Artikel Ilmiah : A1C012056 a.n. FIKRI ABDI NAUFAL

Kembali Update Delete

NIMA1C012056
NamamhsFIKRI ABDI NAUFAL
Judul ArtikelKAJIAN KELAYAKAN USAHATANI MINA PADI DI DESA ARJASARI KECAMATAN LEUWISARI KABUPATEN TASIKMALAYA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Mina padi merupakan metode pemeliharaan ikan dan padi dalam satu hamparan sawah. Penerapan sistem mina padi dapat meningkatkan produktivitas lahan sawah karena selain padi, petani juga akan mendapatkan ikan. Budidaya ikan sistem mina padi di Kabupaten Tasikmalaya umumnya dilakukan 2 sistem, yaitu penyelang dan tumpang sari bersama padi. Dengan demikian, dalam sekali siklus budidaya sistem mina padi dapat dilakukan 2 kali pemanenan ikan dan 1 kali pemanenan padi. Tujuan usahatani mina padi untuk meningkatkan pendapatan petani dan efisiensi lahan karena satu lahan menjadi sarana untuk budidaya dua komoditas yakni pertanian dan perikanan. Pada penelitian ini, komoditas padi yang dibudidayakan yaitu jenis padi Ciherang, sedangkan komoditas ikan yang dibudidayakan yaitu ikan mas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan serta kelayakan usahatani mina padi.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 7 Maret sampai 15 April 2017 di Desa Arjasari Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya dengan jumah responden 36 orang. Metode analisis yang digunakan adalah : analisis biaya, penerimaan, pendapatan dan R/C.
Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan pada usahatani minapadi sebesar Rp24.675.277,78 per 0,8 hektar atau Rp30.844.097,22 per hektar, biaya usahatani sebesar Rp13.862.945,37 per 0,8 hektar atau Rp17.328.681,71 per hektar. R/C rata-rata 1,78 lebih besar dari 1, maka usahatani minapadi yang dilakukan di Desa Arjasari kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya layak untuk diusahakan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Mina padi is a method of fish and paddy farming in one site of paddy field. The use of mina padi system might increase land productivity of paddy field because farmers can harvest paddy as well as fish. Fish farming through mina padi system in Tasikmalaya Regency is generally done in two system, which is during transition and intercropping with paddy. Thus, in one farming-cycle, mina padi system can give two times of fish harvests and one times of paddy harvest. In this study, the cultivated rice commodity is the type of Ciherang rice, while the cultivated fish commodity is carp. This study aims to determine the amount of costs, revenues and income and the feasibility of farming Mina padi.
The research method used in this study is the survey method. Data collection was carried out on March 7 to April 15, 2017 in Arjasari Village, Leuwisari District, Tasikmalaya Regency with 36 respondents. The analytical methods used are: cost analysis, revenue, income and R / C.
The results of the analysis show that the average income on mina padi farming is Rp24,675,277.78 per 0,8 hectares or Rp30,844,097.22 per hectares. Farming costs are Rp13,862,945.37 per 0.8 hectares or Rp.17,328,681.71 per hectares. The amount of R/C on average is 1.78 greater than 1, so that the farming done by the farmers at Arjasari village Leuwisari District Tasikmalaya is feasible.
Kata kunci
Pembimbing 1Ir. Pudji Hastuti P., M.P.
Pembimbing 2Ratna Satriani , S.P., M.Sc
Pembimbing 3
Tahun2019
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2019-05-16 20:43:50.947147
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.