Artikelilmiahs
Menampilkan 20.101-20.120 dari 50.086 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 20101 | 23184 | C1C014050 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINGKAT PENGUNGKAPAN INFORMASI SEGMEN OPERASI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA | Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh umur perusahaan, kualitas audit, kepemilikan publik, profitabilitas, leverage, likuiditas, biaya kepemilikan, dan proporsi dewan komisaris independen terhadap tingkat pengungkapan informasi segmen operasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Sampel dalam penelitian ini adalah 43 perusahaan manufaktur yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan dan laporan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2014-2016. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda untuk menguji data penelitian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas audit dan kepemilikan publik berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pengungkapan informasi segmen operasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI, sedangkan umur perusahaan, profitabilitas, leverage, likuiditas, biaya kepemilikan, dan proporsi dewan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap tingkat pengungkapan informasi segmen operasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. | The purpose of this study is to analyze the effect of firm age, audit quality, public ownership, profitability, leverage, liquidity, proprietary cost, and proportion of independent board of commissioner to the level of operating segmen disclosure in manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange (IDX). Population of this study is all manufacturing companies listed in IDX. The sample of this study are 43 manufacturing companies obtained using purposive sampling technique. Data was collected by analyzing the financial statements and annual reports of manufacturing companies listed in IDX in 2014-2016. Multiple linear regression was used to examine the data. The result of this study show that audit quality and public ownership have positive and significant effects to the level of operating segment disclosure, however firm age, profitability, leverage, liquidity, proprietary cost, and proportion of independent board of commissioner has no effect to the level of operating segment disclosure in manufacturing companies listed in IDX. | |
| 20102 | 23185 | C1B014088 | Pengaruh Budaya Kerja, Disiplin Kerja, serta Persepsi Individu Tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Terhadap Kinerja Karyawan dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Mediasi (Studi pada karyawan bagian teknis PT PLN Rayon Purbalingga) | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya kerja, disiplin kerja, persepsi individu tentang kesehatan dan keselamatan kerja, serta komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan. Responden dalam penelitian ini adalah karyawan bagian teknis PT PLN Rayon Purbalingga. Jumlah responden dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan metode Slovin, dan ditentukan sejumlah 59 responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi berganda dapat disimpulkan bahwa : (1) budaya kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, (2) disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, (3) persepsi individu tentang kesehatan dan keselamatan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, (4) budaya kerja berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi, (5) disiplin kerja berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi, (6) persepsi individu tentang kesehatan dan keselamatan kerja berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi, (7) komitmen organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, (8) komitmen organisasi memediasi pengaruh budaya kerja terhadap kinerja karyawan, (9) komitmen organisasi tidak memediasi pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan, (10) komitmen organisasi memediasi pengaruh persepsi individu tentang kesehatan dan keselamatan kerja terhadap kinerja karyawan Mempertimbangkan hasil tersebut maka, perlu adanya peningkatan dalam beberapa aspek, antara lain: meningkatkan budaya terbuka mengenai kebijakan sistem perusahaan, meningkatkan kedisiplinan melalui pengawasan yang baik, dan memperbaiki sarana dan prasarana penunjang kerja. Selain itu juga perlu lebih dikembangkan komitmen karyawan dengan memperluas kesempatan pengembangan karir bagi karyawannya. Dengan beberapa perbaikan tersebut maka akan semakin meningkatkan kinerja karyawan PT PLN Rayon Purbalingga. | The aims of this research is to find out the influence of work culture, work discipline, and individual’s perspective about occupational safety and health on employee’s performance, and the mediating role of organizational commitment. Respondents of this research are all technical employees of PT PLN Rayon Purbalingga. The number of the respondents in this research are determined based on Slovin’s method, and they are 59 respondents. Based on the research result and data analysis using multiple linear regression can be concluded that: (1) work culture has a positive influence on employee’s performance, (2) work discipline has a positive influence on employee’s performance, (3) individual’s perspective about occupational safety and health has a positive influence on employee’s performance, (4) work culture has a positive influence on organizational commitment, (5) work discipline has a positive influence on organizational commitment, (6) individual’s perspective about occupational safety and health has a positive influence on organizational commitment, (7) organizational commitment has a positive influence on employee’s performance, (8) organizational commitment mediates the influence of work culture on employee’s performance, (9) organizational commitment mediates the influence of work discipline on employee’s performance, (10) organizational commitment mediates the influence of individual’s perspective about occupational safety and health on employee’s performance. Considering these results, it is necessary for PT PLN Rayon Purbalingga to improve in several aspects, including: increasing an open culture of corporate system policies, improving discipline through good supervision, and improving work supporting facilities and infrastructure. In addition, it is also necessary to further develop employee’s commitment by expanding career development opportunities for employees. With these improvements, it will further improve PT PLN Rayon Purbalingga employee’s performance. | |
| 20103 | 25621 | G1A013101 | Gambaran Dukungan Keluarga Dalam Kemandirian Pasien Skizofrenia Di Desa Tlahab Lor Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga Tahun 2019 | Latar Belakang: Skizofrenia merupakan salah satu gangguan jiwa berat yang ditandai dengan disorganisasi pikiran, perasaan dan perilaku. Terdapat empat faktor yang menyebabkan kekambuhan yaitu pasien, obat, penanggung jawab dan keluarga. Kekambuhan pada pasien skizofrenia dapat dicegah dengan dukungan keluarga. Proses pemulihan pada orang dengan skizofrenia (ODS) juga tidak terlepas dari peran keluarga. Pemulihan pada pasien skizofrenia bertujuan untuk menghilangkan stigma skizofrenia dengan melakukan perbaikan dengan gangguan fungsional dan gejala-gejala sehingga tidak mengganggu kegiatan sosial dan berperan dalam kehidupan sehari-hari sebagai warga dalam masyarakat. Tujuan Penelitian: penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga dalam pemulihan pasien skizofrenia di Desa Tlahab Lor Kecamatan Karangreja Kabupaten purbalingga tahun 2019. Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif observasional. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang mendeskripsikan mengenai fenomena yang ditemukan terhadap seluruh sampel (total sampling) sebanyak 27 orang. Hasil: Hasil yang didapat dari 27 responden didapatkan 25 pasien yang telah mengalami pemulihan, 20 orang memiliki latar belakang dukungan keluarga yang baik dan 5 orang memiliki dukungan keluarga cukup. Pada pasien dengan dukungan keluarga buruk sejumlah 2 orang belum mengalami pemulihan sampai dengan saat ini. Kesimpulan: Dukungan keluarga yang baik berpengaruh terhadap proses pemulihan dan kemandirian pasien skizofrenia di Desa Tlahab Lor Purbalingga. | Background: Schyzophrenia is a mental disorder signed by disorganisation mind, feelings, and behaviour. There are four factors may cause a relapse in schizophrenic patients, they are patients, medicine, person in charge, and family. The relapse of schizophrenic patients may be prevented by family support. Recovery process also can be separated from the family support. The recovery process in schizophrenic patients is aiming to remove the stigmatisation of schyzophrenia by repairing the functional disorder and other symptomps so it can not disturb any social function of the patients in their daily activities as a citizen in a society. Aim: This study was aimed to observe the representation of family support in recovery process in Tlahab Lor Villaage In Karangreja, Purbalingga at 2019 C. Method: This study used observational-descriptive design. The Decriptive design is a method to describe the phenomenon found in all sample. This study used a total sampling method that contained total 27 respondents. Result: The result acquired from all 27 respondents showed about 25 patients which has been recovered, 20 patients have a good background of family support and the remaining 5 of the patients have the adequate backround of family support. The two patients that have not been recovered yet were observed as the patients which have no good background of family support. Kesimpulan: Family support was effective to independence process in the schizophrenic patients in Tlahab Lor Village, Purbalingga. | |
| 20104 | 23188 | G1D014016 | HUBUNGAN KESULITAN BELAJAR DENGAN PERILAKU ADAPTIVE HELP SEEKING PADA MAHASISWA LUAR PULAU JAWA DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: Mahasiswa luar Pulau Jawa memiliki hambatan dalam proses pembelajaran karena perbedaan budaya, bahasa, cara bersosialissi dan cara berperilaku. Adanya hambatan dalam belajar ini mendorong mahasiswa untuk berupaya mencari bantuan. Mahasiswa dapat memperoleh bantuan secara adaptif atau perilaku adaptive help seeking Tujuan: Mengetahui apakah ada hubungan antara kesulitan belajar dengan perilaku adaptive help seeking Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan desain analitik korelasi. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan proportional sampling dengan jumlah responden 68 mahasiswa. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner kesulitan belajar dan kuesioner perilaku adaptive help seeking. Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji statistik Somers’d. Hasil: Hasil analisis menunjukan mayoritas mahasiswa luar Pulau Jawa mengalami kesulitan belajar kategori tinggi (85,3%). Mayoritas mahasiswa luar Pulau Jawa memiliki perilaku adaptive help seeking sangat baik (57,4%). p value 0,021 dan nilai r -0,707 Kesimpulan: Hasil uji statistik Somers’d menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara kesulitan belajar dengan perilaku adaptive help seeking pada mahasiswa luar Pulau Jawa dengan nilai p= 0,021 dan nilai r= -0,707. Semakin tinggi kesulitan belajar yang dialami mahasiswa luar Pulau Jawa maka semakin buruk perilaku adaptive help seeking. | Background: Students outside Java have obstacles in the learning process because of differences in culture, language, ways of socializing and how to behave. The existence of barriers to learning encourages students to seek help. Students can get adaptive help or adaptive help seeking behavior Objectives: To find out whether there is a relationship between learning difficulties and adaptive help seeking behavior Method: This research is a quantitative study with correlation analytic design. The design of this study uses cross sectional. Sampling using proportional sampling with the number of respondents 68 students. This research instrument uses a questionnaire on learning difficulties and an adaptive help seeking behavior questionnaire. Data analysis in this study uses Somers'd statistical test. Result: The results showed that 11,8% college students of outside Java Island had learning difficulties with very high category, 85,3% college student had learning difficulties with high category, 2,9% college student had learning difficulties with moderate category. More than half of college student outside Java had very good adaptive help seeking behavior (57.4%) and the rest (42.6%) had good adaptive help seeking behavior. The results of the Somers'd statistical test showed p value 0.021 with r -0.707. Kesimpulan: The results of the Somers'd statistical test show that there is a significant relationship between learning difficulties with adaptive help seeking behavior on students outside Java with a value of p = 0.021 and a value of r = -0.707. The higher the learning difficulties experienced by students outside Java, the worse the behavior of adaptive help seeking. | |
| 20105 | 23191 | A1C111014 | PERANAN KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHATANI PADI (Studi Kasus: Kelompok Tani Manggala Tirta di Desa Maos Kidul Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap) | Kelompok tani merupakan kumpulan petani yang tumbuh berdasarkan keakraban dan keserasian, serta kesamaan kepentingan dalam memanfaatkan sumber daya pertanian untuk berkerja sama meningkatkan produktivitas usahatani dan kesejahteraan anggotanya. Kelompok tani mempunyai tiga peranan yaitu: (1) sebagai kelas belajar, (2) sebagai wahana kerjasama, dan (3) sebagai unit produksi. Kelompok tani Manggala Tirta merupakan salah satu kelompok tani yang ada di Desa Maos Kidul, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis peranan kelompok tani terhadap peningkatan pendapatan usahatani padi, dan (2) menganalisis pengaruh peranan kelompok tani terhadap pendapatan usahatani padi. Penelitian dilaksanakan pada kelompok tani Manggala Tirta di Desa Maos Kidul Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap pada bulan Juni sampai Juli 2018. Rancangan pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh (sensus). Jumlah sampel yang diambil adalah seluruh anggota kelompok tani yaitu 37 orang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Likert dan analisis Chi Kuadrat (X²) dua sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran kelompok tani dalam kelas belajar, berupa: (1) melakukan kegiatan belajar mengajar yang diadakan setiap bulan sekali atau pada pertemuan rutin, dalam memberikan materi kelompok tani mendatangkan pihak pengajar yang berasal dari dinas pertanian, penyuluh, maupun pihak dari kelompok tani yang lain. (2) Kegiatan kerjasama kelompok tani telah menjalankan kerjasama baik antar sesama anggota kelompok tani, antar kelompok tani, maupun dengan pihak lain sebagai penyedia sarana dan prasarana produksi. (3) Kegiatan unit produksi kegiatannya adalah menentukan keputusan untuk pengembangan kegiatan anggota kelompok, melaksanakan dan mentaati kesepakatan yang telah dibuat, kegiatan pelestarian lingkungan dan menyusun laporan kegiatan kelompok. Peranan kelompok tani berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan usahatani. Hal itu ditandai dengan sesudah bergabung dalam kelompok tani, petani diberi informasi dan arahan untuk meningkatkan produksinya sehingga dapat meningkatkan pendapatan. | Farmer group is a group of farmers that grows bared on familiarity and harmony, also common interest in utilizing agricultural resources to cooperate to improve of rice farming and the member welfare. Farmer group has three roles. That is as is learning class, as a cooperation platform, and as a production unit. Manggala Tirta farmer group is afarmer group in sout Maos Village, Subdistrict Maos, District Cilacap. The purpose of this study is (1) analyzing farmer group role towards improvement of rice farming income, and (2) analyzing the influence of farmer group role towards improvement of rice farming income. The research carried on Manggala Tirta farmer group in South Maos Village Subdistrict Maos District Cilacap from Juni until July 2018. The sumpling design is using saturated sample method (census). The samples is all member of the farmer group that is 37 people. Analysis used in this study is likert seat and two sample chi square (X²) analysis. The result is showing that the farmer group role as a class learning, (1) in the form of lerning and teaching activities which is held every two months or at regular meetings in organizer house or a willing member hous, when giving leason, the farmer group would bring a speaker from department of agriculture, an extension agent, or parties from other farmer group. (2) For cooperation activities the farmer group has carried it out among fellow member, whit other farmer group, or with other parties as a provider of production facilities and infrastructure. (3) While as unit production, the activity was making decision for development of the member group activity, cary out and obeying the agreement that had ben made, environmental conservation activities, and compile that group activity reports. There is difference in a farmer income level before and after become a member of the farmer group. After joining the farmer group, the farmer was given information and direction for impriving the production, so they can improved their income. | |
| 20106 | 23192 | A1C111002 | ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN PETANI KENTANG (Solanum tuberosum L) ANTARA YANG MENGGUNAKAN BENIH SERTIFIKAT (G3) DAN BENIH LOKAL DI DESA PANDANSARI KECAMATAN PAGUYANGAN KABUPATEN BREBES | Penggunaan benih kentang berkualitas yang bebas dari virus berimplikasi dengan produktivitas yang dihasilkan, sehingga semakin turun kelas benih yang dijadikan sebagai sumber benih maka kualitas yang dihasilkan akan semakin menurun. Hal ini berdampak pada jumlah produksi yang dihasilkan pada kegiatan usahatani kentang. Apabila benih kentang bersertifikat dapat digunakan oleh para petani maka akan dapat meningkatkan jumlah produksi secara optimal. Penelitian ini bertujuan (1) Menganalisis besarnya perbedaan biaya pada usahatani kentang benih bersertifikat (G-3) dan benih lokal (2) Menganalisis besarnya perbedaan pendapatan pada usahatani kentang benih bersertifikat (G-3) dan benih lokal. Metode yang digunakan adalah metode survey. Sasaran penelitian adalah petani kentang yang mengggunakan benih bersertifkat (G-3) dan benih lokal yang berdomisili di Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling dan Proporsional Sampling. Analisa data yang digunakan analisa deskriptif, analisa biaya dan pendapatan dan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Biaya usahatani kentang benih sertifikat (G-3) lebih besar dari usahatani kentang benih lokal, dengan selisih biaya sebesar Rp Rp 5.490.695,56 per hektar/Musim tanam (2) Pendapatan usahatani kentang benih sertifikat (G-3) lebih besar dari usahatani kentang benih lokal, dengan selisih pendapatan sebesar Rp 36.824.804,44 per hektar/Musim tanam. | The use of quality potato seeds that are free of viruses has implications for the productivity that is produced, so that the lower grade of seeds are used as a source of seeds, the quality produced will decrease. This has an impact on the amount of production produced in potato farming activities. If certified potato seeds can be used by farmers, it will be able to increase the amount of production optimally. This study attempts (1) to analyze the difference cost between that the use seed certified (G-3) and local seed (2) to analyze the difference income between that the use seed certified (G-3) and local seed. The research method is survey. The research target is potato farmers that uses certified seeds (G-3) and local seeds in Pandansari Village, Paguyangan District, Brebes Regency. Sampling in this study uses Purposive Sampling and Proportional Sampling methods. Data analysis used descriptive analysis, cost and income analysis and t test. The results of the study showed that: (1) the cost of potato farming certificate (G-3) seeds was greater than the potato farming of local seeds, with a difference in cost of Rp. 5,490,695.56 per hectare/MT (2) potato farming income seed certificate ( G-3) is bigger than the local potato farming, with a difference in income of Rp. 5,490,695.56 per hectar /MT | |
| 20107 | 23193 | G1H013017 | HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN GIZI TERHADAP LOYALITAS PASIEN POSTPARTUM DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO | Latar Belakang : Pelayanan gizi termasuk salah satu dari aspek pelayanan kesehatan paripurna yang dapat berpengaruh pada penilaian pasien terhadap pelayanan gizi yang diberikan selama masa perawatan. Kualitas pelayanan yang baik dapat berpengaruh terhadap loyalitas pasien, atau yang dapat diartikan sebagai minat konsumen untuk melakukan pembelian ulang produk jasa di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara kualitas pelayanan gizi terhadap loyalitas pasien dengan kepuasan pasien sebagai variabel pemoderasi. Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan model penelitian cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 68 orang pasien di bangsal postpartum RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Hasil Penelitian : Hasil uji hipotesis dengan analisis pearson product moment menunjukkan bahwa h0 ditolak ( r hitung = 0.226, sig = 0.064). Variabel kepuasan hanya berpengaruh sebesar 1.9% terhadap hubungan variabel kualitas pelayanan gizi dan variabel loyalitas pasien (Adjusted R2 = 0.019, sig = 0.374). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara kualitas pelayanan gizi dan loyalitas pasien. Kepuasan pasien bukan merupakan variabel pemoderasi dalam penelitian ini. | Background : Nutritional Sevice are part of hospital services that could affect patient’s appraisments towards nutrition services that have been provided. A good nutritional service can affect patient’s loyalty, or the patient’s intention to re-use the hospital services at a later time. The goal of this study is to identify the association between nutritional service quality and pospartum patients loyalty moderated by patient’s satisfaction. Methodology : The conducted study are quantitative study with cross sectional model. Data were collected using questionarries, distributed to 68 patients in postpartum wards of Prof. Dr. Margono Soekarjo Regional Public Hospital. Results : Hypothesis test using pearson product moment shows that h0 is rejected (r = 0.226, sig = 0.064). Patient’s satisfaction only have 1.9% effect in relationship between nutritional service quality and patients loyalty (Adjusted R2 = 0.019, sig = 0.374). Conclusions : There is a relationship between nutritional service quality and pospartum patients loyal | |
| 20108 | 23194 | A1C113020 | ANALISIS STRUKTUR DAN KINERJA PASAR UNTUK KOMODITAS KENTANG (Solanum tuberosum L) KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pasar, kinerja pasar, rantai pemasaran, dan marjin pemasaran komoditas kentang yang ada di Kecamatan Karangreja. Tempat penelitian dipilih secara purposive karena Kecamatan Karangreja merupakan satu-satunya kecamatan penghasil kentang di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan di Desa Serang dan Desa Kutabawa pada bulan 10 Februari sampai 25 Maret 2018. Metode pengambilan data menggunakan metode Simple Random Sampling untuk petani dan Snowball untuk pedagang. Sedangkan untuk menganalisis data menggunakan pendekatan Structure, Conduct, Performance (SCP). Terdapat 3 pola saluran pemasaran kentang di Kecamatan Karangreja yang melibatkan empat jenis lembaga pemasaran yaitu pengepul, pedagang besar dalam kota, pedagang besar luar kota dan pedagang eceran. Sampel data pemasaran yang diambil berasal dari tiga kota yang berbeda yaitu Kota Tegal, Purwokerto, dan Cirebon. Hasil penelitian menunjukkan struktur pasar kentang di Kecamatan Karangreja cenderung menuju ke arah oligopsoni. Sedangkan jika dilihat dari perilaku pasar, semua lembaga melakukan fungsi pemasaran dan memiliki perilaku yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil analisis kinerja pemasaran menunjukkan nilai marjin pemasaran, farmer’s share, dan Efisiensi Pemasaran yang berbeda-beda pada masing-masing saluran pemasaran. Namun jika ketiga saluran pemasaran dibandingkan, saluran pemasaran 2 merupakan saluran pemasaran yang paling efisien. | This study aims to analyze market structure, market performance, marketing chains, and marketing margins of potato commodities in Karangreja District. The research site was chosen purposively because Karangreja Subdistrict was the only potato producing district in Purbalingga Regency, Central Java. The study was conducted in Serang Village and Kutabawa Village in February 10 to March 25 2018. The data collection method used the Simple Random Sampling method for farmers and Snowball for traders. Whereas to analyze the data using the Structure, Conduct, Performance (SCP) approach. There are 3 patterns of potato marketing chains in Karangreja Sub-district involving four types of marketing institutions: collectors, big traders in cities, out-of-town traders and retailers. The samples of marketing data are taken from three different cities, namely Tegal, Purwokerto and Cirebon. The results show that market structure of potato marketing in Karangreja Sub-district tends toward oligopsony. Whereas when viewed from the behavior of the market, all agencies perform marketing functions and have different behaviors. Marketing performance analysis shows different Marketing Margin, Farmer's Share, and Marketing Efficiency values on each marketing chain. But if the three marketing chains are compared, marketing chains 2 are the most efficient marketing chain. | |
| 20109 | 22962 | I1F015023 | PERBEDAAN PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI MEDIA BOOKLET DENGAN CERAMAH TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN (KTD) DI DESA GUNUNGWETAN KECAMATAN JATILAWANG | Latar Belakang: Pengetahuan remaja merupakan salah satu penyebab terjadinya kehamilan tidak diinginkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan remaja adalah pendidikan, usia, dan informasi/media massa. Booklet dan ceramah merupakan media pendidikan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kehamilan tidak diinginkan. Metode: Penelitian ini menggunakan pretest-posttest with control group design. Teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Jumlah sampel pada kelompok booklet dan ceramah masing-masing sebanyak 21 remaja. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi. Analisis bivariat menggunakan uji t berpasangan, uji Wilcoxon, dan uji t tidak berpasangan. Hasil Penelitian: Nilai mean pengetahuan remaja sebelum perlakuan pada kelompok booklet 24,00 dengan SD=2,683, sedangkan sesudah perlakuan mean=45,86 dengan SD=1,526. Nilai mean sebelum perlakuan pada kelompok ceramah 23,67 dengan SD 3,746, sedangkan sesudah perlakuan mean=33,71 dengan SD=2,667. Hasil selisih rerata pada kelompok booklet 21,86 dengan simpang baku 2,816, sedangkan kelompok ceramah nilai selisih rerata 10,05 dengan simpang baku 2,224. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan melalui media booklet dan ceramah berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan. Terdapat perbedaan pengaruh pendidikan kesehatan melalui media booklet dengan ceramah. | Background: Adolescents knowledge is the cause of being unwanted pregnancy. The factors are education, age, and information/mass media. Booklet and lecture are media of education health that aims to increase the adolescents knowledge about unwanted pregnancy. Methods: This study uses pretest-posttest with control group design. It is a technique of taking sample by simple random sampling. There are 21 adolescents of each sample on booklet and lecture group. The instrument is questionnaire. Analyze univariate data uses frequency distribution. Analyze bivariat used paired t test, Wilcoxon test, and unpaired t test. Results: Mean value of adolescents knowledge before having treatment for booklet group is 24,00 and SD=2,683 whereas it becomes mean=45,86 and SD=1,526 after having it. Mean value before having treatment on the lecture group is 23,67 and SD=3,746 whereas it becomes 33,71 and SD=2,667 after having it. The difference of mean on booklet group is 21,86 and SD 2,816 whereas lecture group is 10,05 and SD=2,224. Conclusion: Health education through booklet media and lecture has an effect on increasing knowledge. There are differences in the effect of health education through booklet media with lecture. | |
| 20110 | 23197 | A1L111022 | RESPON TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativa L.) TERHADAP KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN PEMANGKASAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Mengetahui konsentrasi pupuk organik cair yang optimal untuk pertumbuhan tanaman mentimun (2) Mengetahui pemangkasan pucuk yang optimal untuk pertumbuhan tanaman mentimun (3) Mengetahui adanya interaksi antara konsentrasi pupuk organik cair dengan pemangkasan pucuk terhadap pertumbuhan tanaman mentimun. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang terdiri dari 2 faktor, 12 perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi POC 0 mL/L (P0), konsentrasi POC 2 mL/L (P1), konsentrasi pupuk organik cair POC 4 mL/L (P2) dan konsentrasi POC 6 mL/L (P3). Faktor kedua terdiri atas tanpa pemangkasan (W0), waktu pemangkasan 14 hst (W1), dan waktu pemangkasan 20 hst (W2). Variabel yang diamati yakni: umur mulai berbunga, umur panen pertama, panjang buah, diameter buah, bobot buah, jumlah buah, jumlah daun dan panjang tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi POC 4 mL/L (P2) berpengaruh nyata terhadap umur mulai berbunga, bobot buah, diameter buah, panjang buah, dan panjang tanaman. Sedangkan pemangkasan pada 14 hst berpengaruh nyata terhadap umur mulai berbunga, umur panen, bobot buah, panjang buah, dan panjang tanaman. Interaksi antara konsentrasi POC 4 mL/L (P2) dan pemangkasan 14 hst berpengaruh terhadap umur mulai berbunga. | The objectives of this research were to: 1) determine concentration of liquid organic fertilizer towards growth of cucumber plant (2) determine the influence of shoot pruning towards growth of cucumber plant (3) determine the response of cucumber plant on interaction of concentration liquid organic fertilizer and pruning. The method used a Completely Ramdomized Design (CRD) with two factors, twelve treatments and three replications. The first factor is consist of concentration of liquid organic fertilizer POC 0 mL/L (P0), concentration of POC 2 mL/L (P1), concentration of POC 4 mL/L (P2) and concentration of POC 6 mL/L (P3). The second factor is consist of without pruning (W0), pruning at 14 days after planting (W1), and pruning at 20 days after planting 20 hst (W2). The variable that observed is age begins to bloom, harvest age, fruit lenght, fruit diameter, fruit weight, fruit amount, leaf amount and plat length. From the results showed that concentration of liquid organic fertilizer 4 mL/L (P2) showed a significant effect on the age begins to bloom, fruit weight, fruit diameter, fruit lenght and plant length. Meanwhile pruning shoots on 14 days after planted showed a significant effect on the age begins to bloom, harvest age, fruit weight, fruit lenght and plant length. Interaction between concentration liquid organic fertilizer 4 mL/L (P2) and pruning on 14 days after planted showed a significant effect on the age begin bloom. Keyword: concentration of liquid organic fertilizer, pruning, cucumber plant | |
| 20111 | 23198 | G1F014068 | Kepuasan Pasien Hipertensi Terhadap Layanan Pengawas Minum Obat Di Dua Fasilitas Kesehatan Primer Kabupaten Banyumas | Pengobatan hipertensi dikatakan berhasil jika tekanan darah terkontrol. Salah satu upaya meningkatkan kontrol tekanan darah pasien hipertensi adalah melakukan pengawasan minum obat. Layanan PMO dengan SMS adalah salah satu metode yang efisien dan terbukti meningkatkan kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien hipertensi terhadap layanan pengawas minum obat di dua fasilitas kesehatan primer kabupaten Banyumas. Penelitian ini adalah penelitian cross sectional. Pasien dipilih menjadi sampel dengan metode purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Intervensi yang diberikan berupa layanan pengingat dengan SMS harian dan telepon mingguan serta kunjungan kerumah. Diakhir penelitian dilakukan penilaian kepuasan menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti dan telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasil data kepuasan pasien dianalisis secara deskriptif. Dari 29 pasien yang menjadi sampel, 86% pasien memiliki tingkat kepuasan tinggi terhadap layanan PMO dengan skor rata-rata 3,31 dan 14% memiliki tingkat kepuasan sedang terhadap layanan PMO dengan skor rata-rata 2,86. Skor rata-rata per domain yaitu 3,25 (tinggi) pada domain content, 3,24 (tinggi) pada domain teknis dan 3,23 (tinggi) pada domain benefit. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut layanan PMO terhadap populasi pasien hipertensi yang baru terdiagnosa dan mampu menggunakan telepon seluler secara mandiri. | Treatment of hypertension is said to be successful if blood pressure is controlled. One effort to improve blood pressure control of hypertensive patients is giving peer assistance service (PAS). Peer assistance service by SMS is one of efficient method with high satisfaction. The purpose of this study was to determine the level of satisfaction of hypertensive patients on peer assistance service in two primary health facilities in Banyumas district. This study was an cross sectional study. Patients were selected as samples by purposive sampling method according to inclusion criteria. The intervention provided were a reminder service with daily SMS and weekly phone call and home visit. At the end of the study, patient satisfaction assessed by questionnaire developed by researchers. The questionnaire tested for validity and reliability first. The results of patient satisfaction data were analyzed descriptively. From 29 patients who were being sample, 86% of patients had a high level of satisfaction on PAS services with an average score of 3.31 and 14% had a moderate level of satisfaction on PAS services with an average score of 2.86. The average score per domain were 3.25 (high) in domain content, 3.24 (high) in the technical domain and 3.23 (high) in the domain of benefits. It need a further study to know the effect of PAS to newly diagnosed hypertension patient who wereable to use mobile phone by themselves. | |
| 20112 | 23016 | A1L111058 | PENGARUH PENGEMASAN TERHADAP DAYA SIMPAN DAN KUALITAS BUNGA MELATI PUTIH (Jasminum sambac L) | Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbandingan produk pada setiap kemasan bunga melati untuk impor dan ekspor, mengetahui perubahan warna bunga melati selama penyimpanan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Klinik Tanaman Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal pada bulan Juni 2018. Penelitian ini merupakan percobaan Eksperimental dengan menggunakan bentuk rancangan berupa Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) Data hasil penelitian dianalisis dengan uji F (Anova), apabila hasilnya menunjukan pengaruh yang nyata, maka dilakukan uji lanjut dengan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf 5%. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bunga melati yang masih kuncup dan diambil di daerah sekitar Kab. Tegal. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah koran, steroform, keranjang, kardus, timbangan, alat tulis, kamera. Pola faktorial 4x3 yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah pengemasan yang terdiri dari P0, P1, P2, dan P3. Faktor kedua adalah umur tanaman yang terdiri dari M1, M2, M3. Jumlah kombinasi perlakuan yang diujikan sebanyak 12 kombinasi perlakuan, Faktor pertama yang di coba dalam penelitian ini yaitu : P0 = kontrol, P1 = kardus dilapisi koran, P2 = steroform dilapisi koran, P3 = keranjang dilapisi koran. Faktor kedua adalah umur bunga melati tiga taraf. M1 = Melati mekar 2 hari, M2 = Melati Mekar 3 hari, M3 = Melati Mekar 4 hari. Variabel yang diamati yaitu : Warna bunga, Keharuman bunga, Lama penyimpanan, Susut bobot, Kerusakan bunga. Hasil penelitian menunjukan hasil yang tidak berbeda nyata di karenakan faktor lingkungan yang kurang medukung untuk daya simpan melati dan umur melati tidak berpengaruh terhadap pengemasan. kesimpulan yang di peroleh adalah pengemasan belum mempengaruhi daya simpan melati. Perubahan warna yang terjadi lebih cepat adalah pada hari ke 4. | This study aims to determine the comparison of products in each jasmine flower packaging for imports and exports,knowing the color changes in jasmine flowers during storage. The research was conducted at the Plant Clinic Laboratory of the Department of Agriculture and Tegal Regency Food Security in May – Juni 2018. This research was an experimental experiment using a design form in the form of a Complete Randomized Block Design (RAKL). the results showed a real effect, so further testing was done with DMRT (Duncan's Multiple Range Test) at the level of 5%. The materials used in this study are jasmine flowers that are still buds (M1 = Jasmine blooms 2 days; M2 = Jasmine blooms 3 days; M3 = Jasmine blooms 4 days) and is taken in the area around Kab. Tegal. The tools used in this study are newspapers, steroforms, baskets, cardboard boxes, scales, stationery, cameras. 4x3 factorial pattern consisting of 2 factors. The first factor is packaging consisting of P0, P1, P2, and P3. The second factor is the age of plants consisting of M1, M2, M3. The number of treatment combinations tested were 12 treatment combinations, then repeated 3 times, so that 36 experimental units were obtained. Every minimum experiment consists of 2 packs with a 36x2 scheme = 72 experimental units. The first factor that was tried in this study was: P0 = control, P1 = cardboard coated with newspaper, P2 = steroform coated with newspaper, P3 = basket coated with newspaper. The second factor is the age of three-level jasmine flower. M1 = Jasmine blooms 2 days, M2 = Jasmine Mekar 3 days, M3 = Jasmine Bloom 4 days. The variables observed were: Flower color, flower fragrance, storage time, weight loss, flower damage. The results showed that the results were not significantly different because the environmental factors that were less supportive for the storage power of jasmine and the age of jasmine had no effect on packaging. Color changes that occur faster are on day 4. | |
| 20113 | 23199 | F1A011084 | MAKNA CANTIK PADA WANITA (Studi Tentang Pemaknaan Cantik Mahasiswi Konsumen Natasha Skin Care Purwokerto) | Cantik berasal dari bahasa latin yaitu bellus yang mempunyai arti indah, elok, dan jelita. Cantik yang sudah terkonstruk pada masyarakat adalah cantik secara fisik yang menggambarkan tubuh langsing, kulit putih. Konstruksi adalah sesuatu yang membangun kepercayaan kita berdasarkan keyakinan – keyakinan yang tumbuh di masyarakat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui makna cantik bagi para wanita konsumen Natasha Skin Care dan untuk mengetahui bagaimana cara mahasiswi mengalokasikan anggaran untuk menjadi cantik. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kualitatif Deskriptif dengan teknik pemilihan informan yaitu Purposive Sampling, serta pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Sasaran utama dalam penelitian ini para mahasiswi yang menjadi member Natasha Skin care dan yang sudah melakukan perawatan lebih dari dua tahun, sasaran pendukung pegawai Natasha skin care dan yang belum melakukan perawatan lebih dari dua tahun. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik Analisis Interaktif dan Triangulasi Sumber Data. Hasil penelitian menunjukkan (1) bahwa makna cantik menurut informan terbagi menjadi 2, yaitu canti secara fisik dan cantik non fisik, bagi yang memaknai cantik adalah fisik, mereka menganggap cantik yang sudah terkonstruk di media mengenai cantik itu tampilan fisik itu adalah benar, cantik adalah bagaimana badanya bagus dan kulitnya mulus terawat. Bagi mereka, wanita yang mempunya kriteria tersebut itulah yang dianggap cantik. Bagi mereka yang menganggap cantik non fisik itu mereka lebih menekankan cantik dari dalam atau inner beauty, mereka melakukan perawatan semata – mata bentuk rasa syukur terhadap Tuhan, karena seperti yang agama mereka ajarkan bahwa Tuhan tidak melihat ciri fisik namun lebih mengarah pada perilaku dan akhlak. (2) bagaimana mereka menganggarkan biaya untuk perawatan, terbagi menjadi 3 bagian yaitu ada yang bekerja dan uang saku bulanan orang tua, ada yang hanya dari uang saku bulanan dari orang tua, dan bagi yang sudah menikah, bergantung pada gaji bulanan yang di beri suaminya. Melakukan perawatan kecantikan tidak hanya membutuhkan biaya namun juga waktu, melakukan perawatan tidak hanya memerlukan waktu yang sedikit bahkan dapat dibilang lama, begitu pentingnya sebuah perawatan kecantikan untuk wanita sehingga mereka rela untuk menggelontorkan uang dan waktu. | Beautiful comes from the Latin language, bellus which means beautiful, beautiful, and beautiful. Beautiful that has been constructed in the community is physically beautiful that depicts a slim, white body. Construction is something that builds our trust based on beliefs that grow in society. The purpose of this research is to find out the beautiful meaning for women consumers of Natasha Skin Care and to find out how students allocate their budget to be beautiful. This study uses Descriptive Qualitative Research Methods with informant selection techniques namely Purposive Sampling, as well as data collection using in-depth interviews, observation, and documentation. The main targets in this study were female students who were members of Natasha Skin care and who had been treated for more than two years, the target supporters of Natasha skin care employees and those who had not been treated for more than two years. Data analysis techniques used are Interactive Analysis and Data Source Triangulation techniques. The results showed (1) that the meaning of beauty according to the informant was divided into 2, namely canti physically and pretty non-physical, for those who interpreted beauty as physical, they considered that beauty that had been constructed in the media about the beautiful physical appearance was true, beautiful was how good the body is and its smooth skin is well maintained. For them, women who have these criteria are considered beautiful. For those who consider beauty non-physical they emphasize the beauty of the inner or inner beauty, they do care solely in the form of gratitude towards God, because like the religion they teach that God does not see physical characteristics but rather leads to behavior and morals. (2) how do they budget the cost of care, divided into 3 parts, there are those who work and the parents' monthly allowance, there are only those from the monthly allowance from parents, and those who are married depend on the monthly salary that their husband gives . Doing beauty treatments not only costs money but also time, taking care does not only require a little time or even a long time, so the importance of a beauty treatment for women so they are willing to pour money and time. | |
| 20114 | 23200 | A1C011016 | Preferensi Konsumen Terhadap Pembelian Beras Kemasan di Purwokerto | Beras kemasan yang beredar di pasaran relatif banyak dengan merek yang bervariasi. Beras kemasan masih sering dianggap untuk kalangan menengah ke atas karena harga yang lebih tinggi daripada beras curah. Harga yang tinggi juga dirasakan oleh pembeli beras kemasan. Namun, pembelian tetap dilakukan. Penelitian terhadap preferensi konsumen perlu dilakukan. Hal ini guna mengetahui alasan dasar dari pembeli dalam memilih produk. Preferensi konsumen penting bagi pemasar untuk dapat mengambil langkah strategis dalam kegiatan pemasaran produknya. Preferensi konsumen terhadap pembelian beras kemasan yang di Purwokerto dilakukan di tiga pasar modern, yaitu Rita Isola, Moro, dan Rita Pasaraya dengan metode judgment sampling. Lokasi ini mendistribusikan beras paling banyak dengan varian merek beras yang lebih dari 20 merek dan varietas, serta dikunjungi oleh banyak pembeli setiap harinya. Atribut dalam menentukan preferensi pembelian beras kemasan ditentukan sebanyak 6 atribut, yaitu aroma, warna, rasa, kebersihan, harga, dan ukuran kemasan beras, dari 12 atribut yang ditawarkan kepada responden. Keenam atribut yang ditawarkan kemudian membentuk 16 kartu kombinasi acak yang kemudian menjadi pilihan responden terhadap preferensi konsumen. Hasil penelitian menunjukkan preferensi konsumen terhadap pembelian beras kemasan di Purwokerto berupa beras yang beraroma beras alami, memiliki warna putih bersih tapi tidak mengkilat, rasa pulen, bersih tanpa campuran benda lain baik batu atau kulit beras, berada di harga lebih dari Rp80.000, dan beras dengan kemasan berukuran 5kg. | The packaged rice on the market is increasing with more varied brands. Packaged rice is still often considered for the upper middle class because of higher prices than bulk rice. High prices are also felt by buyers of packaged rice. However, purchases are still made. Research on consumer preferences needs to be done. This is to find out the basic reason for the buyer in choosing a product. Consumer preferences are important for marketers to take strategic steps in marketing their products. Consumer preference for the purchase of packaged rice in Purwokerto was carried out in three modern markets, namely Rita Isola, Moro, and Rita Pasaraya with judgment sampling method. This location distributes the most rice with a rice brand variant of more than 20 brands and varieties, and is visited by many buyers every day. Attributes in determining the purchase preferences of selected packaged rice were 6 attributes, namely aroma, colour, taste, hygiene, price, and size of packaging rice (netto) from the 12 attributes offered to respondents. The six attributes offered then form 16 random combination cards which then become respondents' choices on consumer preferences. The results showed that consumers' preference for the purchase of packaged rice in Purwokerto in the form of ordinary rice-flavored rice, had a clean white color but was not shiny, fluffy, clean without mixture of other objects either stone or rice husk, was priced at more than Rp. 80,000, and rice with a 5kg package. | |
| 20115 | 23190 | A1C011017 | STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA BERBASIS KOMODITAS STROBERI DI DESA SERANG KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA | Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu destinasi wisata yang sangat menarik, salah satunya adalah wisata petik buah Stroberi di Desa Serang. Peningkatan potensi agrowisata berbasis komoditas Stroberi di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga memerlukan beberapa strategi pengembangan agrowisata. Tujuan penelitian yang dilakukan pada Agrowisata berbasis komoditas Stroberi di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga adalah: 1) mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi pengembangan agrowisata, 2) merumuskan alternatif strategi pengembangan yang dapat ditentukan dan diterapkan pada sektor agrowisata, 3) menentukan prioritas strategi terbaik yang dapat diterapkan pada sektor agrowisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode survei, sampel adalah pengunjung yang dijumpai oleh peneliti. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan September 2017 sampai dengan Maret 2018. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, matriks IFE (Internal Factor Evaluation), EFE (Eksternal Factor Evaluation), Internal-Eksternal (IE), SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities, and Threats) dan QSPM (Quantitative Strategis Planning Matrix). Hasil matriks SWOT terdapat faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan yaitu sumber daya alam yang unik, memiliki kelemahan harga paket wisata yang belum lengkap, memiliki peluang jumlah pengunjung yang banyak, dan memiliki ancaman kondisi cuaca yang tidak menentu. Alternatif strategi pengembangan sektor agrowisata yang dapat dilakukan adalah peningkatan dan pembinaan sumber daya manusia dengan menyelenggarakan beberapa pelatihan, serta pengembangan kawasan area perkebunan. Prioritas strategi terbaik yang diterapkan yaitu dengan memperhatikan untuk mengadakan penelitian riset dan teknologi yang adaptif untuk meningkatkan produktivitas stroberi supaya dapat memenuhi permintaan yang tinggi dengan memperhatikan iklim, selain itu membuat hubungan kerjasama yang baik dengan pemerintah maupun masyarakat dalam hal promosi, penataan lingkungan, menjaga keamanan serta mengadakan kegiatan untuk menarik minat pengunjung. | Purbalingga District is one of the most interesting tourist destinations, one of them is strawberry fruit picking tour in Serang Village. Strawberry agrotourism can be one of the destinations of Serang Village if managed properly. Increasing the potency of agro-tourism based on strawberry commodity in Serang Village, Karangreja, Purbalingga needs some strategy. The purpose of research which doing at strawberry based commodity organization in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency is: 1) to identify internal and external factors into strengths, weaknesses, opportunities, and threats for the development of agro-tourism, 2) to formulate several alternatif development strategies that determined and implemented in agro-tourism, 3) to determine the best strategy priority that applied to agro-tourism. The method used is survey method. Method of sampling is done by accidental sampling method. Data was collected from September 2017 to March 2018. The analysis method used was descriptive analysis, IFE (Internal Factor Evaluation) matrix, EFE (External Factor Evaluation), Internal-External (IE), SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities, and Threats) and QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrixs). SWOT matrix results have internal and external factors that are the strength of the unique natural resources, has the weakness of the price of the tour package is not complete, has the opportunity number of visitors that many, and mrmiliki threat of unpredictable weather conditions. Alternative strategy of agrotourism sector development that can be done is the improvement and development of human resources by conducting several training, and also development of area of plantation area. The best strategy priority which apply is give a notice to have an adaptif research and technology which can increase productivity of strawberry, so can supply high demand with look the climate. Furthermore, make good cooperative relationship with government and society in promotion, invironmental arrangement, maintain security and conduct activities to attack visitors. | |
| 20116 | 23202 | B1J013164 | KARAKTER MORFOLOGI DAN TRUSS MORPHOMETRICS IKAN SELAR BENGOL (Selar boops) YANG DIDARATKAN DI PPI TANJUNGSARI PEMALANG | Ikan selar bengol (Selar boops) merupakan salah satu anggota dari Familia Carangidae. Ikan selar bengol termasuk komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting karena memiliki nilai gizi yang tinggi dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ikan pindang, ikan bakar, dan ikan asin. Ikan selar bengol tidak memiliki dimorfisme seksual, untuk itu diperlukan karakterisasi guna membedakan ikan jantan dan betina. Dewasa ini upaya penangkapan dan pemanfaatan ikan selar bengol semakin berkembang karena didorong oleh kebutuhan manusia akan protein hewani yang semakin meningkat. Penangkapan ikan selar bengol yang terus-menerus dapat menyebabkan overfishing. Oleh karena itu diperlukan informasi biologi sebagai dasar pengelolaan agar populasinya berkelanjutan antara lain berupa karakter morfologi dan truss morphometrics pada ikan selar bengol jantan dan betina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan karakter morfologi dan truss morphometrics yang dapat digunakan untuk membedakan antara ikan selar bengol jantan dan betina di PPI Tanjungsari Pemalang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Sampel ikan selar bengol diperoleh dari PPI Tanjung Sari Pemalang, Jawa-Tengah sebanyak 60 ekor yang dilakukan dengan dua kali ulangan. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu karakter morfologi dan truss morphometris. Parameter yang diukur yaitu rasio antara jarak truss dengan panjang standar. Karakter morfologi yang diamati yaitu bentuk tubuh, bentuk dan posisi mulut, bentuk sirip caudal, tipe sisik, dan tipe gigi. Karakter truss morphometrics yang diukur yaitu jarak truss yang sudah ditentukan sebanyak 14 titik. Data hasil penentuan karakter morfologi dianalisis secara deskriptif, sedangkan karakter truss morphometrics dilakukan analisis statistik dengan uji “t” program SPSS Versi 16.0 pada ikan selar bengol jantan dan betina. Hasil Pengamatan karakter morfologi ikan selar bengol menunjukkan bahwa ikan selar bengol memiliki bentuk tubuh yang memanjang pipih atau fusiform, posisi mulut terminal dengan mulut dapat disembulkan, sirip caudal bercagak, tipe sisik cycloid, dan bentuk gigi villiform. Karakter morfologi tidak dapat digunakan untuk membedakan ikan selar jantan dan betina sedangkan karakter truss morphometrics dapat digunakan untuk membedakan ikan selar bengol jantan dan betina. Karakter truss morphometrics yang dapat digunakan untuk membedakan ikan selar bengol jantan dan betina terletak pada bagian badan dan ekor. Ikan selar bengol betina memiliki badan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ikan selar bengol jantan, sedangkan ikan selar bengol jantan memiliki ekor yang lebih tinggi dibandingkan ikan selar bengol betina. | Selar bengol fish (Selar boops) is a member of the Familia Carangidae. Bengol selar is a fishery commodity that has important economic value because it has high nutritional value and is widely used by the community as pindang fish, grilled fish and salted fish. Selar bengol fish do not have sexual dimorphism, for that characterization is needed to distinguish male and female fish. Today the effort of catching and using bengol selar is growing because it is driven by human needs for increasing animal protein. Catching persistent fish can cause overfishing. Therefore, biological information is needed as a basis for management so that the sustainable population includes morphological characters and truss morphometrics in male and female stems. This study aims to determine and obtain morphological characters and truss morphometrics that can be used to distinguish between male and female selar bengol fish in PPI Tanjungsari Pemalang. The method used in this research is survey method. Samples were taken by purposive sampling technique. Selar bengol fish samples were obtained from Tanjung Sari Pemalang PPI, Central Java as many as 60 heads which were carried out with two replications. The variables observed in this study are morphological characters and truss morphometrics. Parameters measured are the ratio between distance truss and standard length. Morphological characters observed were body shape, mouth shape and position, caudal fin shape, type of scales, and tooth type. The character truss morphometrics that is measured isdistance truss the specified of 14 points. Data from the determination of morphological characters were analyzed descriptively, while thecharacter was analyzed using truss morphometrics the SPSS Version 16.0 "t" test for male and female selar bengol fish. The results of observing the morphological character of selar bengol fish showed that selar bengol fish has a flat orbody shape fusiform, mouth can be projected with a mouth terminal, forcible caudal fins, cycloid scales, and villiform tooth shape. Morphological characters cannot be used to distinguish male and female selar bengol fish while the character truss morphometrics can be used to distinguish male and female stalked fish. The character truss morphometrics that can be used to distinguish male and female stalks is located on the body and tail. Selar bengol fish female has a higher body compared to male selar bengol fish, while male selar bengol fish has a higher tail than female stubby fish. | |
| 20117 | 23203 | F1C012047 | Pola Komunikasi Orang Tua dengan Anak Sekolah Dasar Pengguna Gadget Aktif dalam Menanamkan Etika pada Anak (Studi pada Murid SDN Gunung Simping 01 Cilacap) | Saat ini banyak anak-anak Sekolah Dasar yang telah membawa dan pandai mengoperasikan perangkat gadget. Dengan semakin banyaknya anak-anak yang menggunakan gadget, fenomena ini seolah sudah menjadi hal yang biasa dan bukan lagi menjadi suatu hal yang tabu. Adanya kemajuan teknologi yang tidak diseimbangi oleh adanya sikap kewaspadaan terutama dalam hal penggunaan dan pemanfaatannya menyebabkan banyaknya kasus-kasus penyalahgunaan teknologi melalui gadget dikalangan anak-anak. Semakin maraknya kasus-kasus yang melibatkan anak-anak akibat adanya pengaruh penggunaan gadget, maka penting untuk diingat bahwa dalam kehidupan sehari-hari perlu adanya peranan etika sebagai pedoman baik buruknya tingkah laku. Disini orang tua memiliki peranan penting dalam menanamkan etika kepada anak, salah satunya dengan menggunakan pola komunikasi yang efektif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan memiliki tujuan untuk mengetahui pola komunikasi yang dilakukan oleh orang tua kepada anak sekolah dasar pengguna gadget aktif dalam menanamkan etika anak. Teori yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian ini adalah teori kognitif sosial. Hasil penelitian menunjukan bahwa latar belakang orang tua memberika gadget kepada anak yaitu sebagai sebagai sarana dalam mempermudah mencari informasi yang berkaitan dengan pelajaran atau tugas dari sekolah, dan sebagai sarana hiburan. Dari tiga informan utama yang terlibat dalam penelitian ini, 2 bersikap permissive (membebaskan anak), dan 1 orang bersikap authoritative (cenderung terhindar dari kegelisahan dan kekacauan). Dalam menanamkan etika, para orang tua lebih menyukai menanamkan etika sejak dini dan bersifat secara langsung. | Currently many elementary school kids who have been carrying and good at operating a device gadgets. With the growing number of children who use the gadget, this phenomenon seems to have become a usual thing and no longer be a taboo. The presence technological advances that are unbalanced by the presence of an attitude of vigilance, especially in terms of use and its utilization causes a large number of cases of misuse of technology through gadgets among children. Increasingly rampant cases involving children due to the influence of the use of gadgets, then it is important to remember that in everyday life is need the role of ethics as the guidelines of good and bad behavior. Here, parents have an important role in instilling an ethic to children, one of them by using a pattern of effective communication. This research used descriptive qualitative research methods, with a purpose to find out the pattern of the communication made by the elderly to elementary school children gadget users active in instilling an ethic of the child. The theory is used as a reference in the study of social cognitive theory. Research results show that the background of the parents supply a gadget to a child that is as deep as a means of easing the search for information related to the lesson or assignment from school, and for entertainment. Of the three main informants involved in this study, 2 being permissive (free to the child), and 1 person being authoritative (tend to avoid anxiety and chaos ). In instilling ethics, parents preferred to instill an ethic since the early and directly. | |
| 20118 | 23204 | B1J013081 | FERMENTASI XILOSA DARI TANDAN KOSONG SAWIT MENGGUNAKAN Scheffersomyces stipitis DAN Debaryomyces hansenii UNTUK PRODUKSI XILITOL | Tandan kosong sawit (TKS) memiliki komponen terdiri dari lignin, selulosa, dan hemiselulosa. Xilosa merupakan komponen polimer dari hemiselulosa yang didapatkan dari proses perlakuan awal (pretreatment) asam. Perlakuan awal asam dapat menghasilkan senyawa inhibitor, sehingga perlu dilakukan detoksifikasi hidrolisat dengan penguapan. Xilosa akan digunakan sebagai substrat fermentasi untuk menghasilkan xilitol. Mikroorganisme yang digunakan untuk fermentasi adalah Sceffersomyces stipitis yang lebih menyukai kondisi anaerobdan Debaryomyces hansenii yang hidup pada kondisi aerob. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat penguapan filtrat TKS yang mampu menghasilkan xilitol tertinggi, mengetahui agitasi yang menghasilkan xilitol tertinggi, dan mengetahui interaksi tingkat penguapan filtrat TKS, dan agitasi yang menghasilkan produksi xilitol tertinggi. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis ragam (ANOVA), kemudian dilakukan uji lanjut beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan pengaruh antara tingkat penguapan filtrat TKS dan agitasi terhadap produksi xilitol yaitu tidak signifikan. Konsentrasi xilitol tertinggi sebesar 8,7 g.L-1 dari media kontrol, 150 rpm, menggunakan D. hansenii. Media yang mengandung filtrat TKS 50% menghasilkan konsentrasi xilitol sebesar 5 g.L-1 dan media filtrat TKS 70% menghasilkan konsentrasi xilitol sebesar 4,6 g.L-1 dengan agitasi 200 rpm menggunakan D. hansenii. | Empty fruit bunches (EFB) have components consisting of lignin, cellulose, and hemicellulose. Xylose is a polymer component of hemicellulose derived from the acid pretreatment process. Pretreatment of the acid can produce the inhibitor compound, so it is necessary to detoxify the hydrolyzate by evaporation. The xylose will be used as a fermentation substrate to produce xylitol. The microorganisms used for fermentation are Sceffersomyces stipitis which prefers anaerobic conditions and Debaryomyces hansenii living under aerobic conditions. The purpose of this research is to know the level of evaporation of EFB filtrate capable of producing the highest xylitol, to know the agitation that produces the highest xylitol, and to know the interaction of evaporation rate of EFB filtrate, and the agitation that produces the highest xylitol production. The research method used a complete randomized design of factorial pattern. Analytical method used is the analysis of variance (ANOVA), then tested continued the smallest real difference (BNT). The result of the research shows that the influence between evaporation rate of EFB filtrate and agitation on xylitol production is not significant. The highest concentration of xylitol was 8.7 g.L-1 of control media, 150 rpm, using D. hansenii. The medium containing 50% EFB filtrate yielded xylitol concentration of 5 g.L-1 and the filtrate medium of EFB 70% yielded xylitol concentration of 4.6 g.L-1 with agitation of 200 rpm using D. hansenii. | |
| 20119 | 25699 | J1D015021 | STUDI PRAGMATIK TINDAK TUTUR EKSPRESIF DAN DIREKTIF DALAM CERAMAH GUS MUS 2 OKTOBER 2018 | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif dan direktif dalam ceramah Gus Mus 2 Oktober 2018. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penyediaan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan yaitu teknik catat. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik dasar pilah unsur penentu dan teknik lanjutan berupa hubung banding menyamakan dan hubung banding membedakan. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan 24 tuturan yang mengandung tindak tutur ekspresif yang berfungsi: mengucapkan terima kasih, memuji, meminta maaf, mengkritik, dan menyampaikan salam. Terdapat 28 tuturan yang mengandung tindak tutur direktif yaitu tuturan permintaan dengan fungsi memohon, berdoa, menekan, dan mengajak, tuturan pertanyaan dengan fungsi bertanya dan menginterogasi, tuturan perintah dengan fungsi menyuruh dan mensyaratkan, tuturan larangan dengan fungsi melarang, tuturan pemberian izin dengan fungsi membolehkan, dan tuturan nasihat dengan fungsi menyarankan dan menasihati. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tindak tutur ekspresif dan direktif sering digunakan dalam ceramah Gus Mus 2 Oktober 2018. | This research aim to describe form and function studies act of expressive and directive speeches in the Gus Mus extracurricular 2 October 2018. The type of this research is descriptive qualitative. The data collection in this research is uses the observational method with basic tapping technique and advance technique is note taking. The research uses a pragmatic identify method with basic technique to divide the determinants and advanced technique in the form of compare and differential connect appeal technique. Based on the results of the analysis, found 24 act of expressive speeches, function such: thanking, praising, apologizing, criticizing, and greeting. There are 28 act of directive speeches, such: request speeches with asking, praying, suppressing, and inviting function, question speeches with asking a question and interrogating function, order speeches with ordering and requisiting function, prohibition speeches with forbidding function, permissive speeches with permitting function, and advice speeches with advising and recommending function. It therefore be conclude that the act of expressive and directive speeches that often appear in the Gus Mus extracurricular 2 October 2018. | |
| 20120 | 23205 | C1A013126 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL PRODUKSI USAHATANI SAWI ORGANIK DAN EFISIENSINYA DI KECAMATAN SUMBANG | ABSTRAK Judul penelitian ini adalah “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Produksi Usahatani Sawi Organik dan Efisiensinya di Kecamatan Sumbang”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan lahan, tenaga kerja, benih, dan pupuk, terhadap hasil produksi sawi organik, kemudian untuk menentukan variabel mana yang paling berpengaruh terhadap hasil produksi sawi organik, serta untuk mengukur efisiensi terhadap hasil produksi sawi organik di Kecamatan Sumbang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu pengumpulan data dari hasil kuisioner yang disebar kepetani sawi organik yang berada di Kecamatan Sumbang. Metode pengambilan sample yang digunakan yaitu simple random sampling sehingga sampel yang diperoleh sebanyak 48 orang. Alat analisis yang digunakan adalah model regresi Cobb-Douglas dan analisis Efisiensi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukan bahwa secara bersama-sama luas lahan, bibit, tenaga kerja dan pupuk berpengaruh terhadap hasil produksi sawi organik di Kecamatan Sumbang. Secara parsial variabel variabel lahan, bibit, tenaga kerja dan pupuk memiliki pengaruh positif. Tenaga kerja adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap hasil produksi sawi organik di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Petani sayuran organik di Kecamatan Sumbang mengalami increasing return scale (IRS) sebesar 1,182. Implikasi dari kesimpulan di atas yang pertama petani perlu memperhatikan variabel yang berpengaruh signifikan seperti luas lahan dan bibit dengan cara mengistirahatkan lahan dan memberikan pupuk organik untuk memperbaiki struktur dan tingkat kesuburan tanah. Sedangkan bibit baiknya menggunakan bibit unggul dan bersertifikasi. Petani mempunyai kendala terutama dalam hal biaya produksi untuk itu diperlukan dukungan serta bantuan dari pemerintah Kabupaten Banyumas. Dengan adanya bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban petani sehingga petani mampu meningkatkan keuntungannya. Untuk tingkat efisiensi usahatani kentang petani perlu mengoptimalkan luas lahan, bibit, pupuk dan tenaga kerja yang digunakan. | ABSTRACT The title of this study is "Factors Affecting the Production Results of Organic Cultivation Farming and Efficiency in Sumbang District". This study aims to analyze the use of land, labor, seeds and fertilizers, of organic mustard yields, and then to determine which variables affect the yield of organic sawi, and to measure the efficiency of organic sawi production in Sumbang District . This type of research is quantitative descriptive and data used are data from the results of questionnaires distributed by organic mustard farmers in Sumbang District. The sampling method which is a simple random sample is a sample of 48 people. The analytical tool used is the Cobb-Douglas regression model and the analysis efficiency. Based on the results of research and data analysis, it shows together the area of land, seeds, labor and fertilizer on organic mustard production in Sumbang District. General variable variables namely land, seeds, labor and fertilizer have positive access. Labor is the most influential variable on production in Sumbang District, Banyumas Regency. Organic vegetable farmers in Sumbang District experienced an increase return scale (IRS) of 1,182. The first implication of the conclusions is that farmers need to pay attention to variables that have a significant influence, such as broad and broad, by resting the land and providing organic fertilizer to improve the structure and level of soil fertility. While seeds use superior and certified seeds. Farmers have a need in terms of production costs for things that are needed. Assistance from the Banyumas Regency government. With this assistance, it is expected to help farmers who are able to increase their profits. For a complete level of potato farming needs to be carried out broad, seed, fertilizer and labor. |