Artikelilmiahs
Menampilkan 20.181-20.200 dari 50.086 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 20181 | 25627 | H1E015002 | PERANCANGAN ULANG ANTARMUKA DENGAN USABILITAS DAN DIMENSI SELF-SERVICE MACHINE (STUDI KASUS PT. CITRA VAN TITIPAN KILAT) | Self-service machine (SSM) merupakan teknologi yang memungkinkan pengguna untuk menghasilkan jasa tanpa bantuan karyawan langsung, salah satu fungsinya adalah mengirim barang. Studi ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dimensi SSM dengan mempertimbangkan kesesuaian dengan antropometri Indonesia, mengetahui dan menganalisis antarmuka pengguna SSM berdasarkan hasil pengujian usabilitas dengan system usability scale (SUS), think-aloud protocol, dan Nielsen’s 10 usability heuristic, dan memberikan usulan perbaikan desain konsep antarmuka pengguna serta kesesuaian dengan dimensi antropometri Indonesia. Suatu antarmuka pengguna dapat dikatakan diterima oleh pengguna apabila skor kuesioner SUS berada diatas 68, sementara hasil kuesioner SUS yaitu 53,7 (marginal low) menandakan bahwa pengguna merasa tidak puas. Hasil kuesioner SUS valid setelah diuji dengan product moment Pearson correlation dan andal setelah diuji dengan Cronbach’s alpha. Hasil metode think-aloud protocol pengguna menemukan 14 permasalahan usabilitas. Sementara itu, hasil evaluasi heuristis menemukan 36 permasalahan usabilitas dimana severity rating (SR) 1 sebanyak 3%, SR 2 sebanyak 14%, SR 3 sebanyak 75%, dan SR 4 sebanyak 3%. Perancangan antarmuka pengguna berdasarkan hasil metode think-aloud protocol, Nielsen’s 10 usability heuristic serta studi literatur yang meliputi perubahan ikon, ukuran huruf, warna tombol, langkah pengerjaan, dialog dan fitur. Hasil skor SUS antarmuka pengguna setelah perancangan ulang mengalami peningkatan yaitu 70,5 (acceptable). Berdasarkan hasil penelitian, dimensi SSM saat ini menunjukkan dimensi tinggi layar, tinggi pusat layar, tinggi pusat timbangan, tinggi pusat print-out, dan lebar layar tidak sesuai dengan antropometri Indonesia. | Self-service machine (SSM) is defined as technology that allows users to produce services without employee involvement, one of the function is to send the product. This study aims to study and analyze the SSM dimensions by considering Indonesian anthropometry, study and analyze the SSM user interface based on usability test with system usability scale (SUS) questionnaire, think-aloud protocol and Nielsen’s 10 usability heuristic), and provide an improved conceptual design of user interface and conformity with Indonesian anthropometry. The user interface that accepted by users if the score of SUS above 68, while the result of the SUS questionnaire is 53,7 (marginal low) means users feel not satisfied. The SUS questionnaire is valid with Pearson correlation and reliable with Cronbach’s alpha. The result of the think-aloud protocol method, real users discovers 14 usability problem. Meanwhile, the result of the heuristic evaluation by evaluator discovers 36 usability problem in severity rating (SR) 1 is 3%, SR 2 is 14%, SR 3 is 75% and SR 4 is 3%. Improvement of the user interface based on think-aloud protocol, heuristic evaluation, and study literature is an icon, font size, colour of the button, step, dialogue, and future. The result of the SUS questionnaire the user interface after redesign increase to 70,5 means acceptable. Based on the result current SSM dimension represent are the height of the screen, the middle of the screen height, the middle of scale height, the middle of print-out height, and the width of the screen do not have conformity with the Indonesian anthropometry. | |
| 20182 | 23255 | F1G014017 | ANALISIS WACANA BERITA KRIMINAL RADAR BANYUMAS DENGAN PENDEKATAN MIKROSTRUKTURAL DAN MAKROSTRUKTURAL | Penelitian yang berjudul “Analisis Wacana Berita Kriminal Radar Banyumas Dengan Pendekatan Mikrostruktural dan Makrostruktural” bertujuan untuk mendeskripsikan pendekatan mikrostruktural dan makrostruktural dalam berita kriminal Radar Banyumas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah wacana berita kriminal Radar Banyumas edisi Oktober-Desember 2017 dengan sampel sebanyak 27 wacana. Data dalam penelitian ini adalah wacana berita kriminal di wilayah Barlingmascakeb yang berbentuk kata, frasa, kalimat, ataupun wacana. Pada tahap pengumpulan data digunakan metode simak dengan teknik dasar teknik sadap, teknik lanjutan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Pada tahap analisis data menggunakan metode agih dan padan. Metode agih digunakan untuk menganalisis wacana dengan pendekatan mikrostruktural, sedangkan metode padan dapat digunakan untuk menganalisis pendekatan mikrostruktural dan makrostruktural. Pada tahap akhir, data disajikan menggunakan metode informal. Berdasarkan hasil analisis mikrostruktural yang dilakukan pada 27 wacana ditemukan aspek gramatikal yang terdiri dari 27 referensi, 26 substitusi, 23 ellipsis, dan 27 konjungsi. Pada aspek leksikal ditemukan 27 repetisi, 21 sinonimi, 23 antonimi, 20 kolokasi, 22 hiponimi, dan 21 ekuivalensi. Berdasarkan hasil analisis makrostruktural, prinsip penafsiran yang paling banyak ditemukan adalah prinsip penafsiran personal. Hal ini menunjukkan bahwa partisipan berperan penting dalam sebuah wacana. Wacana berita kriminal Radar Banyumas merupakan media komunikasi satu arah yang ditujukan kepada masyarakat, sehingga dalam hal ini kunci pokok wacana berada pada penutur. Kata kunci: analisis wacana, wacana berita kriminal, mikrostruktural, dan makrostruktural. | The research entitled "Discourse Analysis of Radar Banyumas Crime News Using Microstructural and Macrostructural Approaches" aims to describe microstructural and macrostructural approaches in Radar Banyumas crime news. This research is a descriptive qualitative research. The source of data used are Radar Banyumas criminal news discourse edition October-December 2017 using a sample of 27 discourses. The data in this research is the discourse of criminal news in the Barlingmascakeb regions in the form of words, phrases, sentences, or discourses. The data collection used scrutinize method with basic technique, that’s tapping technique, and the following technique is uninvolved conversation observation technique and noting. The data analysis used the apportion method and matching method. The apportion method is used to analyze discourse with microstructural approach, while the matching method can be used to analyze microstructural and macrostructural approaches. In the final step, data presentation is used informal method. Based on the result of microstructural analysis conducted on 27 discourses found grammatical aspects consisting of 27 references, 26 substitutions, 23 ellipses, and 27 conjunctions. In the lexical aspect found 27 repetitions, 21 synonyms, 23 antonyms, 20 collocations, 22 hyponym, and 21 equivalents. Based on the result of macrostructural analysis, the most commonly found principle of interpretation is the principle of personal interpretation. This shows that participants play an important role in a discourses. Radar Banyumas crime news discourse is a one-way communication media aimed to the community, so in this case the key of discourse is on the speaker. Keywords: discourse analysis, criminal news discourse, microstructural, and macrostructural. | |
| 20183 | 23246 | C1K014023 | Financial Performance Analysis of State Owned and Private Enterprises in Pharmaceutical Industry Listed in Indonesia Stock Exchange in Period 2012-2016 | Studi ini adalah untuk membandingkan kinerja keuangan antara BUMN dan BUMS pada sub sektor farmasi. Proxy untuk analisa rasio adalahcurrent ratio, return on equity, debt equity ratio, and total asset turnover. Dengan menggunakan independent sample t-test,hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan BUMN dan BUMS di, rasio profitabilitas dan rasio aktivitas. Sementara itu, ada perbedaan yang signifikan terhadap kinerja keuangan BUMN dan BUMS di rasio likuiditas dan rasio leverage. Selain itu, hasil analisis menggambarkan bahwa kinerja keuangan BUMS lebih baik daripada BUMN di sub sektor farmasi. | This study is to compare the financial performance between state owned and private enterprises in pharmaceutical sub sector. The proxy for ratio analysis are current ratio, return on equity, debt equity ratio, and total asset turnover. By using independent sample t-test, the result of shows that there was no significant difference between the financial performance of state owned and private enterprises on, profitability ratio and activity ratio. Meanwhile, there was significant difference on financial performance of state owned and private enterprises for liquidity ratio and leverage ratio. In addition, the result of the analysis illustrate that the performance of private enterprises was better than state owned enterprises in pharmaceutical sub sector. | |
| 20184 | 28533 | G1A016096 | PENGARUH PEMBERIAN SARI MARKISA UNGU (Passiflora edulis var edulis) BERBAGAI DOSIS TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI SEL HEPAR TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) Studi Pada Uji Toksisitas Akut Sari Markisa Ungu | PENGARUH PEMBERIAN SARI MARKISA UNGU (Passiflora edulis var edulis) BERBAGAI DOSIS TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI SEL HEPAR TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) Studi Pada Uji Toksisitas Akut Sari Markisa Ungu ABSTRAK Latar Belakang: Penelitian mengenai kandungan dan manfaat dari markisa ungu telah banyak diteliti. Pengujian toksisitas dari sari markisa ungu terhadap histopatologi organ hepar belum pernah dilakukan sebelumnya sehingga peneliti tertarik untuk mengetahui efek toksisitas pemberian sari markisa ungu terhadap gambaran histopatologi hewan coba tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian sari markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) berbagai dosis terhadap gambaran histopatologis sel hepar tikus (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar pada uji toksisitas akut. Metode: Penelitian eksperimental dengan post test only with control group design. Sejumlah 25 ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok A diberikan aquades sebagai kelompok kontrol. Pemberian perlakuan dengan sari buah markisa ungu terhadap hewan coba dilakukan pada kelompok B, C, D, dan E yang mendapat sari markisa ungu dengan masing masing dosis secara berturut turut 4,2 ml/200gBB/hari, 2 × 4,2 ml/200gBB/hari, 3 × 4,2 ml/200gBB/hari, 4 × 4,2 ml/200gBB/hari sari markisa ungu dalam satu kali pemberian atau pada dosis berulang diberikan tidak lebih dari 24 jam. Hasil: Uji Kruskal-Wallis menunjukkan hasil yang signifikan pada inflamasi porta, inflamasi lobus dan nekrosis (p<0,05). Uji Mann-Whitney untuk ketiga kategori menunjukan hasil signifikan antara kelompok A dan kelompok B serta kelompok A dan kelompok C, sedangkan antara kelompok B dan kelompok D serta kelompok B dan kelompok E didapatkan perbedaan signifikan kategori inflamasi lobus. Kesimpulan: Pemberian sari markisa ungu berbagai dosis berpengaruh terhadap histopatologi sel hepar tikus Wistar pada uji toksisitas akut 14 hari setelah perlakuan. | THE EFFECT OF PURPLE PASSION FRUIT JUICE (Passiflora edulis var edulis) VARIOUS DOSAGE ON HISTOPATHOLOGICAL OF THE LIVER IN RAT WISTAR STRAIN (Rattus norvegicus) Study on Acute Purple Passion Fruit Toxicity Test ABSTRACT Background: Research on the ingredients and benefits of purple passion fruit has been approved. Research on the toxicity of purple passion fruit juice against liver organ histopathology has never been done before. Investigators have investigated the toxicity of purple passion fruit juice to the histopathology of white rat (Rattus norvegicus) male Wistar strain. Objective: To determine the benefits of giving purple passion fruit juice (Passiflora edulis var edulis) various doses to the histopathological differences in rat liver cells (Rattus norvegicus) of male Wistar strain in acute toxicity tests. Methods: An experimental study with a post test only with a control group design. Representing 25 rats were divided into 5 groups. Group A was given aquades as a control group. The administration of passion fruit juice to experimental animals was carried out in groups B, C, D, and E received passion fruit juice respectively at a dose of 4.2 ml / 200gBB / day, 2 × 4.2 ml / 200gBB / day , 3 × 4.2 ml / 200gBB / day, and 4 × 4.2 ml / 200gBB / day, the administration of purple passion fruit juice is given in once or no more than 24 hours. Results: The Kruskal-Wallis test showed significant results in portal inflammation, lobe inflammation and necrosis (p <0.05). The Mann-Whitney test for these three category showed significant results between group A-group B and group A-group C, while between group B-group D and group B-group E were highly significant in the lobe inflammation category. Conclusion: The application of purple passion fruit juice various effects on the histopathology of liver cells of Wistar rats in the acute toxicity test 14 days after consultation. | |
| 20185 | 26268 | D1A015007 | KOMBINASI EKSTRAK HERBAL TERHADAP BOBOT BADAN DAN KONVERSI PAKAN KELINCI YANG TERINFEKSI KOKSIDIOSIS | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak herbal terhadap bobot badan dan konversi pakan kelinci yang terinfeksi koksidiosis serta mengetahui dosis kombinasi ekstrak herbal yang paling optimal yang dapat mempengaruhi bobot badan dan konversi pakan kelinci yang terinfeksi koksidiosis. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelinci peranakan Rex jantan lepas sapih dengan bobot ±600-700 gram sebanyak 24 ekor dan ekstrak herbal yang digunakan yaitu : bawang putih 40 mg, biji pepaya 20 mg, dan batang pisang 20 mg. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan serta dianalisis dengan analisis variansi. Analisis data akan dilakukan uji lanjut dengan Orthogonal Polynomial. Perlakuan yang diberikan terdiri atas : D1 kombinasi ekstrak herbal 0 mg, D2 kombinasi ekstrak herbal 20 mg, D3 kombinasi ekstrak herbal 40 mg, D4 kombinasi ekstrak herbal 60 mg, D5 kombinasi ekstrak herbal 80 mg, dan D6 kombinasi ekstrak herbal 100 mg. Hasil penelitian menunjukan rataan bobot badan dan konversi pakan masing-masing perlakuan sebagai berikut : D1 739,63 g/ekor, 3,01; D2 744,56 g/ekor, 2,66; D3 709,38 g/ekor, 2,94; D4 742,56 g/ekor, 2,79; D5 718,88 gr/ekor, 2,64; D6 733,50 g/ekor, 2,77. Hasil analisis variansi menunjukan pemberian kombinasi ekstrak herbal tidak berpengaruh nyata (P>0,01) terhadap bobot badan dan konvesi pakan kelinci yang terinfeksi koksidiosis. Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi ekstrak herbal tidak berpengaruh nyata (P> 0,05) terhadap bobot badan dan konversi pakan kelinci yang terinfeksi koksidiosis. Pakan kelinci yang mengandung kombinasi ekstrak herbal kurang disukai oleh ternak, namun rataan terhadap bobot badan lebih tinggi dengan hasil konversi yang rendah pada kelinci koksidiosis yang diberikan kombinasi ekstrak herbal. | The purpose of this study was to determine the effect of a combination of herbal extracts on body weight and feed conversion of rabbit infected with coccidiosis and to determine the optimal dose of herbal extract combination that could affect body weight and feed conversion of coccidiosis infected rabbits. The material used in this study was Rex breed weaning male rabbits with weights ± 600-700 grams as many as 24 tails and herbal extracts used were: 40 mg garlic, 20 mg papaya seeds, and 20 mg banana stems. The study used an experimental method with a completely randomized design (CRD) with 6 treatments and 4 replications and analyzed with analysis of variance. Data analysis will be carried out further tests with Orthogonal Polynomial. The treatments given consisted of: D1 combination of herbal extract 0 mg, D2 combination of herbal extract 20 mg, D3 combination of herbal extract 40 mg, D4 combination of herbal extract 60 mg, D5 combination of herbal extract 80 mg, and D6 combination of herbal extract 100 mg. The results showed the average body weight and feed conversion of each treatment as follows: D1 739.63 g/ head, 3.01; D2 744.56 g/ head, 2.66; D3 709.38 g/ head, 2.94; D4 742.56 g/ head, 2.79; D5 718.88 g/ head, 2.64; D6 733.50 g/ head, 2.77. The results of the analysis of variance showed that the combination of herbal extracts had no significant effect (P> 0.01) on body weight and feed convention of rabbidiosis infected rabbits. The conclusion of this study was that the combination of herbal extracts had no significant effect (P> 0.05) on body weight and feed conversion of coccidiosis-infected rabbits. Rabbit feed that contains a combination of herbal extracts was less favored by livestock, but the average of high body weight with low conversion results in coccidiosis rabbits given a combination of herbal extracts. | |
| 20186 | 23248 | C1C013132 | PENGARUH PELAYANAN, PENGETAHUAN, KESADARAN, DAN MODERNISASI TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK PPH BADAN DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA CILACAP (Penelitian pada Badan yang terdaftar di KPP Cilacap) | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Pelayanan Fiskus, Pengetahuan Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak, dan Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan terhadap Kepatuhan WajibPajak PPh Badan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cilacap. Populasi dalam penelitian ini adalah Wajib Pajak Badan yag terdaftar di KPP Pratama Cilacap. Teknik penentuan sample digunakan yaitu simple random sampling. Sample penelitian ini sejumlah 100 Wajib Pajak Badan. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil Penelitian dan analisis pengujian menggunakan SPSS 24 for windows menunjukkan bahwa secara simultan variabel Pelayanan Fiskus, Pengetahuan Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak, dan Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan berpengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak PPh Badan. Secara parsial, hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Pelayanan Fiskus, Pengetahuan Perpajakan, dan Kesadaran Wajib Pajak berpengaruh secara signifikan terhadap terhadap Kepatuhan Wajib Pajak PPh Badan, sedangkan variabel Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan tidak signifikan berpengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak PPh Badan. | This study aims to examine the effect of Service, Knowledge, Awareness, and Modernization on Corporate Taxpayer Taxpayer Compliance in the Primary Tax Service Office of Cilacap. The population in this study were registered corporate taxpayers at the KPP Pratama Cilacap. Sample determination technique is used, namely simple random sampling. The sample of this research is 100 corporate taxpayers. Data analysis techniques were used using multiple linear regression analysis. The results of the research and analysis of testing using SPSS 24 for windows shows that simultaneously variables of fiscal services, taxation knowledge, taxpayer awareness, and modernization of the tax administration system affect the corporate income taxpayer compliance. Partially, the results of the study showed that the variables of Fiscal Services, Taxation Knowledge, and Taxpayer Awareness significantly influence the Corporate Income Tax Compliance Compliance, while the Modernization of Tax Administration System has no significant effect on Corporate Income Tax Compliance. | |
| 20187 | 23249 | H1H014036 | JUMLAH TOTAL BAKTERI PADA SALURAN PENCERNAAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG DIBERI PAKAN MENGANDUNG PROBIOTIK Lactobacillus sp. dan Bacillus sp. DOSIS BERBEDA | Keseimbangan mikroflora saluran pencernaan penting untuk kesehatan ikan. Bakteri yang terkandung pada probiotik dapat mengubah mikroekologi usus sehingga mikroba yang menguntungkan dapat berkembang dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan yang mengandung probiotik Lactobacillus sp. dan Bacillus sp. dosis berbeda terhadap jumlah total bakteri pada saluran pencernaan ikan nila (Oreochromis niloticus) dan untuk mengetahui pemberian dosis probiotik terbaik yang dapat mempengaruhi jumlah total bakteri pada saluran pencernaan ikan nila (Oreochromis niloticus). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan (individu). Perlakuan yang digunakan adalah pakan komersial yang dicampur probiotik dengan dosis 0, 5, 10, dan 15 g/kg pakan. Pada hari ke-30 dan hari ke-60 dilakukan perhitungan jumlah total bakteri saluran pencernaan nila dengan menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pemberian pakan yang dicampur probiotik dosis berbeda tidak memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah total bakteri pada saluran pencernaan ikan nila (P>0,05) namun pada hari ke-60 pemberian probiotik pada pakan ikan nila cenderung meningkatkan jumlah total bakteri saluran pencernaan. Hasil pengamatan kualitas air yang meliputi temperatur, pH, oksigen terlarut, dan kadar amoniak menunjukkan nilai yang normal untuk kehidupan ikan nila. Penelitian lanjut diperlukan untuk menentukan dosis probiotik yang tepat. | The balance of the digestion channel microflora is important for fish health. The bacteria contained in probiotics can alter intestinal microecology so that beneficial microbes can develop well. The purpose of this study was to determine the effect of feeding containing probiotics Lactobacillus sp. and Bacillus sp. dosage is different from the total number of bacteria in the digestion channel of tilapia (Oreochromis niloticus) and to determine the best dose of probiotics that can affect the total number of bacteria in the digestion channel of tilapia (Oreochromis niloticus). The research method used was an experimental method based on a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications (individuals). The treatment used was commercial feed mixed with probiotics at 0, 5, 10 and 15 g / kg of feed. On the days 30th and 60th, the total number of tilapia digestion channel bacteria was measured using the total plate count (TPC) method. Based on the results of the study, it was found that feeding with different doses of probiotics did not have a significant effect on the total number of bacteria in the digestion channel of tilapia (P> 0.05), but on the day 60th the provision of probiotics in tilapia feed tended to increase the total number of bacteria digestion channel. The results of water quality observations which include temperature, pH, dissolved oxygen, and ammonia levels indicate normal values for the life of tilapia. Further research is needed to determine the right dose of probiotics. | |
| 20188 | 23250 | C1A013021 | FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN AIR PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) GOLONGAN RUMAH TANGGA “A1” CABANG PURWOKERTO DI KABUPATEN BANYUMAS (Studi Kasus: Pelanggan PDAM di Purwokerto Tahun 2017) | Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemintaan Air PDAM Golongan Rumah Tangga A1 Cabang Purwokerto di Kabupaten Banyumas (Studi Kasus : Pelanggan PDAM di Purwokerto Tahun 2017) “ tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendapatan keluarga, tarif air, jumlah anggota keluarga, kualitas pelayanan, dan sumber air lain terhadap permintaan air PDAM golongan rumah tangga A1 di Kota Purwokerto, serta untuk mengetahui faktor manakah yang paling berpengaruh terhadap permintaan air PDAM golongan rumah tangga A1 Cabang Purwokerto di Kabupaten Banyumas. Model analisis dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis regresi dinyatakan bahwa secara simultan variabel pendapatan keluarga, tarif air, jumlah anggota keluarga, kualitas pelayanan dan sumber air lain secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap permintaan air air PDAM pada golongan rumah tangga A1 di Purwokerto. Adapun secara parsial variabel tarif air dan jumlah anggota keluarga berpengaruh positif dan signifikan, variabel sumber air lain berpengaruh negatif dan signifikan sedangkan variabel pendapatan keluarga dan kualitas pelayanan tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan air PDAM pada golongan rumah tangga A1 di Purwokerto. Dari kelima variabel yang paling berpengaruh terhadap permintaan air PDAM golongan rumah tangga A1 di Purwokerto adalah tarif air. Implikasi yang dapat disampaikan yaitu PDAM perlu memperhatikan penetapan tarif air secara merata pada setiap golongan sehingga untuk pelanggan dengan pendapatan rendah tetap bisa menggunakan air PDAM. Untuk mengurangi pemakaian air maka pelanggan air PDAM disarankan mempunyai sumber air lain yang bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari lainnya selain memasak dan minum, sehingga dapat mengurangi biaya air yang dikeluarkan pada setiap bulannya. Kemudian untuk rumah tangga dengan penghasilan rendah perlu adanya pengendalian kelahiran karena semakin banyak jumlah anggota keluarga maka tanggungan yang dikeluarkan akan semakin besar. | This study entitled "Factors Affecting Water Demand for PDAM Household Group A1 Branch in Purwokerto Banyumas District (Case Study: PDAM Subscribers in Purwokerto Year 2017)" The purpose of this study is to determine the effect of family income, water rates, the number of family members, quality of service, and other water source to PDAM household water demand of A1 household group in Purwokerto City, and also to know which factors have the most influence to PDAM household water demand of A1 Branch in Purwokerto Banyumas Regency. The model of analysis in this study using multiple linear regression. Based on regression analysis result, it is stated that simultaneously family income variable, water tariff, number of family member, service quality and other water sources together significantly influence to demand of PDAM water in the A1 household category in Purwokerto. The partial variable of water tariff and the number of a family member have positive and significant influence, other water source variables have negative and significant influence while family income variable and service quality have no significant effect on PDAM water demand in household category A1 in Purwokerto. Of the five most influential variables on PDAM water demand A1 household class in Purwokerto is water tariff. The implication is that PDAMs need to pay attention to the determination of water tariff evenly on each group so that low-income customers can still use PDAM water. To reduce water consumption, PDAM water customers are advised to have other water sources that can be used for daily activities other than cooking and drinking, so as to reduce the cost of water issued in each month. Then low-income households need for birth control because the more the number of family members then the dependents issued will be greater. Keywords: PDAM Water Demand, Family Income, Water Tariff, Number of Family Members, Quality of Service and other Water Resources | |
| 20189 | 23252 | C1M014001 | IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI | Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X IPS 1 SMA Ya BAKII Kesugihan Cilacap dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 1 SMA Ya BAKII Kesugihan Cilacap yang berjumlah 34 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X IPS 1 SMA Ya BAKII Kesugihan Cilacap dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil penelitian yang dilakukan pada pra tindakan nilai rata-rata kelas adalah 48,29 dengan jumlah siswa yang mampu mencapai KKM atau tuntas sebanyak 1 siswa, sedangkan yang belum tuntas sebanyak 33 siswa, dan ketuntasan belajar siswa sebesar 2,94%. Pada siklus I nilai rata-rata kelas sebesar 56,67 dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 13 siswa, sedangkan yang belum tuntas sebanyak 21 siswa, dan ketuntasan belajar siswa sebesar 38,24%. Kenaikan dari pra tindakan ke siklus I untuk nilai rata-rata kelas sebesar 17,35%, sedangkan untuk ketuntasan belajar siswa sebesar 35,30%. Pada siklus II nilai rata-rata kelas sebesar 79,22 dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 25 siswa, sedangkan yang belum tuntas sebanyak 9 siswa, dan ketuntasan belajar siswa sebesar 73,53%. Kenaikan dari siklus I ke siklus II untuk nilai rata-rata kelas sebesar 39,79%, sedangkan untuk ketuntasan belajar siswa sebesar 35,29%. | The study is purposed to enhance learning achievement of students in economics subject at X Social 1 Class of Ya BAKII Kesugihan Cilacap Senior High School by using cooperative learning model of Snowball Throwing type. It was a Research of Classroom Action Reaserch (CAR) that conducted in 2 cycles. The subjects were students of X Social 1 Class of Ya BAKII Kesugihan Cilacap Senior High School included 34 students that contained of 12 males and 22 females. The result showed that students’ achievements on economics subject at X Social 1 Class of Ya BAKII Kesugihan Cilacap Senior High School was increased by using cooperative learning model of Snowball Throwing type. It could be seen from the research result which conducted on pre-action of class average grades 48,29 with the number of students who competed standard grades was one and did not compete were 33 students, and study completion of students were 2,94%. In the cycle I, class average grades were 56,67 with the number of completed students were 13 students, while who did not compete 21 students, by learning completion of students were 38,24%. The increasing from pre-action to cycle I for class average grades were 17,35%, meanwhile, the learning completion of students were 35,30%. In cycle II, class average grades were 79,22 with students who successfully competed were 25 students, and who did not compete yet 9 students, learning completion of students were 73,53%. The increasing of class average grades from cycle I to the cycle II were 39,79%, while for the learning completion of students were 35,29% Keywords: Cooperative Learning Model, Snowball Throwing, Student Achievement | |
| 20190 | 26229 | D1A015041 | PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG DAN NPK PADA JUMLAH DAUN DAN LUAS DAUN RUMPUT GAJAH MINI (Pennisetum purpureum cv. Mott) DEFOLIASI KE LIMA | Penelitian bertujuan mengetahui dan mengkaji pengaruh kombinasi pupuk kandang dan pupuk NPK pada jumlah daun dan luas daun rumput gajah mini. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 10 mei 2019 sampai dengan 21 juni 2019 di Experimental Farm dan Laboratorium Agrostologi Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang di gunakan adalah Rumput gajah mini sebanyak 720 rumpun yang ditanam pada lahan seluas 278 m2 dengan luas setiap petak atau unit adalah 5 m2 serta jarak tanam 0,75 m x 0,35 m. Pupuk yang digunakan berupa pupuk kandang sebanyak 270 kg/defoliasi dan pupuk NPK 2,5 kg/defoliasi. Metode penelitian yang digunakan experiment, dengan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 12 perlakuan kombinasi dan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA) bila terdapat perbedaan maka diuji lanjut menggunakan metode orthogonal polynomial. Hasil analisis variansi memperlihatkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap jumlah daun rumput gajah mini. Rataan terendah K1M1 9.29 ± 0.88 dan rataan tertinggi yaitu K2M1 10.35 ±, 0.46 helai daun/batang/defoliasi. Kombinasi perlakuan pada luas daun rumput gajah mini berpengaruh tidak nyata (P>0,05) dengan Rataan terendah pada perlakuan K0M2 91,65 ± 0,20 dan rataan tertinggi K2M2 122,65 ± 4,03 cm2 helai daun ke empat dari pucuk, tetapi pada perlakuan tunggal pupuk kandang (K) berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada luas daun rumput gajah mini. | The research aims to determine and assess the effect of a combination of animal manure and NPK fertilizer on the number of leaves and leaf area of mini elephant grass. The study was conducted from May 10 2019 to June 21, 2019 at the Experimental Farm and Agrostology Laboratory of the Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The material used is 720 Mini elephant grass clump planted in an area of 278 m2 with an area of each plot or unit is 5 m2 and a spacing of 0.75 mx 0.35 m. Fertilizers used in the form of manure as much as 270 kg / defoliation and NPK fertilizer 2.5 kg / defoliation. The research method used was an experiment, with a randomized block design (RCBD) with 12 combination treatments and 3 replications. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANAVA). If there were differences, they were further tested using themethod orthogonal polynomial. The results of the analysis of variance showed that the treatment had no significant effect (P> 0.05) on the number of mini elephant grass leaves. The lowest average K1M1 is 9.29 ± 0.88 and the highest average is K2M1 10.35 ±, 0.46 leaves /stem/defoliation. The combination of treatment on the area of mini elephant grass leaves has no significant effect (P> 0.05) with the loweston the Ktreatment0M2 mean91.65 ± 0.20 and the highest average K2M2 122.65 ± 4.03 cm2 the fourth leaf blade from the shoot, but in a single treatment manure (K) has a very significant effect (P <0.01) on the area of the leaves of a mini elephant grass. | |
| 20191 | 23253 | C1K014052 | QUALITY AND TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL OF E-TICKETING RESERVATION IN PT KAI (Study in Railway Station Purwokerto) | Latar Belakang: Stasiun Purwokerto (PWT) adalah stasiun kereta api kelas besar yang terletak di pinggir Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, tepatnya di Kober, Purwokerto Barat, Banyumas. Stasiun yang terletak di ketinggian +75 m adalah stasiun terbesar dalam pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Wilayah Operasi V Purwokerto. Hampir semua kereta api dari Jakarta ke timur melalui rute selatan seperti Yogyakarta, Solo, Surabaya, Madiun dan sekitarnya berhenti di stasiun ini. Oleh karena itu, penulis memilih stasiun kereta api Purwokerto sebagai objek penelitian ini. Tujuan: Diskusikan tentang kualitas pembelian tiket melalui reservasi online yang juga didukung oleh TAM. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang dilakukan dengan kuesioner. Penelitian ini dilakukan di PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Jalan Jenderal Sutradara Barat Nomor 209, Purwokerto. Waktu penelitian ini dilakukan antara bulan Juni hingga Juli 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen PT Kereta Api Indonesia (KAI) Purwokerto yang aktif dan bertransaksi. Dari perhitungan ukuran sampel dengan rumus, kemudian dapatkan jumlah 96. Untuk memudahkan perhitungan sampling, maka diambil menjadi 100 sampel. Analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS versi 24.0 untuk Windows. Temuan: Berdasarkan pembahasan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: ada efek positif dari kualitas sistem, kualitas informasi, dan persepsi kemudahan penggunaan pada kegunaan yang dirasakan; ada efek positif kualitas sistem dan kualitas informasi pada persepsi kemudahan penggunaan; dan ada efek positif dari kegunaan yang dirasakan dan persepsi kemudahan penggunaan pada niat untuk digunakan. Implikasinya: Sebagai penelitian empiris, hasil penelitian ini dapat digunakan oleh manajemen PT KAI untuk memperhatikan tentang sistem dan kualitas informasi sebagai pertimbangan untuk meningkatkan kegunaan dan kemudahan penggunaan yang dirasakan pelanggan mereka. Selain itu, untuk meningkatkan niat untuk menggunakan pelanggan, perusahaan harus meningkatkan kegunaan dan kemudahan penggunaan yang dirasakan pelanggan | Background: Purwokerto Station (PWT) is a large class railway station located on the edge of Purwokerto City, Banyumas Regency, precisely in Kober, West Purwokerto, Banyumas. The station located at an altitude of +75 m is the largest station in the management of PT Kereta Api Indonesia (Persero) Operation Area V Purwokerto. Almost all trains from Jakarta to the east through the southern route such as Yogyakarta, Solo, Surabaya, Madiun and surrounding areas stop at this station. Therefore, the author chose Purwokerto railway station as the object of this research. Purpose: Discuss about the quality of ticket purchasing through online reservation which is also supported by TAM. Methodology: The type of this research is quantitative research. Method used in this study is survey method conducted by questionnaire. This study was conducted in PT Kereta Api Indonesia (KAI) at West Jenderal Soedirman Street Number 209, Purwokerto. Time of this research was conducted between June until July 2018. Population in this research is all consumers of PT Kereta Api Indonesia (KAI) Purwokerto that are active and have transaction. From the calculation of the sample size with the formula, then get the number of 96. To ease the calculation of sampling, then it is taken into 100 samples. The data analysis uses SPSS software version 24.0 for Windows. Findings: Based on the discussion of research result it can be concluded that: there is a positive effect of system quality, information quality, and perceived ease of use on perceived usefulness; there is a positive effect of system quality and information quality on perceived ease of use; and there is a positive effect of perceived usefulness and perceived ease of use on intention to use. Implications: As empirical research, the results of this study can be used by the management of PT KAI to pay attention about system and information quality as consideration to increase their customers’ perceived usefulness and ease of use. In addittion, to increase the intention to use of customers then the company must increase customers’ perceived usefulness and ease of use. | |
| 20192 | 23254 | C1K012025 | THE EFFECT OF PERCEIVED QUALITY, BRAND IMAGE ON CUSTOMER SATISFACTION AND BRAND AWARENESS TOWARD REPURCHASE INTENTION (Survey on Customer of Indocafe in Purwokerto) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi niat pembelian kembali, yaitu kesadaran merek dan kepuasan pelanggan, dan kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh persepsi kualitas dan citra merek. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan kopi Indocafe di Purwokerto. Jumlah total sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 120 responden dengan menggunakan convenience sampling. Pengukuran variabel dalam penelitian ini menggunakan skala Likert dan pengujian hipotesis menggunakan Structural Equational Modeling (SEM). Berdasarkan hasil penelitian ini, rata-rata responden adalah laki-laki berusia antara 20-30 tahun dan yang favorit adalah Indocafe Coffeemix 3 in 1. Hasilnya menunjukkan bahwa (1) Kualitas yang dirasakan memiliki efek positif terhadap kepuasan pelanggan, (2) Citra merek memiliki efek positif terhadap kepuasan pelanggan, (3) Kepuasan pelanggan memiliki efek positif pada kesadaran merek, (4) Kepuasan pelanggan memiliki efek positif pada niat pembelian kembali, dan (5) Kesadaran merek memiliki efek positif pada niat membeli kembali. Sebuah. Kualitas yang dirasakan adalah faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan dan berdampak pada niat pembelian kembali. Dengan menjaga kualitas rasa dan aroma konsumen kopi Indocafe akan lebih puas dan berdampak pada niat masa depan. Dan juga, untuk mengukur kepuasan pelanggan perusahaan harus melakukan survei rutin kepada pelanggan, untuk mengetahui seberapa besar kepuasan pelanggan dengan kopi Indocafe. Rekomendasi di masa depan yang akan meningkatkan kesadaran dan citra produk kopi Indocafe dengan meningkatkan intensitas promosi produk di berbagai media iklan dan menggunakan brand ambassador kelas internasional untuk promosi yang menjadikan citra Indocafe lebih mewah dalam persepsi konsumen. | The purpose of this study is to analyze the factors that affect the repurchase intention, which is brand awareness and customer satisfaction, and the customer satisfaction affected by perceived quality and brand image. The population in this study is Indocafe coffee costumers in Purwokerto. The total number of samples that used in this study was 120 respondents by using convenience sampling. The measurement of variables in this research using Likert's scale and hypothesis testing using Structural Equational Modeling (SEM). Based on the result of this study, the average of respondent is male between the ages of 20-30 years old and the favorite is Indocafe Coffeemix 3 in 1. The result shows that (1) Perceived quality has a positive effect on customer satisfaction, (2) Brand image has a positive effect on customer satisfaction, (3) Customer satisfaction has a positive effect on brand awareness, (4) Customer satisfaction has a positive effect on repurchase intention, and (5) Brand awareness has a positive effect on repurchase intention. a. Perceived quality is a factor that effect the costumer satisfaction and impacts the repurchase intention. By maintaining the quality of taste and aroma of Indocafe coffee consumers will be more satisfied and have an impact on future intention. And also, to measuring customer satisfaction company must conducting a regular surveys to customer, to find out how much customer satisfaction with Indocafe coffee. The recommendation in the future that will increase awareness and image of Indocafe coffee products by increasing the intensity of product promotion in various advertising media and use an international class brand ambassadors for promotions that make the image of Indocafe more luxurious in consumers perception. | |
| 20193 | 17516 | C3A016001 | TEKNOLOGI INFORMASI PERSEPSIAN DI DAERAH OPERASIONAL PT KERETA API INDONESIA | Agar pemamfaatan teknologi Informasi dapat berjalan secara optimal dan menghasilkan kinerja yang diharapkan, maka diperlukan kepemimpinan yang dapat mendorong karyawan sebagai pengguna teknologi informasi untuk dapat meningkatkan tingkat penerimaan teknologi informasi dimana hal tersebut tidak terlepas dari Tingkat Pendidikan karyawan sebagai moderator pengaruh kepemimpinan Transaksional dan rransformasional pada kegunaan teknologi informasi persepsian.Penelitian ini menggunaan (tiga) kuesioner yang telah terstandarisasi, kuesioner perilaku kepemimpinan transformasional (Multifactor Leadership Questionnaire), kuesioner Tingkat Pendidikan pada karyawan dan Kuesioner kegunaan teknologi informasi persepsian (Technology Acceptance Model). Penelitian ini dilakukan di PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional II Bandung. Kuesioner yang didistribusikan berjumlah 65 (enam puluh lima), yang disebar di 5 departemen di PT K.A.I daop II Bandung.Hasil dari analisis regresi hirarkis menemukan bahwa tingkat pendidikan memoderasi pengaruh kepemimpinan transaksional dan transformasional pads kegunaan teknologi informasi persepsian. Hasil penelitian ini juga menemukan bahwa hanya kepemimpinan transformasional yang berpengaruh signifikan terhadap kegunaan teknologi informasi persepsian. | To get the benefit of technology of information optimally and produce the result that we hope, furthermore it needs leadership that could stimulate the employers as users of technology reformation to increase the level of acceptance that integrated with educational degree of employers a moderator into the influence of transactional leadership, transformational in using perceived information technology. This research use three standardized questionnaire, Multifactor Leadership Questionnaire, questionnaire of educational degree to the e r foyers and technology acceptance model. This research has been done at PT. KeretaApi Indonesia operational region II Bandung. The number of questionnaire that has been distributed was 65 (sixty five), they were spread at 5 departments at PT. K.A.I operational region II Bandung. The result from analysis of hierarchy regression found out that the educational degree moderate the influence of transactional leadership and transformational towards technology information of perception. The result of this research found that only transformational leadership that has significant influence to the use of technology of perception information. | |
| 20194 | 25628 | G1G013057 | PENGARUH APLIKASI BARRIER COAT PRE-REACTED GLASS IONOMER PADA GIGI DESIDUI DALAM PERENDAMAN SUSU YANG MENGANDUNG SUKROSA TERHADAP KELARUTAN KALSIUM (Studi In Vitro pada Perendaman Selama 5 menit, 45 menit, 60 menit, dan 120 menit) | Gigi desidui merupakan gigi yang mudah terserang karies dan dapat diperparah oleh kebiasaan mengkonsumsi makanan atau minuman manis dan lengket seperti susu formula yang mengandung banyak sukrosa. Aplikasi pre-reacted glass ionomer barrier coat (PRG) merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencegah karies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi PRG pada gigi desidui dalam perendaman susu yang mengandung sukrosa terhadap kelarutan kalsium pada perendaman selama 5, 45, 60, dan 120 menit. Jenis penelitian ini eksperimental laboratorium dengan menggunakan 64 sampel gigi insisivus desidui dibagi menjadi 8 kelompok yaitu 4 kelompok gigi dengan aplikasi PRG dengan perendaman 5, 45, 60, dan120 menit, dan 4 kelompok gigi tanpa aplikasi PRG dengan perendaman 5, 45, 60, dan 120 menit. Uji kelarutan kalsium dilakukan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil analisis statistik menggunakan uji Two-way Anova menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p>0,05). Hasil uji Post Hoc LSD menunjukkan terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) pada semua kelompok. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengaruh aplikasi PRG pada gigi desidui dalam perendaman susu yang mengandung sukrosa terhadap kelarutan kalsium. | Deciduous teeth are susceptible to caries and can be aggravated by the habit of sweet and sticky foods and beverages consumption, for example formula milk which containing a lot of sucrose. Application of pre-reacted glass ionomer barrier coat (PRG) is one method that can be used to prevent caries. This study aimed to know the effect of PRG application on deciduous teeth before soaking in milk containing sucrose for 5, 45, 60, and 120 minutes to calcium solubility. Sixty four teeth were divided into 8 groups: 4 groups application of PRG with 5, 45, 60, and 120-minute immersion in milk respectively and 4 groups without application of PRG with 5, 45, 60, and 120-minute immersion in milk respectively. The calcium solubility test was carried out using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The result of statistical analysis using the Two-way Anova test showed a significant difference (p< 0.05). The Post-Hoc test results showed significant differences (p> 0.05) between all groups. The conclusion is that there was on effect of the barrier coat PRG application to calcium solubility of deciduous teeth before soaking in milk containing sucrose. | |
| 20195 | 23256 | E1A014013 | PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG HAK DESAIN INDUSTRI DENGAN HAK PRIORITAS BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 2000 TENTANG DESAIN INDUSTRI DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 594 K/PDT.SUS-HKI/2017 | Desain Industri sebagai bagian dari Hak Kekayaan Intelektual merupakan bentuk hasil kegiatan intelektual mempunyai unsur estetika terwujud tidak hanya dalam bentuk karya diatas kertas saja melainkan sudah terbentuk dalam wujud nyata suatu benda dan memiliki nilai manfaat bagi kehidupan manusia diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri. Pelanggaran terhadap desain industri mengakibatkan kerugian bagi pihak pendesain, salah satunya adalah Dart Industries,Inc yang merupakan perusahaan pemegang hak desain industri produk botol Eco Bottle, sebagaimana yang terjadi dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 594/K/Pdt.sus-HKI/2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perlindungan hukum bagi pemegang hak desain industri dengan hak prioritas berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 tahun 2000 tentang Desain Industri dalam putusan Mahkamah Agung nomor 594 k/pdt.sus-hki/2017. Penelitian ini dilakukan dengan metode yuridis-normatif. Data sekunder yang telah dikumpulkan, diolah dan disajikan secara sistematis. Metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa desain industri produk botol Eco Bottle milik Dart Industries,Inc adalah desain industri yang terdaftar dalam Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dengan hak prioritas dari Amerika Serikat yang mempunyai hak ekslusif terhadap desain industri miliknya sebagaimana diatur dalam Pasal 9, Pasal 46 ayat (1), dan Pasal 54 Undang-Undang Desain Industri. Para Tergugat selaku distributor produk botol Biolife tidak memenuhi unsur kebaruan sebagaimana diatur dalam Pasal 25 ayat (1) dan 26 ayat (1) Undang-Undang Desain Industri, sehingga dapat disimpulkan bahwa Mahkamah Agung telah tepat dalam menerapkan perlindungan hukum desain industri sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 tahun 2000 tentang desain industri. | Industrial Design as part of Intellectual Property Rights is a form of intellectual activity that has an aesthetic element manifested not only in the form of work on paper but already formed in a tangible form of an object and valuable for human life, as regulated on Act Number 31 Year 2000 on Industrial Designs. Violations of industrial design result in losses for the designer, as an example is Dart Industries, Inc which is the company that holds the industrial design rights for Ecco Bottle bottles, as what was written in Supreme Court Decision Number 594 K/PDT.SUS-HKI/2017. This Research purposes to determine protection law for a holds the industrial design rights with priority rights based on Act Number 31 Year 2000 on Industrial Designs in Supreme Court Decision Number 594 K/Pdt.Sus-Hki/2017. The method research used juridical-normative. The source is secondary source. The method of data accumulation done in this research was bibliography study. Data analysis used normative-qualitative. The results show that the industrial design of the Ecco Bottle bottle product owned by Dart Industries, Inc. is an industrial design registered in the Directorate General of Intellectual Property Rights with priority rights from the United States that have exclusive rights to their industrial designs as well as regulated in Article 9, Article 46 paragraph (1), and Article 54 Industrial Designs Act. The Defendants as distributors of Biolife bottle products did not fulfill the element of novelty as stipulated in Article 25 paragraph (1) and 26 paragraph (1) of the Industrial Design Act. So that it can be concluded that the Supreme Court has the right in applying industrial design legal protection in accordance with the provisions stipulated in Act Number 31 Year 2000 on Industrial Designs. | |
| 20196 | 23258 | C1A012076 | ANALISIS EFISIENSI EKONOMI USAHA INDUSTRI GULA KELAPA DI KECAMATAN AYAH KABUPATEN KEBUMEN | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi ekonomis dari produksi gula kelapa dan mengetahui apakah produksi gula kelapa di Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen sudah mencapai BEP atau belum. Penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling, dilakukan dengan metode kuesioner dan wawancara langsung kepada 93 sampel pengrajin Gula Kelapa di Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumem. Ukuran sampel ditentukan dengan rumus Slovin. Teknik analisis data menggunakan perhitungan uji F untuk mengukur perbandingan antar strata, (R/C Ratio) dan analisis keuntungan maksismum BEP (Break Event Point) dengan teknik analisis tabulasi. Hasil analisis dengan menggunakan Uji F diketahui bahwa nilai Fhitung sebesar 302,022 dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari α (0,05). Nilai uji statistik tersebut menunjukkan bukti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara jumlah pohon pada Strata I, Strata II dan Strata III Hasil uji signifikansi per pasangan (multiple comparisons) dengan Least Significantly Difference (LSD) menunjukkan bahwa Strata III memiliki jumlah pohon yang paling banyak jika dibandingkan dengan jumlah pohon pada Strata I maupun Strata II. Sedangkan keuntungan pengrajin(TR > TC) meskipun dari seluruh strata pengrajin gula kelapa pada strata I mempunyai keuntungan lebih kecil dari strata II dan strata III dan nilai real hasil penjualan, volume produksi, dan harga jual gula kelapa ketiga strata sudah melebihi perhitungan BEP sehingga usaha yang dijalankan tidak mengalami kerugian. | This study was purposed to analyse the economic efficiency of coconut sugar production and to know if the production of coconut sugar in Ayah District, Kebumen Regency had or had not reached BEP. This study used accidental sampling technique by questionnaire and live interview methods to 93 samples of coconut sugar businessmen in Ayah District of Kebumen Regency. Sample size was determined by Slovin Formula, data analysis technique by R/C Ratio, then analysis of BEP (Break-Even Point) and maximum profit by tabulation analysis technique. The analysis result of using F-test showed the F-count value was 302.022 with a significance value 0.000 is smaller than α (0.05). The value of statistical test shows that there was a significant difference among the number of trees in Level I, Level II and Level III. The result of the multiple-significance test with Least Significant Difference (LSD) indicates Level III had the most number of trees if compared to the number of trees in Level I and Level II. Whereas, even the profits of craftsmen (TR> TC) from all Levels of coconut sugar craftsmen in Level I have such smaller profit than Level II and Level III then the real value of sales output , production volume, and selling price of coconut sugar of those three Levels have exceeded the BEP calculation, so, the business which run does not suffer losses. | |
| 20197 | 23257 | B1J014139 | Aktivitas Lipase pada Hepatopankreas, Lambung, dan Intestin Ikan Kating (Mystus gulio) pada pH Berbeda | Ikan kating (Mystus gulio) adalah ikan lokal yang umumnya dimanfaatkan masyarakat sebagai ikan konsumsi namun masih belum dibudidayakan dan masih banyak mengandalkan tangkapan dari alam. Kajian ikan kating secara nutrisi fisiologi terutama mengenai proses pencernaan pakan dengan enzim digesti di sepanjang saluran pencernaan sebelumnya telah dilakukan tetapi masih dalam skala laboratorium. Penelitian aktivitas lipase ikan kating pada hepatopankreas, lambung, dan intestin diukur pada pH berbeda yang diperoleh di alam belum pernah dilakukan. Sehingga hal ini menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan aktivitas lipase pada, hepatopankreas, lambung dan intestin ikan kating dan aktivitas lipase yang optimum antar pH berbeda pada masing-masing organ dan aktivitas lipase tertinggi antar organ pada pH optimum. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan yang dilakukan yaitu pada pH berbeda dengan pH 2, 5, 7, 8, dan 10 yang diukur pada tiga segmen organ pencernaan yaitu hepatopankreas, lambung, intestin yang diulang sebanyak tiga kali. Ikan yang digunakan memiliki berat rata-rata 5,12 ± 0,88 gr dan panjang 8,13 ±0,44 cm. Hasil penelitian bahwa terdapat perbedaan aktivitas lipase pada hepatopankreas, lambung, dan intestin ikan kating pada pH berbeda (p < 0,05). Aktivitas lipase pada hepatopankreas ikan kating yaitu pada pH 2 (0,58 ± 0,12 U/mg protein), pH 5 (0,38 ± 0,31 U/mg protein) dan pH 7 (0,44 ± 0,31 U/ mg protein). Aktivitas lipase pada lambung yaitu pada pH 7 (1,50 ± 0,67 U/ mg protein), pH 2 (0,70 ± ,18 U/mg protein), 5, (0,82 ± 0,80 U/ mg protein) dan 8 (1,10 ± 0,27 U/mg protein). Aktivitas lipase pada intestin yaitu pada pH 7 (1,37 ± 0,41 U/mg protein), pH 5 (0,43 ± 0,57 U/ mg protein), dan pH 8 (0,65 ± 0,30 U/mg protein). Aktivitas lipase tertinggi pada pH optimum netral (pH 7) ditemukan pada lambung dan intestin. | Kating fish (Mystus gulio) is a local fish that is generally used by the community as a consumption fish but still not cultivated and still relies heavily on catches from nature. The study of physiologically related kating fish, especially regarding the digestive process of feed with digestion enzymes along the digestive tract has previously been carried out but is still in a laboratory scale. Research on kating fish lipase activity in hepatopancreas, stomach, and intestin measured at different pH obtained in nature has never been done. So this is interesting to study. This study aims to determine the differences lipase activity in, hepatopancreas, stomach and kating fish intestin and optimum lipase activity between different pH in each organ. This research was conducted experimentally using a completely randomized design. The treatments were carried out at different pHs with pH 2, 5, 7, 8, and 10 which were measured in three digestive organ segments namely hepatopancreas, stomach, intestin which was repeated three times. The fish used in this study had an average weight of 5.12 ± 0.88 gr and a length of 8.13 ± 0.44 cm. The results showed that there were differences in lipase activity in hepatopancreas, stomach, and kating fish intestin at different pH (p <0.05). Lipase activity in kating hepatopancreas was at pH 2 (0.58 ± 0.12 U / mg protein), pH 5 (0.38 ± 0.31 U / mg protein) and pH 7 (0.44 ± 0.31 U / mg protein). Lipase activity in the stomach is at pH 7 (1.50 ± 0.67 U / mg protein), pH 2 (0.70 ±, 18 U / mg protein), 5 (0.82 ± 0.80 U / mg protein) and 8 (1.10 ± 0.27 U / mg protein). Lipase activity in intestin was at pH 7 (1.37 ± 0.41 U / mg protein), pH 5 (0.43 ± 0.57 U / mg protein), and pH 8 (0.65 ± 0.30 U / mg protein). The highest lipase activity at optimum neutral pH (pH 7) was found in the stomach and intestin. | |
| 20198 | 23259 | B1J013053 | ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI PERAKARAN TANAMAN PADI LAHAN SALIN SEBAGAI KANDIDAT PGPR | Kelompok bakteri Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) merupakan mikroorganisme pengkoloni akar yang menguntungkan dan dapat dimanfaatkan sebagai agensia biologis untuk membantu meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman akibat cekaman lingkungan yang ekstrim. Salinitas merupakan salah satu faktor kondisi abiotik yang memberikan pengaruh kompleks seperti stress ion, stress osmotik, dan stress sekunder pada hampir setiap fase pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Karakter salin sering dijumpai pada lahan yang terletak di sekitar pesisir pantai, dan saat ini telah banyak dialih manfaatkan sebagai lahan pertanian. Salah satunya, seperti lahan sawah pasang surut yang terletak diantara kawasan ekosistem mangrove Segara Anakan Cilacap. Penggunaan mikroorganisme menguntungkan dari kelompok bakteri PGPR yang diutamakan berasal dari sumber asalnya akan lebih memudahkan untuk beradaptasi dan berasosiasi dengan tanaman. Populasi bakteri kelompok PGPR yang beragam dan berasal dari rizosfer padi lahan sawah pasang surut diharapkan memiliki sifat toleran terhadap salinitas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui populasi beberapa genus bakteri kandidat PGPR tanah perakaran padi lahan salin dan mengetahui karakteristik dan identitas isolat bakteri kandidat PGPR tanah perakaran padi lahan salin. Isolat bakteri yang diperoleh dikarakterisasi dan diidentifikasi mengacu pada Bergeys Manual of Determinative Bacteriology 9th Edition. Tahapan penelitian meliputi isolasi bakteri menggunakan medium selektif, uji ketahanan bakteri terhadap salinitas pada medium mengandung NaCl, uji penambatan nitrogen, uji pelarutan fosfat, uji produksi hormon tumbuh IAA, uji antagonisme terhadap jamur patogen, dan identifikasi isolat bakteri terpilih, serta mengelompokkan karakter setiap isolat terpilih sebagai bakteri potensial kandidat PGPR. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 10 isolat bakteri yang teridentifikasi sebagai spesies anggota genus Azospirillum (3 isolat), spesies anggota genus Azotobacter (6 isolat) dan spesies anggota genus Marinococcus (1 isolat). Kepadatan populasi Azospirillum spp., Azotobacter spp., dan Marinococcus sp., pada perakaran padi lahan salin secara berturut-turut adalah 74,36x105 (CFU/g), 19,8x105 (CFU/g), dan 6x105 (CFU/g). Seluruh isolat bakteri tersebut mampu menambat nitrogen dan melarutkan fosfat dengan nilai indeks pelarutan fosfat berkisar antara 104,57 sampai 299,58. Sebanyak 9 isolat bakteri (PSA1, PSA2, PSA3, PSA4, PSA5, PSA6, PAS7, PSA8, & PSA10) mampu tumbuh pada medium NB yang mengandung NaCl 5% dan satu isolat bakteri toleran terhadap NaCl 3% (PSA9). Sebanyak 3 isolat bakteri (PSA5, PSA8, & PSA10) mampu menghasilkan hormon tumbuh IAA pada medium salin sebesar 71,26 ppm; 45,38 ppm dan 35,6 ppm. Sebanyak 4 isolat bakteri (PSA1, PSA6, PSA8, & PSA10) memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan cendawan patogen Fusarium oxysporum, dengan nilai persentase penghambatan (46,11%) dan Rhizoctonia solani dengan nilai persentase penghambatan (26,67%). | The group of bacterial Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) is a beneficial root colonizing microorganism and can be used as a biological agent to help maintain plant growth and resistance to extreme environmental stresses. Salinity is one of the factors of abiotic condition that give complex effects such as stress ion, osmotic stress, and secondary stress in almost every phase of growth and development plant. Salinity characters are often found on the land located around the coast, and currently many have been used as agricultural land. One of them, such as tidal rice fields located between the mangrove ecosystem area of Segara Anakan Cilacap. The use of beneficial microorganisms from the PGPR bacterial group which is preferred from its original source will make it easier to adapt and associate with plants. The bacterial population of the various PGPR groups from the rhizosphere of tidal paddy field is expected to have salinity tolerance. The purpose of this study was to determine the population of several genera of PGPR candidates in rice rhizospheric saline soil, the character, and identity of the bacterial itself. The bacterial isolates were characterized and identified refers to the Bergeys Manual of Determinative Bacteriology 9th Edition. The steps of this study were bacteria isolation with selective medium, bacterial resistance test for salinity in NaCl containing medium, nitrogen fixation test, phosphate solubilizing test, antagonism test for againts pathogenic fungi, identification of selected bacterial isolates, and grouping each isolate selected as potential bacteria PGPR candidates. The results showed that 10 isolates of bacteria were identified as members of the Azospirillum genus (3 isolates), members of the Azotobacter genus (6 isolates), and members of the Marinococcus genus (1 isolate). Population density of Azospirillum spp, Azotobacter spp., and Marinococcus sp., on roots of paddy field saline were 74.36x105 (CFU/g), 19.8x105 (CFU/g), and 6x105 (CFU/g). All bacterial isolates were characterized as nitrogen fixing bacteria and phosphate solubilizing with the range of phosphate dissolution index value is 104.57 to 299.58. A total of 9 bacterial isolates (PSA1, PSA2, PSA3, PSA4, PSA5, PSA6, PAS7, PSA8, & PSA10) had were able to grow on nutrient broth medium containing 5% NaCl and one bacterial isolate (PSA9) which had a salinity resistance level of 3% NaCl. A total of 3 bacterial isolates (PSA5, PSA8, & PSA10) having the ability to produce IAA growth hormone in saline medium of 71.26 ppm, 45.38 ppm and 31.56 ppm. A total of 4 bacterial isolates (PSA1, PSA6, PSA8 & PSA10) having the ability to inhibit the growth of Fusarium oxysporum pathogenic fungi, with the inhibitory percentage values (46.11%) and Rhizoctonia solani with the inhibition percentage values (26.67%). | |
| 20199 | 23261 | B1J014032 | PREFERENSI PAKAN Amblyseius deleoni YANG DI DEDAHKAN PADA TEMPERATUR YANG BERBEDA TERHADAP BERBAGAI STADIUM Brevipalpus phoenicis | Pemanasan global yang berlangsung dapat mengakibatkan mortalitas terhadap tungau Amblyseius deleoni, sehingga dapat menurunkan fungsi pengendalian tungau Brevipalpus phoenicis pada tanaman teh (Camellia sinensis L.). Penurunan fungsi pengendalian hayati alamiah diduga terkait dengan menurunnya daya tahan tungau predator terhadap kenaikan temperatur yang kemungkinan juga berdampak pada preferensi pakannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelulushidupan A. deleoni yang didedahkan pada berbagai rentang temperatur yang dicobakan dan mengetahui stadium B. phoenicis yang lebih banyak dimangsa oleh A. deleoni setelah pendedahan pada rentang temperatur yang dicobakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode ekperimental dengan pemberian pilihan (choice test) yang menggunakan Rancangan dasar Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan perlakuan kombinasi dua faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu tungau B. phoenicis yang terdiri dari 4 buah stadium (telur, larva, nimfa dan dewasa) dan faktor kedua yaitu temperatur (27, 27.5, 28, 28.5, dan 29oC). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisi ragam (uji F) dengan tingkat kesalahan 5% dan 1%, dan dilanjutkan dengan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelulushidupan tungau Amblyseius deleoni tidak dipengaruhi oleh temperatur yang dicobakan. Stadium telur dan larva Brevipalpus phoenicis lebih banyak dimangsa oleh A. deleoni yang telah didedahkan pada temperatur 29ºC dibandingkan temperatur yang lebih rendah yang dicobakan. | Global warming was taking place could result in mortality of Amblyseius deleoni mites, so it could reduced the control function of mites Brevipalpus phoenicis on tea plants (Camellia sinensis L.). The decrease in natural biological control function was suspected to be related to the decreased in the resistence of predatory mites to temperature increases which might also had an impact on their feed preferences. The purpose of this study was to determine the survival of A. deleoni exposed to various temperature ranges that were tested and found to the presence of stadium B. phoenicis which was predominantly eaten by A. deleoni after exposure to the temperature range tested. Method of this research used an experimental method with choice (choice test) which used Complete Randomized Design (CRD) factorial with a two factor combination treatment and replication 3 times. The first factor was B. phoenicis mite which consists of 4 stages (eggs, larvae, nymphs and adults) and the second factor was temperature (27, 27.5, 28, 28.5, and 29ºC). Data was obtained used a variety analysis (F test) with an error rate was 5% and 1%, and continued with Duncan's Multiple Range Test. The results of this research showed that the life of Amblyseius deleoni mites affected the temperature unsignificantly. Egg and larvae stage of Brevipalpus phoenicis are the most consumed by A. deleoni which has been exposed to a temperature of 29ºC compared to the lower temperature tried. | |
| 20200 | 23264 | A1L014127 | ANALISIS MOLEKULER GEN badh2 PENGENDALI KARAKTER AROMATIK PADA GALUR BC3F1 TURUNAN PERSILANGAN PADI VARIETAS CENDANA DAN MENTIK WANGI | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui informasi kualitatif dan kuantitatif DNA hasil ekstraksi, 2) mengidentifikasi pola amplifikasi marka Bradbury untuk gen pengkode enzim betain aldehid dehidrogenase (badh2), dan 3) menyeleksi galur harapan BC3F1 heterozigot yang membawa sifat unggul dari Cendana sebagai tetua pengulang serta karakter aromatik dari Mentik Wangi sebagai tetua donor. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Molekuler dan rumah kaca Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian Bogor pada bulan Februari 2018 sampai dengan bulan Agustus 2018. Proses penelitian dibagi menjadi 3 bagian utama, yakni isolasi DNA, uji kuantitatif dan kualitatif DNA, dan seleksi galur harapan. Sebanyak 372 tanaman padi populasi BC3F1 diseleksi menggunakan marka molekuler multipleks Bradbury terkait gen aroma badh2. Variabel yang diamati terdiri dari konsentrasi DNA (ng/μl), kemurnian DNA (A260/280), kualitas DNA, pola amplifikasi, proporsi genotipe sifat aromatik, dan warna biji BC3F2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi DNA yang diperoleh berkisar antara 400 hingga 1000 ng/µl. Absorbansi DNA pada rasio panjang gelombang A260/280 nm menunjukkan kemurnian DNA yang baik pada 234 sampel (1,8<A260/280<2,0), kontaminasi RNA pada 137 sampel (A260/280>2,0), dan kontaminasi protein pada 19 sampel (A260/280<1,8). Kontaminasi RNA dan protein tidak signifikan terlihat secara kualitatif menggunakan elektroforesis gel agarosa 1,4% dengan pembanding marka lambda konsentrasi 20 ng/μl dan 40 ng/μl sehingga tidak mengganggu proses polymerase chain reaction (PCR). Berdasarkan hasil analisis PCR dan validasi warna biji BC3F2 maka terseleksi 75 tanaman positif heterozigot dengan biji berwarna merah yang membawa alel aromatik dari Mentik Wangi (tetua donor) dan sifat unggul dari Cendana (tetua pengulang). Kata kunci: Padi, aromatik, marka Bradbury dan seleksi molekuler | This research aimed to: 1) determine the qualitative and quantitative information of the extracted DNA, 2) to identify the amplification patterns of the the enzyme betain aldehyde dehydrogenase (badh2) gene encoding aroma using Bradbury marker, and 3) to select superior BC3F1 rice lines carrying both red colored seed and aromatic traits derived from Cendana as recurrent parent and Mentik Wangi as donor parent, respectively. The research was conducted at molecular biology laboratory and green house of Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian in Bogor, started from February to August 2018. The research was primarily divided into 3 main parts, i.e. DNA isolation, quantitative and qualitative analysis of extracted DNA, and the selection of desired rice line of BC3F1 population. A total of 372 plants of BC3F1 population were screened using Bradbury multiplex molecular marker related to badh2 gene. The variables measured consist of DNA concentration (ng/μl), DNA purity (A260/280), DNA quality, amplification pattern, proportion of aromatic genotype, and BC3F2 seed color. The result shows that the DNA concentration ranged between 400 to 1000 ng/μl. DNA absorbance at A260/280 nm ratio indicated good DNA purity among 234 samples (1,8<A260/ 280<2,0), RNA contamination among 137 samples (A260/280>2,0), and protein contamination among 19 samples (A260/280<1,8). However, based on the qualitative test using electrophoresis with 1,4% of agarose gel along with marka lambda of 20 ng/μl and 40 ng/μl concentration as comparative control, the RNA and protein contamination was not significantly differed among samples. Based on the PCR analysis and the validation of BC3F2 seed color, 75 out of 372 individual plant showed heterozygous alleles expressing red-colored seed which carry aromatic allele from Mentik Wangi (donor parent) and prime traits from Cendana (recurrent parent). Keywords: Rice, aromatic, Bradbury marker, and molecular selection |