Home
Login.
Artikelilmiahs
26268
Update
EUIS ROKAYAH
NIM
Judul Artikel
KOMBINASI EKSTRAK HERBAL TERHADAP BOBOT BADAN DAN KONVERSI PAKAN KELINCI YANG TERINFEKSI KOKSIDIOSIS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak herbal terhadap bobot badan dan konversi pakan kelinci yang terinfeksi koksidiosis serta mengetahui dosis kombinasi ekstrak herbal yang paling optimal yang dapat mempengaruhi bobot badan dan konversi pakan kelinci yang terinfeksi koksidiosis. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelinci peranakan Rex jantan lepas sapih dengan bobot ±600-700 gram sebanyak 24 ekor dan ekstrak herbal yang digunakan yaitu : bawang putih 40 mg, biji pepaya 20 mg, dan batang pisang 20 mg. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan serta dianalisis dengan analisis variansi. Analisis data akan dilakukan uji lanjut dengan Orthogonal Polynomial. Perlakuan yang diberikan terdiri atas : D1 kombinasi ekstrak herbal 0 mg, D2 kombinasi ekstrak herbal 20 mg, D3 kombinasi ekstrak herbal 40 mg, D4 kombinasi ekstrak herbal 60 mg, D5 kombinasi ekstrak herbal 80 mg, dan D6 kombinasi ekstrak herbal 100 mg. Hasil penelitian menunjukan rataan bobot badan dan konversi pakan masing-masing perlakuan sebagai berikut : D1 739,63 g/ekor, 3,01; D2 744,56 g/ekor, 2,66; D3 709,38 g/ekor, 2,94; D4 742,56 g/ekor, 2,79; D5 718,88 gr/ekor, 2,64; D6 733,50 g/ekor, 2,77. Hasil analisis variansi menunjukan pemberian kombinasi ekstrak herbal tidak berpengaruh nyata (P>0,01) terhadap bobot badan dan konvesi pakan kelinci yang terinfeksi koksidiosis. Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi ekstrak herbal tidak berpengaruh nyata (P> 0,05) terhadap bobot badan dan konversi pakan kelinci yang terinfeksi koksidiosis. Pakan kelinci yang mengandung kombinasi ekstrak herbal kurang disukai oleh ternak, namun rataan terhadap bobot badan lebih tinggi dengan hasil konversi yang rendah pada kelinci koksidiosis yang diberikan kombinasi ekstrak herbal.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The purpose of this study was to determine the effect of a combination of herbal extracts on body weight and feed conversion of rabbit infected with coccidiosis and to determine the optimal dose of herbal extract combination that could affect body weight and feed conversion of coccidiosis infected rabbits. The material used in this study was Rex breed weaning male rabbits with weights ± 600-700 grams as many as 24 tails and herbal extracts used were: 40 mg garlic, 20 mg papaya seeds, and 20 mg banana stems. The study used an experimental method with a completely randomized design (CRD) with 6 treatments and 4 replications and analyzed with analysis of variance. Data analysis will be carried out further tests with Orthogonal Polynomial. The treatments given consisted of: D1 combination of herbal extract 0 mg, D2 combination of herbal extract 20 mg, D3 combination of herbal extract 40 mg, D4 combination of herbal extract 60 mg, D5 combination of herbal extract 80 mg, and D6 combination of herbal extract 100 mg. The results showed the average body weight and feed conversion of each treatment as follows: D1 739.63 g/ head, 3.01; D2 744.56 g/ head, 2.66; D3 709.38 g/ head, 2.94; D4 742.56 g/ head, 2.79; D5 718.88 g/ head, 2.64; D6 733.50 g/ head, 2.77. The results of the analysis of variance showed that the combination of herbal extracts had no significant effect (P> 0.01) on body weight and feed convention of rabbidiosis infected rabbits. The conclusion of this study was that the combination of herbal extracts had no significant effect (P> 0.05) on body weight and feed conversion of coccidiosis-infected rabbits. Rabbit feed that contains a combination of herbal extracts was less favored by livestock, but the average of high body weight with low conversion results in coccidiosis rabbits given a combination of herbal extracts.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save