Artikelilmiahs

Menampilkan 20.081-20.100 dari 50.086 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2008123168B1J014073Karakteristik Anatomi Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) Berdasarakan Perbedaan Ketinggian TempatNangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) merupakan tanaman hortikultura yang mendapat prioritas untuk dikembangkan dalam program pengembangan Jenis Pohon Serba Guna (JPSG) dan banyak dimanfaatkan di negara tropis, karena mengandung vitamin, mineral dan sebagai sumber kalori. Nangka termasuk salah satu tanaman buah-buahan yang memiliki banyak variasi morfologi. Tanaman ini memiliki kemampuan hidup dalam rentang ketinggian yang berbeda-berbeda, dari wilayah tepi pantai hingga daerah dataran tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik anatomi nangka dan untuk mengetahui perbedaan anatomi nangka berdasarkan perbedaan ketinggian tempat.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dengan pola purposive random sampling. Pembuatan preparat anatomi batang menggunakan metode non-embedding. Pembuatan preparat anatomi daun menggunakan metode parafin dan preparat segar. Parameter yang diamati adalah diameter batang dan xilem, tebal kutikula daun, epidermis, dan mesofil, ukuran stomata (panjang dan lebar), kerapatan stomata dan trikomata. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan uji ANOVA dengan tingkat kepercayaan 90%, dengan uji lanjut DMRT/ Duncan. Hasil menunjukkan ketinggian dari suatu tempat akan berpengaruh terhadap karakter anatomi nangka sebagai bentuk adaptasi. Terdapat perbedaan ukuran diameter xylem, tebal mesofil dan kerapatan trikomata nangka pada ketinggian 1000 mdpl, tebal kutikula, epidermis, rasio palisade pada ketinggian 10 mdpl, dan kerapatan stomata pada ketinggian 500 mdpl.
Jackfruit (Artocarpus heterophyllus Lamk.), one of the horticultural plants which has priority to be developed in the development program of Multipurpose Tree Type (JPSG) and is widely used in tropical countries, because it contains vitamins, minerals and as a source of calories. Jackfruit has many morphological variations. This plant has the ability to live in different altitude ranges, from coastal areas to upland areas. This study aims to determine the anatomical characteristics of jackfruit based on differences in place height and to determine differences in jackfruit anatomy based on differences in place height.
This study used survey method, with a purposive random sampling pattern. Rod anatomy preparations using non-embedding method. Leaf anatomy preparations using paraffin method and fresh preparations. Parameters observed in the stem were stem diameter and xilem while leaf preparations were cuticular thicknes, epidermis, and mesophyll, stomatal size (length and width), number of stomata and trichomata. Data were analyzed quantitatively using ANOVA test with a confidence level of 90%, with further DMRT / Duncan tests. The results show altitude will affect the anatomical character of jackfruit as a form of adaptation. There are differences in diameter xylem size, mesophyll thickness and trichomata density of jackfruit at an altitude of 1000 masl, thick cuticle, epidermis, palisade ratio at an altitude of 10 masl, and stomata density at an altitude of 500 masl.
2008223169G1D013054PENGARUH BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG PENCEGAHAN PNEUMONIA PADA ANAK USIA BALITA DI PUSKESMAS II SUMPIUH KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang: Masa balita merupakan kelompok umur yang rawan rawan terhadap penyakit. Salah satu penyebab terbesar kematian pada anak usia balita di dunia adalah pneumonia. Pemberian booklet tentang pneumonia memiliki manfaat dalam pencegahan dan keparahan imflamasi parenkim, karena dengan pemberian booklet akan meningkatkan pengetahuan orang tua tentang pencegahan dan perawatan anak dengan pneumonia.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh booklet terhadap tingkat pengetahuan orang tua tentang pencegahan pneumonia pada anak usia balita di Puskesmas Sumpiuh II Kabupaten Banyumas.
Desain Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode praeksperiment one group pre post test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 19 responden. Analisis data menggunakan uji wilcoxon.
Hasil: Tingkat pengetahuan sebelum pemberian booklet yang paling dominan adalah pengetahuan yang kurang dengan nilai median 3 dan min-max (1-3), sedangkan pengetahuan setelah pemberian booklet yang paling dominan yaitu tingkat pengetahuan baik dengan nilai median 1 dan min-max (1-3). Hasil analisis dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan p value 0,000 (p< 0,05).
Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian booklet terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang pencegahan pneumonia pada balita.
Background: Toddler is a vulnerable age group to disease. One of the biggest causes of death in children under five in the world is pneumonia. The provision of booklets on pneumonia has benefits in the prevention and severity of parenchyma inflamation, because with the provision of booklets will increase the knowledge of parents about the prevention and care of children with pneumonia.
Methods: This research uses pre experiment with one group pre post test method. Sampling technique using purposive sampling with 19 respondents. The pre and post data was analyzed using wilcoxon test.
Results: The pneumonia prevention knowledge before giving booklet was less knowledge with median values 3 and min-max (1-3), while knowledge parents after giving booklet the most dominant was good knowledge with median value 1 and min-max (1-3 ). Data were analyzed using Wilcoxon show p value 0,000 (p<0,05).
Conclusion: There was a significant effect of the knowledge booklet to the parents knowledge about prevention of pneumonia in toddler.
2008322361C1J012025THE EFFECTS OF THE IMPORTED SOYBEAN VOLUME,
WORLD SOYBEAN PRICES, EXCHANGE RATE, AND DOMESTIC SOYBEAN PRODUCTION ON LOCAL SOYBEAN PRICES
IN INDONESIA
Penelitian ini merupakan penelitian tentang salah satu produk unggulan pertanian di Indonesia yaitu kedelai, yang memiliki peran cukup penting bagi pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Penelitian ini mengambil Judul : “Pengaruh Volume Impor Kedelai, Harga Kedelai Dunia, Nilai Tukar, dan Produksi Kedelai Dalam Negeri Terhadap Harga Kedelai Lokal di Indonesia.”
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel bebas (volume impor kedelai, harga kedelai dunia, nilai tukar, dan produksi kedelai dalam negeri) terhadap variabel terikat (harga kedelai lokal di Indonesia), serta untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap harga kedelai lokal di Indonesia. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Linear Berganda dengan menggunakan Eviews 9. Jenis data time series yang mengambil kurun waktu selama 10 tahun dari tahun 2005-2015. Sumber data diperoleh dari website resmi seperti Badan Pusat Statistik, Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia, FAO, Kementerian Pertanian, World Bank, serta dari jurnal-jurnal penelitian dan internet.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan menggunakan eviews 9 menunjukkan bahwa : (1) volume impor kedelai berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap harga kedelai lokal di Indonesia. (2) Harga kedelai dunia berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga kedelai di Indonesia. (3) Nilai tukar berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap harga kedelai lokal di Indonesia. (4) Produksi kedelai dalam negeri berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga kedelai lokal di Indonesia. Dari keempat variabel bebas terdapat dua yang berpengaruh signifikan yaitu harga kedelai dunia dan produksi kedelai dalam negeri dan dua variabel yang berpengaruh tidak signifikan yaitu nilai tukar dan volume impor kedelai.
Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu untuk mengurangi ketergantungan terhadap harga kedelai dunia, Indonesia harus mampu untuk meningkatkan produktifitas kedelai dalam negeri dengan meningkatkan kualitas para petaninya dan pemamfaatan lahan pertanian lebih baik lagi sehingga Indonesia tidak perlu lagi untuk impor kedelai dalam memenuhi kebutuhan pangan kedelai. Sedangkan untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri perlu adanya teknologi yang modern demi mencapai kedelai yang berkualitas dan untuk meningkatkan jumlah produksi kedelai dalam negeri lebih banyak lagi dan untuk masyarakat tidak hanya berperan sebagai komsumen saja namun harus ikut berkontribusi dalam menjaga lingkungan lahan pertanian kedelai agar tidak tercemari. Pemerintah dan masyarakat harus bisa bekerjasama dalam hal ini.
This research is a research about one of agriculture's superior product in Indonesia that is soybean, which has important role to fulfill the food needs of Indonesian society. This research takes Title: "The Effects of The Imported Soybean Volume, World Soybean Price, Exchange Rate, and Domestic Soybean Production on Local Soybean Price in Indonesia."
The purpose of this study was to determine the effect of independent variables (the import volume of soybean, soybean prices world, exchange rate, and soybean production in the country) on the dependent variable (the price of local soybean in Indonesia), as well as to determine which variables are most influential on the price of local soybean in Indonesia. Data analysis used is Multiple Linear Regression Analysis by using Eviews 9. Type of time series data which take period during 10 year from year 2005-2015. Sources of data were obtained from official websites such as Central Bureau of Statistics, Ministry of Trade, Bank Indonesia, FAO, Ministry of Agriculture, World Bank, as well as from research journals and internet.
Based on the results of research and data analysis conducted using eviews 9 shows that: (1) soybean import volume has positive and insignificant effect on local soybean price in Indonesia. (2) The price of soybeans has a positive and significant impact on soybean prices in Indonesia. (3) The exchange rate has a positive and insignificant effect on local soybean prices in Indonesia. (4) Domestic soybean production has a positive and significant effect on local soybean price in Indonesia. Of the four independent variables, there are two significant effect that is the world soybean price and domestic soybean production and two variables that have insignificant effect that is the exchange rate and volume of soybean import.
The implications of the above conclusions, namely to reduce dependence on world soybean prices, Indonesia should be able to increase the productivity of the domestic soybean farmers by improving quality and better utilization of agricultural land again so Indonesia no longer need to import soybeans in soy food needs. Meanwhile, to improve domestic soybean production need for modern technology in order to achieve soybean quality and to increase the amount of domestic soybean production more and for people not only act as the consumer alone but should contribute in keeping the environment farmland soybeans in order not contaminated. Governments and communities should be able to cooperate in this regard.
2008423166B1J013134KEKERABATAN ISOLAT ACTINOMYCETES PENGHASIL SENYAWA ANTIMIKROBA PADA RIZHOSFER MANGROVE BERDASARKAN SEKUEN GEN 16S rRNAActinomycetes adalah bakteri Gram positif berfilamen dan bersporulasi yang ditandai dengan kandungan G + C tinggi dalam DNA, mampu menghasilkan senyawa antimikroba khususnya dari genus Streptomyces. Keberadaan actinomycetes pada rhizosfer mangrove, habitat yang unik, menarik untuk dipelajari. Penelitian terakhir menjelaskan bahwa telah diisolasi Streptomyces yang memiliki kemapuan antimikroba dari daerah Segara Anakan, Cilacap. Hubungan kekerabatan antar actinomycetes dapat diketahui menggunakan data molekuler berupa urutan nukleotida, sehingga dapat melakukan rekonstruksi filogenetik. Identifikasi molekuler merupakan salah satu langkah dalam menemukan atau mengenali suatu spesies, salah satu penanda yang paling banyak digunakan pada organisme prokariotik adalah gen 16S rRNA. Tujuan penelitian adalah melakukan identifikasi molekuler isolat actinomycetes asal rhizosfer mangrove Segera Anakan, Cilacap berdasarkan urutan sekuen 16S rRNA dan mengetahui hubungan kekerabatan diatara mereka. Langkah-langkah penelitian termasuk isolasi DNA, amplifikasi DNA dan sekuensing DNA. Urutan yang diamati kemudian dianalisis menggunakan program BLAST GenBank dilanjutkan untuk analisis filogenetik dengan metode MEGA versi 7 Tetangga bergabung dengan bootstrap 1.000 replikasi.
Hasilnya menunjukkan bahwa DNA dari lima isolat actinomycetes (Streptomyces sp. E401, E403, SA14.1, AC8, dan E404.) berhasil diisolasi. Tiga sampel menunjukkan nilai similaritas yang rendah, oleh karena itu tidak melanjutkan pada analisis filogenetik. Analisis dua sampel Streptomyces menunjukkan bahwa Streptomyces sp. E403 diasumsikan memiliki hubungan kekerabatan dengan Streptomyces sp. 7CM7 (Acc.number JX051256.1) dengan nilai similaritas 87%, sedangkan Streptomyces sp. AC8 memiliki hubungan kekerabatan dengan Streptomyces sp. FXJ8.102 (Acc.number KM507717.1) dengan nilai similaritas 98%.
Actinomycetes are filamentous and sporulating Gram-positive bacteria characterized by high G + C content in their DNA, capable of producing antimicrobial compounds especially from the genus Streptomyces. The existence of actinomycetes in the mangrove rhizosphere, a unique habitat, is interesting to be studied. Recent research explains that Streptomyces has been isolated which has antimicrobial ability from Segara Anakan mangrove rhizosphere, Cilacap. The relationship between actinomycetes can be known using molecular data through nucleotide sequences for phylogenetic reconstruction. Molecular identification is one step in recognizing a species, using the 16S rRNA gene, one of the most widely used markers in prokaryotic organisms. The objective was to identify molecularly the actinomycetes isolated from mangrove rhizosphere in Segara Anakan, Cilacap based on 16S rRNA sequence and to determine their genetic relationship. The steps of research included DNA isolation, DNA amplification and DNA sequencing. The observed sequences then were analyzed using GenBank BLAST program continued for phylogenetic analysis with MEGA version 7 method Neighbor-joining with bootstrap 1.000 replicates.
The result showed that the DNA of five actinomycetes isolates (Streptomyces sp. E401, E403, SA14.1, AC8, and E404) were successfully isolated. Three samples showed a low similarity value, therefore did not proceed on phylogenetic analysis. The analysis of two Streptomyces samples showed that Streptomyces sp. E403 was assumed to have a genetic relationship to Streptomyces sp. 7CM7 (Acc.number JX051256.1) with 87% similarity value. While Streptomyces sp. AC8 has a genetic relationship to Streptomyces sp. FXJ8.102 (Acc.number KM507717.1) with a similarity value of 98%.
2008523170G1B014024PERBEDAAN PERSEPSI KEKERASAN SEKSUAL PADA REMAJA DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN DAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang : Remaja merupakan peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Salah satu masalah remaja adalah kekerasan seksual yang merupakan pemaksaan oleh seseorang akibat dorongan seksual. Ancaman kekerasan seksual remaja perkotaan lebih tinggi karena teknologi maju membuat persepsi remaja menjadi negatif. Jumlah kekerasan seksual Kabupaten Banyumas tahun 2017 adalah 109 kasus dan banyak terjadi di Kecamatan Purwokerto Selatan (kota) dan Kembaran (desa). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan persepsi kekerasan seksual pada remaja di Kecamatan Purwokerto Selatan dan Kembaran Kabupaten Banyumas.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi Kecamatan Purwokerto Selatan sebanyak 5931 remaja dan Kecamatan Kembaran sebanyak 3523 remaja. Sampel diambil menggunakan multistage random sampling sebanyak 172 responden. Pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data meliputi univariat, bivariat dengan menggunakan Mann-Whitney dan multivariat engan menggunakan regresi logistik.
Hasil : Analisis bivariat menyatakan ada perbedaan persepsi kekerasan seksual (p=0,048), namun pada analisis multivariat tidak ditemukan perbedaan persepsi kekerasan seksual di Kecamatan Purwokerto Selatan dan Kembaran (p=0,865).
Kesimpulan : Tidak ada perbedaan persepsi kekerasan seksual pada remaja di Kecamatan Purwokerto Selatan dan Kembaran setelah dikendalikan usia dan sikap. Remaja harus mencari informasi lebih banyak mengenai kekerasan seksual agar dapat melindungi diri dari kejahatan seksual.
Kata Kunci : Persepsi, Kekerasan Seksual, Kota, Desa
Background: Adolescent is transition from childhood to adulthood. The most problem of adolescent is sexual violence which is coercion by someone due to sexual impulse. The threat of urban adolescent sexual violence is higher because advanced technology makes adolescent perceptions negative. Sexual violence in Banyumas Regency in 2017 was 109 cases. The most cases of sexual violence in Banyumas occurred in South Purwokerto (urban) and Kembaran (rural). Purpose: To determine perceptions differences of sexual violence in adolescents in South Purwokerto and Kembaran of Banyumas Regency. Methods: This study uses a cross sectional approach. The population of South Purwokerto is 5931 and Kembaran is 3523. Samples were taken using multistage random sampling as many as 173 respondents. Data collection using questionnaires. Bivariate analysis using Mann-Whitney and multivariate using logistic regression. Results: Bivariate result there was no perception difference of sexual violence (p=0,048) in adolescents in South Purwokerto and Kembaran. Multivariate analysis there was no different perceptions of sexual violence in adolescent in South Purwokerto and Kembaran (p=0,865). Conclusion: There is no perception difference of sexual violence in adolescent in South Purwokerto and Kembaran after being controlled by age and attitude. Sugestion: Adolescent must seek more information about sexual violence in order to protect themselves from sexual crimes. Keywords: Perception, Sexual Violence, Urban, Rural
2008623171H1K013031Pemanfaatan Rumput Laut Gracilaria verrucosa, Gracilaria gigas, dan Gracilaria debilis sebagai Bahan Baku BioplastikIndustri makanan dituntut untuk menjaga keamanan makanan baik melalui proses pembuatan maupun pengemasan. Pengemasan makanan banyak menggunakan plastik sintetis yang berdampak buruk terhadap kesehatan dan lingkungan sehingga perlu dicari alternatif bahan yang ramah lingkungan yaitu bioplastik. Bioplastik dapat dibuat dari bahan baku yang mengandung polisakarida seperti agar. Agar banyak dihasilkan dari proses ekstraksi rumput laut genus Gracilaria. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas produk bioplastik berbahan baku dari genus Gracilaria antara lain Gracilaria verrucosa, Gracilaria gigas dan Gracilaria debilis. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan pengulangan sebanyak 3 kali. Tahapan penelitian ini meliputi persiapan, ekstraksi agar, pembuatan bioplastik, pengujian karakteristik bioplastik, perhitungan data dan analisis data. Parameter pengujian bioplastik terdiri dari kuat tarik, persen pemanjangan, biodegradabilitas, kelarutan dan laju transmisi uap air. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan One-Way ANOVA. Ketiga spesies rumput laut dari genus Gracilaria yang diuji potensial sebagai bahan baku bioplastik. Gracilaria verrucosa merupakan spesies yang paling potensial karena memiliki kuat tarik tertinggi (3.04 MPa) dan persen pemanjangan (14.68%), biodegradabilitas (18 hari), kelarutan (53.43%) serta laju transmisi uap air (0.1167g/m2/24 jam) terendah diantara 3 spesies rumput laut yang diuji.The food industry required to maintain food security through the process of making and packaging. Food packaging used a lot of synthetic plastics that has negative impact on health and environment, so it is necessary to look for alternatives for environmental friendly materials, like bioplastics. Bioplastics was made from raw materials containing polysaccharides such as agar. Agar produced from the extraction of Gracilaria seaweed. This research aims to determine the quality of bioplastic products made from genus Gracilaria, including Gracilaria verrucosa, Gracilaria gigas and Gracilaria debilis. The method was an experimental laboratory with Completely Randomized Design (CRD) and replicated 3 times. The stages of this research included preparation, agar extraction, bioplastic processing, testing the characteristics of bioplastics, data calculation and analysis. Bioplastic testing parameters consist of tensile strength, elongation, biodegradability, solubility and water vapor transmission rate. Data were analyzed descriptively and statistically using One-Way ANOVA. The three species of seaweed from the genus Gracilaria were tested as potential bioplastics. Gracilaria verrucosa is the most potential species because it has the highest tensile strength (3.04 MPa), the lowest elongation (14.68%), biodegradability (18 days), solubility (53.43%) and water vapor transmission rate (0.1167 g/m2/24 jam) among 3 seaweed species tested.
2008723173B1J014019KERAGAMAN SERANGGA PENYERBUK PADA TUMBUHAN BERBUNGA DI BAWAH TEGAKAN HUTAN RAKYAT DI LERENG SELATAN GUNUNG SLAMETPenelitian keragaman serangga penyerbuk pada tumbuhan berbunga di bawah tegakan hutan rakyat, dilakukan di kawasan hutan rakyat di Desa Ketenger, Baturraden, lereng selatan Gunung Slamet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman serangga penyerbuk dan hubungannya dengan tumbuhan berbunga di bawah tegakan hutan rakyat di Desa Ketenger, Baturraden. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan teknik transek berjalan. Variabel penelitian ini yaitu keragaman serangga penyerbuk. Parameter yang diamati yaitu jumlah spesies serangga penyerbuk, jumlah individu tiap spesies serangga penyerbuk, jumlah spesies tumbuhan berbunga, dan jumlah individu tiap spesies tumbuhan berbunga. Keragaman serangga penyerbuk dianalisis menggunakan indeks keragaman Shannon-Wiener (H) dan indeks kemerataan Shannon (E). Hubungan antara keragaman serangga penyerbuk dengan tumbuhan berbunga dihitung menggunakan korelasi Pearson. Hasil penelitian didapatkan keragaman serangga penyerbuk di bawah tegakan hutan rakyat di Desa Ketenger tergolong rendah hingga sedang yang tersusun atas 9 spesies dari 8 familia dan 3 ordo. Keberadaan serangga penyerbuk di lokasi penelitian didominasi oleh Amegilla cingulata, Ancistrocerus sp., dan Eurema sp. Keragaman serangga penyerbuk tidak menunjukkan adanya korelasi dengan keragaman tumbuhan berbunga di bawah tegakan hutan rakyat. Research of insect pollinators diversity on flowering plants under community forest stands was conducted in Ketenger Village, Baturraden, southern slopes of Mount Slamet. The purpose of this research was to observe the diversity of insect pollinators and their relationship with flowering plants under community forest stands in Ketenger village, Baturraden. The research was conducted by survey method with transect walks. Parameters measured were the abundance and the species richness of insect pollinators as well as the number and species of flowering plants visited by insects pollinators. Insect diversity was calculated using Shannon´s index (H’) and Shannon Eveness (E). The relationship between diversity of insect pollinators and flowering plants was calculated using Pearson's correlation. The results showed that diversity of insect pollinators under community forest stands in Ketenger Village was low to moderate, composed of 9 species from 8 families and 3 orders. The presence of insect pollinators at the study sites was dominated by Amegilla cingulata, Ancistrocerus sp., and Eurema sp. The diversity of insect pollinators did not show any correlation with the diversity of flowering plants.
2008822713H1K013014POTENSI RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii, Kappaphycus striatum dan Eucheuma denticulatum SEBAGAI BAHAN BAKU EDIBLE FILM Meningkatnya penggunaan plastik sintetis sebagai kemasan makanan berdampak pada meningkatnya limbah plastik yang dapat mencemari lingkungan. Penanganan hal tersebut dapat dilakukan dengan penggunaan pengemas makanan berupa plastik ramah lingkungan salah satunya edible film. Edible film dapat dibuat dari bahan yang mengandung hidrokoloid, yang salah satu sumber potensialnya adalah rumput laut khususnya rumput laut merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas rumput laut merah Kappaphycus alvarezii, Kappaphycus striatum dan Eucheuma denticulatum sebagai bahan baku edible film yang paling potensial melalui pengujian secara fisik dan organoleptik. Ekstraksi karaginan dan pembuatan edible film mengacu pada metode yang dilakukan oleh Handito yang telah dimodifikasi. Pengujian kualitas edible film dilakukan secara fisik meliputi kuat tarik, persen pemanjangan, biodegradabilitas dan laju transmisi uap air. Secara organoleptik meliputi kenampakan, aroma, rasa dan tekstur. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan One-Way ANOVA. Spesies rumput laut yang paling potensial digunakan sebagai edible film adalah Kappaphycus alvarezii karena secara fisik memiliki kuat tarik (18,41 Mpa) paling tinggi, serta persen pemanjangan (5,48%), biodegradabilitas (3 hari) dan laju transmisi uap air (0,0622 g/m2/hari) paling rendah. Uji organoleptik menunjukkan edible film yang dihasilkan dari Kappaphycus alvarezii memiliki kenampakan (7,73), aroma (6,23), rasa (6,93) dan tekstur (7,77) paling disukai. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa kuat kuat tarik dan laju transmisi uap air dari ketiga spesies rumput laut tidak berbeda nyata, sedangkan persen pemanjangan dan biodegradabilitas berbeda nyata.An increasing of synthetic plastic use as food packaging has an impact on increasing plastic waste that can pollute the environment. However, it can be solved by using eco-friendly plastic food packaging, edible film. The edible films can be made from hydrocolloid ingredient which one of the potential sources is seaweed, especially red seaweed. This study is aimed at determining the quality of red seaweed Kappaphycus alvarezii, Kappaphycus striatum and Eucheuma denticulatum as the most potential edible film raw material through physical and organoleptic testing. Carrageenan extraction and the making of edible films refer to the method carried out by Handito that has been modified. The quality testing of edible films is done physically including tensile strength, elongation, biodegradability and water vapor transmission rate. Organoleptically, it includes appearance, aroma, flavor and texture. Data were analyzed descriptively and statistically using One-Way ANOVA. The most potential seaweed species used as edible films are Kappaphycus alvarezii because it physically has the highest tensile strength (18,41 Mpa), as well elongation (5,48%), biodegradability (3 days) and water vapor transmission rate (0,0622 g/m2/day) are the lowest. The organoleptic tests show that edible film produced by Kappaphycus alvarezii has appearance (7,73), aroma (6,23), flavor (6,93) and texture (7,77) are the most preferred. The results of statistical analysis showed that the tensile strength and water vapor transmission rate of the three species of seaweed were not significantly different, while elongation and biodegradability were significantly different.
2008923174B1K014025The Diversity of Shark (Elasmobranchii, Superorder: Selachimorpha) Landed In The Lempasing Fishing Port, Bandar LampungIkan hiu merupakan kelompok ikan yang beragam dan berperan penting dalam ekologi laut yang termasuk dalam kelas Chondrichthyes dan merupakan ikan bertulang rawan. Sebagai predator utama, ikan hiu memiliki peran penting untuk melindungi keseimbangan pada ekosistem laut. Spesies ikan hiu yang sudah diketahui dan diidentifikasi sudah mencapai 502 spesies yang tergolong sebagai ikan hiu dan chimaeras diseluruh dunia, dan Indonesia memiliki 117 keragaman spesies hiu, seperti hiu paus, hiu martil dan hiu sirip putih. konservasi ikan hiu sangat diperlukan dan diterapkan di Indonesia dan seluruh dunia. Penelitian tentang keragaman hiu di Indonesia telah dilakukan di daerah Sumatra Barat tetapi data yang mendukung tentang keragaman hiu di Sumatra Timur masih kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies ikan hiu yang di daratkan di Pelabuhan Perikanan Lempasing, Bandar Lampung. Penelitian dilakukan selama bulan Maret dan data yang dikumpulkan terbatas hanya spesies ikan hiu, penelitian dilakukan selama 30 hari. Data yang diambil meliputi jumlah individual tiap spesies, ukuran yang di ukur menggunakan morfometri sederhana, berat, lokasi penangkapan, dan status konservasi dari setiap spesies yang mengacu pada IUCN RedList dan Fishbase. Data utama dianalisis secara deskriptif untuk tiap spesies. Tiap-tiap speies dikelompokkan berdasarkan karakter yang dimiliki yang digambarkan melalui dendogram setelah proses identifikasi dilakukan.Sharks are the diverse and ecologically important fish group in class Chondrichthyes which include all cartilaginous fish. As a top predator, shark had a main role to protect the balance in oceanic ecosystem. There are total 502 species of sharks and chimaeras that already known and identified in the world, while there are 117 sharks species diversity in Indoenesia, including whale shark, hammerhead shark, and white tip shark. Recently there is already research about shark diversity in West Sumatra, but there is still no comprehensive data about shark diversity in east of Sumartra island. This research objective to determine the species of shark landed in Lempasing Fishing Port, Bandar Lampung. The sampling conducted during March collecting the data exclusively only shark species for 30 days. The collected data are individual amount of each species, size and weight that measured using basic morphometry, catchment location, and conservation status of each species referring to IUCN Red List and Fish Base, the primary data analyzed descriptively for each species. The species dendogram made after the identification process.
2009025694H1E014041PENDUGAAN SEBARAN INTRUSI AIR LAUT DI KECAMATAN MARGADANA KOTA TEGAL MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS
Kecamatan Margadana adalah salah satu daerah yang terkena dampak intrusi air laut, peristiwa menyusupnya air laut ke dalam air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran intrusi air laut berdasarkan nilai resistivitas, nilai Daya Hantar Listrik (DHL) air tanah dan korelasi antarlintasan. Akuisisi data geolistrik tahanan jenis menggunakan konfigurasi Wenner. Intrusi air laut sudah terjadi di semua lokasi penelitian dengan nilai resistivitas lapisan lempung yang terkandung air sangat asin <2,0 Ωm dan air asin 2,0-4,5 Ωm pada kedalaman 1,25-28,00 pada lintasan 1, lintasan 2, dan lintasan 3, serta kedalaman 4,00-28,00 meter pada lintasan 4. Nilai DHL beberapa sampel air sumur di Kecamatan Margadana mengindikasikan berupa air tawar dan air agak payau dikarenakan intrusi air laut belum memasuki air tanah dangkal. Persebaran nilai DHL sendiri cukup merata kecuali di daerah lintasan 2 yang nilainya cukup tinggi dibanding yang lain. Sebaran intrusi air laut di Kecamatan Margadana sudah merata dari batas utara kecamatan hingga batas selatan yang ditunjukan dengan kesamaan nilai resistivitas tiap lintasan pada kedalaman yang hampir sama.Margadana district is one of the areas affected by seawater intrusion, the event of sea water seeping into groundwater. This study aims to analyze the distribution of seawater intrusion based on resistivity values, value of electrical conductivity (DHL) of groundwater and correlation of each line. Geoelectric resistivity data acquisition using Wenner configuration. Seawater intrusion has occurred in all research locations with the resistivity value of clay layers containing very saline water is <2 Ωm and saline water is 2-6 Ωm with depths 1,25-28,00 meters on line 1, line 2, and line 3 and depths 4,00-28,00 meters on line 4. The electrical conductivity value of some well waters samples in Margadana district indicates fresh water and slightly brackish water due seawater intrusion not yet entering shallow groundwater. The distribution of the electrical conductivity value itself is quite even except in line 2 which is quite high compared to the others. The spread of sea water intrusion in Margadana district is evenly from the northern boundary of the district to the southern boundary, which is indicated by the similarity of the resistivity value of each line at almost the same depth.
2009123176G1B014092ANALISIS SPASIAL WILAYAH BERISIKO HIV-AIDS DAN LAYANAN PENYEDIA VOLUNTARY CONSELING AND TESTING (VCT) DI KOTA CIREBON TAHUN 2013-2017Latar Belakang : HIV-AIDS masih menjadi permasalahan kesehatan di
Indonesia. Jawa Barat khususnya Kota Cirebon memiliki kasus HIV-AIDS yang
tersebar di setiap wilayah kelurahan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan
analisis spasial persebaran kasus HIV-AIDS, wilayah berisiko dan layanan
penyedia VCT.

Metodologi : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh kasus HIV-AIDS Kota Cirebon tahun 2013-
2017 yang terdata di Dinas Kesehatan Kota Cirebon dengan sampel yaitu data
kasus HIV-AIDS 2013-2017 yang dipilih melalui teknik purposive sampling.
Adapun data selain kasus yang dianalisis adalah wilayah berisiko dan layanan
penyedia VCT. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur titik koordinat
menggunakan android. Analisis data yang dilakukan yaitu univariat dan spasial.

Hasil Penelitian : Hasil penelitian didapatkan sebaran kasus HIV terjadi di 7
kelurahan dengan kategori terkonsentrasi dan 15 kelurahan dengan kategori
rendah. Kasus AIDS terjadi di 12 kelurahan dengan kategori terkonsentrasi dan 10
kelurahan dengan kategori rendah. Layanan VCT yang tersedia sebanyak 27 titik
dan wilayah berisiko sebanyak 36 titik.

Kesimpulan : Wilayah berisiko HIV-AIDS tersebar secara berkelompok dibagian
utara Kota Cirebon dan Layanan VCT tersebar secara acak diseluruh wilayah
Kota Cirebon.
Background : HIV-AIDS is still a health problem in Indonesia. West Java
especially Cirebon City has HIV-AIDS cases which are distributed in every urban
village. This study aimed to describe the analysis of distribution of HIV-AIDS
cases, risk places and VCT service provider.

Methods : This study was a quantitative descriptive analysis. The population in
this study were all the HIV-AIDS cases in Cirebon City in 2013 – 2017 that
recorded in Cirebon Health Office. The sample of this study was the data of HIV-
AIDS cases in 2013 – 2017 using purposive sampling. Other than cases, the data
that analyzed were the risk places and the VCT service provider. Data was
collected by measuring the coordinates using GPS. Data was analyzed into
univariat and spatial.

Results: The result of this study shows that the HIV distribution occurs in 7 urban
villages with the concentrated category and 15 urban villages with the low
category. AIDS cases occurs in 12 urban villages with the concentrated category
and 10 urban villages the low category. VCT service provider is available in 27
points and the risk places is 36 points.

Conclusion : Risk places of HIV-AIDS was distributed in gorups in the north part
of Cirebon City and the VCT service provider was distributed randomly in
Cirebon.
2009223177A1C011085ANALISIS PERSEDIAAN NATA DE COCO
STUDI KASUS PADA UD FAMILY COCO DESA JATISARI
KECAMATAN KEDUNGREJA KABUPATEN CILACAP
Prospek agribisnis kelapa di Indonesia sangat baik karena ketersediaannya yang melimpah dan dapat dihasilkan berbagai macam produk. Salah satunya adalah nata de coco yang dihasilkan dari air kelapa melalui proses fermentasi. UD Family Coco adalah salah satu industri rumah tangga pengolahan air kelapa menjadi nata de coco. Bahan baku air kelapa diperoleh dari petani dengan sistim kemitraan. Produk nata de coco yang dihasilkan tidak dapat memenuhi permintaan dari perusahaan yang telah bekerja sama dengan UD Family Coco. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat persediaan produk nata de coco untuk mengantisipasi saat permintaan dari perusahaan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui jumlah persediaan nata de coco yang dimiliki UD Family Coco sesuai dengan kebutuhan, 2) Menganalisis tingkat persediaan pengaman atau safety stock nata de coco pada UD Family Coco, dan 3) Mengetahui biaya persediaan nata de coco UD Family Coco.
Penelitian dilaksanakan menggunakan metode studi kasus di UD Family Coco Desa Jatisari Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap berlangsung mulai tanggal 5 April 2018 sampai dengan 5 Mei 2018. Analisis data menggunakan model perhitungan Total Cost dan perhitungan persediaan pengaman.
Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk periode Januari sampai Desember 2017, 1) Jumlah persediaan nata de coco yang dimiliki UD Family Coco tidak sesuai dengan kebutuhan. Jumlah total nata de coco sebanyak 2.557.447 kilogram dengan rata-rata setiap bulannya 213.121 kilogram sedangkan permintaan setiap bulannya mencapai 220.000 kilogram nata de coco, 2) UD Family Coco memiliki tingkat persediaan pengaman atau safety stock nata de coco sebesar 4.582 kilogram, dan 3) Biaya persediaan nata de coco pada UD Family Coco sebesar Rp47.851.120,00
The prospect of agribusiness in Indonesia for coconut products is promising due to the huge availability of the coconuts which can be produced into various products. One of them is nata de coco which produced from the fermentation process of coconut water. UD Family Coco is one of home industry that produced nata de coco. At First, the coconut waters as the main materials are gained through partnership with local farmers. UD Family Coco also has become the supplier of Nata De Coco for several companies. Due to the inability of UD Family Coco to meet the demand of Nata de Coco for the company, a research to investigate the level of Nata de Coco supplies of UD Family Coco in order to anticipate the increasing demand of the company. The purpose of this research is 1). To know the number of nata de coco supplies produced by UD family coco to meet the company needs, 2 ) To analyze levels of supplies safety or safety stock of nata de coco in UD family coco, and 3 ) To know the cost of nata de coco supplies UD family coco.
Research is conducted using case study method in UD family coco which located in jatisari village Kedungreja District, Cilacap Regency from april 5th 2018 to May 5th 2018. Data analysis used is the model calculation of total cost and the calculation of safety stock.
The results of the study indicated that for the period of January until December of 2017 , 1) the number of Nata de Coco inventories was not able to meet the demand. The total of Nata de Coco Supplies is 2.557.447 kilograms and the average per month was calculated 213.121 kilograms while the demand per month was 220.000 kilograms, 2) UD Family coco has the level of safety stock about 4.582 kilograms , and 3) the cost inventories of UD Family Coco was Rp47.851.120,00.
2009325620F1B115008Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Satria Kabupaten Banyumas Dalam Meningkatkan Penyediaan Air BersihPerusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Satria Kabupaten Banyumas merupakan perusahaan milik daerah yang mempunyai tugas untuk memberikan pelayanan berupa air bersih kepada masyarakat khususnya pelanggan PDAM Tirta Satria Kabupaten Banyumas. Ketersediaan air baku tidak merata di semua wilayah Kabupaten Banyumas. Ada daerah dengan kecukupan air baik, tapi ada juga beberapa wilayah yang terdapat kecukupan air yang terbatas (musim kemarau). Ketersediaan air baku masih terbatas atau kurang untuk pelayanan PDAM terutama di 6 kecamatan, yaitu Tambak, Sumpiuh, Rawalo, Kebasen, Lumbir dan Gumelar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Satria Kabupaten Banyumas Dalam Meningkatkan Penyediaan Air Bersih. Jenis penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian berada di PDAM Tirta Satria Kabupaten Banyumas, sasaran penelitian ini adalah Kepala Bidang Pengawasan Internal (BPI), Kepala Sub Bidang Litbang Manajemen dan Teknik, Kepala Sub Bagian Logistik dan Aset, serta pelanggan PDAM Tirta Satria Kabupaten Banyumas. Temuan dalam penelitian ini bahwa dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih, PDAM belum sepenuhnya dapat melayani semua wilayah di Kabupaten Banyumas karena belum adanya sumber mata air di wilayah tersebut. Yang kedua, PDAM Tirta Satria Kabupaten Banyumas memiliki program MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) untuk masyarakat yang tidak mampu dan dibantu untuk biaya pemasangan PAM dan hanya perlu membayar ±Rp. 750.000. Selanjutnya, masih ada pelanggan yang mengeluhkan bahwa aliran air yang terkadang kecil pada saat pagi hari. Dari berbagai macam keluhan, menurut data tahun 2016-2017, aduan yang diberikan oleh pelanggan mengalami peningkatan yang tinggi. Tetapi PDAM sudah mampu menangani aduan tersebut dengan baik.Water Supply Company (PDAM) Tirta Satria Banyumas Regency is a regionally owned company that has the duty to provide services in the form of clean water to the community, especially customers of PDAM Tirta Satria, Banyumas Regency. The availability of raw water is not evenly distributed in all regions of Banyumas Regency. There are areas with good water supply, but there are also some areas where there is limited water supply (dry season). Availability of raw water is still limited or lacking for PDAM services, especially in 6 sub-districts, namely Tambak, Sumpiuh, Rawalo, Kebasen, Lumbir and Gumelar. This study aims to describe the performance of the Regional Water Supply Company (PDAM) Tirta Satria in Banyumas Regency in Improving the Supply of Clean Water. This type of research uses descriptive qualitative analysis methods. The location of the study was in PDAM Tirta Satria, Banyumas Regency, the target of this study was the Head of Internal Supervision (BPI), Head of the Research and Management Sub-Sector, Head of Logistics and Asset Subdivision, and customers of PDAM Tirta Satria, Banyumas Regency. The findings in this study that in meeting the community's need for clean water, the PDAM has not fully been able to service all areas in Banyumas Regency due to the absence of springs in the region. Secondly, PDAM Tirta Satria Kabupaten Banyumas has an MBR program (Low Income Community) for people who are unable and assisted for PAM installation costs and only need to pay ± Rp. 750,000. Furthermore, there are still customers who complain that the flow of water is sometimes small during the morning. Of the various types of complaints, according to data from 2016-2017, complaints made by customers experienced a high increase. But the PDAM has been able to handle the complaint well.
2009423011H1K013013PEMANFAATAN EKSTRAK MIKROALGA Nannochloropsis oculata SEBAGAI ANTI KOLESTEROL ALAMIMikroalga adalah tanaman mikroskopis yang diketahui memiliki banyak komponen yang berguna untuk kehidupan manusia seperti bahan kosmetik, medis, biofuel, nutrisi, bahan pakan budidaya, dan agrochemistry. Mikroalga Nannohcloropsis oculata diketahui memiliki kandungan fitosterol yang berfungsi untuk menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler khususnya menurunkan kadar kolesterol. Tujuan penelitian ini adalah megetahui pengaruh dari dosis terbaik terhadap kadar kolesterol dalam darah hewan uji, mengetahui hubungan antara kadar kolesterol dengan berat badan hewan uji, dan mengetahui persen penurunan kadar kolesterol hewan uji dan konsentrasi yang paling aktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan uji in vitro menggunakan spektrofotometer uv-vis menggunakan 7 variasi konsentrasi (75-350) dengan masing-masing dua kali pengulangan dan uji in vivo menggunakan hewan uji mencit dengan perlakuan 3 macam dosis (5; 7,5; dan 10 mg/ gr bb) dengan 2 kontrol. Pengambilan sampel diambil secara acak dengan menimbang berat badan hewan uji (BM1,BM2,BM3) dan pengambilan darah hewan uji (C1,C2,C3) di hari ke-8, ke-23, ke-31. Hasil penelitian yang diperoleh adalah tidak ada pengaruh nyata dosis terhadap kadar kolesterol darah hewan uji dengan penurunan rata-rata kolesterol total sebesar 36,08% pada dosis 10 mg/ 20 gr bb, terdapat hubungan korelasi yang lemah antara kadar kolesterol total hewan uji dengan berat badan hewan uji, dan ekstrak mikroalga Nannochloropsis oculata terbaik dengan nilai rata-rata sebesar 21,93% pada konsentrasi 350 ppm.Microalgae is a microscopic plants that known has lots of component for human being such as cosmetic ingredients, medical, biofuel, nutrient, cultivation feed, and agrochemistry. Nannochloropis oculata microalgae is known to has phytosterol that can be used to lower the risk of cardovasculer disease especially cholesterol. The purposes of this research are to ascertain the effects of best dose to cholesterol level on blood in animal tests, to ascertain the correlation between cholesterol level with the body weight of animal tests, and to ascertain the percentage of decreasing in cholesterol levels on animal tests and the most active concentrations. The methods of this research was Complete Random Design with in vitro test applied with spectrophotometer UV-VIS with 7 variation concentration (75-350) each concentration repeated 2 times and in vivo test was used mice as an animal test with treatmented with 3 different dose (5; 7,5; and 10 mg/ gr bw) with 2 controls. The samples were took with random sampling by scaled the body weight of animal test (BM1,BM2,BM3) and the blood samples were took from the animal test at day-8, day-23, and day-31.The result of this research were there is no real influence of dose on choleseterol total in blood level on animal tests under the average reduction cholesterol total 36,08% on 10 mg/ gr bw dose. There is a weak correlation between cholesterol total in blood level on animal test with animal test’s body weight, and the best Nannochloropsis oculata microalgae extract concentration with an average value on 21,93% at 350 ppm concentration.
2009523187F1C011031PROSES KOMUNIKASI PADA PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DALAM KESEHATAN BALITA DI DESA PLIKEN KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMASProses komunikasi menjadi kebutuhan yang penting dalam suatu komunikasi yang terjadi. Proses komunikasi antara kader anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dengan ibu balita mengenai permasalahan kesehatan balita menjadi peran penting. Kader anggota PKK tidak harus selalu menjadi pihak yang dominan yang berperan sebagai pemberi informasi, kader anggota PKK harusnya dapat memberikan interaksi yang kondusif agar terjadinya partisipasi aktif dari ibu balita. Proses komunikasi dalam PKK di Desa Pliken, tekadang kader anggota PKK selaku komunikator tidak dapat menyampaikan pesannya dengan efektif karena ibu balita tidak memahami informasi yang disampaikan oleh kader PKK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi pada Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga dalam kesehatan balita di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kulitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan untuk menganlisis data menggunakan analisis data model interaktif Mills and Huberman yang terdiri dari tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajiian data dan kesimpulan atau verifikasi. Proses komunikasi antara kader anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dengan ibu balita diketahui berdasarkan hasil penelitan bahwa berjalan dengan efektif dimana komunikator yaitu kader PKK dengan komunikator yaitu Ibu Balita dapat menerima informasi dengan baik dan terjadi timbal balik atau respon dari ibu balita. Dalam proses komunikasi terjadi hambatan-hambatan namun hal tersebut dapat diminimalisir dengan baik.Peneliti berharap, kader anggota PKK dengan ibu balita dalam kegiatan penyuluhan kesehatan balita dapat lebih aktif dalam menjalin komunikasi yang efektif selama kegiatan penyuluhan kesehatan balita.
Kata Kunci : Proses Komunikasi, PKK, Balita.
ABSTRACT

Jenderal Soedirman University
The Faculty of Social Science and Politics
Communication Science
LEVINA SAPUTRI WULANSARI
F1C011031
COMMUNICATION PROCESS ON PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) OF BABY HEALTH IN PLIKEN VILLAGE, KEMBARAN DISTRICT, BANYUMAS DISTRICT

The communication process becomes an important need in a communication that occurs. The communication process between the cadres of members of the PKK and mothers of baby regarding baby health issues became an important role. The cadre of PKK members does not always have to be the dominant party that acts as the informer, the cadre of PKK members should be able to provide a conducive interaction for the active participation of mothers of toddlers. The communication process in the PKK in Pliken Village, sometimes the cadre of PKK members as communicators were unable to deliver their messages effectively because mothers of toddlers did not understand the information conveyed by PKK cadres.
The purpose of this study is to find out how the communication process is at Empowerment of Family Welfare in the health of children under five in the Pliken Village, Kembaran District, Banyumas Regency. This study uses a descriptive qualitative approach. Data collection is done through observation, in-depth interviews, and documentation. The technique used to analyze data using Mills and Huberman interactive model data analysis which consists of data collection, data reduction, data presenting and conclusions or verification stages.
The communication process between members of the Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) and mothers of baby is known based on the results of research that runs effectively where communicators are PKK cadres with communics, namely mother of beby can receive information well and reciprocal responses from mother of baby. In the communication process there are obstacles but this can be minimized properly.
Researchers hope that cadres of PKK members with mothers of baby in baby health counseling activities can be more active in establishing effective communication during baby health counseling activities so that.

Keywords: Communication Process, PKK, baby.
2009623180H1K013039Studi Jenis Pakan Berdasarkan Analisis Isi Lambung Dan Ukuran Ikan Hiu (Alopias Spp.) Di Perairan Selatan Cilacap, Jawa TengahPenelitian morfologi dan jenis pakan hiu Alopias spp di Perairan Selatan Cilacap penting dilakukan karena terbatasnya informasi mengenai hal tersebut dan perlunya data aktual tentang status ikan hiu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui panjang total, bobot, jenis pakan, serta hubungan ukuran dengan jenis pakan ikan hiu Alopias spp. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random. Parameter yang di amati meliputi Panjang total, bobot serta analisis isi lambung dilakukan dengan menghitung frekuensi kejadian dan indeks preponderance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hiu yang tertangkap berukuran panjang 85,5 m dengan bobot 59,9 kg. Jenis pakan yang terdapat di dalam lambung terdiri dari ikan, krustasea dan jenis organisme lain yang tidak teridentifikasi karena telah hancur. Terdapat hubungan yang sangat kuat antara ukuran dengan jenis pakan krustasea, sedangkan dengan jenis pakan ikan hubungannya kurang kuat.Morphological studies and feed types of sharks Alopias spp. in the Southern waters of Cilacap is important to be done because of the limited information about it and the need for actual data on the status of the sharks. This study aimed to determine the total length, weight, type of feed, and the relationship between size and feed types of Alopias spp. The research used survey method and sampling was done by simple random method. The observed parameters such as total length, weight and analysis of gastric contents was done by calculating the frequency of occurrences and the preponderance index. The results showed that the average caught shark was 85.5 m long and weighed 59.9 kg. The types of feed contained in the stomach consist of fish, crustaceans and other types of organisms that were not identified because it has been destroyed. There is a very strong relationship between shark size and crustaceans feed, while the type of fish feed has less strong relationship.
2009723181C1A011115ANALISIS FAKTOR PRODUKSI BATIK KHAS PURWOREJO (STUDI KASUS: PENGRAJIN BATIik DI KECAMATAN BANYUURIP KABUPATEN PURWOREJO JAWA TENGAH)Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor Produksi Batik Khas Purworejo (Studi Kasus: Pengrajin Batik Di Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo Jawa Tengah)”. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh bahan baku, modal, dan tenaga kerja secara bersama-sama dan parsial terhadap jumlah produksi kerajinan batik khas Purworejo, serta menganalisis skala ekonomi dan efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi batik khas Purworejo di Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo Jawa Tengah.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan data primer. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bahan baku berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah produksi batik, tenaga kerja tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah produksi batik, modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah produksi batik dan usaha produksi batik di Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo Jawa Tengah menunjukkan skala ekonomi yang menurun atau decreasing return to scale, dan penggunaan faktor produksi bahan baku belum efisien, sedangkan penggunaan faktor produksi tenaga kerja dan modal tidak efisien.
Implikasi dalam penelitian ini adalah (1) bahan baku yang dibeli sebaiknya memiliki kualitas yang baik dengan tidak adanya kerusakan, agar tidak menghambat proses produksi, (2) tenaga kerja yang ahli dan terampil yang sebaiknya dipekerjakan agar dapat memberikan hasil yang maksimal, dibandingkan menggunakan tenaga kerja yang jumlahnya lebih banyak tetapi tidak memiliki keahlian atau keterampilan yang beresiko menghambat proses produksi, (3) modal sebaiknya dihitung kembali sebelum dipergunakan untuk membeli bahan baku atau mengeluarkan biaya untuk upah para pekerja, dan kurangi biaya yang tidak perlu dikeluarkan.
Kata kunci : Efisiensi Produksi, Produksi Batik, Skala Ekonomi
This research entitled “Production factor analysis on Batik from Purworejo (Case Study: Batik Craftsman in Banyuurip sub-district, Purworejo regency, Central Java). The purpose on this study is to analyze effects of raw material, capital and labour simultaneously and partially towards total product of batik handicraft from Purworejo, and to analyze economic scale and useable production factors efficiency of batik from Purworejo in Banyuurip sub-district, Purworejo regency Central Java.
The type of this research is quantitative research. This research was conducted in Banyuurip sub-district, Purworejo regency, Central Java. This research was using primary data. Analysis tools that use in this research is regression.
The results of this research shows that, raw material have positive effects and significant on total product of batik, capital have not positive effects and significant on total product of batik and batik production business in Banyuurip sub-district Purworejo regency Central Java shows that economic scale is decreasing or decreasing return to scale, and useable production factors of raw material have not efficient yet, however useable production factors of labour and capital are not efficient.
Implications of this research is (1) purchased raw material should have better quality without damage, so does not obstruct production process, (2) skilled labour should be hired so that give maximum results, compared using more labour but unskilled which is at risk of obstructing production process, (3) capital should be recalculated before it used to buy raw material or spend money on labour wages, and reducing cost that should not be spent on.

Keywords: Product efficiency, Batik Production, Economic of scale
2009823179H1K013047HUBUNGAN KELIMPAHAN ECHINODERMATA DAN PERSENTASE TUTUPAN KARANG DI PULAU BAWEAN, GRESIK, JAWA TIMUREkosistem terumbu karang sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup organisme bawah laut salah satunya dari filum echinodermata. Penelitian ini dilakukan di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi tutupan karang, kelimpahan ecohinodermata dan hubungan kelimpahan echinodermata dengan tutupan karang. Penelitian ini menggunakan metode LIT untuk data tutupan karang dan data kelimpahan echinodermata menggunakan metode Benthos Belt Transect. Hasil tutupan karang diidentifikasi sampai level Life form, kemudian untuk echinodermata diidentifikasi sampai level spesies. Kondisi tutupan karang di Pulau Bawean termasuk dalam kategori sedang yaitu sebesar 40,56 %. Kelimpahan echinodermata tertinggi berada di Stasiun II (0,062 indv/m2). Diketahui 5 spesies echinodermata (Linckia laevigata; Achanthaster planci; Diadema setosum; Echinometra mathaei; Ophiocoma erinaceus) memiliki hubungan sangat kuat (r = 0,864-0,997) dengan tutupan karang, spesies Holothuria atra memiliki hubungan yang cukup kuat (r = 0,381) dan Protoreaster nodosus memiliki hubungan yang sangat lemah (r = 0,116) dengan tutupan karang.Coral reef ecosystems are very beneficial for the survival of undersea organisms, one of them is the echinoderms. This research was conducted in Bawean Island, Gresik Regency, East Java. This study aimed to determine the condition of coral cover, abundance of ecohinoderms and the relationship between abundance of echinoderms with coral cover. This research used LIT method for coral cover data and echinoderm abundance data was collected using Benthos Belt Transect method. The results of coral cover were identified to the Lifeform level, then for echinoderms were identified to the species level. The results showed that the condition of coral cover in Bawean Island is in the moderate category, which is 40.56%. The highest abundance of echinoderms is in Station II (0.062 indv / m2). There were 5 species of echinoderm (Linckia laevigata; Achanthaster planci; Diadema setosum; Echinometra mathaei; Ophiocoma erinaceus) which had a very strong relationship (r = 0.864-0.997) with coral cover, Holothuria atra species had a strong relationship (r = 0.381) and Protoreaster nodosus has a very weak relationship (r = 0.116) with coral cover.
2009923182G1H014042Pengaruh Pendidikan Gizi Terhadap Pengetahuan Gizi Dan Perilaku Pemilihan Makanan Jajanan Pada Remaja (Studi pada Remaja Anggota Pramuka di Saka Bhayangkara dan Saka Wirakartika)Latar Belakang: Remaja termasuk kelompok yang rentan terhadap masalah gizi. Kurangnya pengetahuan gizi dan perilaku pemilihan makanan jajanan yang tidak sehat dapat mempengaruhi masalah gizi. Prevalensi remaja kurus usia 16-18 tahun sebesar 9,4% dan remaja gizi lebih sebesar 7,3%. Pendidikan gizi perlu dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan gizi dan perilaku pemilihan makanan jajanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan gizi terhadap pengetahuan gizi dan perilaku pemilihan makanan jajanan.
Metode: Rancangan penelitian adalah quasi eksperimental dengan Control group pretest posttest design. Pendidikan gizi dilakukan selama 4 kali dalam 4 minggu. Penelitian dilakukan di Kepolisian Resor Banyumas dan Komando Distrik Militer Banyumas. Jumlah sampel 26 orang untuk masing-masing kelompok. Uji statistik menggunakan McNemar.
Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah pendidikan gizi pada kelompok perlakuan, p=0,003(<α0,05). Ada perbedaan perilaku pemilihan makanan jajanan sebelum dan setelah pendidikan gizi pada kelompok perlakuan p=0,021(<α0,05).
Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan gizi terhadap peningkatan pengetahuan gizi dan perilaku pemilihan makanan jajanan pada remaja.
Background: Adolescents belong to a group that is susceptible with nutritional problems. Lack of nutrition knowledge and behavioral selection of unhealthy snacks can cause nutritional problems. There was 9,4% skinny teenagers which is 16-18 years old and 7.3% teenagers are overweight. Therefore nutrition education is used to improve the knowledge and behavior of adolescents. The purpose of this research was to determine the effect nutritional education of nutritional knowledge and behavioral selection of snacks.
Methods: This research used quasi experimental with Control group pretest posttest design, with 26 sampels for each groups. Nutrition education is given for 4 times in 4 weeks. This research was conducted at Banyumas Resort Police and Military District Commander Banyumas. Statistical using McNemar.
Result: The result of this research showed that, there was a difference of nutrition knowledge before and after given nutritional education on treatment group p=0,003(<α0,05). There was a difference of behavioral selection of snacks before and after given nutritional education on treatment group p=0,021(<α0,05).
Conclusion: There was an effect of nutrition education on increasing knowledge and behavior of adolescents in snack selection.
2010023183C1L011006THE ANALYSIS OF APPLICATION PSAK 45 ON WORSHIP PLACE: CASE STUDY ON MOSQUE WELFARE ORGANIZATION (DKM/TAKMIR) IN PURWOKERTOPSAK 45 merupakan pernyataan standar keuangan yang diperuntukan untuk mengatur pelaporan keuangan entitas nirlaba. Namun kenyataannya masih banyak ditemukan bahwasannya PSAK 45 belum diterapkan pada entitas nirlaba yang berorientasi pada kegiatan keagamaan. Penelitian ini melibatkan beberapa organisasi pensejahteraan masjid dan instansi pemerintah yang memiliki wewenang untuk membina manajemen masjid, yang bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman organisasi pensejahteraan masjid tentang PSAK 45 terhadap pembukuan masjid, mengeksplorasi faktor kendala dalam proses penerapan PSAK 45, haarapan adanya pedoman pelaporan keuangan untuk tempat peribadatan. Dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dan metode wawancara, hasil yang diperoleh dapat menjelaskan secara spesifik apa yang sebetulnya terjadi dalam hal penerapan PSAK 45 pada tempat peribadatan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PSAK 45 belum diterapkan oleh pihak organisasi pensejahteraan masjid pada masing-masing masjid. Terdapat beberapa faktor kendala yang mempengaruhi pihak organisasi pensejahteraan masjid untuk menerapkan PSAK 45 sebagai standar pelaporan keuangan masjid. Walaupun kondisi yang terjadi seperti itu pihak organisasi pensejahteraan masjid menginginkan adanya penyatuan standar pelaporan keuangan masjid yang berdaya banding tiggi
PSAK 45 is a financial standard statement intended to regulate financial reporting of non-profit entities. But in reality, there are still found that PSAK 45 has not been applied to non-profit entities which oriented to religious activities. This study involves several mosque welfare organizations and government agencies that have the authority to build up mosque management, which aims to explore the understanding of mosque welfare organizations about PSAK 45 for mosque bookkeeping, explore constraints in the process of applying PSAK 45, in order to become financial reporting guidelines for places of worship. By using qualitative descriptive research and interview methods, the results obtained it can explain specifically what actually happened in the application of PSAK 45 to places of worship.

The results of this study indicate that PSAK 45 has not been applied by mosque welfare organizations in each mosque. There are several constraints that influence the mosque welfare organization to implement PSAK 45 as a mosque financial reporting standard. Despite the current conditions, the mosque welfare organization wants a unification of the mosque's financial reporting standards that are of high comparative power.