Home
Login.
Artikelilmiahs
23289
Update
DIAN NAFILATUL MAULIDAH
NIM
Judul Artikel
APLIKASI PUPUK HAYATI TERHADAP KARAKTER AGRONOMI DAN FISIOLOGI BEBERAPA KULTIVAR PADI YANG DITANAM DENGAN SISTEM JAJAR LEGOWO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh aplikasi pupuk hayati yang berbeda pada karakter agronomi dan fisiologi beberapa kultivar padi yang dibudidayakan secara jajar legowo, 2) mengetahui pengaruh perbedaan kultivar pada karakter agronomi dan fisiologi tanaman padi yang dibudidayakan secara jajar legowo, 3) mengetahui kultivar terbaik yang dibudidayakan secara jajar legowo, dan 4) mengetahui interaksi kultivar dan pupuk hayati pada karakter agronomi dan fisiologi beberapa kultivar padi yang dibudidayakan secara jajar legowo. Penelitian eksperimental dilaksankan pada bulan November 2017 hingga Maret 2018 di Desa Karangtengah, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Rancangan yang digunakan adalah petak terbagi dengan dua faktor dan empat kali ulangan. Faktor pertama adalah pupuk hayati yang terdiri atas pupuk hayati Riogen, pupuk hayati Megarhizo, dan tanpa aplikasi pupuk hayati. Faktor kedua adalah kultivar padi yang terdiri atas Inpago Unsoed 1, Inpari 24, Inpari 32, Inpari 43, dan Logawa. Karakter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan total, umur tanaman berbunga, umur tanaman panen, jumlah anakan produktif, bobot 1000 biji, jumlah gabah total per rumpun, persentase gabah isi per rumpun, persentase gabah hampa per rumpun, hasil gabah kering per hektar, laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan tanaman, indeks luas daun, kerapatan stomata, dan jumlah klorofil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk hayati tidak mempengaruhi penampilan karakter agronomi dan fisiologi tanaman padi yang dibudidayakan secara jajar legowo. Terdapat variasi karakter agronomi dan fisiologi pada lima kultivar padi yang dibudidayakan secara jajar legowo, kecuali pada jumlah anakan produktif, hasil gabah kering per hektar, dan laju asimilasi bersih. Kultivar terbaik yang dibudidayakan secara jajar legowo adalah Inpari 32. Pengaruh perbedaan kultivar pada karakter agronomi dan fisiologi tanaman padi tidak terkait dengan pupuk hayati. Karakter yang memiliki heritabilitas tinggi adalah tinggi tanaman, umur tanaman berbunga, umur tanaman panen, bobot 1000 biji, dan jumlah gabah total per rumpun. Karakter fisiologi yang berkorelasi dengan hasil gabah kering per hektar adalah laju pertumbuhan tanaman dan indeks luas daun.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to 1) to know the effect of different biofertilizer application on agronomy and physiology characteristics of rice cultivars which are planted with jajar legowo system, 2) to know the effect of different cultivars on agronomy and physiology characteristics of rice which are planted with jajar legowo system, 3) to find out the best cultivar which is planted with jajar legowo system, and 4) to know the interaction of cultivar and biofertilizer on agronomy and physiology characteristics of rice cultivars which are planted with jajar legowo system. The experimental research was conducted from November 2017 until March 2018 at Karangtengah village, Kemangkon sub-district, Purbalingga regency. The experimental design that used is split plot design with two factors and four replications. The first factor is biofertilizer consisting Riogen biofertilizer, Megarhizo biofertilizer, and not use biofertilizer. The second factor is cultivars consisting Inpago Unsoed 1, Inpari 24, Inpari 32, Inpari 43, and Logawa. The characteristics observed were plant height, the number of tiller, flowering age, harvest age, the number of productive tiller, 1000 grains weight, the number of grains per clump, the presentage of filled grain per clump, the presentage of unfilled grain per clump, rice yield per hectare, net assimilation rate, plant growth rate, leaf area index, stomata density, and the number of chlorophyll. The results showed that biofertilizer did not affect the agonomy and physiology characteristics of rice cultivars which are planted with jajar legowo system. There was variation agronomy and physiology characteristics of rice cultivars which are planted with jajar legowo system, except on the number of productive tiller, rice yield per hectare, and net assimilation rate. The best cultivar planted with jajar legowo system was Inpari 32. The effect of different cultivar on agronomy and physiology characteristics was not related to biofertilizer. Characters that have high heritability was plant height, flowering age, harvest age, 1000 grains weight, and the number of grains per clump. Physiology characteristics that correlate with rice yield per hectare were plant growth rate and leaf area index.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save