Artikelilmiahs
Menampilkan 20.401-20.420 dari 50.103 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 20401 | 23419 | C1M014025 | PENGARUH FASILITAS BELAJAR, MINAT BELAJAR, CARA BELAJAR DAN TINGKAT PENDAPATAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR. | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XI di SMA Negeri Baturraden; (2) pengaruh minat belajar terhadap terhadap hasil belajar siswa kelas XI di SMA Negeri Baturraden; (3) pengaruh cara belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XI di SMA Negeri Baturraden; (4) pengaruh tingkat pendapatan orang tua terhadap hasil belajar siswa kelas XI di SMA Negeri Baturraden. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif. Subyek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI IPS di SMA Negeri Baturraden yang berjumlah 145 siswa dan 107siswa dijadikan sebagai responden. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini adalah: (1) terdapat pengaruh positif antara fasilitas belajar terhadap hasil belajar. (2) terdapat pengaruh positif minat belajar terhadap hasil belajar. (3)terdapat pengaruh positif cara belajar terhadap hasil belajar. (4) terdapat pengaruh positif pendapatan orang tua terhadap hasil belajar. Implikasi dari penelitian ini, untuk meningkatkan hasil belajar siswa. sekolah perlu pertahankan atau bahkan dimaksimalkan lagi karena fasilitas belajar sangat berkontribusi banyak terhadap kegiatan belajar mengajar dan meningkatkan motivasi belajar agar siswa meningkatkan minat belajar, dan menggunakan cara belajar dengan tepat. | This study aims to analyze (1) the effect of learning facilities on the learning outcomes of class XI students at Baturraden State High School; (2) the effect of learning interest on the learning outcomes of class XI students at Baturraden State High School; (3) the effect of learning on the learning outcomes of class XI students in Baturraden State High School; (4) the influence of parents' income level on the learning outcomes of class XI students at Baturraden State High School. This research is an ex-post facto research with a quantitative approach. The subjects in this study were students of class XI IPS in Baturraden State High School totaling 145 students and 107 students made as respondents. The analysis technique in this study is multiple linear regression analysis. The results of this study are: (1) there is a positive influence between learning facilities and learning outcome (2) there is a positive influence of learning interest on learning outcomes; (3) there is a positive influence on the way learning on learning outcomes(4) there is a positive influence of parental income on learning outcomes. The implications of this study, to improve student learning outcomes. schools need to maintain or even be maximized again because learning facilities contribute greatly to teaching and learning activities and increase learning motivation so that students increase learning interest, and use learning methods appropriately | |
| 20402 | 23430 | P2CD14067 | ANALISIS STRATEGI INVESTOR DALAM BERINVESTASI PADA REKSA DANA SYARIAH | Investor memiliki peran strategis yang bisa mempengaruhi kinerja reksadana syariah melalui pemilihan strategi di awal investasi. Kinerja reksadana syariah merupakan perpaduan antara risiko dan imbal hasil yang diukur mengunakan index Sharpe, Treynor, & Jensen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi investor yang meliputi pengalokasian dana, pemilihan waktu, dan penentuan produk berdasarkan rating dalam berinvestasi terhadap kinerja reksadana syariah di Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah Reksadana syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 31 Desember 2017. Melalui metode purposive sampling terpilih 23 sampel produk reksadana syariah. Analisis data mengunakan regresi dengan variabel dummy. Hasil uji hipotesis menunjukan bahwa keunggulan strategi Cost Averaging dalam meminimalisir resiko serta kemampuan strategi Halloween Effect dan Rating dalam memberikan return yang lebih tinggi, saat dikombinasikan akan menghasilkan kinerja investasi yang positif pada reksadana syariah. | Investors have a strategic role that can affect the performance of Islamic mutual funds at the investment beginning. Sharia mutual fund performance is a combination of risk and returns measured using Sharpe, Treynor, & Jensen indexes. This study aims to analyze the influence of investor strategies which include funds allocation, timing, and ratings on the performance of Islamic mutual funds in the Indonesia Stock Exchange. Islamic mutual funds registered with the Financial Services Authority (OJK) as of December 31, 2017 becomes the population in this study, and 23 samples of sharia mutual fund products were selected using purposive sampling method. Data analysis uses dummy variables regression. The hypothesis testing show that the Cost Averaging advantage in minimizing risk, and the ability of Halloween Effect and Rating to provide higher return will result the positive performance of Islamic mutual funds. | |
| 20403 | 25708 | C1C015093 | PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA, PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI, DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN DESA | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, dan partisipasi masyarakat terhadap kualitas laporan keuangan desa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan memakai kuesioner sebagai instrumen penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode proportionate stratified random samplingdan didapat sebanyak 172 sampel desa di Kabupaten Banyumas. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, dapatditarik kesimpulan bahwa kompetensi sumber daya manusia tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan desa. Sementara, pemanfaatan teknologi informasi dan partisipasi masyarakat berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan desa. Kata Kunci: Kualitas Laporan Keuangan Desa, Kompetensi, Partisipasi, Teknologi | The study aims to find out the effect of human resources competencies, utilization of technology information, and public participation toward quality of village financial statement. This research is quantitative research wih survey method and use a quetionare. The samples are selected using proportionate stratified random sampling method with the number of samples of 172 villages in Banyumas Regency. Based on the result of multiple linear regression analysis, indicated that human resources competencies do not have effect on quality of village financial statement, meanwhile utilization of technology information and public participation have a positive effect on quality of village financial statement. Keywords: Quality of Village Financial Statement, Competency, Participation, Technology | |
| 20404 | 23434 | C1C014114 | PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN PENERAPAN BASIS AKRUAL TERHADAP TRANPARANSI LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BREBES | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Sistem Pengendalian Internal dan Penerapan Basis Akrual terhadap Transparansi Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes. Populasi dari penelitian ini adalah semua OPD yang terdaftar dalam Peraturan Bupati Kabupaten Brebes dengan jumlah 72 OPD. Sementara untuk sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 49 OPD yang ditetapkan dengan menggunakan metode Purposive Sampling sebagai dasar dalam penentuan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SPSS menunjukkan bahwa: sistem pengendalian internal berpengaruh signifikan terhadap peningkatan transparansi laporan keuangan pemerintah daerah; penerapan basis akrual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan transparansi laporan keuangan pemerintah daerah; dan yang terakhir sistem pengendalian internal dan penerapan basis akrual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan transparansi laporan keuangan pemerintah daerah. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes untuk dapat mengevaluasi dan meningkatkan sistem pengendalian internal dan penerapan basis akrual dalam rangka mewujudkan transparansi laporan keuangan pemerintah daerah di Kabupaten Brebes | The purpose of this research is to understanding the influence of internal control system and application of the accrual basic to transparency of regional government financial reports. The population of this study were all regional governmen in Brebes District, which amounted to 72 regional government or OPD. As for the sample used in this study amounted to 49 OPD that using Purposive Sampling Method to determining the respondent. The results of research and data analysis using SPSS shows that: internal control system have a significance effect on transparency of regional government financial reports; application of the accrual basic have a significance effect on the transparency of regional government financial reports; and the last, internal control system and application of the accrual basic has simultaneously effect on transparency of regional government financial reports. This research is expected to be used by Brebes Government to evaluate and improve the internal control system and application of the accrual basic to realize maximum transparency of regional government financial reports. | |
| 20405 | 23426 | H1K014022 | Karakteristik Suara dari Proses Fisika di Alur Pelayaran Tanjung Intan Cilacap | Suara dalam air laut dapat berasal dari suara biotik, antropogenik, dan abiotik. Sumber suara abiotik berasal dari proses fisik laut seperti angin, hujan, arus, dan gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik suara dan mengetahui hubungan antara suara yang dihasilkan proses fisik dengan kuantitas parameter fisika. Data suara diperoleh dari hydrophone yang dipasang pada kedalaman 1-2 meter dibawah permukaan laut untuk merekam suara proses fisik selama 72 jam. Data kuantitas parameter fisika yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari BMKG Cilacap. Data dianalisis dengan regresi linier berganda untuk melihat hubungan antara suara yang dihasilkan proses fisik dengan intensitas parameter fisika. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa frekuensi suara bernilai 8643,2 – 16560,6 Hz; intensitas suara bernilai 65,52 – 71,33 dB re μPa; durasi pulsa suara bernilai 219,30 – 508,10 ms; dan durasi interval suara bernilai 58,62 – 505,40 s. Secara keseluruhan karakteristik suara (frekuensi, intensitas, durasi pulsa, dan durasi interval) berbanding lurus dengan kuantitas parameter fisika. | Sound of the sea came from biotic, anthropogenic and abiotic sounds. Abiotic sound sources came from physical processes of the sea such as wind, rain, current, and waves. This study aims to determine the characteristics of sound and find out the relationship between sound produced by physical processes and the quantity of physical parameters. Moreover, the data of sounds were obtained from a hydrophone which is installed at a depth of 1-2 meters below sea, to record the sound of a physical process for 72 hours. The secondarys data obtained from BMKG Cilacap wereused as quantity data of physical parameters. Therefore, the datas were analyzed by multiple linear regression to find out the relationship between sound produced by physical processes and the intensity of physical parameters. The results of this study indicated that sound of frequency is 8643,2 – 16560,6 Hz; sound of intensity is 65,52 – 71,33 dB re μPa; duration of the voice pulse is 219,30 – 508,10 ms; and the interval duration of sound is 58,62 – 505,40 s. Overall sound characteristics (frequency, intensity, pulse duration, and interval duration) were directly proportional to the quantity of physical parameter. | |
| 20406 | 23435 | C1K014035 | THE EFFECTS OF PERCEIVED SAFETY, AIRLINES SERVICE QUALITY AND PERCEIVED PRICE TOWARDS CUSTOMER SATISFACTION AND CUSTOMER LOYALTY (STUDY ON CUSTOMER OF LION AIR AIRLINES) | Transportasi adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan manusia dan menjadi hal yang paling penting dalam mendukung beberapa kegiatan. Penelitian ini akan menganalisis kepuasan dan loyalitas pelanggan pelanggan konsumen Lion Air. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh keamanan yang dirasakan (perceived safety), kualitas layanan penerbangan (airlines service quality) dan harga yang dipersepsikan (perceived price) terhadap kepuasan pelanggan (customer satisfaction) dan loyalitas pelanggan (customer loyalty). Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode penelitian survei. Teknik penelitian analisis yang digunakan adalah SEM dengan jumlah sampel 251 orang yang sudah pernah menggunakan jasa penerbangan Lion Air. Perangkat lunak statistik SPSS dan AMOS digunakan untuk tujuan penelitian data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keamanan yang dirasakan (perceived safety) dan kemampuan umum maskapai penerbangan (airlines general capability) tidak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dengan adanya evaluasi dan perbaikan dari manajemen Lion Air. | Transportation is something that cannot be separated from human needs and becomes the most important thing in supporting several activities. This study will analyse customer satisfaction and loyalty of Lion Air consumer customers. The purpose of this study was to analyse the influence of perceived safety, airline service quality and perceived price on customer satisfaction and customer loyalty. The research type used is quantitative with survey research methods. The analytical research technique used is SEM with a sample of 251 people who has ever used flight services of Lion Air company. The SPSS and AMOS statistical software is used for data research purposes. The results of this study indicate that perceived safety and airlines general capability has no effect on customer satisfaction. The results of this study are expected to increase customer satisfaction with the evaluation and improvement of Lion Air management. | |
| 20407 | 23436 | H1H014034 | JUMLAH TOTAL BAKTERI PADA SALURAN PENCERNAAN BAWAL (Colossoma macropomum) YANG DIPELIHARA PADA MEDIA MENGANDUNG PROBIOTIK DAN PREBIOTIK DOSIS BERBEDA | Budidaya ikan secara intensif melalui pemberian probiotik dan prebiotik pada media budidaya merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi. Probiotik dan prebiotik dapat mempengaruhi keseimbangan mikroba saluran pencernaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik dan prebiotik dosis berbeda terhadap jumlah total bakteri dan proporsi bakteri berdasarkan karakteristik Gram pada saluran pencernaan bawal (Colossoma macropomum). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya yaitu tanpa penambahan probiotik dan prebiotik (P1), penambahan probiotik 22 mL/m3 dan prebiotik 3 mL/m3 (P2), probiotik 31 mL/m3 dan prebiotik 4 mL/m3 (P3). Pada hari ke-15 dan hari ke-30 dilakukan perhitungan jumlah total bakteri saluran pencernaan bawal dengan menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pemberian probiotik dan prebiotik dosis berbeda tidak memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah total bakteri pada saluran pencernaan ikan bawal (P>0,05). Begitu pula hasil uji T menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan (t Stat < t Critical) antara rata-rata jumlah total bakteri dari dua waktu pengambilan sampel. Namun pada hari ke-30 pemberian probiotik dan prebiotik cenderung meningkatkan jumlah total bakteri saluran pencernaan dan mempengaruhi proporsi bakteri berdasarkan karakteristik Gram. | Intensive cultivation through the application of probiotics and prebiotics in media is one of effort to increase of production. Probiotics and prebiotics can be affected on the microbial balance of the digestive tract. The purpose of this study was to determine the effect of probiotics and prebiotics application in different doses on total number and affected the proportion of bacteria based on Gram characteristic in the digestive tract of cachama (Colossoma macropomum). This research used experimental method with three treatments and three replicates. The treatments were without probiotics and probiotics (P1), 22 mL/m3 probiotics and 3 mL/m3 probiotics (P2), 31 mL/m3 probiotics and 4 mL/m3 probiotics (P3). On the days 15th and 30th, the total amount of bacteria in pomfret digestive tract was measured using the total plate count (TPC) method. Based on the results of the study, it could be seen that the total amount of bacteria in digestive tract of the fish was not significantly different (P> 0.05) among the treatments. Similarly, the T test results show that there was no significant difference (t Stat < t Critical) between the average number of total bacteria from two sampling times, but on the day 30th given probiotics and prebiotics tended to increase the total amount of digestive tract bacteria and affected the proportion of bacteria based on Gram characteristic. | |
| 20408 | 23437 | H1G014042 | DISTRIBUSI HORIZONTAL DAN VERTIKAL FITOPLANKTON DI WADUK SAGULING BANDUNG JAWA BARAT TAHUN 2018 | Waduk Saguling merupakan waduk yang membendung sungai Citarum. kondisi Waduk Saguling dipengaruhi oleh kegiatan di sekitar waduk dan hal ini mempengaruhi kehidupan fitoplankton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman, kelimpahan dan distribusi fitoplankton secara horizontal dan vertikal di Waduk Saguling. Metode yang digunakan adalah metode survey.Teknik pengambilan sampel dengan purposive random sampling (area inlet sungai citarum, area KJA, area tengah, dan area outlet). Lokasi pengambilan sampel dibedakan menjadi 4 area yang ditentukan berdasarkan kondisi waduk dan 3 kedalaman dengan 4 kali ulangan pengambilan sampel, waktu penelitian yaitu pada bulan juli 2018. Data dianalisis secara deskriptif komparatif, uji beda nyata, aturan 50% dan analisis Indeks Dispersi Morisita. Hasil penelitian menunjukan bahwa Secara horizontal Keragaman genera fitoplankton relatif sama antar area yaitu antara 15- 17 genera, dan kelimpahan fitoplankton sama antar area yaitu antara 657- 1840 ind/L. secara vertikal keragaman genera fitoplankton relatif sama antar kedalaman yaitu antara 15- 18 genera, dan kelimpahan fitoplankton berbeda antar kedalaman yaitu antara 894- 1906 ind/L. Distribusi fitoplankton secara horizontal dan vertikal berkelompok. | ABSTRACT Saguling Reservoir is a reservoir that dams the Citarum river. the condition of Saguling Reservoir is influenced by activities around the reservoir and this affects the life of phytoplankton. The aim of this study is to investigate phytoplankton diversity, abundance and distribution horizontally and vertically in Saguling Reservoir. The research was conducted in July, 2018. Survey method and purposive random sampling were used in this research. Sampling location divided into 4 location (inlet of Citarum River, outlet of floating net cages, midle and outlet of reservoir) according to the different characteristics of reservoir and 3 depths with 4 repeatitions.The data were analyzed by comparative desrciption, F test, 50% rule and Dispersi Morisita Index. The result showed horizontally genera of phytoplankton were equalrelatively with a range 15 -17 genera and abundance of phytoplankton were not sighnificant differences between area with a range 657 – 1840 ind/L, respectively. Vertically, diversity of phytoplankton between depths were equal relatively, with a range 15 – 18 genera. Phytoplankton abundance were significant differences between depths with a range 894 – 1906 ind/L.The phytoplankton distribution horizontally and vertically were grouped. | |
| 20409 | 23438 | C1C014085 | Analisis Pengaruh Karakteristik Pemda, Indeks Pembangunan Manusia, dan Kualitas Hasil Audit terhadap Tingkat Pengungkapan LKPD | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari karakteristik pemerintah daerah, diantaranya kekayaan Pemda; dana perimbangan; serta tingkat kemandirian keuangan daerah, Indeks Pembangunan Manusia, serta kualitas hasil audit BPK yang meliputi temuan; tingkat penyimpangan; serta opini audit terhadap tingkat pengungkapan dalam laporan keuangan pemerintah daerah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Laporan Keuangan Pemerintah Daerah kabupaten dan Kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 130 Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Kekayaan Pemda dan Rasio Kemandirian Keuangan Daerah berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah, namun Intergovernmental Revenue; Indeks Pembangunan Manusia; Temuan Audit; Tingkat Penyimpangan Audit; Opini Audit tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah daerah dengan total aset yang tinggi dapat mendorong peningkatan pengungkapan yang dilakukan dalam laporan keuangannya, serta menerapkan sistem reward and punishment terkait pengungkapan yang dilakukan. | The purpose of this study is aimed to determine the influence of the characteristics of region governments. The characteristics includes the regional government’s wealth; balance funds; and the level of regional financial independence, the Human Development Index, and the BPK audit quality results which includes findings; deviation level; and audit opinion toward the level of disclosure in local government financial statements. The populations in this study are all the Local Government Financial Reports of regencies and cities in Central and East Java. The number of samples in this study were 130 Local Government Financial Statements. The result of this study shows that: Regional Government Wealth and Regional Financial Independence Ratios significantly influences the Local Government Financial Statement disclosure level, while Intergovernmental Revenue; The Human Development Index; Audit Findings; Audit Deviation Levels; and Audit Opinions did not significantly influences the Local Government Financial Statement disclosure level. | |
| 20410 | 23384 | H1D014077 | PENGARUH PEMANFAATAN LAPISAN BAMBU PADA KUAT LENTUR BALOK LAMINASI KOMPOSIT LIMBAH KAYU SENGON DAN BAMBU PETUNG DENGAN SISTEM SISIP (SANDWICH) | Kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah menjadikan berbagai macam material yang ada dapat digunakan sebagai bahan konstruksi. Kayu dan bambu merupakan produk industri dari hasil hutan kayu dan non kayu yang memiliki peranan penting dalam dunia konstruksi dan dapat dijadikan sebagai bagian struktural dari suatu bangunan. Dalam mengurangi produksi yang berlebih, maka dilakukan pemanfaatan hasil dari industri kayu berupa limbah kayu dengan membuat beberapa potongan kayu (lamina) dengan teknologi laminasi. Pemakaian jenis kayu mutu yang rendah sebagai lapis inti (core) dan bahan lain seperti bambu sebagai lapis permukaan (skin) dengan harga yang relatif murah dapat dijadikan sebagai balok komposit yang diharapkan dapat setara dengan kayu kualitas tinggi dan menghemat biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan lapis bambu pada balok laminasi komposit terhadap kuat lentur dengan sistem sisip (sandwich). Dalam penelitian ini digunakan bahan bambu petung (Dendrocalamus asper) dan kayu sengon (Paranserianthes falcataria) serta bahan perekat berupa Polyvinyl acetate (PVAc). Penelitian mengenai sifat fisis dan mekanis dilakukan variasi benda uji dengan ketebalan tebal lapisan bambu sebesar 0 cm, 1 cm, 2 cm, dan 5 cm. Pengujian benda uji mekanis menggunakan alat UTM (Universal Testing Machine). Pembebanan lentur diberikan secara bertahap hingga mengalami runtuh. Untuk hasil pengujian mekanis dari masing-masing tebal lapis bambu diperoleh kekuatan lentur sebesar 13,65 MPa (BBS,0 cm); 87,55 MPa (BSW45,1 cm); 69,42 MPa (BSW35,2 cm); dan 139,54 MPa (BLB,5 cm). Kekakuan yang dihasilkan sebesar 28383,27 kg/cm2 (BBS,0 cm); 169634,04 kg/cm2 (BSW45,1 cm); 120073,04 kg/cm2 (BSW35,2 cm); dan 156281,03 kg/cm2 (BLB,5 cm). | The wealth of abundant natural resources Indonesia makes a wide variety of materials can be used as construction materials. Wood and bamboo is an industrial product of wood forest products and non wood has an important role in the world of construction and can serve as a structural part of a building. In reducing excess production, then be done exploiting the results of the timber industry in the form of wood waste by making some pieces of wood (lamina) and laminate technology. The wood types low-quality used as layers of the content (core) and other materials such as bamboo as a surface layer (skin) with a relatively cheap prices can be used as a composite beam that is expected to be on par with high quality wood and save cost. This research aims to know the influence of utilization of bamboo ply composite laminate beams on strong against pliable with insert system (sandwich). In this study used materials of (Dendrocalamus asper) petung bamboo and albasia timber (Paranserianthes falcataria) as well as the binder be Polyvinyl Acetate (PVAc). Research on physical and mechanical properties of do variations of the test objects with a thickness of thick bamboo layers of 0 cm, 1 cm, 2 cm and 5 cm. Testing mechanical test objects using UTM (Universal Testing Machine). For mechanical test results from each of the thick layers of bamboo bending strength of obtained 13.65 MPa (BBS, 0 cm); 87.55 MPa (BSW45, 1 cm); 69.42 MPa (BSW35, 2 cm); and 139.54 MPa (BLB, 5 cm). The resulting stiffness of 28383.27 kg/cm2 (BBS, 0 cm); 169634.04 kg/cm2 (BSW45, 1 cm); 120073.04 kg/cm2 (BSW35, 2 cm); and 156281.03 kg/cm2 (BLB, 5 cm). | |
| 20411 | 23439 | H1D014011 | PENGARUH PENAMBAHAN VARIASI CALCIUM STEARATE DAN FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN DAN INFILTRASI ION KLORIDA PADA SELF COMPACTING CONCRETE MUTU 20 MPA | Pembangunan infrastruktur khususnya pada pembangunan yang berhubungan langsung dengan air laut seperti bangunan lepas pantai dan gedung-gedung yang dibangun di daerah pantai akan sangat beresiko terhadap korosi tulangan pada beton bertulang yang salah satunya diakibatkan masuknya ion klorida yang terkadung dalam air laut. Tulangan yang terkorosi akan menurunkan kapasitas dari beton bertulang terutama kemampuan menahan momen yang cukup besar yang biasanya ditahan oleh tulangan. Pada penelitian ini peneliti bermaksud untuk mengetahui pengaruh penambahan fly ash dan variasi calcium stearate terhadap kuat tekan dan infiltrasi ion klorida pada self compacting concrete . Pada penelitian ini, setiap variasi terdiri dari tiga benda uji atau sample yaitu beton normal dengan masing-masing benda uji mengandung 10% fly ash dicampur dengan Superplasticizer sebesar 0,65% dari berat semen yang digunakan dan digunakan dengan variasi penambahan calcium stearate sebanyak 0 kg/m3, 1 kg/m3,5 kg/m3, dan 10 kg/m3 beton. Dari hasil penelitian akan menunjukkan bahwa penambahan 10% fly ash sebagai pengganti semen akan meningkatkan kualitas beton normal dan mengurangi suhu pada campuran beton. Hasil pengujian menunjukan kenaikan kuat tekan sebesar 2,56 % pada penambahan calcium stearate 1 kg/m3 tetapi mengalami penurunan sebesar 20,89% dan 48,46% pada penambahan calcium stearate 5 kg/m3, dan 10 kg/m3 beton dibandingkan dengan penambahan calcium stearate 0 kg/m3 beton sedangkan untuk hasil uji infiltrasi ion klorida menunjukan bahwa penambahan fly ash dan calcium stearate membuat kandungan ion klorida semakin sedikit. Kemudian dapat disimpulkan bahwa semakin banyak penambahan superplasticizer, fly ash dan calcium stearate berpengaruh dengan kadar yang optimum pada kuat tekan, akan tetapi mampu menurunkan kandungan klorida pada beton. | In the development of infrastructure, especially in the development of tangles related to seawater such as offshore buildings and buildings built in coastal areas will be very risky on reinforcement corrosion on reinforced concrete one of which is due to the inclusion of chloride ions contained in seawater. Corroded reinforcement reduces the capacity of reinforced concrete, especially the ability to withstand a considerable moment that is normally retained by the reinforcement. In this study, the researchers intend to determine the effect of the addition of fly ash, superplasticizer and calcium stearate variation of the level of absorption of concrete and corrosion of steel reinforcement in concrete. In this study, each variation consists of three specimens or sample is normal concrete with each specimen contains 10% fly ash mixed with superplasticizer of 0.65% by weight of cement used and used with the addition of calcium stearate variations as much as 0 kg/m3, 1 kg/m3, 5 kg/m3 and 10 kg/m3 of concrete. From the results of the study will show that the addition of 10% fly ash as a cement substitute for normal concrete will improve the quality and reduce the temperature of the concrete mix. The test results showed an increase in compressive strength of 2.56% in addition to calcium stearate 1 kg/m3 but decreased by 20.89% and 48.46% in addition to calcium stearate 5 kg/m3, and 10 kg/m3 concrete compared to the addition calcium stearate 0 kg/m3 concrete while for chloride ion infiltration test results showed that the addition of fly ash and calcium stearate made the chloride ion contentless. Then it can be concluded that the more addition of superplasticizer, fly ash and calcium stearate affect the optimum level of compressive strength, but can reduce the chloride content in the concrete. | |
| 20412 | 25858 | C1L014012 | THE INFLUENCE OF COMPENSATION SUITABILITY, EFFECTIVENESS OF INTERNAL CONTROL, AND INDIVIDUAL MORALITY ON TENDENCY OF ACCOUNTING FRAUD | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesesuaian kompensasi, efektivitas pengendalian internal, dan moralitas individu terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan kuesioner. Penelitian ini dilakukan pada Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Purbalingga. Variabel dependen dari penelitian ini adalah kecenderungan kecurangan akuntansi, untuk variabel independen adalah kesesuaian kompensasi, efektivitas pengendalian internal, dan moralitas individu. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 sampel dan metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Kesesuaian kompensasi variabel memiliki efek negatif pada kecenderungan kecurangan akuntansi, efektivitas pengendalian internal berpengaruh negatif terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi, dan moral individu memiliki pengaruh negatif pada kecenderungan kecurangan akuntansi. Dalam upaya untuk terus meminimalkan tingkat kecurangan kecurangan akuntansi para pegawainya, Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Purbalingga perlu memperhatikan berbagai kebijakan terkait dengan peningkatan kepatuhan kompensasi, efektivitas pengendalian internal, dan moralitas karyawan individu. Selain itu, Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Purbalingga juga perlu membangun sistem dan budaya organisasi yang mampu mengarahkan individu karyawan untuk memiliki perilaku atau sikap yang baik berdasarkan nilai profesionalisme kerja dan menempatkan karyawan OPD yang menjunjung tinggi nilai-nilai dan etika kejujuran di tempat kerja. Kata kunci: Kesesuaian Kompensasi, Efektivitas Pengendalian Internal, Moralitas Individu, Kecurangan Kecurangan Akuntansi | This study aims to determine the influence of compensation suitability, internal control effectiveness, and individual morality to tendency of accounting fraud. The method of data collection conducted in this study is a survey method with a questionnaire. This research was conducted at Regional Apparatus Organization in Purbalingga regency. The dependent variable of this study is tendency of accounting fraud, for independent variables is ompensation suitability, internal control effectiveness, and individual morality. The sample in this study amounted to 31 samples and the research method used was quantitative research. The variable compensation suitability has a negative effect on accounting fraud tendencies, the effectiveness of internal control negatively affects the tendency of accounting fraud, and individual morality has a negative influence on accounting fraud tendencies. In the effort to continue minimizing the level of accounting fraudulent tendencies of its employees, the Regional Apparatus Organization of Purbalingga Regency needs to pay attention to various policies related to increasing compensation conformity, the effectiveness of internal controls, and individual employee morality. Furthermore, the Regional Apparatus Organization of Purbalingga Regency also needs to build an organizational system and culture that is able to lead individual employees to have good behaviors or attitudes based on work professionalism values and place OPD employees who uphold honesty values and ethics at work Keywords : Compensation Suitability, Internal Control Effectiveness, Individual Morality, Tendency of Accounting Fraud | |
| 20413 | 23440 | A1M014047 | PENGARUH VARIASI DAYA DAN LAMA EKSTRAKSI BERBANTU GELOMBANG MIKRO TERHADAP KARAKTERISTIK ANTIOKSIDAN KELOPAK BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa Linn.) | Peningkatan radikal bebas dalam tubuh mengakibatkan tubuh harus mendapat tambahan antioksidan dari luar. Sumber antioksidan sintetis yang dapat menimbulkan efek tumor dalam jangka panjang menyebabkan antioksidan alami menjadi alternatif yang sangat dibutuhkan. Salah satu sumber antioksidan alami yang sangat berpotensi adalah kelopak bunga rosela. Kandungan senyawa bioaktif dalam kelopak bunga rosela harus diekstrak keluar dari dalam sel untuk mempermudah pemanfaatannya. Penggunaan metode ekstraksi berbantu gelombang mikro dianggap lebih efektif dan ramah lingkungan. Namun penggunaan daya dan waktu yang kurang tepat justru akan menyebabkan kerusakan senyawa bioaktif tersebut. Sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai besar daya dan lama waktu ekstraksi kelopak bunga rosela berbantu gelombang mikro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi daya dan lama ekstraksi kelopak bunga rosela terhadap karakteristik kimia dan aktivitas antioksidan ekstrak yang dihasilkan. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Faktor yang digunakan adalah daya (100, 175, 250, 325 dan 400 watt) dan lama ekstraksi (2, 4, 6, 8 dan 10 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan daya dengan hasil ekstraksi terbaik sebesar 325 watt yaitu menghasilkan total antosianin 11,942 mg/100g, vitamin C 125,84 mg/100g dengan intensitas warna L* 26,697, a* +17,097 dan b* +18,52. Lama ekstraksi terbaik terdapat pada ekstraksi selama 6 menit menghasilkan total antosianin 12,089 mg/100g, vitamin C 130,24 mg/100g dengan intensitas warna L* 26,12, a* +18,336 dan b* +19,42. Kandungan bioaktif yang didapatkan berbanding lurus dengan aktivitas antioksidan yang dihasilkan yaitu IC50 sebesar 0,114 μg/ml. | The increasing of free radicals in the body requires consuming additional antioxidants, but consuming synthetic antioxidants can cause tumor effects in a long term period. It makes natural antioxidants are an indispensable alternative. Roselle calyx is one of good natural antioxidants source. The bioactive compounds must be extracted out of the cell to facilitate their use. The use of microwave-assisted extraction methods is considered more effective and green, but improper use of microwave power and extraction time will actually cause damage to the bioactive compound. So it is necessary to do research about it. This study aims to determine the effect of variations microwave power and extraction time of roselle calyx on chemical characteristics and antioxidant activity of the extract produced. The experimental design used in this study is randomized block design (RBD). Factors used are microwave power (100, 175, 250, 325 and 400 watts) and extraction time (2, 4, 6, 8 and 10 min). The effect showed that the use of microwave power which give the best results is 325 watts with total anthocyanin of 11,942 mg/100g, vitamin C 125,84 mg/100g with color intensity L* 26,697, a* +17,097 and b* +18,52. . The best extraction time was for 6 minutes long with total anthocyanin 12,089 mg/100 g, vitamin C 130,24 mg/100 g with color intensity L* 26,12, a* +18,336 and b* +19,42. The bioactive content is directly proportional to the antioxidant activity produced, namely IC50 of 0.114 μg/ml. | |
| 20414 | 23441 | F1B014018 | PENGARUH KUALITAS PELATIHAN DAN LINGKUNGAN PELATIHAN TERHADAP EFEKTIVITAS PROGRAM PELATIHAN KERJA DI BALAI LATIHAN KERJA KABUPATEN BANYUMAS | Salah satu bentuk nyata yang dilakukan oleh Pemerintah dalam upaya mengatasi permasalahan ketenagakerjaan yaitu dengan melaksanakan program pelatihan kerja. Untuk dapat mencapai keberhasilan dalam pencapaian tujuan yang dinilai dari tingkat efektivitas program pelatihan kerja, Balai Latihan Kerja Kabupaten Banyumas perlu menyiapkan pelatihan yang berkualitas dan lingkungan pelatihan yang baik. Permasalahan yang ada pada penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya hambatan-hambatan pelaksanaan program pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja Kabupaten Banyumas yang diselenggarakan sehingga belum berjalan dengan efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kualitas pelatihan dan lingkungan pelatihan terhadap efektivitas program pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan sampel 77 responden dan menggunakan teknik simple random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah Korelasi Kendall Tau-c, Koefisien Konkordansi Kendall W dan Analisis Regresi Ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelatihan dan lingkungan pelatihan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap efektivitas program pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja Kabupaten Banyumas. Hal ini dibuktikan melalui hasil analisis korelasi Kendall’s Tau-c antara kualitas pelatihan terhadap efektivitas program pelatihan kerja sebesar 0,416 dengan menunjukkan arah yang positif, sedangkan hasil regresi ordinal diketahui nilai koefisien regresi sebesar 0,376. Lingkungan pelatihan terhadap efektivitas program pelatihan melalui analisis Korelasi Kendall’s Tau-c memiliki pengaruh sebesar 0,311 dengan menunjukkan arah yang positif, hasil regresi ordinal dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,342. Sedangkan kualitas pelatihan dan lingkungan pelatihan dibuktikan melalui hasil analisis Korelasi Konkordansi Kendall W sebesar 0,418, dan hasil regresi ordinal diketahui kualitas pelatihan dan lingkungan pelatihan terhadap efektivitas program pelatihan kerja dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,437. | One of the real forms carried out by the Government in the effort to overcome labor problems are implementing job training program. In order to achieve success in the training program needed from job training, the Training Center in Banyumas District needs to attend quality training and good training environment. The problems that exist in this study are motivated by the obstacles in the training program at the Banyumas District Training Center that have not moved effectively. The purpose of this study was to determine how much influence the quality of training and the training environment on the effectiveness of job training program at the Banyumas District Job Training Center. The research method used is associative quantitative with a sample of 77 respondents and using simple random sampling technique. The analytical method used is Kendall Tau-c Correlation, Kendall W Concordance Coefficient and Ordinal Regression Analysis. The results showed that the quality of training and training environment had a positive and significant influence on the effectiveness of the job training program at the Banyumas District Training Center. This is evidenced by the results of the correlation analysis of Kendall’s Tau-c between the quality of training on the effectiveness of job training program of 0,416 by showing a positive direction, while the results of ordinal regression are known to be a regression coefficient of 0,376. The training environment for the effectiveness of the training program through the Kendall’s Tau-c Correlation analysis has an effect of 0,311 by showing a positive direction, ordinal regression results with a regression coefficient of 0,342. While the quality of training and training environment is proven through the results of Kendall W Concordance Correlation analysis of 0,418, and the results of ordinal regression are known for the quality of training and training environment on the effectiveness of job training program with a regression coefficient of 0,437. Based on the results of the study, it can be concluded that all the independent variables in the study had a positive and significant influence on the dependent variable, namely the quality of training and the training environment had a positive and significant influence on the effectiveness of the job training program at the Banyumas District Training Center. | |
| 20415 | 23442 | F1A014054 | PERJUANGAN DALAM DIAM (PERLAWANAN SEORANG PELAYAN BERKULIT HITAM DI GEDUNG PUTIH DALAM FILM THE BUTLER KARYA LEE DANIELS) | Permasalahan mengenai rasial sudah ada dan terjadi dalam waktu yang lama. Perbedaan berdasarkan warna kulit tersebut memicu lahirnya gerakan-gerakan yang mengunggulkan rasnya sendiri-sendiri. Salah satu negara yang memiliki sejarah mengenai permasalahan rasial adalah Amerika Serikat. Superioritas warga kulit putih kemudian menjadi sumber konflik rasial yang berdarah-darah dan berkepanjangan di Amerika. Hal ini kemudian menarik perfilman Hollywood untuk menampilkan isu rasisme ke dalam film. Salah satunya adalah film The Butler (2013) karya Lee Daniels. Film The Butler menceritakan tentang perjuangan dan perlawanan seorang kulit hitam bernama Cecil yang mengalami berbagai perlakuan diskriminasi rasisme dalam pekerjaanya sebagai pelayan (Butler) di Gedung Putih (White House). Sehingga dalam penelitian ini rumusan masalah yang ada adalah bagaimana perjuangan dalam diam yang dilakukan oleh pelayan berkulit hitam terhadap rasialisme yang bersumber dalam film The Butler karya Lee Daniels. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk – bentuk perjuangan dalam diam yang dilakukan oleh seorang pelayan kulit hitam di Gedung Putih untuk melakukan perlawanan terhadap rasisme pada film The Butler karya Lee Daniels. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Bahan penelitian ini adalah film ‘The Butler’ (2013) karya Lee Daniels. Film ini diangkat dari kisah kehidupan Eugene Allen sebagai pelayan kulit hitam yang melayani delapan Presiden Amerika Serikat di Gedung Putih dari tahun 1952 sampai ia pensiun pada tahun 1986. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari dua sumber yaitu pengamatan dan studi kepustakaan. Metode analisis data menggunakan semiotika dari teori Charles Sanders Peirce. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam film “The Butler” memunculkan perlawanan rasialisme yang cenderung tidak menggunakan kekerasan (non violent). Para pelayan (Butler) kulit hitam pada gedung putih yang bekerja dalam diam pun melakukan perlawanan dengan bekerja secara sungguh – sungguh dan mengabdi kepada negara Amerika, meskipun mereka tahu ada oknum – oknum di dalam pemerintahan terkadang secara eksplisit tidak setuju dengan persamaan hak antara orang kulit hitam dan orang kulit putih hingga menyebabkan kebijakan yang berdampak pada pembentukan personal racism hingga institutional racism. Di tempat mereka bekerja pun tak lepas dari praktik rasialisme seperti perbedaan upah dan tidak adanya peningkatan jabatan. Namun para Butler memberikan seluruh waktu dan tenaga serta hatinya untuk tetap setia dan mengabdi kepada negara Amerika. Di dalam film The Butler juga memperlihatkan bahwa melakukan perlawanan bisa dilakukan tanpa kontak fisik yang berlebihan hingga menyebabkan pertikaian dengan jalan kekerasan. Adegan - adegan yang ada dalam film mengenai perlawanan untuk membela kebebasan dalam mendapatkan hak dan kesempatan setara tanpa perbedaan rasial yang terkandung dalam film juga terlihat jelas dengan pengambilan beberapa dokumentasi visual dan kejadian yang sesuai dengan perjalanan sejarah pergerakan Civil Rights Movement yang telah terjadi di Amerika. | Racial issues have existed and happened for a long time. The prejudice against people based on skin color has caused many to form ideologies and movements which favor their own race against the other. Such ideology also existed in America. White superiority against other races in America has resulted in many conflicts, leading to a long history of racial discrimination. This attracts the Hollywood industry to adopt the issue into movies, one of which is The Butler (2013) by Lee Daniels. The movie depicts the struggle of Cecil, a black man serving as a White House butler who faced racial discrimination throughout his tenure. Therefore, the formulation of the problem in this research is: How is the silent resistance towards racism performed by a black butler in Lee Daniels’ The Butler works. The purpose of this research is to analyze the forms of silent resistance towards racism performed by a black man who served as a White House butler on The Butler by Lee Daniels. The method used in this research is qualitative descriptive, with movie The Butler (2013) by Lee Daniels as research material. This movie is adapted from the real story of Eugene Allen, a black man who served eight American presidents as a White House butler from 1952 until retirement in 1986. Data sources are taken from observation and literature review. Charles Sanders Peirce’s semiotics are used as data analysis method. The result of this research shows the resistance to racism on The Butler tend to be nonviolent. The black butlers of White House choose to work in silence, resisting by working hard and dedicating their life to America, despite knowing that there are people in the government who explicitly rejected equality between blacks and whites, creating policies which causes personal racism and institutional racism. Racism practices exist in their workplace, some of which are salary gap and no promotion. Still, the butlers gave their time, heart and devotion serving America. The Butler also shows that resistance could also be done without excessive physical contact and violence. The scenes clearly display the struggle to achieve freedom and equal rights for all races, supported by visual documentations taken from events that go in line with the history of Civil Rights Movement in America. | |
| 20416 | 25757 | D1A015032 | PENGARUH PEMBERIAN PERASAN LEMON (Citrus limon) PADA PEMBUATAN KEJU MOZARELLA TERHADAP TINGKAT KEASAMAN DAN TEKSTUR | Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penambahan perasan air lemon terhadap tingkat keasaman dan tekstur yang dihasilkan pada pembuatan keju mozarella. Metode yang digunakan yaitu eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 5 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan uji ortogonal polinomial. Hasil penelitian menunjukkan penambahan air perasan lemon yang berbeda pada pembuatan keju mozarella untuk tingkat keasaman berpengaruh tidak nyata (P>0,05) dengan rata-rata 7 sedangkan pada tekstur berpengaruh sangat nyata (P<0,01), yaitu R1= 0,36 mm/g/dt, R2= 0,31 mm/g/dt, R3= 0,28 mm/g/dt dan R4= 0,20 mm/g/dt dengan rata-rata 0,29 mm/g/dt. Hasil uji ortogonal polinomial yaitu Y= 0,4111-0,0564X-0,088X² dengan R²= 65,96%. Semakin tinggi penambahan perasan air lemon hingga 1,25% tingkat keasaman relatif sama, tekstur keju semakin lunak dan mudah rapuh. | ABSTRACT The purpose of the study was to determine the effect of adding lemon juice to the acidity and texture produced in making mozzarella cheese. The method used is an experiment using a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments 5 replications. The data obtained were analyzed using variance analysis and followed by orthogonal tests of polynomials. The results showed that the addition of different lemon juice in the manufacture of mozzarella cheese for acidity a significant not effect (P> 0,05) with an average of 7, while the texture had a very significant effect (P <0.01), which is R1= 0,36 mm/g/s, R2= 0,31 mm/g/s, R3= 0,28 mm/g/s and R4= 0,20 mm/g/s with an average 0,29 mm/g/s. The result of the polynomial orthogonal are Y= 0,4111-0,0564X-0,088X² with R square 0,6596. The conclusion is that the higher the addition of lemon juice up to 1.25%, the acidity level is relatively the same, texture of the cheese is more soft and brittle. | |
| 20417 | 23443 | H1A014025 | ISOLASI SENYAWA BIOAKTIF DARI FRAKSI ETIL ASETAT RIMPANG KUNCI PEPET (Kaempferia rotunda L.) SERTA UJI TOKSISITAS TERHADAP Artemia salina Leach | Kaemferia rotunda L. merupakan spesies dari famili Zingiberaceae. Senyawa metabolit sekunder K. rotunda L. diketahui mengandung benzil benzoat, pinostrombin, dan krotepoksida. Ekstrak kloroform K. rotunda L. diketahui memiliki aktifitas sitotoksik terhadap sel kanker. Penelitian ini mengkaji sifat toksisitas senyawa bioaktif yang diisolasi dari fraksi etil asetat rimpang K. rotunda L. Tahapan penelitian yang pertama yaitu isolasi senyawa bioaktif dalam fraksi etil asetat rimpang K. rotunda L., tahap kedua yaitu uji toksisitas terhadap larva udang Artemia salina Leach dengan metode BSLT, dan tahap ketiga elusidasi struktur senyawa hasil isolasi dengan FTIR dan GC-MS. Hasil uji toksisitas BSLT memperlihatkan isolat toksik dengan nilai LC50 sebesar 166,02 µg/mL. Identifikasi senyawa berdasarkan spektrum FTIR, mengindikasikan adanya gugus -OH, C-H aromatik, C-H alifatik, C=O karbonil, C=C aromatik, dan C-O. Analisis menggunakan GC-MS diperoleh 13 puncak dengan 2 puncak utama yang diduga merupakan senyawa asam benzoat (persen area 84,83%; berat molekul 122) dan 1,10:4,5-diepoksi-7(11)-germakren-8-on (persen area 8,80%; berat molekul 250). | Kaemferia rotunda L. is a species of the Zingiberaceae family. The secondary metabolite compound of K. rotunda L. is known to contain benzyl benzoate, pinostrombin, and crotepoxide. Chloroform extract of K. rotunda L. rhizome has cytotoxic activity against cancer cells. This research examined the toxicity of bioactive compounds isolated from the ethyl acetate fraction of K. rotunda L. The first step in this research is isolation of bioactive compounds in the ethyl acetate fraction of K. rotunda L. rhizome, the second step is toxicity test against shrimp larvae Artemia salina Leach with BSLT method, and third step elucidation of the structure of the isolated compound with FTIR and GC-MS. BSLT toxicity test results showed toxic isolates with LC50 values of 166.02 μg / mL. Identification of compounds based on the FTIR spectrum, indicating the presence of the -OH, C-H aromatic, C-H aliphatic groups, C = O carbonyl, C = C aromatics, and C-O. The analysis using GC-MS obtained 13 peaks with 2 major peaks suspected to be benzoic acid compounds (percent area 84.83%; mol weight 122) and 1,10:4,5-diepoxy-7(11)-germacren-8-one (percent area 8.80%, mol weight 250). | |
| 20418 | 29731 | E2A018015 | IMPLEMENTASI PENYESUAIAN BATASAN TINDAK PIDANA RINGAN BERDASARKAN PERATURAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR: 02 TAHUN 2012 DI PENGADILAN NEGERI PURBALINGGA | ARIE PURNOMO, Program Magister Hukum Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman, ”Implementasi Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan Berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor: 02 Tahun 2012 Di Pengadilan Negeri Purbalingga”, Komisi Pembimbing, Ketua Dr. Kuat Puji Prayitno, S.H., M.Hum, Anggota Dr. Budiyono, S.H., M.Hum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penyesuaian batasan tindak pidana ringan berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 02 Tahun 2012 dalam praktik peradilan pidana di Pengadilan Negeri Purbalingga dan menganalisis pendapat penegak hukum (Penyidik, Penuntut Umum dan Hakim) dan masyarakat korban tindak pidana, terhadap penyesuaian batasan tindak pidana ringan berdasarkan nilai barang atau uang yang menjadi objek perkara menurut Peraturan Mahkamah Agung Nomor 02 Tahun 2012 dalam hubungannya dengan keadilan. Dengan pendekatan yuridis sosiologis, bersifat deskriptif, Lokasi Penelitian di wilayah hukum Pengadilan Negeri Purbalingga, Sumber Data primer meliputi : Penyidik Polres Purbalingga, Jaksa pada Kejaksaan Negeri Purbalingga, Hakim pada Pengadilan Negeri Purbalingga. Masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Purbalingga. Sumber data sekunder : data studi kepustakaan, Data disajikan dalam bentuk uraian, dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap pokok permasalahan dalam tesis ini, maka dapat disimpulkan, bahwa Implementasi penyesuaian batasan tindak pidana ringan berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 02 Tahun 2012 dalam praktik peradilan pidana di Pengadilan Negeri Purbalingga, dapat diketahui bahwa Pengadilan Negeri Purbalingga dalam kurun waktu tahun 2015 s/d Juli 2020 telah memeriksa dan mengadili serta menjatuhkan putusan perkara tindak pidana ringan sebanyak 32 (tiga puluh dua) kasus, yang nilai kerugiannya di bawah Rp 2.500.000,- (dua juta lima ratus rupiah) dan semuanya merupakan tindak pidana pencurian ringan, yang diperiksa dengan acara pemeriksaan cepat yang dilaksanakan dan diputuskan pada hari dan tanggal itu juga. Namun ada pula kasus pencurian yang nilai kerugiannya di bawah Rp 2.500.000,- (dua juta lima ratus rupiah) didakwa dan diputus dengan tindak pidana pencurian dalam keadaan memberatkan Pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHP, dan periksa dengan acara pemeriksaan biasa. Pendapat penegak hukum (Penyidik, Penuntut Umum dan Hakim) dan masyarakat korban tindak pidana, terhadap penyesuaian batasan tindak pidana ringan berdasarkan nilai barang atau uang yang menjadi objek perkara menurut Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 02 Tahun 2012 dalam hubungannya dengan keadilan, dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Pendapat penegak hukum khususnya penyidik dan penuntut umum serta masyarakat memiliki pendapat yang sama yaitu tidak setuju dengan besaran nilai barang atau uang yang menjadi objek perkara yaitu tidak lebih dari Rp 2.500.000,- yang diatur dalam Perma RI No.02 Tahun 2012, karena dianggap nilai itu terlalu tinggi apabila dibandingkan dengan upah minimum regional Kabupaten Purbalingga yang hanya sebesar Rp 1.788.500,-. Di samping itu penerapan Perma tersebut dapat menimbulkan dilema bagi penyidik karena masyarakat tahunya pelaku pencurian ditahan kalau tidak dapat mencederai rasa keadilan dalam masyarakat. 2. Pendapat penegak hukum hakim pada prinsipnya setuju dengan batasan nilai barang atau uang yang dirumuskan dalam Perma RI No. 02 Tahun 2012, namun dalam praktiknya harus memperhatikan rasa keadilan dalam masyarakat, dan harus dilakukan secara selektif serta tidak serta merta nilai di bawah Rp. 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah) dikategorikan sebagai tindak pidana ringan. | ARIE PURNOMO, Program Magister Punish Faculty Of Law University General Soedirman, " Implementation Adjustment of Light Definition Doing An Injustice Pursuant To Regulation of Appellate Court Number: 02 Year 2012 [In] District Court Purbalingga", Commission Counsellor, Chief Dr. Kuat Puji Prayitno, S.H., M.Hum, Member Dr. Budiyono, S.H., M.Hum. This research aim to to analyse implementation adjustment of light doing an injustice definition pursuant to Regulation of Appellate Court Number 02 Year 2012 in criminal justice practice in District Court Purbalingga and analyse law enforcer opinion (Investigator, Public Prosecutor And Judge) and doing an injustice victim society, to adjustment of light doing an injustice definition pursuant to goods value or money becoming case object according to Regulation of Appellate Court Number 02 Year 2012 in its relation with justice. With approach of sosiologis yuridis, having the character of is descriptive, Location Research in District Court Purbalingga territory of jurisdiction, Source of Data primary cover : Investigator Polres Purbalingga, Attorney at Public Attorney of Country Purbalingga, Judge at District Court Purbalingga. Society which living in Sub-Province Purbalingga. Source of secondary data : bibliography study data, Data presented in the form of description, analysed qualitative. Pursuant to result of solution and research to fundamental of is problem of this thesis, hence can be concluded, that Implementation adjustment of light doing an injustice definition pursuant to Regulation of Appellate Court Number 02 Year 2012 in criminal justice practices in District Court Purbalingga, can know that District Court Purbalingga in year range of time 2015 to July 2020 have checked and judge and also drop light doing an injustice verdict counted 32 (three tens two) case, which is its loss value below/under Rp 2.500.000,- ( two millions five hundreds rupiah) and altogether represent light theft doing an injustice, which checked with inspection event quickly which is executed and decided on and date of that also. But there is also theft case which is its loss value under Rp 2.500.000,- (two millions five hundreds rupiah) asserted and broken with theft doing an injustice in a state of weigh Section 363 sentence (1) KUHP ke-5, and check with ordinary inspection event. Enforcer law opinion (Investigator, Public Prosecutor And Judge) and doing an injustice victim society, to adjustment of light doing an injustice definition pursuant to goods value or money becoming case object according to Regulation of Appellate Court Republic Of Indonesia Number 02 Year 2012 in its relation with justice, can be concluded as follows: a. Enforcer opinion punish specially publik prosecutor and investigator and also society have is same opinion that is disagree with mulberry assess money or goods becoming case object that is at the most Rp 2.500.000,- which is arranged in Perma RI No.02 Year 2012, because assumed by that is value too high if compared to Sub-Province Purbalingga regional minimum wage which only equal to Rp 1.788.500,-. Despitefully applying of the Perma can generate dilemma to investigator because its soybean cake society of under arrest theft perpetrator if not can injure sense of justice in society. b. Enforcer opinion punish judge in principle agree with definition assess money or goods which is formulated in Perma RI No. 02 Year 2012, but in its of have to pay attention sense of justice in society, and must be done selectively and also do not at moment's notice assess below/under Rp. 2.500.000,- (two millions five hundreds thousand rupiah) categorized as light doing an injustice | |
| 20419 | 26116 | L1C015024 | POTENSI GELOMBANG LAUT SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG BERDASARKAN KARAKTERISTIK GELOMBANG LAUT DI PERAIRAN GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA | Penelitian ini berjudul Potensi Gelombang Laut sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang berdasarkan Karakteristik Gelombang Laut di Perairan Gunung Kidul, Yogyakarta. Kebutuhan manusia akan energi listrik mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya jumlah populasi manusia sehingga diperlukan energi alternatif terbarukan yang ramah lingkungan namun dapat memenuhi kebutuhan. Salah satu pembangkit listrik alternatif yang ramah lingkungan adalah dengan memanfaatkan energi dari gelombang laut. Gelombang laut merupakan energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan karena energi gelombang laut tidak akan pernah habis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik gelombang di perairan Gunung Kidul, Yogyakarta serta untuk mengetahui seberapa besar potensi daya listrik yang dapat dihasilkan pada perairan ini. Metode yang digunakan adalah metode survei dangan mengumpulkan data menggunakan data sekunder yang diunduh dari ECMWF (European Centre For Medium-Range Weather Forcasts). Perairan Gunung Kidul, Yogyakarta memiliki karakteristik tinggi dan periode gelombang yang bervariasi. Tinggi gelombang maksimum adalah pada musim Timur dan tinggi gelombang minimum terjadi pada musim Barat. Periode gelombang bervariasi dengan durasi 10 – 12 detik dan arah datang gelombang pada perairan ini adalah dari arah selatan pantai. Potensi daya yang dapat dihasilkan pada perairan ini adalah 7.000 sampai 13.000 watt. | A study entitled The Potential of Ocean Waves as Waves of Power Plant Based on the Characteristics of Ocean Waves in the Waters of Gunung Kidul, Yogyakarta. The needs of human beings will experience increased electrical energy along with increasing human population numbers so that the necessary alternative energy environmentally friendly renewable but can meet the needs. One of the power plant environmentally friendly alternative is to harness the energy of ocean waves. Ocean waves is the renewable energy that can be used because the energy of ocean waves will never run out. The purpose of this research is to know the characteristics of waves in the waters of Gunung Kidul in Yogyakarta as well as to find out how big the potential power that can be generated on these waters. The method used is the method the survey with collecting data using secondary data downloaded from an ECMWF (European Centre For Medium-Range Weather Forcasts). The waters of Gunung Kidul Yogyakarta has characteristics height and wave period. Maximum wave height is in the East and the wave height minimum occurs at the season. Wave period with the duration of 10-12 seconds and the direction of the wave on the waters of this is from South Beach. The potential power that can be generated in these waters is 7.000 to 13.000 watts. | |
| 20420 | 23446 | A1L014201 | PENGARUH NZEO-SR DAN S TERHADAP KANDUNGAN N DAN P TANAH, SERAPAN N DAN S, SERTA PERTUMBUHAN TANAMAN BAWANG MERAH PADA INCEPTISOL | Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura dengan tingkat konsumsi yang cukup tinggi oleh masyarakat. Pemupukan dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang merah, salah satunya dengan menggunakan pupuk NZEO-SR dan S. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh NZEO-SR terhadap kandungan N dan P tanah, serapan N dan S, serta pertumbuhan bawang merah; 2) pengaruh S terhadap kandungan N dan P tanah, serapan N dan S, serta pertumbuhan bawang merah; dan 3) pengaruh interaksi NZEO-SR dan S terhadap kandungan N dan P tanah, serapan N dan S, serta pertumbuhan bawang merah. Penelitian eksperimental dilakukan di rumah kaca menggunakan bawang merah varietas Bauji dan tanah Inceptisol, dan analisis tanah dilaksanakan di Laboratorium Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian, Unsoed mulai Februari sampai Juli 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan dua faktor, dosis pupuk NZEO-SR dan dosis S. Dosis pupuk NZEO-SR yang diberikan yaitu, 0 kg.ha-1, 100 kg.ha-1, 200 kg.ha-1, dan 300 kg.ha-1, dan dosis S yang diberikan yaitu, 0 kg.ha-1, 25 kg.ha-1, 50 kg.ha-1, dan 75 g.ha-1. Jumlah perlakuan sebanyak 16 dan diulang tiga kali, sehingga didapatkan 96 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah pH H2O, daya hantar listrik tanah, N tersedia dan total tanah, P tersedia dan total tanah, serapan N tajuk dan serapan S umbi, jumlah anakan, jumlah daun, dan berat tajuk kering bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NZEO-SR meningkatkan N tersedia dan total tanah, P total tanah, dan serapan N tajuk, namun menurunkan P tersedia tanah dan berat tajuk kering. Sulfur meningkatkan daya hantar listrik tanah dan N tersedia tanah, namun menurunkan nilai pH H2O tanah, P tersedia tanah, serapan N tajuk, jumlah anakan, jumlah daun, dan berat tajuk kering. Interaksi NZEO-SR dan S terjadi pada N tersedia tanah, P tersedia tanah, serapan N tajuk bawang merah dan jumlah anakan bawang. | Shallots are one of the horticultural commodities that have a high level of consumption by people. Fertilization is intended to increase the growth and production of shallots, such as using NZEO-SR and S. fertilizers. This study aims to determine 1) the effect of NZEO-SR on soil N and P content, N and S uptake, and the growth of shallots; 2) the effect of S on soil N and P content, N and S uptake, and the growth of shallots; and 3) the interaction effect of NZEO-SR and S on soil N and P content, N and S uptake, and the growth of shallots. Experimental research was carried out in a greenhouse using Inceptisols and soil analysis was carried out by the Laboratory of Land Resources, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from February to July 2018. The design used in this study was a Randomized Complete Block Design with two factors, the dose of NZEO-SR fertilizer and the dose of S. The onion variety used was the Bauji variety. The doses of NZEO-SR fertilizer given are 0 kg.ha-1, 100 kg.ha-1, 200 kg.ha-1, dan 300 kg.ha-1, while the given doses of S are 0 kg.ha-1, 25 kg.ha-1, 50 kg.ha-1, dan 75 g.ha-1. The treatment combination obtained was 16 treatments and repeated three times, so that 96 experimental units were obtained. The variables observed were soil pH, electrical conductivity, available and total N, available and total P, shoot N uptake and tuber S uptake, number of tillers, number of leaves, and shoot dry weight of shallots. The results showed that the NZEO-SR application increased soil available and total N, soil total P, and shoot N uptake, but decreased soil available P and shoot dry weight. Application of S increases soil electrical conductivity and available N, but decreases the soil pH, available soil P, shoot N uptake, number of tillers, number of leaves, and shoot dry weight. The interaction among NZEO-SR and S affects soil N available, P available, shoot N uptake and number of tillers. |