Artikelilmiahs
Menampilkan 20.161-20.180 dari 50.086 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 20161 | 26224 | A1D115033 | PERTUMBUHAN BIBIT CABAI (Capsicum annuum L.) PADA MEDIA SERBUK GERGAJI KAYU SENGON (Albizia chinensis) DENGAN UKURAN YANG BERAGAM | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran serbuk gergaji terhadap pertumbuhan bibit tanaman cabai merah (Capsicum annumm L.) dan untuk mengetahui ukuran serbuk gergaji yang optimal untuk digunakan sebagai media tanam. Penelitian ini dilakukan di screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Utara, Banyumas dengan ketinggian ±100 meter di atas permukaan laut (mdpl), mulai dari bulan April 2019 sampai Juni 2019. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) non faktorial. Faktor yang digunakan pada penelitian ini adalah ukuran dari serbuk gergaji yaitu 10-12 mesh, 12-16 mesh, 16-18 mesh, >18 mesh dan tanah sebagai kontrol. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, massa media dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran media serbuk gergaji berpengaruh dan mendapatkan hasil yang berbeda nyata hanya pada pertumbuhan jumlah daun bibit cabai merah dan tidak berbeda nyata pada variabel pertumbuhan laiinya; bibit yang tumbuh pada media serbuk gergaji berukuran 10-12 mesh memiliki nilai yang tertinggi dalam semua variabel pertumbuhan pada 42 hari setelah tanam. | The purpose of this research was to find out the effect of sawdust size on the growth of red chili seedlings (Capsicum annumm L.) and to determine the optimal size of sawdust to be used as a planting medium. The research was conducted at a screen house of Faculty of Agriculture, the University of Jenderal Soedirman, Purwokerto, Banyumas ± 100 meters above sea level, starting from April 2019 to June 2019. The design used was a non factorial of Randomized Complete Block Design (RCBD). Treatments used in this study were 10-12 mesh, 12-16 mesh, 16-18 mesh, <18 mesh of sawdust and soil as a control. Observed variables included the height of plant, number of leaves, lenght of leaves, widht of leaves, weight of sawdust and pH. Results showed that the size of sawdust media significantly affected the number of leaves of seedlings, although it was not significantly different on other variables; seedlings that were grown on 10-12 mesh sawdust had the highest value in all growth variables at 42 days after planting. | |
| 20162 | 23240 | B1J014031 | IDENTIFIKASI MOLEKULER DAN DESAIN PRIMER GEN ENDO 1,4 β-XILANASE SPESIES AKTINOMISETES | Aktinomisetes termasuk bakteri Gram positif, filamentus dan membentuk spora yang mampu menghasilkan berbagai jenis senyawa bioaktif, yang dapat diaplikasikan sebagai antibiotik, herbisida, pestisida, maupun sebagai sumber enzim, salah satunya xilanase. Xilanase merupakan kelompok enzim ekstraselular yang memiliki kemampuan menghidrolisis hemiselulosa (xilan) menjadi xilosa dan xilooligosakarida. Aktinomisetes penghasil xilanase memiliki peranan penting dalam industri enzim, khususnya industri pulp dan kertas. Xilanase dapat mereduksi penggunaan alkalin dan klorin yang digunakan sebagai agen pemutih kertas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui isolat aktinomisetes laut yang mampu menghasilkan xilanase secara kualitatif, mengetahui hubungan kekerabatan antar spesies aktinomisetes penghasil xilanase dan mendesain primer gen endo 1,4 β-xilanase aktinomisetes. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei secara deskriptif yang mencakup karakterisasi fenetik dan molekuler isolat aktinomisetes. Data fenetik yang diperoleh dibandingkan dengan buku identifikasi bakteri Bergey’s Manual Determinative of Bacteriology dan pohon filogenetik untuk mengetahui tingkat kekerabatan antar spesies berdasarkan sekuen gen 16S rRNA yang dianalisis menggunakan program MEGA7. Gen endo 1,4 β-xilanase diidentifikasi menggunakan desain primer degenerate. Hasil penelitian menunjukkan semua isolat aktinomisetes memiliki kemampuan aktivitas xilanolitik dan tiga isolat aktinomisetes W-1B, P-7H, dan P-6G berurutan memiliki IAX tinggi yaitu 4,30 cm; 3,96 cm dan, 3,57 cm. Berdasakan hubungan kekerabatan dari ketiga isolat aktinomisetes (W-1B, P-7H, dan P-6G) berbeda jauh. Isolat W-1B memiliki hubungan kekebarabatan sebesar 92% dengan Strepomyces sp. KP12, isolat P-7H memiliki hubungan kekerabatan sebesar 89% dengan Streptomyces clavuligerus strain LCB69, dan isolat P-6G memiliki hubungan kekerabatan sebesar 94% dengan Streptomyces sp. USC036. Bedasakan Desain primer gen endo 1,4 β-xilanase aktinomisetes menghasialkan 2 pasang primer degenerate. Primer pertama (249F & 1003R) menghasilkan amplikon sebesar 749 bp, sedangkan primer kedua (249F & 1222R) menghasilkan amplikon sebesar 973 bp. | Actinomycetes are Gram positive bacteria, filamentous and spores forming that are able to produce various types of bioactive compounds, which can be applied as antibiotics, herbicides, pesticides, or as source of enzymes, one of them is xylanase. Xylanase is a group of extracellular enzymes that have the ability to hydrolyze hemicellulose (xylan) to xylose and xylooligosaccharide. Xylanase-producing actinomycetes have an important role in the enzyme industry, especially the pulp and paper industry. Xylanase can reduce the use of alkaline and chlorine used as paper whitening agents. The objectives of this study are to determine marine actinomycetes isolates that were able to qualitatively produce xylanase, determine the relationship between xylanase-producing actinomycetes species and designed the primary endo gene 1,4 β-xylanase actinomycetes. The study was conducted using descriptive survey methods which included phenetic and molecular characterization of actinomycetes isolates. Phenetic data obtained were compared with Bergey's Manual Determinative of Bacteriology and phylogenetic trees to determine the genetic relationship level between species based on the 16S rRNA gene sequence analyzed using MEGA7 program. Endo 1,4 β-xylanase gene was identified using a primary degenerate design. The results showed that all actinomycetes isolates had the ability of xylanolytic activity and three sequential actinomycetes isolates W-1B, P-7H, and P-6G had a high IAX of 4.30 cm; 3.96 cm and 3.57 cm. Based on phylogenetic relationship of these three isolates of actinomycetes (W-1B, P-7H, and P-6G) differ greatly. Isolate W-1B has a relationship of 92% with Strepomyces sp. KP12, isolate P-7H had a relationship of 89% with Streptomyces clavuligerus strain LCB69, and P-6G isolate had a relationship of 94% with Streptomyces sp. USC036. Feel the primary design of the endo gene 1,4 β-xylanase actinomycetes leaves 2 primary degenerate pairs. The first primary (249F & 1003R) produced an amplicon of 749 bp, while the second primary (249F & 1222R) produced an amplicon of 973 bp. | |
| 20163 | 22070 | H1A014029 | BIOSENSOR UREA BERBASIS AMOBILISASI UREASE DARI BIJI KACANG PANJANG (Vigna unguiculata Subsp. sesquipedalis (L.) Verdc.) | ABSTRAK Pengembangan biosensor menggunakan komponen biologis memiliki peran penting untuk deteksi penyakit secara dini karena memiliki selektivitas dan akurasi yang baik. Biosensor yang dibuat dalam penelitian ini adalah biosensor urea berbasis amobilisasi enzim urease dari biji kacang panjang menggunakan teknik adsorpsi untuk mengukur kadar urea dalam darah secara kolorimetri dengan BTB sebagai indikator. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui cara pengukuran kadar urea menggunakan biosensor berbasis amobilisasi urease dari biji kacang panjang dan mengetahui kinerja biosensor meliputi waktu reaksi enzimatis optimum, linearitas, batas deteksi, batas kuantifikasi dan keberulangan serta aplikasinya dalam deteksi kadar urea dalam sampel darah. Penelitian dimulai dengan pembuatan matrik pendukung amobilisasi menggunakan kitosan yang dibuat dalam bentuk cryogel melalui proses gelasi ionik yang mengadsorpsi enzim urease. Cryogel urease mengkatalisis reaksi hidrolisi urea menjadi NH4+ dan CO2-. Hasil reaksi enzimatis yang terbentuk ditambahkan dengan indikator BTB dan perubahan warna yang terbentuk diukur menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan kinerja biosensor urea cukup baik digunakan berdasarkan analisis validasi metode. Kata kunci: biosensor, kolorimetri, amobilisasi enzim, kitosan, bromtimol biru (BTB), urease biji kacang panjang | Development of biosensors using biological components has an important role for early disease detection systems. The biosensors made in this study are urea-based urea biosensors of urease enzyme from long bean seed using adsorption technique through colorimetric method with additional indicators of BTB and its application in detection of urea levels in blood samples. The purpose of this research is to know the performance of biosensor include optimum enzymatic reaction time, linearity, detection limit, quantification and repeatability limit. The study begins with the preparation of an amobilization support matrix using chitosan prepared in cryogel form trough an ionic gelation process that absorp the urease enzyme. The urease enzyme catalyzes the urea hydrolysis reaction to NH4+and CO2-. The result of the enzymatic reaction formed is added with the BTB indicator and the color change formed is measured using spectrophotometer. The result showed that the urea biosensor performance was good enough. | |
| 20164 | 23236 | A1M013028 | PENGARUH JENIS KEMASAN DAN SUHU PENYIMPANAN PADA LAMA PENYIMPANAN TERTENTU TERHADAP SIFAT KIMIA DAN SENSORIS GETAS JAGUNG | Getas jagung merupakan salah satu snack goreng tradisional yang banyak dikonsumsi oleh orang dewasa dan anak-anak di Indonesia. Tingginya kandungan lemak yang ada pada getas jagung membuatnya rentan mengalami kerusakan sehingga menurunkan mutu produk. Oleh karena itu, diperlukan jenis kemasan dan suhu penyimpanan yang tepat untuk dapat mencegah terjadinya kerusakan produk. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui jenis kemasan yang tepat terhadap sifat kimia dan sensoris getas jagung selama penyimpanan; 2) Mengetahui suhu penyimpanan yang tepat terhadap sifat kimia dan sensoris getas jagung selama penyimpanan; 3) Menentukan kombinasi perlakuan jenis kemasan dan suhu penyimpanan terbaik pada lama penyimpanan getas jagung. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Split Plot Design dengan rancangan dasarnya adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga faktor yaitu lama penyimpanan (S) sebagai main plot, yaitu: S1= 1 bulan; S2= 2 bulan, S3= 3 bulan; S4= 4 bulan dan jenis kemasan (K) sebagai sub plot, yaitu: K1= kemasan standing pouch aluminium foil; K2= kemasan standing pouch plastik nilon; serta suhu penyimpanan sebagai sub plot(T), T1= 27o-30oC ; T2= 38o-40oC. Variabel yang diamati, yaitu sifat kimia, dan sensori produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik adalah kemasan standing pouch alumunium foil dengan suhu penyimpanan 27o – 30oC pada lama penyimpanan 1 bulan (S1K1T1). Karakteristik kimia getas jagung yang dihasilkan yaitu kadar air 4,5 %bb; kadar FFA 0,2%bk; angka peroksida 18,403 meqO2/kg dan karakteristik sensoris getas jagung yaitu warna cokelat muda (3,85); bau agak tengik (4,73); tekstur agak renyah (4,133); flavor agak enak (4,6); dan tingkat kesukaan agak suka (4,56). | Getas jagung is one of Getas jagung is a popular traditional fried maize snack widely consumed among society. The high content of fat present in getas jagung makes it susceptible to quality degradation during storage period. Quality degradation of getas jagung occurs due to oxidation and hydrolysis reaction of fat which can cause rancidity in the product. Therefore, this product requires the right type of packaging and storage temperature to prevent product from quality degradation. The aims of this research are: 1) knowing the right type of packaging to the chemical and sensory characteristic of getas jagung during storage period; 2) knowing the right type of storage temperature to the chemical and sensory characteristic of getas jagung during storage period; 3) Determine the best treatment combination of packaging and storage temperature during storage peiod. The method used in this research is a split plot design with complete randomized design (CRD) as its basic design that arranged in a factorial with the 16 combinations of treatment and repeated 2 times to obtain 32 units experiment. Factors tested in this research are storage period (S) as main plot, consists of 1 month (S1), 2 month (S2), 3 month (S3) and 4 month (S4), types of packaging (K) as sub plot, consists of standing pouch aluminium foil (K1) and standing pouch nylon plastic (K2) also storage temperature as sub plot (T) consists of 27o-30oC (T1) and 38o-40oC (T2). Variables tested in this research are chemical and sensory characteristic. The results showed that the best treatment combination is using standing pouch aluminium foil and stored at temperature 27o-30oC on 1 month storage period (S1K1T1). The result of chemical characteristics of getas jagung are moisture content 4.5 %wb; free fatty acid value 0.2 %db; peroxide value 18.403 meqO2/kg and sensory characteristic of getas jagung is light brown color (3.85); rancid smell slightly (4.73); crispy texture slightly (4.133); tasty flavor slightly (4.6); and like slightly (4.56). | |
| 20165 | 23235 | C1J014029 | THE ANALYSIS OF POTTER'S INCOME AT GRUMBUL SAMBIRATA IN WANOGARA KULON VILLAGE, IN REMBANG SUB-DISTRICT IN PURBALINGGA REGENCY | Judul penelitian ini adalah Analisis Pendapatan Pengrajin Gerabah di Grumbul Sambirata Desa Wanogara Kulon Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beberapa faktor seperti usia, tanggungan keluarga, tenaga kerja, banyaknya jenis gerabah dan lama usaha terhadap pendapatan pengrajin gerabah di Grumbul Sambirata dan untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap pendapatan pengrajin gerabah di Grumbul Sambirata. Untuk menganalisis pengaruh usia, tanggungan keluarga, tenaga kerja, banyaknya jenis gerabah dan lama usaha menggunakan Analisis Regresi Liniear Berganda. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diambil dari 30 pengrajin yang ada di Grumbul Sambirata. Hasil analisis regresi liniear berganda menunjukkan bahwa tenaga kerja, berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan pengrajin sedangkan faktor-faktor lain seperti usia, tanggungan keluarga, banyaknya jenis gerabah dan lama usaha tidak berpengaruh secara signifikan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa faktor tenaga kerja yang paling berpengaruh terhadap pendapatan diantara faktor-faktor lain. Berdasarkan hasil di atas, untuk meningkatkan pendapatan pengrajin gerabah di Grumbul Sambirata perlu adanya penambahan tenaga kerja dengan satuan Hari Orang Kerja (HOK). Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan tenaga kerja adalah perlu memaksimalkan jam kerja dengan baik dan efisien untuk meningkatkan produktifitas dalam pembuatan gerabah. Pemerintah perlu memberikan fasilitas sarana dan prasarana untuk meningkatkan produktifitas para pengrajin yang diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sosialisasi. | This research title is An Analysis of Pottery Crafters Income in Grumbul Sambirata, in Wanogara Kulon Village, in Rembang Subdistrict, in Purbalingga Regency. This study aims to analyze the influence of several factors such as age, family dependency, labor, many of types of pottery and period of business on the income of pottery crafters and to find out which factor is the most influence the income of pottery crafters. To analyze the effects of age, family dependence, labor, number of pottery types and period of business, this study uses Classical Assumption Test and Multiple Liniear Regression Analysis. The data used in this study is primary data taken from 30 respondents in Grumbul Sambirata. The results of multiple linear regression analysis show that labor has a significant effect on the crafters's income while other factors such as age, family dependence, many types of pottery and period of business have no significant effect. This study also shows that the labor factor that has the most influence on income among other factors. Based on the above results, to increase the income of pottery crafters in Grumbul Sambirata, there needs to be an additional workforce with a Hari Orang Kerja (HOK) unit. Efforts that can be made to increase the workforce are the need to maximize working hours well and efficiently to increase productivity in earthenware manufacturing. The government needs to provide facilities and infrastructure to increase the productivity of the crafters which is balanced by improving the quality of human resources through socialization. | |
| 20166 | 23260 | B1J014010 | KEMAMPUAN PREDASI Amblyseius deleoni YANG DIDEDAHKAN PADA BERBAGAI TEMPERATUR TERHADAP STADIUM TELUR Tetranychus urticae | Perubahan iklim global dapat mendorong peningkatan suhu bumi dan berdampak pada perubahan musim. Temperatur merupakan faktor utama yang berperan dalam perubahan iklim global dan secara langsung berpengaruh terhadap pola hidup tungau. Perubahan kondisi tersebut masih dapat ditoleransi oleh tungau hama Tetranychus urticae, karena tungau hama ini lebih tahan terhadap adanya pemanasan global dibanding tungau predatornya. Amblyseius deleoni merupakan salah satu tungau predator yang memiliki kapasitas berburu mangsa yang tinggi. Meningkatnya mortalitas pada tungau predator Amblyseius deleoni yang disebabkan karena adanya pemanasan global dapat mengganggu pengendalian tungau hama Tetranychus urticae. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kelulushidupan Amblyseius deleoni terhadap berbagai rentang temperatur 27oC-29oC dan menentukan kemampuan predasi Amblyseius deleoni terhadap stadium telur Tetranychus urticae. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode ekperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuannya yaitu pemberian temperatur sebesar 27, 27,5, 28, 28,5 dan 29O C. Amblyseius deleoni yang didedahkan pada kisaran temperatur tersebut, kemudian diberikan pakan masing-masing 4 telur Tetranychus urticae. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan. Parameter yang diukur adalah banyaknya individu tungau A. deleoni yang lulus hidup terhadap berbagai temperatur yang dicobakan selama masa inkubasi dan banyaknya telur T.urticae yang di predasioleh A. Deleoni selama 24 jam pada kisaran temperatur yang dicobakan. Data kelulushidupan yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (Uji F) pada tingkat kesalahan 5%. Hasil analisis data menunjukan kelulushidupan A. deleoni paling tinggi terdapat pada suhu 27oC dan kelulushidupan A. deleoni paling rendah terdapat pada suhu 29 oC hal ini menunjukan kenaikan suhu yang dicobakan tidak mampu menaikan daya lulus hidup tungau A.deleoni dan kenaikan temperatur yang dicobakan tidak mampu menaikan daya predasi A. deleoni terhadap stadium telur T. urticae. | Due to climate change, temperature of the atmosphere can be increasing and it also affects the seasons change. Temperature is the main factor that plays a role in global climate change and directly affects the life patterns of mites. Changes in these conditions can still be tolerated by Tetranychus urticae pest, because these pest mites are more resistant to global warming than predatory mites. Amblyseius deleoni is one of the predatory mites that has a high prey hunting capacity. In addition, the increasing of predator mite’s mortality which is affacted by global warming can also irritate Tetranychus urticae controlling. In addition, this study is aimed to figure out the survival rate of Amblyseius deleoni towards different temperatures range in 27-290C and determine the predation ability, Amblyseius deleoni towards the egg stage. This study uses experiment method based on Completely Raandomized Design with giving different temperatures as 27, 27,5, 28, 28,5, and 290C. A. deleoni which is exposed in these temperatures later on is beig eaten by four Tetranychus urticae’s eggs for each of it with three replications. The parameter that is being measured is number of survival rate of A. deleoni towards those different temperatures during incubation and the T. urticae’s eggs which is being predated by A. deleoni in 24 hours with the temperatures. Furthermore, the analyzed survival rate data is analyzed with variance analysis of 5% real rate. Result of the analysis shows that the highestsurvival rate of A. deleoni is ini 270C with 290C as the lowest. The conclusion that can be drawn is that the rising temperature can not increase the survival rate of A, deleoni as well as the predation ability towards T. urticae’s egg stage. | |
| 20167 | 23263 | E1A014207 | PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG LISENSI AGREEMENT HAK SIAR PIALA DUNIA 2014 BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA DALAM PUTUSAN NOMOR : 01/PDT.SUS-HKI/2015/PN.NIAGA.SMG | Penelitian ini mengambil judul “Perlindungan Hukum Pemegang Lisensi Agreement Hak Siar Piala Dunia 2014 Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta Dalam Putusan Nomor 01/Pdt-Sus-HKI/2015/PN.Niaga.Smg”. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis Bagaimana perlindungan hukum bagi pemegang lisensi agreement hak siar piala dunia 2014 berdasarkan Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatife. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa putusan pengadilan, buku-buku literatur, peraturan Undang-Undang, dokumen resmi dan situs internet dengan cara studi pustaka, yaitu menginventarisasi data tersebut yang kemudian disajikan dalam bentuk uraian sistematis. Data yang diperoleh dianalisis dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa PT. Inter Sport Marketing selaku pemegang lisensi agreement sudah mendapatkan perlindungan hukum berdasarkan UUHC dalam putusan nomor: 01/Pdt.sus/2015/PN.Smg. Hal ini dapat dilihat bahwa hakim telah memutuskan bahwa PT. Sun Star Motor telah melanggar Pasal 1 Angka (4), Pasal 2 ayat (1), Pasal 12 ayat (1) dan Pasal 47 UUHC tahun 2002, tetapi hakim dalam menjatuhkan putusan masih menggunakan Undang-undang yang lama yaitu Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta. Seharusnya hakim dalam menjatuhkan putusan menggunakan Undang-Undang yang baru yaitu Undang-Undang No 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta yang telah menggantikan Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta. Kata Kunci : Hak Kekayaan Intelektual, Hak Cipta, Lisensi. | The tittled of this study "Licensor Legal Protection Agreement 2014 World Cup Broadcasting Rights Based on Copyright Law No. 28 of 2014 on number decisions 01/Pdt-Sus-HKI/2015/PN.Niaga.Smg”. This study was conducted to analyze how the legal protection of licensees under the rights to broadcast the 2014 World Cup is based on the Copyright Law No. 28 of 2014. The approachment method used is the normative method of juridical approach. The data used is secondary data in the form of court decisions, books of literature, legal regulations, official documents and websites through documentary studies, the inventory of these data which are then presented in the form of systematic descriptions. The data obtained were analyzed and explained on the basis of legal standards related to the purpose of the research. The results showed that PT. Inter Sport Marketing, as the license holder of the agreement, obtained legal protection under the UUHC in the number decisions : 01/Pdt.sus-HKI/2015/PN.Smg. It can be seen that the judge ruled that PT. Sun Star Motor infringed Articles 1 (4), 2 (1), 12 (1) and 47 of the UUHC in 2002, but the judge in abandoning the decision always used the old law, the Copyright Law No. 19 of 2002. The judge should have rendered his decision using the new law, the Copyright Law No. 28 of 2014, which replaced Law No. 19 of 2002 on Copyright. Keyword : Intellectual property rights, Copyrights, Licence | |
| 20168 | 23237 | G1F014054 | Analisis Senyawa Minyak Atsiri Daun Salam (Syzygium polyanthum Wight.) dari Bekasi dan Lembang dengan GC-MS serta Aktivitas Antibakteri terhadap MRSA | Daun salam dari tempat tumbuh yang berbeda dilaporkan mengandung senyawa minyak atsiri yang berbeda. Minyak atsiri dengan senyawa mayor golongan aldehid, fenol, atau terpenoid dilaporkan memberikan aktivitas antibakteri. Daun salam secara tradisional telah digunakan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui senyawa mayor dalam minyak atsiri daun salam dari Bekasi dan Lembang, serta aktivitasnya terhadap MRSA. Minyak atsiri daun salam kedua daerah diperoleh dengan metode destilasi uap dan air. Setiap minyak atsiri diidentifikasi senyawanya dengan GC-MS dan diuji aktivitasnya terhadap bakteri MRSA dengan metode difusi cakram pada rentang konsentrasi 12-200 µL/mL. Rendemen minyak atsiri daun salam dari Bekasi dan Lembang secara berurutan adalah 0,03% dan 0,06%. Prediksi senyawa, dengan SI ≥ 90%, minyak atsiri daun salam dari kedua daerah memiliki persentase area puncak terbesar, yaitu senyawa aldehid, diikuti senyawa terpenoid. Rentang diameter zona hambat minyak atsiri daun salam dari Bekasi adalah 9,2-15,8 mm, sedangkan dari Lembang adalah 0 mm. Minyak atsiri daun salam dari Lembang memiliki 5 senyawa mayor dan 3 diantaranya sama dengan dari Bekasi, yaitu n-oktanal, cis-4-desenal, dan n-dekanal, namun dengan persentase area puncak yang berbeda. Minyak atsiri daun salam dari Bekasi dapat memberikan daya hambat terhadap MRSA, sedangkan yang dari Lembang tidak memberikan daya hambat. | Bay leaves from different growth living have been reported to contain different essential oils compounds. Essential oils that containing aldehydes, fenols, or terpenoids as major compounds have been reported give antibacterial activity. Bay leaf have used as antibacterial traditionally. The aim of this research is to determine the major compounds in essential oils of bay leaves from Bekasi and Lembang and their activity against MRSA. Essential oils from both region were obtained by steam and water distillation method. Every essential oils were identified the compounds by GC-MS and examined the activity against MRSA by disk diffusion method in the concentration range of 12-200 µL/mL. The yield of the bay leaves essential oils from Bekasi and Lembang were 0.03% and 0,06% respectively. Compounds prediction, with SI ≥ 90%, bay leaves essential oils from both region was containing aldehydes as the highest peak area percentage, followed by terpenoids. Diameter zone inhibitory range of bay leaves essential oil from Bekasi was 9,2-15,8 mm, while which from Lembang was 0 mm. Bay leaves essential oils from Lembang had 5 major compounds and 3 of them same with which from Bekasi, i.e. n-octanal, cis-4-decenal, dan n-decanal, however with different peak area percentage. Bay leaves essential oils from Bekasi had inhibitory activity against MRSA, while which from Lembang didn’t have inhibitory activity | |
| 20169 | 23262 | H1D013006 | PENGARUH VARIASI TEBAL PELAT DAN JARAK TULANGAN BAMBU PADA PAPAN PANEL SEMEN KOMPOSIT SERAT KAYU TERHADAP KUAT LENTUR | Beberapa tahun belakangan ini jumlah pengrajin kayu di Indonesia sudah marak di berbagai wilayah sehingga jumlah limbah kayu semakin banyak yang tidak diimbangi oleh jumlah pemanfaatan limbah kayu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisika dan mekanika papan panel semen komposit limbah serat kayu dengan tulangan bambu. Proses pembuatan benda uji pada penelitian ini adalah menambahkan limbah serat kayu dan tulangan bambu pada papan panel semen kompisit dengan variabel terikat berupa variasi tebal (6 cm, 8 cm dan 10 cm) serta variasi jarak tulangan bambu (75 mm, 110 mm dan 145 mm) dan diberikan bahan tambah katalisator (CaCl₂) yang kemudian dilakukan pengujian untuk mengetahui karakteristik fisika dan mekanika. Pengujian fisika yang terdiri dari pengujian kadar air didapat nilai hasil rata-rata sebesar 5,825%, kerapatan didapat nilai hasil rata-rata sebesar 1,201g/cm³, penyerapan air didapat nilai hasil rata-rata sebesar 17,027% untuk perendaman selama 2 jam serta 19,205% untuk perendaman selama 24 jam dan pengembangan tebal didapat nilai hasil rata-rata sebesar 3,882% untuk perendaman selama 2 jam sebesar 4,914% untuk perendaman selama 24 jam. Pada pengujian mekanika didapat nilai hasil rata-rata Modulus of Rupture (MOR) yaitu benda uji 6cm;75mm sebesar 2,773 MPa, benda uji 6cm;110mm sebesar 1,840 MPa, bena uji 6cm;145mm sebesar 0,904 MPa, benda uji 8cm;75mm sebesar 1,978 MPa, benda uji 8cm;110mm sebesar 2,405 MPa, benda uji 8cm;145mm sebesar 0,776 MPa, benda uji 10cm;75mm sebesar 1,022 MPa, benda uji 10cm;110mm sebesar 0,984 MPa dan benda uji 10cm;145mm sebesar 0,759 MPa. nilai hasil rata-rata Modulus of Elasticity (MOE) yaitu benda uji 6cm;75mm sebesar 351,896 MPa, benda uji 6cm;110mm sebesar 108,004 MPa, bena uji 6cm;145mm sebesar 76,518 MPa, benda uji 8cm;75mm sebesar 217,727 MPa, benda uji 8cm;110mm sebesar 169,281 MPa, benda uji 8cm;145mm sebesar 95,238 MPa, benda uji 10cm;75mm sebesar 104,124 MPa, benda uji 10cm;110mm sebesar 58,873 MPa dan benda uji 10cm;145mm sebesar 52,890 MPa. | In recent years the amount of wood craftsmen in Indonesia is already popular in various areas so that the amount of wood waste increase which is unbalanced by the amount of wood waste utilization. The purpose of this research to acquaint characteristics of physics and mechanics for the composite cement panel board of wood skaring with bamboo reinforcement. The process of making this research speciment is using wood skaring and bamboo reinforcement on the cement panels board with dependent variable based on the variation of thickness (6 cm, 8 cm and 10 cm) also the variation of the dimension of bamboo reinforcement (75 mm, 110 mm and 145 mm) and given the catalyst (CaCl₂) which then do testing to find out the characteristics of physics and mechanics behavior. Physics testing consist of water content testing obtained an average yield of 5,825%, obtained density testing average yield of 1,201g/cm³, water absorption obtained an average yield of 17.027% for soaking time 2 hours and 19.205% for soaking time 24 hours, thickness expansion obtained an average yield of 3.882% for soaking time 2 hours and 4.914% for soaking time 24 hours. In mechanical testing, the average yield of Modulus of Rupture (MOR) for research sample 6cm;75mm is obtained of 2,773 MPa, for research sample 6cm;110mm is obtained of 1,840 MPa, for research sample 6cm;145mm is obtained of 0,904 MPa, for research sample 8cm;75mm is obtained of 1,978 MPa, for research sample 8cm;110mm is obtained of 2,405 MPa, for research sample 8cm;145mm is obtained of 0,776 MPa, for research sample 10cm;75mm is obtained of 1,022 MPa, for research sample 10cm;110mm is obtained of 0,984 MPa, for research sample 10cm;145mm is obtained of 0,759 MPa. the average yield of Modulus of Elasticity (MOE) for research sample 6cm;75mm is obtained of 351,896 MPa, for research sample 6cm;110mm is obtained of 108,004 MPa, for research sample 6cm;145mm is obtained of 76,518 MPa, for research sample 8cm;75mm is obtained of 217,727 MPa, for research sample 8cm;110mm is obtained of 169,281 MPa, for research sample 8cm;145mm is obtained of 95,238 MPa, for research sample 10cm;75mm is obtained of 104,124 MPa, for research sample 10cm;110mm is obtained of 58,873 MPa and for research sample 10cm;145mm is obtained of 52,890 MPa. | |
| 20170 | 23267 | H1L014034 | PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PEMESANAN TIKET TRAVEL BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN SMS GATEWAY (STUDI KASUS QYTA TRANS PURWOKERTO) | Saat ini telah banyak dibangun sistem informasi yang bersifat rael time dan online, yang memungkinkan seseorang dapat mengaksesnya dari mana saja dan mendapatkan informasi terkini melalui perkembangan teknologi saat ini. Bisnis jasa yang mengutamakan pelayanan seperti usaha travel merupakan salah satu bisnis yang memerlukan bantuan teknologi informasi untuk meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan travel dan pihak travel. Sistem informasi pemesanan tiket yang ada saat ini hanya dapat diakses oleh karyawan qyta trans, dimana sebelumnya pelanggan dapat memesanan tiket dengan datang langsung ke kantor qyta trans. Kendala utama yang dialami pelanggan adalah, dimana saat datang ke kantor qyta trans, pelanggan tidak dapat memesan tiket karena tiket yang sudah habis terjual. Oleh sebab itu, dibutuhkan sistem informasi pemesanan tiket travel berbasis web yang ditujukan untuk membantu pelanggan dalam melakukan pemesanan tiket dan membantu dalam mengelola pemesanan tiket dan laporan keuangan di QYTA TRANS PURWOKERTO. Pengembangan sistem informasi ini menggunakan metode waterfall dimulai dari melakukan analisis dan defenisi kebutuhan yang menghasilkan kebutuhan pengguna. Dirancang dengan menggunakan DFD (Data Flow Diagram) dan ERD (Entity Relationship Diagram) serta dibangun menggunakan bahasa pemograman PHP dengan basis data MySQL. Kata kunci : Sistem informasi, pemesanan tiket travel, waterfall, pengembangan sistem, qyta trans Purwokerto | There are lots of Information Systems nowadays which are real time and online. This makes it possible to be accessed by anyone from anywhere in order to get the information. Business competition in almost every sector is supported by the fast developing of information technology. Service oriented business like travel business needs the right feature of information technology to to improve services to travel customers and travel parties. Reservation information system travel ticket that exist today can be only accessed by qyta trans employees, where in the previous time customers can order tickets with come directly to qyta trans office. Main obstacle experienced the customer is where come to qyta trans office, the customer can’t order ticket because tickets that have been sold out. Therefore, it is needed reservation information system web-based travel ticket intended to help customer in making a ticket reservation and help to manage reservation ticket and financial statements for employees in QYTA TRANS PURWOKERTO. The development of this information system using waterfall method begins with the analysis and definition of needs that generate user requirement. This aplication is designed with using DFD (Data Flow Diagram) and ERD (Entity Relationship Diagram) and built using the PHP programming language and javascript with MySQL database. Keywords: Information system, reservation travel tickets, waterfall, system development,qyta trans Purwokerto | |
| 20171 | 23238 | C1J013026 | ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING HOUSEHOLD CONSUMPTION EXPENDITURE OF FARMERS IN PADURESO SUB-DISTRICT KEBUMEN REGENCY | Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-faktor yang Memengaruhi Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Petani di Kecamatan Padureso Kabupaten Kebumen”. Tingkat kemakmuran suatu negara adalah alat untuk menentukan keberhasilan pembangunan di negara tersebut, dan konsumsi adalah salah satu alat pendukungnya. Sebagai ukuran kesejahteraan rumah tangga, perlu diketahui faktor-faktor yang memengaruhi pengeluaran konsumsi rumah tangga petani di kecamatan Padureso. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pengeluaran konsumsi rumah tangga petani di Kecamatan Padureso. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang berasal dari data primer dengan menggunakan teknik wawancara kuesioner. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pendapatan dan jumlah anggota rumah tangga memiliki pengaruh positif dan signifikan, sedangkan tingkat pendidikan dan jenis kelamin tidak berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga petani di Kecamatan Padureso. Variabel yang paling berpengaruh terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga petani di Kecamatan Padureso adalah pendapatan kepala rumah tangga. Kepala rumah tangga kecil dan besar harus lebih aktif dalam menghasilkan pendapatan karena pekerjaan mereka adalah untuk memakmurkan rumah tangga. Selain itu, kepala rumah tangga dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi diharapkan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik sehingga kualitas rumah tangga mereka akan meningkat. Upaya-upaya perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan kondisi keuangan kepala rumah tangga, terutama mereka yang tidak memiliki pekerjaan sampingan dan hanya mengandalkan pekerjaan utama mereka sebagai petani karena kebutuhan hidup lebih tinggi seiring dengan perkembangan zaman. | This research entitled “Analysis of Factors Affecting Household Consumption Expenditure of Farmers in Padureso Sub-District Kebumen Regency”. The level of a country’s prosperity is a tool to determine the success of development in the country, and consumption is one its supporting tools. This is because the higher the consumption expenditure, the higher the household welfare. As a measure of the household welfare it is necessary to know the factors that affect the household comsumption expenditure of farmers in Padureso sub-district. The purpose of this research is to analyze the factors that affect the household comsumption expenditure of farmers in Padureso sub-district. This research is a survey research to the consumption expenditure of farmers in Padureso sub-district by using simple random sampling technique. The data obtained by this research is quantitative data derived from primary data by using the technique of questionare based interview. The analysis technique in this research is using multiple linear regression analysis of semi log model, classical assumption test, and, statistical test, and elasticity test. The results showed that the variables of household head income and number of household members have a positive and significant effect on household consumption expenditure of farmers in Padureso Sub-District, while the education level of household head and gender of household head have no significant effect on household consumption expenditure of farmers in Padureso Sub-District. The most influential variable on household consumption expenditure of farmers in Padureso Sub-District is household head income. The heads of both small and large households should be more active in generating income because their job is to prosper the households. In addition, household heads with higher education level are expected to get better jobs so that the quality of their households will increase. The efforts need to be made to increase awareness of the household heads’ financial condition, especially those who do not have side jobs and only rely on their main job as farmers because the needs of life are higher along with development era. | |
| 20172 | 25624 | A1D115003 | PENGARUH APLIKASI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN PUPUK PETROGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI LAHAN PASIR PANTAI | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menentukan pengaruh konsentrasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, 2) menentukan pengaruh takaran pupuk petroganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, 3) Menentukan pengaruh interaksi antara konsentrasi pupuk organik cair dan takaran pupuk petroganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, 4) Menentukan perlakuan terbaik atas dasar pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober sampai Desember 2018 di lahan pasir pantai Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini merupakan percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk organik cair (POC), 3 taraf yaitu 0, 5 dan 10 ml POC/l. Faktor kedua adalah dosis pupuk petroganik, 3 taraf yaitu 0, 6 dan 12 g pupuk petroganik/petak. Variabel yang diamati metiputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang daun, kehijauan daun, panjang akar, jumlah akar, bobot tanaman segar dan kering, bobot akar segar dan kering, bobot daun segar dan kering, jumlah umbi, bobot umbi segar dan kering dan diameter umbi. Hasil penelitian menunjukkan: konsentrasi POC meningkatkan bobot tanaman segar, bobot umbi segar dan hasil umbi segar. Dosis pupuk petroganik meningkatkan bobot tanaman segar, bobot umbi segar dan hasil umbi segar. Tidak ada interaksi antara konsentrasi POC dan dosis pupuk petroganik. Perlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah adalah 10 ml POC/liter setara dengan 70 l POC/ha dengan hasil umbi segar 1,78 t/ha dan 12 g pupuk petroganik/petak setara dengan 60 t pupuk petroganik/ha dengan hasil umbi segar 1,73 t/ha. | The purpose of this research is to: 1) determine the effect of the concentration of liquid organic fertilizer on the growth and yield of shallots, 2) determine the effect of doses of solid organic fertilizer on the growth and yield of shallots, 3) Determine the effect of interactions between the concentration of liquid organic fertilizer and fertilizer dosage solid organic on the growth and yield of shallots, 4) Determine the best treatment on the basis of growth and yield of shallots. This research was conducted in October to December 2018 in the sandy beach of Banjarsari Village, Nusawungu District, Cilacap Regency. This research is an experiment which using factorial Completely Randomized Design (RAKL) factorial with 2 factors and 3 replications. The first factor is the provision of liquid organic fertilizer (POC), 3 stages which are 0, 5 and 10 ml POC/l. The second factor is the administration of petroganic fertilizer, 3 stages which are 0, 6 and 12 g petroganic fertilizer/plot. Variables observed included plant height, number of leaves, leaf area, leaf length, leaf greenery, root length, number of roots, fresh and dry weight, fresh and dry root weight, weight of fresh and dry leaves, number of tubers, weight of fresh and dried tubers and tuber diameter. The results show: the administration of POC additioning has increased the weight of fresh plants, the weight of fresh tubers and the results of fresh bulbs. Giving petroganic fertilizer increases the weight of fresh plants, the weight of fresh bulbs and the results of fresh bulbs. There is no interaction between POC concentration and petroganic fertilizer dose. The best treatment for the growth and yield of shallots is 10 ml POC/liter equivalent to 70 l POC/ha with fresh tuber yield 1.78 t/ha and 12 g petroganic/plot fertilizer equivalent to 60 t of petroganic/ha fertilizer with fresh tuber results 1.73 t/ha. | |
| 20173 | 23241 | C1K014025 | THE IMPACT OF EDUCATION, TRAINING AND WORK EXPERIENCE ON JOB SATISFACTION AND JOB PERFORMANCE (Study on Bank BRI Purbalingga). | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkonfirmasi dan mengintegrasikan dari Duggan & Horton (2004) dan Robbins (2005) yang mempelajari pengaruh pengembangan karir pada kepuasan pekerjaan, dan dampak kepuasan pekerjaan terhadap kinerja karyawan. Literatur dan penelitian terdahulu yang ada hanya mempelajari dan berbicara tentang pengaruh baik pengembangan karir maupun kepuasan pekerjaan sebagai variabel independen terhadap kinerja karyawan. Sampel dari penelitian ini adalah 80 orang karyawan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Purbalingga. Sampel tersebut ditentukan menggunakan metode slovin. Data dihitung dan dianalisis menggunakan IBM Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pendidikan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pekerjaan. (2) Latihan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pekerjaan. (3) Pengalaman kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pekerjaan. (4) Kepuasan pekerjaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. | The purpose of this research is to confirm and integrate the Duggan & Horton (2004) and Robbins (2005) founding on the effect of career development on job satisfaction, and the impact of job satisfaction on employee performance. Existing literatures and researches are only talking about the influence of both career development and job satisfaction as independent variables on employee performance. The sample of this research was 80 employees from Bank Rakyat Indonesia (BRI) in Purbalingga. Those samples are determined using the Slovin method. Data were calculated and analyzed using the IBM Statistical Package for Social Science (SPSS) version 25. The results of this research indicate that (1) Education has a positive and significant influence on job satisfaction. (2) Training has a positive and significant influence on job satisfaction. (3) Work experience has a positive and significant influence on job satisfaction. (4) Job satisfaction has a positive and significant influence on employee performance. | |
| 20174 | 23242 | G1B014001 | Efektivitas Fear Arousing Warning Terhadap Peningkatan Pengetahuan SIkap dan Perilaku dalam Mencegah Gizi Lebih | Latar Belakang : Gizi lebih merupakan masalah yang penting bagi remaja karena menjadi salah satu faktor resiko utama penyakit degeneratif. Kasus gizi lebih pada remaja usia 13-15 tahun di Indonesia sebesar 5,7%. Metode promosi kesehatan fear arousing warning perlu diberikan sebagai informasi yang membangkitkan rasa takut guna meningkatkan kecemasan sehingga dapat merubah perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas promosi kesehatan fear arousing warning terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku dalam mencegah gizi lebih. Metodologi : Penelitian quasy experimental ini menggunakan desain pre test post test control group design dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel 124 siswa dibagi dalam dua kelompok (69 perlakuan dan 55 kontrol). Kedua kelompok diberi pre test dan post test dengan dua kali intervensi yaitu pemberian promosi kesehatan fear arousing warning tentang bahaya gizi lebih pada kelompok perlakuan dan ceramah pada kelompok kontrol. Hasil Penelitian : Hasil menunjukkan pada kelompok perlakuan terdapat perbedaan pengetahuan (p=0.000), sikap (p=0.000) dan perilaku (0.000) sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan fear arousing warning tentang bahaya gizi lebih. Terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan (0.000) setelah intervensi antara kelompok perlakuan dan kontrol. Kesimpulan : Promosi kesehatan fear arousing warning tentang bahaya gizi lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku remaja. | Background: Obesity is an important issue for adolescent due to it is the main risk factor of degenerative disease. Obesity on adolescent from 13 – 15 years old in Indonesia is 5,7%. The health promotion method of fear arousing warning is a method which provides information that can give sense of fear through a matter that increases anxiety to change the behaviour. This research aims to analyze the effectiveness of health promotion of fear arousing warning on the enhancement of knowledge, attitude, and behaviour in preventing obesity on adolescent. Methods: This quasi experimental research is using pre test post test control group design with purposive sampling. The 124 students were divided in two groups (69 students are in intervention group and 55 students are in control group). These two groups had given pre test and post test with two interventions, those are the fear arousing warning of health promotion about the risk of obesity on intervention group and lecture on control group. Results: The result shows that on intervention group there is difference on knowledge (p=0.000), attitude (p=0,000), and behaviour (p=0.000) before and after they had been given by health promotion of fear arousing warning about the danger of obesity. There is a significant on knowledge(0.000) after giving intervention between intervention group and control. Conclusion: The health promotion of fear arousing warning about the danger of obesity is more effective in enhancing knowledge, attitude, and adolescent behaviour. | |
| 20175 | 25701 | E2B017009 | IMPLEMENTASI PEMBUATAN AKAD PEMBIAYAAN MUSYARAKAH PADA PERBANKAN SYARIAH (Studi Kasus Pada Bank BRI Syariah Kantor Cabang Purwokerto) | Pasal 1 angka 13 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, mewajibkan seluruh akad pada perbankan syariah dibuat secara tertulis, sehingga pelaksanaan akad pembiayaan musyarakah pada perbankan syariah membutuhkan pejabat notaris dalam membuat aktanya, meskipun tidak ada aturan khusus yang mewajibkan akad harus dibuat dengan akta notariil. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis data yang diperoleh secara sistematis, faktual dan akurat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi akad pembiayaan musyarakah pada BRI Syariah Kantor Cabang Purwokerto, terbagi menjadi beberapa tahap yaitu tahap pra-kontraktual, tahap kontraktual, dan tahap pasca kontraktual. Pada tahap pra-kontraktual, mudharib akan diberikan jenis pembiayaan yang sesuai kebutuhan. Setelah mudharib menyetujui jenis pembiayaan, maka mudharib diwajibkan menyerahkan dokumen persyaratan berupa data-data legalitas dan data keuangan. Persyaratan dokumen tersebut akan dianalisis oleh lembaga marketing dan lembaga support, untuk selanjutnya diterbitkan Surat Permohonan Musyarakah (SPM) oleh lembaga tersebut. SPM selanjutnya akan dikaji oleh lembaga komite dan akan dikeluarkan Surat Persetujuan Prinsip Pembiayaan (SP3) untuk kemudian ditandatangani oleh mudharib di atas materai, lalu dilanjutkan dengan pelaksanaan akad pembiayaan musyarakah. Pada tahap kontraktual, akad pembiayaan musyarakah pada BRI Syariah Kantor Cabang Purwokerto dibuat dalam bentuk akta notariil, di mana akad dibuat secara tertulis dengan melibatkan Notaris untuk membuat aktanya yang berdasarkan draft perjanjian baku. Pada tahap pasca kontraktual, dilakukan realisasi pembiayaan musyarakah, di mana pada tahap ini merupakan tahap pengawasan terhadap mudharib dalam melaksanakan usaha pada setiap bulannya hingga pembiayaan tersebut lunas. Implementasi akad pembiayaan musyarakah pada BRI Syariah Kantor Cabang Purwokerto belum memenuhi syarat ketentuan akad pembiayaan musyarakah dengan baik, karena pembagian nisbah ditentukan secara sepihak oleh shahibul māl tanpa melibatkan mudharib dalam menentukan isi akad, biaya operasional dalam akad pembiayaan musyarakah dibebankan hanya kepada mudharib, dan penentuan saksi-saksi dalam akad pembiayaan musyarakah tidak sesuai dengan prinsip syariah. | Act of Republic Indonesia Number 21 of 2008 concerning Sharia (Islamic) Banking Article 1 Number 13, require all of contract should be written. Thus the implementation of musyarakah financing contract on Islamic banking is needed a notary to make a notariil deed, although there is no a special rule that require a contract must be made with notariil deed. The research is empirical research law to analyzes the data systematically, factual and accurate. The approach used in the research is descriptive qualitative approach. Result of this research indicates that implementation of musyarakah financing contract at PT. BRI Sharia branch of Purwokerto, normatively has been following the elements of the contract, and especially used standard contract from Financial Services Authority (FSA) regulation Number 31/POJK.5/2014 concerning Implementation of Sharia Multi-Finance Business, but substantially there are deviations in which the position of the parties is unbalanced because the nisbah ratio is done unilaterally and is fixed during the funding period, calculation of nisbah is determined at the beginning, and the use of witnesses in contract is not in accordance with sharia principles. | |
| 20176 | 23243 | H1G014022 | ASPEK PERTUMBUHAN DAN REPRODUKSI IKAN NILA GIFT (Oreochromis niloticus) DI WADUK PANGLIMA BESAR SOEDIRMAN KABUPATEN BANJARNEGARA | Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari aspek pertumbuhan dan reproduksi ikan nila gift (Oreochromis niloticus) di Waduk P.B. Soedirman, Banjarnegara. Aspek pertumbuhan meliputi hubungan panjang dan berat serta faktor kondisi. Aspek reproduksi meliputi rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks gonado somatik, fekunditas dan diameter telur. Penelitian dilakukan pada Bulan Oktober dan November 2017. Sampel ikan nila gift yang diperoleh selama penelitian berjumlah 111 ekor ikan nila gift, yang terdiri dari 47 ekor jantan dan 64 ekor betina. Pola pertumbuhannya isometrik. Faktor kondisi ikan nila gift pada bulan oktober berkisar 0,12 – 2,44 dan bulan November berkisar 1,70 – 2,33. Rasio kelamin secara keseluruhan adalah 1 : 1,38 atau 42% jantan dan 58% betina. Tingkat Kematangan Gonad (TKG) adalah I-IV dengan Indeks Gonado Somatik (IGS) berkisar 0,15-0,26 untuk jantan dan 0,08-3,24 untuk betina. Fekunditas berkisar antara 232-1840 butir dengan ukuran rataan diameter telur 0,03-0,20 cm. Kondisi kualitas air di Waduk P.B. Soedirman baik untuk kehidupan ikan nila gift. | The purpose of this research was to study growth and reproduction of tilapia gift (Oreochromis niooticus) in P.B. Soedirman Reservoir, Banjarnegara. Growth consisted of length weight relationship and condition factors. Reproduction included sex ratio SR, gonad maturity GM, gonado somatic index GSI, fecundity F, and egg diameter ED. This study was conducted in October-November 2017. Fish samples were 111 individuals, consisting of 47 males and 64 females. The pattern of growth was isometric. Condition factor in October ranged from 0.12–2.44 and November were 1.70–2.33. SR was 1:1.38, consisting of 42% males and 58% females. GM ranged between I-IV, while GSI were 0.15-0.26% for males and 0.08-3.24% for females. F varied between 232-1840 eggs, and ED ranged between 0.03-0.20 cm. The water quality in P.B. Soedirman reservoir remained suitable for tilapia gift. | |
| 20177 | 25702 | A1C015009 | UJI KUALITAS AIR BAKU MINUM DAN RANCANG BANGUN TEKNOLOGI RAIN HARVESTING | Air memiliki peran penting bagi mahkluk hidup, khususnya pada manusia untuk kebutuhan konsumsi. Desa Kaliori (Kabupaten Banyumas), merupakan wilayah krisis air bersih, dengan indikasi rendahnya kualitas air sungai dan penurunan kualitas air sumur secara fisik sudah tidak layak konsumsi yang berasal dari TPA Kaliori. Teknologi rain harvesting bisa menjadi solusi dalam penyediaan air bersih. Tujuan dari penelitian ini : 1) Identifikasi kualitas air baku minum pada air sumur masyarakat disekitar TPA Kaliori dan air hujan pada alat rain harvesting, 2) Rancang bangun kesesuaian teknologi rain harvesting. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa kegiatan pada bulan September 2018-November 2019 (musim hujan). Pertama yaitu rancang bangun dan pemasangan alat rain harvesting. Kedua yaitu pengambilan sampel 8 titik air sumur dan air hujan selama 40 menit dengan interval 5 menit serta pengujian kualitas air yaitu pH, TDS, suhu, bau, dan warna. Ketiga yaitu pengujian kualitas air sumur dan air hujan secara mikrobiologi (total coliform). Kualitas air akan dibandingkan dengan standar baku minum oleh Permenkes RI No. 492/MENKES/IV/2010. Hasil Penelitian menunjukkan, total coliform pada air hujan 17 sel/100ml lebih kecil dibandingkan dengan air sumur sebesar >1600 sel/100ml dengan standar 0 sel/100ml. Nilai pH air sumur masih memenuhi standar 6.5-8.5, dibandingkan air hujan yang memiliki nilai pH 6.0-6.3. Nilai TDS air hujan yaitu 6.7-24.3ppm lebih kecil dibandingkan dengan air sumur mencapai 471 ppm. Suhu air hujan memenuhi standar dibandingkan suhu air sumur yang melebihi ±3 oC suhu udara. Air sumur memiliki warna yang lebih keruh dan bau yang lebih menyengat dibandingkan dengan air hujan yang lebih jernih dan tidak berbau saat pemanenan pada menit ke-40. Rain harvesting merupakan teknologi untuk mengumpulkan dan menyimpan air hujan untuk berpotensi dimanfaatkan sebagai penyedia air bersih dan cadangan air tanah di Desa Kaliori. Bagian utama pada rain harvesting yaitu water catchment, conveyance, screen kasar/ screen material, water storage, water recharge. | Water has an important role in living things, especially in humans for consumption. Kaliori village (Banyumas regency), is an area of clean water crisis, that indicated by poor water quality in the river and decreasing quality of well water is physically unfit for consumption from the Kaliori landfill. Rain harvesting technology could be a solution of clean water services. The purpose of this study: 1) Identification the quality of drinking water in public wells around the Kaliori landfill and rainwater on rain harvesting tools, and 2) design of appropriate technology of rain harvesting. This research was conducted with several activities for September 2018-February 2019 (rainy season). First, the design and the installation of rain harvesting tools. The second is taking samples of 8 weels and rain water for 40 minutes at 5 minutes intervals as well as water quality testing, namely pH, TDS, temperature, odor, and color. The third is a water quality test of wells and rainwater for microbiological (total coliform). Water quality will be compared with drinking water standards by Permenkes RI No. 492 / MENKES / IV / 2010. Results showed total coliform in the rainwater 17 cells / 100ml smaller than the well water of > 1600 cells / 100ml with stadard 0 cells / 100ml, The pH value of the water wells meet the standard 6.5-8.5, compared rainwater has a pH value of 6.0-6.3. TDS value 6.7-24.3 ppm rainwater that is smaller than the well water reaches 471 ppm. Rainwater temperatures meet the standards, compared to well water temperature that exceed ± 3°C air temperature. Water wells have more murky colors and smell more than clear rainwater harvesting time at minute 40 and odorless. Rain harvesting is a technology for collect and storing rain water to potentially be used as a clean water services and water recharge in Kaliori village. The main part of rain harvesting catchment namely, conveyance, hard screen/screen material, water storage, water recharge. | |
| 20178 | 23244 | H1G014028 | Aspek Pertumbuhan dan Reproduksi Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata, Blkr) di Waduk P.B. Soedirman, Banjarnegara | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek pertumbuhan (hubungan panjang dan berat, faktor kondisi) dan aspek reproduksi (rasio kelamin, tingkat kematangan gonad,indeks kemtangan gonad, fekunditas dan diameter telur) ikan betutu (Oxyeleotris marmorata). Penelitian dilakukan pada bulan Oktober - November 2017 di Waduk P.B. Soedirman, Banjarnegara. Sampel ikan betutu pada bulan Oktober berjumlah 54 ekor dan 25 ekor pada bulan November. nilai b pada bulan Oktober dan November adalah b = 3,07 dan b= 3,10 (Isometrik). Faktor kondisi ikan betutu pada bulan Oktober berkisar antara 1,19 – 1,70 dan 1,17 – 1,60 pada bulan November. Rasio kelamin ikan betutu 1,1 : 1. Berdasarkan uji chi-square pada taraf 0,05 diperoleh hasil 0,1139 <3,8414 yang berarti rasio kelamin seimbang. TKG pada bulan Oktober dan November didominasi dengan TKG I dan II dengan IGS ikan betutu jantan bulan Oktober antara 0,08 %-0,49 % dan pada ikan betina 0,17% - 5,76%. Sedangkan IGS ikan betutu jantan bulan November antara 0,03 % - 0,17 % dan pada ikan betina sebesar 0,11 % – 2,77 %. fekunditas ikan betutu berkisar antara 6981-9910 butir. Kisaran diameter telur ikan betutu pada bulan Oktober yaitu 0,23 mm – 0,37 mm dan pada bulan November berkisar antara 0,15 mm – 0,45 mm. | A research, dealing with growth (length and weight relationship, condition factors CF) and reproductive aspects (sex ratio SR, Gonad maturity GM, Gonadosomatic index GSI, Fecundity F, and egg diameter ED) aspects of marble goby (Oxyeleotris marmorata), was conducted on October-November 2017 in P.B. Soedirman Reservoir, Banjarnegara. Marble Goby Samples in October were 54 ind. and 25 ind. in November. Based on b-values in October (3.07) and in November (3.10), growth pattern of fish was isometric. CF in October ranged between 1.19-1.70, and 1.17-1.60 in November. SR of Marble Goby was 1.1:1, meaning this ratio was balance, based on the chi-square test. GMs in October and November were dominated with level I and II, however GSI in males in October were between 0.08%-0.49%, and were 0.17%-5.76% in females. GSI in males in November were 0.03%-0.17%, and were 0.11%-2.77% in females. F in Marble goby ranged between 6981-9910 eggs. ED in October varied between 0.23-0.37 mm and ranged between 0.15-0.45 mm in November. | |
| 20179 | 23245 | D1E014258 | HUBUNGAN POTENSI PETERNAK DENGAN MOTIVASI BETERNAK AYAM SENTUL DI KABUPATEN CIAMIS | Penelitian dengan judul “Hubungan Potensi Peternak dengan Motivasi Beternak Ayam Sentul di Kabupaten Ciamis”. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Ciamis pada bulan Februari tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui potensi peternak dan motivasi beternak ayam sentul serta menganalisis hubungan potensi peternak dengan motivasi beternak ayam sentul di Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei. Pengambilan sampel pada wilayah dilakukan secara purposive sampling, pengambilan secara sengaja yaitu dari 26 kecamatan di Kabupaten Ciamis diambil 6 kecamatan yang memiliki populasi ayam sentul cukup tinggi, diantaranya kecamatan yaitu Kecamatan Ciamis, Kecamatan Banjarsari, Kecamatan Sadananya, Kecamatan Tambaksari, Kecamatan Rancah, dan Kecamatan Cijeungjing, dan memilih responden secara sensus. Variabel yang diamati adalah potensi dasar, potensi tenaga kerja dan potensi penguasaan teknologi sebagai variabel X dan sebagai variabel Y adalah motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, potensi tenaga kerja tidak ada hubungannya dengan motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Variabel yang memiliki hubungan dengan motivasi intrinsik dan ekstrinsik adalah variabel potensi dasar dan potensi penguasaan teknologi. Kesimpulan menunjukan bahwa, potensi dasar memiliki nilai tinggi, potensi tenaga kerja memiliki nilai rendah, potensi penguasaan teknologi memiliki nilai tinggi, Motivasi peternak ayam sentul di Kabupaten Ciamis memiliki motivasi yang tinggi, tetapi masih didominasi oleh motivasi ekstrinsik | Research entitled “The Relationship between Potential Farmers and The Motivation of Sentul Chicken Farms in Ciamis Regency”. The study was conducted in Ciamis Regency on February 2018. The purpose of this study was to determine the potential of farmers and motivations for raising Sentul chickens and analyze the potential relationship of farmers with the motivation to raise sentul chickens in Ciamis Regency. The method used in this research is the survey method. Sampling in the area was carried out by purposive sampling, deliberately taking in 26 subdistricts in Ciamis Regency and selecting 6 districts that had a fairly high sentul chicken population, including Ciamis district, Banjarsari district, Sadananya district, Tambaksari district, Rancah district, and Cijeungjing district, and chose the respondents by census. The variables observed were basic potential, labor potential and technological mastery potential as variable X and as variable Y is intrinsic motivation and extrinsic motivation. The results show that the potential of labor is not related to intrinsic and extrinsic motivation. Variables that have a relationship with intrinsic and extrinsic motivation are basic potential variables and potential mastery of technology. The conclusion shows that the basic potential has high value, labor potential has low value, the potential of mastering technology has a high value, the motivation of sentul chicken farmers in Ciamis Regency is highly motivated, but still dominated by extrinsic technology motivation. | |
| 20180 | 25626 | F1C015006 | Komunikasi Pemberdayaan Perempuan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Di Kelurahan Maleber Kabupaten Ciamis | Komunikasi pemberdayaan masyarakat menjadi hal yang penting sebagai penentu keberhasilan dalam suatu pembangunan yang merupakan suatu proses perubahan sosial dalam pengambilan keputusan dari masyarakat (dalam hal ini perempuan) menuju lebih baik dalam mencapai tujuan bersama. Salah satu kegiatan pemberdayaan yaitu dengan membentuk kelompok usaha bersama (KUBE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi pemberdayaan perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan melalui kelompok usaha makanan ringan. Sasaran penelitian ini adalah ibu – ibu KUBE di Kelurahan Maleber, Kabupaten Ciamis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Alternatif Pembangunan. Penelitian ini menggunakan model penelitian studi kasus dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini sebanyak delapan orang dengan menggunakan purposive sampling. Metode analisis data dari Miles and Huberman, serta validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini yaitu: komunikator berperan membimbing dan memotivasi ibu – ibu KUBE dalam proses kegiatan pemberdayaan; partisipasi ibu – ibu KUBE yang aktif dalam proses pengolahan dan pemasaran makanan ringan; proses penyampaian pesan melalui pertemuan yang diadakan seminggu sekali dalam bentuk komunikasi kelompok dan dalam bentuk komunikasi antarpribadi di mana proses komunikasi dilakukan antar anggota KUBE; media yang digunakan kelompok usaha tersebut yaitu media musyawarah; sustainability kelompok usaha ini yaitu meskipun modal yang diberikan dari Pemerintah Pusat hanya satu kali namun kelompok usaha tersebut masih berlanjut hingga saat ini dan pangsa pasar kelompok usaha makanan ringan tersebut meluas, sehingga mampu berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. | Community empowerment communication becomes an important thing as a determinant of success in a development which is a process of social change in decision making from the community (in this case women) towards better achieving common goals. One of the empowerment activities is by forming a joint business group (KUBE).This study aims to find out how the communication process of empowering women in improving welfare through snacks business groups. The target of this study was KUBE mothers in Maleber Village, Ciamis Regency. The theory used in this study is the Alternative Development Theory. This study uses a case study research model with qualitative methods. The technique of collecting data uses observation, in-depth interviews, and documentation. The informants in this study were eight people using purposive sampling. Data analysis methods from Miles and Huberman, as well as data validity using source triangulation. The results of this study are: communicators play a role in guiding and motivating KUBE mothers in the process of empowerment activities; participation of KUBE mothers who are active in the processing and marketing of snacks; the process of delivering messages through meetings held once a week in the form of group communication and in the form of interpersonal communication where the communication process is carried out between KUBE members; the media used by the business group is discussion media; sustainability of this business group is that even though the capital provided by the Central Government is only one time but the business group still continues to this day and the market share of the snacks business group is expanding, so it can contribute to improving the welfare of the community. |