Home
Login.
Artikelilmiahs
25049
Update
ALI ZAENAL ABIDIN
NIM
Judul Artikel
Life History Ibu Tutik sebagai Mantan Buruh Migran Perempuan (BMP) di Desa Genikan Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Dewasa ini, banyak masyarakat yang menjadi TKI di luar negeri sekalipun dapat dikatakan hasil dari sektor pertanian cukup melimpah. Salah satunya adalah Ibu Tutik yang berasal dari Desa Genikan Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang dimana beliau satu-satunya perempuan dari desa tersebut yang bekerja menjadi BMP di luar negeri. Faktor ekonomi adalah alasan utama Ibu Tutik menjadi seorang TKI ke luar negeri dengan tujuan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi ekonomi sebelum, saat, dan setelah tidak menjadi buruh migran perempuan serta strategi yang dilakukan Ibu Tutik untuk menjaga keberlangsungan hidup keluarganya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan life history. Sasaran penelitian adalah Ibu Tutik sebagai mantan BMP di luar negeri adapun sasaran pendukung seperti keluarga, tetangga, dan kepala desa. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Untuk analisis data menggunakan analisis interaktif dengan komponen pokoknya adalah : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan yang dialami oleh Ibu Tutik sebelum menjadi BMP di luar negeri, bekerja sebagai petani yang penghasilannya hanya pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Permasalahan ekonomi tersebut yang mendorong Ibu Tutik berkeinginan bekerja menjadi BMP di luar negeri. Ibu Tutik menjadi BMP selama 12 tahun dan memberikan dampak yang signifikan, secara ekonomi beliau tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan sehari-harinya saja namun juga mampu membangun rumah, membeli kendaraan, membuka usaha industri kecil, berternak, membeli tanah, dan mampu membeli barang-barang ber-branded. Namun remitansi itu hanya sementara, dilihat dari kehidupan beliau saat tidak lagi menjadi BMP kondisinya tidak jauh berbeda dibandingkan ketika sebelum menjadi BMP. Berdasarkan kondisi tersebut, Ibu Tutik membutuhkan strategi agar dapat bertahan hidup. Strategi bertahan hidup yang dilakukannya adalah membatasi jumlah kelahiran, menabung, menekan biaya hidup dan pemanfaatan pinjaman serta memanfaatkan jaringan sosial. Perlu peningkatan skill (keterampilan/keahlian) bagi Ibu Tutik agar bisa eksis dalam kehidupan sehari-hari, karena menjadi buruh migran perempuan bukanlah jaminan untuk masa depan dari keluarga Ibu Tutik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
At present, many people who are migrant workers abroad can be said to be abundant in the agricultural sector. One of them was Mrs Tutik from the Genikan Village of Ngablak Subdistrict, Magelang District, where she was the only woman from the village who worked as a BMP abroad. Economic factors are the main reason for Mrs Tutik to become a person. Indonesian migrant workers abroad with the aim of improving family economic conditions. The purpose of this study was to determine the economic conditions before, during, and after not becoming a female migrant worker and the strategies carried out by Mrs. Tutik to maintain the survival of her family. This study uses qualitative research methods research with a life history approach. The target of the study was Mrs. Tutik as a former BMP abroad as well as supporting targets such as the family then neighbors, and the headman. Collection for data is done by in-depth interviews, observation and documentation. The data sources used are primary data and secondary data. For data analysis using interactive analysis with the main components are: data reduction, data presentation, and conclusion or verification. The results showed that the life experienced by Mrs Tutik before becoming BMP abroad, working as farmers were his earnings are just mediocre to cater a meal everyday. Tutik to work as a BMP abroad. He became a BMP for 12 years and had a significant impact. He is not only able to fulfill his daily needs but is also able to build houses, buy vehicles, open small industrial businesses, raise livestock, buy land, and is able to buy branded goods. But the remittance was only temporary, judging by his life when he was no longer a BMP, his condition was not much different than when he was BMP. Based on these conditions, Mrs. Tutik needed a strategy in order to survive. His survival strategy is to limit the number of births, save money, reduce the cost of living and use loans and utilize social networks. The need to improve(skill/expertise) foe Mrs Tutik to be able to exist in everyday life, because being a female migrant worker is no guarantee for the future of the family of Mrs Tutik.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save