Home
Login.
Artikelilmiahs
23192
Update
IRDA SAFITRI
NIM
Judul Artikel
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN PETANI KENTANG (Solanum tuberosum L) ANTARA YANG MENGGUNAKAN BENIH SERTIFIKAT (G3) DAN BENIH LOKAL DI DESA PANDANSARI KECAMATAN PAGUYANGAN KABUPATEN BREBES
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penggunaan benih kentang berkualitas yang bebas dari virus berimplikasi dengan produktivitas yang dihasilkan, sehingga semakin turun kelas benih yang dijadikan sebagai sumber benih maka kualitas yang dihasilkan akan semakin menurun. Hal ini berdampak pada jumlah produksi yang dihasilkan pada kegiatan usahatani kentang. Apabila benih kentang bersertifikat dapat digunakan oleh para petani maka akan dapat meningkatkan jumlah produksi secara optimal. Penelitian ini bertujuan (1) Menganalisis besarnya perbedaan biaya pada usahatani kentang benih bersertifikat (G-3) dan benih lokal (2) Menganalisis besarnya perbedaan pendapatan pada usahatani kentang benih bersertifikat (G-3) dan benih lokal. Metode yang digunakan adalah metode survey. Sasaran penelitian adalah petani kentang yang mengggunakan benih bersertifkat (G-3) dan benih lokal yang berdomisili di Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling dan Proporsional Sampling. Analisa data yang digunakan analisa deskriptif, analisa biaya dan pendapatan dan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Biaya usahatani kentang benih sertifikat (G-3) lebih besar dari usahatani kentang benih lokal, dengan selisih biaya sebesar Rp Rp 5.490.695,56 per hektar/Musim tanam (2) Pendapatan usahatani kentang benih sertifikat (G-3) lebih besar dari usahatani kentang benih lokal, dengan selisih pendapatan sebesar Rp 36.824.804,44 per hektar/Musim tanam.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The use of quality potato seeds that are free of viruses has implications for the productivity that is produced, so that the lower grade of seeds are used as a source of seeds, the quality produced will decrease. This has an impact on the amount of production produced in potato farming activities. If certified potato seeds can be used by farmers, it will be able to increase the amount of production optimally. This study attempts (1) to analyze the difference cost between that the use seed certified (G-3) and local seed (2) to analyze the difference income between that the use seed certified (G-3) and local seed. The research method is survey. The research target is potato farmers that uses certified seeds (G-3) and local seeds in Pandansari Village, Paguyangan District, Brebes Regency. Sampling in this study uses Purposive Sampling and Proportional Sampling methods. Data analysis used descriptive analysis, cost and income analysis and t test. The results of the study showed that: (1) the cost of potato farming certificate (G-3) seeds was greater than the potato farming of local seeds, with a difference in cost of Rp. 5,490,695.56 per hectare/MT (2) potato farming income seed certificate ( G-3) is bigger than the local potato farming, with a difference in income of Rp. 5,490,695.56 per hectar /MT
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save