Artikel Ilmiah : D1A015001 a.n. NELY NAILUFAR NAILATULIZZA

Kembali Update Delete

NIMD1A015001
NamamhsNELY NAILUFAR NAILATULIZZA
Judul ArtikelPENGARUH TIPE PENGOLAHAN ARES PISANG DAN KLOBOT JAGUNG TERHADAP DAYA AMBANG DAN KERAPATAN PEMADATAN TUMPUKAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh amoniasi dan fermentasi terhadap daya ambang dan kerapatan pemadatan tumpukan ares pisang dan klobot. Materi penelitian ini menggunakan ares pisang dan klobot jagung. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari ares pisang tanpa perlakuan (A1); ares pisang fermentasi (A2); ares pisang amoniasi (A3); klobot jagung tanpa perlakuan (A4); klobot jagung fermentasi (A5); dan klobot jagung amoniasi (A6). Peubah yang diamati adalah daya ambang dan kerapatan pemadatan tumpukan. Nilai rataan daya ambang pada ares pisang tanpa perlakuan, dengan perlakuan fermentasi dan amoniasi masing-masing adalah 0,955 m/detik; 0,743 m/detik; 1,220 m/detik (P>0,05). Nilai rataan daya ambang pada klobot jagung tanpa perlakuan, dengan perlakuan fermentasi dan amoniasi masing-masing adalah 1,233 m/detik; 0,718 m/detik; 0,563 m/detik (P>0,05). Nilai rataan kerapatan pemadatan tumpukan pada ares pisang tanpa perlakuan, dengan perlakuan fermentasi dan amoniasi masing-masing yaitu 0.280 g/cm3; 0.323 g/cm3; 0.335 g/cm3 (P>0,05), sedangkan nilai rataan pada klobot jagung tanpa perlakuan, dengan perlakuan fermentasi, dan amoniasi masing-masing nilai ratannya adalah 0,343 g/cm3; 0,173 g/cm3; 0,193 g/cm3 (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan fermentasi dan amoniasi dapat mempengaruhi daya ambang dan kerapatan pemadatan tumpukan tergantung dengan bahan yang digunakan.
Abtrak (Bhs. Inggris)The purpose of this study was to examine the effect of ammoniation and fermentation on the floating rate and compact specific density of banana stem and cornhusk. The material of this research is using banana stem and cornhusk. The study was conducted with experimental methods using a completely randomized design with The study was conducted with the experimental method using a completely randomized design with 6 treatments and 4 replications. The treatment was consisted of banana stem without treatment (A1); fermented banana stem (A2); ammoniated banana stem (A3); cornhusk without treatment (A4); fermented cornhusk (A5); and ammoniated cornhusk (A6). The observed variables are floating rate and compact specific density. The average value of floating rate in banana stem without treatment, with fermentation treatment and ammoniation treatment were 0.955 m/sec; 0.743 m/sec; 1,220 m/sec respectively (P>0,05), while average value of floating rate in cornhusk without treatment, with fermentation and ammoniation treatment were 1,233 m/sec; 0.718 m/sec; 0.563 m/sec respectively (P>0,05). The average value of compact specific density in banana stem without treatment, with fermentation treatment and amoniation 0.280 g/cm3; 0.323 g/cm3; 0.335 g/cm3 respectively (P>0,05), while the average value of cornhusk without treatment, with fermentation treatment, and with ammoniation treatment were 0.343 g/cm3; 0.173 g/cm3; 0.193 g/cm3 respectively (P>0,05). The conclusion of this research is the treatment of fermentation and ammoniation can affect the floating rate and compact specific density depending on the material used.
Kata kunciAres pisang, klobot jagung, amoniasi, fermentasi, daya ambang, kerapatan pemadatan tumpukan
Pembimbing 1Dr. Ir. Emmy Susanti, MP
Pembimbing 2Dr. Ir. Munasik, MP
Pembimbing 3
Tahun2019
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2019-08-14 21:46:41.300949
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.