Artikelilmiahs

Menampilkan 20.421-20.440 dari 50.108 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2042123448F1F014007MODES OF ENGAGEMENT IN ONE DAY: TWENTY YEARS, TWO PEOPLE (DAVID NICHOLLS) INTO ONE DAY FILM (LONE SCHERFIG)Penelitian ini berjudul “Modes of Engagement in One Day: Twenty Years Two People (David Nicholls) Into One Day film (lone Scherfig)”. Penelitian ini berfokus pada modes of engagement dalam novel yang berjudul One Day: Twenty Years Two People, dan One Day film yang terdiri dari tiga elemen. Element yang pertama adalah tekhnik pada film, yang kedua adalah bentuk penambahan, dan pengurangan, yang terakhir adalah sinematografi atau perbedaan tekhnik pengambilan gambar (shot) yang digunakan pada film One Day. Penelitian ini menggunakan teori adaptasi dari Linda Hutcheon. Dalam bukunya, Linda Hutcheon bertujuan mencari tahu mengapa orang-orang setuju untuk megadaptasi sebuah karya seni, mengetahui upaya mereka akan kritik sebagai hal yang sekunder dan tidak lebih bagus dari versi imajinasi atau khayalan penonton yang diadaptasi. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini bertujuan 1) menemukan modes of engagement (what), yang terdiri dari tiga elemen seperti: tekhnik, penambahan, dan pengurangan, yang terakhir sinematografi; 2) menjelaskan dan membandingkan data dari film dengan data dari novel. Selain itu, dari data analisis, peneliti menemukan beberapa elemen dalam modes of engagement (what) seperti, tekhnik yaitu tekhnik telling showing, penambahan, dan pengurangan dalam seting tempat dan tokoh-tokoh dalam One Day film dan novel One Day: Twenty Years Two People. Yang terakhir dan tak kalah penting yaitu, sinematografi atau perbedaan pengambilan gambar (shot) dalam film One Day, yang pertama adalah extrem long shot, ke dua long shot, ketiga close up, dan yang terakhir adalah bird’s eye tekhnik.This research is entitled “Modes of Engagement in One Day: Twenty Years, Two People (David Nicholls) Into One Day Film (Lone Scherfig)”. It focuses on the modes of engagement in the novel entitled One, Day: Twenty Years Two People, and One Day film that consisting three elements. The first is the technique of the film the second is addition, and deletion form, the last is the cinematography or the different shot that applied in the One Day movie. The following research deals with film adaptation theory by Linda Hutcheon. In her book, Linda Hutcheon wants to find out why anyone would agree to adapt a work, knowing their efforts would like be scorned as secondary and inferior to the adapted text or audiences’s own imagination version. Qualitative method used in this research aims 1) to find the modes of engagement (what) consisting three elements such as, the technique, deletion, and addition, last is the cinematography depicted in One Day film; 2) to explain and compare the data from the film with data from the novel. Moreover, from the data analysis, the researcher found some elements in modes of engagement (what) such as the technique which is telling showing technique, second data is addition, and deletion in the setting of place and charaters in the movie and the novel. The last but not least is the cinematography or the different shot in One Day movie. There are four cinematography techniques found in One day movie first is the extrem long shot, second is long shot, third is close up, and the last is bird’s eye technique.
2042223458F1D014001RELASI BIROKRASI DAN KORUPSI : STUDI KASUS SUAP IJON DI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2016-2017Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pola suap ijon dan dinamika birokrasi korupsi dalam kasus suap ijon di Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen tahun 2016-2017, serta menjelaskan faktor kontekstual pendorong terjadinya kasus ijon di Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif strukturalis dan paradigma non-positivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa terjadinya suap ijon melibatkan elemen kekuasaan eksekutif, legislatif, dan pengusaha. Kasus bermula saat terjadinya pembahasan kesepakatan uang Pokok Pikiran di DPRD Kebumen. Pokok Pikiran DPRD yang sejatinya merupakan tugas dan fungsi parlemen untuk menjaring aspirasi masyarakat menjadi ‘alat bancakan’ anggota dewan untuk berusaha mencuri uang dalam APBD-Perubahan Tahun 2016. Kesepakatan antara Bupati, Sekretaris Daerah, DPRD untuk nilai Pokir adalah Rp 1.950.000.000 yang dimasukan ke dalam anggaran Dinas Pendidikan Kebumen. Uang tersebut nantinya akan dimintai fee sebesar 5-10% oleh anggota dewan kepada pengusaha yang ingin menggarap proyek. Dinamika kasus terus berlanjut sampai membuka keterlibatan Bupati Kebumen dalam kasus gratifikasi dari pembagian jatah proyek kepada orang dekatnya. Faktor kontekstual yang terjadi antara lain birokrasi korup, krisis pengkaderan partai politik dan biaya politik yang tinggi, adanya anggota LSM ‘tukang’ dan sosok Hartoyo yang sudah disiapkan oleh KPK. Kasus suap ijon Dinas Pendidikan merupakan gambaran dari upaya korupsi yang dilakukan oleh elemen kekuasaan untuk mencuri uang negara.This research article aims to explain the pattern of bribery and bureaucratic corruption dynamics ijon in ijon bribe case in Kebumen District Office of Education 2016-2017 year, as well as explaining the contextual factors in ijon in case of occurrence of a driving Service Kebumen Regency Education. By using qualitative methods and approach of case studies in the frame of the perspective of structuralist and non-positivism paradigm, the results of the study revealed that the occurrence of bribery involving ijon element of executive power, legislative, and entrepreneurs. The case began in the wake of a discussion agreement money unifier in the Local Parliament Kebumen. The principal mind of legislative tasks and functions of parliament to raise the aspirations of societies into 'tools' board members to try to steal the money in their budgets change year 2016. Agreement between the governors, legislators, Regional Secretary for the value of Pokir is Rp 1.95 billion being entered into the budget of the Office of education Kebumen. The money will be subject to fee of 5-10% by Council members to entrepreneurs looking to develop this project. The dynamics of the case continued until the opening of the regent's involvement in the case of gratuities from Kebumen Division ration projects to people nearby. Contextual factors that occur among other corrupt bureaucracy, political party cadre crisis and high political costs, the existence of NGOs 'The Plumbers' and figure Hartoyo already prepared by the Corruption Eradication Commission. Cases of bribery ijon Department of Education is a picture of attempts of corruption committed by elements of the power to steal state money.
2042323447F1F014059SIGNIFYING COLORS IN BLUE IS THE WARMEST COLOR BY JULIE MAROHPenelitian ini berjudul “Signifying Colors in Blue is the Warmest Color by Julie Maroh” bertujuan untuk mengetahui bagaimana warna menandakan sesuatu pada novel grafis yang dibuat oleh Julie Maroh berjudul Blue is the Warmest Color. Untuk mendapatkan tujuan penelitian, teori semiotik Pierce yang merupakan karakteristik dari tanda akan digunakan sebagai teori utama. Serta, teori warna digunakan untuk menganalisis arti warna pada novel grafis milik Maroh. Di samping itu, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam menganalisis data karena data pada penelitian ini tidak berhubungan dengan nomor dan hitungan. Data utama adalah novel grafis berjudul Blue is the Warmest Color oleh Julie Maroh dalam edisi bahasa Inggris yang telah diterjemahkan oleh Ivanka Hahnenberger. Karena itu, hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa makna warna pada novel graphis milik Maroh selalu berkaitan dengan tokoh utama bernama Clementine. Warna-warnanya menandakan perasaan Clementine melalui tiga poin yaitu tokoh (rambut, tangan, dan baju), simbolisme (diari) dan graphic weight. Warna biru pada bagian-bagian tertentu dari tubuh tokoh pendukung memiliki makna yang sama yaitu daya tarik bagi Clementine (tokoh utama); sementara rambut kuning menggambarkan perasaan cemas Clementine dalam menghadapi masalahnya dengan Emma. Selain itu, warna biru di buku harian membuat Clementine merasa tenang meskipun Ia memiliki banyak masalah. Kemudian, graphic weight menunjukkan jika warna biru adalah warna bahagia untuk Clementine.The research entitled “Signifying Colors in Blue is the Warmest Color by Julie Maroh” aims to figure out how do colors signify in Julie Maroh’s graphic novel Blue is the Warmest Color. In order to get the research objective, Pierce’s semiotic theory which is the characteristics of sign are used as the main theory. Moreover, the colors theory is used to support the analysis of the colors meaning in Maroh’s graphic novel. Besides, this research used qualitative method in analyzing the data since the data is not dealing with counting and numbers. The primary data is a graphic novel entitled Blue is the Warmest Color by Julie Maroh in English languange edition that has already translated by Ivanka Hahnenberger. Consequently, the result of this research shows that the meaning of colors in Maroh’s graphic novel always related to the main figures named Clementine. The colors signify Clementine’s feeling through three points which are figures (hair, hands, and clothes), symbolism (diary) and graphic weight (color). The blue color on the specific parts of the supporting figure’s body has a same meaning which is an attraction feeling for Clementine (main figure); while the yellow hair depicts the anxiety feeling of Clementine in facing her problem with Emma. Besides, the blue color in the diary makes Clementine feels serene even though she has a lot of problems. Then, the graphic weight shows if the blue color is a happy color for Clementine.
2042423457A1L014131 PENGARUH PUPUK NZEO-SR DAN SULFUR TERHADAP
KANDUNGAN K, S TANAH, SERAPAN S DAN HASIL BAWANG MERAH VARIETAS BIMA BREBES PADA INCEPTISOL
Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi bagi masyarakat dan sedang dipacu produksinya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi nasional. Pupuk NZeo-SR dan sulfur diberikan untuk meningkatkan unsur hara dalam tanah dan produksi bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh pupuk NZeo-SR dan sulfur terhadap kandungan K-total, K-tersedia, S-total, S-tersedia tanah, serapan S dan hasil bawang merah, (2) pengaruh kombinasi pupuk NZeo-SR dan sulfur terhadap kandungan K-total, K-tersedia, S-total, S-tersedia tanah, serapan S dan hasil bawang merah Varietas Bima Brebes pada Inceptisol. Penelitian ini merupakan penelitian pot dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian UNSOED menggunakan tanah Inceptisol. Analisis pupuk, tanah dan jaringan tanaman di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, UNSOED pada bulan Februari sampai Juli 2018. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk NZeo-SR yang terdiri dari N0, N1, N2 dan N3 dengan dosis 0, 100, 200 dan 300 kg NZeo-SR/ha. Faktor kedua adalah dosis sulfur yang terdiri dari S0, S1, S2 dan S3 dengan dosis 0, 25, 50 dan 75 kg S/ha. Variabel yang diamati adalah pH H2O, DHL, K-total, K-tersedia, S-total, S-tersedia, serapan S dan hasil bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk NZeo-SR dan sulfur dapat menurunkan pH H2O, namun dapat meningkatkan DHL, K-total, K-tersedia, S-tersedia dan S-total tanah. Pupuk NZeo-SR dapat meningkatkan bobot basah dan bobot kering umbi. Kombinasi perlakuan NZeo-SR dan sulfur dapat menurunkan serapan S umbi bawang merah. Kombinasi perlakuan antara pupuk NZeo-SR dan sulfur berpengaruh sangat nyata terhadap pH H2O, DHL, K-total, K-tersedia, S-total, S-tersedia tanah dan serapan S bawang merah. Shallots are one of the horticultural commodities that have high economic value for the community and are being boosted by production to suffice national consumption needs. NZeo-SR and sulfur fertilizers are given to increase nutrients in the soil and shallot production. This study aims to determine: (1) the effect of NZeo-SR fertilizer and Sulfur on K-total, S-available, S-total, S-available soil content, S uptake, and shallot yield, (2) NZeo-SR and sulfur fertilizer interactions on K-total, K-available, S-total, S-available soil content, S uptake, and shallot yiel. This research was a pot research conducted at the Screen House of Faculty of Agriculture, UNSOED using Inceptisol soil. Analysis of fertilizer, soil, plant tissue was done at Soil Science Laboratory of Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from February to July 2018. Experimental design used was Randomized Complete Group Factorial design with two factors and three replications. The first factor is the NZeo-SR fertilizer doses consisting of N0, N1, N2 and N3 with a dose of 0 kg NZeo-SR/ha, 100 kg NZeo-SR/ha, 200 kg NZeo-SR/ha, 300 kg NZeo- SR/ha. The second factor is the doses of sulfur consisting of S0, S1, S2 and S3 with a dose of 0 kg S/ha, 25 kg S/ha, 50 kg S/ha, 75 kg S/ha. The variables observed were pH H2O, EC, K-totat, K-available, S-total, S-available, S uptake, and shallot yield. The results showed that the application of NZeo-SR fertilizer and sulfur could reduce the pH of H2O, K-total, K-available but could increase DHL, S-available and S-total soil. NZeo-SR fertilizers can increase the fresh weight and dry weight of blubs. The interaction between NZeo-SR and sulfur fertilizers can reduce S uptake. The interaction between NZeo-SR and sulfur fertilizers had a very significant effect on pH H2O, DHL, K-total, K-available, S-total, available S-soil and shallot S uptake.
2042534451L1A017035Laju Eksploitasi Spesies Asli Ikan Gabus (Channa striata, Bloch 1793) Di Waduk Pb. Soedirman Banjarnegara, Jawa TengahIkan gabus (Channa striata, Bloch. 1793) merupakan salah satu ikan spesies asli yang hidup di Waduk PB. Soedirman. Jaring yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jaring insang. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui laju eksploitasi dan nilai mortalitas dan aspek pertumbuhan spesies asli ikan gabus (Channa striata Bloch, 1793) di Waduk PB. Soedirman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei, dengan teknik pengambilan yaitu teknik purposive random sampling dan dianalisis dengan FISAT II. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan November, April, dan Juni 2021. Hasil penelitian ini diperoleh tangkapan ikan gabus jantan 47 ekor dan betina 17 ekor, dengan ukuran panjang ikan gabus jantan 18-42,4 cm, dan berat 2,57-587 g, sedangkan ikan gabus betina memiliki ukuran panjang 24,5-52 cm dan berat 24,5-1269 g. Hubungan panjang berat ikan gabus jantan yaitu W = 146.9178 dan betina W = 291.936. Hasil perhitungan terhadap nilai b dan faktor kondisi ikan gabus jantan yaitu 2,4575; 1,218 dan betina 3,0826; 1,221. Laju pertumbuhan ikan gabus jantan yaitu Lt = 48.3 (1-e-1.5(t+0.01)) dan betina Lt = 54.6(1-e-0.51(t+0.02)). Hasil yang didapatkan nilai panjang maksimum (Lꚙ) ikan gabus jantan yaitu 48.3 dan betina 54.6, sedangkan nilai koefisien pertumbuhan (K) yang diperoleh ikan gabus jantan yaitu 1.5 dan betina 0.51. Untuk nilai mortalitas total, mortalitas alami, dan mortalitas penangkapan ikan gabus yaitu (1,78), (1,4), dan (0,38). Laju eksploitasi ikan gabus 0,21 Sedangkan Kulitas air dalam Waduk PB. Soedirman masih dalam kondisi yang layak bagi habitat ikan gabus.Snakehead fish (Channa striata, Bloch. 1793) is one of the native species of fish that lives in the PB Reservoir. Sudirman. The nets used in this study are gill nets. The purpose of this study was to determine the rate of exploitation and the value of mortality and aspects of the growth of the native species of snakehead fish (Channa striata Bloch, 1793) in the PB Reservoir. Sudirman. The method used in this study is a survey method, with a sampling technique that is purposive random sampling and analyzed by FISAT II. This research was carried out in November, April, and June 2021. The results of this study obtained that 47 male snakehead fish and 17 female snakehead fish caught, with male snakehead fish length 18-42.4 cm, and weight 2.57-587 g, while the female snakehead fish has a length of 24.5-52 cm and a weight of 24.5-1269 g. The relationship between length and weight of male snakehead fish is W = 146.9178 and female W = 291.936. The results of the calculation of the value of b and the condition factor of the male snakehead fish are 2.4575; 1.218 and 3.0826 females; 1,221. The growth rate of male snakehead fish is Lt = 48.3 (1-e-1.5(t+0.01)) and female Lt = 54.6(1-e-0.51(t+0.02)). The results obtained that the maximum length value (Lꚙ) of male snakehead fish was 48.3 and female was 54.6, while the growth coefficient value (K) obtained by male snakehead fish was 1.5 and female was 0.51. The values for total mortality, natural mortality, and fishing mortality of snakehead fish are (1.78), (1.4), and (0.38). The exploitation rate of snakehead fish is 0.21. While the quality of water in the PB Reservoir Sudirman is still in proper condition for the snakehead fish.
2042625758D1A015142NILAI PH DAN TOTAL BAKTERI DAGING AYAM BROILER YANG DIRENDAM EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.)Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dan taraf konsentrasi perendaman daging ayam broiler dalam ekstrak bunga rosella terhadap pH dan total bakteri. Penelitian dilaksanakan tanggal 8 sampai 15 April 2019 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan daging ayam broiler bagian dada, bunga rosella, larutan buffer pH 7, media NA, aquadest. Metode penelitian yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan perendaman selama 30 menit yaitu P0=kontrol , P1=ekstrak bunga rosella 5 % , P2=ekstrak bunga rosella 10 %, P3=ekstrak bunga rosella 15 %, P4=ekstrak bunga rosella 20 %, diulang 4 kali. Peubah yang diukur pH dan total bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman ekstrak bunga rosella berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH dan total bakteri. Rataan pH daging adalah 6,73 (P0); 6,27 (P1); 6,12 (P2); 5,97 (P3) dan 5,70 (P4), rataan total bakteri adalah 21,8 x 105 cfu/g (P0); 11,4 x 105 cfu/g (P1); 9,7 x 105 cfu/g (P2); 8,3 x 105 cfu/g (P3) dan 7,9 x 105 cfu/g (P4). Kesimpulan, semakin meningkat konsentrasi perendaman ekstrak bunga rosella sampai 20 % masih mampu menurunkan pH dan junlah total bakteri daging ayam broiler.The aim of the study was to determine the effect and level of concentration of soaking broiler chicken in rosella flower extract on pH and total bacteria. The research was conducted on 8 to 15 April 2019 at the Laboratory of Animal Product Technology, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The material used is breast broiler meat, rosella flower , pH 7 buffer solution, NA media, aquadest. The research method used Completely Randomized Design (CRD) with 5 immersion treatments for 30 minutes namely P0=control, P1=rosella flower extract 5%, P2=rosella flower extract 10%, P3=15% rosella flower extract, P4=flower extract 20% rosella, repeated 4 times. Variables measured by pH and total bacteria. The results showed that soaking rosella flower extract had a very significant effect (P <0.01) on pH and total bacteria. The average pH of meat were 6.73 (P0); 6,27 (P1); 6.12 (P2); 5.97 (P3) and 5.70 (P4), the total bacterial average were 21.8 x 105 cfu/g (P0); 11.4 x 105 cfu/g (P1); 9.7 x 105 cfu/g (P2); 8.3 x 105 cfu/g (P3) and 7.9 x 105 cfu/g (P4). Conclusion, the increasing concentration of soaking of rosella flower extract to 20% was still able to reduce pH and the total amount of bacteria in broiler chicken meat.
2042723450E1A013256PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENGGUNA JASA ANGKUTAN UDARA DALAM HAL TERJADI KEHILANGAN BARANG DI DALAM BAGASI PESAWAT BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
(STUDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 1317K/Pdt.Sus-BPSK/2017)
Perlindungan Hukum terhadap konsumen pengguna suatu barang dan/atau jasa masih sangatlah lemah di Indonesia. Perlindugan Hukum terhadap konsumen sendiri padahal sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, tetapi tidak jarang konsumen merasa dirugikan atas penggunaan barang dan/atau jasa yang diberikan oleh pelaku usaha. Skripsi ini akan membahas bagaimana pelaksanaan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dalam kasus yang terjadi apabila seorang konsumen merasa dirugikan setelah mengkonsumsi barang dan/atau jasa yang diberikan oleh pelaku usaha yaitu kehilangan barang di dalam bagasi pesawat.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian Yuridis Normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analitis. Pengumpulan data melalui Studi Kepustakaan yang dilakukan di Pusat Informasi Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Jendral Soedirman. Data diuraikan dalam bentuk Teks Naratif secara Sistematis. Metode analisis data yang digunakan adalah Normatif Kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan putusan hakim, Mahkamah Agung Nomor 1317K/Pdt.Sus-BPSK/2017 menyatakan bahwa PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk bersalah karena telah melanggar hak konsumen yang diatur dalam Pasal 4 huruf (a) dan (h) bedasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Hakim juga menghukum PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk membayar kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian atas kehilangan barang bagasi tercatat milik Mahsin tersebut.
Legal protection for consumers who use goods and / or services is still very weak in Indonesia. Legal protection against consumers even though it has been regulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, but it is not uncommon for consumers to feel disadvantaged over the use of goods and / or services provided by business actors. This thesis will discuss how the implementation of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection in cases that occur when a consumer feels aggrieved after consuming goods and / or services provided by the businessman, namely loss of goods in the baggage of the aircraft.

This study uses the Normative Juridical research method with a legislative approach and analytical approach. Data collection through Literature Studies conducted at the Scientific Information Center of the Faculty of Law, General Sudirman University. Data is described in the form of Systematic Narrative Text. The data analysis method used is Qualitative Normative.

The results of the study show that based on the judge's decision, the Supreme Court Number 1317K / Pdt.Sus-BPSK / 2017 states that PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk is guilty of violating consumer rights regulated in Article 4 letters (a) and (h) based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. The judge also sentenced PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk pays compensation, compensation and / or reimbursement for the loss of the carrying luggage of Mahsin.
2042823451E1A014143PERKAWINAN DI BAWAH UMUR
(Tinjauan Yuridis terhadap Penetapan Pengadilan Agama Cianjur Nomor 1761/Pdt.P/2017/PA.Cjr)

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan telah mengatur berbagai aturan mengenai perkawinan demi tercapainya tujuan dilakukannya perkawinan, namun pembuat undang-undangpun memberikan celah untuk menyimpangi beberapa aturan seperti ketentuan Pasal 7 ayat (1) yang mengatur batasan usia melangsungkan perkawinan, yaitu Pasal 7 ayat (2). Pasal 7 ayat (2) merupakan pengecualian umur yang sudah ditetapkan dan secara jelas Pasal 7 ayat (2) membenarkan kemungkinan melakukan dispensasi terhadap usia perkawinan, seperti salah satu perkara yang terjadi di Pengadilan Agama Cianjur dengan Nomor Perkara : 1761/Pdt.P/2017/PA.Cjr.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan Hukum Hakim dalam mengabulkan permohonan perkawinan di bawah umur terhadap Penetapan Pengadilan Agama Cianjur Nomor 1761/Pdt.P/2017/PA.Cjr. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, Spesifikasi penelitian preskriptif analisis, metode pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi, metode analisis data normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa hakim dalam melakukan pertimbangannya mendasarkan pada Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, kaidah Islam (hifz al-hurmah), Hadits Nabi (HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400), Pasal 8 dan 9 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo. Pasal 39 Kompilasi Hukum Islam. Menurut peneliti hakim dalam melakukan pertimbangannya tidak selalu mengutamakan untuk menghindari kemadharatan saja, melainkan juga mempertimbangkan manfaat setelah melangsungkan perkawinan sesuai dengan tujuan perkawinan.


Kata Kunci : Perkawinan, Dispensasi Kawin.
UNDERAGE MARRIAGE
(Juridical review of the determination of the Cianjur Religious Court Number 1761 / Pdt.P / 2017 / PA.Cjr)
By: Muhammad Ilham Yunus
NIM: E1A014143

ABSTRACT
Act Number 1 of 1974 concerning Marriage has regulated various rules regarding marriage in order to achieve the goal of marriage, but the legislators also provide a loophole to deviate from several rules such as the provisions of Article 7 paragraph (1) which regulate the age limit for marriage, namely Article 7 paragraph (2). Article 7 paragraph (2) is an exception for the age that has been determined and clearly Article 7 paragraph (2) justifies the possibility of doing dispensation for the age of marriage, such as one of the cases that occurred in the Cianjur Religious Court with Case Number: 1761 / Pdt.P / 2017 /PA.Cjr.
The problem in this study is how Judges' Legal considerations in granting underage marriage requests towards the Determination of the Cianjur Religious Court Number 1761 / Pdt.P / 2017 / PA.Cjr. The approach method that used in this study is a normative juridical approach, the specification of prescriptive analysis research, the method of collecting literature study data with inventorize, the method of qualitative normative data analysis.
The results of the research showed that the judges doing their considerations based on Article 7 paragraph (2) of Act Number 1 of 1974 concerning Marriage, Islamic rules (hifz al-hurmah), Hadith of the Prophet (HR Bukhari number 5065 and Muslimah Number 1400) , Articles 8 and 9 of Act Number 1 of 1974 jo. Article 39 Compilation of Islamic Law. According to the researcher of judge, in order doing their considerations, they did not always prioritize avoiding something that is not profitable, but also considered the benefits of having married according to the purpose of marriage.

Keywords: Marriage, Marriage Dispensation.
2042923452E1A114023PERANAN PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL OTORITAS JASA KEUANGAN DALAM PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PERBANKANPERANAN PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL OTORITAS JASA KEUANGAN DALAM PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PERBANKAN
(Studi Di Otoritas Jasa Keungan Pusat)
Oleh :
PUTRI HERNAWATI
E1A114023
ABSTRAK
Perbankan sangat mempengaruhi kegiatan ekonomi suatu negara. Kegiatan usaha yang dilakukan oleh bank yang semakin banyak, berdampak pula pada banyaknya kesempatan yang akan timbul yang memungkinkan seseorang atau sekelompok orang untuk melakukan perbuatan melawan hukum terhadap dunia perbankan. Penanggulangan tindak pidana perbankan dilakukan dengan bantuan Penyidik Pegawai Negeri Sipil selanjutnya disebut PPNS, dari Lembaga OJK. Kewenangan penyidikan yang dimiliki oleh PPNS OJK diatur dalam Pasal 49 ayat (3) UU No 21 Tahun 2011 tentang OJK yaitu penyidikan terhadap semua tindak pidana yang menyangkut jasa keuangan seperti sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Otoritas Jasa Keuangan dalam melakukan penyidikan terhadap tindak pidana perbankan.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah metode pendekatan Yuridis Sosiologis. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer yang masing – masing bersumber atau diperoleh dari wawancara dan studi kepustakaan, serta metode analisis data menggunakan kualitatif.
Peranan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Otoritas Jasa Keuangan dalam melakukan penyidikan terhadap tindak pidana perbankan adalah melaksanakan/melakukan serangkaian penyidikan yang tidak berbeda dengan Penyidik Polri, namun wewenang PPNS Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terbatas oleh undang-undang dalam melakukan penyidikan.

Kata Kunci : Peranan PPNS, Tindak Pidana Perbankan, Otoritas Jasa Keuangan
THE ROLE OF CIVIL SERVANT INVESTIGATORS OF THE FINANCIAL SERVICES AUTHORITY IN THE INVESTIGATION OF BANKING CRIME
(Study On The Central Financial Services Authority)
By :
PUTRI HERNAWATI
E1A114023
ABSTRACT
Banking greatly affects the economic activities of a country. Business activities carried out by the growing number of banks, have an impact on the number of opportunities that will arise that allows an individual or a group of people to do in tort against the banking world. Tackling of banking crime is performed with the help of the civil servant investigators, hereinafter referred to as the CSI. The powers of investigation which are owned by FSA investigator regulated in article 49 paragraph (3) of Law No. 21 Year 2011 about FSA which is the investigation of all criminal acts relating to financial services as set in the banking sector, capital market, insurance, pension funds, financing institutions. The purpose of this research is to know the role of civil servant Investigators of the financial services authority in the conduct of the investigation against banking crime.
The method of the approach used in this research is the Juridical Sociological approach. The data used are secondary data and primary data that each is obtained from the field and library, and this research is using qualitative method for the analysis.
The role of the Civil Servant Investigators of the Financial Services Authority in the conduct of the investigation against the banking crime is implementing/doing a series of investigation which does not differ with the police investigators, but the authorities of the Civil Servant Investigators of the Financial Services Authority (FSA) are limited by law in conducting the investigation.

Key words: Role of Civil Servant Investigators, Banking Crime, Financial
Services Authority
2043026176E1A015046IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KEWAJIBAN MEMBAYAR PAJAK RUMAH KOS DI KABUPATEN BANYUMAS (STUDI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS NOMOR 22 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK DAERAH)IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KEWAJIBAN MEMBAYAR PAJAK RUMAH KOS DI KABUPATEN BANYUMAS
(STUDI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS NOMOR 22 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK DAERAH)
Oleh:
RAMITA RATIH MARANTI
E1A015046
ABSTRAK
Perolehan Pajak Rumah Kos sebagai salah 1 (satu) dari 11 (sebelas) objek pajak daerah yaitu Objek Pajak Hotel menjadi salah satu penyumbang bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Banyumas. Kebijakan kewajiban membayar Pajak Rumah Kos yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas terhadap Pajak Rumah Kos berupa Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 1 tahun 2011 Tentang Pajak Daerah. Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Banyumas sebagai lembaga pemungut pajak daerah dibentuk untuk melakukan pengelelolaan terhadap pajak daerah di Kabupaten Banyumas. Adapun tujuan dari penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan kewajiban membayar pajak rumah di Kabupaten Banyumas beserta hambatannya.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian adalah Deskriptif, sumber data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer, metode pengumpulan data adalah studi kepustakaan dan wawancara, serta metode analisis data menggunakan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kewajiban pembayaran pajak rumah kos sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. BKD sendiri dalam melaksanakan tugasnya tentu tidak berjalan dengan mulus. Terdapat beberapa hambatan yang dialami oleh BKD Kabupaten Banyumas. Hambatan tersebut dapat dibagi menjadi hambatan internal dan hambatan eksternal. Hambatan internal terdiri dari keterbatasan personil yang dimiliki oleh BKD Kabupaten Banyumas untuk mengurusi 10 (sepuluh) objek pajak daerah di Kabupaten Banyumas. Hambatan eksternal terdiri dari banyaknya pemilik rumah kos yang tinggal tidak satu tempat dengan rumah kosnya, dan kurangnya kesadaran diri pemilik rumah kos untuk mendaftarkan diri dan membayar pajak rumah kos.
ABSTRACT

THE IMPLEMENTATION OF THE POLICY OF THE OBLIGATION BOARDING HOUSE TAX IN BANYUMAS
(REGULATORY STUDIES OF THE LOCAL GOVERNMENT REGULATION OF BANYUMAS NUMBER 22 YEAR 2016 CONCERNING THE SECOND ALTERATION OF THE LOCAL GOVERNMENT REGULATION OF BANYUMAS NUMBER 1 YEAR 2011 CONCERNING LOCAL TAX)

BY:

RAMITA RATIH MARANTI


E1A015046

The Aquisition of Boarding House Tax as one of eleven Local Taxes Object becomes one of contributor to Locally-Generated Revenue of Banyumas (PAD). The policy of the obligation boarding house tax issued by Local Government of Banyumas to Boarding House Tax in the form of The Local Government Regulation Of Banyumas Number 22 Year 2016 Concerning The Second Alteration Of The Local Government Regulation Of Banyumas Number 1 Year 2011 Concerning Local Tax. Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Banyumas as the collector instutitution of local tax was formed to manage local taxes in Banyumas. The purpose of this thesis research is to determine the implementation of the obligation Boarding House Tax and its obstacles.
The research method used is normative juridical, research specifications are descriptive, the data sources used are secondary data and primary data, data collection methods are library studies and interviews, as well as qualitative data analysis methods.
The results of the study shows that the implementation of the obligation Boarding House Tax is in accordance with applicable regulation. while BKD was working their jobs it did not went so well. There are some obstacles which BKD had. Those obstacles can be divided into internal obstacles and external obstacles. Internal obstacle consists of the limitation of employee which BKD has to working on eleven local taxes in Banyumas. External obstacles consists of many owners of boarding houses are not living in the same area with their boarding houses and the less of self-awareness of owners of boarding houses to register their self and pay the tax.
2043123455F1F013026A SEMANTIC ANALYSIS OF MEANING IN TOYOTA CAR SLOGANS
IN INDONESIA
Penelitian ini berjudul ““A Semantic Analysis of Meaning in Toyota Car Slogans in Indonesia” bertujuan untuk : (1) menjelaskan tipe makna yang digunakan pada slogan mobil Toyota dengan menggunakan teori makna Leech (1981), (2) untuk menemukan fungsi makna yang digunakan pada slogan mobil Toyota. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data yang terdiri dari 18 slogan yang diambil dari website resmi Toyota. Data terbagi menjadi 3 tipe makna: makna konseptual, makna konotasi, dan makna afektif. Hasil dari penelitian ini yang pertama ialah, tipe makna paling dominan yaitu makna konseptual, yang ditemukan pada 9 slogan (50%). Kemudian, makna afektif ditemukan dalam 8 data (44,5%). Makna konseptual adalah sebuah tipe makna yang berasal dari pikiran logika kita. Kedua, fungsi makna paling dominan yang ditemukan pada penelitian ini adalah makna konseptual. Fungsi dari makna konseptual ialah untuk menyampaikan ide yang menjelaskan arti sesungguhnya dari suatu kata seperti pada kamus. Makna konseptual menjadi makna paling dominan dalam penelitian ini karena Toyota ingin menekankan pesan dari suatu slogan kepada konsumen dengan jelas.
This research entitled “A Semantic Analysis of Meaning in Toyota Car Slogans in Indonesia” aims to: (1) describe the types of meanings applied in Toyota Car Slogans by using Leech theory (1981), (2) To find out the functions of meanings applied in Toyota Car Slogans. This research applies descriptive qualitative method to analyze the data consisting of 18 slogans, which are retrieved from the official website of Toyota. The data are divided into 3 types of meanings: conceptual meaning, connotative meaning, and affective meaning. The results of this research are first, the most dominant type of meaning is conceptual meaning, which is found out in 9 slogans (50%). Then, there is affective meaning which is found out in 8 data (44,5%). The conceptual meaning is a meaning coming from our logic. Second, the most dominant functions of meaning which is found out in this research is conceptual meaning. The function of conceptual meaning is used to convey ideas in order to describe the word literally as in dictionary. The conceptual meaning becomes the most dominant type in this research because Toyota car wants to emphasize the message of the slogan to the customer clearly.
2043225759E1A115067PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BERDASARKAN PASAL 74 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DI PT. BANK SAHABAT SAMPOERNA JAKARTA SELATANPembangunan dalam negara bukan hanya semata tugas bagi pemerintah, ada pula peran dari berbagai sektor yaitu salah satunya adalah perusahaan. Perusahaan mempunyai peran penting dalam meningkatkan pembangunan dan perekonomian nasional yang sedang dilaksanakan karena dapat menimbulkan banyak dampak positif. Namun di sisi lain, kegiatan perusahaan tidak lepas dari dampak negatif yang telah menyebabkan penurunan kualitas lingkungan hidup dan sosial masyarakat. Secara yuridis telah diatur dalam Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Penerapan CSR di PT. Bank Sahabat Sampoerna Jakarta Selatan.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan yang menggunakan konsepsi legistis positivis. Spesifikasi penelitan menggunakan Penelitian Dekriptif, menggunakan sumber Data Sekunder berupa peraturan perundang-undangan, teori hukum, dan arsip perusahaan serta Data Primer melalui wawancara di Kantor Pusat PT. Bank Sahabat Sampoerna Jakarta, dengan model penyajian data menggunakan bentuk teks naratif dan model analisis data secara Normatif Kualitatif.
PT. Bank Sahabat Sampoerna Jakarta Selatan melalui kebijakan dan struktur Corporate Social Responsibility telah melaksanakan kegiatan CSR sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Adapun pelaksanaan program CSR PT. Bank Sahabat Sampoerna dilakukan dengan menetapkan 4 (empat) lingkup/landasan pokok kegiatan yang antara satu dengan yang lainnya saling berkaitan diantaranya; Tanggung Jawab Terhadap Lingkungan, Program Ketenagakerjaan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Pengembangan Sosial dan Kemasyarakatan dan Tanggung Jawab Terhadap Nasabah.
Companies that play an important role in increasing national development and investment are carried out because they can produce many positive ones. But on the other hand, company activities cannot be separated from negativity which has caused a decline in the quality of life and social community. Juridically, it has been regulated in Article 74 of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies concerning Social and Environmental Responsibility. This research was conducted to find out the Application of CSR at PT. Bank Sahabat Sampoerna South Jakarta.
This research is using normative juridical research method with research that uses the legistic positivist conception. The research specifications used descriptive research, using secondary data sources including legislation, legal theory, and company records and primary data through interviews at the Head Office of PT. Bank Sahabat Sampoerna Jakarta, with data presentation models using narrative text forms and data analysis models using Normative Qualitative.
PT. Bank Sahabat Sampoerna, South Jakarta through its Corporate Social Responsibility policies and structures, has carried out CSR activities in accordance with the applicable laws and regulations, namely Article 74 of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies concerning Social and Environmental Responsibility. The implementation of the CSR program of PT. Bank Sahabat Sampoerna is conducted by setting 4 (four) main areas/activities which are related to one another, among others; Environmental Responsibility, Employment, Health and Safety Program, Social and Community Development and Responsibility to Customers.
2043323459C1C014100PENGARUH SUMBER DAYA MANUSIA, SKALA USAHA, UMUR USAHA SERTA PELATIHAN AKUNTANSI TERHADAP PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI PADA USAHA KECIL DAN MENENGAH DI DAERAH PURBALINGGAPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan informasi akuntansi pada Usaha Kecil dan Menengah. Faktor-faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber daya manusia, skala usaha, umur usaha dan pelatihan akuntansi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh UKM di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan menetapkan 2 kriteria. Sampel yang diperoleh dalam penelitian ini sebanyak 80 responden. Teknik pengumpulan data dengan teknik survei melalui penyebaran kuesioner dan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan bantuan software SPSS . Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan informasi akuntansi pada UKM secara bersama-sama dipengaruhi oleh sumber daya manusia, skala usaha, umur usaha dan pelatihan akuntansi kemudian dantara variabel tersebut. sumber daya manusia menjadi variabel yang paling berpengaruh terhadap penggunaan informasi akuntansi kemudian variabel pelatihan akuntansi berpengaruh positif signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi, sedangkan untuk variabel umur usaha secara mandiri berpengaruh negatif terhadap penggunaan informasi akuntansi dan variabel sakala usaha berpangaruh positif namun tidak signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansiThis study aims to analyze and describe the factors that influence the use of accounting information in Small and Medium Enterprises. The factors used in this study are human resources, business scale, business age and accounting training. The population in this study were all SMEs in Purbalingga Regency. This study uses purposive sampling by setting 2 criteria. The samples obtained in this study were 80 respondents. Data collection techniques with survey techniques through questionnaires and data analysis techniques in this study using multiple regression analysis techniques with the help of SPSS software. The results of this study conclude that the use of accounting information for SMEs is jointly influenced by human resources, business scale, business age and later accounting training and the variables. Human resources become the most influential variable on the use of accounting information, then the accounting training variable has a significant positive effect on the use of accounting information, while the independent business age variables negatively affect the use of accounting information and the variable business impact has a positive but not significant effect on the use of accounting information
2043423460C1C014119Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kinerja Operasional KoperasiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui piutang, aktiva lancar, total aset, passiva lancar, total hutang, modal sendiri, transaksi anggota koperasi, volume usaha dan Sisa Hasil Usaha (SHU) terhadap kinerja operasional koperasi. Populasi dalam penelitian ini adalah 450 koperasi aktif yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah di Kabupaten Banyumas tahun 2014 sampai dengan 2017. Jumlah koperasi sampel dalam penelitian ini adalah 8 koperasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Piutang, aktiva lancar, total aset, passiva lancar, total hutang, modal sendiri, transaksi anggota koperasi, volume usaha dan Sisa Hasil Usaha (SHU) (secara bersama-sama) berpengaruh (signifikan) terhadap kinerja operasional koperasi, (2) Piutang berpengaruh (tidak signifikan) terhadap kinerja operasional koperasi, (3) Aktiva lancar berpengaruh (tidak signifikan) terhadap kinerja operasional koperasi, (4) Total aset berpengaruh (tidak signifikan) terhadap kinerja operasional koperasi, (5) Passiva lancar berpengaruh (tidak signifikan) terhadap kinerja operasional koperasi, (6) Total hutang berpengaruh (tidak signifikan) terhadap kinerja operasional koperasi, (7) Modal sendiri berpengaruh (signifikan) terhadap kinerja operasional koperasi, (8) Transaksi anggota koperasi berpengaruh (signifikan) terhadap kinerja operasional koperasi, (9) Volume usaha berpengaruh (signifikan) terhadap kinerja operasional koperasi, (10) Sisa Hasil Usaha (SHU) berpengaruh (signifikan) terhadap kinerja operasional koperasi. Pengelolaan piutang dapat ditingkatkan dengan mengefektifkan penagihan piutang (secara disiplin) sesuai schedule yang telah disepakati sehingga dapat dimaksimalkan returnnya, membuat aging schedule, dan ketentuan pembatasan kredit yang dilihat dari kemampuan pelanggan dalam memenuhi kewajibannya. Pengelolaan aktiva lancar dan total aset dapat ditingkatkan dengan modal sendiri dari pada pembiayaan eksternal koperasi (hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang) karena tidak menimbulkan beban bunga yang bisa menjadi kewajiban jangka pendek. Pengelolaan passiva lancar dan total hutang untuk meningkatkan modal kerja akan menimbulkan beban bunga dan pembayaran angsuran pokok secara periodik yang mengurangi keuntungan dengan demikian upaya peningkatan volume dapat dilakukan dengan memperhitungkan harga pokok penjualan, harga jual per unit, banyaknya unit yang dijual dan keuntungan yang diperoleh. This research is entitled "Analysis of Factors Affecting Cooperative Operational Performance". The population in this study were 450 active cooperatives registered in the Department of Manpower, Cooperatives and Small and Medium Enterprises in Banyumas District in 2014 to 2017. The number of sample in this study were 8 cooperatives. The results of the study show that: (1) Receivables, current assets, total assets, current liabilities, total debt, own capital, transactions of members of cooperatives, business volume and Remaining Results of Business (SHU) (collectively) influence (significantly) on cooperative’s operational performance, (2) Receivables affect (not significant) on the cooperative’s operational performance, (3) Current assets affect (not significant) on the cooperative’s operational performance, (4) Total assets affect (not significant) on the cooperative’s operational performance (5) Current liabilities have an effect (insignificant) on the cooperative’s operational performance, (6) Total debt influences (insignificant) on the cooperative’s operational performance, (7) Own capital influences (significantly) on the cooperative’s operational performance, (8) Transactions member of cooperative has influence (significantly ) on the cooperative’s operational performance, (9) Business volume influences (significantly) on the cooperative’s operational performance, (10) Remaining Business Results (SHU) influence (significantly) cooperative’s operational performance. Receivable management can be increased by streamlining the collection of receivables (in discipline) according to the agreed schedule so that the return can be maximized, making an aging schedule, and credit limitation provisions which are seen from the customer's ability to fulfill their obligations. Management of current assets and total assets can be increased by own capital rather than the external financing of cooperatives (short-term debt and long-term debt) because they do not causing interest expenses which can be short-term liabilities. Current liability management and total debt to increase working capital will incur interest expenses and periodic principal installment payments which reduce profits, so that efforts to increase volume can be carried out by calculating cost of goods sold, selling price per unit, number of units sold and profits earned.
2043523456F1I014003ANALISIS PARTISIPASI POLITIK PEREMPUAN MESIR PASCA ARAB SPRING TAHUN 2011-2016Gelombang protes yang terjadi di beberapa negara di Timur Tengah dan Afrika Utara berujung pada tumbangnya beberapa pemimpin otoriter mulai dari Presiden Ben Ali (Tunisia), Muammar Ghadafi (Libya) hingga Husni Mubarak (Mesir). Protes ini kemudian disebut sebagai peristiwa Arab Spring. Dampak yang ditimbulkan dari peristiwa ini pun berbeda-beda di setiap negara. Namun satu hal yang menjadi persamaan diantara negara-negara yang mengalami peristiwa ini adalah, masyarakat menjadi lebih berani menyuarakan pemikiran mereka dan tidak segan untuk menentang pemerintahan.
Penelitian ini akan menelaah secara mendalam tentang dampak dari fenomena Arab Spring terhadap Mesir. Fokus penelitian yang berjudul, “Analisis Partisipasi Politik Perempuan Mesir Pasca Arab Spring” adalah perubahan dinamika dalam keterlibatan perempuan dalam politik di Mesir. Dalam penelitian ini, akan terdapat data-data untuk melihat bagaimana keterlibatan perempuan di Mesir setelah terjadinya Arab Spring.
The protests wave that occurred in several countries in Middle East and North Africa led to the fall of several authoritarian leader from President Ben Ali (Tunisia), Muammar Ghadafi (Libya) to Husni Mubarak (Egypt). This protest was later referred as Arab Spring. The impact of this events is different in each country. But, one thing that has become common among countries that experienced this event is that people are more willing to speak up their thoughts and not hesitate to oppose the government.
This research will deeply studied the impact of Arab Spring phenomenon towards Egypt. The focus of the study, “Analysis of Egyptian Women’s Political Participation after Arab Spring”, is a change in the dynamic of women’s involvement in politics in Egypt. In this research, there will be data to see how Egyptian women involvement right after the Arab Spring event.
2043635717F1B016023Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Lansia Pada Puskesmas II Purwokerto UtaraPuskesmas sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan merupakan tanggungjawab penyelenggara upaya kesehatan untuk jenjang pertama di wilayah kerjanya masing-masing dalam memberikan pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat. Puskesmas II Purwokerto Utara adalah salah satu bentuk fasilitas yang diberikan kepada masyarakat umumnya dan masyarakat Kecamatan Purwokerto Utara khususnya Kelurahan Sumampir, Grendeng, Pabuwaran dan Karangwangkal. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2015 Pasal 5 menyebutkan bahwa pelayanan kesehatan lanjut usia di Puskesmas dilakukan diruangan khusus lanjut usia. Dengan adanya pernyataan tersebut maka perlu pembenahan kualitas pelayanan yang disediakan oleh Puskesmas II Purwokerto Utara yang dimana masih memiliki kendala atau keterbatasan lahan bangunan sehingga belum memiliki ruang tunggu hingga ruang pemeriksaan khusus pasien lansia. Masyarakat lansia rentan terhadap penyakit, maka dari itu membutuhkan fasilitas untuk melakukan pengobatan yang mudah dijangkau dan tentunya berkualitas mengingat pasien lansia membutuhkan pelayanan khusus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan pasien lansia, mengetahui pengaruh kualitas pelayanan berpengaruh secara simultan terhadap kepuasan pasien lansia dan mengetahui faktor yang paling dominan berpengaruh dari dimensi kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien lansia pada Puskesmas II Purwokerto Utara. Sasaran penelitian ini adalah pasien lansia dengan kriteria usia 60 tahun ke atas dan berasal dari Kelurahan Sumampir, Grendeng, Pabuwaran dan Karangwangkal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien lansia pada Puskesmas II Purwokerto Utara. Penelitian ini juga menggunakan pertanyaan terbuka untuk menggali informasi dan pendapat yang dilakukan dengan mengambil responden sampel penelitian dan dilakukan wawancara. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini yaitu kuisioner, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas II Purwokerto Utara sudah berjalan dengan baik, namun dapat ditingkatkan dengan salah satu upaya pembenahan setiap bulannya berdasarkan keluhan pasien yang terdapat pada papan keluhan pasien. Penelitian ini mengingatkan Puskesmas II Purwokerto Utara agar dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien lansia, hendaknya tetap memperhatikan faktor-faktor dimensi layanan yang meliputi Tangibles (Bukti Fisik), Reliability (Kehandalan), Responsiveness (Daya Tanggap), Assurance (Jaminan), dan Empathy (Perhatian). Kesimpulan dari penelitian ini adalah variabel kualitas pelayanan berpengaruh secara parsial maupun simultan terhadap kepuasan pasien lansia dan variabel Tangibles (Bukti Fisik) merupakan faktor paling dominan yang mempengaruhi kepuasan pasien lansia. Implikasi dari penelitian ini adalah pelayanan di Puskesmas II Purwokerto Utara harus lebih ditingkatkan kembali seperti kehandalan petugas dalam memberikan informasi, kepedulian serta keramahtamahan dan kesopanan yang harus tetap dijaga dan diperhatikan yaitu fasilitas di ruang tunggu harus diberikan kenyamanan seperti AC, kursi yang nyaman, TV, majalah serta ruangan yang bersih. Fasilitas di parkiran juga tidak kalah penting dengan adanya parkiran yang luas membuat pasien yang datang nyaman. The Puskesmas as the Technical Implementation Unit of the Health Service is the responsibility of the organizers of health efforts for the first level in their respective working areas in providing quality services of the community. Puskesmas II North Purwokerto is one of the facilities provided to the general public and the people of North Purwokerto Subdistrict, especially Sumampir, Grendeng, Pabuwaran and Karangwangkal Villages. In the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 67 of 2015 Article 5 states thar health services for the elderly at the Puskesmas are carried out in a special room for the elderly. With this statement, it is necessary to improve the quality of services provided by Puskesmas II North Purwokerto, which still have constraints or limitations on building land so that they do not have a waiting room until a special examination room for elderly patients. Elderly people are susceptible to disease, therefore they need facilities to carry out treatment that are easily accessible and of course quality considering that elderly patients need special services. The purpose of this study was to determine the effect of service quality simultaneously to elderly patient satisfaction and to determine the most dominant factor influencing service quality dimensions on elderly patient satisfaction at Puskesmas II North Purwokerto. The target of this study was elderly patients with criteria 60 years and over and came from the Villages of Sumampir, Grendeng, Pabuwaran and Karangwangkal. The research method used is quantitative method, to determine the effect of service quality on elderly patient satisfaction at Puskesmas II North Purwokerto. This study also uses open-ended questions to gather information and opinions by taking research samples and conducting interviews. Data collection techniques from this research are questionnaires, observation and documentation. The result of this study indicate the the quality of ser vices provided by Puskesmas II North Purwokerto has been going well, but it can be improved by one of the efforts to improve every month based on patient complaints found on the patient complaint board. This study reminds Puskesmas II North Purwokerto that in providing health services to elderly patients, the should still pay attention to service dimension factors which include Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance and Empathy. The conclusion of this study is that the service quality variable partially or simultaneously affects the satisfaction of elderly patient and the Tangibles variable is the most dominants factor affecting elderly patient satisfaction. The implication of this research is that services at Puskesmas II North Purwokerto must be further improved, such as the reliability of officers in providing information, care and hospitality and courtesy that must be maintained and considered, namely facilities in the waiting room must be provided with comfort such as air conditioning, comfotable chairs, TV, magazines and clean rooms. Facilities in the parking lot are also important with a larfe parking lot making patients who come comfortable.
2043723461H1G013035PENGARUH ENDOSULFAN (ORGANOKLORIN) TERHADAP KINERJA REPRODUKSI IKAN NILEM (OSTEOCHILUS HASSELTI) BETINAEndosulfan merupakan senyawa kimia dari golongan organoklorin yang banyak dipergunakan sebagai bahan aktif dalam berbagai formulasi insektisida. Endosulfan bersifat toksik terhadap organisme perairan termasuk ikan salah satunya terhadap kinerja reproduksi ikan. Ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan nilem (Osteochilus hasselti) betina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh endosulfan terhadap proporsi tahapan perkembangan oosit dan Indeks Gonad Somatik (IGS) ikan nilem. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eskperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan 4 konsentrasi perlakuan endosulfan yaitu 0 ppb, 0,88 ppb, 1,76 ppb dan 2,64 ppb. Sampel gonad diambil pada minggu ke-0, minggu ke-6 dan minggu ke-8. Data yang diperoleh di hitung menggunakan perhitungan proporsi tahapan perkembangan oosit dan perhitungan indeks gonad somatik (IGS) dan dianalisis menggunakan One Way Anova. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa endosulfan tidak menghambat perkembangan tahapan oosit dan indeks gonad somatik (IGS) pada ikan nilem (Osteochilus hasselti). Hal ini ditunjukan oleh hasil One Way Anova yang tidak berbeda.Endosulfan is a chemical compound from the organochlorine group that widely used as an active compound in many insecticidal formulation. Endosulfan is toxic to aquatic organisms including fish, one of which is to the reproductive performance. The fish that used in this study was female hard-lipped barb (Osteochilus hasselti). The purpose of this study is to determine the effect of endosulfan on the proportion of oocyte developmental stages and the gonado somatic index (GSI) of nilem fish. The method that used in this study was an experimental method with a completely randomize design using 4 endosulfan treatment concentrations which is 0 ppb, 0,88 ppb, 1,76 ppb, and 2,64 ppb. Gonadal samples were taken at week 0, week 6 and week 8. The data obtained were measured using the proportion of oocyte development stages and gonado somatic index (GSI) measurement and analyzed using One Way Anova. The result showed that endosulfan did not inhibit the development of the oocyte stages and gonado somatic index (GSI) of nilem fish. This shown by the result of One Way Anova that is not different.
2043829250C1N017004FACTORS AFFECTING ISLAMIC SOCIAL REPORTING DISCLOSURE
(An Empirical Study on Companies Listed in the Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) 2017-2018)
Islamic Social Reporting (ISR) menjadi hal yang penting untuk pemenuhan pengungkapan informasi kepada stakeholder. Dalam upaya meningkatkan tingkat pengungkapan, perlu dilakukan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan ISR. Latar belakang penelitian ini yaitu karena Corporate Social Reporting menjadi sorotan penting dalam beberapa dekade terakhir karena konsep CSR merupakan inti dari etika bisnis, gagasan utama CSR membuat perusahaan tidak hanya dihadapkan pada konsep single bottom line berupa nilai perusahaan, tetapi juga pada konsep triple buttom line berupa tanggung jawab terhadap kehidupan sosial dan lingkungan. Penelitian ini juga dilatarbelakangi oleh fenomena berupa kerusakan lingkungan dan kecelakaan kerja yang banyak terjadi di Indonesia selama tahun 2017 sampai dengan tahun 2018. Pada studi penelitian ini bertujuan untuk mengatahui faktor-faktor yang dimungkinkan mempunyai pengaruh terhadap pengungkapan ISR pada perusahaan yang terdaftar dalam Indonesia Sharia Stock Index periode 2017-2018. Faktor-faktor yang dilakukan penelitian adalah ukuran perusahaan, profitabilitas, dan tipe industri.
Analisis pengungkapan ISR diinvestigasi dengan teori Legitimasi, teori Stakeholder, dan teori Sharia Enterprise. Legitimasi teori diartikan sebagai batasan norma, nilai sosial, dan reaksi sehingga diharapkan dapat mendorong organisasi untuk berperilaku dengan memperhatikan nilai-nilai sosial di lingkungan perusahaan. Teori Legitimasi didasarkan pada gagasan bahwa ada kontrak sosial antara organisasi dan masyarakat. Hipotesis pertama dalam penelitian ini sesuai dengan teori stakeholder dimana jika perusahaan tergolong besar maka akan cenderung membuat perusahaan mengungkapkan kegiatan sosial yang lebih luas pula. Perusahaan besar juga dinilai memiliki tekanan sosial yang tinggi karena aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan besar lebih diutamakan oleh para pemangku kepentingan. Teori kedua yaitu teori stakeholder, stakeholder dengan daya tarik, klaim, atau hak yang sama dapat diklasifikasikan sebagai milik kelompok yang sama seperti: karyawan, pemegang saham, pelanggan, dan sebagainya. Hipotesis pertama dalam penelitian ini sesuai dengan teori legitimasi, legitimasi merupakan batasan norma, nilai sosial, dan reaksi sehingga diharapkan dapat mendorong perusahaan atau organisasi untuk berperilaku dengan memperhatikan nilai-nilai sosial di lingkungan perusahaan. Perusahaan yang lebih besar akan mengungkapkan tanggung jawab sosial yang lebih luas dengan harapan mendapat pengakuan (legitimasi) dari masyarakat. Teori ketiga yaitu teori shariah enterprise, teori shariah enterprise menyatakan bahwa distribusi kekayaan atau nilai tambah tidak hanya berlaku bagi peserta yang terlibat langsung di dalamnya, atau peserta yang berkontribusi pada operasional perusahaan, tetapi pihak lain yang melakukannya tidak terkait langsung dengan bisnis yang dilakukan oleh perusahaan, atau pihak yang tidak berkontribusi secara finansial dan keterampilan.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar dalam Indonesia Sharia Stock Index tahun 2017 sampai dengan tahun 2018. Perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan metode tersebut, didapatkan jumlah perusahaan yang memenuhi kriteria pemilihan sebanyak 160 perusahaan. Analisis data menggunakan analisis konten yang dikembangkan oleh Othman et al. (2009). Scoring dilakukan dengan pemberian skor 1 jika perusahaan tersebut mengungkapkan item-item dari ISR dan 0 jika item-item tersebut tidak diungkapkan.
Hasil penelitian pada analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa: (1) Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting, semakin besar ukuran perusahaan maka semakin besar pengungkapan Islamic Social Reporting; (2) Profitabilitas berpengaruh positif terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting, semakin besar profitabilitas maka semakin besar pengungkapan Islamic Social Reporting; dan (3) Tipe industri berpengaruh positif terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting, perusahaan yang masuk dalam kategori high profile industry akan mengungkapkan lebih banyak Islamic Social Reporting dibanding dengan perusahaan yang masuk dalam kategori low profile industry.
Implikasi dari penelitian ini yaitu perusahaan yang terdaftar dalam Indonesia Sharia Stock Index dapat menggunakan indeks ISR sebagai standar untuk melaksanakan tanggung jawab sosial mereka. Selain itu, Pemerintah diharapkan dapat menegakkan aturan tentang tanggung jawab sosial perusahaan untuk perusahaan yang terdaftar dalam sekuritas syariah sehingga indeks ISR lebih luas dengan indikator dan peraturan yang disepakati.
Kata Kunci: Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Tipe Industri, Pengungkapan ISR
Islamic Social Reporting (ISR) is important for fulfilling information disclosure to stakeholders. In an effort to increase the level of disclosure, it is necessary to analyze the factors that influence ISR disclosure. The background of this research is that because Corporate Social Reporting has become an important spotlight in the last few decades because the concept of CSR is the core of business ethics, the main idea of CSR makes companies not only face the single bottom line concept of corporate value, but also the triple buttom line concept of responsibility for social life and the environment. This research is also motivated by the phenomenon in the form of environmental damage and work accidents that have occurred in Indonesia during 2017 to 2018. In this research study aims to determine the factors that may have an influence on ISR disclosure in companies listed in the Indonesia Sharia Stock. Index for the 2017-2018 period. The factors carried out in the study were company size, profitability, and industry type.
The ISR disclosure analysis was investigated with the Legitimacy theory, Stakeholder theory, and Sharia Enterprise theory. The theory of legitimacy is defined as the limitation of norms, social values, and reactions so that it is expected to encourage organizations to behave by paying attention to social values in the corporate environment. Legitimacy Theory is based on the idea that there is a social contract between organizations and society. The first hypothesis in this study is in accordance with the stakeholder theory where if the company is large, it will tend to make the company disclose wider social activities. Large companies are also considered to have high social pressure because the activities carried out by large companies are prioritized by stakeholders. The second theory is the theory of stakeholders, stakeholders with the same attractiveness, claims, or rights can be classified as belonging to the same group such as: employees, shareholders, customers, and so on. The first hypothesis in this study is in accordance with the theory of legitimacy, legitimacy is a limitation of norms, social values, and reactions so that it is expected to encourage companies or organizations to behave by paying attention to social values in the company environment. Larger companies will express broader social responsibility in the hope of gaining recognition (legitimacy) from the community. The third theory is the sharia enterprise theory, the shariah enterprise theory states that the distribution of wealth or added value does not only apply to participants who are directly involved in it, or participants who contribute to the company's operations, but other parties who do so are not directly related to the business carried out by the company. , or parties who do not contribute financially and skillfully.
The population in this study were all companies listed in the Indonesia Sharia Stock Index from 2017 to 2018. The companies sampled in this study were taken using the purposive sampling method. Based on this method, the number of companies that meet the selection criteria is 160 companies. The data analysis used content analysis developed by Othman et al. (2009). Scoring is done by giving a score of 1 if the company discloses items from the ISR and 0 if the items are not disclosed.
The results of the research on multiple linear regression analysis show that: (1) Company size has a positive effect on the disclosure of Islamic Social Reporting, the greater the size of the company, the greater the disclosure of Islamic Social Reporting; (2) Profitability has a positive effect on the disclosure of Islamic Social Reporting, the greater the profitability, the greater the disclosure of Islamic Social Reporting; and (3) Industry type has a positive effect on the disclosure of Islamic Social Reporting, companies that are included in the high profile industry category will disclose more Islamic Social Reporting than companies that are included in the low profile industry category.
The implication of this research is that companies listed in the Indonesia Sharia Stock Index can use the ISR index as a standard to carry out their social responsibility. In addition, the Government is expected to enforce the rules on corporate social responsibility for companies listed in sharia securities so that the ISR index is broader with agreed indicators and regulations.
Key Words: Company Size, Profitability, Type of Industry, ISR Disclosure
2043923464G1F014011Efek Antiinflamasi Susu Kecambah Kacang Merah (Phaseolus Vulgaris L.) Kaya Fenolik pada Tikus Putih Jantan yang Diinduksi Karagenan Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek antiinflamasi susu kecambah kacang merah secara in vivo. Penelitian eksperimental ini diawali dengan pembuatan kecambah kacang merah dengan variasi lama perkecambahan 10, 20,dan 30 jam, kemudian dibuat susu kecambah kacang merah. Uji total fenolik dengan metode Folin-Ciocalteu, uji antiinflamasi dengan metode rat hind paw udema dan motility test. Susu kecambah kacang merah diberikan secara P.O. dengan dosis total fenolik 4, 6, dan 8 mg/KgBB, serta Na-diklofenak 4,5 mg/KgBB sebagai kontrol positif. Lama perkecambahan secara signifikan berpengaruh pada kadar total fenolik susu kecambah kacang merah (p<0,05). Kadar tertinggi sebesar 0,565 ± 0,007 mg/ml terdapat pada 30 jam perkecambahan. Susu kecambah kacang merah dapat menurunkan volume udem secara signifikan (p<0,05) dibandingkan dengan kontrol negatif menghasilkan nilai persentase daya antiinflamasi dosis 4, 6 dan 8 mg/KgBB berturut-turut 23,03%, 33,38% dan 44,74%. Berdasarkan motility score pada dosis 6 dan 8 mg/KgBB terdapat perbedaan yang signifikan besar dosis yang diberikan terhadap tingkah jalan tikus. Kadar total fenolik susu kecambah kacang merah dengan perkecambahan 10, 20 dan 30 jam yaitu berturut-turut 0,423; 0,497 dan 0,565 mg/ml. Peningkatan dosis fenolik pada susu kecambah kacang merah tersebut mampu meningkatkan efek antiinflamasi.This study aims to know the anti-inflammatory effect of milk made red kidney bean sprouts by in vivo experiment. This experimental study began by making red kidney bean sprouts with variations of time: 10, 20, and 30 hours, then milk was made from red kidney bean sprouts. Total phenolic was tested by the Folin-Ciocalteu method, anti-inflammatory effect was tested by the rat hind paw udema and motility test. Oral administration of red kidney bean sprouts milk and total phenolic was given using variation of dose: 4, 6 and 8 mg / KgBW, and 4,5 mg / KgBW Na-diclofenac used as positive control. The sprouting time was significantly took affect to total phenolic level of red kidney bean sprouts milk (p <0.05). The highest level of total phenolic was 0.565 ± 0.007 mg / mL at 30 hours of sprouting process. Red kidney bean sprouts milk was significantly reduced the edema volume at the percentage of anti-inflammatory power value 23,03%, 33,38%, and 44.74% and total phenolic dose was 4, 6, 8 mg / KgBW (p <0.05). Based on motility score, at dose 6 and 8 mg/KgBW there was significant differences in dose effect to the rat behavior. The total phenolic content of red kidney bean sprouts milk with germination time for 10, 20 and 30 hours was 0,423; 0,497 and 0,565 mg/ml respectively. The increase of total phenolic dose red kidney bean sprouts milk, can increase anti-inflammatory effect.
2044023463G1F014007Fraksinasi Dan Identifikasi Senyawa Antiinflamasi Fraksi Kloroform Daun Jarak Pagar (Jatropha Curcas Linn.).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi senyawa dalam fraksi kloroform ekstrak etanol daun jarak pagar. Metode yang digunakan adalah maserasi dan isolasi menggunakan KLT preparatif. Isolat diidentifikasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis pereaksi geser. Fraksi kloroform diidentifikasi menggunakan GC-MS. Ekstraksi menghasilkan rendemen ekstrak etanol dan fraksi kloroform berturut-turut 12,41 % dan 3,30 %. Hasil KLT menunjukkan kloroform : n-heksan : etil asetat ( 1:2:1 ) memberikan hasil pemisahan yang baik. Data yang didapat dari spektrofotometer UV-Vis menunjukkan isolat diduga merupakan 5,7,3’,4’- tetrahidroksiflavon. Data GC-MS menunjukkan fraksi kloroform daun jarak pagar mengandung senyawa terpenoid yaitu 3,7,11,15-Tetramethyl-2-hexadecen-1-ol.The objective of this study is to identify compounds in the chloroform fraction of Jatropha curcas ethanol extract. The method used is maceration and isolation using preparative TLC. Isolates were identified using UV-Vis shear spectrophotometer. The chloroform fraction was identified using GC-MS. Extraction resulted in the yield of ethanol extract and chloroform fraction 12.41% and 3.30% respectively. TLC results show chloroform: n-hexane: ethyl acetate (1: 2: 1) gives good separation results. The data obtained from the UV-Vis spectrophotometer showed that the isolates were thought to be 5,7,3 ', 4'-tetrahydroxiflavones. GC-MS data showed that the chloroform fraction of Jatropha leaves contained terpenoids, namely 3,7,11,15-Tetramethyl-2-hexadecen-1-ol.