. Information
gathering is done through interviewing and documentation techniques. The results
of the information obtained were carried out identification and review of literature.
This research was conducted in six sub-districts in Banyumas District for five
months.
Results: Extracting information on traditional medicinal herbs successfully
obtained 43 traditional medicinal herbs, which were composed of 153
compositions with 56 types of plants. The traditional medicinal herb has 17 kinds
of properties, namely as an ingredient for treating fever, coughing, constipation,
diabetes, restoring stamina, febrile convulsions, colds, zits, itching, skin diseases,
gout, pulmonary spots, stone urine and injuries and to mother after giving birth.
The use of plants in the composition of traditional medicinal herbs according to
the local knowledge of the Banyumas district community is in accordance with
the scientific evidence that exists today.
Conclusion: Most of the use of plants in traditional medicinal herbs according to
local knowledge of the Banyumas community has been supported by scientific
information and evidence.
2265925240D1A015095PENGGUNAAN FERMEHERBAFIT ENKAPSULASI DALAM PAKAN TERHADAP KOLESTEROL DAN KADAR LEMAK KUNING TELUR AYAM SENTUL BETINA
(THE USE OF FERMEHERBAFIT ENCAPSULATION IN FEED ON CHOLESTEROL AND FATTY CONTENT YOLK EGG IN FEMALE SENTUL CHICKENS)
Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan terhadap kolesterol dan kadar lemak kuning telur ayam sentul betina. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 60 ekor ayam sentul betina. Penelitian dilakukan dengan cara ekperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 3 ekor ayam sentul betina. Perlakuan tersebut terdiri dari R0: pakan basal/kontrol; R1 : pakan yang mengandung 2% fermeherbafit non enkapsulasi; R2 : pakan yang mengandung 2% fermeherbafit enkapsulasi; R3 : pakan yang mengandung 4% fermeherbafit enkapsulasi; R4 : pakan yang mengandung 6% fermeherbafit enkapsulasi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian kolesterol kuning telur berturut-turut R0, R1, R2, R3, R4 adalah 235,64±54,73 mg/100g; 232,04 ±34,53 mg/100g; 268,44±35,48 mg/100g; 249,73±40,98 mg/100g; 254,66±37,50 mg/100g; dan rataan kadar lemak kuning telur ayam sentul betina berturut-turut R0, R1, R2, R3, R4 yaitu 17,20±1,18 mg/dl; 16,41±1,96 mg/dl; 16,77±1,37 mg/dl; 18,37±1,11 mg/dl; 17,49±0,88 mg/dl. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan berpengaruh tidak nyata (p>0.05) terhadap kolesterol dan kadar lemak kuning telur ayam sentul betina. Kesimpulan penelitian fermeherbafit enkapsulasi sampai dengan 6% dalam pakan menghasilkan kolesterol dan lemak kuning telur ayam sentul betina yang relatif sama.


This research is aimed to knowthe use of fermeherbafit encapsulation in feed towards cholesterol and fat level of sentul chicken’s egg yolk. The material used in this study was 60 hens of sentul chicken. This research was carried by experimental that used complete randomized design (CRD). The design consisted of 4 settings and 5 replications, each replication consisted of 3 sentul chickens. Treatments consisted of R0: basal feed / control; R1: feed containing 2% fermeherbafit which is not encapsulated; R2: feed containing fermeerafit 2% encapsulation; R3: feed containing 4% fermeafaf encapsulation; R4: feed containing fermeherbafit 6% encapsulation. The data from the results of the study of yolk were obtained as R0, R1, R2, R3, R4 is 235,64±54,73 mg/100g; 232,04 ±34,53 mg/100g; 268,44±35,48 mg/100g; 249,73±40,98 mg/100g; 254,66±37,50 mg/100g; and the average fat content of the hens’ egg yolks was collected - together R0, R1, R2, R3, R4 which were 17.20±1.18 mg / dl; 16.41±1.96 mg / dl; 16.77±1.37 mg / dl; 18.37±1.11 mg / dl; 17.49±0.88 mg/dl. The results of the variance analysisshowed that the addition of fermeherbafit encapsulation in feed is proved insignificant (P> 0.05) to cholesterol and fat levels in sentul hens’ egg yolk. The conclusion of the study about the use of fermeherbafit encapsulation 6% in feed produced relatively the same cholesterol and fat level of yolk in sentul chicken.

2266025241H1D015050PREDIKSI HARGA BARANG PADA STEAM COMMUNITY MARKET MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATIONSaat ini banyak orang yang membuka bisnis jual beli aksesoris dari video game. Salah satu platform yang dapat digunakan dalam bisnis jual beli aksesoris video game adalah suatu pasar virtual yang bernama steam community market. Dalam jual beli barang, kemampuan untuk memprediksi harga barang di masa depan dapat meningkatkan keuntungan. Jaringan syaraf tiruan backpropagation biasa digunakan untuk prediksi harga barang. Data harga barang dan jumlah barang yang terjual di masa lampau digunakan sebagai masukan jaringan. Penggunaan jaringan syaraf tiruan backpropagation menghasilkan akurasi sebesar 93.18% dalam melakukan prediksi harga barang pada steam community market.Nowadays there are a lot of people opens business as video game accessory trader. Steam community market is a virtual market which can be used as platform to do video game accessory trading. Ability to predict item price in the future can raise trading profit. Backpropagation neural network is commonly used to predict price. Item price and number item sold in the past is used as the input to the neural network. Average accuration of using backpropagation neural network to predic steam community market item price is 93.18%