Artikelilmiahs
Menampilkan 20.121-20.140 dari 50.086 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 20121 | 23206 | G1G011050 | EFEK PEMBERIAN EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.)Urban) TERHADAP JUMLAH SEL MAKROFAG PADA PERIODONTITIS (Kajian In Vitro pada Tikus Jantan Galur Sprague Dawley) | INTISARI Periodontitis yaitu terjadinya kerusakan jaringan pendukung periodontal berupa kerusakan ligamen periodontal, dan tulang alveolar. Penyebab utama terjadinya periodontitis yaitu adanya bakteri Porpyrhomonas gingivalis dan Aggregatibacter actinomycetecomitans. Makrofag merupakan sel yang paling dominan pada inflamasi. Daun pegagan (Centella asiatica (L.)Urban) merupakan tanaman yang mempunyai kandungan triterpenoid saponin dan flavonoid mempunyai efek antibakteri dan dapat meningkatkan aktivasi makrofag. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun peagan (Centella asiatica (L.)Urban) terhadap jumlah sel makrofag pada tikus Sprague dawley tikus model periodontitis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan posttest-only control group design. Penelitian ini menggunakan 35 ekor tikus Sprague dawley jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu KN (kontrol negatif), KP (kontrol positif), P1 (ekstrak daun pegagan 250 mg/kgBB), P2 (ekstrak daun pegagan 500 mg/kgBB) dan P3 (ekstrak daun pegagan 1.000 mg/kgBB). Induksi periodontitis dilakukan dengan menginjeksikan bakteri Porpyrhomonas gingivalis setiap 3 hari selama 28 hari dan dilanjutkan pemberian ekstrak 2 mL dengan sonde lambung, diberikan tiap 8 jam selama 2 hari. Jaringan gingiva selanjutnya dibuat preparat histologi. Hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan uji One Way Anova dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang sangat bermakna antara kelompok P1, P2, P3 terhadap kelompok KN (p<0,01), dan terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok P1, P2, dan P3 (p<0,05) namun tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok P1, P2, P3 terhadap kelompok KP (p>0,05). Simpulan penelitian ini adalah ekstrak daun pegagan dapat mempengaruhi tikus periodontitis serta ekstrak daun pegagan dosis 250 mg/kgBB merupakan yang paling efektif meningkatkan jumlah sel makrofag dan yang paling mendekati nilai signifikan berbeda bermakna terhadap kelompok KP. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh ekstrak daun pegagan pada mediator inflamasi lainnya. Kata kunci : Daun pegagan, Centella asiatica, periodontitis, makrofag Kepustakaan : 38 (1993-2015) | ABSTRACT Periodontitis is a destruction of periodontal supporting tissues in ligament, and alveolar bone. The main cause of periodontitis are Porpyrhomonas gingivalis and Aggregatibacter actinomycetecomitans bacteria. Macrophage is a dominant cell of inflammation. Pegaga leaf or Centella asiatica (L.)Urban is a herbaceous plant contains triterpenoid, saponin, and flavonoid that are effective for antibacterial and increase the macrophage activation. The aim of this study was to know the effect of the pegaga leaf (Centella asiatica (L.)Urban) extract on macrophage number in periodontitis Sprague dawley male rats. This study was laboratory experiment study with posttest-only control group design approach. Thirty five samples were used in this study, consisted of 5 groups. The five groups were KN (negative control), KP (positive control), P1 (250 mg/kg bw of pegaga leaf extract), P2 (500 mg/kg bw of pegaga leaf extract), and P3 (1,000 mg/kg bw). The rats were induced by Porpyrhomonas gingivalis bacteria injection every 3 days for 28 days and treated with extracts via stomach sonde 2 mL every 8 hours for 2 days. After that,histology sample of gingiva tissues were prepared. The result of study was statistically analyzed using One-Way Anova Test and continued by LSD Test. The result of the study showed that there were very significant differences(p<0,01) between P1, P2, P3 groups and negative control group and there was significant differences between P1, P2, and P3 groups (p<0.05) but there were no significant differences between P1, P2, P3 groups and KP group (p>0,05). Conclusion of this study is the pegaga leaf extract has an effect in periodontitis rats. The pegaga leaf extract with dose 250 mg/kgBB is the most effective to increase macrophage number and has the most similar effect of Ibuprofen (positive control group). Further study is needed to examine effect of the pegaga leaf extract on other mediator inflammation. Keyword : Pegaga Leaf, Centella asiatica, macrophage, periodontitis Bibliography : 38 (1993-2015) | |
| 20122 | 23207 | E2A016062 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP KONSTRUKSI HUKUM BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDesa) DI KABUPATEN BANYUMAS | Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dalam peraturan perundangan tidak menjelaskan secara khusus tentang bentuk badan hukum, jenis perusahaan pada BUMDesa, bentuk pertanggungjawaban BUMDesa dengan unit usaha BUMDesa, dan jenis badan hukum perdata pada unit usaha BUMDesa. Penelitian dengan judul “Tinjauan Yuridis Terhadap Konstruksi Hukum Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di Kabupaten Banyumas” bertujuan untuk menganalisis konstruksi hukum pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan untuk menganalisis implementasi pembentukan Badan Usaha Milik Desa di Kabupaten Banyumas, memberikan informasi kepada BUMDesa yang akan dibentuk agar tidak terjadi pelanggaran hukum. Metode penelitian dengan penelitian hukum yuridis normatif dan spesifikasi penelitian bersifat preskripsi. Metode pengumpulan data adalah studi pustaka atau kepustakaan. Metode penyajian data dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis dan metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis normatif kualitatif. BUMDesa terkonstruksi bahwa BUMDesa merupakan Perusahaan dan Badan Usaha karena memenuhi ciri-ciri perusahaan yaitu, bertujuan mencari laba, terus menerus, memiliki organisasi. BUMDesa merupakan badan hukum publik karena dibentuk melalui Perdes. BUMDesa merupakan badan hukum publik yang berbentuk Perum karena identik dengan ciri-ciri BUMN yang berbentuk PERUM. Pertanggungjawaban BUMDesa dengan Unit Usaha BUMDesa merupakan perusahaan kelompok karena BUMDesa sebagai perusahaan induk memiliki kesatuan ekonomi dengan unit usaha BUMDesa dan terpisah secara yuridis anatara BUMDesa dengan Unit Usaha BUMDesa. Implementasi BUMDesa di Kabupaten Banyumas bahwa penerapan peraturan perundang-undangan tentang BUMDesa di Kabupaten Banyumas sebagian sudah diterapkan yaitu BUMDesa dibentuk melalui peraturan perundangan yaitu Perdes yang tidak terbagi atas saham, dan pembentukan badan hukum perdata pada unit usaha BUMDesa belum diterapkan dalam jumlah yang banyak. Kesimpulan, Konstruksi BUMDesa berbentuk Badan Hukum Publik berjenis Perumdes, dengan bentuk pertanggungjawaban dengan unit usaha BUMDesa berbentuk perusahaan kelompok. Implementasi BUMDesa di Kabupaten Banyumas sebagian sudah terlaksana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. | Village-Owned Enterprises (BUMDesa) in the legislation do not specifically explain the form of legal entity, type of company on BUMDesa, form of BUMDesa accountability with BUMDesa business units, and types of civil legal entities in BUMDesa business units. Research entitled "Juridical Review of Legal Construction of Village-Owned Enterprises (BUMDesa) in Banyumas District" aims to analyze the legal construction of Village-Owned Enterprises (BUMDesa) and to analyze the implementation of the formation of Village-Owned Enterprises in Banyumas Regency, provide information to BUMDesa which will be formed so that there is no law violation. The research method with normative juridical law research and research specifications is prescriptive. Data collection methods are literature studies or literature. The method of presenting data in the form of a description that is arranged systematically and the method of analysis used instudy thisis a qualitative normative analysis method. BUMDesa is constructed that BUMDesa is a Company and Business Entity because it meets the characteristics of the company, namely, aiming to make a profit, continuously, owning an organization. BUMDesa is a public legal entity because it was formed through village regulations. BUMDesa is a public legal entity in the form of a Public Corporation because it is identical with the characteristics of a PERUM-shaped BUMN. BUMDesa's accountability with the BUMDesa Business Unit is a group company because BUMDesa as the holding company has an economic unit with the BUMDesa business unit and is separated juridically between BUMDesa and the BUMDesa Business Unit. BUMDesa implementation in Banyumas Regency is that the application of laws and regulations on BUMDesa in Banyumas Regency is partly implemented, namely BUMDesa is formed through legislation namely Perdes which is not divided into shares, and the establishment of a civil legal entity in the BUMDesa business unit has not been implemented in large numbers. Conclusion, the construction of BUMDesa is in the form of a Public Legal Entity in the form of a Perumdes, with the form of accountability with the BUMDesa business unit in the form of a group company. Part of the implementation of BUMDesa in Banyumas District has been implemented in accordance with the prevailing laws and regulations. | |
| 20123 | 23208 | G1I014008 | HUBUNGAN PANJANG TUNGKAI, PANJANG LENGAN DAN KEKUATAN OTOT LENGAN DENGAN KEMAMPUAN FREE THROW SHOOT | HUBUNGAN PANJANG TUNGKAI, PANJANG LENGAN DAN KEKUATAN OTOT LENGAN DENGAN KEMAMPUAN FREE THROW SHOOT Tria Noviyanti, Muhamad Syafei, Fuad Noor Heza Abstrak Latar Belakang: Kemampuan free throw shoot dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah panjang tungkai, panjang lengan, dan kekuatan otot lengan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara panjang tungkai, panjang lengan dan kekuatan otot lengan dengan kemampuan free throw shoot siswa putra usia 13-15 tahun. Metodologi: Metode yang digunakan adalah tes dan pengukuran dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel 40 siswa menggunakan purposive sampling dengan adanya kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian panjang tungkai dan panjang lengan menggunakan pita ukur (Fenanlampir,2015) , kekuatan otot lengan menggunakan push up 30 detik (Pelatihan Kesehatan Olahraga, 2000) free throw shoot dilakukan 10 kali percobaan dihitung bola yang masuk keranjang (Sodikun, 1992). Uji statistik menggunakan pearson product moment dan korelasi ganda. Hasil Penelitian: 1. Ada hubungan signifikan antara panjang tungkai dengan kemampuan free throw shoot (p=0,003). 2. Ada hubungan signifikan antara panjang lengan dengan kemampuan free throw shoot (p=0,001). 3. Ada hubungan signifikan antara kekuatan otot lengan dengan kemampuan free throw shoot (p=0,00). 4. Ada hubungan antara panjang tungkai, panjang lengan dan kekuatan otot lengan secara bersama-sama dengan kemampuan free throw shoot (p=0,00) (Fhitung 14,32 > Ftabel 2,86) Kesimpulan: Ada hubungan antara panjang tungkai, panjang lengan dan kekuatan otot lengan dengan kemampuan free throw shoot. Kata Kunci: Panjang tungkai, panjang lengan, kekuatan otot lengan, free throw shoot. | The Relation between Leg Length, Arm Length, and Arm Muscle Strength with the Ability of Free Throw Shoot Tria Noviyanti1), Muhamad Syafei2), Fuad Noor Heza3) 1)2)3)Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Telp: 089604533416 Email : trianoviyanti7@gmail.com ABSTRACT Background : The ability of free throw shoot is affected by leg length, arm length, and arm muscle strength. This study aims to found the relation between leg length, arm length, and arm muscle strength with the ability free throw shoot of male students that age 13-15 years old. Method: The research methods used to test and measurement by employing cross sectional approach, furthermore, the sampling was 40 students by using purposive sampling selected by apply inclusion and exclusion criteria. The research instrument of leg length and arm length used a measure tape (Fenanlampir, 2015), arm muscle strength finish by doing push-up 30 seconds (Pelatihan Kesehatan Olahraga, 2000), and free throw shoot finish by 10 shoot attempts counted if the balls got into the ring (Sodikum, 1992). Statistical test used Pearson Product Moment Correlation and multiple correlation. Results: 1. There was a significant relation between leg length with the ability of free throw shoot (p= 0,003). 2. There was a significant relation between arm length with the ability of free throw shoot (p= 0,001). 3. There was a significant relation between arm muscle strength with the ability of free throw shoot (p= 0,00). 4. There was a relations between leg length, arm length, and arm muscle strength simultaneously and the ability of free throw shoot (p= 0,00) (Fcount 14,32 > Ftable 2,86). Conclusion: There is a relation between leg length, arm length, and arm muscle strength with the ability of free throw shoot. Keywords: leg length, arm length, arm muscle strength, free throw shoot | |
| 20124 | 23209 | G1I014011 | PERSEPSI GURU PENDIDIKAN JASMANI TERHADAP MATERI SENAM IRAMA DITINJAU DARI FAKTOR FUNGSIONAL DAN STRUKTURAL | Persepsi Guru Pendidikan Jasmani Terhadap Materi Senam Irama Ditinjau dari Faktor Fungsional Dan Faktor Struktural Betty Kartiningtyas, Indra Jati Kusuma, Topo Suhartoyo Abstrak Guru penjas sub rayon 7 Banyumas yang kecenderunganya mengajarkan materi olahraga yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Berdasarkan survei pendahuluan didapatkan data bahwa ada 30,4% yang sudah mengajarkan senam irama pada peserta didiknya dan 69,6% yang belum mengajarkan senam irama pada peserta didiknya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Subjek penelitian ini adalah guru penjas sub rayon 7 Banyumas dengan jumlah 36 orang guru. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Validitas penelitian ini menggunakan rumus Product Moment dengan hasil validitas terendah 0,469 dan validitas tertinggi 0,826. Reliabilitas penelitian ini menggunakan rumus Alpha Cronbach dengan hasil data setelah diuji yaitu 0,752. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru SMP sub rayon 7 Banyumas memiliki persepsi yang cukup baik terhadap senam irama. Data yang didapatkan bahwa 1 guru (2,8%) mempersepsikan baik sekali, 13 guru (36%) mempersepsikan baik, 9 guru (25%) mempersepsikan cukup baik, 11 guru (30,6%) mempersepsikan kurang baik, dan 2 guru (5,6%) mepersepsikan tidak baik pada materi senam irama. Guru pendidikan jasmani tingkat SMP sub rayon 7 Banyumas memiliki persepsi yang cukup baik terhadap materi senam irama. Kata Kunci: Persepsi Guru Pendidkan Jasmani, Materi Senam Irama, Survei. | The Perception of Physical Education Teacher on Rhythmic Gymnastics Material From Functional And Structural Factor Betty kartiningtyas1), Indra Jati Kusuma2), Topo Suhartoyo3) 1)2)3)Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Telp : 08157998890 Email : bettyk786@gmail.com Abstract Physical Education teachers of SMP Sub Rayon 7 Banyumas tend to teach sports material that has been known by society. Based on the preliminary survey, it was obtained the data that there are 30,4% who had taught rhythmic gymnastics to the students and 69,6% who had not taught rhythmic gymnastics to their students yet. This was descriptive quantitative research with survey approach. The subjects were Physical Education teachers of SMP Sub Rayon 7 Banyumas with a total of 36 teachers. The data collection technique used a questionnaire that had been tested its validity and reliability. The validity employed Product Moment formula which the lowest validity was 0,469 and the highest validity was 0,826, and the reliability applied Alpha Cronbach formula was 0,752. Moreover, the data analysis technique was quantitative descriptive analysis technique with the percentage. The results showed that the perception of Physical Education teacher at SMP Sub Rayon 7 Banyumas are excellent of 1 teacher (2,8%), very good of 13 teachers (36%), good of 9 teachers (25%), fair of 11 teachers (30,6%), poor of 2 teachers (5,6%). In conclusion, Physical Education teacher at SMP Sub Rayon 7 Banyumas has a good perception on rhythmic gymnastics material. Keywords: Perception of Physical Education Teacher, Rhythmic Gymnastics Material | |
| 20125 | 23211 | G1D013056 | HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG SUCCESSFULL AGING DENGAN UPAYA PENCAPAIAN SECCESSFUL AGING PADA USIA DEWASA TENGAH DI DESA WANADADI BANJARNEGARA | ABSTRAK Latar Belakang: Jumlah populasi lansia di Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menyebabkan munculnya perhatian dari berbagai pihak yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketercapaian successful aging lansia. Ketercapaian successful aging lansia dapat diupayakan sejak dewasa tengah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan tantang successful aging dengan upaya pencapaian successful aging pada usia dewasa tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini 95 dewasa tengah. Pengetahuan dan upaya pencapaian menggunakan kuisioner penelitian. Uji statistik menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Median skor pengetahuan tentang successful aging 9,00. Mean skor upaya pencapaian successful aging sebesar 26,26. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang successful aging dengan upaya pencapaian successful aging (p=0,55, r=0,062). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang successful aging dengan upaya pencapaian successful aging. Kata kunci: Dewasa tengah, pengetahuan, upaya pencapaian successful aging. | ABSTRACT Background: Population of elderly in Indonesia keeps increasing. Attention from various parties is needed to improve the well being of elderly and achievement of successful aging. Achievement of successful aging can be initiated since middle-aged adulthood. Objective: The aim for this research is to investigate association between knowledge of successful aging and effort to achieve it among middle-aged adult. Methods: This research used cross sectional design. Sample in this study were 95 middle adult. Knowledge and effort were measured using questionare developed by researcher. Data was analyzed using Spearman correlation test. Results: Median score knowledge of successful aging was 9.00. While mean score of successful aging achievement efforts was 26.26. Spearman correlation test shows that there wasn’t a significant association between knowledge of successful aging and effort to achieve it (p = 0.55, r = 0,062). Conclusion: Knowledge of successful aging is not associated to effort to achieve it. Keywords: Middle aged adult, knowledge, effort to achieve of successful aging. | |
| 20126 | 23212 | H1F011047 | GEOLOGI DAN TATA GUNA LAHAN DAERAH BONGAS DAN SEKITARNYA, KECAMATAN WATUKUMPUL KABUPATEN PEMALANG, JAWA TENGAH | Kebutuhan akan ruang (lahan) dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan yang cukup cepat. Kondisi ini membawa pada konflik kepentingan dalam pemakaian lahan sehingga dikhawatirkan tidak lagi mengedepankan aspek keselamatan dan kelayakan guna lahan di dalam proses pembangunan. Penggunaan lahan yang tidak sesuai peruntukanya sangat dimungkinkan akan menurunkan daya dukung lingkungan terhadap pembangunan dan sebaliknya akan meningkatkan resiko bencana terhadap kehidupan masyarakat yang bertempat tinggal di kawasan tersebut. Daerah Penelitian terletak di Daerah Bongas dan sekitarnya, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Berdasarkan hasil penelitian kondisi geologi daerah Bongas dan sekitarnya terbagi menjadi 3 satuan geomorfologi yaitu Satuan Perbukitan Struktural (S3), Satuan Perbukitan Struktural (S4) dan Satuan Perbukitan Intrusi (S11). Satuan Geologi daerah penelitian berdasarkan urutan stratigrafi dari tua ke muda dibagi menjadi 3 satuan, yaitu, Satuan Batupasir, Satuan Batulempung dan Satuan Intrusi Diorit. Terdapat 4 struktur sesar yang berkembang pada daerah penelitian yaitu Struktur Sesar Geser Kanan Tundangan, Sesar Geser Kiri Sirau, Sesar Geser Kanan Kali Polaga dan Sesar Geser Kiri Cikadu. Menggunakan analisis geomorfologi penentuan peruntukan pengembangan kawasan dipengaruhi faktor-faktor kelayakan guna lahan baik faktor pendukung maupun penghambat. Faktor-faktor tersebut adalah kemiringan lereng, kedalaman air tanah dan keterdapatan mata air, keterdapatan sumber daya batuan, bahaya longsor dan banjir serta keterdapatan struktur sesar. Peruntukan Tata guna lahan pada daerah penelitian terbagi menjadi 8 kawasan yaitu: Kawasan Permukiman, Kawasan Permukiman Terbatas, Kawasan Persawahan, Kawasan Perkebunan, Kawasan Hutan Produksi, Kawasan Pertambangan, Kawasan Ruang Terbuka Hijau dan Kawasan Hutan Lindung. | The need for space (land) from year to year experienced a fairly rapid growth. This condition leads to conflicts of interest in land use so it is feared no longer prioritize the safety and feasibility aspects of land use in the development process. Unsuitable land use is likely to reduce the environmental carrying capacity of the development and vice versa will increase the risk of disaster to the lives of people who live in the area. The research area is located in Bongas and surrounding areas, Watukumpul District, Pemalang Regency, Central Java. Based on the results of research, geological conditions of Bongas and surrounding areas are divided into 3 geomorphological units that are: Structural Hills Unit (S3), Structural Hills Unit (S4) and Intrusion Hills Unit (S11). Geological unit of the research area based on the stratigraphic sequence from old to young is divided into 3 units, that is, the Sandstone Unit, the Shalestone Unit and the Diorite Intrusion Unit. There are 4 fault structures that developed in the research area, that are: the Right Slip Fault Tundangan, Left Slip Fault Sirau, Right Slip Fault Polaga River and Left Slip Fault Cikadu. Using geomorphology analysis, the arrangement of area development is influenced by feasibility factors of land use both supporting and inhibiting factors. These factors are the slope class, the depth of groundwater and the availability of springs, the availability of rock resources, the danger of landslides and floods and the availability of faults area. Land use arrangement in the research area is divided into 8 areas, namely: Settlement Area, Limited Settlement Area, Rice Field Area, Plantation Area, Production Forest Area, Mining Area, Open Space Area and Protected Forest Area. | |
| 20127 | 23213 | H1F011066 | GEOLOGI DAN TATA GUNA LAHAN ANALISIS GEOMORFOLOGI DAERAH MAJAKERTA DAN SEKITARNYA KECAMATAN WATUKUMPUL KABUPATEN PEMALANG JAWATENGAH | Peningkatan penggunaan lahan mengakibatkan banyak lahan yang salah fungsi atau lahan tidak digunakan sesuai daya dukung geologinya. Sehingga terjadi bencana yang memakan korban jiwa, seperti bencana longsor, banjir dan sebagainya. Daerah Majakerta adalah daerah yang sedang berkembang dan melakukan perkembangan dalam hal penggunaan lahan. Namun daerah Majakerta adalah daerah perbukitan, sehingga sangat rawan terkena bencana. Maka dari itu daerah Majakerta sangat cocok untuk dilakukannya pemetaan tata guna lahan. Daerah Majakerta sekitarnya memiliki bentuk lahan 2 perbukitan yang dipisahkan sebuah dataran dibagian tengahnya. Untuk melakukan pemetaan tata guna lahan maka perlu dilakukan pengkajian pustaka, pembuatan peta dasar dan sebagainya. Setelah itu dilanjutkan survey lapangan, untuk mengetahui kondisi geologi daerah Majakerta. Setelah survey lapangan, akan dilanjutkan untuk analisis labolatorium. Analisis labolatorium untuk mengetahui kondisi geologi, geomorfologi, stratigrafi, sejarah geologi, persen lereng, kedalaman air tanah, potensi bencana, potensi batuan, dan pada akhirnya data-data tersebut digunakan untuk membuat peta tata guna lahan. Dalam pembuatan peta tata guna lahan perlu diketahui kondisi peta geologi dan geomorfologi sebagai langkah awal. Akhirnya diketahui bahwa kondisi geologi Majakerta terbentuk oleh 2 satuan batuan dan 5 struktur, ini akan menjadi pertimbangan dalam tata guna lahan daerah majakerta. Dari geomorfologinya daerah penelitian terbagi menjadi 3 satuan, yaitu: satuan dataran alluvial (F4), satuan perbukitan struktural (S8) dan satuan perbukitan struktural (S9). Sejarah geologi daerah Majakerta sendiri terbentuk pada meosen tengah dan yang terbentuk terlebih dahulu adalah satuan perselingan batulempung-batupasir dengan lingkungan pengendapan Bathyal Atas-Bathyal Tengah. Dilanjutkan dengan pengendapan satuan batupasir-batulempung dengan umur meosen tengah sampai meosen akhir dan diendapkan selaras dengan batuan dibawah, lingkungan pengendapanya Bathyal Atas-Bathyal Tengah. Lapisan satuan batulempung-batupasir dan satuan batupasir-batu lempung yang sudah terendapkan mengalami pertlipatan dan pensesaran pada Kala Pliosen Akhir-Pleistosen Awal. Lipatan tersebut lama kelamaan tererosi yang menghasilkan dataran yang sekarang menjadi tempat pengendapan alluvial. Pembuatan peta tata guna lahan dengan cara tumpang susun peta tematik, seperti yang sudah disebutkan diatas. Selain itu harus menghitung dan menilai status kelayakan kawasan budidaya dan lindung agar dapat membuat zonasi yang tepat. Akhinya daerah majakerja dibagi 7 kawasan, yaitu : kawasan pemukiman, pemukiman terbatas, kawasan pertambangan, kawasan persawahan, kawasan perkebunan /pertanian, hutan produksi, dan hutan lindung. | Increased land use results in a lot of land that has a wrong function or the land is not used according to the geological support capacity. So that a disaster that takes lives, such as landslides, floods and so on. The Majakerta area is an area that is developing and making progress in terms of land use. But the Majakerta area is a hilly area, so it is very vulnerable to disasters. Therefore the Majakerta area is very suitable for land use mapping. The surrounding Majakerta area has a 2-hill land area separated by a plain in the middle. To do land use mapping, it is necessary to conduct literature review, basic map making and so on. After that, continued the field survey, to find out the geological conditions of the Majakerta area. After the field survey, it will be continued for laboratory analysis. Laboratory analysis to determine geological conditions, geomorphology, stratigraphy, geological history, percent slope, depth of groundwater, potential disasters, rock potential, and ultimately these data are used to make land use maps. In making a land use map, it is necessary to know the condition of geological and geomorphological maps as a first step. Finally, it is known that the geological conditions of Majakerta are formed by 2 rock units and 5 structures, this will be a consideration in the land use of the majakerta area. From the geomorphology, the research area is divided into 3 units, namely: alluvial plain unit (F4), structural hill unit (S8) and structural hill unit (S9). The geological history of the Majakerta region itself is formed in the middle meocene and the one formed first is the unit of interlocking sandstone with the depositional environment of Bathyal Atas-Bathyal Tengah. Followed by deposition of sandstone-claystone unit with middle meocene until final meocene and deposited in harmony with the rock below, the controlling environment is Bathyal Atas-Bathyal Tengah. Layers of sandstone and claystone units that have been deposited were tightened and enlarged in the Late Pliocene-Early Pleistocene Period. The crease eroded over time which produced the plains that are now an alluvial deposition site. Making land use maps by overlapping thematic maps, as mentioned above. In addition, they must calculate and assess the feasibility status of the cultivation and protected areas so they can make the right zoning. Finally the working area is divided into 7 areas, namely: residential areas, limited settlements, mining areas, rice fields, plantation / agricultural areas, production forests, and protected forests. | |
| 20128 | 23214 | C1M014013 | PENGARUH POLA BELAJAR, KEPERCAYAAN DIRI DAN MANAJEMEN WAKTU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMP NEGERI 2 PURWOKERTO | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Pola Belajar, Kepercayaan Diri dan Manajamene waktu terhadap Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri 2 Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola belajar, kepercayaan diri dan manajemen waktu terhadap prestasi belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII dan kelas VIII SMP Negeri 2 Purwokerto yaitu sebanyak 205 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan Teknik Proporsional Random Sampling yang diperoleh sampel sebanyak 138 responden. Teknik analisis penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda yang menunjukkan bahwa: 1) Pola belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar. 2) Kepercayaan diri berpengaruh positif terhadap prestasi belajar. 3) Manajemen waktu berpengaruh positif terhadap prestasi belajar. Implikasi dari penelitian ini adalah diharapkan untuk penelitian selanjutnyaa menambahkan variabel-variabel bebas lainnya. Jika dimungkinkan secara teori maupun praktik, peneliti selanjutnya juga perlu melakukan pengembangan model penelitian dengan menambahkan variabel pemoderasi. Peneliti selanjutnya juga perlu memperluas cakupan penelitian agar hasil penelitian nantinya dapat lebih obyektif dan dapat digeneralisasikan. Sebaiknya siswa perlu memperhatikan pola belajar, kepercayaan diri dan manajemen waktu. Cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan membiasakan diri untuk terus meluangkan waktu belajar di setiap kesempatan, meningkatkan kedisiplinan, menerapkan pola belajar yang tepat sesuai dengan kemampuan dan kebiasaan dari masing-masing siswa, meningkatkan kepercayaan diri dan mengatur serta mengelola waktu yang dimiliki secara efektif dan efisien. | This researc is "The Effect of Learning Patterns, Confidence and Time Management on Student Achievement in SMP Negeri 2 Purwokerto. This study aims to analyze the effect of learning patterns, self-confidence and time management on learning achievement. The population in this study were all students of class VII and class VIII SMP Negeri 2 Purwokerto as many as 205 students. The sampling technique in this study using proportional random sampling technique which obtained a sample of 138 respondents. The analysis technique of this study uses multiple linear regression analysis which shows that: 1) Learning patterns have a positive effect on learning achievement. 2) Confidence has a positive effect on learning achievement. 3) Time management has a positive effect on learning achievement. The implications of this research are expected for further research to add other independent variables. If possible both theoretically and practically, the next researcher also needs to develop a research model by adding moderating variables. The next researcher also needs to expand the scope of the research so that the results of the research can be more objective and can be generalized. Students should pay attention to learning patterns, confidence and time management. The methods that can be done are by getting used to taking time to study at every opportunity, improving discipline, applying the right learning patterns in accordance with the abilities and habits of each student, increasing self-confidence and managing and managing time effectively and efficient. | |
| 20129 | 23218 | G1F014058 | Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Daun Syzigium polyanthum Wight. asal Purwokerto Timur terhadap MRSA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat serta komponen yang terkandung dalam minyak atsiri daun salam yang berasal dari Purwokerto Timur. Metode yang digunakan adalah destilasi, analisis GC-MS, serta disc diffusion Kirby & Bauer. Profil kromatogram menunjukkan adanya 39 senyawa kimia yang terkandung dalam minyak atsiri daun salam diantaranya cis-4-dekenal, dekanal, oktanal, trisiklo[20.8.0.0E7,16] triakontan,1(22),7(16)-diepoksi, farnesil asetat, 2,5-Furandion,3-(dodesensil)dihidro-, dan nerolidol. Zona hambat minyak atsiri daun salam pada konsentrasi 12 µL/mL, 25 µL/mL, 50 µL/mL, 100 µL/mL, 200 µL/mL adalah 10,42 mm, 11,08 mm, 13 mm, 14,57 mm, 16,27 mm. Minyak atsiri daun salam tersebut memiliki daya hambat kuat terhadap MRSA | This study aims to determine the inhibitory zone and components contained in essential oil of bay leaves from East Purwokerto. This study were evaluated by distillation, GC-MS analysis, and disc diffusion Kirby & Bauer. Chromatogram profile shows 39 chemical compounds contained in this essential oils, for example cis-4-decenal, decanal, octanal, tricyclo[20.8.0.0E7,16] triacontan,1(22),7(16)-diepoxy, farnesyl acetate, 2,5-Furandione, 3- (dodecenyl) dihydro, and nerolidol. Inhibition zone of essential oil of bay leaves at concentration 12 μL / mL, 25 μL / mL, 50 μL / mL, 100 μL / mL, 200 μL / mL was 10.42 mm, 11.08 mm, 13 mm, 14.57 mm , 16.27 mm. The essential oil of bay leaves has a strong inhibitory effect on MRSA | |
| 20130 | 23215 | G1F011011 | Evaluasi Penerapan Standar Pelayanan Farmasi Klinik Pada Instalasi Rawat Inap di Rumah Sakit Ananda Purwokerto | Pelayanan farmasi klinik merupakan pelayanan langsung yang diberikan Apoteker kepada pasien dalam rangka meningkatkan outcome terapi dan meminimalkan risiko terjadinya efek samping karena obat, untuk tujuan keselamatan pasien sehingga kualitas hidup pasien terjamin. Penelitian ini bertujuan Untuk melakukan evaluasi mengenai penerapan pelaksanaan standar pelayanan farmasi klinik di Rawat Inap Rumah Sakit Ananda Purwokerto dan Mengetahui gambaran pelaksanaan standar pelayanan farmasi klinik di Rawat Inap Rumah Sakit Ananda Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data yang dimanfaatkan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam pada informan. Populasi adalah semua apoteker yang bekerja di RS Ananda Purwokerto. Sampel merupakan apoteker farmasi klinik. Dari 11 kegiatan pelayanan farmasi klinik, RS Ananda melaksanakan 7 kegiatan. Pelayanan farmasi klinik di RS Ananda yang dilaksanakan terdiri dari pengkajian dan pelayanan resep, penelusuran riwayat penggunaan obat, pelayanan informasi obat, pemantauan terapi obat, konseling, visite dan monitoring efek samping obat, Sedangkan yang belum dilakukan adalah, rekonsiliasi obat, Evaluasi Penggunaan Obat (EPO), dispensing sediaan steril, dan pemantauan kadar obat dalam darah. | Clinical pharmacy services are direct services provided by Pharmacists to patients in order to improve therapeutic outcomes and minimize the risk of side effects due to drugs, for the purpose of patient safety so that the quality of life of patients is guaranteed. This study aims to evaluate the implementation of the implementation of clinical pharmacy service standards at the Inpatient Hospital of Ananda Purwokerto Hospital and to find out the description of the implementation of clinical pharmacy service standards at the Inpatient Hospital of Ananda Purwokerto Hospital. This study uses a qualitative method. Data sources used in this study are primary data, namely data obtained from the results of in-depth interviews with informants. The population is all pharmacists who work at Ananda Purwokerto Hospital. The sample is a clinical pharmacist pharmacist. Of the 11 activities of clinical pharmacy services, Ananda Hospital carried out 7 activities. Clinical pharmacy services at Ananda Hospital carried out consisted of assessment and prescription services, tracing drug use history, drug information services, monitoring drug therapy, counseling, vision and monitoring of drug side effects, while those not yet done were drug reconciliation, Evaluation of Drug Use dispensing sterile preparations, and monitoring drug levels in the blood. | |
| 20131 | 23216 | F1B011010 | PENGARUHKUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PDAM TIRTA SATRIA BANYUMAS | PDAM Tirta Satria Banyumas merupakan perusahaan daerah yang memberikan pelayanan berupa air bersih bagi seluruh warga Banyumas. Pada tahun 2015 PDAM TirtaSatria mendapatkan penghargaan PERPAMSI award kategori air bersih dan sehat.Berdasarkan fakta tersebut penlitian ini bertujuan untuk mengkaji seperti apa pengaruh kualitas pelayanan yang diberikan terhadap kepuasan pelanggan PDAM Banyumas. Penelitian ini dilakukan di Stasiun Besar PDAM Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif asosiatif dengan menggunakan metode survey. Sedangkan jumlah responden yang digunakan sebanyak seratus orang responden. Penentuan responden dilakukan secara Purposive samlping. Teknik analisis yang digunakan yaitu korelasi Product Moment dan Regresi Sederhana. Setelah melakukan analisis data yang diperoleh, diketahui berdasarkan penilaian responden pada kuesioner yang diberikan kualitas pelayanan di PDAM Banyumas masuk dalam kategori baik. Responden juga merasa puas dengan kualitas pelayanan yang diberikan, hal ini berdasarkan deskripsi variabel kepuasan pengguna yang secara keseluruhan juga masuk ke dalam kategori baik. Hasil analisis hubungan antara kedua variabel menunjukan varaiabel kualitas pelayanan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan PDAM Banyumas. Selain itu tiap dimensi yang ada dalam kualitas pelayanan seperti reliability, responsiveness, assurance. Empathy, dan tangibles secara parsial mempengaruhi kepuasan dari pengguna. Dimensi tangibles memiliki pengaruh paling besar dibandingkan dengan dimensi lain | PDAM Tirta Satria Banyumas is a regional company that provides clean water services for all Banyumas residents. In 2015 PDAM TirtaSatria was awarded the PERPAMSI award for the category of clean and healthy water. Based on this fact, this research aims to examine what kind of service quality affects the customer satisfaction of Banyumas PDAM. This research was conducted at the Banyumas PDAM Large Station. The method used in this study is quantitative associative using survey methods. While the number of respondents used was one hundred respondents. Determination of respondents is done purposively samlping. The analysis technique used is Product Moment correlation and Simple Regression. After analyzing the data obtained, it is known that based on the respondents' assessment of the questionnaire given the quality of service in the Banyumas PDAM, it was categorized as good. Respondents were also satisfied with the quality of services provided, this was based on the description of the variable user satisfaction as a whole as well as in the good category. The results of the analysis of the relationship between the two variables show that the quality of service quality has a positive and significant influence on customer satisfaction of Banyumas PDAM. Besides that, every dimension in service quality such as reliability, responsiveness, assurance. Empathy, and tangibles partially affect user satisfaction. The tangibles dimension has the most influence compared to other dimensions | |
| 20132 | 23217 | P2CC14047 | ANALISIS PROGRAM BAURAN PEMASARAN INTERNATIONAL DAN POSITIONING BRI DALAM MEMASUKI PASAR PERBANKAN DI TIMOR-LESTE (Studi Kasus : Kantor Cabang Luar Negeri PT. BRI (Persero), Tbk. Timor-Leste) | Era globalisasi membuat perusahaan termasuk perbankan mempunyai kesempatan untuk membuka usaha di suatu negara. Kehadiran Bank milik Indonesia di luar negeri salah satunya adalah untuk mendapatkan sumber pendanaan dan penyaluran kredit baru. Tujuan BRI melakukan ekspansi BRI ke negara Timor-Leste bertujuan untuk, mengembangkan bisnis di Timor-Leste dengan menyediakan beragam produk dan layanan perbankan untuk masyarakat Timor-Leste, berkontribusi terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi Dalam pemasaran terdapat program bauran pemasaran yang terdiri dari product, price, place, dan promotion, sedangkan dalam pemasaran jasa memiliki beberapa alat pemasaran tambahan seperti people, physical evidence, dan process, yang memiliki peranan penting dalam mempengaruhi konsumen agar dapat membeli suatu produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Disamping penerapan dari marketing mix dalam memasuki pasar perbankan di Timor-Leste diperlukan juga strategi positioning yang merupakan faktor utama dalam meningkatkan kekuatan posisi pasar perusahaan di suatu pasar tertentu dibanding pesaing-pesaingnya. Kelebihan BRI dibandingkan dengan bank-bank lain yang ada di Timor-Leste antara lain pendekatan kepada calon nasabah yang dilakukan secara langsung, pemberian biaya administrasi yang lebih murah, pengalaman dalam mengelola kredit mikro, kecepatan dalam proses pemberian kredit pegawai, dan sejarah BRI yang pernah sukses menjadi top of mind di daerah Timor Timur sebelum merdeka menjadi negara Timor Leste | The era of globalization makes companies including banks have the opportunity to open business in a country. Bank presence of Indonesian state owned banks in abroad is to obtain new source of fund and new credit distributions. The purpose of BRI to expand their business in Timor-Leste is to develop business in Timor-Leste by providing a variety of banking products and services for the people of Timor-Leste, contributing to the acceleration of economic growth in Timor-Leste In marketing there is a marketing mix program consisting of product, price, place, and promotion, while in marketing services have several additional marketing tools such as people, physical evidence, and process, which have an important role in influence consumers to buy a product or service offered by the company. Besides the application of the marketing mix in entering the banking market in Timor-Leste, a positioning strategy is also needed in increasing the strength of the company's market position at a particular market compared to its competitors. The strength of BRI compared to other banks in Timor-Leste are different approach to prospective customers directly, providing cheaper administrative cost, experience in managing micro credit, faster acceleration in processing employee loan, and BRI’s history of being successful top of mind in East Timor before their independence become Timor-Leste | |
| 20133 | 22693 | C1C014042 | PENGARUH KESADARAN, KEWAJIBAN MORAL, AKSES PAJAK, KUALITAS PELAYANAN DAN SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK MEMBAYAR PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai pengaruh kesadaran, kewajiban moral, akses pajak, kualitas pelayanan, dan sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak membayar Pajak Kendaraan Bermotor di Kabupaten Banyumas. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Atribusi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wajib pajak kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga yang tercatat di Kantor UPPD Kabupaten Banyumas sampai dengan tahun 2017 yaitu sebanyak 501.400 kendaraan. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 responden dihitung berdasarkan rumus slovin dengan metode penentuan sampel adalah metode convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survey melalui instrumen kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran, kewajiban moral, kualitas pelayanan, dan sanksi perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak membayar pajak kendaraan bermotor. Selanjutnya, untuk variable akses pajak berpengaruh positif tetapi secara statistik tidak signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak membayar pajak kendaraan bermotor. | This research aimed to get empirical evidence about the influence of awareness, moral obligation, access tax, quality of service, and tax penalties on taxpayer compliance in paying motor vehicle tax in Banyumas district. The theory used is the Atribution Theory. The population in this research are all taxpayers two-wheelers and three-wheelers motor vehicle registered in the office of UPPD Banyumas district until 2017 that as many as 501.400 vehicle. The samples used of 100 respondents was calculated based on the formula Slovin of sampling convenience. The data collection by survey method through questionnaire. The data analysis technique used in this research is multiple linear regression. The results showed that awareness, a moral obligation, quality of service, and tax penalties have positive effect on taxpayer compliance in paying motor vehicle tax. Furthermore, the variable of access taxes is positive effect but statistically not significant on taxpayer compliance in paying motor vehicle tax. | |
| 20134 | 23234 | C1A013125 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN WISATA DI OBYEK WISATA UMBUL PONGGOK KABUPATEN KLATEN | Penelitian ini mengambil judul : “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Wisata di Obyek Wisata Umbul Ponggok Kabupaten Klaten”. Kabupaten Klaten merupakan kota yang berada di antara Kota Yogyakarta dan Kota Surakarta yang memilki tingkat kunjugan wisatawan yang tinggi, namun demikian tingkat kunjungan di Kabupaten Klaten masih tergolong rendah dibanding dengan kota tersebut atau kota lain yang berada di Jawa Tengah. Salah satu obyek wisata di Kabupaten Klaten yang dikelola oleh BumDes dan memiliki tingkat kunjugan wisatawan yang tertinggi adalah Obyek Wisata Umbul Ponggok. Tingkat kunjungan wisatawan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, biaya perjalanan, jarak, pendapatan, pelayanan, fasilitas, dan persepsi harga tiket. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor biaya perjalanan, jarak, pendapatan, pelayanan, fasilitas, dan persepsi harga tiket secara bersama-sama (simultan) dan parsial terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengunjung yang berada di Obyek Wisata Umbul Ponggok. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 100 responden. Dengan menggunakan Accidental Sampling dalam penentuan responden dalam penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif serta meenggunakan data primer. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor biaya perjalanan, jarak, pendapatan, pelayanan, fasilitas, dan persepsi harga tiket secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan secara signifikan, dan secara parsial faktor biaya perjalanan, pendapatan, pelayanan, dan persepsi harga tiket mempunyai pengaruh yang signifikan. | This research takes the title: "Factors that Influence the Tourist Visit at Obyek Wisata Umbul Ponggok District Klaten". Klaten regency is a city between the city of Yogyakarta and the city of Surakarta that has a high level of tourist visits, but the level of tourist visits in Klaten regency is still relatively low compared with the city or other cities in Central Java. One of attractions in Klaten city take of BumDes and that has the highest level of tourist visits is Umbul Ponggok. The level of tourist visits is influenced by several factors: travel costs, revenue, distance, service, facilities, and percepstions of ticket prices. The purpose of this research is toknow the bigest and dominant influences from those factors in collectively to total visitor. Population in this research is tourist visits in Umbul Ponggok. The number of respondents taken in this research is 100 respondents. By using Accidental Sampling in determining the respondents in this research. The research method used is quantitative method and use primary data. The method of analysis used in this research is multiple regression analysis method. The result showed that travel costs, revenue, distance, service, facilities, and percepstons of ticket prices in collectively manner has influences to total visitors and significant in Umbul Ponggok. But on the other hand in partial manner travel costs, revenue, service, and perceptions of ticket prices has a dominant and significant influence to total visitor in Umbul Ponggok. | |
| 20135 | 23175 | A1L011144 | Kajian Pemberian Jenis Urin Kambing, Kelinci, Sapi Dan Lama Perendaman Terhadap Pertumbuhan Stek Tanaman Beringin Karet Dolar (Ficus Long Island) | Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) Mengetahui jenis urin ternak manakah yang efektif untuk pertumbuhan tanaman stek beringin karet dolar (Ficus long island), (2) Mengetahui lama perendaman urin ternak yang efektif antara urine kambing, kelinci dan sapi terhadap pertumbuhan tanaman stek beringin karet dolar (Ficus long island), (3) Mengetahui kombinasi jenis urin ternak dan lama perendaman pada urine kambing, kelinci dan sapi yang optimum terhadap pertumbuhan tanaman stek beringin karet dolar (Ficus long island). Penelitian dilaksanakan di lahan Kelurahan Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Percobaan tersebut direncanakan berlangsung selama delapan bulan, dari bulan September 2014 sampai bulan April 2015. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan percobaan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam tiga kali ulangan. Pada rancangan ini digunakan dua macam perlakuan. Faktor pertama ialah paket perlakuan jenis urin ternak yang terdiri dari tiga taraf yaitu urin kambing (D1), urin kelinci (D2) dan urin sapi (D3). Faktor kedua yaitu perlakuan lama perendaman yang terdiri dari tiga taraf, yaitu 10 menit (T1), 20 menit (T2) dan 30 menit (T3). Variabel yang diamati adalah pertambahan tinggi tanaman (cm), tinggi tanaman (cm), pertambahan jumlah daun (helai), pertambahan luas daun , jumlah akar, panjang akar terpanjang (cm), bobot basah akar (g), bobot basah batang daun (g), bobot basah keseluruhan (g), bobot kering akar (g), bobot kering batang daun (g), bobot kering keseluruhan (g), volume akar (mg), diameter tanaman (cm), jumlah tunas tanaman dan persentasi keberhasilan stek (%). Data dianalisis dengan menggunakan uji F (Faktorial) untuk mengetahui tingkat signifikasi masing-masing factor perlakuan, dengan taraf α = 5%. Apabila ada pengaruh perlakuan yang berbeda nyata, dilanjutkan dengan uji Duncan (DMRT = Duncan Multiple Range Test) dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menghasilkan bahwa perlakuan jenis urin ternak berpengaruh pada variabel pengamatan, kecuali panjang akar terpanjang (cm), bobot basah akar (g), bobot kering akar dan volume akar (ml), sedangkan pada lama perendaman tidak berpengaruh pada semua variabel pengamatan serta terdapat interaksi yang tidak nyata antara jenis urin ternak dan lama perendaman pada tiap variabel pengamatan. | This study aims to find out: (1) Which animal urine types are effective for the growth of rubber dollar banyan cuttings (Ficus long island), (2) Knowing the length of effective livestock urine immersion between goat, rabbit and cow urine on cuttings plant growth rubber banyan dollars (Ficus long island), (3) Determining the optimum combination of livestock urine and immersion in goat, rabbit and cow urine for the growth of rubber banyan cuttings (Ficus long island). The study was carried out in the area of Karangwangkal Village, North Purwokerto Subdistrict, Banyumas Regency. The experiment was planned to last for eight months, from September 2014 to April 2015. This study used observation and experiment methods. The experimental design used was a Randomized Block Design (RCBD) with six three replications. In this design two types of treatment were used. The first factor was the treatment package for livestock urine which consisted of three levels, namely goat urine (D1), rabbit urine (D2) and cow urine (D3). The second factor is the treatment of immersion time which consists of three levels, namely 10 minutes (T1), 20 minutes (T2) and 30 minutes (T3). The variables observed were plant height (cm), plant height (cm), number of leaves (strands), leaf area addition, number of roots (strands), longest root length (cm), root wet weight (g), wet weight leaf stems (g), overall wet weight (g), root dry weight (g), leaf stems dry weight (g), overall dry weight (g), root volume (mg), plant diameter (cm), number of plant shoots and percentage of successful cuttings (%). Data were analyzed using the F test (Factorial) to determine the significance level of each treatment factor, with a level of α = 5%. If there is a significantly different treatment effect, continue with the Duncan test (DMRT = Duncan Multiple Range Test) with a 5% error level. The results showed that the treatment of livestock urine types affected the observation variables, except the longest root length (cm), root wet weight (g), root dry weight and root volume (ml), while the immersion did not affect all observation variables and unreal interaction between the type of urine of the animal and the length of immersion in each observation variable. | |
| 20136 | 23219 | G1F012029 | Pengembangan Checklist Untuk Identifikasi Drug Related Problems Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Indonesia | Penatalaksanaan terapi farmakologi DM tipe 2 sering berpotensi mengalami drug related problems (DRPs). Checklist adalah acara yang paling dan efisian dalam mengidentifikasi DRPs, namun belum pernah ada pengembangannya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan checklist yang dapat mempermudah apoteker dalam mendeteksi DRPs pada pasien DM tipe 2. Penelitian non eksperimental deksriptif ini dilakukan dengan metode studi literatur terapi DM tipe 2 yang disesuaikan dengan pengobatan di Indonesia. Literatur utama yang digunakan berupa guideline terapi DM tipe 2 (PERKENI, ADA, AACE), buku Drug Information handbook (2015) dan Drug Interaction Facts (2012), Formularium Nasional, monografi Medscape, Up To Date, dan Drug Interaction Checker dari Medscape. Checklist kemudian diuji keterbacaannya dengan uji readibilitas oleh 2 apoteker klinis di rumah sakit dan 3 apoteker komunitas di apotek. Penelitian ini mampu menghasilkan checklist yang berupa daftar pertanyaan disertai pilihan jawaban dan interpretasi DRPs yang dilengkapi dengan panduan. Checklist yang dihasilkan mampu mengidentifikasi DRPs pemilihan obat (duplikasi dan kontraindikasi), permasalahan dosis obat, ESO, interaksi obat, dan permasalahan penggunaan obat (waktu minum obat). Hasil uji readibilitas menunjukkan bahwa checklist ini dapat terbaca. | Management therapy for type 2 diabetes mellitus often potentially cause drug related problems (DRPs). The checklist is the most efficient and efficient program in identifying DRPs, but there has never been any development in Indonesia. This research aims to develop a checklist that facilitates pharmacists to detect DRPs in type 2 diabetes mellitus patients. An experimental descriptive research was done with study of therapy for type 2 diabetes mellitus literature that adjusted to/compatible with therapy in Indonesia. The prior literatures were guideline therapy for type 2 diabetes mellitus (PERKENI, ADA, AACE), books such as Drug Information Handbook (2015) and Drug Interaction Facts (2012), Formularium Nasional, drug monography from Medscape, Up To Date, and drug interaction checker from Medscape. Checklist was tested its readability by 3 clinical pharmacists in hospital and 3 community pharmacists in pharmacy. This research delivered checklist which was contained a list of questions with choice of answer and DRPs interpretation that was equipped with guidance. The checklist was able to identify drug selection DRPs (duplication and contraindication), problems of drug dosage, ADR, and drug interaction, problems of drug use (time to take medicine). The result of readability was shown that the checklist was readable. | |
| 20137 | 23220 | G1F012032 | Evaluasi Pelayaan Kesehatan Tradisional Empiris pada Panti Sehat di Kabupaten Banyumas dan Purbalingga Evaluation Of Traditional Empirical Health Service At Panti Sehat In Banyumas And Purbalingga Regency | Pelayanan kesehatan tradisional telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Untuk melindungi masyarakat dari penggunaan bahan ramuan, alat dan metode yang berbahaya perlu dilakukan upaya pengawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran penyelenggaraan pelayanan kesehatan tradisional empiris di panti sehat di wilayah Kabupaten Banyumas dan Purbalingga. Penelitian deskriptif kuantitatif ini dilakukan dengan pendekatan cross-sectional, mengunakan teknik total sampling dengan sampel panti sehat yang terdaftar di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dan Purbalingga dengan pimpinan panti sehat sebagai responden. Pengumpulan data mengunakan kuesioner yang sesuai Peraturan Pemerintah nomor 103 tahun 2014 tentang pelayanan kesehatan tradisional dan Keputusan Menteri Kesehatan nomor 1076 tahun 2003 tentang penyelenggaraan pengobatan tradisional. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Total seluruh panti sehat adalah 22, dengan metode kombinasi adalah 54,5%, keterampilan mengguunakan alat adalah 27,3%, keterampilan tanpa alat adalah 18,2%, dan tidak ada panti sehat dengan metode ramuan. Penerapan peraturan pelayanan kesehatan tradisional empiris pada panti sehat dengan metode kombinasi adalah 72,90%, dengan metode keterampilan dengan alat adalah 68,64%, dengan metode keterampilan tanpa alat adalah 67,04%. | Traditional health service has been widely used in society. To protect the society form using dangerous ingredients, instruments and methods are needed to be supervised. This research aims to find out the implementation of traditional empirical health service at panti sehat in Banyumas and Purbalingga Regency. This quantitative descriptive research was done with cross-sectional approach, used total sampling technique of panti sehat which were registered in Public Health Office of Banyumas and Purbalingga Regency and head of panti sehat as respondence. The data were collected by using questionnaire which was in accordance with Government Regulation Number 103 of 2014 about traditional health service and Decree of the Minister of Health Number 1076 of 2003 about the implementation of traditional medicine. Data was analyzed using quantitative descriptive method. This research delivered that 91% of health residences were in urban area and 9% were in rural area. The number of health residence using combination method was 54.4%, using skilled method with instrument was 27.3%, using skilled method without instrument was 18,2%, and there was no health residence using herbal method. The application of traditional empirical health care regulations in health residences using combination method was 72.90%, using skilled method with instrument was 68.64%, using skilled method without tool/instrument was 67.04%. | |
| 20138 | 23221 | G1D013064 | HUBUNGAN PERSEPSI MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUTUSAN UNTUK MELANJUTKAN KE TAHAP PROFESI NERS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: Mahasiswa keperawatan memiliki persepsi tersendiri terhadap proses pendidikan Ners. Hal tersebut kemungkinan akan mempengaruhi mahasiswa untuk mengambil keputusan melanjutkan ke tahap profesi Ners atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dengan keputusan mahasiswa untuk melanjutkan ke tahap profesi Ners. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Besar populasi yaitu 76 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Analisa data menggunakan Contingency Coefficient. Hasil Penelitian: Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan 74 mahasiswa (97,4%) yang memiliki persepsi baik dan terdapat 72 mahasiswa (94,7%) yang termotivasi melanjutkan ke tahap profesi Ners. Hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan persepsi dengan keputusan mahasiswa yang ingin melanjutkan ke tahap profesi Ners (p=0,004). Kesimpulan: Terdapat hubungan persepsi mahasiswa dengan keputusan untuk melanjutkan ke tahap profesi Ners. | Background: Nursing students has its own perception of the Ners education process.This possibility of Nursing would affect students for took decisions to continue Nursing profession stage or not. This study aims to determine correlation between perceptions and student decisions to proceed to the stage of the Nursing profession. Methods: This study used a quantitative method with cross sectional design. This study used total sampling method. The population were 76 respondents who meet the inclusion and exclusion criteria. The data were analyzed using contingency coefficient test. Results: The results of the analysis in this study showed that 74 students (97.4%) had a good perception and there were 72 students (94.7%) who motivated to continue Nursing profession stage. The result showed that there was a correlation between perception and student decisions to continue Nursing profession stage (p = 0.004). Conclusion: There was a correlation between perceptions and student decisions to continue Nursing profession stage. | |
| 20139 | 23189 | A1C114030 | ANALISIS NILAI TAMBAH DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI EMPING MELINJO DI DESA CIKEUMBULAN KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMAS | Melinjo merupakan produk pertanian yang memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah biji melinjo sebagai bahan baku untuk memproduksi emping melinjo. Ketersediaan bahan baku menjadikan Desa Cikeumbulan mempunyai produsen emping melinjo terbanyak di Banyumas, namun keadaan pasar yang tidak stabil menurunkan minat produsen untuk memproduksi emping melinjo secara berkelanjutan. Mengetahui nilai tambah dari emping melinjo akan memberikan informasi kepada masyarakat dan diharapkan produsen memproduksi emping melinjo secara berkelanjutan. Setelah itu, dengan mengetahui faktor produksi emping melinjo produsen dapat meningkatkan hasil produksi dan meminimalisir pemborosan penggunaan input. Penelitian bertujuan untuk: (1) Mengetahui besarnya nilai tambah emping melinjo; (2) mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produksi emping melinjo. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2018 selama satu bulan. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) dengan jumlah responden 56 produsen. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan keuntungan, analisis nilai tambah metode Hayami dan analisis Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan biaya total produksi emping melinjo dalam sebulan sebesar Rp2.835.469,00. Nilai tambah emping melinjo sebesar Rp7.136,00 dengan rasio nilai tambah sebesar 32,69 persen. Bahan baku (Kg), biaya bahan baku (Rp) dan biaya bahan bakar (Rp) berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi emping melinjo. | Melinjo (Gnetum Gnemon L) was the farm product that has many benefits, one of the benefits that the melinjo seed as raw material to producing emping melinjo. The availability of raw materials made Cikeumbulan village be the highest proportion of emping melinjo producer, but unstable market circumstances decreasing producer interest to produce emping melinjo sustainably Knowing value added of emping melinjo will give information to public and expected that producers will produce emping melinjo continously. Then, by knowing the affecting production factors of emping melinjo can increasing the production and minimize wasting input materials. The study aims to: (1) Knowing the value added of emping melinjo; (2) Knowing affecting production factors of emping melinjo. This research was conducted on April for a month. The research location was purposively selected with the number of respondents were 56 producers. Analytical methods used cost and profit analysis, value added analysis of Hayami method and Cobb-Douglass analysis. The result showed that total cost the production of emping melinjo for a month Rp2.835.469,00. Added value of emping melinjo Rp7.136,00 with value added ratio 32,69 percen. Raw materials (Kg), raw materials cost (Rp) and fuel cost (Rp) has positive affect and significant for production of emping melinjo. | |
| 20140 | 23222 | F1A011038 | KEBERADAAN TRADISI ADAT PINDANG LOTENG DALAM ACARA PERNIKAHAN DI DESA KEDUNGJATI KECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian ini berjudul “KEBERADAAN TRADISI ADAT PINDANG LOTENG DALAM ACARA PERNIKAHAN DI DESA KEDUNGJATI KECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA” Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkaji nilai moral yang terkandung dalam tradisi pindang loteng, dan untuk mengkaji alasan/latar belakang masyarakat tidak lagi menjalankan tradisi pindang loteng. Penelitian ini dilakukan di Desa Kedungjati Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga, dengan menggunakan metode kualitatif, dan pendekatan studi kasus. Sasaran dalam penelitian ini adalah masyarakat desa di Desa Kedungjati Kecamatan Bukateja. Pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis Interaktif menurut Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu keberadaan tradisi adat pindang loteng di Desa Kedungjati, sudah cukup lama yaitu mulai sekitar 1830 yang dilaksanakan oleh warga masyarakat keturunan Mataram. Nilai-nilai moral yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi tersebut sebagai berikut: dalam hidup berumah tangga, kedua mempelai harus bisa saling asah, asuh dan asih sehingga dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan bijaksana, dalam hidup berumah tangga harus saling mengisi satu sama lainnya, sehingga kekurangan yang ada pada suami dapat diisi oleh kelebihan istri dan sebaliknya, dalam kehidupan berumah tangga, kedua mempelai saling bahu membahu dalam menghadapi persoalan yang ada, setelah berumah tangga, kedua mempelai sudah menjadi bagian dari masyarakat, sehingga interaksi dengan lingkungan diperlukan, karena mereka tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan orang lain. Pergeseran budaya yang ditunjukkan dengan makin ditinggalkannya ritual tradisi pindang loteng karena pemikiran masyarakat yang menganggap ritual tersebut tidak sesuai dengan nilai moral agama dan pendidikan warga masyarakat yang makin baik. | SUMMARY The study entitled "THE EXISTENCE OF A CUSTOMARY TRADITION PINDANG LOTENG IN A WEDDING IN KEDUNGJATI VILLAGE, BUKATEJA DISTRICT, PURBALINGGA DISTRICT" this research aims to identify and investigate moral values contained in the tradition pindang loteng, and to reviewing the rationale/background of the society no longer run the tradition pindang loteng. This research was conducted in Kedungjati Village, Bukateja District, Purbalingga District, using qualitative methods, and case study approach. The target in this research is a village community in the village of Bukateja Sub-district Kedungjati. The collection of data obtained from the results of in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis in this study uses the Interactive analysis according to Miles and Huberman. Based on the results of the study can be summed up, namely the existence of a customary tradition pindang village loft Kedungjati, already quite a long time i.e. starting around 1830 that was implemented by the citizens descendent of Mataram. Moral values contained in the implementation of such traditions as follows: in life, preclude the bride and groom should be able to challenge each other, foster care and compassion so as to resolve the problems encountered with the wise, living in houses the stairs have to co-exist with each other, so that the shortcomings of the husband can be filled by an excess of his wife and vice versa, in the life of the bride and groom, preclude mutual tandem in the face of the existing problems, after the houses stairs, both families have become part of the community, so that interaction with the environment is required, because they can't live on their own and need of others. The cultural shift is shown with the increasing abandonment of ritual traditions pindang attic because the thought of a society that considers such rituals are not in accordance with the religious and moral values education more good citizens. |